Anda di halaman 1dari 156

SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG

Studi kasus pada TOKO GADGETANDA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Menempuh Ujian Akhir Strata

Disusun oleh :

DENIS
MI 0891004

PROGRAM STUDI STRATA SATU SISTEM INFORMASI


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA
BANDUNG
2010
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN


BARANG
SUB JUDUL : STUDI KASUS PADA TOKO GADGETANDA
PENYUSUN : DENIS
NPM : MI0891004

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Wawa Wikusna, S.T Rosalin Samiharjdo, S.T


NIDN. 0429067403 NIDN.

Disahkan oleh:

Ketua Jurusan Sistem Informasi


Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia

Ucu Nugraha, S.T


NIDN. 0424027901
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul :


SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG STUDI KASUS PADA
TOKO GADGETANDA,
yang dibuat untuk memenuhi persyaratan menempuh Ujian Akhir Sarjana pada
Program Studi Sistem Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas
Informatika dan Bisnis Indonesia, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan
tiruan atau duplikasi dari tugas akhir yang sudah dipublikasikan dan atau pernah
dipakai untuk mendapat gelar Sarjana di lingkungan Universitas Informatika dan
Bisnis Indonesia maupun di perguruan tinggi atau instansi manapun, kecuali
bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya.

Bandung, Desember 2010

Denis __
NPM. MI0891004
iii
ABSTRAK

Persediaan barang merupakan salah satu aktifitas kerja yang sangat penting
bagi perkembangan toko Gadgetanda. Pada perkembangannya muncul
permasalahan-permasalahan yaitu kesulitan untuk mendapatkan informasi
persediaan barang yang cepat, tepat dan akurat, adapun penyebab munculnya
permasalahan tersebut adalah sering terjadi kesalahan pencatatan data transaksi
pemesanan, pembelian dan penjualan, pengontrolan informasi persediaan barang
tidak dapat dilakukan dengan waktu yang singkat.
Penulisan Skripsi ini menggunakan metode pengembangan sistem SDLC
(Sistem Development Life Cycle) yang mencangkup System Engeneering,
Analisis, Design, implementasi dan Testing. Metode yang digunakan dalam
penulisan ini dengan menggunakan alat pemodelan berupa Flow Map ( Bagan Alir
Dokumen ), DFD (Data Flow Diagram), dan teknik pengumpulan data dengan
cara observasi, dan wawancara. Sedangkan alat pengembangan aplikasi database
menggunakan MySQL dan bahasa pemograman Visual Basic 6.0.

Kata kunci : Persediaan barang, pemesanan, pembelian, penjualan, retur.

iv
ABSTRACT

Inventories of goods is one of a very important activities for development


Gadgetanda store. In the development problems which appear difficult to obtain
inventory information quickly, precisely and accurately, while the reason for the
rise problems are often transaction data recording errors reservations, purchases
and sales, inventory control information can not be done in a short time.
This final writing system development method SDLC (System Development
Life Cycle) which covers Engeneering System, Analysis, Design, implementation
and Testing. The method used in this writing by using a modeling tool in the form
of Flow Map (Flow Chart Document), DFD (Data Flow Diagram), and
techniques of data collection by observation, and interviews. Meanwhile,
development tools and MySQL database applications using Visual Basic 6.0
programming language.

Keywords: inventory, ordering, purchasing, sales, returns.

v
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
karena atas segala berkah, rahmat dan karunia-Nya, hingga penulis mampu
menyelesaikan Skripsi dengan judul “Sistem Informasi Persedian Barang Studi
Studi Kasus Pada Toko Gadgetanda ” tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan Skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan
berbagai pihak, baik moril maupun materil. Terutama untuk kedua orang tuaku
tercinta yang telah memberikan kasih sayang yang tulus, do’a serta nasehat yang
akan penulis ingat untuk bekal melangkah dihari mendatang. Selanjutnya penulis
ucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Wawa Wikusna, S.T., selaku Pembimbing utama yang telah
menyediakan waktu, tenaga dan kesabaran, dalam membimbing penulis
guna menyelesaikan Skripsi ini.
2. Ibu Rosalin Samihardjo, S.T., selaku Pembimbing kedua yang telah
menyediakan waktu, tenaga dan kesabaran, dalam membimbing penulis
guna menyelesaikan Skripsi ini.
3. Seluruh Dosen dan Staff Karyawan Universitas Informatika dan Bisnis
Indonesia yang telah menyediakan waktu untuk bertukar pikiran dan
memberikan masukan yang bermanfaat bagi penulis.
4. Dr. Ir. Bob Foster, M. M. selaku Rektor Universitas Informatika dan Bisnis
Indonesia (UNIBI).
5. Nes Yandri Kahar, DR, M.T., selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia.
6. Seluruh Staff dan Pimpinan Toko Gadgetanda yang telah menyediakan
waktu, kesabaran dan ilmu yang diberikan beserta data-data yang
dibutuhkan penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini.

vi
7. Ibu Heti selaku staff akademik yang telah membantu dalam proses seminar
dan sidang skripsi penulis.
8. Rekan-rekan Alumni mahasiswa-mahasiswi Universitas Informatika dan
Bisnis Indonesia angkatan 2004.
9. Siti Mariam Sopianti yang telah memberikan dorongan serta semangat dan
kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
10. Agus Kurnia yang telah membantu penulis dalam pembuatan skripsi ini.
11. Rekan Durencell yang mendukung penulis baik moril maupun materil.
Skripsi ini bukanlah sebuah karya yang sempurna, untuk itu penulis mohon
maaf atas segala kesalahan yang terdapat dalam Skripsi ini. Kritik dan saran akan
penulis terima dengan terbuka demi perbaikan dan kesempurnaan Skripsi ini.
Penulis berharap semoga apa yang telah penulis sajikan dalam Skripsi ini dapat
memberikan manfaat dan kegunaan.

Wassalamu’alaikum Waramatullahi Wabarakatuh

Bandung, Desember 2010

Penulis

vii
DAFTAR ISI

Hal.
ABSTRAK .............................................................................................................. iii
ABSTRACT ............................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ............................................................................................. v
DAFTAR ISI .......................................................................................................... vii
DAFTAR SIMBOL ................................................................................................ xi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xv
DAFTAR DIAGRAM ......................................................................................... xvii
BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................................1
1.2 Identifikasi dan Batasan Masalah ....................................................2
1.3 Maksud dan Tujuan .........................................................................3
1.4 Kegunaan .........................................................................................4
1.5 Metode Pendekatan..........................................................................4
1.6 Lokasi dan Waktu Kegiatan ............................................................5
1.7 Sistematika Penulisan ......................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................7
2.1 Konsep Dasar Sistem ........................................................................7
2.1.1 Definisi Sistem ....................................................................8
2.1.2 Karakteristik Sistem ............................................................8
2.1.3 Klasifikasi Sistem ................................................................9
2.2 Konsep Dasar Informasi ...................................................................11
2.2.1 Definisi Informasi ................................................................12
2.2.2 Siklus Informasi...................................................................12
2.2.3 Kualitas Informasi ...............................................................13
2.2.4 Nilai Informasi.....................................................................14
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi........................................................14
2.3.1 Definisi Sistem Informasi ....................................................14
2.3.2 Komponen Sistem Informasi ...............................................16
2.4 Konsep Dasar Persediaan Barang .....................................................17
2.4.1 Pengertian Persediaan Barang..............................................17
2.4.2 Fungsi Persediaan ................................................................18
2.4.3 Maksud dan Tujuan Persediaan ...........................................19
2.5 Alat Bantu Pemodelan Sistem ..........................................................20
2.5.1 Flowmap ..............................................................................20
2.5.2 Data Flow Diagram ( DFD ) ................................................22
2.5.2.1 Context Diagram .................................................22
2.5.2.2 DFD leveled ........................................................23
2.5.2.3 Aturan-Aturan Dalam Pembuatan Data
Flow Diagram .....................................................25
2.5.3 Kamus Data ..........................................................................25
2.5.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ....................................26
2.5.4.1 Simbol-Simbol dalam Entity Relationship
Diagram ...............................................................26
2.6 Pendekatan Sistem ............................................................................28
2.7 Konsep Dasar Basis Data ..................................................................29
2.7.1 Definisi Basis Data ..............................................................30
2.7.2 Abstraksi Data dalam Basis Data ........................................30
2.8 Konsep Dasar Database dan Pengertian Structured Query
Language
(SQL) ................................................................................................31
2.8.1 Sejarah Structured Query Language ....................................32
2.8.2 MySQL Sebagai Bahasa Structured Langguage (SQL) ......33
2.8.3 Tipe Data pada MySQL.......................................................34
2.8.4 Bahasa SQL .........................................................................35
2.9 Mengenal Visual Basic 6.0 ...............................................................39
2.9.1 Komponen Visual Basic 6.0 ................................................39
BAB III ANALISIS SISTEM ................................................................................43
3.1 Kondisi dan Gambaran Umum Objek Observasi.............................43
3.1.1 Struktur Organisasi .............................................................44
3.1.2 Tugas dan Wewenang.........................................................45
3.2 Analisis Sistem Informasi Persediaan Barang .................................47
3.2.1 Uraian Prosedur ..................................................................47
3.2.2 Analisis Dokumen ..............................................................49
3.2.3 Analisis Entitas ...................................................................51
3.2.4 Flowmap Berjalan Sistem Persediaan Barang ....................52
3.3 Evaluasi Sistem ...............................................................................53
BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM .........................54
4.1 Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang ..........................54
4.1.1 Uraian Prosedur Usulan ......................................................54
4.1.2 Flowmap Usulan Sistem Informasi Persediaan Barang
Toko Gadgetanda.................................................................57
4.1.3 Data Flow Diagram ...........................................................58
4.1.3.1 Diagram Konteks...................................................58
4.1.3.2 Data Flow Diagram Levelled ................................60
4.1.3.2.1 Data Flow Diagram Level
0….……....60
4.1.3.2.2 Data Flow Diagram Level 1 proses 1..
61
4.1.3.2.3 Data Flow Diagram Level 1 proses
2...62
4.1.3.2.4 Data Flow Diagram Level 1 proses
3...62
4.1.3.2.5 Data Flow Diagram Level 1 proses
4...63
4.1.3.2.6 Data Flow Diagram Level 1 proses 5. .64
4.1.4 Kamus Data ........................................................................64
4.1.4.1 Penjelasan Aliran Data .......................................65
4.1.4.2 Penjelasan Data Store ........................................73
4.1.5 Entity Relationship Diagram ..............................................78
4.1.6 Relasi Antar Tabel ..............................................................80
4.1.7 Struktur Tabel .....................................................................81
4.1.8 Rancangan Aplikasi Pendukung Sistem Informasi
Persediaan Barang ...........................................................................87
4.1.8.1 Struktur Menu ....................................................87
4.1.8.2 Rancangan Masukan ..........................................91
4.1.8.3 Rancangan Proses ...............................................93
4.2 Implementasi Sistem Informasi Persediaan Barang ........................97
4.2.1 Kebutuhan Sumber Daya ....................................................98
4.2.1.1 Sumber Daya Pengembangan Aplikasi ..............98
4.2.1.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras ............98
4.2.1.1.2 Spesifikasi Perangkat Lunak ...........99
4.2.1.2 Sumber Daya Pengoperasian Aplikasi ...............99
4.2.1.2.1 Spesifikasi Sumber Daya Manusia .99
4.2.1.2.2 Spesifikasi Perangkat
Keras……...101
4.2.1.2.3 Spesifikasi Perangkat
Lunak……..102
4.2.1.2.4 Cara Penggunaan Aplikasi Sistem
Informasi Persediaan Barang Toko
Gadgetanda
..……………………102
BAB V
TESTING.................................................................................................128
5.1 Tesing (Pengujian Perangkat
Lunak)……………………………..128
5.2 Teknik Pengujian Black-Box.……
………………………………...…130
5.3 Pengujian fusngsional Aplikasi Sistem Informasi Persediaan
Barang Toko Gadgetanda
.....…………………………………………131
5.3.1 Test Case Modul Verifikasi Data
Login...………...………131
5.3.2 Black-Box Test Case Modul Verifikasi Data
Login…..…133
5.3.3 Black-Box Test Case Modul Input Data
Barang……...…136
5.3.4 Black-Box Test Case Modul Ubah Data
Barang….…..…140
5.3.4 Black-Box Test Case Modul Input Data
Transaksi
Penjualan……………………………………..146
BAB V
PENUTUP................................................................................................153
6.1
Kesimpulan……………………………………………………….153
6.2
Saran……………………………………………………………...154
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................
154

DAFTAR SIMBOL

Simbol-simbol dalam Data Flow Diagram


Gane/Sarson Yordan/De Marco Keterangan
Entitas Luar, dapat
berupa orang/unit terkait
Entitas Luar Entitas Luar
yang berinteraksi dengan
sistem tetapi diluar sistem
Orang, unit yang
mempergunakan atau

Proses Proses melakukan transformasi


data. Komponen fisik
tidak diidentifikasikan.

Aliran Data Aliran Data Aliran data dengan arah


khusus dari sumber ke
tujuan

Penyimpanan data atau


Data Store Data Store tempat data disimpan
oleh proses.

Simbol-simbol dalam Flowmap


Simbol Keterangan
Menunjukan titik awal, akhir, atau pemberhentian
Terminator
dari suatu proses

Menunjukan arah atau alur dari suatu dokumen


Aliran Data

Menunjukan input atau output media record berupa


Dokumen
dokumen

Proses
Menunjukan Proses yang dilakukan secara manual
Manual

Proses Menunjukan Proses yang dilakukan secara


Komputerisasi terkomputerisasi

Input Menunjukan masukan secara manual


Manual

Arsip
Menunjukan Arsip atau simpanan data manual

Menunjukan pengambilan keputusan yang


Keputusan
menghasilkan dua kemungkinan (Ya/Tidak)
Terminasi untuk halaman yang sama
On Page Connector

Terminasi untuk halaman yang berbeda


Off Page Connector

DAFTAR TABEL
H
al
Tabel 2.1 Klasifikasi 9
Sistem………………………………………………
Tabel 2.2 20
Flowmap…………………………………...................................
Tabel 4.1 Penjelasan Aliran Permintaan Barang 65
…………….....................
Tabel 4.2 Penjelasan Aliran Data Faktur Penjualan 65
……………..………..
Tabel 4.3 Penjelasan Aliran Data Laporan Penjualan 66
…...………………...
Tabel 4.4 Penjelasan Aliran Data Daftar Permintaan Barang 67
......................
Tabel 4.5 Penjelasan Aliran Data Daftar Pemesanan Barang 67
......................
Tabel 4.6 Penjelasan Aliran Data Laporan Pemesanan Barang 68
....………...
Tabel 4.7 Penjelasan Aliran Data PO(Purchase Order) 69
...............................
Tabel 4.8 Penjelasan Aliran Data Faktur Pembelian 69
………………………
Tabel 4.9 Penjelasan Aliran Data Laporan Pembelian 70
…...………………..
Tabel 4.10 Penjelasan Aliran Data Laporan Persediaan Barang 71
....................
Tabel 4.11 Penjelasan Aliran Data Barang Retur 71
…………………......……
Tabel 4.12 Penjelasan Aliran Data Tanda Terima Retur Barang 72
…………...
Tabel 4.13 Penjelasan Aliran Data Surat Jalan Barang 72
...........…...................
Tabel 4.14 Struktur Data Store Barang 73
………...………...…………………
Tabel 4.15 Struktur Data Store Persediaan Barang 73
…….....………………...
Tabel 4.16 Struktur Data Store Pemasok 74
…………………………………...
Tabel 4.17 Struktur Data Store Konsumen 74
.……………...…………………
Tabel 4.18 Struktur Data Store Transaksi Permintaan 75
……………………...
Tabel 4.19 Struktur Data Store Transaksi Pemesanan 75
…...…………………
Tabel 4.20 Struktur Data Store Transaksi Penjualan 76
………...……………..
Tabel 4.21 Struktur Data Store Transaksi Pembelian 77
……...........................
Tabel 4.22 Struktur Data Store Transaksi Retur 77
………………...………….
Tabel 4.23 Struktur Tabel Barang 81
…………...……………........…………...
Tabel 4.24 Struktur Tabel Persediaan Barang 81
……….…………...................
Tabel 4.25 Struktur Tabel Konsumen 81
………….………...…………………
Tabel 4.26 Struktur Tabel Pemasok 82
………....……………………………...
Tabel 4.27 Struktur Tabel Permintaan 82
……...…………………………...….
Tabel 4.28 Struktur Tabel Detail Permintaan 82
…………...…………........….
Tabel 4.29 Struktur Tabel Pemesanan 83
…………….……………...................
Tabel 4.30 Struktur Tabel Detail Pemesanan 83
..……………………………...
Tabel 4.31 Struktur Tabel Pembelian 83
…………………................................
Tabel 4.32 Struktur Tabel Detail Pembelian 84
………...……………………..
Tabel 4.33 Struktur Tabel Penjualan 85
…………....……………........……….
Tabel 4.34 Struktur Tabel Detail Penjualan 85
………………………..............
Tabel 4.35 Struktur Tabel Retur 86
………………………...………………….
Tabel 4.36 Struktur Tabel Detail Retur 86
………………………………...…..
Tabel 5.1 Test case modul verifikasi data 118
login……………........................
Tabel 5.2 Daftar black-box test case modul pencarian data 120
barang.............
Tabel 5.3 Daftar black-box test case modul input data 123
barang……………
Tabel 5.4 Daftar black-box test case modul ubah data barang 128
…………....
Tabel 5.5 Daftar black-box test case modul input data transaksi 134
penjualan.
DAFTAR GAMBAR

H
al
Gambar 2.1 Siklus Informasi………………………………………………. 12
Gambar 2.2 Blok Bangunan ……………………………………………….. 17
Gambar 2.3 Notasi Entitas …………….…… …………………………… 27
Gambar 2.4 Notasi Relasi ………………….………………………………. 27
Gambar 2.5 Notasi Atribut ………………….……………………………... 27
Gambar 2.6 Contoh Penggunaan Kardinalitas …………………………….. 28
Gambar 2.7 Jendela Project Explorer ............................................................ 40
Gambar 2.8 Form Standart ...……………………………………………… 40
Gambar 2.9 Tool Box ……….................…………………………………... 41
Gambar 2.10 Jendela Propertis .......………………………………................. 41
Gambar 2.11 Jendela Kode………………………………….......................... 42
Gambar 3.1 Gambaran Struktur Organisasi Toko Gadgetanda.................... 45
Gambar 4.1 Struktur Menu …….....……………………………................... 87
Gambar 4.2 Rancangan Form Verifikasi Login …………….......………..... 91
Gambar 4.3 Rancangan Form Manipulasi Data Barang………………...... 91
Gambar 4.4 Rancangan Form Manipulasi Data Member……….......……... 92
Gambar 4.5 Rancangan Form Manipulasi Data Pemasok............................. 92
Gambar 4.6 Rancangan Form Manipulasi Data Hak Akses .......... ……….. 93
Gambar 4.7 Rancangan Form Transaksi Permintaan.................................... 93
Gambar 4.8 Rancangan Form Transaksi Pemesanan.................................... 94
Gambar 4.9 Rancangan Form Transaksi Pembelian.................................... 94
Gambar 4.10 Rancangan Form Transaksi Penjualan..................................... 95
Gambar 4.11 Rancangan Form Transaksi Retur............................................. 95
Gambar 4.12 Rancangan Form Laporan Pemesanan Barang......................... 96
Gambar 4.13 Rancangan Form Laporan Pembelian Barang........................... 96
Gambar 4.14 Rancangan Form Laporan Penjualan Barang ……………….. 97
Gambar 4.15 Rancangan Form Laporan Persediaan Barang………..…….. 97
Gambar 4.16 Splash Screen Informasi Persediaan Barang............................. 103
Gambar 4.17 Form Menu Sistem Informasi Persediaan Barang..................... 103
Gambar 4.18 Form Verivikasi Login Sistem Informasi Persediaan Barang.. 104
Gambar 4.19 Form Data Barang.......................…………………………….. 105
Gambar 4.20 Form Data Konsumen…………………………….................. 106
Gambar 4.21 Form Data Pemasok................................................................. 107
Gambar 4.22 Form Data Pengguna..................…………………………….. 108
Gambar 4.23 Form Transaksi Permintaan...............……...…………............ 109
Gambar 4.24 Form Transaksi Pemesanan................……………………….. 110
Gambar 4.25 Form Transaksi Pembelian……………………………............ 111
Gambar 4.26 Form Transaksi Penjualan........................................................ 113
Gambar 4.27 Form Transaksi Retur.................…………………………….. 114
Gambar 4.28 Form Laporan Pemesanan Barang........................................... 115
Gambar 4.29 Form Laporan Pembelian Barang.............................................. 116
Gambar 4.30 Form Laporan Penjualan Barang …………………………….. 116
Gambar 4.31 Form Laporan Persediaan Barang………………………….. 117
Gambar 4.32 Form Laporan Retur Barang...................................................... 118
Gambar 4.33 Form Profil Sistem Informasi Persediaan Barang..................... 118
Gambar 4.34 Form Tutorial............................................................................ 119
Gambar 4.35 Form Setting Harga Jual............................................................ 120
Gambar 4.36 Form Setting Merk Barang........................................................ 121
Gambar 4.37 Form Setting Wallpaper............................................................ 121
Gambar 4.38 Form Ubah Password................................................................ 121
Gambar 4.39 Daftar Purchase Order............................................................... 122
Gambar 4.40 Daftar Pembelian........................…………………………….. 122
Gambar 4.41 Daftar Penjualan.............................………………………….. 123
Gambar 4.42 Tanda Terima Retur................................................................... 123
Gambar 4.43 Surat Jalan Retur....................................................................... 124
Gambar 4.44 Laporan Pemesanan .................................................................. 124
Gambar 4.45 Laporan Pembelian................................................................... 125
Gambar 4.46 Laporan Penjualan.................................................................... 125
Gambar 4.47 Laporan Persediaan Barang...................................................... 126
Gambar 4.48 Rekapitulasi Persediaan Barang............................................... 127
Gambar 4.49 Laporan Retur Barang.................................……….......…….. 127

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Sistem informasi merupakan hal yang penting dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Dengan adanya sistem informasi, organisasi atau perusahaan dapat
menjamin kualitas informasi yang disajikan dan dapat mengambil keputusan
berdasarkan informasi tersebut. Sekarang informasi dapat diperoleh dengan lebih
mudah dan cepat berkat adanya teknologi informasi. Salah satu pemanfaatan
teknologi informasi yang diharapkan adalah pada sistem informasi persedian
barang.
Toko Gadgetanda adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang
penjualan alat komunikasi khususnya smartphone dan aksesorisnya yang didirikan
pada tahun 2008. Toko Gadgetanda merupakan perusahaan yang mempelopori
penjualan smartphone dan aksesorisnya di Bandung. Seiring dengan
berkembangannya perusahaan, perusahaan menambah barang dagangan untuk
memenuhi kebutuhan pasar dan memberi kepuasan kepada konsumen. Dengan
semakin bertambahnya jumlah barang dagangan muncul permasalahan yaitu
kesulitan untuk mendapatkan informasi persediaan barang yang cepat, tepat dan
akurat. Adapun penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah pengolahan
data transaksi membutuhkan beberapa tahapan dan sering terjadi kesalahan
pencatatan dalam faktur, form serta laporan yang dibuat. Selain itu pengolahan
data transaksi menjadi informasi persediaan barang sering ditunda oleh petugas.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan sistem informasi persedian
barang yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan toko Gadgetanda.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengembangkan sistem
informasi persediaan barang yang dituangkan dalam skripsi berjudul “ SISTEM
INFORMASI PERSEDIAAN BARANG STUDI KASUS PADA TOKO
GADGETANDA BANDUNG ”.
1.2 Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah penulis dapat mengidentifikasi


masalah-masalah sebagai berikut:
1. Proses pencatatan data pembelian, penjualan dilakukan dengan cara
menuliskannya pada faktur kemudian dicatat kembali dalam sebuah form
laporan harian setelah itu data transaksi tersebut disimpan dalam sebuah file
spreed sheet dengan penyimpanan file yang tidak sistematis. Proses tersebut
memerlukan waktu yang tidak singkat selain itu pada data transaksi-transaksi
tersebut sering terjadi kesalahan pencatatan, akibatnya informasi persediaan
barang menjadi tidak tepat dan akurat.
2. Pengelolaan dan pengontrolan informasi mengenai persediaan barang masih
dilakukan dengan cara mencari pada file spreed sheet yang berisi catatan data
transaksi-transaksi yang terjadi. pengolahan data pemesanan, pembelian,
penjualan, dan persediaan barang yang terdapat pada toko Gadgetanda
memungkinkan petugas menunda–nunda tugas yang diberikan. Akibatnya
informasi persediaan barang tidak dapat disajikan pada saat dibutuhkan.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah penulis dapat mengidentifikasi
masalah-masalah sebagai berikut:
Dengan memperhatikan identifikasi masalah tersebut penulis dapat
merumusakan permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimana sistem informasi persediaan barang dan sejauh mana pengaruh
aliran informasi yang sedang berjalan pada toko Gadgetanda?
2. Bagaimana sistem informasi persediaan barang usulan yang sesuai dengan
kebutuhan toko Gadgetanda?
3. Bagaimana rancangan database yang sesuai dengan kebutuhan informasi?
4. Bagaimana rancangan antarmuka dan kemampuan apa saja yang dimiliki
aplikasi sistem informasi persediaan barang pada toko Gadgetanda?
5. Bagaimana pengujian yang akan dilakukan untuk menguji fungsional-
fungsional yang dimiliki oleh aplikasi sistem informasi persediaan barang
toko Gadgetanda?
Agar pembahasan lebih terarah dan tidak menyimpang dari latar belakang
masalah yang telah ditentukan diatas, serta dikarenakan keterbatasan waktu,
biaya, kemampuan dan pengetahuan penulis, maka dalam penyusunan Laporan
Skripsi ini, penulis membatasi pembahasan permasalahan pada sistem informasi
persediaan barang toko Gadgetanda.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu
syarat kelulusan pada Program Strata satu Fakultas Teknologi dan Informatika
Program Studi Manajemen Informatika di Universitas Informatika dan Bisnis
Indonesia.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan Skripsi ini adalah
sebagai berikut :
1. Menggambarkan dan mengevaluasi sistem informasi persediaan barang yang
sedang berjalan pada toko Gadgetanda.
2. Menggambarkan sistem informasi persediaan barang usulan yang sesuai
dengan kebutuhan toko Gadgetanda.
3. Membuat rancangan database yang sesuai dengan kebutuhan informasi
4. Membuat rancang bangun antar muka dan kemampuan yang akan dimiliki
oleh aplikasi, yang dapat digunakan pada proses persediaan barang pada toko
Gadgetanda
5. Melakukan pengujian terhadap aplikasi yang dibangun untuk mendukung
sistem informasi Persediaan barang pada toko Gadgetanda.

1.4 Kegunaan

Penulisan Skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :


1. Penulis
a. Penulis dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang diperoleh selama studi kedalam dunia kerja atau lingkungan
sesungguhnya.
b. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penulis dalam membangun
sebuah sistem informasi.
2. Instansi
a. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengolahan data transaksi
persediaan barang sehingga Informasi yang dihasilkan menjadi lebih
mudah dan efisien.
b. Memberikan solusi alternatif dalam sistem informasi akuntansi Toko
Gadgetanda.
3. Pembaca
a. Dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca mengenai
pembangunan sistem informasi dan aplikasi serta teknik pembuatannya.
b. Dapat menjadi salah satu acuan atau referensi dalam membuat sistem
informasi di kemudian hari.

1.5 Metode Pendekatan

Dalam penyusuanan skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan


deskriptif, dengan cara menggambarkan alur sistem, dan menginterpretasikan
hasil penelitian berdasarkan kondisi yang sebenarnya pada masa sekarang. Untuk
mendapatkan data penunjang dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan
teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Wawancara (Interview)
Suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab yang
berhubungan dengan permasalahan. Penulis melakukan wawancara langsung
kepada nara sumber.
2. Pengamatan (Observasi)
Suatu metode pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung pada
tempat penelitian terhadap obyek yang di bahas untuk mendapat informasi.

Adapun metode yang digunakan untuk mengembangkan sistem adalah


dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC).

1.6 Lokasi dan Waktu Kegiatan

Untuk memperoleh data yang diperlukan, Penulis melakukan studi kasus


pada bagian administrasi umum di Toko Gadgetanda Bandung yang berlokasi di
jalan Purnawarman Lt UG C-17 Istana Bandung Electronic Center. Adapun waktu
kegiatan studi kasus dilaksanakan selama satu bulan dari tanggal 1 September
2009 sampai dengan tanggal 1 November 2009.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Skripsi ini terdiri dari 6 (lima) Bab yang masing-
masing Bab telah dirancang dengan suatu tujuan tertentu. Berikut penjelasan
tentang masing-masing Bab :

.1.1.1.1 BAB I PENDAHULUAN


Pada bab ini menguraikan latar belakang masalah, identifikasi
masalah dan batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian,
kegunanan penelitian, metode penelitian yang dilakukan, lokasi dan
waktu penelitian dan sistematika penulisan.

.1.1.2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Pada bab ini menguraikan teori tentang permasalahan yang
mendukung perancanagan dan pengembangan serta metodelogi yang
akan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada
saat perancangan dan pengembangan.

BAB III ANALISIS SISTEM


Membahas tentang kondisi dan gambaran umum objek observasi,
analisis dan evaluasi sistem yang sedang berjalan.

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM


Membahas tentang perancangan sistem berdasarkan hasil evaluasi
sistem, batasan implementasi, lingkungan perangkat keras, perangkat
lunak serta sumber daya manusia.

.1.1.3 BAB V PENGUJIAN


Pada bab ini menguraikan tentang pengujian aplikasi yang telah
dibuat.

.1.1.4 BAB VI PENUTUP


Menguraikan tentang kesimpulan dan saran, yaitu dapat berupa
pendapat baru, koreksi atau pendapat lama, atau menumbuhkan
pendapat lama yang berkaitan dengan observasi.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Sistem

Secara umum ada dua pendekatan dalam mendefinisikan dan memahami


sistem, antara lain melalui pendekatan sebagai berikut :
1. Pendekatan prosedur
Yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan
kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai
tujuan tertentu, urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what)
yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when)
dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.
2. Pendekatan komponen/elemen
Yaitu kumpulan komponen yang saling dan bekerja sama untuk mencapai
suatu tujuan tertentu.suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem, dan
subsistem tersebut dapat terdiri juga dari subsistem yang lebih kecil.
Secara umum sistem informasi didefinisikan sebagai kumpulan komponen
atau elemen yang saling bekerja sama untuk tujuan tertentu. Sistem informasi
bertugas mengumpul, menyimpan, dan mengolah data untuk menyajikan
informasi tertentu kepada orang yang membutuhkan, dalam hubungan instansi
atau organisasi sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial, dan menyediakan pihak tertentu dengan laporan
laporan yang tertentu.
Sistem sangat dibutuhkan dalam mencapai suatu tujuan. Sistem terdiri dari
sub-subsistem yang saling berkaitan satu sama lain dalam mencapai tujuannya.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem informasi terlebih dahulu akan
dibahas pengertian sistem dan informasi.

2.1.1 Definisi Sistem

Sistem merupakan kumpulan dari sub-subsistem. Menurut Jogiyanto HM

dalam bukunya yang berjudul Analis dan Desain Sistem Informasi berpendapat

bahwa “Sistem adalah suatu kumpulan dari eleman-eleman yang berinteraksi

untuk mencapai tujuan tertentu” ( 2001:2).

Dari pendapat mengenai definisi sistem diatas, dapat disimpulkan bahwa


sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen atau subsistem-subsistem
yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem menurut Jogiyanto HM, suatu sistem mempunyai


karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu :
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling bekerjasama
membentuk suatu kesatuan. Sistem dapat berupa subsistem yang
mempunyai sifat-sifat sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batasan Sistem
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
3. Lingkungan Sistem
Lingkungan sistem terdiri dari lingkungan internal sistem yaitu lingkungan
yang berada di dalam batasan sistem dan lingkungan eksternal sistem yaitu
lingkungan yang berada di luar sistem.
4. Penghubung Sistem
Merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya
sehingga dapat berinteraksi untuk membentuk suatu kesatuan.
5. Masukan Sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem agar suatu
sistem dapat beroperasi dan energi yang diproses menghasilkan keluaran.
6. Keluaran Sistem
Keluaran (output) merupakan hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
7. Pengolah Sistem
Merupakan perubahan dari masukan (input) menjadi keluaran (output).
8. Sasaran Sistem
Merupakan tujuan dari suatu sistem yang sangat menetukan sekali masukan
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem agar dapat
dikatakan berhasil karena tujuannya dapat tercapai.

2.1.3 Klasifikasi Sistem

Klasifikasi sistem diperlukan untuk membedakan antara sistem satu dengan


sistem lainya, seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.1 Pengklasifikasian Sistem


Kriteria Klasifikasi
Lingkungan Sistem terbuka Sistem tertutup
Asal pembuatannya Buatan manusia Buatan Allah / alam
Keberadaanya Sistem berjalan Sistem konsep
Kesulitan Sulit / komplek Sederhana
Output / kinerjanya Dapat dipastikan Tidak dapat dipastikan
Waktu keberadaanya Sementara Selamanya
Wujudnya Abstrak Ada secara phisik
Tingkatnya Sub sistem / sistem Super sistem
Fleksibelitas Bisa beradaptasi Tidak bisa beradaptasi

1. Sistem terbuka dan tertutup


Sistem dikatakan terbuka bila aktivitas di dalam sistem tersebut dipengaruhi
oleh lingkunganya, sedangkan suatu sistem dikatakan tertutup apabila
aktivitas didalamnya tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi di
lingkunganya.
2. Sistem buatan manusia dan alam
Suatu sistem diklasifikasikan berdasarkan asalnya, sistem tersebut dapat
diklasifikasikan sebagai sistem yang ada secara alamiah (buatan Allah) dan
buatan manusia.
3. Sistem berjalan dan konseptual
Sistem berjalan adalah sistem yang saat ini sedang digunakan sedangkan
sistem konseptual adalah sistem yang menjadi harapan atau belum diterapkan.
4. Sistem sederhana dan kompleks
Sebuah sistem yang sederhana merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari
sedikit tingkatan dan subsistem, sedangkan sistem komplek adalah sistem
yang memiliki banyak tingkatan atau subsistem.
5. Kinerjanya dapat dipastikan dan tidak dapat dipastikan
Kinerja yang dapat dipastikan artinya dapat ditentukan pada saat sistem akan
dan sedang dibuat. Kinerja yang tidak dapat dipastikan artinya tidak dapat
ditentukan dari awal dan tergantung pada situasi yang dihadapi.
6. Sementara dan selamanya
Suatu sistem digunakan sementara artinya sistem hanya digunakan untuk
periode waktu tertentu suatu sistem digunakan selamanya artinya sistem
digunakan selama-lamanya untuk waktu yang tidak ditentukan.
7. Ada secara fisik dan abstrak / non fisik
Sistem dapat dilihat dari wujudnya. Perusahaan atau organisasi bukanlah
merupakan organisasi yang dapat disentuh secara fisik.
8. Sistem, subsistem dan supersistem
Berdasarkan tingkatanya suatu sistem bisa merupakan komponen dari sistem
yang lebih besar. Subsistem adalah sistem yang lebih kecil dalam sebuah
sistem, sedangkan supersistem adalah sistem yang lebih besar.
9. Bisa beradaptasi dan tidak beradaptasi
Bisa artinya bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Tidak bisa
beradaptasi artinya tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan
lingkungan.

2.2 Konsep Dasar Informasi

Secara umum informasi dapat diartikan sebagai hasil pengolahan data yang
telah memunculkan arti dan manfaat bagi penerima. Sedangkan data dapat
diartikan sebagai :
1. Sekumpulan fakta yang belum terorganisir.
2. Kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang
nyata.
3. Representasi dunia nyata yang mewakili sautu objek, seperti; manusia
(pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan
lain-lain, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar,
bunyi atau kombinasinya.
2.2.1 Definisi Informasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,


”Informasi adalah penerangan, pemberitahuan, kabar/berita tentang
sesuatu serta keseluruhan makna yang menunjang amanat yang
terlihat di bagian-bagian amanat tersebut” (2003 :432)

Gordon B davis dalam buku yang berjudul Management Information


system mengemukakan bahwa :
”Informasi adalah data yang diolah menjadi suatu bentuk yang
penting bagi penerimaan dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat
dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan
datang” (1974 : 3-4).

2.2.2 Siklus Informasi

Sistem menghasilkan suatu informasi yang diolah dari data. Data adalah
sumber informasi berupa fakta atau angka yang relatif kemudian diolah atau
diproses untuk menghasilkan suatu informasi. Perubahan data yang menjadi
informasi dilakukan oleh pengolah informasi dan informasi disajikan dalam
bentuk lisan atau tertulis oleh pengolah informasi.

Gambar 2.1 Siklus Informasi


Menurut Azhar Susanto dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi
mengemukakan ”Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan
sebagai input dalam menhasilkan informasi” (2007:46).

Pengertian informasi di dalam buku Sistem Informasi Manajemen adalah


sebagai berikut “Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan
arti dan manfaat” (2004 : 40).
Sedangkan menurut Jogiyanto HM dalam bukunya Analis dan Desain
adalah “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya” (2001:8).
Dari kedua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa informasi
adalah hasil dari suatu pemrosesan data yang diolah menjadi bentuk yang mudah
dipahami yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamanya terhadap
fakta-fakta yang ada.

2.2.3 Kualitas Informasi

Untuk mendapatkan informasi yang berkualitas harus memperhatikan hal-


hal sebagai berikut :
1. Akurat
Informasi yang didapat kepada si penerima harus bebas dari kesalahan-
kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi
mencerminkan maksudnya, sehingga informasi yang disampaikan kepada
penerima tidak mengalami gangguan (noise) yang dapat mengubah atau
merusak informasi tersebut.
2. Tepat pada waktunya
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi
merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Dewasa ini mahalnya
nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga
diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan
menerimannya.

3. Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya dan harus sesuai
dengan yang dibutuhkan.

2.2.4 Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya
mendapatkanya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkanya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa
informasi yang digunakan di dalam sistem informasi umumnya digunakan untuk
beberapa kegunaan.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi dapat berupa gabunga dari beberapa elemen teknologi


berbasis komputer yang saling berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan suatu
prosedur kerja (aturan kerja) yang telah ditetapkan, dimana memproses dan
mengolah data menjadi suatu bentuk informasi yang dapat digunakan dalam
mendukung keputusan.
Sistem infromasi dapat dikatakan sebagai kerangka kerja yang
mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah
masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran
perusahaan.
2.3.1 Defini Sistem Informasi

Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku yang berjudul
“Analisis dan Desain Sistem Informasi”, menyatakan bahwa sistem informasi
merupakan:

“Sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan


pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dalam menyediakan pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”(1983:63).

Sedangkan menurut Raymond McLeod, Jr. dalam buku ”Sistem Informasi


Manajemen” mengemukakan bahwa:

“Sistem Informasi adalah kumpulan dari subsistem baik fisik


maupun nonfisik yang saling berhubungan satu sama lain dan
bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu
mengolah data menjadi informasi yang berguna” ( Jilid1, 2001, 13).

Suatu Sistem Informasi terdiri dari beberapa komponen, komponen-


komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain antara lain :
1. Perangkat Keras (Hardware), dapat terdiri dari CPU (Central Processing
Unit), Disk, terminal, printer.
2. Perangkat Lunak (Software), dapat terdiri dari Sistem Operasi, Sistem
Manajemen Basis Data, program pengontrol komunikasi, program aplikasi.
3. Personil, yaitu orang, unit atau bagian tertentu yg mengoperasikan sistem,
menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas
manual yang mendukung sistem.
4. Data, berupa data-data yang tersimpan dalam jangka waktu tertentu.
5. Prosedur, berupa instruksi dan kebijakan tertentu untuk mengoperasikan
sistem yang bersangkutan.
Berdasarkan definisi tersebut diatas Sistem Informasi dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem didalam organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-
orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang
ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses file transaksi
rutin tertentu, memberi sinyal kepada pihak manajemen atau pihak yang
berkepentingan lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang
penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.

2.3.2 Komponen Sitem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski, ("Information Systems Theory and


Practice", John Wiley and Sons, New York, 1986) mengemukakan bahwa sistem
informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut sebagai blok bangunan
(block building). Blok bangunan (block building) tersebut tersusun atas sebagai
berikut:
1. Blok Masukan (Input Block)
Meliputi, metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok Model (Model Block)
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang
berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
3. Blok Keluaran (Output Block)
Berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas.
4. Blok Teknologi (Technology Block)
Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data (Database Block)
Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya,
tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk
memanipulasinya.
6. Blok Kendali (Controls Block)
Meliputi masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani
kesalahan/kegagalan sistem.

Pemakai Pemakai

Input Model Output


Pemakai Pemakai
Technology Database Control

Pemakai Pemakai

Gambar 2.2 Blok Bangunan (Building Block)

2.4 Konsep Dasar Persediaan Barang

Persedian barang merupakan siklus arus pembelian dan penjualan yang


aktivitasnya mengawali pengolahan transaksi hingga menghasilkan laporan stock
barang.

2.4.1 Pengertian Persediaan Barang

Dalam perusahaan, persedian barang merupakan faktor yang perlu


diperhatikan, adapun persediaan menurut Drs. Sofyan Assauri dalam Manajemen
produksi adalah :

” Persedaian merupakan sejumlah bahan-bahan dalam proses


produksi, serta bahan jadi atau bahan produksi yang diselesaikan
untuk memenuhi permintaan dari konsumen/langganan setiap waktu
”. (Drs. Sofyan Assauri,1996:176 )
Sedangkan menurut Freddy Rangkuti dalam buku manajemen persedian aplikasi
dibidang bisnis :

” Persediaan adalah merupakan salah satu unsur yang paling aktif


dalam operasi perusahaan yang secara kontinyu diperoleh, ubah
kemudian dijual kembali ”. (Freddy Rangkuti,1989:11)

Dalam pengadaan persediaan, perusahaan membutuhkan sejumlah dana oleh


sebab itu setiap perusahaan dapat mempertahankan suatu jumlah persedian yang
cukup untuk menjamin kegiatan perusahaan. Jika persedian terlalu sedikit, maka
akan timbul permaslahan yang mengakibatkan tertundanya proses transaksi
penjualan oleh sebab itu persedian harus diatur dan dikendalikan agar dapat
memenuhi kebutuhan dalam jumlah, mutu, waktu yang tepat dengan jumlah biaya
yang serendah rendahnya.

2.4.2 Fungsi persediaan

Fungsi perasedian adalah membantu untuk memisahkan pemasok, produsen,


dan konsumen, persediaan juga mengizinkan pedagang barang agar dapat
membantu jalannya operasional. Pada dasarnya persedian akan mempermudah
atau memperlancar jalanya operasi perusahaan yang harus dilakukan secara
berturut-turut untuk memproduksi barang-barang selajutnya menyampaikan
kepada langganan atau konsumen, fungsi persediaan tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Tepat produksi
Prosedur dilaksanakan dalam proses yang harus sesuai dengan kebutuhan
2. Tepat jenis
Maksudnya dari tepat jenis adalah terpenuhinya kebutuhan barang yang
paling sesuai dengan kebutuhan, karena setiap barang biasanya meliki
karateristik yang berbeda
3. Tepat mutu
Maksud dari tepat mutu akan menyebabkan barang tersebut tidak mudah
mengalami kerusakan/tidak sebelum waktunya
4. Tepat waktu
Tepat waktu merupakan hal yang penting, barang datangnya tidak tepat
waktu dapat merugikan pihak perusahaan pembeli serta dapat menghambat
kelancaran pekerjaan-pekerjaan dan keterlambatan barang
5. Tepat jumlah
Persedain barang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan, dengan
merencanakan terlebih dahulu berapa jumlah suatu barang yang
dibutuhkan.

2.4.3 Maksud dan tujuan persediaan

Persedian dimaksudkan untuk merealisasikan kebutuhan yang dirasakan


kurang oleh pihak perusahaan. Adapun tujuannya adalah agar proses persediaan
atau kegiatan operasional suatu perusahaan tidak mengalami kemacetan karena
kekurangan persedian barang yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatannya
adapun tujuan persedian adalah sebagai berikut :
1. Sebagian besar kekayaan perusahaan pada umumnya tertanam pada
persediaan oleh karenanya perlu disusun suatu sistem dan prosedurnya
agar persedian dapat ditingkatkan efektifitasnya.
2. Persediaan ini diharapkan dapat membantu mengatasi keamanan-
kemungkinan dari kehilangan, kerusakan dan lain-lain demi
mempertahankan kontinyuitas perusahaan.
3. Persediaan harus ditangani dengan baik selain penyimpanan dan
pengeluarannya juga penerimaan ke perusahaan. Kesalahan dalam
penerimaan yang disebabkan karena kualitas dan harga akan
mempengaruhi terhadap harga pokok penjualan.
4. Persediaan yang terdapat digudang harus dijaga keberadaaannya dan
jumlah persedian dan stock yang terdapat didalamnya agar permintaan
yang dilakukan baik dari pemakaian atau bukan pemakaian dapat selalu
terpenuhi.

2.5 Alat Bantu Pemodelan Sitem

Dalam menganalisis, merancang dan mendokumentasikan Sistem Informasi,


Penulis menggunakan alat bantu berupa simbol-simbol grafik yang
menggambarkan proses-proses yang terjadi. Pengguna simbol-simbol grafik ini
ditujukan untuk mempermudah dalam memahami proses-proses yang terjadi.

2.5.1 Flowmap

Flowmap atau Bagan Aliran Dokumen adalah Alat dokumentasi untuk


menggambarkan sistem informasi baik pada tahap analisis maupun perancangan
sistem yang menelusuri aliran dokumen termasuk didalamnya dari mana dokumen
tersebut berasal, kemana tujuannya dan bagaimana proses pembuatan dokumen
tersebut.
Flowmap merupakan Flowchart yang dipetakan kedalam kolom-kolom,
setiap kolom mewakili atau menunjukan suatu bagian, divisi, atau jabatan dalam
struktur organisasi yang bersangkutan, dan orang atau pihak-pihak yang
berinteraksi dengan sistem secara tidak langsung. Simbol-simbol yang digunakan
dalam Flowmap memiliki kesamaan dengan simbol-simbol dalam Flowchart.
Sebagian besar dari simbol-simbol yang digunakan dalam Flowmap dapat dilihat
pada daftar simbol.

Tabel 2.2 Flowmap (Bagan aliran Dokumen)


No Simbol Nama Keterangan
Titik awal, akhir, atau
1 Terminal pemberhentian dalam satu
proses
Menunjukan sumber atau
2 Input / output keluaran dari hasil
pemrosesan
Garis arus simbol yang
3 Aliran Data menunjukan arah suatu
dokumen
Fungsi masukan / keluaran
4 Dokumen yang menyatakan media
record berupa dokumen
Menunjukan pemrosesan
5 Proses komputerisasi yang dilakukan dengan
menggunakan komputer
Menunjukan pemrosesan
6 Proses Manual secara manual

Langkah pengambilan
keputusan yang
7 Pengujian
meghasilkan dua
keputusan ya / tidak
Tempat untuk
Stored data /
8 penyimpanan data secara
Penyimpanan data
komputerisasi
Untuk melakukan
9 Arsip penyimpanan
secara manual
Menunjukan perpindahan
10 Connector / konektor pada satu halaman.

CONNECTOR Menunjukan perpindahan


11 pada halaman lain
OFF PAGE /
KONEKTOR

SATU

HALAMAN

Menunjukan alat
12 Punched Paper Tape pembayaran (uang)

Menunjukan alat input


13 Manual Input manual

2.5.2 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses yang
dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang
keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data
tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada
data tersebut.
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada
atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau dimana
data tersebut akan disimpan.
Penggunaan DFD Sebagai Modeling Tool dipopulerkan Oleh De Marco &
Yordan (1979) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan
Metoda Analisis Sistem Terstruktur. DFD terdiri dari context diagram dan
diagram rinci (DFD Levelled).
2.5.2.1 Context Diagram

Context Diagram atau Diagram Konteks berfungsi memetakan model


lingkungan yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili
keseluruhan sistem, yang menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan
dan keluaran sistem secara global. Entitas Luar merupakan entitas atau pihak-
pihak tertentu yang berinteraksi dengan sistem tanpa melakukan pengolahan data,
serta bertindak sebagai pemberi masukan (input) atau penerima keluaran (output)
dari sistem.

Permintaan Barang Faktur Pembelian

Faktur Penjualan & Data Barang Rerur Faktur Pembelian Tidak Valid

Konfirmasi Permintaan Barang Tidak Terpenuhi


Sistem Informasi
Konsumen Faktur Penjualan Persediaan Barang PO Pemasok
Toko Gadgetanda
Tanda Terima Retur Barang Surat Jalan Retur Barang
Data Barang Retur dan Data Barang tidak valid

Laporan Pembelian Barang

Daftar Pemesanan Barang

Daftar Pemesanan Barang Laporan Persediaan Barang

Laporan Retur Barang


LaporanPenjualan Barang

Kepala Toko

Diagram 2.1 Contoh Diagram Context


2.5.2.2 DFD Levelled

DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi


yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini
hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi.
Dalam DFD levelled dapat terjadi penurunan level, dimana dalam
penurunan level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses
tersebut ke dalam spesifikasi proses yang jelas. Jadi dalam DFD levelled dapat
dimulai dari DFD level 0 kemudian turun ke DFD level 1 dan seterusnya. Aliran
data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level x harus berhubungan
dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level x+1 yang mendefinisikan
proses pada level x tersebut. Proses yang tidak dapat diturunkan atau dirinci lagi
dikatakan primitif secara fungsional dan disebut sebagai proses primitif.
Dalam penggambaran DFD, terdapat beberapa simbol yang digunakan baik
berdasarkan versi Gane/Sarson maupun berdasarkan Yordan/De Marco, simbol-
simbol tersebut dapat dilihat pada daftar simbol.
Konsumen Permintaan Barang Persediaan
Konsumen
Barang

1.0

Faktur Penjualan Penjualan Laporan Penjualan Barang Kepala Toko


Barang

Konfirmasi Permintaan Barang Tidak Terpenuhi


Transaksi
Permintaan Barang Tidak Terpenuhi
Penjualan

Daftar Permintaan Barang


2.0
Transaksi
Pemintaan
Permintaan
Barang

Daftar Pemesanan Barang


3.0

Pemesanan Laporan Pemesanan Barang


Barang

Laporan Pembelian Barang


Pemasok
PO Laporan PersediaanBarang
Faktur Pembelian 4.0

Pembelian
Pemasok
Barang

Faktur Pembelian Tidak Valid

Laporan Retur Barang


Persediaan
Barang

Retur

5.0
Surat Jalan Retur Barang
Retur
Faktur Penjualan & Data Barang Rerur Barang

Konsumen Data Barang Retur dan Data Barang tidak valid

Tanda Terima Retur barang

Diagram 2.2 Contoh Data Flow Diagram Levelled

2.5.2.3 Aturan-aturan dalam Pembuatan Data Flow Diagram

Dalam pembuatan DFD, terdapat beberapa peraturan yang harus


diperhatikan, sehingga dalam penggambarannya tidak terjadi kesalahan, aturan-
aturan tersebut antara lain :
1. Antar entitas tidak diijinkan terjadi hubungan atau relasi.
2. Tidak diperbolehkan adanya aliran data antara entitas eksternal dengan data
store.
3. Untuk alasan kerapian (menghindari aliran data yang bersilangan), entitas
eksternal atau data store dapat digambar beberapa kali dengan tanda khusus,
misalnya diberi nomor.
4. Satu aliran data dapat mengalirkan beberapa paket data.
5. Bentuk anak panah aliran data dapat bervariasi.
6. Semua objek harus mempunyai nama.
7. Semua aliran data harus mempunyai tanda arah.
8. Jumlah proses tidak lebih dari sembilan proses, jika melebihi maka
sebaiknya dikelompokkan kembali kedalam beberapa proses yang bekerja
bersama-sama didalam suatu subsistem.

2.5.3 Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus Data (Data Dictionary) adalah daftar semua elemen data yang
terdefinisi dengan tepat sehingga pengguna (user) dan analis sistem mempunyai
pengertian yang sama tentang input dan output dalam sistem.
Kamus data mempunyai fungsi yang sama besar dalam pemodelan sistem
dan juga berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara
terperinci, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem
sehingga pemakai dan penganalisa sistem mempunyai dasar pengertian yang sama
tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.
Kamus data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut :
1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.
2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran.
misalnya data alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos.
3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan
aliran.
5. Mendeskripsikan hubungan secara terperinci antar penyimpanan yang akan
menjadi titik perhatian dalam Entity Relationship Diagram (ERD).

2.5.4 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu model dari basis data
yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan antar entitas didalam basis data dan
membantu menggambarkan relasi secara lengkap antara dua table/file atau lebih.

2.5.4.1 Simbol-simbol dalam Entity Relationship Diagram

Agar dapat memahami dan menggunakan Entity Relationship Diagram


sebagai alat pemodelan dan perancangan basis data, diperlukan pemahaman
terhadap simbol-simbol yang digunakan, beserta definisi dari setiap simbol yang
bersangkutan. Simbol-simbol yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram
antara lain:
1. Entitas (Entity)
Entitas adalah sebuah Objek yang dapat dibedakan dari objek lain.
Contoh :
a. Individu : Pegawai, Pelanggan , Mahasiswa, Distributor.
b. Tempat : Ruang, Bangunan, Kantor, Lapangan, Kampus.
c. Objek : Buku, Motor, Paket Software, Produk.
d. Peristiwa : Pendaftaran, Pemesanan, Penagihan.
e. Konsep : Rekening, Kualifikasi.
Notasi Entitas (Entity) Digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.3 Notasi Entitas

2. Relasi (Relationship)
Relasi adalah Hubungan/Asosiasi antara dua atau lebih Entitas yang dinamai
dengan kata kerja.

Gambar 2.4 Notasi Relasi

3. Atribut (Attribute)
Atribut merupakan karakteristik dari Entitas yang menentukan properti
suatu objek data dan mengambil salah satu dari tiga karakteristik yang
berbeda

Gambar 2.5 Notasi Atribut

4. Kardinalitas (Kardinality)
Adalah angka yang menunjukan banyaknya kemunculan suatu objek terkait
dengan kemunculan objek lain pada suatu relasi. Kombinasi angka yang
mungkin terjadi yaitu 1 : 1, 1 : n, dan n : n.

Gambar 2.6 Contoh Penggunaan Notasi Kardinalitas


5. Modalitas (Modality)
Merupakan partisipasi sebuah entitas dalam suatu relasi, dipetakan
menggunakan angka nol (0) dan angka satu (1). Angka nol (0) menunjukan
partisipasi bersifat Optional atau Parsial, dan angka satu (1) jika partisipasi
bersifat Wajib atau Total.

2.6. Pendekatan Sistem

Didalam melakukan pengembangan sistem dibutuhkan suatu metodologi,


adapun metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep –
konsep pekerjaan, dan aturan-aturan yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan,
seni, ataupun disiplin lain. Sebagian besar dari metodologi yang dibuat
dimaksudkan hanya untuk tahap desain saja, akan tetapi banyak juga yang
digunakan untuk tahap analisis sistem. Metodologi yang digunakan penulis dalam
perancangan ini adalah pendekatan sistem SDLC.
SDCL adalah proses-proses pengembangan sistem yang terdiri dari :
1. Perencanaan sistem
Tahap perencanaan merupakan pedoman atau landasan dasar untuk melakukan
pengembangan sistem kebutuhan-kebutuhan apa saja dibutuhkan untuk
melakukan pengembangan sistem serta mendukung operasinya setelah
diterapkan.
2. Analisis
Merupakan tahap awal pengembangan sistem beserta aplikasi perangkat lunak
pendukung sistem, dengan cara mengumpulkan data-data dan menganalisa
sistem yang sedang berjalan sehingga kebutuhan aplikasi perangkat lunak
pendukung sistem dapat terdefinisi dengan jelas.
3. Perancangan
Dalam tahap ini penulis merancang sistem beserta aplikasi perangkat lunak
pendukung sistem, berdasarkan pada hasil yang didapat dari tahap analisis dan
memberikan gambaran mengenai rancangan sistem serta aplikasi perangkat
lunak pendukung sistem yang dibangun.
4. Implementasi
Pada tahap ini semua spesifikasi yang dihasilkan pada tahap perancangan
diterjemahkan kedalam bahasa pemograman sehingga menghasilkan sebuah
aplikasi perangkat lunak pendukung sistem rancangan penulis.
5. Pengujian ( Testing )
Pada tahap pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak,
memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal
fungsional yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-
kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil
aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.
6. Perawatan sistem
Tahap perawatan sistem merupakan tahapan setelah pengembangan sistem
selesai dilakukan dan sistem telah dioperasikan.

2.7 Konsep Dasar Basis Data

Basis Data (Database) merupakan komponen utama sistem informasi


karena semua informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan berasal dari
pengolahan data didalam basis data. Pengelolaan basis data yang buruk dapat
mengakibatkan tidak tersedianya data penting yang dapat digunakan untuk
menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.
Basis Data adalah sekumpulan informasi mengenai suatu subjek tertentu,
yang memiliki keterkaitan logis, lengkap, dan terstruktur. Basis data menyediakan
struktur bagi informasi, dan memungkinkannya untuk digunakan bersama-sama
oleh berbagai aplikasi yang berbeda.
2.7.1 Definisi Basis Data

Menurut Fatansyah dalam buku yang berjudul Basis Data menyatakan


bahwa:

“Basis Data merupakan kumpulan file/berkas/arsip yang


berhubungan dan diorganisasikan sedemikian rupa yang disimpan
secara bersama dalam penyimpanan elektronis agar kelak
dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.” (2001, 2).

Menurut Andi Kristanto yang tertuang dalam buku yang berjudul Konsep
dan Perancangan Database menjelaskan bahwa “Database adalah kumpulan
file-file yang mempunyai kaitan antar satu file dengan file yang lain sehingga
membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan,
instansi dalam batasan tertentu” (1994:3).

2.7.2 Abstraksi Data dalam Basis Data

Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun
suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi
memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana suatu data masuk kedalam basis
data dan disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh
bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi
oleh pemakai sehari-hari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana
data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitan, kemudian
diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti.
Terdapat tiga kelompok pemakai dalam tingkatan abstraksi saat
memandang suatu basis data, antara lain :
1. Level Fisik
Level ini merupakan level abstraksi paling rendah karena menggambarkan
bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya.
2. Level Konseptual
Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam basis data dan
hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan basis data.
Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi,
penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis, dan hubungan
secukupnya.
3. Level Pandangan Pemakai (View level)
Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan
hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan basis data, hal
ini disebabkan beberapa pemakai basis data tidak membutuhkan semua isi
basis data.

2.8 Konsep Dasar Database dan Pengertian Structured Query


Language (SQL)
Structured Query Language disingkat SQL adalah bahasa standar yang
digunakan dalam database management system (DBMS) untuk berkomunikasi
dengan basis data atau database, yang meliputi perintah-perintah untuk mengganti
isi atau memodifikasi struktur database, mengganti setting dan membuat sistem
security data, memberi dan menentukan wewenang user pada database atau tabel,
mentransfer data dari satu database ke database lain, menangani proses transaksi
dalam suatu aplikasi (Kok Yung, 2003). Database itu sendiri dapat dianggap
sebagai suatu penyusunan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat, yang
disimpan secara terstruktur dalam suatu media pengingat yang sering disebut
dengan harddisk.
Database merupakan sekumpulan data yang terdiri atas satu atau lebih tabel
yang terintegrasi satu sama lain dan disimpan dengan beberapa cara
pengorganisasian, dimana setiap pemakai (user) diberi wewenang (otorisasi)
untuk dapat mengakses (mengubah, mengubah, menganalisis, menambah, serta
memperbaiki) data dalam tabel-tabel tersebut (Kok Yung, 2003).Database
Management System (DBMS) dapat melakukan pekerjaan untuk menambah,
menghapus, memanipulasi serta memperoleh data atau informasi berdasar
perintah SQL yang diberikan melalui sebuah aplikasi yang berupa program
develop menggunakan Visual Studio, .NET, Java, Phyton, Borland dan bahasa
program lainnya. Jika ingin mendapatkan suatu informasi, maka perintah SQL
tersebut diketikkan pada aplikasi database. Perintah-perintah tersebut akan
diteruskan ke DBMS untuk diproses. Pada saat DBMS melakukan tugasnya,
DBMS tersebut akan mengambil atau memanipulasi data-data dalam database
sesuai perintah SQL yang diterimanya, dan kemudian memberikan atau
mengembalikan data yang telah diproses.

2.8.1 Sejarah Structured Query Language (SQL)

Pertengahan tahun 1970-an, vendor database berlomba-lomba


mengimplementasikan database relational yang berbasiskan model relational.
IBM sendiri tengah mengembangkan produk relasionalnya yang bernama
System/R, untuk bahasa querynya IBM menciptakan SEQUEL. Ciri-ciri bahasa
ini adalah mirip bahasa Inggris, deklaratif, dan high level yang mirip dengan
bahasa pemrograman COBOL.Ternyata System/R tidak sukses di pasaran,
sehingga IBM pada tahun 1979 menciptakan produk database relasional yang lain
yaitu DB/2. Namun bahasa SEQUEL ternyata diminati oleh vendor lain seperti
Oracle dan Ingres yang akhirnya diubah menjadi SQL oleh IBM.Awal tahun
1980-an sudah ada produk database yang menggunakan SQL.
Badan standar Amerika, ANSI akhirnya mengadopsi SQL menjadi standar
tahun 1986. Satu tahun kemudian ISO mengangkat SQL sebagai bahasa standar.
Standar pertama ini sering disebut SQL-86 atau SQL-87.Standar berikutnya
adalah SQL-89 yang merupakan versi minor dari SQL-87. dokumen standar SQL-
89 (belum schema, full outer join, dan cascade update/delete untuk foreign key
constraint. SQL-92 merupakan generasi kedua standar SQL dan sering disebut
SQL2, penambahannya antara lain : information schema, berbagai tipe join, union
di view, tipe-tipe data tanggal, domain, ALTER TABLE, CASE. SQL-1999
merupakan generasi ketiga standar SQL dan dijuluki SQL3, penambahan fiturnya
antara lain tabel inheritance, tipe data komposit (array, row) dan tipe data
referensi (pointer), recursive query, regex, trigger, tipe data Boolean dan
savepoint. SQL:2003 merupakan standar SQL yang berkaitan dengan XML.

2.8.2 MySQL sebagai bahasa Structured Query Language (SQL)

MySQL merupakan salah satu database relasional yang mendukung


pemakaian Structured Query Language (SQL) dan dirancang untuk penggunaan
aplikasi dengan arsitektur client-server, yang memungkinkan pengguna untuk
mengolah data didalam database tersentral pada komputer pusat yang disebut
dengan server. Sedangkan informasi yang dihasilkan dapat digunakan bersama-
sama oleh beberapa user didalam komputer lokalnya yang disebut client. (Ridwan
Sanjaya dan Yoni Eza Ikhmawan, 2003). Pada awalnya MySQL dioperasikan
hanya pada satu platform saja. Namun seiring perkembangan teknologi, maka
MySQL dapat dioperasikan ke dalam berbagai platform seperti Windows, Linux
dan Free BSD. Kecepatan akses MySQL dan kemampuannya untuk integrasi ke
dalam berbagai bahasa pemrograman yang menjadikannya standar dalam
pemrograman.
MySQL dapat dengan bebas didownload melalui http://www.mysql.com
atau melalui server terdekat dengan Indonesia,antara lainhttp://mysql.hjc.edu.sg
(Singapura),http://mysql.ntcu.edu.tw(Taiwan),danhttp://mirror.aarnet.edu.au/mysq
l (Australia).Pada platform sistem operasi Linux, MySQL merupakan paket
aplikasi database yang sangat populer dan hampir setiap distro Linux telah
membundlenya. Untuk masing-masing distro telah memaketkan sesuai jenis
distronya, misalkan debiat / ubuntu (*.deb), Mandriva, OpenSuse (*rpm) dan lain
sebagainya. Untuk mempermudah pengaturan juga telah disediakan MySQL
Admin dalam versi GUI, sehingga kita tidak perlu report harus menghafalkan
sintax-sintax SQL.
Sedangkan untuk dapat mencoba mengoperasikan perintah-perintah SQL dapat
menggunakan MySQL Monitor. long, single, double, currency, string, byte,
Boolean, date, object, variant.Adapun jenis tipe data MySQL antara lain: Tabel

2.8.3 Tipe Data pada MySQL


1. TypeRange
Tinyint ukuran terkecil dari integer.Signed range : -128 s.d 127 unsigned
range : 0 s.d 255
2. Smallint ukuran kecil dari integer.Signed range : -32768 s.d 32767
unsigned range : 0 s.d 65535
3. Mediumint ukuran menengah dari integer Signed range : -8388608 s.d
8388607 unsigned range : 0 s.d 16777215int
4. IntegerIntegerSigned range : -2147483648 s.d 2147483647Unsigned range
: 0 s.d 4294967295
5. Bigint ukuran terbesar dari integer signed range : -9223372036854775808
s.d 9223372036854775808 unsigned range : 0 s.d
18446744073709551615
6. FloatPresisi tunggal Range : -3.402823466E+38 s.d -1.175494351E-38,0,
1.175494351E-38 s.d 3.402823466E+38 TypeRange double, double
precision, real Presisi ganda Range : -7976931348623157E+308 s.d -
2.2250738585072014E-308, 0, dan 2.2250738585072014E-308 s.d
1.7976931348623157E+308 decimal, numeric
Pecahan dengan range seperti tipe data DOUBLEDateTanggalFormat : 'YYYY-
MM-DD'datetimeKombinasi tanggal dan jamRange : '1000-01-01 00:00:00' s.d
‘9999-12-31 23:59:59'Format : 'YYYY-MM-DD
HH:MM:SS'timestampKombinasi tanggal dan jam yang berisi waktu saat tabel
diakses.Range : '1970-01-01 00:00:00' s.d Tahun 2037Format :
YYYYMMDDHHMMSS, YYMMDDHHMMSS, YYYYMMDD, atau
YYMMDDTimeJamRange : '-838:59:59' s.d '838:59:59'Format :
'HH:MM:SS'YearTahunRange : 1901 s.d 2155 (4 digit),1970-2069 (2
digit)Format : 'YYYY'CharKarakter dengan panjang tetap sesuai saat pembuatan
tabel dengan karakter spasi dihilangkan pada saat penyimpananRange : 1 s.d 255
charactersnchar,national char
Karakter dengan panjang tetap sesuai saat pembuatan tabel namun karakter spasi
tidak dihilangkan pada saat penyimpananRange : 1 s.d 255
characters.varcharKarakter dengan panjang sesuai saat panjang karakter ditulis,
dengan karakter spasi dihilangkan pada saat penyimpanan.Range : 1 s.d 255
characters. tinyblob, tinytext TEXT/BLOB dengan panjang maksimal 255
karaktermediumblob, mediumtext 65535 TypeRange longblob, longtext
16777215enum ('value1', 'value2', …) Obyek string yang hanya boleh diisi dari
daftar pilihan value yang diberikan, NULL, atau error valueMaksimum value :
65535set ('value1', 'value2', …) Obyek string yang hanya boleh diisi dari daftar
pilihan value yang diberikan, NULL, atau error valueMaksimum value :
64Sumber : Ridwan Sanjaya dan Yoni Eza Ikhmawan, 2003

2.8.4 Bahasa SQL


Dalam SQL terdapat tiga subbahasa, yaitu
1. Data Definition Language (DLL) yang digunakan untuk membangun objek-
objek dalam database, seperti tabel dan indeks;
2. Data Manipulation Language (DML) yang digunakan untuk menambah,
mencari, mengubah dan menghapus baris dalam tabel; dan
3. Data Control Language (DCL) yang digunakan untuk menangani masalah
sekuriti dalam database. Ketiga komponen ini dapat diakses setelah database
dibuka atau dipanggil. (Ridwan Sanjaya dan Yoni Eza Ikhmawan, 2003). Hal
yang perlu diperhatikan dalam pembuatan database adalah penulisan nama
database tidak diperbolehkan menggunakan spasi dan karakter non standar.
Bentuk penulisan perintah untuk membuat database baru adalah :
Create database nama_databases;
Untuk membuat database latihan:
create database latihan;
Sedangkan untuk melihat keseluruhan database dapat digunakan perintah :
shows databases;
Untuk memanggil atau menggunakan database digunakan
perintah:
use nama_database;
Untuk menggunakan database latihan:
use latihan;
Untuk menghapus database digunakan perintah:
drop database nama_database;
Untuk menghapus database latihan:
drop database latihan;
1. Sintak Data Definition Language (DLL) Sintak Data Definition Language terdiri
atas create, alter, dan drop. DDL bertugas untuk membuat objek SQL dan
menyimpan definisinya dalam tabel. Contoh obyek yang dimaksud adalah tabel,
view, dan index. Pembuatan tabel, serta perintah untuk menghapus tabel,
dilakukan dengan subbahasa yang tergolong dalam DDL.
a.Membuat TabelStruktur penulisan:
create table nama_table (nama_field type, …);
Sintaks membuat tabel produk :c
reate table produk (nama varchar(25), harga bigint);
b. Mengganti nama tabelStruktur penulisan:
alter
table nama_table_lama rename nama_table_baru;
Sintaks mengganti tabel produk menjadi tabel barang:
alter table produk rename barang;
c. Menghapus tabelStruktur penulisan: drop table nama_table;
Sintaks menghapus tabel barang: drop table barang;
2. Sintak Data Manipulation Language (DML)Data Manipulation Language (DML)
terdiri dari select, update, insert, dan delete
a. Memasukkan data (insert)Ada dua perintah yang dapat digunakan untuk
memasukkan data ke dalam tabel: insert into nama_table values (isi_field1,
isi_field2, ..., isi_fieldn);
Contoh:
insert into barang values (‘Buku’, 45000);
Jenis perintah yang kedua:
insert into nama_table (nama_field1, nama_field2, ..., nama_fieldn) values
(isi_field1, isi_field2, ..., isi_fieldn);
Contoh:
insert into barang (nama, harga) values (‘Buku’, 45000);
b. Menampilkan data (select)Perintah select digunakan untuk menampilkan data.
Perintah ini hampir 90% digunakan dalam pemakaian database MySQL untuk
menampilkan informasi berdasarkan kriteria dan urutan tertentu.Struktur
penulisan
select [fields] from [nama_tabel]where [kondisi]order by [nama_field]
group by [nama_field] asc|desclimit [batasan];
Setelah penulisan select, [fields] dapat diganti dengan menyebutkan satu nama
field saja atau beberapa field sekaligus yang dipisah dengan tanda koma (,),
penulisan field-field tersebut digunakan untuk memunculkan data dari kolom
mana saja yang akan ditampilkan. Jika seluruh kolom akan ditampilkan, dapat
menggunakan tanda asterik (*) untuk mewakilinya.Kemudian perintah dilanjutkan
dengan penulisan from [nama_tabel], yang dimaksudkan untuk menyebutkan
nama tabel yang akan digunakan sebagai sumber untuk menampilkan kolom-
kolom yang telah disebutkan sebelumnya.Contoh penulisan:
select * from produk;select nama, harga from produk;
Sedangkan pada baris where [kondisi], dituliskan kriteria apa saja yang
disyaratkan untuk menampilkan data. Contoh : untuk menampilkan produk pasta
gigi:
select * from produk where nama = ‘Pasta Gigi’;
Klausa
order by
digunakan untuk mengurutkan hasil. Untuk mengurutkan berdasarkan urutan
terkecil ke besar dapat menggunakan asc (ascending), sedangkan untuk
mengurutkan data yang terbesar ke yang kecil digunakan desc
(descending).Contoh :
select * from produk order by nama desc;
Mengubah data (Update)Digunakan untuk proses update (memperbaharui data)
agar sesuai dengan kondisi yang diinginkan.Struktur penulisan:
update nama_tabel set nama_field1=isi_baru1, nama_field2=isi_baru2, . . .,
nama_fieldn=isi_barun where kriteria;
Contoh untuk mengubah nama produk pasta gigi menjadi odol:
update produk set nama=”Odol” where nama=”Pasta gigi”;
d.Menghapus data (Delete)Digunakan untuk menghapus data apabila terdapat
kesalahan data atau data sudah tidak dipakai lagi.Struktur penulisan:
delete from nama_tabel where kriteria;
Contoh untuk menghapus nama produk pasta gigi:
delete from produk where nama=”Pasta gigi”;
1.Sintaks Data Control Language (DCL)Data Control Language (DCL)
merupakan alat kontrol keamanan terhadap database dan tabelnya yang terdiri dari
dua yaitu grant dan revoke.Yang berhak pemberian perintah ini adalah adalah user
yang mempunyai hak sebagai admin (root).a.GrantGrant digunakan untuk
mengizinkan user mengakses table dalam database tertentu.
Struktur penulisan:
grant [privileges] on nama_tabel | nama_database.namatabel] to [nama_user];
Privileges dapat diisi dengan
all privileges
, jika hak akses terhadap database atau tabel tertentu diberikan semuanya. Jika
hanya diberikan untuk satu tabel tertentu atau beberapa saja, dapat memilih
diantara privileges
alter, create, delete, drop, file, reload, index, insert, process, references, reload,
select, shutdown, update,
dan
usage.
Contoh penggunaan grant untuk mengizinkan user “farazinux” mengakses semua
isi (disimbolkan dengan asterik atau *) yang ada pada database latihan.
grant all priveleges on latihan.* to farazinux@localhost;flush privileges;
b.RevokeKebalikan dari Grant, Revoke digunakan untuk mencabut kembali izin
yang sudah diberikan sebelumnya oleh grant. Struktur penulisan:
revoke [privileges] on [nama_tabel | nama_database.namatabel] to [nama_user];
Contoh penggunaan revoke untuk mencabut user “farazinux” dari hak delete pada
semua database latihan
revoke delete on latihan.* to farazinux@localhost;flush privileges;

2.9 Mengenal Visual Basic 6

Visual Basic adalah sebuah bahasa pemrograman yang digunakan untuk


membuat program aplikasi berbabasis orientasi objek atau Objek Oriented
Program (OOP). Visual Basic merupakan pengembangan dari bahasa Basic yang
pernah popular. Dengan Visual Basic, perancangan sebuah program akan lebih
mudah dan menyenangkan karena didukung oleh komponen-komponen pelengkap
yang memiliki standar Windows.

2.9.1 Komponen Visual Basic 6

Visual basic terdiri dari beberapa komponen antara lain :


Project adalah kumpulan modul yang dimiliki oleh sebuah program, sekaligus
sebagai kontrol utama dari program. Di project ini terkandung komponen-
komponen pendukung Visual Basic yang lain seperti :
a. Jendela Project Explorer
Adalah jendela yang menampilkan nama project dan komponen-
komponen yang disertakan dalam sebuah project, misalnya form,
module, file resource, dan lainnya.

Gambar 2.7 Jendela Project Explorer

b.Form
Form adalah sebuah objek yang digunakan sebagai alat berinteraksi
antara program dengan pemakai (user).

Gambar 2.8 Form Standard

c. Objek Kontrol
Objek Kontrol adalah objek-objek yang terdapat pada Visual Basic
untuk kontrol program.
Gambar 2.9 Toolbox

d. Jendela Properties
Jendela Properties adalah jendela yang memuat jenis-jenis properti
yang dimiliki oleh suatu objek dan digunakan untuk mengubah
properti suatu objek pada saat mendesain form.

Gambar 2.10 Jendela Properties

e. Event
Event adalah sebuah peristiwa atau kejadian yang merupakan hasil
interaksi dari perintah yang diterima oleh objek. Jenis dan contoh
event
1. Event untuk Mouse : Click, DblClick, DragOver, Drag Drop,
MouseDown, Mouse Up, Mouse Move.
2.Event untuk Keyboard : KeyPress, KeyDown, KeyUp.
3. Event untuk perubahan : Activate, Decativate, load,
queryUnload, Unload, GotFocus, LostFocus, Initialize, Paint,
resize, Change.
4. Event OLE : LinkOpen, LinkClose, LinkExecute, LinkError, Link
Notify
5.Event lainnya : Timer, Scroll, Validate, dan lain-lain.
f. Metode
Metode adalah prosedur atau fungsi yang sudah dimiliki oleh suatu
objek dan digunakan untuk mengatur perilaku objek tersebut.
Beberapa metode yang sering di gunakan diantaranya Hide, Show,
Setfocus, Refresh, ZOrder, Move.
g.Module Standart dan Module Class
Module Standart merupakan tempat pendeklarasian variable,
prosedur, atau fungsi. Module Class adalah modul yang berupa objek
kelas yang mempunyai properti dan metode yang telah tersdefinisi.
h. Jendela Kode
Jendela Kode adalah tempat perintah-perintah dituliskan. Bentuk
perintah (kemudian disebut kode) biasa disebut syntax.

Gambar 2.11 Jendela Kode


BAB III

ANALISIS SISTEM

2.1 Kondisi dan Gambaran Umum Objek Observasi

Toko Gadgetanda merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang


penjualan alat komunikasi khususnya smartphone dan aksesorisnya, perusahaan
ini merupakan salah satu dari pelopor perusahaan lainnya yang sejenis, yang
berkonsentrasi pada penjualan barang-barang kepada konsumen atau toko sejenis.
Pada awal berdiri, toko Gadgetanda tidak mengalami kendala yang berarti
dalam menjalankan usahanya, ini dikarenakan jumlah barang dagangan Toko
Gadgetanda belum begitu banyak, sehingga proses pembukuan dan
pendokumentasian data dilakukan dengan cara menuliskan pada faktur, form dan
laporan harian, setelah itu data transaksi disimpan pada file Spreed Sheet. Seiring
berjalannya waktu, toko Gadgetanda mengalami perkembangan yang terus
meningkat, jumlah permintaan barang terus bertambah yang menyebabkan toko
Gadgetanda mengalami kesulitan dalam melakukan pembukuan dan
pendokumentasian data transaksi, sehingga muncul kendala sebagai berikkut :
3. Proses pencatatan data pembelian, penjualan dilakukan dengan cara
menuliskannya pada faktur kemudian dicatatat kembali dalam sebuah form
laporan harian setelah itu data transaksi tersebut disimpan dalam sebuah file
spreed sheet dengan penyimpanan file yang tidak sistematis. Proses tersebut
memerlukan waktu yang tidak singkat selain itu pada data transaksi-transaksi
tersebut sering terjadi kesalahan pencatatan, akibatnya informasi persediaan
barang menjadi tidak tepat dan akurat.
4. Pengelolaan dan pengontrolan informasi mengenai persediaan barang masih
dilakukan dengan cara mencari pada file spreed sheet yang berisi catatan data
transaksi-transaksi yang terjadi. pengolahan data pemesanan, pembelian,
penjualan, dan persediaan barang yang terdapat pada toko Gadgetanda
memungkinkan petugas menunda–nunda tugas yang diberikan. Akibatnya
informasi persediaan barang tidak dapat disajikan pada saat dibutuhkan.
Atas dasar permasalahan tersebut, kepala toko merasa perlu mengadakan
perombakan dalam proses bisnis perusahaan dan memutuskan untuk melakukan
pengolahan data transaksi secara terkomputerisasi dengan menggunakan aplikasi
khusus dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dari perusahaan,
meminimalisir kesalahan yang terjadi, serta sirkulasi persediaan barang dan
distribusi barang berjalan dengan baik.

2.1.1 Struktur Organisasi

Toko Gadgetanda dikepalai oleh seorang kepala toko yang sekaligus


merupakan pendiri dan pemilik perusahaan. Dalam melakukan kegiatan
operasional, kepala toko mempekerjakan tiga orang karyawan, dengan tugas dan
fungsi yang sama dibawah pengawasan kepala toko, sehingga dalam melakukan
tugasnya tiga karyawan tersebut bekerja sama. Tugas dan wewenang masing-
masing karyawan tidak terdefinisi dengan jelas, sehingga toko Gadgetanda tidak
mempunyai struktur organisasi yang resmi. Oleh karena itu, penulis mencoba
untuk menggambarkan struktur organisasi, sesuai dengan kenyataan yang terjadi
berdasarkan proses bisnis pada toko Gadgetanda.
Berikut ini merupakan gambaran struktur organisasi pada toko
Gadgetanda.

Gambar 3.1 Gambaran Struktur Organisasi Toko Gadgetanda

2.1.2 Tugas dan Wewenang

Berikut ini merupakan uraian tugas dan wewenang setiap bagian atau unit
yang terlibat dalam proses bisnis perusahaan berdasarkan gambaran struktur
organisasi toko Gadgetanda :
1. Kepala Toko
Kepala toko mempunyai kekuasaan penuh untuk mengatur kegiatan
operasional perusahaan.
Tugas dan wewenang kepala toko, antara lain sebagai berikut :
a. Menetapkan kebijakan perusahaan.
b. Merancang dan menetapkan program kerja perusahaan.
c. Mengawasi kegiatan operasional perusahaan.
d. Mewakili perusahaan pada kegiatan pertemuan yang diselenggarakan oleh
Pemasok.
e. Menuntukan Barang yang akan dijual di toko.
2. Bagian Administrasi
Bagian administrasi bertanggung jawab atas pendokumentasian setiap
kegiatan transaksi- transaksi perusahaan.
Tugas dan wewenang bagian administrasi antara lain sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab terhadap kepala toko.
b. Melakukan pemesanan barang, pembelian dan meretur pada pemasok.
c. Melakukan pembayaran kepada pemasok sesuai dengan catatan
pembukuan dan rincian tagihan dari pemasok.
d. Melakukan pembukuan atas setiap transaksi yang terjadi baik dengan
pemasok maupun dengan konsumen.
e. Mengontrol persedian barang.
f. Membuat Laporan pembelian, penjualan, persedian barang, retur,
keuangan.
3. Bagian Penjualan
Bagian penjualan bertanggung jawab atas terjaganya hubungan harmonis
antara konsumen dengan perusahaan mengenai penjualan barang.
Tugas dan wewenang Bagian pemasaran antara lain sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab terhadap kepala toko.
b. Melakukan penawaran, promosi barang kepada konsumen.
c. Melakuakn penjualan barang baik pada konsumen atau toko lain.
d. Melayani keluhan konsumen.
e. Melakukan kegiatan promosi untuk mendapatkan konsumen baru.
f. Melaporkan data transaksi penjualan harian kepada bagian administrasi.
4. Bagian Teknisi
Bagian teknisi bertanggung jawab atas terjaganya hubungan harmonis antara
konsumen dengan perusahaan mengenai keluhan konsumen pada hal hal yang
teknis.
Tugas dan wewenang bagian teknisi antara lain sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab terhadap kepala toko.
b. Menangani keluhan konsumen.
c. Melakukan perbaikan barang bila terjadi kerusakan.
d. Membantu konsumen dalam pengoperasi barang.
e. Melaporkan data transaksi perbaiakan dan retur harian kepada bagian
administrasi.

2.2 Analisis Sistem Informasi persediaan Barang

Bagian ini membahas dan menguraikan sistem informasi yang terjadi pada
toko Gadgetanda baik secara narasi maupun menggunakan alat bantu Flowmap,
menjabarkan dokumen-dokumen yang mengalir dan entitas yang terlibat dalam
sistem informasi persediaan barang pada toko Gadgetanda.

2.2.1 Uraian Prosedur

Berikut ini merupakan uraian prosedur sistem, yang sedang berjalan pada
toko Gadgetanda, secara narasi :
6. Proses Penjualan
a. Konsumen melakukan permintaan barang pada bagian penjualan.
b. Bagian penjualan mengecek persediaan barang yang diminta oleh
konsumen dan terdapat dua kemungkinan yaitu
a. Permintaan barang konsumen tidak tersedia pada persediaaan barang
maka permintaan tidak terpenuhi. Bagian penjualan mengembalikan
permintaan pada konsumen.
b. Permintaan barang tersedia pada persediaaan barang maka permintaan
terpenuhi. Apabila barang terpenuhi maka bagian penjualan membuat
faktur penjualan sebanyak dua rangkap. Lembar pertama diserahkan
pada konsumen, lembar kedua diserahkan pada bagian administrasi.
c. Bagian penjualan akan membuat laporan harian penjualan pada saat
transaksi terakhir telah selesai dan dilaporan tersebuat diserahkan pada
bagian administrasi.
d. Bagian Administrasi akan mengecek faktur barang dan laporan penjulan
harian jika sesuai maka akan diinputkan pada file Spreed Sheet penjualan
dan dicatatat pada file Spreed Sheet persediaan barang dan mengurangi
persediaan barang yang telah terjual.

7. Proses Pemesanan
Bagian administrasi akan melakukan pencarian persediaan barang yang
kosong.lalu akan membuatkan PO (Purchase Order) dari data persediaan
barang kosong tersebut lalu dikirim ke pemasok.
8. Proses Pembelian
a. Pemasok akan memberikan faktur pembelian barang
b. Bagian Administrasi mengecek kesesuaian data faktur pembelian dengan
data pemesanan barang. Jika tidak sesuai maka akan dikembalikan pada
pemasok dan jika faktur pembelian sesuai maka bagian adminstrasi akan
memcatatat transaksi pembelian pada file Spreed Sheet pembelian dan
menambar persediian barang pada file Spreed Sheet persediaan barang.
9. Proses Retur
Bagian teknisi menerima faktur penjualan kemudian dilakuakan pengecekan
antara faktur penjualan dengan barang yang akan di retur, Apabila sesuai maka
akan dibuatkan faktur retur barang. Faktur retur barang diberikan pada bagian
administrasi.
10. Pada akhir bulan, bagian administrasi mengerjakan tugas bulanannya antara
lain :
a. Mengecek data persedian barang dan mencetaknya untuk dijadikan acuan
dalam kegiatan stock of name bulanan.
b. Membuat Laporan persedian barang berdasarkan hasil stock of name dan
menyerahkan hasilnya kepada kepala toko.
c. Membuat Laporan pembelian barang berdasarkan data pembelian barang
dan menyerahkan hasilnya kepada kepala toko.
d. Membuat Laporan penjualan barang berdasarkan data penjualan barang
dan menyerahkan hasilnya kepada kepala toko

2.2.2 Analisis Dokumen

Analisis Dokumen dilakukan untuk mengetahui dokumen-dokumen apa saja


yang digunakan dan dihasilkan sistem informasi persedian barang pada toko
Gadgetanda.
1. Dokumen Masukan
Dokumen masukan atau Dokumen Input merupakan dokumen yang diterima
oleh sistem dari pihak terkait dan dapat menjadi masukan untuk proses
selanjutnya, Dokumen Input terdiri dari :
a. Nama Dokumen : Permintaan barang
Deskripsi : Merupakan masukan permintaan barang pada toko
Sumber : konsumen
Tujuan : Bagian penjualan
Frekuensi : Setiap terjadi permintaan
Volume : Setiap hari
Item Data : Nama barang, Type, Warna
Hasil Analisa : Dokumen belum sesuai dengan kebutuhan sistem
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem
b. Nama Dokumen : Faktur pembelian
Deskripsi : Tanda Bukti pembelian barang dari pemasok dan
dijadikan sebagai dasar untuk perhitungan persedian
barang.
Sumber : Pemasok
Tujuan : Bagian administrasi
Frekuensi : Setiap terjadi pembelian barang
Volume : 1 Minggu sekali
Item Data : No faktur, Tanggal, Nama pemasok,
Alamat pemasok, No telp, Jumlah barang,
Nama barang, Harga, Total.
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem

c. Nama Dokumen : Laporan penjualan harian


Deskripsi : Merupakan akumulasi dari faktur penjualan yang
dijadikan sebagai bahan untuk update stock
Sumber : Bagian penjualan
Tujuan : Bagian administrasi
Frekuensi : Pada saat transaksi penjualan berakhir.
Volume : Setiap hari
Item Data : Tanggal penjualan, No faktur, Keterangan,
Jumlah barang, Harga, Total
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem
2. Dokumen Keluaran
Dokumen Keluaran atau Dokumen Output merupakan dokumen yang
dihasilkan oleh sistem untuk pihak luar atau pihak terkait dan dapat dijadikan
sebagai bahan pengambilan keputusan, Dokumen Output terdiri dari :
a. Nama Dokumen : Laporan Persediaan barang
Deskripsi : Sisa persediaan barang dari hasil stock of name
dijadikan sebagai pemberitahuan kepada kepala toko
mengenai persedian barang perbulan dan nilai
nominalnya
Sumber : Bagian administrasi
Tujuan : kepala toko
Frekuensi : bulanan
Item Data : Kode barang, Nama barang, Serial Number,
Jumlah, harga , total.
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem.
b. Nama Dokumen : Laporan penjualan
Deskripsi : Laporan penjualan barang periode bulanan dijadikan
sebagai dasar pengambilan keputusan untuk membuat
rencana pemasaran pada periode yang akan datang,
dan sebagai bahan untuk membuat laba rugi.
Sumber : Bagian administrasi
Tujuan : Kepala toko
Frekuensi : Bulanan
Item Data : Periode bulan, Nama barang, Jumlah terjual, total
Penjualan, grand total.
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem.
c. Nama Dokumen : Laporan pembelian
Deskripsi : Laporan pembelian barang digunakan untuk
mengetahui jumlah pengeluaran toko, dan sebagai
bahan untuk membuat laba rugi.
Sumber : Bagian administrasi
Tujuan : Kepala toko
Frekuensi : Bulanan
Item Data : Periode bulan, Nama barang, Jumlah beli, harga, total
pembelian , grand total.
Hasil Analisa : Dokumen sudah sesuai dengan kebutuhan sistem.

2.2.3 Analisis Entitas

Didalam sistem terdapat entitas-entitas yang saling berinteraksi melalui


suatu aktifitas tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu entitas
dapat berupa orang, unit, atau pihak terkait yang berinteraksi dengan sistem.
Setiap entitas dapat bertindak sebagai pemberi masukan (input), pemroses data
atau pengolah data, atau penerima keluaran (output).
Entitas dapat didefinisikan sebagai pihak-pihak terkait yang
berkepentingan atas berjalannya suatu proses dalam sebuah sistem. Entitas yang
terlibat secara langsung dalam proses pengolahan data dikelompokan kedalam
entitas dalam, sedangkan entitas yang tidak terlibat dalam proses pengolahan data
dan bertindak memberi masukan (input) atau menerima keluaran (output),
dikelompokan kedalam entitas luar.

1. Entitas Luar, terdiri dari : Pemasok, Kepala toko, dan konsumen


2. Entitas Dalam, terdiri dari : Bagian administrasi, Bagian penjualan, Bagian
teknisi
2.2.4 Flowmap berjalan sistem persediaan barang

KONSUMEN BAG.PENJUALAN KEPALA TOKO BAG.ADMINISTRASI PEMASOK BAG. TEKNISI

Mulai Permintaan Validasi Data


barang persedian Persediaan Pembuatan PO 1
barang barang kosong PO
Permintaan
barang
Barang Faktur
tersedia? PO Penjualan
PO dan data
Pemeriksaan barang
T Persedian
Y
barang
Permintaan Faktur Faktur
barang Pembelian Pembelian
Permintaan Validasi
barang tidak terpenuhi A1 Faktur
terpenuhi penjualan
dan barang
Faktur validasi PO dan
Pembuatan penjualan Faktur
faktur Faktur
Pembelian
penjualan Penjualan
valid
Laporan Faktur
Penjualan Pembelian
harian dan sesuai T
Faktur tidak valid
Faktur Faktur faktur
Penjualan penjualan
Penjualan Penjualan Pembuatan
tanda terima
barang dan
surat jalan
Pengecekan
retur
faktur dan
Faktur laporan Y
Pembuatan
Penjualan penjualan
laporan
dan data penjualan
barang harian

Tanda terima
Laporan Tanda
barangterima
1
Penjualan barang
sesuai
harian dan
faktur
penjualan Faktur
Pembelian valid
Laporan
Penjualan 2
2 Laporan harian valid A2
Penjualan
harian tidak
Tanda terima valid
barang Pencatatan Update Pencatatan
data persediaan data Surat jalan
penjualan 3 Surat jalan
barang Pembelian barang
barang

Data
Data Penjualan Data Persedian
Pembelian Surat jalan
barang barang
barang barang
3
A3

Pembuatan Pembuatan
Laporan Cetak data
laporan
penjualan persedian
pembelian
bulanan barang
barang

Laporan Laporan Daftar Laporan


penjualan penjualan Persedian pembelian
barangac barang barang barang

Laporan
pembelian
barang
Stock of
name
bulananan

Laporan Laporan
persediaan persediaan
Laporan
barang bulanan barang
persediaan
barang bulanan

Selesai A4

Diagram 3.1 Flowmap Sistem Berjalan Toko Gadgetanda


2.3 Evaluasi Sistem

Setelah menganalisis prosedur dan dokumen pada Sistem Informasi


persediaan barang yang sedang berjalan, penulis menemukan beberapa
kejanggalan yang dapat menimbulkan permasalahan dan dapat diangkat sebagai
pengembangan sistem yang akan diusulkan. Sistem informasi persediaan barang
yang sedang berjalan memiliki kelemahan, diantaranya sebagai berikut :
1. Proses pencatatan data pembelian, penjualan dilakukan dengan cara
menuliskannya pada faktur kemudian dicatatat kembali dalam sebuah form
laporan harian setelah itu data transaksi tersebut disimpan dalam sebuah f ile
spreed sheet dengan penyimpanan file yang tidak sistematis. Proses tersebut
memerlukan waktu yang ditak singkat selain itu pada data transaksi-transaksi
tersebut sering terjadi kesalahan pencatatan, akibatnya informasi persediaan
barang menjadi tidak tepat dan akurat.
2. Pengelolaan dan pengontrolan informasi mengenai persediaan barang masih
dilakukan dengan cara mencari pada file spreed sheet yang berisi catatan data
transaksi-transaksi yang terjadi. pengolahan data pemesanan, pembelian,
penjualan, dan persediaan barang yang terdapat pada toko Gadgetanda
memungkinkan petugas menunda–nunda tugas yang diberikan. Akibatnya
informasi persediaan barang tidak dapat disajikan pada saat dibutuhkan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis bermaksud untuk merancang
dan mengembangkan sistem yang lebih baik dan membangun perangkat lunak
pendukungnya dengan harapan dapat meningkatkan kinerja perusahaan serta
meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi.

BAB IV

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM


2.1 Perancangan Sitem Informasi Persediaan Barang

Bagian ini membahas dan menguraikan sistem informasi persediaan


rancangan penulis berdasarkan hasil analisis sistem pada bab sebelumnya.
Rancangan sistem diuraikan secara narasi maupun menggunakan alat bantu
Flowmap, Data Flow Diagram, dan Entity Relationship Diagram. Sistem
informasi persediaan barang rancangan penulis, diharapkan dapat memberikan
solusi terhadap permasalahan yang terjadi serta dapat segera diimplementasikan
sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dari objek obsevasi terkait.

2.1.1 Uraian Prosedur Usulan

Berikut ini merupakan uraian prosedur sistem informasi persediaan barang


hasil rancangan penulis yang disampaikan secara narasi.
11. Konsumen melakukan permintaan barang pada bagian penjualan.
12. Bagian penjualan mengecek persediaan barang pada tabel persediaan barang
untuk memenuhi permintaan konsumen dan terdapat dua kemungkinan yaitu
c. Permintaan barang konsumen tidak tersedia pada persediaaan barang maka
permintaan tidak terpenuhi. Bagian penjualan akan mencari data barang
tersebut bila data barang tidak ditemukan pada database maka data barang
tersebuat akan disimpan pada pada tabel permintaan, dan akan dibuatkan
daftar permintaan konsumen lalu diberikan pada kepala toko untuk
pengambilan keputusan pemesanan barang. Kepala toko memberikan
daftar pemesanan barang kepada bagian administrasi. Bagian administrasi
akan membuatakan PO berdasarkan daftar pemesanan barang dari kepala
toko. PO tersebut dikirimkan kepada pemasok.
d. Permintaan barang tersedia pada persediaaan barang maka permintaan
terpenuhi. Apabila barang terpenuhi maka bagian penjualan mencetak
faktur penjualan sebanyak dua rangkap.lembar pertama diserahkan pada
konsumen, lembar kedua diserahkan pada bagian administrasi. dan secara
otomatis transaksi akan tersimpan pada tabel transaksi penjualan dan
mengurangi persediaan yang ada pada tabel persediaan barang. Bagian
penjualan akan mencetak laporan penjualan pada saat kepala
membutuhkannya, lembar pertama diserahkan pada kepala toko dan yang
kedua diarsipkan.
13. Bagian administrasi mencetak laporan pemesanan sebanyak dua rangkap
lembar pertama diserahkan pada kepala toko dan lembar kedua diarsipkan.
14. Pemasok mengirimkan barang dan dan faktur pembelian barang.
15. Bagian administrasi melakukan pengecekan antara faktur pembelian dengan
PO yang ada pada database, apakah faktur pembelian tersebut sesuai dengan
PO atau tidak.
a. Faktur pembelian tidak sesuai dengan PO, maka faktur pembelian bersama
barang akan dikembalikan pada pemasok.
b. Faktur pembelian sesuai dengan PO, maka faktur pembelian akan
disimpan pada tabel transaksi pembelian barang dan secara otomatis akan
menambah data persedian barang.
16. Bagian administrasi mencetak laporan transaksi pembelian sebanyak dua
rangkap lembar pertama diserahkan pada kepala toko dan lembar kedua
diarsipkan.
17. Bagian administrasi mencetak juga dan mencetak laporan persediaan barang
sebanyak dua rangkap, lembar pertama diserahkan pada kepala toko dan yang
kedua dijadikan acuan kegiatan stock of name.
18. Bagian teknisi menerima faktur penjualan dan konsumen kemudian dilakukan
pengecekan antara faktur penjualan dengan barang yang akan di retur, Apabila
sesuai maka data retur barang disimpan pada database dan dibuatkan tanda
terima barang sebanyak dua rangkap. Tanda terima barang lembar pertama
diberikan pada konsumen, dan lembar yang kedua diarsipkan. Bagian teknisi
akakn membutkan surat jalan untuk mengirim barang yang diretur ke pemasok
sebanyak dua rangkap. Lembar pertama diberikan kepada pemasok dan
lembar kedua diarsipkan.bagian administrasi mencetak laporan retur barang
untuk diberikan pada kepala toko dan diarsipkan dibagian administrasi.
2.1.2 Flowmap Usulan Sistem Informasi Persediaan Barang Toko

Gadgetanda

Diagram 4.1 Flowmap usulan sistem informasi persediaan barang toko Gadgetanda
2.1.3 Data Flow Diagram

Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan aliran data didalam


sistem dan menjelaskan fungsi perngkat lunak pendukung sistem dan hubungan
antar komponen-komponen yang saling berhubungan di dalam sistem. Pada
bagian ini, aliran data yang mengalir dalam rancangan Sistem informasi
persediaan barang diuraikan menggunakan alat bantu Data Flow Diagram yang
terdiri dari Context Diagram atau Diagram Konteks dan Data Flow Diagram
Levelled. Simbol Data Flow Diagram yang digunakan penulis merupakan simbol
Data Flow Diagram versi Yourdan/De Marco, simbol Data Flow Diagram versi
Yourdan/De Marco digunakan karena menurut penulis simbol tersebut lebih
ringkas dan paling umum digunakan di lingkungan kampus tempat penulis
menuntut ilmu.

