Anda di halaman 1dari 11

Pengolahan Bahan Galian

Tahapan Crushing
Primary Crushing, Secondary Crushing dan Tertiery Crushing

Disusun Oleh :
Mustari Nur Alam
DBD 114 144

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016

Pengolahan Bahan Galian


Tahapan Crushing
Primary Crushing, Secondary Crushing dan Tertiery Crushing
Kominusi adalah proses mereduksi ukuran butir sehingga menjadi lebih kecil dari
ukuran semula. Selain untuk mereduksi ukuran butir, kominusi juga untuk meliberasi bijih,
yaitu proses melepaskan mineral bijih dari ikatannya yang merupakan gangue mineral.
Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap awal dalam proses PBG yang bertujuan
untuk :
1)

Membebaskan/meliberasi (to liberate) mineral berharga dari material pengotornya.

2)

Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai dengan kebutuhan pada proses
berikutnya.

3)

Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat lain,
misalnya reagen flotasi.

Kominusi ada 2 (dua) macam, yaitu :


1)

Peremukan/pemecahan (crushing)untuk proses kering

2)

Penggerusan/penghalusan (grinding)untuk proses basah dan kering


Disamping itu kominusi, baik peremukan maupun penggerusan, bisa terdiri dari beberapa

tahap, yaitu :
- Tahap pertama/primer (primary stage)
- Tahap kedua/sekunder (secondary stage)
- Tahap ketiga/tersier (tertiary stage)
- Kadang-kadang ada tahap keempat/kwarter (quaternary stage)
Peremukan / Pemecahan (Crushing)
Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari bahan galian / bijih yang langsung dari
tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi
ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.
Crusher adalah mesin yang dirancang untuk mengurangi besar batu- batu ke batu-batu
kecil, kerikil, atau debu batu. Crushers dapat digunakanuntuk mengurangi ukuran, atau
mengubah bentuk, bahan limbah sehinggamereka dapat lebih mudah dibuang atau didaurulang, atau untuk mengurangi ukuran yang solid campuran

bahan baku (seperti di batu bijih),sehingga potongan-potongan komposisi yang berbeda dapat
dibedakan.Crusher/penghancur dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan material yangakan
digiling/dihancurkan.
Ada dua macam crushing, yaitu Primary Crushing dan Secondary Crushing
1. Primary crushing
Mereduksi ukuran dari yang berukuran kasar sekitar 1 m menjadi ukuran
sampai kira-kira - 3/8 inch. Alatnya jaw crusher, gyratory crusher, hammer mill
atau impact crusher.
Siapkan kerikil berukuran 4-5 cm sebanyak 5
kg

Ukur setting Jaw Crusher yaitu open setting


dan close setting

Jalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong


dan amati cara kerjanya

Masukkan umpan perlahan-lahan dan


tampung hasilnya

Amati hasil peremukan meliputi bentuk


ukuran bijih
Ambil contoh dari batu hasil peremukan Jaw
Crusher kira-kira 0.5 kg, ayak dengan seri
ayakan 13,4 ; 9,4 ; dan 2,3 mm
Timbang dan buat grafik distribusi ukuran
menentukan ukuran ayakan yang
meloloskan 80%
Hasil peremukan Jaw Crusher jangan
dibuang

Crushing:
Crusher
Siapkan
Roll Roll
Crusher
dengan baik

Jalankan Roll Crusher dan amati cara kerjanya

Dengan menggunakan umpan hasil Jaw


Crusher umpankanlah dengan hati-hati ke
Roll Crusher
Tampung hasilnya amati ukuran dan bentuk
partikel
Ambil contoh sebanyak 0.5 kg dari hasil
remukan ini dan kerjakan seperti langkah
ke-7 di atas

Alat yang digunakan dalam Primary Crushing.


1.

Jaw crusher
Jaw crusher digunakan untuk menghancurkan berbagai material, terutama batuan jenis
pertambangan seperti batu granit, kokas, batu bara,bijih mangan, bijih besi, ampelas,
melebur aluminium, oksida, kalsiumkarbida menyatu, batu kapur, kuarsit, paduan, dll.
Kompresi terbesar perlawanan dari material yang akan hancur adalah 320MPa. Jaw
Crusher banyak digunakan di pertambangan, metallurgical industri, bahan bangunan,
jalan raya, kereta api dan industri kimia. Merupakan primary crusher.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisisensi jaw crusher :

Lebar lubang bukaan


Variasi dari throw
Kecepatan
Ukuran umpan
Reduction ratio (RR)
Reduction ratio yang baik pada primary crushing adalah 4-7, sedangkan untuk
secondary crushing 14-20 dan fine crushing adalah 50-100.

Kapasitas yang dipengaruhi oleh jumlah umpan per jam dan berat jenis umpan

2. Impact Crusher
Mesin ini

mengunakan

impact

(benturan)

sebagai

mekanisme

peremukannya.Tipenya ada berbagai macam.Mesin ini banyak disukai karena dapat


menghasilkan produk yang relative ideal,sehingga memudahkan pengangkutan dan
pemakaian.Selain itu alat ini juga ringkas dan mempunyai rasio yang cukup besar
yaitu : 7 : 1 hingga 10 : 1.

3. Gyratory Crusher
Mesin ini memiliki rahang bundar (circular jaw). Sebuah crushing head yang
berbentuk kerucut berputar di dalam sebuah funnel shaped casing yang membuka ke
atas.Crushing head tersebut berfungsi memcahkan umpan yang masuk.
Alat ini mempunyai kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan jaw
crusher.Gerakan alat ini adalah kontinyu karena crushing head dari alat ini bergerak
dan bergoyang.Alat ini tidak sesuai dengan material yang lengket seperti lempung
karena kurang menguntungkan disebabkan biaya lebih besar dibandingkan dengan
jaw.

Macam-macam gyratory crusher :


a. Suspended Spindel Gyratory Crusher
b. Pararell Pinch Crusher
Perbedaan utama jenis ini dari suspended spindel, terletak pada gerakan
crushing head-nya. Gerakan crushing head pada prarell pinch menghasilkan bentuk
cone yang tajam dengan puncak dalam keadaan menggantung sehingga menghasilkan
gerakan berputar yang dapat menghancurkan umpan sepanjang daerah permukaan
crushing head.
Bentuk-bentuk head dan concave pada gyratory crusher adalah :
a. Straight head and concave
b. Curved head and concave
Kedua jenis head dan concave ini perbedaanya hanya pada permukaannya,
yaitu yang pertama adalah rata dan yang kedua melengkung. Kapasitas gyratory
crusher lebih besar disbanding dengan jaw crusher pada ukuran umpan yang sama.
Oleh Taggart, kapasitas gyratory dihitung dengan rumus :

T = 0,75So (L-G)
dimana :
T = kapasitas, ton/jam
G = gape, inch
So = open set, inch
Kapasitas gyratory crusher tergantung pada :
a. Sifat alamiah material yang dihancurkan, seperti kekerasan, keliatan dan kerapuhan

b. Permukaan concave dan crushing head terhadap umpan akan mempengaruhi gesekan
antara material dengan bagian pemecah (concave dan head)
c. Kandungan air, seting, putaran dan gape
Perbedaan antara gyratory dan jaw crusher adalah :
a. Pemasukan umpan, jaw crusher pemasukannya tidak kontinyu sedangkan gyratory
kontinyu
b. Gyratory alatnya lebih besar dan bagian-bagiannya tidak mudah dilepas
c. Kapasitas gyratory lebih besar dari jaw crusher, karena pemasukan umpan dapat
kontinyu dan penghancurannya merata
d. Pemecahan pada jaw lebih banyak tekanan, tetapi pada gyratory crusher gaya
geseknya lebih besar walaupun ada gaya tekannya. Pada gyratory kalau berputarnya
cepat, produkta yang dihasilkan relatif kecil.
Beberapa keuntungan Gyratory Crusher disbanding Jaw Crusher : 1. Lubang bukaan
(receiving opening) dan pengeluaran (discharge) lebih luas, jadi kapasitasnya lebih besar. 2.
Untuk Kapasitas yang sama, mesinnya lebih kecil 3. Pemakaian tenaga lebih kecil 4.
Penghancuran terjadi terus-menerus 5. kapasitas Gyratory Crusher 2 kapasitas Jaw crusher
untuk gape yang sama 6. Gyratory Crusher dapat menerima umpan dari semua arah,
sedangkan Jaw crusher hanya dari satu arah.
2. Secondary Crushing
Mereduksi ukuran dari 8 6 inch yang telah diremuk oleh primary crusher.
Merupakan tahap penghancuran kelanjutan dari primary crushing, dimana umpan
berukuran lebih kecil dari 6 inchi produkta berukuran 0.5 inchi. secondary crusher
mereduksi ukuran dari 8 6 inch yang telah diremuk oleh primary crusher.

Beberapa alat untuk secondary crushing antara lain:

Jaw Crusher (kecil)


Gyratory Crusher (kecil)
Cone Crusher
Cone Crusher cocok untuk menghancurkan berbagai macam bijih dan batu
dengan kekerasan menengah. Hal ini merupakan keunggulan yangdapat diandalkan
konstruksi, produktivitas yang tinggi, penyesuaianyang mudah dan kurang biaya
operasi.
a. Crushing surface terluar bekerja sedemikian rupa, sehingga luas lubang
pengeluaran dapat bertambah
b. Crushing surface terluar bagian atasnya dapat diangkat sehingga material yang
tidak dapat dihancurkan dapat dikeluarkan

Macam-macam cone crusher :


1. Simon Cone Crusher
Alat ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Standart crusher type, yaitu untuk mereduksi umpan yang berukuran kasar
b. Short head crusher type, yaitu untuk mereduksi umpan yang berukuran halus
2. Telsmith Gyrasphere Crusher
Crushing head pada alat ini berbentuk bulat (sphere) yang terbuat dari baja dengan
cutter shell bergerak naik turun. Dalam cone crusher, crushing head adalah rata dan
perbandingan antara tinggi dengan diameternya 3:1. Umpan dari cone crusher harus dalam
keadaan kering, karena jika basah akan mengakibatkan choking.

Hammer Mill
Hammer mill dipakai dalam secondary crusher untuk memperkecil produk dari
primary crushing dengan ukuran umpan yang diperbolehkan adalah kurang dari satu
inchi. Alat ini merupakan alat yang berbeda cara penghancurannya dibandingkan
dengan alat secondary crushing lainnya.

Pada hammer mill, proses penghancurannya menggunakan shearing stress,


sedangkan pada secondary crushing lainnya menggunakan compressive stress.

Roll Crusher
Roll crushers memiliki maksimum teoritis pengurangan rasio 4:1.Jika 2 inci
partikel diumpankan ke crusher roll mutlak ukuran terkecilyang bisa diharapkan dari
crusher adalah 1 / 2 inci. Roll crushershanya akan menghancurkan materi ke ukuran
partikel minimum sekitar 10 Mesh (2 mm).

Sebuah roll crusher meremukkan menggunakankompresi, dengan dua rol


berputar mengenai suatu poros, terhadapkesenjangan antara roll. Kesenjangan antara
gulungan diatur ke ukuran produk yang diinginkan, dengan kesadaran bahwa partikel
pakanterbesar hanya dapat 4 kali kesenjangan dimensi.
Partikel ditarik kedalam celah antara gulungan oleh gerakan berputar dan
membentuk sudut gesekan antara gulung dan partikel, yang disebut sudut nip.
Duagaya gulungan partikel antara permukaan yang berputar mereka kedaerah
kesenjangan yang lebih kecil, dan patah tulang dari kekuatankompresi yang disajikan
oleh gulungan berputar.
Beberapa keuntunganutama roll crushers yang mereka berikan sangat bagus
dan distribusiukuran produk yang mereka hasilkan sangat sedikit debu atau
denda.Rolls crushers secara efektif digunakan dalam menghancurkan mineral bijih di
mana tidak terlalu kasar dan mereka juga digunakan dalam produksi skala yang lebih
kecil lebih abrasive pertambangan bijihlogam, seperti emas. Batubara mungkin adalah
pengguna terbesar rollcrushers, saat ini. Batubara tanaman akan menggunakan roll
crushers, baik tunggal atau roll ganda sebagai crushers utama, mengurangi batubara
ROM. Biasanya, crushers ini akan memiliki bentuk gigi ataudibesarkan di muka
gulungan. (Roll crushers digunakan untuk mineraldan bijih logam memiliki gulungan
dihadapi halus).
Hancurnya material pada roll crushing dibedakan menjadi:
a. Choke Crushing
Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll, tetapi juga
oleh sesama material itu sendiri.

b. Free Crushin, yaitu material yang masuk langsung dihancurkan oleh roll.

3. Tertiary Crushing
Dilakukan untuk mendapatkan ukuran batuan yang lebih halus, sehingga
derajat leberasi mineral dapat lebih tinggi. Hal ini dilakukan apabila dipandang perlu
untuk mengolah mineral dengan proses konsentrasi, dimana dibutuhkan butiran
mineral dengan ukuran yang halus.
Tertiary crushing umunya dilakukan dengan menggunakan alat giling (mill),
yaitu silinder dari baja yang didalamnya diisi grinding media, dan apabila silinder
diputar pada as-nya akan terjadi grinding action. Dalam pengertiannya grinding berada
dengan crushing. Pada crushing penghancurannya disebabkan oleh gaya tekan
(impact) dipakai untuk material yang kasar, sedangkan grinding penghancurannya oleh
gaya gesekan (rubbing) dan biasanya dipakai untuk material yang halus (max. 6
mesh). Pada mulanya grinding menunjukkan cara penghancuran dimana suatu benda
berat meluncur atau bergeludung diatas benda lain, sedangkan benda yang akan
dihancurkan berada diantaranya.
Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah :
1. Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.

2. Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja.

3. Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian adalah bahan
galian atau bijihnya sendiri.
4. Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya
sendiri.
Referensi
Laporan Modul I, Kominusi (Crushing dan Grinding). Teuku Muhammad Iqbal. ITB : 2015
http://wira-saputra011.blogspot.co.id/2013/12/pengolahan-bahan-galiancrushing-dan.html
http://dunia-atas.blogspot.co.id/2012/05/tahapan-dalam-pengolahan-bahangalian.html
http://arsipteknikpertambangan.blogspot.co.id/2011/01/kominusi.html
http://laporanp.blogspot.co.id/2010/02/bab-ii-kominusi-kominusi-adalah-proses.html