1

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
PEDOMAN TATA KERJA
No. : 018 / PTK / X / 2008
REVISI I
TENTANG :
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
JAKARTA
migas_17x25 rev.indd 1 11/29/2008 10:08:04 AM
i
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
SURAT KEPUTUSAN
Nomor KEP- 0051/BP00000/2008/S8
TENTANG
REVISI PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
KEPALA BPMIGAS
Menimbang : a. Bahwa Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan dan
dikendalikan melalui Kontrak Kerja Sama
b. Bahwa pengendalian manajemen operasi Kontrak Kerja Sama barada
di tangan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
(BPMIGAS).
c. Bahwa dalam rangka mengikuti perkembangan kebutuhan pengelolaan
perlu untuk menyempurnakan Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang saat ini telah diberlakukan berdasarkan
Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal
11 Mei 2005.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi;
2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 tentang Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi;
5. Keputusan Presiden No. 20/P Tahun 2008 tanggal 16 April 2008 tentang
Pengangkatan Kepala BPMIGAS.
6. Production Sharing Contract (PSC).
7. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal
11 Mei 2005, tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Kontraktor Kontrak Kerja Sama;
8. Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 tentang Pedoman Pengelolaan
Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama (“Pedoman Tata Kerja
No. 18/2005”).
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : Memberlakukan Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 Revisi l tahun 2008
tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja
Sama ("PTK No. 18 Revisi I") sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini
untuk seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama di lingkungan Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi. Revisi l tersebut terdiri dari :
1. Menyempurnakan Pedoman Tata Kerja No. 18/2005 dengan mengubah sebagian
isinya sepanjang menyangkut pedoman mengenai Rekrutmen Tenaga Kerja
Indonesia, Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya, Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Di atas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja (RPTK), dan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA),
menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.
BB
S
U
R
A
T

K
E
P
U
T
U
S
A
N
migas_17x25 cm_2009.indd i 3/19/2009 3:50:47 PM
Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kontraktor Kotrak Kerja Sama, dipandang
ii
S
U
R
A
T

K
E
P
U
T
U
S
A
N BADAN PELAKSANA KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
K
E
G
I
A
T
A
N
USA
H
A

H
U
L
U
M
I
N
Y
A
K
D
AN G
A
S

B
U
M
I
-2-
Surat Keputusan
No.: KEP- 0051 /BP00000/2008/S8
2. Menambahkan pedoman baru dalam Pedoman Tata Kerja No. 18/2005, yaitu
pedoman mengenai Total Remunerasi, Cross Posting, Rancangan Struktur
Organisasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Penanganan Unjuk Rasa dan
Mogok Kerja, dan Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri,
Sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.
KEDUA : Menugaskan kepada Kepala Divisi Eksternal sebagai penanggungjawab yang
secara berkesinambungan mengadakan penyempurnaan terhadap Pedoman
Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam PTK
No. 18 Revisi I ini, akan ditetapkan kemudian dan akan menjadi satu kesatuan
dalam PTK No. 18 Revisi I ini.
Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 20 Oktober 2008
Kepala BPMIGAS
Ir. R Priyono

migas_17x25 cm_2009.indd ii 3/19/2009 3:50:47 PM
iii
K
A
T
A

P
E
N
G
A
N
T
A
R
KATA PENGANTAR
Buku Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) KKKS ini merupakan
penyempurnaan terhadap pedoman yang sudah ada sebelumnya, yang berisi
tata cara pengelolaan SDM KKKS, baik yang berkaitan dengan proses rencana
penggunaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja nasional serta hubungan
industrial dan kesejahteraan. Proses penyusunan pedoman ini melibatkan para
praktisi SDM KKKS melalui kelompok kerja I, II, III dan IV, sehingga diharapkan
sudah mengakomodasi sebagian besar kepentingan KKKS, tanpa mengurangi
fungsi pengawasan dari BPMIGAS.
Penyempurnaan pedoman yang dilakukan kali ini dilandasi oleh adanya
perubahan beberapa peraturan perundangan ketenagakerjaan dan semangat
untuk mengelola SDM KKKS yang berpihak kepada tenaga kerja nasional
berdasarkan kompetensi melalui pengawasan dan pengendalian SDM yang
obyektif, transparan, dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, para pengelola
SDM KKKS dituntut agar melakukan upaya nyata untuk mengelola SDM secara
profesional supaya program pengembangan tenaga kerja nasional dapat
terlaksana dengan baik guna mendukung proses operasi produksi perusahaan.
Melalui pedoman ini, terlihat jelas bahwa BPMIGAS memberikan kewenangan
kepada KKKS untuk melaksanakan kebijakan yang bersifat operasional,
sedangkan kebijakan yang bersifat strategis serta berdampak besar terhadap
kelangsungan operasi produksi dan hubungan industrial tetap memerlukan
persetujuan BPMIGAS.
Demikian agar buku pedoman ini menjadi acuan bersama dalam mengelola SDM
KKKS. Apabila ada penyimpangan atas pelaksanaan pengelolaan SDM KKKS,
maka buku pedoman ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan BPMIGAS
dalam menindaklanjuti temuan audit yang terkait dengan SDM dan setiap
penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya
tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd iii 3/19/2009 3:50:47 PM
iv
STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS
SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010
S
T
R
A
T
E
G
I

B
P
M
I
G
A
S

D
A
L
A
M

P
E
N
G
E
L
O
L
A
A
N


S
D
M

K
K
K
S

S
E
S
U
A
I

B
L
U
E
P
R
I
N
T

B
P
M
I
G
A
S

2
0
0
5
-
2
0
1
0
Melakukan Continous Improvement Initiatives dalam semua
proses untuk menurunkan biaya secara menyeluruh.
Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terpadu.
Mengendalikan penggunaan Sumber Daya Manusia KKKS secara
terstruktur dan terpola agar biaya TKI bisa mencapai 75% dari
total biaya personnel dengan tetap meperhatikan kaidah Cost-
Benefit.
Mengevaluasi kelemahan dalam Regulatory Framework
(ketentuan peraturan ketenagakerjaan) di Kegiatan Usaha Hulu
Migas serta mendorong Pemerintah untuk memperbaikinya.
Mendorong dan mempercepat penyediaan SDM Nasional yang
terlatih untuk mendukung Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
migas_17x25 cm_2009.indd iv 3/19/2009 3:50:47 PM
v
DAFTAR ISI
D
A
F
T
A
R

I
S
I
Surat Keputusan ................................................................................................................ i
Kata Pengantar .................................................................................................................... iii
Strategi BPMIGAS Dalam Pengelolaan SDM Sesuai Blueprint BPMIGAS 2005 – 2010 .... iv
Daftar Isi ............................................................................................................................. v
1. Manajemen Informasi Pekerja KKKS ............................................................................ 1
2. Rencana Kerja Dan Anggaran Ketenagakerjaan (RKA) ................................................ 5
3. Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) ................................................................ 16
4. Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) ............................................................ 29
5. Career Development Monitoring (CDM) ............................................................................... 37
6. Mentoring ............................................................................................................................... 41
7. Pengembangan Karir Internasional ....................................................................................... 43
8. Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya .................................................... 46
9. Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) .............................................................................. 48
10. Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan ................................................................. 51
11. Pelatihan Pendidikan Pekerja BPMIGAS Dan Pegawai Instansi Pemerintah
Atas Beban KKKS ........................................................................................................... 55
12. Program Praktek Kerja Mahasiswa, Coop, Siswa Dan Pihak Lain ................................. 58
13. Beasiswa Dan Beawiyata Dalam Negeri ........................................................................ 64
14. Beasiswa Luar Negeri ..................................................................................................... 65
15. Penyusunan Peraturan Perusahaan & Perjanjian Kerja Bersama (PP&PKB) ................ 66
16. Pengupahan Dan Kesejahteraan .................................................................................... 69
17. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) & Mutual Agreement Termination (MAT) ................ 71
18. Ketentuan Administratif Dewan Medik ............................................................................ 73
19. Tata Cara Administrasi Pengesahan Obat Oleh Apoteker ............................................. 75
20. Tata Cara Administrasi Rujukan Pasien Ke Luar Negeri ................................................ 76
21. Tata Cara Administrasi Pemeriksaan Kesehatan Pekerja .............................................. 79
22. Total Remunerasi ............................................................................................................ 81
23. Cross Posting Tenaga Kerja Indonesia ........................................................................... 101
24. Rancangan Struktur Organisasi KKKS .......................................................................... 105
25. Penanganan Unjuk Rasa Dan Mogok Kerja .................................................................. 107
26. Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri .................................................. 113
migas_17x25 cm_2009.indd v 3/19/2009 3:50:47 PM
vi
LAMPIRAN
L
A
M
P
I
R
A
N
1. MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
Lampiran 1. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS ............................................................................. 3
Lampiran 2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) ........................................................................ 4
2. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA)
Lampiran 1. Budgeted Total Personnel Expenses ..................................................................... 10
Lampiran 2. Compensation & Benefits Budget Evaluation ....................................................... 11
Lampiran 3. Operational Statistic For Manpower ...................................................................... 12
Lampiran 4. Operational Statistic For Expatriate Personnel Analysis ................................... 13
Lampiran 5. Budget Year Expenditure ....................................................................................... 14
Lampiran 6. Project Status Report ............................................................................................. 15
3. RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK)
Lampiran 1. Nota Penjelasan ..................................................................................................... 21
Lampiran 2. Identifikasi Pemohon ............................................................................................. 22
Lampiran 3. MD-1 Struktur Organisasi .................................................................................... 23
Lampiran 4. MD-2 Bagan Perencanaan Penggunaan & Penggantian TKA ........................... 24
Lampiran 5. Uraian Singkat Pekerjaan Dan Persyaratan Minimum Jabatan TKA ............ 25
Lampiran 6. Program Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Rangka
Penggantian TKA .......................................................................................... 26
Lampiran 7. MD-3 Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan TKA/TKI dan Rencana
Pengindonesiaan .......................................................................................... 27
Lampiran 8. MD-4 Program Pertukaran Pekerja Internasional ............................................ 28
4. IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA)
Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan
Pindah Jabatan ..................................................................................................... 32
Lampiran 2. Surat Permohonan Kepada Tiga Ditjen ................................................................ 34
Lampiran 3. Rekomendasi BPMIGAS Untuk Tamu Asing ...................................................... 35
Lampiran 4. Surat Permohonan IMTA Non Reguler ............................................................... 36
5. CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM)
Lampiran 1. Notulen Rapat CDM ................................................................................................. 40
6. PENGEMBANGAN KARIR INTERNATIONAL
Lampiran 1. Lihat masing-masing KKKS (Individual Development Plan)
7. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Lampiran 1. Annual Training Report Budget & Evaluation ......................................................... 54
8. PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH
ATAS BEBAN KKKS
Lampiran 1. Surat Persetujuan Hak-hak Kewajiban Mengikuti Program Pelatihan Atas Beban
KKKS ...................................................................................................................... 57
9. PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN
Lampiran 1. Technical Education Assistance (TEA) 1 .............................................................. 60
Lampiran 2. Technical Education Assistance (TEA) 2 .............................................................. 62
migas_17x25 cm_2009.indd vi 3/19/2009 3:50:47 PM
vii
10. TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI
Lampiran 1. Assistance Requistion Sheet (ARS) .................................................................... 78
11. TOTAL REMUNERASI
Lampiran 1. Komponen & Tariff Remunerasi TKI .............................................................. 85
Lampiran 2. Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies) ................................... 91
Lampiran 3. Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi ........... 99
12. CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA
Lampiran 1. Cross Posting Business Process .................................................................. 104
13. PENANGANAN UNJUK RASA DAN MOGOK KERJA
Lampiran 1. Alur Mogok Kerja ........................................................................................... 111
Lampiran 2. Bagan Komunikasi ....................................................................................... 112
migas_17x25 cm_2009.indd vii 3/19/2009 3:50:48 PM

1
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Manajemen Informasi Pekerja KKKS adalah pengelolaan data pekerja KKKS sebagai
dasar pengelolaan SDM yang diperlukan oleh manajemen BPMIGAS dan KKKS.
1.2. Manajemen Informasi Pekerja KKKS dilaksanakan dengan berbagai cara agar cepat
dan tepat dengan menggunakan sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang
dapat di akses melalui situs http://www.bpmigas.com.
1.3. Informasi pelaporan merupakan data-data pekerja yang diperlukan untuk menunjang
keputusan manajemen dalam pengawasan dan pengendalian SDM KKKS.
1.4. Untuk mengantisipasi perkembangan SDM yang demikian cepat dan kompleks, maka
diperlukan informasi/data pekerja yang cepat dan akurat.
II. TUJUAN
2.1. Memonitor pengelolaan SDM KKKS di lingkungan KKKS.
2.2. Untuk mendapatkan data yang bisa dipakai sebagai acuan dilingkungan KKKS dan bisa
dibuka setiap saat oleh pekerja (yang mempunyai akses kedalam sistem informasi data
ketenagakerjaan KKKS) dilingkungan KKKS.
2.3. Untuk menyediakan informasi dalam melaksanakan pengelolaan SDM KKKS.
III. KEWENANGAN
3.1. Setiap KKKS menentukan petugas yang melakukan pengisian data ke dalam sistem
informasi data ketenagakerjaan KKKS dan membuat laporan ketenagakerjaan yang
disetujui oleh pimpinan tertinggi HR.
3.2. Pekerja yang diberi tugas tersebut mempunyai akses untuk masuk ke dalam sistem
informasi data ketenagakerjaan KKKS di dalam situs http://www.bpmigas.com.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Untuk dapat menunjang keputusan manajemen dengan cepat dan tepat, informasi
yang diperoleh melalui sistem pelaporan tersebut dikirimkan kepada BPMIGAS dengan
menggunakan sarana :
Situs/Internet KKKS : http://www.bpmigas.com
Surat
Facsimili
E-mail
4.2. KKKS wajib melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang
telah dibuat BPMIGAS yang dapat diakses melalui situs : www.bpmigas.com pada
sistem informasi data ketenagakerjaan.
4.3. KKKS wajib melakukan pembaharuan data setiap saat sesuai kondisi aktual di
perusahaan.
4.4. Sepanjang KKKS belum melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan,
KKKS wajib melakukan pelaporan bulanan sesuai yang berlaku saat ini:
4.4.1. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS
Jumlah TKI, baik penuh/full posting (sesuai RPTK), maupun TPC (jangka
pendek, yang bersifat project/sementara).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:1 3/19/2009 3:50:48 PM
2
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Jumlah TKI yang terdiri dari :
- Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT) atau pekerja tetap.
- Pekerja Waktu Tertentu (PWT) atau pekerja kontrak (direct hire).
- Pekerja TPC, untuk jangka pendek yang bersifat project/sementara.
4.4.2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK)
• Penerimaan TKI/(B).
• Transfer/(T):
- Ta = Pindah Jabatan, Departemen, Lokasi/Area.
- Tb = Promosi (perubahan grade/golongan, jabatan).
- Tc = Internasionalisasi.
- Td = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional.
- Te = Job Assignment/Overseas On The Job Training.
- Tf = Change Job Title dan Perubahan Organisasi.
- Tg = Leave Without Payment.
• Pemutusan Hubungan Kerja/(P) :
- Pa = Pensiun Purnakarya.
- Pb = Pensiun Dini atas Permintaan Sendiri.
- Pc = Mengundurkan Diri.
- Pd = Mengundurkan Diri atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement
Termination = MAT).
- Pe = Meninggal Dunia.
- Pf = Alasan Kesehatan.
- Pg = Disebabkan Pelanggaran berat yang dilakukan pekerja.
- Ph = Penutupan Perusahaan.
4.5. KKKS menyusun Pelaporan selain tersebut diatas yang ditetapkan BPMIGAS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
VI. LAMPIRAN
6.1. Laporan Kekuatan Tenaga Kerja (KTK). (Lampiran 1).
6.2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK). (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:2 3/19/2009 3:50:48 PM

3
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

K
K
K
S
S
t
a
t
e
S
u
b
.
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
S
u
b

T
o
t
a
l
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
S
u
b

T
o
t
a
l
E
m
p
l
.
C
o
n
t
.
P
W
T
N
a
s
i
o
n
a
l
T
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a

A
s
i
n
g
I
K
S
S
u
b

K
o
n
t
r
a
k
t
o
r
S
u
b

T
o
t
a
l
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
G
r
a
n
d

T
o
t
a
l
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
L
A
P
O
R
A
N

K
E
K
U
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

B
u
l
a
n










L
o
k
a
s
i
/
W
i
l
a
y
a
h

K
e
r
j
a
N
o
.

T
o
t
a
l
I
M
T
A
P
W
T
T
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϭ

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:3 3/19/2009 3:50:48 PM
4
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
L
A
P
O
R
A
N

M
U
T
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A


I
N
D
O
N
E
S
I
A
B
u
l
a
n

















T
m
t
.
C
o
d
e
K
e
t
.
L
o
k
a
s
i
D
e
p
t
.
J
a
b
a
t
a
n
G
o
l
.
L
o
k
a
s
i
D
e
p
t
.
J
a
b
a
t
a
n
G
o
l
.
C
a
t
a
t
a
n

:
B

=

B
a
r
u

(
P
e
n
e
r
i
m
a
a
n

P
e
k
e
r
j
a

B
a
r
u
)
P



=

P
H
K

(
p
e
m
u
t
u
s
a
n

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
)
T

=

T
r
a
n
s
f
e
r
P
a

=

P
e
n
s
i
u
n

P
u
r
n
a
k
a
r
y
a

P
b

=

P
e
n
s
i
u
n

D
i
n
i

A
t
a
s

P
e
r
m
i
n
t
a
a
n

S
e
n
d
i
r
i
T
a

=

P
i
n
d
a
h

J
a
b
a
t
a
n
,

D
e
p
a
r
t
e
m
e
n
,

L
o
k
a
s
i
/
A
r
e
a
P
c

=

M
e
n
g
u
n
d
u
r
k
a
n

D
i
r
i

T
b
=

P
r
o
m
o
s
i

(
p
e
r
u
b
a
h
a
n

g
r
a
d
e
/
g
o
l
o
n
g
a
n
/
j
a
b
a
t
a
n
)
P
d

=

M
e
n
g
u
n
d
u
r
k
a
n

D
i
r
i

A
t
a
s

K
e
s
e
p
a
k
a
t
a
n

B
e
r
s
a
m
a

T
c
=

I
n
t
e
r
n
a
s
i
o
n
a
l
i
s
a
s
i








(
M
u
t
u
a
l

A
g
r
e
e
m
e
n
t

T
e
r
m
i
n
a
t
i
o
n
)
T
d
=

S
w
a
p
p
i
n
g
/
P
e
r
t
u
k
a
r
a
n

P
e
k
e
r
j
a

I
n
t
e
r
n
a
s
i
o
n
a
l
P
e

=

M
e
n
i
n
g
g
a
l

D
u
n
i
a

T
e
=

J
o
b

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/
O
v
e
r
s
e
a
s

O
n

T
h
e

J
o
b

T
r
a
i
n
i
n
g
P
f


=

A
l
a
s
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
T
f
=

C
h
a
n
g
e

J
o
b

T
i
t
l
e

d
a
n

p
e
r
u
b
a
h
a
n

o
r
g
a
n
i
s
a
s
i
P
g

=

D
i
s
e
b
a
b
k
a
n

P
e
l
a
n
g
g
a
r
a
n

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

D
i
l
a
k
u
k
a
n

P
e
k
e
r
j
a

T
g
=

L
e
a
v
e

W
i
t
h
o
u
t

P
a
y
m
e
n
t
P
h

=

P
e
n
u
t
u
p
a
n

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n

A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

2
N
o
.
N
a
m
a

K
K
K
S
N
a
m
a

N
o
p
e
g
L
a
m
a
B
a
r
u
J
a
b
a
t
a
n

d
a
n

K
e
d
u
d
u
k
a
n
K
a
t
e
g
o
r
i
S
N
S
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
Ϯ

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:4 3/19/2009 3:50:49 PM

5
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Rencana Kerja & Anggaran Tenaga Kerja adalah rencana kerja kegiatan pengelolaan
Tenaga Kerja yang dituangkan dalam bentuk rencana pengeluaran biaya di setiap KKKS
yang merupakan dasar penyusunan Work Program & Budget (WP&B).
1.2. Total Personnel Expenses adalah keseluruhan pengeluaran biaya tenaga kerja yang
terdiri dari pengupahan (Salary & Wages), Benefit dan belanja Iain-Iain untuk pekerja
(Personnel Expenses).
Total Personnel Expenses dipisahkan untuk 3 jenis kegiatan yaitu kelompok Exploration/
Development, Production dan Administration.
1.2.1. Kelompok Exploration/Development.
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Budgeted Exploration/Development Expenses dari Work Program and
Budget (Attachment to Schedule-4).
1.2.2. Kelompok Production
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Budgeted Production Expenses dari Work Program and Budget
(Attachment to Schedule-8).
1.2.3. Kelompok Administration
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Administrative Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to
Schedule-11).
1.3. Budgeted Total Personnel Expenses adalah rincian anggaran yang diisi data pengeluaran
biaya TKI & TKA sampai dengan akhir tahun dari Total Personnel Expenses, yang
mencakup Salary Wages & Benefits, serta Personnel Expenses yang dialokasikan pada
fungsi Exploration/Development Expenses, Production Expenses dan Administrative
Expenses.
1.4. Compensation and Benefits Budget Evaluation adalah rincian anggaran berdasarkan
komponen Salary Wages, Other/Employee Benefits dan kandungan biaya tenaga kerja
yang dimasukan dalam Technical Services, Outside Services, Materials, Insurance,
Environmenttal Control dan Sundries.
II. TUJUAN
2.1. Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan pengendalian pengelolaan SDM
Kontraktor Kontrak Kerja Sama dengan analisa dan evaluasi Strategis, berdasarkan
hubungan Kontrak Kerja Sama.
2.2. Untuk menjamin komitmen KKKS dalam pelaksanaan pengelolaan ketenagakerjaan.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun rancangan anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang
Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang
sesuai dengan strategi/kebutuhan bisnis dan kemampuan finansial perusahaan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:5 3/19/2009 3:50:50 PM
6
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas rancangan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) di
bidang ketenagakerjaan yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan
dan memberikan persetujuannya untuk dipedomani oleh KKKS pada pelaksanaan
rencana kerja di bidang ketenagakerjaan dalam tahun anggaran ke depan. Apabila
KKKS harus membuat kebijakan ketenagakerjaan di luar dari RKA yang telah disetujui
BPMIGAS, maka KKKS harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. KKKS menyusun anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang
Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan
datang. Hal ini dituangkan dalam formulir Budgeted Total Personnel Expenses,
Compensation & Benefits Budget Evaluation Annual dan Training Report
Budget& Evaluation (lihat pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan),
dilengkapi dengan : Budget Schedule No. 17 (Budget Year Expenditure),
Report Table 15 WP&B (Project Status Report), Report Table 11 WP&B
(Operational Statistics for Manpower) dan Report Table 12 WP&B (Operational
Statistics for Expatriates Personnel Analysis). Kemudian disampaikan kepada BPMIGAS
cq. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial sebelum rapat
WP&B dilaksanakan (Sebelum tanggal 30 September tahun berjalan).
4.2. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial melaksanakan
evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran yang diajukan tersebut dan dibahas dengan
KKKS terkait untuk rekomendasi kepada Tim WP&B.
4.3. Rencana Kerja dan Anggaran kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui,
menjadi bahan pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja KKKS pada periode tahunan
anggaran yang akan datang (sesuai dengan periode WP&B).
4.4. Dalam tahun anggaran yang sedang berjalan :
4.4.1. Apabila dalam pelaksanaan/realisasi rencana kerja terjadi kenaikan biaya yang
melebihi batasan anggaran yang telah di setujui, maka KKKS wajib meminta
persetujuan terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum dapat di masukkan
sebagai tambahan beban biaya operasi. Namun apabila penyebab kenaikan
biaya tersebut semata-mata karena kenaikan jumlah tenaga kerja Indonesia dan
jumlahnya tidak lebih dari 10% dari anggaran ketenagakerjaan yang telah di
setujui, maka KKKS dapat melaksanakan tanpa persetujuan BPMIGAS.
4.4.2. Apabila KKKS melaksanakan kebijakan Pengupahan Ketenagakerjaan,
(Compensation & Benefits) di luar dari rencana kerja, KKKS meminta persetujuan
terlebih dahulu dari BPMIGAS.
4.5. Apabila KKKS akan merevisi Anggaran bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui,
maka KKKS menyampaikan revisi tersebut kepada BPMIGAS cq. Kepala Dinas
Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial. Dengan mengajukan formulir
Lampiran 1, 2 yang telah diisi dan revisi Report Table 11 WP&B (Lampiran 3) dan Report
Table 12 WP&B (Lampiran 4).
4.6. Rencana Kerja dan Anggaran bidang Ketenagakerjaan merupakan dasar dalam
penggunaan Tenaga Kerja sehingga setiap pengajuan RPTK & Ijin Penggunaan
Tenaga Kerja khususnya TKA harus berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran
ketenagakerjaan yang telah disetujui.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:6 3/19/2009 3:50:50 PM

7
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.7. Kebijakan yang diambil KKKS dalam bidang Ketenagakerjaan yang tidak berdasarkan
pada Rencana Kerja & Anggaran bidang Ketenagakerjaan tanpa melalui persetujuan
BPMIGAS dan atau tidak berdasarkan pada kebijakan-kebijakan/keputusan-keputusan
BPMIGAS, tidak menjadi beban biaya operasi.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.6. Work Program & Budget (WP&B).
VI. LAMPIRAN
6.1. Budgeted Total Personnel Expenses (Lampiran 1).
6.2. Compensation & Benefits Budget Evaluation (Lampiran 2).
6.3. Operational Statistics for Manpower, Report Table 11 WP&B (Lampiran 3).
6.4. Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis, Report Table 12 WP&B
(Lampiran 4).
6.5. Budget year Expenditure, Budget Schedule 17 WP&B (Lampiran 5).
6.6. Project Status Report, Report Table 15 WP&B (Lampiran 6).
VII. PETUNJUK PENGISIAN
Lampiran 1 : BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES :
Line 1 : Exploration/Development Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Exploration/Development.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data Salary Wages/Benefits dimasukan kedalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja nasional ataupun expat.
• Personnel Expenses merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja
selain untuk Salary Wages/Benefit. Biaya ini digunakan untuk Employee
Relation, Training, Accommodations, Welfare/Medical dan Other yang
dianggarkan dalam kelompok Exploration/Dev. Data tersebut dicantumkan
di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service, Outside
Service, Materials, Insurance, Environment Control dan Sundries.
Di dalam Work Program & Budget, Personnel Expenses ini merupakan
bagian dari anggaran Administration (row 21) dibawah sub judul Exploration
Administration Expenditures (row 20) dari Attachment to Schedule-4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:7 3/19/2009 3:50:50 PM
8
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
• Manpower Budget diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja dikelompok
Exploration/Dev.
Line 2 : Production Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Production.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data salary Wages/benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat.
• Personnel Expenses
Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk
Salary & Benefit. Biaya ini sejalan dengan data untuk Employee Relation pada
row 40 dalam Attachment to Schedule-8 WP&B, ditambah dengan anggaran
untuk tenaga kerja lain. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai
yaitu : pada kolom Technical Service, Outside Service, Materials, Insurance,
Environment Control dan Sundries.
• Manpower Budget
Data tentang jumlah tenaga kerja diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja di
kelompok Production.
Line 3 : Administrative Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Administration.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data salary Wages/Benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat.
• Personnel Expenses
Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain
untuk Salary Wages/Benefit. Biaya ini sejalan dengan data pada Personnel
Expenses (Row 24), Attachment to Schedule-11 dalam WP&B, ditambah
dengan anggaran untuk tenaga kerja lain (Outside Contract, Technical Services,
dsb.) dari kelompok Administration. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom
yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service, Outside Service, Materials,
Insurance, Environment Control dan Sundries.
• Manpower Budget: diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja yang dianggarkan
dalam kelompok Administrative.
Lampiran 2 : COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION.
Data yang dievaluasi adalah data dari setiap kelompok yaitu : Exploration &
Development, Production dan Administration, dengan mengisikan data realisasi
tahun sebelumnya, anggaran tahun berjalan dan rencana anggaran tahun yang
akan datang.
Data diisi sesuai dengan salary & benefit Total di seluruh wilayah kerja, data
outside services, material, insurance dan environmental control diisi jika memiliki
alokasi biaya tenaga kerja dalam jenis biaya tersebut.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:8 3/19/2009 3:50:50 PM

9
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 3 & 4 :
- OPERATIONAL STATISTICS FOR MANPOWER, REPORT TABLE-11
WP&B (Lampiran 3).
- OPERATIONAL STATISTICS FOR EXPATRIATES PERSONNEL
ANALYSIS, REPORT TABLE-12 WP&B (Lampiran 4).
Merupakan Proposed Budget, pada Report Table-11 WP&B (Lampiran
3) dan Report Table-12 WP&B (Lampiran 4).
Lampiran 5 : BUDGET YEAR EXPENDITURE, Budget Schedule-17 WP&B
(Lampiran 5)
Merupakan proposed budget pada Budget Schedule 17dari WP&B.
Lampiran 6 : PROJECT STATUS REPORT, REPORT TABLE-15 (Lampiran 6).
Adalah data anggaran Supervisi dan General & Adiministration pada
proyek sesuai AFE. Data ini diambil dari Report Table-15, Project Status
Report dari Procedure Manual of Production Sharing Contract. Pada
setiap AFE proyek (misalnya Seismic & Other Survey, G&G, Exploration
Drilling, Delineation Drilling, Development Drilling, dll) terdapat alokasi
anggaran Supervisi, General & Administration, yang merupakan
anggaran ketenagakerjaan proyek yang dicantumkan dalam Project
Status Report/closed out report AFE Project.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:9 3/19/2009 3:50:51 PM
10
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
L
A
M
P
I
R
A
N

-

1
O
p
e
r
a
t
o
r
:

C
o
n
t
r
a
c
t

A
r
e
a













:

P
r
o
p
o
s
e
d

B
u
d
g
e
t

Y
e
a
r
:
(
i
n

1
,
0
0
0

U
S
$
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
E
X
P
A
T
N
A
T
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
1
.
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n
/
D
e
v
.

E
x
p
e
n
s
e
s



a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s

(
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n
)
*
2
.
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

E
x
p
e
n
s
e
s
a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
*
*
3
.
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
v
e

E
x
p
e
n
s
e
s
a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
*
*
T
o
t
a
l

M
a
n
p
o
w
e
r
*


:

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
,

p
a
r
t

o
f

A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
io
n

E
x
p
e
n
s
e
s

i
n

E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

/
D
e
v
.

w
i
t
h
o
u
t

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
.



*
*

:

P
e
r
s
o
n
n
e
l
E
x
p
e
n
s
e
s

W
it
h
o
u
t

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
i
t

f
o
r

a
ll

e
m
p
lo
y
e
e

s
t
a
t
u
s
.
S
U
N
D
R
I
E
S
P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
T
E
C
H
.

S
E
R
V
.
O
U
T
S
I
D
E

S
E
R
V
.
M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
.
B
U
D
G
E
T
E
D

T
O
T
A
L

P
E
R
S
O
N
N
E
L

E
X
P
E
N
S
E
S
T
O
T
A
L

T

O

T

A

L
S
A
L
.
/
W
A
G
E
S
B
E
N
E
F
I
T
S
D
O
M
E
S
T
I
C
I
M
P
O
R
T
C
O
N
T
R
O
L
M
A
N
P
O
W
E
R

B
U
D
G
E
T

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:10 3/19/2009 3:50:51 PM

11
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Operator :
Contract Area :
LINE DESCRIPTION
EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL
1. SALARIES & WAGES
- Base Salary
- Housing Allw
- Transport Allw
- Regional Allw
- Leave day off
……………………..
Total Salaries & Wages
2. OTHER/EMPL. BENEFIT
- Field Allw
- Rotational Allw
- Shift Premium
- Meals & Trpt O/T Allw
- Incentives Comp Plan
- THRK Allw
……………………………
Total Other/Empl. Benefit
3. TECHNICAL SERVICES
- Salary
- other
Total Technical Services
4. OUTSIDE SERVICES
- Salary
- other
Total Outside Services
5 MATERIALS*
6 INSURANCE*
7 ENVIRONMENTAL CONTROL*
8 SUNDRIES*
(personnel expenses that not
covered by all items above)
* : For Personnel Expenses & Benefits
** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B
Attachment 2
COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION
** TOTAL
(1) (2) (3)
PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET
BUDGET FOR
NEXT YEAR
% VARIANCE
(3-2)
2
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

Operator :
Contract Area :
LINE DESCRIPTION
EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL
1. SALARIES & WAGES
- Base Salary
- Housing Allw
- Transport Allw
- Regional Allw
- Leave day off
……………………..
Total Salaries & Wages
2. OTHER/EMPL. BENEFIT
- Field Allw
- Rotational Allw
- Shift Premium
- Meals & Trpt O/T Allw
- Incentives Comp Plan
- THRK Allw
……………………………
Total Other/Empl. Benefit
3. TECHNICAL SERVICES
- Salary
- other
Total Technical Services
4. OUTSIDE SERVICES
- Salary
- other
Total Outside Services
5 MATERIALS*
6 INSURANCE*
7 ENVIRONMENTAL CONTROL*
8 SUNDRIES*
(personnel expenses that not
covered by all items above)
* : For Personnel Expenses & Benefits
** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B
Attachment 2
COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION
** TOTAL
(1) (2) (3)
PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET
BUDGET FOR
NEXT YEAR
% VARIANCE
(3-2)
2
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
>ĂŵƉŝƌĂŶ Ϯ
(in 1,000 US$)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:11 3/19/2009 3:50:51 PM
12
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

OPERAT IONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

DESCRIPTION
1. TOTAL MANPOWER
2. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS
- Routine
- Project
3. NUMBER OF NATIONAL STAFF
4. NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF
5. NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS
- Exploration
- Other E & P
- Finec
- Administration & Other
6. TRAINING & COURSES
a. Category :
- S1 degree
- S2 degree
- S3 degree
- Other (AKAMIGAS)
- S2 Overseas
- In House
- Domestic
- Overseas
Practical Training for Univ. Student
b. Training Expenditures (K US$) :
Attachment 4
(Report Table 11 of WP&B)
Proposed
Next Year
Budget
Previous
Budget
WP&B Year To Date Q3
CURRENT YEAR
Original Revision Budget Actual
Attachment 3
(Report Table 11 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR MANPOWER

OPERAT IONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

DESCRIPTION
1. TOTAL MANPOWER
2. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS
- Routine
- Project
3. NUMBER OF NATIONAL STAFF
4. NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF
5. NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS
- Exploration
- Other E & P
- Finec
- Administration & Other
6. TRAINING & COURSES
a. Category :
- S1 degree
- S2 degree
- S3 degree
- Other (AKAMIGAS)
- S2 Overseas
- In House
- Domestic
- Overseas
Practical Training for Univ. Student
b. Training Expenditures (K US$) :
Attachment 4
(Report Table 11 of WP&B)
Proposed
Next Year
Budget
Previous
Budget
WP&B Year To Date Q3
CURRENT YEAR
Original Revision Budget Actual
Attachment 3
(Report Table 11 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR MANPOWER
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϯ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϭŽĨtWΘͿ
C Ca at te eg go or ry y :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:12 3/19/2009 3:50:52 PM

13
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Previous Proposed
Budget Next Year
Budget
1. OPERATIONAL RESULT
a. Discoveries + Reassesment Res. Eq. bbl.
b. Production Equivalent bbl.
2. FINANCIAL RESULT
a. Exploration Expenditures
b. Development Expenditures
c. Production + Other Expenditures
d. Total Expenditures
3. NUMBER OF EXPATRIATES
a. Exploration
b. Other E&P
c. Finance + Administration
d. Total Expatriates
4. UNIT ANALYSIS
a. Expatriates Exploration
- Additional Reserve/personnel (1a:3a)
- Explo. Expenditures/personnel (2a:3a)
b. Other E&P
- Production/Personnel (1b:3b)
- Dev. Expenditures/personnel (2b:3b)
c. Finance + Administration
- Production/Personnel (1b:3c)
- Expenditures/personnel (2d:3d)
DESCRIPTION
Original Revision Budget Actual
Attachment 5
(Report Table 12 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS
CURRENT YEAR
W P & B Year to Date Q3
4. UNIT ANALYSIS
Attachment 4
(Report Table 12 of WP&B)
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Previous Proposed
Budget Next Year
Budget
1. OPERATIONAL RESULT
a. Discoveries + Reassesment Res. Eq. bbl.
b. Production Equivalent bbl.
2. FINANCIAL RESULT
a. Exploration Expenditures
b. Development Expenditures
c. Production + Other Expenditures
d. Total Expenditures
3. NUMBER OF EXPATRIATES
a. Exploration
b. Other E&P
c. Finance + Administration
d. Total Expatriates
4. UNIT ANALYSIS
a. Expatriates Exploration
- Additional Reserve/personnel (1a:3a)
- Explo. Expenditures/personnel (2a:3a)
b. Other E&P
- Production/Personnel (1b:3b)
- Dev. Expenditures/personnel (2b:3b)
c. Finance + Administration
- Production/Personnel (1b:3c)
- Expenditures/personnel (2d:3d)
DESCRIPTION
Original Revision Budget Actual
Attachment 5
(Report Table 12 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS
CURRENT YEAR
W P & B Year to Date Q3
4. UNIT ANALYSIS
Attachment 4
(Report Table 12 of WP&B)
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϰ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϮŽĨtWΘͿ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:13 3/19/2009 3:50:53 PM
14
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

O
P
E
R
A
T
O
R



:
C
O
N
T
R
A
C
T

A
R
E
A



:
P
R
O
P
O
S
E
D

B
U
D
G
E
T

(
N
E
X
T

Y
E
A
R
)



:
E
x
p
r
e
s
s
e
d

i
n

T
h
o
u
s
a
n
d
s

o
f

D
o
l
l
a
r
s
2
)
3
)

C
O
N
T
R
A
C
T
/
4
)
5
)
6
)
7
)
8
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
E
M
P
L
O
Y
E
E

B
E
N
E
F
I
T
S
T
E
C
H
N
I
C
A
L
O
U
T
S
I
D
E

M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
E
N
T
A
L
S
U
N
D
R
I
E
S
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
S
E
R
V
I
C
E
S
S
E
R
V
I
C
E
S
C
O
N
T
R
O
L
1
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
2
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t

3
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

4
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

5
T
o
t
a
l

C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
6 7
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
8
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
9
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

1
0
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

1
1
T
o
t
a
l

N
o
n
-
C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
1
2
1
3
T
O
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

o
f

W
P
&
B

S
A
L
A
R
I
E
S
B
U
D
G
E
T

Y
E
A
R

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
1
)


P
E
R
S
O
N
A
L

C
O
S
T
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

5
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

O
F

W
P

&

B

O
P
E
R
A
T
O
R



:
C
O
N
T
R
A
C
T

A
R
E
A



:
P
R
O
P
O
S
E
D

B
U
D
G
E
T

(
N
E
X
T

Y
E
A
R
)



:
E
x
p
r
e
s
s
e
d

i
n

T
h
o
u
s
a
n
d
s

o
f

D
o
l
l
a
r
s
2
)
3
)

C
O
N
T
R
A
C
T
/
4
)
5
)
6
)
7
)
8
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
E
M
P
L
O
Y
E
E

B
E
N
E
F
I
T
S
T
E
C
H
N
I
C
A
L
O
U
T
S
I
D
E

M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
E
N
T
A
L
S
U
N
D
R
I
E
S
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
S
E
R
V
I
C
E
S
S
E
R
V
I
C
E
S
C
O
N
T
R
O
L
1
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
2
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t

3
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

4
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

5
T
o
t
a
l

C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
6 7
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
8
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
9
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

1
0
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

1
1
T
o
t
a
l

N
o
n
-
C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
1
2
1
3
T
O
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

o
f

W
P
&
B

S
A
L
A
R
I
E
S
B
U
D
G
E
T

Y
E
A
R

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
1
)


P
E
R
S
O
N
A
L

C
O
S
T
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

5
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

O
F

W
P

&

B
L
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϱ
8
u
u
C
L
1

S
C
P
L
u
u
L
L

ϭ
ϳ

C
l

W
Þ
Θ
8
6 7 8 9 1
0
1
1
(
i
n

1
,
0
0
0

U
S
$
)

T
O
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
E
x
p
e
n
d
i
t
u
r
e
s
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:14 3/19/2009 3:50:53 PM

15
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
OPERATOR
CONTRACT AREA
QUARTERENDED
Remaining Estimated Over/(Under)
Original Revised Prev. Yr This Qtr Total YTD Budget Actual Amount Budget
4 5 6 7 8 9 10 11 16
- Seismic &Other Survey
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- G&G
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Exploration Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Delineation Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Development Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Production Facilities
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Work Over
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Equipment
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Other
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
Grand Total
Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFEProyek, hanya baris supervisi dan G&A.
Attachment 7
Report Table 15 of WP&B
B P M I G A S
PRODUCTION SHARING CONTRACT
PROJECT STATUS REPORT
AFE byCatagories
Total Budget Actual Expenditures
Remarks
:
:
:
OPERATOR
CONTRACT AREA
QUARTERENDED
Remaining Estimated Over/(Under)
Original Revised Prev. Yr This Qtr Total YTD Budget Actual Amount Budget
4 5 6 7 8 9 10 11 16
- Seismic &Other Survey
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- G&G
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Exploration Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Delineation Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Development Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Production Facilities
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Work Over
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Equipment
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Other
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
Grand Total
Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFEProyek, hanya baris supervisi dan G&A.
Attachment 7
Report Table 15 of WP&B
B P M I G A S
PRODUCTION SHARING CONTRACT
PROJECT STATUS REPORT
AFE byCatagories
Total Budget Actual Expenditures
Remarks
:
:
:
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϲ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϱŽĨtWΘͿ
12
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:15 3/19/2009 3:50:53 PM
16
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
I. UMUM
1.1. BPMIGAS berperan sebagai pengawas dan pengendali tenaga kerja di lingkungan
KKKS, berdasarkan kegiatan yang tertuang di dalam rencana kerja & anggaran KKKS.
1.2. RPTK KKKS (RPTK) adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS, yang
digunakan BPMIGAS di dalam melakukan pengendalian dan pengawasan penggunaan
dan penempatan tenaga kerja, melalui format MD-1 & MD-2, yang merupakan bagian
proses formalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Departemen Tenaga Kerja
& Transmigrasi (Depnakertrans), penyusunan struktur organisasi yang mencerminkan
kegiatan operasi KKKS, serta program-program pengembangan TKI (program suksesi
dan penugasan ke luar negeri).
1.3. RPTK terdiri dari:
1.3.1. RPTK Reguler dibuat untuk dasar penggunaan TKA yang melaksanakan kegiatan
rutin dan menduduki posisi permanen (established) dalam struktur organisasi
KKKS atau jangka waktu penggunaannya lebih dari 12 bulan.
1.3.2. RPTK Proyek merupakan bagian dari RPTK Reguler yang penggunaannya
berdasarkan kegiatan proyek yang tergambar di dalam rencana kerja dan
anggaran proyek di luar dari anggaran rutin personalia.
1.3.3. RPTK Non Reguler dibuat untuk TKA yang melaksanakan kegiatan operasional
yang bersifat sementara dan jangka waktu penggunaannya sampai dengan 12
bulan
1.3.4. RPTK Program Pertukaran Pekerja Internasional dibuat untuk menampung
program Job Swapping, TDE (Technical Development Exchange). RPTK
Co-Operative Academic education (Co-op)/praktek kerja dibuat untuk
menampung program pemagangan dari kantor pusat yang terkait dengan
kebijakan pemerintah.
1.4. Pada dasarnya, dalam melakukan pengisian posisi di RPTK harus mengutamakan
TKI.
1.5. RPTK KKKS dibuat berdasarkan WP&B, AFE, dan POD dengan memperhatikan
kepentingan operasional KKKS, pembinaan dan pengembangan TKI, dan alih
teknologi.
1.6. Penggunaan TKA merupakan bagian dari penerapan teknologi dan pengetahuan, serta
penempatan wakil perusahaan.
1.7. Setiap rencana penggunaan TKA harus diikuti dengan rencana pengembangan TKI.
1.8. Untuk setiap posisi TKA harus diikuti dengan program transfer teknologi, baik melalui
pendampingan dan/atau memberikan pelatihan.
1.9. Evaluasi dan monitoring penggunaan TKA akan dilakukan berdasarkan semua ketentuan
tersebut di atas.
1.10. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga adalah Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja yang digunakan sebagai dasar evaluasi penggunaan tenaga
kerja asing, yang secara substansi merupakan penggunaan tenaga kerja asing melalui
kontrak jasa keahlian tenaga kerja dengan pihak ke tiga.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:16 3/19/2009 3:50:54 PM