.1.3.1 Diagram Konteks

Diagram Konteks Sistem informasi persediaan barang menggambarkan


keseluruhan Sistem informasi persediaan barang secara global, menggambarkan
masukan (input) yang diterima oleh sistem dan keluaran (output) yang dihasilkan
oleh sistem.
Diagram 4.2 Diagram Konteks Sitem Informasi Persediaan Barang

Pada Diagram Konteks Sistem informasi persediaan barang diatas,


terdapat tiga entitas luar yang terlibat dan berinteraksi dengan Sitem Informasi
Persediaan Barang, diantaranya sebagai berikut:
1. Konsumen, bertindak sebagai pihak yang memberikan masukan data pada
sistem.
2. Pemasok, bertindak sebagai pihak yang memberikan masukan data pada
sistem.
3. Kepala toko, bertindak sebagai pihak yang menerima keluaran dari sistem.
bertindak sebagai pihak yang menerima keluaran dari sistem.
.1.3.2 Data Flow Diagram Levelled

DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antar proses


yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini
hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi secara logic

.1.3.2.1 Data Flow Diagram Level 0

Diagram 4.3 Data Flow Diagram Level 0


.1.3.2.2 Data Flow Diagram Level 1 proses 1

Diagram 4.4 Data Flow Diagram Level 1 Proses 1


.1.3.2.3 Data Flow Diagram Level 1 proses 2

Diagram 4.5 Data Flow Diagram Level 1 Proses 2

.1.3.2.4 Data Flow Diagram Level 1 proses 3


Diagram 4.6 Data Flow Diagram Level 1 Proses 3

.1.3.2.5 Data Flow Diagram Level 1 proses 4

3.0

Pemesanan PO
Barang

4.2 4.1

Simpan Data Validasi


Faktur Pembelian Valid Faktur Pembelian Pemasok
Pembelian & permintaan yang
Update stok terpenuhi

Transaksi
Pemesanan
4.3

Pembuatan
Transaksi
Laporan Laporan Pembelian Barang
Pembelian
Pembelian
Barang

Persediaan
Barang Kepala Toko

4.4

Pemnbuatan
Laporan Laporan Persediaan Barang
Persedian Barang

Diagram 4.7 Data Flow Diagram Level 1 Proses 4


4.1.3.2.6 Data Flow Diagram Level 1 proses 5

Diagram 4.8 Data Flow Diagram Level 1 Proses 5

2.1.4 Kamus Data

Kamus Data berfungsi untuk menjelaskan elemen-elemen data dalam Data


Flow Diagram yang bertujuan membantu pelaku sistem untuk memahami aplikasi
perangkat lunak pendukung sistem informasi persediaan barang secara terperinci,
sehingga pelaku sistem dan penulis selaku analis sistem mempunyai dasar
pengertian yang sama mengenai masukan (input), keluaran (output), penyimpanan
(data store), dan proses yang terjadi.
.1.4.1 Penjelasan Aliran Data

Tabel 4.1 Penjelasan Aliran Permintaan Barang

Nama
: Permintaan Barang
Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data permintaan barang yang diberikan konsumen pada toko
Sumber : Konsumen Tujuan : Proses 1.0
Struktur Data
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z ]

Tabel 4.2 Penjelasan Aliran Data Faktur Penjualan

Nama Aliran : Faktur Penjualan


Alias :-
Penjelasan : Data Transaksi Penjualan dan bukti penjualan yang telah
Dilakukan konsumen pada toko
Sumber : Proses 1.0 Tujuan Konsumen
Struktur Data
Tanggal Transaksi Penjualan = tanggal + bulan + tahun
No.Faktur = [A-Z | 0-9]
Tanggal = [0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat Konsumen = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon Konsumen = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z]
Quantity = [0-9]
Harga Jual = [0-9]
Total = [0-9]
Sub Total = [0-9]
Pototngan = [0-9]
Grand Total = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.3 Penjelasan Aliran Data Laporan Penjualan

Nama : Laporan Penjualan


Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data transaksi Penjualan yang disusun dan direkap untuk
diserahkan pada kepala toko dalam periode tertentu
Sumber : Proses 1.0 Tujuan Kepala Toko
Struktur Data
Periode Laporan = tanggal + bulan + tahun
Tanggal Cetak = tanggal + bulan + tahun
No.Faktur = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Total = [0-9]
SubTotal = [0-9]
Potongan = [0-9]
Grand Total = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.4 Penjelasan Aliran Data Daftar Permintaan Barang

Nama
: Daftar Permintaan Barang
Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data permintaan barang yang diberikan bagian penjualan pada
kepala toko
Sumber : Proses 2.0 Tujuan : Kepala Toko
Struktur Data
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z ]

Tabel 4.5 Penjelasan Aliran Data Daftar Pemesanan Barang

Nama
: Daftar Pemesanan Barang
Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data pemesanan barang yang diberikan kepala toko pada
bagaian administrasi
Sumber : Kepala Toko Tujuan : Proses 3.0
Struktur Data
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z ]

Tabel 4.6 Penjelasan Aliran Data Laporan Pemesanan Barang

Nama
: Laporan Pemesanan Barang
Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data pemesanan barang yang diberikan bagian administrasi pada
kepala toko
Sumber : Proses 3.0 Tujuan : Kepala Toko
Struktur Data
Tanggal Periode = tanggal + bulan + tahun
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z ]

Tabel 4.7 Penjelasan Aliran Data PO(Purchase Order)

Nama Aliran : PO (Purchase Order)


Alias :-
Penjelasan : Formulir atau daftar pemesanan barang dari toko pada pemasok
Sumber : Proses 3.0 Tujuan : Pemasok
Struktur Data
Tanggal Pemesanan = tanggal + bulan + tahun
No.PO = [A-Z | 0-9]
Nama Pemasok = [0-9]
Alamat Pemasok = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon/Fax = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z]
Quantity = [0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.8 Penjelasan Aliran Data Faktur Pembelian

Nama Aliran : Faktur Pembelian


Alias :-
Penjelasan : Data transaksi pembelian dan bukti pembelian yang telah
dilakukan toko pada pemasok
Sumber : Pemasok Tujuan : Proses 4.0
Struktur Data
No.Faktur Pembelian = [A-Z | a-z | 0-9]
Tanggal pembelian = tanggal + bulan + tahun
Nama Pemasok = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon/Fax = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Harga Beli = [0-9]
Total = [0-9]
Sub Total = [0-9]
Grand Total = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.9 Penjelasan Aliran Data Laporan Pembelian

Nama : Laporan Pembelian


Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data transaksi Pembelian yang disusun dan direkap untuk
diserahkan pada kepala toko dalam periode tertentu
Sumber : Proses 4.0 Tujuan Kepala Toko
Struktur Data
Periode Laporan = tanggal + bulan + tahun
Tanggal Pembelian = tanggal + bulan + tahun
No.Faktur = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Total = [0-9]
SubTotal = [0-9]
Potongan = [0-9]
Total Akhir = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.10 Penjelasan Aliran Data Laporan Persediaan Barang

Nama : Laporan Persediaan Barang


Aliran
Alias :-
Penjelasan : Data persediaan barang yang disusun dan direkap untuk
diserahkan pada kepala toko dalam periode tertentu
Sumber : Proses 4.0 Tujuan Kepala Toko
Struktur Data
Periode Laporan = tanggal + bulan + tahun
No.Faktur = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Persediaan = [0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.11 Penjelasan Aliran Data Barang Retur

Nama Aliran : Data Barang Retur


Alias :-
Penjelasan : Data yang berisi tentang keterangan barang yang akan
konsumen retur pada toko
Sumber : Konsumen Tujuan : Proses 4.0
Struktur Data
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Serial Number = [A-Z | a-z | 0-9]

Tabel 4.12 Penjelasan Aliran Data Tanda Terima Retur Barang

Nama Aliran : Tanda Terima Retur Barang


Alias :-
Penjelasan : Faktur yang berisi data barang yang telah diretur
Sumber : Proses 5.0 Tujuan : Konsumen
Struktur Data
Tanggal Transaksi Retur = tanggal + bulan + tahun
No.Retur = [A-Z | 0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z ]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z ]
Nama Petugas = [A-Z | a-z |]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]

Tabel 4.13 Penjelasan Aliran Data Surat Jalan Barang

Nama Aliran : Tanda Surat Jalan Barang


Alias :-
Penjelasan : Faktur yang berisi data barang yang telah diretur
Sumber : Proses 5.0 Tujuan : Pemasok
Struktur Data
Tanggal Transaksi Retur = tanggal + bulan + tahun
No.Retur = [A-Z | 0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z ]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z ]
Nama Petugas = [A-Z | a-z |]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]

.1.4.2 Penjelasan Data Store

Tabel 4.14 Struktur Data Store Barang

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi Identitas Barang yang diterima perusahaan dari
pemasok tertentu
Struktur Data
Kode Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Barcode = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Serial Number = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z]

Tabel 4.15 Struktur Data Store Persediaan Barang

Nama Data Store : Persediaan Barang


Penjelasan : Berisi Identitas Barang dan persediaan barang
Struktur Data
Kode Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Serial Number = [A-Z | a-z | 0-9]
Persediaan Barang = [0-9]
Harga Beli = [0-9]
Harga Jual = [0-9]

Tabel 4.16 Struktur Data Store Pemasok

Nama Data Store : Pemasok


Penjelasan : Berisi Identitas Pemasok yang memasok barang
pada perusahaan
Struktur Data
Kode Pemasok = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Pemasok = [A-Z | a-z ]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [0-9]
Fax = [0-9]

Tabel 4.17 Struktur Data Store Konsumen

Nama Data Store : Konsumen


Penjelasan : Berisi data konsumen yang membeli barang kepada toko
Struktur Data
Kode Konsumen = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [0-9]
Tabel 4.18 Struktur Data Store Transaksi Permintaan

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi mengenai data transaksi permintaan dari
konsumen kepada toko
Struktur Data
No_Permintaan = [A-Z | a-z | 0-9]
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z ]

Tabel 4.19 Struktur Data Store Transaksi Pemesanan

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi mengenai pemesanan barang dari toko ke
pemasok
Struktur Data
No.PO = [A-Z | 0-9]
Tanggal = tanggal + bulan + tahun
Kode Pemasok = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Pemasok = [A-Z | a-z ]
Alamat Pemasok = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon Pemasok = [0-9]
Kode Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Serial Number = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z]
Quantity = [0-9]
Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.20 Struktur Data Store Transaksi Penjualan

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi mengenai transaksi penjulan barang kepada
konsumen
Struktur Data
Tanggal Transaksi Penjualan = tanggal + bulan + tahun
No.Faktur = [A-Z | 0-9]
Tanggal = [0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z]
Alamat Konsumen = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon Konsumen = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z]
Quantity = [0-9]
Harga Jual = [0-9]
Total = [0-9]
Sub Total = [0-9]
Pototngan = [0-9]
Grand Total = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.21 Struktur Data Store Transaksi pembelian

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi mengenai transaksi pembelian barang kepada
pemasok
Struktur Data
Tanggal pembelian = tanggal + bulan + tahun
Nama Pemasok = [A-Z | a-z]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon/Fax = [0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
Quantity = [0-9]
Harga Beli = [0-9]
Total = [0-9]
Sub Total = [0-9]
Grand Total = [0-9]
Keterangan = [A-Z | a-z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z]

Tabel 4.22 Struktur Data Store Transaksi Retur

Nama Data Store : Barang


Penjelasan : Berisi mengenai transaksi retur barang
Struktur Data
Tanggal Transaksi Retur = tanggal + bulan + tahun
No.Retur = [A-Z | 0-9]
Nama Konsumen = [A-Z | a-z ]
Alamat = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon = [0-9]
No.Faktu Penjualan = [A-Z | 0-9]
Nama Barang = [A-Z | a-z | 0-9]
SN = [A-Z | a-z | 0-9]
Type = [A-Z | a-z | 0-9]
Warna = [A-Z | a-z ]
Kode Pemasok = [A-Z | 0-9]
Nama Pemasok = [A-Z | a-z |]
Alamat Pemasok = [A-Z | a-z | 0-9]
Telepon Pemasok = [0-9]
No.Faktur Pembelian = [A-Z | 0-9]
Nama Petugas = [A-Z | a-z |]
Keterangan Retur = [A-Z | a-z | 0-9]

2.1.5 Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram (ERD) menjelaskan hubungan antar entitas


didalam Sitem Informasi Persediaan Barang, suatu hubungan dapat terjadi melalui
sebuah interaksi.
PERMINTAAN
MEMILIKI N N MELAKUKAN 1
BARANG

DETAIL
TRANSAKSI
MEMILIKI N TRANSAKSI N MEMILIKI 1 N MELAKUKAN 1 CUSTOMER
PENJUALAN
PENJUALAN

DETAIL
TRANSAKSI
TRANSAKSI
MEMILIKI N N MEMILIKI 1 RETUR N MELAKUKAN
RETUR
KONSUMEN
KONSUMEN

DETAIL
N TRANSAKSI
MEMILIKI TRANSAKSI N MEMILIKI 1 N MENERIMA
RETUR
RETUR
1 1

1 1

DETAIL 1
TRANSAKSI
1 MEMILIKI N TRANSAKSI N MEMILIKI 1 N MELAKUKAN
PEMBELIAN 1
PEMBELIAN

Diagram 4.9 Entity Relationship Diagram


DETAIL
TRANSAKSI
BARANG 1 MEMILIKI N TRANSAKSI N MEMILIKI 1 N MENERIMA 1 PEMASOK
PEMESANAN
PEMESANAN

PERSDIAAN
N MEMILIKI 1 BARANG
2.1.6 Relasi Antar Tabel

Diagram 4.10 Relasi Antar Tabel


2.1.7 Struktur Tabel

Nama Tabel : Barang


Primary Key : Kode_Barang
Tabel 4.23 Struktur Tabel Barang
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
Kode_Barang Varchar 7 Require
Barcode Integer 50 Require
Nama_Barang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require

Nama Tabel : Persediaan Barang


Primary Key : Kode_Barang, SN
Tabel 4.24 Struktur Tabel Persediaan Barang
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
Kode_Barang Text 7 Require
SN Text 50 Require
Stok Integer 5 Require
Harga_Beli Double - Require
Harga_Jual Double - Require

Nama Tabel : Konsumen


Primary Key : Nomor_Member
Tabel 4.25 Struktur Tabel Konsumen
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
Nomor_Member Varchar 6 Require
Nama _Konsumen Varchar 100 Require
Alamat_Konsumen Varchar 255 Require
Telepon Number 24 Require
Nama Tabel : Pemasok
Primary Key : Kode_Pemasok
Tabel 4.26 Struktur Tabel Pemasok
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
Kode_Pemasok Varchar 7 Require
NamaPemasok Varchar 100 Require
Alamat Varchar 255 Require
Telepon Number 14 Require
Fax Number 11 Require

Nama Tabel : Permintaan


Primary Key : No_Permintaan
Tabel 4.27 Struktur Tabel Permintaan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Permintaan Varchar 7 Require
Tanggal Date Require
Nama_Konsumen Varchar 100 Require
Alamat_Konsumen Varchar 255 Require
Telepon_Konsumen Varchar 23 Require
Petugas Varchar 30 Require

Nama Tabel : Detail Permintaan


Primary Key : No_Permintaan
Tabel 4.28 Struktur Tabel Detail Permintaan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Permintaan Varchar 7 Require
Kode_Barang Varchar 7 Require
Nama_ Barang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require
Keterangan Varchar 255 Require

Nama Tabel : Pemesanan


Primary Key : No_PO
Tabel 4.29 Struktur Tabel Pemesanan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_PO Varchar 7 Require
Tanggal Varchar 12 Require
Kode_Pemasok Varchar 7 Require
Nama_Pemasok Varchar 100 Require
Alamat_Pemasok Varchar 255 Require
Telepon_Pemasok Varchar 23 Require
Petugas Varchar 30 Require

Nama Tabel : Detail Pemesanan


Primary Key : NoPO, Kode Barang
Tabel 4.30 Struktur Tabel Detail Pemesanan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_PO Varchar 7 Require
KodeBarang Varchar 7 Require
NamaBarang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require
Quantity Integer 10 Require

Nama Tabel : Pembelian


Primary Key : No_Faktur_Pembelian
Tabel 4.31 Struktur Tabel Pembelian
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Faktur_ Pembelian Varchar 7 Require
Tanggal Varchar 12 Require
Kode_Pemasok Varchar 7 Require
Nama_Pemasok Varchar 100 Require
Alamat_Pemasok Varchar 255 Require
Telepon/Fax Varchar 12 Require
SubTotal Double Require
Potongan Double Require
GrandTotal Double Require
Keterangan Varchar 255 Optional
Petugas Varchar 30 Require

Nama Tabel : Detail Pembelian


Primary Key : No_Faktur_Pembelian, Kode_Barang
Tabel 4.32 Struktur Tabel Detail Pembelian
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Faktur_Pembelian Varchar 7 Require
Kode_Pemasok Varchar 7 Require
Kode_Barang Varchar 7 Require
SN Varchar 50 Require
Nama_Barang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require
HargaBeli Double Require
Quantity Integer 5 Require
Total Double Require
Nama Tabel : Penjualan
Primary Key : No_Faktur_Penjualan, Tanggal
Tabel 4.33 Struktur Tabel Penjualan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Faktur_Penjualan Varchar 7 Require
Tanggal Varchar 12 Require
Nama_Konsumen Varchar 100 Require
Alamat Varchar 255 Require
Telepon Varchar 12 Require
SubTotal Double Require
Potongan Double Require
GrandTotal Double Require
Keterangan Varchar 255 Optional
Petugas Varchar 30 Require

Nama Tabel : Detail Penjualan


Primary Key : No_Faktur_Penjualan, Kode_Barang, SN
Tabel 4.34 Struktur Tabel Detail Penjualan
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Faktur_Penjualan Varchar 7 Require
Kode_Barang Varchar 7 Require
SN Varchar 50 Require
Nama_Barang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require
HargaJual Double
Quantity Integer 5
Total Double
Nama Tabel : Retur
Primary Key : No_Retur
Tabel 4.35 Struktur Tabel Retur
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Retur Varchar 7 Require
Tanggal Varchar 12 Require
Nama_Konsumen Varchar 100 Require
Alamat_Konsumen Varchar 255 Require
Telepon_Konsumen Varchar 12 Require

Nama Tabel : Detail Retur


Primary Key : No_Retur, No_FakturJual, Kode_Barang, SN
Tabel 4.36 Struktur Tabel Detail Retur
Nama Field Tipe Data Ukuran Field Keterangan
No_Retur Varchar 7 Require
No_FakturJual Varchar 7 Require
Kode_Barang Varchar 7 Require
SN Varchar 50 Require
Nama_Barang Varchar 100 Require
Type Varchar 100 Require
Warna Varchar 30 Require
Kode_Pemaok Varchar 7 Require
Alamat Varchar 255 Require
Telepon Varchar 25 Require
No_Faktur_Beli Varchar 7 Require
Keterangan Varchar 255 Require
2.1.8 Rancangan Aplikasi Pendukung Sitem Informasi Persediaan

Barang

Rancangan aplikasi pendukung sitem informasi persediaan barang,


Ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai aplikasi yang akan
dikembangkan. Rincian rancangan aplikasi pendukung sistem terdiri dari struktur
menu, rancangan masukan, rancangan proses dan rancangan keluaran.

.1.8.1 Struktur Menu

Gambar 4.1 Struktur Menu

Rancangan struktur menu bertujuan untuk memberikan gambaran dasar


mengenai fungsi-fungsi yang terdapat didalam aplikasi pendukung sistem
informasi persediaan barang yang akan dikembangkan, beserta gambaran navigasi
penggunaan aplikasi. Berikut ini merupakan rincian rancangan menu aplikasi
berdasarkan struktur menu :
1. Navigasi
Navigasi berisi modul-modul yang dapat digunakan untuk masuk dan
mendapatkan hak akses sesuai wewenang masing-masing bagian/jabatan.dan
keluar dari hak akses tersebut. Menu File memiliki submenu yag terdiri dari :
a. Login
Login berfungsi untuk validasi pada aplikasi sesuai dengan hak akses yang
dimiliki dan mendapat akses menu yang sesuai dengan tugas dan wewenang
pengguna.
b. Logout
Logout berfungsi untuk kekuar dari hak akses yang telah masuk pada
aplikasi
c. Keluar
Keluar berfungsi untuk keluar dari aplikasi dan menututup aplikasi.
2. Menu Data
Menu data berisi modul-modul yang dapat digunakan untuk manipulasi data
master atau data yang frekuensi perubahan jarang dilakukan. Data yang
dimasukan melalui kelompok modul ini merupakan data yang menjadi dasar
acuan terjadinya transaksi, baik pemesanan , pembelian, penjualan dan retur.
Menu Data memiliki submenu yang terdiri dari:
a. Data Barang
Data barang berfungsi untuk memasukan data barang baru atau merubah
data barang yang sudah tersimpan.
b. Data Pemasok
Data pemasok berfungsi untuk memasukan data pemasok baru atau merubah
data pemasok yang sudah tersimpan.
c. Data Konsumen
Data konsumen berfungsi untuk memasukan data konsumen baru atau
merubah data konsumen yang sudah tersimpan.
d. Data Pengguna
Data pengguna berfungsi untuk memsukan data pengguna baru yang akan
menggunakan aplikasi
3. Menu Transaksi
Menu transaksi berisi modul yang dapat digunakan untuk memasukan data
transaksi harian pemesanan barang, pembelian barang, penjualan barang, retur
barang. Data Transaksi yang dimasukan melalui kelompok modul ini
merupakan data yang menjadi dasar pengkalkulasian dan pembuatan laporan
pembelian, penjualan, stok, retur. Menu transaksi memiliki submenu yang
terdiri dari:
a. Transaksi Permintaan
Transaksi permintaan berfungsi untuk memasukan data transaksi permintaan
barang dari konsumen.
b. Transaksi Pemesanan
Transaksi pemesanan berfungsi untuk memasukan data transaksi pemesanan
barang pada pemasok.
c. Transaksi Pembelian
Transaksi pembelian berfungsi untuk memasukan data transaksi pembelian
barang pada pemasok.
d. Transaksi Penjualan
Transaksi penjualan berfungsi untuk memasukan data transaksi penjualan
barang oleh konsumen
e. Transaksi Retur
Transaksi retur berfungsi untuk menginput data transaksi retur barang oleh
konsumen pada toko dan oleh toko pada pemasok
4. Menu Laporan
Menu laporan berisi modul yang dapat digunakan untuk mencetak Laporan
berdasarkan transaksi harian yang terjadi dalam periode tertentu. Menu
Laporan memiliki submenu sebagai berikut :
a. Laporan Pemesanan
Laporan pemesanan berfungsi untuk mencetak seluruh transaksi pemesanan
barang dari toko pada pemasok dalam suatu periode tertentu.
b. Laporan Pembelian
Laporan pembelian berfungsi untuk mencetak seluruh transaksi pembelian
barang dari pemasok dalam suatu periode tertentu.
c. Laporan Penjualan
Laporan penjualan berfungsi untuk mencetak seluruh transaksi penjualan
barang pada konsumen dalam suatu periode tertentu.
d. Laporan Stok barang
Laporan stok barang berfungsi untuk mencetak seluruh transaksi stok
barang dalam suatu periode tertentu.
e. Laporan Retur
Laporan retur berfungsi untuk mencetak seluruh transaksi retur barang oleh
konsumen pada toko dan oleh toko pada pemasok dalam suatu periode
tertentu.
5. Menu Fasilitas
Menu falilitas berisi modul yang dapat digunakan untuk melihat profile dari
pembuat aplikasi dan tutorial penggunaan dari aplikasi . Menu fasilitas
memiliki submenu sebagai berikut :
a. Profile
Profile berfungsi untuk melihat data pembuat aplikasi.
b. Tutorial
Tutorial berfungsi untuk melihat langkah langkah penggunaan aplikasi.
c. Setting Merk
Setting merk berfungsi untuk membuat kode barng untuk suatu merk barang
tertentu
d. Setting Wallpaper
Setting wallpaper berfungsi untuk merubah tampilan wallpaper dimenu
utama.
e. Data Ubah Password
Data ubah password berfungsi untuk merubah password pengguna aplikasi.
.1.8.2 Rancangan Masukan

Rancangan masukan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai


fungsi-fungsi manipulasi data dasar atau master yang akan diolah selanjutnya.

Gambar 4.2 Rancangan Form Verifikasi Login

Gambar 4.3 Rancangan Form Manipulasi Data Barang


Gambar 4.4 Rancangan Form Manipulasi Data Member

Gambar 4.5 Rancangan Form Manipulasi Data Pemasok


FORM HAK AKSES PENGGUNA
NIP / NIK Nama Jabatan

User ID Password Konfirmasi Password

Data
Barang Konsumen Pemasok Pengguna
Transaksi
Pemesanan Penjualan Pembelian Retur
Laporan
Lap.Pemesanan Lap.Pembelian Lap.Penjualan
Lap.Retur Lap.Stok
Fasilitas
Ubah Password Setting Merk
SIMPAN EDIT BATAL KELUAR

Gambar 4.6 Rancangan Form Manipulasi Data Hak Akses Pengguna

.1.8.3 Rancangan Proses

Gambar 4.7 Rancangan Form Transaksi Permintaan


Gambar 4.8 Rancangan Form Transaksi Pemesanan

Gambar 4.9 Rancangan Form Transaksi Pembelian


Gambar 4.10 Rancangan Form Transaksi Penjualan

Gambar 4.11 Rancangan Form Transaksi Retur


Gambar 4.12 Form Laporan Pemesanan Barang

Gambar 4.13 Form Laporan Pembelian Barang


Gambar 4.14 Form Laporan Penjualan Barang

Gambar 4.15 Laporan Form Persediaan Barang

2.2 Implementasi Sitem Informasi Persediaan Barang

Setelah merancang sistem beserta aplikasi perangkat lunak pendukung


sistem, maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan sistem beserta
perangkat lunak pendukung untuk dioperasikan. Implementasi perangkat lunak
mencakup kegiatan transformasi rancangan kedalam program aplikasi perangkat
lunak menggunakan suatu bahasa pemrograman tertentu Adapun perangkat
lunak utama yang digunakan oleh penulis dalam mengembangkan aplikasi
pendukung sistem adalah Visual Basic 6.0 dan MySQL 5.1.

2.2.1 Kebutuhan Sumber Daya

.2.1.1 Sumber Daya Pengembangan Aplikasi

Dalam mengembangkan sistem informasi persedian barang beserta


aplikasi perangkat lunak pendukung sistem, Penulis menggunakan seperangkat
komputer beserta aplikasi perangkat lunak lainnya yang menunjang untuk
pengembangan aplikasi.
.2.1.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras

Dalam mengembangkan aplikasi perangkat lunak pendukung Sitem


Informasi Persediaan Barang, Penulis menggunakan seperangkat komputer
dengan akses jaringan ( client server ) dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Processor : Intel Pentium R DualCore 2.00 Ghz
2. VGA : Intel Graphic GMA 256 Share
3. Memory : 1 GB DDR 2
4. Monitor : LCD wide 14.1“
5. Harddisk : 250 GB Westren Digital
6. External Storage : DVD RW
7. Mouse : USB (HID-Compliant mouse)
8. Keyboard : Standard 101/102 US
9. Network : Realtek
.2.1.1.2 Spesifikasi Perangkat Lunak

Dalam mengembangkan aplikasi perangkat lunak pendukung Sitem


Informasi Persediaan Barang, Penulis menggunakan beberapa Perangkat Lunak
antara lain sebagai berikut :
1. Sistem Operasi : Ubuntu 10.04 ( Lucid Lync ) Windows XP
Profesional Versi 2002 SP3
2. DBMS : MySQL 5.1
3. Software Aplikasi, antara lain :
a. Webmin
b. Microsoft. Visual Basic 6.0 SP6
c. Adobe Photoshop 7
d. Corell draw 11
e. Navicate 8

.2.1.2 Sumber Daya Pengoperasian Aplikasi

Demi kelancaran aplikasi perangkat lunak pendukung Sistem informasi


persedian barang dibutuhkan sumber daya sebagai berikut

.2.1.2.1 Spesifikasi Sumber Daya Manusia

Aplikasi pendukung sistem informasi persediaan barang ini digunakan


oleh petugas setempat yang bertugas mengolah data persediaan barang, yang
selanjutnya akan disebut operator, dimana seorang operator harus menguasai atau
dapat mengoperasikan komputer serta mengerti cara kerja dari Aplikasi
pendukung sistem informasi persediaan barang tersebut. Karakteristik pengguna
pada aplikasi ini adalah sebagai berikut:
Adiministrator harus memiliki kriteria pendidikan minimal DIII dan
mampu mengoperasikan komputer terutama dapat menjalankan sistem operasi
berbasis windows, Menguasai trouble shooting aplikasi yang digunakan.
Operator harus memiliki kriteria pendidikan minimal SMA atau sederajat
dan mampu mengoperasikan komputer terutama dapat menjalankan sistem operasi
berbasis windows.
Adapun wewenang serta tanggung jawab administrator dan operator
adalah sebagai berikut :
1. Wewenang dan tanggung jawab administrator
a. Memanipulasi data, yang meliputi : menambah data, merubah data.
b. Melakukan pencarian data.
c. Mencatat transaksi pemesanan, pembelian, penjualan dan retur barang.
d. Memanipulasi data verifikasi login user atau pengguna aplikasi.
e. Membuat laporan tentang data pemesanan, pembelian, penjualan dan retur
barang.
2. Wewenang dan tanggung jawab operator
a. Memanipulasi data, yang meliputi : menambah data, merubah data.
b. Mencatat transaksi pemesanan, pembelian, penjualan dan retur.
c. Melakukan pencarian data.
d. Merubah password login

Tabel 4.26 Daftar Karakteristik Pengguna Aplikasi


Kemempuan Hak dan
No Nama Jabatan
Komputer Wewenang
1. Febrianti Staff - Sistem Administrator
Pembelian operasi merangkap
dan - Software Operator
pemesanan aplikasi
/Admin - Menguasai
Toko trouble
shooting
aplikasi yang
digunakan
2. Rahmat Staff - Sistem Operator
Hidayat Teknisi operasi
- Software
aplikasi
3. Siti Mariam Staff - Sistem Operator
Penjualan operasi
/Sales - Software
aplikasi

.2.1.2.2 Spesifikasi Perangkat Keras

Demi kelancaran aplikasi pendukung Sistem informasi persedian


barangpada Toko Gadgetanda dibutuhkan sumber daya perangkat keras untuk
Client dan Server dengan spesifikasi minimum sebagai berikut :
Untuk Server
1. Processor : berbasis Intel atau AMD dengan CPU Clock
minimum sebesar 3.0 GHz
2. VGA : VGA dengan memori minimum sebesar 32 MB
3. Memory : Memori dengan kapasitas minimum 1 GB
4. Monitor : Monitor dengan dukungan resolusi 800 x 600 pixel
5. Harddisk : Harddisk dengan sisa kapasitas sebesar 80 GB
6. External Storage :-
7. Mouse : mouse standar
8. Keyboard : Standard 101/102 keys PS/2 Keyboard
9. Network Card : Realtek Fast Ethernet Card
Untuk Client
1. Processor : berbasis Intel atau AMD dengan CPU Clock
minimum sebesar 500 MHz
2. VGA : VGA dengan memori minimum sebesar 32 MB
3. Memory : Memori dengan kapasitas minimum 128 MB
4. Monitor : Monitor dengan dukungan resolusi 800x600 pixel
5. Harddisk : Harddisk dengan sisa kapasitas sebesar 500 MB
6. External Storage :-
7. Mouse : mouse standar
8. Keyboard : Standard 101/102 keys PS/2 Keyboard
9. Network Card : Realtek Fast Ethernet Card
10. Printer : Dot Matrix atau Ink Jet
Adapun perangkat tambahan yang perlu disediakan adalah sebagai berikut :
1. Kabel UTP dan RJ45
2. Kabel Tester
3. Crimping
4. Swict Hub / Hub 8 port atau lebih.

.2.1.2.3 Spesifikasi Perangkat Lunak

Demi kelancaran aplikasi pendukung Sistem informasi persedian barang


pada Toko Gadgetanda dibutuhkan sumber daya perangkat lunak sebagai berikut :
1. Sistem Operasi Server : Ubuntu Server 10.04 ( Lucis Lync )
2. Sistem Operasi Client : Windows 98 keatas atau Windows berbasis NT
3. File Sistem/Library : MSVBVM60.DLL

4.2.1.2.4 Cara Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Persediaan

Barang Toko Gadgetanda

Aplikasi sistem informasi persediaan barang ini berjala pada sistem


operasi Microsoft Windows Xp dan NT. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini
pengguna dapat langsung menekan Shortcut Executable dari aplikasi sistem
informasi persediaan barang (SIPB.exe) maka akan tampil splash screen yang
berisi informasi mengenai aplikasi sistem informasi persediaa barang.
Gambar 4.16 Splash Screen Sistem Informasi Persediaan Barang

splash screen ini berfungsi sebagai informasi dan indikasi koneksi ke server
database, bila koneksi tersambung maka form menu akan tampil.

Gambar 4.17 Form Menu Sistem Informasi Persediaan Barang

1. Form Menu
Form Menu berisi Shortcut menu layanan yang dapat diakses setelah
melekukan verifikasi login terlebih dahulu pada sistem informasi persediaan
barang.
2. Form Login
Aplikasi ini memiliki verifikasi login yang berguna untuk menentukan hak
akses dari pengguna, dalam form login ini kita cukup mengetikan user id dan
password, jika nama user dan password salah maka form ini akan meminta
ulang user id dan password lagi. Jika password benar maka menu-menu yang
ada di form menu dapat kita akses sesuai dengan hak akses yang diberikan
pada pengguna.

Gambar 4.18 Form Verifikasi Login Sistem Informasi Persediaan Barang

3. Form Data Barang


Form data barang berfungsi untuk menginputkan data barang baru atau
merubah data barang yang sudah tersimpan, untuk menginput data barang
baru tekan option accessories atau option unit, pilih merk yang akan tersedia
pada combobox merk barang dan inputkan barcode, nama barang, type, dan
warna lalu tekan tombol simpan. Untuk merubah data barang pengguna harus
melakukan pencarian barang yang akan diubah dengan cara memilih satlah
satu dari tiga kriteria pencarian yaitu berdasarkan barcode, kode barang, atau
nama barang. Pilihlah salah satu kriteria lalu Ketikan kata kunci untuk
pencarian barang, Jika ditemukan data barang akan ditampilkan. Pilih data
yang akan diubah dan tekan ubah jika sudah selesai.
Gambar 4.19 Form Data Barang
4. Form Data Konsumen
Form konsumen ini berfungsi untuk menginputkan data konsumen baru atau
merubah data konsumen yang sudah tersimpan. Untuk menyimpan data
konsumen baru ketikan nama member, alamat, telepon lalu tekan tombol
simpan dan untuk mengubah data konsumen tekan option nomor member
untuk pencarian data konsumen berdasarkan nomor member atau option nama
member untuk pencarian data konsumen berdasarkan nama konsumen. Pilih
salah satu option percarian lalu ketikan kata kunci yang akan dicari, jika
ditemukan data konsumen akan ditampilkan tekan tombol ubah.
Gambar 4.20 Form Data Konsumen

5. Form Data Pemasok


Data pemasok berfungsi untuk memasukan data pemasok baru atau
mengubah data pemasok yang sudah tersimpan. untuk menyimpan data
pemasok baru click pada kolom nama pemasok atau tekan tombol F3 kursor
akan berada di kolom nama pemasok. Ketikan nama, alamat, nomor telepon,
nomor fax dari pemasok lalu tekan tombol simpan. Bila akan mengubah data
pemasok tekan tombol F1 atau tekan option kode pemasok untuk kategori
pencarian berdasarkan kode pemasok dan untuk kategori pencarian
berdasarakan nama pemasok tekan tombol F2 atau tekan option nama
pemasok. Pilih data pemasok yang akan diubah lalu tekan tombol ubah jika
telah selesai.
Gambar 4.21 Form Data Pemasok

6. Form Data Pengguna


Data pengguna berfungsi untuk membuat data Pengguna atau akun verifikasi
login baru yang akan menggunakan aplikasi sistem persedian barang. Untuk
membuat akun verifikasi login pengguna terdaftar terlebih dahulu pada
database sebagai karyawan Toko Gadgetanda. Tekan tombol F1 untuk
mencari data karyawan berdasarkan NIK dan tekan tombol F2 untuk
pencarian data karyawan berdasarkan nama karyawan lalu ketikan NIK
apabila NIK ditemukan pada database, data karyawan akan ditampilkan.
Ketikan user id dan password dan konfirmasi password yang memastikan
password yang diketikan benar lalu pilih menu apa saja yang akan dapat
diakses oleh pengguna dan tekan tombol simpan apabila telah selesai.Tekan
F3 untuk mengubah akun verifikasi login berseta hak aksesnya, ketikan user
id dan password apabila user id dan password sesuai dengan data pada
database data akun verifikasi login akan ditampilkan.pilih data yang akan
diubah jika telah selesai tekan tombol ubah.

Gambar 4.22 Form Data Pengguna

7. Form Transaksi Permintaan


Form transaksi permintaan berfungsi untuk menyimpan data
transaksipermintaan konsumen yang tidak terpenuhi yang di simpan dan
digunakan untuk sebagai acuan pengambilan keputusan untuk memesan
barang.untuk nyimpan sebuah data transaksi permintaan pengguna harus
mencari data konsumen terlebih dahulu jika konsumen tersebut adalah
member, dan jika konsumen bukan member maka pengguna harus
mengisikan data konsumen. Lalu selanjutnya pengguna harus mencari data
barang yang diminta oleh konsumen jika data barang tidak ada di database
maka pengguna menginputkan data barang tersebut,jika telah selai teka
tombol simpan.
Gambar 4.23 Form Transaksi Permintaan
8. Form Transaksi Pemesanan
Form transaksi pemesanan berfungsi untuk menyimpan data transaksi
pemesanan dan mencetak Purchase Order. Untuk menyimpan data transaksi
pemesanan pengguna harus mencari tujuan dari transaksi pemesanan dengan
cara memilih kategori pencarian data pemasok, berdasarkan kode pemasok
atau nama pemasok. Pilih salah satu option pilihan lalu ketikan kata kunci
yang dicari, apabila kata kunci ditemukan pada database maka data pemasok
akan ditampilkan. Setelah itu pengguna harus mencari barang yang akan
dipesan dengan cara memilih salah satu option percarian barang. Setelah
memilih option pencarian barang ketikan kata kunci barang yang sesuai
dengan kategori pencarian barang. Apabila kata kunci ditemukan pada
database data barang akan ditampilkan. Ketikan jumlah quantity yang akan
dipesan lalu tekan tombol enter data barang yang akan dipesan telah
disimpan. Jika pengguna selesai menginputkan data barang yang akan
dipesan tekan tombol F6 maka tombol simpan aktif dan tekan tombol simpan
untuk menyimpan data transaksi pemesanan telah disimpan.

Gambar 4.24 Form Transaksi Pemesanan

9. Form Transaksi Pembelian


Form transaksi pembelian berfungsi untuk menyimpan data transaksi
pembelian dan mencetak data transaksi pembelian. Untuk menyimpan data
transaksi pembelian pengguna cukup menginputkan data transaksi pembelian
pada faktur pembelian dari pemasok dengan cara ketikan nomor faktur
pembeliandan tanggal, setelah itu pengguna harus mencari tujuan dari
pembelian dengan cara memilih kategori pencarian data pemasok berdasarkan
kode pemasok atau nama pemasok. Pilih salah satu option pencarian lalu
ketikan kata kunci yang dicari, apabila kata kunci ditemukan pada database
maka data pemasok akan ditampilkan. Setelah itu pengguna harus mencari
barang yang akan dipesan dengan cara memilih salah satu option percarian
barang. Setelah memilih pencarian barang ketikan kata kunci barang yang
sesuai dengan kategori pencarian barang. Apabila kata kunci ditemukan pada
database data barang akan ditampilkan. Apabila data jenis barang yang
diinputkan adalah aksesoris maka kursor akan berada pada kolom quantity
sedangkan jika jenis barang unit kursor akan berada pada serial number
Ketikan jumlah quantity atau serial number, harga beli dan harga jual yang
akan dipesan lalu tekan tombol enter. Data barang yang telah disimpan dibeli
telah disimpan. Jika pengguna selesai menginputkan data barang yang akan
dipesan tekan tombol F6 tombol kursor akan berada pada kolom potongan
ketikan potong bila ada potongan dari pemasok dan ketikan keterangnbila ada
tekan tombol simpan, maka data transaksi pembelian telah disimpan.

Gambar 4.25 Form Transaksi Pembelian

10. Form Transaksi Penjualan


Form transaksi penjualan berfungsi untuk menyimpan data transaksi penjualan
dan mencetak faktur penjualan. Untuk menyimpan data penjualan pengguna
harus mencari data dari konsumen yang telah menjadi member dengan cara
memilih kategori pencarian data member berdasarkan kode member atau nama
member. Tekan F1 untuk pencarian berdasarkan kode member atau Tekan F2
untuk pencarian member berdasarkan nama member. Pilih salah satu option
pilihan pencarian data member, lalu ketikan kata kunci yang dicari apabila
kata kunci ditemukan pada database maka data pemasok akan ditampilkan
dan jika konsumen bukan member maka data konsumen dapat langsung
ketikan pada kolom kolom data konsumen. Setelah itu pengguna harus
mencari barang yang akan dipesan dengan cara memilih salah satu option
percarian barang. Setelah memilih pencarian barang ketikan kata kunci barang
yang sesuai dengan kategori pencarian barang. Apabila kata kunci ditemukan
pada database data barang akan ditampilkan. Jika jenis barang yang dicari
adalah unit maka kursor akan berada pada kolom serial number. Pilih serial
number dari barang yang akan jual dan data barang akan tersimpan dan bila
jenis barang yang dicari adalah aksesoris maka kursor akan berada pad
akolom quantity. Ketikan jumlah quantity yang akan dijual lalu tekan tombol
enter data barang yang akan dijual telah disimpan. Jika pengguna telah selesai
menginputkan data barang yang akan dijual tekan tombol F6 kursor jika
konsumen adalah member kolom potongan akan aktif dan jika non member
kolom keterangan akan aktif.ketikan potongan dan keterangan transaksi tekan
enter tombol simpan akan aktif. Tekan tombol simpan maka data transaksi
pemesanan telah disimpan.setelah itu tombol cetak akan aktif tekan tombol
cetak untuk mencetak fatur penjualan.
Gambar 4.26 Form Transaksi Penjualan

11. Form Transaksi Retur


Transaksi retur berfungsi untuk menginput data transaksi retur barang oleh
konsumen pada toko dan oleh toko pada pemasok. Untuk menyimpan
transaksi retur pengguna harus menjadi data transaksi penjual dengan cara
mengetikan nomor faktur pada kolom pencarian data transaksi penjulan. Jika
nomor faktur sesuai dengan database data transaksi penjualan akan
ditampilkan pada datagrid lalu klik pada data barang yang akan diretur,
ketikan keterangan retur lalu tekan enter. Apabila data barang retur telah
selesai di input tekan tombol simpan dan cetak faktur retur dengan cara
menekan tombol cetak.
Gambar 4.27 Form Transaksi Retur

12. Form Laporan Pemesanan


Laporan pemesanan berfungsi untuk mencetak, menampilakan dan membuat
laporan transaksi retur barang, surat jalan retur barang dalam suatu periode
tertentu. Laporan yang dibuat dapat dibuat berdasarkan tiga kriteria. Kriteria
pertama yaitu perpemasok artinya laporan akan ditampilkan atau dicetak
berdasarkan satu pemasok tertentu dalam periode tertentu, Kriteria kedua
perperiode artinya laporan yang ditampilkan dan dicetak berdasarkan seluruh
data transaksi pemesanan dalam satu periode tertentu. Kriteria ketiga ialah
berdasarkan jenis barang yang terdapat dua pilihan yaitu aksesoris atau unit.
Gambar 4.28 Form Laporan Pemesanan Barang

13. Form Laporan Pembelian


Laporan pemesanan berfungsi untuk mencetak, menampilakan dan membuat
laporan transaksi pembelian barang dalam suatu periode tertentu. Laporan
yang dibuat dapat dibuat berdasarkan tiga kriteria. Kriteria pertama yaitu
pembelian harian data transaksi pembelian akan ditampilkan atau dicetak
berdasakan transaksi pembelian hari itu, Kriteria kedua perperiode artinya
laporan yang ditampilkan atau dicetak berdasarkan seluruh data transaksi
pembelian dalam satu periode tertentu. Kriteria ketiga ialah berdasarkan jenis
barang yang terdapat dua pilihan yaitu aksesoris atau unit.
Gambar 4.29 Form Laporan Pembelian Barang

14. Form Laporan Penjualan


Laporan penjualan berfungsi untuk mencetak, menampilakan dan membuat
laporan transaksi penjualan barang dalam suatu periode tertentu. Laporan yang
dibuat dapat dibuat berdasarkan dua kriteria. Kriteria pertama yaitu penjualan
harian data transaksi pembelian akan ditampilkan atau dicetak berdasakan
transaksi penjualan hari itu, Kriteria kedua perperiode artinya laporan yang
ditampilkan atau dicetak berdasarkan seluruh data transaksi penjualan dalam
satu periode tertentu.

Gambar 4.30 Form Laporan Penjualan Barang


15. Form Laporan Persediaan Barang
Laporan persedian berfungsi untuk mencetak, menampilakan dan membuat
laporan pesediaan barang dalam suatu periode tertentu. Laporan yang dibuat
dapat dibuat berdasarkan tiga kriteria. Kriteria pertama yaitu rekapitulasi
laporan persediaan barang akan ditampilkan atau dicetak berdasakan jenis
barang atau seluruh data, Kriteria kedua yaitu laporan detail persediaan
barang artinya laporan yang ditampilkan atau dicetak berdasarkan seluruh data
persediaan barang. Kriteria ketiga yaitu peritem barang artinya laporan
persedian barang ditampilkan peritem barang.

Gambar 4.31 Form Laporan Persediaan Barang

16. Form Laporan Retur


Laporan retur berfungsi untuk mencetak, menampilakan dan membuat laporan
transaksi retur barang dalam suatu periode tertentu. Laporan yang dibuat dapat
dibuat berdasarkan tiga kriteria. Kriteria pertama yaitu laporan perpemasok.
data transaksi retur akan ditampilkan atau dicetak berdasakan transaksi berasal
dari pemasok, Kriteria kedua perperiode artinya laporan retur yang
ditampilkan atau dicetak berdasarkan seluruh data transaksi retur dalam satu
periode tertentu. Kriteria yang ketiga yaitu surat jalan retur yaitu laporan retur
ditampilkan atau dicetak menjadi suat jalan retur barang kepada pemasok.

Gambar 4.31 Form Laporan Retur Barang

17. Form Profil


Form profil adalah form berfungsi untuk identitas dari aplikasi sistem
informasi persediaan barang.

Gambar 4.33 Form Profil Sistem Informasi Persediaan Barang


18. Form Tutorial
Form tutorial adalah form yang berfungsi untuk pengguna yang berisi cara
penggunaan dari aplikasi sistem informasi persediaan barang

Gambar 4.34 Form Tutorial Sistem Informasi Persediaan Barang

19. Form Setting Harga Jual


Form setting harga jual berfungsi untuk mengubah harga jual
barang.Pengguna harus mencari barang yang akan di ubah.pencarian barang
memiliki tiga kategori pencarian yaitu berdasarkan barcode, kode barang,
nama barang lalu ketikan kata kunci apabila kata kunci sesuai pada database
data barang akan ditampilkan pada datagrid. Pilih barang yang akan diubah
harga jualnya dengan cara mengklik data tersebut pada datagrid. Setelah itu
ketikan harga yang baru lalu tekan tombol ubah.
Gambar 4.35 Form Setting Harga Jual

20. Form Setting Merk


Form setting merk barang ini berfungsi membuat kode barang untuk suatu
merk barang tertentu caranya tekan tombol F1 untuk mecari barang jika kode
barang ditemukan maka akan tampil data merk. Jika tidak ditemukan maka
akan tampil pesan data tidak ditemukan. Tekan F2 untuk menginput data merk
baru, ketikan merk dari barang dan kode merk yang dikehendaki untuk merk
tersebut lalu tekan tombol simpan.
Gambar 4.36 Form Setting Merk Barang

21. Form Setting Wallpaper


Form setting wallpaper digunakan untuk mengubah tampilan wallpaper menu
utama.

Gambar 4.37 Form Setting wallpaper

22. Form Ubah Pasword


Form ubah password berfungsi untuk merubah password pengguna aplikasi
dengan cara ketikan user id dan password apabila sesuai dengan database lalu
ketikan password baru dan konfirmasi password baru, lalu tekan tombol ubah.

Gambar 4.38 Form Ubah Password


23. Purchase Order
Purchase Order merupakan informasi daftar pemesanan barang hasil dari
pengolahan data pemesanan barang kepada pemasok yang dihasilakan oleh
aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.39 Daftar Purchase Order

24. Daftar Pembelian


Daftar pembelian merupakan hasil dari pengolahan data pembelian barang
dari pemasok yang dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan
barang.

Gambar 4.40 Daftar Pembeliaan


25. Faktur Penjualan
Faktur penjualan merupakan hasil dari pengolahan data penjualan barang
kepada konsumen yang dijadikan tanda bukti pembelian barang yang
dilakukanoleh konsumen yang dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi
persediaan barang.

Gambar 4.41 Faktur Pejualan

26. Tanda Terima Retur


Tanda terima retur merupakan hasil dari pengolahan data retur barang dari
konsumen yang dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.42 Tanda Terima Retur


27. Surat Jalan Retur
Surat jalan retur merupakan hasil pengolaha data retur barang konsumen yang
akan diberikan kepada pemasok yang dihasilakan oleh aplikasi sistem
informasi persediaan barang

Gambar 4.43 Surat Jalan Retur

28. Laporan pemesanan


Laporan pemesanan merupakan informasi pemesanan hasil pengolahan data
pemesanan barang yang akan diberikan kepada kelapa toko yang dihasilakan
oleh aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.44 Laporan Pemesanan


29. Laporan Pembelian
Laporan pembelian merupakan informasi daftar pembelian hasil pengolahan
data pembelian barang yang akan diberikan kepada kelapa toko yang
dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.45 Laporan Pembelian

30. Laporan Penjualan


Laporan penjualan merupakan informasi daftar penjualan hasil pengolahan
data penjualan barang yang akan diberikan kepada kelapa toko yang
dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.46 Laporan Penjualan


31. Laporan Persedian Barang
Laporan persediaan barang merupakan informasi persediaan barang hasil
pengolahan data pembelian, penjualan barang yang akan diberikan kepada
kelapa toko yang dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan
barang.

Gambar 4.47 Laporan Persediaan Barang

32. Rekapitulasi Persediaan Barang


Rekapitulasi persediaan barang merupakan informasi persediaan barang hasil
pengolahan data pembelian, penjualan barang yang akan diberikan kepada
kelapa toko yang dihasilakan oleh aplikasi sistem informasi persediaan
barang.
Gambar 4.48 Rekapitulasi Persediaan Barang

33. Laporan Retur


Laporan retur merupakan informasi daftar retur hasil pengolahan data retur
barang yang akan diberikan kepada kelapa toko yang dihasilakan oleh
aplikasi sistem informasi persediaan barang.

Gambar 4.49 Laporan Retur Barang


BAB V
TESTING

5.1 Testing (Pengujian Perangkat Lunak)

Pada bab ini membahsa mengenai pengujian ( pengujian perangkat lunak ).


Pengujian perangkat lunak merupakan elemen yang kritis dari SQA (Software
Quality Assurance) dan merepresentasikan tinjauan ulang yang menyeluruh
terhadap spesifikasi, desain dan pengkodean. Pengujian merepresentasikan
ketidaknormalan yang terjadi pada pengembangan perangkat lunak. Selama
definisi awal dan fase pembangunan, pengembang berusaha untuk membangun
perangkat lunak dari konsep yang abstrak sampai dengan implementasi yang
memungkin.
Para pengembang membuat serangkaian uji kasus yang bertujuan untuk
”membongkar” perangkat lunak yang mereka bangun. Kenyataannya, Pengujian
merupakan salah satu tahapan dalam proses pengembangan perangkat lunak yang
dapat dilihat (secara psikologi) sebagai destruktif, dari pada sebagai konstruktif.
Pengembang perangkat lunak secara alami merupakan orang konstruktif.
Pengujian yang diperlukan oleh pengembang adalah untuk melihat kebenaran dari
perangkat lunak yang dibuat dan konflik yang akan terjadi bila kesalahan tidak
ditemukan. Dari sebuah buku, Glen Myers menetapkan beberapa aturan yang
dapat dilihat sebagai tujuan dari Pengujian :
1. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan
kesalahan
2. Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk
menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya
3. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan
yang belum pernah ditemukan sebelumnya
Sehingga tujuan dari Pengujian ini adalah mendesain serangkaian tes yang
secara sistematis mengungkap beberapa jenis kesalahan yang berbeda dan
melakukannya dalam waktu dan usaha yang minimum. Jika pengujian
diselenggarakan dengan sukses, maka akan membongkar kesalahan yang ada
didalam perangkat lunak, manfaat lain dari pengujian adalah menunjukkan bahwa
fungsi perangkat lunak telah bekerja sesuai dengan spesifikasi, dan kebutuhan
fungsi telah tercapai. Sebagai tambahan, data yang dikumpulkan pada saat
pengujian dilaksanakan akan menyediakan suatu indikasi keandalan perangkat
lunak yang baik dan beberapa indikasi mutu perangkat lunak secara keseluruhan.

Sebelum mengaplikasikan metode untuk mendesain test case yang efektif,


perekayasa perangkat lunak harus memahami prinsip dasar yang menuntun
pengujian perangkat lunak, yaitu:
1. semua pengujian harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan,
maksudnya mengungkap kesalahan dari cacat yang menyebabkan program
gagal.
2. Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian itu mulai, maksudnya
semua pengujian dapat direncanakan dan dirancang sebelum semua kode
dijalankan.
3. Prinsip Pareto berlaku untuk pengujian perangkat lunak, maksudnya dari 80%
kesalahan yang ditemukan selama pengujian dapat ditelusuri sampai 20% dari
semua modul program.
4. Pengujian harus mulai “dari yang kecil” dan berkembang ke pengujian “yang
besar”, Selagi pengujian berlangsung maju, pengujian mengubah focus dalam
usaha menemukan kesalahan pada cluster modul yang terintegrasi dan
akhirnya pada sistem.
5. Pengujian yang mendalam tidak mungkin karena tidak mungkin mengeksekusi
setiap kombinasi jalur skema pengujian dikarenakan jumlah jalur permutasi
untuk program menengah pun sangat besar.
6. Untuk menjadi paling efektif, pengujian harus dilakukan oleh pihak ketiga
yang independent.
Dalam lingkungan yang ideal, perekayasa perangkat lunak mendesain
suatu program komputer, sebuah sistem atau produk dengan testabilitas dalam
pikirannya. Hal ini memungkinkan individu yang berurusan dengan pengujian
mendesain test case yang efektif secara lebih mudah. Testabilitas adalah seberapa
mudah sebuah program komputer dapat diuji. Karena sangat sulit, perlu diketahui
apa yang dapat dilakukan untuk membuatnya menjadi lebih mudah. Procedural
dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan basis set dari jalur
eksekusi.
Sasaran utama desain test case adalah untuk mendapatkan serangkaian
pengujian yang memiliki kemungkinan tertinggi di dalam pengungkapan
kesalahan pada perangkat lunak. Untuk mencapai sasaran tersebut, digunakan 4
kategori yang berbeda dari teknik desain test case: Pengujian white-box, pengujian
black-box, Integrasi Bottom-Up dan Integrasi Top-Down.

5.2 Teknik Pengujian Black-Box

Pada pengujian peraangkat lunak yang penulis gunakan Pendekatan


pertama adalah black box testing. Black box testing menyinggung ujicoba yang
dilakukan pada interface software. Walaupun didesain untuk menemukan
kesalahan, ujicoba blackbox digunakan untuk mendemonstrasikan fungsi software
yang dioperasikan; apakah input diterima dengan benar, dan ouput yang
dihasilkan benar; apakah integritas informasi eksternal terpelihara. Ujicoba
blackbox memeriksa beberapa aspek sistem, tetapi memeriksa sedikit mengenai
struktur logikal internal software.

Teknik pengujian black-box berfokus pada domain informasi dari


perangkat lunak, dengan melakukan test case dengan mempartisi domain input
dari suatu program dengan cara yang memberikan cakupan pengujian yang
mendalam.
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Pada bab terakhir ini penyusun menarik kesimpulan dari hasil pembahasan,
mengenai sistem informasi persediaan barang toko Gadgetanda telah diuraikan pada
bab sebelumnya yaitu :
1. Berdasarkan analisis yang di uraikan pada Bab III tentang sistem berjalan, maka
dapat disimpulkan bahwa sistem berjalan tersebut masih memiliki sejumlah
permasalahan, sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi toko Gadgetanda,
dan belum ada aplikasi khusus yang digunakan untuk mendukung sistem
informasi persediaan barang.
2. Pada rancangan sistem informasi persediaan barang yang diusulkan telah
dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan pada sistem berjalan dan
memenuhi kebutuhan dari manajemen toko Gadgetanda.
3. Berdasarkan hasil perancangan sistem usulan pada Bab IV pada sub judul kamus
data dihasilkan aliaran data yang menjadi dasar untuk merancang database yang
sesuai dengan kebutuhan informasi tentang persediaan barang pada toko
Gadgetanda.
4. Aplikasi yang dibangun menggunakan antar muka yang mudah dimengerti oleh
penggunanya sesuai dengan karakteristik dari pengguna yang telah dianalisis.
Dengan aplikasi yang dibangun ini data akan tersimpan dalam database sehingga
data yang tersimpan lebih aman, dan akan memudahkan jika akan memerlukan
data terdahulu. Proses pembuatan laporan lebih mudah dengan beberapa kriteria-
kriteria yang di sesuaikan dengan kebutuhan sistem informasi persediaan barang
toko Gadgetanda.beberapa proses telah dilakukan secara otomatis.
5. Pengujian terhadap setiap fungsional yang dimiliki oleh aplikasi sistem
informasi persediaan barang toko Gadgetanda dilakukan dengan
menggunakanm metode Black box testing seperti yang digambarkan pada Bab V
pada sub judul Pengujian Fungsional Aplikasi Sistem Informasi Persediaan
Barang Toko Gadgetanda.

6.2 Saran
Agar aplikasi sistem informasi persediaan barang yang telah dibangun dapat
berjalan dengan baik maka penyusun memberikan saran-saran yang mungkin dapat
membantu kelancaran dalam sistem informasi persediaan barang Gadgetanda, yaitu :
Berisi apa yang harus dilakukan untuk optimalisasi yang belum dilakuakan
penulis.
1. Untuk menjaga keamanan data verifikasi login, maka sebaiknya pada aplikasi
sistem informasi persedian barang toko Gadgetanda ini menignkatkan enkripsi
pada data verifikasi login karena enkripsi data login verifikasi yang telah dibuat
penulis mudah dipecahkan.
2. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya dilakukan
pembuatan file backup sebagai cadangan jika terjadi kerusakan data maupun
kerusakan pada aplikasi sistem informasi persedian barang toko Gadgetanda.
3. Untuk pengembangan selanjutnya, sistem informasi persediaan barang toko
Gadgetanda agar terintegrasi dengan sistem informasi akuntansi keuangan. atau
modul keuangan pada sistem informasi persediaan barang toko Gadgetanda.
DAFTAR PUSTAKA

Davis, Gordon B. 1974. Management Information System. Jakarta : PT. Pustaka


Binaman Presindo.

Fathansyah, Ir. 1999. Basis Data. Bandung : Informatika Bandung.

H.M, Jogianto. 1995. Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur
Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI OFFSET.

Kristanto, Harianto, Ir. 1993. Konsep Perancangan Database. Bandung: Informatika


Bandung.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke tiga 2005. Jakarta: Balai Pustaka.

McLeod, Raymond, Jr. 2001. Sistem Informasi Manajemen : Informatika Bandung

Assauri, Sofyan, Drs, 1996 Manajemen Produksi ,Yogyakarta ; Andi