Anda di halaman 1dari 2

1. Apa tujuan membaca literatur?

Tujuan dari sebuah kajian pustaka


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Membatasai masalah penelitian


Mencari bentuk baru dari penelitian
Menghindari pendekatan-pendekatan yang tidak menghasilkan
Memperoleh wawasan metodologis
Mengidentifikasi rekomendasi untuk penelitian selanjutnya
Mencari dukungan untuk landasan teori
2. Bagaimana cara mendapatkannya?
Langkah utama dalam kajian pustaka

1. Mencari sumber pendahuluan


2. Menggunakan sumber kedua. Sumber kedua adalah dokumen yang ditulis oleh
seseorang yang sebetulnya tidak melaksanakan penelitian, mengembangkan
teori-teori, atau menyatakan pendapat-pendapat bahwa mereka sudah memiliki
kesimpulan/menyimpulkannya ke dalam kajian pustaka.
3. Membaca sumber utama. Sumber utama adalah suatu dokumen (contoh artikel
jurnal atau desertasi) yang ditulis oleh seseorang yang benar-benar melakukan
penelitian atau yang merumuskan teori atau pendapat-pendapat yang
digambarkan di dalam dokumen.
4. Menyimpulkan/merumuskan/menyatukan literatur
3. Referensi apa yang sebaiknya di gunakan?
Terdapat dua sumber yang disarankan. Yaitu sumber utama dan sumber kedua.
Sumber pertama yaitu laporan langsung dari suatu peristiwa oleh seseorang yang
benar-benar mengamati atau berpartisipasi di dalamnya. Dalam penelitian
pendidikan, sumber utama umumnya adalah laporan studi oleh satu atau lebih dari
orang-orang yang melakukan itu, atau sebuah laporan yang berdasarkan teori
mereka sendiri, atau pendapat tentang fenomena pendidikan. Untuk sumber utama
yang bisa didapat secara online, disarankan yaitu situs The Educational Resources
Information Center (ERIC) / Pusat informasi sumber daya pendidikan dan The
American Educational Research Asociation (AERA). Selanjutnya yaitu Sumber
kedua dalam pendidikan adalah publikasi yang ditulis oleh penulis yang tidak
langsung melakukan pengamatan, atau partisipan yang mendaftar dalam suatu

kegiatan seminar. Publikasi ini meliputi sebagian besar buku pelajaran, buku-buku
ilmiah, ensiklopedi, buku pegangan, dan artikel di jurnal. Misalnya, buku teks
sejarah kebanyakan sumber-sumber sekunder karena penulis menggunakan
laporan orang lain tentang peristiwa masa lalu daripada harus mengamati
peristiwa itu sendiri.
4. Rumusan/apa yang sebaiknya ditulis?
1. Langkah pertama, buat urutan pemeriksaan. Urutan pemeriksaan dapat
dimasukan ke dalam tinjauan pustaka untuk menjelaskan semua prosedur2.
3.
4.
5.
6.

prosedur dan keputusan aturan yang digunakan oleh pengkaji.


Langkah kedua, tentukan fokus tinjauan.
Langkah ketiga, mencari literatur yang sesuai.
Langkah keempat, mengelompokan dokumen-dokumen.
Langkah kelima, membuat ringkasan
Langkah keenam, mengidentifikasi gagasan konstruksi dan hubungan sebab-

akibat hipotesis.
7. Langkah ketujuh, mencari temuan-temuan yang berlawanan dan saingan
interpretasi
8. Langkah kedelapan, gunakan rekan atau informan untuk menguatkan temuan