Anda di halaman 1dari 13

KASUS PADA PERUSAHAAN MINUMAN COCA COLA BOTTLING INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Di Indonesia, minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung
sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari
berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga
independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA
menunjukkan bahwa
• Pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah
tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan
kurang dari Rp 500.000 (US$50).
• 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan
lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan.
• Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman
sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim.

Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah
barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat
besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk
berusia muda yang sangat besar.
Saat ini, Indonesia mencatat tingkat konsumsi produk-produk Coca-Cola terendah (hanya 13
porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun), dibandingkan dengan Malaysia (33), Filipina
(122) dan Singapura (141). Karena minuman ringan merupakan barang yang permintaannya
elastis terhadap harga, berbagai upaya dilakukan agar harga produk-produk minuman ringan
tetap terjangkau.
Dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi minuman ringan di negara tetangga jauh lebih tinggi
(Indonesia:13; Malaysia:33; Filipina:122). Untuk ilustrasi, pada tahun 1977, konsumen bisa
membeli 11 botol kecil minuman ringan mengandung soda atau teh siap minum dengan upah
minimum harian di Jakarta dan 13 botol pada tahun 2001. Namun, sebagai perbandingan
terhadap produk permen yang menaikkan harga, konsumen bisa membeli 205 permen dengan
upah yang sama pada tahun 1997 dan hanya 136 pada tahun 2001.
Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat
terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar
daripada prosentase kenaikan harga tersebut.
Ditinjau dari segi penciptaan kesempatan kerja, industri minuman ringan memiliki efek
multiplier yang besar pada tenaga kerja. Dengan rasio sebesar 4,025, industri minuman ringan
menduduki pringkat ke - 14 dari 66 sektor industri lainya di seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa
untuk setiap peluang pekerjaan yang tercipta, atau hilang, di industri minuman ringan, empat
kesempatan kerja akan tercipta, atau hilang, di tingkat nasional.
Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir
dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil. Bagi para pengusaha kecil
tersebut, produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan
kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%.
Industri-industri penunjang lainnya yang terkena dampak kegiatan industri minuman ringan
meliputi gelas, tutup botol, transportasi dan media.

1.2 Latar belakang perusahaan


Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan
terkemuka di Indonesia. Memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The
Coca-Cola Company.

Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000
outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan
patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-
pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan
distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-
Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini
memulai kegiatan usahanya di Indonesia.

Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi
di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.
Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan
truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh
Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company.
Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung
menjadi satu.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung
dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan
dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rangkaian produk Coca-Cola Bottling meliputi empat dari lima merek terkenal di dunia saat ini,
seperti Coca-Cola, diet Coke, Fanta, dan Sprite. Produk-produk ini telah menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari masyarakat konsumen Indonesia dari berbagai latar belakang sosial dan
ekonomi. Juga memproduksi dan mendistribusikan teh siap minum bermerek Frestea, Sunfill dan
minuman mengandung soda bermerek Schweppes.
Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, keuangan,
layanan pelanggan dan konsumen, bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek yang
terbaik di industri minuman.
The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan perusahaan terhadap pengawasan
mutu - yang memotivasi kami untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai
standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
Perusahaan memiliki Consumer Response Teams dan program-program yang dilaksanakan di
semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan
oleh para konsumen dan pelanggan, yang kemudian meneruskan masukan tersebut kepada pihak-
pihak yang tepat di dalam perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas yang tinggi tetap
terjaga.

1.2.1 Kepedulian Lingkungan


Perusahaan sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-usaha yang
berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Ini berarti, upaya
berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatakan kinerja di
bidang pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Sebelum membuang limbah ke sungai, perusahaan mengolah limbah sehingga tidak merusak
biota sungai.
Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di
bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja - mulai dari pengelolaan dan
pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan
kerja.
PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami, mencegah
dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan
produksi minuman ringan, serta terus berupaya memberikan pelayanan dan produk berkualitas
yang diharapkan konsumen maupun pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman
bagi seluruh karyawan.
Seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan setiap orang yang tergabung di dalam
perusahaan, serta semua mitra kerjanya, bersama-sama memainkan peranan penting dalam
menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang perlindungan lingkungan ini. Untuk itulah maka
perusahaan berupaya membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka
sepenuhnya, agar mereka senantiasa :
berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan lingkungan dengan
memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan Peraturan Perundangan yang berlaku;
senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam menyusun Business Plan
(Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah lingkungan selalu menjadi
bagian yang integral dari Operasi Perusahaan;

menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram, serta terus


menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan operasi perusahaan;

mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali, memahami dan bertindak pada
setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil setiap dampak negatif yang
berpotensi menimbulkan masalah lingkungan;

mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya,


termasuk energi, bahan kimia, air, kemasan dan bahan baku lainnya;

sedapat mungkin mencegah, mengurangi, menggunakan kembali dan mengolah semua limbah
yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri, serta menjamin prosedur pembuangan
limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal mungkin; dan
meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang
setara dengan yang kita anut.
1.2.2 Inovasi bisnis
Pengembangan pendekatan manajemen Sistem Informasi (Information System / IS) yang terarah
pada organisasi coca-cola bottling merupakan bentuk pengaruh evolusi teknologi terhadap dunia
usaha dewasa ini. Peran penting sistem informasi terhadap kinerja bisnis kami, pengembangan
sumber daya manusia dan nilai tambah lainnya, terutama bagi pemegang saham, membutuhkan
tim yang berdedikasi tinggi dan profesional dalam bidang manajemen sistem informasi.
Tantangan akan muncul sesuai dengan kebutuhan. Setiap tantangan harus ditangani sesuai
prioritas guna menjamin kepuasan terhadap jasa layanan pelanggan dalam skala bisnis yang luas.
Perusahan ini menggunakan sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh aspek bisnis.
Terlepas dari fokus dari aktifitas baik berupa supply chain, financial, atau yang berhubungan
langsung dengan kegiatan penjualan, manfaat dari sistem informasi akan dirasakan oleh seluruh
komunitas bisnis Coca-Cola Bottling.
Salah satu manfaat terpenting dari investasi CCBI pada teknologi sistem informasi selama lima
tahun terakhir adalah dengan meningkatnya kemampuan karyawan di seluruh level organisasi
Coca-Cola Bottling.
Masa depan akan menjelang. Teknologi akan terus berkembang dan menciptakan peluang baru
untuk peningkatan produktifitas sumber daya manusia.
Kemampuan karyawan untuk menggunakan informasi akan terus meningkat, kualitas
infrastruktur publik akan meningkat, dan pelanggan akan membangkitkan kebutuhan akan
layanan baru seiring kemajuan teknologi. Seluruh hal tersebut membutuhkan dukungan dari tim
yang profesional dalam organisasi kami.
Departmen IS akan melanjutkan kemitraannya dengan pimpinan dari setiap lini bisnis internal,
serta ikut membantu proses evolusi guna meningkatkan kualitas investasi sistem informasi di
perusahaan, dan pada akhirnya untuk meningkatkan layanan terhadap pelanggan.
Adalah filosofi dan komitmen perusahaan untuk menjadi bagian integral di setiap kelompok
masyarakat di mana perusahaan melaksanakan kegiatan usaha. Perusahaan aktif memberikan
kontribusi kepada masyarakat baik melalui aktifitas bisnis kami sehari-hari, maupun melalui
berbagai kegiatan hubungan masyarakat yang bermanfaat dan memberikan dampak langsung
bagi kehidupan masyarakat.

1.2.3 Hubungan Masyarakat


Kegiatan perusahaan di seluruh Indonesia berdampak langsung pada kehidupan dan
kesejahteraan ribuan pemasok lokal, pelanggan dan karyawan yang berasal dari masyarakat
sekitar. Setiap tahun melaksanakan program bantuan kemasyarakatan untuk masyarakat setempat
dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan prasarana, serta menyalurkan bantuan dalam
berbagai bentuk kepada kelompok-kelompok masyarakat membutuhkan sesuai kemampuan
perusahaan.
Bantuan tersebut antara lain berbentuk pembagian produk-produk perusahaan kepada berbagai
organisasi, pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu dan akses kepada masyarakat
sekitar untuk menggunakan poliklinik kami.
Adalah filosofi dan komitmen kami untuk menjadi bagian integral di setiap kelompok
masyarakat di mana kami melaksanakan kegiatan usaha. Kami aktif memberikan kontribusi
kepada masyarakat baik melalui aktifitas bisnis kami sehari-hari, maupun melalui berbagai
kegiatan hubungan masyarakat yang bermanfaat dan memberikan dampak langsung bagi
kehidupan masyarakat.
Kegiatan perusahaan Coca-cola di seluruh Indonesia berdampak langsung pada kehidupan dan
kesejahteraan ribuan pemasok lokal, pelanggan dan karyawan yang berasal dari masyarakat
sekitar. Setiap tahun kami melaksanakan program bantuan kemasyarakatan untuk masyarakat
setempat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan prasarana, serta menyalurkan
bantuan dalam berbagai bentuk kepada kelompok-kelompok masyarakat membutuhkan sesuai
kemampuan perusahaan.
Bantuan tersebut antara lain berbentuk pembagian produk-produk kami kepada berbagai
organisasi, pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu dan akses kepada masyarakat
sekitar untuk menggunakan poliklinik kami.
Pada bulan Agustus 2000, Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Indonesia memprakarsai
berdirinya yayasan sosial bernama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI). Misi utama yayasan
ini adalah membantu penyediaan kesempatan belajar bagi anak-anak dan remaja Indonesia agar
dapat menjadi warga negara yang produktif serta berwawasan luas.
Demi membantu dunia pendidikan, CCFI melaksanakan serangkaian kegiatan untuk
memfasilitasi sarana belajar alternatif guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi para
siswa maupun anak putus sekolah. Tiga program besar yang telah dicetuskan adalah: Program
Community Learning Center, Program Lokakarya Penulisan Cerita Anak dan Program Pelatihan
yang berkelanjutan.
Program Community Learning Center (Rumah Belajar Masyarakat) merupakan salah satu wujud
nyata upaya CCFI dalam mengembangkan perpustakaan umum agar dapat menjadi sarana
alternatif tempat belajar bagi masyarakat. Hal tersebut dicapai melalui beberapa cara yaitu:
mendidik para staf perpustakaan agar mereka lebih berorientasi pada pembaca, peremajaan
sarana perpustakaan agar lebih menarik dan menyelenggarakan program-program edukatif di
perpustakaan untuk menarik minat pengunjung.
Selain itu, tiga program besar lain telah dicanangkan untuk memberdayakan Learning Center
binaan CCFI.
Pertama, Program Digital Divide. Melalui program ini, CCFI melengkapi fasilitas Learning
Centernya dengan perangkat komputer modern. Selain itu, para pengelola Learning Center
dibina menjadi tenaga handal yang dapat mengajarkan manfaat belajar komputer dengan cara
yang menyenangkan bagi anak dan remaja yang datang ke Learning Center.
Kedua, Program Lingkungan Hidup. Bekerja sama dengan organisasi lingkungan, CCFI
mengembangkan seri buku pendidikan Keanekaragaman Hayati Indonesia, yang disebarluaskan
di setiap Learning Center dan perpustakaan sekolah.
Ketiga, Program HIV/AIDS. CCFI memasukkan program pendidikan tentang HIV/AIDS di
Learning Center binaannya di empat kota, yaitu: Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
Kegiatan diawali dengan pelatihan para mentor yang terdiri dari pengelola Learning Center dan
beberapa aktifis HIV/AIDS, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan komunikasi bagi remaja di
sekitar Learning Center.

