Anda di halaman 1dari 15

Kelainan kelenjar ludah

Ini sudah mendekati hari-hari ujian untuk mengikuti PPDSBK mari kita belajar..karena belajar yang paling baik adalah membagikannya dengan orang lain.. Tema kali ini mari kita bahas tentang kelenjar ludah dan kelainannya. Perlu diketahui bahwa kelenjar ludah secara garis besar di bagi menjadi dua. Yang pertama adalah kelenjar ludah mayor dan kelenjar ludah minor. Kelenjar ludah mayor yaitu: 1. Kelenjar Parotis Terdiri atas lobus superficialis dan lobus bagian dalam, dengan diantaranya N.VII, Muara nya: kelenjar stenson yang terletak di regio M2 atas . Saliva yang dihasilkan bersifat serosa 2. Kelenjar Submandibula Muaranya: duktus wharton yang terletak di sebelah frenulum lingualis. Saliva yang dihasilkannya campur 80% bersifat serosa dan 20% bersifat mukus. 3. Kelenjar Sublingualis Muaranya: duktus bartholini (yang bergabung dengan duktus submandibula dan muara yang sama, duktus rivinus). Saliva yang dihasilkan bersifat mukus. Sedangkan kelenjar ludah minor adalah kelenjar kelenjar kecil yang tersebar luas pada mukosa mulut (labial, bukal, lingual, palatinal, glosopalatina). Berikut ini adalah istilah istilah kelainan pada kelenjar ludah: * Sialadenitis: merupakan peradangan pada kelenjar ludah; gejala klinisnya berupa pembengkakan dan pembesaran kelenjar disertai nyeri tekan dan rasa tidak nyaman * Sialolitiasis: Duktus mengalami infeksi karena penyumbatan oleh batu * Sialodochitis: duktus mengalami penurunan fungsi karena infeksi Klasifikasi macam-macam kelainan pada kelenjar ludah: 1. Developmental Anomalies (Aplasia: tidak ada kelenjar ludah; Aberansia: kelainan bentuk anatomis; Atresia: tidak ada muara kelenjar ludah) 2. Obstructive salivary gland disease (sialolitiasis) 3. Mucous retention ( Mukokel dan Ranula) 4. Infection and reactive lession (Necrotizing Metaplasia, Viral infection, Bacterial Infections, Actinomicosis) 5. Metabolic disorder with salivary gland involvement 1. Sjrogen syndrome

2. Diabetes 3. Thyroid disease 4. Granulomatosis 5. Bulimia/ anoreksia 6. Radiation induced pathology 7. Allergy 6. Traumatic salivary Gland injury 7. Neoplasma a.Benign ( monomorfic adenoma, pleomorfic adenoma, oncocytoma, ductal papiloma) b. Malignant( mucoepidermoid carcinoma, adenoid cystic carcinoma, adenocarcinoma) Mukokel, ada 2 tipe mukokel, yaitu: 1. Tipe mukus ekstravasasi mukus escape reaction: trauma menyebabkan duktus ruptur sehingga mukus keluar ke jaringan submukosa disekitarnya 2. Tipe mukus retention karena infeksi atau batu, mukus tertahan tekanan intraluminal meningkat menyebabkan duktus berdilatasi sehingga terbentuk lesi mirip kista .Terapinya adalah ekstirpasi. Ranula Ranula adalah kista retensi pada kelenjar berikut ini (kelenjar sublingual, submandibula atau kelenjar ludah minor dasar mulut). Ciri khas dari ranula adalah bentuknya yang mirip perut katak (Rana= katak) ranula bersifat lunak, fluktuatif dan tidak sakit. Ada 2 tipe Ranula, yaitu: 1. Simple Ranula sircumscribe Cyst sublingual ; superior dari m. milohioid 2. Plungin Ranula adalah simple Ranula cyst yang meluas ke inferior m. Milohyoid dan masuk ke ruangan submandibula Ranula sering di diagnosis banding dengan abses sublingual. Terapi yang diberikan untuk jenis simple ranula adalah marsupialisasi, sedangkan untuk tipe pluging ranula dilakukan dengan terapi pembedahan transoral dan transservikal, fenestrasi serta penekanan pada plunging.
Kelainan Kelenjar Ludah

Ini sudah mendekati hari-hari ujian untuk mengikuti PPDSBK mari kita belajar..karena belajar yang paling baik adalah membagikannya dengan orang lain..

Tema kali ini mari kita bahas tentang kelenjar ludah dan kelainannya. Perlu diketahui bahwa kelenjar ludah secara garis besar di bagi menjadi dua. Yang pertama adalah kelenjar ludah mayor dan kelenjar ludah minor. Kelenjar ludah mayor yaitu: 1. Kelenjar Parotis a. Terdiri atas lobus superficialis dan lobus bagian dalam, dengan diantaranya N.VII b. Muara nya: kelenjar stenson yang terletak di M2 atas c. Saliva bersifat serosa 2. Kelenjar Submandibula a. Muaranya: duktus wharton yang terletak di sebelah frenulum lingualis b. Saliva nya campur 80% serosa 20% mukus 3. Kelenjar Sublingualis a. Muaranya: duktus bartholini (yang bergabung dengan duktus submandibula dan muara yang sama) duktus rivinus b. Saliva: mukus Sedangkan kelenjar ludah minor adalah kelenjar kelenjar kecil yang tersebar luas pada mukosa mulut (labial, bukal, lingual, palatinal, glosopalatina) Berikut ini adalah istilah istilah kelainan pada kelenjar ludah 1. Sialadenitis: merupakan peradangan pada kelenjar ludah; gejala klinisnya berupa pembengkakan dan pembesaran kelenjar disertai nyeri tekan dan rasa tidak nyaman 2. Sialolitiasis: Duktus mengalami infeksi karena penyumbatan oleh batu 3. Sialodochitis: duktus mengalami penurunan fungsi karena infeksi Klasifikasi macam-macam kelainan pada ludah: 1. Developmental Anomalies a. Aplasia: tidak ada kelenjar ludah b. Aberansia: kelainan bentuk anatomis c. Atresia: tidak ada muara kelenjar ludah

2. Obstructive salivary gland disease (sialolitiasis) 3. Mucous retention a. Mukokel b. Ranula 4. Infection and reactive lession a. Necrotizing Metaplasia b. Viral infection c. Bacterial Infections d. Actinomicosis (infeksi karena jamur) 5. Metabolic disorder with salivary gland involvement a. Sjrogen syndrome b. Diabetes c. Thyroid disease d. Granulomatosis e. Bulimia/ anoreksia f. Radiation induced pathology g. Allergy 6. Traumatic salivary Gland injury 7. Neoplasma a.Benign ( monomorfic adenoma, pleomorfic adenoma, oncocytoma, ductal papiloma) b. Malignant( mucoepidermoid carcinoma, adenoid cystic carcinoma, adenocarcinoma) Mukokel, ada 2 tipe mukokel, yaitu: 1. Tipe mukus ekstravasasi mukus escape reaction: trauma menyebabkan duktus ruptur sehingga mukus keluar ke jaringan submukosa disekitarnya

2. Tipe mukus retention karena infeksi atau batu, mukus tertahan tekanan intraluminal meningkat menyebabkan duktus berdilatasi sehingga terbentuk lesi mirip kista .Terapinya adalah ekstirpasi. Ranula Ranula adalah kista retensi pada kelenjar berikut ini (kelenjar sublingual, submandibula atau kelenjar ludah minor dasar mulut). Ciri khas dari ranula adalah bentuknya yang mirip perut katak (Rana= katak) ranula bersifat lunak, fluktuatif dan tidak sakit. Ada 2 tipe Ranula, yaitu: 1. Simple Ranula sircumscribe Cyst sublingual ; superior dari m. milohioid 2. Plungin Ranula adalah simple Ranula cyst yang meluas ke inferior m. Milohyoid dan masuk ke ruangan submandibula Ranula sering di diagnosis banding dengan abses sublingual. Terapi yang diberikan untuk jenis simple ranula adalah marsupialisasi, sedangkan untuk tipe pluging ranula dilakukan dengan terapi pembedahan transoral dan transservikal, fenestrasi serta penekanan pada plunging Kelainan Kelenjar Ludah

Ini sudah mendekati hari-hari ujian untuk mengikuti PPDSBK mari kita belajar..karena belajar yang paling baik adalah membagikannya dengan orang lain.. Tema kali ini mari kita bahas tentang kelenjar ludah dan kelainannya. Perlu diketahui bahwa kelenjar ludah secara garis besar di bagi menjadi dua. Yang pertama adalah kelenjar ludah mayor dan kelenjar ludah minor. Kelenjar ludah mayor yaitu: 1. Kelenjar Parotis a. Terdiri atas lobus superficialis dan lobus bagian dalam, dengan diantaranya N.VII b. Muara nya: kelenjar stenson yang terletak di M2 atas c. Saliva bersifat serosa 2. Kelenjar Submandibula a. Muaranya: duktus wharton yang terletak di sebelah frenulum lingualis b. Saliva nya campur 80% serosa 20% mukus 3. Kelenjar Sublingualis

a. Muaranya: duktus bartholini (yang bergabung dengan duktus submandibula dan muara yang sama) duktus rivinus b. Saliva: mukus Sedangkan kelenjar ludah minor adalah kelenjar kelenjar kecil yang tersebar luas pada mukosa mulut (labial, bukal, lingual, palatinal, glosopalatina) Berikut ini adalah istilah istilah kelainan pada kelenjar ludah 1. Sialadenitis: merupakan peradangan pada kelenjar ludah; gejala klinisnya berupa pembengkakan dan pembesaran kelenjar disertai nyeri tekan dan rasa tidak nyaman 2. Sialolitiasis: Duktus mengalami infeksi karena penyumbatan oleh batu 3. Sialodochitis: duktus mengalami penurunan fungsi karena infeksi Klasifikasi macam-macam kelainan pada ludah: 1. Developmental Anomalies a. Aplasia: tidak ada kelenjar ludah b. Aberansia: kelainan bentuk anatomis c. Atresia: tidak ada muara kelenjar ludah 2. Obstructive salivary gland disease (sialolitiasis) 3. Mucous retention a. Mukokel b. Ranula 4. Infection and reactive lession a. Necrotizing Metaplasia b. Viral infection c. Bacterial Infections d. Actinomicosis (infeksi karena jamur) 5. Metabolic disorder with salivary gland involvement a. Sjrogen syndrome

b. Diabetes c. Thyroid disease d. Granulomatosis e. Bulimia/ anoreksia f. Radiation induced pathology g. Allergy 6. Traumatic salivary Gland injury 7. Neoplasma a.Benign ( monomorfic adenoma, pleomorfic adenoma, oncocytoma, ductal papiloma) b. Malignant( mucoepidermoid carcinoma, adenoid cystic carcinoma, adenocarcinoma) Mukokel, ada 2 tipe mukokel, yaitu: 1. Tipe mukus ekstravasasi mukus escape reaction: trauma menyebabkan duktus ruptur sehingga mukus keluar ke jaringan submukosa disekitarnya 2. Tipe mukus retention karena infeksi atau batu, mukus tertahan tekanan intraluminal meningkat menyebabkan duktus berdilatasi sehingga terbentuk lesi mirip kista .Terapinya adalah ekstirpasi. Ranula Ranula adalah kista retensi pada kelenjar berikut ini (kelenjar sublingual, submandibula atau kelenjar ludah minor dasar mulut). Ciri khas dari ranula adalah bentuknya yang mirip perut katak (Rana= katak) ranula bersifat lunak, fluktuatif dan tidak sakit. Ada 2 tipe Ranula, yaitu: 1. Simple Ranula sircumscribe Cyst sublingual ; superior dari m. milohioid 2. Plungin Ranula adalah simple Ranula cyst yang meluas ke inferior m. Milohyoid dan masuk ke ruangan submandibula Ranula sering di diagnosis banding dengan abses sublingual. Terapi yang diberikan untuk jenis simple ranula adalah marsupialisasi, sedangkan untuk tipe pluging ranula dilakukan dengan terapi pembedahan transoral dan transservikal, fenestrasi serta penekanan pada plunging

Gangguan Kelenjar Ludah DEFINISI Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang paling besar, disebut kelenjar parotid, terletak persis di belakang sudut pada mulut, di bawah dan di depan mata. Dua pasang yang lebih kecil, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibular, terletak di dalam lantai mulut. Sebagai tambahan kelenjar besar ini, banyak kelenjar ludah kecil yang terbagi-bagi sepanjang mulut. Semua kelenjar tersebut menghasilkan ludah, yang membantu mencerna makanan sebagai bagian proses pencernaan. Letak Kelenjar Ludah Besar Berbeda dibandingkan kanker, dua jenis besar gangguan yang mempengaruhi kelenjar ludah : satu yang mengakibatkan kerusakan kelenjar ludah, dimana tidak cukup ludah dihasilkan, dan satu lagi mengakibatkan pembengkakan kelenjar ludah. Ketika aliran ludah tidak mencukupi atau hampir tidak ada, mulut terasa kering. Keadaan ini disebut mulut kering (xerostomia).