17
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
II. TUJUAN
Pada dasarnya RPTK diperlukan dengan tujuan:
2.1. Untuk menunjang kegiatan operasi migas KKKS sesuai dengan rencana kegiatan KKKS
yang tertuang di dalam WP&B, AFE, dan POD.
2.2. Sebagai bagian dari rencana strategi bisnis perusahaan dalam pengelolaan SDM.
2.3. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja agar efektif dan efisien.
2.4. Optimalisasi penggunaan TKA dalam rangka memberi kesempatan kerja, pembinaan
dan pengembangan TKI.
2.5. Sebagai dasar pengendalian dan pembebanan biaya.
2.6. Sebagai dasar dalam pengajuan permohonan IMTA.
2.7. Pada dasarnya RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak
ketiga diperlukan dengan tujuan:
2.7.1. Sebagai dasar pengendalian penggunaan biaya tenaga kerja asing.
2.7.2. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja asing agar efektif dan
efisien.
III. PENGATURAN/BATASAN
3.1. RPTK dapat dibuat untuk periode maksimum 5 tahun sesuai dengan Kepmenaker
No. Kep 173/MEN/2000 tentang Jangka Waktu RPTK pasal 3 ayat 2. Sepanjang KKKS
telah memiliki rencana kerja & anggaran sesuai periode tahun pengajuan RPTK.
3.2. Perubahan RPTK perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS apabila :
3.2.1. Terjadi perubahan struktur, nama jabatan, periode penggunaan atau penambahan
jabatan TKA.
3.2.2. Terjadi reorganisasi/restrukturisasi secara signifikan (3 layer dari atas) di
KKKS.
3.3.3. Terjadi perubahan mendasar pada rencana kegiatan yang tertuang dalam WP&B,
AFE, dan POD, atau pada komitmen Operasi.
3.3. Perubahan-perubahan selain ketiga butir di atas, harus dilaporkan ke BPMIGAS.
3.4. Waktu pengajuan RPTK KKKS :
3.4.1. Bagi KKKS yang mempekerjakan TKA, RPTK Reguler dapat diajukan selambat-
lambatnya 4 bulan sebelum habis masa berlakunya. Bagi KKKS yang tidak
mempekerjakan TKA, RPTK dapat diajukan selambat-lambatnya 1 bulan
sebelum habis masa berlakunya.
3.4.2. RPTK Non Reguler (berikut IMTA) dapat diajukan bersamaan dengan pengajuan
AFE/TSA. Selanjutnya, persetujuan BPMIGAS dapat diberikan dengan ketentuan
pembebanan biaya operasi akan tergantung kepada persetujuan AFE/TSA
tersebut.
3.5. RPTK tidak dipersyaratkan bagi Warga Negara Asing yang menggunakan Visa
Kunjungan untuk keperluan di bawah ini, dengan jangka waktu paling lama 60 hari:
3.5.1. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia.
3.5.2. Mengikuti pelatihan singkat.
3.5.3. Melakukan pembicaraan bisnis, seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta
pengawasan kualitas barang atau produksi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:17 3/19/2009 3:50:54 PM
18
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
3.5.4. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.
3.5.5. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi
yang berwenang.
3.5.6. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.
3.5.7. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di
Indonesia.
3.6. Dengan mempertimbangkan aspek legal, kontrak antara BPMIGAS dengan kontraktor,
RPTK dapat diajukan sesuai dengan kontrak KKKS atau dijadikan satu untuk beberapa
kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama, dengan prinsip, terdapat
kejelasan pembebanan biaya.
3.7. RPTK dari beberapa kontrak wilayah kerja KKKS yang dikelola oleh operator yang
sama, pada prinsipnya, diproses ke Depnakertrans dalam satu kesatuan. Apabila terjadi
perubahan program kerja KKKS, maka RPTK dapat direvisi untuk diajukan kepada
Depnakertrans.
3.8. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga, disusun
secara terpisah dengan RPTK KKKS, yang menggambarkan posisi-posisi tenaga kerja
asing untuk melaksanakan kegiatan yang akan dikontrakkan melalui kontrak jasa
keahlian tenaga kerja (profesional) dengan pihak ketiga.
3.9. Tenaga kerja asing yang memiliki status kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui
pihak ketiga, tidak dapat ditempatkan dalam posisi RPTK KKKS.
IV. KEWENANGAN
4.1. KKKS mengajukan permohonan RPTK ke BPMIGAS untuk dievaluasi berdasarkan
anggaran (POD, WP&B atau AFE) dan justifikasi khusus lainnya.
4.2. BPMIGAS melakukan evaluasi dan menyetujui RPTK KKKS dan melakukan koordinasi
dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK.
V. PETUNJUK PELAKSANAAN
5.1. KKKS menyampaikan dokumen RPTK dalam bentuk buku dan soft copy (lihat Lampiran)
kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam rapat konsultasi.
5.2. BPMIGAS melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi.
6.2. Undang-Undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan
Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6 Work Program & Budget (WP&B).
6.7. KEPMENAKERTRANS No. Kep-228/Men/2003 tanggal 31 Oktober 2003 tentang Tata
Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:18 3/19/2009 3:50:54 PM

19
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
6.8. KEPMENAKERTRANS No. Kep-20/Men/III/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
VII. LAMPIRAN
RPTK memuat rencana kebutuhan TKA dan TKI yang dituangkan dalam :
7.1. Nota Penjelasan – Lampiran 1.
Nota Penjelasan disampaikan dalam bentuk pengantar gambaran umum operasional
rencana kerja KKKS yang memuat:
7.1.1. Daerah operasi dan luas wilayah kerja. Kegiatan eksplorasi dengan menyebutkan
secara spesifik berupa kilometer data seismic yang dilakukan.
7.1.2. Tingkat produksi minyak dan gas yang akan diupayakan (bagi KKKS Produksi).
7.1.3. Drilling program/jumlah sumur yang akan dibor.
7.1.4. Teknologi yang digunakan.
7.1.5. Anggaran operasi dan kapital.
7.1.6. Rencana pengisian jabatan TKI yang masih lowong, Pengindonesiaan, swapping
dan internasionalisasi (untuk KKKS Produksi).
7.1.7. Community Development.
7.1.8. Environmental Issue.
7.1.9. Training Program.
Dalam rangka keperluan evaluasi kegiatan operasi, KKKS harus melampirkan formulir
isian data kegiatan Perusahaan 5 tahun terakhir (form nota penjelasan).
7.2. Identitas Pemohon (Lampiran I halaman 1 pada KepMen 228/Men/2003) – Lampiran 2.
Memuat daftar isian identitas Perusahaan dengan menyebutkan secara jelas nama,
alamat, lokasi kegiatan/produksi, jenis usaha, hasil usaha, status Badan Usaha dan
Instansi Pemberi Ijin Usaha.
7.3. MD-1: Struktur Organisasi, termasuk di dalamnya penggunaan sebutan jabatan dan
penempatan TKA maupun TKI yang jumlah maksimumnya berdasarkan manpower
forecast/budget pada WP&B – Lampiran 3.
MD-1 disusun berdasarkan analisa organisasi & analisa jabatan sesuai dengan
kebutuhan operasi yang diproyeksikan pada program kerja. Dalam penyusunan struktur
organisasi dan penempatan TKA harus memperhatikan :
7.3.1. Tersedianya jumlah tenaga kerja berdasarkan pengetahuan, keahlian dan
kemampuan dalam waktu dan tempat yang tepat.
7.3.2. Nama jabatan yang digunakan untuk TKA disesuaikan dengan nama jabatan
yang terdapat pada ketentuan yang berlaku dan penggunaannya disesuaikan
dengan lamanya waktu penggunaan yang ditetapkan pada ketentuan yang
berlaku.
7.3.3. Penempatan TKA hanya pada jabatan yang spesifikasi jabatannya belum
terpenuhi oleh kualitas TKI yang ada dan pengguna TKA dapat membuktikannya
bila hal ini diperlukan.
7.4. MD-2: Bagan Rencana Penggunaan dan Penggantian TKA (Lampiran sesuai Kepmen
228/Men/2003) – Lampiran 4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:19 3/19/2009 3:50:54 PM
20
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
MD-2, disusun dengan menetapkan nama TKA dan TKI pengganti/pendamping yang
tercantum dalam MD-1, dengan menyebutkan pendidikan, pengalaman kerja, jabatan
mulai digunakan dan batasan waktu penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Dalam MD-2 tercakup didalamnya data isian yang dibutuhkan pada lampiran 1 halaman
2 dan 3 pada Kepmen 228/Men/2003.
Lampiran MD-2 terdiri dari:
7.4.1. Lampiran 1 : Uraian jabatan dan persyaratan minimum jabatan TKA (lampiran I
halaman 4 pada Kepmen 228/Men/2003, yang memuat uraian singkat sebutan
dan persyaratan minimum jabatan TKA, yang menyebutkan nama jabatan,
uraian singkat pekerjaan/jabatan serta persyaratan minimum jabatan sebagai
dasar penempatan tenaga kerja – Lampiran 5.
7.4.2. Lampiran 2 : Program Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia dalam
rangka penggantian TKA (Lampiran I halaman 5 pada Kepmen 228/Men/2003) –
Lampiran 6 : Memuat Program Pendidikan dan Pelatihan TKI yang dipersiapkan
untuk menggantikan TKA. Semua TKI pendamping yang direncanakan
menggantikan TKA, harus diprogram untuk melaksanaan Pendidikan dan
Pelatihan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan.
1.5. MD-3 : Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan, Tenaga Kerja Asing/Tenaga Kerja
Indonesia dan Rencana Pengindonesiaan – Lampiran 7.
Berisi rekapitulasi jumlah formasi jabatan, jumlah TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan
serta Internasionalisasi/Swapping, dirinci menurut kelompok jabatan pada Departemen
yang bersangkutan.
1.6. MD-4 : Program Swapping – Lampiran 8. (hanya diperlukan dalam RPTK Pertukaran
Pekerja Internasionalisasi/Swapping).
Berisi Program Swapping yang memuat nama jabatan di Indonesia dan di Luar Negeri
yang direncanakan untuk swapping.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:20 3/19/2009 3:50:54 PM

21
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
1
.
J
E
N
I
S

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
:
K
K
K
S

/

J
O
B
2
.
L

O

K

A

S

I
:
O
f
f
s
h
o
r
e

/

O
n
s
h
o
r
e
3
.
K
A
T
E
G
O
R
I
:
E
k
s
p
l
o
r
a
s
i

&

p
r
o
d
u
k
s
i

/

P
r
o
d
u
k
s
i

/

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
4
.
M
U
L
A
I

B
E
R
O
P
E
R
A
S
I
:
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

P
r
o
d
u
k
s
i
N
O
I
T
E
M
(
N
-
3
)
(
N
-
2
)
(
N
-
1
)
T
a
h
u
n

s
a
a
t

i
n
i



(
N
)
(
N
+
1
)
(
N
+
2
)
(
N
+
3
)
(
N
+
4
)
1
.
E
K
S
P
L
O
R
A
S
I

/

E
X
P
L
O
R
A
T
I
O
N
L
u
a
s

W
i
l
a
y
a
h

(
K
m
2
)
A
r
e
a

(
s
q
.
k
m
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
e
n
g
e
b
o
r
a
n
N
u
m
b
e
r

o
f

e
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

w
e
l
l
s
J
u
m
l
a
h

K
K
K
S
/
B
l
o
k
N
u
m
b
e
r

o
f

P
S
C
/
B
l
o
c
k
s
2
.
P
R
O
D
U
K
S
I

/

P
R
O
D
U
C
T
I
O
N
M
i
n
y
a
k

&

K
o
n
d
e
n
s
a
t

(
B
O
P
D
)
O
i
l

&

C
o
n
d
e
n
s
a
t
e

(
B
O
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
r
o
d
u
k
s
i
N
u
m
b
e
r

o
f

p
r
o
d
u
c
t
i
o
n

w
e
l
l
s
3
.
P
E
N
A
M
B
A
H
A
N

C
A
D
A
N
G
A
N

/

A
D
D
I
T
I
O
N
A
L

R
E
S
E
R
V
E
S

(
M
M
S
T
B
O
E
)
J
u
m
l
a
h

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

C
a
d
a
n
g
a
n
A
d
d
i
t
i
o
n
a
l

r
e
s
e
r
v
e
s
4
.
T
E
K
N
O
L
O
G
I

/

T
E
C
H
N
O
L
O
G
Y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

R
e
c
o
v
e
r
y
R
e
c
o
v
e
r
y

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

D
r
i
l
l
i
n
g
D
r
i
l
l
i
n
g

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
r
u
N
e
w

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
5
.
A
N
G
G
A
R
A
N

(
J
u
t
a
)

/

B
U
D
G
E
T

(
M
i
l
l
i
o
n

U
S
$
)
O
p
e
r
a
s
i
O
p
e
r
a
t
i
o
n
K
a
p
i
t
a
l
C
a
p
i
t
a
l
A
n
g
g
a
r
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n
D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
/
T
r
a
i
n
i
n
g
6
.
S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

M
A
N
U
S
I
A

(
o
r
a
n
g
)

/

M
A
N

P
O
W
E
R

(
p
e
r
s
o
n
s
)
T
K
I
N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s
T
K
A
E
x
p
a
t
r
i
a
t
e
s
%

T
K
A

t
e
r
h
a
d
a
p

T
K
I
%

o
f

E
x
p
a
t

t
o

N
a
t
.
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
D
A
T
A

K
E
G
I
A
T
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
U
N
T
U
K

P
E
N
G
A
J
U
A
N

R
P
T
K
1
.
J
E
N
I
S

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
:
K
K
K
S

/

J
O
B
2
.
L

O

K

A

S

I
:
O
f
f
s
h
o
r
e

/

O
n
s
h
o
r
e
3
.
K
A
T
E
G
O
R
I
:
E
k
s
p
l
o
r
a
s
i

&

p
r
o
d
u
k
s
i

/

P
r
o
d
u
k
s
i

/

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
4
.
M
U
L
A
I

B
E
R
O
P
E
R
A
S
I
:
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

P
r
o
d
u
k
s
i
N
O
I
T
E
M
(
N
-
3
)
(
N
-
2
)
(
N
-
1
)
T
a
h
u
n

s
a
a
t

i
n
i



(
N
)
(
N
+
1
)
(
N
+
2
)
(
N
+
3
)
(
N
+
4
)
1
.
E
K
S
P
L
O
R
A
S
I

/

E
X
P
L
O
R
A
T
I
O
N
L
u
a
s

W
i
l
a
y
a
h

(
K
m
2
)
A
r
e
a

(
s
q
.
k
m
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
e
n
g
e
b
o
r
a
n
N
u
m
b
e
r

o
f

e
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

w
e
l
l
s
J
u
m
l
a
h

K
K
K
S
/
B
l
o
k
N
u
m
b
e
r

o
f

P
S
C
/
B
l
o
c
k
s
2
.
P
R
O
D
U
K
S
I

/

P
R
O
D
U
C
T
I
O
N
M
i
n
y
a
k

&

K
o
n
d
e
n
s
a
t

(
B
O
P
D
)
O
i
l

&

C
o
n
d
e
n
s
a
t
e

(
B
O
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
r
o
d
u
k
s
i
N
u
m
b
e
r

o
f

p
r
o
d
u
c
t
i
o
n

w
e
l
l
s
3
.
P
E
N
A
M
B
A
H
A
N

C
A
D
A
N
G
A
N

/

A
D
D
I
T
I
O
N
A
L

R
E
S
E
R
V
E
S

(
M
M
S
T
B
O
E
)
J
u
m
l
a
h

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

C
a
d
a
n
g
a
n
A
d
d
i
t
i
o
n
a
l

r
e
s
e
r
v
e
s
4
.
T
E
K
N
O
L
O
G
I

/

T
E
C
H
N
O
L
O
G
Y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

R
e
c
o
v
e
r
y
R
e
c
o
v
e
r
y

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

D
r
i
l
l
i
n
g
D
r
i
l
l
i
n
g

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
r
u
N
e
w

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
5
.
A
N
G
G
A
R
A
N

(
J
u
t
a
)

/

B
U
D
G
E
T

(
M
i
l
l
i
o
n

U
S
$
)
O
p
e
r
a
s
i
O
p
e
r
a
t
i
o
n
K
a
p
i
t
a
l
C
a
p
i
t
a
l
A
n
g
g
a
r
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n
D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
/
T
r
a
i
n
i
n
g
6
.
S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

M
A
N
U
S
I
A

(
o
r
a
n
g
)

/

M
A
N

P
O
W
E
R

(
p
e
r
s
o
n
s
)
T
K
I
N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s
T
K
A
E
x
p
a
t
r
i
a
t
e
s
%

T
K
A

t
e
r
h
a
d
a
p

T
K
I
%

o
f

E
x
p
a
t

t
o

N
a
t
.
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
D
A
T
A

K
E
G
I
A
T
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
U
N
T
U
K

P
E
N
G
A
J
U
A
N

R
P
T
K
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϭ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:21 3/19/2009 3:50:54 PM
22
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

Attachment 2
(Lampiran I hal. 1 Kepmen 228/2003)
R.P.T.K.A.
1. Nama Perusahaan/Proyek :
2. Alamat di Indonesia :
a. Kantor Pusat :
b. Kantor Cabang :
c. Nomor Telepon : Fax :
d. E-Mail (harus diisi) :
3. Nama Pimpinan :
4. Lokasi Kegiatan/Produksi *) :
5. Jenis Usaha/Hasil Usaha :
6. Nomor SIUP : Tanggal :
7. Status Badan Usaha : PMA/PMDN/PROYEK/LEMBAGA/YAYASAN/PERUSAHAAN SWASTA NASIONAL/ASING**)
8. Instansi Pemberi Ijin Usaha :
*) Lokasi sampai Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota)
**) Coret yang tidak perlu
DAFTAR ISIAN
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA DALAM RANGKA PENGGUNAAN
TENAGA KERJA ASING
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
>ĂŵƉŝƌĂŶ Ϯ
;>ĂŵƉŝƌĂŶ /ŚĂů͘ϭ<ĞƉŵĞŶ ϮϮϴͬϮϬϬϯͿ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:22 3/19/2009 3:50:58 PM

23
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

3

B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
N
a
m
a

B
a
g
i
a
n
/
S
e
k
s
i
5
6
7
2
3
4
J
O
B
1
E
E D A C B
C D
K
e
t
.
K
e
t
.
K
K
K
S

I
n
d
o
n
e
s
i
a
R
P
T
K

2
0
0
3

-

2
0
0
7
M
D
1

-

H
a
l
a
m
a
n

:

B
A
G
A
N

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I
8
J
O
B
A B
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϯ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:23 3/19/2009 3:50:58 PM
24
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008










































M
D

-

2
(
L
a
m
p
.

I

h
a
l

2

&
3

K
e
p
m
e
n

2
2
8
/
2
0
0
3
)
K
K
K
S
:
P
E
R
I
O
D
E










:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N
P
E
N
G
A
L
A
M
A
N
*
)

B
a
t
a
s
a
n

J
a
b
a
t
a
n

K
e
t
e
n
t
u
a
n

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h
T
a
n
g
g
a
l


:



A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

4
D
i
s
e
t
u
j
u
i

P
i
m
p
i
n
a
n

T
e
r
t
i
n
g
g
i

K
K
K
S
B
A
T
A
S
A
N
*
)

W
A
K
T
U
H
A
L
.
K
O
O
R
D
.
T
h
n


.
.
T
h
n


.
.
T
h
n


.
.
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
B
A
G
A
N

P
E
R
E
N
C
A
N
A
A
N

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

&

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N

T
K
A
M
D

-

1
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N
N
A
M
A

T
K
A
N
A
M
A

T
K
I

P
E
N
D
A
M
P
I
N
G
/

P
E
N
G
G
A
N
T
I
W
A
K
T
U

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

&

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N

T
K
A
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

&

P
E
N
G
A
L
A
M
A
N





K
E
R
J
A

T
K
I
J
A
B
A
T
A
N

M
U
L
A
I

D
I
G
U
N
A
K
A
N
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϰ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:24 3/19/2009 3:50:59 PM

25
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

Attachment 5
(Lampiran I hal. 4 Kepmen 228/2003)
PENDIDIKAN PENGALAMAN KERJA
1 2 3 4 5
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN DAN PERSYARATAN MINIMUM
JABATAN TENAGA KERJA ASING
PERSYARATAN MINIMUM
NO NAMA JABATAN URAIAN SINGKAT PEKERJAAN/JABATAN
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϱ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:25 3/19/2009 3:50:59 PM
26
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
(
L
a
m
p
i
r
a
n

I

h
a
l
.
5

K
e
p
M
e
n

2
2
8
/
2
0
0
3
)
J
E
N
I
S
L
A
M
A
N
Y
A
N
A
M
A
J
A
B
A
T
A
N

S
E
K
A
R
A
N
G
D
A
L
A
M

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
L
U
A
R

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

*
)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
*
)
J
a
k
a
r
t
a
,
K
a
l
a
u

D
i
k
l
a
t

d
i
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

d
i
l
u
a
r

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

h
a
r
a
p

s
e
b
u
t
k
a
n

L
e
m
b
a
g
a

D
i
k
l
a
t

d
a
n

a
l
a
m
a
t
n
y
a
.
K
E
T
E
R
A
N
G
A
N
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
Y
A
N
G

D
I
P
E
R
S
I
A
P
K
A
N

U
N
T
U
K

P
E
N
G
G
A
N
T
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G
1
0
P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
E
M
P
A
T
A
N

(
M
U
L
A
I

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N
)
N
O
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

Y
A
N
G

D
I
D
U
D
U
K
I

T
K
A
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N

Y
A
N
G

D
I
L
A
K
S
A
N
A
K
A
N
T
K
I

Y
A
N
G

A
K
A
N

D
I
L
A
T
I
H

S
E
B
A
G
A
I

P
E
N
G
G
A
N
T
I

T
K
A
P
i
m
p
i
n
a
n
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϲ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:26 3/19/2009 3:50:59 PM

27
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
L
A
M
P
I
R
A
N

7
K
K
K
S











:

.





















.
.
F
o
r
m
u
l
i
r


:

M
D

3
P
E
R
I
O
D
E




:























H
a
l
a
m
a
n

:

1
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i

M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
K
e

1
K
e

2
K
e

3
1
.
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n
-


A
P
O

P
r
o
d
u
c
t

O
p
e
r
a
t
i
o
n
s
-


C
o
m
.
/
P
l
a
n
n
i
n
g
/
J
I
-


D
r
i
l
l
i
n
g
-


L
a
n
d

T
e
a
m
-


O
p
e
r
a
t
i
o
n

T
e
c
h
n
i
c
a
l
-


S
H
E
S
u
b

T
o
t
a
l
2
.
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n
3
.
G
a
s

M
a
r
k
e
t
i
n
g
4
.
U
p
s
t
r
e
a
m

B
u
s
s
i
n
e
s
s

S
e
r
v
i
c
e
s
-


A
u
d
i
t
-


C
o
n
t
r
o
l
l
e
r
s
-


F
a
s
i
l
i
t
i
e
s
-


G
l
o
b
a
l

I
n
f
o
r
m
a
t
i
o
n

S
y
s
t
e
m
-


P
r
o
c
u
r
e
m
e
n
t

S
e
r
v
i
c
e
s
-


J
a
k
a
r
t
a

S
e
c
u
r
i
t
y
-


T
a
x
-


T
r
e
a
s
u
r
y
S
u
b

T
o
t
a
l
5
.
L
a
w
6
.
M
e
d
i
c
i
n
e

&

O
c
c
u
p
a
t
i
o
n
a
l

7
.
P
u
b
l
i
c

A
f
a
i
r
s

8
.
H
u
m
a
n

R
e
s
o
u
r
c
e
s
J
u
m
l
a
h
T
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a
R
e
n
c
a
n
a

P
e
n
g
i
n
d
o
n
e
s
i
a
a
n
T
i
a
p

T
a
h
u
n
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
R
E
K
A
P
I
T
U
L
A
S
I

J
U
M
L
A
H

F
O
R
M
A
S
I

J
A
B
A
T
A
N
,

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G
/
T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
o
.
K
e
l
o
m
p
o
k

J
a
b
a
t
a
n
D
A
N

R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
I
N
D
O
N
E
S
I
A
A
N
T
K
W
N
A
P
T
K
I
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
J
u
m
l
a
h
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:27 3/19/2009 3:51:00 PM
28
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

D
e
p
t
:
K
K
K
S
:
A
r
e
a
:
P
E
R
I
O
D
E
:
H
a
l
a
m
a
n
:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
T
H
N
T
H
N
T
H
N
N
A
M
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

D
A
N

N
E
G
A
R
A

T
U
J
U
A
N

S
W
A
P
P
I
N
G
T
H
N
H
A
L
K
O
O
R
D
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
M
D

-

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
R
T
U
K
A
R
A
N

P
E
K
E
R
J
A

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L

W
A
K
T
U

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

8
M
D

4
D
e
p
t
:
K
K
K
S
:
A
r
e
a
:
P
E
R
I
O
D
E
:
H
a
l
a
m
a
n
:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
T
H
N
T
H
N
T
H
N
N
A
M
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

D
A
N

N
E
G
A
R
A

T
U
J
U
A
N

S
W
A
P
P
I
N
G
T
H
N
H
A
L
K
O
O
R
D
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
M
D

-

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
R
T
U
K
A
R
A
N

P
E
K
E
R
J
A

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L

W
A
K
T
U

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

8
M
D

4
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϴ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:28 3/19/2009 3:51:00 PM
29
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
I. UMUM
1.1. TKA KKKS yang bekerja di lingkungan operasional KKKS harus memperoleh
rekomendasi BPMIGAS untuk mendapatkan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing
(IMTA).
1.2. Definisi:
1.2.1. IMTA Baru – untuk pertama kali diberikan, berdasarkan Visa Tinggal Terbatas
(VTT).
1.2.2. IMTA Perpanjangan – yang diperpanjang masa berlakunya pada jabatan yang
sama, diberikan berdasarkan persetujuan dari instansi teknis terkait.
1.2.3. IMTA Pindah Jabatan – yang pindah dari jabatan lama ke jabatan baru.
1.2.4. IMTA Non Reguler – yang diberikan untuk melakukan pekerjaan yang bersifat
sementara (di bawah 1 tahun), di mana kegiatan TKA tidak termasuk di dalam
visa index 211.
1.2.5. IMTA Program Pengembangan – yang diberikan untuk mengisi posisi-posisi
yang terkait dengan program pengembangan, seperti Job Swapping, Technical
Development Exchange.
1.3. TKA yang memerlukan IMTA adalah TKA yang akan melaksanakan kegiatan operasi
KKKS, secara langsung maupun tidak langsung, di Indonesia.
1.4. TKA yang tidak memerlukan IMTA TKA yang menggunakan Visa Kunjungan untuk
melaksanakan kegiatan sebagai berikut :
1.4.1. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia.
1.4.2. Mengikuti pelatihan singkat.
1.4.3. Melakukan pembicaraan bisnis, seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta
pengawasan kualitas barang atau produksi.
1.4.4. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.
1.4.5. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi
yang berwenang.
1.4.6. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.
1.4.7. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di
Indonesia.
1.5. Dalam penggunaan TKA apabila ada pembebanan ke biaya operasi, harus mendapatkan
persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.
II. TUJUAN
1.1. Sebagai acuan untuk proses penggunaan dan perijinan TKA yang akan dipekerjakan
oleh KKKS berdasarkan perundangan yang berlaku.
1.2. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap realisasi penempatan TKA
berdasarkan persyaratan jabatan, kebutuhan operasi KKKS, dan kinerja TKA tersebut.
III. KEWENANGAN
3.1. Berdasarkan RPTK yang disetujui, BPMIGAS berwenang untuk menyetujui
atau menolak permohonan IMTA yang akan diproses ke instansi yang terkait dan
menentukan jangka waktu kerja TKA sesuai kebutuhan operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:29 3/19/2009 3:51:00 PM
30
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
3.2. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan
persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS, untuk diajukan kepada BPMIGAS.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan
persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS, untuk diajukan kepada BPMIGAS.
4.2. Apabila KKKS akan merekrut TKA dari KKKS lain harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
4.2.1. Sebelum melaksanakan rekrutmen, KKKS berkoordinasi dengan Dinas
PTK&HI BPMIGAS untuk mengevaluasi kinerja TKA tersebut selama bekerja di
perusahaan (KKKS) sebelumnya.
4.2.2. TKA tersebut direkrut setelah yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawab
di perusahaan (KKKS) sebelumnya dan minimal 6 bulan sudah tidak bekerja di
perusahaan (KKKS) lain.
4.3. Masa penggunaan TKA di KKKS berdasarkan keputusan dari BPMIGAS terhitung
mulai tanggal kedatangan TKA tersbut di Indonesia dengan prinsip BPMIGAS hanya
menyetujui satu pemegang jabatan untuk satu jabatan TKA.
4.4. IMTA digunakan sebagai formalitas penggunaan TKA sesuai dengan peraturan dan
perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.
4.5. Perubahan IMTA diperlukan apabila terjadi perubahan nama jabatan dan atau lokasi
kerja TKA.
4.6. Rekomendasi IMTA yang telah diterbitkan dapat ditinjau kembali apabila ada indikasi
TKA bermasalah atau terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
4.7. Waktu pengajuan untuk rekomendasi IMTA selambat-lambatnya 2 bulan sebelum IMTA
dibutuhkan, kecuali dengan pertimbangan khusus.
4.8. KKKS tidak dibenarkan mengajukan permohonan IMTA bagi TKA yang masih ada
hubungan kerja dengan KKKS/perusahaan lain di Indonesia.
4.9. Penggunaan TKA untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang
sama, menggunakan satu IMTA, dengan menyebutkan kejelasan di dalam ruang lingkup
pekerjaan sebagai dasar proses ke instansi terkait.
4.10. Batas usia TKA minimal 30 tahun (kecuali untuk TKA yang melaksanakan program
terkait dengan pengembangan TKI) dan maksimal 60 tahun.
4.11. Pengecualian terhadap butir 4.10. di atas, dapat dibahas secara khusus.
4.12. Dalam rangka penyegaran organisasi dan penyerapan teknologi baru, bagi TKA yang
telah bertugas di KKKS yang sama (termasuk yang mengalami perubahan kepemilikan)
di Indonesia selama 6 tahun, supaya diadakan penggantian dengan mengutamakan
penggunaan TKI.
4.13. Pengecualian terhadap butir 4.12. di atas, dapat dibahas secara khusus.
4.14. TKA harus memenuhi persyaratan kompetensi seperti tercantum dalam dokumen RPTK
yang disetujui untuk dapat dipekerjakan oleh KKKS.
4.15. Jika KKKS mempekerjakan TKA melebihi jangka waktu yang telah disetujui atau tanpa
persetujuan BPMIGAS, maka beban biaya atas kelebihan waktu kerja TKA tersebut
tidak menjadi beban biaya operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:30 3/19/2009 3:51:01 PM
31
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
4.16. Periode kunjungan warga negara asing dalam rangka kunjungan kerja ditentukan oleh
rekomendasi BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan di Indonesia.
V. PETUNJUK PELAKSANAAN
5.1. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi IMTA beserta dokumen lainnya
seperti tercantum pada lampiran.
5.2. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi rencana kunjungan kerja warga
negara asing seperti tercantum pada lampiran.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RI Tahun
2003 No. 39, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4279).
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 Tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak
dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Permenakertrans No. PER. 02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008 tentang Tata Cara
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
6.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.7. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. IMTA
7.1.1. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah
Jabatan, yang berisi keterangan singkat atas TKA dan keterangan urgency untuk
mempekerjakan TKA – Lampiran 1.
7.1.2. Surat Permohonan kepada tiga Ditjen dari KKKS dan BPMIGAS – Lampiran 2.
7.2. Rekomendasi BPMIGAS untuk Tamu Asing – Lampiran 3.
7.3. Surat Permohonan IMTA Non Reguler yang berisi keterangan singkat atas TKA (Nama,
Jabatan, copy passport, copy AFE dan keterangan tujuan kunjungan beserta perkiraan
lama kunjungan) – Lampiran 4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:31 3/19/2009 3:51:01 PM
32
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 1
No. ….. / ….. / Tahun…. Jakarta, …………………
Kepada Yth.
BPMIGAS
Gedung Patra Jasa Lt. 13 Wing 3
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34
Jakarta 12950
u.p. : Kepala Divisi Eksternal
Perihal : …….. (diisi sesuai keperluan) ……
Dengan hormat,
Sehubungan dengan kebutuhan operasional perusahaan, bersama ini kami mengajukan
permohonan ….. (diisi sesuai keperluan) …. untuk :
1. Jabatan/koordinat MD :
2. Uraian singkat jabatan :
3. Rencana Indonesianisasi :
4. Persyaratan jabatan
• Pendidikan :
• Pengalaman Kerja :
TKA yang diusulkan oleh ………(nama KKKS) ….. untuk menduduki jabatan tersebut :
1. Nama :
2. Tempat tanggal lahir :
3. Kewarganegaraan :
4. Pasport
• Nomor :
• Masa berlaku :
5. IMTA (diisi nomor dan masa berlaku IMTA sebelumnya)
• Nomor :
• Masa berlaku :
6. Pendidikan formal tertinggi
• Universitas/Akademi :
• Jurusan :
• Ijazah/tahun :
7. Pengalaman kerja :
8. Kompetensi yang dimiliki TKA :
9. Komitmen terhadap transfer teknologi (mentoring) :
10. Keterangan urgency :
11. Hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:32 3/19/2009 3:51:01 PM
33
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
TKI pendamping dari TKA yang bersangkutan adalah :
1. Nama :
2. Tempat tanggal lahir :
3. Pendidikan Formal Tertinggi
• Universitas/Akademi :
• Jurusan :
• Ijazah/tahun :
4. Mulai dinas di perusahaan :
5. Jabatan saat ini/koordinat MD :
6. Pengalaman kerja :
…………………………………………………………………………………………………
……….…………………………………………………………….……………………………
7. Kursus yang pernah diikuti (yang relevan dengan syarat jabatan di atas) :
…………………………………………………………………………………………………
……….…………………………………………………………….……………………………
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, mohon agar Bapak dapat memberikan persetujuan
atas …………….. (diisi sesuai keperluan) ………………..…….. dimaksud.
Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami
………(Nama KKKS) ……………..

(Nama Pejabat)
(Nama Jabatan Pemohon)
Catatan :
Untuk pimpinan tertinggi KKKS surat pengajuan ditujukan kepada Kepala BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:33 3/19/2009 3:51:01 PM
34
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 2
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
( BPMIGAS )
KANTOR PUSAT
Gedung Patra Jasa Lt. 1, 2, 13, 14, 16, 21, 22
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 32 – 34, Jakarta 12950
I N D O N E S I A
PO BOX 4575 JKP 10045 Telp : 5290.0245-48 Fax : 5290.1261 http://www.bpmigas.com
Nomor : /BPD4000/2009/S8 Jakarta,
Lampiran : Seperti tersebut Yang Terhormat,
Perihal : Permohonan Ijin Kerja Baru / 1. Direktorat Jenderal MIGAS
Perpanjangan, Pindah Jabatan u.p. Direktur Pembinaan Program Migas
2. Direktorat Jenderal BINAPENTA
u.p. Direktur Penggendalian Penggunaan
Tenaga Kerja Asing
3. Direktorat Jenderal IMIGRASI
u.p. Direktur Dokumen Perjalanan Visa
dan Faskim
J a k a r t a
Bersama ini kami sampaikan surat No…tanggal .. bulan….. tahun, berikut lampiran-lampirannya perihal
permohonan : (ijin kerja baru/perpanjangan/perpanjangan dan pindah jabatan dan ITAS) :
Nama : (Nama TKA)
Jabatan/Slot No. : (Jabatan TKA) (Koordinat MD-1)
Tempat / Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
Kebangsaan : (Kebangsaan TKA)
Nomor Paspor : (Nomor Paspor TKA)
Perusahaan : (KKKS)
Pengikut : (Jumlah istri dan anak TKA yang ikut ke Indonesia)

Perusahaan tersebut di atas adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk kelangsungan operasi KKKS ..................,
BPMIGAS dapat menyetujui penggunaan TKA dimaksud. Selanjutnya, kami mengharapkan agar surat
permohonan tersebut di atas dapat diproses untuk mendapatkan ijin yang diperlukan
Atas kerjasama serta bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih.

A.n. Kepala Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal

(Nama Pejabat)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:34 3/19/2009 3:51:01 PM
35
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 3
No. Surat Tempat, Tanggal Surat
Kepada Yth.
Kepala Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
u.p. Kepala Divisi Eksternal
Perihal: Permohonan Persetujuan Kunjungan Kerja Bagi Tamu Asing
Dengan Hormat,
Berdasarkan pengajuan WP&B/POD/AFE nomor .... tanggal ..... dengan ini kami mohon
persetujuan Bapak untuk rencana Kunjungan Kerja bagi Tamu Asing sebagai tersebut
dalam lampiran berikut :
1. Nama : (Nama TKA)
2. Kebangsaan : (diisi sesuai yang tertera dalam passport)
3. Tempat/Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
4. Nomor Passport : (Nomor Paspor TKA)
5. Lamanya Kunjungan : (diisi sesuai ketentuan)
6. Maksud Kunjungan : (diisi dan dijelaskan secara singkat)
Sebagai bahan pertimbangan, terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui / Menyetujui
A.n. Kepala Badan Pelaksana Hormat kami,
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:35 3/19/2009 3:51:01 PM
36
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 4
No. Surat Tempat, Tanggal Surat
Direktorat Jenderal MIGAS
u.p. Direktur Pembinaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi
Jl. H.R. Rasuna Said – Jakarta Selatan
Direktorat Jenderal BINAPENTA
u.p. Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Jl. Gatot Subroto – Jakarta Selatan
Perihal: Permohonan IMTA Non Reguler
Dengan Hormat,
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.: PER.02/MEN/III/2008
tanggal 28 Maret 2008, dengan ini kami mohon persetujuan Saudara untuk memberikan Ijin
Kerja Sementara bagi:
1. Nama : (Nama TKA)
2. Kebangsaan : (diisi sesuai yang tertera dalam passport)
3. Tempat/Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
4. Nomor Passport : (Nomor Paspor TKA)
5. Jabatan : (Jabatan TKA)
6. Lamanya Kunjungan : (diisi sesuai ketentuan)
7. Biaya ditanggung oleh : (diisi sesuai pembebanan biaya)
8. Maksud Kunjungan : (diisi dan dijelaskan secara singkat)
Sebagai bahan pertimbangan, terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan.
Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui / Menyetujui
A.n. Kepala Badan Pelaksana Hormat kami,
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:36 3/19/2009 3:51:02 PM

37
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Career Development Monitoring (CDM) adalah :
1.1.1. Monitoring berkala antara BPMIGAS dengan KKKS dalam rangka pembahasan
mengenai strategi pengelolaan pekerja KKKS.
1.1.2. Evaluasi kinerja pelaksanaan pengolaan pekerja KKKS, antara lain Rencana
Kerja & Anggaran, pendayagunaan dan pengembangan pekerja KKKS.
1.2 Pembahasan dalam CDM meliputi:
1.2.1. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan, untuk dianalisa efisiensi
dan efektivitas penggunaan biaya tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja
KKKS.
1.2.2. Pelaksanaan Rekrutmen, untuk dianalisa optimalisasi pendayagunaan tenaga
kerja sesuai kebutuhan operasi.
1.2.3. Performance Management, untuk dianalisa apakah dalam pelaksanaan dilakukan
dengan mekanisme terstruktur dan secara obyektif untuk seluruh pekerja baik
TKI maupun TKA.
1.2.4. Program Mentoring (lihat Pedoman SDM perihal Mentoring), untuk dianalisa
apakah transfer kompetensi berjalan dengan baik, khususnya dari TKA kepada
TKI.
1.2.5. Pendidikan dan Pelatihan TKI (lihat Pedoman SDM perihal Pendidikan dan
Pelatihan TKI). Untuk dianalisa apakah program–program dilaksanakan secara
efektif berdasarkan perencanaan yang sistematis dan berdasarkan Training
Need Analysis.
1.2.6. Penugasan TKI (Internasionalisasi), yaitu pengiriman dan penempatan TKI ke
luar negeri yang memiliki kompetensi standar internasional yang telah terseleksi
serta terpilih untuk ditempatkan pada suatu jabatan di perusahaan tersebut
atau perusahaan Induk/anak perusahaan di Luar Negeri dengan remunerasi
“global standard” dan biaya Program Penugasan TKI adalah menjadi beban
perusahaan pengguna TKI di Luar Negeri. Untuk dianalisa tingkat keberhasilan
dalam pengembangan kompetensi TKI.
1.2.7. Pertukaran Pekerja Internasional (lihat Pedoman SDM perihal Pengembangan
Karier Internasional), untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam mendorong
pengakuan internasional terhadap kompetensi TKI.
1.2.8. Pelaksanaan Career Development Meeting Internal KKKS, untuk dianalisa apakah
pengembangan kompetensi dan pengembangan karir pekerja dilaksanakan
secara obyektif.
1.2.9. Overseas On-The-Job-Training TKI/Job Assignment, untuk dianalisa kemampuan
dan keberhasilan dalam melaksanakan pengembangan kompetensi pekerja.
1.2.10. Pelaksanaan Suksesi, untuk dianalisa keberhasilan pengembangan karir dan
optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja.
1.2.11. Perpanjangan masa kerja atau mempekerjakan kembali TKI, sebagai indikator
kegagalan rencana suksesi dan pengembangan kompetensi.
II. TUJUAN
2.1. Untuk meningkatkan upaya pengelolaan SDM KKKS, produktifitas tenaga kerja, mampu
melakukan pengembangan TKI dan mendayagunakan TKI secara optimal.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:37 3/19/2009 3:51:02 PM
38
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
2.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan dan pengendalian bidang ketenagakerjaan
secara obyektif dan konsisten serta mampu mendorong KKKS untuk melaksanakan
pengembangan TKI secara profesional agar dapat meningkatkan kompetensi TKI dan
kemampuan nasional secara bersama.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melaksanakan pengelolaan SDM sesuai dengan rencana kerja KKKS dan
melaporkan kepada BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS memonitor, menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan CDM.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. CDM ini membahas perkembangan/kemajuan serta upaya-upaya KKKS selama periode
1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya dan rencana pengelolaan SDM tahun yang akan
datang.
4.2. CDM mengacu pada data WP&B, data ketenagakerjaan di BPMIGAS, kegiatan
operasional dengan BPMIGAS, data-data pelaporan KKKS, RPTK, realisasi
penggunaan TKA dan hasil monitoring BPMIGAS selama periode 1 (satu) tahun dari
CDM sebelumnya.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. CDM dilaksanakan melalui pertemuan berkala, secara terencana dan terpadu dengan
jadwal setiap akhir tahun dan pembahasan lanjutan jika diperlukan.
5.2. KKKS agar melaporkan secara tertulis yang akan dibahas di dalam rapat CDM sebagai
berikut :
5.2.1. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan.
5.2.2. Strategi Pembinaan dan Pengembangan TKI secara umum.
5.2.3. Realisasi dan Rencana Penerimaan Pekerja.
5.2.4. Performance Management yang diterapkan.
5.2.5. Mekanisme pencalonan pekerja dalam Pengembangan Karir.
5.2.6. Realisasi tahun berjalan dan rencana tahun yang akan datang dari :
- Mentoring.
- Pendidikan dan Pelatihan TKI.
- Penugasan TKI/lnternasionalisasi.
- Pertukaran Pekerja Internasional (Swapping/Technical Development
Exchange).
- Overseas On The Job Training/On The Job Training dalam negeri.
1.1.7. Realisasi Suksesi TKA oleh TKI pada tahun sebelumnya dan rencana tahun
yang akan datang.
1.1.8. Realisasi dan rencana perpanjangan masa kerja/mempekerjakan kembali
pekerja yang telah purnakarya.
1.1.9. Penundaan dan percepatan Suksesi TKA oleh TKI.
5.3. Hasil pembahasan (notulen rapat) ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari
BPMIGAS dan KKKS. Berdasarkan hasil pembahasan ini, disusun performance contract
KKKS dalam pengelolaan SDM.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:38 3/19/2009 3:51:02 PM

39
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Notulen rapat CDM (Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:39 3/19/2009 3:51:02 PM
40
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
KKKS :
Tempat / Waktu : BPMIGAS-Lt.-Wing - / 00.00
Tanggal : .........-........
HASIL PEMBAHASAN
BPMIGAS KKKS :
Pemimpin Rapat
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:40 3/19/2009 3:51:02 PM

41
M
E
N
T
O
R
I
N
G
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MENTORING
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Program Mentoring adalah proses pengembangan TKI melalui Teaching, Coaching dan
Counseling terhadap satu orang TKI atau lebih yang dituangkan dalam suatu program
yang resmi dan terstruktur.
1.2. KKKS wajib melaksanakan Program Mentoring.
1.3. Setiap TKA bertanggung jawab sebagai mentor terhadap TKI.
1.4. Mentee adalah TKI yang mendapat Teaching, Coaching dan Counseling untuk
mendapatkan alih teknologi/kompetensi dari mentor.
1.5. Mentor adalah setiap TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul untuk melaksanakan
Teaching, Coaching, dan Counseling dalam rangka alih teknologi/kompetensi kepada
Mentee.
II. TUJUAN
2.1. Meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis TKI.
2.2. Alih teknologi kompetensi dari TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul ke TKI
yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun “Program Mentoring” yang terstruktur sesuai dengan sistem dan
metode masing-masing.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Mentoring.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Setiap TKA dengan IMTA minimal 1 tahun wajib melaksanakan mentoring
terhadapTKI.
4.2. Hasil pelaksanaan Program Mentoring yang dilakukan TKA menjadi salah satu masukan
dalam memberikan perpanjangan ijin kerja yang bersangkutan.
4.3. Setiap TKI yang ditetapkan sebagai Mentee harus dimonitor dan memiliki perencanaan
karir yang jelas.
4.4. Program Mentoring menjadi tanggung jawab setiap manajer ke atas di KKKS sehingga
dapat dilaksanakan secara nyata.
4.5. Mentor tidak terbatas dilakukan oleh TKA tetapi perlu dilakukan untuk setiap TKI yang
menempati posisi manajer ke atas/memiliki kompetensi unggul.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS mempersiapkan “Program Mentoring” yang terstruktur terhadap setiap TKA yang
dipekerjakan di KKKS.
5.2. KKKS memilih dan menetapkan pasangan TKA dan TKI yang akan menjadi Mentor dan
Mentee sesuai dengan RPTK.
5.3. Mentee yang dipilih adalah TKI yang memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi
sesuai dengan kompetensi TKA yang menjadi mentornya.
5.4. Mentor dan Mentee menetapkan sasaran kompetensi yang akan ditransfer dituangkan
dalam formulir “Kontrak Mentoring” yang telah dibuat masing-masing KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:41 3/19/2009 3:51:02 PM
42
M
E
N
T
O
R
I
N
G
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MENTORING
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.5. Kontrak Mentoring diketahui oleh atasan langsung dan/atau kepala departemen yang
bersangkutan, serta Departemen SDM.
5.6. Mentor dan Mentee bersama-sama mempersiapkan rencana dan melaksanakan
pengembangan Mentee.
5.7. Mentor dan Mentee menyusun hasil evaluasi pelaksanaan Mentoring dan membuat
laporan sesuai format yang dibuat masing-masing KKKS.
5.8. Evaluasi Program Mentoring dilakukan pada pertemuan Career Development Meeting
Internal KKKS dan Career Development Monitoring dengan BPMIGAS.
5.9. Laporan pelaksanaan Mentoring yang telah ditandatangani oleh fungsi SDM KKKS
dilampirkan pada saat permohonan perpanjangan IMTA.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
6.7. Kepmenakertrans 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja Asing.
6.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:42 3/19/2009 3:51:03 PM

43
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Pengembangan Karir Internasional terdiri dari:
1.1. Program Job Swapping (pertukaran pekerja internasional) adalah Program Pertukaran
TKI dengan TKA dalam rangka mendorong Kantor Pusat KKKS untuk memberikan
pengakuan kemampuan TKI, sehingga TKI tersebut dapat dipekerjakan di kantor pusat/
afiliasi di luar negeri dengan memberikan kesempatan TKA bekerja pada KKKS di
Indonesia.
1.2. Technical Development Exchange adalah program pengembangan TKI di luar negeri
melalui pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang
teknis bagi junior staff yang merupakan bagian dari program pengembangan kantor
pusat.
1.3. Job Assignment/Overseas On The Job Training adalah program pengembangan TKI
di luar negeri dalam rangka memenuhi competency requirement untuk pengembangan
karir TKI yang memiliki standar internasional.
1.4. Internasionalisasi adalah pengakuan kemampuan TKI untuk bekerja di kantor pusat/
afiliasi di luar negeri sesuai kompetensi yang dimiliki sebagai “Global Employee”.
II. TUJUAN
2.1. Memberikan kesempatan bagi TKI untuk mendapatkan pengalaman kerja Internasional
dan mempercepat pengembangan profesionalisme TKI dengan harapan menimbulkan
unsur kepercayaan dari Kantor Pusat KKKS dalam penempatan TKI pada jabatan-
jabatan strategis.
2.2. Untuk meningkatkan kompetensi teknis TKI sesuai dengan standar internasional.
2.3. Untuk menunjang program suksesi dari TKA kepada TKI.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS menyetujui jabatan TKA untuk program Job Swapping, dan Technical
Development Exchange.
3.2. BPMIGAS menyetujui TKI yang akan direncanakan untuk mengikuti program Job
Swapping, Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job
Training dan Internasionalisasi.
3.3. KKKS menentukan calon TKI untuk program Pertukaran Pekerja Internasional,
Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job Training dan
Internasionalisasi.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Job Swapping (Pertukaran Pekerja Internasional).
4.1.1. Semua biaya yang timbul merupakan beban perusahaan penerima.
4.1.2. Jabatan di luar negeri dalam rangka Pertukaran Pekerja Internasional adalah
setara dengan bobot kerja yang sama, biaya yang seimbang, serta dapat
dilaksanakan pada fungsi dan jabatan yang berbeda.
4.1.3. Pelaksanaan program Pertukaran Pekerja Internasional dilakukan dengan
jangka waktu yang relatif sama dan dimulai dengan waktu yang sama.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:43 3/19/2009 3:51:03 PM
44
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.1.4. Bagan perencanaan penggunaan TKA program pertukaran pekerja internasional
dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.
4.1.5. TKI yang telah menyelesaikan program Pertukaran Pekerja Internasional, apabila
kembali ke Indonesia minimal menduduki jabatan yang setara atau dipindahkan
pada jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya.
4.1.6. Jangka waktu program maksimal 2 Tahun.
4.2. Technical Development Exchange
4.2.1. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.2.2. TKA yang dikirimkan ke Indonesia (diluar biaya operasi KKKS) memiliki kemampuan
teknis untuk diterapkan dan melakukan shared knowledge kepada TKI.
4.2.3. Bagan perencanaan penggunaan TKA program Technical Development
Exchange dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.
4.2.4. TKI yang telah menyelesaikan program Technical Development Exchange, harus
mendapat pengembangan karir yang sesuai.
4.2.5. Jangka waktu program maksimum 2 Tahun.
4.3. Job Assignment/Overseas On the Job Training.
4.3.1. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.3.2. TKI yang telah menyelesaikan program Job Assignment/Overseas On The Job
Training, harus mendapat pengembangan karir yang sesuai.
4.3.3. Jangka waktu program maksimum 2 tahun.
4.4. Internasionalisasi
4.4.1. Semua biaya yang timbul dibebankan pada perusahaan penerima.
4.4.2. TKI yang menjalani Internasionalisasi mendapat pengakuan sebagai “Global
Employee” yang diarahkan dapat menduduki posisi strategis di KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS melakukan perencanaan, seleksi dan evaluasi posisi TKA dan calon TKI untuk
program pertukaran pekerja internasional dan Technical Development Exchange, serta
perencanaan, seleksi dan evaluasi TKI untuk program Job Assignment/Overseas On
The Job Training dan Internasionalisasi setiap tahun.
5.2. Calon yang lulus seleksi adalah TKI yang mempunyai potensi untuk dapat
mengembangkan karir dan atau menggantikan TKA di masa mendatang.
5.3. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Swapping, atau Technical
Development Exchange dengan melampirkan Bagan Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing (RPTK), data TKI, Individual Development Plan (IDP) TKI.
5.4. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Assignment/Overseas On The
Job Training atau Internasionalisasi dengan melampirkan data TKI dan Individual
Development Plan (IDP) TKI.
5.5. BPMIGAS mengevaluasi dan memberikan persetujuan pelaksanaan Pertukaran Pekerja
Internasional, Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The
Job Training dan Internasionalisasi.
5.6. KKKS melakukan evaluasi terhadap program Job Swapping, Technical Development
Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job Training, Internasionalisasi dan
melaporkan kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam Career Development Monitoring.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:44 3/19/2009 3:51:03 PM

45
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
6.7. Kepmenakertrans No. 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
6.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/lll/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
VII. LAMPIRAN
7.1. Individual Development Plan (IDP) – (lihat masing-masing KKKS).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:45 3/19/2009 3:51:03 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI
ATAS USIA PURNAKARYA
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
46
P
E
R
P
A
N
J
A
N
G
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

D
I

A
T
A
S

U
S
I
A


P
U
R
N
A
K
A
R
Y
A
I. UMUM
1.1. Pada dasarnya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan/KKKS dilakukan
sampai dengan batas usia purnakarya pekerja (maksimum 56 tahun).
1.2. Hubungan kerja di atas usia 56 tahun merupakan kebijakan khusus yang diberikan atas
dasar kebutuhan operasional, kesulitan mencari pengganti karena kelangkaan SDM di
market/pasar untuk jabatan-jabatan tertentu, dan/atau adanya proyek-proyek vital yang
sedang berlangsung.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memenuhi kebutuhan KKKS terhadap tenaga kerja profesional dan
berpengalaman.
2.2. Memberikan batasan bagi KKKS agar dapat melaksanakan agenda suksesi
kepemimpinan dengan baik.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS dapat melaksanakan perpanjangan hubungan kerja sesuai pengaturan/batasan
dalam pedoman ini.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas perpanjangan hubungan kerja di KKKS dan
memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Tenaga Kerja Indonesia yang menduduki jabatan tertinggi, dapat diperpanjang langsung
oleh KKKS setiap tahun maksimal sampai dengan usia 60 tahun.
4.2. Selain dari poin 4.1 diatas KKKS dapat memperpanjang Tenaga Kerja Indonesia setiap
tahun sampai dengan usia 58 tahun dengan ketentuan sebagai berikut:
4.2.1. Para calon pengganti yang dipersiapkan tidak dimungkinkan karena :
- Belum memenuhi persyaratan jabatan berdasarkan assessment yang
obyektif.
- Pindah ke perusahaan lain.
- Mengundurkan diri.
- Sebab-sebab lain seperti sakit dan meninggal dunia.
4.2.2. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran
operasi perusahaan.
4.2.3. Pekerja tersebut tengah berperan dalam menangani suatu proyek penting atau
program-program penting yang mempunyai akses langsung terhadap kepentingan
operasi KKKS baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang.
4.3. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purnakarya (56 tahun) dapat
dipekerjakan kembali melalui perjanjian kerja waktu tertentu dengan ketentuan sifat
pekerjaan yang dilakukan memenuhi peraturan perundangan ketenagakerjaan yang
berlaku dan tidak dapat menempati posisi struktural/manajerial.
4.4. Semua rencana perpanjangan hubungan kerja/mempekerjakan kembali pekerja dalam
pedoman ini, dilaksanakan dengan ketentuan tidak menghambat kesempatan karier
pekerja lainnya dan rencana suksesi yang telah ditetapkan.
4.5. BPMIGAS dapat melakukan peninjauan atas rencana perpanjangan hubungan kerja
dan mempekerjakan kembali pekerja yang dilakukan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:46 3/19/2009 3:51:03 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI
ATAS USIA PURNAKARYA
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
47
P
E
R
P
A
N
J
A
N
G
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

D
I

A
T
A
S

U
S
I
A


P
U
R
N
A
K
A
R
Y
A
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Perpanjangan hubungan kerja bagi TKI yang menduduki pimpinan tertinggi sampai
dengan maksimal usia 60 tahun dan TKI lainnya sampai dengan usia maksimal 58 tahun
dilaporkan ke BPMIGAS setiap tahun perpanjangan, 1 (satu) bulan sebelum terhitung
mulai tanggal perpanjangan dilaksanakan, dengan menyebutkan:
5.1.1. Nama jabatan dan uraian pekerjaan.
5.1.2. Tanggal dan jangka waktu perpanjangan.
5.1.3. Calon pengganti yang dipersiapkan berikut data-data kualifikasi dan pengalaman
kerja.
5.1.4. Justifikasi perpanjangan.
5.2. Perpanjangan hubungan kerja pekerja KKKS dilakukan sesuai dengan peraturan
perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan Peraturan/Perjanjian Kerja Bersama.
5.3. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purna karya (56 tahun) dapat
dipekerjakan kembali oleh KKKS melalui perjanjian kerja waktu tertentu, sesuai dengan
peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dengan syarat :
5.3.1. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran
operasi perusahaan dan sangat sulit diperoleh di market/pasar tenaga kerja.
5.3.2. Diselesaikan dahulu hubungan kerjanya antara KKKS dengan pekerja dan
dilakukan pembayaran hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan yang
berlaku serta Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
5.3.3. Tidak menduduki posisi struktural/manajerial.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:47 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
48

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
I. UMUM
1.1. Penerimaan/rekrutmen pekerja di KKKS dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
operasional perusahaan.
1.2. Diutamakan diisi oleh calon yang telah direncanakan sesuai rencana suksesi dari dalam
perusahaan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pekerja yang potensial
mendapatkan pengembangan karir dan menduduki jabatan kunci di perusahaan.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjaga kelangsungan operasi perusahaan.
2.2. Untuk pendayagunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara optimal.
2.3. Untuk memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melakukan proses rekrutmen dan mutasi pekerja.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas program rekrutmen KKKS dan memberikan
persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Rekrutmen pekerja, baik dari dalam maupun dari luar KKKS atau mutasi pekerja untuk
jabatan Senior Manager, General Manager, Vice President, Senior Vice President,
President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level
dibawah pimpinan tertinggi, memerlukan persetujuan BPMIGAS.
4.2. Rekrutmen TKI Dari Luar Perusahaan.
4.2.1. Mantan pekerja KKKS yang telah memutuskan hubungan kerja dengan alasan
mengundurkan diri sukarela, purnakarya dipercepat, pemutusan hubungan kerja
(PHK) atas kesepakatan bersama (mutual agreement termination), yang telah
mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK sebesar ketentuan normatif
atau paket/insentif khusus, dapat diterima di KKKS/operator lainnya dan KKKS/
operator yang sama dengan ketentuan sebagai berikut:
4.2.1.1. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK
dengan ketentuan normatif, dapat diterima setelah 1 tahun keluar dari
KKKS/operator yang sama.
4.2.1.2. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK
dengan ketentuan diatas hak normatif dapat diterima setelah 2 tahun
keluar dari KKKS/operator yang sama.
4.2.2. Rekrutmen diatas usia purnakarya (56 tahun) untuk jabatan tertinggi dapat
dilakukan dengan ketentuan dipekerjakan sampai dengan batas usia maksimal
60 tahun, sedangkan untuk jabatan Senior Manager, General Manager, Vice
President, Senior Vice President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut
termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi dapat dilakukan sampai
dengan batas usia maksimal 58 tahun.
4.2.3. Rekrutmen di atas usia purnakarya (56 tahun) untuk pekerjaan yang dapat
dilakukan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dilakukan sesuai dengan
Peraturan Perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan peraturan
perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:48 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
49

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
4.2.4. Dalam rangka pendayagunaan TKI, KKKS dapat melakukan rekrutmen TKI
untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat proyek melalui perjanjian kerja
waktu tertentu atau kontrak jasa tenaga kerja dengan tariff sesuai kondisi market
regional dan berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku.
4.2.5. Pelaksanaan rekrutmen terhadap pekerja yang saat ini memiliki status hubungan
kerja di KKKS agar memperhatikan kaidah-kaidah:
4.2.5.1. Proses rekrutmen harus dilakukan secara terstruktur, profesional, wajar
dan etis sehingga menghindari pendekatan personal (poaching) dari
calon pengguna (line user) di perusahaan calon pemberi kerja secara
langsung kepada calon pekerja.
4.2.5.2. Selama proses rekrutmen, calon pemberi kerja harus melakukan
komunikasi dengan fungsi SDM/HR di KKKS tempat calon pekerja
tersebut aktif bekerja, untuk memastikan aktivitas kepindahan pekerja
tersebut tidak sampai menggangu kelancaran operasi di perusahaan
tempatnya bekerja, menjaga etika bisnis, dan dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.
4.2.5.3. Paket total remunerasi yang akan ditawarkan agar memperhatikan
internal equity perusahaan dalam batas skala upah dan struktur
remunerasi yang saat ini berlaku sesuai ketentuan dalam Peraturan
Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
4.2.5.4. Setiap pemberian tawaran insentif yang melebihi dari paket remunerasi
standar (seperti signing bonus, lumpsum cash untuk menutup hutang
perusahaan asalnya, benefit jabatan yang tidak diatur dalam Peraturan
Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama, kompensasi past service years
selama bekerja di perusahaan asal, dsb) tidak dapat di bebankan
sebagai biaya operasi KKKS.
4.2.6. Masa kerja mantan pekerja di perusahaan/KKKS yang telah mendapatkan
hak pekerja karena PHK sesuai masa kerja di perusahaan/KKKS sebelumnya
dan direkrut kembali oleh perusahaan/KKKS yang sama atau direkrut oleh
perusahaan/KKKS lain maka dihitung 0 (nol) tahun.
4.3. Rekrutmen TKI Dari Dalam Perusahaan.
4.3.1. KKKS melaksanakan perencanaan karir masing-masing pekerja (Individual
Development Plan) untuk pengembangan karir, mutasi dan persiapan rencana
suksesi.
4.3.2. Program-program pengembangan karir, mutasi dan suksesi yang dilaksanakan
oleh KKKS harus dilakukan dengan cara yang sistematis, terstruktur dan
berdasarkan prinsip profesionalisme.
4.3.3. Setiap TKI KKKS mendapat program pengembangan kompetensi dan
berdasarkan kompetensi yang dimiliki harus didayagunakan pada posisi yang
sesuai dengan prinsip persamaan perlakuan dengan TKA.
4.3.4. BPMIGAS akan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan karir TKI KKKS dan
mendorong adanya pendayagunaan TKI secara optimal.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:49 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
50

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Setiap KKKS yang akan merekrut kembali mantan pekerjanya untuk dipekerjakan
sebagai pekerja waktu tidak tertentu, harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS,
sesuai dengan pengaturan/batasan pedoman ini.
5.2. Pengajuan permohonan untuk merekrut kembali mantan pekerja harus diajukan dengan
melengkapi persyaratan berikut:
5.2.1. Menyampaikan justifikasi yang jelas tentang latar belakang rekrutmen
dilakukan.
5.2.2. Menyampaikan perencanaan suksesi untuk posisi terkait.
5.2.3. Membuat rencana mentoring berkala untuk transfer pengetahuan dan keahlian
kepada calon suksesor yang harus dilakukan oleh pekerja yang direkrut
tersebut.
5.3. Untuk mantan pekerja KKKS yang diterima di KKKS lainnya, maka KKKS penerima
dapat meminta referensi dari KKKS sebelumnya atau BPMIGAS.
5.4. Setiap KKKS yang akan merekrut pekerja Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri,
dapat melakukan proses rekrutmen secara normal sesuai dengan RPTK yang sudah
mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS
5.5. Pengajuan permohonan untuk memberikan insentif dan bantuan relokasi dapat diajukan
kepada BPMIGAS untuk mendapatkan persetujuan.
5.6. Memastikan bahwa paket remunerasi yang diberikan tidak mengganggu kesetaraan
internal (internal equity).
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:50 3/19/2009 3:51:04 PM

51
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pendidikan dan Latihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan kewajiban bagi setiap
KKKS untuk melaksanakannya.
1.2. Penyelanggaraan Diklat dilakukan secara efektif berdasarkan analisa kebutuhan.
II. TUJUAN
2.1. Dalam rangka menjamin KKKS untuk melaksanakan pendidikan dan latihan bagi Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) sesuai komitmen yang tertuang dalam Kontrak Kerja Sama.
2.2. Dalam rangka mendukung upaya pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
KKKS, agar dapat memiliki kemampuan dalam mencapai kompetensi dipekerjaan dan
didayagunakan secara optimal.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS memiliki kewenangan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kebutuhan
pendidikan dan pelatihan KKKS.
3.2. KKKS berwenang menyusun rencana pendidikan dan pelatihan tahunan untuk pekerja
KKKS sesuai dengan kebutuhannya dan WP&B.
3.3. KKKS dapat melaksanakan pendidikan & pelatihan di luar negeri sesuai dengan WP&B.
Untuk posisi yang ditinggalkan oleh TKI yang diajukan untuk pendidikan & pelatihan luar
negeri tidak boleh digantikan oleh TKA.
3.4. TKA tidak diperkenankan mengikuti program Diklat dengan beban KKKS, kecuali bersifat
kebijakan pemerintah Indonesia dan bila sangat diperlukan dapat melalui persetujuan
BPMIGAS.
3.5. BPMIGAS memiliki kewenangan untuk menganalisa semua rencana pendidikan dan
pelatihan KKKS serta memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. IN-HOUSE (IN-GRIYA).
Merupakan program diklat yang dirancang secara khusus dan dilaksanakan oleh KKKS
dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional.
4.2. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).
Merupakan program yang diselenggarakan oleh Pihak III baik di dalam negeri maupun
di luar negeri.
4.3. KOMITE KERJASAMA DIKLAT ANTAR KKKS BPMIGAS (KKSD).
Program diklat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bersama KKKS dan atau
BPMIGAS, dalam rangka pengembangan kemampuan professional dan manajerial
pekerja dilingkungan KKKS.
4.4. DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (DPKK).
Merupakan program diklat yang dilaksanakan oleh Ditjen. Migas yang diusulkan oleh
organisasi profesi (seperti IAGI, IATMI, KKSD dll), dengan menggunakan dana yang
berasal dari iuran wajib yang dikenakan pada KKKS yang mempekerjakan TKA.
4.5. PENDIDIKAN FORMAL
Adalah program pendidikan yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi baik di dalam
negeri maupun diluar negeri sesuai dengan kebutuhan pengembangan pekerja KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:51 3/19/2009 3:51:04 PM
52
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.6. AKAMIGAS/STEM.
Merupakan pendidikan berjenjang dari diploma 1 sampai diploma 3 yang dilaksanakan
oleh PPT Migas Cepu, untuk meningkatkan kompetensi akademis pekerja KKKS.
4.7. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOVMENT
EXCHANGE.
Adalah program pengembangan kompetisi TKI melalui On The Job Training dan semua
biaya TKI yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.8. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ANNUAL TRAINING REPORT
BUDGET & EVALUATION
Adalah sistem pelaporan tahunan pelaksanaan realisasi dan rencana DIKLAT
(pengembangan) yang pengeluarannya dibebankan pada biaya operasi KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. IN-HOUSE (IN-GRIYA).
5.1.1. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing KKKS.
5.1.2. Program tersebut dapat ditawarkan kepada KKKS lain yang membutuhkan.
5.2. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).
5.2.1. KKKS dapat mengirimkan pekerjaanya untuk mengikuti public course yang tidak
diselenggarakan oleh KKSD.
5.2.2. Pengiriman peserta diarahkan kepada pembekalan kemampuan profesional.
5.3. KKSD.
Dapat dilakukan dengan pihak ke tiga dan dapat menunjuk salah satu KKKS sebagai
koordinator.
5.4. DPKK.
KKKS dalam mencalonkan peserta program tersebut dilakukan dengan secara langsung
ke Ditjen. Migas dengan tembusan ke Subdinas PTN BPMIGAS.
5.5. PENDIDIKAN FORMAL.
Dilaksanakan Perguruan Tinggi baikdi dalam negeri maupun di luar negeri melalui
program konsorsium atau non konsorsium termasuk Formal Academic Education
Assistance.
5.6. AKAMIGAS/STEM.
Dilaksanakan di PPT Migas setelah memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa
baru.
5.7. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOPMENT
EXCHANGE
KKKS melakukan seleksi dan evaluasi untuk menentukan TKI yang akan dikirimkan
dalam program tersebut.
5.8. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ ANNUAL TRAINING REPORT
BUDGET & EVALUATION
Disampaikan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bagian dari analisa
Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan dan disampaikan sebelum
tanggal 30 September setiap tahun (Lihat Pedoman Rencana Kerja Anggaran
Ketenagakerjaan).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:52 3/19/2009 3:51:04 PM

53
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP& B).
6.7. Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) Migas No. 1/1997.
VII. LAMPIRAN
7.1. Annual Training Report Budget & Evaluation (Lampiran - 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:53 3/19/2009 3:51:05 PM
54
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Budget Budget Budget
(1) (2) (3)
1 FORMAL EDUCATION
- S1 degree (STEM, Academical Program)
- Domestic
- Overseas
- S2 degree
- Domestic
- Overseas
- S3 degree
- Domestic
- Overseas
2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work)
- In House
- Domestic (KKSD, DPKK, Public Course)
- Overseas
3 JOB ASSIGNMENT
- Domestic
- Overseas
4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV. STUDENT (Intership
Prog & COOP)
N
o
n

-

S
t
a
f
f
T O T A L
EMPLOYEE CLASIFICATION TRAINING EXPENSES
No DESCRIPTION
PSC Employee
BPMIGAS
M
a
n
a
g
e
m
e
n
t
S
t
a
f
f
% VAR. Govern / Univ.
Student
Previous Current Next Year
(3 - 2)
2
Attachment 1

Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Budget Budget Budget
(1) (2) (3)
1 FORMAL EDUCATION
- S1 degree (STEM, Academical Program)
- Domestic
- Overseas
- S2 degree
- Domestic
- Overseas
- S3 degree
- Domestic
- Overseas
2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work)
- In House
- Domestic (KKSD, DPKK, Public Course)
- Overseas
3 JOB ASSIGNMENT
- Domestic
- Overseas
4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV. STUDENT (Intership
Prog & COOP)
N
o
n

-

S
t
a
f
f
T O T A L
EMPLOYEE CLASIFICATION TRAINING EXPENSES
No DESCRIPTION
PSC Employee
BPMIGAS
M
a
n
a
g
e
m
e
n
t
S
t
a
f
f
% VAR. Govern / Univ.
Student
Previous Current Next Year
(3 - 2)
2
Attachment 1 >ĂŵƉŝƌĂŶ ϭ


A ANNUA NNUAL TRA L TRAI INING RE NING REPORT BUDG PORT BUDGET & EVA ET & EVALU IO LU T N A
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:54 3/19/2009 3:51:05 PM

55
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah atas
beban KKKS adalah pemberian bantuan dana Pelatihan dan Pendidikan baik di dalam
maupun di luar negeri yang sifatnya tidak mengikat. Pelatihan dan Pendidikan ini dapat
berupa pendidikan formal, kursus, seminar, workshop, atau konferensi.
1.2. Pelatihan dan Pendidikan dimaksud diberikan kepada pekerja BPMIGAS dan pegawai
instansi pemerintah yang kegiatannya berhubungan dengan bidang industri minyak dan
gas bumi (migas) sesuai dengan jabatan dan tugas pekerja.
1.3. Dana Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah
akan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam WP&B.
1.4. Sponsorship untuk Pelatihan dan Pendidikan pegawai instansi pemerintah tidak dapat
berdiri sendiri, senantiasa akan dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan
pekerja BPMIGAS/KKKS atau yang memberikan kontribusi kepada industri minyak dan
gas di Indonesia.
1.5. Yang dimaksud dengan instansi pemerintah adalah instansi pemerintah yang mempunyai
hubungan kerja dengan BPMIGAS/KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Membantu pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah dalam meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan profesionalismenya.
2.2. Meningkatkan kerja sama antara instansi pemerintah dengan KKKS.
2.3. Meningkatkan hubungan baik dengan KKKS dan induk perusahaannya.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS memastikan bahwa program pelatihan dan pendidikan pekerja BPMIGAS dan
pegawai instansi pemerintah berjalan dengan baik dan cost effective.
3.2. KKKS berkewajiban memastikan bahwa pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi
pemerintah yang mendapatkan sponsorship dari KKKS wajib menandatangani
surat perjanjian yang berisikan hak & kewajiban dalam mengikuti program pelatihan
tersebut.
3.3. BPMIGAS berkewajiban untuk meminta laporan kegiatan pelatihan dan pendidikan
kepada para peserta.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Permintaan pelatihan dan pendidikan untuk pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi
pemerintah harus melalui dan dikoordinir oleh BPMIGAS c.q. Dinas PTK & HI
BPMIGAS.
4.2. KKKS mempelajari proposal yang masuk dari BPMIGAS dan dapat
mengkoordinasikannya dengan perusahaan induk masing-masing.
4.3. KKKS memberitahukan persetujuan atau penolakan pelaksanaan pelatihan tersebut ke
BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:55 3/19/2009 3:51:05 PM
56
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Pejabat instansi pemerintah yang berwenang mengajukan permohonan pelatihan dan
pendidikan untuk pegawai dilingkungannya dengan mengirimkan surat permohonan
pelatihan dan pendidikan kepada BPMIGAS dan KKKS yang dimintai sebagai
sponsor, paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan
dan pendidikan di dalam negeri dan 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum pelaksanaan
pelatihan dan pendidikan di luar negeri bila paspor dan visa telah dipunyai (apabila
terdapat kepentingan mendesak, kebijakan dapat diberikan melalui evaluasi).
5.2. Pengajuan permohonan pelatihan dan pendidikan ke BPMIGAS oleh instansi pemerintah
dimaksud harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
5.3. Untuk pekerja BPMIGAS, permohonan disampaikan oleh atasan kepada Dinas PTK &
HI dan tembusan kepada KKKS yang di setujui sebagai sponsor.
5.4. Dinas PTK & HI berkoordinasi dengan KKKS meneliti dan memproses permintaan
pelatihan dan pendidikan pegawai instansi pemerintah dimaksud disesuaikan dengan
kebutuhan program pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS, sebagai
berikut:
5.4.1. Pelatihan dan Pendidikan di Dalam Negeri :
• Kursus/seminar/workshop/konferensi.
• Kursus kolektif yang dikoordinir oleh Komite Kerjasama Diklat (KKSD) antara
BPMIGAS KKKS.
• Kursus In-House yang dilaksanakan KKKS.
• Pendidikan formal.
5.4.2. Pelatihan dan Pendidikan ke Luar Negeri
• Kursus singkat (short Course)
• Konferensi/seminar/workshop
• Pendidikan formal.
5.5. Perhitungan biaya yang terkait dengan pelatihan dan pendidikan dimaksud, dibuat oleh
BPMIGAS c.q. Dinas PTK & HI kemudian disampaikan kepada KKKS yang dimintai
menjadi sponsor.
5.6. Tarif biaya perjalanan dinas berdasarkan ketentuan dalam pedoman penyediaan fasilitas
perjalanan dinas yang di tetapkan oleh BPMIGAS.
5.7. Setelah selesai mengikuti program pegawai instansi pemerintah tersebut wajib
memberikan laporan kepada KKKS yang memberikan sponsorship dan tembusan
kepada Ka. Dinas PTK & HI BPMIGAS, selambat-lambatnya 2 minggu setelah pelatihan
berakhir.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP& B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Surat persetujuan hak & kewajiban mengikuti program pelatihan atas beban KKKS.
(Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:56 3/19/2009 3:51:06 PM

57
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Attachment 1


Kepada Yth.

Kepala HR. Manager, KKKS


Perihal : Laporan Pelaksanaan
Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri



Dengan ini kami laporkan perjalanan dinas Luar Negeri dari ;

1. N a m a : …………......………………………………………….

2. No. Pekerja / Golongan : ……………...………………………………………….

3. Jabatan : …………..…………………………………………….

4. SKPD Luar Negeri No. : …………..…………………………………………….

5. Berangkat tanggal : …………..…………………………………………….

6. Kembali tanggal : …………….……….………………………………….

Sebagai penyelesaian pertanggung jawaban atas perjalanan dinas Luar Negeri,
terlampir kami sampaikan :
1. Pertanggungjawaban keuangan (akomodasi, tiket dll.)
2. Surat bukti pembayaran fiscal Luar Negeri
3. Photocopy passport
Demikian laporan kami, atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.



Jakarta,


(____________________)

• Tembusan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.
<ĞƉĂĚĂzƚŚ͘
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϭ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:57 3/19/2009 3:51:06 PM
58
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir, Magang dan Cooperative Education (Co-op)
merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan
Tinggi lainnya dalam rangka membantu para mahasiswa/lulusan Perguruan Tinggi dan siswa
untuk persyaratan akademis serta mendapatkan pengalaman bekerja.
1.1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) & Tugas Akhir.
Adalah program bagi mahasiswa/siswa dan pihak lain untuk praktek kerja lapangan dan
melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir dengan waktu 1 s/d 2 bulan.
1.2. Magang
Adalah program bagi lulusan Perguruan Tinggi/Akademi untuk bekerja di perusahaan/
industri dengan jangka waktu tertentu (sesuai peraturan perundangan yang berlaku)
dalam rangka mendapatkan pengalaman bekerja.
1.3. Co-operative Academic Education (Co-op).
Adalah program kemitraan di bidang akademis antara perguruan tinggi dan dunia
usaha/industri. Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk
meningkatkan kualitas calon sarjana S1 dengan cara diberikan kesempatan bekerja di
perusahaan/industri guna mendapatkan pengalaman bekerja secara nyata.
II. TUJUAN
Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa, siswa dan pihak lain yang memerlukan guna
melaksanakan praktek kerja dan melakukan penelitian dalam rangka memenuhi persyaratan
akademis dan pengalaman bekerja.
III. PETUNJUK/PELAKSANAAN
3.1. Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir.
3.1.1. Surat permohonan Perguruan Tinggi dengan menggunakan Form TEA-1 diajukan
ke Bagian SDM KKKS.
3.1.2. Bagian SDM KKKS meneruskan ke lini untuk mendapatkan tempat praktek kerja
beserta bimbingannya.
3.1.3. Konfirmasi KKKS ke Perguruan Tinggi/Sekolah/Lembaga Pendidikan (jika ada
tempat) untuk diberitahukan kepada mahasiswa/siswa dan pihak lain sebagai
pelamar.
3.1.4. Mahasiswa/siswa dan pihak lain mengurus pemeriksaan klinik dan korespondensi
surat menyurat dengan bagian SDM KKKS yang menerima.
3.1.5. Mahasiswa/siswa dan pihak lain menyerahkan hasil pemeriksaan klinik dari
Rumah Sakit, Klinik/Puskesmas Pemerintah setempat (berikut pembacaan hasil
rontgen) ke Diklat KKKS untuk dilegalisir Bagian Kesehatan KKKS.
3.1.6. Berdasarkan surat sehat dari Bagian Kesehatan KKKS, Diklat KKKS
memberitahu mahasiswa/siswa/pihak lain lewat Perguruan Tinggi/Sekolah/
Lembaga Pendidikan tentang konfirmasi jadwal praktek kerja.
3.1.7. Mahasiswa/siswa/pihak lain melapor ke KKKS untuk menandatangani perjanjian
praktek lapangan dengan menggunakan formulir TEA-2.
3.1.8. Pelaksanaan praktek kerja ke lapangan operasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:58 3/19/2009 3:51:06 PM

59
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
3.1.9. Bantuan keuangan Praktek Kerja Lapangan minimal sebesar Rp. 100.000,-
perbulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi
setempat.
3.2. Magang
3.2.1. Permohonan magang dapat ditujukan secara langsung kepada KKKS yang
bersangkutan dengan berpedoman kepada tersedianya tempat magang maupun
mentor.
3.2.2. KKKS melaksanakan seleksi sesuai persyaratan yang berlaku di KKKS masing-
masing.
3.2.3. Jangka waktu pelaksanaan magang maksimum sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
3.2.4. Bantuan keuangan untuk magang minimal Rp. 400.000,- per bulan untuk setiap
peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat.
3.3. Program Co-op Education
3.3.1. KKKS menerima calon Co-op yang telah diseleksi oleh Perguruan Tinggi.
3.3.2. KKKS membuat surat kesepakatan dengan Perguruan Tinggi.
3.3.3. Dilakukan evaluasi dan diberikan sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan
programnya dengan baik. Sertifikat dikeluarkan oleh KKKS yang bersangkutan.
3.3.4. Honor Peserta Co-op.
Honor setiap Mahasiswa ditetapkan sendiri oleh KKKS yang bersangkutan.
IV. REFERENSI
4.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
4.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
4.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
4.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
4.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
4.6. Work Program & Budget (WP&B).
4.7. Pedoman Penyelenggaraan Program Co-operative Academic Education (Co-op) oleh
BAPPENAS, Dirjen. Dikti Depdiknas.
4.8. Konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
oleh Depdikbud-1994.
V. LAMPIRAN
5.1. TEA (Technical Education Assistance) 1 (Lampiran 1).
5.2. TEA (Technical Education Assistance) 2 (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:59 3/19/2009 3:51:06 PM
60
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
Form : TEA-1
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
KKKS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN
PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
NO.: /TEA-1/KPS/20 . . . .
-----------------------------------------------------------------------------------
SEMUA PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA
HARUS MELAMPIRKAN ISIAN LENGKAP DARI
FORMULIR TEA-1 INI
UNIVERSITAS : ........................................................................................
FAKULTAS/JURUSAN : ........................................................................................
ALAMAT/TELEPON : ........................................................................................
A. MAHASISWA
1. Nama : ........................................................................................
2. Lahir di/Tanggal : ........................................................................................
3. Alamat/Telepon : ........................................................................................
4. Tanggal masuk Universitas/
Akademi : ........................................................................................
5. Keterangan mengenai “tingkat” yang sudah dicapai saat ini (jika “sistem kredit”, agar
dijelaskan prosentase yang sudah dicapai dari yang semestinya s/d akhir tahun akademi
sekarang).
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
6. Keterangan mengenai Orangtua & Wali
a. Nama : .......................................................................................
b. Alamat : ........................................................................................
c. Pekerjaan/Instansi : ........................................................................................
d. Jabatan : ........................................................................................
7. Jika pernah Kerja Praktek/Thesis Lapangan
Instansi Perusahaan : ........................................................................................
Waktu : ........................................................................................
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:60 3/19/2009 3:51:07 PM

61
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
B. Keterangan mengenai Kerja Praktek/Thesis Lapangan yang diinginkan
(Diisi oleh Dosen Pembimbing Akademis)
1. Bidang Studi/Judul Skripsi : ………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
2. Ihtisar Permasalahan (singkat, jelas, spesifik)
(yang membuat thesis menyerahkan abstrak/outline) :
………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
3. Jangka waktu : Kerja Praktek = 1 bulan/Thesis Lapangan = 2 bulan
C. Keterangan lainnya yang dianggap perlu ditambahkan
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
D. Pernyataan mengenai Tanggungan Resiko.
Perusahaan tidak akan menanggung segala resiko kecelakaan/kematian selama
mahasiswa melakukan Praktek Lapangan. Pernyataan ini mengandung arti bahwa
Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Mahasiswa/i ataupun pihak
lainnya.
Dosen Pembimbing Mahasiswa Pemohon,
Tandatangan dan Cap Fakultas
(. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . .) (. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . .)
Dekan Fakultas
Tandatangan dan Cap Fakultas
(. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:61 3/19/2009 3:51:07 PM
62
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 2
Form : TEA-2
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
KKKS/PSC : …………………………………………….
PERJANJIAN PRAKTEK LAPANGAN
PRACTICAL WORK AGREEMENT
Perjanjian ini dibuat antara :
Mahasiswa Perguruan Tinggi : ..........................
..............................................................................
selanjutnya disebut “Praktikan” dan .....................
..............................................................................
Kontraktor Kontrak Kerja Sama, selanjutnya
disebut “Perusahaan”
Perjanjian ini dibuat dengan maksud untuk
memberikan program praktek lapangan di industri
minyak dan gas bumi kepada mahasiswa.
Program ini diatur dengan syarat dan kondisi
sebagai berikut :
1. Praktikan setuju untuk mematuhi dan tunduk
kepada semua ketentuan dan peratutran
yang berlaku selama menjalani program
Praktek Lapangan.
2. Program ini berlaku mulai tanggal : ...........
….dan berakhir pada tanggal …………….,
kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan.
3. Praktikan setuju untuk melaksanakan tugas-
tugas Praktek Lapangan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Penilaian Praktek
Lapangan dilakukan oleh Perusahaan.
4. Perusahaan akan berusaha memberikan
kesempatan pengalaman kerja yang sesuai
dengan minat Praktikan maupun kehendak
Perguruan Tinggi akan tetapi pekerjaan
sehari-hari lebih diutamakan, dengan
demikian tidak selamanya dapat berpegang
kepada program yang diinginkan.
5. Perusahaan akan memberikan bantuan
keuangan sebesar Rp. 100.000,-
6. Perusahaan akan memberikan fasilitas
berikut apabila tersedia :
This Agreement is made between :
A Student of University : ......................................
..............................................................................
Here in after referred to as “Student Trainee”
and .......................................................................
Production Sharing Contractor hereinafter
referred to as “Company”
The Agreement is made for the purpose of
providing a Practical Training program in oil and
gas industry for University students.
The following terms and conditions shall govern
this program :
1. Practical student agree to abide by and
comply all existing rules and regulations of
the Company while undergoing the practical
work.
2. The Program will be effective on ..….............
and expire on …………., except stimulated
otherwise by the Company.
3. Practical Student agree to maintain a
satisfactory level of performance in accordance
with the prevailing regulation. Appraisal of
performance shall be done by the Company.
4. Company will make every effort to provide
work experience opportunities within
Practical Student interest as well as special
requirements of the University. How ever,
normal operational requirement shall take
precedence, therefore it may not always be
possible to adhere to the desired program.
5. Company will grand a financial assistance a
Rp. 100.000,-
6. Company will provide the following if
available :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:62 3/19/2009 3:51:07 PM

63
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
a. Akomodasi dan Makan
b. Pelayanan kesehatan dengan cuma-
cuma sejauh yang dapat diberikan oleh
fasilitas klinik Perusahaan.
7. Tidak ada tunjangan-tunjangan lain yang
akan diberikan selain yang disebut diatas.
Praktikan dianggap bujangan (tidak kawin)
tanpa memperdulikan tanggung jawab dan
tanggungan pribadinya.
8. Praktikan harus mengikuti jam-jam kerja
yang berlaku dilapangan atau kantor
tempat praktikan ditugaskan. Untuk jam-jam
kerja khusus ditentukan oleh pengawas/
pembimbing langsung praktikan.
9. Praktikan harus bersedia melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
dan menerima syarat-syarat seperti yang
diterapkan kepada karyawan lain di tempat
atau dibidang pekerjaan apapun.
10. Pada akhir masa praktek lapangan hubungan
antara Perusahaan dengan Praktikan putus
tanpa adanya kewajiban dari Perusahaan
untuk mepekerjakan Praktikan setelah yang
bersangkutan menyelesaikan studinya.
11. Praktikan wajib merahasiakan semua
keterangan mengenai Perusahaan
dan Praktikan sama sekali tidak akan
membicarakan urusan Perusahaan dengan
pihak lain selain dengan pengawas/
pembimbing Praktikan di Perusahaan.
Perjanjian ini dapat diputuskan dengan
segera apabila ketentuan ini dilanggar.
12. Perusahaan tidak menanggung resiko
apapun selama Praktikan melakukan praktek
lapangan. Dengan demikian Perusahaan
tidak akan dituntut dikemudian hari oleh
Praktikan ataupun oleh Pihak lainnya.
Jakarta, …………………………………………
Praktikan/Practical Student :
Nama lengkap : ………………………………...
Name in full
Jabatan : ………………………………………….
Position
Tanda Tangan : ………………………………..
Signature
a. Accommodation and Meals
b. Free medical services to the extent
available at Company’s Medical Clinic.
7. No benefits other than stated above will
be extended. Practical student will be
considered single (unmarried) regardless of
this private responsibilities of commitments.
8. Practical student agrees to follow the same
working hours as applied to the field or in the
office unit. Any other schedule will be strictly
at the discretion of the practical student’s
immediate supervisor.
9. Practical student must be prepared to carry
out work and assigned tasks as and accept
conditions as applied to other employees in
whatever job and/or location.
10. At the conclusion of this training period, the
agreement will be terminated without any
obligation for the Company to employ the
Practical Student upon the completion of his/
her study.
11. Practical Student is required to keep
confidential all information concerning the
Company and he her will never discuss them
with anyone except the practical student’s
supervisor during the practical training. This
agreement can be immediately terminated if
this secrecy provision in violated.
12. Company is not at all obliget to bear any
risks during the period of practical work. This
agreement means that the Company is not
liable againts any law suit in the future by
practical student or any other party.
Jakarta, ……………………………………………
Pihak Perusahaan/For the Company :
Nama Lengkap : ………………………………….
Name in full
Jabatan : ………………………………………….
Position
Tanda Tangan : ………………………………….
Signature


