Anda di halaman 1dari 15

MARKET VISION, STRUCTURE & ANALYSIS (Kasus Pada Unit Produksi Keripik Kampus Di Sukabumi) Oleh: Reny Sukmawani

NPM: 150130100007

I. PENDAHULUAN Persaingan bisnis yang sangat tajam pada saat ini merupakan sebuah tantangan bagi pengusaha untuk tetap berada dalam persaingan industri. Suatu perusahaan mengharapkan agar hasil penjualan dapat meningkat, usaha meningkatkan penjualan ini sangat penting sekali bagi perusahaan. Perusahaan yang tidak dapat memenuhi selera konsumen praktis akan mengalami penurunan volume penjualan, jika perusahaan tersebut tahun demi tahun mengalami kemunduran produksi, sudah dipastikan perusahaan tersebut akan gulung tikar. Misalnya, dengan semakin banyaknya pesaing usaha maka persaingan dalam jenis industri yang sama sebaiknya mempunyai spesifikasi produk yang unggul. Persaingan yang semakin luas menyebabkan harus adanya strategi pemasaran yang dapat membuat usahanya tetap berkembang. Perusahaan hendaknya harus dapat memperkirakan ke arah mana tuntatan pasar/harapan pelanggan akan berubah di masa datang (market vision). Hal ini disebabkan karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang semakin cepat maka akan berpengaruh terhadap pola perilaku konsumen terhadap suatu produk sehingga akan merubah tuntutan pasar. Perubahan tuntutan pasar tentu saja akan Perusahaan secara terus menerus membutuhkan alternatif strategi pemasaran dan bisnis yang baik agar produk yang dihasilkan tetap diminati konsumen. membandingkan nilai dan kepuasan pelanggan dengan nilai yang diberikan oleh produk, harga, distribusi, dan promosinya terhadap pesaing dekatnya. Menurut Kotler dan Amstrong ada dua (2) jalur identifikasi peluang pasar yaitu identifikasi terhadap produk yang sudah ada dan Identifikasi terhadap produk baru. Dari kedua identifikasi tersebut maka ada empat bagian utama yang harus dilakukan oleh peMasar yaitu penetrasi pasar, perluasan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi.

Menurut Cravens

(2000), di dalam market vision, suatu perusahaan

hendaknya melakukan mapping product, yaitu pemetaan produk apa saja yang akan dan atau dimungkinkan diproduksi oleh perusahaan. Produk yang direncanakan harus dengan mempertimbangkan selera konsumen pada masa kini dan masa yang akan datang. Setelah itu dilakukan analisis stuktur pasar, peramalan dan bagaimana pandangan pasar di masa depan. Berdasarkan pemahaman tentang market vision tersebut, perusahaan harus pula melakukan analisis situasi yang meliputi : permintaan pasar, analisis konsumen, analisis pesaing, posisi persaingan dan membuat matrik kinerja perusahaanya. kompetitif. Makalah ini berupaya menguraikan tentang market vision, structur dan analysis pada usaha Keripik Kampus yang diproduksi oleh unit produksi FKK (Forum Komunikasi dan Konsultasi) UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Keripik Kampus adalah merek dagang dari berbagai produk keripik yang diproduksi oleh FKK UMMI. Pada mulanya Keripik Kampus mengkhususkan diri untuk memproduksi keripik buah yaitu keripik pisang dan keripik nangka. Menurut BPPT Kabupaten Sukabumi, Jenis buah-buahan yang banyak diproduksi Kabupaten Sukabumi antara lain ;Pisang, Durian, Nangka/Cempedak, Rambutan, Mangga, Sirsak, Jambu biji, Nanas dan lainlain. Jumlah produksi terbesar adalah Pisang 731.589 kuintal, Pepaya 33.7 89 kuintal, Durian 52.092 kuintal dan Nangka 29.917 kuintal. Sebaran lokasi terletak di Kecamatan Palabuhanratu, Ciemas, Kalapanunggal, Parakansalak, Cikidang, Cikembar dan Kalibunder. Berdasarkan potensi komoditas unggulan inilah maka, FKK UMMI memilih pisang dan nangka untuk diolah menjadi keripik. Adapun faktor pertimbangannya adalah: 1. 2. 3. 4. Bahan baku berlimpah, akibatnya harganya murah Rasanya manis Proses pembuatannya mudah Buah nangka dan pisang banyak disukai orang Keripik buah adalah salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh konsumen untuk dikonsumsi dalam rangka diversifikasi konsumsi buah-buahan. Keripik buah ini pun juga merupakan salah satu pengembangan pengolahan dalam rangka Dari hasil analisis situasi inilah kemudian nanti perusahaan akan dapat merancang strategi pemasaran yang

