Anda di halaman 1dari 23

EVALUASI LAJU PRODUKSI

DAN PENGARUH WELL COMPLETION


BERDASARKAN ANALISA NODAL
PADA SUMUR WUNUT#1 DAN WUNUT#15
PT.LAPINDO BRANTAS.INC

Laporan Tugas Akhir

Oleh :
Safril Eko Saputro
111201204

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2015

EVALUASI LAJU PRODUKSI


DAN PENGARUH WELL COMPLETION
BERDASARKAN ANALISA NODAL
PADA SUMUR WUNUT#1 DAN WUNUT#15
PT.LAPINDO BRANTAS.INC

Laporan Tugas Akhir

Diajukan guna memenuhi syarat penulisan


Tugas Akhir untuk gelar Diploma III pada
Program Studi Teknik Perminyakan
Akademi Minyak dan Gas Balongan
Indramayu

Oleh :
Safril Eko Saputro
111201204

Disetujui Untuk
Program Studi Teknik Perminyakan
AKAMIGAS Balongan, Indramayu
Oleh :

Pembimbing I

Pembimbing II

Winarto, ST

Abdul Kamid, ST

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

: Safril Eko Saputro

Tempat, Tanggal Lahir

: Malang, 25 April 1994

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Kewarganegaraan

: Indonesia

Alamat Rumah

: Jl. Adimulyo no.04 RT/RW 02/01 Ardirejo,


Kepanjen - Malang 65163

Golongan Darah

:O

Contact Person

: 081 313 596 071/ 081 312 000 737

Email

: 111201204safrilekosaputrotpc@gmail.com

Pendidikan Formal

TK Bhayangkari Kepanjen

1999-2000

SD Negeri 1 Ardirejo

2000-2006

SMP Negeri 4 Kepanjen

2006-2009

SMA Negeri 1 Kepanjen

2009-2012

D.III Teknik Perminyakan Akamigas Balongan

2012- Sekarang

Pendidikan Non Formal

Seminar AAPG STUDENT CHAPTER TRAPSPOT

2012

Universitas Padjajaran
-

Praktikum Fisika Dasar I Akamigas Balongan

2012

Praktikum Kimia Dasar I Akamigas Balongan

2013

Praktikum Geologi Dasar Akamigas Balongan

2013

Praktikum Fisika Dasar II Akamigas Balongan

2013

Praktikum Kimia Dasar II Akamigas Balongan

2013

Kunjungan Lapangan Museum Geologi Bandung

2013

Kunjungan Lapangan Museum Perminyakan

2013

Kerja Praktek Magang PT. Altus Logistic Indonesia

2013

Banyuwangi Base
-

Praktikum Analisa Fluida Reservoir Akamigas Balongan

2014

Praktikum Uji Laboratorium Lumpur Akamigas Balongan

2014

Praktikum Penilaian Formasi Akamigas Balongan

2014

Kunjungan Lapangan Pusdiklat Migas Cepu

2014

Seminar Nasional Crude Oil & Catalytic Conversion

2014

Process of Oil and Gas Industries


-

Kerja Praktek di Pertamina Drilling Services Indonesia

2014

Sertifikat

Seminar AAPG STUDENT CHAPTER TRAPSPOT

2012

Universitas Padjajaran
-

Praktikum Fisika Dasar I Akamigas Balongan

2012

Praktikum Kimia Dasar I Akamigas Balongan

2013

Praktikum Geologi Dasar Akamigas Balongan

2013

Praktikum Fisika Dasar II Akamigas Balongan

2013

Praktikum Kimia Dasar II Akamigas Balongan

2013

Kunjungan Lapangan Museum Geologi Bandung

2013

Kunjungan Lapangan Museum Perminyakan

2013

Kerja Praktek Magang PT. Altus Logistic Indonesia

2013

Banyuwangi Base
-

Praktikum Analisa Fluida Reservoir Akamigas Balongan

2014

Praktikum Uji Laboratorium Lumpur Akamigas Balongan

2014

Praktikum Penilaian Formasi Akamigas Balongan

2014

Kunjungan Lapangan Pusdiklat Migas Cepu

2014

Seminar Nasional Crude Oil & Catalytic Conversion

2014

Process of Oil and Gas Industries


-

Kerja Praktek di Pertamina Drilling Services Indonesia

2014

Pengalaman Organisasi

Anggota Regu Inti Pramuka SMA Negeri 1 Kepanjen

2010

Sekretaris Pasukan Pengibar Bendera Sekolah (PASKO)