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:63 3/19/2009 3:51:07 PM
64
I. UMUM
Beasiswa dan Beawiyata dalam negeri dilaksanakan melalui Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS-KKKS atau melalui Community Development (comdev) dan Community Relation.
II. TUJUAN
2.1. Membantu pembiayaan pendidikan dalam negeri bagi mahasiswa perguruan tinggi di
Indonesia berdasarkan seleksi.
2.2. Meningkatkan citra BPMIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerjasama.
2.3. Membantu program Pemerintah dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
III. KEWENANGAN
Alokasi jumlah beasiswa dalam negeri dan beawiyata KKKS program konsorsium untuk
setiap koordinator daerah operasi ditetapkan Dewan Konsorsium.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Pemberian beasiswa dan beawiyata dalam negeri beban biaya operasi non konsorsium
ditetapkan oleh KKKS dan Hupmas BPMIGAS.
4.2. Program pemberian beasiswa dan beawiyata yang dilakukan melalui program Community
Development dan Community Relation oleh masing-masing KKKS (beban biaya operasi
non konsorsium) ditetapkan KKKS dan Hupmas BPMIGAS dengan melaporkan kepada
Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.3. Program pemberian beasiswa dalam negeri yang dilakukan melalui Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS-KKKS.
V. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA
Pemberian beasiswa dalam negeri dan beawiyata berdasarkan pedoman Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM
NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
B
E
A
S
I
S
W
A

D
A
N

B
E
A
W
I
Y
A
T
A

D
A
L
A
M

N
E
G
E
R
I
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:64 3/19/2009 3:51:07 PM

65
B
E
A
S
I
S
W
A

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
BEASISWA LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Beasiswa luar negeri dilakukan melalui program sesuai kebutuhan KKKS atau kebijakan
BPMIGAS dengan beban biaya operasi atau melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-
KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Menyediakan tenaga-tenaga profesional pada industri Migas TKI yang bertaraf
internasional.
2.2. Berpartisipasi dalam pembinaan SDM Nasional dalam Industri Migas dengan
menyediakan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir
melalui pendidikan yang berkualitas.
III. KEWENANGAN
3.1. Alokasi jumlah BSLN yang menggunakan dana konsorsium ditetapkan oleh Dewan
Konsorsium.
3.2. Program BSLN yang dilaksanakan KKKS masing-masing dengan beban biaya operasi
ditetapkan KKKS masing-masing dan diusulkan kepada BPMIGAS.
3.3. KKKS dapat menentukan calon grantee dengan proses seleksi dan persyaratan yang
ditetapkan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS diusulkan kepada cq. Ketua Harian
Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
3.4. Ketua Harian Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS menyetujui grantee.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Program pemberian beasiswa luar negeri sesuai kebutuhan masing-masing KKKS
dengan beban biaya operasi, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Dewan Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
4.2. Program pemberian beasiswa luar negeri yang dilakukan melalui konsorsium pendidikan
BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
V. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA
Pemberian beasiswa luar negeri dilaksanakan berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS - KKKS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:65 3/19/2009 3:51:08 PM
66
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Peraturan Perusahaan (PP) adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh
Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib Perusahaan.
1.2. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan
antara (satu atau beberapa) Serikat Pekerja (SP) yang tercatat di instansi ketenagakerjaan
pemerintah (Depnakertans) dengan Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-
syarat kerja untuk mengatur dan melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak.
1.3. Setiap rencana PP/PKB yang disusun KKKS terlebih dahulu harus dibahas bersama
dengan BPMIGAS untuk mendapat persetujuan sehingga terjamin terciptanya
keseimbangan di lingkungan KKKS dan sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
II. TUJUAN
Untuk memberikan acuan bagi perusahaan KKKS dalam pembuatan PP/PKB sehingga
kepentingan nasional, perusahaan dan pekerja terlindungi.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun rancangan PP/PKB sesuai dengan strategi bisnis dan kemampuan
finansial perusahaan dengan berdasar pada ketentuan normatif peraturan perundang-
undangan serta memperhatikan masukan/hasil diskusi dengan wakil-wakil pekerja
dalam suatu mekanisme kerja sama bipartit dalam perusahaan.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas PP/PKB yang disusun oleh KKKS sesuai dengan
WP&B perusahaan dan peraturan perundang-undangan.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. PP/PKB yang disusun KKKS tidak boleh bertentangan dan lebih rendah kualitas atau
kuantitasnya dari ketentuan peraturan perundang-undangan.
4.2. Prosedur pembuatan Peraturan Perusahaan (PP) :
4.2.1. KKKS menyiapkan rancangan PP dengan berpedoman pada peraturan
perundangan-undangan yang berlaku dan WP&B.
4.2.2. Rancangan PP dikirimkan ke Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersama-
sama.
4.2.3. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut, KKKS menyusun kembali
rancangan PP tersebut dengan memperhatikan masukan dan pertimbangan dari
wakil-wakil pekerja secara bipartit.
4.2.4. Bila masih terdapat perubahan, rancangan PP tersebut dibahas kembali bersama
dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.2.5. Rancangan PP yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3
(tiga), dengan disertai Surat Persetujuan dari BPMIGAS dikirimkan ke instansi
ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) untuk disahkan.
4.3. Prosedur pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) :
4.3.1. KKKS menyiapkan rancangan PKB dengan berpedoman pada peraturan
perundangan-undangan dan WP&B.
4.3.2. Rancangan PKB dikirimkan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas
bersama-sama dengan manajemen/wakil perusahaan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:66 3/19/2009 3:51:08 PM

67
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.3.3. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut, KKKS melakukan perundingan
pembuatan PKB dengan (satu atau beberapa) SP secara bipartit sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
4.3.4. Bila masih terdapat perubahan, rancangan PKB tersebut dibahas kembali
bersama oleh manajemen/wakil perusahaan KKKS dengan Kepala Dinas PTK &
HI BPMIGAS.
4.3.5. Bila telah mencapai kesepakatan, PKB yang sudah disepakati dibuat dokumen
aslinya rangkap 3 (tiga), untuk ditandatangani oleh wakil perusahaan dan wakil
SP dengan disaksikan wakil BPMIGAS dan selanjutnya disampaikan kepada
Depnakertrans.
4.4. 3 (tiga) Dokumen asli PP/PKB yang sudah disahkan/disepakati diberikan; 1 (satu) ke
Depnakertrans; 1 (satu) ke BPMIGAS dan 1 (satu) disimpan oleh KKKS untuk kemudian
diberitahukan/dijelaskan isi PP/PKB tersebut serta diberikan copy naskahnya kepada
para pekerja.
4.5. Selama masa berlakunya PP, apabila ada SP di perusahaan yang sesuai
ketentuan peraturan perundangan-undangan menghendaki perundingan
pembuatan PKB, maka KKKS harus (segera melaporkan ke BPMIGAS) dan
melayani permintaan tersebut.
4.6. PP/PKB yang telah berakhir masa berlakunya tetap berlaku sampai disahkannya PP
atau ditandatanganinya PKB yang baru.
4.7. PP mulai berlaku setelah disyahkan oleh Depnakertrans, sedangkan PKB mulai berlaku
sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak.
4.8. Dalam hal terdapat rencana perubahan isi PP/PKB dalam kurun waktu masa berlakunya
PP/PKB tersebut, maka rencana tersebut harus dibahas kembali dengan Dinas PTK
& HI BPMIGAS untuk mendapat persetujuan dan kemudian diproses lebih lanjut oleh
KKKS sesuai dengan prosedur pembuatan PP/PKB di atas.
4.9. Dokumen perubahan atas PP/PKB yang telah disahkan/disepakati tetap harus
diberitahukan/dijelaskan serta diberikan copy naskahnya oleh KKKS kepada para
pekerjanya.
4.10. Perpanjangan berlakunya PP/PKB (tanpa perubahan) dapat di ajukan langsung kepada
Depnakertrans dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.11. Bila ada rencana pembubaran SP atau pengalihan kepemilikan perusahaan, KKKS
harus membahasnya bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang
ada tetap berlaku sampai berakhir jangka waktunya.
4.12. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) dan masing-masing perusahaan
mempunyai PKB, maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan
Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.13. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) antara perusahaan yang
mempunyai PKB dengan perusahaan yang belum mempunyai PKB, maka rencana
tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan
PKB yang ada tersebut berlaku bagi perusahaan yang bergabung (merger) sampai
dengan berakhir jangka waktunya.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:67 3/19/2009 3:51:08 PM
68
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. FORMULIR
Surat Persetujuan dari BPMIGAS atas rancangan PP/PKB dan untuk diproses lebih lanjut,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak
dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kepmenakertrans No. 48/2004 tentang Tatacara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan
Perusahan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Sama.
6.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:68 3/19/2009 3:51:08 PM

69
P
E
N
G
U
P
A
H
A
N

D
A
N

K
E
S
E
J
A
H
T
E
R
A
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Penetapan kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di KKKS harus
memperhatikan peraturan perundang-undangan, kinerja keuangan perusahaan dan
mencerminkan tingkat upah yang kompetitif sehingga mampu mendorong produktifitas
SDM.
1.2. Kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di lingkungan KKKS harus dicantumkan
dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB). Bila ada yang
diatur di luar PP/PKB, semuanya harus disampaikan ke BPMIGAS untuk dimintakan
persetujuan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjaga keseimbangan di bidang kebijakan dan sistem pengupahan/
kesejahteraan di lingkungan KKKS dan menjaga agar tidak menimbulkan permasalahan
hubungan industrial.
2.2. Untuk mendorong tingkat upah yang kompetitif dan produktifitas pekerja sesuai dengan
kinerja finansial perusahaan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B).
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan sesuai dengan
WP&B dan yang telah disetujui oleh BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan persetujuan dan pengawasan atas semua kebijakan dan sistem
pengupahan/kesejahteraan yang disusun dan yang diterapkan oleh KKKS.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Pengupahaan dan Kesejahteraan pekerja KKKS (TKI dan TKA) disusun berdasarkan
pedoman remunerasi yang ditetapkan BPMIGAS.
4.2. Insentif/bonus yang diberikan kepada pekerja KKKS (TKI dan TKA) dapat di bebankan
sebagai biaya operasi apabila diberikan sesuai kinerja operasi KKKS dengan prinsip
sama antara TKI dan TKA melalui persetujuan BPMIGAS.
4.3. Pembayaran “Severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika
dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di
KKKS.
4.4. Pemberian insentif kepada pekerja (TKI dan TKA) dalam rangka “Mempertahankan
Pekerja” sebagai dampak dari “Transfer Interest KKKS” (akuisisi dan merjer) tidak
dibebankan pada biaya operasi KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS menyusun rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan dalam PP/
PKB untuk dibahas dengan BPMIGAS.
5.2. Rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang diatur di luar PP/PKB
tetap harus dibahas dengan BPMIGAS.
5.3. Rencana penetapan atau perubahan kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan
tahunan diajukan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dievaluasi dan
mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Rencana tersebut setelah disetujui akan menjadi
dasar rekomendasi penyusunan WP&B KKKS secara keseluruhan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:69 3/19/2009 3:51:08 PM
70
5.4. Dalam menyusun kebijakan kesejahteraan (employee benefits), KKKS wajib
menyesuaikan program tersebut dengan terminologi yang diatur dalam ketentuan
peraturan perundang-undangan untuk menghindari timbulnya interpretasi yang dapat
berdampak pada perselisihan ketenagakerjaan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
P
E
N
G
U
P
A
H
A
N

D
A
N

K
E
S
E
J
A
T
E
R
A
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:70 3/19/2009 3:51:08 PM

71
P
E
M
U
T
U
S
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

(
P
H
K
)

&

M
U
T
U
A
L

A
G
R
E
E
M
E
N
T

T
E
R
M
I
N
A
T
I
O
N

(
M
A
T
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
& MUTUAL AGREEMENT TERMINATION
(MAT)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. KKKS dengan segala upaya harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK). Dalam hal segala upaya tersebut telah dilakukan, namun tetap
terjadi PHK maka KKKS memproses PHK berdasarkan Peraturan Perusahaan (PP)/
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan peraturan perundangan.
1.2. Mutual Agreement Termination (MAT) dilakukan dengan prinsip penawaran baik dari
perusahaan atau pekerja dengan pengakhiran hubungan kerja atas kesepakatan
bersama secara sukarela.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dan manajemen KKKS.
2.2. Untuk mengakhiri masalah hubungan industrial.
2.3. Untuk meminimalisasi dampak gejolak ketenagakerjaan dan biaya operasi yang
timbul.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melakukan proses PHK/MAT yang bersifat individu sesuai Peraturan Perusahaan/
PP atau Perjanjian Kerja Bersama/PKB.
3.2. BPMIGAS melakukan penolakan atau persetujuan terhadap PHK/MAT yang bersifat:
Massal (lebih dari 10 orang).
Individu yang pembayaran hak atas PHK/MAT melebihi ketentuan normatif yang
diatur di dalam PP/PKB.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. KKKS melakukan proses PHK atau MAT terhadap pekerjanya sejak rencana awal
hingga selesai. Baik yang perlu ataupun yang tidak perlu memperoleh penetapan atas
PHK/MAT tersebut dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial atau
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
4.2. KKKS harus melaporkan setiap pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS. Bila
diperlukan KKKS dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada BPMIGAS
sebelum PHK Kasus dijatuhkan.
4.3. BPMIGAS akan memberikan tanggapan dalam batas waktu 14 hari kalender sejak
menerima surat usulan PHK Individu yang diajukan oleh KKKS.
4.4. Pemutusan Hubungan Kerja bukan karena kasus baik secara individu atau massal hanya
dapat dilakukan apabila terjadi penutupan wilayah kerja atau sebagai upaya efisiensi
yang harus dilakukan akibat penurunan kegiatan operasi yang sangat signifikan yang
dapat menyebabkan penutupan wilayah kerja.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. PHK Individu Karena Kasus.
5.1.1. KKKS meneliti dan memproses kasus yang terjadi serta memutuskan sanksi
yang akan dikenakan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:71 3/19/2009 3:51:08 PM
72
P
E
M
U
T
U
S
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

(
P
H
K
)

&

M
U
T
U
A
L

A
G
R
E
E
M
E
N
T

T
E
R
M
I
N
A
T
I
O
N

(
M
A
T
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
& MUTUAL AGREEMENT TERMINATION
(MAT)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.1.2. Dalam melakukan PHK perlu dipertimbangkan antara lain :
PP/PKB.
Latar belakang kasus/terjadinya pelanggaran oleh pekerja.
Hal-hal lain yang memberatkan/meringankan.
5.1.3. KKKS kemudian memproses PHK menurut ketentuan yang diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
5.1.4. KKKS melaporkan pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS.
5.2. MAT Individu.
5.2.1. KKKS memproses MAT menurut ketentuan yang diatur dalam PP/PKB dan
Peraturan Perundangan yang berlaku.
5.2.2. Jika pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja (pesangon dll) melebihi
ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB, maka harus dimintakan
persetujuan dari BPMIGAS.
5.3. MAT Massal yang pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja melalui ketentuan
normatif yang diatur dalam PP/PKB.
KKKS menyiapkan kepada BPMIGAS sebagai berikut:
5.3.1. Latar belakang rencana MAT.
5.3.2. Tujuan MAT.
5.3.3. Rencana pelaksanaan MAT.
5.3.4. Formula pesangon/paket kompensasi hak pekerja lainnya.
5.3.5. Anggaran pelaksanaan MAT massal.
5.3.6. Perkiraan dampak MAT massal dilihat dari berbagai aspek.
5.3.7. BPMIGAS melakukan evaluasi dan dibahas oleh KKKS yang bersangkutan.
5.4. PHK diluar kasus (individu atau massal).
Diajukan kepada BPMIGAS setelah memiliki dasar yang sangat kuat.
5.5. Istilah dan Formula
5.5.1. Formula pembayaran hak pekerja karena PHK/MAT oleh KKKS memperhatikan
ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
5.5.2. KKKS agar menyesuaikan istilah dan bentuk formula pembayaran hak pekerja
sebagai akibat PHK/MAT sesuai peraturan perundang-undangan.
5.5.3. KKKS yang masih menggunakan istilah dan bentuk formula yang berbeda
dengan peraturan perundang-undangan agar menegaskan dalam PP/PKB
bahwa di dalam pembayaran hak pekerja tersebut telah terkandung unsur-unsur
yang tercantum di dalam peraturan perundang-undangan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:72 3/19/2009 3:51:09 PM

73
K
E
T
E
N
T
U
A
N

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
T
I
F

D
E
W
A
N

M
E
D
I
K
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN
MEDIK
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Dalam rangka mengambil keputusan untuk suatu kebijakan menyangkut bidang medis
dirasakan perlu adanya pertimbangan keahlian yang diberikan oleh suatu tim dari lingkungan
KKKS. Pertimbangan semacam ini diharapkan dapat lebih seimbang dan berwawasan lebih
luas. Untuk tujuan itulah maka Dewan dibentuk dalam membantu menganalisa dan memberi
rekomendasi menyangkut beberapa hal masalah bidang kedokteran dan kesehatan.
II. TUJUAN
Memberikan persamaan pemahaman dalam pembentukan dan tata kerja Administratif Dewan
Medik sehingga dapat berfungsi secara maksimal.
III. KEWENANGAN
BPMIGAS menetapkan susunan, lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Medik. Dalam
menjalankan fungsinya, Dewan Medik menyampaikan pendapat ataupun rekomendasinya
menurut pandangan keahlian di bidang kedokteran dan bila perlu dapat meminta pertimbangan
dokter ahli lain.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
Dewan Medik dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh personil lainnya terdiri dari Wakil
ketua, Sekretaris dan anggota.
Susunan personil dewan ditetapkan oleh Kepala Divisi Eksternal berjumlah sedikitnya 6
orang di mana setiap personil mempunyai hak mengajukan pendapat.
4.1. Fungsi Dewan Medik
4.1.1. Memberikan rekomendasi persetujuan pengiriman pasien ke luar negeri.
4.1.2. Memberikan bantuan pendapat pertimbangan penetapan ketidakcakapan
seorang pekerja dalam memangku tugas dan jabatan atas permintaan suatu
KKKS.
4.1.3. Memberikan pendapat dan pertimbangan di bidang medis lainnya atas pemintaan
Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.1.4. Dewan bersidang atas permintaan Kepala Dinas PTK & HI sesuai keperluan
ataupun kehendaknya maupun setelah menerima permohonan dari KKKS dan
setidak-tidaknya dihadiri oleh 2/3 jumlah personil.
4.2. Tugas Dewan Medik
4.2.1. Tugas Ketua.
• Menentukan arah dan memimpin personil dewan dalam melaksanakan
fungsinya.
• Menyampaikan rekomendasi kepada Kepala Dinas PTK & HI.
4.2.2. Tugas Wakil Ketua.
• Menghadiri sidang, mengemukakan pendapat dan usulan.
• Menjabat sebagai ketua apabila berhalangan hadir.
4.2.3. Tugas Sekretaris.
• Mendokumentasikan dan mengadministrasikan kegiatan dewan.
• Mempersiapkan sidang-sidang.
• Merangkap anggota.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:73 3/19/2009 3:51:09 PM
74
K
E
T
E
N
T
U
A
N

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
T
I
F

D
E
W
A
N

M
E
D
I
K
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN
MEDIK
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.2.4. Tugas Anggota.
• Menghadiri sidang.
• Mengemukakan pendapat dan usulan.
V. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
6.2. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.3. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per 03/Men/82 tentang Pelayanan Kesehatan
Pekerja.
6.7. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.8. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:74 3/19/2009 3:51:09 PM

75
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Pembelian obat dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi keperluan perawatan
dan pengobatan sebagai pelaksanaan salah satu program kesehatan kerja dan layanan
kesehatan. Obat merupakan satu komoditi yang peredaran dan perdagangannya diatur
secara khusus oleh Pemerintah.
II. TUJUAN
Penetapan prosedur pembelian obat yang memenuhi azas kepatuhan terhadap peraturan
dan harga yang bersaing sehingga diperoleh efisiensi biaya.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS menetapkan standar obat, menunjuk dan berkoordinasi dengan apoteker serta
membagi beban jasa apoteker secara proporsional kepada KKKS yang memanfaatkan
apoteker.
3.2. KKKS menetapkan obat yang diperlukan sendiri dengan mengacu pada daftar standar
obat, merencanakan dan melaksanakan pembelian obat.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Setiap pemesanan obat harus disahkan oleh Apoteker yang terdaftar di Departemen
Kesehatan.
4.2. Bagi mereka yang belum memiliki tenaga apoteker sendiri, disediakan apoteker oleh
BPMIGAS yang dimanfaatkan bersama dengan Kontraktor Kerjasama yang lain.
4.3. Surat Pemesanan Obat dikirim ke BPMIGAS cq. Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja
Dan Hubungan Industrial untuk diteliti jenis dengan mengacu daftar standar dan harga
obat.
4.4. BPMIGAS selanjutnya mengirimkan berkas tersebut untuk dilakukan pengesahan oleh
apoteker.
4.5. Berkas pemesanan obat yang sudah disetujui dikirim kembali kepada KKKS.
4.6. BPMIGAS menyampaikan informasi pembebanan biaya kepada setiap KKKS yang
memanfaatkan Apoteker.
4.7. Pembelian obat golongan narkotika diproses dan dilakukan sendiri oleh KKKS dengan
menggunakan resep dokter langsung ke apotik yang ditunjuk Perusahaan.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.6. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.7. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.8. Work Program & Budget (WP&B).
5.9. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:75 3/19/2009 3:51:09 PM
76
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Rujukan ke luar negeri merupakan salah satu bentuk layanan pengobatan dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi karyawan dan keluarganya.
Disadari bahwa kemajuan teknologi kedokteran telah demikian pesatnya dan hal ini dapat
dimanfaatkan sebaik mungkin untuk tujuan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya.
Secara bertahap para dokter menyusul menguasai teknologi tersebut dan mengembangkannya
di Indonesia.
II. TUJUAN
Menyamakan persepsi dan mengupayakan terjaminnya pelaksanaan layanan kesehatan
yang optimal dengan mengutamakan jasa layanan kesehatan yang ada di dalam negeri.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS mengajukan pekerja atau keluarga yang akan dirujuk sesuai dengan yang diatur
dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama masing-masing mengenai
layanan kesehatan.
3.2. BPMIGAS menyetujui atau menolak usulan rujukan tersebut setelah mempertimbangkan
pikiran-pikiran yang disampaikan oleh tim yang ditunjuk untuk itu (Dewan Medik).
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
Pada dasarnya dapat disediakan layanan berobat ke luar negeri sesuai dengan ketentuan
masing-masing KKKS seperti yang tercantum dalam PP/PKB.
4.1. Setiap pengiriman pasien ke luar negeri perlu mendapat persetujuan dari BPMIGAS.
4.2. KKKS mengajukan permohonan dengan mengirim Assistance Requisition Sheet (ARS)
kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS yang selanjutnya meminta Dewan Medik
untuk bersidang.
4.3. Riwayat dan status terakhir pasien juga dikirimkan kepada Kepala Dinas PTK & HI
BPMIGAS sebagai bahan sidang.
4.4. Dewan Medik menyiapkan rekomendasi.
4.5. Persetujuan diberikan oleh Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS dengan membubuhkan
tanda tangan pada formulir ARS ataupun melalui surat.
4.6. Dalam situasi gawat darurat yang perlu penanganan lebih lanjut karena mengancam
jiwa pekerja, KKKS dapat merujuk langsung ke luar negeri dengan mempertimbangkan
keselamatan jiwa dan akses kelayanan pengobatan tanpa meminta persetujuan
BPMIGAS terlebih dahulu. KKKS harus melaporkan pengiriman tersebut dalam waktu
selambat-lambatnya 2x24 jam.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:76 3/19/2009 3:51:09 PM

77
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.6. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.7. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.8. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.9. Work Program & Budget (WP&B).
VI. LAMPIRAN
6.1. Assistance Requisition Sheet (ARS) Lampiran 1.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:77 3/19/2009 3:51:10 PM
78
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
ASSISTANCE REQUEST SHEET
From : To : No. ARS/HPR/V/2004
Date :
Details of Assistance Required :
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mengirim istri dari karyawan kami, Sdr/i
……(nama karyawan/i dan nama pasien)………
Adapun permohonan ini atas rekomendasi dari .....(nama dokter)…… untuk berobat ke
rumah sakit .....(nama rumah sakit yang dituju)…..
Perlu kami jelaskan bahwa pasien tersebut diatas di diagnosa menderita penyakit ……
(diagnosa penyakit)………… sejak tahun …………….. dan telah dirawat beberapa kali di
Rumah Sakit yang ada di Indonesia, tanpa ada tanda–tanda penyembuhan penyakitnya.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami sangat mengharapkan persetujuan dari
Bapak.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Requested : (Nama KKKS)
Signature : …………………
Name : ………………...
Function : ………………...
Charge To : ………………...
To Be Completed by BPMIGAS
Date of Completion or delivery Special Remark :
Signature : …………………………..
Name : …………………………..
Function : …………………………..
Charge To : …………………………..

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:78 3/19/2009 3:51:10 PM

79
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

P
E
M
E
R
I
K
S
A
A
N

K
E
S
E
H
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN
KESEHATAN PEKERJA
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu cara melakukan pengawasan derajat
kesehatan pekerja berkaitan dengan lingkungan kerjanya, dilakukan untuk memperoleh
dan menjaga tenaga kerja agar mempunyai derajat kesehatan yang tinggi, terlindung
dari bahaya kerja sehingga tidak membahayakan dirinya, rekan sekerja di sekitar dan
lingkungan.
1.2. Hasil pemeriksaan kesehatan mencerminkan pelaksanaan program kesehatan kerja
secara umum.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjamin KKKS melaksanakan program pemeriksaan kesehatan sebagai bagian
dari Program Kesehatan Kerja, fungsi BPMIGAS selaku pengawas dan koordinator
dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja adalah sesuai dengan ketentuan yang
tertuang dalam PP 42/2002.
2.2. Sebagai sarana dalam memperoleh dan mengumpulkan data di bidang kesehatan
kerja yang dapat digunakan sebagai evaluasi, menyusun standar serta perbaikan
pelaksanaan program.
2.3. Untuk memonitor tingkat kesehatan kerja di seluruh KKKS secara umum.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun dan menetapkan Program Pemeriksaan Kesehatan termasuk antara
lain jadwal dan jenis pemeriksaan serta sumber daya pemeriksa sesuai dengan anggaran
yang tersedia namun tetap memenuhi peraturan dan pedoman yang ditetapkan.
3.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan, meminta laporan maupun data untuk keperluan
evaluasi, penyusunan standar serta penetapan kebijakan.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Menyusun pedoman dan rencana kerja untuk pelaksanaan setiap jenis Pemeriksaan
Kesehatan yang dilaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.2. Secara berkala menyampaikan Laporan Kegiatan Pemeriksaan kesehatan sesuai
dengan formulir yang sudah ditetapkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.3. Melakukan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala
di perusahaan kontraktor dengan cara bekerja sama dengan fungsi lain yang terkait.
4.4. Bentuk dan cara pelaporan ditetapkan terpisah yang dituangkan dalam pedoman teknis
mengenai pencatatan dan pelaporan.
4.5. Tata Cara Pemeriksaan Berkala dilakukan sebagai berikut :
4.5.1. Pemeriksaan kesehatan calon pekerja
• Dilakukan atas permintaan dari Bagian Sumber Daya Manusia.
• Keputusan memenuhi atau tidak memenuhi syarat kesehatan seorang
calon pekerja merupakan rekomendasi bagi Manajemen dalam menentukan
diterimanya calon tersebut untuk menjadi pekerja.
4.5.2. Pemeriksaan kesehatan berkala
• Dilakukan sekurang-kurangnya sekali setahun untuk semua pekerja.
• Hasil pemeriksaan dicatat, dirangkum dan dianalisa.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:79 3/19/2009 3:51:10 PM
80
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

P
E
M
E
R
I
K
S
A
A
N

K
E
S
E
H
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN
KESEHATAN PEKERJA
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
• Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik beserta kesegaran jasmani,
pemeriksaan penunjang, serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu.
• Bila ditemukan kasus penyakit akibat kerja, wajib menyampaikan laporan
kepada Dinas Tenaga Kerja setempat dengan tembusan kepada Dinas PTK
& HI BPMIGAS.
4.5.3. Pemeriksaan Kesehatan Berkala Khusus
• Sasaran pemeriksaan kesehatan khusus ialah pekerja yang :
- Akan dan masih bekerja maupun setelah bekerja di tempat kerja khusus
yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya.
- Baru mengalami kecelakaan atau hampir terjadi kecelakaan atau
mengalami sakit yang dirawat dalam tempo lebih dari 2 minggu.
- Berumur di atas 40 tahun, tenaga kerja wanita atau tenaga kerja cacat
yang bekerja di tempat tertentu yang mengandung potensi merugikan
kesehatan dan keselamatannya.
- Mengajukan keluhan atau diduga mengidap gangguan kesehatan
berkaitan dengan pekerjaannya.
• Pemerikasaan Kesehatan ini juga dapat dilakukan sebagai hasil dari
pengamatan petugas pengawas keselamatan dan kesehatan kerja atau
penilaian dari Pusat Bina Hiperkes dan Keselamatan (Depnakertrans)
ataupun pendapat umum masyarakat.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.6. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.7. Permenaker No. Per 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
5.8. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.9. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:80 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
81
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
I. UMUM
1.1. Kebijakan dan program remunerasi di KKKS mengacu pada filosofi dan strategi bisnis
dari masing-masing KKKS dengan ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia termasuk pedoman BPMIGAS dan prinsip-prinsip/
kaidah remunerasi serta best practices yang berlaku umum terutama di lingkungan
industri hulu migas.
1.2. Kebijakan dan program remunerasi KKKS harus dikelola dengan mengacu pada
prinsip cost effectiveness, cost efficiency, keseimbangan internal/eksternal, bersifat
accountable, auditable dan menganut azas good governance.
1.3. Kebijakan dan program remunerasi TKI KKKS diatur dalam Peraturan Perusahaan/
Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB) KKKS yang disusun sesuai Pedoman BPMIGAS.
Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya
di luar PP/PKB KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS. Persetujuan BPMIGAS
akan menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi Rencana Kerja & Anggaran (RKA)
Ketenagakerjaan KKKS dan persetujuan WP&B yang mengacu pada strategi bisnis,
kinerja dan kemampuan finansial KKKS, serta keseimbangan dan kewajaran tariff
market sesuai hasil market survey KKKS BPMIGAS.
1.4. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA atau pekerja KKKS secara global
mengacu pada:
1.4.1. Prinsip-prinsip remunerasi global untuk global employees berdasarkan standar
internasional dan praktek yang berlaku secara umum.
1.4.2. Sistem remunerasi yang telah ditetapkan kantor pusat KKKS (corporate/home
company), sebagai bagian dari global expatriate policy.
1.4.3. Hasil local market survey KKKS BPMIGAS berdasarkan kebijakan lokal masing-
masing KKKS.
1.4.4. Persetujuan RKA Ketenagakerjaan dan WP&B KKKS oleh BPMIGAS.
Kebijakan dan program remunerasi TKA/global employees yang mengacu pada
kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS setelah disetujui BPMIGAS
dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan
pencapaian kinerja di KKKS secara proporsional.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan acuan bagi KKKS dalam pengelolaan kebijakan dan program
remunerasi TKI dan TKA.
2.2. Untuk memberikan acuan penyusunan proposal RKA Ketenagakerjaan KKKS sebagai
bagian dari evaluasi persetujuan WP&B KKKS oleh BPMIGAS.
2.3. Untuk memberikan acuan bagi BPMIGAS/instansi terkait lainnya dalam menjalankan
fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan dan program remunerasi KKKS.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menetapkan kebijakan dan program remunerasi untuk pekerjanya dan menyusun
proposal anggarannya dalam format RKA Ketenagakerjaan ke BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi persetujuan RKA Ketenagakerjaan KKKS tersebut.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:81 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
82
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
3.3. BPMIGAS melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan RKA
Ketenagakerjaan KKKS sesuai persetujuan BPMIGAS tersebut.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKI:
4.1.1. KKKS menyusun kebijakan dan program total remunerasi sesuai dengan
strategi bisnis masing-masing KKKS yang sejalan dengan strategi BPMIGAS
dengan mengacu pada: peraturan perundang-undangan, pedoman BPMIGAS,
hasil survey remuneration market yang dilakukan secara regular serta prinsip-
prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas.
KKKS juga harus mengacu pada komponen total remunerasi TKI di Lampiran
1 Pedoman ini dengan mempertimbangkan kemampuan finansial dan kinerja
KKKS serta persetujuan WP&B dari BPMIGAS.
4.1.2. Kebijakan dan program remunerasi KKKS yang diatur dalam PP/PKB KKKS
dapat dimintakan persetujuan BPMIGAS melalui persetujuan PP/PKB KKKS
sesuai pedoman BPMIGAS. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui
kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus ada persetujuan
khusus BPMIGAS.
4.2. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA:
4.2.1. KKKS menyusun kebijakan/program remunerasi TKA dengan memperhatikan
kebijakan kantor pusat (jika ada), dan mengacu pada peraturan perundang-
undangan terkait, hasil local benefit market survey KKKS yang dilakukan secara
regular serta prinsip-prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum
di Industri Hulu Migas. KKKS juga harus memperhatikan komponen dan tariff
remunerasi TKA yang diatur dalam Lampiran 2 Pedoman ini sesuai kemampuan
finansial dan kinerja KKKS dan persetujuan BPMIGAS.
4.2.2. Remunerasi TKA/pekerja global yang mengacu pada kebijakan kantor pusat
hanya dapat diaplikasikan di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) setelah disetujui
BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan
operasional dan pencapaian kinerja di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) secara
proporsional.
4.2.3. Program remunerasi TKA/pekerja global yang disusun hanya berdasarkan
kebijakan global/kantor pusat KKKS atau yang hanya mengacu pada hasil
pencapaian kinerja global/kantor pusat tidak dapat dibebankan ke dalam
biaya operasi KKKS. Program remunerasi TKA yang dinyatakan tidak dapat
dibebankan sebagai biaya operasi KKKS contohnya seperti: kepemilikan saham
secara global, retensi TKA, insentif jangka panjang secara global, penggantian
kerugian penjualan rumah/kendaraan TKA dan sebagainya.
4.3. KKKS menyampaikan anggaran/pembiayaan program remunerasi TKI dan TKA tersebut
di atas kepada BPMIGAS melalui RKA Ketenagakerjaan tahunan (sesuai Pedoman
BPMIGAS) untuk mendapatkan persetujuan dan dijadikan sebagai dasar dalam evaluasi
personnel related cost dalam WP&B KKKS.
4.4. KKKS dalam pengajuan usulan baru/perubahan terhadap kebijakan dan program
remunerasi, khususnya TKI, ke BPMIGAS harus menyampaikan beberapa data analisa
remunerasi terkait antara lain seperti: filosofi/strategi remunerasi, kajian atas kebijakan
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:82 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
83
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
kesetaraan remunerasi internal, posisi kompetitif praktek remunerasi KKKS dalam
market reference, total personnel related cost di WP&B/RKA Ketenagakerjaan dan
dampak keekonomiannya secara keseluruhan.
4.5. Untuk komponen total remunerasi TKI dan TKA yang dalam Lampiran 1 dan 2 Pedoman
ini diatur sebagai komponen yang dapat diberikan hanya pada kondisi dan situasi
tertentu, maka perlu dilakukan evaluasi pembahasan yang khusus untuk mendapatkan
persetujuan khusus BPMIGAS.
4.6. BPMIGAS dalam melakukan fungsi pengawasannya, melakukan evaluasi terhadap
kebijakan dan program remunerasi KKKS sesuai ketentuan Pedoman RKA
Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan strategi bisnis, kinerja dan kemampuan
finansial KKKS, serta keseimbangan internal dan eksternal sesuai hasil remuneration
market survey KKKS yang dilakukan secara regular. Untuk itu, KKKS harus melengkapi
formulir evaluasi hasil survey total remunerasi KKKS pada Lampiran 3 Pedoman ini
sebagai salah satu bahan evaluasi BPMIGAS.
4.7. Seluruh kebijakan dan program total remunerasi TKI dan TKA di KKKS harus disesuaikan
dengan ketentuan dalam Pedoman ini. Selama masa transisi, untuk keperluan
penyesuaian tersebut akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
4.7.1. Kebijakan dan program remunerasi yang diatur di dalam PP/PKB KKKS yang
telah disetujui BPMIGAS dapat terus dilaksanakan oleh KKKS.
4.7.2. Program remunerasi yang telah diberlakukan KKKS dan diatur melalui
kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus dilaporkan dan perlu
mendapatkan persetujuan BPMIGAS dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2
Pedoman ini dan sudah pernah disetujui oleh BPMIGAS sebelumnya, maka
program tersebut dapat terus dilaksanakan oleh KKKS dengan menyerahkan
dokumen pendukung atas persetujuan program tersebut.
b. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2
Pedoman ini namun penerapannya belum pernah ada persetujuan BPMIGAS
sebelumnya, maka keberlangsungan penerapan program tersebut dapat
diteruskan setelah mendapatkan persetujuan BPMIGAS.
c. Bila program remunerasi tersebut tidak diatur dalam Lampiran 1 atau
2 Pedoman ini, atau program remunerasi yang baru sama sekali harus
mendapatkan persetujuan BPMIGAS sebelum diterapkan.
4.8. Setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya
tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS.
4.9. Komponen-komponen dan Tariff Remunerasi pada Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini
akan dievaluasi secara periodik dan dapat disesuaikan oleh BPMIGAS sejalan dengan
perubahan kondisi market, regulasi terkait atau kebijakan BPMIGAS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.5. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:83 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
84
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
VI. LAMPIRAN
6.1. Lampiran 1 : Komponen & Tariff Remunerasi TKI.
6.2. Lampiran 2 : Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies).
6.3. Lampiran 3 : Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:84 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
85
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

1
.

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
d
a
l
a
h

s
e
g
a
l
a

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

t
u
n
a
i

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

a
t
a
s

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
l
a
k
u
k
a
n
.




1
.
1
.
U
p
a
h

P
o
k
o
k

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

a
t
a
s

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
l
a
k
u
k
a
n

o
l
e
h

p
e
k
e
r
j
a
.

D
a
s
a
r

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
a
l
a
m

s
u
a
t
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

y
a
n
g

d
a
p
a
t

d
i
l
a
k
u
k
a
n

m
e
l
a
l
u
i

m
e
k
a
n
i
s
m
e

e
v
a
l
u
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n
.

U
p
a
h

p
e
k
e
r
j
a

d
i
e
v
a
l
u
a
s
i

s
e
k
a
l
i

s
e
t
i
a
p

t
a
h
u
n

a
n
g
g
a
r
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

m
a
r
k
e
t

k
o
m
p
e
t
i
t
i
f

a
n
t
a
r

K
K
K
S
,

t
i
n
g
k
a
t

i
n
f
l
a
s
i

n
a
s
i
o
n
a
l
,

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l
/
k
i
n
e
r
j
a

p
r
o
d
u
k
s
i

K
K
K
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:




U
p
a
h

P
o
k
o
k

d
a
n

K
o
m
p
o
n
e
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
e
t
a
p

d
a
p
a
t

d
i
g
a
b
u
n
g

s
e
b
a
g
a
i

U
p
a
h

T
e
t
a
p

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

U
p
a
h

B
e
r
s
i
h

(
C
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.





P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

p
e
k
e
r
j
a

(
e
m
p
l
o
y
e
e

i
n
c
o
m
e

t
a
x
)

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
a
g
i
a
n

d
a
r
i

u
p
a
h

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

g
r
o
s
s

u
p

s
a
l
a
r
y
.

P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

p
e
k
e
r
j
a

m
e
r
u
p
a
k
a
n

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
e
k
e
r
j
a
,

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

s
e
b
a
g
a
i

w
a
j
i
b

p
u
n
g
u
t

p
a
j
a
k

a
k
a
n

m
e
m
o
t
o
n
g

u
p
a
h

s
e
b
e
s
a
r

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k
n
y
a

d
a
n

m
e
n
y
e
t
o
r
k
a
n
n
y
a

k
e

k
a
s

n
e
g
a
r
a
.

S
a
l
a
r
y



1
.
2
.
P
e
m
b
e
d
a
a
n

(
P
r
e
m
i
u
m
)

I
m
b
a
l
a
n

s
e
l
a
i
n

u
p
a
h

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
a
r
e
n
a

a
d
a
n
y
a

a
d
d
i
t
i
o
n
a
l

h
a
r
d
s
h
i
p

y
a
n
g

d
i
h
a
d
a
p
i

p
e
k
e
r
j
a
.




1
.
2
.
1
.

W
a
k
t
u

K
e
r
j
a


I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
a
r
e
n
a

k
e
l
e
b
i
h
a
n

w
a
k
t
u

k
e
r
j
a

a
t
a
u

s
e
l
a
m
a

b
e
k
e
r
j
a

d
i
j
a
d
w
a
l

y
a
n
g

t
i
d
a
k

n
o
r
m
a
l
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

O
v
e
r
t
i
m
e
,

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i
K
e
l
e
b
i
h
a
n

J
a
m

K
e
r
j
a
,

L
o
n
g

h
o
u
r

c
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
h
i
f
t
,

D
a
y
-
o
f
f

c
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
2
.
2
.

L
o
k
a
s
i

K
e
r
j
a

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

t
i
n
g
k
a
t

k
e
s
u
l
i
t
a
n

k
e
r
j
a

(
h
a
r
d
s
h
i
p
)

y
a
n
g

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

t
e
m
p
a
t

k
e
r
j
a

/

d
o
m
i
s
i
l
i

p
e
k
e
r
j
a
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

D
a
e
r
a
h
,

F
i
e
l
d

M
i
s
s
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

F
i
e
l
d

R
o
t
a
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

O
f
f
s
h
o
r
e
,

L
o
c
a
t
i
o
n

R
e
l
a
t
e
d

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

R
e
m
o
t
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

R
e
m
o
t
e

O
f
f
s
h
o
r
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

S
i
t
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

T
r
a
n
s
f
e
r

I
n
c
e
n
t
i
v
e
,

P
h
a
s
e

D
o
w
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
/
T
r
a
n
s
i
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

C
a
t
a
t
a
n
:

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

i
n
i

b
e
r
s
i
f
a
t

t
i
d
a
k

t
e
t
a
p
,

h
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

b
e
r
t
u
g
a
s

d
i

l
o
k
a
s
i

t
e
r
s
e
b
u
t

d
a
n

a
k
a
n

d
i
t
i
n
j
a
u

B
P
M
I
G
A
S
/
K
K
K
S

t
e
r
k
a
i
t

s
e
c
a
r
a

p
e
r
i
o
d
i
k

(
d
a
p
a
t

b
e
r
k
u
r
a
n
g
/
h
i
l
a
n
g

s
e
j
a
l
a
n

d
e
n
g
a
n

b
e
r
k
u
r
a
n
g
n
y
a

h
a
r
d
s
h
i
p

s
e
p
e
r
t
i

p
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

u
m
u
m

d
a
n

s
o
s
i
a
l

d
i

l
o
k
a
s
i

t
e
r
s
e
b
u
t
)
.




B
e
n
e
f
i
t




migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:85 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
86
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


1
.
2
.
3
.
K
e
l
a
n
g
k
a
a
n

K
e
a
h
l
i
a
n


I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

u
n
t
u
k

p
e
k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

k
e
a
h
l
i
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u

y
a
n
g

s
u
l
i
t

d
i
p
e
r
o
l
e
h

d
i

p
a
s
a
r

t
e
n
a
g
a

k
e
r
j
a

d
a
n

s
a
n
g
a
t

d
i
b
u
t
u
h
k
a
n

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

R
e
t
e
n
t
i
o
n

P
l
a
n
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
r
o
f
e
s
i
.


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
r
i
a
n

b
e
n
e
f
i
t

i
n
i

h
a
n
y
a

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
n

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

B
i
a
y
a

p
r
o
g
r
a
m

s
i
g
n
i
n
g

b
o
n
u
s

u
n
t
u
k

m
e
r
e
k
r
u
t

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

K
K
K
S

l
a
i
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.

