Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK

)

PEKERJAAN

AUDIT TEKNIS OP IRIGASI DI KAB. TABANAN

SATUAN KERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN
SUMBER DAYA AIR BALI - PENIDA

TAHUN ANGGARAN 2016

TABANAN SATUAN KERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR BALI PENIDA Kementrian Negara/Lembaga Unit Eselon I/II Program Hasil (Outcome) Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Jenis Keluaran (Output) Volume Keluaran (Output) Satuan Ukur Keluaran (Output) I. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai. Undang-Undang RI nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan. . 06/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 22 Tahun 1982 Tentang Pengaturan Air.KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) AUDIT TEKNIS OP IRIGASI DI KAB. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/PRT/M/2015 Tentang Rencana dan Rencana Teknis Tata Pengaturan Air dan Tata Pengairan. 10. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan keempat atas peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan barang/jasa Pemerintah. Tabanan adalah sebagai berikut : 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 23 Tahun 1982 Tentang Irigasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 35 Tahun 1991 Tentang Sungai. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. 7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 08/PRT/M/2015 Tentang Penempatan Garis Sempadan Jaringan Irigasi. Dasar Hukum Kegiatan Peraturan perundangan yang mendasari Audit Teknis OP Irigasi di Kab. Tabanan di Kab. Tabanan : Jaringan Irigasi yang dioperasikan dan dipelihara : 1 : Dokumen LATAR BELAKANG a. 5. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali-Penida : Pengelolaan Sumber Daya Air : Memperoleh Data Mengenai Kondisi dari Sarana/Prasarana Irigasi yang telah terbangun : Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. 11. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya : Audit Teknis OP Irigasi di Kab. 4. 3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 09/PRT/M/2015 Tentang Penggunaan Sumber Daya Air. 9. 6.

Dari hasil rapid assesment. sarana penunjang. Namun demikian prasarana irigasi saja tidak cukup. yaitu i). memerlukan rehabilitasi ringan. Keterkaitan Program dengan Kegiatan Adapun untuk daerah-daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. kondisi. memerlukan rehabilitasi sedang dan iii). kerusakan daerah irigasi dikelompokkan dalam tiga kelompok. provinsi dan kabupaten kota. 32/PRT/M/2007 mengenai Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. yaitu lewat penelusuran berupa inventarisasi aset irigasi maupun penaksiran untuk mendapatkan luasan daerah irigasi yang rusak dan jumlah prasarana irigasi yang rusak. b. organisasi personalia. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1.b. dokumentasi dan perkumpulan petani pemakai air. c. 2. organisasi personalia. serta penyusunan langkah – langkah optimasi atau adaptasi yang dibutuhkan. Maksud Kegiatan : 1. Hal ini merupakan upaya yang harus dilakukan mengingat fungsi . digunakan metode rapid assesment untuk mengetahui kondisi prasarananya. memerlukan rehabilitasi berat. Melaksanakan audit kondisi dan kinerja bangunan irigasi dan kondisi perubahan saluran irigasi. dan peforma (fungsi) fasilitas bangunan irigasi yang telah dibangun dibandingkan dengan rancangan awalnya. manfaat yang dihasilkan. Audit kinerja sistem irigasi dilakukan dengan cara penelusuran maupun penaksiran untuk mengetahui indeks kinerja sistem irigasi sebagaimana tertuang pada Permen PU No. Untuk mengevaluasi dari waktu ke waktu keamanan. Rapid assessment dilakukan dengan cara pengumpulan data kondisi prasarana secara cepat. II. 2. Gambaran Umum Audit teknis untuk Daerah Irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah irigasi pada provinsi – provinsi lumbung padi nasional yang menyumbang 90 % produksi padi dalam skala nasional. Memperoleh data inventarisasi secara kontinyu serta evaluasi dan optimasi bangunan irigasi yang ada untuk mencapai kondisi Irigasi yang sesua dan terhindar dari kerusakan. dilakukan audit kinerja sistem irigasi. dokumentasi dan perkumpulan petani pemakai air. yang meliputi tidak hanya pada aspek prasarana fisik saja tetapi juga mencakup aspek produktivitas tanam. Prasarana irigasi merupakan prasyarat untuk terlaksananya budidaya pertanian padi secara baik. perlu didukung sarana penunjang. MAKSUD DAN TUJUAN a. ii). Menyusun suatu pola operasi dan pemeliharaan terhadap bangunan irigasi yang sudah terbangun.