meningkatkan nilai tambah dari produk buah yang dikenal sebagai produk musiman. Sehingga diharapkan melalui pengolahan keripik buah ini orang masih dapat menikmati buah tanpa mengenal musim. Keripik buah sudah banyak dikembangkan di berbagai daerah berdasarkan potensi komoditas unggulan di wilayah masing-masing. Sebagai contoh keripik salak pondoh dari Sleman dan keripik apel dari Malang. Di Sukabumi sendiri keripik buah ini belum banyak dikembangkan. Sehingga pengembangan keripik buah ini memiliki peluang yang sangat besar. Hasil tinjauan Isang Gonarsyah (1998) mengemuka bahwa struktur industri perbuahan telah mengalami perubahan drastis dengan relatif pesatnya perkembangan industri pengolahan buah-buahan. Bila sebelumnya pasar buahbuahan didominasi oleh buah-buahan segar, produk domestik (produk primer), maka akhir-akhir ini dominasi itu tampak melemah dengan berkembangnya industri pengolahan dalam negeri. Namun pada saat itu pengolahan lebih banyak untuk dijadikan minuman atau manisan. Baru beberapa tahun kemudian berkembang menjadi produk keripik, seperti yang kini diproduksi oleh FKK UMMI. Di dalam perjalanannya, Keripik Kampus senantiasa bereksperimen dalam pengembangan produk baik dari sisi kualitas maupun penganekaragaman. Hingga kemudian yang pada mulanya mengkhususkan diri pada keripik buah membuat terobosan baru dengan memproduksi keripik tape singkong dan kacang vacuum. Dengan demikian saat ini Keripik Kampus memproduksi empat macam keripik. Dimasa depan, Keripik Kampus akan terus mengembangkan diri sesuai selera konsumen. Untuk menentukan produk apa yang nanti akan diproduksi dan bagaimana strategi pemasarannya, Keripik Kampus hendaknya memahami market vision dan melakukan analisis situasi. II. SEKILAS TENTANG FKK UMMI DAN KERIPIK KAMPUS FKK UMMI (Forum Komunikasi dan Konsultasi, Universitas Muhammadiyah Sukabumi) didirikan pada tanggal 25 Juni 2008 melalui SK Rektor. FKK didirikan di UMMI sebagai wadah komunikasi antara UMMI dengan stakeholders. Melalui FKK ini UMMI berupaya untuk membangun kerjasama yang baik, saling menguntungkan, serta mampu menggali potensi yang dimiliki oleh UMMI dan mitra. Rencana kegiatan FKK UMMI akan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya

insani dan transfer teknologi, yang mampu menjadi feedback positif bagi UMMI secara moril dan materi, sehingga program-program yang dijalankan dapat berkelanjutan. Target khusus program FKK UMMI adalah: 1). Meningkatkan partisipasi dan jaringan kemitraan (networking) antara UMMI, Pemda, industri barang dan jasa, serta masyarakat dalam membantu pengembangan daerah, 2). Meningkatkan komunikasi dan konsultasi antar stakeholders tentang berbagai aspek yang saling menguntungkan, sehingga tercipta kondisi yang mendukung kerjasama antara UMMI dengan industri barang dan jasa, PEMDA, Organisasi Profesi, LSM, dan Masyarakat 3). Meningkatkan komunikasi dan konsultasi antar stakeholders untuk meningkatkan kualitas lulusan dan keterserapan di pasar kerja melalui peningkatan kebermanfaatan sumberdaya, 4). Meningkatkan kontribusi UMMI melalui pengembangan riset dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan industri, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat, 5). Menciptakan sinergi antara UMMI dengan stakeholders dan antar stakeholders dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM. Salah satu program kerja FKK UMMI adalah mengembangkan unit produksi sebagai media bagi mahasiswa dalam pendidikan, penelitian dan kewirausahaan dan bagi stakeholders / masyarakat dalam penyelenggaraan pelatihan-pelatihan. Unit produksi yang saat ini sudah dikembangkan adalah Keripik Kampus melalui kerjasama dengan UPT PNFI (Unit Pelaksana Teknis, Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi sebagai salah satu mitra atau anggota FKK UMMI. Unit produksi ini selain sebagai unit bisnis juga dimanfaatkan oleh UMMI bagi Dosen / Mahasiswanya dan oleh PNFI untuk pelatihan bagi siswa pendidikan nonformal. Sehingga tercipta kemitraan yang kondusif dan saling menguntungkan. Di dalam memasarkan produknya, Keripik Kampus juga melibatkan anggota FKK lainnya baik dari dunia usaha dan industri maupun melalui instansi pemerintah. Dengan demikian program FKK dalam meningkatkan komunikasi dan konsultasi antar anggota dan meningkatkan jaringan kemitraaan (networking) antara UMMI, Pemda, industri, asosiasi dan masyarakat juga terlaksana dengan baik. Hingga saat ini, setelah hampir tiga tahun berdiri anggota FKK UMMI berjumlah 32 anggota.

Unit produksi Keripik Kampus baru dikembangkan pada tahun 2010 melalui serangkaian pelatihan dan penelitian yang hingga kini masih terus dilakukan untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik. Pengolahan Keripik Kampus dilakukan dengan cara digoreng menggunakan mesin vacuum frying (mesin penggoreng hampa udara). Kita tidak mungkin menghasilkan produk buah olahan berupa keripik hanya menggunakan alat penggoreng biasa. Komoditi buah-buahan hampir semuanya memiliki kandungan glukosa (gula) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, bila kita mengolahnya dengan cara menggoreng menggunakan alat penggoreng biasa, keinginan untuk bisa berubah menjadi keripik tidak tercapai. Buah yang digoreng biasa malah bisa lembek atau lengket di wajan. Akibatnya tidak layak dijual maupun dikonsumsi. Beberapa kelebihan jika buah digoreng dengan mesin vacuum frying adalah: 1. Tidak gosong 2. Kandungan nutrisi tidak hilang 3. Rasa, dan aroma sesuai bahan aslinya 4. Renyah 5. Tidak perlu bahan pengawet atau bahan kimia 6. Tidak perlu penambah rasa buatan Saat ini volume produksi keripik kampus masih kecil karena kapasitas mesin pengolahan yang terbatas. Jumlah produk yang dihasilkan dalam setiap minggunya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 1. Jumlah Produksi Keripik Kampus per Minggu No 1 2 3 4 Jenis Produk Nangka Pisang Tape Kacang Jumlah Bahan Baku 50 kg 50 kg 50 kg 50 kg Jumlah Keripik yang dihasilkan 20 kg 25 kg 35 kg 45 kg Perkiraan Susut 60% 50% 30% 10%

Berdasarkan Tabel produksi di atas, produksi Keripik Kampus UMMI masih sangat kecil. Dengan ukuran kemasan jual masing-masing 100 gram, maka dapat diperkirakan bahwa Keripik Kampus yang dapat dipasarkan setiap minggunya hanya sebanyak 200 pak untuk nangka, 250 pak untuk pisang, 350 pak untuk tape dan 450 pak untuk kacang. Dengan harga (harga produsen) jual produk masingmasing Rp 15.500 untuk nangka, Rp 8.000 untuk pisang dan tape, serta Rp 4.000

untuk kacang maka pendapatan per minggu dari Keripik Kampus ini sekitar Rp 8.900.000 (Tabel 2). Tabel 2. Pendapatan Keripik Kampus Berdasarkan Volume Penjualan No 1 2 3 4 Jenis Produk Nangka Pisang Tape Kacang Volume Jual (pak) 200 250 350 450 Harga Satuan Pendapatan (Rp) (Rp) 15.500 3.100.000 8.000 2.000.000 8.000 2.000.000 4.000 1.800.000 Total 8.900.000

Berdasarkan pendapatan pada Tabel 2, maka keuntungan yang diperoleh per minggu setelah dikurangi biaya yang dikeluarkan per minggu sekitar Rp 3.500.000 (tergantung harga fluktuasi harga bahan baku) adalah Rp. 5.400.000 atau sekitar Rp 21.600.000 per bulan. Keuntungan tersebut berupa keuntungan kotor, karena belum dikurangi oleh insentif pengelola, gaji tenaga kerja produksi (2 orang), penyusutan alat (mesin), pemeliharaan alat, promosi dan sewa tempat yang dikeluarkan setiap satu bulan sekali. Namun demikian berdasarkan hitungan secara kasar, keuntungan yang diperoleh ini cukup menjanjikan apalagi bila dalam skala produksi yang besar. Dari keuntungan yang diperoleh tersebut, FKK dapat menabung untuk menambah mesin vacuum, sehingga volume produksi dapat lebih ditingkatkan lagi dan dapat membantu membiayai program-program FKK tanpa membebani lembaga (universitas).

III.

MARKET VISION Buah dikenal sebagai produk musiman, sehingga terkadang jumlahnya

berlimpah pada saat-saat tertentu.

Berlimpahnya buah

tersebut seringkali

menjadikannya memiliki nilai jual yang rendah, harga murah dan bahkan di daerah tertentu banyak buah-buahan terbuang percuma serta membusuk karena tidak termanfaatkan. Salah satu cara untuk memanfaatkan dan meningkatkan nilai jual buah adalah dengan menjadikannya produk olahan lain. Melihat kondisi ini FKK UMMI berusaha untuk mengikuti ke arah mana tuntatan pasar/harapan pelanggan akan berubah di masa datang. merupakan salah satu komponen penting dalam sisem agribisnis. Konsumen Sumarwan

(1999), mengemukakan bahwa tumbuhnya sektor agribisnis akan ditentukan oleh

seberapa besar permintaan konsumen terhadap produk-produk agribisnis. Memahami perilaku konsumen buah-buahan merupakan informasi pasar yang sangat penting bagi sektor agribisnis. Informasi ini diperlukan sebagai bahan masukan untuk merencanakan produksi, mengembangkan produk dan memasarkan buah-buahan dengan baik. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler (1993) antara lain adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis. Budaya merupakan salah satu penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar dan sesungguhnya seluruh masyarakat memiliki stratifikasi sosial dimana kelas sosial menunjukkan pilihan terhadap produk dengan merek yang berbeda-beda. Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik/ciri-ciri pribadinya, terutama yang berpengaruh adalah umur dan tahapan dalam siklus hidup pembeli, pekerjaannya, keadaan ekonominya, gaya hidupnya, pribadi dan konsep jati dirinya. Pilihan membeli seseorang juga akan dipengaruhi faktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan dengan sikap. Dengan adanya perubahan tuntutan pasar ini maka akan memerlukan alternatif strategi pemasaran dan bisnis (keterkaitan strategi dengan pasar). Hal ini juga menjadi pertimbangan FKK UMMI dalam memasarkan produknya. Untuk itu unit produksi FKK UMMI memiliki visi Unggul dalam kualias . Visi tersebut diimplementasikan dalam misi sebagai berikut:
1. 2. 3.

Mengutamakan kualitas dalam pelayanan dan produk. Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun pelayanan Menumbuhkan keterampilan dan pengetahuan karyawan guna mencapai performa operasional yang maksimal. Agar visi dan misi itu tercapai, maka perlu memahami pasar dengan baik.

Menurut Cravens (2000), proses pemahaman pasar di bagi ke dalam empat tahap, yaitu: 1. Mapping the product market (pemetaan produk pasar) 2. Market structure analysis (analisis struktur pasar) 3. Market forecasts (peramalan pasar) 4. Future vision about the market (harapan pasar di masa depan)

Unit produksi FKK UMMI dalam usianya yang relatif muda telah berupaya untuk menerapkan keempat tahap proses pemahaman pasar ini dalam memproduksi Keripik Kampus. IV. MAPPING PRODUCT MARKET Mapping product market pada dasarnya adalah bagaimana memetakan produk spesifik yang dapat memenuhi tuntutan pasar atau kesesuaian kebutuhan pasar dengan manfaat produk. Langkah mapping product yang dilakukan oleh FKK UMMI sebelum menentukan keripik sebagai produk unggulannya, adalah sebagai berikut: 1. Mendefinisikan / menentukan pasar (kebutuhan)
-

Membuat daftar/list kebutuhan yang dipenuhi oleh produk-produk saat ini, seperti yang disorot oleh pelanggan saat ini Memusatkan perhatian pada kebutuhan akhir pelanggan (pengguna akhir)

2. 3.

Set parameter untuk analisis (yaitu menentukan apa yang akan disertakan / dikecualikan Memperkirakan RAM (Realistically Available Market) /realistis tersedia market, yaitu bagian dari pasar di mana unit produksi FKK UMMI secara realistis dapat bersaing

4.

Menggambarkan /memetakan pasar


- Mengidentifikasi sambungan (yaitu tahap transaksi) dengan menyertakan

pengaruh apa yang mungkin timbul atas keputusan yang diambil tentang produk yang dipilih
- Menggambarkan peta pasar total agar dapat memahami dinamika pasar

yang ada 5. Awal kuantifikasi


- Volume pasar dan nilai pendapatan - Jumlah pelanggan yang eksis

6. 7. 8. 9.

Menggambarkan peta pasar bisnis di masa depan Memperluas / mengembangkan detail Mengidentifikasi persaingan Mempertanyakan: siapa yang membeli?, apa, dimana dan kapan mereka membeli serta mengapa mereka membeli?

Berdasarkan hasil langkah-langkah tersebut di atas, maka diperoleh hasil mapping sebagai berikut:

MAKANAN KERIPIK

BUAH

KACANG

TAPE

SAYUR

NANGKA

PISANG

BROKOLI

BABY BUNCIS

Gambar 1. Mapping Product Berdasarkan hasil mapping pada Gambar 1, maka diputuskan pada tahap awal untuk memproduksi keripik buah dengan pilihan nangka dan pisang (sesuai potensi komoditas unggulan lokal di Sukabumi). Tahap selanjutnya di produksi kacang dan tape (setelah melalui beberapa percobaan dan penelitian). Kemudian direncanakan di masa depan akan melebarkan produk dengan memproduksi keripik sayur dengan asumsi selera konsumen di masa depan akan lebih berorientasi pada camilan yang sehat atau sebagai alternatif pilihan bagi konsumen tertentu yang tidak senang makan sayur-sayuran yang tersedia dalam bentuk penganan saat ini. Untuk keripik sayur ini percobaan dan penelitian sedang dilakukan. V. STRUCTURE & ANALYSIS Di dalam melakukan analisis situasi, Menurut Best (2004) ada lima faktor yang harus dianalisis, yaitu: permintaan pasar, analisis pelanggan, analisis pesaing, posisi persaingan dan matrik kinerja. Komponen apa saja yang dianalisis pada masing-masing faktor tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini:

Analisis Situasi

permintaan pasar
- Ukuran & pertumbuhan - Kesanggupan - Lingkungan

analisis pelanggan
- pengguna akhir - perantara - nonkonsumen

analisis pesaing
- Struktur - Analisis kesenjangan - subtitusi

posisi persaingan
- Pembagian pasar - Harga/kualitas - Biaya/nilai -

matrik kinerja Penjualan Penjual Kepuasan keuntungan

Gambar 2. Analisis Situasi Secara eksplisit kelima faktor tersebut belum dianalisis oleh FKK UMMI, tetapi secara inplisit sesungguhnya FKK UMMI telah melakukan semua itu, hanya saja tidak sadar bahwa apa yang sudah dilakukan itu sesungguhnya adalah bagian dari struktur dan analisis pasar. Dan dalam pelaksanaanya tidak secara terperinci serta terstruktur seperti pada Gambar 2 di atas. Untuk lebih jelasnya analisis situasi pada Keripik Kampus adalah sebagai berikut: 1. Permintaan pasar Salah satu tugas pokok sewaktu meneliti pasar adalah memperkirakan pasar saat ini dan saat mendatang. Menurut Craven (2000), pemintaan pasar suatu produk adalah jumlah volume yang akan dibeli suatu kelompok konsumen tertentu dalam suatu wilayah geografis tertentu, dalam suatu waktu tertentu yang berada dalam lingkungan pemasaran tertentu dengan suatu program pemasaran tertentu. Secara umum, buah-buahan sangat digemari orang. Selama ini buah diawetkan dengan bahan pengawet. Dengan digoreng, akan menghasilkan buah yang awet namun tanpa bahan pengawet. Daya simpan keripik buah ini apabila dikemas dengan menggunakan alumunium foil akan tahan hingga 6 bulan. Disamping itu sebagian besar karakter masyarakat pada umumnya menyukai makanan ringan sebagai camilan. Camilan keripik yang diolah dengan cara pemvakuman dan tanpa bahan pengawet merupakan alternatif pilihan camilan sehat yang banyak dicari orang pada saat ini seiring dengan semakin tumbuhnya kesadaran pada masyarakat akan pentingnya

10

mengkonsumsi makanan yang sehat. Kondisi pasar inilah yang dibidik oleh Keripik Kampus. Pasar untuk keripik ini juga cukup luas. Kita bisa menjual keripik buah ini di mana saja. Kita bisa membentuk/merekrut tim penjualan. Caranya, mengumpulkan pedagang atau menitipkan produk di toko swalayan ataupun toko-toko makanan. Peluang ekspor juga terbuka karena keripik ini lebih awet, tentu memungkinkan untuk dikirim ke mancanegara. Pada saat ini permintaan pasar terus meningkat, sehingga para konsumen Keripik Kampus datang memesan/membeli langsung 2. Analisis pelanggan Sejalan dengan program pemerintah, Sa id (1999) mengungkapkan bahwa pendekatan komoditas yang berfokus pada self sufficiency harus mulai digeser menjadi pendekatan agribisnis yang sarat dengan penciptaan nilai tambah dan berorientasi pada keuntungan. Oleh sebab itu pemasar harus berusaha untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, apa seleranya dan bagaimana ia mengambil keputusan. Sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemahaman yang mendalam mengenai konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen, sehingga mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. Disinilah peran penting perusahan untuk tetap dapat merebut hati konsumen dengan berbagai cara baru untuk memuaskan konsumen dengan berbagai perbedaan daya tawarnya. Hal ini pulalah yang diprioritaskan oleh Kripik Kampus dalam merebut hati pelanggan. Pelanggan Kripik kampus saat ini ada yang merupakan konsumen langsung sebagai pengguna akhir dan ada yang sebagai perantara. Sehingga untuk memasarkan produknya, Kripik kampus menetapkan 3 macam harga, yaitu harga produsen, harga distributor dan harga konsumen. 3. Analisis pesaing Dalam hal persaingan untuk memperebutkan pangsa pasar pada usaha keripik buah tidak jauh pembedaannya dengan usaha lain. Dengan meningkatkan kompetisi dan kompleksitas penjualan maka daya saing di pasar akan semakin memberikan penetrasi yang lebih keras. Persaingan tersebut yang pada akhirnya akan menuntut hubungan yang lebih antara penjual (perusahaan) dan ke Kampus UMMI karena kehabisan produk di pusat jajanan dan oleh-oleh tempat biasa mereka membeli.

11

pembeli (user). Dalam rangka memuaskan konsumen dalam menikmati hasil produksi perusahaan, maka sudah barang tentu sebuah perusahaan akan melaksanakan evaluasi produk yang diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar. Sesuai dengan hukum alam bahwa produk yang mempunyai keunggulan di atas produk lainnya dengan mengindahkan harga pasar, maka produk tersebut yang akan menguasai pangsa pasar. Produsen keripik dengan sistem penggorengan menggunakan vacuum fraying di Sukabumi belum banyak. Bahkan khusus untuk keripik tape, baru FKK UMMI yang memproduksi. Demikian pula halnya dengan kacang. Kacang bawang goreng memang banyak di pasaran, tetapi kacang vacuum baru FKK UMMI yang memproduksi. Sehingga persaingan dengan produk sejenis tidak menjadi ancaman pada saat ini, namun persaingan dengan produk camilan lainnya yang kian hari kian inovatif penyajiannya di pasaran tetap harus diwaspadai. 4. Posisi persaingan Persaingan yang ketat antar merek dan produk menjadikan konsumen memiliki posisi yang semakin kuat dalam posisi tawar-menawar (Sumarwan, 2003). Para konsumen produk pertanian dewasa ini memang dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan peningkatan daya beli, maka akan terjadi pula perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja atau dalam konsumsi. Untuk menjawab kondisi ini, Keripik Kampus berupaya meningkatkan kualitas produk, kualitas layanan dan menetapkan harga yang bersaing. 5. Matrik kinerja Salah satu indikator berhasil tidaknya suatu aktifitas pemasaran dari suatu produk dapat dilihat dari besar kecilnya volume penjualan yang dicapai perusahaan yang bersangkutan dalam suatu periode berikutnya. Umumnya bila volume penjualan yang diperoleh rendah maka keuntungannya akan rendah pula. Hal ini mempunyai korelasi berbanding lurus antara volume penjualan dengan pendapatan sebuah perusahaan. Berdasarkan analisis, tingkat penjualan Kripik Kampus saat ini cukup baik, sirkulasi produk setiap minggunya berjalan dengan lancer. Namun sistem pembayaran dengan cara konsinyasi pada beberapa toko kadang menjadi hambatan tersendiri. Meskipun demikian, hal ini tidak menimbulkan hambatan dalam berproduksi. Keuntungan

12

yang diperoleh setiap bulan cukup baik dan memungkinkan usaha ini menjadi layak untuk terus dikembangkan. Tingkat kepuasan pelanggan beragam, beberapa kali Keripik Kampus mendapat kritikan, Komplain dan masukan dari pelanggan. Tetapi tidak sedikit pula mendapat pujian dari pelanggan. Setiap respon pelanggan terhadap Keripik Kampus dijadikan pertimbangan dan bahan perbaikan dalam ragka meningkatkan kepuasan pelanggan.

VI. MARKET FORECAST Perusahaan menghadapi banyak peluang pasar dan harus mengevaluasinya dengan hati-hati sebelum memilih pasar sasaran mereka. Mereka membutuhkan keahlian dalam mengukur dan meramalkan ukuran pertumbuhan dan laba potensial dari peluang pasar yang berada dalam kondisi persaingan. Menurut Craven (2000), hal-hal yang perlu diketahui dalam memperkirakan permintaan sekarang adalah : 1. Jumlah seluruh potensi pasar 2. Potensi pasar per wilayah 3. Penjualan sesungguhnya dan bagian pasar Sedangkan langkah-langkah di dalam meramalkan permintaan masa depan adalah dengan mengumpulkan informasi melalui serangkaian pertanyaan sebagai berikut: 1. Apa yang dikatakan orang Dapat diperoleh dari : a. Survey mengenai keinginan/pamrih/niat pembeli b. Kumpulan pendapat armada penjualan c. Pendapat para ahli 2. Apa yang dilakukan orang : Dapat dilakukan dengan metode pengujian pasar , untuk mengetahui tanggapan konsumen. 3. Apa yang telah dilakukan orang : Didapat dengan menganalisis data-data yang lalu tentang perilaku pembeli dengan menggunakan : a. Analisis Deret Berkala atau, b. Analisis Permintaan dengan Statistik

13

Hingga saat ini, Keripik Kampus memperkirakan permintaan berdasarkan jumlah penjualan sebelumnya dan permintaan pasokan dari pelanggan tetap. Sedangkan dalam meramalkan permintaan masa depan, Keripik Kampus belum pernah secara khusus melakukan pengumpulan informasi, penelitian, pengujian atau perhitungan baik dengan analisis deret berkala maupun statistik. VII. PENUTUP Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai strategi peningkatan produk agar tetap diminati oleh konsumen adalah melalui pemahaman terhadap market vision, structure dan analysis. Hal ini penting dilakukan karena konsumen semakin mempunyai banyak pilihan produk sehingga perusahaan harus mengoptimalkan strategi pemasarannya dan hendaknya siap dengan segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk pada masa yang akan datang. Sejauh ini Keripik Kampus sudah mencoba pengembangan pangsa pasarnya dalam manajemen yang sederhana dan masih jauh dari idealnya suatu manajemen pemasaran. Namun demikian langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Keripik Kampus paling tidak telah mendekati apa yang disebut sebagai upaya dalam rangka memahami pasar. DAFTAR PUSTAKA Best, Roger,J. 2004. Market-Base Management : Strategies For Growing Customer value And Profitability. 3nd Edition. Prenctice-Hall inc. New Jersey. Craven W David. 2000. Strategic Marketing. sixth Edition Irwin, Mc Graw Hill. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002. Strategi Pengembangan Daya Saing Buah Unggulan Indonesia.. Bagian Proyek Pengembangan Usaha Hortikultura Pusat. Departemen Pertanian. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Jakarta. Isang Gonarsyah. 1998. Upaya kea rah peningkatan pemasaran dan perdagangan buah-buahan. Syatu tinjauan teoritis. Agrimedia, volume 4 No 1 1998. Kotler, P., 1993. Manajemen Pemasaran. Translation of Marketing Management Analysis, Planning, Implematation, and Control. Sevent 10Edition. Prentice Hall International Inc. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

14

Philip kotler dan Gary Armstrong. 2005. Erlangga. Jakarta.

Prinsip-Prinsip Pemasaran. Penerbit

Sumarwan, U., 1999. Mencermati Pasar Agribisnis. Melalui Analisis Perilaku Konsumsi dan Pembelian Buah-buahan. Majalah Agribisnis, Manajemen dan Teknologi. Volume 5-No.3 November 1999. Magister Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor (IPB).

15