Anda di halaman 1dari 37

Hormon reproduksi

Hormon Wanita
Di bawah pengaruh FSH dari hipofisis
ovaria mulai membentuk hormon
estrogen
dan
progesteron
yang
berperan bagi ciri-ciri kelamin primer
dan sekunder wanita.

ESTROGEN
Estrogen utama yang dihasilkan oleh
tubuh adalah estradiol, estron dan
estriol. Bekerja terhadap mukosa
rahim
(endometrium)
dengan
mendorong nya untuk berkembang
dan menebal. Proses propelirasi ini
berlangsung pada 2 minggu pertama
dari
siklus
haid
dan
berfungsi
menampung telur yang sudah dibuahi.

Estrogen utama dihasilkan oleh ovaria


sebanyak 2-25mcg/hari pada minggu
pertama sampai 25-100mcg
dipertengahan siklus haid. Sesudah
menopause produksi menurun sampai
5-10mcg/hari.
Sintesanya terjadi dibawah pengaruh
FSH.

Penggunaan estrogen
Estrogen digunakan dalam berbagai keadaaan yang
terpenting adalah sebagai berikut :
a) Terapi substitusi untuk mensuplesi hormon bila produksi
alamiah tidak mencukupi kebutuhan.
b) Anti ovulasi ( pil anti hamil)
c) Menekan laktasi
d) Menghambat pertumbuhan anak-anak perempuan
sekitar usia 12 tahun yang tumbuh terlalu pesat dan
dikuartirkan menjadi lampau tinggi,
e) pada osteoporosis postmenopausal
f) Kanker prostat yang dapat diusahakan pengobatannya
dengan estrogen (misalnya fosfestrol) / progestagen
(misalnya megistrol).
g) Atrofia dan vaginitis (radang mukosa).

Penggolongan
Estrogen yang digunakan dalam terapi
dapat dibagi dalam 2 kelompok
berdasarkan struktur kimiawinya.
a) Zat-zat steroida: estradiol, estron
dan estriol, derivat sintetisnya etil
estradiol, dan mestranol dan
epimestrol.
b) Zat-zat nonsteroida: dietilstilbestrol,
dienestrol dan fosfestrol.

Mekanisme Kerja Esterogen


Kedua ER merupakan ligand-activated
transcription factors yang dapat meningkatkan
atau menurunkan sintesis mRNA dari gen
target. Setelah masuk sel melalui difusi pasif
membran plasma, hormon akan terikat ER di
inti sel. ER yang semula merupakan monomer
akan mengalami perubahan konforpasi, terjadi
dimerisasi sehingga afinitas dan kecepatan
pengiktan nya pada DNA meningkat. ER akan
terikat estrogen response element (ERES) di
gen target.

Efek samping
Estrogen dapat menimbulkan gangguan
lambung-usus (mual, anoreksia, diare), sakit
kepala dan pusing pada dosis tinggi muntah.
Selain itu, sejumlah efek samping yang lebih
berat dan yang terpenting diantaranya adalah :
a) Efek feminisasi
b) trombo-emboli
c) Kanker endometrium
d) Pendarahan tak teratur
e) Udema dan naiknya berat badan

Kontraindikasi
Estrogen tidak boleh diberikan pada wanita
hamil, pasien myoma atau kanker serta
pasien jantung dan pembuluh.
Penggunaanya hendaknya berhati-hati pada
pasien diabetes, migrain dan hiperterosis.
Anak perempuan dibawah usia 16 tahun
sebaiknya jangan diberikan estrogen (pil
anti-hamil) berhubung stimulasi penutupan
epifise dan penghentian prtumbuhan
memanjang.

Zat est estrogen


1. Estradiol (E2, progynopa, estraderm TTS)
. Secara oral kurang efektif akibat FPE tinggi dan
cepat kecuali ester-valeratnya yang lebih lambat
perombakannya dalam hati.
. Pada umumnya, zat ini digunakan parenteral
sebagai ester long acting seperti ester benzoat, fenil
propionat dan valerat.
. Diserap dengan baik melalui kuli dan mukosa (krem
vaginal)
. Dosis : pada insufisiensi dan prevensi osteoporosis
oral 1 dd 1-2 mg p.c (valerat) siklis, bersama suatu
progestagen.

2.Estron (konyugat-estrogen, promarin)


Daya estrogennya agak lemah dapat
digunakan secara kontinu dan jarang
menimbulkan prdarahan penarikan atu
spotting bila digunakan untuk gejala
klimakterium.
Promarin banyak digunakan untuk terapi
substitusi hormonal juga dalam pil anti hamil.
Efek sampingnya lebih ringan daripada
estradiol.
Dosis : klimakterium (oral 0,625-2,5 mg p.c
sehari) , prevensi osteoporosis ( 0,625/ hari
secara siklis atau kontinu)

3. Estriol (E3, Synapause, ovestin)


Sifatnnya mirip estron.
Sebagai estrogen lemah digunakan oral
pada klimakterium secara kontinu dan
sebagai krem berkat efek stimulasinya
terhadap mukosa vagina dan cervix.
Dosis : pada defisiensi oral 2 dd 2-4
mg(suksinat selama 1 minggu, lalu 1 dd
1-2 mg dengan istirahat 1 minggu setiap
3 bulan. Pada atrofia vaginal oral 1 dd
0,25-3 mg atau vaginal 1 ovula dari 0,5
mg selama 2 minggu.

4. epimestrol (stimovul)
Derivat metoksi yang sebagai estrogen
lemah memiliki aktivtas anti estrogen.
Zat ini menstimulir ovulasi melalui
peningkatan sekresi gonadotropin dan
digunakan pada kemandulan akibat
hipofungsi hipofisis.
Dosis : oral 1 dd 5 mg selama 10 hari,
dimulai pada hari haid kelima. Bila
perlu, terapi dilanjutkan selama 3 sikli
dengan dosis 10 mg sehari.

5. Dietilstilbestrol ( Stilbestrol)
Banyak digunakan sebagai antiabortus.
6.Fosfestrol (Honvan)
Derivat-dioksi-fosfat yang khusus
digunakan pada kaner prostat
dengan dosis 3 dd 1-4 tablet dari 120
mg.
7. Dienestrol (Ortho-dienestrol)
Digunakan sebagai krem 0,01 % pada
vaginitis.

Progesteron
Progesteron adalah hormon wanita lain nya yang
dibentuk oleh corpus luteum, plasenta dimulai
dari bulan ketiga kehamilan atau trimester
pertama, testes dan korteks anak ginjal ( pria
dan wanita) dibawah pengaruh FSH atau LH dari
hipofise. Progesteron berdaya menginduksi
peralihan endometrium dari fase proliferase
(pengaruh estrogen) ke fase sekresi zat-zat gizi,
agar telur yang sudah dibuahi bisa bersarang
dan berkembang menjadi janin atau implantasi.
Selanjutnya progesteron memelihara kehamilan.

Penggolongan
Secara kimiawi zat-zat dibagi menjadi
2 kelomok yaitu :
a) Derivat progesteron: hidroksi
progesteron, medroksi progesteron,
megestrol dan didrogesteron.
b) Derivat testosteron: noretisteron,
tibolon,norgestrol,
linestrenol,desogestrol, gestoden
dan alileestrenol.

Mekanisme Kerja
Progesteron
Isoform PR-A dan PR-B ini mempunyai Ligand binding domain
yang identik, tidak berbeda seperti yang dimiliki isoform ER.
Pada keadaan tanpa ligand, PR berada di inti dalam bentuk
monomerik terikat inaktif dengan heat-shock proteins (HSP90, HSP-70 dan p59), apabila telah terikat progesteron HSP
terlepas (berdisosiasi) dan reseptor mengalami fosforilase dan
kemudian membentuk dimer (homo dan heterodimer) yang
terikat dengan selektivitas tinggi pada progesteron response
elements (PREs) pada gen target. Proses transkripsi oleh PR
terjadi melalui recruitment beberapa ko-aktivator. Kompleks
reseptor koaktivator ini selanjutnya berinteraksi dengan
beberapa protein spesifik yang mempunyai aktivitas asetilasi
histon. Asetilase histon menyebabkan remodeling kromatin
dan menambah protein transkripsi.

Indikasi
Penggunaan zat-zat progesteron yang
terpenting adalah sbb:
a) Untuk prevensi abortus
b) Dalam pil anti hamil
c) Pada gangguan haid akibat defisiensi
progesteron dan pada PMS
d) Pada climacterium
e) Pada endometriose
f) Pada kanker endometrium/mamma

Efek samping
zat-zat progestagen dapat menimbulkan
efek samping agak ringan, seperti mual,
pusing dan rasa kantuk, juga pendarahan
penarikan setelah pengguanaan dihentikan,
selain itu, juga memperlihatkan efek-efek
lain pada dosi tinggi, yaitu:
Efek filisasi pada janin wanita
Efek sentral
Gangguan hati

Sedian-sediaan Progesteron
1. Progesteron(progestin, progestan)
. Resorpsinya dari usus cepat dan baik
tetapi karena FPE besar, BA-nya
hanya kecil, rata-rata 5 %. Oleh
karena itu zat ini terutama diberikan
secara parenteral.
. Dosis : pada insufiensi peroral kapsul
200 mg a.n atau i.m 25-50 mg
selama 12-14 hari perbulan.

2. Medroksiprogesteronasetat (MPA,
Depo/provera, Farlutal)
MPA tidak mempengaruhi lipoprotein
darah.
Digunakan pada kanker payudara
yang rentan hormon setelah
menopause dan juga sebagai pil
suntik antikonsepsi dengan dosis 150
mg MPA i.m setiap 3 bulan. Pada
dysmenorrhea oral 2,5-10 mg sehari.

3. Megestrol (Megace, Nigestin)


Digunakan pada kanker mammae (4dd 40
mg ester asetat.
Digunakan juga pada kanker
endometrium 160 mg sehari dalam 1-4
dosis.
4. noretisteron.
Berkhasia menekan ovulasi serta memiliki
daya androgen dan estrogen lemah juga
efek antiestrogen.
Banyak digunakan dalam pil anti hamil
juga untuk menunda haid.

5. Linestrenol (Exluton, Endometrill, Lyndiol,


Ministat.)
Memiliki daya estrogen, antiestrogen dan
androgen.
Bersifat lipofil dan baik distribusinya
kedalam organ.
Digunakan dalam pil antihamil kombinasi.
Juga digunakan pada gangguan haid.
6. Tibolon (Livial)
Dianjurkan sebagai monoterapi pada
gangguan klimakterium.

Antiestrogen
Zat-zat ini dapat melawan atau
mengurangi efek estrogen. Dalam
arti luas androgen dan progestagen
dapat dianggap sebagai zat
antiesterogen. Dikenal dua kelompok
zat dengan khasiat antiesterogen,
yakni esterogen lemah dan
penghambat enzim aromatase

Esterogen lemah
Klomifen, epimestrol, tamoksifen dan
raloksifen.
Mekanisme kerja zat-zat ini
diperkirakan berdasarkan
penggeseran hormon alamiah dari
reseptornya di hipotalamus, hingga
aktivitas dan kadar estradiol darah
menurun. Akibatnya ialah
terhambatnya mekanisme feedback
yang mengatur produksi estrogen

Esterogen Lemah
Atas dasar khasiat mendorong
ovulasi ini Klomifen dan epimestrol
digunakan pada infertilitas wanita
akibat hipofungsi hipofisis dan
anovulasi. Tamoksifen dan Raloksifen
khusus digunakan pada terapi paliatif
dari kanker mammae. Raloksifen
untuk mengobati ostopeorosis pada
wanita pasca manopause.

Penghambat aromatase
Anastrozol dan Letrozol menghambat
aromatase secara selektif.
Aminoglutetimida juga turut
menghambat sintesa glukokortikoid
dan steroida lain. Obat-obat ini
khusus digunakan pada kanker buah
dada yang tersebar pada wanita
postmenopousal, bila tamoksifen
tidak efektif.

Anti progesteron
Zat-zat ini melawan kegiatan
progesteron dengan jalan memblok
secara kompetitif reseptornya di
organ tujuan.
Digunakan khusus sebagai abortivum
medis (misalnya janin mati) atas
dasar peniadaan efek gestagen dari
progesteron. Kehamilan dihentikan
akibat efek progesteron terhadap
endometrium dihambat.

