Anda di halaman 1dari 27

Business Plan

2010
Ibnu Rachman Tanjung (8215 06 7717)

Ayam pedaging mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik


sebagai ternak potong maupun ternak bibit. Selama ini ayam
pedaging dapat memenuhi kebutuhan daging untuk lokal. Seperti
rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, perdagangan
antar pulau.

Ibnu Rachman Tanjung


8215 06 7717
0856 9586 8075
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
BUSINESS PLAN

Ringkasan Eksekutif

Dengan bermunculannya berbagai restoran baru,rumah makan baru, pasar-


pasar baru dan pertambahan penduduk dari waktu ke waktu sangat memberikan
harapan yang menjanjikan bagi usaha peternakan, khususnya yang menghasilkan
daging.

Dari kenyataan seperti itu tercermin bahwa peluang usaha ayam pedaging
cukup besar dan selalu ada tempat untuk penjualan daging ayam.

Ayam pedaging mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak
potong maupun ternak bibit. Selama ini ayam pedaging dapat memenuhi kebutuhan
daging untuk lokal. Seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan,
perdagangan antar pulau.

Baru – baru ini pun gejolak isu kesehatan nasional dan dunia membuat
konsumsi daging di indonesia sempat merosot tajam, seperti halnya flu H5N1 yang juga
kita kenal sebagai flu burung, walaupun flu ini serangan utamanya menyerang ternak
burung, bukan saja semata – mata peternak burung yang bingung hendak berbuat apa,
tapi hampir seluruh peternak dibuat kaget dengan konsumsi daging indonesia menurun
tajam dalam beberapa bulan terakhir, hal ini pun menjadi salah satu peluang untuk
peternak yaitu mengutamakan kuantitas ternaknya dengan menjual ayam sehat
untuk dikonsumsi seluruh rakyat pada umumnya.

Page 2 of 27
BUSINESS PLAN

Deskripsi Umum

1. Nama perusahaan dan produk yang diproduksi

Selanjutnya nama usaha dinamakan For Him Chicken Farm


Adapun hasil yang kami diproduksi :
1. Kulit sebagai bahan industri kemoceng, kerajinan, dll.
2. Tulang sebagai bahan – bahan perekat lem / lem
3. Daging ayam sebagai makanan

2. Latar belakang industri

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan
hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi,
terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru
populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan
mencanangkan penggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu
semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat
Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen.
Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak
peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah
Indonesia.

Berdasarkan prosentase ekspor impor menunjukkan bahwa kebutuhan


daging masih dirasa belum memenuhi target, kenyataan ini bisa dilihat dengan jelas
pada jumlah permintaan dan persediaan daging. Ternyata kurang berimbang
disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

1. Laju pertumbuhan penduduk


2. Perluasan usaha baru
3. Kesadaran kebutuhan gizi
4. Meningkatnya kebutuhan masyarakat

Faktor lain yang mendukung kebutuhan ayam pedaging semakin meningkat


karena disebabkan tingkat harga yang lebih rendah dibandingkan harga daging
sapi,kerbau, dan kambing,padahal nilai kandungan gizinya hampir sejajar, jadi orang
cenderung membeli ayam pedaging selain lebih ekonomis dagingnya pun lebih lunak
dan dapat dimasak dalam beberapa macam masakan yang lezat dan khas masakan
ayam.

Page 3 of 27
BUSINESS PLAN

Kebutuhan konsumsi nasional pangan hewani dari daging ruminansia,


daging ayam, telur dan susu pada tahun 1999 sebesar 1.665.745 ton, tahun 2002
sebesar 2.112.705 ton, tahun 2006 sebesar 2.794.010 ton dan tahun 2011 sebesar
4.265.971 ton.

Total produksi pangan hewani daging ruminansia, daging ayam, telur dan
susu pada tahun 1999 sebesar 2.13.200 ton, tahun 2002 sebesar, 2.669.835 ton,
tahun 2006 sebesar 3.096.025 ton dan tahun 2011 sebesar 3.741.622 ton

Perbandingan produksi dan konsumsi pada tahun 2011 produksi daging,


telur dan susu sebesar 3.741.622 ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 4.265.971
ton sehingga secara nyata tidak mampu tercukupi atau defisit 524.349 ton.

3. Keunikan Produk

1. Bebas penyakit umum ternak


2. Bebas flu burung
3. Bebas hama
4. Sertifikasi sehat dan halal Depkes secara berkesinambungan
5. Bebas TIREN

Page 4 of 27
BUSINESS PLAN

Pemasaran

1. Riset dan analisis


1. Karakteristik pasar
Harga daging ayam broiler dipasaran bebas selalu berubah-ubah menurut
situaasi dan kondisi pasar.Fluktuasi harga disebabkan oleh beberapa faktor,
antara lain:

Perubahan ekonomi masyarakat


Perubahan harga bahan pokok
Meningkatnya jumlah kebutuhan
Pertambahan penduduk

2. Ukuran dan tren pasar

Perkembangan ayam ternak di Indonesia berkembang pesat dan telah


banyak dipelihara oleh peternak - peternak maupun masyarakat umum sebagai
usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta
meningkatkan pendapatan. Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem
tradisional, produksi telur ayam ternak sangat rendah, ± 10 ekor/tahun. Berat
badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu
diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam ternak, dapat meningkatkan
produksi daging, serta dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata
laksana.

3. Persaingan
Pesaing kita adalah peternak yang ada di wilayah JABODETABEK,
namun bukan rumah potong dan ternak besar.

Page 5 of 27
BUSINESS PLAN

4. Estimasi pangsa pasar

Perkembangan Rata-rata Harga Daging dan Telur Ayam,


Daging Sapi dan Ikan Air Tawar di Indonesia
Harga (Rp/kg) Inflasi
Tahun Daging Ayam Telur Ayam Daging Sapi Ikan Air Tawar (%/th)
1980 1.618 931 2.132 766 16,00
1981 1.686 977 2.444 921 7,10
1982 1.817 911 2.519 967 6,70
1983 2.041 1.089 2.600 946 11,50
1984 2.336 1.186 2.879 1.046 8,76
1985 2.516 1.148 3.130 1.027 4,31
1986 2.515 1.265 3.535 1.068 8,83
1987 2.140 1.379 4.141 1.085 8,90
1988 2.310 1.541 4.455 1.108 5,47
1989 2.352 1.753 4.650 1.237 5,97
1990 2.638 1.951 5.236 1.665 9,53
1991 2.944 1.948 6.094 2.238 9,52
1992 3.128 2.031 6.742 2.365 4,94
1993 3.379 2.277 7.419 2.504 9,77
1994 3.639 2.137 8.533 2.822 9,24
1995 4.799 2.253 9.965 3.369 8,64
1996 5.352 2.536 10.328 3.679 6,47
1997 5.127 2.838 11.645 3.760 11,05
1998 8.394 5.145 15.222 4.380 77,63
1999 11.058 7.194 22.068 7.364 2,01
2000 11.509 8.276 22.637 7.940 9,35
2001 12.019 7.045 30.442 7.843 12,55
2002 11.825 7.533 35.405 7.202 10,00
2003 11.837 6.923 36.758 7.306 5,10
2004 11.894 7.167 38.162 7.450 6,40
2008 23.490 18.459 42.560
Sumber: Berbagai publikasi, BPS

Page 6 of 27
BUSINESS PLAN

Populasi ternak (000 ekor) 2000-2008


Livestocks Population (000Head) 2000-2008
Ternak
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008*)
Livestock

Sapi Potong/ Cattle 11,008 11,137 11,298 10,504 10,533 10,569 10,875 11,515 11,869

Sapi Perah/ Dairy Cattle 354 347 358 374 364 361 369 374 408

Kerbau/ Buffalo 2,405 2,333 2,403 2,459 2,403 2,128 2,167 2,086 2,192

Kuda/ Horse 412 422 419 413 397 387 398 401 411

Kambing/ Goat 12,566 12,464 12,549 12,722 12,781 13,409 13,790 14,470 15,806

Domba/ Sheep 7,427 7,401 7,641 7,811 8,075 8,327 8,980 9,514 10,392

Babi/ Pig 5,357 5,369 5,927 6,151 5,980 6,801 6,218 6,711 7,376

Ayam Buras/ Native Chicken 259,257 268,039 275,292 277,357 276,989 278,954 291,085 272,251 290,803

Ayam Ras Petelur/ Layer 69,366 70,254 78,039 79,206 93,416 84,790 100,202 111,489 116,474

Ayam Ras Pedaging/ Broiler 530,874 621,870 865,075 847,744 778,970 811,189 797,527 891,659 1,075,885

Itik/ Duck 29,035 32,068 46,001 33,863 32,573 32,405 32,481 35,867 36,931

Angka sementara/ Preliminary figures


Sumber/ Source: Direktorat Jenderal Peternakan/ Directorate General of Livestock Services

Dengan data diatas, Ayam Ras Pedaging/ Broiler mempunyai laju pertumbuhan yang
belum signifikan dan juga daging kambing yang biasanya menjadi substitusi daging ayam.

2. Rencana Pemasaran
1. Strategi pasar
Sudah sebagai mana umumnya peternak bekerjasama dengan pihak
pembibitan oleh karena itu distribution channel kita gunakan dari dan oleh
pembibit, terlepas dari penawaran kita terhadap :
Pedagang pasar induk, rumah makan, hotel, dll.
Pasar utamanya adalah kota - kota besar seperti kota metropolitan
Jakarta dan sekitarnya. Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan
ke dalam beberapa segmen yaitu :

Konsumen Akhir

Page 7 of 27
BUSINESS PLAN

Konsumen akhir, atau disebut konsumen rumah tangga adalah


pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
individunya. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi
daging, diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total.
Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam sub segmen yaitu :
Konsumen dalam negeri ( Golongan menengah keatas)
Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya
kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum
memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera.
Konsumen asing
Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat,
karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak
signifikan. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara
yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri, artinya ekspor
belum dilakukan / jika dilakukan porsinya tidak signifikan.
Konsumen Industri
Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan
daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna
mendapatkan laba. Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan
yang jumlahnya semakin meningkat Adapun mengenai tata niaga daging di
negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan
kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi.
Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok
daging yaitu :

a) KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia), yang mewakili


pemasok produksi peternakan rakyat.
b) APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan) Indonesia), yang
mewakili peternak penggemukan
c) ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia).

2. Kebijakan harga

Ayam broiler tipe B (hidup) 1,75 Kg ; Rp. 14.500,-


Ayam broiler tipe A (hidup) 2 ≥ Kg ; Rp. 19.500,-
Harga ini tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu – waktu sesuai
perkembangan pasar dan kami pun tidak memberikan potongan dalam

Page 8 of 27
BUSINESS PLAN

pembelian jumlah banyak maupun sedikit, dengan demikian asas kerja


profesionalisme kami tetap terjaga dan menghindari praktik kolusi dan nepotisme
dilapangan.

3. Kebijakan promosi
Sehubungan dengan bisnis yang kami jalankan lebih bersifat
Business to Business kami menggunakan jalur distribusi yang sudah ada seperti
penawaran kepada Makro, Giant, Superindo dan juga pasar – pasar tradisional
untuk pedagang menengah.
Untuk memperkuat pernyataan diatas berikut saya lampirkan analisi
SWOT secara umum :

Strengths
a) No Competitive Pricing (Estimator planner konsumen bisa bekerja lebih
kompeten).
b) Fasilitas terbaik menghasilkan kualitas terbaik.
c) Tenaga kerja ahli yang professional di bidang peternakan.
d) Letak pool yang strategis.
e) Sistem manajemen yang baik dan mendukung kelancaran usaha.
f) Menawarkan data privacy dan kenyamanan transaksi via DO (Delivery Order)
yang tidak bisa didapat di peternakan pada umumnya.
g) Melayani dengan waktu singkat dan hasil yang memuaskan, karna kami
mengerti waktu anda sangat berharga.
Weaknesses
a) Tidak melayani pelanggan luar jabodetabek.
b) Bagi pelanggan awal, harus mensetujui perjanjian umum untuk kecelakaan
kerja pada saat pengambilan barang hingga ketempat tujuan bukan menjadi
tanggung jawab For Him Chicken Farm, baik dari segi barang yang diangkut
maupun karyawan dan kendaraannya.
Opportunity
a) Dengan tingginya laju permintaan daging ayam berkualitas dan rendahnya
pertumbuhan grafik Ayam broiler di jabodetabek.
b) Sebagai Broiler specialist yang kompeten dan hanya menjual ayam broiler.
Threat
a) Belum tingginya awareness masyarakat terhadap Ayam broiler.

Page 9 of 27
BUSINESS PLAN

b) Tekanan pesaing yaitu peternak yang lebih dahulu memasuki pasar – pasar
potensial seperti ; supermarket yang sudah mempunyai brand yang telah
menjadi market leader.
c) Lama kelamaan jika Ayam broiler specialist ini berhasil maka nantinya akan
ada pesaing baru.

Page 10 of 27
BUSINESS PLAN

Operasi

- Analisis Lokasi

Sebidang tanah kosong 200 m2 berlokasi di Bekasi – Selatan, Pondok mitra


lestari.
Keputusan ini diambil karena :
1. Jalur arteri Bekasi – Pondok Gede
2. Struktur jalan mendukung (plur / chorr)
3. Banyaknya konsumen potensial disekitar
4. ≤ 1Km Menuju pintu tol JORR (Jakarta outer ring road)
5. ≤ 1Km Menuju pintu tol Bekasi - barat
6. ≤ 3Km Menuju pasar induk Pondok gede

: Pintu Tol JORR


: Pasar

Page 11 of 27
BUSINESS PLAN

- Kebutuhan Produksi: Fasilitas dan peralatan

Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga)


unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding
(pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan).

1) Perkandangan
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam broiler meliputi :

persyaratan temperatur berkisar antara 32,2 - 35 ˚C,

kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan / pemanasan kandang sesuai


dengan aturan yang ada,

tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah
mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam,

untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk
ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang
dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang
bateray.

Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting
kuat, bersih dan tahan lama.

2) Peralatan
4. Litter (alas lantai)
Alas lantai / litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang
bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter
setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan
sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang
antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
5. Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m
dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang
menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
6. Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan
diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat
tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

Page 12 of 27
BUSINESS PLAN

3) Tempat makan, minum dan tempat grit


Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu,
almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk
tempat grit dengan kotak khusus
4) Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting
operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
5) Pembibitan

Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya


2. pertumbuhan dan perkembangannya normal
3. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
4. tidak ada lekatan tinja di duburnya
5. Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur
sehari:

Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

1. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .


2. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
3. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
4. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
5. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
6. Perawatan Bibit dan Calon Induk Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan
pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan
pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang
bertugas di daerah yang bersangkutan.
6) Pemeliharaan
1. Pemberian Pakan dan Minuman

Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-
4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut :


 kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%,
lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%,
ME 2800-3500 Kcal.

Page 13 of 27
BUSINESS PLAN

 kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu


minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua
(umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66
gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.
Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4
minggu sebesar 1.520 gram.
b. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut :
 kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%;
lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-
0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
 kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur
yaitu:
minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan
minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah
3.829 gram.
2. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2
(dua) fase yaitu:
1. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-
masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu
ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5
liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah
air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6
liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi
tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula
yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
2. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu
yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari)
10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari
sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
3. Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan
merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan

Page 14 of 27
BUSINESS PLAN

tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin


pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari
poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka
bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu
dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera
disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa
maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

- Pemasok dan akses transportasi


Menemui peternak pembibitan ayam potong di daerah terdekat dan
mengadakan kerjasama, sekaligus mempermudah dalam pengadaan semua
yang dibutuhkan karena peternak pembibitan biasanya menyediakan kebutuhan-
kebutuhan ternak yang lengkap dan mereka pula yang mengantarkan DOC ke
lokasi kita.
DAFTAR PERUSAHAAN PERBIBITAN AYAM RAS PARENT STOCK (GPS)
DI PROVINSI JAWA BARAT
N
KABUPATEN PERUSAHAAN LOKASI FARM
O
PT. CIBADAK I.S.F. PINKU, PARUNG PANJANG
1 BOGOR
PT. ISA INKUD CURUG, JASINGA
PT. CENTRA AVIAN PERTIWI SUKAMULYA, PAGADEN
2 SUBANG
PT. BIBIT INDONESIA CISAGA, SUBANG
PURWAKARTA PT. MULTIBREEDER A.I. SUKAMANAH, BOJONG
3
PT. MULTIPHALA ADUPUTRA NEGASARI, DARANGDAN
PT. GALUR PALARASI MEKARSARI, KALAPA
4 SUKABUMI COBBINDA NUNGGAL
PT. AYAM MANGGIS CIPETIR, CIBADAK
PT. CIPENDAWA CIPANAS, PACET
5 CIANJUR
PT. HYBRO INDONESIA WARUNGKONDANG
6 SUMEDANG CV. MISSOURI RANCA KALONG, PAMULIHAN
Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat

- Sumber pasokan tenaga kerja


Untuk tenga kerja diambil dari Departemen tenaga kerja agar mem by pass,
masalah legal ketenagakerjaan, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan
dan tugas yang akan diembannya, sedangkan untuk para professionalnya, dari
pihak pembibitan dan peternakan yang sudah berpengalaman.

Page 15 of 27
BUSINESS PLAN

Pengelolaan Usaha

1. Personil kunci
Job description
Job description yaitu uraian pekerjaan yang menjelaskan tentang pekerjaan
teknis anggota organisasi yang menjabat pekerjaan tertentu. Berikut ini adalah
job description dari bisnis peternakan ayam kami :

1) General Manager
General Manager (GM) merupakan tingkatan manajemen perusahaan
yang paling tinggi, dimana GM bertanggung jawab langsung kepada investor
atau owner dari perusahaan.
General Manager sebagai supervisor tertinggi dapat meminta laporan
dari setiap manager berkaitan dengan performa perusahaan. GM juga
merupakan decision maker terutama yang berhubungan dengan keputusan
strategis perusahaan. Namun dalam kondisi tertentu General Manager dapat
memberikan wewenang kepada setiap manager untuk mengambil keputusan
yang berhubungan dengan bidang atau divisinya masing-masing.

2) Human Resource Manager


Bertugas menyeleksi pegawai yang akan bekerja dan yang akan
diberhentikan, mengawasi kinerja pegawai, dan menyusun serta memberikan gaji
dan kompensasi kepada para pegawai.

3) Operation Manager
Kegiatan operasi perusahaan dibawah pengawasan Operation
Manager. Karyawan yang berada di bawah tanggung jawab pengawasan
Operation Manager adalah :
a) Monitoring Staff
Staff yang bertugas memonitor seluruh aspek usaha dilapangan dan
melaporkannya kepada manager terkait
b) Broiler Specialist
Menjaga kelangsungan hidup ayam dari bibit hingga terjual.

Page 16 of 27
BUSINESS PLAN

4) Finance and Accounting Manager


Finance and Accounting Manager merupakan manager yang
bertanggung jawab atas kegiatan pencatatan setiap transaksi yang berhubungan
dengan perusahaan. Selain itu manager juga bertindak sebagai cost control
perusahaan. Dimana setiap rencana biaya yang diajukan oleh divisi lain harus
melalui proses evaluasi oleh Finance and Accounting Manager sebelum disetujui
oleh General Manager. Sebagai middle level management, Finance and
Accounting Manager dapat memberikan saran kepada General Manager
berkaitan dengan sumber pembiayaan dan keuangan perusahaan.

5) Marketing Manager
Marketing manager bertugas menangani strategi pemasaran dan
promosi perusahaan. Strategi promosi yang jitu tentunya sangat menentukan
perkembangan perusahaan yang sedang berada pada tahap introduction dalam
Product Life Cycle (PLC). Marketing plan yang disusun oleh Marketing Manager
harus berdasarkan pertimbangan biaya dari Finance and Accounting Manager
sebelum diajukan ke General Manager.

6) General Affair Manager


General Affair Manager menangani berbagai masalah umum diluar
kegiatan keuangan, marketing dan operasi, seperti : administrasi dokumen,
masalah legal dan perizinan, perawatan gedung dsb.
Staff yang berada di bawah pengawasan General Affair Manager adalah :
a) General Administration Staff
Staff yang membantu kegiatan administrasi dokumen serta masalah
legal dan perizinan perusahaan.
b) Janitor Staff
Bertanggung jawab atas kebersihan dan peternakan.

2. Struktur legal
Pasar persaingan sempurna dicirikan pula dengan no barrier to entry, artinya
dalam pasar industri makanan ini, para pemain baru akan dengan mudahnya masuk
ke dalam pasar. Para pemain baru ini dapat masuk dengan modal yang tidak terlalu
besar, biaya produksi yang murah dan teknologi yang tidak terlalu rumit. Namun,
keadaan pasar seperti ini menuntut setiap pemain dalam industri memiliki diferensiasi
serta value added yang diberikan kepada konsumen sehingga dapat membedakan
dengan pemain lainnya.

Page 17 of 27
BUSINESS PLAN

Oleh karena itu kami membuat bentuk badan usaha PT. FOR HIM CHICKEN FARM

Dengan ketentuan yang berlaku seperti berikut :

1. Badan hukum didirikan berdasarkan perjanjian yang melakukan kegiatan


dengan modal tertentu dimana modal terbagi dalam saham dan memenuhi
persyaratan yang ditetapkan UU serta peraturan pelaksanaannya.
2. Perjanjian dilakukan oleh pihak – pihak yang terkait pendirian usaha ini.
3. Modal dibagi dalam bentuk saham.
4. Mematuhi peryaratan undang-undang dan peraturan pemerintah.
5. Perjanjian kewenangan.
6. Perjanjian tanggung jawab seimbang terhadap modal yang disetorkan.

Sedangkan sifat kepemilikan PT. F2HIM CHICKEN FARM adalah Perseroan


Terbatas Biasa :

Pendiri, pemegang saham dan pengurus adalah warga negara dan Badan Hukum
Indonesia (Tidak ada modal asing)

Page 18 of 27
BUSINESS PLAN

3. Struktur organisasi

GM
General Manager

Finance and Human


Marketing Operation General Affair
Accounting Resource
Manager Manager Manager
Manager Manager

General
Monitoring Broiler
Administration Janitor Staff
Staff Specialist
Staff

Broiler Broiler Broiler Broiler


Specialist Staff Specialist Staff Specialist Staff Specialist Staff

Page 19 of 27
BUSINESS PLAN

Risiko

1. Hambatan dan Risiko

- Marketing

Dalam mengatasi risiko-risiko pemasaran yang telah disebutkan sebelumnya, pada


awal periode perusahaan harus menetapkan target yang tepat dan jelas, sehingga produk
akan diterima dengan baik di pasar. Tak lupa untuk memilih Distribution Channel yang
sesuai dengan produk, segmen produk dan tujuan dari perusahaan, sehingga proses
promosi dapat efektif. Hal ini ditandai dengan target konsumen telah mengenal bisnis
perusahaan dan telah mengetahui kelebihan - kelebihan yang ditawarkan oleh For Him
Chicken Farm, sehingga akan memberikan dampak yang positif terhadap penjualan
perusahaan.

- Financial

Untuk mengatasi risiko-risiko yang menyangkut keuangan (financial) perusahaan,


khususnya yang menyangkut permasalahan pembiayaan investasi awal akan diusahan
dengan menawarkan bisnis ini kepada investor individu dan lembaga keuangan (bank atau
non bank) untuk mendapatkan dana guna kebutuhan investasi awal.
Selain itu menyangkut masalah arus kas perusahaan dapat diatasi dengan
melakukan proyeksi laporan keuangan pada awal periode harus menggunakan metode
proyeksi yang sesuai dengan sifat bisnis ini dan sifat-sifat dari asset yang dimiliki
perusahaan serta kegiatan operasional perusahaan. Sehingga diharapkan tidak terdapat
penyimpangan yang cukup signifikan antara proyeksi laporan keuangan dengan laporan
keuangan yang sesungguhnya terjadi, atau dengan kata lain proyeksi laporan keuangan
sangat mendekati dengan yang kenyataannya terjadi.

- Management

Risiko yang timbul sebagai akibat pihak manajemen belum memiliki pengalaman
yang cukup pada bisnis ini sebab bisnis ini merupakan bisnis baru dapat diatasi dengan
pengumpulan informasi yang banyak mengenai bisnis ini oleh pihak manajemen baik
informasi mengenai segi operasional, pemasaran, SDM, dan lain sebagainya. Selain itu,
pihak manajemen harus mengevaluasi segala macam risiko yang mungkin timbul dan
langsung ditetapkan rencana-rencana untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin

Page 20 of 27
BUSINESS PLAN

timbul. Metode, persyaratan serta prosedur recruitment juga harus ditetapkan dengan jelas.
Sehingga diharapkan nantinya akan mendapatkan SDM yang berkualitas dan sesuai
dengan job description yang ada di dalam perusahaan.

- Operation

Perusahaan terus melakukan up date terhadap teknologi peternakan yang digunakan


sehingga konsumen akan selalu setia. Selain itu perusahaan juga harus memastikan bahwa
ayam - ayam yang dimiliki adalah ayam sehat dan DI ATAS STANDAR layak konsumsi.

- Legal

Mengenai masalah legal akan sulit bagi perusahaan untuk melakukan intervensi
karena semua kebijakan dan peraturan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah
selaku regulator. Namun untuk mengurangi resiko tersebut perusahaan dapat melakukan
diversifikasi fasilitas yang ditawarkan sehingga tidak secara langsung berkompetisi dengan
peternak besar yang sudah lebih dulu menguasai pasar.

2. Tindakan Alternatif

Untuk mengantisipasi kondisi perusahaan yang menghadapi tahap decline,


manajemen perusahaan dapat melakukan strategi dengan melakukan kebijakan -
kebijakan sebagai berikut :

 Integrasi ke Depan
Mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas distributor atau
pengecer
 Integrasi ke Belakang
Mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pemasok
perusahaan
 Integrasi Horizontal
Mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pesaing
 Penetrasi Pasar
Meningkatkan pangsa pasar untuk produk / jasa saat ini di pasar melalui
upaya pemasaran yang lebih besar.
 Likuidasi
Menjual seluruh aset perusahaan atau sepotong – sepotong.

Page 21 of 27
BUSINESS PLAN

Finansial

1. Estimasi Finansial

Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh


dalam Rencana Bisnis ini, antara lain adalah:

1. Jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain
CP.707.
2. Sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model
postal
3. Luas tanah yang digunakan yaitu 200 m2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1
ha/tahun adalah Rp 10.000.000,-.
4. Kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah
bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester dan
atap menggunakan genting.
5. Ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar
bagian tepi kandang 1,5 m.
6. Lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
7. Menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
8. Penerangan dengan lampu listrik.
9. Umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
10. Litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
11. Jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan
BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
12. Tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
13. Lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
14. Berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
15. Harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 14500,-di kalangan
peternak.
16. Ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
17. Nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
18. Bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
19. Nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun
dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5 tahun.

