Anda di halaman 1dari 6

FILTRASI CaCO3 MENGGUNAKAN FILTER PLATE & FRAME DENGAN VARIASI

KONSENTRASI DAN VARIASI JUMLAH PLATE & FRAME


Muhamad Sahruromdon* , Irene Septiriana
Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Kampus Cilegon Banten

ABSTRAK. Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (gas maupun cair) yang membawanya
menggunakan suatu medium berpori atau bahan berpori lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat
halus yag tersuspensi. Filtrasi diaplikasikan di industri seperti untuk penjernihan air. Prosedur percobaan ini yaitu
mencampurkan CaCO 3 dengan konsentrasi 1%, 1.5%, 2%. Larutan suspense tersebut dialirkan pada medium filter
dengan menggunakan filter plate and frame. Hasil percobaan ini tahanan cake terbaik pada konsentrasi 1,5%
tahanan filter terbaik pada konsentrasi 1,5% dan efisiensi CaCO 3 dan H2 O terbesar pada konsenrasi 1 % =
4,0165x1014 . Rm = 6,81927x1012
Kata kunci: filtrasi, medium filter, plate and frame

ABSTRACT. Filtration is a process for the separation of solids from a fluid ( gas or liquid ) which brought it uses a
porous medium or other porous material to remove as much as possible smooth yag suspended solids . Filtration
applied in industries such as for water purification. The experimental procedure is mixing CaCO3 with a
concentration of 1 % , 1.5 % , 2 % . The suspension solution was supplied to the filter medium by using a plate and
frame filter . Results of this trial detainee best cake at a concentration of 1.5 % detention best filter at a
concentration of 1.5 % and the efficiency of CaCO3 and H2O greatest of concentration 1 % = 4,0165x1014 . Rm
= 6,81927x1012
Keywords : filtration , the filter medium , plate and frame

*Penulis koresponden.
Alamat e-mail: Sahrulromdon234@gmail.com

PENDAHULUAN
Air merupakan kebuuhan yang sangat vital bagi
keberlangsungan
hidup
manusia.
Dengan
perkembangan penduduk yang semakin meningkat.
Maka kebutuhan akan air bersih akan ikut meningkat.
Sedangkan hal tersebut tidak sebanding dengan
ketersediaan air bersih di lingkungan sekitar. Ada
banyak factor yang menyebabkan sulitnya mendapatkan
air bersih. Salah satunya adalah karena air sudah banyak
tercemar oleh bermacam- macam limbah dari hasil
kegiatan manusia. Seperti limbah dari kegiatan rumah
tangga.
Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari
fluida ( gas maupun cair ) yang membawanya
mengunakan suatu medium berpori atau bahan berpori
lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat
halus yang tersuspensi dan koloid. Disamping
mereduksi kandungan zat padat, filtrasi dapat pula
mereduksi bakteri, menghilangkan warna, rasa, bau
besi, dan mangan.
Proses filtrasi banyak dilakukan di industry misalnya
pada pemisahan Kristal-kristal garam, dari cairan
induknya, pabrik kertas dan lain- lain. Pada pengolahan
air minum, filtrai digunakan untuk menyaring air hasil
dari proses koagulasi- flokulasi-sedimentasi sehingga
dihasilkan air minum dengan kualitas tinggi.
Daya filtrasi (jumlah cairan atau gas yang
menerobos per satuan waktu) dipengaruhi oleh:
1. Luas Permukaan Filter : Semakin besar luas
media tersebut, semakin besar pula daya
filtrasinya.
2. Beda Tekanan Antara Kedua Sisi Media Filter :
Secara teoritis, daya filtrasi sebanding dengan
beda tekanan
3. Tahanan Media Filter : semakin tipis dan kasar
media filter itu, semakin besar daya filtrasinya.
4. Viskositas Cairan : Semakin kecil viskositas
cairan, semakin besar daya filtrasinya.
Dalam proses filtrasi terjadi reaksi kimia
dan fisika, sehingga banyak faktorfaktor
yang
saling
berkaitan
yang
akan
mempengaruhi pula kualitas air hasil filtrasi,
efisiensinya, dan sebagainya. Faktorfaktor
tersebut adalah debit filtrasi, kedalaman
media, ukuran dan material, konsentrasi

