PENERAPAN HACCP PADA PRODUKSI MAKANAN

Oleh :

JOKO SUSILO

TUJUAN TATAP MUKA
2 X PERTEMUAN
Mampu : 1. Menjelaskan pengertian HACCP 2. Menjelaskan tujuan penerapan HACCP 3. Menjelaskan manfaat penerapan HACCP 4. Menyebutkan tujuh prinsip HACCP 5. Menjelaskan isi dari rencana HACCP 6. Melakukan Identifikasi bahaya pada satu contoh produk makanan 7. Menetapkan CCP pada satu contoh makanan 8. Menetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi pada satu contoh makanan 9. Menetapkan langkah pemantauan untuk CCP sesuai batas limit yang telah ditentukan 10. Menetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritisdari hasil pemantauan 11. Menetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP 12. Menjelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP ‡

satu produk makanan

PENGANTAR : FOOD BORNE DISEASE
Faktor-faktor Utama FBD
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendinginan makanan yang tidak tepat Membiarkan makanan selama u 12 jam (penyajian) Kontaminasi makanan mentah ke dalam makanan non-reheating Penanganan makanan oleh pekerja yang menderita infeksi Proses pemasakan dan pemanasan tidak cukup Penyimpanan makanan dlm keadaan hangat < 65 rC Pemanasan kembali makanan suhu tidak tepat Makanan berasal dari sumber yang tidak aman Terjadi kontaminasi silang.

PENGERTIAN Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)

Suatu system yang mengidentifikasi BAHAYA SPESIFIK yang mungkin timbul dan cara pencegahannya untuk mengendalikan bahaya tersebut.

Tujuan HACCP
Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan ( Food born disease ).

Khusus
Mengevaluasi cara produksi mkn bahaya ? Memperbaiki cara produksi mkn critical process Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi Meningkatkan inspeksi mandiri

Kegunaan HACCP Mencegah penarikan makanan Meningkatkan jaminan Food Safety Pembenahan & pembersihan unit pengolahan (produksi) Mencegah kehilangan konsumen / menurunnya pasien Meningkatkan kepercayaan konsumen / pasien Mencegah pemborosan beaya .

2.HACCP Plan Contains: 1. HACCP audit form . 6. 4. HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 1 & form 2 7. 5. Process Flow Diagram 8. 3. HACCP plan matrix 10. Standard Operation Procedure 11. Decision tree for Establish CCP 9.

Tindakan koreksi thd penyimpangan 6. Penetapan CCP 3. Identifikasi bahaya 2. Dokumentasi . Penetapan batas / limit kritis 4. Pemantauan CCP 5.PRINSIP HACCP 1. Verifikasi 7.

.

PRINSIP 1 IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA BIOLOGIS (MIKROBIOLOGIS) KIMIA FISIK .

10. 2. 9. Es cream) Puding & krim Es cream & permen Bahan kering . 8. 5. 3. Unggas & produk unggas Daging sapi & produk daging sapi Daging babi & produk daging babi Ikan & produk ikan Salad campuran (telur. tuna) & sayuran lalapan Lauk pauk lainnya Susu & produk susu (kcl. 7. 4.Urutan Resiko Bhn Makanan 1. 6.

BAHAYA MIKROBIOLOGIS .

monocytogenes Parasit Virus (utama Hepatitis A) Virus enteric Parasit Hepatitis A& Susu dan produk susu Mycobacterium Brucella Salmonella L. perfringens C. monocytogenes E. cholerae V. coli Unggas unggas dan produk Salmonella Campylobacter C. parahaemolyticus kerang. aureus Bacillus sp. udang) C. Clostridium sp. botulinum Sayur-sayuran Salmonella Shigella V. monocytogenes L. monocytogenes . coli patogenik L. Virus S. enterocolitica C. cholerae L. aureus Y. aureus Y. V. monocytogenes Virus enteric Parasit S. botulinum E. perfringens Produk hasil laut (ikan.Bahan Pangan Daging dan produk daging Organisme Patogen Salmonella S. Enterocolitica L.

