Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN LATIHAN PRAKTIKUM

BIMBINGAN KONSELING

Disusun dan diajukan sebagai laporan dari kegiatan


Praktek Kerja Lapangan
Yang telah dilaksanakan di SMPN 19 Surabaya
2 Februari – 28 Februari 2009

Oleh:
SAIFUDDIN
D03205079

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2009
PERSETUJUAN

Naskah laporan pelaksanaan Praktek kerja Lapangan tahun 2009 di SMPN 19


Surabaya ini telah disusun sesuai dengan petunjuk dan karena itu kami menyetujui
naskah tersebut yang merupakan komponen penyelesaian program Praktek Kerja
Lapangan.
Hari :
Tanggal :

Surabaya, 28 Februari 2009


Mengetahui,
Dosen Pembimbing Lapangan Guru Pamong

Lilik Channa, M.Ag Dra Indah Soetarti


NIP. NIP. 132144366
PENGESAHAN KEPALA SEKOLAH

Naskah Laporan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) ini telah disahkan oleh Kepala
SMPN 19 Surabaya pada:
Hari :
Tanggal :

Surabaya, 28 Februari 2009


Kepala SMPN 19 Surabaya

Drs.Massjaroch Kohar,MM
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat, taufiq,
dan hidayahnya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan program-
program yang penulis buat dalam bentuk laporan dengan baik.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, yang telah berusaha dengan gilang-gemilang membawa kita dari jalan
kejelekan dan dibawanya kejalan yang terang benderang yaitu jalan yang lurus.
Laporan Latihan Pembelajaran ini merupakan persyaratan akhir dalam
rangkaian kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang di jadikan bukti kinerja
yang telah penulis lakukan selama dua bulan mulai 14 Januari s/d 13 Maret 2008.
Selain itu dari laporan ini dapat dijadikan parameter tingkat pemahaman
dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik dalam rangka menyiapkan
para pendidik masa depan yang professional.
Dalam laporan ini, penulis menguraikan tentang proses bimbingan
konseling selama dua bulan, dengan satu bulan setengah bulan dikampus dan satu
bulan dilapangan dan setengan bulan di kampus lagi.
Selanjutnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini
tidak lepas dari pihak-pihak lain untuk membantu dalam penyelesaian. Oleh
karena itu penulis tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Nur Syam, M.Si., Selaku Rektor Institut Agama Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya beserta staf-stafnya.
2. Bapak. Dr. H. Nur Hamim, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN
Sunan Ampel Surabaya beserta staf-stafnya.
3. Ibu Lilik Channa, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing Lapangan kelompok
XII yang telah mebimbing, mengarahkan dan memotivasi kami dari awal
pelaksanaan PPL hingga akhir.
4. Bapak. Drs.Massjaroch Kohar,MM Selaku Kepala SMPN 19 Surabaya
yang telah memberi izin dan menerima kami untuk belajar dan menggali
ilmu di SMPN 19 Surabaya sehingga PKL ini dapat berjalan dengan lancar
dan baik.
5. Ibu Indah Soetarti Selaku Koordinator BK sekaligus Guru Pamong serta
Guru – guru BK yang lainnya; Bu Wiwik, Bu Erna, Bu
6. Segenap Dewan Guru SMPN 19 Surabaya yang telah memberikan
pelajaran kepada kami banyak hal tentang Kependidikan.
7. Segenap siswa siswi SMPN 19 Surabaya yang menyambut kami dan
memiliki peran besar dalam PKL ini.
8. Semua keluarga yang senantiasa memberikan dukungan moril dan
materiil, serta tiada henti memberikan perhatian, dukungan kasih sayang
dan mendoa’kan penulis. sehingga terselesainya kegiatan dan laporan ini.
9. Seluruh teman-teman tim PKL Kelompok XII yang telah bekerja sama
dalam sebuah tim yang solid dan penuh rasa persaudaraan, serta semua
pihak yang telah membantu pelaksanaan PKL ini.
Semoga dengan segala partisipasi dan bantuannya dicatat sebagai amal
sholeh dan diterima disisi Allah SWT dan semoga laporan ini bermanfaat bagi
penulis secara pribadi, sekolah sebagai pihak pelaksana proses PKL serta instansi-
instansi terkait. Tiada gading tak retak dan tiada mawar tak berduri. Meskipun
penulis berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan laporan ini, tapi penulis
yakin masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun demi kemajuan dan kebaikan pelaksanaan proses pembelajaran tahun
yang akan datang.
Akhirul kalam Jazaakumullah ahsanul jaza’

Surabaya, 28 Februari 2009

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1. Kurrikulum BK di sekolah
Latar Belakang

o Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,


isi dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian
dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidik dan peserta
didik.
o Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan
untuk membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) oleh
Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan serta berpedoman pana panduan yang disusun oleh
badan Standar Nasional Pendidikan dan model KTSP yang dikembangkan
oleh Tim Pengawas Kota Surabaya.
o Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan yang selanjutnya disebut
Kurikulum SMP Negeri 19 Surabaya ini disusun untuk mengakomodasi
potensi yang ada di daerah dan untuk meningkatkan kualitas satuan
pendidikan baik dalam aspek akdemis maupun non akademis serta
menguasai perkembangan IPTEK yang dilandasi Imam dan Taqwa.

2. Landasan kurikulum BK
Adapun pedoman penyusunan program kerja, bimbingan konseling antara
lain:
a. Kurikulum 1994 yang berisi
tentang petunjuk pelaksanaan
bimbingan dan konseling .
b. Buku yang dikeluarkan oleh
Direktorat Jendral Pendidikan
Dasar dan Menengah yaitu:
− Buku I
− Buku II
− Buku III
− Panduan Umum
− Pelayanan Bimbingan dan
Konseling di SMP
c. Buku yang diterbitkan oleh
Direktoran Jendral Pendidikan
Dasar dan Menengah yaitu Buku
11 (sebelas) yang berisikan tentang
pengelolaan bimbingan dan
konseling.
d. Program Kerja sekolah
e. Laporan Program kerja bimbingan
konseling 2008-2009.
Selain yang tersebut di atas dalam penyusunan program bimbingan dan
konseling juga dipertimbangkan situasi dan kondisi saat ini baik di
lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

3. kurikulum yang dipergunakan


a. peserta didik menggunakan sistem
KBK (kurikulum berbasis
kompetensi)
b. konsep BK
4. Pengertian BK
Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok
agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi,
sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.

5. Prinsip-prinsip BK
a). Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan;
(1) non diskriminasi,
(2) individu dinamis dan unik
(3) tahap & aspek perkembangan individu,
(4) perbedaan individual.
b). Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu;
(1)kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya,
(2) kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
c). Prinsip berkenaan dengan program layanan;
(1) bagian integral pendidikan,
(2) fleksibel & adaptif
(3) berkelanjutan
(4) penilaian teratur & terarah
d). Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan;
(1) pengembangan individu agar mandiri
(2) keputusan sukarela
(3) ditangani oleh profesional & kompeten,
(4) kerjasama antar pihak terkait,
(5) pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran
6. Bidang BK
7. Sifat BK
8. Fungsi BK
- Fungsi Pemahaman
- Fungsi Pencegahan
- Fungsi Pengentasan
- Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
- Fungsi Advokasi
9. Asas-asas BK
o Asas Kerahasiaan
o Asas Kesukarelaan
o Asas Keterbukaan
o Asas Kegiatan
o Asas Kekinian
o Asas Kedinamisan
o Asas Keterpaduan
o Asas Kenormatifan
o Asas Keahlian
o Asas Kemandirian
o Asas Alih Tangan Kasus
o Asas Tutwuri Handayani

10. Tujuan BK
Program bimbingan dan konseling disusun dengan tujuan :
a. Agar semua kegiatan bimbingan
dan konseling tersusun dengan baik
sesuai dengan program sekolah dan
petunjuk yang ada.
b. Agar guru pembimbing selalu
berpedoman pada program dalam
melaksanakan tugas sehari-hari
c. Agar seluruh kegiatan bimbingan
dan konseling dapat dievaluasi
kemudian dapat ditentukan tindak
lanjut yang ditentukan.
d. Agar siswa mendapat informasi
yang tepat, sehingga siswa dapat
menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, gunan dapat
mengambil keputusan yang tepat di
mana yang akan dating.
e. Agar permasalahan yang stabil
melalui proses bimbingan dan
konseling dapat dituntaskan.
11. Jenis layanan BK
a. Layanan orientasi
b. Layanan informasi
c. Layanan Penempatan dan
penyaluran
d. Layanan Pembelajaran
e. Layanan Bimbingan kelompok
f. Layanan konseling perorangan
g. Layanan konseling kolempok
12. Isi Layanan BK
a. Layanan orientasi
Menyelenggarakan kegiatan layanan dengan sasaran kelas VII, VIII,
IX di awal tahun pelajaran baru, meliputi;
- Mengenalkan norma kemaikan kelas non akademis
- Pemanfaatan sarana belajar dan ibadah
- Tata karma / budi pekerti
- Pengenalan guru + kurikulum pendidikan
b. Layanan Informasi
Menyelenggarakan kegiatan Layanan Informasi, meliputi;
- Informasi tentang tehnik – tehnik belajar
- Informasi tentang pergaulan dikalangan remaja
- Informasi tentang dalam kehidupan sehari - hari
- Informasi tentang narkoba
- Informasi tentang nilai – nilai kehidupan
c. Layanan Penempatan dan
penyaluran
- Pengaturan tempat duduk
- Penyaluran siswa berbakat dalam menentukan kegiatan – kegiatan
di sekolah
- Mengarahkan siswa dalam menentukan kegiatan bimbingan belajar
- Mengarahkan siswa kedalam kegiatan sekolah.
d. Layanan Pembelajaran
- Merubah tentang nilai nilai kehidupan
- Membahas tentang sikap dan kebiasaan belajar
- Membantu siswa dalam menggali potensi diri untuk persiapan
menghadapi EBTANAS
e. Layanan Bimbingan Kelompok
- Mendiskusikan tentang tata tertib sekolah
- Mendiskusikan tentang tehnik belajar tentang mata pelajaran
tertentu
- Pembahasan mengenai kiat remaja dalam menghadapi era
globalisasi
f. Layanan Konseling Perorangan
Membantu mengentaskan permasalahan pribadi siswa melalui
pribadi kelompok siswa secara terprogram dari keempat bidang
pendidikan.
g. Layanan Konseling Kelompok
Membantu mengentaskan permasalahan pribadi siswa melalui
kelompok secara terprogram dari keempat bidang pendidikan.
13. Mekanisme Kerja
14. Pola penanganan peserta didik bermasalah
15. Beban tugas guru pembimbing / konselor
16. kerjasama
17. pengawasan
a. pelaksanaan pendukung BK
18. Matrik jenis kegiatan pendukung BK
19. Aplikasi instrumentasi BK
Pengadaan dan pengetrapan perangkat yang mendukung kegiatan
bimbingan konseling meliputi:
a. Buku pribadi
b. Angket Blangko
c. Tes Psikologi
20. Penyelenggaraan himpunan data
21. Kunjungan Rumah
22. alih tangan kasus
pelaksanaan, pelaporan, evaluasi, dan tindak lanjut kegiatan BK di sekolah
Kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat
dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik dengan memindahkan
penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini
memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara berbagai pihak yang
dapat memberikan bantuan atas penanganan masalah tersebut

23. Pelaksanaan
24. Pelaporan
25. Evaluasi dan tindak lanjut
pengembangan kegiatan BK di sekolah
26. Pengembangan system dan program
27. Pembinaan dan pengembangan personil
28. pengembangan sarana.
: Laki-laki
: Perempuan

BAB II
STUDI KASUS DAN LAYANAN BK DI SEKOLAH

1. Identifikasi kasus
SOSIOGRAM MEMILIH TEMAN BELAJAR
KELAS 7F
Tahun 2008-2009
2. Diagnosis
3. Prognosis
4. Treatment
5. Follow up
BAB III
ANALISA DATA LAPANGAN

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Demikian Laporan pelaksanaan PKL ini tidak lain adalah untuk
mengetahui keseluruhan rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan
manajemen sekolah yang berlangsung di SMPN 19 Surabaya, baik dari segi
data maupun prakteknya dilapangan.
Dari hasil PKL, dapat disimpulkan bahwa manajemen SMPN 19
Surabaya ternyata tidak jauh beda dengan apa yang ada dalam teori
manajemen pendidikan.
Demikian laporan pelaksanaan PKL yang dapat penulis kemukakan.
Penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat dan konstribusi
positif bagi semua pihak, salah satu dapat memberikan rangsangan positif
untuk menambah professional calon manajer di masa mendatang, khususnya
penulis sendiri. Dan bilamana terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan
realita atau ada kesalahan yang tidak sesuai dengan realita, penulis
mengharapkan untuk dikoreksi seperlunya serta mohon kelapangan hati dari
semua pihak untuk sudi memberikan maaf kepada penulis.

B. Saran-saran
Seorang manajer dan guru sekaligus pendidik harus mempunyai rasa
tanggung jawab untuk memajukan sekolahnya seperti mencerdaskan siswa,
karena guru adalah sebagai pengganti orang tua di Sekolah. Jadi guru harus
bisa membimbing dan mengatarkan anak didiknya untuk mencapai kesuksesan
dalam belajar.
Semua tingkatan manajer hendaknya profesional dalam melakukan
tugasnya dan harus bisa mematuhi peraturan sekolah. Dan bagi seorang
manajer diharapkan selalu memiliki inovasi baru guna kemajuan sekolah.