Anda di halaman 1dari 9

KAS DAN PIUTANG

( EDISI IFRS )

Tujuan Pembelajaran :
1. Mengidentifikasi item yang dianggap kas
2. Menunjukkan bagaimana melaporkan uang tunai dan barangbarang terkait.
3. Menentukan piutang dan mengidentifikasi berbagai jenis piutang.
4. Menjelaskan isu-isu akuntansi yang berkaitan dengan pengakuan
piutang.
5. Menjelaskan

masalah

akuntansi

yang

berhubungan

dengan

penilaian piutang.
6. Menjelaskan isu-isu akuntansi yang berkaitan dengan pengakuan
wesel tagih.
7. Menjelaskan

masalah

akuntansi

yang

berhubungan

dengan

penilaian wesel tagih.


8. Memahami topik khusus yang berkaitan dengan piutang.
9. Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis piutang.

Kas (Cash)
Kas merupakan financial asset dan disebut juga kelengkapan
financial
Financial

instrument

didefinisikan

sebagai

kontrak

yang

menimbulkan financial asset dari satu entitas dan financial liabilities atau
equity interest bagi entitas lain.
kas, yang paling likuid aset, adalah media standar pertukaran dan dasar untuk
mengukur

dan menghitung semua pos lainnya. Perusahaan pada umumnya

mengklasifikasikan kas

sebagai asset lancar. Kas terdiri dari koin, mata uang

dan dana yang tersedia pada deposito di bank.

Financial Asset
Asset
Kas
pinjaman dan piutang
Investasi dalam efek hutang
perlengkapan
Investasi pada efek ekuitas
peralatan

Non- Financial
Persediaan
Biaya dibayar dimuka
Peralatan, tanah dan
properti, pabrik dan

Apakah kas itu?

Sebagai aset paling likuid.


Standar alat tukar.
Dasar untuk mengukur dan mencatat untuk semua item lainnya.
Aset Lancar.

Reporting Cash/ Pelaporan kas


1. Cash equivalent / setara kas
Setara kas adalah jangka pendek, investasi yang likuiditasnya
amat tinggi karena (a) segera dapat dijadikan kas, dan (b) begitu
dekat dengan jatuh tempo sehingga menimbulkan resiko yang tidak
signifikan atas perubahan tingkat suku bunga. Dari definisi ini, Pada
umumnya investasi yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau
kurang .
Contoh : Treasury bills, commercial paper, and money market funds.
2. Restricted cash/ Kas Terbatas
Kas kecil, gaji, dan deviden adalah contoh kas yang disisihkan
untuk tujuan

tertentu. Dalam banyak situasi, keseimbangan dana ini tidak material.

Karena

perusahaan tidak memisahkan mereka dari kas dalam pelaporan

itu,

keuangan. Ketika jumlahnya material:


a. Pisahkan kas yang dibatasi penggunaannya dari kas "biasa".
b. Diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau aktiva tidak lancar
Contoh : restricted for: (1) plant expansion, (2) retirement of longterm debt, and (3)

compensating balances

3. Bank overdraft
Ketika sebuah perusahaan menulis cek lebih besar dari jumlah
di rekening kas.

Umumnya dilaporkan sebagai kewajiban lancar.

Offset terhadap akun kas hanya ketika kas yang tersedia disajikan di
akun yang berbeda di bank yang sama yang terjadi overdraft.

ACCOUNT RECEIVABLE (PIUTANG USAHA)


Piutang (receivables) adalah klaim uang, barang atau jasa
kepada pelanggan

atau pihak-pihak lainnya. Untuk tujuan pelaporan

keuangan, piutang diklasifikasikan sebagai lancar (jangka pendek) atau


tidak lancar (jangka panjang). Piutang lancar

(current

receivables)

diharapkan akan tertagih dalam satu tahun atau selama satu

siklus

operasi berjalan, mana yang lebih panjang


Dalam

neraca,

dagang atau piutang

piutang

nondagang.

adalah jumlah yang terutang oleh

diklasifikasikan

sebagai

piutang

Piutang dagang (trade receivables)


pelanggan untuk

yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi

barang dan jasa

bisnis

normal.

Piutang dagang dapat disubklasifikasikan menjadi piutang usaha (account


receivables) dan piutang wesel (notes receivable).
Piutang nondagang (nontrade receivables) berasal dari berbagai
transaksi. Contohnya:
1. Uang muka kepada karyawan dan staf
2. Uang muka kepada anak perusahaan
3. Deposito untuk menutup kemungkinan kerugian dan kerusakan
4. Deposito sebagai jaminan penyediaan jasa atau pembayaran
5. Piutang dividen dan bunga
6. Klaim terhadap:
a. Perusahaan asuransi untuk kerugian yang dipertanggungkan
b. Terdakwa dalam suatu perkara hukum
c. Badan-badan pemerintah untuk pengembalian pajak
d. Perusahaan pengangkutan untuk barang yang rusak atau
hilang
e. Kreditor untuk batang yang dikembalikan, rusak atau hilang

f. Pelanggan untuk barang-barang yang dapat dikembalikan


(krat, kontainer).
Karena sifatnya yang tidak biasa pada piutang non-usaha, perusahaan biasanya
melaporkan mereka sebagai item yang terpisah dalam laporan posisi keuangan.
PENGAKUAN PIUTANG USAHA
Jumlah yang harus diakui adalah jumlah harga pertukaran
diantara diantara

kedua

belah

pihak.

exchange price) adalah jumlah terhutang


pelanggan

atau

peminjam)dan

Harga
dari

umumnya

pertukaran
debitor

dibuktikan

(the

(seorang
dengan

beberapa jenis dokumen bisnis, biasanya berupa faktur (invoice).


Dua hal yang mempengaruhi pengukuran harga pertukaran
adalah (1)

ketersediaan diskon (diskon dagang dan diskon tunai)

dan (2) lamanya waktu antara

tanggal penjualan dan tanggal jatuh

tempo pembayaran (unsur bunga).

Diskon dagang, biasanya dikutip sebagai suatu persentase.


Contoh, jika harga yang tertera pada suatu sebuah buku adalah
$90, dan penerbit menjualnya ke ke toko buku mahasiswa
berdasarkan daftar harga dikurangi diskon dagang sebesar 30%,
maka piutang yang dicatat oleh penerbit buku adalah $63 per
buku.

Diskon

tunai

(diskon

penjualan),

diberikan

sebagai

perangsang agar pembeli melakukan pembayaran secepatnya.


Diskon semacam ini dinyatakan dalam bentuk istilah seperti
2/10, n/30 (diskon 2% jika dibayar dalam 10 hari, jumlah kotor
jatuh tempo dalam 30 hari).
Perusahaan

biasanya

mencatat

transaksi

penjualan

dan

diskon penjualan terkait dengan mencatat piutang dan penjualan


dalam jumlah kotor. Menurut metode ini, diskon penjualan hanya
diakui dalam akun apabila pembayaran diterima dalam periode
diskon. Diskon penjualan ditunjukkan dalam laporan laba rugi

sebagai pengurang atas penjualan untuk mendapatkan penjualan


bersih.

Tidak ada pengakuan atas unsur bunga, dalam praktek,


pendapatan bunga yang berhubungan dengan piutang usaha
diabaikan

karena

jumlah

diskon

biasanya

tidak

material

dibandingkan dengan laba bersih periode bersangkutan.


PENILAIAN PIUTANG USAHA
Penjualan kredit akan meingkatkan kemungkinan piutang tak
tertagih.
Metode akuntansi untuk piutang tak tertagih ada 2 yaitu: metode
penghapusan langsung (direct write off ) dan metode cadangan
(allowance method)
Uncollectible Account Receivable
Dua metode yang digunakan untuk Uncollectible account yaitu:
1. Direct Write off, secara teori kurang memuaskan karena:
tidak memenuhi matching cost against revenue
receivable tidak dicatat dalam cash realizable value
tidak digunakan ketika jumlah uncollectible material
Jurnal: Bad debt expense xxx
Accounts receivables xxx
2. Allowance method diperlukan ketika jumlahnya material
Jurnal : Bad debt expense xxx
Allowance for bad debt xxx
Dua metode untuk mengestimasi piutang tak tertagih, yaitu
1. Berdasarkan persentase penjualan
Misalkan penjualan dalam satu periode $100.000 dan diestimasikan jumlah piutang
tak tertagih 2% dari penjualan, maka estimasi piutang tak tertagih $2.000 (2% x
100.000). jumlah ini dicatat sebagai akun bad debt expenses.
Jurnal :

Bad debt expense $2.000

Allowance for bad debt $2.000


2.

Berdasarkan saldo piutang

Perhitungan ini didasarkan pada saldo piutang dan dapat pula dibuat skedul umur
piutang. Jumlah yang didapat merupakan saldo dari Allowance for bad debt di neraca.
Jadi untuk nilai bad debt expense harus dicari selisihnya dengan saldo awal allowance
for bad debt.
Misalkan saldo piutang usaha $100.000 dan diestimasikan jumlah piutang tak tertagih
2% dari saldo piutang. Saldo allowance kredit $500, maka nilai bad debt expense
$1.500 (2%
JurnaI :

x 100.000)-500.

