Anda di halaman 1dari 18

Laporan Kasus Kolitis

Pembimbing:
Dr. Rachmat Mulyana Memet, Sp.Rad
Sela Naimora
2010730097
KEPANITERAAN KLINIK ILMURADIOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
FEBRUARI 2016

Foto Polos
Abdomen
Pembacaan Foto BNO (foto polos abdomen)
1. Periksa identitas pasien (nama, umur)
2. Periksa ada tidaknya marker pada foto yang akan dinilai
untuk menentukan foto layak atau tidak untuk dibaca
3. Pasangkan foto pada light box seolah-olah penderita
berada dihadapan pemeriksa.
4. Lakukan penilaian terlebih dahulu terhadap distribusi
udara didalam abdomen
-. Preperitoneal fat line kanan dan kiri baik
-. Psoas line kanan dan kiri tampak
-. Kontur ginjal kanan dan kiri tidak tampak
-. Tidak tampak konkremen radioopak
-. Distribusi udara di seluruh bagian usus normal
-. Skeletal normal
5. Identifikasi apakah ada hearing bone, step leader, air fluid
level dan tanda-tanda distensi dari usus (apakah ada udara
bebas pada subdiafragma)

Pembacaan Foto Colon In Loop (Barium Enema)

Colon In Loop

1. Periksa identitas pasien (nama,umur)


2. Periksa ada tidaknya marker pada foto yang akan
dinilai untuk menentukan layak tidaknya foto untuk
dibaca
3. Pasang foto pada light box seolah-olah penderita
berada dihadapan pemeriksa
4. Lakukan penilaian terlebih dahulu terhadap foto BNO
pasien
. Preperitoneal fat line kanan dan kiri baik
. Psoas line kanan dan kiri tampak
. Kontur ginjal kanan dan kiri tidak tampak
. Barium mengisi lancar ke seluruh colon.
. Tampak gambaran haustra dan incisuranya
menghilang.
. Lumen kolon tampak menyempit
. Kolon memendek
. Mukosa rektum dan kolon desenden tampak menebal.
. Tidak terdapat gangguan pasase usus, filling defect ,
indentasi, diverticulosis.
5. Kesimpulan dari foto radiologi Kolitis

Mukosa kolon yang granuler dan


menghilangnya kontur haustra serta kolon
tampak menjadi kaku seperti tabung.
Perubahan mukosa terjadi secara difus dan
simetris pada seluruh kolon. Lumen kolon
menjadi lebih sempit akibat spasme. Dapat
ditemukan keterlibatan seluruh kolon.

Definisi
Kolitis ulseratif adalah salah satu dari 2 jenis utama penyakit radang
usus (IBD) , bersama dengan penyakit Crohn . Tidak seperti penyakit
Crohn, yang dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran
pencernaan, colitis ulseratif bersifat hanya melibatkan usus besar, dan
ileum terminal pada 10% pasien.

Etiologi
Faktor familial/ genetic
Faktor infeksi
Faktor imunologik
Faktor psikologik
Faktor lingkungan

Patogenesis
Ada bukti aktivasi imun pada IBD, dengan infiltrasi lamina propria oleh limfosit,
makrofag, dan sel-sel lain. Virus dan bakteri telah diperkirakan sebagai pencetus, namun
sedikit yang mendukung adanya infeksi spesifik yang menjadi penyebab IBD.
Hipotesis yang kedua adalah bahwa dietary antigen atau agen mikroba non patogen yang
normal mengaktivasi respon imun yang abnormal. Hasilnya suatu mekanisme
penghambat yang gagal. Pada tikus, defek genetik pada fungsi sel T atau produksi sitokin
menghasilkan respon imun yang tidak terkontrol pada flora normal kolon.
Hipotesis ketiga adalah bahwa pencetus IBD adalah suatu autoantigen yang dihasilkan
oleh epitel intestinal. Pada teori ini, pasien menghasilkan respon imun inisial melawan
antigen lumenal, yang tetap dan diperkuat karena keasaman antara antigen lumenal dan
protein tuan rumah.
Hipotesis autoimun ini meliputi pengrusakan sel-sel epitelial oleh sitotoksisitas seluler
antibody-dependent atau sitotoksisitas cell-mediated secara langsung.

Gejala Klinis
Diare berdarah
Nyeri abdomen disertai dengan
Demam
Penurunan berat badan bila kasus berat
Berat ringannya serangan pertama sesuai dengan panjang kolon yang
terlibat.

Komplikasi
Dalam perjalanan penyakit ini, dapat terjadi komplikasi : perforasi
usus yang terlibat, terjadinya stenosis usus akibat proses fibrosis,
megakolon toksik (terutama pada colitis ulseratif), perdarahan, dan
degenerasi maligna. Diperkirakan risiko terjadinya kanker pada IBD
lebih kurang 13%.

Differential Diagnosis
Divertikulitis
Penyakit crohn
Polip colon
Gastroenteritis bakteri
Gastroenteritis viral

Radiologic Sign
Pembimbing : dr. Rachmat M. Memet, Sp.Rad

Sela Naimora
2010730097

VOLVULUS
SEX/UMUR

: PR/65 THN

KLINIS
: Nyeri perut , distensi usus,
tidak ada flatus atau gerakan usus. (SUSP.
ILEUS)
FOTO BNO 3 POSISI :
TAMPAK DISTRIBUSI
LOOP-LOOP USUS.

UDARA

MENGISI

DILATASI DARI LOOP-LOOP USUS YANG


BERISI FECAL MASS, AIR FLUID LEVEL
DAN GAMBARAN COFFEE BEAN.
KESAN :
VOLVULUS

RADIOLOGIC SIGN
Sigmoid Volvulus
Kolon Sigmoid melebar karena
terpelintir di mesentrika fossa iliaka
kiri.
Colon bagian proksimal melebar.
Coffee bean appearance

Caecal Volvulus
Sekum tampak dilatasi dan tidak
lagi terletak pada fossa iliaka
kanan. Tetapi ditempati oleh usus
kecil.

Gambaran Radiologi Invaginasi


Photo polos abdomen : didapatkan distribusi
udara didalam usus tidak merata, usus
terdesak ke kiri atas, bila telah lanjut terlihat
tanda tanda obstruksi usus dengan
gambaran air fluid level. Dapat terlihat
free air bilah terjadi perforasi.
Barium enema : dikerjakan untuk tujuan
diagnosis dan terapi, untuk diagnosis
dikerjakan bila gejala gejala klinik
meragukan, pada barium enema akan tampak
gambaran cupping, coiled spring appearance.

Cupping

Coiled spring appearance

Ekspertise
BY. A / 1 0 B U L A N / L A K I - L A K I
Pre peritoneal fat
PSOAS line kanan dan kiri
tidak
terlihat
Kontur ginjal kanan dan kiri tak
tampak
Tidak tampak
udara mengisi usus
halus
Tampak
udara
mengisi
kolon
transversum, desenden dan sigmoid
Tampak segmen colon didalam colon
Tak tampak konkremen radioopak atau
kalsifikasi
Skeletal baik
Kesan :
Masuknya kolon ke kolon
Invaginasi kolon
Saran :
1.
2.
3.

Foto abdomen 3 posisi


Colon in loop dgn Barium Enema
USG Abdomen

Ekspertise
Tampak

kontras mengisi c.
asenden, c.transversa, c.
Desenden, sigmoid, dan
Tampak Coiled spring
appearance pada colon
asenden
Appendiks tak tampak terisi
kontras
Tak tampak kontras mengisi
ileum
Pasase kontras tidak normal
Kesan : Intussucepsi ileocaecal
Saran : USG abdomen