Anda di halaman 1dari 152

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN I TAMBAKROMO


KABUPATEN PATI MELALUI PEMBELAJARAN
MATEMATIKA BERBASIS MASALAH

SKRIPSI

Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan


pada Universitas Negeri Semarang

Oleh

Nama : Henik Sugiyarti


NIM : 4101401032
Program Studi : Pendidikan Matematika
Jurusan : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

i
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi.

Semarang, 7 Agustus 2005

Pembimbing I, Pembimbing II,

Drs. Supriyono, M.Si. Drs. Wardono, M.Si


NIP 130815345 NIP 131568905

ii
PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di dalam Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan

Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas

Negeri Semarang pada

hari : Kamis

tanggal : 18 Agustus 2005

Panitia Ujian:

Ketua, Sekretaris,

Drs. Kasmadi I.S., M.S. Drs. Supriyono, M.Si.


NIP. 130781011 NIP. 130815345

Pembimbing I Penguji I

Drs. Supriyono, M.Si. Dra. Kristina W., M.S.


NIP. 130815345 NIP. 13156830724370

Pembimbing II Penguji II

Drs.Wardono, M.Si. Drs. Supriyono, M.Si.


NIP. 131568905 NIP. 130815345

Penguji III

Drs.Wardono, M.Si.
NIP. 131568905

iii
PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya

saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, 18 Agustus 2005

Henik Sugiyarti

iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto :

Menyesali apa yang sudah terjadi tak akan dapat mengubah segalanya,

yang terpenting ambilah hikmah dari semua itu.

Jangan pelit untuk berbagi kegembiraanmu. Berikan apa yang paling kau

inginkan. Berbagilah wawasan dan kegembiraanmu kepada orang lain.

Bukannya mengkhawatirkan semua itu akan hilang dan menyimpannya,

berbagilah dengan orang lain (Pema Chodron).

Persembahan :
1. Untuk Bapak dan Ibu, terima kasih atas do’a,
bimbingan serta limpahan kasih sayang yang telah
diberikan.
2. Adik-adikku : Puput dan Risa. Aku akan selalu
menyayangi kalian.
3. Seseorang yang selalu mengerti dan menyayangiku.
4. Wiwied, Novie, Narsiti, Widie dan seluruh teman-
teman yang ada di Wisma Putri Sederhana I.
5. Dewi’, Yayuk, Minie, Ida, Diah, Eni dan seluruh
kawan-kawan Pendidikan Matematika Angkatan
2001.
Tanpa mereka, aku dan karya ini takkan pernah ada.

v
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi dengan baik.

Skripsi ini adalah laporan penelitian yang mengambil judul

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I

Tambakromo Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis

Masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis

dan hasil belajar matematika siswa SMPN I Tambakromo.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari

berbagai pihak, skripsi ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, penulis

menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Dr. H. A.T. Soegito, S.H., M.M. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang

yang telah memberi kesempatan kepada penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

2. Drs. Kasmadi I.S., M.S. selaku Dekan FMIPA yang telah memberikan ijin

dan kesempatan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi.

3. Drs. Supriyono, M.Si. selaku Ketua jurusan Matematika FMIPA UNNES

sekaligus selaku Dosen Pembimbing I yang dengan penuh kesabaran telah

memberikan bimbingan selama pembuatan skripsi.

4. Drs. Wardono, M.Si. selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran

telah memberikan bimbingan selama pembuatan skripsi.

5. Seluruh dosen yang mengajar di Jurusan Matematika.

vi
6. Mulyadi Slamet Widodo, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMPN I

Tambakromo yang telah memberikan perijinan penelitian.

7. Tumirah S.Pd dan Rusmi S.Pd. selaku guru SMPN I Tambakromo yang

telah membantu dalam pelaksanaan penelitian.

8. Mbak Tamie dan Perpustakaan Jurusan Matematika UNNES, yang telah

memberikan pelayanan dan kesempatan dalam penulisan skripsi.

9. Semua pihak yang terkait selama penyusunan skripsi ini yang tidak dapat

disebutkan satu persatu.

10. Serta rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan bantuannya baik

secara langsung maupun tidak langsung.

Penulis hanya bisa berharap semoga skripsi ini dapat memberikan

nilai tambah bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Matematika.

Semarang, 18 Agustus 2005

Penulis

vii
ABSTRAK

Sugiyarti, Henik. 2005: Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil


Belajar Siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati Melalui
Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah. Skripsi. Jurusan
Matematika, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing:
I. Drs. Supriyono, M.Si, II. Drs. Wardono, M.Si.
Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, hasil belajar, pembelajaran berbasis
masalah.

Aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa


SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati masih rendah. Rendahnya keterampilan
berpikir kritis siswa ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Jika
prinsip pemecahan masalah diterapkan dalam proses belajar mengajar maka siswa
dapat berlatih dan membiasakan diri berpikir secara mandiri.
Atas pertimbangan hal di atas maka diambil judul skripsi “Meningkatkan
Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMPN I Tambakromo
Kabupaten Pati Melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah”.
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas masalah tentang:
1. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, keterampilan
berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat
meningkat?
2. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, hasil belajar siswa
kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat?
Untuk membahas permasalahan di atas, melalui penelitian tindakan kelas
yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dengan tahapan
perencanaan,implementasi,observasi dan refleksi, diambil data hasil belajar dari
hasil pretes dan postes dengan metode tes untuk mengetahui adanya peningkatan
hasil belajar siswa dan data tentang keterampilan berpikir kritis diambil dari hasil
tes keterampilan berpikir kritis dengan metode tes dengan penskoran. Subjek
penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo
Tahun Pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 46 siswa, terdiri atas 22 siswa putri
dan 24 siswa putra. Indikator utama dalam penelitian ini adalah apabila siswa
dapat mencapai ketuntasan hasil belajar individu ≥ 65% dengan ketuntasan
klasikal ≥ 85%, dan adanya peningkatan skor keterampilan berpikir kritis siswa
untuk setiap siklus. Sedangkan indikator tambahannya adalah apabila diperoleh
skor lembar observasi aktivitas siswa terhadap pembelajaran ≥ 16 dan skor
kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah ≥ 27.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata evaluasi pada siklus I
adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan postest 71,78 dengan
ketuntasan 60,86%, rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa 7,82 dari skor
maksimal 30. Hasil pretes siklus II adalah 71,13 dengan ketuntasan 56,52%
sedangkan hasil postest siklus II diperoleh nilai rata-rata 80 dengan ketuntasan
89,13%. Berarti indikator kinerja pada siklus II ini sudah tercapai. Rata-rata
keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus II ini juga sudah meningkat

viii
menjadi 17,87. Aktivitas siswa dalam pembelajaran tergolong baik, skor rata-rata
pada siklus I adalah 17 dan pada siklus II adalah 20. Skor rata-rata kemampuan
guru dalam pembelajaran berbasis masalah untuk siklus I adalah 25,75, untuk
siklus II adalah 29,25 yang menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam
pembelajaran berbasis masalah sudah baik.
Dari hasil penelitian dapat diambil simpulan yaitu pembelajaran
matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan di kelas II-C SMPN I
Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis
siswa. Dan melalui pembelajaran matematika berbasis masalah hasil belajar siswa
kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat. Sehingga
disarankan pembelajaran matematika berbasis masalah perlu dilaksanakan oleh
guru. Dalam pembelajaran, guru perlu melibatkan peran serta siswa secara
langsung serta pembuatan hasil karya dan presentasi hasil karya sangat baik
diterapkan.

ix
DAFTAR ISI

hlm

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................................... ii

PENGESAHAN KELULUSAN ...................................................................... iii

PERNYATAAN............................................................................................... iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... v

KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi

ABSTRAK ....................................................................................................... viii

DAFTAR ISI.................................................................................................... x

DAFTAR TABEL............................................................................................ xiii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiv

DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah.............................................................. 1

B. Rumusan Masalah ....................................................................... 5

C. Pemecahan Masalah .................................................................... 5

D. Penegasan Istilah ......................................................................... 6

1. Berpikir Kritis ........................................................................ 6

2. Hasil Belajar........................................................................... 6

3. Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah......................... 7

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian.................................................... 7

1. Tujuan Penelitian ................................................................... 7

x
2. Manfaat Penelitian ................................................................. 7

a. Manfaat bagi Guru............................................................. 7

b. Manfaat bagi Siswa ........................................................... 8

c. Manfaat bagi Peneliti......................................................... 8

F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10

A. Pembelajaran Matematika ........................................................... 10

B. Berpikir Kritis.............................................................................. 12

C. Hasil Belajar ................................................................................ 14

D. Pembelajaran Berbasis Masalah.................................................. 17

E. Pokok Bahasan yang Terkait dengan Penelitian.......................... 20

1. Waktu ...................................................................................... 20

a. Satuan Waktu ..................................................................... 20

b. Menghitung Lama Waktu antara Dua Waktu .................... 21

2. Hubungan Jarak, Waktu, dan Kecepatan ................................ 22

a. Satuan Jarak........................................................................ 22

b. Menentukan Jarak, Waktu, dan Kecepatan ........................ 23

c. Menggambar Grafik Jarak-Waktu...................................... 25

F. Kerangka Berpikir........................................................................ 29

G. Hipotesis Tindakan...................................................................... 30

BAB III METODE PENELITIAN.................................................................. 31

A. Subjek Penelitian......................................................................... 31

B. Variabel Penelitian ...................................................................... 31

xi
C. Indikator Kinerja ......................................................................... 31

1. Indikator Utama ..................................................................... 31

2. Indikator Tambahan ............................................................... 31

D. Desain Penelitian......................................................................... 32

E. Pengumpulan Data....................................................................... 38

F. Analisis Data................................................................................ 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................ 44

A. Hasil Penelitian ........................................................................... 44

1. Siklus I ................................................................................... 44

2. Siklus II .................................................................................. 46

B. Pembahasan ................................................................................. 48

BAB V PENUTUP......................................................................................... 55

A. Simpulan ..................................................................................... 55

B. Saran ............................................................................................ 55

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 57

LAMPIRAN-LAMPIRAN............................................................................... 59

xii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah.......................................... 19

Tabel 2. Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (1)...................... 26

Tabel 3. Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (2)...................... 27

xiii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya

Tetap............................................................................................... 26

Gambar 2. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika Kecepatannya

Tidak Tetap .................................................................................... 27

Gambar 3. Hubungan antara Jarak dan Waktu................................................ 28

Gambar 4. Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas ........................ 38

Gambar 5. Siswa Bekerja Kelompok .............................................................. 175

Gambar 6. Guru Memberikan Bimbingan kepada Siswa................................ 175

Gambar 7. Presentasi Hasil Diskusi oleh Siswa.............................................. 176

Gambar 8. Siswa Lain Memperhatikan Siswa yang Presentasi ...................... 176

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 1 (Siklus I)............................................ 59

Lampiran 2 Lembar Kerja Siswa (RP 1)....................................................... 63

Lampiran 3 Kartu Masalah (RP 1) ................................................................ 65

Lampiran 4 Soal Tes Hasil Belajar Siklus I.................................................. 67

Lampiran 5 Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam

Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah............................. 70

Lampiran 6 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa ........................................ 72

Lampiran 7 Daftar Nama Siswa dalam Kelompok pada Siklus I ................. 74

Lampiran 8 Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam

Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus I

(Pertemuan Pertama).................................................................. 75

Lampiran 9 Hasil Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus I

(Pertemuan Pertama).................................................................. 79

Lampiran 10 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa ............................................... 83

Lampiran 11 Rencana Pembelajaran 2 (Siklus I)............................................ 84

Lampiran 12 Kartu Masalah (RP 2) ............................................................... 87

Lampiran 13 Soal Keterampilan Berpikir Kritis Siklus I ............................... 89

Lampiran 14 Angket Refleksi Siswa terhadap Pembelajaran ......................... 91

Lampiran 15 Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam

Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus I

(Pertemuan Kedua)..................................................................... 92

xv
Lampiran 16 Hasil Lembar Pengamatan Akltivitas Siswa Siklus I

(Pertemuan Kedua)..................................................................... 96

Lampiran 17 Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kritis Siswa .......................... 100

Lampiran 18 Rencana Pembelajaran 3 (Siklus II) .......................................... 101

Lampiran 19 Lembar Kerja Siswa (RP 3)....................................................... 105

Lampiran 20 Soal Tes Hasil Belajar Siklus II................................................. 108

Lampiran 21 Daftar Nama Siswa dalam Kelompok pada Suklus II ............... 109

Lampiran 22 Hasil Lembar Pengamatan Kemampuan Guru dalam

Pembelajaran Berbasis Masalah Siklus II

Pertemuan Pertama) ................................................................... 110

Lampiran 23 Hasil Lembar Pengamatan Akltivitas Siswa Siklus II

(Pertemuan Pertama).................................................................. 114

Lampiran 24 Rencana Pembelajaran 4 (Siklus II) .......................................... 118

Lampiran 25 Kartu Masalah(RP 4) ................................................................. 121

Lampiran 26 Soal Keterampilan Berpikir Kritis Siklus II .............................. 125

Lampiran 27 Hasil Lembar Kemampuan Guru dalam Pembelajaran

Berbasis Masalah Siklus II (Pertemuan Kedua)......................... 126

Lampiran 28 Hasil Lembar Pemgamatan Aktivitas Siswa Siklus II

(Pertemuan Kedua)..................................................................... 131

Lampiran 29 Grafik Frekuensi Jawaban Angket Refleksi Siswa terhadap

Pembelajaran .............................................................................. 135

Lampiran 30 Kisi-Kisi Tes Uji Coba Siklus I................................................. 138

Lampiran 31 Soal Uji Coba Siklus I ............................................................... 139

xvi
Lampiran 32 Perubahan Nama Peserta Tes Uji Coba Siklus I........................ 145

Lampiran 33 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran

dan Reliabilitas Instrumen Siklus I ............................................ 146

Lampiran 34 Keterangan Soal yang Dipakai untuk Penelitian Siklus I.......... 147

Lampiran 35 Kisi-Kisi Tes Uji Coba Siklus II ............................................... 148

Lampiran 36 Soal Uji Coba Siklus II.............................................................. 149

Lampiran 37 Perubahan Nama Peserta Tes Uji Coba Siklus II ...................... 150

Lampiran 38 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran

dan Reliabilitas Instrumen Siklus II........................................... 152

Lampiran 39 Keterangan Soal yang Dipakai untuk Penelitian Siklus II ........ 153

Lampiran 40 Foto Kegiatan Pembelajaran...................................................... 154

Lampiran 41 Usulan Pembimbing .................................................................. 156

Lampiran 42 Permohonan Ijin Penelitian ....................................................... 157

Lampiran 43 Surat Keterangan Penelitian ...................................................... 158

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan cabang ilmu pengetahuan eksak dan

terorganisir secara sistematik. Seperti halnya ilmu yang lain matematika

memiliki aspek kreatif dan juga aspek terapan atau praktik. Sebagaimana

tercantum dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) bahwa

diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan umum

antara lain untuk mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi perubahan

keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui

latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat,

jujur, efektif, dan efisien serta mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan

matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam

mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.

Pembelajaran yang pada umumnya dilaksanakan oleh guru lebih

banyak menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman, sedangkan

aspek aplikasi, analisis, sintesis, dan bahkan evaluasi hanya sebagian kecil

dari pembelajaran yang dilakukan. Guru selama ini lebih banyak memberi

ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami

konsep secara mendalam. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih untuk

mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan

mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata

xviii
sehingga kemampuan berpikir kritis siswa kurang dapat berkembang dengan

baik.

Pola pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia dewasa ini,

menuntut keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dan juga

menuntut kreatifitas siswa untuk mengolah data yang diberikan guru.

Agar terjadi pengkontruksian pengetahuan secara bermakna, guru


haruslah melatih siswa agar berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun
dalam memecahkan suatu permasalahan. Siswa yang berpikir kritis adalah
siswa yang mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengkontruksi
argumen serta mampu memecahkan masalah dengan tepat (Spliter 1991,
dalam Redhana 2003: 12-13). Siswa yang berpikir kritis akan mampu
menolong dirinya atau orang lain dalam memecahkan permasalahan yang
dihadapi.

Siswa harus mengevaluasi diri mereka dan berusaha. Mereka tidak


boleh berdiam diri saja karena, para siswa ini kelak akan menjadi orang
dewasa, akan menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan dan
permasalahan. Pelajar hari ini yang akan menjadi pemimpin di masa depan,
mesti dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan permasalahan hidup.
(Hassoubah 2004: 12).

Permasalahan yang timbul dilapangan adalah meskipun para siswa

mendapatkan nilai-nilai yang tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun

mereka tampak kurang mampu menerapkan perolehannya, baik berupa

pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kedalam situasi yang lain. Seperti

yang dikemukakan oleh Ketua Komite Reformasi Pendidikan Balitbang

Depdiknas Prof. Suyanto, Med. PhD. dalam Kompas edisi 10 April 2002

“Artinya, pengembangan aspek akademis masih pada tingkat yang rendah dan

belum sampai pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, apalagi

kemampuan memecahkan masalah”.

xix
Aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa

SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati masih rendah. Rendahnya kemampuan

berpikir kritis siswa ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Hasil

diskusi peneliti dengan guru matematika yang mengajar di kelas II-C SMPN I

Tambakromo diperoleh hasil bahwa:1) hasil belajar siswa masih rendah, yang

terlihat dari belum tercapainya ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal

dalam pembelajaran seperti yang diharapkan. Rata-rata ketuntasan individu

siswa baru mencapai 55 sedangkan ketuntasan klasikalnya 30,43%, 2) siswa

tidak banyak yang siap atau menyiapkan diri sebelum pembelajaran dimulai

walaupun materi pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya

sudah diketahui, 3) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran masih rendah,

dan 4) siswa belum mampu memecahkan suatu permasalahan dengan baik,

yang mencerminkan keterampilan berpikir secara kritis masih rendah.

Dengan pembelajaran matematika berbasis masalah, siswa dihadapkan

pada masalah yang penuh dengan makna dan siswa diharapkan mampu

menggunakan dan mengembangkan kemampuan dasar yang dimilikinya dan

berpikir tingkat tinggi termasuk diantaranya adalah berpikir kritis serta dapat

menggunakan berbagai macam strategi untuk memecahkan masalah tersebut.

Melalui kegiatan ini aspek-aspek yang menunjukkan kemampuan matematika

siswa seperti menghadapi masalah rutin maupun tidak, menemukan pola,

menggeneralisasikan kesimpulan, komunikasi matematika, dll dapat

dikembangkan dengan baik yaitu dengan mempertimbangkan gagasan siswa

dan melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan masalah matematika

xx
(Polya 2003:http://www.Learner.Prg/channel/cours/teachingmath/gradesh-

2/session-03/section-03-d.html).

Seluruh kegiatan siswa akan terarah jika pembelajaran didorong untuk

mencapai tujuan-tujuan tertentu. Guna mencapai tujuan-tujuan, para siswa

dihadapkan dengan situasi bermasalah agar mereka peka terhadap masalah.

Kepekaan terhadap masalah dapat ditimbulkan jika para siswa dihadapkan

kepada situasi yang memerlukan pemecahan. Para guru hendaknya

mendorong siswa untuk melihat masalah, merumuskannya, dan berdaya upaya

untuk memecahkannya sejauh taraf kemampuan. Jika prinsip pemecahan

masalah ini diterapkan dalam proses belajar mengajar maka siswa dapat

berlatih dan membiasakan diri berpikir secara mandiri. Dengan demikian,

pemecahan masalah seyogyanya merupakan strategi belajar mengajar di

sekolah-sekolah.

Berangkat dari latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk meneliti

tentang pembelajaran matematika berbasis masalah dengan judul

“MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN

HASIL BELAJAR SISWA SMPN I TAMBAKROMO KABUPATEN

PATI MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS

MASALAH“.

xxi
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas,

masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, keterampilan

berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati

dapat meningkat?

2. Apakah melalui pembelajaran matematika berbasis masalah, hasil belajar

siswa kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat?

C. Pemecahan Masalah

Dengan adanya rumusan masalah tersebut maka penulis mencoba

melalui penelitian tindakan kelas (PTK) tentang pembelajaran matematika

berbasis masalah, diharapkan hasilnya dapat mengatasi rendahnya

keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas II-C SMPN I

Tambakromo Kabupaten Pati dengan tahapan sebagai berikut.

1. Tahap-1 (Orientasi siswa pada masalah)

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang

dibutuhkan, siswa terlibat pada aktivitas relevan masalah yang dipilihnya.

2. Tahap-2 (Mengorganisasikan siswa untuk belajar)

Guru membantu siswa untuk mengidentifikasikan dan mengorganisasikan

tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

xxii
3. Tahap-3 (Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok)

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai,

melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan.

4. Tahap-4 (Mengembangkan dan menyajikan hasil karya)

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang

sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi

tugas dengan temannya.

5. Tahap-5 (Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap

penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

D. Penegasan Istilah

1. Berpikir Kritis

Berpikir kritis didefinisikan sebagai suatu proses kompleks yang

melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi

data dengan mempertimbangkan aspek kualitatif serta melakukan seleksi

atau membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi.(Gerhard 1971, dalam

Redhana 2003: 14)

2. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah hasil tes belajar aspek kognitif bidang

matematika siswa kelas II-C semester I pokok bahasan “Waktu, Jarak, dan

Kecepatan”, SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati tahun pelajaran

2004/2005.

xxiii
3. Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah

Pembelajaran matematika berbasis masalah yaitu pembelajaran

matematika yang meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah,

memusatkan pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik,

kerjasama, dan menghasilkan karya atau peragaan.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada

peningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa jika

diterapkan pembelajaran matematika berbasis masalah pada siswa kelas II-C

SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati .

2. Manfaat Penelitian

a. Manfaat bagi guru

Mendapatkan pengalaman langsung melakukan penelitian

tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan

mengembangkan profesi guru serta mengubah pola dan sikap guru dalam

mengajar yang semula berperan sebagai pemberi informasi menjadi

berperan sebagai fasilitator dan mediator yang dinamis sehingga

kegiatan belajar mengajar yang dirancang dan diimplementasikan

menjadi lebih efektif, efisien, kreatif dan inovatif.

xxiv
b. Manfaat bagi siswa

Menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah,

kemampuan bekerjasama dan kemampuan berkomunikasi yang dapat

melatih dan merangsang siswa untuk mengembangkan daya nalarnya

secara kritis.

c. Manfaat bagi peneliti

Akan diperoleh pemecahan permasalahan dalam penelitian

ini dan diperoleh suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan

keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

F. Sistematika Penulisan Skripsi

Sistematika Penulisan Skripsi ini secara garis besar terdiri dari tiga

bagian utama , yaitu (i) bagian pendahuluan skripsi, (ii) bagian isi skripsi, dan

(iii) bagian akhir skripsi. Komponen dari masing-masing bagian tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Bagian pendahuluan skripsi berisi: halaman judul, persetujuan

pembimbing, pengesahan kelulusan, pernyataan, motto dan persembahan,

kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

2. Bagian isi skripsi terdiri dari:

BAB I. Pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah,

pemecahan masalah, penegasan istilah, tujuan dan manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

xxv
BAB II. Landasan Teori, dikemukakan tentang teori-teori yang

mendukung penelitian sebagai acuan untuk mengajukan

hipotesis. Dalam bab ini dituliskan pula kerangka berpikir dan

hipotesis tindakan sebagai jawaban sementara atas

permasalahan yang diajukan dalam bab I.

BAB III. Metode Penelitian, memuat metode-metode yang digunakan

dalam penelitian yang meliputi sampel, variabel, indikator

kinerja, desain penelitian, pengumpulan data dan analisis data

yang digunakan dalam penelitian.

BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi hasil penelitian dan

pembahasannya.

BAB V. Penutup, berisi simpulan dan saran.

3. Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

xxvi
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pembelajaran Matematika

Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam

perkembangan hidup manusia. Belajar merupakan suatu proses untuk

mendapatkan pengetahuan atau pengalaman sehingga mampu mengubah

tingkah laku manusia (Hudojo 1979: 107). Oleh karena itu seseorang

dikatakan belajar bila diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses

kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku.

Di dalam matematika yang penalarannya bersifat deduktif aksiomatis

yang berkenaan dengan ide-ide, konsep-konsep dan simbol-simbol yang

abstrak serta tersusun secara hirarkis maka dalam belajar pembelajaran

matematika diperlukan kegiatan mental yang tinggi. Mempelajari materi

matematika tidak hanya cukup dipelajari dengan membahasnya saja tetapi

perlu waktu dan ketekunan serta latihan-latihan.

Menurut Bruner (dalam Hudojo 1979: 114) “belajar matematika

merupakan belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika

yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan konsep-

konsep dan struktur matematika itu”.

Pembelajaran materi matematika perlu dikaitkan dengan logika, teori


tentang jumlah probabilitas, menjadi kurikulum yang didiferensiasikan.
Herberger dan Wheatley, Kitano & Kirby (dalam Semiawan 1997: 140)
berpendapat, matematika untuk anak berbakat jangan menonjolkan
keterampilan berhitung, melainkan bertujuan membangun:
(a) basis konseptual yang baik untuk belajar matematika pada tingkat yang
lebih tinggi,
(b) keterampilan memecahkan masalah,

xxvii
(c) keterampilan berpikir dan belajar bagaimana seyogyanya belajar,
(d) keterampilan berhitung terbatas pada materi yang diperlukan untuk
butir (a).

Penyajian atau pengungkapan butir-butir matematika yang akan

disampaikan dalam pengajaran harus disesuaikan dengan perkiraan

perkembangan intelektual siswa.

Pembelajaran matematika tidak hanya mengandung nilai edukasi

yang bersifat mencerdaskan siswa tetapi juga nilai edukasi yang membentuk

pribadi siswa. Melalui pembelajaran matematika diharapkan dengan

sendirinya para siswa akan cermat dalam melakukan pekerjaan, akan kritis

dan konsisten dalam bersikap, akan jujur dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan pembelajaran matematika guru perlu mengenal

dan dapat melaksanakan dengan baik berbagai pedoman tentang (1) Strategi

pembelajaran, (2) Pendekatan pembelajaran, (3) Metode pembelajaran, (4)

Teknik Pembelajaran. (Soedjadi 2000: 101)

Tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis


diantaranya :
1) mengembangkan kecakapan menganalisis,
2) mengembangkan kemampuan mengambil kesimpulan yang masuk akal
dari pengamatan,
3) memperbaiki kecakapan menghafal,
4) mengembangkan kecakapan, strategi dan kebiasaan belajar,
5) belajar terma-terma/istilah-istilah dan fakta-fakta,
6) belajar konsep-konsep dan teori.
(Zaini dkk 2002: 143).

Hudojo (1979: 80) berpendapat bahwa pembelajaran matematika


akan efektif apabila penyampaian materi disesuaikan dengan kemampuan
berpikir dan kesiapan siswa dalam berpikir. Hal ini dikarenakan struktur
kognitif siswa mengacu pada organisasi pengetahuan atau pengalaman yang
telah dikuasai siswa yang memungkinkan siswa dapat menangkap ide-ide
atau konsep-konsep baru.

xxviii
Tujuan pendidikan (behavioral) biasa digolongkan kedalam tiga

domein atau ranah, yakni domein”kognitif”,”afektif” dan “psikomotor”.

Domein kognitif menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah


kepada kemampuan-kemampuan intelektual, kemampuan berpikir maupun
kecerdasan yang akan dipakai. Domein afektif menunjukkan tujuan
pendidikan yang terarah kepada kemampuan-kemampuan bersikap dalam
menghadapi realitas atau masalah-masalah yang muncul disekitarnya.
Domein Psikomotor menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah kepada
keterampilan-keterampilan. Khusus untuk mata pelajaran matematika
pengertian keterampilan dapat diartikan keterampilan yang bersifat fisik,
misalnya melukis suatu bangun. Tetapi juga keterampilan melakukan
algoritma-algoritma tertentu yang ada kalanya hanya terdapat dalam pikiran
(Soedjadi 2000: 62-63).

Pembelajaran matematika tidak hanya tertumpu pada pencapain

tujuan kognitif, namun sekaligus harus meningkatkan pencapaian tujuan

afektif dan psikomotor.

Dalam GBPP Matematika yang khusus untuk pendidikan dasar yang


dewasa ini dipakai, dikemukakan bahwa tujuan khusus pengajaran
matematika di Sekolah Lanjutan Pertama adalah:
1. memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan
matematika,
2. memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke
pendidikan menengah,
3. mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan dan
perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam
kehidupan sehari-hari,
4. mempunyai pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis, kritis,
cermat, kreatif dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika.
(Soedjadi 2000: 44)

B. Berpikir Kritis

Berpikir kritis didefinisikan sebagai suatu proses kompleks yang

melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi data

dengan mempertimbangkan aspek kualitatif serta melakukan seleksi atau

xxix
membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi. (Gerhard 1971, dalam

Redhana 2003: 14)

Berpikir kritis menurut R. Swartz dan D. N. Perkins (1990, dalam


Hassoubah 2004: 86-87) berarti bertujuan untuk mencapai penilaian yang
kritis terhadap apa yang akan kita terima atau apa yang akan kita lakukan
dengan alasan yang logis, memakai standar penilaian sebagai hasil dari
berpikir kritis dalam membuat keputusan, menerapkan berbagai strategi yang
tersusun dan memberikan alasan untuk menentukan dan menerapkan standar
tersebut, mencari dan menghimpun informasi yang dapat dipercaya untuk
dipakai sebagai bukti yang dapat mendukung suatu penilaian.

Tyler (1949, dalam Redhana 2003: 13-14) berpendapat bahwa

pengalaman atau pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa

untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah

dapat merangsang keterampilan berpikir kritis siswa. Berpikir kritis

merupakan suatu aktivitas evaluatif untuk menghasilkan suatu simpulan

(Cabrera 1992, dalam Redhana 2003: 14).

