Anda di halaman 1dari 3

I.

Pendahuluan
Komunikasi adalah suatu aktivitas esensial dalam kesehatan. Kesehatan yang
dimaksud disini meliputi semua aspek pelaku didalamnya termasuk praktisi kesehatan dan
pasien, selain itu komunikasi kesehatan yang dimaksud disini tidak hanya komunikasi
interpersonal (satu dengan satu) melainkan meliputi komunikasi kelompok, komunikasi
publik, dan komunikasi massa. Komunikasi interpersonal lebih bersifat konseling,
penyembuhan, dan pemulihan, sedangkan komunikasi kelompok, publik, dan massa sangat
dibutuhkan dalam rangka tindak pencegahan terhadap penyakit dan pemeliharaan kesehatan
pada suatu kelompok atau komunitas tertentu. Komunikasi publik juga mampu memberikan
intervensi untuk kemajuan kesehatan, sebagai contoh yang akan diuraikan hari ini adalah
komunikasi publik untuk mendorong perbaikan gizi dan komunikasi publik untuk penyuluhan
tipe penyakit tertentu.
II. Isi
Komunikasi publik adalah pemberian dan pertukaran informasi antara komunikator
dengan komunikan, dimana jumlah komunikan banyak dan biasanya bersifat homogen,
komunikasi publik meliputi pidato, ceramah, penyuluhan dan kuliah umum. Komunikasi
publik sering disamakan dengan komunikasi massa, tetapi sesungguhnya mereke memiliki
arti yang berbeda. Komunikasi publik lebih bersifat private, homogen, dan lebih memiliki
arah tujuan yang jelas. Seorang komunikan pada komunikasi publik sudah mengetahui bahwa
mereka akan datang ke suatu forum yang akan membahas suatu masalah atau topik tertentu,
mereka biasanya hampir berasal dari ketertarikan atau disiplin ilmu yang sama, dan
komunikasi publik memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah (adanya feedback dari
komunikan kepada komunikator). Sedangkan, komunikasi massa lebih mengarah kepada
khalayak umum yang umumnya bersifat heterogen, dan kurang memiliki maksud dan tujuan
jelas. Komunikan pada komunikasi massa bisa berasal dari mana saja, dan mereka tidak
memiliki niat untuk menghadiri acara tersebut. Komunikasi massa juga bisa diartikan sebagai
komunikasi melalui media massa yang ditujukan kepada masyarakat umum tanpa membedabedakan.
Komunikasi publik sangat berperan penting bagi praktisi kesehatan terutama bagi ahli
kesehatan masyarakat yang pekerjaannya adalah mengintervensi masyarakat. Jadi,
kemampuan public speaking yang baik sangat diperlukan disini. Ciri-ciri dari komunikasi
publik adalah :

Terjadi di tempat umum/publik


Dihadiri sejumlah besar orang
Merupakan peristiwa sosial yang biasanya telah direncanakan secara terstruktur
Mempunyai arah dan tujuan yang jelas dari kegiatan tersebut
Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penyuluhan, menghibur,
memberikan penghormatan, atau membujuk.

Selanjutnya, dalam LTM ini akan dibahas komunikasi publik mengenai perbaikan gizi
dan komunikasi publik untuk penyuluhan penyakit tertentu. Perbaikan gizi sangatlah
dibutuhkan di Indonesia, tetapi kesadaran masyarakat akan pentingnya asupna gizi yang baik
masih sangatlah kurang. Mereka lebih memilih makanan cepat saji (fast food) dan terkadang
banyak masyarakat yang mengesampingkan konsumsi buah dan sayur dibandingkan dengan
konsumsi makanan pokok (nasi/ubi/makanan berkarbohidrat) dan lauk pauk. Dalam
pelaksanaan komunikasi gizi ini diperlukan tahapan-tahapan yang meliputi:

Konseptualisasi
Pada tahap ini yang dilakukan adalah mendefinisikan masalah-masalah gizi,
dan menentukan penyebab masalah-masalah tersebut. Tujuan akhir dari
intervensi ini adalah perubahan kebiasan perilaku yang tidak mendukung

terhadap peningkatan status gizi.


Formulasi
Pada fase formulasi dilakukan penyusunan obyektif/tujuan, mendesain pesan,

dan pemilihan cara dalam penyampaian.


Implementasi
Pelaksanaan intervensi atau penyuluhan tersebut guna meningkatkan status
gizi masyarakat pada wilayah atau lingkungan tertentu. Pelaksanaan ini
memiliki tiga tujuan, yaitu : pemberian kesadaran untuk hidup dengan pola
makan yang baik, memberikan pengajaran mengenai makanan yang sehat dan
tidak sehat, dan akahirnya tujuan utama yaitu terjadinya perubahan pola

perilaku terkait pola konsumsi masyarakat.


Evaluasi

Selanjutnya adalah, komunikasi untuk penyuluhan pasien dengan penyakit


tertentu. Penyuluhan pasien dengan penyakit tertentu, haruslah memiliki keahlian dan kiatkiat khusus, karena situasi mental sang penderita penyakit pastilah sangat lemah dan mudah
kehilangan semangat sehingga kita sebagai praktisi kesehatan haruslah membangun semangat
mereka dalam menjalani proses penyembuhan. Berikut adalah hal-hal yang perlu
diperhatikan ketika mengadakan penyuluhan pada pasien penyakit tertentu :

Sampaikanlah dengan lembut, sabar, dan sopan santun


Jangan sampaikan hal-hal buruk mengenai penyakit pasien, tetapi sampaikan

harapan pasien untuk sembuh


Berikan pengarahan dengan jelas dan ringkas
Gunakan bahasa yang sesuai dengan latar belakang pasien
Sampaikanlah dengan jujur, jangan dilebihkan tapi jangan pula dikurangkan
Berikanlah semangat dan motivasi kepada pasien untuk menjalani proses

penyembuhan.
Jika ada kesempatan bertemu dengan keluarga pasien, berikanlah arahan
untuk selalu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada pasien

Daftar Pustaka :
o Suprapto, Tommy. Buku Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi.
(http://boekoe-gratis.blogspot.com/2011/03/buku-pengantar-teorimanajemen.html)
o http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2013/09/03/gerakan-nasionalpercepatan-perbaikan-gizi-586225.html
o http://www.pergizi.org/
o Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Kesehatan yang Berkualitas.
http://www.bappenas.go.id/files/8713/5228/3295/bab-28-peningkatan-aksesmasyarakat-terhadap-kesehatan-yang-berkualitas.pdf