Anda di halaman 1dari 2

Autekologi dan Sinekologi

Mei 19, 2012

Disusun oleh Metri Dian Insani


Ekologi dibagi atas dua kelompok yaitu autekologi, dan sinekologi. Menurut Anonim (2010a), kedua
pendekatan tersebut mengandung makna sebagai berikut.
(1) Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang
berinteraksi dengan lingkungannya.
Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya
terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya,
maka itu termasuk autekologi.
Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alangalang, dan lain sebagainya.
(2) Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan
saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di
hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan
wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.
Dari segi autekologi, maka di hutan bisa dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan
tumbuhnya suatu jenis pohon yang sifat kajiannya mendekati fisiologi tumbuhan, dapat juga dipelajari pengaruh
suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis binatang liar atau margasatwa. Bahkan
dalam autekologi dapat dipelajari pola perilaku suatu jenis binatang liar, sifat adaptasi suatu jenis binatang liar,
maupun sifat adaptasi suatu jenis pohon.
Pada autekologi, falsafah yang mendasarinya adalah dengan memandang tumbuhan sebagai ukuran yang
menggambarkan kondisi lingkungan sekitarnya. Clements menyatakan bahwa setiap tumbuhan adalah alat
pengukur bagi keadaan lingkungan hidup tempat ia tumbuh. Dalam hal ini paling sedikit yang dimaksud dengan
alam lingkungannya adalah iklim dan tanah. Dari kajian ini lahir bidang kajian yang menilai bahwa tumbuhan
adalah sebagai indikator alam atau indikator
lingkungan hidup. Bidang kajian ini dikenal dengan ekologi fisiologi (Syafei, 1990).
Dari segi sinekologi, dapat dipelajari berbagai kelompok jenis tumbuhan sebagai suatu komunitas, misalnya
mempelajari pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi dan struktur vegetasi, atau terhadap
produksi hutan. Dalam ekosistem hutan itu bisa juga dipelajari pengaruh berbagai faktor ekologi terhadap
kondisi populasi, baik populasi tumbuhan maupun populasi binatang liar yang ada di dalamnya. Akan tetapi
pada prinsipnya dalam ekologi hutan, kajian dari kedua segi (autekologi dan sinekologi) itu sangat penting
karena pengetahuan tentang hutan secara keseluruhan mencakup pengetahuan semua komponen pembentuk
hutan, sehingga kajian ini diperlukan dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Sinekologi, berdasarkan falsafah dasar bahwa tumbuhan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang
dinamis. Masyarakat, tumbuhan dipengaruhi oleh dua hal, yaitu keluar masuknya unsur-unsur tumbuhan dan
turun naiknya berbagai variabel lingkungan hidup. Dalam sinekologi komunitas tumbuhan atau vegetasi
mempunyai perilaku sebagai suatu organisma utuh (Syafei, 1990).
Vegetasi bisa lahir, tumbuh, matang dan akhirnya mati. Dua bidang kajian utama dalam sinekologi adalah
bidang kajian tentang klasifikasi komunitas tumbuhan, dan bidang kajian tentang analisis ekosistem
Contoh Aplikasi Pendekatan Autekologi dan Sinekologi

Pendekatan-pendekatan dalam ekologi tumbuhan tersebut dapat diaplikasikan dalam berbagai penelitian.
Contohnya adalah seperti berikut ini.
Contoh kajian autekologi adalah:
1.
Mempelajari pertumbuhan jenis shorea leprosula dengan pengaruh intensitas cahaya.
2.
Mempelajari pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan jenis Pinus merkusi.
3.
Mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap
lingkungan. Misalnya mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya.
4.
Mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan
lain sebagainya.
Contoh kajian sinekologi adalah:
1.
Mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam
daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan
gambut, atau di hutan payau.
2.

Mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di
taman nasional, dan lain sebagainya.