2010

SMA Negeri 1 Kepanjen


-

Anggota OSIS SMA Negeri 1 Kepanjen

2010

Koordinator Sie OSIS SMA Negeri 1 Kepanjen

2011

Asisten Praktikum Analisa Fluida Pemboran

2015

Demikianlah Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar


benarnya.
Hormat Saya,

Safril Eko Saputro


NIM : 111201204

EVALUASI LAJU PRODUKSI


DAN PENGARUH WELL COMPLETION
BERDASARKAN ANALISA NODAL
PADA SUMUR X LAPANGAN Y

I;

LATAR BELAKANG MASALAH


Pengeboran dan komplesi sumur produksi dimaksudkan untuk dapat
mengalirkan minyak atau gas dari tempat asalnya didalam reservoir ke
stock tank atau sales line.Pergerakan atau transportasi fluida ini
membutuhkan energi untuk mengatasi kehilangan tekanan yang terjadi di
dalam system dan mengangkatnya di permukaan. Fluida harus mengalir
melalui reservoir (media berpori) dan system perpipaan (Piping System)
dan akhirnya masuk kedalam separator untuk pemisahan antara gas dan
cairan. Sistem produksi (Production System) dapat relatif sederhana atau
meliputi banyak komponen dimana energi atau kehilangan tekanan terjadi.
Diagram dari suatu sistem produksi yang komplek, yang menggambarkan
sejumlah komponen dimana kehilangan tekanan terjadi, dapat dilihat pada
gambar 1.1
Gambar 1.1 Pressure Losses Yang Terjadi Dalam System Nodal
Kehilangan tekanan dalam system secara keseluruhan pada suatu
waktu adalah tekanan awal fluida (tekanan awal reservoir) di kurangi
tekanan fluida akhir yaitu sebesar Pr Psep. Kehilangan tekanan ini adalah
jumlah dari semua kehilangan tekakan yang terjadi dalam semua
komponen dari sistem secara keseluruhan, dan karena kehilangan tekanan
melalui setiap komponen berbeda-beda sesuai dengan besarnya laju alir
(Production Rate), maka besarnya laju alir akan dikontrol dengan
komponen-komponen yang dipilih. Pemilihan dan ukuran dari komponenkomponen secara individu sangat penting, tetapi karena adanya interaksi
antara komponen-komponen itu, suatu perubahan yang terjadi pada suatu
komponen akan berubah kelakuan kehilangan tekanan pada yang lainnya.
Hal ini terjadi karena fluida yang mengalir adalah Compressible (dapat
dikompreskan) dan oleh sebab itu kehilangan tekanan melalui suatu
komponen itu, tetapi juga kepada tekanan rata-rata yang ada pada
komponen itu.
Perencanaan akhir dari suatu sistem produksi tidak dapat dipisahkan
hanya kelakuan aliran fluida melalui media berpori saja, dan ditangani
tersendiri (terpisah-pisah) jumlah aliran minyak dan gas kedalam sumur
dari reservoir tergantung kepada kehilangan tekanan melalui sistem
perpipaan tergantung kepada jumlah aliran fluida yang melaluinya. Oleh

sebab itu setiap sistem produksi harus di analisis sebagai suatu kesatuan
(satu unit dari sistem). Proseedur (cara) ini terdiri dari pemilihan bagian
titik atau node dalam sumur dan membagi sistem pada titik ini, lebih jelas
bisa dilihat pada gambar 1.2
Semua komponen-komponen yang berada sebelum titik yang
diamati (Components Upstream) merupakan bagian dari Inflow, sementara
bagian Outflow terdiri dari semua.

Gambar 1.2 Tempat Dari Berbagai Node Yang Dipilih


II;

MAKSUD DAN TUJUAN


1; Meneliti kelakuan aliran fluida reservoir di setiap komponen system
sumur untuk menentukan pengaruh masing-masing komponen terhadap
sistem sumur secara keseluruhan.
2; Menggabungkan kelakuan aliran fluida reservoir di seluruh komponen
sehingga dapat diperkirakan laju produksi sumur.
3; Meneliti pengaruh ID tubing dalam suatu proses produksi.
4; Meneliti pengaruh Well Completion dalam suatu proses produksi.

III;

TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Nodal Analysis
Pendekatan analisa system ini sering disebut analisa sistem
nodal (Nodal Analysis), yang telah digunakan untuk beberapa waktu
yang lalu untuk menganalisa kelakuan dari sistem sebagai gabungan
interaksi antar komponen. Rangkaian listrik, sistem perpipaan yang
komplek dan sistem pompa nodal semuanya dapat di analisis dengan
menggunakan metode ini.
Penggunaan pertama pada sistem produksi sumur pertama kali
diusulkan oleh Gilbert tahun 1954 dan dibahas oleh Nind pada tahun
1946. Nodal merupakan titik pertemuan antara dua komponen, dimana

di titik pertemuan tersebut secara fisik akan terjadi keseimbangan masa


atau pun keseimbangan tekanan. Hal ini berarti bahwa masa fluida
yang keluar dari suatu komponen akan sama dengan masa fluida yang
masuk ke dalam komponen berikutnya yang saling berhubungan atau
tekanan di ujung suatu komponen akan sama dengan tekanan di ujung
komponen yang lain behubungan. Titk nodal dalam suatu sumur
diantaranya:
1; Tekanan Reservoir (Pr)
2; Tekanan Bawah Sumur (Pwf)
3; Tekanan Pada Tubing (Ptub)
4; Tekanan Pada Wellhead (Pwh)
5; Tekanan Pada Flowline (Pflow)
6; Tekanan Separator (Psep)

Semua komponen-komponen yang berada sebelum titik yang


diamati merupakan bagian dari inflow, sementara bagian outflow
terdiri dari semua komponen yang berada setelah titik itu, hubungan
antara laju alir dan kehilangan tekanan harus ada untuk setiap
komponen dalam sistem. Laju alir melalui system dapat ditentukan
untuk suatu aliran yang diinginkan terdiri dari :
1; Aliran yang masuk kedalam node (titik yang diamati) sama dengan
aliran yang keluar dari node.
2; Hanya satu harga tekanan yang ada pada suatu node yaituPnode.
Pada suatu saat dari sumur selalu ada dua tekanan yang
harganya tetap dan tidak merupakan fungsi dari laju alir. Salah satu
dari tekanan-tekanan ini adalah tekanan rata-rata Reservoir (Pr), dan
yang lainnya adalah tekanan keluar dari sistem itu (Outlet Pressure).
Tekanan keluar dari system itu biasanya adalah tekanan separator
(Psep), tetapi jika sumur dikontrol dengan Surface Choke, tekanan
Outlet adalah tekanan pada kepala sumur (Pwh). Begitu node
ditentukan, tekanan node dihitung dari arah tekanan awal dan dari
tekanan akhir yang harganya sudah tentu.
Pnode dapat dihitung dari persamaan :
Inflow to the node :

Pr - P(upstream Components) = Pnode,(Psi)

............................(Persamaan 3.1)

Outflow from the node :


Psep + P(down Components) = Pnode, (Psi)

............................(Persamaan 3.2)

Kehilangan tekanan (Pressure Drop), P merupakan fungsi dari


laju alir dan oleh sebab itu plot antara tekanan node terhadap laju alir
(Pnode vs qL) keduanya akan memberikan laju aliran optimum yang
dicari. Prosedur secara grafis dapat dilihat pada gambar 3.1 dan
gambar 3.2.

Gambar 3.1 Penentuan Kapasitas Alir

Gambar 3.2 Sistem Produksi Sederhana


Pengaruh dari suatu perubahan pada setiap komponen dapat
dianalisis dengan menghitung kembali tekanan node vs laju alir dengan
menggunakan karakteristik baru dari komponen yang dirubah. Jika
perubahan dilakukan pada suatu Upstream Component maka kurva
Outflow akan tetap (tidak berubah). Jika perubahan dilakukan pada
suatu Downstream Component maka kurva Inflow akan tetap (tidak
berubah). Akan tetapi jika salah satu kurva berubah perpotongan kedua
kurva akan menghasilkan kapasitas dan tekanan node yang baru.
Kurva-kurva pun akan berubah jika tekanan tetapnya berubah,
misalnya karena adanya penurunan tekanan reservoir karena sumur
telah lama diproduksikan.
Prosedur lebih lanjut dapat diilustrasikan dengan menganggap
sistem produksi yang sederhana seperti terlihat pada gambar 3.1 dan
memilih kepala sumur sebagai node (titik yang akan diamati).
Inflow yang masuk ke node :
Pr - Pres - Ptubing = Pwh, (Psi) (Persamaan 3.3)
Pr Outflow dari node :
Psep + Pflowline = Pwh, (Psi) ............................................(Persamaan 3.4)

Pengaruh terhadap kapasitas aliran karena ada perubahan


ukuran tubing diiliustrasikan pada gambar 3.3 dan pengaruh dari
perubahan ukuran Flowline terlihat gambar 3.4

Gambar 3.3 Pengaruh Ukuran Tubing

Gambar 3.4 Pengaruh Ukuran Flowline


Pengaruh dari kenaikan ukuran tubing selama tubing tidak
terlalu besar, memberikan Pnode atau Pwh yang lebih tinggi untuk suatu
laju alir yang diberikan, sebab Pressure Drop dalam tubing akan turun.
Ini akan menyebabkan grafik Inflow naik dan perpotongan akan
bergeser ke kanan.

Flow Line yang lebih besar akan menurunkan kehilangan


tekanan di dalam Flow Line, menyebabkan grafik Outflow turun dan
perpotongan bergeser ke kanan. Pengaruh dari suatu perubahan dalam
setiap komponen dari sistem yang dapat dipisahkan pada cara seperti
ini, juga pengaruh dari penurunan tekanan reservoir dn perubahan
tekanan separator dapat ditentukan.
Pendekatan analisa sistem nodal dapat digunakan untuk
menganalisis problem produksi dari sumur minyak atau gas. Cara ini
dapat digunakan baik untuk sumur-sumur sembur alam (Flowing Well)
atau sumur-sumur dengan pengangkatan buatan (Artificial Lift), jika
pengaruh dari metoda pengangkatan buatan terhadap tekanan dapat
diekspresikan sebagai fungsi dari laju alir. Cara ini juga dapat diguakan
untuk menganalisis Performance sumur injeksi dengan modifikasi
persamaan-persamaan Inflow dan Outflow. Berbagai penggunaan dari
analisa sistem ini dapat diberikan sebagai berikut:
1; Pemilihan ukuran Tubing
2; Pemilihan ukuran Flow Line
3; Perencanaan Gravel Pack
4; Ukuran Surface Choke
5; Ukuran Subsurface Safety Valve
6; Analisis suatu sistem untuk restriksi aliran abnormal (Abnormal

Flow Restriction)
7; Perencanaan Artificial Lift
8; Evaluasi stimulasi sumur
9; Menentukan pengaruh dari kompresi pada Performance sumur gas
10;Menganalisis pengaruh-pengaruh dari kerapatan perforasi
(Perforating Dencity)
11; Memprediksi pengaruh dari depletion pada kapasitas produksi
12;Penempatan gas injeksi pada sumur-sumur Gas Lift

13;Menganalisis suatu sistem produksi Multi-well

14;Menentukan hubungan Performance lapangan (Field Performance)

terhadap waktu.

Inflow Performance Relationship


Inflow Performance Relationship adalah grafik atau persamaan
yang menunjukkan kinerja sebuah sumur dengan hubungan antara
tekanan dan laju alir fluida yang dihasilkan oleh sumur. Salah satu
jenis IPR yang umum adalah IPR dengan nodal pada dasar sumur. Jadi,
yang di plot adalah hubungan antara tekanan dasar sumur (Pwf) dan
laju alir fluida (Q). Pada umumnya, bentuk IPR yang dihasilkan adalah
seperti berikut :

III.2;

Gambar 3.2 Inflow Performance Rate


Peramalan IPR sumur minyak pada waktu sekarang (Real
Time IPR) dengan metode Vogel
Pada tahun 1968 Vogel menyampaikan hasil suatu studi dimana
dia menggunakan model reservoir matematik unuk menghitung IPR
sumur-sumur produksi minyak dari reservoir jenuh. Studi ini
memperlakukan beberapa reservoir hipotesis termasuk didalamnya
karakteristik minyak yang sangat berbeda, karakteristik permeabilitas.

III.3;

Gambar 3.5 Perubahan IPR karena Pengurasan


Persamaan Vogel :

, (bbl/d)................................ (Persamaan 3.5)


Dimana :
qo

: laju alir yang sesuai dengan tekanan alir dasar sumur Pwf

qo max : laju alir yang sesuai dengan tekanan alir dasar sumur P wf
sama dengan nol
Pr

: tekanan rata-rata reservoir yang ada pada waktu diamati

a; Penggunaan Metode Vogel untuk skin factor nol pada reservoir

yang jenuh (Pr Pb) dan S= 0


Untuk reservoir jenuh, pembuatan IPR dapat langsung
menggunakan persamaan 3.5 apabila diketahui tekanan rata-rata
reservoir, skin factor nol, laju air fluida hasil test, dan tekanan alir
fluida dasar sumur hasi test (Pr , S=0, ql test, Pwf test).

Langkah-langkah pembuatan IPR :


1; Hitung qo max dengan menggunakan (persamaan 3.5)
2; Buat hubungan antara qo (STB/D) vs P wf asumsi (Psig) dengan
menggunakan (persamaan 3.5), Pwf asumsi diambil dari 0 sampai
Pr.
3; Buat tabel qo (STB/D) vs Pwf asumsi (Psig)
b; Penggunaan Metode Vogel untuk skin factor nol pada reservoir

yang tidak jenuh (Pr Pb) dan S= 0


Untuk membuat IPR dengan menggunakan metode Vogel
pada reservoir tidak jenuh, tekanan Pwf bisa lebih besar atau lebih
kecil dari tekanan jenuh. Apabila Pwf test lebih besar daripada Pb,
bagian lurus sampai dengan Pwf = Pb atau qo = qb, dapat dibuat
dengan menggunakan harga productivity indeks konstan yang
diperoleh dari data test.
Analisa sistem nodal pada sumur flowing
laju produksi optimum pada sumur flowing merupakan
perpotongan antara grafik inflow dan outflow, yang berdasarkan

III.4;

kondisi reservoir, tipe well completion, dan peralatan yang terpasang


pada sumur. Grafik inflow ataupun outflow merupakan hubungan
antara laju produksi liquid dengan Pnode.
Pada dasarnya pengambilan Pnode bisa dimana saja, tetapi kita
memilih titik yang mudah di analisa, misalnya Pwf, Pwh, Psep. Apabila
Pnode. yang kita ambil adalah Pwf, maka grafik inflow yang kita buat
adalah IPR. Untuk aliran masuk dan aliran keluar node, Pnode dapat
dinyatakan sebagai :
Inflow:
Pinlet - P(upstream Components) = Pnode, (Psi)