maka pelaksanaan audit teknis ini juga dilakukan dengan basis wilayah sungai untuk mendapatkan keterkaitan antara kinerja daerah irigasi dengan bendungan/waduk. DAS Tukad Sungi dan D.I. Sesuai dengan konsep dasar pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. 3. Memperoleh besaran biaya pemeliharaan untuk sarana dan prasarana bangunan irigasi yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten.bangunan irigasi sangat penting bagi petani di Bali. diawali dengan pengumpulan data lewat penelusuran (walkthrough). LOKASI PEKERJAAN Kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. 4. Tabanan dilaksanakan pada wilayah yang telah dilakukan penanganan oleh Pemerintah Kabupaten. yang terletak di Kabupaten Tabanan yang terdiri dari D. saluran primer dan saluran skunder) pada DI yang menjadi kewenangan pusat. Uraian Kegiatan dan Keluaran Adapun tahapan kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. Tabanan adalah sebagai berikut : Audit teknis dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat sesuai dengan kriteria kerusakan bangunan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Bali – Penida.1 Peta Lokasi Pekerjaan IV. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN a. dilanjutkan dengan analisa dan konsolidasi data dan diakhiri dengan evaluasi serta penilaian kinerja bangunan irigasi (bendung. bendung dan saluran irigasi baik saluran primer dan skunder. Hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan audit teknis yaitu sebagai dasar untuk perencanaan kegiatan oprasi dan pemeliharaan (perbaikan atau rehabilitasi) yang diperlukan secara tepat waktu. bangunan bagi. DAS Tukad Yeh Hoo Lokasi Pekerjaan Gambar 1. Kinerja sistem irigasi dan kondisi prasarana fisik irigasi per masing-masing Daerah Irigasi selanjutnya dihimpun untuk mengetahui kinerja dan kondisi sistem irigasi. penaksiran. III.I. .

Tabanan mempunyai batasan kegiatan sebagai berikut : 1. secara metode maupun hasil yang diperoleh. Kondisi Rusak Sedang : tingka kerusakan 21-40% dari kondisi awal bangunan. diperlukan perbaikan sedang. Kondisi Baik : tingka kerusakan < 10% dari kondisi awal bangunan. INDIKATOR KELUARAN. Hal ini mengindikasikan semua tahapan telah dapat dipenuhi sesuai rentang waktu. Walkthrough dan pengumpulan data. a. Tidak ada keterlambatan (deviasi selalu positif) terhadap jadwal pelaksanaan pekerjaan rencana. 3. c. Tabanan yang terdiri dari : a). Merupakan pelaksanaan pekerjaan (pengambilan survey dan pelaksanaan proses) selalu menggunakan standar yang telah diakui secara nasional dan international. 4. Pelaporan kondisi. KONTROL MUTU. Laporan ini diserahkan sebanyak 2 (dua) rangkap. Evaluasi dan assessment. diperlukan perbaikan berat atau penggantian. Kondisi Rusak Berat : tingka kerusakan > 40% dari kondisi awal bangunan. Laporan ini berisi tentang system mutu. Laporan ini harus dibuat bersamaan Laporan Pendahuluan. system koordinasi dan penerapan mutu desain. klasifikasi dan rencana program. Semua pelaksanaan pekerjaan telah mengikuti semua peraturan yang berlaku pada Kementerian Pekerjaan Umum. d. V. . Laporan Rencana Mutu Kontrak. 3. diperlukan pemeliharaan rutin. 2. KONTROL BAKU. Batasan Kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. VOLUME DAN SATUAN Laporan hasil Audit Teknis OP Irigasi di Kab. b. 2.b. Kondisi Rusak Ringan : tingka kerusakan 10-20% dari kondisi awal bangunan. Dalam pelaksanaan pekerjaan Audit Teknis ini diperlukan beberapa kontrol agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar untuk keseluruhan tahap pekerjaan yaitu : 1. diperlukan pemeliharaan berkala dan perbaikan ringan. c. KONTROL WAKTU. Inventarisasi Infrastruktur Sumber Daya Air. Indikator Kinerja Indikator Kinerja dari pekerjaan ini adalah tersusunnya laporan hasil audit teknis yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan fisik bangunan secara visual dan mendapatkan angka kebutuhan nyata Operasi dan Pemeliharaan bangunan irigasi tersebut. Indikator suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar untuk keseluruhan tahap pekerjaan adalah .

Apresiasi terhadap Kerangka Acuan Kerja . . Laporan Akhir ini berisikan tentang semua hal yang berkaitan dengan kegiatan ini. termasuk dengan kesimpulan dan rekomendasi yang diperlukan berkaitan dengan batasan kegiatan Audit Teknis OP Irigasi.Permasalahan yang akan ditangani konsultan .Gambaran umum jaringan irigasi yang dikelola oleh BWS Bali .Laporan Data Inventaris Bangunan Irigasi (Bendung dan Jaringan Irigasi) . Laporan Akhir. Pada laporan ini berisi hasil analisa dan survey penyedia jasa hingga waktu pelaporan e). Laporan Penunjang (Supporting Report) Laporan ini terdiri dari : .Laporan Biaya Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) . f). kemajuan pekerjaan. Laporan Bulanan (Monthly Report) Laporan ini dibuat berisi realisasi pelaksanaan program. sebanyak 2 (dua) rangkap.Laporan Sosial Ekonomi . Laporan ini diserahkan sebanyak 2 (dua) rangkap. program kerja konsultan. Laporan Pendahuluan agar mengandung isi sekurang-kurangnya sebagai berikut : . Laporan Antara (Interim Report) Laporan antara dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap yang diserahkan pada pertengahan waktu pelaksanaan pekerjaan.Alternatif Konsep Penanganan . Laporan Pendahuluan (Inception Report) Laporan ini berupa hasil-hasil pengumpulan data dari hasil peninjauan kelapangan.Laporan Audit Bangunan Irigasi (Bendung dan Jaringan Irigasi) .Metode kerja dan program kerja konsultan c). d).b).Penida . hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan dan masalah yang ada untuk didiskusikan dengan pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida. masalah yang ada serta rencana kerja bulan berikutnya sebanyak 2 (dua) rangkap foto copy termasuk 1 (satu) ramgkap asli.Laporan Survey Lapangan Laporan tersebut diatas masing – masing di buat 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secara bertahap sesuai jadwal dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

sekurang – kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Final.g). melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain. Diskusi II Konsultan harus. melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain. gambar A3 dan file yang dimasukan dalam hardisk 1 terra sebanyak 1 (satu) buah. V. j). Softcopy (Hardisk 1 terra) Softcopy Laporan. Gambar-Gambar Gambar-gambar hasil pengukuran inventarisasi data dan sekema irigasi dibuat secara digital dan dicetak di atas kertas A3 dicetak sebanyak 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan pada masa ahkir kontrak. Diskusi III Konsultan harus. k). i). b.1 a. METODA PELAKSANAAN KEGIATAN V. melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain. Diskusi Laporan Diskusi I Konsultan harus. Kegiatan Persiapan Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi pengumpulan data-data sekunder seperti pengumpulan hasil audit periode sebelumnya apabila ada serta data pendukung lainnya yang diperlukan dalam proses analisa. Survey Lokasi Awal Dalam kegiatan persiapan ini juga dilakukan kunjungan ke lokasi pekerjaan bersama direksi pekerjaan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi di lokasi pekerjaan. sekurang – kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Pendahuluan. sekurang – kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Antara. . h). Dokumentasi Foto Album Foto berisikan foto-foto selama kegiatan dan dibuat sebanyak 2 (dua) album. Dokumen Live (video kegiatan) Dokumen Video berisikan rekaman tentang kegiatan yang dilakukan selama kegiatan berlangsung dan dibuat sebanyak 1 (satu) set.

Pihak konsultan bertanggung jawab kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) atas hasil pelaksanaan kegiatan pekerjaan secara keseluruhan sesuai dengan kontrak. 6. maka diperlukan tenaga pelaksana sebagai berikut : a) Team Leader Seorang Sarjana (S1) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan dengan pengalaman minimal 6 (enam) tahun dalam bidang pengembangan sumber daya air. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. perencanaan dan . Klasifikasi dan Rencana Pemulihan Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) antara lain : a. Tabanan adalah Konsultan yang ditunjuk sesuai dengan mekanisme yang ada dan selalu melakukan konsultasi dengan pihak Direksi dalam penyelesaian pekerjaan. VI. Menyusun rencana pemulihan terhadap infrastuktur bangunan irigasi yang memerlukan perbaikan mencakup jenis dan titik kerusakan. Inventarisasi data Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis dan hasilnya dikumpulkan pada tim audit teknis ( Sumber Daya Air) 2. Profesional Staff Agar diperoleh hasil yang maksimal. PELAKSANA FASILITASI DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN a. penyedia jasa harus mampu memenuhi kualifikasi tenaga kerja sebagai berikut : 1.Kondisi baik .V. Penyusunan Biaya Operasi dan Pemeliharaan Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis untuk menyusun biaya Operasi dan Pemeliharaan sesuai dengan kreteria kerusakan. Cek Kondisi Fisik Dilaksanakan Try Out sempel oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) 4. serta jumlah biaya yang diperlukan termasuk jadwal target penyelesaian. Analisa Fungsi Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) untuk mengetahui kondisi fungsi dari infrastruktur bangunan irigasi yang dimaksud 5. Walktrough Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan kondisi lapangan dan hasilnya dikumpulkan pada Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) 3. .Kondisi rusak sedang : apabila tidak segera dilakukan perbaikan fungsi akan terganggu. besaran atau volume. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis.2 Pengumpulan Data Primer 1.Kondisi rusak ringan : apabila fungsi tidak terganggu . Terhadap kondisi Infrastruktur bangunan irigasi dilakukan klasifikasi yaitu : .Kondisi rusak berat : dimana kondisi konstruksi dari bangunan tersebut sudah tidak layak pakai atau fungsi sudah terganggu b. Dalam menyelasaikan pekerjaan ini.

penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. c) Ahli OP Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan bagi ahli Operasional dan Pemeliharaan dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidang penyusunan operasi dan pemeliharaan bangunan air / bangunan irigasi. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) di bidang Sumber Daya Air yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang. serta pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. menyusun jadwal waktu kerja aktual para tenaga ahli dalam pelaksanaan pekerjaan. perencanaan bangunan air / bangunan irigasi. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) minimal Ahli Muda yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang dengan Klasifikasi Bidang Sumber Daya Air. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) di bidang Sumber Daya Air yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang. Dibutuhkan selama 2 (dua) bulan sebanyak 1 orang. bertanggung jawab terhadap seluruh hasil pekerjaan studi dan laporan yang disajikan kepada pemberi kerja. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 5 (lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. b) Ahli Irigasi Ahli Irigasi adalah seorang Lulusan Sarjana Teknik Sipil/Pengairan dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam pekerjaan perhitungan hidrologi dan hidrolika saluran dan bangunan irigasi serta berpengalaman di bidang Perencanaan / Pengawasan bangunan sungai dan pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. serta pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. Ketua Tim/Team Leader memiliki pengalaman Tugas dan tanggung jawab meliputi mengkoordinir dan ikut dalam seluruh kegiatan pekerjaan tim konsultan serta memeriksa pekerjaan yang ditugaskan.pengawasan bangunan air. mengadakan hubungan dengan pemberi kerja dan instansi lain yang terkait. .

Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 3 (tiga) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) di bidang Struktur yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang. Dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang selama 2 (dua) bulan. analisa biaya sosial dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. Tugas dan tanggung jawabnya yaitu mengumpulkan data dan informasi sosial budaya. e) Ahli Sosial Ekonomi Seorang Sarjana Sosial Ekonomi dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun. ekonomi dan lingkungan. . Survey bangunan existing. perencanaan bangunan air / bangunan irigasi. dan menghitung analisa ekonomi melakukan kajian sosial budaya. serta pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. Ahli Sosial Ekonomi memiliki pengalaman dalam analisa sosial ekonomi untuk bangunan pengaman pantai dan bangunan sumber daya air. bangunan pengairan secara umum serta pekerjaan sejenes di bidang sumber daya air. ekonomi dan lingkungan berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.Tugas dan tanggung jawabnya yaitu membantu dalam pembuatan penyusunan pedoman pola operasi dan pemeliharaan bangunan irigasi serta biaya operasi pemeliharaan sesuai kriteria kerusakan bangunan dan penyusunan laporan. Tugas dan tanggung jawabnya yaitu pengumpulan data. melakukan penggambaran hasil pengukuran pada bangunan irigasi. melakukan input dan mengolah data hasil pengukuran. dan pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 4 (empat) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. d) Ahli Struktur Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan bagi ahli Operasional dan Pemeliharaan dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidang penyusunan operasi dan pemeliharaan bangunan air / bangunan irigasi.

selama 5 bulan) c. Tenaga Bantu Lapangan Pengukuran Topografi. Supporting Staf 1. Sewa Kendaraan . 4.Kendaraan Roda 4 termasuk O&M (2 unit) . ATK & Bahan Habis Pakai. dibutuhkan 4 (empat) orang. Sewa Komputer & Printer ( 2 unit ). b) Enumerator Seorang Tamatan D3 Ekonomi dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 5 (enam) tahun untuk STM. Alat bantu Ukur . seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM dibutuhkan 1 (satu) orang dan ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. Sub Profesional Staf a) Surveyor Topografi Surveyor Topografi. 3.2.Kendaraan Roda 2 termasuk O&M ( 4 unit)  Biaya Survey a. Tenaga Administrasi / Keuangan. dibutuhkan 2 (satu) orang ditugaskan selama 4 (empat) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. c) Auto Cad / drafter. dibutuhkan 1 (satu) orang. Sewa alat ukur Total Station ( 2 unit . Biaya Langsung Non Personil  Biaya Fasilitas Kantor a. Biaya Penunjang kantor lainnya b. 2. d. ditugaskan selama 120 (seratus dua puluh) hari atau sesuai dengan kebutuhan. seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM ditugaskan sebagai personil yang memberikan dukungan dalam hal survey topografi. c. Sewa GPS (1 unit. selama 4 bulan) b. Sejumlah 2 (satu) orang dengan waktu penugasan selama 4 (empat) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. ditugaskan selama 5 (lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan.

Agung Tresna No. Laporan Bulanan (2 eks) d.9 Denpasar Telepon (0361) 234953. Penanggung jawab Kegiatan Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali-Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Presentasi (2 kali) b. VII. Laporan Antara (2 eks) e. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. Alamat : Jalan Tjok. Dokumentasi live Video ( 1set ) i. Biaya Pelaporan a. Laporan Pendahuluan (2 eks) c. Tabanan ini dilaksanakan dalam waktu 5 (lima) bulan atau 150 (seratus lima puluh) hari kalender terhitung mulai dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Tabanan ini yaitu sesuai dengan tujuan mendukung Ketahanan Pangan dan kesejahteraan masyarakat (kebutuhan air domestik). Album Gambar A3 (2 eks) h. . 223839 c. Laporan Penunjang - Laporan Data Inventaris Bangunan Irigasi (2 eks) - Laporan Audit Bangunan Irigasi (2 eks) - Laporan Sosial Ekonomi (2 eks) - Laporan Biaya Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) (2 eks) - Laporan Survey Lapangan (2 eks) g. adalah masyarakat pada umumnya dan perkumpulan petani pemakai air pada khususnya. JADWAL KEGIATAN a. Softcopy (Hardisk 1 terra) (1 buah) k. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Audit Teknis OP Irigasi di Kab. Laporan Akhir (2 eks) f. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) (2 eks) b. (0361) 411094. Dokumentasi foto ( 2 album ) j. Fax : (0361) 411094.

S. 19681005 200312 1 001 . MAP NIP.1 NIP. Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air I. Nopember 2015 Mengetahui/Menyetujui Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali-Penida. 19620515 199502 1 001 I Gusti Ngurah Ketut Aryadi.995. Ir. BIAYA Sumber biaya untuk pelaksanaan pekerjaan ini dibebankan melaui dana APBN Tahun Anggaran 2016 berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA & PO) Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali – Penida dengan Pagu sebesar Rp. 599.000.Sos.00 (lima ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah) dapat dirinci sebagai berikut : Denpasar.VIII. I Putu Sudana. Sp.