PENERAPAN HACCP PADA PRODUKSI MAKANAN

Oleh :

JOKO SUSILO

TUJUAN TATAP MUKA
2 X PERTEMUAN
Mampu : 1. Menjelaskan pengertian HACCP 2. Menjelaskan tujuan penerapan HACCP 3. Menjelaskan manfaat penerapan HACCP 4. Menyebutkan tujuh prinsip HACCP 5. Menjelaskan isi dari rencana HACCP 6. Melakukan Identifikasi bahaya pada satu contoh produk makanan 7. Menetapkan CCP pada satu contoh makanan 8. Menetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi pada satu contoh makanan 9. Menetapkan langkah pemantauan untuk CCP sesuai batas limit yang telah ditentukan 10. Menetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritisdari hasil pemantauan 11. Menetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP 12. Menjelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP ‡

satu produk makanan

PENGANTAR : FOOD BORNE DISEASE
Faktor-faktor Utama FBD
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendinginan makanan yang tidak tepat Membiarkan makanan selama u 12 jam (penyajian) Kontaminasi makanan mentah ke dalam makanan non-reheating Penanganan makanan oleh pekerja yang menderita infeksi Proses pemasakan dan pemanasan tidak cukup Penyimpanan makanan dlm keadaan hangat < 65 rC Pemanasan kembali makanan suhu tidak tepat Makanan berasal dari sumber yang tidak aman Terjadi kontaminasi silang.

PENGERTIAN Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)

Suatu system yang mengidentifikasi BAHAYA SPESIFIK yang mungkin timbul dan cara pencegahannya untuk mengendalikan bahaya tersebut.

Tujuan HACCP
Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan ( Food born disease ).

Khusus
Mengevaluasi cara produksi mkn bahaya ? Memperbaiki cara produksi mkn critical process Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi Meningkatkan inspeksi mandiri

Kegunaan HACCP Mencegah penarikan makanan Meningkatkan jaminan Food Safety Pembenahan & pembersihan unit pengolahan (produksi) Mencegah kehilangan konsumen / menurunnya pasien Meningkatkan kepercayaan konsumen / pasien Mencegah pemborosan beaya .

2. Process Flow Diagram 8. HACCP plan matrix 10. 4. HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 1 & form 2 7. HACCP audit form . 6. 5.HACCP Plan Contains: 1. Standard Operation Procedure 11. 3. Decision tree for Establish CCP 9.

Penetapan CCP 3. Identifikasi bahaya 2. Dokumentasi .PRINSIP HACCP 1. Pemantauan CCP 5. Verifikasi 7. Tindakan koreksi thd penyimpangan 6. Penetapan batas / limit kritis 4.

.

PRINSIP 1 IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA BIOLOGIS (MIKROBIOLOGIS) KIMIA FISIK .

Es cream) Puding & krim Es cream & permen Bahan kering . tuna) & sayuran lalapan Lauk pauk lainnya Susu & produk susu (kcl. 3. 10. 8. 4. 5. Unggas & produk unggas Daging sapi & produk daging sapi Daging babi & produk daging babi Ikan & produk ikan Salad campuran (telur. 7. 9. 6. 2.Urutan Resiko Bhn Makanan 1.

BAHAYA MIKROBIOLOGIS .

aureus Y. cholerae V. monocytogenes . udang) C.Bahan Pangan Daging dan produk daging Organisme Patogen Salmonella S. Clostridium sp. monocytogenes Virus enteric Parasit S. monocytogenes E. Virus S. coli Unggas unggas dan produk Salmonella Campylobacter C. aureus Y. aureus Bacillus sp. monocytogenes L. botulinum Sayur-sayuran Salmonella Shigella V. monocytogenes Parasit Virus (utama Hepatitis A) Virus enteric Parasit Hepatitis A& Susu dan produk susu Mycobacterium Brucella Salmonella L. botulinum E. perfringens Produk hasil laut (ikan. parahaemolyticus kerang. cholerae L. coli patogenik L. enterocolitica C. perfringens C. V. Enterocolitica L.

biji kapas. daging. Fusarium moniliforme Clostridium botulinum Asam bongkrek Pseudomonas cocovenenans . pati Makanan kaleng. sorghum. ikan & sea food. pati Jagung. Apel. telur. Aflatoksin Aspergillus flavus Patulin Okratoksin A Zearalenon Fumonisin Botulinin Penicillium claviforme Aspergillus ochraceus Fusarium sp. biji-bijian Jagung. barlei. jagung.Mikotoksin Mikroba penghasil Makanan yang tercemar Jagung. susu. beras. kacang tanah. buah-buahan Gandum. barlei. anggur. barlei. kacang-kacangan lain. minyak jagung. sayuran Bungkil ampas tempe bongkrek kelapa. wijen. wijen. sorghum. kopra. minyak jagung. kacang tanah.

BAHAYA KIMIA .

.

okratoksin. insektisida. Zn. Hg. toksin diare. Sianida Pewarna (amarant. fungisida. neurotoksin. toksin amnestik Pestisida. Alkaloid pirolizidin. PCB (polychlorinated biphenyl) Contoh Aflatoksin. zearalenon Histamin Amatoksin. pupuk. As. aldrin.Skrombotoksin. sanitizer. rhodamin B) Lubrikan. Fitohemaglutinin. Pengawet . antibiotik. pelapis Nitrit. formalin. methanil yellow.Kelompok Terbentuk secara alami Jenis Bahan Kimia Mikotoksin. palotoksin Toksin paralitik. fertilizer Pb. hormon pertumbuhan. Toksin jamur & kerang. boraks Ditambahkan secara sengaja atau tidak sengaja Bahan kimia pertanian Logam/benda berbahaya Bahan tambahan (terlarang atau melebihi batas) Bahan bangunan & sanitasi.

Toksikan Ciguatera Toksin kerang : paralitik. gadung Jengkol Petai china/lamtoro Kentang Cabe . madu Berbagai tanaman beracun Ikan. diareik. amnesik Alkaloid pirolizidin Histamin HCN Asam jengkolat Mimosin Solanin Eteris Sumber Dinoflagelat Berbagai dinoflagelat Makanan yang tercemar Berbagai ikan tropis Kerang Serealia. neirutoksin. keju Bakteri pembusuk Singkong.

Bahan Tambahan Pangan anti-caking agents antimicrobial agents antioxidants colours curing and pickling agents emulsifiers enzymes firming agents flavour enhancers flavouring agents humectants leavening agents release agents non-nutritive sweeteners nutrient supplements nutritive sweeteners oxidising and reducing agents pH control agents propellants and gases sequestrants solvents and vehicles stabilisers and thickeners surface-active agents texturizers .

Penggunaan BTP yang dilarang  borax boric acid formaldehyde unapproved colouring agents    .

Kontaminan selama produksi  polynuclear aromatic hydrocarbons  heterocyclic amines. nitropyrenes  nitrosamines  ethyl carbamate (urethane)  chloropropanols .

Potensial bahan lain processing Aids ion-exchange resins. lubricants. plastic. paper. detergents sanitisers . filter aids enzyme preparations microorganisms solvents. release agents specific function additives food Contact Materials utensils working surfaces equipment packaging Materials cleaning Agents metal. etc. wood.

BAHAYA FISIK .

Cemaran fisik yang potensial            glass slime or scum metal bone plastic stones and rocks capsules or crystals pits or shell wood paper human and animal hair .

BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket. B (M) = Biologis (Mikrob) . IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : NO. F = Fisik . K = Kimia .FORMULIR 1.

Atau Tidak ada cara bagi konsumen untuk mendeteksi. seperti bayi. atau fisik Di dalam proses pengolahan makanan TIDAK terdapat tahap yang dapat membunuh mikroorganisme berbahaya atau mencegah / menghilangkan bahaya kimia / fisik Makanan kemungkinan mengalami PENCEMARAN KEMBALI setelah pengolahan SEBELUM pengemasan / penyajian Kemungkinan dapat terjadi KONTAMINASI KEMBALI atau penanganan yang salah SELAMA distribusi. ibu hamil. ibu menyusui. BHY A B C D E F to form 2 KARAKTERISTIK Kelompok makanan KHUSUS yang terdiri dari makanan NON STERIL yang ditujukan untuk konsumen beresiko tinggi. kimia. usia lanjut Makanan yang mengandung bahan / ingridien yang SENSITIF terhadap bahaya biologis. sehingga makanan menjadi berbahaya bila dikonsumsi Tidak ada proses pemanasan setelah mengemasan / penyajian atau waktu dipersiapkan di tingkat konsumen / pasien yang dapat memusnahkan / menghilangkan BAHAYA BIOLOGIS.KELOMPOK BAHAYA KEL. penanganan oleh konsumen / pasien. atau menghancurkan BAHAYA KIMIA atau FISIK . . menghilangkan. orang sakit/pasien. balita. orang tua.

l. 2. A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a. ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL. 3. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO . pasien & gol.FORMULIR 2.

d.d.d. F Mengandung LIMA bahaya B s. baik DENGAN/TANPA bahaya B . F Mengandung SATU bahaya B s.d. F Mengandung TIGA bahaya B s.d. F Kategori resiko paling tinggi (semua makanan yang mengandung BAHAYA A.F .d.Kategori Resiko Makanan Form 2. HACCP Kategori resiko 0 I II III IV V VI Karakteristik bahaya 0 (tidak ada bahaya) (+) (++) (+++) (++++) (+++++) A+ (kategori khusus) Keterangan TIDAK mengandung bahaya A s. F Mengandung EMPAT bahaya B s. F Mengandung DUA bahaya B s.

Hazard D : The product is subject to re-contamination after processing and before packaging. Hazard E : There is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed Hazard F : Thee is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed -+ + ---- Two (+) it µs mean of Risk categories 2 . Hazard B : The product contains sensitive ingredient in terms of microbiological hazard.Examples of Risk categories Applicability Hazard A : A special class that applies to the non sterile product designate and intended for the consumption by at risk population. Hazard C : The process does not contain a controlled processing step that effectively destroys harmful micro-organism.

garam. sntan kelapa. 2 Form 1. Fisik . Kimia. Kunyit. Persiapan Diskripsi produk Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri.LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI BAHAYA Jenis bahaya & Resiko .Biologis (Mikrobiologis). gl pasir.Kategori Resiko Form. Bb masak Konsumen : Cara penyimpanan : Cara distribusi : Cara mengkonsumsi : Proses pengolahan : Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 dst .

It is served as Chicken McNuggets with special sauce and has a 30 minutes holding time. After shipment to a distribution centre. the product is delivered to stores where it is kept frozen with temperature < 0oF or < -18oC until use. . Nuggets are cooked by deep frying on palm oil at 360oF (182. Product shelf life is 90 days if kept < 0oF or < -18oC. 15 bags per master box and 51 pieces per bag.2oC) for 4 minutes 15 seconds to reach internal temperature at least 165oF.Example for Product¶s Description Description of product Batter / breadered chicken portions are packaged into polyethylene bags and shipped in corrugated box.

.

salt. 3.Ingredients ‡ 1. 2. Contains : Main ingredient Preservative Other ingredient (coating. water) Including detail information packaging and shelf life for every ingredient. .

Ingredients 1. 2. thiamine mononitrate. thigh). niacin. sodium aluminium phosphate). Breader Enriched bleached wheat flour (flour. Milkwash Enriched wheat flour bleached (flour. 2. folic acid). reduced iron. yellow corn flour.riboflavin. reduced iron. leavening (sodium acid pyrophosphate. Meat formula Fresh boneless chicken (breast. Coating 2.2. monocalcium phosphate. folic acid).Example of Ingredient 5.1. baking soda. Shelf life of meat and Skin in chilled condition is 6 days after slaughtering date or 7 days include slaughtering date. calcium lactate) . salt. Meat packed on 10 kg of food grade polyethilene bag. riboflavin. leavening (baking soda. niacin. thiamine mononitrate.

y Pengelompokan & Cara penetapan CCP .Prinsip 2 PENETAPAN CRITICAL CONTROL POINT (CCP) CCP titik.CCP2 menghilangkan atau mencegah bahaya mengurangi bahaya (tdk dpt menghilangkan) y CCP Dessission Tree .CCP1 . prosedur atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya.

.

.

.

.

Garam Klorin bebas Viskositas Nilai kimia Cemaran (jenis & jml) Kondisi fisik terdeteksi (warna. ditetapkan pada setiap CCP yang ditentukan --> like a sample KRITERIA BATAS / LIMIT KRITIS 1. 9. Konsent. 13. Suhu Waktu Kelembaban (RH) Nilai Aw Nilai pH Kuali & Kuant mikrob 7. Pengawet Konsent. tekstur) . 5. bau. 8. 10. 12. 4. 11.Prinsip 3 PENETAPAN BATAS / LIMIT KRITIS suatu nilai yang merupakan batas antara keadaan dapat diterima dan tidak dapat diterima. 6. 2. 3.

