Anda di halaman 1dari 2

Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara mengekstrak sismplisia nabati dengan

air pada suhu 90o C selaam 10-15 menit yang dihitung sejak air mendidih. Jika bahan yang
digunakan untuk membuat dekok berasal dari bahan bertekstur keras, bahan yang digunakan
dalam infusa berasal dari bahan yang lunak (simplisi, daun dan bunga) seperti daun kumis
kucing, daun meniran, daun pegagan, bunga mawar, bunga melati, dan daun sambiloto. Cara
membuat infusa hampir sama dengan merebus teh. Siapkan simplisia kering 25-30 gram atau
bahan segar 75-90 gram. Bahan tersebut direbus dalam air mendidih 500 cc selaam 15b menit
atau sampai volumenya menjadi 250 cc. Setelah direbus airnya disaring dan hasil penyaringan ini
disebut infusa.(Howel,2002)
Simplisia adalah bahan baku alamiah yang digunakan untuk membuat ramuan obat
tradisional yang belum mengalami pengolahan apa pun kecuali proses pengeringan. Ditinjau dari
asalnya, simplisia digolongkan menjadi simplisian nabati dan simplisia hewani. Simplisia hewani
berasal dari hewan, baik yang masih utuh, organ-organnya, maupun zat-zat yang dikandungnya
yang berguna sebagai obat dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia nabati berasal dari
tanaman, baik yang masih utuh, bagian-bagiannya, maupun zat-zat nabati yang dipisahkan dari
tanamannya dan belum berupa zat kimia murni. Sumber simplisia nabati sampai saat ini berupa
tumbuhan liar dan tanaman budi daya.(Azwar,2003)
Teknik infusa mempunyai beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan teknik
pembuatan ekstrak yaitu karena teknik infusa lebih murah, lebih cepat, dan alat serta caranya
sederhana. Sedangkan dalam pembuatan ekstrak, kandungan dari bahan tumbuhan dan pelarut
yang paling tepat untuk masing-masing kandungan harus diketahui lebih dahulu. Dengan zat
pelarut yang tepat, zat aktif yang diinginkan akan terpisah dari bahan aslinya dan bercampur
dengan pelarut yang digunakan. Selanjutnya pemisahan zat aktif dari pelarutnya dengan lebih
mudah dilakukan untuk memperoleh zat aktif yang benar-benar murni. Metodenya dikenal
dengan nama Sochlet, yaitu dengan menggunakan alat percolator dan countercurrent screw
extractor. Dari sini jelas terlihat bahwa metode pembuatan ekstrak lebih rumit dan mahal
dibandingkan dengan metode pembuatan infusa. (Santoso, 1993)
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuat sediaan infusa adalah:
1. Jumlah simplisia
Kecuali dinyatakan lain, infus yang mengandung bukan bahan berkhasiat keras dibuat
dengan menggunakan 10% simplisia.
2. Derajat halus simplisia
Yang digunakan untuk infus harus mempunyai derajat halus sebagai berikut:
Serbuk (5/8)
Akar manis, daun kumis kucing, daun sirih, daun
sena
Serbuk (8/10)
Dringo, kelembak

Serbuk (10/22)
Serbuk (22/60)
Serbuk (85/120)

Laos, akar valerian, temulawak, jahe


Kulit kuni, akar ipeka, sekale kornutum
Daun digitalis

3. Banyaknya ekstra air


Umumnya untuk membuat sediaan infusa diperlukan penambahan air sebanayak 2 kali
berat simplisia. Air ekstra ini perlu karena simplisia yang kita gunakan pada umumnya
dalam keadaan kering.
4. Cara menyerkai
Pada umumya infusa diserkai selagi panas, kecuali infusa simplisia yang mengandung
minyak aktsiri, diserkai setelah dingin.
5. Penambahan bahan-bahan lain
Pada pembuatan infus kulit kina ditambahkan asam sitrat 10% dari bobot bahan
berkhasiat dan pada pembuatan infus simplisia yang mengandung glikosida antrakinon,
ditambahkan natrium karbonat 10% dari bobot simplisia.(Budianto,2009)