B
i
l
a

u
n
t
u
k

c
a
l
o
n

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

l
u
a
r

K
K
K
S
,

d
a
p
a
t

d
i
u
s
u
l
k
a
n

K
K
K
S

u
n
t
u
k

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
n
y
a
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
1
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

s
e
b
a
g
a
i

t
a
m
b
a
h
a
n

a
t
a
s

u
p
a
h

p
o
k
o
k

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.




1
.
1
.
1
.

T
H
R
K

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

h
a
r
i

r
a
y
a

k
e
a
g
a
m
a
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

p
e
r
a
w
a
t
a
n

r
u
m
a
h
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

i
n
i

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
e
m
p
a
t
i

f
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

(
t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e
-
b
e
n
e
f
i
t
s
)
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.


S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
3
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

t
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

i
n
i

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

(
t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e
-
b
e
n
e
f
i
t
s
)
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.


S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
4
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

J
a
b
a
t
a
n

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

j
a
b
a
t
a
n

a
t
a
u

g
o
l
o
n
g
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u
.


C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
t
a
f
f
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

N
o
n

S
t
a
f
f
,

A
c
t
i
n
g

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
5
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
m
a
h
a
l
a
n

I
m
b
a
l
a
n

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

k
e
n
a
i
k
a
n

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p

d
i

s
u
a
t
u

l
o
k
a
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
O
L
A

(
C
o
s
t

o
f

L
i
v
i
n
g

A
l
l
o
w
a
n
c
e
)
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
6
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
u
t
i

I
m
b
a
l
a
n

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
i
k
m
a
t
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

t
a
h
u
n
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

V
a
c
a
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

S
a
l
a
r
y



1
.
3
.
1
.
T
H
R
K
1
.
3
.
2
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
e
r
a
w
a
t
a
n
R
u
m
a
h
1
.
3
.
3
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i
1
.
3
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n
1
.
3
.
4
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

J
a
b
a
t
a
n
1
.
3
.
5
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
m
a
h
a
l
a
n
1
.
3
.
6
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
u
t
i

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:86 3/19/2009 3:51:12 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
87
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


1
.
3
.
7
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

H
a
r
i
a
n

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
l
a
m
a

m
e
l
a
k
u
k
a
n

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n

d
i
n
a
s
,

s
a
a
t

i
n
t
e
r
i
m

l
e
a
v
e

a
t
a
u

s
a
a
t

t
i
n
g
g
a
l

s
e
m
e
n
t
a
r
a

d
i

a
k
o
m
o
d
a
s
i

s
e
m
e
n
t
a
r
a

s
a
a
t

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

a
t
a
u

s
a
a
t

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

D
a
i
l
y

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

P
e
r

D
i
e
m

A
l
l
o
w
a
n
c
e

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

y
a
n
g

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

k
i
n
e
r
j
a

p
e
k
e
r
j
a

b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

t
a
r
g
e
t

t
e
r
t
e
n
t
u
.

P
e
m
b
e
r
i
a
n

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

l
a
n
g
s
u
n
g

a
t
a
u

t
i
d
a
k

l
a
n
g
s
u
n
g

(
n
o
n
-
d
i
r
e
c
t

c
a
s
h
)

d
e
n
g
a
n

s
i
k
l
u
s

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u
.



1
.
1
.
1
.

I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a

(
P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)

A
d
a
l
a
h

b
e
n
t
u
k

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

d
a
s
a
r

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u
,

t
i
m

d
a
n
/
a
t
a
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

s
u
a
t
u

t
a
r
g
e
t

t
e
r
t
e
n
t
u

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n

s
e
b
e
l
u
m
n
y
a
.

I
n
s
e
n
t
i
f

j
u
g
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
a
l
a
m

r
a
n
g
k
a

m
e
n
d
o
r
o
n
g

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u
/
t
i
m

d
e
n
g
a
n

m
e
m
b
e
r
i
k
a
n

a
p
r
e
s
i
a
s
i

k
h
u
s
u
s


d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h
/
n
o
n
-
c
a
s
h

u
n
t
u
k

m
e
n
g
h
a
r
g
a
i

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

t
a
r
g
e
t

k
i
n
e
r
j
a

d
a
l
a
m

s
u
a
t
u

p
r
o
y
e
k

p
e
n
u
g
a
s
a
n

a
t
a
u

p
e
r
i
l
a
k
u

(
g
o
o
d
b
e
h
a
v
i
o
r
)

p
e
k
e
r
j
a

K
K
K
S

y
a
n
g

t
i
d
a
k

b
e
r
t
e
n
t
a
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

s
t
r
a
t
e
g
i

B
P
M
I
G
A
S
.

C
o
n
t
o
h
:

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y

P
r
o
g
r
a
m
,

I
n
d
i
v
i
d
u
a
l

C
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n

P
r
o
g
r
a
m
,

I
n
d
i
v
i
d
u
a
l

P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

B
o
n
u
s
,

S
a
f
e
t
y

R
e
w
a
r
d
s

B
e
n
e
f
i
t


2
.

B
e
n
e
f
i
t
s



B
e
n
e
f
i
t
s

a
t
a
u

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

a
d
a
l
a
h

i
m
b
a
l
a
n

t
a
m
b
a
h
a
n

y
a
n
g

b
e
r
t
u
j
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
i
n
d
u
n
g
i

s
t
a
n
d
a
r

h
i
d
u
p

p
e
k
e
r
j
a

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a

a
t
a
s

r
e
s
i
k
o

y
a
n
g

d
i
h
a
d
a
p
i

d
a
l
a
m

m
e
n
j
a
l
a
n
k
a
n

t
u
g
a
s
.



2
.
1
.

N
o
r
m
a
t
i
f


(
M
a
n
d
a
t
o
r
y
)

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f

d
a
n

d
i
w
a
j
i
b
k
a
n

u
n
t
u
k

d
i
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

J
a
m
s
o
s
t
e
k
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
2
.

K
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

K
K
K
S

u
n
t
u
k

m
e
m
b
a
n
t
u

p
e
m
e
n
u
h
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

j
a
s
m
a
n
i
/

r
o
h
a
n
i

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
i

d
a
l
a
m

m
a
u
p
u
n

d
i

l
u
a
r

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
,

y
a
n
g

s
e
c
a
r
a

l
a
n
g
s
u
n
g

a
t
a
u

t
i
d
a
k

l
a
n
g
s
u
n
g

d
a
p
a
t

m
e
m
p
e
r
t
i
n
g
g
i

p
r
o
d
u
k
t
i
v
i
t
a
s

k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

l
i
n
g
k
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a

y
a
n
g

a
m
a
n

d
a
n

s
e
h
a
t
.



2
.
2
.
1
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
s
e
h
a
t
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
s
e
h
a
t
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

A
s
u
r
a
n
s
i

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

F
a
s
i
l
i
t
a
s

R
S

a
t
a
u

K
l
i
n
i
k

P
e
n
g
o
b
a
t
a
n
/
P
e
r
a
w
a
t
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

T
r
a
v
e
l

I
n
s
u
r
a
n
c
e

u
n
t
u
k

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n

d
i
n
a
s

k
e

l
u
a
r

n
e
g
e
r
i
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
2
.
2
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

t
e
m
p
a
t

t
i
n
g
g
a
l

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
o
m
p
l
e
k
s

r
u
m
a
h

d
i
n
a
s

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

l
a
i
n
n
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

R
u
m
a
h

D
i
n
a
s

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n
,

H
o
u
s
i
n
g

O
w
n
e
r
s
h
i
p

P
l
a
n

(
H
O
P
)
,

R
u
m
a
h
/

A
p
a
r
t
m
e
n
t

S
e
w
a
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
4
.

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y
1
.
4
.
1
.
I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a
(
P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:87 3/19/2009 3:51:13 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
88
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R



C
a
t
a
t
a
n
:




H
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
I

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l

d
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

K
K
K
S
/
k
a
n
t
o
r

k
o
r
p
o
r
a
t

d
a
n

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

p
i
u
t
a
n
g

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
i
n
g
g
a

t
i
d
a
k

m
e
m
p
e
n
g
a
r
u
h
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S
.

H
O
P

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

B
a
n
k

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

m
e
n
i
m
b
u
l
k
a
n

d
a
m
p
a
k

b
i
a
y
a

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S

(
b
i
a
y
a

p
e
r
b
a
n
k
a
n

t
i
d
a
k

m
e
n
j
a
d
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.



F
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

b
a
g
i

T
K
I

l
e
v
e
l

e
k
s
e
k
u
t
i
f

h
a
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.




2
.
2
.
3
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
n
d
a
r
a
a
n

D
i
n
a
s

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

k
e
n
d
a
r
a
a
n

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

m
o
b
i
l

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l
/
m
o
b
i
l

d
i
n
a
s

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

l
a
i
n
n
y
a
,

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l

&

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i
n
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

K
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

C
a
t
a
t
a
n
:




P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

b
i
a
y
a

s
e
w
a

m
o
b
i
l

d
i
n
a
s

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

k
e
p
e
r
l
u
a
n

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l
/
d
i
n
a
s

d
a
n

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

b
a
g
i

T
K
I

l
e
v
e
l

m
a
n
a
j
e
r
i
a
l

(
s
e
o
r
a
n
g

T
K
I

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

l
e
b
i
h

d
a
r
i

1

u
n
i
t

m
o
b
i
l
)

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:


B
e
n
e
f
i
t




M
a
n
a
g
e
r
i
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e


(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

2
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

3
.
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

3
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n




2
.
2
.
4
.

K
e
p
e
m
i
l
i
k
a
n

K
e
n
d
a
r
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

k
e
p
e
m
i
l
i
k
a
n

k
e
n
d
a
r
a
a
n

p
e
k
e
r
j
a

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
y
a
r
a
t
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u

u
n
t
u
k

t
u
j
u
a
n

t
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

d
i
n
a
s
.

C
o
n
t
o
h
:

C
a
r

O
w
n
e
r
s
h
i
p

P
l
a
n

(
C
O
P
)


C
a
t
a
t
a
n
:

P
r
o
g
r
a
m

C
O
P

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
e
n
e
f
i
t


y
a
n
g

m
e
m
e
r
l
u
k
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

C
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

s
e
k
a
l
i

k
e
p
a
d
a

T
K
I

k
h
u
s
u
s

l
e
v
e
l

m
a
n
a
j
e
r
i
a
l
.

C
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l

d
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

K
K
K
S
/

k
a
n
t
o
r

k
o
r
p
o
r
a
t

d
a
n

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

p
i
u
t
a
n
g

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
i
n
g
g
a

t
i
d
a
k

m
e
m
p
e
n
g
a
r
u
h
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S
.

C
O
P

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

B
a
n
k

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

m
e
n
i
m
b
u
l
k
a
n

d
a
m
p
a
k

b
i
a
y
a

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S

(
b
i
a
y
a

p
e
r
b
a
n
k
a
n

t
i
d
a
k

m
e
n
j
a
d
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.


B
e
n
e
f
i
t



L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

B
e
n
e


t
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:88 3/19/2009 3:51:14 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
89
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


2
.
2
.


P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

/

F
u
n
d
i
n
g











P
e
s
a
n
g
o
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

t
e
r
k
a
i
t

P
H
K

a
t
a
u

u
s
i
a

p
e
n
s
i
u
n

y
a
n
g

d
a
n
a
n
y
a

d
i
h
i
m
p
u
n

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

a
k
t
i
f

d
a
n

m
a
n
f
a
a
t
n
y
a

d
i
a
m
b
i
l

s
e
t
e
l
a
h

p
e
k
e
r
j
a

P
H
K

m
e
m
a
s
u
k
i

m
a
s
a

p
e
n
s
i
u
n
.



2
.
3
.
1
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

M
a
n
f
a
a
t

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

B
e
n
e
f
i
t
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

m
a
n
f
a
a
t

p
a
s
t
i

b
a
i
k

y
a
n
g

d
i
b
a
y
a
r
k
a
n

p
a
d
a

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

m
e
m
a
s
u
k
i

u
s
i
a

p
e
n
s
i
u
n

(
p
a
y

a
s

y
o
u

g
o
)

a
t
a
u

y
a
n
g

d
i
-
a
c
c
r
u
e

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
s
a
n
g
o
n

(
s
e
v
e
r
a
n
c
e

f
u
n
d
i
n
g
)


C
o
n
t
o
h
:

P
A
P
,

P
e
s
a
n
g
o
n
,

E
n
d
o
w
m
e
n
t
,

D
P
P
K
,


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n

Y
a
y
a
s
a
n

o
l
e
h

K
K
K
S

u
n
t
u
k

m
e
n
g
u
r
u
s
i

d
a
n
a

p
e
n
s
i
u
n

t
i
d
a
k

d
i
p
e
r
b
o
l
e
h
k
a
n
.

F
u
n
d
i
n
g

p
e
s
a
n
g
o
n
/
P
A
P
/
d
a
n
a

p
e
n
s
i
u
n

K
K
K
S

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t



2
.
3
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

I
u
r
a
n

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

C
o
n
t
r
i
b
u
t
i
o
n
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

k
o
n
t
r
i
b
u
s
i

t
e
t
a
p

m
e
r
u
p
a
k
a
n

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

m
e
t
o
d
e

p
e
m
u
p
u
k
a
n

d
a
n
a

m
e
l
a
l
u
i

p
r
e
m
i

d
a
n

h
a
s
i
l

i
n
v
e
s
t
a
s
i
n
y
a
.

B
e
s
a
r
a
n

m
a
n
f
a
a
t

p
e
n
s
i
u
n

a
k
a
n

t
e
r
g
a
n
t
u
n
g

s
e
p
e
n
u
h
n
y
a

d
a
r
i

h
a
s
i
l

p
e
m
u
p
u
k
a
n

d
a
n
a

t
e
r
s
e
b
u
t
.

C
o
n
t
o
h
:

D
P
L
K
,

S
a
v
i
n
g

P
l
a
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n

D
P
L
K
/
p
e
n
c
a
d
a
n
g
a
n

d
a
n
a

s
a
v
i
n
g

p
l
a
n

K
K
K
S

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
3
.
3
.

P
r
o
g
r
a
m

K
e
s
e
h
a
t
a
n

P
e
n
s
i
u
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
h
a
t
a
n

y
a
n
g

m
a
n
f
a
a
t
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
a
m
b
i
l

s
e
t
e
l
a
h

p
e
k
e
r
j
a

m
e
m
a
s
u
k
i

m
a
s
a

p
u
r
n
a

k
a
r
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

D
a
k
e
s
p
e
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n
n
y
a

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t



2
.
4
.

H
a
r
i

T
i
d
a
k

K
e
r
j
a

Y
a
n
g

D
i
b
a
y
a
r

W
a
k
t
u

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

u
n
t
u
k

t
i
d
a
k

b
e
k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

i
m
b
a
l
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

H
a
r
i
-
h
a
r
i

c
u
t
i
/
s
a
k
i
t

d
a
n

s
e
b
a
g
a
i
n
y
a

s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

d
a
l
a
m

p
e
r
a
t
u
r
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f

a
t
a
u

d
a
l
a
m

P
P
/
P
K
B

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S


B
e
n
e
f
i
t



2
.
5
.
A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a
/
K
e
c
e
l
a
k
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

A
s
u
r
a
n
s
i

y
a
n
g

m
e
l
i
n
d
u
n
g
i

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

r
i
s
i
k
o

k
e
h
i
l
a
n
g
a
n

j
i
w
a

d
a
n

k
e
c
e
l
a
k
a
a
n

s
e
l
a
m
a

m
e
n
j
a
d
i

p
e
k
e
r
j
a

d
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.


C
o
n
t
o
h
:

A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a

d
a
n

K
e
c
e
l
a
k
a
a
n
,

p
e
n
g
h
a
p
u
s
a
n

s
i
s
a

h
u
t
a
n
g

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
i
n
g
g
a
l

d
u
n
i
a

a
t
a
u

c
a
c
a
t

t
e
t
a
p

k
a
r
e
n
a

k
e
c
e
l
a
k
a
a
n

k
e
r
j
a
.

B
e
n
e
f
i
t


3
.

K
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
n
t
a
r
a

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
a
n

k
e
h
i
d
u
p
a
n

p
r
i
b
a
d
i

(
W
o
r
k
-
L
i
f
e

B
a
l
a
n
c
e
)

B
a
n
t
u
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

d
a
n

k
e
m
u
d
a
h
a
n

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

m
e
m
b
a
n
t
u

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
c
a
p
a
i

k
e
s
u
k
s
e
s
a
n

d
a
n

k
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
n
t
a
r
a

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
e
n
g
a
n

k
e
h
i
d
u
p
a
n

p
r
i
b
a
d
i
n
y
a
.




3
.
1
.

F
l
e
k
s
i
b
i
l
i
t
a
s

p
e
n
g
a
t
u
r
a
n

t
e
m
p
a
t

&

w
a
k
t
u

k
e
r
j
a

P
e
n
g
a
t
u
r
a
n

w
a
k
t
u

d
a
n

t
e
m
p
a
t

k
e
r
j
a

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

m
e
m
p
e
r
m
u
d
a
h

p
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

m
e
n
y
e
l
e
s
a
i
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n
n
y
a
.

B
e
n
e
f
i
t


C
o
n
t
o
h
:

F
l
e
x
i

T
i
m
e
,

9
/
8
0

(
J
u
m
a
t

l
i
b
u
r

s
e
t
i
a
p

d
u
a

m
i
n
g
g
u

s
e
k
a
l
i
)

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:89 3/19/2009 3:51:15 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
90
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


3
.
2
.
K
e
g
i
a
t
a
n

K
e
a
g
a
m
a
a
n
,

O
l
a
h
r
a
g
a

&

S
e
n
i

B
u
d
a
y
a

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
f
a
s
i
l
i
t
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a

a
g
a
r

t
e
r
c
a
p
a
i

t
i
n
g
k
a
t

k
e
s
e
h
a
t
a
n

f
i
s
i
k

d
a
n

m
e
n
t
a
l

y
a
n
g

d
i
p
e
r
l
u
k
a
n

m
e
m
o
t
i
v
a
s
i

k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

l
i
n
g
k
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a

y
a
n
g

a
m
a
n

d
a
n

s
e
h
a
t
.

C
o
n
t
o
h
:




P
e
r
i
n
g
a
t
a
n

h
a
r
i

r
a
y
a

k
e
a
g
a
m
a
a
n
,

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

O
N
H




K
e
g
i
a
t
a
n

e
m
p
l
o
y
e
e

r
e
l
a
t
i
o
n
s

s
e
p
e
r
t
i

a
c
a
r
a

k
e
s
e
n
i
a
n
/
b
u
d
a
y
a

u
n
t
u
k

m
e
m
e
n
u
h
i

w
o
r
k

l
i
f
e

b
a
l
a
n
c
e
:

s
i
l
a
t
u
r
a
h
m
i

p
e
k
e
r
j
a

&

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
,




K
e
g
i
a
t
a
n

o
l
a
h
r
a
g
a
,

p
e
m
e
l
i
h
a
r
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n
,



K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

k
l
u
b

o
l
a
h
r
a
g
a
,



M
e
m
b
e
r
s
h
i
p

c
l
u
b

e
x
e
c
u
t
i
v
e

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
n
e
f
i
t

u
n
t
u
k

p
i
m
p
i
n
a
n

K
K
K
S

(
P
r
e
s
i
d
e
n
t
/
D
i
r
e
k
t
u
r
/
G
M

d
a
n

V
P
/
M
a
n
a
g
e
r

a
t
a
u

y
a
n
g

1

t
i
n
g
k
a
t

d
i

b
a
w
a
h

p
i
m
p
i
n
a
n

t
e
r
t
i
n
g
g
i
)

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

t
a
r
i
f

b
i
a
y
a

p
e
r
t
a
h
u
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:




T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

G
M
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)

M
a
x
.

U
S
$

2
.
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n



D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
M
a
n
a
g
e
r
)
M
a
x
.

U
S
$

1
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

B
e
n
e
f
i
t



3
.
3
.
P
e
n
d
i
d
i
k
a
n

A
n
a
k

P
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

K
o
n
d
i
s
i

K
h
u
s
u
s

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

a
n
a
k

p
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

C
o
n
t
o
h
:

O
r
p
h
a
n
a
g
e

S
c
h
o
l
a
r
s
h
i
p
s
,

A
u
t
h
i
s
m
,

S
p
e
e
c
h
T
h
e
r
a
p
h
y
.

B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r


4
.

P
r
o
g
r
a
m

d
a
n
/
a
t
a
u

B
a
n
t
u
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

d
a
n

P
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

K
a
r
i
r

P
r
o
g
r
a
m

d
a
n
/
a
t
a
u

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a

(
t
e
r
m
a
s
u
k

y
a
n
g

a
t
a
s


i
n
i
s
i
a
t
i
f

s
e
n
d
i
r
i
)

u
n
t
u
k

m
e
n
i
n
g
k
a
t
k
a
n

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i
/
p
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

d
i
r
i

p
e
k
e
r
j
a

y
a
n
g

b
e
r
s
a
n
g
k
u
t
a
n
.



4
.
1
.
P
e
n
d
i
d
i
k
a
n
/
P
e
l
a
t
i
h
a
n

(
L
e
a
r
n
i
n
g

O
p
p
o
r
t
u
n
i
t
y
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
l
a
t
i
h
a
n
/
p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
e
m
p
u
h

j
e
n
j
a
n
g

l
e
b
i
h

t
i
n
g
g
i

C
o
n
t
o
h
:

E
d
u
c
a
t
i
o
n

A
s
s
i
s
t
a
n
t

P
r
o
g
r
a
m
,

T
r
a
i
n
i
n
g

A
b
r
o
a
d
.



B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r



4
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

L
a
i
n

P
r
o
g
r
a
m

u
n
t
u
k

p
e
r
c
e
p
a
t
a
n

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i
/
p
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

k
a
r
i
r

p
e
k
e
r
j
a
.

C
o
n
t
o
h
:

C
o
a
c
h
i
n
g
/

M
e
n
t
o
r
i
n
g
,

I
n
t
e
r
n
a
t
i
o
n
a
l

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
,

S
e
c
o
n
d
m
e
n
t
/

T
r
a
n
s
f
e
r
/

R
e
l
o
c
a
t
i
o
n
.

B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r




migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:90 3/19/2009 3:51:16 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
91
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

1
.

U
p
a
h





U
p
a
h

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

a
t
a
s

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

d
i
l
a
k
u
k
a
n

o
l
e
h

T
K
A
.

D
a
s
a
r

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

m
a
r
k
e
t

k
o
m
p
e
t
i
t
i
f

d
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l
/
k
i
n
e
r
j
a

p
r
o
d
u
k
s
i

K
K
K
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:





A
n
g
g
a
r
a
n

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
i
t

T
K
A

h
a
r
u
s

m
e
n
g
a
c
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

W
P
&
B

d
a
r
i

B
P
M
I
G
A
S




P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

T
K
A

(
e
m
p
l
o
y
e
e

i
n
c
o
m
e

t
a
x
)

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
a
g
i
a
n

d
a
r
i

u
p
a
h

T
K
A

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

g
r
o
s
s

u
p

s
a
l
a
r
y
.

P
e
n
y
e
t
a
r
a
a
n

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k

T
K
A

(
T
a
x


E
q
u
a
l
i
z
a
t
i
o
n
/

H
y
p
o
t
e
t
i
c
a
l

T
a
x
)

d
i
l
a
k
u
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
j
a
m
i
n

p
r
i
n
s
i
p

t
i
d
a
k

m
e
r
u
g
i
k
a
n

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

k
e
l
u
a
r

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
s

r
e
g
u
l
a
s
i

p
e
r
p
a
j
a
k
a
n

d
i

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y
.

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n

s
e
b
a
g
a
i

w
a
j
i
b

p
u
n
g
u
t

p
a
j
a
k

a
k
a
n

m
e
m
o
t
o
n
g

U
p
a
h

T
K
A

s
e
b
e
s
a
r

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k
n
y
a

d
a
n

m
e
n
y
e
t
o
r
k
a
n
n
y
a

k
e

k
a
s

n
e
g
a
r
a
.

S
a
l
a
r
y

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n




2
.
1
.

S
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
b
e
d
a
a
n

l
o
k
a
s
i

k
e
r
j
a

(
n
e
g
a
r
a
)



2
.
1
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

E
k
s
p
a
t
r
i
a
s
i

(
A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/

E
x
p
a
t
r
i
a
t
i
o
n

P
r
e
m
i
u
m
)

j
a
n
g
k
a

p
e
n
d
e
k
/
p
a
n
j
a
n
g

s
e
b
a
g
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s
:



P
e
n
u
g
a
s
a
n

k
e

l
o
k
a
s
i

k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

k
e
r
j
a

y
a
n
g

s
u
l
i
t

a
t
a
u

s
i
t
u
a
s
i

t
i
d
a
k

a
m
a
n
.




K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

p
e
r
b
e
d
a
a
n

s
t
a
n
d
a
r

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p

a
n
t
a
r
a

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

y
a
n
g

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p
n
y
a

l
e
b
i
h

t
i
n
g
g
i
.



C
a
t
a
t
a
n

:


1
.


B
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

(
p
r
o
s
e
n
t
a
s
e

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
r
i

u
p
a
h

T
K
A
)

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

B
P
M
I
G
A
S
.


2
.


P
e
m
b
e
r
i
a
n


k
o
m
p
e
n
s
a
s
i


h
a
n
y
a


p
a
d
a


k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
n

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n







k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

s
e
r
t
a

d
a
p
a
t

d
i
t
i
n
j
a
u

k
e
m
b
a
l
i

s
e
c
a
r
a

p
e
r
i
o
d
i
k
.

3
.


M
e
n
g
e
n
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i


y
a
n
g

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

C
O
L
A
,

G
o
o
d
s

&

S
e
r
v
i
c
e
s
,

C
o
s
t

o
f






L
i
v
i
n
g

&

S
e
r
v
i
c
e
s
,

b
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

a
d
a
l
a
h

0
%
-
2
0
%

x

u
p
a
h

T
K
A
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


2
.
2
.

S
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

j
a
d
w
a
l

k
e
r
j
a


2
.
2
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
r
j
a

R
o
t
a
s
i
(
R
o
t
a
t
o
r

P
r
e
m
i
u
m
)

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

k
e
r
j
a

r
o
t
a
s
i
.


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
r
i
a
n

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

h
a
n
y
a

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

D
a
p
a
t

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

k
o
m
p
o
n
e
n

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/
E
x
p
a
t
r
i
a
t
i
o
n

P
r
e
m
i
u
m

(
d
a
l
a
m

u
p
a
h

c
l
e
a
n
w
a
g
e
)

s
e
h
i
n
g
g
a

R
o
t
a
t
o
r

P
r
e
m
i
u
m

t
i
d
a
k

d
i
b
e
r
i
k
a
n

l
a
g
i

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



T
u
n
j
a
n
g
a
n

b
a
g
i

T
K
A

y
a
n
g

b
e
r
t
u
g
a
s

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
m
e
l
a
k
u
k
a
n

e
k
s
p
a
t
r
i
a
s
i
)

u
n
t
u
k

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:91 3/19/2009 3:51:17 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
92
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

3
.

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n

B
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

K
i
n
e
r
j
a

(
V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y
)



3
.
1
.



I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a

(
V
a
r
i
a
b
l
e

C
a
s
h

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)

P
r
o
g
r
a
m

i
n
s
e
n
t
i
f

b
e
r
u
p
a

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

c
a
s
h

y
a
n
g

b
e
s
a
r
n
y
a

b
e
r
v
a
r
i
a
s
i

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
i
n
e
r
j
a

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
a
n

i
n
d
i
v
i
d
u

b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

t
a
r
g
e
t

y
a
n
g

s
u
d
a
h

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n

s
e
b
e
l
u
m
n
y
a

y
a
n
g

s
e
j
a
l
a
n

d
e
n
g
a
n

t
a
r
g
e
t
/
s
t
r
a
t
e
g
i

B
P
M
I
G
A
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:




H
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

a
c
u
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u

T
K
A
,

t
i
m

a
t
a
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
i

w
i
l
a
y
a
h

k
e
r
j
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

P
e
m
b
a
g
i
a
n

p
r
o
f
i
t
/

i
n
s
e
n
t
i
f

a
t
a
s

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

k
i
n
e
r
j
a

k
o
r
p
o
r
a
t
/
b
i
s
n
i
s

d
i

l
u
a
r

w
i
l
a
y
a
h

I
n
d
o
n
e
s
i
a

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.



P
r
o
g
r
a
m

i
n
s
e
n
t
i
f

h
a
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

k
h
u
s
u
s

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

4
.

B
a
n
t
u
a
n

&

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

(
B
e
n
e
f
i
t

&

P
e
r
q
u
i
s
i
t
e
)



4
.
1
.


B
e
n
e
f
i
t

y
a
n
g

d
i
w
a
j
i
b
k
a
n

o
l
e
h

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h

(
H
o
m
e

a
n
d
/
o
r

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y
)



4
.
1
.
1
.


J
a
m
i
n
a
n

S
o
s
i
a
l

d
a
n
/

a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

J
a
m
i
n
a
n

s
o
s
i
a
l

d
a
n
/
a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

y
a
n
g

d
i
h
a
r
u
s
k
a
n

s
e
c
a
r
a

n
o
r
m
a
t
i
f

o
l
e
h

p
e
m
e
r
i
n
t
a
h

d
i

h
o
m
e
/
h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
2
.


P
r
o
t
e
k
s
i

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

K
e
m
a
t
i
a
n
,

C
a
c
a
t

T
e
t
a
p



4
.
2
.
1
.


A
s
u
r
a
n
s
i

a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n


J
a
m
i
n
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

d
a
n

r
a
w
a
t

i
n
a
p

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

a
t
a
u

p
r
e
m
i

a
t
a
s

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
s
e
h
a
t
a
n

r
a
w
a
t

j
a
l
a
n

d
a
n

r
a
w
a
t

i
n
a
p
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

h
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

p
r
e
m
i

a
s
u
r
a
n
s
i

C
a
t
a
t
a
n

:




R
u
j
u
k
a
n

p
a
s
i
e
n

T
K
A

u
n
t
u
k

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n

k
e

l
u
a
r

n
e
g
e
r
i

m
e
n
g
a
c
u

k
e

P
e
d
o
m
a
n

B
P
M
I
G
A
S

(
P
e
d
o
m
a
n

R
u
j
u
k
a
n

P
a
s
i
e
n

k
e

L
u
a
r

N
e
g
e
r
i
)
.




B
e
s
a
r
a
n

m
a
k
s
i
m
u
m

U
S
$

3
,
5
0
0

/
o
r
a
n
g

/
t
a
h
u
n

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:92 3/19/2009 3:51:18 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



93
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
2
.
2
.

A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a
,

K
e
m
a
t
i
a
n
,

C
a
c
a
t

(
D
e
a
t
h
,

D
i
s
a
b
i
l
i
t
y

I
n
s
u
r
a
n
c
e
)

P
r
e
m
i

p
e
r
l
i
n
d
u
n
g
a
n

a
s
u
r
a
n
s
i

j
i
w
a
,

k
e
m
a
t
i
a
n

d
a
n

c
a
c
a
t

t
e
t
a
p

a
t
a
u

p
r
o
g
r
a
m

p
r
o
t
e
k
s
i

k
h
u
s
u
s

l
a
i
n
n
y
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n
:



d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

p
r
e
m
i

a
s
u
r
a
n
s
i

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

s
e
t
a
h
u
n

s
e
k
a
l
i

d
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

s
a
j
a



p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

d
e
n
g
a
n

p
e
m
b
a
t
a
s
a
n

b
e
s
a
r

s
a
n
t
u
n
a
n

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

(
p
e
r

o
r
a
n
g

&

p
e
r

t
a
h
u
n
)

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/


S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

1
,
2
5
0

M
a
x
.

U
S
$

1
,
5
0
0

M
a
x
.

U
S
$

1
,
7
5
0

M
a
x
.

U
S
$

2
,
0
0
0




4
.
2
.
3
.

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

(
M
e
d
i
c
a
l

C
h
e
c
k
u
p
)

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

b
a
g
i

T
K
A

s
e
b
e
l
u
m

d
i
m
u
l
a
i
n
y
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
a
n

p
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

s
e
c
a
r
a

b
e
r
k
a
l
a

b
a
g
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t







C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.

P
e
n
s
i
u
n



4
.
3
.
1
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

M
a
n
f
a
a
t

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

B
e
n
e
f
i
t
)

K
o
n
t
r
i
b
u
s
i

p
e
n
s
i
u
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

m
a
n
f
a
a
t

p
a
s
t
i


p
r
o
p
o
r
s
i
o
n
a
l

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

I
u
r
a
n

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

C
o
n
t
r
i
b
u
t
i
o
n
/
S
a
v
i
n
g
)

K
o
n
t
r
i
b
u
s
i

p
e
n
s
i
u
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

i
u
r
a
n

p
a
s
t
i

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

i
u
r
a
n

t
e
r
s
e
b
u
t

d
i

l
a
k
u
k
a
n

s
e
l
a
m
a

y
a
n
g

b
e
r
s
a
n
g
k
u
t
a
n

b
e
k
e
r
j
a

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
m
e
n
e
r
u
s
k
a
n

k
e
b
i
j
a
k
a
n

h
o
m
e
)
.

T
i
d
a
k

d
i
p
e
r
k
e
n
a
n
k
a
n

m
e
m
b
u
a
t

p
r
o
g
r
a
m

y
a
n
g

b
a
r
u
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.
3
.


P
e
s
a
n
g
o
n

(
S
e
v
e
r
a
n
c
e

P
a
y
m
e
n
t

)

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n


s
e
v
e
r
a
n
c
e


b
a
g
i

T
K
A

y
a
n
g

d
i
p
u
t
u
s
k
a
n

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
n
y
a

d
i

K
K
K
S

j
i
k
a

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

p
a
d
a

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
c
a
r
a

p
r
o
r
a
t
a

s
e
s
u
a
i

m
a
s
a

k
e
r
j
a

d
i

K
K
K
S

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

&

H
o
u
s
e
C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:93 3/21/2009 9:39:39 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
94
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
4
.

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

p
e
n
y
e
s
u
a
i
a
n
/
a
d
a
p
t
a
s
i

b
u
d
a
y
a

d
a
n

b
a
h
a
s
a


4
.
4
.
1
.

P
e
l
a
j
a
r
a
n

B
a
h
a
s
a
/

B
u
d
a
y
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
C
u
l
t
u
r
a
l

T
r
a
i
n
i
n
g
)

B
a
n
t
u
a
n

p
r
o
f
e
s
i
o
n
a
l

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

u
n
t
u
k

b
e
l
a
j
a
r

b
a
h
a
s
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
,

m
e
m
a
h
a
m
i

t
r
a
d
i
s
i

d
a
n

k
e
b
i
a
s
a
a
n

s
e
h
a
r
i
-
h
a
r
i

b
u
d
a
y
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.


D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

&

s
e
w
a
j
a
r
n
y
a

(
a
c
t
u
a
l

&

r
e
a
s
o
n
a
b
l
e

m
e
m
b
e
r
s
h
i
p

&

t
u
i
t
i
o
n

f
e
e
s
)

b
a
g
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
.

C
a
t
a
t
a
n

:

U
n
t
u
k

p
e
l
a
j
a
r
a
n

k
e
b
u
d
a
y
a
a
n

n
o
n
-
I
n
d
o
n
e
s
i
a

m
e
n
j
a
d
i

t
a
n
g
g
u
n
g
a
n

p
r
i
b
a
d
i

T
K
A

d
a
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

P
o
l
i
c
y

&
H
o
s
t

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t


4
.
5
.

B
e
n
e
f
i
t

u
n
t
u
k

K
e
l
u
a
r
g
a



4
.
5
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

(
S
p
o
u
s
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
)

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

y
a
n
g

m
e
n
d
a
m
p
i
n
g
i

T
K
A

s
a
a
t

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
a
l
a
m

k
o
n
d
i
s
i

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

m
e
n
i
n
g
g
a
l
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
i

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

d
e
n
g
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

U
S

$

0

-
1
0
,
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
5
.
2
.

B
a
n
t
u
a
n

S
e
k
o
l
a
h

A
n
a
k


(
C
h
i
l
d
r
e
n

E
d
u
c
a
t
i
o
n
)

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

a
t
a
u

f
a
s
i
l
i
t
a
s

s
e
k
o
l
a
h

b
a
g
i

a
n
a
k

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

a
c
t
u
a
l

&

r
e
a
s
o
n
a
b
l
e

j
o
i
n
i
n
g

&

a
n
n
u
a
l

t
u
i
t
i
o
n

f
e
e
s

n
a
m
u
n

t
i
d
a
k

l
e
b
i
h

d
a
r
i

U
S
$

5
,
0
0
0

p
e
r

a
n
a
k

p
e
r

b
u
l
a
n

d
e
n
g
a
n

u
s
i
a

m
a
k
s
i
m
u
m

1
8

t
a
h
u
n

(
a
t
a
u

G
r
a
d
e

1
2
)
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

P
o
l
i
c
y

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y


4
.
5
.
3
.

B
a
n
t
u
a
n

P
i
s
a
h

K
e
l
u
a
r
g
a

(
F
a
m
i
l
y

V
i
s
i
t
)

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

t
i
k
e
t

p
e
s
a
w
a
t

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a

(
i
s
t
r
i
/
s
u
a
m
i
/
a
n
a
k
)

y
a
n
g

d
i
t
i
n
g
g
a
l
k
a
n

d
i

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

m
a
k
s
i
m
a
l

2

k
a
l
i

d
a
l
a
m

s
e
t
a
h
u
n

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

T
K
A

t
i
d
a
k

p
u
l
a
n
g

(
t
i
d
a
k

m
e
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

c
u
t
i
/
d
i

l
u
a
r

k
e
d
i
n
a
s
a
n
)

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.


B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

(
m
o
v
i
n
g
/
r
e
l
o
c
a
t
i
o
n

a
s
s
i
s
t
a
n
c
e
)


4
.
6
.
1
.

B
a
n
t
u
a
n

B
i
a
y
a

P
i
n
d
a
h

F
a
s
i
l
i
t
a
s
/
b
a
n
t
u
a
n

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

a
t
a
u

p
u
l
a
n
g
/
r
e
p
a
t
r
i
a
s
i

(
a
c
c
o
m
o
d
a
t
i
o
n

&

t
r
a
v
e
l

c
o
s
t

f
o
r

m
o
b
/
d
e
m
o
b
)

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.
2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

B
i
a
y
a

R
e
l
o
k
a
s
i

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
a
t
u

k
a
l
i

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

m
e
n
u
t
u
p

b
i
a
y
a
-
b
i
a
y
a

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

d
i
t
e
r
i
m
a
n
y
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.
3
.

B
a
n
t
u
a
n

P
e
n
g
i
r
i
m
a
n











B
a
r
a
n
g

B
a
n
t
u
a
n

p
e
n
g
i
r
i
m
a
n

p
e
r
l
e
n
g
k
a
p
a
n

r
u
m
a
h

t
a
n
g
g
a

d
a
n

b
a
r
a
n
g

p
r
i
b
a
d
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

a
i
r
f
r
e
i
g
h
t
/
s
e
a
f
r
e
i
g
h
t

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

y
a
n
g

w
a
j
a
r
,

t
e
r
m
a
s
u
k

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
r
u
s
a
k
a
n
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

C
a
t
a
t
a
n

:

D
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

s
a
a
t

T
K
A

p
e
r
t
a
m
a

k
a
l
i

t
u
g
a
s

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:94 3/19/2009 3:51:19 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



95
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
6
.
4
.

B
i
a
y
a

T
r
a
n
s
i
s
i

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n

b
i
a
y
a

y
a
n
g

t
i
m
b
u
l

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
a
n

r
e
p
a
t
r
i
a
s
i

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
,

a
k
o
m
o
d
a
s
i
,

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

t
r
a
n
s
i
s
i

(
p
r
e
-
a
s
s
i
g
n
m
e
n
t

a
t
a
u

r
e
p
a
t
r
i
a
s
i
)
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
7
.

B
a
n
t
u
a
n

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n

&

P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

T
K
A


4
.
7
.
1
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n
,

P
e
r
a
b
o
t
a
n
,

U
t
i
l
i
t
e
s

d
a
n











P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

F
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

d
a
n

p
e
r
a
b
o
t
a
n

r
u
m
a
h

t
a
n
g
g
a

s
t
a
n
d
a
r

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
y
e
w
a
a
n

r
u
m
a
h

T
K
A

(
f
u
l
l

f
u
r
n
i
s
h
e
d
)
,

b
i
a
y
a

u
t
i
l
i
t
i
e
s

d
a
n

p
e
r
a
w
a
t
a
n

r
u
m
a
h

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n
.


C
a
t
a
t
a
n
:




A
p
a
b
i
l
a

T
K
A

m
e
n
e
m
p
a
t
i

f
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
,

u
p
a
h
n
y
a

a
k
a
n

d
i
p
o
t
o
n
g

(
h
o
u
s
i
n
g

d
e
d
u
c
t
i
o
n

&

u
t
i
l
i
t
e
s

d
e
d
u
c
t
i
o
n
)

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f


y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

K
K
K
S
.




D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.



D
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

n
e
t
t

a
l
l
o
w
a
n
c
e

y
a
n
g

b
i
a
y
a
n
y
a

s
u
d
a
h

m
e
n
c
a
k
u
p
:




s
e
w
a

p
e
r
u
m
a
h
a
n
/
a
p
a
r
t
e
m
e
n

(
t
e
r
m
a
s
u
k

f
u
r
n
i
t
u
r

s
t
a
n
d
a
r

d
a
n

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
b
a
k
a
r
a
n

s
t
a
n
d
a
r
)
,



s
t
a
n
d
a
r
d

u
t
i
l
i
t
i
e
s

(
l
i
s
t
r
i
k
,

g
a
s
,

a
i
r
,


t
e
l
e
p
o
n
,

k
e
b
e
r
s
i
h
a
n

&

k
e
a
m
a
n
a
n
)



s
t
a
n
d
a
r
d

h
o
u
s
i
n
g

m
a
i
n
t
e
n
a
n
c
e



B
i
l
a

a
d
a

b
i
a
y
a

l
a
i
n

s
e
p
e
r
t
i
:

b
i
a
y
a

i
n
t
e
r
n
e
t
,

t
e
l
e
v
i
s
i

k
a
b
e
l
,

b
i
a
y
a

j
a
s
a

k
o
n
s
u
l
t
a
n
/
p
e
r
a
n
t
a
r
a

p
e
n
y
e
w
a
a
n

r
u
m
a
h
,

b
i
a
y
a

p
e
n
a
m
b
a
h
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

d
i
l
u
a
r

s
t
a
n
d
a
r

(
r
e
n
o
v
a
s
i
,

t
a
m
b
a
h

d
a
y
a

l
i
s
t
r
i
k
,

t
a
m
a
n
,

k
o
l
a
m

r
e
n
a
n
g
,

g
e
n
s
e
t
,

d
s
b
.
)

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/

S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

3
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

4
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

5
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

6
,
0
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n





H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
B
e
n
e


t
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:95 3/21/2009 9:39:49 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



96
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
8
.

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i



4
.
8
.
1
.
K
e
n
d
a
r
a
a
n

m
o
b
i
l

d
i
n
a
s


F
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

T
K
A

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

m
a
k
s
i
m
a
l

1

k
e
n
d
a
r
a
a
n

(
s
u
d
a
h

t
e
r
m
a
s
u
k

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
)

s
e
l
a
m
a

b
e
r
t
u
g
a
s

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

m
o
b
i
l

r
e
n
t
a
l

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l

&

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i
n
y
a

d
e
n
g
a
n

a
c
u
a
n

t
o
t
a
l

b
i
a
y
a

s
e
w
a

b
u
l
a
n
a
n

s
e
b
e
s
a
r
:



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/






S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)



M
a
x
.

U
S
$

2
.
0
0
0

M
a
x
.

U
S
$

2
.
5
0
0

M
a
x
.

U
S
$

3
.
0
0
0

M
a
x
.

U
S
$

3
.
5
0
0




4
.
9
.
H
a
r
i

I
s
t
i
r
a
h
a
t

d
a
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n
n
y
a


4
.
9
.
1
.

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
u

u
n
t
u
k

c
u
t
i

b
e
r
l
i
b
u
r

(
a
n
n
u
a
l

l
e
a
v
e
)

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

y
a
n
g

i
k
u
t

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
u

c
u
t
i

b
e
r
l
i
b
u
r

d
e
n
g
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

u
n
t
u
k

c
u
t
i

t
a
h
u
n
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n
:




M
a
k
s
i
m
a
l

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n
n
y
a
.