Prinsip 4 PEMANTAUAN BATAS KRITIS Kondisi/konsekuensi Terjadi bahaya bagi kesehatan Contoh Ditemukannya pecahan kaca atau tulang pd makanan & Ditemukan mikroba patogen pada makanan Kemungkinan bahaya dapat meningkat / ‡Pemanasan yang kurang berkembang ‡Suhu pendinginan yang kurang ‡Sarana penyajian-Disrtb-Konsm <<< Produk diolah pada kondisi yang tidak menjamin kesehatan ‡Pencatat suhu rusak ‡Pencatat waktu rusak ‡H-S alat. Logam berat pada ikan.l. Formalin ayam/mie basah/tahu basah. Gas NH3 & H2S pada hewani. Angka asam o pd minyak & produknya. tenaga <<< Mutu bahan syarat mentah tidak memenuhi Residu pestisida pada sayuran/ buah. ruang. Boraks bakso / mie. Mikotoksin (a. bm kering) & racun alami . 7 angka kuman. Adanya mikroba patogen.

Makanan dapat diproses/diolah.Prinsip 5 TINDAKAN KOREKSI Tingkat resiko Makanan beresiko tinggi Tindakan koreksi / perbaikan Mkn tdk boleh diproses/diolah sebelum semua penyimpangan dikoreksi / diperbaiki. Pengawasan rutin harus dilakukan untuk menjamin status resiko tidak berubah menjadi resiko sedang atau tinggi. perlu dilakukan tindakan koreksi yang tepat. y Mkn ditahan / tdk didistribusikan dan diuji keamanannya Jika keamanan makanan tidak memenuhi syarat. tetapi penyimpangan harus dikoreksi dalam waktu singkat y Pemantauan khusus diperlukan sampai semua penyimpangan dikoreksi Makanan dapat diolah (diteruskan). penyimpangan harus dikoreksi / diperbaiki jika waktu memungkinkan. Makanan beresiko sedang Makanan beresiko rendah .

4. 7. 3. Penetapan jadwal verifikasi Pemeriksaan kembali rencana HACCP Pemeriksaan catatan HACCP Pemeriksaan penyimpangan CCP & prosedur perbaikannya Pengamatan visual selama produksi mengendalikan CCP Pengambilan contoh / sampel dan analisa secara acak Membuat kesesuaian rencana HACCP .Prinsip ± 6 VERIFIKASI 1. 5. 6. 2.

2. 4. 9. 3. 6. Judul dan tanggal pencatatan Keterangan makanan (keterangan khusus) Bahan dan peralatan yang digunakan Proses pengolahan yang dilakukan CCP yang ditemukan Batas kritis yang ditetapkan Penyimpangan dari batas kritis yang terjadi Tindakan koreksi / perbaikan Identifikasi tenaga operator peralatan khusus .Prinsip ± 7 DOKUMENTASI HACCP 1. 5. 8. 7.

CONTOH PENERAPAN HACCP PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN .

Contoh penerapan HACCP (a. Kunyit. santan kelapa.l. gl pasir. garam. siapa konsumennya) Cara penyimpanan : (uraikan cara dan alat menyimpannya) Cara distribusi : (uraikan cara dan alat distribusinya) Cara mengkonsumsi : (uraikan cara dan alat mengkonsumsinya) Proses pengolahan : (uraian skema proses pengolahannya) Analisa bahaya Analisa katagori resiko Tetapkan CCP Penerapan HACCP form 1 form 2 CCP Dessession Tree form 3. Bb masak Konsumen : (tuliskan. . masakan : opor ayam) Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri.

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : Opor ayam NO. BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket.FORMULIR 1. B (M) = Biologis (Mikrob) . F = Fisik . K = Kimia .

ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : Opor Ayam NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO .l. pasien & gol. Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL.FORMULIR 2. A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a. 3. 2.

PENERAPAN HACCP NAMA MAKANAN TIM HACCP BAGAN PROSES PRODUKSI CCP BAHAYA CARA PENGENDALIAN : Opor Ayam : : (TERLAMPIR) BATAS KRITIS NILAI TARGET PEMANTAUAN TINDAKAN KOREKSI PARAMETER CCP .FORMULIR 3.

SUMMARISED .

2. HACCP plan matrix 10. Standard Operation Procedure 11. Decision tree for Establish CCP 9. 3. 5. HACCP audit form . 4. HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories 7. Process Flow Diagram 8. 6.HACCP Plan Contains: 1.

Thermometer .Coating receiving .Dry ingredient Physical .> = 1.0 non Fe standard leader ( Stainless steel 316) .Each delivery .Review form ger and decision to form (W 004-C) reject .Daily Metal Detection Physical (3) Metal Detec.5 mm Fe Every 30 min On line check with Packaging tion system > = 2. ( P 005 ) .Boneless chicken.Contact QA Mana .Notify supplier Physical Inspection Form (W 001-C) Corrective Action Record Frequency of Verification .Receiving skin temperature .Chart recorder before product tem .Product temperature Each delivery must be <4oC or (<40oF) .Metal Detec re-passed through tor Finding adjusted detector.Product from last ( P 004 ) good check must be .Daily Thermometer Leader refrigeration equipment perature logbook calibration .HACCP Plan Matrix Operational Step Hazard CCP Critical Limit Frequency Monitoring Monitored Raw material Microbial (1) Receiving Receiving Physical Characteristic : .Packaging integrity Each delivery All product is QCI meets standards visual inspected for packaging and product integrity as it is loaded .Notify supplier .Daily perature rises above 40oF or find alternative storage for product .Packaging integrity .Review corrected tor Test Form record .Each delivery Raw material storage Microbial (2) Storage condition Cooler temperature <4oC or <40oF Every 4 hours .Contact QA Mana.Line stopped until .Daily .Review logbook .Used calibrated Maintenance Maintenance to repair Storage tem .Packaging integrity . .Review form .No off color/odor no foreign object ..Physical check .Raw Material -Thermometer ger and decision to Receiving Form calibration reject (W 001) .Packaging integrity meets standards All product is QCI visual inspected for packaging and product integrity as it is unloaded Temperature recorded using calibrated thermo meter Verification method .Metal Detec .

Corrective action 8. Purpose 2. Critical limit 5.Standard Operation Procedure Every SOP contains : 1. Procedure step by step 7. CCP 4. Hazard 3. Responsible by 6. Documentation .

2 Open wound or skin irritations. SERANIA STANDARD OPERATION PROCEDURE FOR GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) Purpose Hazard CCP Limit Resposible by : To verify that GMP procedure are being followed. helmet. Goods such as pocket radio and other personal belongings are not allowed to enter the production area.2 After conditions such as: using toilet. and smoking.1 Uniform should be in a complete and clean condition. boots. Covered by bandage b. sanitary.1 Unwell condition (ill) 1. white pant.SOP # S-4 PT. A small wound is acceptable if the following conditions are being followed: a. : Micro and Physical : Personal hygienic condition of the staffs : Staff should be in clean and sanitary conditions and use the appropriate uniforms. Usage of jewelry. masker. and dry conditions) 3. coughing. .2 A complete uniform include : hairnet. Wash and sanitize hands: 3. : All staffs PROCEDURE: 1. gloves. Use gloves c. eating. cleaning. and being used at proper place. 4. Have permission from the Leader 2.1 Before wearing gloves (Gloves should be in a clean. 4. sweater. nail prints or habit of keeping long nails are prohibited. touching nose/hair/uniform. white clothe/frock. 3.3 Do not use the uniform in any other area beside the production area. Wear a proper uniform: 4. A person should report to the leader if he is experiencing the following conditions: 1. 4. sneezing.

NACH « INI YANG KITA CARI !!!! .

EVALUASI POKOK BAHASAN 1. Definition of HACCP and CCP c. 2. Standard Operation Procedure (SOP) k. 3. Target of the HACCP system d. Process Flow Diagram h. Description product e. kunjungan lapangan). so : a. HACCP plan matrix form 3 j. HACCP team b. 5. HACCP audit form form 1 & dilengkapi dengan pemahaman aplikasi 7 prinsip HACCP . 4. Decision tree for Establish CCP i. Jelaskan pengertian HACCP Jelaskan tujuan penerapan HACCP Jelaskan manfaat penerapan HACCP Sebutkan tujuh prinsip HACCP Tetapkan satu produk makanan (kelompok. Ingredients f. Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 2 g.

proses.Pemahaman Dasar 7 Prinsip HACCP Buatlah spesifikasi / diskripsi produk a. Tetapkan langkah pemantauan CCP sesuai batas limit yg telah ditentukan e. Tetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritis dari hasil pemantauan f. Tetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi d. Tetapkan CCP untuk produk tersebut (bahan. Lakukan Identifikasi bahaya untuk produk tsb b. Tetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP g. or foumulasi) c. Jelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful