Anda di halaman 1dari 20

A.

ANGGARAN KOMPREHENSIF
Yaitu pemakaian secara luas konsep penganggaran dalam setiap kegiatan
perusahaan serta pemakaian pendekatan sistem secara keseluruhan (total
system approach) dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
Secara deskriptif, Anggaran Komprehensif adalah : pendekatan yang
sistematis dan formal untuk membuat dan menyelesaikan tugas
perencana, koordinasi, dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan
yang menjadi tanggung jawab manajemen.
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan bila melakukan penyusunan
budget secara keseluruhan (komprehensif) :
a. Adanya kepekaan secara sistematis terhadap kebijakan manajemen
b. Memudahkan diadakannya evaluasi tujuan akhir perusahaan secara
keseluruhan
c. Membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis terhadap
pelaksanaan kebijakan manajemen.
Alasan perusahaan sulit atau tidak menyusun anggaran komprehensi
disebabkan karena :
a. Tidak adanya keahlian (skill) manajemen untuk menyusun anggaran
secara keseluruhan
b. Terbatasnya dana untuk membuat budget secara keseluruhan.
Pedoman umum penyusunan Anggaran Komprehensif
1. Mengadakan spefikasi terhadap tujuan yang luas dari perusahaan
2. Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan
3. Menyusun rencara jangka panjang dan jangka pendek.
Isi dari anggaran komprehensif terdiri dari :
1. Forecasting Anggaran : yaitu anggaran yang berisi taksiran-taksiran
(forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu
(periode) tertentu dan taksiran-taksiran tentang keadaan atau finansial
perusahaan pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang.
2. Variabel Anggaran : yaitu anggaran yang berisi tentang tingkat
perubahan biaya atau tingkat variabelitas biaya, khususnya biayabiaya yang termasuk kelompok biaya semi variabel, sehubungan
dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.
3. Analisis Statistika dan Matematika : yaitu analisis yang
dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta untuk
mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan

pengawasan kerja, semua analisis tersebut perlu dilampirkan dalam


anggaran yang disusun.

Laporan Anggaran
Laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran yang dilengkapi dengan
berbagai analisis perbandingan antara anggaran dengan realisasinya,
sehingga dapat diketahui bila ada penyimpangan yang terjadi dan dapat
diambil kesimpulan serta tindak lanjutnya.
Business Budgeting yang Komprehensif.
1. Rencana Riil ( Substantive Plan ) yaitu merupakan rencana yang
mencerminkan materi-materi yang ingin dicapai perusahaan secara
formal baik yang dinyatakan secara umum maupun secara khusus.
Substantive plan merupakan strategi yang dipakai perusahaan yang
disesuaikan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh perusahaan.
Aktivitas yang termasuk dalam katagori subtantive plan adalah
a. Tujuan umum perusahaan
b. Tujuan khusus perusahaan
c. Strategi perusahaan
d. Instruksi rencana manajer ekskutif.
2. Rencana Keuangan (Financial Plan)
Yaitu penjabaran dari semua materi yang dituangkan dalam
substantive plan ke dalam suatu anggaran yang berdimensi keuangan
(finansial) dalam jangka waktu atau periode tertentu. Financial plan
mengkuantifisir tujuan, rencana dan kebijaksanaan perusahaan secara
lebih terinci.
Berdasarkan jangka waktunya, financial plan dibagi menjdi dua yaitu :
a. Anggaran Jangka Panjang (Stratigic plan)
Anggaran jangka panjang merupakan rencana perusahaan dengan
cakupan waktu yang panjang dengan penekanan pada
pengembangan profil perusahaan pada masa yang akan datang.
Anggaran jangka panjang mencerminkan perencanaan menyeluruh
tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka panjang dan

merupakan suatu kesatuan yang utuh dari rencana yang disusun


untuk kegiatan setiap tahun.
Anggaran Jangka Panjang meliputi :
1. Proyeksi penjualan, biaya, dan laba
2. Proyek-proyek utama dan penambahan modal
3. Aliran Kas dan pembiayaan
4. Kebutuhan personil.

b. Anggaran Tahunan (Tactical plan)


