Anda di halaman 1dari 3

KEPUTUSAN DIREKTUR

RS RA KARTINI
NOMOR /2014
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN TRANSFUSI DARAH
DIREKTUR RUMAH SAKIT RA KARTINI
Menimbang :
a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit RA
KARTINI, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan Transfusi Darahyang
bermutu tinggi;
b. bahwa agar pelayanan Transfusi Darahdi Rumah Sakit RA KARTINI dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit RA
KARTINI sebagai landasan bagi penyelenggaraan pelayanan Transfusi
Darahdi Rumah Sakit RA Kartini;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b
,perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit RA Kartini.
Mengingat :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 /Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam
Medis
M E M U T U S K AN :
Menetapkan :
Pertama

: KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT RA KARTINI TENTANG


KEBIJAKAN PELAYANAN TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT RA
KARTINI

Kedua

Kebijakan pelayanan Transfusi DarahRumah Sakit RA KARTINI


sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

Ketiga

Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan Transfusi


DarahRumah Sakit RA KARTINI dilaksanakan oleh Wakil direktur
Pelayanan Rumah Sakit RA KARTINI.

Keempat

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di


kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Jepara
Pada tanggal ................ 2014

Lampiran
Keputusan Direktur RS RA KARTINI
Nomor

Tanggal

KEBIJAKAN PELAYANAN TRANSFUSI DARAH


RUMAH SAKIT RA KARTINI

Kebijakan Umum
1. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan
keselamatan pasien.
3. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
4. Dalam melaksanakan
5.

tugasnya

setiap

petugas

wajib

mematuhi

ketentuan dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)


Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar
prosedur opersinal yang berlaku, etika profesi, etikket, dan menghormati

hak pasien.
6. Pelayanan unit dilaksanakan dalam 24 jam.
7. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat
rutin bulanan minimal satu bulan sekali.
9. Setiap bulan wajib membuat laporan.

Kebijakan Khusus
1. Setiap permintaan darah harus berdasarkan atas permintaan dokter.
2. BANK DARAH harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan
pasien.
3. BANK DARAH dipimpin oleh dokter spesialis Patologi Klinik.
4. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas
wajib mengikuti pelatihan di bidang transfusi darah yang diselenggarakan
oleh Palang merah Indonesia ( PMI ).
5. Darah untuk pasien kelompok cito akan diprioritaskan daripada pasien
yang tidak tergolong cito .

6. Dokter bertugas memutuskan pemberian, pengawasan dan pemeriksaan


lebih lanjut.
7. Bila persediaan darah di BANK DARAH tidak mencukupi atau tidak ada,
baru di cari ke PMI.
8. Sebelum melakukan transfusi darah, pasien harus melalui serangkaian
pemeriksaan kelayakan.
9. Pada pelaksanaan transfusi darah hendaknya dilaksanakan secara aman
dan meminimalkan resiko transfusi.

Direktur,
Rumah Sakit RA KARTINI