H
a
r
i
-
h
a
r
i

c
u
t
i

y
a
n
g

t
i
d
a
k

d
i
a
m
b
i
l

a
k
a
n

h
a
n
g
u
s

d
a
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
a
k
u
m
u
l
a
s
i


(
n
o

c
a
r
r
y

o
v
e
r
)

&

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
u
a
n
g
k
a
n

(
n
o

c
a
s
h

o
u
t
)



D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
e
r
u
p
a

d
i
r
e
c
t

r
o
u
t
e

-


r
e
t
u
r
n

t
i
c
k
e
t
s

a
t
a
u

u
a
n
g

p
e
n
g
g
a
n
t
i
a
n

t
i
k
e
t

p
e
s
a
w
a
t

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

d
e
n
g
a
n

k
e
l
a
s

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

d
i

K
K
K
S
.




H
a
r
i

c
u
t
i

d
i
s
e
s
u
a
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

K
K
K
S
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
9
.
2
.

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

u
n
t
u
k












k
o
n
d
i
s
i

d
a
r
u
r
a
t

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

p
e
r
g
i

k
e

t
e
m
p
a
t

y
a
n
g

a
m
a
n

s
e
l
a
m
a

s
i
t
u
a
s
i

b
e
r
b
a
h
a
y
a
,

t
i
d
a
k

a
m
a
n

m
a
u
p
u
n

t
e
r
j
a
d
i

k
o
n
f
l
i
k
,


d
e
n
g
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
9
.
3

.
H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

d
a
l
a
m

h
a
l

a
d
a

m
u
s
i
b
a
h

(
c
o
m
p
a
s
s
i
o
-
n
a
t
e

l
e
a
v
e
)

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
a
a
t

a
d
a

k
e
l
u
a
r
g
a

y
a
n
g

t
e
r
k
e
n
a

m
u
s
i
b
a
h

(
e
m
e
r
g
e
n
c
y

l
e
a
v
e
,

s
i
c
k

l
e
a
v
e
,

o
r
a
n
g

t
u
a
/
k
e
l
u
a
r
g
a

T
K
A

m
e
n
i
n
g
g
a
l

a
t
a
u

s
a
k
i
t

k
e
r
a
s
,

p
a
t
e
r
n
i
t
y

l
e
a
v
e
,

d
s
b
.
)
,


t
e
r
m
a
s
u
k

d
e
n
g
a
n

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m
.


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:96 3/21/2009 9:39:57 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



97
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
1
0
.

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

A
s
o
s
i
a
s
i

P
r
o
f
e
s
i

d
a
n

O
l
a
h

R
a
g
a


4
.
1
0
.
1
.

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

A
s
o
s
i
a
s
i













P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

T
K
A

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

p
o
s
i
s
i
/
j
a
b
a
t
a
n

s
e
s
u
a
i

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i

p
r
o
f
e
s
i
n
y
a

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

T
K
A

t
e
r
s
e
b
u
t

m
e
l
a
k
u
k
a
n

s
h
a
r
i
n
g

k
n
o
w
l
e
d
g
e

k
e
p
a
d
a

T
K
I
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n

d
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

(
b
i
a
y
a

k
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

s
u
a
m
i
/
i
s
t
r
i
/
a
n
a
k

T
K
A

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
0
.
2
.


K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n


O
l
a
h

R
a
g
a

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

o
l
a
h

r
a
g
a

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

(
s
e
l
a
m
a

b
e
l
u
m

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

d
a
l
a
m

C
&
S
/
C
O
L
A

d
a
n

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e

b
e
n
e
f
i
t
)

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/

S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)




M
a
x
.

U
S
$

1
,
2
5
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

1
,
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

1
,
7
5
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

2
,
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n




4
.
1
1
.

B
a
n
t
u
a
n

p
e
n
g
u
r
u
s
a
n

i
j
i
n

k
e
r
j
a

d
a
n

k
e
p
e
r
l
u
a
n

I
m
i
g
r
a
s
i


4
.
1
1
.
1
.


B
a
n
t
u
a
n

I
m
i
g
r
a
s
i

d
a
n

V
i
s
a

B
a
n
t
u
a
n

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i

d
a
n

h
u
k
u
m

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
l
a
m

h
a
l

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

i
j
i
n

k
e
r
j
a
,

s
e
r
t
a

k
e
p
e
r
l
u
a
n

i
m
i
g
r
a
s
i

l
a
i
n
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

p
e
r
i
j
i
n
a
n

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

y
a
n
g

w
a
j
a
r

m
e
n
c
a
k
u
p

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

(
a
n
a
k

d
a
n

i
s
t
r
i
/
s
u
a
m
i
)

C
a
t
a
t
a
n

:

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m
,

s
e
h
i
n
g
g
a

T
K
A

m
e
m
b
a
y
a
r

p
a
j
a
k

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
2
.

L
a
i
n
-
l
a
i
n

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

k
e
p
e
r
l
u
a
n

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l


4
.
1
2
.
1
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

h
a
r
i
a
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a

s
e
l
a
m
a

i
n
t
e
r
i
m

l
e
a
v
e

a
t
a
u

s
a
a
t

t
i
n
g
g
a
l

s
e
m
e
n
t
a
r
a

d
i

h
o
t
e
l

(
p
a
d
a

s
a
a
t

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

-

s
e
b
e
l
u
m

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

t
e
m
p
a
t

t
i
n
g
g
a
l

p
e
r
m
a
n
e
n
)

s
e
l
a
m
a

m
a
k
s
i
m
a
l

3

b
u
l
a
n

(
f
i
x
e
d

a
m
o
u
n
t
)

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f

H
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:97 3/21/2009 9:40:06 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
98
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
1
2
.
2
.


T
u
n
j
a
n
g
a
n

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n


T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

b
e
r
i
k
a
n

s
a
a
t

m
e
n
j
a
l
a
n
i

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
l
a
k
u
k
a
n

u
n
t
u
k

T
K
I
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
2
.
3
.


F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
r
j
a

(
H
P
,

L
a
p
t
o
p
,

C
o
p
o
r
a
t
e

C
a
r
d

F
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
r
j
a

b
a
g
i

T
K
A

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

/

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n
/

k
e
d
i
n
a
s
a
n
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:98 3/19/2009 3:51:22 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
99
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

3
.

E
V
A
L
U
A
S
I

R
K
A

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

T
E
R
H
A
D
A
P

H
A
S
I
L

S
U
R
V
E
Y

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

3
.

A

.

N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s

P
l
a
n
n
i
n
g

R
a
t
e

(
C
o
n
t
o
h

F
o
r
m
u
l
i
r
)

R
E
M
U
N
E
R
A
T
I
O
N

I
T
E
M
S

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

D
e
n
g
a
n

H
a
k

L
e
m
b
u
r

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

T
a
n
p
a

H
a
k

L
e
m
b
u
r

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

M
a
n
a
j
e
r
i
a
l

L
e
v
e
l

P
i
m
p
i
n
a
n

E
k
s
e
k
u
t
i
f

J
u
m
l
a
h

T
o
t
a
l

H
e
a
d
c
o
u
n
t

S
A
L
A
R
Y
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)

1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s


M
a
r
k
e
t

B
e
n
c
h
m
a
r
k

R
a
n
g
e
*

T
U
N
J
A
N
G
A
N

L
A
P
A
N
G
A
N

B
E
N
E
F
I
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)


T
o
t
a
l

B
e
n
e
f
i
t
s


T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s

T
o
t
a
l

C
o
s
t

(
S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s
)

x

H
e
a
d
c
o
u
n
t

O
T
H
E
R

P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)

D
i

l
u
a
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

c
o
s
t

d
a
l
a
m

W
P
&
B

(
S
u
n
d
r
i
e
s
)

1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

O
t
h
e
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

G
r
a
n
d

T
o
t
a
l

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

*

b
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

d
a
p
a
t

b
e
r
u
b
a
h

s
e
s
u
a
i

h
a
s
i
l

m
a
r
k
e
t

s
u
r
v
e
y

t
a
h
u
n
a
n
.


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:99 3/19/2009 3:51:23 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
100
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

3
.

E
V
A
L
U
A
S
I

R
K
A

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

T
E
R
H
A
D
A
P

H
A
S
I
L

S
U
R
V
E
Y

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

3
.
B
.

E
x
p
a
t
r
i
a
t
e

E
m
p
l
o
y
e
e
s

P
l
a
n
n
i
n
g

R
a
t
e

(
C
o
n
t
o
h

F
o
r
m
u
l
i
r
)

R
E
M
U
N
E
R
A
T
I
O
N

I
T
E
M
S

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t


T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)

T
o
t
a
l


H
e
a
d
c
o
u
n
t






S
A
L
A
R
Y
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)






1
.













2
.













3
.













4
.













5
.













T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s







B
E
N
E
F
I
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)






T
o
t
a
l

B
e
n
e
f
i
t
s






T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s






T
o
t
a
l

C
o
s
t

(
S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s
)

x

H
e
a
d
c
o
u
n
t






O
T
H
E
R

P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)




1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

O
t
h
e
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

G
r
a
n
d

T
o
t
a
l

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:100 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
101
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
I. UMUM
1.1. Dalam rangka mengoptimalkan dan pengembangan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia
di lingkungan KKKS, maka sebagai salah satu solusi untuk menjawab kelangkaan
tenaga kerja dalam bidang usaha hulu migas di Indonesia dilakukan melalui program
Cross Posting.
1.2. Program Cross Posting dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja KKKS bahwa
BPMIGAS berkewajiban membantu menyediakan personil yang berasal dari sumber-
sumber dalam kontrol BPMIGAS apabila personil tersebut tidak tersedia maka BPMIGAS
akan mengadakan dari sumber-sumber lainnya.
1.3. Pengertian:
1.3.1 Cross-Posting (CP) di lingkungan KKKS adalah menempatkan pekerja dari
satu KKKS ke KKKS lainya dan dari KKKS ke BPMIGAS atau sebaliknya dalam
jangka waktu tertentu.
1.3.2 Unit Asal adalah KKKS atau BPMIGAS yang mengirimkan pekerjanya untuk
dapat diperbantukan ke KKKS lain atau BPMIGAS.
1.3.3 Unit Penerima adalah KKKS atau BPMIGAS yang menerima Pekerja Perbantuan
dari KKKS lain atau BPMIGAS.
1.3.4 Pekerja Perbantuan adalah pekerja dari Unit Asal yang diperbantukan ke Unit
Penerima.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terhadap pelaksanaan operasional dari Unit
Penerima dengan mengisi kekosongan posisi-posisi tenaga profesional sesuai dengan
bidangnya.
2.2. Untuk menjaga keseimbangan operasi KKKS/BPMIGAS melalui penyediaan dan
perbantuan tenaga kerja.
2.3. Untuk dapat mempercepat pengembangan kompetensi dan penguasaan teknologi
migas oleh tenaga kerja nasional dengan mendayagunakan Tenaga Kerja Indonesia
secara optimal dalam rangka pengembangan wilayah operasi.
2.4. Untuk dapat memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial dan
mengakomodasi kebutuhan KKKS/BPMIGAS terhadap kebutuhan tenaga kerja
di bidang usaha hulu migas baik tenaga kerja yang berpengalaman maupun belum
berpengalaman.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS memberikan masukan untuk memastikan program dapat berjalan dengan
baik.
3.2. Peserta CP (unit asal maupun unit penerima) melakukan evaluasi dan memutuskan
kesepakatan pelaksanaan perbantuan pekerja.
3.3. Unit Penerima dan Unit Asal bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap
pelaksanaan CP, untuk kemudian dilaporkan kepada BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:101 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
102
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Unit Penerima dapat melakukan rotasi dan mutasi Pekerja Perbantuan didalam Unit
Penerima dan wajib menginformasikan kepada unit Asal.
4.2. Unit Penerima memiliki hak untuk mengembalikan Pekerja Perbantuan atas dasar
kesepakatan dengan Unit Asal dan kemudian disampaikan kepada BPMIGAS.
4.3. Pekerja yang akan diperbantukan minimum telah memiliki pengalaman kerja di Unit
Asal dengan penilaian kinerja minimal di atas skala tengah pada penilaian kinerja unit
Penerima.
4.4. Pekerja Perbantuan tunduk kepada perjanjian kerahasiaan dan tata tertib/tata kerja di
Unit Penerima.
4.5. Unit Penerima wajib memberikan pelatihan dan pengembangan kepada Pekerja
Perbantuan sesuai dengan program rencana pengembangan Pekerja Perbantuan.
4.6. Program Cross Posting ini berlaku dengan jangka waktu penugasan yang didasarkan
pada kebutuhan proyek minimum 1 (satu) tahun dan maksimum 3 (tiga) tahun, dan
dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.
4.7. Pekerja yang diperbantukan dalam mekanisme CP harus kembali ke Unit Asal setelah
masa CP berakhir.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Pertukaran pekerja antar Unit Asal dan Unit Penerima diatur sebagai berikut:
5.1.1. Peserta CP berkoordinasi dengan KKKS atau BPMIGAS untuk mendapatkan
informasi mengenai kebutuhan/peluang CP.
5.1.2. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan pekerjanya untuk dapat diikutsertakan
dalam program CP dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk dicarikan
unit penerima.
5.1.3. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan posisi yang dapat diisi oleh calon
pekerja perbantuan dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk di carikan
calon pekerja perbantuan.
5.1.4. Rencana CP untuk unit asal disampaikan kepada BPMIGAS dengan
mencantumkan:
a. Nama, kualifikasi dan posisi pekerja.
b. Tujuan dan manfaat CP.
c. Jangka waktu CP.
d. Administrasi remunerasi.
e. Program kerja untuk pekerja perbantuan.
5.1.5. Rencana CP untuk unit penerima disampaikan kepada BPMIGAS dengan
mencantumkan:
a. Kualifikasi posisi yang diperlukan.
b. Tujuan dan manfaat CP.
c. Jangka waktu CP.
d. Administrasi remunerasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:102 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
103
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
5.1.6. Remunerasi Pekerja Perbantuan diatur sebagai berikut:
a. Prinsipnya upah pekerja perbantuan mengikuti sistim pengupahan pada
Unit Asal, apabila upah Pekerja Perbantuan lebih rendah dibanding dengan
standar Unit Penerima, maka selisihnya akan dibebankan kepada Unit
Penerima dalam bentuk tunjangan penugasan. Tunjangan ini tidak berlaku
atau batal apabila Pekerja Perbantuan dikembalikan ke unit Asal.
b. Apabila upah Pekerja Perbantuan lebih tinggi atau sama dengan dengan
standar Unit Penerima, maka tidak perlu dilaksanakan penyesuaian.
c. Penilaian kinerja Pekerja Perbantuan mengikuti sistem di Unit Penerima,
selanjutnya dilakukan konversi kedalam sistem penilaian kinerja Unit Asal
sebagai dasar administrasi upah (merit increase).
d. Benefit jangka panjang, mengikuti perhitungan Unit Asal dengan pembebanan
pada Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak.
e. Fasilitas kedinasan mengikuti pemberian Unit Penerima kecuali ditetapkan
lain oleh kedua belah pihak.
5.1.7. Masa kerja selama menjalani CP tetap diperhitungkan sebagai hubungan
kerja di Unit Asal kecuali disepakati lain oleh kedua belah pihak (misal: selama
penugasan di Unit Penerima hak ”severance pay” di berikan di Unit Penerima
maka masa kerjanya di Unit Asal tidak memperhitungkan periode penugasan di
Unit Penerima).
5.1.8. Pekerja Perbantuan yang sedang menjalani program pembinaan CP harus
tunduk dan taat kepada peraturan/ketentuan pekerja di Unit Penerima.
5.1.9. Program mentoring untuk Pekerja Perbantuan diserahkan sepenuhnya kepada
Unit Penerima.
5.1.10. Unit Asal dapat meminta kembali pekerja perbantuan apabila disepakati kedua
belah pihak.
5.1.11. Unit Penerima wajib memberikan laporan tahunan kepada BPMIGAS sehubungan
pelaksanaan CP, untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut oleh BPMIGAS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama pasal 5.3.3 (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Cross Posting Bisnis Process (Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:103 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
104
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

Lampiran 1
Pihak
1 Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan KKKS
2 Hasil identifikasi diserahkan kepada BPMIGAS. KKKS & BPMIGAS
3 Pembahasan kebutuhan dan ketersediaan TK KKKS & BPMIGAS
- penyelarasan kebutuhan dan ketersediaan (job matching) TK
- penetapan rencana program (kerja atau pengembangan )
- kesepakatan tri-partit (unit pengirim, unit penerima & BPMIGAS)
4 Penunjukan pekerja perbantuan oleh komite melalui HR KKKS KKKS
- penandatangan perjanjian (kerahasiaan, syarat & ketentuan, dll)
oleh pekerja perbantuan
5 Implementasi CP KKKS
- Pekerja perbantuan membuat laporan berkala
- Evaluasi kinerja pertengahan program dan/atau akhir program
6 Pelaporan program
- Unit penerima mengajukan laporan tahunan kepada BPMIGAS
-
Cross Posting Business Process
Proses
KKKS, Unit Asal dan BPMIGAS melakukan evaluasi atas pelaksanaan
keseluruhan program CP
KKKS, Unit Asal &
BPMIGAS


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:104 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
KKKS

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
105
R
A
N
C
A
N
G
A
N

S
T
R
U
K
T
U
R

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I

K
K
K
S
I. UMUM
1.1. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS adalah referensi bagi KKKS dalam
penyusunan struktur organisasi di kegiatan usaha hulu migas, dan merupakan alat
untuk melaksanakan evaluasi atas pengajuan struktur organisasi dan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja KKKS yang diajukan kepada BPMIGAS dalam bentuk
Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK).
1.2. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS mencakup kaidah-kaidah umum
perancangan struktur organisasi dan parameter yang menggambarkan kepentingan
BPMIGAS dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Hal ini diperlukan agar
KKKS dapat menyusun struktur organisasi secara profesional dan obyektif berdasarkan
aktivitas, efektivitas biaya dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja, serta mampu
mengakomodasi pengembangan karir Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
II. TUJUAN
2.1. Memberikan arahan dan acuan kepada KKKS untuk merancang/menyusun struktur
organisasi dan perencanaan tenaga kerja yang akan diajukan KKKS kepada
BPMIGAS.
2.2. Memberikan acuan kepada KKKS untuk menganalisa bentuk struktur organisasi yang
tepat sesuai dengan besaran organisasi KKKS dan komitmen operasi yang terdapat di
dalam POD dan WP&B untuk mencapai peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi
dan penggunaan tenaga kerja.
2.3. Meningkatkan efektivitas pengembangan TKI & efisiensi penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA) di KKKS.
2.4. Menentukan jumlah TKA sesuai dengan kebutuhan bisnis yang diperlukan dalam
organisasi, mengacu pada kategorisasi KKKS.
2.5. Memberikan acuan kepada KKKS dalam penentuan jabatan dan formasi yang terangkum
di dalam RPTK yang akan diajukan kepada BPMIGAS.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun struktur organisasi berdasarkan POD, WP&B, Bisnis Proses dan
sesuai kebutuhan operasi, yang kemudian diajukan dalam bentuk permohonan bentuk
struktur organisasi yang tertuang dalam RPTK untuk dievaluasi dan disetujui oleh
BPMIGAS. Apabila KKKS melakukan perubahan terhadap struktur organisasi 3 layer
pada top management level, antara lain: President, Sr. Vice President, Vice President,
General Manager, Sr Manager, atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut, harus
meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Perubahan yang terjadi pada
layer selanjutnya (sampai pada tingkat operasional) hanya perlu diinformasikan kepada
BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas usulan struktur organisasi KKKS yang terangkum
di dalam RPTK sesuai dengan POD, WP&B dan Bisnis Proses serta pedoman
pengembangan organisasi (terlampir) dan memberikan persetujuan terhadap RPTK
tersebut serta menyampaikan kepada instansi terkait jika diperlukan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:105 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
KKKS

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
106
R
A
N
C
A
N
G
A
N

S
T
R
U
K
T
U
R

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I

K
K
K
S
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
Dalam melaksanakan perancangan organisasi KKKS harus memperhatikan aspek-aspek
penting sebagai berikut :
4.1. Aspek Legalitas dalam penyusunan struktur organisasi, KKKS harus memperhatikan
aspek legalitas hubungan kontrak dengan BPMIGAS, sehingga struktur organisasi
yang ada menggambarkan suatu bisnis entity yang secara legal melakukan kerja sama
dengan BPMIGAS dalam kerangka kontrak kerja sama.
4.2. Aspek pola penyusunan struktur organisasi di lingkungan KKKS yang tertuang dalam
”Referensi Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS”.
V. REFERENSI.
5.1. Undang – undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang – undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.6. Work Program & Budget (WP&B).
5.7. Kepmenakertrans No. Kep-228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
5.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tanaga Kerja Asing.
5.9. Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:106 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
107
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
I. UMUM
1.1. Minyak dan Gas Bumi adalah sumber daya alam strategis yang dikuasai oleh negara
dan merupakan komoditi andalan dalam penerimaan devisa negara. Industri Hulu Migas
adalah industri yang padat modal dan padat teknologi yang perlu didukung dengan
pengelolaan sumber daya manusia yang profesional yang mampu menjamin kelancaran
pengoperasian industri tersebut dengan optimal, aman dan sesuai persyaratan ketentuan
peraturan terkait.
1.2. Jaminan kelancaran operasi industri Migas sangat bergantung dari situasi dan kondisi
kerja yang kondusif harmonis antara KKKS, BPMIGAS, Serikat Pekerja (SP) serta
lingkungan sosial–ekonomi wilayah sekitar.
1.3. Aktifitas menyampaikan aspirasi pekerja melalui media unjuk rasa dan mogok kerja
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, merupakan hak pekerja yang perlu
diatur pelaksanaannya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran
operasi industri Migas.
1.4. Pedoman ini merupakan sistem penanganan yang komprehensif dan sinergi antara
tuntutan keamanan operasi dan kepentingan pekerja, negara serta KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan acuan oleh KKKS dalam menghadapi
Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.
2.2. Pedoman ini sebagai acuan dalam melaksanakan koordinasi antara Tim SDM KKKS
dengan BPMIGAS dan/atau instansi lain yang terkait dalam menghadapi Unjuk Rasa
dan Mogok Kerja.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun strategi dan langkah-langkah dalam menangani rencana Unjuk Rasa
& Mogok Kerja di lingkungan operasinya.
3.2. KKKS melaporkan kepada BPMIGAS setiap aktivitas yang terjadi berkaitan dengan
rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja.
3.3. BPMIGAS melakukan pengendalian & pengawasan atas pelaksanaan kebijakan KKKS
dalam menangani Unjuk Rasa & Mogok Kerja.
3.4. KKKS dan BPMIGAS melakukan koordinasi terhadap instansi terkait, antara lain :
Disnaker, Aparat Keamanan (Pamobvitnas), Pemda.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS
4.1.1. Tahap Persiapan
Segera setelah perusahaan mengetahui adanya indikasi kuat tentang rencana
Unjuk Rasa & Mogok Kerja, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh
KKKS adalah sebagai berikut:
a. Melakukan koordinasi internal & eksternal dan melakukan persiapan-
persiapan dalam menghadapi rencana Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:107 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
108
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
b. Dalam hal perwakilan Pekerja telah mengeluarkan pernyataan sikapnya/
tuntutannya kepada perusahaan melalui media massa atau kepada instansi
pemerintah terkait, perusahaan dapat menyiapkan jawaban kepada
perwakilan Pekerja maupun paket informasi klarifikasi/hak jawab (standby
statement) kepada media massa (press release) atau kepada instansi
pemerintah terkait. Bila diperlukan, perusahaan dapat koordinasi dengan
BPMIGAS dalam menyiapkan surat jawaban tersebut.
c. Membentuk Gugus Tugas (task force) yang terdiri dari fungsi SDM, Sekuriti,
Hukum, Humas, Operasi Lapangan dan fungsi terkait lainnya di KKKS
sebagai Tim Perunding/Negosiator maupun untuk menyiapkan laporan,
menghadapi tuntutan demonstran/pemogok, memproses perselisihan
di PHI/PN, maupun menyiapkan upaya-upaya mitigasi selanjutnya. Bila
diperlukan, perusahaan dapat koordinasi dengan fungsi-fungsi terkait di
BPMIGAS termasuk didalamnya.
d. Menyusun strategi apabila tidak terjadi kesepakatan dalam perundingan
dengan Perwakilan Pekerja.
e. Mengumumkan kepada pekerja atas rencana unjuk rasa/mogok kerja dan
menghimbau seluruh pekerja untuk tetap bekerja seperti biasa.
f. Melakukan upaya penyelesaian perselisihan melalui perundingan agar
tidak terjadi mogok. Perusahaan dapat meminta bantuan BPMIGAS dalam
proses perundingan sebelum melakukan mediasi ke Disnaker.
g. Apabila perundingan mengalami dead-lock, KKKS perlu menyusun strategi
penyelesaian perselisihan yang baru dengan memperhatikan keamanan
dan kelancaran proses produksi KKKS.
h. Melakukan koordinasi dengan Disnaker/instansi terkait lainnya guna
memastikan apakah rencana unjuk rasa/mogok kerja tersebut sah atau
tidak secara hukum. KKKS melakukan langkah-langkah penanganan dan
pengamanan serta persiapan tindakan akibat hukumnya.
i. Menyusun mitigasi produksi dengan koordinasi fungsi-fungsi terkait di
BPMIGAS/Instansi Pemerintah lainnya (bila perlu membentuk tim khusus
untuk menjamin kelancaran/keamanan proses produksi).
4.1.2. Tahap Pelaksanaan Unjuk Rasa & Mogok Kerja
a. KKKS berusaha maksimal agar operasional & proses produksi tetap
berjalan, antara lain dengan:
• Mengamankan alat produksi dan asset perusahaan dengan
mengerahkan petugas pengamanan internal perusahaan maupun
koordinasi dengan aparat keamanan eksternal.
• Melokalisir demonstran & pemogok sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu kegiatan operasional dan proses produksi.
• Bila diperlukan, mengaktifkan tim khusus yang telah disiapkan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:108 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
109
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
b. KKKS menghadapi demonstran & pemogok:
• Menunjukkan sikap tidak bermusuhan, sehingga emosi dapat saling
terkendali dan tidak menjurus ke anarkis.
• Memanggil wakil demonstran & pemogok untuk berunding kembali
guna menyelesaikan perselisihan/meminta pekerja bekerja kembali.
• Bila unjuk rasa dan/atau mogok kerja tidak sah atau mengganggu
ketertiban atau bersifat anarkis maka Perusahaan dapat meminta
aparat keamanan untuk mengambil tindakan penertiban serta
pengamanan.
• Pekerja yang melakukan mogok kerja tidak sah akan dinyatakan
sebagai mangkir. Perusahaan mengeluarkan surat panggilan
sebanyak 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 hari kepada
Pekerja untuk kembali bekerja.
• Dalam hal Disnaker telah melakukan melakukan upaya penyelesaian
masalah yang menyebabkan terjadinya pemogokan dan telah
dilimpahkan kepada lembaga PHI, maka Perusahaan melakukan
perundingan dengan SP/perwakilan Pekerja untuk menghentikan
mogok kerja.
4.1.3. Tindak Lanjut Pasca Unjuk Rasa & Mogok Kerja
a. KKKS mencatat kronologi insiden unjuk rasa & mogok kerja, dan
melaporkannya kepada pihak-pihak terkait (internal & eksternal).
b. Dalam hal aksi unjuk rasa & mogok kerja menimbulkan gangguan pada
kegiatan operasional atau menyebabkan terhentinya proses produksi atau
bahkan hingga menimbulkan kerugian materil/jatuh korban luka/meninggal
dunia, maka KKKS harus menghitung total kerugian yang diakibatkan dan
mengidentifikasi semua pihak-pihak yang bertanggung jawab maupun yang
dirugikan dirugikan untuk kepentingan laporan, pembuktian dalam proses
hukum dan upaya-upaya mitigasi selanjutnya.
c. KKKS melakukan koordinasi dengan SP untuk mengurangi dampak negatif
mogok kerja agar suasana pekerjaan, baik untuk pekerja yang mendukung
ataupun yang tidak mendukung unjuk rasa & mogok kerja.
d. KKKS menyusun laporan/mendokumentasikan secara lengkap seluruh
proses unjuk rasa & mogok kerja.
4.2. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja perusahaan jasa penunjang
(PJP)
4.2.1. Pada prinsipnya, proses penanganan unjuk rasa & mogok kerja oleh pekerja
PJP di butir ini sama dengan prosedur penangan pada butir 4.1 di atas, namun
peran KKKS di atas diupayakan sepenuhnya dilaksanakan secara langsung oleh
PJP sebagai konsekuensi adanya hubungan kerja langsung antara PJP dengan
pekerjanya.
4.2.2. PJP bertanggung jawab untuk menyusun strategi dan langkah-langkah di
lapangan dalam menangani unjuk rasa & mogok kerja pekerjanya.
4.2.3. Fungsi pengawasan dan pengendalian berada pada KKKS dengan tetap
melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan BPMIGAS maupun instansi
pemerintah lainnya.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:109 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
110
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
4.2.4. Jika diperlukan, KKKS dapat melarang pekerja PJP yang melakukan unjuk rasa
& mogok kerja berada di lokasi perusahaan KKKS.
4.2.5. Untuk mengamankan alat produksi dan asset KKKS, menjaga kepentingan
operasional KKKS & kelangsungan proses produksi, bila diperlukan KKKS dapat
mengadakan pekerja pengganti.
4.3. Unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat
4.3.1 Pedoman ini disusun khusus untuk unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan
oleh pekerja KKKS dan pekerja PJP.
4.3.2 Penanganan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dikoordinasikan dengan
fungsi Hubungan Pemerintah & Masyarakat (HUPMAS) BPMIGAS, KKKS dan
fungsi-fungsi terkait.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka
Umum.
5.2. Undang-Undang No. 39/1999 tentang HAM (Pasal 25 Hak untuk Mogok).
5.3. Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang No. 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
5.5. KEPPRES No. 63/2004 tentang Objek Vital Nasional.
5.6. Kepmen No. 232/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Yang Tidak Sah.
VI. LAMPIRAN
6.1. Alur Mogok Kerja (Lampiran 1).
6.2. Bagan Komunikasi (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:110 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
111
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
Lampiran 1

Alur Mogok Kerja














































Pengusaha
SP/B dan atau
pekerja
Perselisihan
Perundingan untuk
penyelesaian
Perundingan gagal
Setuju (perselisihan diselesaikan)
SP/B dan atau pekerja
merencanakan Mogok Kerja
Tidak diijinkan Mogok Kerja karena
menyangkut kepentingan umum/
mengganggu keamanan
SP/B memberikan surat
pemberitahuan Mogok Kerja
kepada Perusahaan &
Lembaga Pemerintah paling
tidak 7 hari sebelum mogok
kerja
Instansi pemerintah membantu para pihak untuk
menyelesaikan perselisihan (MEDIASI)
Mediasi Gagal Setuju (perselisihan diselesaikan)
SP/B dan atau pekerja
memutuskan memulai,
menunda atau mengakhiri
Mogok Kerja
Instansi Pemerintah
menyerahkan kepada
Lembaga Penyelesian
Perselisihan Industrial
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:111 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
112
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A

KOMUNIKASI

INTERNAL

Team Manajemen

Team HR (Hubungan
Industrial dan C&B)

Team Hukum

Team Komunikasi

EKSTERNAL

BPMIGAS

DISNAKER

PAMOBVIT

MEDIA MASA

Team Keamanan

Team Produksi & Safety

Team Perunding/
Negosiator


Lampiran 2

Bagan Komunikasi





























migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:112 3/19/2009 3:51:28 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN
KE LUAR NEGERI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
113
B
A
H
A
N

P
E
R
T
I
M
B
A
N
G
A
N

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
I. UMUM
Rujukan pasien ke luar negeri merupakan salah bentuk pelayanan yang diberikan kepada
pekerja dan keluarganya di lingkungan KKKS BPMIGAS dalam usaha mencapai derajat tingkat
kesehatan paripurna. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
dirasakan sangat cepat dan tingkat penyerapan perkembangan tersebut dirasakan kurang
merata di pusat kesehatan di Indonesia.
II. TUJUAN
Mempunyai kesamaan cara pandang dalam menetapkan standar rujukan pasien keluar negeri
dalam usaha mengupayakan pelayanan kesehatan yang terbaik sesudah memperoleh jasa
pelayanan kesehatan yang ada di dalam negeri.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS mengusulkan pekerja dan/atau keluarganya yang dirujuk ke luar negeri.
3.2. Badan Pertimbangan Kesehatan (Medical Board) BPMIGAS akan berdiskusi untuk
menyetujui atau menolak usulan rujukan ke luar negeri tersebut.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Rujukan pengobatan ke luar negeri bagi pekerja/keluarga KKKS harus mendapat
persetujuan dari BPMIGAS melalui Badan Pertimbangan Kesehatan.
4.2. KKKS yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat menyediakan fasilitas
pengobatan dan perawatan kesehatan TKA melalui kerjasama dengan primary health
care provider yang ada di Indonesia.
4.3. Dalam membuat keputusannya, Badan Pertimbangan Kesehatan mengacu pada alasan
profesi medis dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
4.3.1. Ketersediaan di Indonesia
• Sarana dan fasilitas kesehatan
• Obat-obatan
• Donor organ
4.3.2. Kompetensi & Pengalaman:
• Teknologi medis baru tidak tersedia/belum memadai di Indonesia
• Angka kegagalan terapi atau morbiditas tinggi
• Tingkat kesulitan kasus yang tinggi
• Jumlah kasus yang ditangani belum banyak
4.4. Riwayat Pengobatan sebelumnya:
4.4.1 Setelah terapi maksimal di Indonesia, masih terdapat ketidakjelasan diagnosa
atau terapi dan tindaklanjutnya.
4.4.2 Tidak ada perbaikan keadaan setelah terapi maksimal di Indonesia.
4.4.3 Follow up/kontrol kasus dari pengobatan di luar negeri sebelumnya yang telah
disetujui oleh BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:113 3/19/2009 3:51:28 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN
KE LUAR NEGERI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
114
B
A
H
A
N

P
E
R
T
I
M
B
A
N
G
A
N

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
4.5. Kasus Emergensi yang perlu dilakukan tindakan evakuasi ke luar negeri dengan
mempertimbangkan keselamatan jiwa dan fasilitas kesehatan yang memadai, cukup
dilaporkan kepada BPMIGAS maksimal 3x24 jam pasca kejadian dengan memperhatikan
peraturan/pedoman BPMIGAS.
4.6. Khusus untuk pengobatan TKA KKKS dan keluarganya ke luar negeri harus ada
referensi dari primary health care provider dan persetujuan Dokter Perusahaan (Chief
Medical Officer) atau fungsi Human Resources masing-masing KKKS. Apabila tidak
dilakukan, maka biaya yang dikeluarkan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi
KKKS.
4.7. Untuk pengobatan pekerja KKKS dan keluarganya ke luar negeri yang tidak memenuhi
ketentuan tersebut di atas, maka seluruh biaya yang timbul tidak dapat dibebankan
dalam biaya operasi KKKS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.7. Work Program & Budget (WP&B) KKKS-BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:114 3/19/2009 3:51:28 PM
1
migas_17x25 cm_2009.indd 1 3/19/2009 4:20:48 PM

SURAT KEPUTUSAN Nomor KEP- 0051/BP00000/2008/S8 TENTANG REVISI PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA KEPALA BPMIGAS
Menimbang : a. b. Bahwa Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan dan dikendalikan melalui Kontrak Kerja Sama Bahwa pengendalian manajemen operasi Kontrak Kerja Sama barada di tangan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS). Bahwa dalam rangka mengikuti perkembangan kebutuhan pengelolaan Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kontraktor Kotrak Kerja Sama, dipandang perlu untuk menyempurnakan Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang saat ini telah diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal 11 Mei 2005.

c.

Mengingat

:

1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi; 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi; 5. Keputusan Presiden No. 20/P Tahun 2008 tanggal 16 April 2008 tentang Pengangkatan Kepala BPMIGAS. 6. Production Sharing Contract (PSC). 7. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal 11 Mei 2005, tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama; 8. Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama (“Pedoman Tata Kerja No. 18/2005”).

MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Memberlakukan Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 Revisi l tahun 2008 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama ("PTK No. 18 Revisi I") sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini untuk seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama di lingkungan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Revisi l tersebut terdiri dari : 1. Menyempurnakan Pedoman Tata Kerja No. 18/2005 dengan mengubah sebagian isinya sepanjang menyangkut pedoman mengenai Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia, Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Di atas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK), dan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.

migas_17x25 cm_2009.indd i

3/19/2009 3:50:47 PM

SURAT KEPUTUSAN

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI B (BPMIGAS)

i

SURAT KEPUTUSAN

BADAN PELAKSANA KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

-2Surat Keputusan No.: KEP- 0051 /BP00000/2008/S8

2.

Menambahkan pedoman baru dalam Pedoman Tata Kerja No. 18/2005, yaitu pedoman mengenai Total Remunerasi, Cross Posting, Rancangan Struktur Organisasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Penanganan Unjuk Rasa dan Mogok Kerja, dan Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri, Sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.

KEDUA

:

Menugaskan kepada Kepala Divisi Eksternal sebagai penanggungjawab yang secara berkesinambungan mengadakan penyempurnaan terhadap Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam PTK No. 18 Revisi I ini, akan ditetapkan kemudian dan akan menjadi satu kesatuan dalam PTK No. 18 Revisi I ini. Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.

KETIGA

:

Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 20 Oktober 2008 Kepala BPMIGAS
GI

A

N USAHA TA

H

UL

KE

U
DAN GAS

MI
AK

U

ii

migas_17x25 cm_2009.indd ii

B

MI

N

Ir. R Priyono

Y

3/19/2009 3:50:47 PM

dan bertanggungjawab. migas_17x25 cm_2009. II. baik yang berkaitan dengan proses rencana penggunaan tenaga kerja. transparan. sehingga diharapkan sudah mengakomodasi sebagian besar kepentingan KKKS. Apabila ada penyimpangan atas pelaksanaan pengelolaan SDM KKKS. Oleh karena itu. III dan IV.Buku Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) KKKS ini merupakan penyempurnaan terhadap pedoman yang sudah ada sebelumnya.indd iii 3/19/2009 3:50:47 PM KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR iii . maka buku pedoman ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan BPMIGAS dalam menindaklanjuti temuan audit yang terkait dengan SDM dan setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS. pengembangan tenaga kerja nasional serta hubungan industrial dan kesejahteraan. Melalui pedoman ini. tanpa mengurangi fungsi pengawasan dari BPMIGAS. sedangkan kebijakan yang bersifat strategis serta berdampak besar terhadap kelangsungan operasi produksi dan hubungan industrial tetap memerlukan persetujuan BPMIGAS. yang berisi tata cara pengelolaan SDM KKKS. Proses penyusunan pedoman ini melibatkan para praktisi SDM KKKS melalui kelompok kerja I. Demikian agar buku pedoman ini menjadi acuan bersama dalam mengelola SDM KKKS. Penyempurnaan pedoman yang dilakukan kali ini dilandasi oleh adanya perubahan beberapa peraturan perundangan ketenagakerjaan dan semangat untuk mengelola SDM KKKS yang berpihak kepada tenaga kerja nasional berdasarkan kompetensi melalui pengawasan dan pengendalian SDM yang obyektif. terlihat jelas bahwa BPMIGAS memberikan kewenangan kepada KKKS untuk melaksanakan kebijakan yang bersifat operasional. para pengelola SDM KKKS dituntut agar melakukan upaya nyata untuk mengelola SDM secara profesional supaya program pengembangan tenaga kerja nasional dapat terlaksana dengan baik guna mendukung proses operasi produksi perusahaan.

indd iv 3/19/2009 3:50:47 PM . Mengevaluasi kelemahan dalam Regulatory Framework (ketentuan peraturan ketenagakerjaan) di Kegiatan Usaha Hulu Migas serta mendorong Pemerintah untuk memperbaikinya. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terpadu.STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010 STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010 Melakukan Continous Improvement Initiatives dalam semua proses untuk menurunkan biaya secara menyeluruh. iv migas_17x25 cm_2009. Mendorong dan mempercepat penyediaan SDM Nasional yang terlatih untuk mendukung Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Mengendalikan penggunaan Sumber Daya Manusia KKKS secara terstruktur dan terpola agar biaya TKI bisa mencapai 75% dari total biaya personnel dengan tetap meperhatikan kaidah CostBenefit.

..................................................................................................... 43 8................................................................................................ 81 23................................... 79 22. 75 20...... Cross Posting Tenaga Kerja Indonesia ............................................................................................... 46 9.................... iii Strategi BPMIGAS Dalam Pengelolaan SDM Sesuai Blueprint BPMIGAS 2005 – 2010 .... 71 18......................... Penyusunan Peraturan Perusahaan & Perjanjian Kerja Bersama (PP&PKB)........... 29 5................................... 16 4................. Tata Cara Administrasi Pemeriksaan Kesehatan Pekerja ................ Tata Cara Administrasi Pengesahan Obat Oleh Apoteker .......... 41 7.......... 113 migas_17x25 cm_2009...............................................Surat Keputusan ... 66 16................................................................................... 105 25..................................................................................................................................... v 1................................. 58 13.............................. 5 3............................. Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri ......................... Career Development Monitoring (CDM) ....................... 1 2................................................. 65 15........................ Coop................... Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) ........................... Tata Cara Administrasi Rujukan Pasien Ke Luar Negeri ................ i Kata Pengantar .......................... Ketentuan Administratif Dewan Medik ............................................................................................................. 55 12............................................................................................................... 69 17................................. Rancangan Struktur Organisasi KKKS ....................................................................................... Beasiswa Luar Negeri ................................. Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) ................................................................................. 76 21................... 51 11...............................................indd v 3/19/2009 3:50:47 PM DAFTAR ISI DAFTAR ISI v .............. Mentoring . Pengupahan Dan Kesejahteraan......... Manajemen Informasi Pekerja KKKS ........... Beasiswa Dan Beawiyata Dalam Negeri ................................................................................................ 64 14................ Total Remunerasi .......................... Rencana Kerja Dan Anggaran Ketenagakerjaan (RKA) ............. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) & Mutual Agreement Termination (MAT) .......................................................... Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya ............................. Pengembangan Karir Internasional ............ Penanganan Unjuk Rasa Dan Mogok Kerja ............... 73 19..................... Pelatihan Pendidikan Pekerja BPMIGAS Dan Pegawai Instansi Pemerintah Atas Beban KKKS ................................................. Program Praktek Kerja Mahasiswa................................................ 101 24........................................ 37 6...................................... Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan . 107 26............... iv Daftar Isi ... Siswa Dan Pihak Lain ................................................... 48 10....

.. MD-1 Struktur Organisasi ................................... Technical Education Assistance (TEA) 2 ......................... Notulen Rapat CDM ............. Lampiran 2................................................................................................................ Surat Persetujuan Hak-hak Kewajiban Mengikuti Program Pelatihan Atas Beban KKKS ............................. Lampiran 6...................................................... Nota Penjelasan ..... 54 PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Lampiran 1.............. Lampiran 6.................................................................................. 3.... Lampiran 2............... Lampiran 2............... Lampiran 3... MD-2 Bagan Perencanaan Penggunaan & Penggantian TKA .............................. Technical Education Assistance (TEA) 1 ........................ 32 34 35 36 5........... Lampiran 3....................................................... Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah Jabatan ...indd vi 3/19/2009 3:50:47 PM .............................. 62 9............................ Lampiran 4............................................................................................. Lampiran 8................................................... Laporan Kekuatan Pekerja KKKS ........LAMPIRAN LAMPIRAN 1.......................................................... Lampiran 4...................... Uraian Singkat Pekerjaan Dan Persyaratan Minimum Jabatan TKA . Lampiran 7........................................................................................................ 10 11 12 13 14 15 21 22 23 24 25 26 27 28 2..................................................... Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) ................. Operational Statistic For Manpower ....... MD-3 Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan ...... Budget Year Expenditure .......... 40 PENGEMBANGAN KARIR INTERNATIONAL Lampiran 1.......................... Operational Statistic For Expatriate Personnel Analysis ......................................................................................... Lampiran 4........ Annual Training Report Budget & Evaluation ............................... Lampiran 5.......... 4.............. MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA Lampiran 1.................... MD-4 Program Pertukaran Pekerja Internasional ...... Lampiran 5.. Surat Permohonan IMTA Non Reguler ....... 60 Lampiran 2....... 3 Lampiran 2............... Lampiran 3................... SISWA DAN PIHAK LAIN Lampiran 1............... Budgeted Total Personnel Expenses ........... 57 PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.............................................. Project Status Report .......................................................... Compensation & Benefits Budget Evaluation .......... Program Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Rangka Penggantian TKA .... Lihat masing-masing KKKS (Individual Development Plan) PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Lampiran 1.............. RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Lampiran 1..... Identifikasi Pemohon ...................................................................................... 8.............................................................................................. 7.................... Surat Permohonan Kepada Tiga Ditjen ........... IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Lampiran 1.............................................. 6....... Rekomendasi BPMIGAS Untuk Tamu Asing .......................... COOP........... 4 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Lampiran 1......... CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Lampiran 1.............................. vi migas_17x25 cm_2009........................................

Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi ....................................... 111 Lampiran 2............................. 112 vii migas_17x25 cm_2009.... Cross Posting Business Process ...................... 99 12............................................ CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Lampiran 1............ 78 11.......................10............................................ TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Lampiran 1........indd vii 3/19/2009 3:50:48 PM .. Assistance Requistion Sheet (ARS) ..................................... Bagan Komunikasi ........................ TOTAL REMUNERASI Lampiran 1........ 85 Lampiran 2.................. 104 13............. PENANGANAN UNJUK RASA DAN MOGOK KERJA Lampiran 1................ Komponen & Tariff Remunerasi TKI .... Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies) .......................... Alur Mogok Kerja ................................... 91 Lampiran 3.........................

bpmigas. KKKS wajib melakukan pelaporan bulanan sesuai yang berlaku saat ini: 4. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS Jumlah TKI. III.com. II.com. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. maupun TPC (jangka pendek.4.3. 2.1. migas_17x25 cm_2009.3. Sepanjang KKKS belum melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan. KEWENANGAN 3. 4. Pekerja yang diberi tugas tersebut mempunyai akses untuk masuk ke dalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS di dalam situs http://www.4. Setiap KKKS menentukan petugas yang melakukan pengisian data ke dalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS dan membuat laporan ketenagakerjaan yang disetujui oleh pimpinan tertinggi HR. TUJUAN 2. Manajemen Informasi Pekerja KKKS dilaksanakan dengan berbagai cara agar cepat dan tepat dengan menggunakan sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang dapat di akses melalui situs http://www.4. 4. 2.2. informasi yang diperoleh melalui sistem pelaporan tersebut dikirimkan kepada BPMIGAS dengan menggunakan sarana : Situs/Internet KKKS : http://www. KKKS wajib melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang telah dibuat BPMIGAS yang dapat diakses melalui situs : www.2.1. baik penuh/full posting (sesuai RPTK).2.bpmigas.1. UMUM 1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Mulai Berlaku Tanggal. maka diperlukan informasi/data pekerja yang cepat dan akurat. Untuk dapat menunjang keputusan manajemen dengan cepat dan tepat.3.com pada sistem informasi data ketenagakerjaan.bpmigas. Untuk mengantisipasi perkembangan SDM yang demikian cepat dan kompleks. 1.2.1. Memonitor pengelolaan SDM KKKS di lingkungan KKKS. IV.indd Sec1:1 3/19/2009 3:50:48 PM MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS 1 . : 11 Mei 2005 I. KKKS wajib melakukan pembaharuan data setiap saat sesuai kondisi aktual di perusahaan. Manajemen Informasi Pekerja KKKS adalah pengelolaan data pekerja KKKS sebagai dasar pengelolaan SDM yang diperlukan oleh manajemen BPMIGAS dan KKKS. Untuk mendapatkan data yang bisa dipakai sebagai acuan dilingkungan KKKS dan bisa dibuka setiap saat oleh pekerja (yang mempunyai akses kedalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS) dilingkungan KKKS. Untuk menyediakan informasi dalam melaksanakan pengelolaan SDM KKKS.1. yang bersifat project/sementara). Informasi pelaporan merupakan data-data pekerja yang diperlukan untuk menunjang keputusan manajemen dalam pengawasan dan pengendalian SDM KKKS. 3. 1.bpmigas.com Surat Facsimili E-mail 4. 1.

2.Tg = Leave Without Payment. 4. .2. .Ph = Penutupan Perusahaan.2.4.Pekerja Waktu Tertentu (PWT) atau pekerja kontrak (direct hire). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No. . VI. . Laporan Kekuatan Tenaga Kerja (KTK). Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK). . Kontrak Kerja Sama (PSC).MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Mulai Berlaku Tanggal. . jabatan). untuk jangka pendek yang bersifat project/sementara. V. 5.Pe = Meninggal Dunia.Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT) atau pekerja tetap.Pa = Pensiun Purnakarya.Pc = Mengundurkan Diri. 4. (Lampiran 2). .1.Td = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional. (Lampiran 1).indd Sec1:2 3/19/2009 3:50:48 PM . Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) • Penerimaan TKI/(B). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. .Pb = Pensiun Dini atas Permintaan Sendiri.5. Undang-Undang No. Undang-Undang No. .Pd = Mengundurkan Diri atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement Termination = MAT). . . . : 11 Mei 2005 Jumlah TKI yang terdiri dari : . .4. 2 migas_17x25 cm_2009. Lokasi/Area. LAMPIRAN 6. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. .Tf = Change Job Title dan Perubahan Organisasi. 5. • Transfer/(T): . 6.Tb = Promosi (perubahan grade/golongan.Pg = Disebabkan Pelanggaran berat yang dilakukan pekerja. Departemen.5.Pekerja TPC. KKKS menyusun Pelaporan selain tersebut diatas yang ditetapkan BPMIGAS. 5. 5.Ta = Pindah Jabatan.Tc = Internasionalisasi. REFERENSI 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. .3.1. • Pemutusan Hubungan Kerja/(P) : .Pf = Alasan Kesehatan.Te = Job Assignment/Overseas On The Job Training.

: 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS 3 . Sub Kontraktor Sub Total Tenaga Kerja Asing No. Sub.migas_17x25 cm_2009. Cont.indd Sec1:3 LAPORAN KEKUATAN PEKERJA KKKS Bulan ……………………… > Attachment 1 KKKS Nasional Staff PWT Non Staff Sub Total Total IMTA IKS Grand Total Keterangan State Empl. Lokasi/Wilayah Kerja 3/19/2009 3:50:48 PM MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Staff PWTT Non Staff Sub Total Mulai Berlaku Tanggal.

NS Tmt.indd Sec1:4 LAPORAN MUTASI TENAGA KERJA INDONESIA Bulan ………………………………………… Kategori S Lokasi Gol. Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL No. : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS B = Baru (Penerimaan Pekerja Baru) T = Transfer Ta Tb Tc Td Te Tf Tg = Pindah Jabatan.4 MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS > Attachment 2 migas_17x25 cm_2009. Jabatan Catatan : Mulai Berlaku Tanggal. Jabatan Gol. Code Ket. Nama KKKS Nama Nopeg Jabatan dan Kedudukan Lama Baru Dept. Lokasi Dept. Lokasi/Area = Promosi (perubahan grade/golongan/jabatan) = Internasionalisasi = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional = Job Assignment/Overseas On The Job Training = Change Job Title dan perubahan organisasi = Leave Without Payment P = PHK (pemutusan hubungan kerja) Pa = Pensiun Purnakarya Pb = Pensiun Dini Atas Permintaan Sendiri Pc = Mengundurkan Diri Pd = Mengundurkan Diri Atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement Termination) Pe = Meninggal Dunia Pf = Alasan Kesehatan Pg = Disebabkan Pelanggaran Berat Yang Dilakukan Pekerja Ph = Penutupan Perusahaan 3/19/2009 3:50:49 PM . Departemen.

Materials. 1. KEWENANGAN 3. Kelompok Exploration/Development.4. Kelompok Administration Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Administrative Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-11).1. Insurance. berdasarkan hubungan Kontrak Kerja Sama. serta Personnel Expenses yang dialokasikan pada fungsi Exploration/Development Expenses. Production Expenses dan Administrative Expenses. Total Personnel Expenses dipisahkan untuk 3 jenis kegiatan yaitu kelompok Exploration/ Development. Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Budgeted Exploration/Development Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-4).2.1. Rencana Kerja & Anggaran Tenaga Kerja adalah rencana kerja kegiatan pengelolaan Tenaga Kerja yang dituangkan dalam bentuk rencana pengeluaran biaya di setiap KKKS yang merupakan dasar penyusunan Work Program & Budget (WP&B). TUJUAN 2. : 11 Mei 2005 I. 2.2. Compensation and Benefits Budget Evaluation adalah rincian anggaran berdasarkan komponen Salary Wages.1.indd Sec1:5 3/19/2009 3:50:50 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 5 . II.3. Outside Services. Production dan Administration. Budgeted Total Personnel Expenses adalah rincian anggaran yang diisi data pengeluaran biaya TKI & TKA sampai dengan akhir tahun dari Total Personnel Expenses. Untuk menjamin komitmen KKKS dalam pelaksanaan pengelolaan ketenagakerjaan.1. 1.3. Total Personnel Expenses adalah keseluruhan pengeluaran biaya tenaga kerja yang terdiri dari pengupahan (Salary & Wages). Benefit dan belanja Iain-Iain untuk pekerja (Personnel Expenses). Other/Employee Benefits dan kandungan biaya tenaga kerja yang dimasukan dalam Technical Services. yang mencakup Salary Wages & Benefits.2.2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. migas_17x25 cm_2009.2. Kelompok Production Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Budgeted Production Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-8).2. KKKS menyusun rancangan anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang sesuai dengan strategi/kebutuhan bisnis dan kemampuan finansial perusahaan. III. 1. Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan pengendalian pengelolaan SDM Kontraktor Kontrak Kerja Sama dengan analisa dan evaluasi Strategis. UMUM 1. 1. 1. 1. Environmenttal Control dan Sundries.

Apabila KKKS melaksanakan kebijakan Pengupahan Ketenagakerjaan. 4. maka KKKS menyampaikan revisi tersebut kepada BPMIGAS cq. KKKS meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. 4. 4.1. 17 (Budget Year Expenditure).4.2. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial. Dengan mengajukan formulir Lampiran 1. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial sebelum rapat WP&B dilaksanakan (Sebelum tanggal 30 September tahun berjalan).indd Sec1:6 3/19/2009 3:50:50 PM . Apabila dalam pelaksanaan/realisasi rencana kerja terjadi kenaikan biaya yang melebihi batasan anggaran yang telah di setujui.RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Report Table 11 WP&B (Operational Statistics for Manpower) dan Report Table 12 WP&B (Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis).2.2. Namun apabila penyebab kenaikan biaya tersebut semata-mata karena kenaikan jumlah tenaga kerja Indonesia dan jumlahnya tidak lebih dari 10% dari anggaran ketenagakerjaan yang telah di setujui. 6 migas_17x25 cm_2009. 4. KKKS menyusun anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang. (Compensation & Benefits) di luar dari rencana kerja.6. Dalam tahun anggaran yang sedang berjalan : 4. Kemudian disampaikan kepada BPMIGAS cq. : 11 Mei 2005 3. 4.3.5. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial melaksanakan evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran yang diajukan tersebut dan dibahas dengan KKKS terkait untuk rekomendasi kepada Tim WP&B. 2 yang telah diisi dan revisi Report Table 11 WP&B (Lampiran 3) dan Report Table 12 WP&B (Lampiran 4). Rencana Kerja dan Anggaran bidang Ketenagakerjaan merupakan dasar dalam penggunaan Tenaga Kerja sehingga setiap pengajuan RPTK & Ijin Penggunaan Tenaga Kerja khususnya TKA harus berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran ketenagakerjaan yang telah disetujui.1. maka KKKS harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Apabila KKKS akan merevisi Anggaran bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui. dilengkapi dengan : Budget Schedule No. maka KKKS wajib meminta persetujuan terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum dapat di masukkan sebagai tambahan beban biaya operasi. Rencana Kerja dan Anggaran kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui. Apabila KKKS harus membuat kebijakan ketenagakerjaan di luar dari RKA yang telah disetujui BPMIGAS. BPMIGAS melakukan evaluasi atas rancangan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) di bidang ketenagakerjaan yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan dan memberikan persetujuannya untuk dipedomani oleh KKKS pada pelaksanaan rencana kerja di bidang ketenagakerjaan dalam tahun anggaran ke depan. Hal ini dituangkan dalam formulir Budgeted Total Personnel Expenses.4. IV. Report Table 15 WP&B (Project Status Report). menjadi bahan pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja KKKS pada periode tahunan anggaran yang akan datang (sesuai dengan periode WP&B). maka KKKS dapat melaksanakan tanpa persetujuan BPMIGAS. 4. Compensation & Benefits Budget Evaluation Annual dan Training Report Budget& Evaluation (lihat pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan).4.

Operational Statistics for Manpower. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.indd Sec1:7 3/19/2009 3:50:50 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 7 . • Employee Salary Wages/Benefits Data Salary Wages/Benefits dimasukan kedalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja nasional ataupun expat. REFERENSI 5. Report Table 12 WP&B (Lampiran 4). Training.1. Peraturan Pemerintah No.6. Peraturan Pemerintah No.6. Budget Schedule 17 WP&B (Lampiran 5). VI. Welfare/Medical dan Other yang dianggarkan dalam kelompok Exploration/Dev. 6. 5. Kebijakan yang diambil KKKS dalam bidang Ketenagakerjaan yang tidak berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran bidang Ketenagakerjaan tanpa melalui persetujuan BPMIGAS dan atau tidak berdasarkan pada kebijakan-kebijakan/keputusan-keputusan BPMIGAS.5. Kontrak Kerja Sama (PSC). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. 6.2.4. Budget year Expenditure. 5. Outside Service.7. tidak menjadi beban biaya operasi. Accommodations. LAMPIRAN 6. Environment Control dan Sundries.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Biaya ini digunakan untuk Employee Relation. Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis. 6.1. : 11 Mei 2005 4. Compensation & Benefits Budget Evaluation (Lampiran 2). Report Table 11 WP&B (Lampiran 3). Undang-Undang No.5. Budgeted Total Personnel Expenses (Lampiran 1).3. Personnel Expenses merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary Wages/Benefit. 6. V. Report Table 15 WP&B (Lampiran 6). Work Program & Budget (WP&B). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service.3. Di dalam Work Program & Budget. 5. Data mengenai pekerja dari kelompok Exploration/Development. Project Status Report. 5. Undang-Undang No. Personnel Expenses ini merupakan bagian dari anggaran Administration (row 21) dibawah sub judul Exploration Administration Expenditures (row 20) dari Attachment to Schedule-4. 5. Insurance. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. • migas_17x25 cm_2009.4. VII.2. PETUNJUK PENGISIAN Lampiran 1 : BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES : Line 1 : Exploration/Development Expenses. Materials.

) dari kelompok Administration. Environment Control dan Sundries. • Personnel Expenses Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary & Benefit. Data yang dievaluasi adalah data dari setiap kelompok yaitu : Exploration & Development.indd Sec1:8 3/19/2009 3:50:50 PM . data outside services. Insurance. anggaran tahun berjalan dan rencana anggaran tahun yang akan datang. Technical Services. • Employee Salary Wages/Benefits Data salary Wages/Benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat. Materials. Environment Control dan Sundries. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service. dengan mengisikan data realisasi tahun sebelumnya. Lampiran 2 : COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION. Outside Service. ditambah dengan anggaran untuk tenaga kerja lain. dsb. Line 2 : Production Expenses. Outside Service. 8 migas_17x25 cm_2009. insurance dan environmental control diisi jika memiliki alokasi biaya tenaga kerja dalam jenis biaya tersebut. material. Production dan Administration. Data mengenai pekerja dari kelompok Production. ditambah dengan anggaran untuk tenaga kerja lain (Outside Contract. • Employee Salary Wages/Benefits Data salary Wages/benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat. • Manpower Budget Data tentang jumlah tenaga kerja diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja di kelompok Production. • Manpower Budget: diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja yang dianggarkan dalam kelompok Administrative. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service. Insurance. Data mengenai pekerja dari kelompok Administration. Biaya ini sejalan dengan data pada Personnel Expenses (Row 24). Materials. : 11 Mei 2005 • Manpower Budget diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja dikelompok Exploration/Dev. • Personnel Expenses Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary Wages/Benefit. Biaya ini sejalan dengan data untuk Employee Relation pada row 40 dalam Attachment to Schedule-8 WP&B. Data diisi sesuai dengan salary & benefit Total di seluruh wilayah kerja. Attachment to Schedule-11 dalam WP&B.RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Line 3 : Administrative Expenses.

Development Drilling. : 11 Mei 2005 Lampiran 3 & 4 : OPERATIONAL STATISTICS FOR MANPOWER. migas_17x25 cm_2009. Lampiran 5 : BUDGET YEAR EXPENDITURE.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.indd Sec1:9 3/19/2009 3:50:51 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 9 . OPERATIONAL STATISTICS FOR EXPATRIATES PERSONNEL ANALYSIS. Lampiran 6 : PROJECT STATUS REPORT. dll) terdapat alokasi anggaran Supervisi. Budget Schedule-17 WP&B (Lampiran 5) Merupakan proposed budget pada Budget Schedule 17dari WP&B. yang merupakan anggaran ketenagakerjaan proyek yang dicantumkan dalam Project Status Report/closed out report AFE Project. Project Status Report dari Procedure Manual of Production Sharing Contract. Merupakan Proposed Budget. REPORT TABLE-15 (Lampiran 6). General & Administration. G&G. pada Report Table-11 WP&B (Lampiran 3) dan Report Table-12 WP&B (Lampiran 4). Adalah data anggaran Supervisi dan General & Adiministration pada proyek sesuai AFE. Exploration Drilling. REPORT TABLE-11 WP&B (Lampiran 3). REPORT TABLE-12 WP&B (Lampiran 4). Data ini diambil dari Report Table-15. Delineation Drilling. Pada setiap AFE proyek (misalnya Seismic & Other Survey.

Employee Salary & Benefits b. Mulai Berlaku Tanggal. Employee Salary & Benefits b. Exploration/Dev. : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 3/19/2009 3:50:51 PM . EXPAT NAT. EXPAT NAT. Personnel Expenses** Total Manpower TOTAL * : Personnel Expenses. EXPAT NAT. EXPAT NAT. EXPAT NAT.1 : : Operator Contract Area Proposed Budget Year : (in 1. SERV. OUTSIDE SERV. Personnel Expenses (Administration)* 2. part of Administration Expenses in Exploration /Dev. EXPAT EXPAT NAT EXPAT NAT. Administrative Expenses a. ** : Personnel Expenses Without Salary & Benefit for all employee status. INSURANCE MATERIALS DOMESTIC IMPORT ENVIRONM.indd Sec1:10 BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES LAMPIRAN . Personnel Expenses** 3.000 US$) PERSONNEL COST SAL. Expenses a. without Salary & Benefits.10 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) migas_17x25 cm_2009. EXPAT NAT FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1./WAGES BENEFITS TECH. CONTROL SUNDRIES TOTAL TOTAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 LINE DESCRIPTION MANPOWER BUDGET EXPAT NATIONAL EXPAT NAT. Employee Salary & Benefits b. Production Expenses a.

Housing Allw .other Total Outside Services MATERIALS* INSURANCE* ENVIRONMENTAL CONTROL* SUNDRIES* (personnel expenses that not covered by all items above) 5 6 7 8 ** TOTAL * : For Personnel Expenses & Benefits ** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B migas_17x25 cm_2009.Rotational Allw .. Total Salaries & Wages 2. OUTSIDE SERVICES . : 11 Mei 2005 > COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION Operator Operator Contract Contract Area LINE Attachment 2 : : (in 1.Field Allw . BENEFIT .other Total Technical Services 4. OTHER/EMPL.Transport Allw .Leave day off …………………….Meals & Trpt O/T Allw . TECHNICAL SERVICES .Salary .THRK Allw …………………………… Total Other/Empl.000 Budget Year ProposedUS$) : : : PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET BUDGET FOR NEXT YEAR % VARIANCE DESCRIPTION (1) EXPAT NATIONAL EXPAT (2) NATIONAL (3) EXPAT NATIONAL EXPAT (3-2) 2 NATIONAL 1.Salary . SALARIES & WAGES .indd Sec1:11 3/19/2009 3:50:51 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 11 .Incentives Comp Plan .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.Base Salary .Regional Allw .Shift Premium . Benefit 3.

Overseas Practical Training for Univ.Domestic .S2 Overseas Category : . Student b. TRAINING & COURSES a. Training Expenditures (K US$) : 12 migas_17x25 cm_2009.Routine .Other (AKAMIGAS) .Exploration . NUMBER OF NATIONAL STAFF 4.S3 degree . : 11 Mei 2005 > Z Attachment 3 d (Report Table 11 tW  (Report Table 11 of WP&B) of WP&B) Attachment 4 OPERAT STATISTIC FOR MANPOWER OPERATIONALIONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : DESCRIPTION Previous Budget WP&B CURRENT YEAR Year To Date Q3 Budget Actual Original Revision Proposed Next Year Budget 1.In House .Administration & Other 6. NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS . Category : .RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS . NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF 5. TOTAL MANPOWER 2.S2 degree .Project 3.S1 degree .Other E & P .Finec .indd Sec1:12 3/19/2009 3:50:52 PM .

2.indd Sec1:13 3/19/2009 3:50:53 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) . UNIT ANALYSIS 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.Production/Personnel (1b:3c) .Dev. Finance + Administration d. Development Expenditures c.Production/Personnel (1b:3b) . b. OPERATIONAL RESULT a. Expenditures/personnel (2a:3a) b. bbl.Explo. FINANCIAL RESULT a. Total Expatriates 4. Expenditures/personnel (2b:3b) c.Additional Reserve/personnel (1a:3a) . NUMBER OF EXPATRIATES a. Finance + Administration . Exploration Expenditures b. Production + Other Expenditures d. Total Expenditures 3. Other E&P . Eq. Other E&P c. UNIT ANALYSIS a. Discoveries + Reassesment Res. Exploration b.Expenditures/personnel (2d:3d) 13 migas_17x25 cm_2009. Production Equivalent bbl. : 11 Mei 2005 > Z Attachment 4 Attachment 5 (Report Table 12 W P&B) (Report Table 12 ofof WP&B) d tW  OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : CURRENT YEAR WP&B Year to Date Q3 Original Revision Budget Actual DESCRIPTION Previous Budget Proposed Next Year Budget 1. Expatriates Exploration .

: 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 12 11 13 EXPENDITURES TOTAL EXPANDITURES 3/19/2009 3:50:53 PM .h> K&OF WP  B BUDGET YEAR EXPENDITURE OPERATOR CONTRACT AREA PROPOSED BUDGET (NEXT YEAR) : : : (in 1.000 US$) Expressed in Thousands of Dollars 1) PERSONAL COST 2) TECHNICAL SERVICES SERVICES CONTROL OUTSIDE 3) CONTRACT/ 4) 5) 6) 7) EMPLOYEE BENEFITS EXPAT NATIONAL 8) TOTAL LINE DESCRIPTION SALARIES MATERIALS INSURANCE ENVIRONMENTAL SUNDRIES Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL EXPAT NATIONAL CAPITAL EXPENDITURES CAPITAL EXPANDITURES Exploration and Development Production Administration Total Capital Expanditures 1 2 3 4 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 NON-CAPITAL EXPANDITURES NON-CAPITAL EXPENDITURES Exploration and Development Production Administration Expenditures Total Non-Capital Expanditures Mulai Berlaku Tanggal.14 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:14 > Attachment 5 Attachment 6 BUDGET SCHEDULE of WP&B BUDGET SCHEDULE 1717tW & h'd ^.

15 migas_17x25 cm_2009. Subtotal .indd Sec1:15 3/19/2009 3:50:53 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) .Equipment * Supervisi * General & Admin. Subtotal .Seismic & Other Survey * Supervisi * General & Admin. Subtotal . Subtotal .Work Over * Supervisi * General & Admin. Subtotal .Other * Supervisi * General & Admin. Subtotal .Development Drilling * Supervisi * General & Admin. Subtotal Grand Total Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFE Proyek.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.Exploration Drilling * Supervisi * General & Admin. Subtotal . hanya baris supervisi dan G&A.Production Facilities * Supervisi * General & Admin.G&G * Supervisi * General & Admin. Yr 6 Remaining Budget 9 8 Estimated Actual Amount 10 Over/(Under) Budget 11 AFE by Catagories Original 4 Revised 5 This Qtr 7 Total YTD Remarks 16 12 . Subtotal .Delineation Drilling * Supervisi * General & Admin. : 11 Mei 2005 > Z B P M I GAS PRODUCTION SHARING CONTRACT PROJECT STATUS REPORT OPERATOR CONTRACT AREA QUARTER ENDED d Attachment 7 tW  Report Table 15 of WP&B : : : Total Budget Actual Expenditures Prev.

1. yang digunakan BPMIGAS di dalam melakukan pengendalian dan pengawasan penggunaan dan penempatan tenaga kerja.3. TDE (Technical Development Exchange). Pada dasarnya. RPTK Program Pertukaran Pekerja Internasional dibuat untuk menampung program Job Swapping. 1. UMUM 1. 16 migas_17x25 cm_2009. Untuk setiap posisi TKA harus diikuti dengan program transfer teknologi. RPTK Reguler dibuat untuk dasar penggunaan TKA yang melaksanakan kegiatan rutin dan menduduki posisi permanen (established) dalam struktur organisasi KKKS atau jangka waktu penggunaannya lebih dari 12 bulan. dalam melakukan pengisian posisi di RPTK harus mengutamakan TKI. : 20 Oktober 2008 I. RPTK terdiri dari: 1. baik melalui pendampingan dan/atau memberikan pelatihan.2. 1. Penggunaan TKA merupakan bagian dari penerapan teknologi dan pengetahuan. 1. 1. Evaluasi dan monitoring penggunaan TKA akan dilakukan berdasarkan semua ketentuan tersebut di atas. RPTK KKKS (RPTK) adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS. dan POD dengan memperhatikan kepentingan operasional KKKS.1. serta penempatan wakil perusahaan.2. dan alih teknologi.indd Sec1:16 3/19/2009 3:50:54 PM .3.10. berdasarkan kegiatan yang tertuang di dalam rencana kerja & anggaran KKKS. 1.1.4.3. AFE. 1.3. melalui format MD-1 & MD-2.8. yang secara substansi merupakan penggunaan tenaga kerja asing melalui kontrak jasa keahlian tenaga kerja dengan pihak ke tiga.3. RPTK KKKS dibuat berdasarkan WP&B.5. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja yang digunakan sebagai dasar evaluasi penggunaan tenaga kerja asing.3. serta program-program pengembangan TKI (program suksesi dan penugasan ke luar negeri). BPMIGAS berperan sebagai pengawas dan pengendali tenaga kerja di lingkungan KKKS. 1. 1.4. 1.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. RPTK Co-Operative Academic education (Co-op)/praktek kerja dibuat untuk menampung program pemagangan dari kantor pusat yang terkait dengan kebijakan pemerintah.7. penyusunan struktur organisasi yang mencerminkan kegiatan operasi KKKS. RPTK Non Reguler dibuat untuk TKA yang melaksanakan kegiatan operasional yang bersifat sementara dan jangka waktu penggunaannya sampai dengan 12 bulan 1. yang merupakan bagian proses formalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi (Depnakertrans). RPTK Proyek merupakan bagian dari RPTK Reguler yang penggunaannya berdasarkan kegiatan proyek yang tergambar di dalam rencana kerja dan anggaran proyek di luar dari anggaran rutin personalia. Setiap rencana penggunaan TKA harus diikuti dengan rencana pengembangan TKI.9. 1. pembinaan dan pengembangan TKI.6.

4. Selanjutnya. Terjadi reorganisasi/restrukturisasi secara signifikan (3 layer dari atas) di KKKS. 2.1. Kep 173/MEN/2000 tentang Jangka Waktu RPTK pasal 3 ayat 2. : 20 Oktober 2008 II.2.2.1. 3. Untuk menunjang kegiatan operasi migas KKKS sesuai dengan rencana kegiatan KKKS yang tertuang di dalam WP&B. AFE. dengan jangka waktu paling lama 60 hari: 3. 3.2. 3. persetujuan BPMIGAS dapat diberikan dengan ketentuan pembebanan biaya operasi akan tergantung kepada persetujuan AFE/TSA tersebut. RPTK Reguler dapat diajukan selambatlambatnya 4 bulan sebelum habis masa berlakunya.2. 2. Sebagai bagian dari rencana strategi bisnis perusahaan dalam pengelolaan SDM. Mengikuti pelatihan singkat. Bagi KKKS yang tidak mempekerjakan TKA. 17 migas_17x25 cm_2009. 3. PENGATURAN/BATASAN 3. Terjadi perubahan mendasar pada rencana kegiatan yang tertuang dalam WP&B. dan POD.5.7. III. Optimalisasi penggunaan TKA dalam rangka memberi kesempatan kerja. RPTK Non Reguler (berikut IMTA) dapat diajukan bersamaan dengan pengajuan AFE/TSA.2. 2.3.5.2. Perubahan RPTK perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS apabila : 3.3. periode penggunaan atau penambahan jabatan TKA. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia. 3. 3. dan POD.2. 2.2. 3.3.4.3. nama jabatan. RPTK dapat dibuat untuk periode maksimum 5 tahun sesuai dengan Kepmenaker No. Melakukan pembicaraan bisnis.4. 2.7. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja asing agar efektif dan efisien. Sebagai dasar pengendalian penggunaan biaya tenaga kerja asing.indd Sec1:17 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) . Bagi KKKS yang mempekerjakan TKA. 3. Pada dasarnya RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga diperlukan dengan tujuan: 2. seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta pengawasan kualitas barang atau produksi. RPTK tidak dipersyaratkan bagi Warga Negara Asing yang menggunakan Visa Kunjungan untuk keperluan di bawah ini. Terjadi perubahan struktur.1.1.5. Waktu pengajuan RPTK KKKS : 3.4. atau pada komitmen Operasi. Sebagai dasar dalam pengajuan permohonan IMTA. Sebagai dasar pengendalian dan pembebanan biaya.6.5. Sepanjang KKKS telah memiliki rencana kerja & anggaran sesuai periode tahun pengajuan RPTK. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja agar efektif dan efisien. TUJUAN Pada dasarnya RPTK diperlukan dengan tujuan: 2.1.3.5.7. pembinaan dan pengembangan TKI.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. RPTK dapat diajukan selambat-lambatnya 1 bulan sebelum habis masa berlakunya.1. 2. harus dilaporkan ke BPMIGAS. 3. Perubahan-perubahan selain ketiga butir di atas. AFE. 2.

RPTK dapat diajukan sesuai dengan kontrak KKKS atau dijadikan satu untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama. 6.5.6. pada prinsipnya. 4. : 20 Oktober 2008 3. kontrak antara BPMIGAS dengan kontraktor. 3. 3.1. KKKS menyampaikan dokumen RPTK dalam bentuk buku dan soft copy (lihat Lampiran) kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam rapat konsultasi.7.5.1. PETUNJUK PELAKSANAAN 5.5. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi. RPTK dari beberapa kontrak wilayah kerja KKKS yang dikelola oleh operator yang sama. Undang-Undang No.2. disusun secara terpisah dengan RPTK KKKS. IV. KEWENANGAN 4. 3. BPMIGAS melakukan evaluasi dan menyetujui RPTK KKKS dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK. Kep-228/Men/2003 tanggal 31 Oktober 2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 6.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. dengan prinsip.4.3. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial. Dengan mempertimbangkan aspek legal. maka RPTK dapat direvisi untuk diajukan kepada Depnakertrans. WP&B atau AFE) dan justifikasi khusus lainnya. REFERENSI 6. V. 3. 18 migas_17x25 cm_2009. diproses ke Depnakertrans dalam satu kesatuan.8. KEPMENAKERTRANS No.7. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di Indonesia.5.7.indd Sec1:18 3/19/2009 3:50:54 PM . tidak dapat ditempatkan dalam posisi RPTK KKKS.4. 6.6. terdapat kejelasan pembebanan biaya. VI. 3. 6. Undang-Undang No.5.2. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.5.1. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi yang berwenang.2. Tenaga kerja asing yang memiliki status kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga. 5.6 Work Program & Budget (WP&B). 3.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No. BPMIGAS melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK. 3. KKKS mengajukan permohonan RPTK ke BPMIGAS untuk dievaluasi berdasarkan anggaran (POD. Peraturan Pemerintah No.9. Apabila terjadi perubahan program kerja KKKS. yang menggambarkan posisi-posisi tenaga kerja asing untuk melaksanakan kegiatan yang akan dikontrakkan melalui kontrak jasa keahlian tenaga kerja (profesional) dengan pihak ketiga. 6.

hasil usaha. 7. Memuat daftar isian identitas Perusahaan dengan menyebutkan secara jelas nama.3. 19 migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 6.1. Dalam rangka keperluan evaluasi kegiatan operasi. Teknologi yang digunakan. Nama jabatan yang digunakan untuk TKA disesuaikan dengan nama jabatan yang terdapat pada ketentuan yang berlaku dan penggunaannya disesuaikan dengan lamanya waktu penggunaan yang ditetapkan pada ketentuan yang berlaku. MD-2: Bagan Rencana Penggunaan dan Penggantian TKA (Lampiran sesuai Kepmen 228/Men/2003) – Lampiran 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. Daerah operasi dan luas wilayah kerja.3.1. 7. Environmental Issue.3.1.1.8. Pengindonesiaan.4. Tingkat produksi minyak dan gas yang akan diupayakan (bagi KKKS Produksi).3.5. 7. Kegiatan eksplorasi dengan menyebutkan secara spesifik berupa kilometer data seismic yang dilakukan.6. 7.1. VII.4.1. termasuk di dalamnya penggunaan sebutan jabatan dan penempatan TKA maupun TKI yang jumlah maksimumnya berdasarkan manpower forecast/budget pada WP&B – Lampiran 3. lokasi kegiatan/produksi. swapping dan internasionalisasi (untuk KKKS Produksi). Dalam penyusunan struktur organisasi dan penempatan TKA harus memperhatikan : 7. MD-1: Struktur Organisasi.1.3. Rencana pengisian jabatan TKI yang masih lowong. 7.1.1. Training Program.3. 7. 7. Community Development.2.1. Tersedianya jumlah tenaga kerja berdasarkan pengetahuan. status Badan Usaha dan Instansi Pemberi Ijin Usaha. 7. Drilling program/jumlah sumur yang akan dibor. 7. KKKS harus melampirkan formulir isian data kegiatan Perusahaan 5 tahun terakhir (form nota penjelasan).1. Anggaran operasi dan kapital.2. 7.7. LAMPIRAN RPTK memuat rencana kebutuhan TKA dan TKI yang dituangkan dalam : 7. Identitas Pemohon (Lampiran I halaman 1 pada KepMen 228/Men/2003) – Lampiran 2. 7.9.1. alamat. Penempatan TKA hanya pada jabatan yang spesifikasi jabatannya belum terpenuhi oleh kualitas TKI yang ada dan pengguna TKA dapat membuktikannya bila hal ini diperlukan. KEPMENAKERTRANS No. MD-1 disusun berdasarkan analisa organisasi & analisa jabatan sesuai dengan kebutuhan operasi yang diproyeksikan pada program kerja. Nota Penjelasan disampaikan dalam bentuk pengantar gambaran umum operasional rencana kerja KKKS yang memuat: 7.2. 7. 7. jenis usaha.indd Sec1:19 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) . Kep-20/Men/III/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. keahlian dan kemampuan dalam waktu dan tempat yang tepat. Nota Penjelasan – Lampiran 1.8.

1.4. Tenaga Kerja Asing/Tenaga Kerja Indonesia dan Rencana Pengindonesiaan – Lampiran 7. 1. disusun dengan menetapkan nama TKA dan TKI pengganti/pendamping yang tercantum dalam MD-1. pengalaman kerja. Berisi rekapitulasi jumlah formasi jabatan.6. Lampiran MD-2 terdiri dari: 7.1. MD-4 : Program Swapping – Lampiran 8. uraian singkat pekerjaan/jabatan serta persyaratan minimum jabatan sebagai dasar penempatan tenaga kerja – Lampiran 5. Semua TKI pendamping yang direncanakan menggantikan TKA. 20 migas_17x25 cm_2009. dengan menyebutkan pendidikan.2. Lampiran 2 : Program Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia dalam rangka penggantian TKA (Lampiran I halaman 5 pada Kepmen 228/Men/2003) – Lampiran 6 : Memuat Program Pendidikan dan Pelatihan TKI yang dipersiapkan untuk menggantikan TKA. MD-3 : Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan. Lampiran 1 : Uraian jabatan dan persyaratan minimum jabatan TKA (lampiran I halaman 4 pada Kepmen 228/Men/2003. yang menyebutkan nama jabatan. jumlah TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan serta Internasionalisasi/Swapping. yang memuat uraian singkat sebutan dan persyaratan minimum jabatan TKA. dirinci menurut kelompok jabatan pada Departemen yang bersangkutan.indd Sec1:20 3/19/2009 3:50:54 PM . Dalam MD-2 tercakup didalamnya data isian yang dibutuhkan pada lampiran 1 halaman 2 dan 3 pada Kepmen 228/Men/2003.5.4. Berisi Program Swapping yang memuat nama jabatan di Indonesia dan di Luar Negeri yang direncanakan untuk swapping.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. (hanya diperlukan dalam RPTK Pertukaran Pekerja Internasionalisasi/Swapping). 7. : 20 Oktober 2008 MD-2. jabatan mulai digunakan dan batasan waktu penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. harus diprogram untuk melaksanaan Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan.

: 20 Oktober 2008 21 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 6. EKSPLORASI / EXPLORATION Luas Wilayah (Km2) Area (sq. . ANGGARAN (Juta) / BUDGET (Million US$) Operasi Operation Kapital Capital Anggaran Pengembangan Development/Training Revisi Ke I Tanggal. KATEGORI : Eksplorasi & produksi / Produksi / Eksplorasi 4.indd Sec1:21 Tahun (xxxx) Produksi (N-2) (N-1) Tahun saat ini (N) (N+1) (N+2) (N+3) (N+4) 1. TEKNOLOGI / TECHNOLOGY Teknologi Recovery Recovery Technology Teknologi Drilling Drilling Technology Teknologi Baru New Technology 5. JENIS PERUSAHAAN : KKKS / JOB 2.Attachment 1 > BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI DATA KEGIATAN PERUSAHAAN UNTUK PENGAJUAN RPTK migas_17x25 cm_2009.km) Jumlah Sumur Pengeboran Number of exploration wells Jumlah KKKS/Blok Number of PSC/Blocks Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 2. LOKASI : Offshore / Onshore 3. SUMBER DAYA MANUSIA (orang) / MAN POWER (persons) TKI National Employees TKA Expatriates % TKA terhadap TKI % of Expat to Nat. MULAI BEROPERASI : Tahun (xxxx) Eksplorasi NO ITEM (N-3) 1. PRODUKSI / PRODUCTION Minyak & Kondensat (BOPD) Oil & Condensate (BOPD) Gas (KBOEPD) Gas (KBOEPD) Jumlah Sumur Produksi Number of production wells FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 3. PENAMBAHAN CADANGAN / ADDITIONAL RESERVES (MMSTBOE) Jumlah Penambahan Cadangan Additional reserves 4.

K. Nomor Telepon d.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. 1.T. 2. 1 Kepmen 228/2003) BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI DAFTAR ISIAN RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA DALAM RANGKA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING R. Kantor Pusat b. 6. : PMA/PMDN/PROYEK/LEMBAGA/YAYASAN/PERUSAHAAN SWASTA NASIONAL/ASING**) : *) Lokasi sampai Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota) **) Coret yang tidak perlu 22 migas_17x25 cm_2009. 7. 5.indd Sec1:22 3/19/2009 3:50:58 PM . E-Mail (harus diisi) Nama Pimpinan Lokasi Kegiatan/Produksi *) Jenis Usaha/Hasil Usaha Nomor SIUP Status Badan Usaha Instansi Pemberi Ijin Usaha : : : : : : : : : : Tanggal : Fax : 3.P.A. : 20 Oktober 2008 > > / Attachment 2 < (Lampiran I hal. Nama Perusahaan/Proyek Alamat di Indonesia a. 4. 8. Kantor Cabang c.

A B C D E . A B C D E 23 migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:23 3/19/2009 3:50:58 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Attachment 3 JOB MD1 .Halaman : BAGAN ORGANISASI > 8 Ket.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal.2007 JOB 1 2 3 4 5 6 7 Ket. : 20 Oktober 2008 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI Nama Bagian/Seksi KKKS Indonesia RPTK 2003 .

I hal 2 &3 Kepmen 228/2003) migas_17x25 cm_2009. Thn…….24 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) > Attachment 4 MD ..1 PENDIDIKAN & PENGALAMAN KERJA TKI PENDIDIKAN PENGALAMAN JABATAN MULAI DIGUNAKAN Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL HAL. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BATASAN*) WAKTU *) Batasan Jabatan Ketentuan Pemerintah Disetujui Pimpinan Tertinggi KKKS Revisi Ke I Tanggal.2 (Lamp. NAMA JABATAN NAMA TKA NAMA TKI PENDAMPING/ PENGGANTI WAKTU PENGGUNAAN & PENGGANTIAN TKA Thn……..indd Sec1:24 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI BAGAN PERENCANAAN PENGGUNAAN & PENGGANTIAN TKA KKKS PERIODE : : MD . Thn……. : 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Tanggal : 3/19/2009 3:50:59 PM . KOORD..

: 20 Oktober 2008 > Attachment 5 (Lampiran I hal.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. 4 Kepmen 228/2003) BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI URAIAN SINGKAT PEKERJAAN DAN PERSYARATAN MINIMUM JABATAN TENAGA KERJA ASING NO 1 NAMA JABATAN 2 URAIAN SINGKAT PEKERJAAN/JABATAN 3 PERSYARATAN MINIMUM PENDIDIKAN 4 PENGALAMAN KERJA 5 25 migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:25 3/19/2009 3:50:59 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) .

5 KepMen 228/2003) migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 3/19/2009 3:50:59 PM . Pimpinan Revisi Ke I Tanggal. Jakarta. LAMANYA 4 5 6 7 8 9 NAMA JABATAN SEKARANG 10 DALAM PERUSAHAAN LUAR PERUSAHAAN *) NAMA JABATAN YANG DIDUDUKI TKA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN YANG DILAKSANAKAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN RENCANA PENEMPATAN (MULAI PENGGANTIAN) KETERANGAN TKI YANG AKAN DILATIH SEBAGAI PENGGANTI TKA JENIS Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 1 2 3 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL *) Kalau Diklat dilaksanakan diluar perusahaan harap sebutkan Lembaga Diklat dan alamatnya.indd Sec1:26 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA INDONESIA YANG DIPERSIAPKAN UNTUK PENGGANTI TENAGA KERJA ASING NO.26 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) >Attachment 6 (Lampiran I hal.

Public Afairs 8.Global Information System . Law 6.SHE Sub Total FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 2. Exploration 3. TENAGA KERJA ASING/TENAGA KERJA INDONESIA DAN RENCANA PENGINDONESIAAN LAMPIRAN 7 Formulir : MD 3 : .. Kelompok Jabatan Formasi Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 1.Jakarta Security .Procurement Services . Upstream Bussiness Services .………………………………………………………. Medicine & Occupational Revisi Ke I Tanggal.Land Team . : 20 Oktober 2008 7.Controllers .migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:27 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI REKAPITULASI JUMLAH FORMASI JABATAN.Audit . Production .Tax .Operation Technical .Fasilities .Com./Planning/JI . Halaman : 1 TKI Staff Formasi Manpower Formasi Manpower Formasi Manpower Ke 1 Ke 2 Ke 3 KKKS PERIODE TKWNAP Non Staff Manpower : ………………………………………………………… Jumlah Tenaga Kerja Rencana Pengindonesiaan Tiap Tahun No. Gas Marketing 4. Human Resources 27 3/19/2009 3:51:00 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Jumlah .APO Product Operations .Drilling .Treasury Sub Total 5.

: 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 3/19/2009 3:51:00 PM .indd Sec1:28 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM PERTUKARAN PEKERJA INTERNASIONAL KKKS PERIODE NAMA JABATAN DI LUAR NEGERI NAMA JABATAN *) URAIAN JABATAN : : Dept Area Halaman : : : MD .28 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Attachment 8 MD 4 > migas_17x25 cm_2009. NAMA JABATAN *) URAIAN JABATAN WAKTU PELAKSANAAN NAMA PERUSAHAAN DAN NEGARA TUJUAN THN THN THN THN SWAPPING 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Revisi Ke I Tanggal.1 NAMA JABATAN DI INDONESIA Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL HAL KOORD.

