PENERAPAN HACCP PADA PRODUKSI MAKANAN

Oleh :

JOKO SUSILO

TUJUAN TATAP MUKA
2 X PERTEMUAN
Mampu : 1. Menjelaskan pengertian HACCP 2. Menjelaskan tujuan penerapan HACCP 3. Menjelaskan manfaat penerapan HACCP 4. Menyebutkan tujuh prinsip HACCP 5. Menjelaskan isi dari rencana HACCP 6. Melakukan Identifikasi bahaya pada satu contoh produk makanan 7. Menetapkan CCP pada satu contoh makanan 8. Menetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi pada satu contoh makanan 9. Menetapkan langkah pemantauan untuk CCP sesuai batas limit yang telah ditentukan 10. Menetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritisdari hasil pemantauan 11. Menetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP 12. Menjelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP ‡

satu produk makanan

PENGANTAR : FOOD BORNE DISEASE
Faktor-faktor Utama FBD
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendinginan makanan yang tidak tepat Membiarkan makanan selama u 12 jam (penyajian) Kontaminasi makanan mentah ke dalam makanan non-reheating Penanganan makanan oleh pekerja yang menderita infeksi Proses pemasakan dan pemanasan tidak cukup Penyimpanan makanan dlm keadaan hangat < 65 rC Pemanasan kembali makanan suhu tidak tepat Makanan berasal dari sumber yang tidak aman Terjadi kontaminasi silang.

PENGERTIAN Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)

Suatu system yang mengidentifikasi BAHAYA SPESIFIK yang mungkin timbul dan cara pencegahannya untuk mengendalikan bahaya tersebut.

Tujuan HACCP
Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan ( Food born disease ).

Khusus
Mengevaluasi cara produksi mkn bahaya ? Memperbaiki cara produksi mkn critical process Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi Meningkatkan inspeksi mandiri

Kegunaan HACCP Mencegah penarikan makanan Meningkatkan jaminan Food Safety Pembenahan & pembersihan unit pengolahan (produksi) Mencegah kehilangan konsumen / menurunnya pasien Meningkatkan kepercayaan konsumen / pasien Mencegah pemborosan beaya .

HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 1 & form 2 7. HACCP audit form . 3. 5. HACCP plan matrix 10. Process Flow Diagram 8. Decision tree for Establish CCP 9. 6. 4. 2. Standard Operation Procedure 11.HACCP Plan Contains: 1.

Dokumentasi . Penetapan CCP 3. Verifikasi 7. Identifikasi bahaya 2. Tindakan koreksi thd penyimpangan 6. Penetapan batas / limit kritis 4. Pemantauan CCP 5.PRINSIP HACCP 1.

.

PRINSIP 1 IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA BIOLOGIS (MIKROBIOLOGIS) KIMIA FISIK .

Unggas & produk unggas Daging sapi & produk daging sapi Daging babi & produk daging babi Ikan & produk ikan Salad campuran (telur. 8. 10. 7. 9. 4. Es cream) Puding & krim Es cream & permen Bahan kering .Urutan Resiko Bhn Makanan 1. 2. 5. tuna) & sayuran lalapan Lauk pauk lainnya Susu & produk susu (kcl. 6. 3.

BAHAYA MIKROBIOLOGIS .

Bahan Pangan Daging dan produk daging Organisme Patogen Salmonella S. aureus Y. perfringens Produk hasil laut (ikan. parahaemolyticus kerang. perfringens C. coli patogenik L. monocytogenes L. enterocolitica C. cholerae V. botulinum E. monocytogenes Virus enteric Parasit S. botulinum Sayur-sayuran Salmonella Shigella V. Clostridium sp. monocytogenes . cholerae L. monocytogenes E. Enterocolitica L. udang) C. Virus S. aureus Bacillus sp. coli Unggas unggas dan produk Salmonella Campylobacter C. monocytogenes Parasit Virus (utama Hepatitis A) Virus enteric Parasit Hepatitis A& Susu dan produk susu Mycobacterium Brucella Salmonella L. aureus Y. V.

pati Jagung. sorghum. kacang tanah. wijen. beras. sayuran Bungkil ampas tempe bongkrek kelapa. minyak jagung. kacang-kacangan lain. biji kapas. telur. Aflatoksin Aspergillus flavus Patulin Okratoksin A Zearalenon Fumonisin Botulinin Penicillium claviforme Aspergillus ochraceus Fusarium sp. kacang tanah. kopra. jagung. barlei. Fusarium moniliforme Clostridium botulinum Asam bongkrek Pseudomonas cocovenenans . barlei. wijen. minyak jagung. susu. biji-bijian Jagung. ikan & sea food.Mikotoksin Mikroba penghasil Makanan yang tercemar Jagung. buah-buahan Gandum. anggur. Apel. pati Makanan kaleng. barlei. sorghum. daging.

BAHAYA KIMIA .

.

palotoksin Toksin paralitik. methanil yellow. toksin amnestik Pestisida. rhodamin B) Lubrikan. Pengawet . aldrin. fertilizer Pb. Fitohemaglutinin.Kelompok Terbentuk secara alami Jenis Bahan Kimia Mikotoksin. okratoksin. As. hormon pertumbuhan. pelapis Nitrit. pupuk. formalin. Toksin jamur & kerang. sanitizer.Skrombotoksin. Alkaloid pirolizidin. zearalenon Histamin Amatoksin. Sianida Pewarna (amarant. boraks Ditambahkan secara sengaja atau tidak sengaja Bahan kimia pertanian Logam/benda berbahaya Bahan tambahan (terlarang atau melebihi batas) Bahan bangunan & sanitasi. insektisida. Hg. PCB (polychlorinated biphenyl) Contoh Aflatoksin. antibiotik. toksin diare. fungisida. neurotoksin. Zn.

amnesik Alkaloid pirolizidin Histamin HCN Asam jengkolat Mimosin Solanin Eteris Sumber Dinoflagelat Berbagai dinoflagelat Makanan yang tercemar Berbagai ikan tropis Kerang Serealia. neirutoksin. keju Bakteri pembusuk Singkong. diareik.Toksikan Ciguatera Toksin kerang : paralitik. gadung Jengkol Petai china/lamtoro Kentang Cabe . madu Berbagai tanaman beracun Ikan.

Bahan Tambahan Pangan anti-caking agents antimicrobial agents antioxidants colours curing and pickling agents emulsifiers enzymes firming agents flavour enhancers flavouring agents humectants leavening agents release agents non-nutritive sweeteners nutrient supplements nutritive sweeteners oxidising and reducing agents pH control agents propellants and gases sequestrants solvents and vehicles stabilisers and thickeners surface-active agents texturizers .

Penggunaan BTP yang dilarang  borax boric acid formaldehyde unapproved colouring agents    .

Kontaminan selama produksi  polynuclear aromatic hydrocarbons  heterocyclic amines. nitropyrenes  nitrosamines  ethyl carbamate (urethane)  chloropropanols .

filter aids enzyme preparations microorganisms solvents.Potensial bahan lain processing Aids ion-exchange resins. release agents specific function additives food Contact Materials utensils working surfaces equipment packaging Materials cleaning Agents metal. plastic. lubricants. wood. detergents sanitisers . paper. etc.

BAHAYA FISIK .

Cemaran fisik yang potensial            glass slime or scum metal bone plastic stones and rocks capsules or crystals pits or shell wood paper human and animal hair .

FORMULIR 1. BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket. B (M) = Biologis (Mikrob) . F = Fisik . K = Kimia . IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : NO.

orang tua. BHY A B C D E F to form 2 KARAKTERISTIK Kelompok makanan KHUSUS yang terdiri dari makanan NON STERIL yang ditujukan untuk konsumen beresiko tinggi. menghilangkan. atau fisik Di dalam proses pengolahan makanan TIDAK terdapat tahap yang dapat membunuh mikroorganisme berbahaya atau mencegah / menghilangkan bahaya kimia / fisik Makanan kemungkinan mengalami PENCEMARAN KEMBALI setelah pengolahan SEBELUM pengemasan / penyajian Kemungkinan dapat terjadi KONTAMINASI KEMBALI atau penanganan yang salah SELAMA distribusi. ibu menyusui.Atau Tidak ada cara bagi konsumen untuk mendeteksi.KELOMPOK BAHAYA KEL. ibu hamil. seperti bayi. penanganan oleh konsumen / pasien. orang sakit/pasien. sehingga makanan menjadi berbahaya bila dikonsumsi Tidak ada proses pemanasan setelah mengemasan / penyajian atau waktu dipersiapkan di tingkat konsumen / pasien yang dapat memusnahkan / menghilangkan BAHAYA BIOLOGIS. . kimia. usia lanjut Makanan yang mengandung bahan / ingridien yang SENSITIF terhadap bahaya biologis. balita. atau menghancurkan BAHAYA KIMIA atau FISIK .

l.FORMULIR 2. 2. ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. 3. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO . Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL. pasien & gol. A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a.

d.d. F Kategori resiko paling tinggi (semua makanan yang mengandung BAHAYA A. F Mengandung EMPAT bahaya B s.d.d. F Mengandung SATU bahaya B s. F Mengandung DUA bahaya B s. HACCP Kategori resiko 0 I II III IV V VI Karakteristik bahaya 0 (tidak ada bahaya) (+) (++) (+++) (++++) (+++++) A+ (kategori khusus) Keterangan TIDAK mengandung bahaya A s. F Mengandung TIGA bahaya B s.d.Kategori Resiko Makanan Form 2. F Mengandung LIMA bahaya B s. baik DENGAN/TANPA bahaya B .d.F .

Hazard C : The process does not contain a controlled processing step that effectively destroys harmful micro-organism. Hazard D : The product is subject to re-contamination after processing and before packaging. Hazard E : There is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed Hazard F : Thee is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed -+ + ---- Two (+) it µs mean of Risk categories 2 .Examples of Risk categories Applicability Hazard A : A special class that applies to the non sterile product designate and intended for the consumption by at risk population. Hazard B : The product contains sensitive ingredient in terms of microbiological hazard.

2 Form 1. garam. Kimia. Bb masak Konsumen : Cara penyimpanan : Cara distribusi : Cara mengkonsumsi : Proses pengolahan : Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 dst . sntan kelapa. Kunyit.Biologis (Mikrobiologis). Fisik . Persiapan Diskripsi produk Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri.Kategori Resiko Form. gl pasir.LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI BAHAYA Jenis bahaya & Resiko .

Product shelf life is 90 days if kept < 0oF or < -18oC.2oC) for 4 minutes 15 seconds to reach internal temperature at least 165oF. After shipment to a distribution centre. 15 bags per master box and 51 pieces per bag. . Nuggets are cooked by deep frying on palm oil at 360oF (182. the product is delivered to stores where it is kept frozen with temperature < 0oF or < -18oC until use.Example for Product¶s Description Description of product Batter / breadered chicken portions are packaged into polyethylene bags and shipped in corrugated box. It is served as Chicken McNuggets with special sauce and has a 30 minutes holding time.

.

salt. Contains : Main ingredient Preservative Other ingredient (coating. water) Including detail information packaging and shelf life for every ingredient. 3. 2.Ingredients ‡ 1. .

1.2. sodium aluminium phosphate). reduced iron. reduced iron.Example of Ingredient 5. Shelf life of meat and Skin in chilled condition is 6 days after slaughtering date or 7 days include slaughtering date. niacin. 2. baking soda. Ingredients 1. leavening (sodium acid pyrophosphate. leavening (baking soda. salt. Coating 2. monocalcium phosphate. riboflavin.riboflavin. Meat packed on 10 kg of food grade polyethilene bag. thigh). Milkwash Enriched wheat flour bleached (flour. yellow corn flour. folic acid). niacin. folic acid). Breader Enriched bleached wheat flour (flour. calcium lactate) . thiamine mononitrate. 2. thiamine mononitrate. Meat formula Fresh boneless chicken (breast.

CCP1 .Prinsip 2 PENETAPAN CRITICAL CONTROL POINT (CCP) CCP titik.CCP2 menghilangkan atau mencegah bahaya mengurangi bahaya (tdk dpt menghilangkan) y CCP Dessission Tree . prosedur atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya. y Pengelompokan & Cara penetapan CCP .

.

.

.

.

10. bau. 8. 2. 13. Pengawet Konsent. 12. ditetapkan pada setiap CCP yang ditentukan --> like a sample KRITERIA BATAS / LIMIT KRITIS 1. 4. Konsent. 3. 5. tekstur) . 6. Garam Klorin bebas Viskositas Nilai kimia Cemaran (jenis & jml) Kondisi fisik terdeteksi (warna. 9.Prinsip 3 PENETAPAN BATAS / LIMIT KRITIS suatu nilai yang merupakan batas antara keadaan dapat diterima dan tidak dapat diterima. Suhu Waktu Kelembaban (RH) Nilai Aw Nilai pH Kuali & Kuant mikrob 7. 11.

tenaga <<< Mutu bahan syarat mentah tidak memenuhi Residu pestisida pada sayuran/ buah. Gas NH3 & H2S pada hewani.Prinsip 4 PEMANTAUAN BATAS KRITIS Kondisi/konsekuensi Terjadi bahaya bagi kesehatan Contoh Ditemukannya pecahan kaca atau tulang pd makanan & Ditemukan mikroba patogen pada makanan Kemungkinan bahaya dapat meningkat / ‡Pemanasan yang kurang berkembang ‡Suhu pendinginan yang kurang ‡Sarana penyajian-Disrtb-Konsm <<< Produk diolah pada kondisi yang tidak menjamin kesehatan ‡Pencatat suhu rusak ‡Pencatat waktu rusak ‡H-S alat. Formalin ayam/mie basah/tahu basah. bm kering) & racun alami . Logam berat pada ikan. ruang. 7 angka kuman. Boraks bakso / mie. Mikotoksin (a. Adanya mikroba patogen. Angka asam o pd minyak & produknya.l.

perlu dilakukan tindakan koreksi yang tepat. y Mkn ditahan / tdk didistribusikan dan diuji keamanannya Jika keamanan makanan tidak memenuhi syarat. Makanan beresiko sedang Makanan beresiko rendah . penyimpangan harus dikoreksi / diperbaiki jika waktu memungkinkan.Prinsip 5 TINDAKAN KOREKSI Tingkat resiko Makanan beresiko tinggi Tindakan koreksi / perbaikan Mkn tdk boleh diproses/diolah sebelum semua penyimpangan dikoreksi / diperbaiki. Makanan dapat diproses/diolah. tetapi penyimpangan harus dikoreksi dalam waktu singkat y Pemantauan khusus diperlukan sampai semua penyimpangan dikoreksi Makanan dapat diolah (diteruskan). Pengawasan rutin harus dilakukan untuk menjamin status resiko tidak berubah menjadi resiko sedang atau tinggi.

Prinsip ± 6 VERIFIKASI 1. 4. 5. 7. 2. 6. Penetapan jadwal verifikasi Pemeriksaan kembali rencana HACCP Pemeriksaan catatan HACCP Pemeriksaan penyimpangan CCP & prosedur perbaikannya Pengamatan visual selama produksi mengendalikan CCP Pengambilan contoh / sampel dan analisa secara acak Membuat kesesuaian rencana HACCP . 3.

9. 2. 3. 4. 5. Judul dan tanggal pencatatan Keterangan makanan (keterangan khusus) Bahan dan peralatan yang digunakan Proses pengolahan yang dilakukan CCP yang ditemukan Batas kritis yang ditetapkan Penyimpangan dari batas kritis yang terjadi Tindakan koreksi / perbaikan Identifikasi tenaga operator peralatan khusus . 8. 6.Prinsip ± 7 DOKUMENTASI HACCP 1. 7.

CONTOH PENERAPAN HACCP PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN .

santan kelapa. siapa konsumennya) Cara penyimpanan : (uraikan cara dan alat menyimpannya) Cara distribusi : (uraikan cara dan alat distribusinya) Cara mengkonsumsi : (uraikan cara dan alat mengkonsumsinya) Proses pengolahan : (uraian skema proses pengolahannya) Analisa bahaya Analisa katagori resiko Tetapkan CCP Penerapan HACCP form 1 form 2 CCP Dessession Tree form 3. garam. Bb masak Konsumen : (tuliskan. gl pasir.Contoh penerapan HACCP (a. . masakan : opor ayam) Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri. Kunyit.l.

BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket. IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : Opor ayam NO.FORMULIR 1. F = Fisik . K = Kimia . B (M) = Biologis (Mikrob) .

3. A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a.l. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO . ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : Opor Ayam NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. 2. pasien & gol. Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL.FORMULIR 2.

PENERAPAN HACCP NAMA MAKANAN TIM HACCP BAGAN PROSES PRODUKSI CCP BAHAYA CARA PENGENDALIAN : Opor Ayam : : (TERLAMPIR) BATAS KRITIS NILAI TARGET PEMANTAUAN TINDAKAN KOREKSI PARAMETER CCP .FORMULIR 3.

SUMMARISED .

HACCP audit form . HACCP plan matrix 10. 3. Standard Operation Procedure 11. 6. 4. Decision tree for Establish CCP 9. 5. Process Flow Diagram 8.HACCP Plan Contains: 1. 2. HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories 7.

Raw Material -Thermometer ger and decision to Receiving Form calibration reject (W 001) .Daily Thermometer Leader refrigeration equipment perature logbook calibration .Coating receiving .Physical check .Dry ingredient Physical .Daily .Daily Metal Detection Physical (3) Metal Detec.Chart recorder before product tem .Contact QA Mana.5 mm Fe Every 30 min On line check with Packaging tion system > = 2.Product from last ( P 004 ) good check must be .> = 1. ( P 005 ) .Thermometer .Each delivery Raw material storage Microbial (2) Storage condition Cooler temperature <4oC or <40oF Every 4 hours .Metal Detec re-passed through tor Finding adjusted detector.Review form ger and decision to form (W 004-C) reject .Product temperature Each delivery must be <4oC or (<40oF) . .Metal Detec .Packaging integrity .Packaging integrity .Review form .Used calibrated Maintenance Maintenance to repair Storage tem .Each delivery .Receiving skin temperature .Review corrected tor Test Form record .Daily perature rises above 40oF or find alternative storage for product .Notify supplier .Notify supplier Physical Inspection Form (W 001-C) Corrective Action Record Frequency of Verification .HACCP Plan Matrix Operational Step Hazard CCP Critical Limit Frequency Monitoring Monitored Raw material Microbial (1) Receiving Receiving Physical Characteristic : .Packaging integrity meets standards All product is QCI visual inspected for packaging and product integrity as it is unloaded Temperature recorded using calibrated thermo meter Verification method .Line stopped until .No off color/odor no foreign object .Boneless chicken.0 non Fe standard leader ( Stainless steel 316) .Review logbook .Contact QA Mana .Packaging integrity Each delivery All product is QCI meets standards visual inspected for packaging and product integrity as it is loaded ..

Procedure step by step 7. Purpose 2. Critical limit 5. Responsible by 6. Documentation . Hazard 3. CCP 4.Standard Operation Procedure Every SOP contains : 1. Corrective action 8.

1 Uniform should be in a complete and clean condition. helmet. eating. Covered by bandage b.1 Unwell condition (ill) 1. A small wound is acceptable if the following conditions are being followed: a. 3. and smoking. gloves.2 A complete uniform include : hairnet. touching nose/hair/uniform. and being used at proper place. white clothe/frock.1 Before wearing gloves (Gloves should be in a clean. white pant. Wear a proper uniform: 4. masker. and dry conditions) 3. nail prints or habit of keeping long nails are prohibited. Wash and sanitize hands: 3. 4.3 Do not use the uniform in any other area beside the production area. SERANIA STANDARD OPERATION PROCEDURE FOR GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) Purpose Hazard CCP Limit Resposible by : To verify that GMP procedure are being followed. .2 Open wound or skin irritations. sweater. sneezing. Have permission from the Leader 2. 4. cleaning.2 After conditions such as: using toilet. sanitary. coughing. Usage of jewelry. 4. : All staffs PROCEDURE: 1. : Micro and Physical : Personal hygienic condition of the staffs : Staff should be in clean and sanitary conditions and use the appropriate uniforms. Goods such as pocket radio and other personal belongings are not allowed to enter the production area. Use gloves c.SOP # S-4 PT. boots. A person should report to the leader if he is experiencing the following conditions: 1.

NACH « INI YANG KITA CARI !!!! .

EVALUASI POKOK BAHASAN 1. kunjungan lapangan). Definition of HACCP and CCP c. Target of the HACCP system d. Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 2 g. HACCP team b. 5. Decision tree for Establish CCP i. Jelaskan pengertian HACCP Jelaskan tujuan penerapan HACCP Jelaskan manfaat penerapan HACCP Sebutkan tujuh prinsip HACCP Tetapkan satu produk makanan (kelompok. 3. 2. Ingredients f. Process Flow Diagram h. HACCP audit form form 1 & dilengkapi dengan pemahaman aplikasi 7 prinsip HACCP . so : a. Description product e. Standard Operation Procedure (SOP) k. 4. HACCP plan matrix form 3 j.

Pemahaman Dasar 7 Prinsip HACCP Buatlah spesifikasi / diskripsi produk a. Lakukan Identifikasi bahaya untuk produk tsb b. proses. Tetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi d. Tetapkan langkah pemantauan CCP sesuai batas limit yg telah ditentukan e. Tetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP g. or foumulasi) c. Tetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritis dari hasil pemantauan f. Jelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP . Tetapkan CCP untuk produk tersebut (bahan.