Anda di halaman 1dari 21

OLAH GERAK

BY Capt. Gaol M.Mar

1. OLAH GERAK YAITU KEMAMPUAN SEBUAH


KAPAL UNTUK BERGERAK DARI SATU TEMPAT
KE TEMPAT LAIN YANG DIKEHENDAKI
2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OLAH GERAK :
A. FAKTOR DARI DALAM KAPAL
a) FAKTOR YANG BERSIFAT TETAP:
1.
2.
3.
4.

BENTUK KAPAL
MESIN KAPAL
BALING-BALING KAPAL
KEMUDI

b) FAKTOR YANG BERSIFAT TIDAK TETAP:


1. DRAFT (SARAT) KAPAL
2. TRIM
3. KEMIRINGAN KAPAL
4. MUATAN
5. KONDISI STABILITAS
6. TERITIP

B. FAKTOR YANG BERASAL DARI


LUAR KAPAL:
a) KEADAAN LAUT
1. ANGIN
2. ARUS
3. OMBAK

b) KEADAAN PERAIRAN:
4. LEBAR SEMPIT PERAIRAN
5. LURUS,BERBELOK PERAIRAN
6. RAMAINYA KAPAL2 SEGARIS

3.A. PENGARUH BALING OLAH


GERAK KAPAL
- KAPAL DIAM
- KEMUDI TENGAH
- MESIN MAJU

KARENA BALING-BALING KANAN :


MAKA WAKTU BALING- BALING
MAJU ARUS TENDANG BALING2
MENEKAN BURITAN KE KANAN DGN

3.B. - KAPAL SUDAH BERGERAK MAJU


- KEMUDI TENGAH-TENGAH
- MESIN TETAP MAJU
DALAM HAL INI TERJADI ARUS IKUTAN
A

B
A: ARUS IKUTAN
B: DORONGAN ARUS BALING2 KESISI KIRI BURITAN

TERJADINYA ARUS IKUTAN


WAKTU KPL MAJU , TENDANGAN AIR BALING2 KEBELAKANG
BERBENTUK SPIRAL, DAN MERUPAKAN ARUS DAN MENYEBABKAN
TERJADI PENURUNAN PERMUKAAN AIR DISEBELAH KANAN
BURITAN, PENURUNAN AIR DIBELAKANG DIISI LANGSUNG OLEH
AIR LAUT ARAHNYA AGAK KE HALUAN DGN MENDORONG BURITAN
KE KANAN MAKA BURITAN BANYAK KEKIRI DAN HALUAN KEK
KANAN.

BESARNYA ARUS IKUTAN = 10 % KEC. KAPAL

3.C 1.
- KAPAL DIAM
- KEMUDI TENGAH-TENGAH
- MESIN MUNDUR
ARUS BALING2 WAKTU MUNDUR TENDANGAN
NYA MENEKAN BURITAN SEBELAH KANAN,
MAKA BURITAN KE KIRI DAN HALUAN
KE KANAN
2.

KAPAL MUNDUR, KEMUDI CIKAR KANAN,MESIN


MUNDUR
- WAKTU KEMUDI CIKAR KANAN,MAKA BURITAN
KE KANAN
- WAKTU MESIN MUNDUR BURITAN KE KIRI
- HASILNYA KPL MUNDUR LURUS KEBELAKANG
3. KAPAL MUNDUR , KEMUDI CIKAR KIRI,MESIN
MUNDUR.
- WAKTU KEMUDI CIKAR KIRI,BURITAN KEKIRI
- WAKTU MESIN MUNDUR,BURITAN KEKIRI

BALING-BALING
BALING-BALING TERBAGI 2:
1. BALING-BALING KANAN
2. BALING-BALING KIRI
BALING-BALING KANAN IALAH BILA MESING
MAJU,DAN KITA MELIHAT DARI BURITAN KAPAL, MAKA
PERPUTARAN BALING-BALING SEARAH JARUM JAM.
BALING-BALING KIRI IALAH BILA MESIN MAJU DAN
KITA MELIHAT DARI BURITAN KAPAL MAKA PUTARAN
BALING-BALING BERLAWANAN ARAH JARUM JAM
BALING-BALING ADA JUGA :
- BALING-BALING TUNGGAL
- BALING-BALING GANDA

5. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BALING-BALING


GANDA DIBANDING BALING-BALING TUNGGAL
KEUNTUNGAN :
1. LEBIH KUAT
2. LEBIH MUDAH OLAH GERAK DITEMPAT YG SEMPIT
3. APABILA SATU MESIN RUSAK,MASIH BISA
DIKENDALIKAN
4. APABILA MENGALAMI KERUSAKAN KEMUDI ,MSH
BISA DIKENDALIKAN
KERUGIANNYA:
1. LEBIH MAHAL HARGANYA
2. MEMAKAN TEMPAT YANG LUAS DI KMR MESIN
3. MUDAH TERBELIT TROS BELAKANG

6. SLIP
SLIP ADALAH PERBEDAAN KECEPATAN BALING-BALING DGN
KECEPATAN KAPAL DINYATAKAN DENGAN %
KISAR BALING-BALING ADALAH JARAK YANG DITEMPUH
KAPAL,APABILA BALING2 BERPUTAR 1 X 360
SLIP SEMU ADALAH SLIP YANG BELUM DIPERHITUNGKAN
(DIKURANGI) DENGAN ARUS IKUTAN
SLIP SEJATI ADALAH SLIP YANG SUDAH DIKURANGI DENGAN
ARUS IKUTAN.
RUMUS :
> SLIP SEMU = KEC. BALING2- KEC. KAPAL x 100%
KEC. BALING-BALING
> SLIP SEJATI = S V x 100%
S
> SLIP SEJATI = S (V ap) x 100%
S
KETERANGAN :
ap = arus ikutan
S = kecepatan baling-baling
V = KEC. KAPAL
SLIP YANG DIHITUNG ADALAH SLIP SEMU MENGINGAT ARUS IKUTAN SULIT
DIPERHITUNGKAN

CONTOH SOAL:
SEBUAH KPL BERLAYAR RPM 100, PITCH
PROPELLER = 5 MTR, KEC. KAPAL 15 KNOTS.
HITUNG SLIP SEMU?
JWB:
KEC. BALING-BALING (S) = 5 X 100 X 60
1852
= 16,2 KNOTS
SLIP SEMU = S V (X) 100%
S
= 16,2 15 (X) 100%
16,2
=8%

7. JARAK HENTI DAN WAKTU HENTI


SEA TRIAL ADALAH PERCOBAAN CRASH STOP
MENGHITUNG EMERGENCY ASTERN DAN EMERGENCY
A HEAD
JARAK HENTI IALAH JARAK YG DIUKUR MULAI SAAT
MUNDUR MESIN PENUH SAMPAI KPL BERHENTI, DAN
SEBELUM MUNDUR PENUH MESIN MAJU PENUH
LANGSUNG STOP, LANGSUNG MUNDUR PENUH
KPL BERHENTI
(diam)
jarak henti

mundur dan
mesin penuh
stop telegrap
maju penuh

WAKTU HENTI IALAH WAKTU YANG DIPERLUKAN SAAT


MESIN MUNDUR PENUH SAMPAI KPL DIAM.
EMERGENCY A HEAD ADALAH JARAK YANG DITEMPUH
SAAT MESIN MAJU PENUH SAMPAI KAPAL BERHENTI
TERHADAP AIR, SEBELUMNYA KAPAL MESIN MUNDUR
PENUH LANGSUNG STOP, LANGSUNG MAJU PENUH
(mesin mundur penuh)
(mesin stop)

(mesin maju penuh)


(emergency a head)

(kpl brhenti terhadap air)

8. LINGKARAN PUTAR (TURN CIRCLE)

C
AB= ADVANCE
KC= TRANSFER
DI= DIAMETER TAKTIS
CF= DIAMETER AKHIR
SUDUT HEG = SUDUT HANYUT

IJ = KICK
D

J i

H
G

E
F

MENGHINDARI BAHAYA TUBRUKAN DI HALUAN


1.
LINGKARAN PUTAR 90 = 4 PJG KPL
2.
JARAK HENTI 5,8 PJG KPL
3.
MESIN MAJU PENUH

8.A. LINGKARAN PUTAR IALAH LINTASAN YANG


DIBUAT OLEH TITIK PUTAR KAPAL,SEWAKTU
KAPAL BERPUTAR 360,UMUMNYA HALUAN DI
DALAM LINGKARAN PUTAR DAN BURITAN
DILUAR LINGKARAN PUTAR.
B. ADVANCE (LANJUTAN) IALAH JARAK TITIK G
(TITIK BERAT KAPAL) DIBERI KEMUDI SAMPAI
ARAH KAPAL BERUBAH 90 DARI ARAH
SEMULA , 4 X PANJANG KAPAL.
C. TRANSFER (PERALIHAN) ADALAH JARAK TITIK G
TEGAKLURUS HALUAN SEMULA 2,4 L
D. TACTICAL DIAMETER ADALAH JARAK YANG
DIHITUNG DARI HALUAN SEMULA SAMPAI GARIS
MELALUI TITIK YANG BERBEDA 180 DARI
HALUAN SEMULA.
E. DIAMETER AKHIR ADALAH DIAMETER DARI
LINGKARAN PUTAR SETELAH KAPAL BERPUTAR
DENGAN LINGKARAN YANG BETITIK PUSAT
TETAP,LEBIH KECIL DARI TACTICAL DIAMETER.

G. DRIFTANGLE (SUDUT HANYUT) ADALAH SUDUT


ANTARA HALUAN KAPAL DAN GARIS SINGGUNG
MELALUI SEBUAH TITIK PADA LINTASAN
DIMANA KAPAL BERADA.
H. TITIK PUTAR (PIVOTING POINT) ADALAH PADA
DIMANA KAPAL BERPUTAR, TITIK INI LETAKNYA
SEDIKIT KEDEPAN DARI TITIK BERAT KAPAL G
1/6 s/d PANJANG KAPAL DIHITUNG DARI
LINGGI DEPAN
I. FAKTOR-FAKTOR LINGKARAN KAPAL
1. PANAJANG KAPAL
2. BENTUK DAUN KEMUDI
3. KECEPATAN KAPAL
4. MASSA KAPAL
5. MOMEN OF INERTIA (KEMIRINGAN KAPAL)

BERLABUH
9. PERSIAPAN SEBELUM BERLABUH JANGKAR
A. 1. 1(SATU) JAM SEBELUM TIBA BERITAHU KKM
MEMPERSIAPKAN MESIN OLAH GERAK
2. MESIN JANGKAR DICOBA
3. JANGKAR SIAP LETGO,AREA SATU METER
DIATAS AIR
4. SIAPKAN PETA RENCANA BERLABUH
5. HIDUPKAN ECHOSOUNDER
6. HIDUPKAN RADIO VHF UNTUK KOMUNIKASI
DENGAN STATION DAN KAPAL LAIN
7. PERHITUNGKAN SARAT KAPAL DENGAN
PERAIRAN DAN TEMPAT LABUH
8. TENTUKAN POSISI KAPAL TERUS MENERUS.

B. PELAKSANAAN MENDEKATI TEMPAT LABUH


BERLABUH DENGAN ANGIN DAN ARUS
1. KURANGI KECEPATAN,MAJU PELAN SEKALI
2. TENTUKAN POSISI LABUH,YANG SUDAH DITENTUKAN
PELABUHAN SETEMPAT
3. STOP MESIN PADA POSISI 2 DGN MELUNCUR KE
POSISI 3 TEMPAT BERLABUH
4. SETELAH SAMPAI PADA TIGA (3) MUNDUR PENUH
MESIN
5. SETELAH ARUS BALING-BALING MUNDUR SAMPAI
PANJANG
KAPAL, LETGO JANGKAR DAN STOP MESIN
6. AREA JANGKAR 4 X KEDALAMAN LAUT
7. KALAU JANGKAR MAKAN, IKAT DAN SELESAI MAKAN
ARTINYA KENCANG KENDOR,KENCANG KENDOR 2X
8. PASANG TANDA2 KAPAL BERLABUH (BOLA2 HITAM
SIANG HARI)
DAN LAMPU PUTIH MALAM HARI

C. BERLABUH DITEMPAT YANG DANGKAL


40 DEPA X 1,8 72 METER
1. STANDBY JANGKAR SIAP LETGO , DIAREA
JANGKAR 1 METER DIATAS AIR
2. RANTAI JANGKAR DIAREA 4 X DALAM
LAUT,DAN BERLABUH DIATAS ANGIN DAN
SEARAH DGN KPL2 YG DULUAN BERLABUH
D. BERLABUH DITEMPAT YANG DALAM
> 40 DEPA DALAM LAUT
1. AREA JANGKAR SEBELUM LETGO,15 DEPA
(1 SEGEL) DARI DASAR LAUT.
2. DIPASTIKAN TIDAK ADA GANGGUAN
RANTAI JANGKAR YANG DIAREA

E. BERLABUH DITEMPAT CURAM

A
A

A
B
B

A
B
C

F. DEKATI PANTAI TEGAK LURUS DGN KEC. PELAN


SEKALI,DAN AREA RANTAI JANGKAR,SEPANJANG
DALAM AIR,TEMPAT BERLABUH
G. SETELAH JANGKAR MENYENTUH DASAR LAUT,LETGO
JANGKAR DGN MENGGUNAKAN BANDREM
H. PUTAR KAPAL MENGHADAP HALUAN KE LAUT DAN
BURITAN KE DARATAN DIIKAT DENGAN TROS

10.BERLABUH JANGKAR VIRTUIN

11.BERLABUH JANGKAR OPEN MOOR

12.BERLABUH JANGKAR DENGAN JANGKAR


TUNGGAL

13.PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN MEMILIH
JANGKAR TUNGGAL
A. PERAIRAN LUAS,KPL BEBAS BERPUTAR
B. ARUS TIDAK BERGANTI-GANTIAN
14.VIRTUIN
A. PERAIRAN SEMPIT,KAPAL TDK BEBAS
BERPUTAR
B. ARUS BERGANTI-GANTIAN
C. SATU JANGKAR KEDEPAN, SATU JANGKAR
KEBELAKANG,SATU GARIS LURUS (180)
SEJAJAR ARUS
15.OPEN MOOR
A. PERAIRAN SEMPIT,TIDAK BEBAS
BERPUTAR
B. ANGIN YANG KUAT DAN ARUS YANG KUAT
(PADA WAKTU SHELTER)