Anggaran tahunan merupakan rencana kegiatan perusahaan secara
rinci dalam satu tahun anggaran yang dituangkan dalam anggaran
operasional dan anggaran keuangan.
1. Anggaran Operasional
Anggaran operasional merupakan rencana kegiatan perusahaan
yang ditangani oleh masing-masing departemen perusahaan,
misalnya departemen pemasaran, departemen produksi,
departemen keuangan, departemen R &D, departemen
administrasi, departemen personalia dan lain-lain.
Anggaran operasional meliputi :
a. Anggaran Laba / Rugi
b. Anggaran Pembantu Laba / Rugi
1. Anggaran penjualan (Sales Budget)
2. Anggaran produksi (Production budget)
3. Anggaran biaya distribusi (Distribution expense budget)
4. Anggaran tipe apropiasi (appropriation type budget)
Dalam perusahaan, anggaran seperti ini memberikan batas
pengeluaran yang diijinkan, misalnya bagian penelitian dan
pengembangan (R&D) pemeliharaan dan bagian promosi.
2. Anggaran keuangan
Yaitu anggaran yang memproyeksikan anggaran modal
(anggaran jangka panjang), anggaran kas, anggaran neraca dan
anggaran aliran kas perusahaan.
a. Anggaran keuangan meliputi :
Anggaran neraca

b.

c.

d.

e.

Aktiva (aktiva lancar, aktiva tetap)


Pasiva (Utang jangka pendek, utang jangka panjang, modal
sendiri)
Anggaran Pembantu Neraca meliputi :
Anggaran Kas
Anggaran Piutang
Anggaran Hutang
Anggaran Penambahan Modal
Anggaran Penyusutan Aktiva
Anggaran Persediaan
Anggaran Biaya Finansial
Anggaran Variabel (Variable Expense Gudget)
Yaitu perubahan biaya / pengeluaran perusahaan yang
diakibatkan oleh perubahan tingkat kegiatan produksi.
Data Statistik Pelengkap
- Cost-Volume-Profit Analisis (Break Even Point Analisa)
- Ratio Analysis
- Berbagai standar biaya
Laporan Internal
- Laporan dengan statistical (Statistical report)
- Laporan khusus (special report)

Laporan rekaman hasil realisasi anggaran (Performance)

ANGGARAN KOMPREHENSIF

1.
2.
1.
2.
3.

Anggaran komprehensif ( comprehensive budget ) adalah penyusunan rencana


perusahaan secara keseluruhan. Anggaran komprehensif ini menjelaskan tentang proses dan
tahapan dalam penyusunan master budget. Adapun dalam penyusunan master budget di awali
dengan penyusunan anggaran penjualan yang kemudian di lanjutkan dengan penyusunan
anggaran biaya pemasaran, anggaran produksi, anggaran biaya administrasi. Setelah tahap ini
informasi dari anggaran produksi dapat di susun anggaran pembelian bahan baku, anggaran
biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead dan pada tahap terakhir dapat di
susunlah laporan keuangan perusahaan yang di awali dengan penyusunan anggaran kas,
anggaran rugi laba dan anggaran neraca, yang merupakan cerminan kondisi keuangan
perusahaan.
Secara lebih tegas istilah comprehensive daam penganggaran dapat diartikan sebagai :
Pemakaian secara lebih luas konsep-konsep penganggaran dalam setiap kegiatan perusahaan
Pemakaian totoal system approach dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari
Pedoman umum yang diperhatikan dalam penyusunan anggaran komprehensif :
Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas daripada perusahaan
Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan
Menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek

Komponen-komponen yang terdapat pada anggaran komprehensif

I.

Substantive plan

Substantive plan merupakan rencana yang mencerminkan tujuan apa yang ingin
dicapai oleh suau perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, strategi
yang dipakai serta asumsikannya. Substantive plan sedapat mungkin disusun dalam bentuk
yang formal sehingga dapat dijadikan pedoman yang sungguh-sungguh bagi perusahaan.

II.