Anti progesteron
Yang terkenal adalah Mifepriston. Mifepriston Adalah derivat 19norprogestin noretindron yang mengandung substitusi dimetilaminofenil pada posisi 11, merupakan antagonis potent
reseptor progesteron dan glukokortiroid.
Mekanisme kerja : preparat ini merupakan antagonis kompetitif
progestin pada PR-A dan PR-B. Penggunaannya untuk terminasi
kehamilan pada kehamilan fase awal karena adanya hambatan
pada PR diuterus menyebabkan hancurnya desidua dan blastokist
terlepas diikuti menurunnya produksi Hcg. Hal ini menyebabkan
sekresi progesteron menurun dan menambah hancurnya desidua.
Menurunnya progesteron endogen dan blokade PR menyebabkan
meningkatnya kadar prostaglandin diuterus dan hal ini akan
mensensitisasi miometrium untuk berkontraksi. Juga terjadi
pelunakan serviks yang akan mempermudah keluarnya blastokist

Hormon pria
Testosteron adalah zat androgen utama yang
disintesa dalam testis, ovarium dan anak
ginjal. Sel leydig dari testes distimulir oleh LH
untuk menghasilkan testosteron sebanyak
2,5-11 mg sehari, sedangkan ovaria dan ank
ginjal membentuk hanya 0,5-2mg sehari.
Sintesa testosteron direglasi oleh FSH dan LH
dari hipofisis yang juga menstimulir
pertumbuhan testes dan pembentukan sel-sel
mani (spermatogenesis)

Hormon pria
Androgen juga dapat isintesa oleh
oaria dan anak ginjal organ terakhir
ini jugadapat membentuk 2
prekursos dari testosteron dan
estradiol, yakni Dehidro-epiandrosteron (DHEA) dan
androstendion

Testosteron memiliki sejumlah khasiat


fisiologi dan farmakologi :
1. Efek virilisasi
2. Efek anabol
3. Efek tulang
4. Efek antigonadotrop
5. Efek anti-esterogen
6. Efek atas sebum
7. Efek kolesterol
8. Retensi garam dan air

Androgen digunakan sebagai terapi


suplesi pada insufisiensi fungsi hipofisi
ata testes, seperti setelah kastrasi dan
pada klimakterium pria diatas usia 50
tahun . Akibat menurunnya kadar
testosteron dalam darah maka dapat
timbul beberapa keluhan seperti
berkurangnya libido dan potensi seksual
Pada pubertas terlambat, bagi anak lakilaki diatas usia 16 tahun yang terlambat
pertumbuhannya akibat hipofungsi
hipofisis.

Efek samping
Pada penggunaan oral disamping
efek samping ringann seperti mual,
androgen juga dapat menimbulkan
efek-efek yang lebih serius seperti
efek virilisasi, menekan
spermatogenesis dan degenerasi
tubuli mani, efek feminisasi, udema
dan naiknya berat badan, penyakit
kuning dan tumor hati.

Zat-zat androgen
1. Testosteron (Andrio, sustanon, testoviron)
.Testosteron dibuat secara semi sintetis dari
kolesterol atau diosgenin, suatu steroida
berasalkan tumbuhan Mexican Dioscorea
spec.
.Resorpsinya dari usus tidak teratur, BA-nya
hanya kecil karena inaktivasi di lambungusus dan FPE besar dalam hati.
.Ester-esternya aalah Andriol, Testoviron,
dan sustanon.

2. Mesterolon (Proviron)
Merupakan derivat dihidrometil dari
Testosteron.
Efek sampingnya lebih ringan antara lain
kurang toksis bagi hati.
Dosis : oral permulaan 3 dd 25-50 mg
p.c, lalu 2-3 dd 25 mg.
3. Fluoksimesteron (Halotestin)
Derivat-fluor yang lebih aktif dan bekerja
lebih lama.
Dosis : oral 5-20 mg sehari dalam 1-2
dosis.

Zat-zat antiandrogen
Zat antiandrogen adalah steroida sintesis yang
berdaya menekan efek androgen secara selekif
antara lain siproteron, finasterida, dan danazol.
Zat-zat non steroida adalah flutamida dan derivat
long actingnya nilutamida dan bikalutamida.
Penggunaannya terutama pada hiperseksualitas
pria (libido berlebihan) dan gangguuan seksual
lainnya.
Wanita hamil tidak boleh diberikan obat-obat ini
karena dapat melintasi plasenta dan dapat
mengganggu perkembangan janin.