PENYEBAB Kerusakan kelenjar ludah : penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obat-obatan tertentu, bisa menyebabkan kelenjar ludah menjadi rusak dan dengan demikian mengurangi produksi ludah. Penyakit-penyakit termasuk penyakit Parkinson, infeksi virus penurunan kekebalan tubuh manusia (HIV), sindrom sjogren, depresi, dan nyeri kronis. Obat-obatan yang menurunkan produksi ludah termasuk antidepresan tertentu, antihistamin, antipsikotis, sedativ, metildopa, dan diuretik. Kelenjar ludah seringkali rusak setelah seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi kepala dan leher untuk pengobatan kanker. Mulut kering biasanya disebabkan radiasi sementara, khususnya jika radiasi tersebut berdosis tinggi, yang biasanya disebabkan kemoterapi sementara. Meskipun begitu, tidak semua kasus pada mulut kering disebabkan oleh kerusakan kelenjar ludah. Terlalu sedikit minum dan pernafasan melalui mulut bisa mengeringkan mulut. Gelisah atau stress bisa juga mengakibatkan mulut kering. Mulut bisa juga kering mengikuti usia seseorang, meskipun hal ini kemungkinan lebih beasr disebabkan penggunaan obat yang menyebabkan mulut kering dibandingkan proses penuaan itu sendiri. Karena ludah memberikan perlindungan alami melawan kerusakan gigi, jumlah ludah yang tidak mencukupi menyebabkan pelubangan lebih-khususnya pada akar gigi. Mulut kering, jika berat, bisa juga menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan. Pada kasus yang langka, kelenjar ludah menghasilkan terlalu banyak ludah. Peningkatan kelenjar ludah biasanya sangat cepat dan terjadi dalam reaksi makan makanan tertentu, seperti makanan asam. Kadangkala bahkan memikirkan mengenai makan makanan

ini bisa meningkatkan produksi ludah. Pembengkakan kelenjar ludah : pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi pada pembuluh yang membawa ludah dari kelenjar ludah menuju mulut terhalang. Nyeri bisa terjadi, khususnya selama makan. Penyebab yang paling umum penyumbatan adalah batu. Batu kelenjar ludah paling umum pada orang dewasa; 25 % batu-batuan tersebut lebih dari satu. Batu bisa terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah. Penyumbatan membuat ludah kembali ke dalam empedu, menyebabkan kelenjar ludah membengkak. Penyumbatan pembuluh dan kelenjar terisi dengan ludah yang mandek bisa terinfeksi dengan bakteri. Gejala-gejala khas pada pembuluh ludah yang tersumbat adalah pembengkakan yang memburuk hanya sebelum waktu makan atau terutama sekali ketika seseorang makan acar (rasa acar asam merangsang aliran ludah, tetapi jika pembuluh tersumbat, ludah tersebut tidak mempunyai tempat dan kelenjar tersebut bengkak) Penyakit gondok, infeksi bakteri tertentu, dan penyakit-penyakit lainnya (seperti AIDS, sindrom sjorgren, diabetes mellitus, dan sarcoidosis) kemungkinan disertai oleh pembengkakan pada kelenjar ludah besar. Pembengkakan bisa juga terjadi dari kanker atau tumor pada kelenjar ludah. Pembengkakan terjadi dari tumor biasanya lebih kuat dibandingkan dengan infeksi. Jika tumor tersebut adalah kanker, kelenjar tersebut bisa terasa seperti batu keras dan kemungkinan tetap kuat mengelilingi jaringan. Kebanyakan tumor tidak bersifat kanker bisa diangkat. Luka pada bibir bagian atas-misal, tidak sengaja tergigit-bisa membahayakan kelenjar ludah kecil yang ditemukan di sana dan menyumbat aliran ludah. Akibatnya, kelenjar yang terkena bisa bengkak dan membentuk kecil, gumpalan lembek (mucocele) yang tampak kebiruan. Gumpalan tersebut biasanya muncul dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

DIAGNOSA Tidak ada tes kuantitatif yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. Meskipun begitu, kelenjar ludah tersebut bisa diperas ( milked ) dan pembuluh diamati untuk aliran ludah. Pembengkakan menyebabkan tersumbatnya pembuluh ludah didiagnosa karena berhubungan dengan nyeri di waktu makan. Untuk mendiagnosa penyebab lain pembengkakan, seorang dokter gigi atau dokter bisa melakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan kelenjar ludah dan meneliti di bawah mikroskop.