kekeruhan, tinggi muka air, kehilangan


tekanan, dan temperatur.
Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau
gas, aliran yang lolos dari saringan mungkin saja
cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru zat
padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair
sebelum dibuang. Di dalam industri, kandungan
padatan suatu umpan mempunyai range dari
presentase kecil sampai persentase yang besar.
Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa
pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi,
misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau
memasang peralatan tambahan pada penyaring
seperti selulosa atau tanah diatomae. Oleh karena
varietas dari material yang harus disaring beragam
dan kondisi proses yang berbeda. Menurut prinsip
kerjanya filtrasi dapat dibedakan atas beberapa
cara, yaitu:
a. Pressure Filtration
Filtrasi yang dilakukan dengan menggunakan
tekanan
Filter tekanan biasanya tersusun dari pelat-pelat dan
bingkai-bingkai. Pada filter ini pelat-pelat dan
bingkai-bingkai disusun secara bergantian dengan
filter kain dengan arah berkebalikan pada tiap pelat.
Pemasangannya dilakukan secara bersamaan
sebagai kesatuan gaya mekanik (oleh sekrup /
secara hidrolik).

b. Gravity Filtration

Filtrasi yang cairannya mengalir karena gaya berat.


Penyaringan secara gravitasi merupakan cara yang
tertua yang dilakukan untuk memurnikan suatu
suspensi. Gravitasi adalah sistem pengaliran air dari
sumber ke tempat reservoir dengan cara
memanfaatkan energi potensial gravitasi yang
dimiliki air akibat perbedaan ketinggian lokasi
sumber dengan lokasi reservoir.

percobaan ini Erlenmeyer, penampung


filtrat, penyaring Buchner, peralatan
filtrasi Plate & Frame dan vakum.

Waktu
dan
Tempat
Percobaan:
Percobaan ini dilakukan di Laboratorium
Operasi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa, pada bulan Desember 2015
Prosedur Percobaan:
Prosedur percobaan ini dilakukan
dengan
pencampuran air dengan CaCO3. Kemudian
mengaduknya dan membuka kerangan udara.
Menyaring dengan membuka kerangan lalu
memasukkan suspensi. Mencatat waktu dan volume
filtrat yang ditampung. Membongkar rangkaian alat
plate and frame. Mengumpulkan padatan yang
tertinggal dalam frame. Menentukan kadar air
padatan CaCO3.

c. Vacum Filtration
Filtrasi dengan cairan yang mengalir karena prinsip
hampa udara (penghisapan).

METODE PERCOBAAN
Bahan Percobaan:
Bahan-bahan yang digunakan
dalam percobaan ini yaitu air, CaCO 3 ,
kain cloth.
Alat Percobaan:
Alat-alat yang digunakan dalam

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berikut ini merupakan hasil berupa grafik beserta
pembahasannya.
hubungan antara t/v dengan v

Gambar 4. Grafik hubungan antara t/v dengan v

Pada gambar berikut nilai t/v terhadap v pada 1


plate lebih besar dibandingkan dengan 2 atau 3
plate. Dan nilai t/v pada 3 plate memiliki nilai t/v
terendah hal ini menunjukan bahwa semakin
banyak jumlah plate yang digunakan maka nilai t/v
akan semakin kecil. Hal ini dikarenakan nilai t/v
dipengaruhi oleh waktu dan jumlah plate. Dan dari
grafik ini nilai t/v terbesar pada masing- masing
plate terdapat pada konsentrasi 1 %, karena
konsentrasi berbanding terbalik dengan waktu.

