Anda di halaman 1dari 3

BAB 4

HAKIKAT EKONOMI dan BISNIS


1. HAKIKAT EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah sebagian ilmu yang berhubungan dengan produksi,
distribusi, dan konsumsi. Ilmu ekonomi berkembang berdasarkan asumsi dasar yang
masih dipegang hingga saat ini, yaitu adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas
dihadapkan pada sumber daya yang terbatas, sehingga menimbulkan persoalan bagaimana
mengekploitasi sumber daya yang terbatas tersebut secara efektif dan efisien guna
memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas.
Ilmu ekonomi modern dewasa itu telah menanamkan paradigma tentang hakikat
manusia sebagai berikut :
a. Manusia adalah makhluk ekonomi.
b. Manusia mempunyai kebutuhan tak terbatas.
c. Dalam upaya merealisasikan kebutuhannya manusia bertindak rasional.
2. ETIKA dan SISTEM EKONOMI
Etika pada intinya mempelajari perilaku seseorang atau kelompok yang dianggap
baik atau tidak baik. Sistem ekonomi adalah seperangkat unsur yang terkoordinasi untuk
mendukung peningkatan produksi, serta pendapatan untuk menciptakan kemakmuran
masyarakat.
a. Etika dan Sistem Ekonomi Komunis.
Tujuan system ekonomi komunis yaitu untuk memeratakan kemakmuran masyarakat
dan menghilangkan eksploilasi oleh manusia
b. Etika dan Sistem Ekonomi Kapitalis. Perekonomian Negara-negara barat dan jepang
yang menganut system ekonomi kapitalis tumbuh jauh lebih cepat melampaui
pertumbuhan Negara-negara komunis.
Akibat dari system ekonomi kapitalis dapat dirasakan saat ini,antara lain :
Terjadi pemanasan global dan kerusakan lingkungan
Terjadi ketidakadilan distribusi kekayaan
Ancaman kekerasan,konflik antar Negara
Korupsi
Penyalahgunaan obat-obat terlarang
Gaya hidup yang modern
Munculnya tanda-tanda tekanan mental
Penyakit akibat gaya hidup modern
c. Etika dan Sistem Ekonomi Pancasila.
System ekonomi pancasila mencoba memadukan hal positif yang ada pada kedua
system ekonomi ekstrem-komunis dan kapitalis.
d. Etika dan system ekonomi

Etika pada intinya mempelajari perilaku /tindakan seseorang dan kelompok atau
lembaga yang dianggap baik atau tidak baik.
3. PENGERTIAN DAN PERANAN BISNIS
Pada zaman dahulu , kegiatan bisnis umat manusia adalah berburu dan
mengumpulkan barang-barang yang sudah di sediakan oleh alam, seperti : buah-buahan,
sayur mayur, kayu bakar, kayu untuk perumahan, batu untuk dijadikan peralatan, dan
sebagainya. Seiring dengan pertumbuhan peradaban dan perkembangan zaman , pada fase
berikutnya mulai timbul pertukaran barang antar kelompok yang sering disebut sebagai
barter. Pertukaran/ Barter muncul kalau 1 kelompok mempunyai barang yang tidak
dimiliki kelompok lainnya dan kedua kelompok ini menginginkan barang-barang yang
tidak mampu dihasilkan oleh kelompoknya.
4. LIMA DIMENSI BISNIS
Untuk memahami persoalan bisnis, bertens (2000) mencoba menjelaskan kegiatan
bisnis dilihat dari 3 dimensi, yaitu : ekonomi,etika, dan hokum. Namun dengan
pembahasan dibawah ini, bisnis akan dilihat dari 5 dimensi yaitu :
a. Dimensi Ekonomi.
Bisnis adalah kegiatan produktif dengan tujuan memperoleh keuntungan. Bisnis
merupakan tulang punggung ekonomi.
b. Dimensi Etis.
Etis/etika merupakan tinjauan kritis tentang baik tidaknya suatu perilaku atau
tindakan.
c. Dimensi Hukum.
Hukum dan etika sebenarnya mempunyai hubungan yang sangat erat karena keduanya
mengatur perilaku manusia.
d. Dimensi Sosial.
Perusahaan saat ini sudah berkembang menjadi suatu system terbuka yang sangat
kompeleks. Sebagai suatu system artinya didalam organisasi perusahaan terdapat
berbagai elemen, unsur, orang, dan jaringan yang saling terhubung.
e. Dimensi Spiritual.
Kegiatan bisnis yang spiritual tumbuh berdasarkan paradigm sebagai berikut:
pengelola dan pemangku kepentingan menyadari bahwa kegiaatan bisnis adalah

bagian dari ibadah.


Tujuan bisnis adalah untuk memajukan kesejahteraan semua pemangku

kepentingan atau masyarakat.


Dalam menjalankan aktifitas bisnis, pengelola mampu menjalani pelestarian alam.

5. PRO dan KONTRA terhadap CSR


Beberapa alasan yang menentang CSR :

a. Tidak semua perusahaan mempunyai tenaga yang terampil dalam menjalankan


kegiatan sosial.
b. Perusahaan adalah lembaga ekonomi yang tujuan pokoknya mencari keuntungan,
bukan merupakan lembaga sosial.
c. Perhatian management perusahaan akan terpecah dan akan membingungkan mereka
bila perusahaan dibebani banyak tujuan.