Financial plan

Financial plan merupakan penyajian secara lebih terperinci senua tujuan, rencana dan
strategi serta kebijakan perusahaan untuk periode-periode waktu tertentu.
Berdasarkan jangka waktu financial plan dikelompokan menjadi dua (2),yaitu :
A. Anggaran jangka panjang (strategic plan)
Anggaran jangka panjang merupakan suatu perencanaan perusahaan untuk jangka
waktu yang lama, yakni lebih dari satu tahun atau bahkan lebih dari lima atau sepuluh tahun.
Penyusunan anggaran ini dilakukan sesuai dengan pola tujuan yang telah disusun
pada saat perusahaan didirikan yang hanya tidak untuk satu atau dua tahun saja. Oleh karena
itu, rencana jangka panjang merupakan suatu kesatuan yang utuh daripada rencana-rencana
yang disusun untuk kegiatan-kegiatan setiap tahun dan anggaran ini berguna untuk menyusun
anggaran tahunan.
Penjualan biaya dan laba
Penentuan besarnya modal
Penentuan tambahan modal
Perkiraan arus dana
Perkiraan kebutuhan tenaga kerja
B. Anggaran tahunan
Anggaran tahunan merupakan perencanaan kegiatan-kegiatan tahunan suatu perusahaan.
Anggaran tahunan dikelompokan menjadi dua,yaitu :
1) Anggaran oprasional
Merupakan rencana seluruh kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan
yaitu mendapatkan keuntungan. Anggaran oprasional dibagi menjadi dua (2),yaitu :
a) Anggaran proyeksi laba/rugi. Dalam anggaran ini dihitung atau ditaksir besarnya laba, baik
menurut bagian, menurut jenis produk maupun kaba yang merupakan keseluruhan
b) Anggaran pembantu laporan laba/rugi. anggaran ini meliputi seluruh anggaran kegiatankegiatan yang menyokong penyusunan suatu laporan laba/rugi,yakni:
Anggaran penjualan ; Anggaran ini menggambarkan berapa revenue yang dterima sebagai
akibat dilakukannya penjualan-penjualan pada periode yang akan datang. Anggaran penjualan
akan menjadi dasar untuk penyusunan anggaran-anggaran lainnya. Kesalahan penyusunan
anggaran penjualan akan berakibat anggaran-anggaran lain juga ikut mengalami kesalahankesalahan yang akhirnya akan merugikan perusahaan. Oleh karena itu, kita harus
mempertimbangkan beberapa factor pembatas, seperti kemampuan menjual yang dimiliki
perusahaan.
Anggaran produksi; Anggaran ini disusun dengan memperhatikan segala kegiatan produksi,
untuk menunjang anggaran kegiatan yang telah disusun,antara lain : anggaran jumlah yang
harus diproduksi, anggaran bahan mentah, anggaran tenaga kerja langsung, anggaran biaya
overhead pabrik
Anggaran biaya distribusi; anggaran ini mencakup semua biaya-biaya yang akn dikeluarkan
oleh perusahaan dalam pemasaran produk.

Anggaran biaya umum dan administrasi; anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi
semua biaya-biaya yang dikeluarkan unutk direksi dan stafnya, bagian keuangan, dan bagian
administrasi. Sedangkan anggaran administrasi adalah anggaran semua biaya-biaya untuk
kegiatan yang menunjang usaha perusahaan diluar kegiatan pabrik.
Anggaran tipe appropriasi; anggaran yang berisi biaya yang tidak dapat dikategorikan
sebagai biaya anggaran-anggaran sebelumnya. Contoh : anggaran pemeliharaan, anggaran
penelitian

2) Anggaran keuangan/anggaran finansial


Anggaran keuangan ini disusun sebagai akibat terjadinya perubahan kekayaan ,utang
dan piutang perusahaanperubahan tersebut diakibatkan oleh kegiatan yang dilakukan
perusahaan meliputi :
a) Anggaran proyeksi neraca.
Anggaran proyeksi neraca mencerminkan perkiraan semua aktiva dan pasiva yang akan yang
akan dimiliki aleh suatu perusahaan pada akhir suatu periode produksi
b) Anggaran pembantu proyeksi neraca.
Anggaran ini memperinci masing-masing pos yang ada di dalam neraca, terutama pos-pos
yang berhubungan dengan masalah likuiditas perusahaan. Pos-pos tersebut antara lain :
anggaran kas
anggaran piutang
anggaran utang
anggaran penambahan modal
anggaran penyusutan aktiva
Anggaran oprasional (operation budget) dan anggaran financial(financial buget)
adalah bagian dari planning atau forecasting budgetselain anggaran forecasting,maka
selanjutnya dalam dalam anggaran comprehensive anggaran dikenal pula :
1. Anggaran variable untuk berbagai biaya/pengeluaran ( variable expenses budget )
2. Data statistic pembantu (supplementary statistic)
3. Laporan anggaran kepada manajemen tentang pelaksanaan anggaran ( internal report)

ANGGARAN KOMPREHENSIF
Komprehensif : menyeluruh / secara keseluruhan
Dalam penyusunan anggaran, perusahaan menggunakan 2 cara :
1. Sebagian demi sebagian ( partial )
2. Secara keseluruhan ( comprehensive )
Anggaran Komprehensif ( Comprehensive Budget ) : penyusunan rencana perusahaan
(Business budget) secara keseluruhan.
Anggaran Komprehensif ( Comprehensive Budget ) : suatu rangkaian dari anggaran
perusahaan yang disusun secara lengkap.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan perusahaan menyusun anggaran :
1. Perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk membuat anggaran secara keseluruhan .
2. Tidak tersedianya data yang lengkap tentang keseluruhan bagian dalam perusahaan.
3. Kekurangan biaya untuk membuat anggaran yang lengkap sehingga disusun anggaran yang
perlu.

a.
b.
1.
2.
3.

1.
2.
a.
b.
c.
d.

Tujuan menyusun anggaran komprehensif : membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis
terhadap pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen.
Secara lebih tegas istilah Comprehensive dalam penganggaran diartikan sebagai :
Pemakaian secara lebih luas konsep-konsep penganggaran dalam setiap kegiatan perusahaan
Pemakaian total sistem approach dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
Pedoman umum penyusunan anggaran komprehensif :
Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas daripada perusahaan
Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan
Menyusun rencana jangka panjang& jangka pendek.
Anggaran Operasional
Adalah rencana seluruh kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Terbagi menjadi :
Anggaran proyeksi Rugi/Laba
Anggaran pembantu laporan L/R terdiri dari :
Anggaran Penjualan
Anggaran Produksi
Anggaran Biaya Distribusi
Anggaran Biaya Umum dan Administrasi

Anggaran Komprehensif
1. Anggaran yang di susun dengan
memperhitungkan seluruh aktivitas perusahaan
meliputi aktivitas produksi, pemasaran,
manajemen keuangan, dan manajemen sumber
daya manusia. Besar kecilnya anggaran
perusahaan komprehensif tergantung pada
ukuran perusahaan dan spesifikasi / naturalitas
usaha.
2. Anggaran yang menggabungkan keseluruhan
rencana organisasi dalam bentuk anggaran
anggaran parsial yang saling terkait dan
terintegrasi untuk di jadikan dasar operasional
perusahaan dalam periode tertentu.
Anggaran Komprehensif
Tahapan dalam Penyusunan Anggaran Komprehensif
1. Berdasarkan pada data penjualan tahun
sebelumnya yang memperhatikan faktor eksternal
2. Berdasarkan pada anggaran penjualan maka dapat
disusun anggaran produksi selama satu periode
3. Berdasarkan pada anggaran produksi dapat di
susun anggaran pembelian bahan baku
4. Berdasarkan pada anggaran penjualan dan
anggaran produksi dapat disusun anggaran biaya
administrasi
5. Berdasarkan anggaran penjualan, produksi, bahan
baku, tenaga kerja, overhead dan anggaran
administrasi dapat disusun anggaran laba
Setelah penyusunan anggaran laba maka dapat
disusun anggaran keuangan (target pencapaian
kekayaan perusahaan dan sumber2 dlm satu
periode. Setelah itu disusun anggaran investasi
perusahaan dlm jangka panjang
7. Berdasarkan pada gabungan anggaran penjualan,
produksi, administrasi, operasi, dan anggaran
investasi dapat disusun anggaran kas (rencana
penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan)
8. Pada tahap akhir disusun taksiran anggaran
neraca yang merupakan gambaran kondisi
keuangan perusahaan.
Contoh soal :
PT.Indomebel adalah sebuah perusahaan produsen meja. Produk
perusahaan ini adalah meja tulis (MT), meja komputer (MK), meja
belajar (MB) dan meja makan (MM). Pada bulan November 2008
departemen anggaran perusahaan ini menyajikan data berikut
berkaitan dengan pembuatan anggaran perusahaan tahun 2009 :