Pertukaran gagasan yang aktif didalam kelompok kecil tidak hanya

menarik perhatian siswa tetapi juga dapat mempromosikan pemikiran kritis

(Gokhale 2002: http://scholar.lib.vt.Edu/enjournals/JTE). Kerjasama dapat

memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam diskusi, bertanggung

jawab terhadap pelajaran sehingga dengan begitu mereka menjadi pemikir

yang kritis (Totten, Ambang, Digby, & Russ 1991, dalam Gokhale 2002:

http://scholar.lib.vt.Edu/enjournals/ JTE)

Materi tentang pemikiran kritis yaitu materi yang melibatkan analisa,

sintesis, dan evaluasi konsep (Gokhale 2002: http://scholar.lib.vt.Edu/

enjournals/JTE).

xxx
Dalam penggolongan Taksonomi Bloom, pada tugas analisis ini siswa
diminta untuk menganalisis suatu hubungan atau situasi yang kompeks atas
konsep-konsep dasar. Pada sintesis siswa dapat menggabungkan atau
menyusun kembali (reorganize) hal-hal yang spesifik agar dapat
mengembangkan situasi baru. Sedangkan evaluasi konsep untuk mengetahui
sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang
telah dimiliki untuk menilai sesuatu kasus yang diajukan oleh penyusun soal
(Arikunto 2002: 119-120).

Cara peningkatan keterampilan berpikir kritis

Dari hasil penelitian Ian Wright dan C. L. Bar (1987), L. M. Sartorelli

(1989) dan R. Swartz dan S. Parks (1992) dalam Hassoubah (2004: 96-110),

beberapa cara meningkatkan keterampilan berpikir kritis diantaranya adalah

dengan meningkatkan daya analisis dan mengembangkan kemampuan

observasi/mengamati.

Menurut Christensen dan Marthin (1992, dalam Redhana 2003: 21)

bahwa strategi pemecahan masalah dapat mengembangkan keterampilan

berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam mengadaptasi situasi

pembelajaran yang baru. Tyler (1949, dalam Redhana 2003: 21) berpendapat

bahwa pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk

memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah akan

meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

C. Hasil Belajar

Hasil adalah perolehan (Anonim 1987: 391). Dan belajar adalah

berusaha untuk memperoleh pengetahuan. Hasil belajar adalah perolehan

dalam berusaha untuk memperoleh pengetahuan.

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Muhibbin

xxxi
(2001: 256), faktor-faktor yang mempengaruhi dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yakni sebagai berikut.
1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa)
Faktor yang berasal dari dalam siswa meliputi dua aspek, yakni
aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis (yang
bersifat rokhaniah). Faktor-faktor yang termasuk aspek fisiologis antara
lain: penglihatan, pendengaran, struktur tubuh. Sedangkan faktor-faktor
yang termasuk aspek psikologis antara lain: tingkat kecerdasan/intelegensi
siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa.
2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa)
Faktor dari luar siswa yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa
meliputi lingkungan sosial dan lingkungan non sosial. Lingkungan sosial
sekolah seperti para guru, para staf administrasi dan teman-teman sekelas
dapat mempengaruhi semangat belajar para siswa. Faktor-faktor yang
termasuk lingkungan non sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah
tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan
cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa juga dipandang turut
menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
3. Faktor pendekatan belajar (approach to learning)
Pendekatan belajar merupakan jenis upaya belajar siswa yang
meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan
kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Karena faktor-faktor tersebut diataslah maka prestasi belajar masing-

masing siswa berbeda-beda, diantaranya adalah metode pembelajaran. Metode

disini sangat terkait sekali dengan model pembelajaran.

Menurut Arends (1997, dalam Abba 2000: 10) model pembelajaran

terdiri dari model pembelajaran langsung (direct instruction), model

pembelajaran kooperatif (cooperatif learning), model pembelajaran

berdasarkan masalah (problem based-instruction), model pembelajaran

diskusi (discussion), dan model pembelajaran srategi (learning strategy).

a. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Pembelajaran langsung (direct instruction) adalah pembelajaran


yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang
pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, yang disusun dengan
baik dan diajarkan secara bertahap (step by step). Yang dimaksud dengan
pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan untuk mengetahui tentang

xxxii
sesuatu, sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang
bagaimana melakukan sesuatu (Arends 1997, dalam Abba 2000: 11).

b. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Kauchak dan Eggen (1996, dalam Abba 2000: 11) mendefinisikan

belajar kooperatif sebagai bagian dari strategi mengajar yang digunakan

siswa untuk membantu satu dengan yang lain dalam mempelajari sesuatu.

Belajar kooperatif juga dinamakan “pengajaran teman sebaya”.

c. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-Based Instruction)

Pembelajaran berdasarkan masalah adalah pendekatan

pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun

pengetahuan sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih

tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan dapat meningkatkan

kepercayaan diri sendiri (Arends 1997, dalam Abba 2000: 11).

Permasalahan autentik diartikan sebagai masalah kehidupan nyata yang

ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

d. Diskusi (Discussion).

Arends (dalam Abba 2000: 11) mengatakan bahwa diskusi adalah

suatu model pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya dialog

antara guru dan siswa, serta antara siswa dengan siswa.

e. Learning Strategies

Menurut Weinstein dan Meyer (dalam Abba 2000: 11) bahwa

pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa tentang bagaimana

belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana

memotivasi diri sendiri. Model pembelajaran seperti ini menurut Arends

xxxiii
(dalam Abba 2000: 11) disebut dengan strategi pembelajaran atau learning

srategies.

Peningkatan hasil belajar matematika dalam penelitian ini

dimaksudkan sebagai peningkatan hasil tes belajar aspek kognitif bidang

matematika, siswa kelas II-C semester I pokok bahasan “Waktu, Jarak, dan

Kecepatan”, SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati tahun pelajaran

2004/2005.

D. Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menghadapi banyak problem.

Permasalahan-permasalahan itu tentu saja tidak semuanya merupakan

permasalahan matematis, namun matematika mempunyai peranan yang sangat

sentral dalam menjawab permasalahan keseharian itu. Oleh karena itu cukup

beralasan jika pembelajaran berbasis masalah menjadi trend dalam

pembelajaran matematika sekarang ini.

Ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi pengajuan


pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin,
penyelidikan autentik, kerjasama dan menghasilkan karya atau hasil peragaan.
Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru
memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran
berbasis masalah antara lain bertujuan untuk membantu siswa
mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah
(Ismail 2002: 2).

Dalam pembelajaran berbasis masalah, perhatian pembelajaran tidak

hanya pada perolehan deklaratif, tetapi juga perolehan pengetahuan

prosedural. Oleh karena itu penilaian tidak cukup hanya tes. Penilaian dan

xxxiv
evaluasi yang sesuai dengan pembelajaran berbasis masalah adalah menilai

pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa sebagai hasil penyelidikan mereka.

Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan siswa tersebut,

penilaian itu antara lain asesmen kinerja, asesmen autentik dan asesmen

portofolio. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana

siswa merencanakan pemecahan masalah, melihat bagaimana siswa

menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya.

Kebanyakan problema dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai

perkembangan jaman dalam konteks/lingkungannya, maka perlu

dikembangkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif

mengembangkan kemampuan untuk belajar (learning how to learn). Dengan

kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan siswa akan mudah

beradaptasi.

Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai

dengan pandangan konstruktivisme yang menyatakan bahwa setiap individu

secara aktif membangun pengetahuannya sendiri ketika berinteraksi dengan

lingkungannya (Matlin 1994, dalam Redhana 2003: 22). Dengan demikian

ketika siswa masuk kelas mereka tidak dalam keadaan kosong, melainkan

mereka sudah memiliki pengetahuan awal. Berdasarkan pemikiran tersebut,

maka pembelajaran matematika perlu diawali dengan mengangkat

permasalahan yang sesuai dengan lingkungannya (kontekstual). Jadi konsep

dibentuk atau ditanamkan melalui pembahasan masalah nyata.

xxxv
Sintaks pembelajaran berbasis masalah biasanya terdiri atas lima tahap

(Ibrahim 2000: 13), yang secara rinci disajikan pada tabel 1.

Tabel 1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah

Tahap Tingkah Laku Guru


Tahap-1 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,
Orientasi siswa kepada menjelaskan logistik yang dibutuhkan, siswa
masalah terlibat pada aktivitas relevan masalah yang
dipilihnya.

Tahap-2 Guru membantu siswa untuk


Mengorganisasikan siswa mengidentifikasikan dan mengorganisasikan
untuk belajar tugas belajar yang berhubungan dengan
masalah tersebut.

Tahap-3 Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan


Membimbing informasi yng sesuai, melaksanakan
penyelidikan individual eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan.
maupun kelompok.
Tahap-4 Guru membantu siswa dalam merencanakan
Mengembangkan dan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti
menyajikan hasil karya. laporan, video dan model dan membantu
mereka berbagi tugas dengan temannya.

Tahap-5 Guru membantu siswa untuk melakukan


Menganalisis dan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mengevaluasi proses mereka dan proses-proses yng mereka
pemecahan masalah gunakan.

Sumber: Ibrahim 2000: 13

xxxvi
E. Pokok Bahasan yang Terkait dengan Penelitian

Materi matematika kelas 2 semester 1 yang digunakan untuk penelitian

adalah pokok bahasan Waktu, Jarak, dan Kecepatan (Adinawan, Sugijono

2003: 120-143). Adapun materinya adalah sebagai berikut.

Waktu, Jarak, Dan Kecepatan

1. Waktu

a) Satuan waktu

Untuk mengetahui atau menghitung lama kegiatan-kegiatan

dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu ada satuan waktu, misalnya

tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik. Sebagai dasar satuan

waktu adalah sebagai berikut.

1
1 jam = 60 menit atau 1 menit = jam
60

1
1 menit = 60 detik atau 1 detik = menit
60

1
1 jam = 60 x 60 detik atau 1 detik = jam
3600

= 3600 detik

Dengan demikian, satuan waktu dapat diubah dari satuan waktu yang

satu ke satuan waktu yang lain.

Contoh:

Ubahlah menjadi satuan menit tiap ukuran waktu berikut ini:

a. 2 jam b. 45 detik

xxxvii
Jawab:

1
a. 2 jam = 2 x 60 menit b. 45 detik = 45 x menit
60

3
2 jam = 120 menit 45 detik = menit
4

b) Menghitung lama waktu antara dua waktu

Lama waktu dalam satu hari adalah 24 jam. Pukul 00.00 atau

24.00 disebut awal/akhir hari dan pukul 12.00 disebut tengah hari.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan, misalnya:

Pukul 03.45 berarti 3 jam 45 menit setelah tengah malam yaitu

pukul 3 lebih 45 menit pagi atau pukul 4 kurang 15

menit pagi.

Berikut ini adalah contoh untuk menghitung selang antara dua waktu.

Contoh:

Hitunglah lama perjalanan dari pukul 07.30 sampai pukul 18.40 pada

hari yang sama !

Jawab:

Cara 1.

18.40

07.30 -

11.10

Jadi , lama perjalanan=11 jam 10 menit.

xxxviii
Cara 2.

Pukul 07.30 sampai 08.00, lamanya= 30 menit

Pukul 08.00 sampai 18.40, lamnya = 10 jam 40 menit +

10 jam 70 menit

= 11 jam 10 menit

Jadi , lama perjalanan=11 jam 10 menit.

2. Hubungan Jarak, Waktu, Dan Kecepatan

a) Satuan Jarak

Satuan untuk panjang atau jarak yang paling banyak digunakan

adalah kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m),

desimeter (dm), sentimeter (cm), dan milimeter (mm).

1 kilometer = 1.000 meter

1 hektometer = 100 meter

1 dekameter = 10 meter

Satuan yang satu dapat diubah menjadi satuan yang lainnya.

Contoh:

1) 2 km = 2 x 1.000 m

= 2000 m

2) 4 m = 4 x 100 cm

= 400 cm

Besaran yang menggunakan satuan jarak dan satuan waktu

sekaligus, yaitu besaran kecepatan. Satuan untuk kecepatan misalnya

xxxix
km/jam, m/jam, m/menit, cm/detik dan lain sebagainya. Satuan

kecepatan yang satu juga bisa diubah ke satuan kecepatan yang lain.

Contoh:

18 km / jam = .... m / menit

jawab:

18.000m
18 km / jam =
60menit

= 300 m/ menit

b) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan

1) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan dengan perbandingan

Jarak dan waktu dapat ditentukan jika antara jarak dan

waktu terdapat perbandingan senilai, atau dengan kata lain

kecepatan harus tetap.

Contoh:

15 1
Waktu 1 jam 15 menit = 1 jam = 1 jam
60 4

Waktu Jarak

1 jam ==> 80 km

75 5
75 menit ==> x 80 km = x 80 km
60 4

= 100 km

Jadi, jarak yang ditempuh selama 1 jam 15 menit adalah 100 km.

xl
2) Menentukan jarak, waktu, dan kecepatan dengan menggunakan

rumus

Jarak yang ditempuh = waktu x kecepatan rata-rata

Jika : s menyatakan jarak yang ditempuh,

t menyatakan waktu yang diperlukan, dan

v menyatakan kecepatan rata-rata,

maka dapat dibuat rumus sebagai berikut ini:

s= t x v atau s=vxt

s= tv s = vt

Rumus di atas dapat digunakan untuk menghitung jarak, waktu,

maupun kecepatan.

Contoh:

Hitunglah jarak yang ditempuh sebuah mobil yang berjalan dengan

kecepatan 75 km / jam selama 4 jam 20 menit!

Jawab:

Kecepatan = 75 km / jam, maka v = 75

Waktu = 4 jam 20 menit

20
=4 jam
60

1 1
=4 jam, maka t = 4
3 3

Jarak ≈ s = v . t

1
= 75 x 4
3

xli
13
= 75 x
3

= 25 x 13

= 325

Jadi, jarak yang ditempuh adalah 325 km.

c) Menggambar grafik jarak-waktu

Grafik hubungan antara jarak dan waktu dapat ditunjukkan

dengan dua cara, yaitu:

1) Jika kecepatannya tetap.

2) Jika kecepatannya tidak tetap.

1 ) Grafik jarak-waktu jika kecepatannya tetap.

Contoh:

1. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Dengan

menggunakan mobil, jarak tersebut dapat ditempuh dengan

waktu 5 jam. Gambarlah grafiknya.

Jawab:

Untuk kecepatan tetap, berarti perbandingan jarak yang

ditempuh dan perbandingan waktu yang diperlukan merupakan

perbandingan senilai. Kecepatan rata-rata untuk menempuh

250
jarak Jakarta dan Cirebon= =50 km / jam
5

Jadi,

1 jam dapat menempuh jarak 50 km.

xlii
2 jam dapat menempuh jarak = 2 x 50 km

= 100 km

dan seterusnya.

Hasil tersebut dapat ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 2 Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (1)

Waktu dalam jam 0 1 2 3 4 5

Jarak yang ditempuh 0 50 100 150 200 250


dalam km

Grafiknya disajikan dalam gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika


Kecepatannya tetap
Jika pasangan-pasangan titik pada gambar diatas dihubungkan,

maka didapat grafik hubungan waktu dan jarak untuk kecepatan

tetap yang berbentuk garis lurus.

xliii
2 ) Grafik jarak-waktu jika kecepatannya tidak tetap.

Contoh:

1. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Waktu yang

diperlukan untuk menempuh jarak itu adalah 5 jam dengan

kecepatan tidak tetap.

Buatlah grafiknya, jika hubungan antara jarak dan waktu

ditunjukkan oleh tabel 3 berikut ini.

Tabel 3 Waktu dan Jarak yang Ditempuh oleh Perjalanan (2)

Waktu
0 1 1 1 1 1
dalam 1 1 2 2 3 3 4 4 5
jam 2 2 2 2 2
Jarak
0
dalam 25 55 75 125 150 150 180 200 215 250
km

Grafiknya disajikan dalam gambar 2 berikut ini.

Gambar 2. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu jika


Kecepatannya Tidak Tetap

xliv
d) Membaca grafik

Contoh:

1. Grafik berikut menunjukkan perjalanan dengan mengendarai mobil

yang kecepatan rata-ratanya tidak tetap. Berdasarkan gambar 3

tentukanlah:

a. Lama perjalanan

b. Jarak yang ditempuh oleh seluruh perjalanan.

Gambar 3. Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu

Jawab:

a) Dari titik terakhir pada grafik, buatlah garis vertikal (ke bawah)

sehingga memotong garis skala waktu. Ternyata memotong

pada angka 3. Jadi lama perjalanannya adalah 3 jam.

xlv
b) Dari titik terakhir pada grafik, buatlah garis horisontal (ke kiri),

sehingga memotong garis skala jarak. Ternyata memotong pada

angka 130.

Jadi, jarak yang ditempuh selama perjalanan adalah 130 km.

F. Kerangka Berpikir

Pada dasarnya proses belajar itu tidak hanya menekankan pada aspek

pengetahuan dan pemahaman, tetapi aspek aplikasi, analisis, sintesis, bahkan

evaluasi juga harus ditekankan. Hal ini sangat penting karena siswa akan dapat

mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan

mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata.

Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang tidak hanya memberikan

ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami

konsep secara mendalam.

Salah satu alternatif yang tepat adalah dengan menerapkan

pembelajaran yang mampu mengkondisikan siswa sedemikian rupa sehingga

siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, memupuk kerjasama diantara

siswa, serta melatih keterampilan berpikir siswa secara kritis sehingga

mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi yaitu pembelajaran berbasis

masalah.

Melalui kerjasama dan menghasilkan karya atau hasil peragaan yang

terdapat dalam pembelajaran matematika berbasis masalah, maka siswa akan

berbagi dengan temannya dalam mempelajari matematika sehingga hasil

xlvi
belajar matematika siswa akan meningkat sekaligus juga keterampilan berpikir

dan keterampilan memecahkan masalah yang dimiliki oleh siswa akan dapat

berkembang.

G. Hipotesis Tindakan

Dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan

menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran

matematika, maka;

1. keterampilan berpikir kritis siswa kelas II-C SMPN 1 Tambakromo dapat

meningkat,

2. hasil belajar siswa kelas II-C SMPN 1 Tambakromo dapat meningkat.

xlvii
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas II-C

SMPN I Tambakromo tahun pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 46 siswa,

terdiri atas 22 siswa putri dan 24 siswa putra.

B. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel

terikat. Yang menjadi variabel bebas adalah pembelajaran matematika

berbasis masalah, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berpikir

kritis dan hasil belajar siswa SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati.

C. Indikator Kinerja

1. Indikator utama

Apabila siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar individu

≥ 65% dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%, dan adanya peningkatan

keterampilan berpikir kritis siswa yang diukur dengan melihat adanya

peningkatan skor siswa dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung

materi berpikir kritis untuk setiap siklus.

2. Indikator tambahan

Indikator tambahan untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian

ini adalah apabila diperoleh skor lembar observasi aktivitas siswa terhadap

pembelajaran ≥ 16 dan skor kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis

masalah ≥ 27.

xlviii
D. Desain Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus

dengan tahapan: “ Perencanaan-Implementasi-Observasi-Refleksi “, dan

dilaksanakan dengan kolaborasi partisipatif antara peneliti dengan guru

matematika.

Masing-masing tahap dalam siklus dijabarkan sebagai berikut:

a. Tahap perencanaan siklus I

a.1. Pertemuan pertama

1) Peneliti dan Guru matematika yang mengajar di kelas II-C

merencanakan pembelajaran matematika berbasis masalah dengan

materi “waktu“ dengan membuat rencana pembelajaran (lampiran

1: halaman 59).

2) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa.

Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual

yang berupa LKS (lampiran 2 halaman 63) dan kartu masalah yang

akan diselesaikan oleh siswa (lampiran 3: halaman 65).

3) Menyiapkan soal pretest yang berjumlah 5 soal yang digunakan

untuk mengukur hasil belajar siswa (lampiran 4: halaman 67).

4) Menyiapkan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan

adalah lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran

berbasis masalah (lampiran 5: halaman 70), dan lembar

pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72).

xlix
5) Membentuk kelompok-kelompok dengan memperhatikan

penyebaran kemampuan siswa. Siswa dibagi dalam 8 kelompok

dan tiap kelompok beranggotakan 5-6 siswa (lampiran 7: halaman

74). Kelompok-kelompok tersebut diberi nama: lingkaran, persegi,

layang-layang, segitiga, belah ketupat, trapesium, ellips,

jajargenjang.

6) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran

antara lain: papan nama kelompok, kertas manila, kartu

penghargaan, dan spidol.

a.2. Pertemuan kedua

1) Peneliti dan Guru merencanakan pembelajaran matematika

berbasis masalah dengan materi “menyelesaikan pemasalahan

sehari- hari yang berhubungan dengan waktu“ dengan membuat

rencana pembelajaran (lampiran 11: halaman 84).

2) Menyiapkan soal postest yang berjumlah 5 soal yang digunakan

untuk mengukur hasil belajar siswa. Soal postest dibuat sama

dengan soal pretest (lampiran 4: halaman 67 ).

3) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa.

Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual

yang berupa kartu masalah yang akan diselesaikan oleh siswa

(lampiran 12: halaman 87).

4) Menyiapkan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan

adalah lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran

l
berbasis masalah (lampiran 5: halaman 70), dan lembar

pengamatan aktivitas siswa (lampiran 6: halaman 72).

5) Menyiapkan soal keterampilan berpikir kritis siklus I. (lampiran

13: halaman 89)

6) Menyiapkan angket untuk siswa yaitu angket refleksi siswa

terhadap pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah

dilaksanakan. (lampiran 14: halaman 91)

7) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran

antara lain: papan nama kelompok, kertas manila, kartu

penghargaan, dan spidol.

b. Tahap perencanaan siklus II

b.1. Pertemuan pertama

1) Peneliti dan guru merencanakan pembelajaran matematika berbasis

masalah dengan materi “menghitung jarak, waktu, dan kecepatan

jika dua diantaranya diketahui“(lampiran 18: halaman 101).

2) Menyiapkan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa.

Permasalahan yang disiapkan adalah permasalahan kontekstual

yang berupa LKS (lampiran 19: halaman 105)

3) Menyiapkan soal pretest yang berjumlah 5 soal (lampiran 20:

halaman 108).

4) Menyiapkan lembar observasi, yaitu lembar pengamatan

kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah (lampiran

li
5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran

6: halaman 72).

5) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran

yaitu: papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan,

dan spidol.

b.2. Pertemuan kedua

1) Peneliti dan Guru merencanakan pembelajaran matematika

berbasis masalah dengan materi “grafik jarak-waktu“ dengan

membuat rencana pembelajaran (lampiran 24: halaman 118).

2) Menyiapkan permasalahan (lampiran 25: halaman 121) dan soal

postest (lampiran 20: halaman 108)

3) Menyiapkan soal keterampilan berpikir kritis siklus II.(lampiran

26: halaman 125)

4) Menyiapkan angket untuk siswa, yaitu angket refleksi siswa

terhadap pembelajaran (lampiran 14: halaman 91).

5) Menyiapkan lembar observasi, yaitu lembar pengamatan

kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah (lampiran

5: halaman 70), dan lembar pengamatan aktivitas siswa (lampiran

6: halaman 72).

6) Menyiapkan sarana yang akan digunakan dalam pembelajaran,

yaitu papan nama kelompok, kertas manila, kartu penghargaan, dan

spidol

lii
b. Tahap Implementasi

1) Guru menyampaikan tujuan proses dan tujuan afektif pembelajaran

matematika berbasis masalah dan memberikan pretes.

2) Guru menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran dan

melaksanakan pembelajaran berbasis masalah.

3) Guru mengorientasikan siswa pada masalah

4) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok

5) Guru membagikan perangkat pembelajaran yang meliputi kartu

masalah, lembar kerja siswa, papan nama kelompok, kertas karton,

spidol

6) Siswa menyelesaikan masalah yang diajukan secara berkelompok

7) Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa

yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan

8) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi dengan

kelompoknya

9) Guru membantu siswa dalam menyiapkan hasil pemecahan masalah

dalam lembar presentasi

10) Guru meminta salah satu siswa sebagai wakil dari kelompoknya

untuk mempresentasikan hasil karya

11) Guru melakukan evaluasi terhadap presentasi siswa dan

mempersilakan siswa melakukan refleksi terhadap hasil pemecahan

masalah yang telah dilakukan kelompoknya

liii
12) Pada akhir siklus diadakan postes, tes keterampilan berpikir kritis

dan dibagikan angket.

c. Tahap Observasi

Observasi dilakukan oleh peneliti sebagai kolaborator dengan

bantuan seorang guru dari SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati.

Untuk observasi terhadap siswa, observer mengamati aktivitas siswa

dalam kelompok. Sedangkan untuk observasi terhadap guru, observer

mengamati kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis masalah.

d. Tahap Refleksi

Refleksi merupakan analisis hasil observasi, hasil angket, dan hasil

pretes dan postes dari tahap-tahap dalam siklus. Refleksi dilaksanakan

segera setelah implementasi dan observasi selesai.

liv
Prosedur kerja tersebut secara garis besar dapat peneliti jelaskan melalui

gambar 4 dibawah ini:

Gambar 4. Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas

Revisi Perencanaan Implementasi Observasi


Perencanaan Implementasi Observasi
Awal Pemodelan
(modeling)

Refleksi
Refleksi

Keterangan : Kegiatan awal (siklus I)

Kegiatan ulang (siklus II)

D. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

1. Data hasil belajar diambil dari hasil pretes dan postes dengan metode tes

untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa.

2. Data tentang keterampilan berpikir kritis diambil dari hasil tes keterampilan

berpikir kritis dengan metode tes.

3. Data tentang proses belajar mengajar pada saat dilaksanakannya tindakan

diambil dengan lembar observasi dan hasil angket dengan metode observasi

dan angket untuk mengamati kegiatan guru dan siswa dalam proses

pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah proses pembelajaran dapat

lv
meningkatkan cara berpikir kritis siswa beserta pendapat siswa tentang

pembelajaran yang dilakukan.

4. Data tentang refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi dikelas

diambil dari jurnal harian dan catatan peneliti.

E. Analisis Data

Analisis data dilaksanakan sejak awal, sebelum, selama dan setelah

kegiatan pembelajaran dilaksanakan.

1. Soal pretes dan postes

Sebelum soal pretes dan postes diberikan kepada siswa, diadakan

uji coba soal pretes dan postes terlebih dahulu untuk diketahui daya

pembeda, tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas tes. Kemudian

dipilih soal yang mempunyai tingkat kesukaran dan daya beda yang baik.

Adapun kriteria yang digunakan untuk mengetahui daya pembeda,

tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas tes adalah sebagai berikut:

a) Daya Pembeda

Daya pembeda dari setiap soal ditentukan dengan rumus

sebagai berikut:

MH − ML
t=
2 2
∑X 1 + ∑ X2
ni (ni − 1)

Keterangan:

t : Uji t

MH : Mean kelompok atas

ML : Mean kelompok bawah

lvi
2
∑x 1
: Jumlah deviasi skor kelompok atas

2
∑X 2 : Jumlah deviasi skor kelompok bawah

ni : Jumlah responden pada kelompok atas atau bawah (27% x N)

N : Jumlah seluruh responden yang mengikuti tes

Kriteria:

Butir soal mempunyai daya pembeda yang signifikan jika t > ttabel

(Arifin 1991: 141)

b) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran ditentukan dengan rumus menurut Arifin

(1991: 135) adalah sebagai berikut:

Banyaknya siswa yang gagal


P= x100%
Banyaknya siswa yang mengikuti tes

Dari data yang diperoleh, kriteria tingkat kesukaran adalah sebagai

berikut:

0% ≤ P ≤ 27% : Mudah

27% < P ≤ 72% : Sedang

72% < P ≤ 100% : Sukar

c) Validitas

Validitas butir soal dicari dengan menggunakan rumus

sebagai berikut:

N ∑ xy − (∑ x )(∑ y )
Rxy =
{N ∑ x 2 2
}{
− (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y )
2
}

lvii
Keterangan:

Rxy = Koefisien validitas tiap item

N = Jumlah responden

x = Skor tiap item

y = Skor total

Selanjutnya harga rxy dikonsultasikan dengan nilai r pada tabel

product moment dengan taraf signifikan 0,05. Jika rhitung > rtabel maka item

soal tersebut valid dan sebaliknya jika rhitung < rtabel maka item soal

tersebut tidak valid. (Arikunto 1999: 73)

d) Reliabilitas

Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus sebagai berikut :

r11= (
k
)(1-
∑σ b )
k −1 σt2

(∑ Y ) 2
∑Y 2 − N
dimana σt =
2 dan
N

(∑ X ) 2
∑X 2

N
σb =
2
N

Keterangan:

r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan

N = Banyaknya responden

k = Banyaknya butir soal

σt = varians total
2

lviii
σ b = Varians butir
2

X = Skor tiap item

Y = Skor total

Untuk mengetahui bahwa butir soal termasuk reliabel, maka

setelah diperoleh harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga r

product moment. Apabila r hitung > rtabel maka item soal tersebut reliabel

(Arikunto 1999: 109)

Tes uji coba diberikan kepada siswa kelas II-A dan kelas II-B.

Setelah soal pretes dan postes diberikan kepada siswa kemudian hasilnya

dihitung ketuntasan individu dan ketuntasan klasikalnya, sudah memenuhi

indikator kinerja atau belum dan dilihat adanya peningkatan hasil pretes

dan postes yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa.

2. Soal keterampilan berpikir kritis siswa

Soal ini berisi tentang materi untuk mengukur keterampilan

berpikir kritis siswa yang meliputi analisis, sintesis, dan evaluasi. Hasil

dari tes ini berupa skor. Adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis

siswa dilihat dari adanya peningkatan skor untuk tiap siklus.

3. Lembar pengamatan aktivitas siswa

Setelah dilaksanakankan observasi aktivitas siswa pada masing-

masing siklus, kemudian dihitung besarnya aktivitas siswa pada masing-

masing siklus tersebut dan dibandingkan hasilnya antara siklus I dan siklus

II apakah terjadi peningkatan aktivitas siswa atau tidak.

lix
4. Lembar pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis

masalah

Setelah dilaksanakan observasi terhadap kemampuan guru dalam

pembelajaran berbasis masalah, kemudian dari hasil skor yang diperoleh

diketahui bagaimana kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis

masalah.

5. Angket refleksi siswa terhadap pembelajaran

Dari hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran untuk

masing-masing siklus, dapat diketahui pendapat siswa mengenai

pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

lx
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Dalam satu siklus

terdiri atas tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Hasil

masing-masing siklus adalah sebagai berikut.

1. Siklus I

a. Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 10

Desember 2004 Skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran

berbasis masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 8: halaman 75)

adalah 20,5 (51,25%). Guru tidak menyampaikan model pemebelajaran

yang akan digunakan, guru kurang memberikan motivasi kepada siswa,

bimbingan guru terhadap siswa belum merata, pengelolaan waktu oleh

guru belum baik, dan kesimpulan pembelajaran dilakukan oleh guru

tanpa melibatkan siswa.

Skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran berdasarkan

hasil observasi (lampiran 9: halaman 79) adalah 13,5 (56,25%). Terdapat

tiga kelompok yang dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan

dengan benar, diskusi dalam kelompok didominasi siswa yang pandai dan

belum ada pembagian tugas secara merata. Dalam presentasi hasil karya,

tulisan siswa kurang besar dan suara siswa kurang lantang.

lxi
Hasil pretest siklus I, diperoleh nilai rata-rata 53,51 dengan

ketuntasan 28,89% (lampiran 10: halaman 83).

b. Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan pada tanggal 14

Desember 2004, skor rata-rata kemampuan guru dalam pembelajaran

berbasis masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 15: halaman 92)

adalah 31 (77,5%). Evaluasi dan penguatan jawaban siswa oleh guru

dilakukan dengan cepat.

Skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran berdasarkan

hasil observasi (lampiran 16: halaman 96) adalah 20,5 (85,42%). Kerja

sama antara siswa dalam kelompok sudah mulai terlihat.

Hasil postest siklus I, diperoleh nilai rata-rata 71,78 dengan

ketuntasan 60,86% (lampiran 10: halaman 83). Ini berarti indikator kinerja

belum tercapai. Hasil tes keterampilan berpikir kritis diperoleh rata-rata

skor 7,82 dari skor maksimal 15 (lampiran 17: halaman 100).

Hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran, diketahui

bahwa siswa merasa pembelajaran berbasis masalah ini menyenangkan

dan mudah diikuti. Mereka senang dengan model kerja kelompok dan

penyajian hasil kerja kelompok. Evaluasi pembelajaran yang diberikan

kepada mereka memotivasi mereka untuk terus maju. Mereka menjadi

cukup berani dalam bertanya dan menyampaikan pendapat.(lampiran 29:

halaman 135).

lxii
2. Siklus II

a. Pertemuan Pertama

Pelaksanaan tindakan (pembelajaran) pada siklus II untuk

pertemuan pertama ini dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.

Hasil pengamatan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis

masalah berdasarkan hasil observasi (lampiran 22: halaman 110)

diperoleh skor rata-rata 28 (70%). Guru menyampaikan tujuan dan

model pembelajaran yang akan digunakan, kesimpulan pembelajaran

dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru

Dari hasil observasi observer pada lembar pengamatan aktivitas

siswa (lampiran 23: halaman 114) diperoleh skor rata-rata 19 (79,17%).

Keberanian siswa dalam berpendapat juga meningkat, pembentukan

kelompok dan perpindahan siswa kurang dilakukan dengan cepat,

presentasi dilakukan oleh siswa dengan baik, enam kelompok sudah

dapat menyelesaikan permasalahan dengan benar.

Hasil pretest siklus II, diperoleh rata-rata 71,13 dengan ketuntasan

56,52% (lampiran 10: halaman 83).

b. Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 17

Desember 2004. Hasil dari lembar pengamatan kemampuan guru dalam

pembelajaran berbasis masalah, berdasarkan hasil observasi (lampiran

27: halaman 126) diperoleh skor rata-rata 30,5 (76,25%). Guru

menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan model pembelajaran,

lxiii
guru berkeliling dan memberikan bantuan individu secara proporsional

dan merata, guru memberikan bimbingan kepada siswa dalam

melaksanakan presentasi, pengelolaan waktu yang dilakukan guru sudah

baik.

Berdasarkan hasil observasi (lampiran 28: halaman 131)

diperoleh skor rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran 21 (87,5%).

Siswa bersedia mengacungkan tangan dan memberikan pendapat

mereka. Kerjasama antara siswa dalam kelompok sudah baik, tulisan

siswa dalam lembar presentasi dapat terbaca dari belakang, suara siswa

juga sudah jelas terdengar. Berdasarkan hasil diskusi pemecahan

masalah, enam kelompok sudah dapat menyelesaikan permasalahan

dengan benar.

Hasil postest siklus II, diperoleh nilai rata-rata 80 dengan

ketuntasan 89,13% (lampiran 10: halaman 83). Dari hasil tes

keterampilan berpikir kritis diperoleh skor rata-rata 17,87 dari skor

maksimal 15 (lampiran 17: halaman 100). Berarti indikator kinerja sudah

tercapai

Hasil angket refleksi siswa terhadap pembelajaran, diketahui

bahwa siswa merasa pembelajaran berbasis masalah ini menyenangkan

dan mudah diikuti. Mereka senang dengan model kerja kelompok serta

penyajian hasil kerja kelompok. Evaluasi pembelajaran yang diberikan

memotivasi mereka untuk terus maju, menjadi cukup berani dalam

bertanya dan menyampaikan pendapat.(lampiran 29: halaman 135).

lxiv
Data hasil penelitian untuk hasil belajar, keterampilan berpikir kritis,

aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan kemampuan guru dalam

pembelajaran matematika berbasis masalah pada siklus I dan siklus II secara

keseluruhan disajikan dalam tabel 4.

Tabel 4 Data Hasil Penelitian

Indikator Siklus I Siklus II


Keterampilan Rata-rata skor 7,82 Rata-rata skor 17,87
Berpikir Kritis
Hasil Belajar Pertemuan pertama: Pertemuan pertama:
a. Rata-rata nilai a. Rata-rata nilai 71,13
53,51 b. Ketuntasan klasikal
b. Ketuntasan 56,52%
klasikal 28,89% Pertemuan Kedua:
Pertemuan Kedua: a. Rata-rata nilai 80
a. Rata-rata nilai b. Ketuntasan klasikal
71,68 89,13%
b. Ketuntasan
klasikal 60,86%

Kemampuan Skor rata-rata Skor rata-rata


Guru dalam 25,75(64,36%) 29,25(73,13%)
Pembelajaran
Matematika
Berbasis Masalah
Aktivitas Siswa Skor rata-rata 17(70,83%) Skor rata-rata 20(83,33%)
dalam
Pembelajaran

B. Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian didasarkan atas hasil pengamatan yang

dilanjutkan dengan refleksi pada setiap siklus tindakan. Dari refleksi

pengamatan pada siklus 1 diperoleh hasil sebagai berikut.

lxv
Pembelajaran matematika berbasis masalah yang dilaksanakan guru

sudah baik. Rata-rata skor yang diperoleh guru, menurut penilaian peneliti

adalah 25,75 (64,38%) dari skor maksimal 40 (lampiran 8: halaman 96 dan

lampiran 15: halaman 113). Namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Pada siklus I ini, guru tidak menyampaikan model pembelajaran yang akan

dilaksanakan. Penyampaian model pembelajaran yang akan dilaksanakan

penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan motivasi dan kesiapan siswa

untuk mengikuti pembelajaran.

Bimbingan yang diberikan oleh guru kurang merata, sehingga banyak

kelompok yang tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Bimbingan individu juga masih kurang, sehingga ada siswa yang tidak aktif

dalam diskusi. Guru tidak memberikan bimbingan kepada siswa ketika

menuliskan hasil diskusi pemecahan masalah pada lembar presentasi,

sehingga tulisan mereka terlalu kecil, jadi tidak dapat terbaca dengan baik oleh

siswa yang duduk dibelakang. Suara siswa juga tidak lantang, sehingga hanya

terdengar oleh siswa yang duduk di depan. Anak jelas bukan guru, berarti

mereka tidak mengetahui teori tentang mengajar. Akibatnya mereka

cenderung untuk mengajar sendiri. Karena itu dalam pembelajaran ada

baiknya guru memberi informasi mengenai cara menyampaikan hasil

pemecahan masalah. Kesimpulan materi pada akhir pembelajaran dilakukan

oleh guru. Seharusnya siswalah yang menyimpulkan materi dengan dibimbing

oleh guru.

lxvi
Pengelolaan waktu pada siklus ini masih belum baik. Waktu untuk

mengerjakan kartu masalah terlalu lama. Tugas dari peneliti dan guru untuk

merancang rencana pembelajaran yang lebih baik.

Aktivitas belajar siswa sudah baik. Namun jumlah siswa yang bertanya

maupun menjawab pertanyaan masih sedikit dan terbatas pada siswa yang

pintar. Rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I ini adalah 17 (70,83%) dari

skor maksimal 24 (lampiran 9: halaman 100 dan lampiran 16: halaman 117),

menurut kriteria aktivitas belajar siswa sudah baik. Namun perlu upaya untuk

meningkatkannya antara lain dengan pemberian motivasi oleh guru.

Menurut peneliti, kerjasama siswa pada siklus I belum begitu baik.

Siswa belum terbiasa bekerja kelompok. Dominasi siswa yang pandai masih

menonjol sehingga diskusi kelompok belum dapat berlangsung dengan baik.

Keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus I ini juga masih

rendah. Ini terlihat dari hasil rata-rata tes keterampilan berpikir kritis siswa

hanya mencapai 7,82 dari skor maksimal 30. (lampiran 17: halaman 121)

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah belum baik. Hanya

satu kelompok dapat menyelesaikan ketiga permasalahan dengan baik,

sedangkan empat kelompok yang lain belum dapat menyelesaikan

permasalahan dengan baik. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhinya

antara lain, kemampuan siswa itu sendiri yang memang tidak begitu baik,

bimbingan guru yang kurang, dan bentuk soal berupa soal cerita. Rata-rata

evaluasi pada siklus I adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan

lxvii
postest 71,78 dengan ketuntasan 60,86% (lampiran 10: halaman 104), berarti

indikator kinerja belum tercapai.

Menurut pendapat siswa, pembelajaran matematika pada siklus I,

menyenangkan, dan guru menyampaikan materi dengan jelas. Siswa merasa

senang bekerja kelompok, dan presentasi hasil karya yang dilaksanakan

menyenangkan bagi mereka. Soal kartu masalah yang diajukan menarik dan

mendorong mereka untuk terus belajar matematika.

Pelaksanaan pembelajaran matematika berbasis masalah oleh guru

pada siklus II, sudah baik. Guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran

dengan lengkap, menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan,

memunculkan masalah dengan baik, dan memberi motivasi yang sangat baik

kepada siswa. Bimbingan yang diberikan guru dalam proses penyelesaian

masalah sudah baik dan lebih merata dari siklus sebelumnya. Bimbingan

individu yang diberikan guru sudah meningkat, meskipun masih ada siswa

yang tidak aktif dalam pembelajaran namun jumlahnya relatif sedikit. Guru

juga memberikan bimbingan yang baik kepada siswa pada saat presentasi,

karena suara siswa cukup jelas. Guru memberi kesempatan kepada siswa

untuk memberi tanggapan atas presentasi yang dilaksanakan. Proses refleksi

dilakukan dengan baik, meskipun waktunya terbatas. Guru memberikan

kesempatan pada siswa untuk mengambil kesimpulan materi pelajaran. Rata-

rata skor yang diperoleh guru dalam lembar pengamatan kemampuan guru

dalam pembelajaran metematika berbasis masalah, menurut penilaian observer

adalah 29,25 (73,13%) dari skor maksimal 40 (lampiran 22: halaman 131 dan

lxviii
lampiran 27: halaman 148). Berdasarkan kriteria, guru telah melaksanakan

pembelajaran dengan baik dan sudah meningkat dari siklus sebelumnya.

Aktivitas siswa pada siklus II juga baik. Semua aspek penilaian yang

diamati peneliti terlaksana dalam siklus II ini. Partisipasi siswa di dalamnya

menujukkan peningkatan. Dominasi siswa yang pandai sudah berkurang,

jumlah siswa yang bertanya maupun menjawab pertanyaan lebih banyak dan

lebih merata. Diskusi antar teman dalam kelompoknya terlaksana dengan baik,

walau tentu masih ada siswa yang tidak melibatkan diri didalamnya. Selain

diskusi dengan teman sekelompok, siswa juga terlihat berdiskusi dengan guru

ketika guru memberi bimbingan kelompok. Berdasarkan hasil dalam lembar

pengamatan aktivitas siswa, rata-rata skor yang diperoleh adalah 20 (83,33%)

dari skor maksimal 24 (lampiran 23: halaman 135 dan lampiran 28: halaman

152). Meningkat dari siklus sebelumnya.

Kerjasama siswa pada siklus II, menunjukkan peningkatan. Siswa

sudah mempunyai pangalaman mengikuti pembelajaran matematika berbasis

masalah pada siklus I dan mereka mulai terbiasa bekerja kelompok. Anggota

kelompok yang ditentukan sendiri oleh siswa memungkinkan siswa dapat

memilih anggota kelompok yang dapat diajak bekerjasama dan berbagi

pendapat dalam kelompoknya sehingga kegiatan diskusi kelompok dapat

berlangsung dengan baik.

Keterampilan berpikir kritis siswa dalam siklus II ini juga sudah

meningkat dari siklus sebelumnya. Ini terlihat dari hasil rata-rata tes

keterampilan berpikir kritis siswa dari 7,82 menjadi 17,87 (lampiran 17:

lxix
halaman 121). Melalui pembelajaran matematika berbasis masalah ini siswa

terlatih untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi permasalahan

dengan cermat sehingga siswa dapat mengembangkan daya nalarnya secara

kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ini sejalan dengan Tyler

(1949, dalam Redhana 2003: 21) yang berpendapat bahwa pengalaman atau

pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh

keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah dapat merangsang

keterampilan berpikir kritis siswa.

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah terlihat lebih baik.

Dari kartu masalah yang mereka selesaikan, dua kelompok dapat

menyelesaikan dengan baik. Empat yang lain cukup baik, mereka melakukan

sedikit kesalahan, dan dua kelompok belum baik dalam pemecahan masalah.

Dari hasil postest, diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 80 (lampiran 10:

halaman 104). Meningkat dari siklus I dan indikator kinerja sudah tercapai.

Pada saat presentasi, suara siswa cukup lantang. Siswa sebagai wakil

dari kelompoknya membacakan hasil penyelesaian masalah. Bila ada siswa

yang kurang lantang dalam presentasi, guru segera memberikan bimbingan.

Siswa lain mendapat kesempatan untuk menanggapi presentasi.

Berdasarkan angket refleksi siswa terhadap pembelajaran pada siklus

II ini, respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran baik. Mereka menilai

pembelajaran berbasis masalah yang telah dilaksanakan menyenangkan dan

mudah diikuti. Kerja kelompok dan penyajian hasil kerja menyenangkan bagi

mereka. Masalah yang diajukan sebagai evaluasi pembelajaran menarik dan

lxx
membuat mereka cukup berani. Ada sejumlah peningkatan respon positif

dibandingkan pada siklus I yang dapat diamati pada grafik perbandingan

refleksi pembelajaran siklus I, II.( lampiran 29: halaman 156 )

Menurut peneliti, indikator kinerja dalam penelitian sudah tercapai

pada siklus II ini. Namun demikian, setelah penelitian ini guru masih perlu

memberikan penguatan materi kepada siswa karena dalam siklus II ini materi

yang mereka terima banyak, sementara waktu pelaksanaan sedikit. Melihat

kemampuan siswa, jika tidak dilakukan pengulangan, mereka akan lupa

terhadap apa yang mereka pelajari. Selain itu, siswa masih perlu mendapat

latihan soal.

lxxi
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut:

1. Pembelajaran matematika berbasis masalah yang telah dilaksanakan di

kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkatkan

keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini terlihat dari skor rata- rata

keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I adalah 7,82, sedangkan

pada siklus II adalah 17,87.

2. Melalui pembelajaran matematika berbasis masalah hasil belajar siswa

kelas II-C SMPN I Tambakromo Kabupaten Pati dapat meningkat.

Peningkatan ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I

adalah pretest 53,51 dengan ketuntasan 28,89% dan postest 71,78 dengan

ketuntasan 60,86%, sedangkan pada siklus II adalah pretest 71,13 dengan

ketuntasan 56,52% dan postest 80 dengan ketuntasan 89,13%.

B. Saran

Berdasarkan pengalaman peneliti selama melaksanakan penelitian

tindakan kelas pada kelas II-C SMPN 1 Tambakromo, peneliti mengajukan

beberapa saran sebagai berikut.

1. Pembelajaran matematika berbasis masalah perlu dilaksanakan oleh guru.

Karena melalui pembelajaran matematika berbasis masalah siswa terlatih

untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi permasalahan

lxxii
dengan cermat sehingga siswa dapat mengembangkan daya nalarnya

secara kritis untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas siswa

dalam pembelajaran, meningkatkan kerjasama siswa, sekaligus juga

meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan juga

membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan maka perlu

diterapkan model pembelajaran matematika berbasis masalah.

3. Dalam pembelajaran, guru dituntut kreativitasnya agar siswa dapat

melaksanakan pembelajaran dengan baik. Guru perlu melibatkan peran

serta siswa secara langsung dalam pembelajaran.

4. Pembuatan hasil karya dan presentasi hasil karya sangat baik diterapkan.

Dalam pelaksanaannya guru perlu memberikan bimbingan agar siswa

dapat melaksanakannya dengan baik.

lxxiii
DAFTAR PUSTAKA

Abba, Nurhayati. 2000. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika


Berorientasi Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-
Based Instruction). Makalah diajukan untuk memenuhi persyaratan
mengikuti ujian komprehensif pada Program Pascasarjana Universitas
Negeri Surabaya.

Adinawan, M Cholik. Sugijono. 2003. Matematika Untuk SLTP Kelas 2


Semester 1. Jakarta: Erlangga.

Arifin, Zaenal. 1991. Evaluasi Instruksional (Prinsip-Teknik-Prosedur). Jakarta:


PT Remaja Rosda Karya.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara.

------- 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Gokhale. Anuradha A. 2002.Collaborative Learning Enhances Critical Thinking.


http:// scholar. lib. vt. Edu/ enjournals/ JTE.

Hassoubah, Zaleha Izhab. 2004. Developing Creative & Critical Thinking Skills.
Terjemahan Bambang Suryadi. Bandung: Penerbit Nuansa.

Hudojo, Herman. 1979. Pengembangan Kurikulum Matematika Dan


Pelaksanaannya di Depan Kelas. Surabaya: Usaha Nasional.

Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran berdasarkan Masalah (buku ajar


mahasiswa). Surabaya : UNESA - University Press.

Ismail. 2000. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction) :


apa, bagaimana dan contoh pada sub pokok bahasan statistika. Makalah
disajikan pada pelatihn TOT Pembelajaran Kontekstual (CTL) untuk
Instruktur / guru dan dosen dari 24 propinsi di Bogor, Surabaya, dan
Medan pada bulan September s/d November 2002 yang diselenggarakan
oleh Direktorat lanjutan pertama melalui proyek peningkatn mutu SLTP
Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional.

Muhibbin, Syah. 2001. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Polya, George. 2003. Defining Problem Solving. http:// www. Learner. Prg/
channel/ cours/ teachingmath/ gradesh-2/ session-03/ section-03-d.html.

lxxiv
Redhana, I Wayan. 2003. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Melalui Pembelajaran Kooperatif Dengan Strategi Pemecahan Masalah.
Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran XXXVI. II: 11-21.

Semiawan, Conny. 1997. Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta: PT


Grasindo.

Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia Konstalasi Kedaan


Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Surabaya: Dirjen Dikti
Departemen Pendidikan Nasional.

Zaini, Hisyam. dkk. 2002. Strategi Pembelajaran Aktif Di Perguruan Tinggi.


Yogyakarta: CTSD.

lxxv
Rencana Pengajaran 1

( Siklus I )
Nama Sekolah : SMPN I Tambakromo
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : II / I
Materi Pokok : Waktu, Jarak dan Kecepatan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. TUJUAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan
kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat mengetahui satuan-satuan waktu,
(2) Siswa dapat menghitung lama antara selang dua waktu
tertentu.
b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain,
(2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif,
(3) Siswa berani bertanya,
(4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan
pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR


1. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs.
Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65.
2. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono:
Erlangga), hal 120-143.
3. Kartu Masalah
4. Papan nama siswa
5. Papan nama kelompok

lxxvi
6. Kartu penghargaan
7. Kertas manila untuk presentasi
8. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Model Pembelajaran : Pembelajaran berbasis masalah
2. Metode : Ceramah, diskusi, penemuan
terbimbing, dan pemberian tugas
3. Pelaksanaan Pembelajaran
3.1. Pendahuluan
a. Guru memberikan soal pretes siklus I kepada siswa. Siswa diminta
mengerjakan soal tersebut kemudian soal dan jawaban
dikumpulkan kembali.
b. Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang satuan waktu
yang telah mereka ketahui dengan metode tanya jawab dengan
siswa.Guru menanyakan kepada siswa tentang satuan waktu yang
sudah mereka kenal itu apa saja. Dan guru mengajukan beberapa
satuan-satuan yang lain selain satuan waktu untuk mengetahui
pemahaman siswa tentang satuan waktu.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
- Siswa dapat mengetahui satuan-satuan waktu,
- Siswa dapat menghitung lama antara selang dua waktu tertentu.

3.2. Kegiatan Inti

Tahap – 1 : Orientasi siswa pada masalah


a.Guru memberikan contoh salah satu masalah kontekstual yang
berhubungan dengan waktu.
Misalnya : - Kalian pasti tahu tentang satuan waktu itu apa saja.
- Jika Ibu pergi ke pasar untuk belanja pukul 07.00,
- kemudian ibu pulang dari pasar pukul 7.45. Maka
lamanya waktu ibu pergi kepasar bisa kita hitung.

lxxvii
b. Kemudian guru menjelaskan bahwa itu merupakan salah satu
contoh, dan masih banyak contoh-contoh lain. Beberapa
diantaranya akan kita diskusikan pada pertemuan kali ini.
c. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa ( terlampir ) kepada siswa
untuk mengetahui pemahaman siswa tentang satuan waktu.

Tahap – 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar


a. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dan masing – masing
kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Masing-masing kelompok diberi
nama.
b. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu
permasalahan, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. (
kartu Masalah terlampir ).
Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan
melakukan pembagian tugas.
c. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya
sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
13) Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang
diberikan.
14) Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa
yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan.
15) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman
dalam kelompoknya.

Tahap – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa
mengalami kesulitan .
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

Tahap–5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
a. Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil
pemecahan masalah.

lxxviii
b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup
a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran.
b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling
kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab
pertanyaan, paling bagus dalam presentasi.
c. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk menerjakan
soal pada buku matematika untuk SLTP kelas 2 hal. 124, no.
6,7,8,9,10.
d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang menghitung lama
waktu antara dua waktu tertentu dalam kehidupan sehari-hari
untuk mempersiapkan diri pada pertemuan berikutnya.

Mengetahui; Pati, 10 Desember 2004


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Tumirah, S. Pd


NIP 131099395

lxxix
KARTU MASALAH
Bu Lisa mempunyai dua orang anak yaitu Winda dan Bondan. Winda
sekolah di SMPN I Tambakromo, sedangkan Bondan sekolah di SDN
Sinomwidodo 03. Setiap pagi Bu Lisa selalu mengantarkan Winda dan
Bondan berangkat sekolah dengan sepeda motor. Bu Lisa bangun tidur
pukul 05.00, kemudian beliau membuat sarapan pagi untuk keluarganya
1 1
selama jam. jam kemudian Bu Lisa mengantarkan Winda dan
2 4
Bondan berangkat sekolah. Setelah perjalanan 20 menit, Bondan sudah
sampai di sekolahnya. Sedangkan Winda sampai di sekolah dengan
selisih waktu 18 menit kemudian dari adiknya.
a. Pukul berapakah Bu Lisa mengantar anak-anaknya ke sekolah?
b. Pada pukul berapa Winda sampai di sekolah?

lxxx
LEMBAR KERJA SISWA
Nama :……………………….
No. Absen :……………..

Kerjakan soal berikut secara individu sesuai dengan yang kalian ketahui!

Dalam kegiatan sehari-hari, misalnya belajar, bekerja, bepergian,


beristirahat, dan sebagainya, kita selalu berhubungan dengan waktu untuk
menghitung atau mengetahui lama kegiatan-kegiatan tadi. Maka perlu
adanya satuan waktu.
Coba sebutkan minimal 7 satuan waktu yang kalian ketahui!
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

Satuan waktu tertentu bias diubah kedalam satuan waktu yang lain.
Isilah titik-titik berikut ini.
a. 1 jam = ………. Menit 1 menit = ……… jam
b. I menit = …… detik 1 detik = ………. menit
c. 1 jam = 60 x ……detik 1 detik =……….. jam
= …………..detik
d. 1 hari = ………….jam 1 jam = ………….hari
e. 1 bulan = …………hari 1 hari = ………….bulan
f. 1 bulan = 30 x …….jam
= ………….jam

Jadi, kita dapat menghitung


1
i. 2 bulan = …………. X ………….. jam
2
= …………… jam
ii. 45 detik = ………… . X ………….. menit
= …………… menit
1
3. 3 bulan =………………hari
3

lxxxi
Rencana Pengajaran 2

( Siklus I )
Nama Sekolah : SMPN I Tambakromo
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : II / I
Materi Pokok : Waktu, Jarak dan Kecepatan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. TUJUAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan
kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
a. Tujuan Proses
Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan
dengan waktu jika disajikan dalam bentuk soal cerita.
b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain,
(2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif,
(3) Siswa berani bertanya,
(4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan
pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR


1. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs.
Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65.

lxxxii
2. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono:
Erlangga), hal 120-124.
3. Kartu Masalah
4. Papan nama siswa
5. Papan nama kelompok
6. Kartu penghargaan
7. Kertas manila untuk presentasi
8. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Model Pembelajaran : Pembelajaran berbasis masalah
2. Metode : Ceramah, diskusi, penemuan
terbimbing, dan pemberian tugas
3. Pelaksanaan Pembelajaran
3.1. Pendahuluan
a. Guru bersama siswa membahas PR yang diberikan pada
pertemuan sebelumnya.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan
dengan waktu jika disajikan dalam bentuk soal cerita.

3.2. Kegiatan Inti

Tahap – 1 : Orientasi siswa pada masalah


a. Guru mengajukan permasalahan yang ada di kartu masalah (
terlampir ) dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut.

Tahap – 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar


1. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dan masing – masing
kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Masing-masing kelompok diberi
nama.
2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu
permasalahan, papan nama kelompok, kertas manila, spidol.
3. Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan
melakukan pembagian tugas.

lxxxiii
4. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya
sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
16) Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang
diberikan.
17) Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa
yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan.
18) Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman
dalam kelompoknya.

Tahap – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


a. Guru meminta wakil dari 3 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa
mengalami kesulitan .
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

Tahap–5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah
a. Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil
pemecahan masalah.
b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan
masalah.

3.3. Penutup
a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran.
b. Guru memberikan soal postes siklus I kepada siswa untuk
dikerjakan.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dirumah
yaitu soal pada
buku matematika untuk SLTP kelas 2 (Dedi Sunardi,dkk) hal 65
no. 1-5.
d. Guru meminta siswa untuk mempelajari hubungan jarak, waktu
dan kecepatan.

lxxxiv
Mengetahui; Pati, 14 Desember 2004
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Tumirah, S. Pd


NIP 131099395

Rencana Pengajaran 3

( Siklus II )
Nama Sekolah : SMPN I Tambakromo
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : II / I
Materi Pokok : Waktu, Jarak dan Kecepatan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. TUJUAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan
kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat mengetahui satuan-satuan jarak,
(2) Siswa dapat menghitung salah satu dari jarak, waktu, dan kecepatan
jika dua diantaranya diketahui.
b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain,
(2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif,
(3) Siswa berani bertanya,

lxxxv
(4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan
pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR


5. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs.
Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 65-66.
6. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono:
Erlangga), hal 125-132.
7. Kartu Masalah
8. Papan nama siswa
9. Papan nama kelompok
10. Kartu penghargaan
11. Kertas manila untuk presentasi
12. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Model Pembelajaran : Pembelajaran berbasis masalah
2. Metode : Ceramah, diskusi, penemuan
terbimbing, dan pemberian tugas
3. Pelaksanaan Pembelajaran
3.1. Pendahuluan
a. Guru memberikan soal pretes siklus II kepada siswa. Siswa diminta
mengerjakan soal tersebut kemudian soal dan jawaban
dikumpulkan kembali.
b. Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang hubungan
waktu dan jarak yang telah mereka pelajari pada pelajaran Fisika
kelas 1.Guru menanyakan kepada siswa tentang hubungan waktu
dan jarak yang menunjukkan hubungan kecepatan.
jarak
Kecepatan= .
waktu
Jika diketahui kecepatan (v), jarak (s), waktu (t),maka hubungan
antar ketiganya adalah:

lxxxvi
s s
V=  s=vxt  t=
t v
c. Guru menanyakan kepada siswa tentang satuan-satuan jarak yang
mereka ketahui.
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
- Siswa dapat mengetahui satuan-satuan jarak,
- Siswa dapat menghitung salah satu dari jarak, waktu, dan kecepatan
jika dua diantaranya diketahui.

3.2 Kegiatan Inti

Tahap – 1 : Orientasi siswa pada masalah


1. Guru memberikan contoh salah satu masalah kontekstual yang
berhubungan dengan jarak, waktu dan sekaligus kecepatan.
“Jika kita pergi ke suatu tempat dengan menggunakan motor,
maka jarak tempat, lamanya waktu perjalanan serta kecepatan
perjalanan itu bisa kita hitung.”
2. Guru mengajukan permasalahan yang ada di LKS dan meminta
siswa
mempelajari masalah tersebut.

Tahap – 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar


1. Guru meminta siswa membentuk kelompok sendiri yang masing-
masing terdiri dari 5-6 siswa, dengan catatan dalam satu
kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang pandai.
Masing-masing kelompok diberi nama.
2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi LKS,
papan nama kelompok, kertas manila, spidol. (LKS terlampir ).
Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan
melakukan pembagian tugas.

lxxxvii
3. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya
sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.


a. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang
diberikan.
b. Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa
yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan.
c. Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman
dalam kelompoknya.

Tahap – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa
mengalami kesulitan .
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi.

Tahap–5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah


a. Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil
pemecahan masalah.
b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup
a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran.
b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling
kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab
pertanyaan, paling bagus dalam presentasi.
c. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk mengerjakan
soal latihan 3 dan latihan 4 pada buku matematika untuk SLTP
kelas 2 (Dedi Junaedi,dkk) hal:65-66.
d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang grafik jarak dan
waktu untuk mempersiapkan diri pada pelajaran berikutnya.

lxxxviii
Mengetahui; Pati, 16 Desember 2004
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Tumirah, S. Pd


NIP 131099395

Rencana Pengajaran 4

( Siklus II )
Nama Sekolah : SMPN I Tambakromo
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : II / I
Materi Pokok : Waktu, Jarak dan Kecepatan
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. TUJUAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
Siswa dapat menginterpretasikan hubungan antara waktu, jarak dan
kecepatan, serta mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
2. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
a. Tujuan Proses
(1) Siswa dapat menggambar grafik jarak dan waktu
(2) Siswa dapat membaca grafik jarak dan waktu
b. Tujuan Afektif
(1) Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain,

lxxxix
(2) Siswa dapat mendengarkan dengan aktif,
(3) Siswa berani bertanya,
(4) Siswa dapat menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan
pendapat.

II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR


4. Buku siswa (Penuntun Belajar Matematika Untuk SLTP 2, Drs.
Dedi Junaedi, dkk: Mizan), hal 63-65.
5. Matematika Untuk SLTP Kelas 2 (M. Cholik A, Sugijono:
Erlangga), hal 120-143.
6. Kartu Masalah
7. Papan nama siswa
8. Papan nama kelompok
9. Kartu penghargaan
10. Kertas manila untuk presentasi
11. Alat Tulis

III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


1. Model Pembelajaran : Pembelajaran berbasis masalah
2. Metode : Ceramah, diskusi, penemuan
terbimbing, dan pemberian tugas
3. Pelaksanaan Pembelajaran
3.1. Pendahuluan
a. Guru bersama siswa mendiskusikan hasil penyelesaian pekerjaan
rumah siswa.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
- Siswa dapat menggambar grafik jarak dan waktu
- Siswa dapat membaca grafik jarak dan waktu

3.2. Kegiatan Inti

xc
Tahap – 1 : Orientasi siswa pada masalah
a. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa jarak dan waktu,
hubungannya bisa diperlihatkan melalui grafik yang
menunjukkan grafik kecepatan.
b. Guru mengajukan masalah yang ada di kartu masalah (kartu
masalah 1 terlampir) dan meminta siswa menyelesaikan masalah
tersebut secara individu.

Tahap – 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar


1. Guru meminta siswa membentuk kelompok sendiri yang masing-
masing terdiri dari 5-6 siswa, dengan catatan dalam satu
kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang pandai.
Masing-masing kelompok diberi nama.
2. Guru membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi kartu
permasalahan 2, papan nama kelompok, kertas manila, spidol. (
Kartu Masalah 2 terlampir ).
Guru meminta setiap anggota kelompok untuk bekerjasama dan
melakukan pembagian tugas.
3. Guru meminta siswa mengemukakan ide dari kelompoknya
sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tahap – 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
a. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang
diberikan.
b. Guru berkeliling membimbing, mengawasi, dan membantu siswa
yang kesulitan menyelesaikan masalah yang diajukan.
c. Guru mendorong siswa untuk melakukan diskusi antar teman
dalam kelompoknya.

Tahap – 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


a. Guru meminta salah satu wakil dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
b. Guru mendukung siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membimbing bila siswa
mengalami kesulitan .
c. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi

xci
Tahap–5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah
a. Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang proses/ hasil
pemecahan masalah.
b. Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah.

3.3. Penutup
a. Guru bersama dengan siswa merangkum materi pelajaran.
b. Guru memberikan penghargaan kepada: kelompok yang paling
kompak, paling banyak bertanya, paling bagus dalam menjawab
pertanyaan, paling bagus dalam presentasi.
c. Guru memberikan postes siklus II kepada siswa

d. Guru meminta siswa belajar dirumah tentang materi yang akan


dipelajari pada pelajaran berikutnya.

Mengetahui; Pati, 17 Desember 2004


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Tumirah, S. Pd


NIP 131099395

xcii
KARTU MASALAH 2

Dengan naik sepeda , Syaiful menempuh jarak 40 km. Untuk menempuh jarak
itu:
> Mula-mula mengendarai sepeda dengan kecepatan rata-rata 8 km/jam
selama 1 jam
1
> Kemudian dengan kecepatan 10 km/jam selama jam
2
> Setelah istirahat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 8
1
km/jam selama 1 jam.
2
> Dan sisa perjalanannya ditempuh dengan kecepatan rata-rata 10km/jam.

Buatlah grafik perjalanan Syaiful tersebut!

xciii
KARTU MASALAH 1

Sebuah helikopter tim SAR meninggalkan landasan pada pukul 08.20


dan sampai ditempat musibah pada pukul 10.45. Jika kecepatan rata-
ratanya 180 km/jam, maka:
a. Tentukan jarak yang ditempuh helikopter tersebut?
b. Jika kembali dari tempat musibah pukul 12.15 dengan
kecepatan rata-rata 200 km/jam, pukul berapakah tiba kembali
di landasan?

KARTU MASALAH
Agus tiba di rumah pada hari Senin pukul 05.15. Ia berangkat
dari Yogyakarta naik bus dengan lama perjalanan 12 jam 10
menit. Pukul berapa dan hari apakah ia berangkat dari
Yogyakarta?

xciv
LEMBAR KERJA SISWA ( LKS )

Pokok Bahasan : Waktu, jarak, dan Kecepatan


Satuan Pendidikan : SMP
Kelas/ Semester : II/ I

Tanyakan kepada minimal 2 orang teman sekelompokmu mengenai:


a. Dengan apa ia berangkat sekolah hari ini?
b. Pada pukul berapa ia berangkat sekolah dari rumah hari ini?
c. Pada pukul berapa ia tiba disekolah hari ini?

Hasil wawancara adalah sebagai berikut.


1. Nama : …………….
Berangkat sekolah dengan …………
Berangkat dari rumah pukul ………..

xcv
Tiba di sekolah pukul ………………
2
………………………………………………………………………………………
……….
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………….

Kemudian hitung kecepatan rata-rata masing-masing perjalanan temanmu


tersebut dari rumah sampai sekolah.
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………
Urutkan waktu perjalanan temanmu tersebut dari waktu yang paling
singkat.Siapa yang paling singkat waktu perjalanannya.Mengapa?
Apakah kecepatan perjalanan mempengaruhi lamanya waktu perjalanan?
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

xcvi
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Nama Guru :
Hari / tanggal :
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester :
Petunjuk :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan
pembelajaran

xcvii
2. Memunculkan masalah
3. Memotivasi siswa untuk
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan /
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi
data
3. Menganalisis siswa
menyajikan hasil kerja

Tahap- Membimbing siswa


4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa
membuat artefak
2. Membimbing siswa
menyajikan hasil kerja

Tahap- Menganalisis dan


5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa
mengkaji cara-cara yang

xcviii
ditempuh selama proses
penyelidikan
Jumlah skor total

Kriteria penskoran:
Skor 0 – 1:Pembelajaran tidak baik
Skor 1,1-2 :Pembelajaran cukup baik
Skor 2,1-3 :Pembelajaran baik
Skor 3,1-4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

( ..................................... ) ( ................................. )
NIP.
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
Nama Guru :
Hari / tanggal :
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester :
Petunjuk :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,

xcix
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan
untuk melakukan refleksi
Jumlah Skor Total

Penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%

c
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer
SMPN I Tambakromo

( .................................. ) (……………………....)
NIP Nama terang dan tanda tangan

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 10 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :

ci
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √

cii
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 21
PERSENTASE (%) 52,5%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 10 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

ciii
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √

civ
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 13
PERSENTASE (%) 54,17%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395

LEMBAR PENGAMATAN

cv
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Selasa/ 14 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √

cvi
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 31
PERSENTASE (%) 77,5%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

cvii
Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd
NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Selasa/ 14 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya

cviii
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 21
PERSENTASE (%) 87,5%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395

cix
LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 10 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas

cx
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 20
PERSENTASE (%) 50%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik

cxi
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 10 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.

cxii
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 14
PERSENTASE (%) 58,33%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;

cxiii
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Selasa/ 14 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √

cxiv
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja

Tahap- Membimbing siswa


4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan

cxv
JUMLAH SKOR 31
PERSENTASE (%) 77,5%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS I
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Selasa/ 14 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran

cxvi
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 20
PERSENTASE (%) 83,33%

Keterangan penskoran :

cxvii
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Kamis/ 16 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai

cxviii
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5

cxix
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 29
PERSENTASE (%) 72,5%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395
ANGKET REFLEKSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN

Petunjuk: Lingkarilah pilihan kamu dari setiap aspek berikut


1. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai
pembelajaran matematika berbasis masalah ini menurut saya ....
a. Tidak menyenangkan
b. Menyenangkan
c. Sangat menyenangkan

cxx
2. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai
pembelajaran matematika berbasis masalah ini menurut saya ....
a. Membuat saya menjadi bingung
b. Mudah diikuti
c. Sangat jelas
3. Pembelajaran yang dilakukan dengan kelompok menurut saya ....
a. Tidak menyenangkan
b. Menyenangkan
c. Sangat menyenangkan
4. Penyajian hasil kerja kelompok menurut saya ....
a. Tidak menyenangkan
b. Menyenangkan
c. Sangat menyenangkan
5. Masalah yang diselesaikan sebagai evaluasi pembelajaran menurut
saya ....
a. Sulit
b. Menarik
c. Memotivasi saya untuk terus belajar
6. Pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan sebagai
pembelajaran berbasis masalah ini membuat saya....
a. Biasa saja
b. Cukup berani
c. Sangat berani

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA


SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Kamis/ 16 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

cxxi
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan

cxxii
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 19
PERSENTASE (%) 79,17%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH

cxxiii
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 17 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √

cxxiv
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 30
PERSENTASE (%) 75%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395

cxxv
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 17 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi

cxxvi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 21
PERSENTASE (%) 87,5%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Rusmi, S. Pd


NIP 131099395

cxxvii
LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Kamis/ 16 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya

cxxviii
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 27
PERSENTASE (%) 67,5%

Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

cxxix
Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyati


NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Kamis/ 16 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain

cxxx
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 19
PERSENTASE (%) 79,17%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

cxxxi
Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti
NIP 131099395

LEMBAR PENGAMATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 17 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I
PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang
sesuai
Tahapa Aspek yang Diamati Dilakukan Skor
n Ya Tidak 1 2 3 4
Tahap- Mengorientasi siswa pada
1 masalah
1. Menjelaskan Tujuan √ √
pembelajaran
2. Memunculkan masalah √ √
3. Memotivasi siswa untuk √ √
memecahkan masalah

cxxxii
Tahap- Mengorganisir siswa untuk
2 belajar
1. Membimbing siswa dalam √ √
mengorganisasi tugas-
tugas dan berbagi tugas
dengan teman
sekelompoknya
Tahap- Membimbing penyelidikan
3 individual / kelompok
1. Melakukan pengamatan / √ √
eksperimen
2. Merekam mengorganisasi √ √
data
3. Menganalisis siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Membimbing siswa
4 menyajikan hasil kerja
1. Membimbing siswa √ √
membuat artefak
2. Membimbing siswa √ √
menyajikan hasil kerja
Tahap- Menganalisis dan
5
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
1. Membantu siswa √ √
mengkaji cara-cara yang
ditempuh selama proses
penyelidikan
JUMLAH SKOR 31
PERSENTASE (%) 77,5%

cxxxiii
Keterangan penskoran :
1 :Pembelajaran tidak baik
2 :Pembelajaran cukup baik
3 :Pembelajaran baik
4 :Pembelajaran sangat baik

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA
SIKLUS II
Nama Guru : Tumirah, S.Pd
Hari / tanggal : Jumat/ 17 Desember 2004
Sekolah : SMPN I Tambakromo
Kelas/Semester : II-C/ I

PETUNJUK :
Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom yang
sesuai

No. Aktivitas Siswa Dilakukan Skor


Ya Tidak 1 2 3 4
1 Siswa melakukan kegiatan √ √
matematis(kegiatan yang
terkait dengan pembelajaran
matematika ) : mengukur,
menghitung, mengamati,

cxxxiv
mencatat, menggambar,
membuat tabel, membuat
grafik, memprediksi,
membuat kesimpulan /
generalisasi, dan seterusnya.
2 Siswa berinteraksi satu sama √ √
lain
@ Saling bertanya
@ Saling menjelaskan
@ Saling bekerja sama,
saling berdiskusi, dan
seterusnya
3. Siswa mengembangkan
komunikasi
@ Mengkomunikasikan √ √
gagasan ( tertulis)
@ Menyampaikan gagasan √ √
(lesan )/
mempresentasikan hasil
kerja √ √
@ Masalah tanggapan
(lesan)
4. Siswa mendapat kesempatan √ √
untuk melakukan refleksi
JUMLAH SKOR 21
PERSENTASE (%) 87,5%

Keterangan penskoran :
1 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas < 25%
2 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas 25% - 50%

cxxxv
3 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari 50% dan kurang dari
75%
4 : Banyak siswa yang melakukan aktivitas lebih dari atau sama dengan 75%

Mengetahui;
Kepala Sekolah Observer,
SMPN I Tambakromo

Mulyadi Slamet Widodo, M. Pd Henik Sugiyarti


NIP 131099395

SOAL UJI COBA SIKLUS I


1. a. Ubahlah ukuran waktu berikut ini menjadi satuan jam dan detik.
i. 105 menit
ii. 120 menit
b. Isilah titik-titik berikut ini.
1
i. 4 jam = ....menit = ....detik
2
ii. .... jam = 150 menit = .... detik
iii .... jam = .... menit = 3900 detik

2. Isilah titik-titik dibawah ini:


a. 5 jam = ..... menit = ..... detik
b. 1 bulan = ..... minggu = ..... hari
c. 1 hari = ...... jam = ...... menit

3. Pak Rahman dan Budi berangkat dari Kayen pukul 09.00 menuju
terminal Pati dengan mengendarai mobil. Pada pukul 10.00, Pak
Rahman baru menanyakan kepada Budi pukul berapa mereka tiba di

cxxxvi
1
terminal. Dan Budi menjawab “ Kita tiba di terminal jam yang
4
lalu Pak”. Jadi berapa lamanya perjalanan yang ditempuh Pak
Rahman dan Budi dari Kayen ke terminal Pati?

4. Pada upacara bendera tanggal 17 Agustus, upacara dimulai pukul


06.55 dan berakhir pukul 07.49. Berapa lamakah upacara bendera
tersebut berlangsung?

5. Bus “ Sari Mustika “ berangkat dari Pati menuju Jakarta. Bus


tersebut berangkat dari Pati pukul 17.00. Setelah berjalan 5 jam 20
menit, bus itu mengisi bahan bakar dan istirahat selama 15 menit,
kemudian berangkat lagi. Setelah berjalan 2 jam 10 menit dari
tempat mengisi bahan bakar, ternyata bus tersebut bannya bocor.
Waktu yang digunakan untuk mengganti ban yang bocor itu 20
menit. Setelah selesai mengganti ban, kemudian perjalanan
dilanjutkan kembali sampai tiba di Jakarta dengan lancar selama 5
jam. Pukul berapakah bus tersebut tiba di Jakarta ?

6. Pak Camat berangkat dari Tambakromo menuju rumah orang


tuannya di Blora pukul 13.00 dengan mengendarai mobil. 15 menit
sebelum sampai ke tempat tujuan, Pak Camat tiba ke kios buah-
buahan untuk membeli oleh-oleh. Lamanya waktu perjalanaan dari
Tambakromo sampai ke kios buah-buahan itu adalah 48 menit. Jadi
pukul berapakah pak Camat sampai di rumah orang tuanya?

7. Rombongan ziarah wali songo berangkat dari Gabus menuju Menara


Kudus dengan menggunakan bus pukul 07.00. Setelah berjalan 30
menit, bus mengisi bahan bakar di Pati selama 5 menit. Perjalanan
dilanjutkan kembali dan rombongan sampai di menara Kudus 1 jam
10 menit kemudian. Pukul berapakah rombongan sampai di Menara
Kudus?
8. Seorang tukang kayu sedang menyelesaikan pembuatan pintu
pesanan Pak Lurah. Beliau menerima upah dari Pak Lurah untuk
menyelesaikan pekerjaannya itu per jamnya Rp. 4000,-. Upah
diberikan jika pekerjaan sudah selesai. Jika ia mengerjakan
pekerjaannya tanpa istirahat mulai pukul 07.00 dan ia mendapatkan
upah sebesar Rp. 18.000,- .Maka pukul berapa Tukang kayu itu
selesai membuat pintu?

9. Bu Ruli sedang bekerja di sawah Pak Mali untuk menanam Padi.


Upah yang diterima per jam nya Rp. 2000,-, beliau memulai
pekerjaan pukul 06.00 dan menerima upah Rp. 5000,-. Jadi pukul
berapa Bu Ruli selesai kerja di sawah Pak Mali?

cxxxvii
10. Tukang ojek sedang mengantarkan penumpangnya dari Terminal
menuju Rembang. Ongkos ojek per jam nya adalah Rp. 6000,-. Jika
mereka berangakat dari terminal pukul 08.00 dan ongkos yang di
berikan pada tukang ojek setelah sampai di Rembang adalah Rp.
9000,- maka mereka tiba di Rembang pukul berapa?

SOAL UJI COBA SIKLUS II

1. Sebuah truk bergerak dari arah Kayen menuju Tambakromo dengan


kecepatan 60 km/jam, dan jarak yang ditempuh antara Kayen-
Tambakromo itu memerlukan waktu 25 menit. Jadi berapakah jarak
antara Kayen dengan Tambakromo?

2. Wika dengan sepeda motornya berangkat ke sekolah dari rumahnya


dengan kecepatan 40 km/jam selama 15 menit. Jadi berapakah jarak
antara rumak Wika dengan sekolahannya?

3. Jarak Desa Sinomwidodo dan Desa Karangwono adalah 9 km. Jika


lamanya perjalanan dari Desa Sinomwidodo ke Desa Karangwono

cxxxviii
1
ditempuh dengan mengendarai sepeda motor selama jam, maka
4
berapa kecepatan sepeda motor untuk menempuh jarak dari Desa
Sinomwidodo ke Desa Karangwono tersebut?

1
4. Jarak Toko Luwes dari Simpang Lima Pati adalah km. Jika lama
2
perjalanan dengan sepeda motor dari Simpang Lima Pati ke Toko
Luwes adalah 5 menit. Maka berapa kecepatan sepeda motor untuk
menempuh jarak dari Simpang Lima Pati ke Toko Luwes itu?

5. Sopir bus malam melakukan perjalanan sejauh 6 km selama 45 menit.


Berapakah kecepatan rata-rata perjalanan sopir bus malam tersebut?

6. Rendi mengendarai sepeda motornya selama 40 menit unutk


menempuh jarak 20 km. Berapakah kecepatan rata-rata perjalanan
Rendi tersebut?

7. Sebuah bus meninggalkan terminal Pati pada pukul 10.00 menuju


Surabaya melewati Rembang. Kecepatan rata-rata bus dari Pati ke
Rembang adalah 20 km/jam dan kecepatan rata-rata dari Rembang
ke Surabaya adalah 22 km/ jam. Jarak antara Pati-Rembang adalah
25 km dan Jarak Rembang-Surabaya 60,5 km.
a. Berapa waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan
dari Pati ke Surabaya?
b. Berapa kecepatan rata-rata seluruh perjalanan?
c. Pada pukul bepapa bus tiba di Rembang?

8. Pada acara karnaval 17 Agustus, salah satu peserta karnaval


menggunakan mobil hiasnya melaju dari pemberangkatan karnaval
pukul 13.22 dengan kecepatan rata-rata 8 km/jam, kemudian setelah
berjalan selama 1 jam 10 menit kecepatannya berubah menjadi 12
km/jam sampai di tempat finish. Jarak seluruh rute karnaval tersebut
adalah 25 km.
a. Berapa kecepatan rata-rata perjalanan mobil hias tersebut?
b. Pada pukul berapa Mobil hias tiba di tempat finish?
9. Jarak Jakarta dan Cirebon adalah 250 km. Waktu yang diperlukan
untuk menempuh jarak itu adalah 5 jam dengan kecepatan tidak
tetap. Buatlah grafiknya dan tentukan kecepatan rata-rata seluruh
perjalanan, jika hubungan antara jarak dan waktu ditunjukkan oleh
tabel berikut ini.

Waktu 0 1 1 1 1 1
dalam 1 1 2 2 3 3 4 4 5
jam 2 2 2 2 2

cxxxix
Jarak 0 25 55 75 125 150 150 180 200 215 250
dalam
km

10. Tabel berikut menunjukkan hubungan jarak dan waktu yang


ditempuh seseorang yang mengendarai sepeda motor dengan
kecepatan rata-rata tidak tetap.

Waktu dalam jam 1/2 1 1 1/2 2 2 3 3 4


1/2 1/2
Jarak dalam jam 20 50 70 120 150 150 160 200
a. Buatlah grafiknya
b. Berapa kecepatan rata-rata seluruh perjalanan?

PERUBAHAN NAMA SISWA

NO NAMA KODE
1. Budiyanto R-01
2. Heni Fitriawati R-02
3. Susilowati R-03
4. Esti Pranitasia R-04
5. Purwati R-05
6. Ahmad Muddi Anssorri R-06
7. Rina.R.A R-07

cxl
8. Ayun Hasyanah R-08
9. Dian Ari Prasetyo R-09
10. Eko Prastyawan R-10
11. Novicha D.A R-11
12. Eni Yustiana R-12
13. Sekar Arum Lupita Sari R-13
14. Akmat Yani R-14
15. Anggun Dyah D R-15
16. Ririn Wahyu S R-16
17. Anita Purnama Sari R-17
18. Tulus Dwi Pujianti R-18
19. Erina Maya Sita R-19
20. Supadi R-20
21. Dedi Irwanto R-21
22. Andi Irawan R-22
23. Aris Adianto R-23
24. Moh. Aris Anwar R-24
25. Bowo Sugiharto R-25
26. Sukesi R-26
27. Ressa Yakarim R-27
28. Lilin Suharlin R-28
29. Dewi Amini R-29
30. Endang Ernawati R-30
31. Sunarto R-31
32. Mulyono R-32
33. Ahmad Rifa’i R-33
34. Dwi Endah P R-34
35. Suwati R-35
36. Siti Murwatini R-36
37. Dewi Ambarwati R-37
38. Sulistyono R-38
39. Tri Sari R-39
40. Rinda Astuti R-40

CONTOH PERHITUNGAN ANALISIS TES ULANGAN MATEMATIKA

1. Tingkat Kesukaran
Rumus yang digunakan
B
P= P: Tingkat Kesukaran
N

B: Banyaknya Siswa yang menjawab benar


N: Banyaknya siswa yang mengikuti ulangan

cxli
Untuk Soal no.1
Diketahui:
B=17
N=40
Maka:
17
P= =0,425
40

Interval P Kriteria
0,00-0,30 Sulit
0,31-0,70 Sedang
0,71-1,00 Mudah
Jadi soal no.1 tersebut termasuk kategori sedang

2. Daya Beda Soal


Rumus yang digunakan;
D= Pa-Pb ,D= Daya beda soal
Pa=Tingkat kesukaran kelompok atas
Pb=Tingkat kesukaran kelompok bawah

Untuk Soal no.1


Diketahui:
Pa=0,55
Pb=0,35
Maka:
D=Pa-Pb=0,55-0,35=0,2
Interval D Kriteria
0,00-0,20 Jelek
0,21-0,40 Cukup
0,41-0,70 Baik
0,71-1,00 Baik Sekali
Jadi soal no.1 daya bedanya cukup.

3. Validitas Item
Rumus yang digunakan;
N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )
Rxy=
N (∑ X 2 − (∑ X ) 2 )(( N ∑ Y 2 ) − (∑ Y ) 2 )

Rxy: Koefisien Korelasi antara variabel X dan Y


N:banyaknya siswa yang mengikuti tes
X:Skor butir yang dicari validitasnya
Y:Skor total siswa yang mengikuti tes

cxlii
Untuk soal no.1:
Diketahui:
N=40
ΣX=17
ΣX2=17
ΣY=732
ΣY2=14352
ΣXY=3389
Maka:
40(339) − (17)(732)
(40(17) − (17)(17)) − (40(14352) − (732)(732))
RXY= =0,288553

Untuk α=5%, dengan N=40 diperoleh rtabel=0,312


Karena RXY<rtabel maka soal no.1 tidak valid.

4. Reliabilitas
Rumus yang digunakan adalah rumus KR20, karena skor
penilaiannya
skor dikotomi
N
KR20(α)=(N/(N-1))((αx2- ∑i =1 Pi (1 − Pi ) /(αx2))

α=Reliabilitas tes yang dicari


N=Banyaknya butir
αx2=Variansi populasi x
Pi= Tingkat kesukaran masing-masing butir

Untuk Soal no.1:


Diketahui:
N=31
αx2=24,5230
N
∑i=1 Pi(1 − Pi) =5,71125

Maka:
KR20(α)=(31/30)((24,5230-5,71125)/24,5230)=0,79266
Interval α Kriteria
0,00-0,20 Rendah sekali
0,21-0,40 Rendah
0,41-0,70 Sedang
0,71-0,90 Tinggi
0,91-1,00 Tinggi sekali

cxliii
Jadi soal tes ulangan matematika tersebut reliabilitasnya tinggi

KETERANGAN SOAL YANG DIPAKAI UNTUK PENELITIAN SIKLUS I

No. TIK No. Soal Terbaru Tingkat Daya Validitas Reliabilitas


Setelah Eliminasi Kesukaran Pembeda
1 1 Mudah Signifikan Valid r11=0,869
(P=4,35%) (t=3,237) (rxy=0,484) (reliabel)
2 2 Sedang Signifikan Valid
(P=45,65%) (t=7,328) (rxy=0,704)

cxliv
3 Sedang signifikan Valid
(P=56,52%) (t=3,345) (rxy=0,350)
3 4 Sedang Signifikan Valid
(P=34,78%) (t=8,496) (rxy=0,797)
4 5 Mudah Signifikan Valid
(P=26,09%) (t=6,367) (rxy=0,484)

Soal no. 3, tingkat kesukarannya sedang mendekati sukar. Jadi pada soal
yang dipakai untuk penelitian siklus I ini, soal no.3 dianggap soal yang
memiliki tingkat kesukaran sukar.

KETERANGAN SOAL YANG DIPAKAI UNTUK PENELITIAN SIKLUS


II

No. TIK No. Soal Terbaru Tingkat Daya Validitas Reliabilitas


Setelah Eliminasi Kesukaran Pembeda
1 1 Mudah Signifikan Valid r11=0,652
(P=19,57%) (t=2,658) (rxy=0,476) (reliabel)
2 2 Sedang Signifikan Valid

cxlv
(P=39,13%) (t=8,430) (rxy=0,731)
3 3 Sedang signifikan Valid
(P=39,13%) (t=4,845) (rxy=0,546)
4 4 Sukar Signifikan Valid
(P=76,09%) (t=2,094) (rxy=0,332)
5 5 Mudah Signifikan Valid
(P=26,09%) (t=3,137) (rxy=0,479)

GRAFIK FREKUENSI JAWABAN ANGKET REFLEKSI SISWA


TERHADAP PEMBELAJARAN

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran Matematika


Berbasis Masalah Pada Siklus I dan Siklus II

cxlvi
a. Tidak Menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat Menyenangkan

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran Matematika


Berbasis Masalah Yang Telah Dilaksanakan Pada Siklus I dan Siklus II

a. Membuat saya menjadi bingung b. Mudah diikuti c. Sangat Jelas


Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Pembelajaran yang Dilakukan
dengan Kelompok pada Siklus I dan Siklus II

cxlvii
a. Tidak menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat menyenangkan

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Penyampaian Hasi Kerja


Kelompok pada Siklus I dan Siklus II

a. Tidak menyenangkan b. Menyenangkan c. Sangat menyenangkan


Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Masalah yang Diselesaikan
sebagai Evaluasi Pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II

cxlviii
a. Sulit b. Menarik c. Memotivasi saya untuk terus belajar

Grafik Frekuensi Jawaban Siswa Mengenai Akibat dari Pembelajaran


Matematika Berbasis Masalah yang Setelah Dilaksanakan pada Siklus I dan
Siklus II

a. Biasa saja b. Cukup berani c. Sangat berani

FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN

cxlix
Gambar 5. Siswa bekerja kelompok

Gambar 6. Guru memberikan bimbingan kepada siswa

cl
Gambar 7. Presentasi hasil diskusi oleh siswa

Gambar 8. Siswa lain memperhatikan siswa yang presentasi

cli
clii