Anda di halaman 1dari 12

BAGAIMANA UKM MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL ?

Usaha kecil merupakan bagian integral dari dunia usaha Nasional yang memiliki
kedudukan, potensi, dan peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan
Nasional. Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha kecil harus terus dikembangkan
dengan semangat kekeluargaan, saling isi mengisi, saling memperkuat antara usaha yang kecil
dan besar dalam rangka pemerataan mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama.
Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah berkewajiban untuk
mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan iklim usaha. Dengan demikian,
kemampuan usaha kecil termasuk UKM dari waktu ke waktu perlu diperhatikan, karena sebagian
besar penduduk Indonesia hidup dan menggantungkan diri dari sector ini.
UKM sebagai salah satu sector kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagiam
masyarakat harus didukung dan didorong kemampuannya agar tetap eksis, sehingga dapat
memperluas kesempatan usaha dan memperluas lapangan kerja dan dapat menungkatkan
penghasilan masyarakat secara lebih merata.
Penelitian lapangan ini dilakukan dengan melaksanakan penelitian langsung ke
KARYAKU ART di Jl.Cilaja Hilir No.60 Bandung Timur. Dengan penelitian ini diharapkan
dapat memperoleh data aktual mengenai analisis situasi pemasaran internasional yang saat ini
sedang berjalan.
- Pengertian dan Penjelasan Usaha Kecil dan Menengah
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis
usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no.
99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil
dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi
untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak
dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha
Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan
usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih, mungkin di tahun 2010
ini UKM di Indonesia memiliki peranan yang sangat penting hingga jumlahnya terus meningkat.

yang lain membuat gerakan yang disengaja dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum memasuki pasar baru. hingga kini UKM tetap seperti dianaktirikan. Padahal keberadaannya dirasakan sangat penting dalam membangkitkan kembali ekonomi nasional yang terpuruk akibat krisis. Tidak hanya koorporasi. berikut ini adalah beberapa keunggulan utama ekspor: 1. pasca krisis melanda negeri ini. UKM di banyak negara digenjot untuk meningkatkan ekspornya.. UKM perlu untuk mengevaluasi dan hati-hati menilai keuntungan dan tantangan sebelum melakukan ekspor sumber daya. Apakah itu tidak disengaja atau disengaja bergerak. Pemerintah belum bisa memberikan solusi bagi pengembangan UKM. hanya sektor UKM lah yang tetap eksis. Bahkan UKM dianggap menjadi salah satu potensi ekspor yang besar. UKM justru mampu menyelamatkan ekonomi dalam negeri dari keambrukan yang lebih parah. bahkan berkembang pesat. Hanya saja. semua negara berupaya meningkatkan arus perdagangan ke berbagai negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa UKM memiliki fondasi yang kuat.Ekspor Sektor UKM Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah.perkembangan UKM di Indonesia tertinggal jauh. semua negara mengerahkan kemampuannya untuk memasuki pasar internasional. Sebab. peningkatan profitabilitas secara keseluruhan. Di era perdagangan bebas. terutama dalam meningkatkan kualitas produknya maupun dalam mengatasi kesulitan permodalan. sekali biaya pengembangan ekspor telah tertutup. kecil dan menengah (UKM) harus hati-hati menilai kelebihan dan kekurangan dari mengekspor.  Keuntungan Alasan bagi UKM untuk mempertimbangkan mengekspor yang memaksa. Peningkatan penjualan dan laba Menjual barang dan jasa kepada pasar perusahaan tidak pernah memiliki sebelum meningkatkan penjualan dan meningkatkan pendapatan. ketika di beberapa negara ekspor UKM menunjukkan catatan cemerlang. UKM di negeri ini belum bisa berbuat banyak. Ketika krisis ekonomi terjadi di Indonesia. Padahal. Tak heran. di negara-negara lain sektor UKM mendapat perhatian serius dan juga dibantu secara konkret oleh pemerintahnya. Padahal. Sementara beberapa UKM memasuki bisnis ekspor secara tidak sengaja setelah menerima permintaan untuk membeli dari pembeli asing. Dampaknya. Tambahan penjualan asing dalam jangka panjang. persaingan pun menajam. Mereka tidak tergantung dengan pinjaman dari bank.Keuntungan dan tantangan ekspor untuk UKM Sebelum sumber daya mereka untuk melakukan usaha di bisnis ekspor. Tapi dalam kenyataannya. UKM di dalam negeri telah terbukti menjadi wirausahawan yang tangguh. sehingga mampu mendiri. di kancah persaingan ekspor. di Indonesia ekspor kelompok ini malah menurun. . . Malaysia atau India telah mampu menyumbangkan ekspor hingga 30 persen dari total ekspor non migas nasionalnya.

Menjual kelebihan kapasitas produksi Perusahaan yang memiliki kelebihan produksi untuk alasan apapun mungkin bisa menjual produk mereka di pasar luar negeri dan tidak dapat dipaksa untuk memberikan diskon besar atau bahkan membuang kelebihan produksi mereka. pertumbuhan dan kedewasaan sebelum menurun menandakan akhir kegunaannya dalam pasar tertentu. Biaya tambahan Karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengembangkan pasar ekstra. Sekali produk mencapai tahap matang di pasar tertentu. dan membayar kembali periode yang lebih panjang. Ini mungkin memerlukan personil tambahan dan dengan demikian mengakibatkan ekspansi. 8. 10. dapat diperkenalkan kepada pasar yang berbeda di mana ia akan dianggap sebagai baru. 4. Potensi untuk ekspansi perusahaan Perusahaan yang berani masuk ke bisnis ekspor biasanya harus memiliki keberadaan atau perwakilan di pasar luar negeri. perusahaan tidak harus dikaitkan dengan perubahan dalam pasar domestik atau dari satu negara tertentu.  Tantangan Sementara keuntungan dari ekspor jauh lebih besar dari kerugian. biaya di muka untuk mengembangkan bahan-bahan promosi baru. 1. perusahaan akan berpartisipasi dalam pasar global dan memperoleh sepotong besar pasar internasional. Diversifikasi Menjual ke beberapa pasar memungkinkan perusahaan untuk diversifikasi usaha dan menyebarkan risiko. Daya saing domestik Kebanyakan perusahaan menjadi kompetitif di pasar domestik sebelum mereka usaha di arena internasional. 3. 5. Sebagai hasilnya. Peningkatan produksi dapat lebih rendah per satuan biaya dan mengarah ke lebih effiecient penggunaan kapasitas yang ada. Menjadi kompetitif di pasar domestik membantu perusahaan untuk memperoleh beberapa strategi yang dapat membantu mereka dalam pasar internasional. Ekspansi siklus hidup produk Banyak produk melalui berbagai siklus yaitu pengenalan. . Rendah Biaya Per Unit Mengambil pasar asing tambahan biasanya akan memperluas produksi untuk memenuhi permintaan luar negeri. Saham pasar global Dengan pergi internasional. UKM menghadapi tantangan berikut ketika bertualang ke pasar internasional. Keuntungan dapat membantu perusahaan dalam negeri maupun bisnis asing. mengalokasikan personil untuk perjalanan dan biaya administrasi lainnya yang terkait untuk memasarkan produk bisa saring sedikit sumber daya keuangan UKM .2. Kompensasi untuk permintaan musiman Perusahaan yang produk atau layanan yang hanya digunakan selama musim-musim tertentu di dalam negeri mungkin dapat menjual produk atau jasa mereka di pasar luar negeri dalam waktu yang berbeda sepanjang tahun. 6. Pengetahuan dan Pengalaman Baru Internasional akan dapat menghasilkan ide-ide dan informasi berharga tentang teknologi baru. 7. 9. teknik-teknik pemasaran baru dan pesaing asing.