Page 22 of 27
BUSINESS PLAN

perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar,


karena nilai / harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan. Adapun rincian
biaya produksi dan modal usaha adalah sebagai berikut :

1. Neraca (proforma)
Harga per satuan (@) Total
Jenis Modal Kerja Banyak Qty
(Rp) (Rp)
1. Biaya prasarana produksi
a) Sewa tanah 200 m2 selama 1 tahun Rp 8.500.000
b) Kandang ukuran 20 x 10 m
Bambu 180 batang 180 batang Rp 7.500 Rp 1.350.000
Semen Holcim 4 zak 4 zak Rp 44.850 Rp 179.400
Kapur 30 zak 30 zak Rp 10.000 Rp 300.000
Genting 2600 bh 2600 bh Rp 1.500 Rp 3.900.000
Paku reng 5 kg 5 kg Rp 9.500 Rp 47.500
Paku usuk 7 kg 7 kg Rp 9.500 Rp 66.500
Batu bata 1000 buah 1000 bh Rp 600 Rp 600.000
Pasir 1 truk Rp 500.000 Rp 500.000
Tali 28 meter 28 meter Rp 8.000 Rp 224.000
Tenaga kerja ahli Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
2. Peralatan Total kandang Rp 8.167.400
Tempat pakan 28 bh 28 bh Rp 10.000 Rp 280.000
Tempat minum 32 bh 32 bh Rp 6.000 Rp 192.000
Sekop 1 bh 1 bh Rp 20.000
Ember 2 bh 2 bh Rp 25.000 Rp 50.000
Tong bak air 1 bh 1 bh Rp 50.000 Rp 50.000
Ciduk 2 bh 2 bh Rp 5.000 Rp 10.000
Tabung gas besar 1 bh 1 bh Rp 500.000 Rp 500.000
Thermometer 1 bh 1 bh Rp 10.000 Rp 10.000
Regulator 1 bh 1 bh Rp 100.000 Rp 100.000
Brooder (gasolec) 1 bh 1 bh Rp 40.000 Rp 40.000
Tali gantung tempat pakan 120 m 120 meter Rp 1.000 Rp 120.000
Jumlah biaya prasarana produksi Rp 26.206.800

3. Biaya sarana produksi


- Bibit DOC 1000 bh 1000 bh Rp 3.800 Rp 3.800.000
- Pakan dan obat-obatan
BR-1 31 zak (0-4 minggu) 31 zak Rp 56.000 Rp 1.736.000
BR-2 34 zak (4-6 mingu) 34 zak Rp 54.000 Rp 1.836.000
obat-obatan @ Rp 150/ekor 1000 Rp 500 Rp 500.000
- Tenaga kerja pelihara 1,5 bln Rp 400.000 Rp 400.000
- Lain-lain Rp 100.000 Rp 100.000
Sekam padi alas kandang 1 truk Rp 300.000 Rp 300.000
Karung goni bekas 32 kantong 32 bh Rp 700 Rp 22.400
Pemakaian listrik selama 1 tahun 12 bulan Rp 100.000 Rp 1.200.000
Pemakaian gas 12 bulan Rp 71.500 Rp 858.000
Jumlah biaya sarana produksi Rp 10.752.400

4. Biaya produksi
- Sewa tanah 200 m2 selama 1 tahun Rp 8.500.000
- Nilai susut prasarana produksi/2 bln
kandang Rp 100.000
Peralatan Rp.1.372.000 : 30 Rp 45.733
- Bibit DOC 1000 ekor 1000 ekor Rp 3.800 Rp 3.800.000
- Pakan dan obat-obatan Rp 4.072.000
- Tenaga kerja pelihara/bantu Rp 400.000
- lain-lain Rp 2.480.400
- Bunga modal 1,5% per bulan Rp 566.666
- Bulan modal 1,5 bulan Rp 150.000
Jumlah biaya produksi Rp 20.114.799

2. Rugi Laba (proforma)


Secara garis besar kebutuhan investasi di gambarkan sebagai berikut :
Biaya Pra Investasi Kebutuhan Investasi
Biaya sewa tempat Rp 1.000.000
Biaya prasarana Rp 8.500.000
Biaya sarana Rp 18.039.400
Jumlah kebutuhan dana Rp 10.752.400
Rp 38.291.800

Pendapatan
1. Total Produksi 1000x94%x1,75x14500 23.852.500
2. Nilai Pupuk Kandang 60.000
3. Jumlah Pendapatan 23.912.500
4. Keuntungan 3.797.701

Page 23 of 27
BUSINESS PLAN

3. Arus Kas (proforma)

Cash Flow For Him Chiken Farm


CASH RECEIVED bulan 0 bulan 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan 10 bulan 11 bulan 12
Begining cash Rp 38.291.800 Rp 7.737.601 Rp 21.048.832 Rp 34.825.267 Rp 49.026.832 Rp 63.600.791 Rp 78.479.607 Rp 93.578.511 Rp 108.792.732 Rp 123.994.345 Rp 139.028.686 Rp 153.710.285 Rp 167.818.250
sales Rp - Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500 Rp 23.852.500
Receivables Collected Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
Other Cash Received Rp - Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000 Rp 60.000
Total Cash Available Rp 38.291.800 Rp 31.650.101 Rp 44.961.332 Rp 58.737.767 Rp 72.939.332 Rp 87.513.291 Rp 102.392.107 Rp 117.491.011 Rp 132.705.232 Rp 147.906.845 Rp 162.941.186 Rp 177.622.785 Rp 191.730.750