Bad debt expense $1500


Allowance for bad debt $1500

Impairment evaluation process

Perusahaan menilai piutang mereka untuk penurunan nilai (impairment) pada


setiap periode pelaporan.
Impairment tersebut mungkin terjadi karena;
a. Masalah keuangan yang signifikan pada pelanggan tersebut.
b. Pembayaran yang default.
c. Negosiasi ulang persyaratan dalam piutang karena kesulitan keuangan
pelanggan tersebut.
d. Penurunan estimasi arus kas masa depan dari kelompok piutang sejak
pengakuan awal, walaupun penurunan belum dapat diidentifikasi dengan aset

individu dalam kelompok.


Piutang dianggap mengalami penurunan ketika peristiwa yang merugikan
menunjukkan dampak negatif pada estimasi arus kas masa depan yang akan
diterima dari pelanggan.

IASB mensyaratkan bahwa penilaian penurunan nilai harus dilakukan sebagai


berikut:
a. Piutang yang signifikan secara individual harus dipertimbangkan untuk
dilakukan penurunan secara terpisah.
b. Setiap piutang dinilai secara individual yang tidak dianggap mengalami
penurunan harus disertakan dengan sekelompok aktiva dengan karakteristik
risiko kredit yang sama dan dinilai bersama untuk penurunan nilai.
c. Piutang yang tidak dinilai secara individual harus secara kolektif dinilai untuk
penurunan nilai.

Notes Receivable
Notes receivable adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah
uang pada tanggal tertentu.

Didukung oleh promisorry notes formal.


Sebuah instrumen negotiable .
interest bearing (memiliki tingkat bunga) atau Zero-bearing

(bunga termasuk di dalam jumlah).


Umumnya berasal dari:
a. Pelanggan yang perlu untuk memperpanjangjangka waktu
b.
c.
d.
e.

pembayaran dari piutang yang beredar.


Pelanggan baru atau pelanggan berisiko tinggi.
Pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan.
Penjualan aset, dan peralatan.
Lending transaksi (sebagian besar notes).

Pengakuan notes receivable


1. Short term - Record at Face Value, less allowance
2. Long term - Record at Present Value of cash expected to be
collected
Notes Received for property, goods, or service.
Dalam sebuah transaksi penukaran property, goods, or service
dengan notes

receivable, tingkat bunga yang ditetapkan dianggap

menjadi wajar, kecuali:

Tidak ada suku bunga dinyatakan, atau


Suku bunga yang dinyatakan tidak masuk akal, atau

Nilai notes adalah secara material berbeda dari harga


penjualan tunai saat ini.

Valuation of N/ R
Short term N/R - dilaporkan paralel dengan piutang usaha.
Long term N/R - impairment test yang sering dilakukan. Kerugian
akibat impairment

diukur dengan selisih antara nilai tercatat piutang

dan kini dari estimasiarus kas masa

depan

yang

didiskontokan

dengan tingkat bunga efektif.


Special issued related to N/ R
1. Fair value option

Perusahaan memiliki pilihan untuk mencatat nilai wajar akun-

akun untuk aset/kewajiban keuangan, termasuk piutang.


IASB berpendapat bahwa pengukuran fair value untuk instrumen
keuangan menyediakan informasi yang lebih relevan dan dapat
dipahami daripada dengan historical cost, karena mencerminkan

nilai setara kas saat ini instrumen keuangan.


Pengukuran fair value:
a. Piutang dicatat sebesar nilai wajarnya.
b. Unrealized holding gain or loss dilaporkan sebagai bagian dari
laba bersih pada bagian other income and expense.
c. Jika sebuah perusahaan memilih fair value option untuk
piutang, ia harus terus menggunakan pengukuran nilai wajar

piutang sampai perusahaan tidak lagi memiliki piutang ini.


2. Penghentian pengakuan piutang
Perusahaan dapat mentransfer (misalnya, menjual) suatu piutang
kepada perusahaan lain dengan uang tunai. Alasannya:

Persaingan.
Menjual piutang karena uang perusahaan menipis.
Billing / pengumpulan memakan waktu dan mahal

Transfer dilakukan dengan:

Secured borrowing
Sale of receivable : sales without guarantee or sales with
guarantee

3. Presentation and analysis


Account receivable turnover = Net sales : Average trade
receivable (net)
Rasio ini digunakan untuk:

Menilai likuiditas piutang.


Mengukur berapa kali,
mengumpulkan

rata-rata,

sebuah

piutang selama periode berjalan.

perusahaan