Gambar 5. Grafik hubungan antar tahanan cake dengan


plate dan tahanan cake dengan konsentrasi
Grafik ini menunjukan tahanan cake pada plate 2 dengan
konsentrasi 1.5 % cendrung lebih besar hal ini
bertentangan dengan teori bahwa konsentrasi slurry
berbanding terbalik dengan tahanan cake.

hubungan antara pengaruh tahanan media filter


dengan plate dan konsentrasi

hubungan antar tahanan cake dengan


plate dan tahanan cake dengan
konsentrasi

Gambar 6. Grafik hubungan antara pengaruh


tahanan media filter dengan plate dan konsentrasi


Dari grafik diatas terlihat bahwa nilai tahanan
media filter berdasarkan jumlah plate terbesar pada
1 plate dan nilai terkecil pada 3 plate karena
semakin sedikit plate yang digunakan maka
semakin sedikit juga waktu yang digunakan dan
tahanan media filter berdanding lurus dengan
waktu.

hubungan efisiensi H2 O dengan plate dan


konsentrasi

Grafik hubungan efisiensi CaCO 3 dengan plate dan


konsentrasi

Gambar 8. Grafik hubungan efisiensi H2 O dengan


plate dan konsentrasi

Gambar 7. Grafik hubungan efisiensi CaCO 3


dengan plate dan konsentrasi
Pada grafik diatas efisiensi pada 1 plate baik untuk
konsentrasi 1%, 1.5% dan 2% merupakan
efisisiensi tertinggi karena pada saat percobaan
filtrat yang dihasilkan lebih jernih dibandingkan
dengan 2 atau 3 plate, itu karena proses filtrasi
terfokus pada 1 plate sehingga cake yang tersaring
semakin banyak di media filter.

Grafik ini menunjukan nilai efisensi H2 O pada 1


sampai 3 plate mengalami peningkatan yaitu pada
plate 2, efisiensi pada 1 plate mengalami penurunan
dengan semakin besarnya konsentrasi CaCO 3
sedangkan pada 3 plate mengalami peningkatan unuk
konsetrasi 1 dan 1.5 % akan tetapi menurun pada saat
konsentrasi 2 %. Secara keseluruhan efisiensi H2 O
untuk konsentrasi 1 dan 1.5 % mengalami peningktan
dan untuk konsentrasi 2 % mengalami naik turun.

keluaran CaCO 3 dan H2 O terhadap


konsentrasi CaCO 3

REFERENSI

1. Said,Nusa idaman dkk. 2008. Teknologi


pengolahan Air Minum. Jakarta; Badan Penerapan
dan Penerapan Teknologi
2. Anwar, Budiman. 2005. Kimia. Bandung;
Gramedia
3. Syarifudin. 2008. Kimia. Tangerang; Scientific
Press.
4. Mehradi dkk. 2005. A Stydy On The Aplication Of
Filter Aids in ZDDP

Gambar 9. Grafik keluaran CaCO 3 dan H2 O terhadap


konsentrasi CaCO 3
Semakin tinggi konsentrasi larutan CaCO 3 dalam
suspensi semakin sedikit pula CaCO 3 yang keluar
karena pori-pori media filter terhalang oleh cake yang
terbentuk. Hal itu mengakibatkan CaCO 3 yang lewat
media filter hanya sedikit. Dan semakin sedikit CaCO 3
yang keluar atau terbawa dalam filtrat maka proses
penyaringan semakin baik. Hasil yang paling baik
terdapat pada 1 plate. Pada grafik tersebut efisiensi
CaCO 3 berbanding terbalik dengan efisiensi H2 O.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu
nilai tahanan cake terbaik terdapat pada konsentrasi 1,5
% dengan jumlah 2 plate yaitu 4.01165E+14 dan nilai
tahanan filter terbaik juga terletak pada konsentrasi
1,5% pada 2 plate yaitu 6,81927E+12 serta efisiensi
CaCO3 dan H2 O terbesar pada konsentrasi 1% dengan
nilai 96,919% dan 91,46889%