1.2.4 Inisiatif Lokal lainnya


Komitmen sosial Coca-Cola Bottling Indonesia juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan
sosial lainnya yang dilakukan bagi masyarakat di sekitar pabrik dan kantor-kantor penjualannya
di berbagai daerah di Indonesia.
Keinginan untuk membantu meringankan beban hidup sesama, menyantuni yang kurang mampu,
dan harapan untuk menjadi anggota masyarakat yang baik, menjadi latar belakang
dilaksanakannya berbagai kegiatan sosial, sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Untuk memfokuskan bantuannya, Coca-Cola memfokuskan pada tujuh bidang utama, yaitu:
pendidikan, lingkungan, bantuan atas pembangunan infrastruktur publik, event-event nasional
dari berbagai organisasi kepemudaan dan pemerintah, kebudayaan, kesehatan dan olahraga, dan
bantuan bagi korban bencana alam.
Dibidang pendidikan, misalnya, selain melalui Coca-Cola Foundation Indonesia, Coca-Cola
Bottling Indonesia memberikan bantuan beasiswa bagi banyak pelajar Sekolah Dasar hingga
perguruan tinggi. Setiap tahun Coca-Cola Research Grant juga memberikan bea siswa penelitian
bagi mahasiswa S2 dan S3 di beberapa kota besar di Indonesia.
Adanya keterbatasan kemampuan pengusaha di sektor informal (pengusaha mikro) dalam
mengelola usahanya mendorong Coca-Cola Bottling Indonesia mewujudkan kepedulian
sosialnya dengan memprakarsai program ekonomi kemasyarakatan berbentuk program
pengembangan usaha mikro (Coca-Cola Micro Enterprise Development Program).
Program pendampingan dan pendidikan bagi kelompok usaha ekonomi lemah ini diluncurkan
pada Juli 2003 lalu dan memiliki dua elemen pokok bantuan.
Pertama, bantuan teknis (technical assistance) pengembangan dan pendampingan usaha mikro
yang didukung sepenuhnya oleh Coca-Cola selama satu tahun. Pendampingan ini dimaksudkan
untuk memberdayakan anggota kelompok, meningkatkan jumlah tabungan atas kesadaran
sendiri, serta mengembangkan kegiatan usaha produktif anggota dan pengembangan jaringan
usaha.
Kedua, akses terhadap modal kerja yang diberikan oleh lembaga pembiayaan independen atau
bank (diluar Coca-Cola). Pelayanan keuangan mikro seperti ini diberikan hanya bagi mereka
yang memenuhi kriteria ketat, antara lain: secara rutin memiliki kesadaran berkelompok dan
berkembang dalam kelompok, secara rutin dan tepat waktu menabung, serta berdomisili tetap.
Dalam melaksanakan dua pelayanan tersebut, Coca-Cola bekerjasama dengan Lembaga Swadaya
Masyarakat "Bina Swadaya", sebuah lembaga nirlaba yang berpengalaman dalam mengelola
program sejenis di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini telah berhasil dikembangkan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi,
Propinsi Jawa Barat, dan kini telah melayani lebih dari 320 orang pengusaha mikro. Menurut
rencana, program serupa akan dikembangkan tahun ini di Propinsi Jawa Timur.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Isi dan Pembahasan dengan Menggunakan Kerangka Empat Teori
2.1.1 Analisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan eksternal akan menghasilkan peluang dan ancaman perusahaan. Lingkungan
eksternal perusahaan terdiri dari tiga perangkat faktor, yaitu lingkungan jauh, lingkungan industri
dan lingkungan operasional. Lingkungan jauh terdiri dari dari faktor-faktor yang bersumber dari
luar, dan biasanya tidak berkaitan dengan situasi operasi perusahaan tertentu, yaitu faktor
ekonomi, sosial-budaya, teknologi, demografi, politik-hukum, dan ekologi. Lingkungan industri
terdiri dari persaingan diantara anggota industri, hambatan masuk, produk substitusi, daya tawar
pembeli dan daya tawar pemasok. Lingkungan operasional meliputi faktor-faktor yang
mempengaruhi situasi persaingan perusahaan, yaitu posisi bersaing, profil pelanggan, pemasok,
kreditor, dan pasar tenaga kerja.
Ketiga faktor tesebut memunculkan peluang dan ancaman dalam memasarkan produk secara
menguntungkan. Misalnya, Coca-Cola pada tahun 1993 melakukan analisis lingkungan jauh,
mendapatkan hasil sebagai berikut :
- Semakin meningkatnya pendapatan disposabel, penjualan Coca- Cola akan meningkat,
- Inflasi mempengaruhi keberhasilan Coca-Cola
- Konsumsi minuman ringan berbanding terbalik dengan usia seseorang, artinya semakin tua,
semakin berkurang minum minuman ringan, sebaliknya kelompok muda yang paling banyak
minum minuman ringan.
- Teknologi membuat dunia semakin sempit, sehingga muncul nya pasar “kaum muda” baru
yang lebih mudah dijangkau.
Dari lingkungan industri Coca-Cola menghasilkan :
- Coca-Cola mendapat persaingan yang kuat dari Pepsi
- Bahan baku utama Coca-Cola adalah sirup jagung berkadar fruktosa tinggi, sejenis gula, untuk
di Amerika Serikat dapat dipasok oleh sebagian besar sumber domistik. Untuk diluar Amerika
Serikat dapat diganti sukrosa. Bahan lain adalah aspartam, bahan pemanis yang digunakan dalam
produk minuman ringan rendah kalori diperoleh dari The Nutra Sweet Company.
- Pembeli minuman ringan adalah perorangan dan para pembotol yang memperoleh hak
waralaba.
- Ada banyak minuman substutusi dari minuman ringan yang populer , antara lain minuman
sitrus (citrus beverage), sari buah (fruit juice)

2.1.2 Analisis Lingkungan Internal


Analisis lingkuangan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Analisis
Internal Perusahaan dikenal juga dengan nama Analisis Profil Perusahaan. Analisis ini
menggambarkan kekuatan perusahaan, baik kuantitas maupun kualitas pemasaran, sumberdaya
manusia, sumberdaya fisik, operasi, keungan, manajemen dan organisasi.
Kekuatan dan kelemahan Pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan, pangsa pasar,
kualitas produk, kualitas pelayanan, efektifitas penetapan harga, efektifitas distribusi, efektifitas
promosi, kekuatan penjualan, efektifitas inovasi dan cakupan geografis.
Kekuatan dan kelamahan sumberdaya manusia dapat ditunjukkan dari manajemen sumberdaya
manusia, ketrampilan dan moral karyawan, keemampuan dan perhatian manajemen puncak,
produktivitas karyawan, kualitas kehidupan karyawan, fleksibilitas karyawan, ketaatan hokum
karyawan, efektivitas imbalan dalam memotivasi karyawan, dan pengalaman karyawan.
Keuangan terdiri dari ketersediaan modal, arus kas, stabilitas keuangan, hubungan dengan
pemilik dan investor, kemampuan berhubungan dengan bank, besarnya modal yang ditanam,
keuntungan yang diperoleh (nilai saham), efektivitas dan efisiensi system akuntansi untuk
perencanaan biaya-anggaran dan keuntungan dan sumber tingkat perusahaan.
Operasi meliputi fasilitas perusahaan, skala ekonomi, kapasitas produksi, kemampuan
berproduksi tepat waktu, keahlian dalam berproduksi, biaya bahan baku dan ketersediaan
pemasok, lokasi, layout, optimalisasi fasilitas, persediaan, penelitian dan pengembangan, hak
paten, merk dagang, proteksi hukum, pengendalian operasi dan efisiensi serta biaya-manfaat
peralatan.
Kekuatan dan kelemahan organisasi dan manajemen dapat diperoleh dari struktur organisasi,
citra dan prestasi perusahaan, catatan perusahaan dalam mencapai sasaran, komunikasi dalam
organisasi, system pengendalian organisasi keseluruhan, budaya dan iklim organisasi,
penggunaan system yang efektif dalam pengambilan keputusan, system perencanaan strategic,
sinergi dalam organisasi, system informasi yang baik dan manajemen kualitas yang baik.
Kekuatan
• Pengakuan equitas merek
• Produk distribusi dan jaringan di seluruh dunia
• Solid kinerja keuangan
• Merek diakui
• Produk diversifikasi (air, juices, soft drinks, minuman olahraga, dll)
• Kredit rating
• Banyak pelanggan setia Coca Cola.
Kesempatan
• Kredit rating
• Banyak pelanggan setia Coca Cola.
peluang
• Akuisisi pemain yang lebih kecil
• Kesehatan pertumbuhan kesadaran, khususnya generasi sekarang
Ancaman
• Komoditi pertumbuhan harga
• Lebih cepat pemain baru masuk
• Kunci kompetitor (Pepsi, dll)

2.1.3 Perumusan Sasaran


Setelah itu perusahaan melakukan Analisis SWOT, kelemahan, peluang dan ancaman yang
dikenal juga dengan Analisis SWOT, lalu sasaran menjelaskan tujuan-tujuan yang spesifik dalam
jumlah dan waktu. Dengan demikian sasaran memudahkan untuk perencanaan, pelaksanaan dan
pengendalian. Sasaran perusahaan dapat berupa profitabilitas, posisi pasar, produktivitas,
kepemimpinan teknologi, pengembangan sumberdaya manusia, hubungan antar karyawan dan
tanggungjawab sosial.
Sedikit sekali usaha yang hanya memiliki satu tujuan. Sebagian besar unit usaha memiliki bauran
tujuan yang mencakup laba, pertumbuhan penjualan, peningkatan pangsa pasar, pembatasan
risiko, inovasi reputasi, dan sebagainya. Unit usaha menentukan tujuannya dan melakukan
pengelolaan usaha sesuai tujuan tersebut (Management By Objectives-MBO). Agar sistem MBO
dapat bekerja dengan baik, tujuan-tujuan unit usaha harus memenuhi empat kriteria :
• Pertama tujuan harus diurutkan secara hirarkis, dari yang paling penting sampai yang kurang
penting. Sebagai contoh tujuan utama unit usaha untuk suatu periode mungkin dapat berupa
peningkatan tingkat pengembalian investasi. Ini dapat dicapai dengan meningkatkan laba dan
atau mengurangi biaya. Pendapatan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pangsa pasar
dan/atau harga jual. Dengan terus melakukan ini, unit usaha dapat bergerak dari tujuan umum ke
tujuan khusus untuk departemen dan individu tertentu.
• Kedua, tujuan harus dapat dinyatakan secara kuantitatif apabila dimungkinkan. Tujuan
‘meningkatkan tingkat pengembangan investasi (return On Investment-ROI)” lebih baik
dinyatakan sebagai sasaran “meningkatkan ROI menjadi 15 %, atau lebih baik lagi,
“meningkatkan ROI menjadi 15 % dalam dua tahun.
• Ketiga, sasaran – sasaran harus realitis. Sasaran-sasaran seharusnya dihasilkan dari analisa
peluang dan kekuatan unit usaha yang bersangkutan, bukan berdasarkan angan-angan saja.
• Yang terakhir, tujuan-tujuan perusahaan harus konsisten. Tidak mungkin memaksimalkan baik
penjualan maupun laba secara serentak.
Dilema penting lainnya mencakup antara laba jangka pendek versus pertumbuhan jangka
panjang, penetrasi pasar yang ada versus pengembangan pasar baru, sasaran laba versus sasaran
nirlaba, pertumbuhan tinggi versus risiko rendah. Setiap pilihan dalam kelompok dilema sasaran
ini memerlukan strategi pemasaran yang berbeda.

2.1.4 Perumusan Strategi dan Program


Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai suatu unit usaha, strategi adalah suatu rencana
permainan untuk mencapainya. Setiap usaha harus merancang strategi untuk mencapai
tujuannya. Walaupun banyak macam strategi yang tersedia. Michael Porter telah merangkumnya
menjadi tiga jenis umum yang memberikan awal yang bagus untuk pemikiran strategis :
keunggulan biaya secara keseluruhan, diferensiasi, dan fokus.
Langkah-langkah dalam Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran merupakan proses lima tahap, yang terdiri dari Analisis Situasi Strategis,
Perancangan Strategi Pemasaran, Pengembangan Program Pemasaran dan Implementasi dan
Pengelolaan Strategi Pemasaran. Gambar di bawah memperlihat tahapan proses strategi
pemasaran.

Analisis situasi strategi meliputi memenangan pasar melalui perencanaan strategis berorientasi
pasar, mengumpulkan informasi dan mengukur permintaan pasar, mencari peluang di lingkungan
pemasaran, menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli, menganalisis pasar komunitas
internet, menganalisis pasar bisnis dan perilaku pembelian bisnis, menghadapi pesaing dan
mengidentifikasi segman pasar dan memilih pasar sasaran. Perancangan strategi pemasaran
mencakup menentukan posisi dan mendeferensiasi pasar, strategi hubungan pemasaran dan
perencanaan produk baru. Pengembangan program pemasaran mencakup menetapkan strategi
produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi. Implementasi dan Pengelolaan
strategi mencakup merancang organisasi pemasaran yang efektif, implementasi dan pengendalian
strategi.

2.1.5 Kekuatan dan Kompetensi


Kekuatan atau kompetensi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah Riset and Development
yang intensif, Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan distribusi dan pangsa pasar, dan SDM
yang besar dan terlatih.
1. Brand image yang sudah dikenal luas Coca-cola memiliki brand image yang kuat di pasaran
Indonesia. Status coca-cola sebagai produsen minuman bersoda besar di Indonesia menjadi
jaminan mutu bagi kesetiaan dan loyalitas konsumen.
2.Riset and Development yang intensif Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang
menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi
masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development),
Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta
perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas
tersendiri.Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam
Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan
produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk
memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan
AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar
berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam
kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan
campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut “Fanta Oranggo”, setelah pada tahun
sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia
meluncurkan Sunfill – produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi,
Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan
pasar di Indonesia.

Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain
kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam
kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam
kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola,
Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini,
Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan
desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan
perkembangan teknologi terbaru.
Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai
program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser
musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun
2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan
Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan
momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala
nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang
menarik masyarakat.
Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru
juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia
menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.
Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia
dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji
3. Ramuan rahasia yang tidak dimiliki produk lain Sari rasa untuk coca-cola dibuat di pabrik-
pabrik the coca-cola company dan sampai sekarang tetap merupakan rahasia dagang terbesar
didunia
4.Sumberdaya manusia yang besar dan terlatih Pengembangan sumber daya manusia merupakan
salah satu focus utama manajemen dalam menyiapkan tenaga kerja yang handal, dinamis dan
penuh dedikasi. Sasaran PT. Coca – cola tak lain ialah memberi layanan yang prima dan
memuaskan kepada lebih dari 200 juta konsumen melalui sekitar 400,000 pelanggan yang
tersebar di seluruh Indonesia. PT. Coca – cola menyadari bahwa untuk meraih semua peluang
yang ada, memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan, dan untuk dapat
mengahadapi tantangan lingkungan bisnis yang kompetitif, tim-tim PT. Coca – cola perlu
dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta sikap yang tepat.
Selama sejarah keberadaan Coca-Cola di Indonesia yang cukup lama, PT. Coca – cola tetap
menyelenggarakan berbagai pelatihan serta mengembangkan SDM untuk menjamin bahwa
kemampuan bisnis perusahaan senantiasa memenuhi tuntutan pasar, dan para karyawan mampu
menghasilkan apa yang diharapkan dari mereka. Sementara itu, PT. Coca – cola juga secara
berkesinambungan merekrut tenaga-tenaga muda berpotensi untuk menduduki posisi-posisi
penting di masa mendatang.

PT. Coca – cola memiliki satu tim khusus yang bertugas meningkatkan keterampilan-
keterampilan fungsi teknis, bidang manajemen dan kepemimpinan karyawan. Tim tersebut
didukung dan disertifikasi oleh sejumlah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM
internasional. Diantaranya terdapat The Coca-Cola Company, Coca-Cola Amatil dan beberapa
lembaga internasional lainnya. PT. Coca – cola menghadirkan kelompok fasilitator baik dari
dalam organisasi sendiri, maupun dari lingkungan luar yang memiliki kepiawaian bisnis yang
tajam, pengalaman kerja langsung dalam bidang-bidang terkait, serta yang jauh lebih penting,
“menjiwai pendidikan”.
5.Pelayanan terhadap pelanggan dan consumen Coca-cola bottling Indonesia menyediakan
layanan National contact centre (NCC), yaitu pusat layanan bagi pelanggan dan konsumen
diseluruh Indonesia. NCC berfungsi sebagai media bagi pelanggan atau konsumen untuk
mendapatkan layanan dan informasi yang terkait denan perusahaan dan produk Coca-cola.
Layanan NCC meliputi
1. layanan pelanggan yang mencakup permohonan menjadi pelanggan, alat pendingin,
pemesanan produk, serta hal lain yang terkait dengan distribusi dan penjualan
2. Layanan Konsumen yang meliputi informasi produk, kualitas produk dan kemasan, kegiatan
promosi produk.
3. Pertanyaan umum yang mencakup penelitian, praktek kerja dan lowongan.
6.Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Coca-cola memiliki cirri khas tersendiri yang unik dan kreatif. Berbagai
program promosi diadakan sesuai even yang sedang berlangsung. Baik melalui konser musik,
pameran, promo penukaran tutup botol. Hadiah kejutan maupun iklan tv
7.Sistem informasi yang memadai pengembangan pendekatan manajemen system informasi yang
terarah pada organisasi merupakan bentuk pengaruh evolusi tekhnologi terhadap dunia usaha
dewasa ini

Komintmen Pada Lingkungan (PT Coca-Cola Bottling Indonesia)

Bisnis kami tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan
konsumen. Kami sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-usaha kami
yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Ini berarti,
upaya berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatakan
kinerja kami di bidang pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Sebelum membuang limbah ke sungai, kami mengolah limbah sehingga tidak merusak biota
sungai.

Kami menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan dan keselamatan
kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan pengertian kami terhadap masalah-
masalah tersebut yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kami
mengembangkan suatu sistem komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk
di dalamnya ISO 14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di
bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja - mulai dari pengelolaan dan
pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan
kerja.
Selain senantiasa berupaya meraih kepuasan dengan melakukan hal-hal yang terbaik, tanggung-
jawab kami juga tertuju pada masyarakat Indonesia yang kehidupannya kami sentuh setiap hari.
Tanggung jawab tersebut meliputi komitmen dalam menjalankan usaha dengan cara-cara yang
menjaga kelestarian lingkungan dan menunjang kesehatan dan keselamatan kerja karyawan-
karyawan kami di tempat kerja.

KEBIJAKAN LINGKUNGAN

PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami, mencegah


dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan
produksi minuman ringan, serta terus berupaya memberikan pelayanan dan produk berkualitas
yang diharapkan konsumen maupun pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman
bagi seluruh karyawan.

Kita yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan setiap orang yang
tergabung di dalam perusahaan, serta semua mitra kerjanya, bersama-sama memainkan peranan
penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang perlindungan lingkungan ini. Untuk
itulah maka kita berupaya membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka
sepenuhnya.

Kami akan:
berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan lingkungan dengan
memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan Peraturan Perundangan yang berlaku;
1. Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam menyusun Business
Plan (Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah lingkungan selalu
menjadi bagian yang integral dari Operasi Perusahaan;
2. Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram, serta terus
menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan operasi perusahaan;
3. Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali, memahami dan bertindak pada
setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil setiap dampak negatif yang
berpotensi menimbulkan masalah lingkungan;
4. Mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya,
termasuk energi, bahan kimia, air, kemasan dan bahan baku lainnya;
5. Medapat mungkin mencegah, mengurangi, menggunakan kembali dan mengolah semua
limbah yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri, serta menjamin prosedur pembuangan
limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal mungkin; dan
6. Meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan
yang setara dengan yang kita anut.

Sumber :
http://www.coca-colabottling.co.id/ina/ourcompany/index.php?act=environmental