Anda di halaman 1dari 22

STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
ANGGONO
DEBORA FRISKA SIAHAAN
DESI MELA SARI
DESI MENTARI SIJABAT
DWI ATIKA ANGGRAINI
DWI AYU SABRINA PUTRI
ROSMAULITA APRININGSIH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
T.P. 2016

BAB I
PEMBAHASAN
1.1.

Latar Belakang
Apresiasi penuh pada lingkup akuntansi sekarang dan masa mendatang tergantung

pada pemahaman teknik akuntansi maupun struktur teori akuntansi di mana teknik
diturunkan. Pengembangan struktur teori akuntansi untuk memberikan justifikasi yang lebih
baik pada aturan-aturan dan teknik-teknik yang telah ada dimulai dengan pengujian yang
dilakukan oleh Paton tentang pondasi dasar akuntansi.
Untuk mengetahui teori akuntansi, pada dasarnya yang harus dipelajari terlebih
dahulu yaitu kita harus menganalisis dan bisa mengurai unsur-unsur teori akuntansi itu
sendiri. Salah satu upaya untuk itu adalah mengenal elemen-elemen teori akuntansi. Teori
akuntansi keuangan dibangun untuk mengembangkan akuntansi keuangan yang sesuai dan
bermanfaat bagi para pemakainya, struktur teori akuntansi itu dimulai dari perumusan tujuan
laporan keuangan, baru dari tujuan ini dirumuskan apa itu postulat, konsep, prinsip, dan
akhinrya standar akuntansi yang merupakan pedoman atau teknik penyusunan laporan
keuangan.
Dalam mendefinisikan akuntansi terdapat pandangan yang berbeda-beda. Pada
perkembangan saat ini akuntansi dapat kita definisikan dengan mengacu pada konsep
informasi. Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitias ekonomik yang diperkirakan
bermanfaat dalam pembuatan-pembuatan keputusan ekonomik, dalam membuat pilihan
antara alternatif tindakan yang ada.
Para akuntan memliki pandangan yang berbeda-beda tentang proses akuntansi dalam
menguraikan perbedaan teori-teori akuntansi. Sebelum menguji pendekatan-pendekatan
tradisional dalam perumusan teori akuntansi, akan lebih baik apabila dilakukan pengujian
terhadap beberapa pandangan yang telah membentuk perkembangan akuntansi keuangan.
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan
dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai
kumpulan gagasarn (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis
tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan
untuk menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam

makalah ini adalah:


1. Apa yang dimaksud dengan struktur teori akuntansi?
2. Apa saja elemen-elemen struktur teori akuntansi?
3. Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?
4. Bagaimana perumusan tujuan laporan keuangan?
5. Apa saja yang menjadi tujuan laporan keuangan?
6. Bagaimana konsep dasar laporan keuangan?
1.3.

Manfaat Makalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka manfaat pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian struktur teori akuntansi.
2. Untuk mengetahui elemen-elemen struktur teori akuntansi.
3. Untuk mengetahui pengertian laporan keuangan.
4. Untuk mengetahui perumusan tujuan laporan keuangan.
5. Untuk mengetahui tujuan laporan keuangan.
6. Untuk mengetahui konsep dasar laporan keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Struktur Teori Akuntansi


Struktur teori akuntansi adalah elemen-elemen yang saling terkait dan menjadi

pedoman bagi pengembangan teori dan perumusan standar (Panga, 2014). Struktur teori
akuntansi meliputi beberapa elemen yaitu sebagai berikut:
1. Pernyataan tujuan laporan keuangan.
2. Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi
asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan
dari pernyataan tujuan.
3. Pernyataan tentang prinsip prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep
teoritis.
4. Batang tubuh teknik teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip prinsip
akuntansi.
Untuk lebih jelas dalam memahami struktur akuntansi, berikut merupakan gambar
yang menampilkan struktur teori akuntansi secara garis besar:
1.Tujuan Pelaporan
Keuangan

2a.Postulat Akuntansi

2b.Konsep Teoristis
Akuntansi

3.Prinsip Prinsip Dasar


Akuntansi
4. Teknik Teknik Akuntansi

Gambar Struktur Teori Akuntansi (Sumber: Ikhsan, 2015:92)


2.2.

Elemen Struktur Teori Akuntansi

2.2.1. Tujuan Laporan Keuangan


Menurut SAK yang dikeluarkan oleh IAI tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi

keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan.
Tujuan laporan keuangan menurut IAI (2007) adalah sebagai berikut :
1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi .
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar
pamakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh dari kejadian masa lalu.
3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan terhadap
manajemen.
Sedangkan menurut FASB (1979) tujuan pelaporan keuangan adalah :
1. Berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas bisnis
dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi, serta kredit.
2. Berguna untuk investor yang ada dan yang potensial, kreditur yang ada dan yang
potensial serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian arus
kas masa depan.
3. Menunjukkan tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut
dan perubahan lainnya.
2.2.2. Sifat Postulate Akuntansi
Postulat, tujuan dan defenisi merupakan sumber tertinggi untuk bias melakukan
deduksi dalam mengembangkan kerangka konseptual akuntansi. Pandangan teori akuntansi
dalam domain ini adalah bahwa system deduktif terdiri dari tiga perbedaan tingkat pernyataan
yang selanjutnya menurun kea rah tingkat generalisasi.
Postulates (asumsi dasar)
Defenisi-defenisi
Tujuan akuntansi

Prinsip-prinsip (standar)
Prosedur-prosedur (metoda)

POSTULAT AKUNTANSI

Postulat akuntansi menganggap bahwa setiap perusahaan adalah suatu unit akuntansi
yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan dari perusahaan-perusahaan lain. Pustulat
akuntansi adalah sebagai berikut :
Postulat Entitas
Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan adalah unit akuntansi yang
terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Batasan entitas ekonomi dapat
didefenesikan dengan :
1. Menentukan kepentingan individual atau kelompok lain.
2. Menentukan sifat kepentingan individual atau kelompok.
Postulat Kelangsungan Usaha
Postulat ini menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan
proyek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan.postulat mengasumsikan bahwa
perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa mendatang yang dapat diketahui
dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk periode yang tidak tertentu.
Postulat Unit Pengukur
Postulat ini juga disebut monetary unit postulate yang manganggap bahwa setiap transaksi
harus diukur dengan suatu alat ukur atau alat tukar yang seragam. Alat ukur yang dipakai
dalam akuntansi adalah alat ukur moneter.
1. Akuntansi terbatas pada pemberian informasi yang dijabarkan dalam ukuran moneter
(uang) , tidak mencatat informasi relevan lainnya yang sifatnya moneter (misalnya
kilogram, meter, luas, junlah, jarak, sehingga akuntansi dianggap bahwa informasi
yang: kuantitatif, formal, terstruktur, dapat diaudit, angka-angka dan berorientasi
masa lalu.
2. Keterbatasan kedua adalah terkandung dalam unit moneter itu sendiri yang sifatnya
atau nilainya berfluktuasi karena tergantung pada kemampuan daya belinya.
Postulat Periode Akuntansi
Postulat

periode

akuntansi

menyatakan

bahwa

laporan

keuangan

yang

menggambarkan perubahan dalam kesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara


periodic.
KONSEP TEORITIS AKUNTANSI

Konsep teoritis akuntansi menyangkut kepemilikan atau control terhadap entitas


akuntansi yang akan dilaporkan sehingga sifat dan jenis informasi yang dibuat diarahkan
untuk kegunaan atau pemakaian pihak yang mengontrol perusahaan/lembaga.
Beberapa konsep umum teoritis akuntansi adalah sebagai berikut :
Teori Propietary (Teori Kepemilikan)
Menurut teori ini, entitas adalah agen, perwakilan, atau pengaturan dimana seorang
wirausahawan atau pemegang saham beroperasi. Sudut pandang dari teori ini memandang
kelompok pemilik adalah sebagai pusat kepentingan yang dicerminkan dalam cara-cara
dimana catatan akuntansi disimpan dan laporan keuangan disusun. Tujuan utama teori ini
adalah penentuan dan analisis dari kekayaan bersih (net woth) pemilik.
Persamaan akuntansi teori ini adalah:
ASSET LIABILITIES = PROPRIETORS THEORY
(pemilik memiliki asset dan sekaligus juga mempunyai kewajiban, sehingga kekayaan
bersihnya adalah kekayaan perusahaan dikurangi dengan kewajiban perusahaan.
Teori Entitas
Menurut teori ini, entitas dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang
menamkan modal ke dalam suatu perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusar
perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik.
Kesamaan akuntansi menurut konsep ini adalah :
ASSET= EQUITIES ASSET= LIABILITIES + STOCKHOLDERS EQUITY
(asset adalah hak perusahaan, equity (pemili fiktif) merupakan sumber asset yang bias berasal
dari kreditor atau pemilik yang merupakan kewajiban entitas.
Teori Dana
Teori ini memusatkan perhatian pada harta atau asset centered dalam arti kata menjadi
focus perhatiannya adalah penggunaan asset yang dibatasi.
Kesamaan akuntansi dana adalah sebagai berikut :
ASSET = PEMBATASAN (RESTRIKSI) ASSET
Dalam persamaan ini unit akuntansi idefenisikan dalam istilah asset. Dan pengunaan
asset ini adalah terbatas. Kewajiban merupakan suatu pembatasan ekonomi secara hokum
terhadap penggunaan asset.
Teori Enterprise

Menurut teori ini akuntansi jangan hanya mementingkan informasi bagi pemilik
entitas, tetapi juga pihak lainnya yang juga memberikan kontribusi langsung dan tidak
langsung kepada eksistensi dan keberhasilan suatu perusahaan atau lembaga.
Teori Komando
Dalam teori ini, kualitas commander (pimpinan) dan ide-ide mereka sangat penting
untuk menjeneralisasi teori komando dan teori control dibandingkan kualitas teknis dan
arsitektur mereka terhadap system komunikasi mereka.
2.2.3.

Prinsip-Prinsip Akuntansi
Prinsip akuntansi merupakan suatu pedoman dalam menyusun laporan keuangan

yang secara umum dapat diterima oleh semua pihak. dalam praktik-praktik bisnis biasanya
sering dijumpai bahwa laporan keuangan harus disusun dan disajikan sesuai prinsip akuntansi
berterima umum yang disingkat dengan PABU, atau di Amerika disebut dengan GAAP
(Generally Accepted Accounting Principles). APB Statement no 4. Menguraikan pendekatan
pada prinsip-prinsip yaitu :
Penyajian prinsip-prinsip berterima umum merupakan hasil suatu proses evaluasi
yang diharapkan terus berlanjut dimasa mendatang. Perubahan dapat saja berupa pada
setiap tingkatan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum
Perubahan terhadap prinsip-prinsip akuntansi berterima umum dapat dilakukan untuk
menanggapi perubahan kondisi ekonomi dan social, terhadap pengetahuan dan
teknologi baru, dan terhadap permintaan pengguna akan informasi keuangan yang
lebih berguna. Sifat dinamis akuntansi keuangan-kemampuannya untuk berubah
dalam menanggapi perubahan kondisi memungkinkannya untuk menjaga dan
meningkatkan kegunaan informasi yang dihasilkan.
Laporan keuangan akan memenuhi fungsinya dengan baik apabila yang terkandung
dalam laopran keuangan memberikan simpulan yang sama bagi penyaji maupun pemakai.
Kalau prinsip akuntansi berterima umum (termasuk standar) merupakan suatu pedoman
pelaporan keuangan, maka standar akuntansi yang berisi prinsip-prinsip yang telah dipilih
sesuai dengan tujuan pelaporan. Biasanya berisi ketentuan mengenai hal-hal berikut ini.

1. Definisi elemen dan pos laporan keuangan

Standar akuntansi memberikan batasan (definisi) pengertian istilah atau nama-nama


yang digunakan dalam laporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh
penyusun dan kesalahan interpretasi oleh pemakai.
2. Pengukuran atau penilaian
Pengukuran (measurenment) atau penilaian (valuation) adalah penentuan jumlah
rupiah sebagai unit pengukur pada suatu obyek yang timbul dari suatu transaksi
keuangan.
3. Pengakuan (recognition)
Pengakuan adalah pencatatan suatu jumlah rupiah (biaya) kedalam system akuntansi
sehingga jumlah tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan tercermin dalam laporan
keuangan.
4. Pengungkapan dan penyajian (disclosyre and presentation/display)
Pengungkapan berarti pembeberan hal-hal informasi yang dianggap penting dan
bermanfaat bagi pemakai selain apa yang dapat dinyatakan melalui laporan keuangan
utama dan cara-cara penyampaiannya.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) IAI menetapkan prinsip-prinsip dasar akuntansi
meliputi sebagai berikut : (1) dasar akrual dan (2) kelangsungan usaha.
DASAR AKRUAL
Dasar akrual menyebutkan bahwa dalam mencapai tujuannya, laporan keuangan
disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada
saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat
dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang
bersangkutan. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi
kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan
pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas di masa depan, serta sumber daya
yang mempresentasekan kas yang akan diterima di masa depan.
KELANGSUNGAN USAHA
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha
perusahaan dan akan melanjutkan usahanya dimasa depan. Oleh karena itu, perusahaan
diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan untuk melikuidasi atau membubarkan
usahanya, prinsip akuntansi disusun berdasarkan beberapa anggapan atau jalan pikiran dan
pendapat para ahli. Anggapan dan pandangan dan pendapat dari para ahli inilah yang sering
disebutkan sebagai konsep dasar. Perlu diingat bahwa tidak semua konsep yang diajukan oleh
para ahli itu diterima sebagai salah satu dasar atau pertimbangan dalam penyusunan prinsip
akuntansi. Secara umum prinsip-prinsip akuntansi pokok-pokoknya sebagai berikut :

Prinsip Biaya Historis


Dalam menentukan jumlah yang harus dicatat dan dilaporkan mengenai berbagai
macam aktiva dan utang perusahaan menggunakan prinsip biaya historis atau harga
perolehan kebaikan dan metode ini adalah adanya unsur kepastian, sedangkan
kelemahannya adalah jika tingkat harga mengalami perubahan, sehingga tidak dapat
dibandingkan dengan yang berlaku pada periode berikutnya
Prinsip Pengakuan Pendapatan
Agar dapat memberikan gambaran yang lebih baik dan terperinci, maka dalam
laporan keuangan harus dicatat atau disajikan pendapatan dari usaha utama dan
pendapatan di luar usaha utama yang sifatnya luar biasa secara terpisah. Pendapatan
di interpretasikan sebagai aliran masuk asset bersih yang berasal dari penjualan
barang atau jasa. Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan
produk perusahaan yang dihasilkan dan penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan
selama periode waktu tertentu.
Suatu laporan keuangan yang disajikan, pada hakikatnya harus mempertandingkan
secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan-pendapatan
yang diterima selama satu periode akuntansi yang sama. Hubungan antara pendapatan
dan biaya bergantung pada satu hari dari empat kriteria :
a. Penandingan langsung kos yang telah terpakai dengan periodenya (sebagai
contoh, gaji direktur untuk periode tertentu)
b. Alokasi kos selama periode yang mendapatkan manfaat (sebagai contoh,
depresiasi)
c. Menjadikan expense semua kos lain dalam periode terjadinya, kecuali jika
dapat ditunjukkan bahwa masih memiliki manfaat di masa mendatang.
Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa laopran keuangan didesain dan dibuat
untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi
perusahaan untuk suatu periode dan memuat informasi yang memadai untuk membuat
laporan keuangan dan tidak menyesatkan bagi rata-rata investor. Beberapa hal yang
menjadi perhatian pengungkapan penuh :
a. Rincian tentang kebijakan dan metode akuntansi, terutama bila diperlukan
pertimbangan dalam penerapan metode akuntansi.
b. Informasi tambahan untuk membantu analisa

investasi

atau

untuk

mengindikasikan hak berbagai pihak yang memiliki klaim atas pelaporan


entitias.
c. Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan dan metode akuntansi yang
digunakan dan dampak perubahan tersebut.

d. Asset, utang, biaya, dan pendapatan yang timbul dari transaksi dengan pihak
lain yang memiliki kepentingan pengendalian atau dengan direktur atau
karyawan yang memiliki hubungan khusus dalam entitas pelaporan.
e. Asset, utang, dan komitmen bersyarat.
f. Transaksi keuangan atau transaksi operasi lainnya yang terjadi setelah tanggal
neraca yang memiliki dampak material terhadap posisi keuangan entitas.
Prinsip Obyektifitas
Manfaat dari suatu laporan keuangan ditentukan oleh obyektifitas dengan pembuktian
dan kebenaran data tersebut. Adapun subyek yang menjadi interpretasi berbeda dari
prinsip objektivitas adalah :
1. Pengukuran objektivitas merupakan ukuran yang tidak bersifat personal dalam
pengertian bebas dan personal pengukurannya.
2. Pengukuran objektivitas merupakan pengukuran variabel dalam pengertian bahwa
pengukuran didasarkan pada bukti.
3. Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari konsensus diantara kelompok
pengamat atau pengukur tertentu.
4. Ukuran penyebaran atau distribusi pengukuran digunakan sebagai indicator
tingkat objektivitas suatu system pengukuran termaksud.
Prinsip konsistensi
Laporan keuangan yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara
konsisten dari tahun ke tahun. Demikian pentingnya masalah konsistensi ini sehingga
para akuntan public yang melakukan pemeriksaan (audit) atas laporan keuangan dari
suatu perusahaan tertentu memusatkan perhatiannya pada masalah ini.
Prinsip Materialis
Prinsip materialis ini menyangkut masalah apakah suatu jumlah perlu diperhitungkan
atau tidak, Karena jumlah tersebut mempunyai arti atau penting. Suatu jumlah
material tidak semata-mata, karena alas an besarnya jumlah, factor-faktor lain
meliputi serangkaian hal-hal berikut ini harus dipertimbangkan dalam membuat
keputusan tentang materilitas, antara lain :
1. Sifat item, apakah item :
a. Merupakan factor masukan dalam penentuan net income
b. Tidak biasa atau luar biasa
c. Peristiwa atau kondisi bersyarat
d. Dapat ditentukan berdasarkan fakta dan keadaan yang ada
e. Diminta oleh undang-undang atau regulasi.
2. Jumlah item itu sendiri, dalam hubungannya dengan :
a. Laporan keuangan secara keseluruhan.
b. Total akun tempat item tersebut terbentuk, atau seharusnya terbentuk
sebagai bagiannya.
c. Item-item terkait

d. Jumlah yang terkait dalam tahun sebelumnya atau jumlah yang diharapkan
dalam tahun-tahun mendatang.
Prinsip konservatif
Konservatif merupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam akuntansi. Menurut
FASB statement of consept No 2, konservatisme adalah reaksi hati-hati untuk
menghadapi ketidakpastian dalam mencoba memastikan bahwa ketidakpastian dan
resiko pada situasi bisnis telah dipertimbangkan. Konservatisme juga diartikan
sebagai perbedaan verifiabilitas yang diminta untuk pengakuan laba dibandingkan
rugi. Konservatisme menyebabkan understatement terhadap laba dalam periode kini
yang dapat mengarahkan pada overstatement terhadap laba pada periode-periode
berikutnya, sebagai akibat understatement terhadap biaya pada periode tersebut,
prinsip ini menyatakan bahwa :
1. Kenaikan nilai aktiva dan laba yang diharapkan tidak akan dicatat sebelum
direalisasi.
2. Penurunan nilai aktiva dan kemungkinan kerugian yang akan timbul harus dicatat,
walaupun jumlahnya belum dapat dipastikan.
Konservatisme akuntansi tidak menjadi prinsip yang diatur dalam standar akuntansi
internasional (IFRS)
Prinsip Kelengkapan
Agar dapat diandalkan informasi laporan keuangan harus lengkap dengan batasan
materialistis dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission
mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dank arena itu tidak
dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.
Prinsip Dapat Dimengerti
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini,
pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi
dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan
yang wajar.
2.2.4. Teknik Akuntansi
Teknik akuntansi adalah adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip akuntansi
memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi.
Akuntansi dipraktikan dalam suatu kerangka yang implicit. Rerangka ini dikenal sebagai
Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), istilah ini sebenarnya digunakan untuk
menunjuk seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan-kebiasaan dunia usaha yang dianggap

berlaku dalam lingkungan (Negara) dan waktu tertentu. Soewarjono dalam bukunya teori
akuntansi berpendapat prinsip akuntansi berterima umum cukup tepat sebagai pedanan
generally accepted accounting principles (GAAP). Di Amerika Istilah generally accepted
accounting principle timbul dan digunakan melalui proses atau riwayat yang bertahap
khususnya tentang pemakaian kata generally accepted, karena itu istilah GAAP tersebut
sebenarnya mempunyai konotasi sebagai prinsip akuntansi berterima umum di Amerika dan
bukannya istilah yang generic (berlaku universal) meskipin selalu ditulis dengan huruf kecil.
Di Amerika yang dimaksud dengan GAAP adalah konsep-konsep, prinsip-prinsip dan
praktik-praktik akuntansi tertentu yang secara otoritatif di dukung berlakunya sebagai suatu
pedoman (mempunyai substansi authoritative support) walaupun tiap jenis prinsip atau
praktik tersebut mempunyai tingkat keotoritatifan yang berbed. Struktur GAAP tersebut
terdiri dari beberapa tingkat (level). Makin ke atas dan ke kanan tingkat otoritatifnya makin
lemah. Berikut ini diuraikan secara ringkas ini tiap tingkat bangunan GAAP tersebut :
1. Foundation (fondasi) yang berupa konsep dasar dan prinsip-prinsip umum (akuntansi)
seperti kelangsungan hidup, substansi mengungguli bentuk, netralitas, dasar akrual,
konservatisme, materialitas).
2. Tingkat Pertama (first floor). Tingkat ini berisi pengumuman atau ketentan resmi
yang diterbitkan oleh badan otoritatif. Pengumuman resmi ini biasanya berupa
pernyataan standar, interpretasi, dan suplemen. Otoritas penerbitan ini kuat karena
ketentuanyang termuat dalam pengumuman resmi tersebut telah dirancang dan
dibahas melalui prose dan prosedur formal sebelum diterbitkan. Prosedur yang
biasanya dilakukan oleh badan yang berwenang ini adalah:
a. Membentuk komisi yang terdiri atas beberapa ahli yang dianggap dapat
mewakili kepentingan pihak yang akan menggunakan pedoman yang akan
disusun.
b. Komisi mempelajari sumber-sumber acuan dan literature tentang subjek yang
akan ditentukan dan melakukan riset lapangan .
c. Menerbitkan notulen atau memorandum diskusi tentang permasalahan yang
timbul dan alternative pemecahannya untuk mendapatkan tanggapan dari
masyarakat.
d. Melakukan dengar pendapat umum
e. Berdasarkan komentar dan pendapat yang dikumpulkan dalam langkah 3 dan
4, komite akan membuat rancangan pernyataan resmi (disebut dengan
exposure draf) dan menyebarluaskan rancanagan tersebut untuk mendapatkan
tanggapan atas komentar public.

3. Tingkat kedua (second floor). Kalau suatu perlakuan akuntansi tidak diatur dalam
ketentuan resmi yang diterbitkan dalam tingkat pertama, sumber acuan untuk
menentukan perlakuan akuntansi tertentu yang dapat diambilkan dari tingkat kedua
atau tingkat berikutnya. Kalau terdapat perbedaan atau konflik perlakuan maka harus
dipertimbangkan dan dipilih perlakuan yang menggambarkan substansi transaksi yang
lebih baik. Penerbitan-penerbitan pada tingkat kedua ini memberi pedoman akuntansi
yang lebih sempit aplikasinya karena hanya menyangkut industri tertentu dan
biasanya bersifat agak teknis dan procedural.
4. Tingkat ketiga (third Floor). Tingkat ini berisi publikasi badan resmi yang berwenang
yang tidak termasuk dalam kategori resmi karena tidak disusun berdasarkan prosedur
resmi seperti penerbitan pada tingkat pertama. Penerbitan ini lebih merupakan
petunjuk aplikasi ketentuan yang diatur dalam penerbitan resmi dalam tingkat pertama
yang berupa pernyataan standar atau interpretasi.
5. Tingkat keempat (fourth floor). Kalau perlakuan akuntansi tertentu tidak dapat
dicarikan acuannya dalam ketiga tingkatan yang ada di bawahnya maka sumbersumber atau literature akuntnasi lainnya dapat digunakan sebagai acuan .
2.3.

Pengertian Laporan Keuangan


Menurut Lili (2002:2) Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi dan

merupakan informasi histories. Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, mengukur dan


melaporkan informasi ekonomi untuk membuat pertimbangan dan mengambil keputusan
yang tepat bagi pemakai informsi tersebut.
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan adalah bagian dari
proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya :
sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga
ternasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal :
informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009).
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah
laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan
perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.
2.4.

Perumusan Tujuan

Rumusan tujuan laporan keuangan yang telah dijabarkan oleh AAA, APB, dan FASB

ASOBAT
American Accounting Association (AAA) adalah sebuah organisasi akuntan
pendidik yang bergungsi memfasilitasi dalam pendidikan akuntansi dan
memperlajari serta mengomentari masalah-masalah yang terkait dengan standar
akuntansi. Pada tahun 1966, AAA menerbitkan AStatement of Basic Accounting
Theory (ASOBAT) yang berisi tentang rumusan tujuan akuntansi, yaitu :
1. Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas dan
menentukan sasaran serta tujuan dari penggunaan sumber daya tersebut.
2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan factor produksi

lainnya secara efektif.


3. Memelihara dan melaporkan pengamanan atas sumber daya (Aktiva).
4. Memfasilitasi fungsi dan pengendalian sosial.
APB Statement No. 4
Accounting Principles Board (APB) dibentuk oleh AICPA pada tahun 1959.
Tujuan utama dari APB adalah mengajukan rekomendasi secara tertulis mengenai
prinsip akuntansi, menentukan praktek akuntansi yang tepat, dan mempersempit
celah perbedaan-perbedaan yang ada serta ketidak-konsistenan yang terjadi dalam
praktek akuntansi saat itu. Pada tahun 1970, APB menerbitkan Statement No. 4
yang berjudul Basic Concepts and Accounting Principles Underlying
Financial Statement Of Business Enterprises. Laporan ini berisi tentang tujuan
khusus dan tujuan umum laporan keuangan.
1. Tujuan khusus laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 adalah
menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan
lainnya secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum (GAAP).
2. Tujuan Umum laporan keuangan menurut APB Statement No. 4 adalah :
a. Memberikan informasi yang terpecaya tentang sumber daya ekonomi
b.
c.
d.
e.

(Aktiva) dan kewajiban perusahaan, dengan maksud :


Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
Untuk menunjukkan posisi keuangan da investasi perusahaan.
Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya.
Menunjukkan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan

perusahaan.
3. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang
berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba, dengan maksud :
a. Memberikan gambaran tentang jumlah deviden yang diharapkan
pemegang saham.

b. Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban


kepada supplier, kreditur, pegawai, pemerintah dan kemampuannya dalam
mengumpulkan dana untuk kepentingan ekspansi perusahaan.
c. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam
pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian.
d. Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba
jangka panjang.
e. Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilakan
laba.
f. Memberikan informasi lainnya tentang perubahan aktiva dan kewajiban.
g. Mengungkapkan informasi yang relavan lainnya yang dibutuhkan para

pemakai laporan.
Trueblood Committee Report
Untuk menyusun konsep yang menjelaskan tentang tujuan laporan keuangan,
Presiden AICPA saat itu (Marsall S. Amstrong) pada tahun 1971 membentuk tim
perumus tujuan laporan keuangan, yang dikenal dengan nama Trueblood
Committee. Tim ini pada tahun 1973 berhasil merumuskan tujuan laporan
keuangan, yang dimuat dalam sebuah laporan yang berjudul Objectives of
Financial Statement. Dalam laporan ini dirumuskan bahwa tujuan laporan
keuangan adalah :
Tujuan dasar laporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagi
pengambilan keputusan ekonomi.
1. Melayani pemakai umum yang memiliki wewenang, kemampuan, atau
sumber daya yang terbatas untuk memperoleh informasi dan pihak-pihak yang
mengandalkan laporan keuangan sebagai sumber informasinya mengenai
aktivitas ekonomi perusahaan.
2. Memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditur untuk
pemakai untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi potensi arus
kas berdasarkan jumlah, waktu, dan ketidakpastian lainnya.
3. Memberikan informasi kepada pemakai untuk memprediksi, membandingkan,
dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
4. Memberikan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan manajemen
dalam memanfaatkan sumber daya perusahaan secara efektif dan mencapai
tujuan utama perusahaan.
5. Memberikan informasi yang factual dan dapat diinterprestasikan mengenai
transaksi dan peristiwa lainnya, yang diharapkan dapat berguna untuk
memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi kemampuan perusahaan
dalam mendapatkan laba.

6. Memberikan laporan tentang posisi keuangan perusahaan, yang diharapkan


dapat berguna untuk prediksi, membandingkan, dan mengevuasi kemampuan
perusahaan dalam mendapatkan laba.
7. Memberikan laporan tentang laba periode (berkala), yang diharapkan dapat
berguna untuk prediksi, membandingkan, dan mengevuasi kemampuan
perusahaan dalam mendapatkan laba.
8. Memberikan laporan tentang aktivitas keuangan perusahaan, yang diharapkan
dapat berguna untuk prediksi, membandingkan, dan mengevuasi kemampuan
perusahaan dalam mendapatkan laba.
9. Memberikan informasi yang berguna untuk proses peramalan.
10. Tujuan laporan keuangan bagi organisasi pemerintah dan organisasi yang
bukan pencari laba adalah untuk memberikan informasi yang berguna dalam
mengevaluasi aktivitas pengelolaan sumber daya dalam mencapai tujuan
organisasi.
11. Melaporkan aktivitas perusahaan yang mempengaruhi lingkungan social
(masyarakat sekitar).
2.5.

Tujuan Laporan Keuangan


Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh IAI tujuan laporan

keuangan adalah meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakain
dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi
kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak
meyediakan semua informasi yang mungin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan
ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu,
dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (Bahasa
Inggris : stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau
pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan
ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya keputusan untuk menahan atau menjual
investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau
mengganti manajemen. Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007)
adalah sebagai berikut :

1.

Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan


posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakain dalam

2.

pengambilan pengambilan keputusan ekonomi.


Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar

3.

pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh dari kejadian masa lalu.
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan terhadap

manajemen.
Sedangkan menurut FASB (1979) tujuan pelaporan keuangan adalah :
1. Berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas bisnis dan
2.

ekonomi untuk membuat keputusan investasi, serta kredit.


Berguna untuk investor yang ada dan yang potensial, kreditur yang ada dan yang
potensial serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, wkatu dan ketidakpastian arus kas
masa depan.
Menunjukkan tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut dan

3.

perubahan di dalamnya.
Asumsi Dasar
1. Kesatuan Usaha Khusus (Economic Entity). Dalam konsep ini perusahaan dipandang
sebagai unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya.
2. Kontinuitas Usaha (Going Concern). Asumsi ini menganggap bahwa suatu perusahan itu
akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan
datang.
3. Penggunaan Unit Moneter Dalam Pencatatan (Monetary Unit). Asumsi ini menganggap
mata uang adalah alat pengukur yang stabil.
2.6.

Konsep Dasar Laporan Keuangan

1. Tepat Waktu (Periodicity). Kegiatan perusahaan berjalan terus antar periode menimbulkan
masalah pengakuan dan pengalokasian ke dalam periode-periode tertentu dimana dibuat
laporan keuangan, untuk itu laporan keuangan harus dibuat tepat pada waktunya.
2. Pengukuran dalam Nilai Uang (Measurement in Terms of Money). Konsep ini
menghendaki penggunaan uang sebagai denominator umum dalam pengukuran harta,
utang dan perubahannya.
3. Harga Pertukaran (Exchange Price). Konsep ini menghendaki harga pertukaran sebagai
dasar pencatatan transaksi keuangan. Harga Pertukaran adalah jumlah uang yang harus
diterima atau dibayarkan dalam suatu transaksi. Harga pertukaran dianggap sebagai dasar
pencatatan yang paling tepat, karena harta ditentukan secara obyektif oleh pihak-pihak