barlei. barlei. barlei. daging. wijen. sorghum. biji-bijian Jagung. Fusarium moniliforme Clostridium botulinum Asam bongkrek Pseudomonas cocovenenans .Mikotoksin Mikroba penghasil Makanan yang tercemar Jagung. telur. biji kapas. beras. anggur. sayuran Bungkil ampas tempe bongkrek kelapa. Apel. Aflatoksin Aspergillus flavus Patulin Okratoksin A Zearalenon Fumonisin Botulinin Penicillium claviforme Aspergillus ochraceus Fusarium sp. kacang tanah. buah-buahan Gandum. ikan & sea food. pati Jagung. kacang tanah. kacang-kacangan lain. kopra. pati Makanan kaleng. sorghum. minyak jagung. minyak jagung. wijen. susu. jagung.

BAHAYA KIMIA .

.

insektisida.Skrombotoksin.Kelompok Terbentuk secara alami Jenis Bahan Kimia Mikotoksin. toksin amnestik Pestisida. palotoksin Toksin paralitik. Hg. antibiotik. fertilizer Pb. pupuk. zearalenon Histamin Amatoksin. boraks Ditambahkan secara sengaja atau tidak sengaja Bahan kimia pertanian Logam/benda berbahaya Bahan tambahan (terlarang atau melebihi batas) Bahan bangunan & sanitasi. aldrin. okratoksin. Sianida Pewarna (amarant. PCB (polychlorinated biphenyl) Contoh Aflatoksin. As. pelapis Nitrit. toksin diare. Toksin jamur & kerang. Alkaloid pirolizidin. hormon pertumbuhan. Zn. formalin. Pengawet . fungisida. rhodamin B) Lubrikan. sanitizer. Fitohemaglutinin. methanil yellow. neurotoksin.

madu Berbagai tanaman beracun Ikan. neirutoksin. amnesik Alkaloid pirolizidin Histamin HCN Asam jengkolat Mimosin Solanin Eteris Sumber Dinoflagelat Berbagai dinoflagelat Makanan yang tercemar Berbagai ikan tropis Kerang Serealia.Toksikan Ciguatera Toksin kerang : paralitik. diareik. keju Bakteri pembusuk Singkong. gadung Jengkol Petai china/lamtoro Kentang Cabe .

Bahan Tambahan Pangan anti-caking agents antimicrobial agents antioxidants colours curing and pickling agents emulsifiers enzymes firming agents flavour enhancers flavouring agents humectants leavening agents release agents non-nutritive sweeteners nutrient supplements nutritive sweeteners oxidising and reducing agents pH control agents propellants and gases sequestrants solvents and vehicles stabilisers and thickeners surface-active agents texturizers .

Penggunaan BTP yang dilarang  borax boric acid formaldehyde unapproved colouring agents    .

nitropyrenes  nitrosamines  ethyl carbamate (urethane)  chloropropanols .Kontaminan selama produksi  polynuclear aromatic hydrocarbons  heterocyclic amines.

filter aids enzyme preparations microorganisms solvents. wood. detergents sanitisers . lubricants.Potensial bahan lain processing Aids ion-exchange resins. etc. paper. release agents specific function additives food Contact Materials utensils working surfaces equipment packaging Materials cleaning Agents metal. plastic.

BAHAYA FISIK .

Cemaran fisik yang potensial            glass slime or scum metal bone plastic stones and rocks capsules or crystals pits or shell wood paper human and animal hair .

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : NO. F = Fisik . K = Kimia . B (M) = Biologis (Mikrob) .FORMULIR 1. BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket.

atau menghancurkan BAHAYA KIMIA atau FISIK . menghilangkan. .Atau Tidak ada cara bagi konsumen untuk mendeteksi. BHY A B C D E F to form 2 KARAKTERISTIK Kelompok makanan KHUSUS yang terdiri dari makanan NON STERIL yang ditujukan untuk konsumen beresiko tinggi. kimia. ibu hamil.KELOMPOK BAHAYA KEL. seperti bayi. atau fisik Di dalam proses pengolahan makanan TIDAK terdapat tahap yang dapat membunuh mikroorganisme berbahaya atau mencegah / menghilangkan bahaya kimia / fisik Makanan kemungkinan mengalami PENCEMARAN KEMBALI setelah pengolahan SEBELUM pengemasan / penyajian Kemungkinan dapat terjadi KONTAMINASI KEMBALI atau penanganan yang salah SELAMA distribusi. ibu menyusui. sehingga makanan menjadi berbahaya bila dikonsumsi Tidak ada proses pemanasan setelah mengemasan / penyajian atau waktu dipersiapkan di tingkat konsumen / pasien yang dapat memusnahkan / menghilangkan BAHAYA BIOLOGIS. balita. penanganan oleh konsumen / pasien. orang sakit/pasien. orang tua. usia lanjut Makanan yang mengandung bahan / ingridien yang SENSITIF terhadap bahaya biologis.

A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a. pasien & gol. 2. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO . ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL. 3.FORMULIR 2.l.

d. F Mengandung TIGA bahaya B s.d.d. HACCP Kategori resiko 0 I II III IV V VI Karakteristik bahaya 0 (tidak ada bahaya) (+) (++) (+++) (++++) (+++++) A+ (kategori khusus) Keterangan TIDAK mengandung bahaya A s. F Mengandung EMPAT bahaya B s.F . F Kategori resiko paling tinggi (semua makanan yang mengandung BAHAYA A. F Mengandung DUA bahaya B s.d.Kategori Resiko Makanan Form 2.d. F Mengandung LIMA bahaya B s. F Mengandung SATU bahaya B s. baik DENGAN/TANPA bahaya B .d.

Hazard B : The product contains sensitive ingredient in terms of microbiological hazard. Hazard D : The product is subject to re-contamination after processing and before packaging. Hazard C : The process does not contain a controlled processing step that effectively destroys harmful micro-organism.Examples of Risk categories Applicability Hazard A : A special class that applies to the non sterile product designate and intended for the consumption by at risk population. Hazard E : There is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed Hazard F : Thee is a substantial potential for abusive handling and could render for the product harmful when consumed -+ + ---- Two (+) it µs mean of Risk categories 2 .

garam. gl pasir. Kunyit. Bb masak Konsumen : Cara penyimpanan : Cara distribusi : Cara mengkonsumsi : Proses pengolahan : Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 dst . Persiapan Diskripsi produk Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri. 2 Form 1.Biologis (Mikrobiologis).LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI BAHAYA Jenis bahaya & Resiko . sntan kelapa. Kimia.Kategori Resiko Form. Fisik .

Example for Product¶s Description Description of product Batter / breadered chicken portions are packaged into polyethylene bags and shipped in corrugated box. . 15 bags per master box and 51 pieces per bag. Product shelf life is 90 days if kept < 0oF or < -18oC. the product is delivered to stores where it is kept frozen with temperature < 0oF or < -18oC until use. Nuggets are cooked by deep frying on palm oil at 360oF (182.2oC) for 4 minutes 15 seconds to reach internal temperature at least 165oF. It is served as Chicken McNuggets with special sauce and has a 30 minutes holding time. After shipment to a distribution centre.