Kas

1.625.000.000

Piutang
Usaha

550.000.000

Perlengkapan
Kantor

Hutang Usaha

60

Hutang Bank

70

4.000.000

Persediaan
Bahan Baku

136.000.000

Persediaan
Barang Jadi

786.000.000

Modal Saham

2.00

Aktiva Tetap

1.200.000.000

Laba Ditahan

1.00

Total Aktiva

4.301.000.000

Total Pasiva

4.30

Perusahaan merencanakan menjual MT sebanyak 10.000 unit, MK


sebanyak 8.000 unit, MB sebanyak 6.000 unit dan MM sebanyak
4.000 unit. Sedangkan harga jual per unitnya adalah Rp 200.000
untuk MT, Rp 250.000 untuk MK, Rp 300.000 untuk MB dan Rp
400.000 untuk MM.
Seluruh produk tersebut dipasarkan di seluruh pulau Jawa.
Diperkirakan , sebanyak 30% diserap DKI Jakarta, sebanyak 25%
diserap Jawa Barat, sebanyak 20% diserap Jawa Tengah dan
sisanya diserap Jawa Timur.
Perusahaan memiliki 9 orang wiraniaga dengan wilayah
penjualan yang berbeda, yaitu :

Nama Wiraniaga

Wilayah

Koming

DKI

Lindon

DKI

Manto

Jawa Barat

Nanang

Jawa Barat

Omar

Jawa Tengah

Parto

Jawa Tengah

Ratno

Jawa Timur

Suparman

Jawa Timur

Tarman

Jawa Timur

Diperkirakan persediaan meja pada awal tahun 2009 sebanyak


2.400 unit MT, 1.500 unit MK, 1.100 unit MB dan 600 unit MM.
Nilai total persediaan barang jadi pada awal tahun 2009 tersebut
adalah sebesar Rp 786.000.000. Sedangkan persediaan meja
pada akhir tahun 2009 yang diinginkan adalah sebanyak 600
unit MT, 700 unit MK, 1.200 unit MB dan 750 unit MM.
Keempat produk tersebut menggunakan bahan baku yang sama,
yaitu Kayu, Kayu Lapis dan Melamin. Setiap 1 unit MT
membutuhkan kayu sebanyak 1 meter, kayu lapis 3 meter dan
melamin 1 meter. Sedangkan setiap 1 unit MK membutuhkan
kayu sebanyak 0,5 meter, kayu lapis 2 meter dan melamin 1,2
meter. Setiap 1 unit MB membutuhkan kayu 1 meter, kayu lapis
2,5 meter dan 1,5 meter melamin. Setiap 1 unit MM memerlukan
2 meter kayu, 2 meter kayu lapis dan 2 meter melamin.
Diperkirakan, harga beli semua bahan baku tersebut akan stabil
sepanjang tahun 2009 mendatang. Dimana harga beli 1 meter
kayu sebesar Rp 19.000 ; harga beli 1 meter kayu lapis Rp 15.000
dan harga beli 1 meter melamin sebesar Rp 12.500.
Diperkirakan persediaan bahan baku pada awal tahun 2009
sebanyak 4.000 meter kayu, 2.800 meter kayu lapis dan 1.500
meter melamin. Nilai total persediaan bahan baku pada awal
tahun 2009 tersebut adalah sebesar Rp 136.000.000. Sedangkan
persediaan bahan baku yang diinginkan untuk akhir tahun 2009
adalah sebanyak 2.500 meter kayu, 3.000 meter kayu lapis dan
900 meter melamin.