yang tersangkut serta didukung oleh bukti-bukti yang dapat diperiksa kelayakannya oleh
pihak yang bebas/independen
4. Basis Akrual (Accrual Base). Konsep ini menghendaki penggunaan metode akrual
sebagai dasar penentuan laba periodik dan posisi keuangan. Berdasarkan metode akrual,
pengukuran harta, utang dan perubahannya dilakukan atas dasar waktu terjadinya dan
tidak tergantung pada saat diterima atau dibayarkan uang.
5. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost). Prinsip ini menghendaki digunakannya harga
perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya.
6. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle). Prinsip ini menyangkut
cara penentuan berkala, yang dapat memenuhi kebutuhan untuk penyusunan laporan
keuangan yang tepat pada waktunya.
7. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle). Untuk menyususn laporan keuangan
periodik pendapatan yang diperoleh atau terjadi dalam periode akuntansi tertentu harus
dipertemukan secara layak dengan biaya-biaya yang terjadi dalam periode akuntansi yang
sama.
8. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle). Agar laporan keuangan dapat dibandingkan
dengan tahun" sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam
proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun.
9. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclousure Prisnciple). Yang dimaksud dengan
prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.
10. Objektif (Objectivity). Bahwa pencatatan transaksi harus didasarkan pada dokumen asli.
11. Konservatif. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian
bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian
suatu pos aka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva
yang paling kecil. Dalam keadaan lain disebut jika ada indikasi rugi maka harus dicatat
tetapi jika ada indikasi laba tidak dicatat.
12. Cost Benefit. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau nilai pertukaran
pada saat terjadinya transaksi bukan harga saat ini.
13. Materiality. Akuntansi tidak mencakup informasi yang tidak material. Demikian pula
penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak
dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakkan
laporan keuangan. Batasan terhadap istilah dan jumlah agar kabur.
14. Relevan. Informasi harus dapat memberi ketegasan atau memberi pengaruh perubahan
atas harapan pembuat keputusan.
15. Dapat Dipercaya.informasi akuntansi dipertimbangkan dapat dipercaya apabila informasi
secara nyata menyatakan apa yang dimaksud, apa yang diungkapkan dan dapat diuji
kebenarannya.

16. Pengungkapan yang Jujur. Terdapat kesesuaian antara satu ukuran keuangan atau
penjelasan dan fenomena kegiatan ekonomi yang diukur atau dijelaskan.
17. Substansi mengungguli bentuk. Transaksi atau peristiwa yang akan dicatat dalam laporan
keuangan didasarkan pada substansi atau realitas ekonomi dari transaksi tersebut, bukan
hanya pada bentuk hukumnya.
18. Netral. Informasi akuntansi tidak memihak yang memberikan dampak pada perilaku para
pengguna informasi.
19. Dapat dimengerti. Pengguna harus memahami informasi yang dimaksud mampu
memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan.
20. Daya banding. Kebergunaan informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan akan jadi
meningkat jika informasi tersebut dapat diperbandingkan dengan informasi yang sama
dari entitas akuntansi yang lain atau dengan informasi yang berasal dari entitas akuntansi
yang sama dalam tahun yang berbeda.
21. Keterujian. Kemampuan suatu informasi untuk diuji kebenarannya oleh orang yang
berbeda dengan metode pengujian yang sama, dan menghasilkan kesimpulan yang sama.

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan

Struktur teori akuntansi adalah elemen-elemen yang saling terkait dan menjadi
pedoman bagi pengembangan teori dan perumusan standar (Panga, 2014). Struktur teori
akuntansi meliputi beberapa elemen yaitu sebagai berikut:
1. Pernyataan tujuan laporan keuangan.
2. Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi
asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan
dari pernyataan tujuan.
3. Pernyataan tentang prinsip prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep
teoritis.
4. Batang tubuh teknik teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip prinsip
akuntansi.
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan adalah bagian dari
proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya :
sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga
ternasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal :
informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009).
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh IAI tujuan laporan
keuangan adalah meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakaian dalam pengambilan keputusan.
Konsep dasar laporan keuangan terdiri dari : 1) Tepat Waktu (Periodicity); 2)
Pengukuran dalam Nilai Uang (Measurement in Terms of Money); 3) Harga Pertukaran
(Exchange Price); 4) Basis Akrual (Accrual Base); 5) Prinsip Biaya Historis (Historical Cost);
6) Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle); 7) Prinsip
Mempertemukan (Matching Principle); 8) Prinsip Konsistensi (Consistency Principle);
8)Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclousure Prisnciple); 9) Objektif (Objectivity);
10)Konservatif; 11) Cost Benefit; 12) Materiality; 13) Relevan; 14) Dapat Dipercaya;
15)Pengungkapan yang Jujur; 16) Substansi mengungguli bentuk; 17) Netral; 18) Dapat
dimengerti; 19) Daya banding; dan 20) Keterujian.
DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Penerbit Salemba
Empat.

Ikhsan, Arfan dkk. 2015. Teori Akuntansi. Bandung: Citapustaka Media.


Lili, M. Sadeli. 2002. Dasar-dasar Akuntansi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Panga, Mujiarto. 2014. Struktur Teori Akuntansi. https://ikhwamuji.wordpress.com/2014/01/
09/struktur-teori-akuntansi(diakses pada tanggal 28/02/2016).