.

water) Including detail information packaging and shelf life for every ingredient. 2. salt. . Contains : Main ingredient Preservative Other ingredient (coating. 3.Ingredients ‡ 1.

leavening (sodium acid pyrophosphate. riboflavin. thigh). Meat packed on 10 kg of food grade polyethilene bag. monocalcium phosphate. niacin. calcium lactate) . Milkwash Enriched wheat flour bleached (flour. thiamine mononitrate. yellow corn flour. folic acid). leavening (baking soda. Breader Enriched bleached wheat flour (flour. folic acid). salt. sodium aluminium phosphate). thiamine mononitrate. baking soda. Ingredients 1. Shelf life of meat and Skin in chilled condition is 6 days after slaughtering date or 7 days include slaughtering date.1. 2.Example of Ingredient 5. reduced iron.2. 2.riboflavin. Coating 2. reduced iron. Meat formula Fresh boneless chicken (breast. niacin.

prosedur atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya.CCP1 . y Pengelompokan & Cara penetapan CCP .CCP2 menghilangkan atau mencegah bahaya mengurangi bahaya (tdk dpt menghilangkan) y CCP Dessission Tree .Prinsip 2 PENETAPAN CRITICAL CONTROL POINT (CCP) CCP titik.

.

.

.

.

Garam Klorin bebas Viskositas Nilai kimia Cemaran (jenis & jml) Kondisi fisik terdeteksi (warna. 11. bau. Pengawet Konsent. 12. 4. 3. Konsent. 2. 13. 10. Suhu Waktu Kelembaban (RH) Nilai Aw Nilai pH Kuali & Kuant mikrob 7. tekstur) . 6. ditetapkan pada setiap CCP yang ditentukan --> like a sample KRITERIA BATAS / LIMIT KRITIS 1. 9.Prinsip 3 PENETAPAN BATAS / LIMIT KRITIS suatu nilai yang merupakan batas antara keadaan dapat diterima dan tidak dapat diterima. 5. 8.

Adanya mikroba patogen. Logam berat pada ikan.Prinsip 4 PEMANTAUAN BATAS KRITIS Kondisi/konsekuensi Terjadi bahaya bagi kesehatan Contoh Ditemukannya pecahan kaca atau tulang pd makanan & Ditemukan mikroba patogen pada makanan Kemungkinan bahaya dapat meningkat / ‡Pemanasan yang kurang berkembang ‡Suhu pendinginan yang kurang ‡Sarana penyajian-Disrtb-Konsm <<< Produk diolah pada kondisi yang tidak menjamin kesehatan ‡Pencatat suhu rusak ‡Pencatat waktu rusak ‡H-S alat. Gas NH3 & H2S pada hewani. Angka asam o pd minyak & produknya.l. ruang. bm kering) & racun alami . Formalin ayam/mie basah/tahu basah. Mikotoksin (a. tenaga <<< Mutu bahan syarat mentah tidak memenuhi Residu pestisida pada sayuran/ buah. Boraks bakso / mie. 7 angka kuman.

penyimpangan harus dikoreksi / diperbaiki jika waktu memungkinkan. perlu dilakukan tindakan koreksi yang tepat. Makanan dapat diproses/diolah. tetapi penyimpangan harus dikoreksi dalam waktu singkat y Pemantauan khusus diperlukan sampai semua penyimpangan dikoreksi Makanan dapat diolah (diteruskan).Prinsip 5 TINDAKAN KOREKSI Tingkat resiko Makanan beresiko tinggi Tindakan koreksi / perbaikan Mkn tdk boleh diproses/diolah sebelum semua penyimpangan dikoreksi / diperbaiki. y Mkn ditahan / tdk didistribusikan dan diuji keamanannya Jika keamanan makanan tidak memenuhi syarat. Makanan beresiko sedang Makanan beresiko rendah . Pengawasan rutin harus dilakukan untuk menjamin status resiko tidak berubah menjadi resiko sedang atau tinggi.

4. 3. 6. Penetapan jadwal verifikasi Pemeriksaan kembali rencana HACCP Pemeriksaan catatan HACCP Pemeriksaan penyimpangan CCP & prosedur perbaikannya Pengamatan visual selama produksi mengendalikan CCP Pengambilan contoh / sampel dan analisa secara acak Membuat kesesuaian rencana HACCP . 7.Prinsip ± 6 VERIFIKASI 1. 2. 5.

5. Judul dan tanggal pencatatan Keterangan makanan (keterangan khusus) Bahan dan peralatan yang digunakan Proses pengolahan yang dilakukan CCP yang ditemukan Batas kritis yang ditetapkan Penyimpangan dari batas kritis yang terjadi Tindakan koreksi / perbaikan Identifikasi tenaga operator peralatan khusus . 7. 9. 2. 8. 4.Prinsip ± 7 DOKUMENTASI HACCP 1. 3. 6.

CONTOH PENERAPAN HACCP PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN .

gl pasir. masakan : opor ayam) Nama masakan : Opor ayam Bahan : Ayam negeri. Bb masak Konsumen : (tuliskan. siapa konsumennya) Cara penyimpanan : (uraikan cara dan alat menyimpannya) Cara distribusi : (uraikan cara dan alat distribusinya) Cara mengkonsumsi : (uraikan cara dan alat mengkonsumsinya) Proses pengolahan : (uraian skema proses pengolahannya) Analisa bahaya Analisa katagori resiko Tetapkan CCP Penerapan HACCP form 1 form 2 CCP Dessession Tree form 3. Kunyit. . santan kelapa. garam.Contoh penerapan HACCP (a.l.

B (M) = Biologis (Mikrob) . BAHAN MENTAH / INGRIDIEN / BAHAN TAMBAHAN BAHAYA B (M)/K/F JENIS BAHAYA CARA PENCEGAHAN Ket. IDENTIFIKASI BAHAYA DAN CARA PENCEGAHANNYA NAMA MASAKAN : Opor ayam NO. K = Kimia . F = Fisik .FORMULIR 1.

pasien & gol. Resti) B = Mengandung bahan yang sensitif thd bahaya biologis/kimia/fisik C = Tidak ada tahap untuk mencegah/menghilangkan bahaya D = Kemungkinan mengalami kontaminasi kembali setelah pengolahan E = Kemungkinan penanganan yang salah selama distribusi /konsumsi F = Tidak ada cara mencegah/menghilangkan bahaya oleh konsumen KEL. A = Makanan untuk konsumen beresiko tinggi (a. ANALISA RESIKO BAHAYA NAMA MASAKAN : Opor Ayam NO BAHAN / INGRIDIEN Mkn Opor Ayam Bahan mentah 1. 2. BAHAYA( v ) A B C D E F KATEGORI RESIKO .l. 3.FORMULIR 2.

FORMULIR 3. PENERAPAN HACCP NAMA MAKANAN TIM HACCP BAGAN PROSES PRODUKSI CCP BAHAYA CARA PENGENDALIAN : Opor Ayam : : (TERLAMPIR) BATAS KRITIS NILAI TARGET PEMANTAUAN TINDAKAN KOREKSI PARAMETER CCP .

SUMMARISED .

Process Flow Diagram 8. HACCP plan matrix 10. 5.HACCP Plan Contains: 1. 2. Decision tree for Establish CCP 9. 4. Standard Operation Procedure 11. 3. HACCP team Definition of HACCP and CCP Target of the HACCP system Description product Ingredients Hazard Analysis and Assignment of Risk categories 7. 6. HACCP audit form .

Receiving skin temperature .Notify supplier Physical Inspection Form (W 001-C) Corrective Action Record Frequency of Verification ..Coating receiving .Product temperature Each delivery must be <4oC or (<40oF) .Review form .Review logbook .HACCP Plan Matrix Operational Step Hazard CCP Critical Limit Frequency Monitoring Monitored Raw material Microbial (1) Receiving Receiving Physical Characteristic : .Review form ger and decision to form (W 004-C) reject .Raw Material -Thermometer ger and decision to Receiving Form calibration reject (W 001) .Chart recorder before product tem .Daily Metal Detection Physical (3) Metal Detec.Product from last ( P 004 ) good check must be .Used calibrated Maintenance Maintenance to repair Storage tem .5 mm Fe Every 30 min On line check with Packaging tion system > = 2.Metal Detec re-passed through tor Finding adjusted detector.Daily Thermometer Leader refrigeration equipment perature logbook calibration .Notify supplier .Daily perature rises above 40oF or find alternative storage for product .Packaging integrity Each delivery All product is QCI meets standards visual inspected for packaging and product integrity as it is loaded .0 non Fe standard leader ( Stainless steel 316) .Line stopped until .Thermometer . ( P 005 ) .Packaging integrity .Each delivery Raw material storage Microbial (2) Storage condition Cooler temperature <4oC or <40oF Every 4 hours .No off color/odor no foreign object .> = 1.Dry ingredient Physical .Contact QA Mana.Contact QA Mana .Each delivery .Boneless chicken.Daily .Packaging integrity .Review corrected tor Test Form record .Metal Detec .Packaging integrity meets standards All product is QCI visual inspected for packaging and product integrity as it is unloaded Temperature recorded using calibrated thermo meter Verification method .Physical check . .

Standard Operation Procedure Every SOP contains : 1. Corrective action 8. Purpose 2. Procedure step by step 7. CCP 4. Documentation . Critical limit 5. Hazard 3. Responsible by 6.

1 Uniform should be in a complete and clean condition. Use gloves c.2 Open wound or skin irritations. and being used at proper place. : Micro and Physical : Personal hygienic condition of the staffs : Staff should be in clean and sanitary conditions and use the appropriate uniforms. nail prints or habit of keeping long nails are prohibited. Wash and sanitize hands: 3. 4.3 Do not use the uniform in any other area beside the production area.1 Before wearing gloves (Gloves should be in a clean. Have permission from the Leader 2. A small wound is acceptable if the following conditions are being followed: a. Goods such as pocket radio and other personal belongings are not allowed to enter the production area. Wear a proper uniform: 4. 3. sneezing. : All staffs PROCEDURE: 1. 4. helmet. white clothe/frock. masker. and dry conditions) 3. boots.SOP # S-4 PT.1 Unwell condition (ill) 1. Covered by bandage b. white pant. Usage of jewelry. cleaning. eating. coughing. gloves. sweater. . sanitary. 4. A person should report to the leader if he is experiencing the following conditions: 1. touching nose/hair/uniform. and smoking.2 After conditions such as: using toilet. SERANIA STANDARD OPERATION PROCEDURE FOR GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) Purpose Hazard CCP Limit Resposible by : To verify that GMP procedure are being followed.2 A complete uniform include : hairnet.

NACH « INI YANG KITA CARI !!!! .

Hazard Analysis and Assignment of Risk categories form 2 g. Decision tree for Establish CCP i. Standard Operation Procedure (SOP) k. Process Flow Diagram h. HACCP team b. Target of the HACCP system d. kunjungan lapangan). 2. HACCP plan matrix form 3 j. Description product e. 5. 4. so : a. Definition of HACCP and CCP c. Jelaskan pengertian HACCP Jelaskan tujuan penerapan HACCP Jelaskan manfaat penerapan HACCP Sebutkan tujuh prinsip HACCP Tetapkan satu produk makanan (kelompok. 3.EVALUASI POKOK BAHASAN 1. Ingredients f. HACCP audit form form 1 & dilengkapi dengan pemahaman aplikasi 7 prinsip HACCP .

Jelaskan kegiatan dokumentasi yang diperlukan untuk penerapan HACCP . proses. Tetapkan CCP untuk produk tersebut (bahan. Lakukan Identifikasi bahaya untuk produk tsb b. Tetapkan tindakan koreksi jika ditemukan CCP yang melebihi batas kritis dari hasil pemantauan f. Tetapkan batas / limit kritis untuk CCP yang telah diidentifikasi d.Pemahaman Dasar 7 Prinsip HACCP Buatlah spesifikasi / diskripsi produk a. or foumulasi) c. Tetapkan langkah-langkah verifikasi dari hasil tindakan koreksi CCP g. Tetapkan langkah pemantauan CCP sesuai batas limit yg telah ditentukan e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful