Anda di halaman 1dari 2

PNEUMONIA DAN BRONKOPNEUMONIA

No. Kode
Terbitan

Puskesmas
Blooto

SP
O

No. Revisi

:01
:0

Ditetapkan Oleh
Kepala
Puskesmas
Blooto

Tgl. Mulai Berlaku :2 Januari 2015


Halaman

: 1- 2

Dr.Farida
Mariana

NIP.19781104 200501
2 014

1.Pengertian

Pneumonia adalah suatu peradangan/ inflamasi parenkim paru, distal dari


bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli,
sertamenimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas
setempat.

2.Tujuan

Prosedur ini dibuat dimaksudkan agar petugas kesehatan di puskesmas BLOOTO


dapat
melakukan penanganan penderita Pnumonia dan bronkopneumonia
edengan baik dan benar

3.Kebijakan

Puskesmas Blooto menyediakan fasilitas pemeriksaan gratis bagi pasien BPJS dan
pasien warga kota,juga mengatur tata cara pengobatan dan nasehat-nasehat yang
diperlukan bagi penderita.Langkah penanganan harus sesuai SPO ini.

4.Referensi

Perawatan Dasar DEPKES RI Tahun 2014

5.Alat

Alat : Tempat tidur,Stetoskop, Arloji, Thermometer,lampu kepala,S., Obat-obatan :

6.Prosedur

antibiotik, antiviral, obat batuk antitusif atau ekspektoran,.


PENATALAKSANAAN
a. Pengobatan suportif seperti istirahat di tempat tidur dan minum secukupnya
untuk mengatasi dehidrasi.
b. Terapi definitif dapat dilakukan menggunakan antibiotik sebagai berikut:
1. Penisilin sensitif Streptococcus pneumonia (PSSP), yaitu:
i. Golongan Penisilin: penisilin V, 4x250-500 mg/hari (anak 25-50
mg/kbBB dalam 4 dosis), amoksisilin 3x250-500 mg/hari (anak 20-40
mg/kgBB dalam 3 dosis), atau sefalosporin golongan 1 (sefadroksil
500-1000mg dalam 2 dosis, pada anak 30 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis)
ii. TMP-SMZ
iii. Makrolid
2. Penisilin resisten Streptococcus pneumoniae (PRSP),yaitu:
i. Betalaktam oral dosis tinggi (untuk rawat jalan), Sefotaksim,
Seftriakson dosis tinggi.
ii. Makrolid: azitromisin 1x500 mg selama 3 hari (anak 10 mg/kgBB/hari
dosis tunggal).
iii. Fluorokuinolon respirasi: siprofloksasin 2x500 mg/hari.
PEMERIKSAAN PENUNJANG LANJUTAN (BILA DIPERLUKAN)
a. Kultur sputum
b. Kultur darah

KONSELING DAN EDUKASI


a. Edukasi : diberikan kepada individu dan keluarga mengenai pencegahan
rekurensi dan pola hidup sehat, termasuk tidak merokok.
b. Pencegahan : Dilakukan dengan vaksinasi, terutama bagi golongan risiko
tinggi, seperti orang usia lanjut, atau penderita penyakit kronis. Vaksin
yang dapat diberikan adalah vaksinasiinfluenza (HiB) dan vaksin
pneumokokal.
KRITERIA RUJUKAN
a. Kriteria CURB (Conciousness, kadar Ureum, Respiratory rate>30
x/m,Blood pressure:Sistolik <90 mmHg dan diastolik <60 mmHg; masing
masing bila ada kelainan bernilai 1). Dirujuk bila total nilai 2.
b. Untuk anak, kriteria rujukan memakai Manajemen Terpadu pada Balita
Sakit (MTBS).

7.Unit terkait

Poli Pengobatan, Kasir,UGD,Rawat Inap

8.Dokumen
Terkait

Buku rekam medis pasien