Untuk membuat satu buah MT diperlukan 4 jam kerja langsung,


untuk MK memerlukan 5 jam kerja langsung, MB sebanyak 7 jam
kerja langsung dan MM sebanyak 7 jam kerja langsung. Setiap
tukang kayu dibayar Rp 3.000 per jam kerja.
Sedangkan untuk biaya overhead pabrik, jumlah biaya yang dikeluarkan
diperkirakan sebesar :

Nama Biaya
Biaya Pelitur dan Cat
Biaya Paku dan Pasak
Biaya Mandor dan Satpam
Biaya Listrik Pabrik
Biaya Telepon Pabrik
Biaya Air Pam Pabrik
Biaya Depresiasi Mesin
Biaya Depresiasi Bangunan Pabrik
Diperkirakan, selama tahun 2009 perusahaan akan mengeluarkan biaya operasi
sebagai berikut:

Nama Biaya

Jumla

Gaji Karyawan Kantor Pemasaran

34.00

Gaji & Komisi Salesman

42.00

Biaya Iklan

28.00

Biaya Angkut Penjualan

22.00

Biaya listrik, air, telepon Kantor Pemasaran

42.00

Biaya Depresiasi Kendaraan Pemasaran

36.00

Biaya Depresiasi Gedung Pemasaran

24.00

Gaji Karyawan

Administrasi & Direksi

252.00

Biaya listrik, air, telepon Kantor Administrasi

48.00

Biaya Depresiasi Gedung Administrasi

24.00

Biaya Depresiasi Kendaraan Administrasi

48.00

Biaya Bunga

16.00

Biaya Pemakaian Perlengkapan Kantor Adm.

12.00

Dari seluruh biaya pemasaran tersebut, sebanyak Rp 84.000.000.


merupakan biaya variabel yang dibebankan secara merata kepada
setiap produk yang dijual dan sisanya merupakan biaya tetap.
Dari total penjualan yang dilakukan perusahaan, diperkirakan
sebanyak 75% akan dibayar pada tahun 2009, sedangkan
sisanya akan dibayar pada tahun 2003. Sedangkan dari total
pembelian bahan baku di tahun 2009, diperkirakan akan
dibayar dan dilunasi ditahun 2009 sebesar 60%. Sedangkan
pembayaran biaya-biaya yang lain, seperti biaya tenaga kerja,
biaya overhead, biaya pemasaran dan biaya administrasi akan
dibayar secara tunai.
Berkaitan dengan rencana aktivitas investasi dan aktivitas keuangan serta
aktivitas operasi lainnya di tahun 2009, dari bagian akuntansi diperoleh data
berikut :

Aktivitas

Jum

Penerimaan Piutang Usaha

40

Pembayaran Hutang Usaha

32

Pembayaran Hutang Bank

25

Penerimaan Kredit dari Bank

30

Penerbitan Obligasi

50

Pembelian Mesin

60

Pembangunan Bangunan Pabrik

30

Penjualan Kendaraan

20

Pembelian Kendaraan

37

Sedangkan saldo kas pada awal Januari tahun 2009 diperkirakan berjumlah
sebesar Rp 1.625.000.000. Berdasarkan data tersebut diatas, jika disusun
anggaran komprehensif akan terlihat seperti berikut ini :
Anggaran Penjualan Per Wilayah Pemasaran

Jenis

Volume Penjualan Per Wilayah

Volume

Produk

DKI

JaBar

JaTeng

JaTim

Total

Pe

MT

3.000

2.500

2.000

2.500

10.000

20

MK

2.400

2.000

1.600

2.000

8.000

25

MB

1.800

1.500

1.200

1.500

6.000

30

MM

1.200

1.000

800

1.000

4.000

40

To

Anggaran Penjualan Per

Nama
Wiraniaga

Wiraniaga

Volume Penjualan Per Je


MT

MK

MB

Koming

1.800

1.440

Lindon

1.200

960

Manto

1.000

800

Nanang

1.500

1.200

Omar

1.000

800

Parto

1.000

800

Ratno

750

600

Suparman

750

600

1.000

800

10.000

8.000

Tarman
Total
Anggaran

Produksi

Jenis
Produk

Volume
Penjualan

Persediaan
1/1/2009

31/12/200

MT

10.000

2.400

MK

8.000

1.500

MB

6.000

1.100

1.2

MM

4.000

600

Anggaran Kebutuhan Bahan

MT
Jenis
Bahan

Per unit

Kayu

Kayu
Lapis

Melamin

MK
Total

Per unit

MB
Total

8.200 0,5
24.600 2

Per unit

Total

3.600 1

6.100

14.400 2,5

15.250

8.640 1,5

9.150

8.200 1,2

Anggaran Pembelian Bahan

Jenis
Bahan

Kebutuhan
Produksi

Persediaan
1/1/2009

31/12/2009

Unit

Ha

Kayu

26.200

4.000

2.500

24.700 19.

Kayu Lapis

62.550

2.800

3.000

62.750 15.

Melamin

34.290

1.500

900

33.690 12.
Total

Anggaran Biaya Tenaga Kerja

Jenis
Produk

Jam Kerja
Per Unit

Total

Tarif
Per Jam

MT

32.800

3.000

MK

36.000

3.000

MB

42.700

3.000

MM

29.050

3.000
Total

Rp

Anggaran Biaya Overhead

Nama Biaya

Jumlah

Biaya Bahan Penolong :


Biaya Pelitur dan Cat

20.000

Biaya Paku dan Pasak

6.000

Biaya Tenaga Kerja Penolong :


Biaya Mandor dan Satpam

48.000

Biaya Pabrikase Lain :


Biaya Listrik Pabrik

60.000

Biaya Telepon Pabrik

12.000

Biaya Air Pam Pabrik

6.000

Biaya Depresiasi Mesin

30.000

Biaya Depresiasi Bangunan Pabrik

18.000

Total

Rp

200.000

Anggaran Biaya Operasional

Gaji karyawan kantor pemasaran

34.00

Gaji dan komisi wiraniaga

42.00

Biaya iklan

28.00

Biaya angkut penjualan

22.00

Biaya listrik, air & telepon

42.00

Biaya depresiasi kendaraan pemasaran

36.00

Biaya depresiasi gedung pemasaran

24.00

Biaya pemasaran total


Gaji karyawan administrasi & direksi

252.00

Biaya listrik, air & telepon

48.00

Biaya bunga

16.00

Biaya pemakaian perlengkapan kantor

12.00

Biaya depresiasi gedung administrasi

24.00

Biaya depresiasi kendaraan

48.00

Biaya administrasi & umum total


Total Biaya Komersial
# Penjualan
# HPP :
- Persediaan bahan, 1/1/09

136.000.000

- Pembelian bahan

1.831.675.000

- Bahan siap digunakan

1.967.675.000

- Persediaan bahan, 31/1/09

(103.750.000)

- Biaya bahan

1.863.925.000

- Biaya tenaga kerja

421.650.000

- Biaya overhead

200.000.000

- Biaya produksi

2.485

- Persedian BJ, 1/1/09

786

- BJ siap dijual

3.271

(309
- Persediaan BJ, 31/12/09
- Harga Pokok Penjualan
# Laba Kotor
# Biaya Operasional :
- Biaya Pemasaran

228

- Biaya Administrasi

400

Biaya Operasional Total


# Laba Usaha Dianggarkan
Anggaran Kas

Keterangan
# Saldo Kas, 1 Januari 2009

Penerimaan
1.625.000.000

# Aktivitas Operasional :
- Penjualan tunai
- Pembelian bahan baku
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja
- Biaya overhead

5.550.000.000

- Biaya pemasaran
- Biaya administrasi
- Biaya depresiasi

180.000.000

# Aktivitas Investasi :
- Pembelian kendaraan
- Pembelian mesin
- Pembangunan gedung
- Penjualan kendaraan

200.000.000

# Aktivitas Pendanaan :
- Kredit bank

300.000.000

- Obligasi

500.000.000

- Penerimaan Piutang usaha

400.000.000

- Pembayaran Hutang bank


- Pembayaran Hutang Usaha
Jumlah

8.755.000.000

Saldo Kas, 31 Desember 2009

4.556.345.000

Proyeksi

Neraca

Per 31 Desember 2009

Kas
Piutang Usaha
Perlengkapan Kantor

4.556.345.000
2.000.000.000
4.000.000

Persediaan Bahan Baku

103.750.000

Persediaan Barang Jadi

309.820.700

Aktiva Tetap

Total Aktiva

Huta
Usaha

Hutang Ban
Obligasi

Modal Saha

2.095.000.000

Laba Ditah

9.068.915.700

Total Pasiv