PENGOBATAN Jika pembuluh ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi bisa kadangkala mendorong batu tersebut keluar dengan menekan kedua sisi pembuluh. Jika hal itu gagal, alat seperti kawat yang halus bisa digunakan untuk mendorong keluar batu tersebut. Sebagai jalan terakhir, batu tersebur bisa diangkat secara operasi.

Mucocele yang tidak muncul dengan sendirinya bisa diangkat secara operasi jika mengganggu. Dengan cara yang sama, baik tumor kelenjar ludah yang bersifat kanker dan bukan kanker biasanya bisa diangkat secara operasi. Pengobatan pada kasus yang lainnya pada pembengkakan kelenjar ludah bervariasi berdasarkan kasusnya. Siapapun yang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang mengeringkan mulut harus melakukan kesehatan mulut rutin dengan teliti (menggosok, flossing, dan dibilas dengan fluoride); menghindari gula; dan menjalani pemeriksaan gigi, pembersihan, dan pengobatan fluoride setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Ketika pengobatan khusus tidak tersedia, pengganti ludah secara garis besar sangat membantu, salah satu obat yang dapat membantu beberapa orang adalah pilocarpine, tetapi obat tersebut seringkali tidak efektif jika kelenjar ludah telah mengalami kerusakan karena radiasi. SALIVA ASAM BASA SALIVA Pengertian saliva Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar khusus dan disebarkan ke dalam cavitas oral. Kelenjar saliva dibagi menjadi 2: 1. Glandula salivarius mayor, terdiri dari: Sub mandibulla Glandula sub mandibullaris terdiri atas pars superficialis dan pars profunda yang saling berhubungan pada tepi posterior musculus mylohyoideus. Pars superficialis terletak di dalam trigonum sub mandibulare dan meluas ke atas ditutupi oleh corpus mandibulae. Sub lingua Glandula sub lingualis terletak di bawah lidah. Parotid Glandula parotis terletak di bawah meatus acusticus eksternus dan berada dalam suatu lekuk, dibawah dan di belakang ramus mandibula serta di depan musculus sternocleidomastoideus. 2. Glandula salivarius minor, terdiri dari: Glandula bukalis Glandula palatinalis Glandula lingualis Glandula labialis, dll. Komposisi saliva: Komposisi dari saliva meliputi komponen organik dan anorganik. Namun demikian, kadar tersebut masih terhitung rendah dibandingkan dengan serum karena pada saliva penyusun utamanya adalah air. Komponen anorganik terbanyak adalah sodium, potassium (sebagai kation), khlorida, dan bikarbonat (sebagai anion-nya). Sedangkan komponen organik pada saliva meliputi protein yang berupa enzim amilase, maltase, serum albumin, asam urat, kretinin, mucin, vitamin C, beberapa asam amino, lisosim, laktat, dan beberapa

hormon seperti testosteron dan kortisol. Selain itu, saliva juga mengandung gas CO2, O2, dan N2. Saliva juga mengandung immunoglobin, seperti IgA dan IgG dengan konsentrasi rata-rata 9,4 dan 0,32 mg% Fungsi saliva: iMenghaluskan makanan iMembentuk makanan menjadi bolus-bolus sehingga dapat ditelan dengan mudah. iMemecah karbohidrat menjadi maltosa dan dextrin ( Karena adanya enzim amilase dalam saliva). iMencegah kerusakan dan erosi pada gigi. iMeminimalisir keasaman rongga mulut dan mencegah kerusakan struktur gigi saat terjadi muntah. iIon-ion seperti Ca, P, dan F yang terkandung dalam saliva berperan penting pada proses remineralisasi. iMempertahankan mulut tetap lembap. iMembantu proses bicara dengan memudahkan gerakan bibir dan lidah. iMempertahankan mulut dan gigi tetap bersih. iMekanisme pertahanan tubuh (mempunyai daya anti-bakteri) dan sebagai anti oksidan. Fungsi Efek Komponen yang berperan Proteksi Membersihkan Pelumas Thermis Pembentukan pelikel Air Mucin dan glikoprotein Mucin Protein, glikoprotein, mucin Penyeimbang PH Menstabilkan PH Menetralisir asam Bikarbonat, fosfat Protein dasar, urea, amonia Keutuhan gigi Pemasakan email dan perbaikan email Kalsium, fosfat, fluoride, statherin, protein kaya prolin Anti mikroba Phisycal barrier Immune defense Nonimmune defense Mucin Sekresi Ig A Peroksidase, lisosim, laktoferin, histatin, mucin, dan aglutinin Perbaikan jaringan Penyembuhan luka dan regenerasi epitel Faktor pertumbuhan dan protein trefoil Pencernaan Pembentukan bolus Pencernaan karbohidrat dan trigliserida Mucin dan air Amilase dan lipase Perasa Memelihara kondisis indera pengecap Faktor pertumbuhan epidermal dan karbonik hidrase VI Mekanisme sekresi saliva Di kelenjar saliva, granula ssekretorik (zymogen) yang mengandung enzim-enzim saliva dikeluarkan dari sel-sel asinar ke dalam duktus. Karakteristik ketiga kelenjar saliva pada manusia dapat diringkas sebagai berikut: Kelenjar Jenis histologi sekresi Persentase saliva total pd manusia (1.5 L per hari)

Parotis Serosa Air 20 Sub mandibulla Campuran Agak viskous 70 Sub lingua mucus vikous 5 Regulasi sekresi saliva Sekresi saliva berada dibawah kontrol saraf. Rangsangan pada (1) Inervasi saraf parasimpatik memegang peran utama stimulus sekresi saliva, dan berpengaruh terhadap komposisinya. Saraf parasimpatis dari nukleus salivatorius superior(bagian dari nervus fasialis dan berlokasi di pontine tegmentum) menyebabkan sekresi liur cair dalam jumlah besar dengan kandungan bahan organik yang rendah. Sekresi ini disertai oleh vasodilatasi mencolok pada kelenjar, yang disebabkan oleh pelepasan VIP (vasoactive intestine polipeptide). Polipeptida ini adalah co-transmitter dengan asetilkolin pada sebagian neuron parasimpatis pascaganglion. Rangsangan (2) Saraf simpatis cenderung mempengaruhi volume sekresinya. Saraf simpatis menyebabkan vasokonstriksi dan sekresi sedikit saliva yang akan bahan organik dari kelenjar submandibulais. Pada kelenjar sub lingual dan kelenjar-kelenjar minor, lebih dipengaruhi oleh respon kolinergik, sedangkan pada kelenjar lainnya cenderung ke inervasi adrenergik. . Selain dari perbedaan tipe reseptor autonom yang aktif, terdapat dua faktor lain yang berpengaruh terhadap komposisis saliva, yaitu intensitas dan durasi stimulasi ke kelenjar. Perbedaan tersebut berpengaruh langsung kepada permeabilitas membran sel-sel sekretori sebagai akibat dari hilangnya elektrolit sel tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi sekresi saliva: Kelenjar saliva dapat dirangsang dengan cara-cara berikut: ZMekanis, misalnya mengunyah makanan keras atau permen karet ZKimiawi, oleh rangsangan seperti asam, manis, asin, pahit, dan pedas. ZNeuronal, melalui sistem saraf autonom baik simpatis maupun parasimpatis. ZPsikis, stress menghambat sekresi, ketegangan dan kemarahan dapat bekerja sebagai stimulasi. ZRangsangan rasa sakit, misalnya oleh radang, gingivitis, dan pemakaian protesa yang dapat menstimulasi sekresi. Kelainan saliva 1. Syndroma Sjogren Penyakit ini ditandai dengan : ZSekresi ludah dan sekresi kelenjar air mata yang menurun ZPembengkaan glandula parotis ZArtritis Sebab terjadinya sindroma tersebut tidak dikatakan secara jelas. Mungkin ini adalah suatu penyakit autoimune atau dapat pula disebabkan oleh virus. Sekitar 90% penderitanya berusia 40 -60 tahun, 50-60 % diantaranya juga mempunyai gangguan jaringan ikat. Penderita sindroma ini sering mengeluh rasa terbakar di lidah, bibir, dan pipi. Pada sindroma ini terjadi perubahan-perubahan pada ludah yaitu pada atrofi sel sel asinar kelenjar ludah yang melanjut pada sekresi kelenjar ludah diikuti oerubahan konsentrasi beberapa komponen organik atau anorganik. Disamping itu terjadi perubahan imunologis kelenjar ludah. 2.Fibrosis Sistik Tiga gejala klasik pada diagnosisi penyakit ini adalah

ZKonsentrasi klorida keringat meningkat kira kira 5 x lipat dari harga normal ZGangguan penyumbatan paru paru kronis ZPankreas tiodak berfungsi Kelenjar ludah yang terserang penyakit ini memeliki susunan yang abnormal, walaupun secara klinis perubahannya kecil. Kadar Ca 2+ yang meningkat dapat menjadi penyebab naiknya pertumbuhan karang gigi, yang terjadi pada 90 100% penderita fibrosis sistik. Kelainan gigi pada penderita penyakiyt ini diperkirakan disebabkan karena faktor-faktor lain yang abnormal dalam ludah 3. Tumor kelenjar ludah Pada pertumbuhan tumor dikelenjar ludah sering terjadi perubahan perubahan tiak spesifik, misalnya karena pendesakan sel asinar, sehingga sintesis komponen ludah dan sekresi ludah menurun. OBAT ANTI KANKER/ ANTINEOPLASTIK Sel tumor berasal dari sel tubuh yang normal. Obat anti kanker berkerja tidak selektif terhadap sel kanker, sehingga sel tubuh yang normalpun akan menjadi sasaran yang membahayakan. Perbedaan sel normal dan sel kanker hanya terdapat pada jumlah dan progesifitas tahapan pembelahan. Cara kerja obat kanker : 1. Menghambat proliferasi sel (sebagian besar anti kanker), menghancurkan DNA dengan cara : a. Mencegah pemisahan rantai DNA b. Menghambat perbaikan DNA karena adanya ikatan gugus alkil dengan basa DNA c. Menyerupai basa DNA, sehingga terjadi penggabungan obat kedalam DNA dan pemutusan rantai DNA serta umpan balik negatif enzim yang mensintesis dan mendaur ulang purin d. Membuat radikal oksigen bebas yang menghancurkan DNA Menghambat pembelahan sel yang dengan cara mengganggu sintesa protein, DNA, RNA, dan mikrotubulus pada mitosis (disebut zat spesifik siklus sel) Ada 5 tahap siklus replikasi sel, yaitu: a) G1 : Memproduksi enzim yang diperlukan DNA b) S1 : Sintesis dan replikasi DNA c) G2 : Tahap RNA dan sintesa protein d) M : Tahap pembelahan e) G0 : Fase istirahat Beberapa obat kanker bkerja pada semua tahap disebut on spesifik siklus sel atau NSSS, tetapi ada yang hanya bekerja pada tahap tertentu saja disebut spesifik siklus sel atau SSS. Yang termasuk kelompok obat NSSS adalah obat-obat alkilasi, antibiotik anti tumor, dan antikanker hormon. Termasuk SSS adalah antimetabolit (efektif pada tahap S) dan alkaloid vinka (efektif pada tahap M). 2. Mengantagonis reseptor, atau mengagonis reseptor terutama anti kanker hormonal, yang keduanya menyebabkan terjadinya pencegahan pertumbuhan endogen sel.( Sutedjo. 2008)  SKENARIO Seorang pria berumur 25 tahun datang ke RSGM FKG UGM, mengeluh mengenai rasa kering dan tidak nyaman pada rongga mulutnya. Terdapat sariawan di bagian labia inferior. Pasien tersebut pernah mendapat vitamin dari dokter gigi namun eluhannya tidak berkurang. Berdasar catatan di rekam medis, pasien tersebut pernah menjalani terapi dengan mengkonsumsi beberapa obao-obatan anti kanker

karena terdapat tumor di prostatnya. Kinerja obat anti kanker : 3. Menghambat proliferasi sel (sebagian besar anti kanker), menghancurkan DNA dengan cara : a. Mencegah pemisahan rantai DNA b. Menghambat perbaikan DNA karena adanya ikatan gugus alkil dengan basa DNA c. Menyerupai basa DNA, sehingga terjadi penggabungan obat kedalam DNA dan pemutusan rantai DNA serta umpan balik negatif enzim yang mensintesis dan mendaur ulang purin d. Membuat radikal oksigen bebas yang menghancurkan DNA Menghambat pembelahan sel yang dengan cara mengganggu sintesa protein, DNA, RNA, dan mikrotubulus pada mitosis (disebut zat spesifik siklus sel) Beberapa obat kanker bekerja pada semua tahap disebut on spesifik siklus sel atau NSSS, tetapi ada yang hanya bekerja pada tahap tertentu saja disebut spesifik siklus sel atau SSS. Yang termasuk kelompok obat NSSS adalah obat-obat alkilasi, antibiotik anti tumor, dan antikanker hormon. Termasuk SSS adalah antimetabolit (efektif pada tahap S) dan alkaloid vinka (efektif pada tahap M). 4. Mengantagonis reseptor, atau mengagonis reseptor terutama anti kanker hormonal, yang keduanya menyebabkan terjadinya pencegahan pertumbuhan endogen sel Kaitan penggunaan obat anti kanker terhadap adanya sariawan yang tidak sembuh-sembuh : 1. Saliva mengandung komponen organik yang meliputi protein, berupa enzim amilase, maltase, serum albumin, asam urat, kretinin, mucin, vitamin C, beberapa asam amino, lisosim, laktat, dan beberapa hormon seperti testosteron dan kortisol. Selain itu saliva juga mengandung immunoglobin, seperti IgA dan IgG dengan konsentrasi rata-rata 9,4 dan 0,32 mg%. Sedangkan obat anti kanker bekerja menghambat proliferasi sel dengan cara mengganggu sintesa protein. Dalam hal ini obat anti kanker membuat sintesa imunoglobulin A dan G yang termasuk dalam golongan protein menjadi terhambat. Padahal IgA dan IgG merupakan senyawa protein yang berperan dalam sistem imun sehingga adanya infeksi termasuk ulserasi berupa stomatitis dalam rongga mulut akan cepat sembuh jika sistem imun ini bekerja dengan baik. Obat anti kanker yang dikonsumsi berefek mengintervensi sistem imun tubuh oleh imunoglobulin. Protein juga berperan dalam proses regenerasi sel-sel epitel penyusun mkosa rongga mulut. Jika proses pembentukan protein itu sendiri terganggu maka regenerasi sel tidak akan berjalan dengan baik. Sehingga ketika diberi vitamin C oleh dokter gigi, sariawan pada pasien tersebut tidak berkurang. 2. Saliva diekskresikan oleh glandula salivarius sebagai suatu respon akan adanya rangsang yang diterima oleh reseptor di dalam rongga mulut. Kelenjar saliva dapat dirangsang dengan cara-cara berikut: a. Mekanis, misalnya mengunyah makanan keras atau permen karet b. Kimiawi, oleh rangsangan seperti asam, manis, asin, pahit, dan pedas. c. Neuronal, melalui sistem saraf autonom baik simpatis maupun parasimpatis. d. Psikis, stress menghambat sekresi, ketegangan dan kemarahan dapat bekerja sebagai stimulasi. e. Rangsangan rasa sakit, misalnya oleh radang, gingivitis, dan pemakaian protesa yang dapat menstimulasi sekresi Obat anti kanker berefek dalam mengantagonis reseptor. Dalam hal ini, reseptor dalam rongga mulut apabila mendapat rangsangan seperti tersebut di atas akan merangsang ekskresi saliva. Obat anti kanker inilah yang akan mengintervensi reseptor tersebut sehingga bekerja menjadi antagonis, yaitu berefek

pada berkurangnya ekskresi saliva. Ekskresi saliva yang berkurang akan menyebabkan mulut menjadi kering atau xerostomia. Mulut kering lebih rentan terjadi adanya ulserasi pada mukosa rongga mulut sehingga menyebabkan terjadinya sariawan atau stomatitis.. Hal ini karena obat anti kanker yang pernah dikonsumsi berefek pada sedikitnya ekskresi glandula salivarius dan kandungan immunoglobulin di dalam saliva.  DAFTAR PUSTAKA Sutedjo. 2008. Mengenal Obat-obatan secara Mudah & Aplikasinya dalam Perawatan. Amara Books : Yogyakarta. Indriyani, Wiwiek. 2007. Saluran Cerna. Surabaya http://rumahkanker.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=40. Diakses tanggal 01-12-08 jam 20.00 WIB Hasibuan, Sayuti. 2002. Keluhan Mulut Kering Ditinjau dari Faktor Penyebab, Manifestasi dan Penanggulangannya. USU digital library. Ganong,W.F.. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC : Jakarta. Guyton and Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC : Jakarta.