Anda di halaman 1dari 5

Tugas 1

STRUKTUR BETON PRATEGANG

Disusun Oleh :
Murniati Mapnur
A. Ardhiza Savitri
Fitrah Amalia Alamsyah
Syahriani Hamuddin
Asni Tandilino
Tirana Novitri
Misraini Abdullah
Oktaviana Ratnaningsih
Raden Aisyah Nur
Chika Geofeny

D111 13 009
D111 13 011
D111 13 019
D111 13 021
D111 13 025
D111 13 305
D111 13 509
D111 13 521
D111 13 529
D111 13 523

UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK SIPIL
2015

BETON PRATEGANG
A. Pengertian Beton Prategang
Seperti yang telah diketahui bahwa beton adalah suatu material yang tahan
terhadap tekanan, akan tetapi tidak tahan terhadap tarikan. Sedangkan baja adalah suatu
material yang sangat tahan terhadap tarikan. Dengan mengkombinasikan antara beton
dan baja dimana beton yang menahan tekanan sedangkan tarikan ditahan oleh baja akan
menjadi material yang tahan terhadap tekanan dan tarikan yang dikenal sebagai beton
bertulang (reinforced concrete).
Kelemahan dari konstruksi beton bertulang adalah berat sendiri (self weight) yang
besar, yaitu 2.400 kg/m3, dapat dibayangkan berapa berat penampang yang tidak
diperhitungkan untuk memikul tegangan (bagian tarik). Untuk mengatasi ini pada beton
diberi tekanan awal sebelum beban-beban bekerja, sehingga seluruh penampang beton
dalam keadaan tertekan seluruhnya, inilah yang kemudian disebut beton pratekan atau
beton prategang (prestressed concrete).
Sehingga, Beton prategang pada dasarnya adalah beton di mana tegangan-tegangan
internal dengan besar serta distribusi yang sesuai diberikan sedemikian rupa sehingga
tegangan-tegangan yang diakibatkan oleh beban-beban luar dilawan sampai suatu tingkat
yang diinginkan. Pada batang beton bertulang, prategang pada umumnya diberikan
dengan menarik baja tulangannya.
Ada 3 ( tiga ) konsep yang dapat di pergunakan untuk menjelaskan dan
menganalisa sifat-sifat dasar dari beton pratekan atau prategang:
Konsep Pertama
Sistem pratekan/prategang untuk mengubah beton yang getas menjadi bahan yang
elastis. Eugene Freyssinet menggambarkan dengan memberikan tekanan terlebih
dahulu ( pratekan ) pada bahan beton yang pada dasarnya getas akan menjadi bahan
yang elastis. Dengan memberikan tekanan ( dengan menarik baja mutu tinggi ),
beton yang bersifat getas dan kuat memikul tekanan, akibat adanya tekanan internal

ini dapat memikul tegangan tarik akibat beban eksternal.


Konsep Kedua
Sistem prategang untuk kombinasi baja mutu tinggi dengan beton mutu tinggi.
Konsep ini hampir sama dengan konsep beton bertulang biasa, yaitu beton prategang
merupakan kombinasi kerja sama antara baja prategang dan beton, dimana beton

menahan betan tekan dan baja prategang menahan beban tarik.


Konsep Ketiga
Sistem prategang untuk mencapai keseimbangan beban. Disini menggunakan
prategang sebagai suatu usaha untuk membuat keseimbangan gaya-gaya pada suatu

balok. Pada design struktur beton prategang, pengaruh dari prategang dipandang
sebagai keseimbangan berat sendiri, sehingga batang yang mengalami lendutan
seperti plat, balok dan gelagar tidak akan mengalami tegangan lentur pada kondisi
pembebanan yang terjadi.
B. Metode Pemberian Pratekan
Banyak metode pemberian pratekan pada elemen struktur beton, tetapi yang paling
luas pemakaiannya adalah dengan menarik baja (tendon) ke arang longitudinal dengan
alat penarik. Menegangkan atau menarik tendon tidaklah mudah, sebab mengingat
kebutuhan gaya yang cukup besar sampai ratusan ton.
Terdapat 2 (dua) prinsip yang berbeda:
1. Prategang (Pre- Tension Method)
Metode ini baja prategang diberi gaya prategang dulu sebelum beton dicor, oleh
karena itu disebut pretension method.
Adapun prinsip dari Pratarik ini secera singkat adalah sebagai berikut:

2. Pascatarik (Post-Tension Method)


Pada methode pascatarik, beton dicor lebih dahulu, dimana sebelumnya telah
disiapkan saluran kabel atau tendon yang disebut duct.
Secara singkat metode ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
C. Material untuk Beton Prategang
1. Beton

Beton, khususnya beton mutu tinggi, adalah komponen utama dari semua
elemen beton prategang. Dengan demikian, kekuatan dan daya tahan jangka panjang
beton prategang harus diperoleh dengan menggunakan jaminan kualitas dan kontrol
kualitas yang memadai pada tahap produksinya.
Tegangan beton sesaat sesudah penyaluran gaya prategang (sebelum terjadinya
kehilangan tegangan sebagai fungsi waktu) tidak boleh melampaui nilai sebagai
berikut :
a. Tegangan serat tekan terluar 0,6 f ci
b. Tegangan serat tarik terluar 14 f 'ci
c. Tegangan serat tarik terluar pada ujung-ujung komponen struktur di atas
perletakan sederhana 12 f 'ci
Bila tegangan tarik terhitung melampaui nilai tersebut diatas, maka harus
dipasang tulangan tambahan (non-prategang atau prategang) dalam daerah tarik
untuk memikul gaya tarik total dalam beton, yang dihitung berdasarkan asumsi suatu
penampang utuh yang belum retak.
Tegangan beton pada kondisi beban layan (sesudah memperhitungkan semua
kehilangan prategang yang mungkin terjadi) tidak boleh melampaui nilai berikut :
a. Tegangan serat tekan terluar akibat pengaruh prategang, beban mati dan beban
hidup tetap 0,45 f c
b. Tegangan serat tekan terluar akibat pengaruh prategang, beban mati dan beban
hidup total 0,65 f c
c. Tegangan serat tarik terluar dalam daerah tarik yang ada pada awalnya mengalami
tekan 12 f 'c
2. Baja Prategang
Didalam praktek baja prategang yang dipergunakan ada 3 (tiga) macam, yaitu :
a. Kawat tunggal (wire). Kawat tunggal ini biasanya dipergunakan dalam beton
prategang dengan sistem pra-tarik (pretension method).
b. Untaian kawat (strand). Untaian kawat ini biasanya dipergunakan dalam beton
prategang dengan sistem pasca-tarik (post-tension).
c. Kawat batangan (bar) Kawat batangan ini biasanya digunakan untuk beton
prategang dengan sistem pra-tarik (pretension).
Selain baja prategang diatas, beton prategang masih memerlukan penulangan
biasa yang tidak diberi gaya prategang, seperti tulangan memanjang, sengkang,
tulangan untuk pengangkuran dan lain-lain.
Tabel Tipikal Baja Prategang

D. Kelebihan Beton Prategang


Beton prategang cukup banyak digunakan dalam konstruksi di Indonesia.
Penggunaan struktur beton prategang ini dinilai mempunyai banyak keuntungan, antara
lain:
a. Struktur yang lebih ringan, langsing dan kaku.
b. Gaya prategang dapat mencegah atau mengurangi retak yang selanjutnya dapat
mencegah terjadinya korosi pada baja sehingga struktur lebih tahan terhadap
lingkungan yang korosif.
c. Lintasan tendon dapat diatur agar berkontribusi dalam menahan gaya lintang.
d. Penghematan maksimum dapat dicapai pada struktur bentang panjang yang akan lebih
ekonomis bila dibandingkan dengan struktur beton bertulang biasa dan struktur baja.
e. Dapat digunakan untuk struktur pracetak yang dapat memberikan jaminan kualitas
yang lebih baik, kemudahan dan kecepatan dalam pelaksanaan konstruksi serta biaya
awal yang rendah.
E. Kekurangan Beton Prategang
Kekurangan struktur beton prategang relatif lebih sedikit dibanding dengan
kelebihannya, diantaranya :
a. Memerlukan peralatan khusus seperti tendon, angkur, mesin penarik kabel, dll.
b. Memerlukan keahlian khusus baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya.