Anda di halaman 1dari 11

Akuntansi Perpajakan

(Piutang)
Nama Kelompok :
Laras Murdaningrum 201310170311264
Ririn Okatia
201310170311299
Karina Ismurossa
201310170311312

Piutang

Klasifikasi Piutang menurut


IAI dlm PSAK No.9
Paragraf 07e:
Piutang ialah hak perusahaan kepada pihak lain
yang akan diterima dalam bentuk kas. Piutang
usaha terjadi karena penjualan barang atau
penyerahan jasa secara kredit. Piutang yang
dapat ditagih dalam 1 tahun dapat digolongkan
ke dalam aset lancar, sedangkan piutang yang
tidak dapat ditagih dalam 1 periode dapat
digolongkan pada asset lain-lain. Dalam SAKETAP yang di atur dalam IAI (2009:52)

Pitang usaha
Piutang lain-lain

Metode Pencatatan Kerugian


Piutang (Akuntansi)
Metode
Langsung

Metode Tidak
Langsung

Kerugian piutang yang


tidak dapat ditagih, baru
akan di akui sebagai
beban setelah piutang itu
benar-benar tidak
tertagih dan di hapuskan
dalam perkiraan piutang
usaha.

Setiap akhir periode


akuntansi perusahaan
perlu mengadakan
penaksiran besarnya
kerugian piutang yang
mungkin terjadi

Pencatatan Jurnal
Keterangan
Estimasi jumlah piutang
tak tertagih
Penghapusan piutang
usaha

Penghapusan Langsung

Metode Penyisihan

Tidak diperlukan

Beban piutang tak


tertagih
CKP

Beban piutang tak


tertagih
Piutang Usaha

CKP

Piutang Usaha
Beban piutang tak
Piutang Usaha yang telah
tertagih
di hapus ternyata dapat
Kas
di lunasi
Piutang Usaha

Piutang Usaha
Piutang Usaha
CKP
Kas
Piutang Usaha

Pengakuan Piutang ( Fiskal )

Perpajakan memberlakukan metode penghapusan


langsung (nyata-nyata tidak tertagih), lebih melihat
realitasnya. Tidak ada pengakuan Cad. Keurgian
Piutang

Pembentukan cadangan kerugian piutang (Fiskal)

UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasl 9


ayat (1) huruf C : untuk jenis usaha
tertentu di perbolehkan membentuk CKP

Bank dan
usaha lain yang
meyalurkan
kredit

Usaha asuransi
termasuk
BPJS

Lembaga
Penjamin
Simpanan

Usaha
Pertambangan

Usaha
Kehutanan

Usaha
Pengolahan
Limbah
Industri

Piutang yang nyata-nyata Tidak


tertagih
Syarat Pengahapusan ( UU PPh 36 thun
2008 psl 6 ayat (1) h
Telah di bebankan sebagai biaya.

WP harus menyerahkan daftar piutang yang tidak


dapat di tagih kepada DJP
Telah diserahkan perkara penagihannya kepada
PN, atau instansi pemerintah.

Piutang dengan pihak yang


mempunyai hub. istimewa
Syarat Hub.
Istimewa UU PPh
Nomor 36 Tahun
2008 Psl 18 ayat (4)
Kepemilikan
atau
penyertaaan
modal ( min
25% baik
langsung
ataupun
tidak
langsung

Penguasaan
melallui
manajemen
atau
penggunaan
teknologi

Hubungan
Keluarga

Hub. Istimewa bisa digunakan sbg


upaya penghindaran pajak, maka
diabuat UU PPh Nomor 36 Tahun
2008 Psal 18 ayat 3 a-d.

Nilai piutang dalam neraca

Nilai piutang
netto dalam
neraca secara
fiskal adalah
Saldo piutang
dikurangi dengan
piutang yang
benar-benar
tidak tertagih.

Pengakuan

Nilai piutang
netto dalam
neraca secara
komersial ialah
saldo piutang
dikurangi
penyisihan
piutang tak
tertagih

Pada penyampaian laporan


keuangan, tidak terdapat akun
cadangan kerugian piutang pada
neraca ataupun laba/rugi. PT
Gudang Garam di pastikan
menggunakan metode
penghapusan langsung ( directet
write off method ) terkait
kerugian atas piutang. Metode
tersebut adalah metode yang di
perbolehkan dalam perpajakan.
PT. Gudang Garam menggunakan
metode analisis umur piutang
dalam menaksir tingkat kerugian
piutangnya.

Hubungan Istimewa

Penyampaian Piutang

Perlakuan Akuntansi Perpajakan


PT. Gudang Garam (PIUTANG)

PT. Gudang Garam juga memiliki


kepemilikan secara langsung dan
tidak langsung pada entitas anak,
hal tersebut bisa disebut sebagai
hubungan istimewa. Karena
penyertaan kepemilikannya
sekitar 60%-100%, melebihi 25%
dari ketentuan perpajakan.
Ketika terjadi transaksi baik
piutang ataupun yang lainnya
dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, akan berlaku
Pasal 18 ayat (3 a-d) UU PPh
Nomor 36 Tahun 2008.

TERIMAKASIH