Anda di halaman 1dari 39

BAB I

ROTASI
A. Pengertian Rotasi
Rotasi (perputaran) merupakan suatu transformasi yang memasangkan
titik ke himpunan titik lainnya dengan cara memutar. Atau dengan kata lain rotasi
adalah peristiwa memindahkan suatu objek (gambar) melalui garis lengkung
dengan pusat pada titik tertentu dan dengan sudut putar yang tertentu dengan arah
searah atau berlawanan arah jarum jam yang menyebabkan kedudukan gambar
berubah.
Pada transformasi rotasi terlihat bahwa titik atau bangun bayangan
kongruen dengan bangun semula, maka rotasi memiliki sifat transformasi isometri
seperti translasi dan refleksi. Pada transformasi isometri, jarak merupakan besaran
yang tidak berubah (inverian).
Rotasi (perputaran) ditentukan oleh:
1. Titik pusat rotasi
2. Besar sudut rotasi
3. Arah sudut rotasi
Apabila arah perputaran searah dengan arah jarum jam, maka

dipandang sebagai sudut yang negatif. Sebaliknya apabila arah perputaran


berlawanan dengan arah jarum jam maka

dipandang sebagai sudut yang

positif.
Pada gambar dibawah ini titik P disebut dengan pusat rotasi dan
disebut jarak perputaran.

B'
Gambar 1.1 Arah Rotasi

B. Rotasi Berpusat di Titik O(0, 0)


Dari gambar disamping diketahui bahwa:
OP = OP = r

Dari

P(x, y)

OXP:

cos x / r

P(x, y)

x = r cos

sin y / r

y = r sin

Gambar 1.2 Rotasi di titik O (0, 0)


Maka dari OXP:
x = r cos ( )

y = r sin( )

x = r ( cos cos sin sin )

y = r ( sin cos sin cos )

x = r cos cos r sin sin

y = r sin cos r sin cos

y sin

x = x cos

y = x sin + y cos

Dengan memperhatikan uraian tersebut, dapat dikatakan bahwa rotasi


berpusat di O(0, 0) sebesar akan memetakan titik P(x, y) ke titik P(x, y) dengan:

y sin
y = x sin + y cos
x = x cos

Contoh Soal:
Tentukan bayangan titik P (-8, 6) dirotasikan 45 0 terhadap titik pusat O (0,
0) jika:
a. Berlawanan arah dengan jarum jam
b. Searah dengan jarum jam
Penyelesaian:
a. x = x cos

y sin

= -8 cos 450 6 sin 450


1

2 -6
2
2
2

= -8

= -4 2 - 3 2
= -7 2

y = x sin + y cos

= -8 sin 450 + 6 cos 450


1

2 + 6
2
2

= -8

= -4 2 + 3 2
=- 2
[0, 450]

P (-8, 6)

b. x = x cos

P(-7 2 , - 2 )

y sin

= -8 cos (-450) 6 sin (-450)


1

2 -6
2
2

= -8

= -4 2 + 3 2
=- 2
y = x sin + y cos

= -8 sin (-450) + 6 cos (-450)

= -8

2 + 6
2
2

=4 2+3 2=7 2
[0, -450]

P (-8, 6)

P(- 2 , 7 2 )

Berikut ini beberapa kemungkinan untuk nilai khusus dari :


1. Untuk

=0

x = x cos0 - y sin0

y = x sin 0 + y cos 0

x = x (1) y (0)

y = x (0) + y (1)

x = x

y = y

Sehingga P(x, y) R0

P(x, y)

Dengan cara yang sama diperoleh:


2. Untuk

= 90

P(x, y) R90
3. Untuk

P(-y, x)

= -90

P(x, y) R90
4. Untuk

P(y, -x)

= 180

P(x, y) R180

P(-x, -y)

5. Untuk

= -180

P(x, y) R180
6. Untuk

P(-x, -y)

= 270

P(x, y) R270
7. Untuk

P(y, -x)

= -270

P(x, y) R 270 P(-y, x)


0

Rotasi untuk sudut-sudut diatas dalam sumbu koordinat dapat dilihat pada
gambar 1.3 berikut ini. Sedangkan untuk sudut yang lainnya dapat dicari dengan
cara yang sama.
y

y
P(x, y) = P(x, y)
P(x, y)

P(x, y)

900
0

x
0
y

x
y

P(x, y)

1800
0

P(x, y)

2700
0

P(x, y)

P(x, y)
Gambar 1.3 Rotasi sudut-sudut istimewa

Contoh Soal:
Diketahui sebuah titik P(3, 3) yang dirotasikan sejauh 90 0. Tentukanlah
bayangan titik P?

Penyelesaian:

P(x, y) R90

P(-y, x)

P(3, 3) R90

P(-3, 3)

P(-3, 3)

P(3, 3)

900
-3

Matriks yang Bersesuaian Dengan Rotasi di Titik O(0, 0)


Diketahui bahwa rotasi yang berpusat di titik O (0, 0) adalah:

y sin
y = x sin + y cos
x = x cos

Maka dapat dibuat matriks yang bersesuaian yaitu:

x' cossin x

y ' sincos y
Contoh Soal:
Titik A (4, 1) dirotasikan terhadap titik O (0, 0) sejauh 90 0 berlawanan arah
putaran jam. Tentukanlah bayangan titik A?
Penyelesaian:

x' cossin x

y ' sincos y

A(-1, 4)

x' cos90 sin90 4


0
y ' sin90 cos90 1
0 0

900
A(4, 1)

x' 01 4

y ' 10 1

1
-1

x' 1

y' 4
A (4, 1) R90

A (-1, 4)

C. Rotasi Berpusat di Titik A(a,b)


Perhatikan gambar di bawah ini:
P(x, y)
y
(y-b)
y

P(x, y)


A(a, b)

(x-a)
O

Gambar 1.4 Rotasi A (a,b)


Dari gambar di atas diketahui:
AP = AP = r
Dari AXP:
cos

x
r

(x - a) = r cos
sin

y b
r

(y - b) = r sin
Maka dari AXP:
x a = r cos
x a = r cos . cos sin . sin
x a = r cos . cos r sin . sin
x = a + (x - a) cos - (y - b) sin
y b = r sin
y b = r sin . cos cos . sin
y b = r sin . cos r cos . sin
y = b + (x - a) sin + (y - b) cos
Dengan memperhatikan uraian diatas, dapat dikatakan bahwa rotasi
berpusat di A(a, b) sebesar

akan memetakan titik P(x, y) ke titik P(x, y)

dengan :
x = a + (x - a) cos - (y - b) sin
y = b + (x - a) sin + (y - b) cos
Berikut ini kemungkinan untuk nilai khusus dari
titik A (a, b):
1. Untuk

= 90

jika dirotasikan pada

x = a + (x - a) cos - (y - b) sin
x = a + (x - a) cos 90 0 - (y - b) sin 90 0
x = a + (0) - (y - b) .1
x = a + b y
y = b + (x - a) sin + (y - b) cos
y = b + (x - a) sin 90 0 + (y - b) cos 90 0
y = b + (x - a) .1 +0
y = -a + b + x
Sehingga P(x, y) R90

P(a + b y, -a + b + x)

Dengan cara yang sama diperoleh:


2. Untuk

= -90

P(x, y) R90
3. Untuk

= 180

P(x, y) R180
4. Untuk

= -180
0

P(2a x, 2b - y)

= 270

P(x, y) R270
6. Untuk

P(2a x, 2b - y)

P(x, y) R180
5. Untuk

P(a b + y, a + b x)

P(a b + y, a + b -x)

= -270

P(x, y) R 270 P(a + b y, -a + b + x)


0

Contoh Soal:
Diketahui segitiga dengan titik K(-2, 3), L(4, 5) dan M(3, 4). Tentukanlah
bayangan segitiga PQR jika dirotasikan sebesar -900 dengan pusat rotasi A (3, 2).
Penyelesaian:
P(x, y) R90

P (a b + y, a + b x)

K(-2, 3) R90

K(4, 7)

L(4, 5)

R900

L(6, 1)

M(3, 4)

R90 0

M(5, 2)
y
K(4, 7)
9

M(3, 4)

L(4, 5)

K(-2, 3)
-900

3
2

M(5, 2)

A(3, 2)

L(6, 1)

1
-2

Matriks yang Bersesuaian Dengan Rotasi di Titik A(a, b)


Diketahui bahwa rotasi yang berpusat di titik A(a, b) adalah:
x = a + (x - a) cos - (y - b) sin
y = b + (x - a) sin + (y - b) cos
Maka dapat dibuat matriks yang bersesuaian yaitu:

10

x' a cosinxa

y ' b sincos yb
Contoh Soal:
1. Diketahui garis PQ dengan P(2, -3) dan Q(3, 2) dirotasikan sejauh 180 0
berlawanan arah jarum jam dengan pusat rotasi A(-1, 1). Tentukan PQ?
Penyelesaian:
- Untuk titik P(2, -3)

11

x' a cosinxa

y ' b sincos yb

12

x ' 1 cos180sin18021
0 0
y ' 1 sin180cos180 3 1
00

1 1 0 3
1 0
1 4

13

1 3 4

1 4 5

P(2, -3) R90

P(-4, 5)

- Untuk titik Q(3, 2)

x' a cosinxa

y ' b sincos yb
14

x ' 1 cos180sin18031
0 0
y ' 1 sin180cos180 21
00

1 1 0 4
1 0
1 1

15

1 4 5

1 1 0

Q(3, 2) R90

P(-5, 0)

y
P(-4, 5)

Q(3, 2)
Q(-5, 0)

A 900
0

-5

x
2

3
P(2, -3)

-3

16

2. Tentukan persamaan bayangan garis 2x y + 10 = 0 dengan pusat (-2, 4)


dirotasikan sebesar

Penyelesaian:
Cara I:
Matriks transformasi dari

0
1

= -900 =

1
0

2x y + 10 = 0
Misalkan: x = 0 2 x y 10 0

y = 0 2 x y 10 0

0 y +10 = 0

2x 0 + 10 = 0

- y = -10

2x = -10

y = 10

x=

10
5
2

Jadi titik A (0, 10) dan titik B (-5, 0)


- Tititk A (0, 10) dirotasikan terhadap

17

x' a cosinxa

y ' b sincos yb

18

x' 2 cos(90) sin( 90)02


0 0
y ' 4 sin(90)cos(90)104
00

2 0 1 2
4 1
06

19

2 6 4

4 2

P(0, 10) R90

P(4, 2)

- Tititk B (-5, 0) dirotasikan terhadap

20

x' a cosinxa

y ' b sincos yb

21

x' 2 cos(90) sin( 90)52


0 0
y ' 4 sin(90)cos(90)04
00

2 0 1 3
4 1
0 4

22

2 4 6

4 3 7

P(-5, 0) R90

P(-6, 7)

Jadi bayangan dari garis 2x y + 10 = 0 adalah:


y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1
y2
x4

72 64
y2 x4

5
10

-10(y 2) = 5(x 4)
-10y + 20 = 5x 20
5x + 10y 40 = 0
x + 2y 8 = 0
Cara II:

23

x' a cosinxa

y ' b sincos yb

24

x' 2 cos(90) sin( 90)x2


0 0
y ' 4 sin(90)cos(90)y4
00

2 0 1 x 2
4 1
0 y4

25

2 y 4 y 6

4 x 2 x2

x' = y 6

y = -x + 2

y = x + 6

x = -y + 2

Subsitusi ke persamaan garis:


2x y + 10 = 0
2(-y + 2) (x + 6) + 10 = 0
-2y + 4 x 6 + 10 = 0
-x 2y + 8 = 0
x + 2y 8 = 0
Maka bayangan dari garis 2x y + 10 = 0 adalah x + 2y 8 = 0
y
10
2x y + 10 = 0

x + 2y 8 = 0

26

x
-6 -5

BAB II
ROTASI PADA IRISAN KERUCUT
A. Rotasi Pada Lingkaran
Rotasi pada lingkaran lebih ditekankan pada perotasian, yaitu titik pusat
lingkaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut:
Contoh Soal:
1. Diketahui lingkaran dengan pusat rotasi di titik O(0, 0) yang dirotasikan
sejauh 900 searah jarum jam dengan persamaan x2 + y2 = 25. Tentukanlah
persamaan lingkaran dan gambarkan!
Penyelesaian:
Persamaan lingkaran x2 + y2 = 25:
Pusat O(0, 0) dan jari-jari (r) =

25 5

Sehingga terdapat beberapa titik yaitu dimisalkan titik A(5, 0), B( 0, 5),
C(0, -5) dan D(0, 5).
P(x, y)

R90 0

A(5, 0)

R90 0 A(0, -5)

B( 0, 5)

R90 0 B(5, 0)

C(0, -5)

R90 0 C(-5, 0)

D(0, 5)

R90 0

P(y, -x)

D(5, 0)

Dengan demikian persamaan lingkaran yang baru adalah x2 + y2 = 25.


y
5

27

900
O

-5

-5

2. Diketahui persamaan lingkaran x 2 y 2 6 x 8 y 21 . Tentukanlah


persamaan lingkaran jika dirotasikan sebesar -1800 dengan pusat rotasi A(1, 1).
Penyelesaian:
Cara I:
Misalkan pusat lingkaran P(x1, y1) dan titik perputaran A(a, b).
x 2 y 2 6 x 8 y 21

6 x y 2 8 y 21

x 3 2 9 y 4 2 16 21

x 3 2 y 4 2

21 9 16

x 3 2 y 4 2

Pusat lingkaran P(x1, y1) = P(3, 4) dan r = 2


P(x, y) R180
P(3, 4) R180

P(2a x, 2b - y)
P(-5, -2)

Maka persamaan lingkaran yang baru adalah:

x x1 2 y y1 2 r 2
x (5) 2 y (2) 2
x 5 2 y 2 2

x 2 10 x 25 y 2 4 y 4 4
x 2 10 x y 2 4 y 29 4
x 2 10 x y 2 4 y 4 29
x 2 y 2 10 x 4 y 25

Cara II:

28

P(x, y) R180

P(2a x, 2b - y)

x ' 2a x x 2a x '

y = 2b - y y 2b y '

A(-1, 1) x 2 x' (1)

A(-1, 1) y 2 y ' (2)

Persamaan (1) dan (2) disubtitusikan ke persamaan:


x 2 y 2 6 x 8 y 21

2 x' 2 2 y ' 2 6 2 x' 8 2 y ' 21


4 4 x ' ( x ' ) 2 4 4 y ' ( y ' ) 2 12 6 x '16 8 y ' 21

( x ' ) 2 ( y ' ) 2 10 x '4 y '4 21


( x ' ) 2 ( y ' ) 2 10 x '4 y ' 21 4

( x ' ) 2 ( y ' ) 2 10 x '4 y ' 25

Maka

persamaan

lingkaran

( x ' ) 2 ( y ' ) 2 10 x '4 y ' 25

yang

baru

adalah

y
x 2 y 2 6 x 8 y 21

4
1800
-5

-1

1
0

x
3

( x ' ) 2 ( y ' ) 2 10 x '4 y ' 25-2

B. Rotasi Pada Parabola


Pada parabola rotasi dilakukan pada titik puncak dan titik fokus. Untuk
lebih jelas dapat dilihat pada contoh dibawah ini:
Contoh Soal:
1. Diketahui persamaan parabola y 2 8 y 8 x 32 0 . Tentukan persamaan
parabola setelah dirotasikan dengan titik perputaran O(0, 0) sejauh 90 0
berlawanan arah jarum jam.
Penyelesaian:
y 2 8 y 8 x 32 0

8 y 8 x 32 0

29

y 4 y 2 16 8 x 32 0

y 4 y 2 8 x 16 0
y 4 y 2

8 x 16

y 4 y 2

8( x 2)

Bila parabola berpuncak di P(h, k), maka:


- Puncak (2, -4)
- L1 .L2 4 p 8 p

8
2
4

- Fokus: F(p + h, k) = F(4, -4)


-Direktris: x = -p + h = 2-2 = 0
Dirotasikan sebesar 900, maka:
P(x, y)

R900

P(2, -4)

R900

F(4, -4) R90

P(-y, x)
P(4, 2)
F(4, 4)

4
2
2 x 8 x 8 y 48 0

900

-4
y 2 8 y 8 x 32 0

-8

Maka didapat titik pusat bayangan adalah P(4, 2) dan fokusnya F(4, 4),
dimana parabola terbuka keatas sehingga persamaan parabolanya adalah:

x h 2

4 p y k

30

x 4 2

4.2 y 4

x 4 2

8 y 4

x 2 8 x 16 8 y 32
x 2 8 x 8 y 16 32 0
x 2 8 x 8 y 48 0

2. Diketahui persamaan direktris parabola adalah garis x = 1, sedangkan


fokus F(3, 2). Tentukanlah persamaan parabola tersebut dan persamaan
bayangannya setelah dirotasikan sejauh 1800 dengan pusat rotasi A(-1, 4).
Penyelesaian:
- Fokus: F(p + h, k) = F(3, 2)
p + h = 3(1)
-Direktris: x = -p + h = 1
-p + h = 1..(2)
Persamaan (1) dan (2) dieliminasi:
p+h=3
-p + h = 1

+
h = 2 p + h = 3
p+2=3
p=32=1

- Puncak (2, 2)
-

L1 .L2 4 p 4.1 4

-Sumbu simetri: y = k = 2
Maka persamaan parabolanya:

y k2

4 p x h

y 2 2

4.1 x 2

y 2 2

4 x 2

y 2 4 y 4 4x 8
y 2 4 y 4 4x 8 0
y 2 4 y 4 x 12 0

Dirotasikan sebesar 1800 dengan pusat rotasi A(-1, 4), maka:


P(x, y) R180

P(2a x, 2b - y)

31

R1800 P(-4, 6)

P(2, 2)

F(3, 2) R180

F(-5, 6)

F(p + h, k) = F(-5, 6)
p + h = -5
p +(-4) = -5
p = -5+4 = -1
-Sumbu simetri: y = k = 6
-Direktris: x = -p + h = -(-1)- 4 = -3
x = -3
y
y = -6
6

y 12 y 4 x 20 0
2

1800
4
2

-5

-4

-1

y 2 4 y 4 x 12 0

y=2

x=1

Maka didapat titik pusat bayangan adalah P(-4, 6) dan fokusnya F(-5, 6),
dimana parabola terbuka kekiri sehingga persamaan parabolanya adalah:

y k2

4 p x h

y 6 2

4.1 x 4

y 6 2

4 x 4

y 2 12 y 36 4 x 16
y 2 12 y 36 4 x 16 0
y 2 12 y 4 x 20 0

32

C. Rotasi Pada Elips


Perotasian pada elips dilakukan terhadap titik pusat dan titik puncak di
sumbu x dan y. Perotasian juga dilakukan terhadap titik fokus. Untuk lebih
jelasnya perhatikan contoh berikut:
Contoh Soal:
1. Diketahui

persamaan

elips

x2 y2

1
25
9

dirotasikan

sejauh

2700

berlawanan arah jarum jam dengan pusat rotasi di titik O(0, 0). Tentukan
persamaan bayangan dan gambarkan!
Penyelesaian:
Sumbu mayor terletak di sumbu x, maka titik puncak dan titik fokus
terletak di sumbu x, dimana a > b.
a 2 25 a 5
b 2 9 b 3

Sumbu mayor 2a = 2.5 = 10


Sumbu minor = 2b = 2.3 = 6
c = a 2 b 2 5 2 3 2 25 9 16 4
-Fokus: F1(4, 0) dan F2(-4, 0)
-Titik Puncak: A1(5, 0) dan A2(-5, 0)
-Titik pada sumbu minor: B1(0, 3) dan B2(0, -3)
Dirotasikan sebesar 2700 dengan pusat rotasi O(0, 0), maka:
P(x, y) R270

P(y, -x)

P(0, 0) R270

P(0, 0)

F1(4, 0) R270

F1(0, -4)

F2(-4, 0) R270

F2(0, 4)

A1(5, 0) R270

A1(0, -5)

A2(-5, 0) R270
B1(0, 3) R270

B1(3, 0)

B2(0, -3) R270

A2(0, 5)

B2(-3, 0)

Titik puncak dan titik fokus pada sumbu y sehingga sumbu mayor terletak
di y, dimana a < b.

33

Maka persamaan parabolanya adalah:


x2 y2

1
b2 a2
x2 y2

1
32 5 2
x2 y2

1
9
25

y
5 A2
F2 4
B1 3
2700
A2 -5 -4 F2 3 B2

B1 3 F1 4

5 A1

B2 -3
F1 -4
-5 A1

2. Diketahui persamaan elips

( x 2) 2 ( y 2) 2

1 dirotasikan sejauh 900


36
25

berlawanan arah jarum jam dengan pusat rotasi di titik O(0, 0). Tentukan
persamaan bayangan dan gambarkan!
Penyelesaian:
Sumbu mayor terletak di sumbu x maka titik puncak dan titik fokus
terletak di sumbu x, dimana a > b.
a 2 36 a 6
b 2 25 b 5

Sumbu mayor 2a = 2.6 = 12


Sumbu minor = 2b = 2.5 = 10
c = a 2 b 2 6 2 5 2 36 25 9 3

34

-Pusat: P(h, k) = (2, 2)


-Fokus: F1(h + c, k) = F1(5, 2) dan F2(h c, k) = F2(-1, 2)
-Puncak: A1(h + a, k) = A1(8, 2) dan A2 = (h a, k) = A2(-4, 2)
- Titik pada sumbu minor:

B1(h, k + b) = B1(2, 7)
B2(h, k - b) = B2(2, -3)

Dirotasikan sebesar 900 dengan pusat rotasi O(0, 0), maka:


P(x, y) R90

P(-y, x)

P(2, 2) R90

P(-2, 2)

F1(5, 2) R90

F2(-1, 2) R90
A1(8, 2)

F1(-2, 5)

R90 0

A2(-4, 2) R90

F2(-2, -1)
A1(-2, 8)
A2(-2, -4)

B1(2, 7)

R90 0

B1(-7, 2)

B2(2, -3)

R90 0

B2(3, 2)

Titik puncak dan titik fokus pada sumbu y sehingga sumbu mayor terletak
di y, dimana a < b.
Maka persamaan parabolanya adalah:
( x h) 2 ( y k ) 2

1
b2
a2
( x 2) 2 ( y 2) 2

1
52
62
( x 2) 2 ( y 2) 2

1
25
36

y
A1

B1

7
F1

35

B1

A2

P F2 2

P B2

F1

A1

1800
-4

-2 -1

-1
-2
-3
A2

B2

-4

D. Rotasi Pada Hiperbola


Perotasian pada hiperbola sama halnya dengan elips yaitu dilakukan
terhadap titik pusat dan titik puncak di sumbu x dan y. Perotasian juga dilakukan
terhadap titik fokusnya, untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut:
Contoh Soal:
Diketahui persamaan hiperbola

x2 y2

1 dirotasikan sejauh 2700


16
9

berlawanan dengan arah jarum jam. Tentukan bayangan hiperbola dan gambarkan
jika:
a. Titik putar di O(0, 0)
b. Titik putar di A(1, 0)
Penyelesaian:
Karena a > b, maka titik puncak dan titik fokus terdapat di sumbu x,
sehingga didapat:
a 2 16 a 4
b 2 9 b 3

Sumbu mayor 2a = 2.4 = 8


Sumbu minor = 2b = 2.3 = 6
c = a 2 b 2 4 2 3 2 16 9 25 5
-Pusat O(0, 0)
-Fokus: F1 = (5, 0)dan F2 = (-5, 0)

36

-Puncak: A1 = (4, 0) dan A2 = (-4, 0)


-Titik pada sumbu minor: B1(0, 3) dan B2(0, -3)
a. Dirotasikan sebesar 2700 dengan pusat rotasi O(0, 0), maka:
P(x, y) R270

P(y, -x)

P(0, 0) R270

P(0, 0)

F1(5, 0) R270

F1(0, -5)

F2(-5, 0) R270
A1(4, 0) R270

A1(0, -4)

A2(-4, 0) R270
B1(0, 3) R270

F2(0, 5)

B1(3, 0)

B2(0, -3) R270

A2(0, 4)

B2(-3, 0)

Titik puncak dan titik fokus pada sumbu y sehingga sumbu mayor terletak
di y, dimana a < b.
Maka persamaan hiperbolanya adalah:
x2 y2

1
b2 a2
x2 y2

1
32 4 2

F25
A2 4
B1 3
2700

x2 y2

1
9
16

F2 -5 -4 -3
A2 B2

F1
3 4 5
B1
A1

B2 -3
A1 -4
F1 -5
b. Dirotasikan sebesar 2700 dengan pusat rotasi A(1, 0), maka:
P(x, y) R270

P(a b + y, a + b -x)

P(0, 0) R270

P(1, 0)

F1(5, 0) R270

F1(1, -4)

F2(-5, 0) R270

F2(1, 6)

37

A1(4, 0) R270

A1(1, -3)

A2(-4, 0) R270
B1(0, 3) R270

B1(4, 1)

B2(0, -3) R270

A2(1, 5)

B2(-2, 1)

Karena pusat hiperbola mengalami perubahan dan parabolanya terbuka ke


atas dan ke bawah, dimana a < b.
Maka persamaan hiperbolanya adalah:
x2 y2

1
b2 a2

( x 1) 2 ( y 0) 2

1
32
42
( x 1) 2 y 2

1
9
16

F2
5

A2

F2
4

B1 3
2700

A2
F2
-5 -4 -3 -2
-1

-1 0 P

F1
1 P

B2

B2 -3
-4

4
A1
B1

A1
F1

E. Komposisi Dua Rotasi Berurutan yang Sepusat


Jika titik P(x, y) diputar sejauh 1 berlawanan arah jarum jam dengan
titik pusat rotasi O(0, 0), diperoleh bayangan P(x, y) yang dilanjutkan dengan
perputaran sejauh 2 berlawanan arah jarum jam dengan titik pusat rotasi O(0, 0)
yang sama, sehingga diperoleh bayangan P(x, y). dalam bentuk bagan ditulis
sebagai berikut:

38

P(x, y)

R1

R 2

P(x, y)

P(x, y)

Dengan demikian:
x ' x cos(1 2 ) y sin(1 2 )
y ' x sin(1 2 ) y cos(1 2 )

y
P(x, y)
P(x, y)
2

1 2

1
O

P(x, y)

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dua rotasi berurutan


yang sepusat ekuivalen dengan sebuah rotasi sejauh jumlah masing-masing rotasi
semula terhadap pusat yang sama.

39