Outflow :
Poutlet + P(downstream Components) = Pnode, (Psi)

.....................(Persamaan 3.6)

................(Persamaan 3.7)

Apabila analisa sistem nodal pada sumur flowing antara lain


adalah pemilihan tubing, pengaruh ukuran flowline, pengaruh
stimulasi, pengaruh ukuran bean (jepitan), evaluasi pengaruh
completion, dan sebagainya.
a; Pemilihan Ukuran Tubing
Pemilihan ukuran tubing merupakan hal yang sangat penting,
karena hampir 80% kehilangan tekanan terjadi disepanjang tubing.
Sebagai Pnode dalam pemilihan ukuran tubing dapat dipilih Pwf atau
Pwh. Apabila Pwf = Pnode maka :
Inflow = Pr - Pres = Pwf, (Psi) ................................................... (Persamaan 3.8)
Outflow = Pwh + Ptubing = Pwf, (Psi) (Persamaan 3.9)
b; Pengaruh Ukuran Flowline

Untuk menganalisa kehilangan tekanan pada tubing kita


menggunakan kurva pressure untuk pipa tegak sedangkan untuk
menganlisa kehilangan tekanan pada pipa datar (flowline) kita
menggunakan kurva pressure traverse untuk pipa datar.
c; Productivity Indeks

Menghitung laju alir dengan konsep Productivity Index (PI).


Hubungan antara laju aliran yang masuk ke sumur dengan pressure
drawdown biasa dinyatakan dalam bentuk Productivity Indeks (PI)
sebagai berikut:
PI=

q
Pr - Pwf

, (bbl/day/psi)....................................(Persamaan 3.10)

III.5;...................................................................... Pengaruh Well Completion

Dalam banyak kasus, aliran yang masuk ke dalam suatu sumur


lebih banyak di kontol (ditentukan) oleh efisiensi komplesi
dibandingkan dengan karakteristik reservoir yang sesungguhnya.
Secara mendasar ada tiga macam yang dapat dibuat dalam suatu
sumur, tergantung kepada jenis sumur, kedalaman sumur dan jenis
reservoir atau formasi produktif. Dalam beberapa kasus sumur
dikomplesi secara terbuka (Open Hole Completion). Jadi Casing Shoe
di set menembus formasi produktif dan produktif tidak disemen. Juga
tidak diperlukan perforasi. Jenis komplesi ini hampir tidak digunakan
lagi pada saat sekarang ini, dan kebanyakan sumur-sumur pada saat ini
di komplesi dengan disemen dan casing menembus formasi produktif.
Methoda komplesi yang paling luas digunakan adalah jenis
komplesi dimana casing di set menembus formasi produktif dan semen
digunakan untuk mengisi annulus antara casing dan lubang sumur.
Persamaan-persamaan untuk aliran minyak dan gas
..............................
................. ,(bbl/d)
...(Persamaan 3.11)
..............,(bbl/d)
.......(Persamaan
3.12)..................
...................................................
...................................................

IV;

METODELOGI PENELITIAN
Metode yang akan digunakan pada pelaksanaan tugas akhir ini meliputi:
1; Persamaan Vogel :

......................, (bbl/d)
(Persamaan 3.5)
Dimana :
qo
: laju alir yang sesuai dengan tekanan alir dasar sumur Pwf
qo max : laju alir yang sesuai dengan tekanan alir dasar sumur P wf
sama dengan nol
Pr
: tekanan rata-rata reservoir yang ada pada waktu diamati
2; Pada dasarnya pengambilan Pnode bisa dimana saja, tetapi kita memilih
titik yang mudah di analisa, misalnya Pwf, Pwh, Psep. Apabila Pnode. yang
kita ambil adalah Pwf, maka grafik inflow yang kita buat adalah IPR.
Untuk aliran masuk dan aliran keluar node, Pnode dapat dinyatakan
sebagai :
Inflow:
Pinlet - P(upstream Components) = Pnode , (Psi)
.......................(Persamaan 3.6)
Outflow :
Poutlet + P(downstream Components) = Pnode , (Psi)
..................(Persamaan 3.7)
3; Pemilihan ukuran tubing merupakan hal yang sangat penting, karena

hampir 80% kehilangan tekanan terjadi disepanjang tubing. Sebagai


Pnode dalam pemilihan ukuran tubing dapat dipilih P wf atau Pwh. Apabila
Pwf = Pnode maka :
Inflow = Pr - Pres = Pwf , (Psi)............................................................. (Persamaan 3.8)
Outflow = Pwh + Ptubing = Pwf , (Psi)....................................................... (Persamaan 3.9)
4; Menghitung laju alir dengan konsep Productivity Index (PI). Hubungan
antara laju aliran yang masuk ke sumur dengan pressure drawdown
biasa dinyatakan dalam bentuk Productivity Indeks (PI) sebagai
berikut:
q
PI=
, (bbl/day/psi).....................................(Persamaan 3.10)
Pr - Pwf

V;

KESIMPULAN SEMENTARA
1; Prosedur analisis sistem pertama memerlukan pemilihan suatu node
(titik yang diamati) dan menghitung tekanan pada titik itu (P node),
bertitik tolak dari harga tekanan yang tetap yang ada pada sistem itu.
2; Pembuatann IPR dapat langsung menggunakan persamaan (3.5) apabila
diketahui tekanan rata-rata reservoir, skin faktor nol, laju alir fluida
hasil test dan tekanan alir fluida dasar sumur hasil test (P r, S = 0, qLtest,
Pwf test).
3; Well Completion berpengaruh terhadap optimalnya laju produksi.

FLOW CHART
Mulai

Mencari Data
Sumur

Mencari Data
Produksi

Melakukan
Observasi
Lapangan
Melakukan
Validasi Data

Menganalisa Menggunakan
Analisa Nodal

Mengevaluasi Laju Produksi


berdasarkan Analisa Nodal

Gagal

Mengevaluasi Pengaruh
Well Completion
berdasarkan
Analisa Nodal
Berhasi
l

Mencari Data
Reservoir

Selesai

DAFTAR ISI SEMENTARA

HALAMAN JUDUL..............................................................................................
ABSTRAK .............................................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................................
CURRICULUM VITAE........................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
LatarBelakang................................................................................
Tema...............................................................................................
TujuanTugasAkhir.........................................................................
1.3.1; Tujuan yang bersifatumum................................................
1.3.2; Tujuanyang bersifatkhusus.................................................
1.4; Manfaat..........................................................................................
1.4.1; Bagi Perusahaan.................................................................
1.4.2; Bagi AkamigasBalongan....................................................
1.4.3; BagiMahasiswa..................................................................
1.1;
1.2;
1.3;

1.5

Kegiatan.........................................................................................
1.5.1 Aktifitas...............................................................................
1.5.2 TempatTugasAkhir..............................................................
BAB II TINJAUAN UMUM..............................................................................
BAB III DASAR TEORI.....................................................................................
2.1; Nodal Analysis...............................................................................
2.2; Inflow Performance Relationship..................................................

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN..........................................................


3.1; Observasi Lapangan.......................................................................
3.2; MetodeWawancara.........................................................................
3.3; StudiLiteratur.................................................................................
BABV PEMBAHASAN....................................................................................
BABVI KESIMPULAN .....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA


Badruzzaman, Undang.2003.Analisis Sistem Nodal. Cepu :PusatPendidikan
Dan PelatihanMinyakdan Gas BumiCepu.
Beggs, H, D.1983.Production Well System Analysis.Oklahoma: Oil and Gas
Consultans International Inc.