Lisensi dan dokumentasi ekspor Meskipun tren ekspor adalah menuju kurang persyaratan perizinan. perusahaan harus hati-hati mempertimbangkan risiko keuangan yang terlibat dalam melakukan transaksi internasional. Informasi pasar Mencari informasi tentang pasar luar negeri yang tidak diragukan lagi lebih sulit dan memakan waktu daripada mencari informasi dan menganalisis pasar domestik. misalnya. tetapi juga lebih rumit. komitmen manajemen dan menyadari tantangan dan peluang pasar luar negeri. Minimal. prabayar. 5. Risiko keuangan Koleksi pembayaran menggunakan metode yang tersedia (terbuka rekening. mengikuti kompetisi dan akhirnya menyadari keuntungan.2. harga yang kompetitif. Modifikasi produk Ketika mengekspor. perusahaan mungkin perlu memodifikasi produk-produk mereka untuk memenuhi negara asing keselamatan dan kode keamanan. pasar tahu-bagaimana. . Di negara-negara berkembang. dan pembatasan impor lainnya. fakta bahwa beberapa perusahaan telah memperoleh izin ekspor untuk mengekspor barang-barang mereka membuat mereka kurang kompetitif. pengiriman. 4. dokumenter pengumpulan dan letter of credit) tidak hanya menyita waktu lebih banyak daripada untuk penjualan domestik. Meskipun tidak ada keras-dan-cepat aturan yang dapat membantu perusahaan membuat keputusan untuk ekspor atau tidak. modifikasi sering diperlukan untuk memuaskan negara pengimpor label atau kemasan persyaratan. memahami keuntungan dan tantangan ekspor dapat membantu kelancaran masuk ke pasar-pasar baru. karakteristik pasar dan hambatan budaya mungkin tidak tersedia atau sangat terbatas. dokumentasi yang diperlukan untuk ekspor lebih terlibat daripada penjualan domestik. beberapa modal. Usaha Kecil dan Menengah harus menyadari bahwa memasuki bisnis ekspor membutuhkan perencanaan yang cermat. dan untuk menjadi sukses. 3. informasi yang dapat dipercaya pada praktek bisnis. kualitas produk. Dalam banyak kasus. Dengan demikian.

Usaha yang dijalankan selama setahun dua kali ini memang diakuinya musiman. 2.000. barulah ditaruh di dalam boks.15.Inovasi dalam teknologi yang dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.000. Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Tambunan. Sang pemilik usaha manisan buah ceremai bernama Indah mengaku bila modal yang dikeluarkan untuk membuat manisan ini hanya sebesar Rp. Kemudian indah akan membagi rejekinya kepada orang lain untuk menggiling buah tersebut yang jasanya dihargai Rp. Ia membeli buah ceremai dari pulau seberang biasanya hingga tiga ember.Kesulitan pemasaran Hasil dari studi lintas Negara yang dilakukan oleh James dan Akarasanee (1988) di sejumlah Negara ASEAN menyimpulkan salah satu aspek yang terkait dengan masalah pemasaran yang umum dihadapi oleh pengusaha UKM adalah tekanan-tekanan persaingan. dirinya hanya membutuhkan bahan baku buah ceremai dan gula pasir. maupun dipasar ekspor. yang dijual sebesar Rp.Kelebihan Dan Kelemahan Usaha Kecil Menengah 1. Apalagi bila buahnya manis dan segar.Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan berskala besar yang pada umumnya birokratis 4.000. Peluang inilah yang dimanfaatkan masyarakat di Pulau Untung Jawa. Rasanya yang enak dan legit bisa dijadikan cemilan untuk santai bersama keluarga. baik dipasar domestik dari produk-produk yang serupa buatan pengusaha-pengusaha besar dan impor.6. Kepulauan Seribu. serta bisa bertahan hingga dua bulan. 2002) adalah: 1.000. Selanjutnya. Adapun dalam sekali giling. Setelah buah ceremai digiling. manisan buah ceremai yang sudah jadi dihargainya sebesar Rp.Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil 3.8.15.Contoh Usaha Kecil Menengah Yang Sukses Banyak diantara kita yang menyukai Manisan Buah Ceremai.90. dia bisa mendapatkan sebanyak 20 boks. di mana harga per embernya sebesar Rp. dia menjelaskan. namun keuntungannya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.000 per toples untuk dipasarkan. . Tertarik dengan Contoh Usaha Kecil Menengah kebawah ini? Yuk segera action . manisan pun bisa disimpan hingga lebih dari dua bulan. Untuk membuat manisan ceremai tersebut.Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) Keterbatasan sumber daya manusia juga merupakan salah satu kendala serius bagi UKM di Indonesia. dan keterbatasan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan mesin-mesin baru. dan penelitian pasar. keterbatasan informasi mengenai perkembangan teknologi. tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat serta kesanggupan bagi UKM di Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global. terutama dalam aspek-aspek kewirausahaan. memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru. mesin-mesin. Terutama selama masa krisis. meningkatkan efisiensi dan produktifitas dalam produksi. 5. . banyak sentra-sentra Usaha Kecil dan Menengah seperti sepatu dan produk-produk textile mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku atau input lain karena harganya dalam rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS. Semua keahlian tersebut sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk. control kualitas. organisasi. UKM di Indonesia umumnya masih menggunakan teknologi tradisonal dalam bentuk mesin-mesin tua atau alat-alat produksi yang sifatnya manual. teknik pemasaran. teknik produksi. pemprosesan data. Keterbatasan teknologi disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal investasi untuk membeli mesin-mesin baru.2. Keterbelakangan teknologi ini tidak hanya membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi.Keterbatasan financial UKM di Indonesia menghadapi dua masalah utama dalam aspek finansial antara lain: modal (baik modal awal maupun modal kerja) dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan output jangka panjang.Masalah bahan baku Keterbatasan bahan baku dan input-input lain juga sering menjadi salah satu masalah serius bagi pertumbuhan output atau kelangsungan produksi bagi UKM di Indonesia. 4.Keterbatasan teknologi Berbeda dengan Negara-negara maju. 3. manajemen. akuntansi. pengembangan produk.

Indonesia yang termasuk dalam 5 besar negara dengan populasi terbesar di dunia sempat mengalami masa-masa sulit terlebih lagi pada saat krisis moneter pada tahun 1998. Meskipun dikenal sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Namun. Pada saat itu. Sedangkan industri besar di Indonesia hanya berkisar 0. dan total GDP yang mereka setorkan kepada pemerintah mencapai 47%. 50 juta dan kurang dari Rp. pemerintah melalui Kementerian Perdagangan merilis daftar ketiga perusahaan berprestasi itu: 1. 14 ribu per US$. kecil. tingkat pengangguran di Indonesia terbilang sangat tinggi. 3. Akan tetapi hal tersebut justru memicu reformasi ekonomi dimana membuat Indonesia menjadi pasar ekonomi yang sangat potensial dalam beberapa dekade setelah krismon.4% atau peringkat ke-2 setelah Filipina. 7. Pada tahun 2011 mereka memperoleh nilai eskpor mencapai US$. UKM ini sendiri bergerak dalam bidang IT atau developer aplikasi dan program. sedangkan usaha kecil mempunyai aset dengan rentang sebesar Rp. AS. 500 juta.Contoh Kesuksesan Usaha Kecil Menengah Di Indonesia Perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia pada beberapa tahun ini terbilang sangat cepat. sedangkan sisanya dari sektor pertanian dan jasa. PT IKA Indo Industri Karbonik Perusahaan yang bergerak dalam pemanfaatan limbah batok kelapa sebagai produk ramah lingkungan ini mampu melakukan ekspor ke daerah AS. 2.1% dari seluruh perusahaan di Indonesia. Bahkan pada tahun 2012. terlebih lagi pada tahun 2012 tercatat ada contoh 3 perusahaan kecil menengah di Indonesia yang mampu memasuki pasar Internasional. 1. Tujuan ekspor mereka adalah Eropa. Dominasi perusahaan mikro. sekitar 6. Usaha kecil menengah dibagi menjadi 3 yaitu: 1. dan pasar Korea.3 juta. Eropa dan Cina. Cina. Perusahaan Mikro Perusahaan Kecil Perusahaan Medium Klasifikasi pembagian perusahaan tersebut diambil berdasarkan total aset perusahaan dimana usahamikro memiliki aset sampai dengan Rp. Kesuksesan sektor usaha ini pun patut diacungi jempol. 1 Usaha Dagang (UD) Bandar Mina Perusahaan ini berasal dari Provinsi Bali bagian Utara yang telah melakukan ekspor ikan Kerapu ke salah satu negara di Asia. GDP Indonesia turun sebesar 13% bahkan nilai tukar rupiah naik menjadi Rp. Menengok ke belakang. eksistensi usaha sektor ini memegang peranan penting dalam sistem tenaga kerja. Di Indonesia. . Presiden RI memberikan penghargaan bernama Primaniyarta 2012 kepada perusahaan-perusahaan kecil menengah tersebut. 50 juta. Diperkirakan sekitar 99 juta orang pada usia produktif bekerja dalam sektor usaha ini. Dan ketika itu sektor usaha kecilmenengah memegang peranan vital dalam perekonomian negara karena tetap bertahan di tengah carut marutnya kondisi dan kolapsnya BEI. dan menengahsendiri menguasai sekitar 99% dari seluruh perusahaan dan bisnis di Indonesia. Mengetahui hal itu. 1 PT Bambu Media Cipta Persada.

2.000.00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2. dikuasai. Batasan mengenai skala usaha menurut BPS. yaitu berdasarkan kriteria jumlah tenaga kerja sebagai berikut: 1) Industri Kecil 2) Industri Menengah : 5-19 orang : 20-99 orang .000.00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2. dikuasai. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro.000.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah). yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.000. dan Menengah.000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10. Industri Kecil adalah kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Kecil.000.000. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.500.000. Industri Menengah adalah kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri.000.000. maka batasan Industri Kecil dan Menengah didefinisikan sebagai berikut: 1.000. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Kecil atau Usaha Besar yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000.000. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.PENGERTIAN/ BATASAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Oleh karena Industri Kecil dan Menengah tergolong batasan Usaha Kecil dan Menengah menurut Undang-undang No.500.00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

maupun China. hancurnya sarana infrastruktur antar pulau dan banyak yang sudah masuk dalam kategori rusak berat. India. Ketidak mampuan Industri Indonesia untuk bersaing dengan melakukan pengurangan ongkos produksi dan distribusi menjadi salah satu penyebab nilai jual produk dalam negeri mahal. Indonesia sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kapas bagi keperluan Industri tekstil dalam negeri. membuat harga barang lokal mahal. dan itupun sudah mulai tertekan karena desakan barang yang sama dari China. agar Indonesia menggantungkan sepenuhnya kebutuhan domestiknya terhadap Industri China. dan ini memang rencana besar pemerintahan China. imbasnya adalah pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dilingkungan pabrik mereka seperti yang terjadi di Jawa barat. Lonjakan harga tersebut berimbas pada penghentian kegiatan produksi garment maupun Industri rumahan di dalam negeri. Ironisnya kejadian ini terjadi setiap tahun dan belum ada tanda-tanda perbaikan. kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual produk sehingga konsumer tidak melakukan pembelian produk secara rutin akhirnya stock menumpuk dan tidak ada kepastian kapan produk tersebut akan diserap oleh pasar. dan bukan mustahil industri-industri kecil hingga industri skala besar akan gulung tikar dalam bebarapa bulan kedepan oleh karena hancurnya pasar lokal yang diserbu produk import dari China. Importir dari kelas menengah timur tengah maupun eropa timur sudah 6 bulan lebih tidak pernah datang untuk melirik produk garment Indonesia. . hasil Industri made in Indonesia saat ini nyaris hanya bisa bertahan pada pasar dalam negeri. Jawa tengah maupun pusat sentra Industri di Tanah Air. dan akhirnya produk yang dihasilkan didalam negeri tidak akan mampu untuk bersaing dengan produk yang dihasilkan dari Vietnam. imbasnya produsen tekstil ditanah air kalang kabut dan harus mengikuti fluktuatif kenaikan harga yang ditetapkan oleh Eksportir China hingga mencapai 50% dari harga dasar dipasar Internasional. membuat harga suatu produk tidak kompetitif dipasar lokal apalagi pada pasar Internasional. dapat dibayangkan berapa banyak devisa yang hilang akibat kenaikan harga kapas yang sengaja dilakukan oleh pengusaha China tersebut. kini mereka beralih menjadi importir untuk memasukkan barang yang sejenis dari China. Pakistan dan sebagian Negara Amerika Latin. Dalam semester pertama tahun ini. kapas yang dihasilkan oleh beberapa negara seperti. lonjakan harga produk local yang tidak masuk akal. harganya pun jauh lebih murah. telah habis diborong oleh Importir dari China tahun lalu. Faktor harga murah merupakan strategy China untuk merebut pangsa pasar besar di Indonesia. ditambah lagi produk yang dihasilkan memakai bahan baku import. seperti produk tekstil maupun electronic yang kesemua bahan baku utamanya ( kapas. Amerika serikat. walaupun mutunya sulit untuk dipercaya. sering terjadi kelangkaan bahan baku.Faktor yang Menyebabkan Lemahnya Daya Saing Produk Dalam Negeri Mahalnya biaya transportasi dan ongkos produksi di Indonesia. jika dulu industri garment kita merupakan andalan utama pemasukan devisa. seperti penuturan pengusaha angkutan darat. lewat perdagangan berjangka atau yang lebih dikenal dengan istilah future trading. semicoductor) harus di import dari luar negeri.