Production Cost
Land Rent Rp 8.500.000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
henhouse Rp 8.167.400 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
equipment Rp 1.372.000 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -
DOC seed Rp 3.800.000 Rp 3.800.000 Rp 4.180.000 Rp 4.598.000 Rp 5.057.800 Rp 5.563.580 Rp 6.119.938 Rp 6.731.932 Rp 7.405.125 Rp 8.145.637 Rp 8.960.201 Rp 9.856.221 Rp 10.841.843
feed and medicines Rp 4.072.000 Rp 4.072.000 Rp 4.479.200 Rp 4.927.120 Rp 5.419.832 Rp 5.961.815 Rp 6.557.997 Rp 7.213.796 Rp 7.935.176 Rp 8.728.694 Rp 9.601.563 Rp 10.561.719 Rp 11.617.891
Repairs and Maintenance Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733 Rp 45.733
depreciation henhouse Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000
Professional Fees Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Labour Fees Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300.000
Loan Payment with Interest Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666 Rp 566.666
interest per month Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000
Other Cash Disbursed Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400 Rp 2.480.400
Loss Rp 228.000 Rp 241.680 Rp 256.181 Rp 271.552 Rp 287.845 Rp 305.115 Rp 323.422 Rp 342.828 Rp 363.397 Rp 385.201 Rp 408.313 Rp 432.812 Rp 458.781
Total Disbursements Rp 30.554.199 Rp 12.514.799 Rp 13.301.999 Rp 14.167.919 Rp 15.120.431 Rp 16.168.194 Rp 17.320.734 Rp 18.588.527 Rp 19.983.100 Rp 21.517.130 Rp 23.204.563 Rp 25.060.740 Rp 27.102.534

CASH POSITION
Balance Before Financing Rp 7.737.601 Rp 19.135.302 Rp 31.659.333 Rp 44.569.848 Rp 57.818.901 Rp 71.345.097 Rp 85.071.373 Rp 98.902.483 Rp 112.722.132 Rp 126.389.715 Rp 139.736.623 Rp 152.562.046 Rp 164.628.216
tax Rp - Rp 1.913.530 Rp 3.165.933 Rp 4.456.985 Rp 5.781.890 Rp 7.134.510 Rp 8.507.137 Rp 9.890.248 Rp 11.272.213 Rp 12.638.971 Rp 13.973.662 Rp 15.256.205 Rp 16.462.822
End Of Month Balance Rp 7.737.601 Rp 21.048.832 Rp 34.825.267 Rp 49.026.832 Rp 63.600.791 Rp 78.479.607 Rp 93.578.511 Rp 108.792.732 Rp 123.994.345 Rp 139.028.686 Rp 153.710.285 Rp 167.818.250 Rp 181.091.038

Total Cost Rp 38.291.800

BREAK EVENT POINT’s

Page 24 of 27
BUSINESS PLAN

2. Sumber Pendanaan

Modal Awal
Jenis Pendanaan Nama
(Rp)
Modal Sendiri Ibnu Rachman Tanjung 30.000.000,-
Pinjaman Bank 8.291.000,-
Total 38.291.800,-

Page 25 of 27
BUSINESS PLAN

Jadual Rencana Kerja

Jadual Rencana Kerja


Pertemuan dan survei kelayakan dengan bank
1 Bulan
Penyelesaian perjanjian dengan bank
Perjanjian sewa tanah
2 Bulan
Perjanjian jual beli dan kerjasama dengan pihak supplier
Pembelian dan penempatan aset 1 Bulan
Pembentukan tim manajemen dan penyeleksian pegawai
2 Bulan
Penyetujuan dengan distribution channel yang digunakan

Opening For Him Chicken Farm 1 bulan

Berdasarikan rencana kerja diatas dijelaskan bahwa untuk dapat menjalankan


For Him Chicken Farm mulai dari pencarian investor sampai dengan opening
diperlukan total waktu berkisar 7 bulan. Perkiraan waktu tersebut merupakan
konsumsi waktu maksimal yang dibutuhkan, karena pada realisasinya beberapa
tahapan diatas dapat dilakukan secara simultan sehingga rencana kerja akan
semakin efisien.

Page 26 of 27
BUSINESS PLAN

Lampiran

Moda Transportasi yang digunakan supplier

Gambar ayam Broiler tipe A dan B


Trimakasih kepada :

Page 27 of 27