Malaysia. Industri tekstil kita bisa bangkit kembali asalkan pemerintah memberikan dukungan penuh seperti yang dilakukan untuk industri kelapa sawit. Yang dikhawatirkan. Meski kenaikan dikenakan kepada pelanggan 1. Industri yang paling terkena dampak dari kenaikan TDL di antaranya usaha yang bergerak di bidang katering. jika di pasaran harganya lebih murah ketimbang produk lokal. . Daya saing pun melemah. masyarakat akan memilih barang impor. tingkat kehidupan mereka lebih baik dari kita. karena saingan kita hanya Malaysia saja. namun bilamana pengembangan Industri pertanian Kapas dikembangkan di Nusa Tenggara maupun daerah lainnya. Jika daya beli masyarakat lemah maka akan menekan produk dalam negeri. dan Filipina. masih tergolong murah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura. dimana saat ini hanya produk ini yang masih bertahan dipasar internasional.300 Va ke atas dan dilakukan secara bertahap. Namun. Kita dapat memahami tarif listrik di Indonesia setelah dinaikkan 15 persen dari Rp 729 per kwh. banyak produk impor yang harganya lebih murah. harga buah dan sayuran impor kadang lebih murah ketimbang produk lokal. Begitu juga harga barang yang lain seperti mainan anak.Adakah jalan lain yang dapat ditempuh untuk menghidupkan kembali kejayaan Industri di Tanah Air? untuk jangka pendek sepertinya kita tidak punya harapan. menjadi Rp 819 per kwh. Bahkan. Sementara kita tahu. Hal yang perlu diantisipasi menyusul kenaikan TDL adalah bertambahnya beban bagi kalangan pengusaha akibat kenaikan biaya produksi yang diprediksi bisa mencapai 15 persen. ritel. Sejumlah pengusaha sering mensinyalir bahwa Indonesia menjadi pangsa pasar bebas bagi produk luar negeri. tetap saja akan memberatkan konsumen. Selain itu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) juga mempengaruhi lemahnya daya saing produk dalam negeri. sebut saja sayur – sayuran dan buah – buahan. Sebagai perusahaan tentunya akan melakukan penyesuian harga produk barang hasil industrinya karena cost produksi membengkak. PEMERINTAH telah memastikan Tarif Dasar Listrik (TDL) naik sebesar 15 persen mulai Januari 2013. garmen. Kenaikan TDL akan berdampak kepada lemahnya daya beli masyarakat. karena perusahaan tersebut adalah para pengguna listrik dan gas.anak dan perlengkapan rumah tangga.

. Sedangkan pada perdagangan bebas itu diharapkan barang-barang produksi anak bangsa mampu menyaingi produk luar yang masuk ke Indonesia sehingga dapat tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal inilah yang harus menjadi sorotan. bantuan tersebut banyak yang salah sasaran.Kurangnya Mutu Produk Dalam Negeri Dibandingkan Dengan Produk Impor Dari sudut pandang sumber daya manusia. orang-orang Indonesia belum mendapatkan fasilitas yang memadai. Serta yang tidak boleh dilupakan juga adalah asupan gizi sebagian besar masyarakat yang jauh dari pemenuhannya karena alasan ekonomi. Untuk menyelesaikan masalah ini. Dua permasalahan klasik diatas merupakan sebagian kecil dari hambatan-hambatan yang membuat produk-produk dalam negeri menjadi lebih rendah mutunya jika dibandingkan dengan produk-produk yang diproduksi negara-negara maju. Secara tidak langsung keadaan ini mengganggu proses produksi yang membuat mereka lebih memilih untuk menekan biaya produksi hingga seminimal mungkin. jika saja benar-benar mau belajar. Karena ternyata dalam penyalurannya. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha nasional karena kita telah memasuki gerbang perdagangan bebas. belum maksimalnya akses informasi dari masyarakat di pedalaman. Kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa diiringi penguasaan konsep dan teknologi yang membuat tidak maksimalnya proses produksi. pemerintah telah memberikan bantuan dengan mengucurkan dana usaha bagi pengusaha kecil dan menengah. Hal ini terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh dan cendikiawan yang berasal dari negara kepulauan terbesar di dunia ini. Namun kemauan saja tidak cukup. sebenarnya kualitas orang-orang Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan orang-orang di negara-negara maju. Misalnya saja dengan menggunakan bahan baku yang kualitasnya dibawah standar yang seharusnya serta penggunaan teknologi konvensional yang membuat proses produksi tidak maksimal. Permasalahan yang selanjutnya adalah dalam menjalankan proses produksinya. Namun. Beberapa gambaran diatas menjadi mata rantai permasalahan yang saling terkait yang membuat kualitas orang-orang Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan orang-orang di negara-negara maju. yang harus disoroti adalah bahwa bantuan-bantuan yang ditujukan kepada kalangan pengusaha kecil dan menengah itu belum termanfaatkan dengan maksimal. Bahwa dalam proses belajarnya. Sehingga wajar saja bila pengusaha kecil dan menengah tidak dapat berbuat banyak untuk menyikapi masalah pedanaan ini. fasilitas pendukungnya pun harus mumpuni. Kualitas masyarakat yang rendah juga berakibat pada rendahnya mutu atau kualitas produk (barang maupun jasa) yang dihasilkan. Hal ini karena belum maksimalnya penerapan sebuah teknologi dalam proses produksi. pelaku usaha di tanah air selalu dibayang-bayangi masalah finansial atau pendanaan proses produksi.

pemerintah tidak mengutamakan jumlah produk ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) tetapi lebih kepada sektor-sektor industri strategis yang dimiliki Indonesia agar berstandar mutu baik sesuai dengan SNI. Counterpart dari negara-negara lainnya seperti Vietnam dan China. MS Hidayat di Hotel Borobudur.Liputan6. Kalau diterapkan. perlu adanya lembaga pemeriksa SNI yang lebih kuat terutama bagi produk impor. Kamis (20/3/2014).Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi negara dengan standar produk paling baik di ASEAN dalam lima tahun ke depan. Jakarta Pusat. namun hal ini diakui masih menjadi kelemahan Indonesia. itu yang belum kami lakukan. . Kalau beredar di bawah SNI berarti dicabut barangnya dan harus dilakukan law enforcement." ujar Menteri Perindustrian." tandasnya. Jakarta .com. Dia mengatakan. maka peredaran barang diluar SNI tidak bisa lagi dikeluarkan edar dan akan dicabut. Itu hukum yang berlaku. Sekali SNI dikeluarkan terhadap sektor-sektor tertentu. "Salah satu titik lemah kita di bidang itu." lanjutnya. Hal ini sebagai bagian agar dapat bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Terkait kesiapan SNI untuk membentengi produk Indonesia dari serbuan produk impor. Indonesia belum nomor 1 siap. Hidayat menyatakan. tetapi sedang menuju ke sana. "Mudah-mudahan dalam 5 tahun ini. kita masih ada waktu 2 tahun. "Itu short listnya di Kementerian Perindustrian. konsekuensinya semuan barang beredar perlu dilakukan pemeriksaan dengan referensi SNI kita.