UMUM 1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal.indd Sec1:29 3/19/2009 3:51:00 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) . seperti Job Swapping.2. 1. 1. diberikan berdasarkan persetujuan dari instansi teknis terkait.5.4. IMTA Perpanjangan – yang diperpanjang masa berlakunya pada jabatan yang sama.2. seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta pengawasan kualitas barang atau produksi. IMTA Non Reguler – yang diberikan untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sementara (di bawah 1 tahun). 1. TKA yang memerlukan IMTA adalah TKA yang akan melaksanakan kegiatan operasi KKKS. IMTA Pindah Jabatan – yang pindah dari jabatan lama ke jabatan baru. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap realisasi penempatan TKA berdasarkan persyaratan jabatan.2. harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. kebutuhan operasi KKKS. 1. 1. 1.2. TKA KKKS yang bekerja di lingkungan operasional KKKS harus memperoleh rekomendasi BPMIGAS untuk mendapatkan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). 1. BPMIGAS berwenang untuk menyetujui atau menolak permohonan IMTA yang akan diproses ke instansi yang terkait dan menentukan jangka waktu kerja TKA sesuai kebutuhan operasi KKKS.4.3.4.1. KEWENANGAN 3. IMTA Program Pengembangan – yang diberikan untuk mengisi posisi-posisi yang terkait dengan program pengembangan.6.4. Mengikuti pelatihan singkat. 29 migas_17x25 cm_2009. 1. : 20 Oktober 2008 I. dan kinerja TKA tersebut. II.1.4.3. Dalam penggunaan TKA apabila ada pembebanan ke biaya operasi. IMTA Baru – untuk pertama kali diberikan.2. secara langsung maupun tidak langsung.5. 1. TUJUAN 1. Technical Development Exchange. 1. Berdasarkan RPTK yang disetujui.2. berdasarkan Visa Tinggal Terbatas (VTT). III. di mana kegiatan TKA tidak termasuk di dalam visa index 211. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi yang berwenang.4.4.7.4. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia. 1. 1. 1. di Indonesia.2. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di Indonesia.4.3. 1.2. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil. Sebagai acuan untuk proses penggunaan dan perijinan TKA yang akan dipekerjakan oleh KKKS berdasarkan perundangan yang berlaku.4.1.2.1. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial. Definisi: 1.5.1. TKA yang tidak memerlukan IMTA TKA yang menggunakan Visa Kunjungan untuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut : 1. 1. Melakukan pembicaraan bisnis.

Jika KKKS mempekerjakan TKA melebihi jangka waktu yang telah disetujui atau tanpa persetujuan BPMIGAS. 4. 4.3.2. 4.indd Sec1:30 3/19/2009 3:51:01 PM . Dalam rangka penyegaran organisasi dan penyerapan teknologi baru. dapat dibahas secara khusus. bagi TKA yang telah bertugas di KKKS yang sama (termasuk yang mengalami perubahan kepemilikan) di Indonesia selama 6 tahun.IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. Pengecualian terhadap butir 4. 4. 4.7. 4. 4. untuk diajukan kepada BPMIGAS. Perubahan IMTA diperlukan apabila terjadi perubahan nama jabatan dan atau lokasi kerja TKA.2.1. di atas. 4. Penggunaan TKA untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama. 4. Masa penggunaan TKA di KKKS berdasarkan keputusan dari BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan TKA tersbut di Indonesia dengan prinsip BPMIGAS hanya menyetujui satu pemegang jabatan untuk satu jabatan TKA. kecuali dengan pertimbangan khusus. menggunakan satu IMTA. Batas usia TKA minimal 30 tahun (kecuali untuk TKA yang melaksanakan program terkait dengan pengembangan TKI) dan maksimal 60 tahun. : 20 Oktober 2008 3.6.2. dapat dibahas secara khusus.8.5.2. KKKS tidak dibenarkan mengajukan permohonan IMTA bagi TKA yang masih ada hubungan kerja dengan KKKS/perusahaan lain di Indonesia. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS.14.12. 4.4.12. 4.1.15. Pengecualian terhadap butir 4. 4. untuk diajukan kepada BPMIGAS. 4. maka beban biaya atas kelebihan waktu kerja TKA tersebut tidak menjadi beban biaya operasi KKKS.10. dengan menyebutkan kejelasan di dalam ruang lingkup pekerjaan sebagai dasar proses ke instansi terkait. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS. IV. KKKS berkoordinasi dengan Dinas PTK&HI BPMIGAS untuk mengevaluasi kinerja TKA tersebut selama bekerja di perusahaan (KKKS) sebelumnya.13.2. 4. TKA harus memenuhi persyaratan kompetensi seperti tercantum dalam dokumen RPTK yang disetujui untuk dapat dipekerjakan oleh KKKS.9.10. Sebelum melaksanakan rekrutmen. 30 migas_17x25 cm_2009.11. PENGATURAN/BATASAN 4. TKA tersebut direkrut setelah yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawab di perusahaan (KKKS) sebelumnya dan minimal 6 bulan sudah tidak bekerja di perusahaan (KKKS) lain. 4. Rekomendasi IMTA yang telah diterbitkan dapat ditinjau kembali apabila ada indikasi TKA bermasalah atau terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. supaya diadakan penggantian dengan mengutamakan penggunaan TKI. Apabila KKKS akan merekrut TKA dari KKKS lain harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 4. Waktu pengajuan untuk rekomendasi IMTA selambat-lambatnya 2 bulan sebelum IMTA dibutuhkan. IMTA digunakan sebagai formalitas penggunaan TKA sesuai dengan peraturan dan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku. di atas.

Work Program & Budget (WP&B). PETUNJUK PELAKSANAAN 5. 02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No.3. 6. Permenakertrans No. 7. 5.3. Kontrak Kerja Sama (PSC). copy passport. 6.2. copy AFE dan keterangan tujuan kunjungan beserta perkiraan lama kunjungan) – Lampiran 4.2.indd Sec1:31 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. IMTA 7. 7. Rekomendasi BPMIGAS untuk Tamu Asing – Lampiran 3.5.7. REFERENSI 6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.16. Jabatan. 6.1. yang berisi keterangan singkat atas TKA dan keterangan urgency untuk mempekerjakan TKA – Lampiran 1. Undang-Undang No. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi rencana kunjungan kerja warga negara asing seperti tercantum pada lampiran. 6. Periode kunjungan warga negara asing dalam rangka kunjungan kerja ditentukan oleh rekomendasi BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan di Indonesia. Peraturan Pemerintah No.2. VI.6. Tambahan Lembaran Negara RI No. V. 7. 4279). 6.1. 31 migas_17x25 cm_2009. Surat Permohonan kepada tiga Ditjen dari KKKS dan BPMIGAS – Lampiran 2. 42/2002 Tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.1.4.1. 39. 6. PER. LAMPIRAN 7.1. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RI Tahun 2003 No. Surat Permohonan IMTA Non Reguler yang berisi keterangan singkat atas TKA (Nama. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah Jabatan. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi IMTA beserta dokumen lainnya seperti tercantum pada lampiran.1. : 20 Oktober 2008 4.2. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. VII.

IMTA (diisi nomor dan masa berlaku IMTA sebelumnya) 32 migas_17x25 cm_2009. / Tahun….. ………………… TKA yang diusulkan oleh ………(nama KKKS) …. Komitmen terhadap transfer teknologi (mentoring) 10. : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 No.. / …. (diisi sesuai keperluan) …… Dengan hormat. untuk : 1. Sehubungan dengan kebutuhan operasional perusahaan.indd Sec1:32 3/19/2009 3:51:01 PM . 13 Wing 3 Jl.. Pasport • Nomor • Masa berlaku • Nomor • Masa berlaku 6. untuk menduduki jabatan tersebut : 1. ….IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. (diisi sesuai keperluan) …. : Kepala Divisi Eksternal Perihal : ……. Jend. Pengalaman kerja 8. Jabatan/koordinat MD Uraian singkat jabatan Rencana Indonesianisasi Persyaratan jabatan • Pendidikan • Pengalaman Kerja : : : : : Jakarta. Pendidikan formal tertinggi • Universitas/Akademi • Jurusan • Ijazah/tahun 7.. 32-34 Jakarta 12950 u. Gatot Subroto Kav. Kepada Yth. 4.p. 2. Hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya : : : : : : : : : : : : : : : 5. bersama ini kami mengajukan permohonan …. Nama 2. Kompetensi yang dimiliki TKA 9. BPMIGAS Gedung Patra Jasa Lt. Keterangan urgency 11. Tempat tanggal lahir 3. 3. Kewarganegaraan 4..

kami ucapkan terima kasih.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal.. 7. : 20 Oktober 2008 TKI pendamping dari TKA yang bersangkutan adalah : 1. mohon agar Bapak dapat memberikan persetujuan atas …………….…………………………… 4. (diisi sesuai keperluan) ………………. 6.……. (Nama Pejabat) (Nama Jabatan Pemohon) Catatan : Untuk pimpinan tertinggi KKKS surat pengajuan ditujukan kepada Kepala BPMIGAS. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan.……………………………………………………………. 2.indd Sec1:33 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) . 3..…………………………………………………………….. dimaksud. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.…………………………… Kursus yang pernah diikuti (yang relevan dengan syarat jabatan di atas) : ………………………………………………………………………………………………… ………. Hormat kami ………(Nama KKKS) ……………. 33 migas_17x25 cm_2009. 5. Nama : Tempat tanggal lahir : Pendidikan Formal Tertinggi • Universitas/Akademi : • Jurusan : • Ijazah/tahun : Mulai dinas di perusahaan : Jabatan saat ini/koordinat MD : Pengalaman kerja : ………………………………………………………………………………………………… ………..

Tempat / Tanggal Lahir Kebangsaan Nomor Paspor Perusahaan Pengikut : : : : : : : (Nama TKA) (Jabatan TKA) (Koordinat MD-1) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Kebangsaan TKA) (Nomor Paspor TKA) (KKKS) (Jumlah istri dan anak TKA yang ikut ke Indonesia) http://www. tahun. 1. 22 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav.. bulan…..... : 20 Oktober 2008 Lampiran 2 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI ( BPMIGAS ) KANTOR PUSAT Gedung Patra Jasa Lt.p. 16. Direktorat Jenderal MIGAS u. Jakarta 12950 INDONESIA PO BOX 4575 JKP 10045 Nomor Lampiran Perihal : Telp : 5290...n. 2... berikut lampiran-lampirannya perihal permohonan : (ijin kerja baru/perpanjangan/perpanjangan dan pindah jabatan dan ITAS) : Nama Jabatan/Slot No. kami ucapkan terima kasih. 13. Direktur Pembinaan Program Migas 2.bpmigas..p.com : Seperti tersebut : Permohonan Ijin Kerja Baru / Perpanjangan. kami mengharapkan agar surat permohonan tersebut di atas dapat diproses untuk mendapatkan ijin yang diperlukan Atas kerjasama serta bantuan Saudara.. Direktur Dokumen Perjalanan Visa dan Faskim Jakarta Bersama ini kami sampaikan surat No…tanggal . Direktorat Jenderal BINAPENTA u.1261 Jakarta.. A.. Pindah Jabatan Perusahaan tersebut di atas adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk kelangsungan operasi KKKS . Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal (Nama Pejabat) 34 migas_17x25 cm_2009. Direktur Penggendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing 3. 1. Direktorat Jenderal IMIGRASI u. 32 – 34.indd Sec1:34 3/19/2009 3:51:01 PM . Yang Terhormat.... 21..p.0245-48 /BPD4000/2009/S8 Fax : 5290. Selanjutnya.. 14. BPMIGAS dapat menyetujui penggunaan TKA dimaksud..IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal..

dengan ini kami mohon persetujuan Bapak untuk rencana Kunjungan Kerja bagi Tamu Asing sebagai tersebut dalam lampiran berikut : 1. tanggal . Tanggal Surat Perihal: Permohonan Persetujuan Kunjungan Kerja Bagi Tamu Asing Dengan Hormat.indd Sec1:35 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) . terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan. Maksud Kunjungan : : : : : : (Nama TKA) (diisi sesuai yang tertera dalam passport) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Nomor Paspor TKA) (diisi sesuai ketentuan) (diisi dan dijelaskan secara singkat) Sebagai bahan pertimbangan. : 20 Oktober 2008 Lampiran 3 No.. Surat Kepada Yth.. Nomor Passport 5. Tempat/Tanggal Lahir 4. Nama 2.. Mengetahui / Menyetujui A. kami ucapkan terima kasih. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal Hormat kami.n.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal.. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi u. Kebangsaan 3..p. Berdasarkan pengajuan WP&B/POD/AFE nomor .. 35 migas_17x25 cm_2009. Lamanya Kunjungan 6.. Kepala Divisi Eksternal Tempat. Atas perhatian dan kerjasama Bapak.

: 20 Oktober 2008 Lampiran 4 No. Biaya ditanggung oleh 8. Kebangsaan 3. Rasuna Said – Jakarta Selatan Direktorat Jenderal BINAPENTA u. 36 migas_17x25 cm_2009.n.R. Direktur Pembinaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi Jl. kami ucapkan terima kasih. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal Hormat kami. Maksud Kunjungan : : : : : : : : (Nama TKA) (diisi sesuai yang tertera dalam passport) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Nomor Paspor TKA) (Jabatan TKA) (diisi sesuai ketentuan) (diisi sesuai pembebanan biaya) (diisi dan dijelaskan secara singkat) Sebagai bahan pertimbangan. Jabatan 6. Tempat/Tanggal Lahir 4. Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Jl. Mengetahui / Menyetujui A. dengan ini kami mohon persetujuan Saudara untuk memberikan Ijin Kerja Sementara bagi: 1.02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008.indd Sec1:36 3/19/2009 3:51:02 PM .IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan.: PER. Nomor Passport 5. Lamanya Kunjungan 7. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Nama 2. Atas perhatian dan kerja sama Saudara.p. Surat Direktorat Jenderal MIGAS u.p. Gatot Subroto – Jakarta Selatan Tempat. Tanggal Surat Perihal: Permohonan IMTA Non Reguler Dengan Hormat. H.

2 Pembahasan dalam CDM meliputi: 1.2.7. 1. untuk dianalisa optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja sesuai kebutuhan operasi.9. untuk dianalisa apakah transfer kompetensi berjalan dengan baik. mampu melakukan pengembangan TKI dan mendayagunakan TKI secara optimal.2.2.1. Performance Management. Overseas On-The-Job-Training TKI/Job Assignment. Penugasan TKI (Internasionalisasi). yaitu pengiriman dan penempatan TKI ke luar negeri yang memiliki kompetensi standar internasional yang telah terseleksi serta terpilih untuk ditempatkan pada suatu jabatan di perusahaan tersebut atau perusahaan Induk/anak perusahaan di Luar Negeri dengan remunerasi “global standard” dan biaya Program Penugasan TKI adalah menjadi beban perusahaan pengguna TKI di Luar Negeri. Pertukaran Pekerja Internasional (lihat Pedoman SDM perihal Pengembangan Karier Internasional). Perpanjangan masa kerja atau mempekerjakan kembali TKI. II. 1.2. 1. Untuk dianalisa apakah program–program dilaksanakan secara efektif berdasarkan perencanaan yang sistematis dan berdasarkan Training Need Analysis. 1.2. produktifitas tenaga kerja. 1.1.indd Sec1:37 3/19/2009 3:51:02 PM CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) . Monitoring berkala antara BPMIGAS dengan KKKS dalam rangka pembahasan mengenai strategi pengelolaan pekerja KKKS.2. 1.2. 1.5. 1. untuk dianalisa kemampuan dan keberhasilan dalam melaksanakan pengembangan kompetensi pekerja. Untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam pengembangan kompetensi TKI. khususnya dari TKA kepada TKI. : 11 Mei 2005 I.1. untuk dianalisa keberhasilan pengembangan karir dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja.11.3.1.8. 37 migas_17x25 cm_2009. Program Mentoring (lihat Pedoman SDM perihal Mentoring). Pelaksanaan Suksesi. untuk dianalisa apakah pengembangan kompetensi dan pengembangan karir pekerja dilaksanakan secara obyektif. UMUM 1. sebagai indikator kegagalan rencana suksesi dan pengembangan kompetensi.2. pendayagunaan dan pengembangan pekerja KKKS.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal.2.1. 1. 1. antara lain Rencana Kerja & Anggaran.1. Career Development Monitoring (CDM) adalah : 1. Pelaksanaan Career Development Meeting Internal KKKS. untuk dianalisa efisiensi dan efektivitas penggunaan biaya tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja KKKS.10.2.2.2. Untuk meningkatkan upaya pengelolaan SDM KKKS. Pelaksanaan Rekrutmen. untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam mendorong pengakuan internasional terhadap kompetensi TKI. TUJUAN 2. 1. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan. Evaluasi kinerja pelaksanaan pengolaan pekerja KKKS.2. untuk dianalisa apakah dalam pelaksanaan dilakukan dengan mekanisme terstruktur dan secara obyektif untuk seluruh pekerja baik TKI maupun TKA.4. 1.6. Pendidikan dan Pelatihan TKI (lihat Pedoman SDM perihal Pendidikan dan Pelatihan TKI).

5. : 11 Mei 2005 2.2. 5. 5.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan dan pengendalian bidang ketenagakerjaan secara obyektif dan konsisten serta mampu mendorong KKKS untuk melaksanakan pengembangan TKI secara profesional agar dapat meningkatkan kompetensi TKI dan kemampuan nasional secara bersama. CDM dilaksanakan melalui pertemuan berkala.CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal. menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan CDM. data ketenagakerjaan di BPMIGAS. . 1. RPTK. realisasi penggunaan TKA dan hasil monitoring BPMIGAS selama periode 1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya. CDM ini membahas perkembangan/kemajuan serta upaya-upaya KKKS selama periode 1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya dan rencana pengelolaan SDM tahun yang akan datang.2. CDM mengacu pada data WP&B.1. kegiatan operasional dengan BPMIGAS. disusun performance contract KKKS dalam pengelolaan SDM. PENGATURAN/BATASAN 4.2. .2. 3.9.3. KEWENANGAN 3. Realisasi Suksesi TKA oleh TKI pada tahun sebelumnya dan rencana tahun yang akan datang. 1. Penundaan dan percepatan Suksesi TKA oleh TKI. KKKS melaksanakan pengelolaan SDM sesuai dengan rencana kerja KKKS dan melaporkan kepada BPMIGAS. KKKS agar melaporkan secara tertulis yang akan dibahas di dalam rapat CDM sebagai berikut : 5.Pertukaran Pekerja Internasional (Swapping/Technical Development Exchange). Berdasarkan hasil pembahasan ini. Strategi Pembinaan dan Pengembangan TKI secara umum. Realisasi tahun berjalan dan rencana tahun yang akan datang dari : .indd Sec1:38 3/19/2009 3:51:02 PM .1. Performance Management yang diterapkan. 5. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.2. .7.1. 1.6. .8.5. 5. secara terencana dan terpadu dengan jadwal setiap akhir tahun dan pembahasan lanjutan jika diperlukan.Mentoring. Realisasi dan Rencana Penerimaan Pekerja. data-data pelaporan KKKS.1.2.1.2.3. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan. III.2.2. 38 migas_17x25 cm_2009.1. 5.1.Penugasan TKI/lnternasionalisasi. BPMIGAS memonitor.Overseas On The Job Training/On The Job Training dalam negeri. Realisasi dan rencana perpanjangan masa kerja/mempekerjakan kembali pekerja yang telah purnakarya. IV.2. Hasil pembahasan (notulen rapat) ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari BPMIGAS dan KKKS.4. V. 5. 4.Pendidikan dan Pelatihan TKI. Mekanisme pencalonan pekerja dalam Pengembangan Karir.

6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. : 11 Mei 2005 V.1. 6.2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal. Undang-Undang No. Notulen rapat CDM (Lampiran 1). 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 39 migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:39 3/19/2009 3:51:02 PM CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) . LAMPIRAN 7.1.6. VII. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. REFERENSI 6.5. 6.3. Peraturan Pemerintah No.4. 6. Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6. Work Program & Budget (WP&B).

HASIL PEMBAHASAN BPMIGAS Pemimpin Rapat KKKS : 40 migas_17x25 cm_2009..-..... : 11 Mei 2005 Lampiran 1 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI CAREER DEVELOPMENT MONITORING KKKS Tempat / Waktu Tanggal : : BPMIGAS-Lt..indd Sec1:40 3/19/2009 3:51:02 PM ../ 00...CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal.00 : .....-Wing ...

5. III. 4. V. KKKS mempersiapkan “Program Mentoring” yang terstruktur terhadap setiap TKA yang dipekerjakan di KKKS. KEWENANGAN 3. 5. BPMIGAS melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Mentoring. Hasil pelaksanaan Program Mentoring yang dilakukan TKA menjadi salah satu masukan dalam memberikan perpanjangan ijin kerja yang bersangkutan.indd Sec1:41 3/19/2009 3:51:02 PM MENTORING . UMUM 1. Mentor adalah setiap TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul untuk melaksanakan Teaching.2.3. Alih teknologi kompetensi dari TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul ke TKI yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Coaching dan Counseling untuk mendapatkan alih teknologi/kompetensi dari mentor. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MENTORING Mulai Berlaku Tanggal. 5.2.2. Mentee adalah TKI yang mendapat Teaching.3.1. Mentee yang dipilih adalah TKI yang memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan kompetensi TKA yang menjadi mentornya. 3. dan Counseling dalam rangka alih teknologi/kompetensi kepada Mentee. 1.1. 1.1. 1. PENGATURAN/BATASAN 4. Setiap TKI yang ditetapkan sebagai Mentee harus dimonitor dan memiliki perencanaan karir yang jelas. KKKS memilih dan menetapkan pasangan TKA dan TKI yang akan menjadi Mentor dan Mentee sesuai dengan RPTK. Coaching dan Counseling terhadap satu orang TKI atau lebih yang dituangkan dalam suatu program yang resmi dan terstruktur.5.2.4. IV.5. 1. TUJUAN 2. Setiap TKA dengan IMTA minimal 1 tahun wajib melaksanakan mentoring terhadapTKI. Setiap TKA bertanggung jawab sebagai mentor terhadap TKI. 4. Meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis TKI.2. Program Mentoring adalah proses pengembangan TKI melalui Teaching. KKKS menyusun “Program Mentoring” yang terstruktur sesuai dengan sistem dan metode masing-masing. Mentor tidak terbatas dilakukan oleh TKA tetapi perlu dilakukan untuk setiap TKI yang menempati posisi manajer ke atas/memiliki kompetensi unggul.3. 2.4. : 11 Mei 2005 I. KKKS wajib melaksanakan Program Mentoring. 4. Coaching. 4. II.4.1.1. 41 migas_17x25 cm_2009. Mentor dan Mentee menetapkan sasaran kompetensi yang akan ditransfer dituangkan dalam formulir “Kontrak Mentoring” yang telah dibuat masing-masing KKKS. Program Mentoring menjadi tanggung jawab setiap manajer ke atas di KKKS sehingga dapat dilaksanakan secara nyata.

5. Kepmenakertrans No. Laporan pelaksanaan Mentoring yang telah ditandatangani oleh fungsi SDM KKKS dilampirkan pada saat permohonan perpanjangan IMTA. 5. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. 6. REFERENSI 6. serta Departemen SDM. Work Program & Budget (WP&B). Mentor dan Mentee bersama-sama mempersiapkan rencana dan melaksanakan pengembangan Mentee.9. 6.4. 6.7. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.5. Peraturan Pemerintah No.7. Undang-Undang No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.8.indd Sec1:42 3/19/2009 3:51:03 PM .13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Kepmenakertrans 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Kontrak Mentoring diketahui oleh atasan langsung dan/atau kepala departemen yang bersangkutan. 6.1.8.5. 6. Undang-Undang No.3.2.6. VI. 6. Peraturan Pemerintah No. : 11 Mei 2005 5. Mentor dan Mentee menyusun hasil evaluasi pelaksanaan Mentoring dan membuat laporan sesuai format yang dibuat masing-masing KKKS. Evaluasi Program Mentoring dilakukan pada pertemuan Career Development Meeting Internal KKKS dan Career Development Monitoring dengan BPMIGAS. 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 42 migas_17x25 cm_2009.MENTORING FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MENTORING Mulai Berlaku Tanggal.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).

Jabatan di luar negeri dalam rangka Pertukaran Pekerja Internasional adalah setara dengan bobot kerja yang sama. KKKS menentukan calon TKI untuk program Pertukaran Pekerja Internasional. serta dapat dilaksanakan pada fungsi dan jabatan yang berbeda. II. Semua biaya yang timbul merupakan beban perusahaan penerima.1. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi. 1. 3. Technical Development Exchange. Internasionalisasi adalah pengakuan kemampuan TKI untuk bekerja di kantor pusat/ afiliasi di luar negeri sesuai kompetensi yang dimiliki sebagai “Global Employee”. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi. dan Technical Development Exchange. 2. 2. 4.2.1. Program Job Swapping (pertukaran pekerja internasional) adalah Program Pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka mendorong Kantor Pusat KKKS untuk memberikan pengakuan kemampuan TKI. UMUM Pengembangan Karir Internasional terdiri dari: 1. Technical Development Exchange adalah program pengembangan TKI di luar negeri melalui pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang teknis bagi junior staff yang merupakan bagian dari program pengembangan kantor pusat. Memberikan kesempatan bagi TKI untuk mendapatkan pengalaman kerja Internasional dan mempercepat pengembangan profesionalisme TKI dengan harapan menimbulkan unsur kepercayaan dari Kantor Pusat KKKS dalam penempatan TKI pada jabatanjabatan strategis. 43 migas_17x25 cm_2009.1.1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal.3.1. sehingga TKI tersebut dapat dipekerjakan di kantor pusat/ afiliasi di luar negeri dengan memberikan kesempatan TKA bekerja pada KKKS di Indonesia. Pelaksanaan program Pertukaran Pekerja Internasional dilakukan dengan jangka waktu yang relatif sama dan dimulai dengan waktu yang sama. Technical Development Exchange.1. IV. 4.2.3.indd Sec1:43 3/19/2009 3:51:03 PM PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL . KEWENANGAN 3. 1.4. BPMIGAS menyetujui TKI yang akan direncanakan untuk mengikuti program Job Swapping.1. III. TUJUAN 2.2. 4. : 11 Mei 2005 I. PENGATURAN/BATASAN 4. Job Assignment/Overseas On The Job Training adalah program pengembangan TKI di luar negeri dalam rangka memenuhi competency requirement untuk pengembangan karir TKI yang memiliki standar internasional.3.3. Job Swapping (Pertukaran Pekerja Internasional). biaya yang seimbang. Untuk menunjang program suksesi dari TKA kepada TKI. BPMIGAS menyetujui jabatan TKA untuk program Job Swapping. 1.1. Untuk meningkatkan kompetensi teknis TKI sesuai dengan standar internasional.2. 3.

4. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS. BPMIGAS mengevaluasi dan memberikan persetujuan pelaksanaan Pertukaran Pekerja Internasional.1.2.4. : 11 Mei 2005 4.2. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Assignment/Overseas On The Job Training atau Internasionalisasi dengan melampirkan data TKI dan Individual Development Plan (IDP) TKI. Bagan perencanaan penggunaan TKA program pertukaran pekerja internasional dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler. apabila kembali ke Indonesia minimal menduduki jabatan yang setara atau dipindahkan pada jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya. TKI yang telah menyelesaikan program Job Assignment/Overseas On The Job Training.2. Technical Development Exchange 4. 4.2. 5. 4.2. 5. 4. 4. Job Assignment/Overseas On The Job Training.2.6.3.4.1. Semua biaya yang timbul dibebankan pada perusahaan penerima. Individual Development Plan (IDP) TKI. harus mendapat pengembangan karir yang sesuai. 4.5. 5. 4. TKI yang menjalani Internasionalisasi mendapat pengakuan sebagai “Global Employee” yang diarahkan dapat menduduki posisi strategis di KKKS. 4.3. harus mendapat pengembangan karir yang sesuai. Jangka waktu program maksimal 2 Tahun.2.3. Technical Development Exchange. 4.1.4. TKA yang dikirimkan ke Indonesia (diluar biaya operasi KKKS) memiliki kemampuan teknis untuk diterapkan dan melakukan shared knowledge kepada TKI. seleksi dan evaluasi TKI untuk program Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi setiap tahun.1. TKI yang telah menyelesaikan program Pertukaran Pekerja Internasional.3. 4. 5. Bagan perencanaan penggunaan TKA program Technical Development Exchange dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.3. Technical Development Exchange.5. 5. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Swapping.5. Jangka waktu program maksimum 2 Tahun.2.4. KKKS melakukan evaluasi terhadap program Job Swapping. 44 migas_17x25 cm_2009. serta perencanaan. 4.1. atau Technical Development Exchange dengan melampirkan Bagan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK).6. seleksi dan evaluasi posisi TKA dan calon TKI untuk program pertukaran pekerja internasional dan Technical Development Exchange. Calon yang lulus seleksi adalah TKI yang mempunyai potensi untuk dapat mengembangkan karir dan atau menggantikan TKA di masa mendatang. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. data TKI. V.3. KKKS melakukan perencanaan. Internasionalisasi 4.2. Jangka waktu program maksimum 2 tahun.1. 4. 4. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.3. Job Assignment/Overseas On the Job Training. Internasionalisasi dan melaporkan kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam Career Development Monitoring.4.2. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi.1. TKI yang telah menyelesaikan program Technical Development Exchange.indd Sec1:44 3/19/2009 3:51:03 PM .PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal.4.

3. Undang-Undang No.4. 6.1.5. Peraturan Pemerintah No. Kep-20/Men/lll/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. Peraturan Pemerintah No.indd Sec1:45 3/19/2009 3:51:03 PM PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL . Kepmenakertrans No.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. : 11 Mei 2005 VI. Kepmenakertrans No.7. 6. REFERENSI 6. VII. 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 45 migas_17x25 cm_2009. Undang-Undang No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. LAMPIRAN 7. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.2. 6. 6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.8. 6.1. 6. Individual Development Plan (IDP) – (lihat masing-masing KKKS). Work Program & Budget (WP&B).

Memberikan batasan bagi KKKS agar dapat melaksanakan agenda suksesi kepemimpinan dengan baik.3. Semua rencana perpanjangan hubungan kerja/mempekerjakan kembali pekerja dalam pedoman ini.2. Tenaga Kerja Indonesia yang menduduki jabatan tertinggi. 4. Hubungan kerja di atas usia 56 tahun merupakan kebijakan khusus yang diberikan atas dasar kebutuhan operasional.1.1 diatas KKKS dapat memperpanjang Tenaga Kerja Indonesia setiap tahun sampai dengan usia 58 tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 4. 4. 4.PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA Revisi Ke I Tanggal. dapat diperpanjang langsung oleh KKKS setiap tahun maksimal sampai dengan usia 60 tahun. Para calon pengganti yang dipersiapkan tidak dimungkinkan karena : Belum memenuhi persyaratan jabatan berdasarkan assessment yang obyektif.1. Selain dari poin 4. 4.2.2. BPMIGAS dapat melakukan peninjauan atas rencana perpanjangan hubungan kerja dan mempekerjakan kembali pekerja yang dilakukan KKKS.2. dan/atau adanya proyek-proyek vital yang sedang berlangsung. Mengundurkan diri. PENGATURAN/BATASAN 4. III.5. Sebab-sebab lain seperti sakit dan meninggal dunia.indd Sec1:46 3/19/2009 3:51:03 PM . Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran operasi perusahaan. Pindah ke perusahaan lain. 46 migas_17x25 cm_2009.1.4. 3.2.3. kesulitan mencari pengganti karena kelangkaan SDM di market/pasar untuk jabatan-jabatan tertentu. BPMIGAS melakukan evaluasi atas perpanjangan hubungan kerja di KKKS dan memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. Untuk memenuhi berpengalaman. Pekerja tersebut tengah berperan dalam menangani suatu proyek penting atau program-program penting yang mempunyai akses langsung terhadap kepentingan operasi KKKS baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang. II.1. KEWENANGAN 3. KKKS dapat melaksanakan perpanjangan hubungan kerja sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. 4.2. UMUM 1. Pada dasarnya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan/KKKS dilakukan sampai dengan batas usia purnakarya pekerja (maksimum 56 tahun). dilaksanakan dengan ketentuan tidak menghambat kesempatan karier pekerja lainnya dan rencana suksesi yang telah ditetapkan. 1.2. IV. TUJUAN 2. : 20 Oktober 2008 I.2. kebutuhan KKKS terhadap tenaga kerja profesional dan 2.1. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purnakarya (56 tahun) dapat dipekerjakan kembali melalui perjanjian kerja waktu tertentu dengan ketentuan sifat pekerjaan yang dilakukan memenuhi peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan tidak dapat menempati posisi struktural/manajerial. 4.

Undang-undang No.2. 1 (satu) bulan sebelum terhitung mulai tanggal perpanjangan dilaksanakan. 6. 5.3. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purna karya (56 tahun) dapat dipekerjakan kembali oleh KKKS melalui perjanjian kerja waktu tertentu.1.3.indd Sec1:47 3/19/2009 3:51:04 PM PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA . : 20 Oktober 2008 V. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran operasi perusahaan dan sangat sulit diperoleh di market/pasar tenaga kerja. Undang-undang No. 5.4.3.5.1. 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 47 migas_17x25 cm_2009. 5.2.1. Tanggal dan jangka waktu perpanjangan. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Justifikasi perpanjangan. Calon pengganti yang dipersiapkan berikut data-data kualifikasi dan pengalaman kerja.3. VI.2. 6. Peraturan Pemerintah No. REFERENSI 6.1.1. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dengan syarat : 5.3. Work Program & Budget (WP&B). Perpanjangan hubungan kerja bagi TKI yang menduduki pimpinan tertinggi sampai dengan maksimal usia 60 tahun dan TKI lainnya sampai dengan usia maksimal 58 tahun dilaporkan ke BPMIGAS setiap tahun perpanjangan. 5.1. Peraturan Pemerintah No. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.1. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5.4.6. 5. Diselesaikan dahulu hubungan kerjanya antara KKKS dengan pekerja dan dilakukan pembayaran hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku serta Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.3. dengan menyebutkan: 5. Kontrak Kerja Sama (PSC).1. 6.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA Revisi Ke I Tanggal. Nama jabatan dan uraian pekerjaan. 6. Perpanjangan hubungan kerja pekerja KKKS dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan Peraturan/Perjanjian Kerja Bersama.2. 6. Tidak menduduki posisi struktural/manajerial.3.

Rekrutmen pekerja.2.1. dapat diterima di KKKS/operator lainnya dan KKKS/ operator yang sama dengan ketentuan sebagai berikut: 4. Rekrutmen di atas usia purnakarya (56 tahun) untuk pekerjaan yang dapat dilakukan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dilakukan sesuai dengan Peraturan Perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan peraturan perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama. Senior Vice President. sedangkan untuk jabatan Senior Manager. KEWENANGAN 3. Diutamakan diisi oleh calon yang telah direncanakan sesuai rencana suksesi dari dalam perusahaan.indd Sec1:48 3/19/2009 3:51:04 PM . 4. Untuk pendayagunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara optimal.2. Vice President.3.2. memerlukan persetujuan BPMIGAS. Mantan pekerja KKKS yang telah memutuskan hubungan kerja dengan alasan mengundurkan diri sukarela. 2. 48 migas_17x25 cm_2009.2. 4.2. Rekrutmen TKI Dari Luar Perusahaan. President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi.1. BPMIGAS melakukan evaluasi atas program rekrutmen KKKS dan memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. Penerimaan/rekrutmen pekerja di KKKS dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Untuk menjaga kelangsungan operasi perusahaan. III.2. PENGATURAN/BATASAN 4. Untuk memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial.1. II.1. 3.1.2. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK dengan ketentuan diatas hak normatif dapat diterima setelah 2 tahun keluar dari KKKS/operator yang sama. 2.1. KKKS melakukan proses rekrutmen dan mutasi pekerja. yang telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK sebesar ketentuan normatif atau paket/insentif khusus.2. 4. purnakarya dipercepat.3. : 20 Oktober 2008 I. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pekerja yang potensial mendapatkan pengembangan karir dan menduduki jabatan kunci di perusahaan.1. dapat diterima setelah 1 tahun keluar dari KKKS/operator yang sama. baik dari dalam maupun dari luar KKKS atau mutasi pekerja untuk jabatan Senior Manager.2.REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal. General Manager. 1. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK dengan ketentuan normatif. Rekrutmen diatas usia purnakarya (56 tahun) untuk jabatan tertinggi dapat dilakukan dengan ketentuan dipekerjakan sampai dengan batas usia maksimal 60 tahun. TUJUAN 2. Vice President. UMUM 1. pemutusan hubungan kerja (PHK) atas kesepakatan bersama (mutual agreement termination).2.1. General Manager. Senior Vice President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi dapat dilakukan sampai dengan batas usia maksimal 58 tahun. IV. 4.2. 4.

Proses rekrutmen harus dilakukan secara terstruktur. Setiap pemberian tawaran insentif yang melebihi dari paket remunerasi standar (seperti signing bonus. mutasi dan suksesi yang dilaksanakan oleh KKKS harus dilakukan dengan cara yang sistematis. KKKS melaksanakan perencanaan karir masing-masing pekerja (Individual Development Plan) untuk pengembangan karir. 4. 4.3. 4. 4.5.3.3. Pelaksanaan rekrutmen terhadap pekerja yang saat ini memiliki status hubungan kerja di KKKS agar memperhatikan kaidah-kaidah: 4.4. Selama proses rekrutmen. 4. Masa kerja mantan pekerja di perusahaan/KKKS yang telah mendapatkan hak pekerja karena PHK sesuai masa kerja di perusahaan/KKKS sebelumnya dan direkrut kembali oleh perusahaan/KKKS yang sama atau direkrut oleh perusahaan/KKKS lain maka dihitung 0 (nol) tahun. BPMIGAS akan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan karir TKI KKKS dan mendorong adanya pendayagunaan TKI secara optimal.indd Sec1:49 3/19/2009 3:51:04 PM REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) . mutasi dan persiapan rencana suksesi.4. Rekrutmen TKI Dari Dalam Perusahaan. terstruktur dan berdasarkan prinsip profesionalisme.5. 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal.2. wajar dan etis sehingga menghindari pendekatan personal (poaching) dari calon pengguna (line user) di perusahaan calon pemberi kerja secara langsung kepada calon pekerja. Paket total remunerasi yang akan ditawarkan agar memperhatikan internal equity perusahaan dalam batas skala upah dan struktur remunerasi yang saat ini berlaku sesuai ketentuan dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.2. dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.2.2.2.2. Program-program pengembangan karir.2. 49 migas_17x25 cm_2009. untuk memastikan aktivitas kepindahan pekerja tersebut tidak sampai menggangu kelancaran operasi di perusahaan tempatnya bekerja.5.2.5. 4. menjaga etika bisnis.5.3. lumpsum cash untuk menutup hutang perusahaan asalnya. KKKS dapat melakukan rekrutmen TKI untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat proyek melalui perjanjian kerja waktu tertentu atau kontrak jasa tenaga kerja dengan tariff sesuai kondisi market regional dan berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku. Dalam rangka pendayagunaan TKI.4. 4. dsb) tidak dapat di bebankan sebagai biaya operasi KKKS. : 20 Oktober 2008 4. Setiap TKI KKKS mendapat program pengembangan kompetensi dan berdasarkan kompetensi yang dimiliki harus didayagunakan pada posisi yang sesuai dengan prinsip persamaan perlakuan dengan TKA.6.1. 4.3.1.3. benefit jabatan yang tidak diatur dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.3. 4. profesional. kompensasi past service years selama bekerja di perusahaan asal. calon pemberi kerja harus melakukan komunikasi dengan fungsi SDM/HR di KKKS tempat calon pekerja tersebut aktif bekerja.2.

3. 5. 5. Untuk mantan pekerja KKKS yang diterima di KKKS lainnya. 5. 50 migas_17x25 cm_2009. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.2. 6.2. : 20 Oktober 2008 V. dapat melakukan proses rekrutmen secara normal sesuai dengan RPTK yang sudah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS 5. Membuat rencana mentoring berkala untuk transfer pengetahuan dan keahlian kepada calon suksesor yang harus dilakukan oleh pekerja yang direkrut tersebut.6.4.2.2. 6.1. VI. 6. harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 6.indd Sec1:50 3/19/2009 3:51:04 PM .5.4.1.REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal. Menyampaikan perencanaan suksesi untuk posisi terkait. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. Peraturan Pemerintah No.6.2. Work Program & Budget (WP&B). Memastikan bahwa paket remunerasi yang diberikan tidak mengganggu kesetaraan internal (internal equity). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.5. Setiap KKKS yang akan merekrut kembali mantan pekerjanya untuk dipekerjakan sebagai pekerja waktu tidak tertentu. 5. Undang-undang No. sesuai dengan pengaturan/batasan pedoman ini. 5. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. REFERENSI 6. Undang-undang No. Peraturan Pemerintah No.1.3. Pengajuan permohonan untuk merekrut kembali mantan pekerja harus diajukan dengan melengkapi persyaratan berikut: 5. 6. Kontrak Kerja Sama (PSC). Menyampaikan justifikasi yang jelas tentang latar belakang rekrutmen dilakukan. Pengajuan permohonan untuk memberikan insentif dan bantuan relokasi dapat diajukan kepada BPMIGAS untuk mendapatkan persetujuan. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.3.2. Setiap KKKS yang akan merekrut pekerja Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri. maka KKKS penerima dapat meminta referensi dari KKKS sebelumnya atau BPMIGAS.

2. 3. 4. 4.2. IV. PENGATURAN/BATASAN 4. BPMIGAS memiliki kewenangan untuk menganalisa semua rencana pendidikan dan pelatihan KKKS serta memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan.indd Sec1:51 3/19/2009 3:51:04 PM PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN . KOMITE KERJASAMA DIKLAT ANTAR KKKS BPMIGAS (KKSD). Merupakan program diklat yang dirancang secara khusus dan dilaksanakan oleh KKKS dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional. dalam rangka pengembangan kemampuan professional dan manajerial pekerja dilingkungan KKKS.1. : 11 Mei 2005 I.2. Penyelanggaraan Diklat dilakukan secara efektif berdasarkan analisa kebutuhan. 4. Untuk posisi yang ditinggalkan oleh TKI yang diajukan untuk pendidikan & pelatihan luar negeri tidak boleh digantikan oleh TKA. Migas yang diusulkan oleh organisasi profesi (seperti IAGI. IN-HOUSE (IN-GRIYA).FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal. Merupakan program yang diselenggarakan oleh Pihak III baik di dalam negeri maupun di luar negeri. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).2. KKKS berwenang menyusun rencana pendidikan dan pelatihan tahunan untuk pekerja KKKS sesuai dengan kebutuhannya dan WP&B. Dalam rangka mendukung upaya pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) KKKS. KKKS memiliki kewenangan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan KKKS. UMUM 1. II. agar dapat memiliki kemampuan dalam mencapai kompetensi dipekerjaan dan didayagunakan secara optimal. Dalam rangka menjamin KKKS untuk melaksanakan pendidikan dan latihan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sesuai komitmen yang tertuang dalam Kontrak Kerja Sama. dengan menggunakan dana yang berasal dari iuran wajib yang dikenakan pada KKKS yang mempekerjakan TKA.4. 2.1. Pendidikan dan Latihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan kewajiban bagi setiap KKKS untuk melaksanakannya. Program diklat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bersama KKKS dan atau BPMIGAS. Merupakan program diklat yang dilaksanakan oleh Ditjen. PENDIDIKAN FORMAL Adalah program pendidikan yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi baik di dalam negeri maupun diluar negeri sesuai dengan kebutuhan pengembangan pekerja KKKS.1. kecuali bersifat kebijakan pemerintah Indonesia dan bila sangat diperlukan dapat melalui persetujuan BPMIGAS.5.5.4. 3. DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (DPKK). IATMI. 3. TKA tidak diperkenankan mengikuti program Diklat dengan beban KKKS. 1. KEWENANGAN 3. TUJUAN 2.1. 4. 3. KKSD dll).3.3. KKKS dapat melaksanakan pendidikan & pelatihan di luar negeri sesuai dengan WP&B. 51 migas_17x25 cm_2009. III.

Dapat dilakukan dengan pihak ke tiga dan dapat menunjuk salah satu KKKS sebagai koordinator. 52 migas_17x25 cm_2009. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION Disampaikan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bagian dari analisa Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan dan disampaikan sebelum tanggal 30 September setiap tahun (Lihat Pedoman Rencana Kerja Anggaran Ketenagakerjaan). Pengiriman peserta diarahkan kepada pembekalan kemampuan profesional.8. 4. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION Adalah sistem pelaporan tahunan pelaksanaan realisasi dan rencana DIKLAT (pengembangan) yang pengeluarannya dibebankan pada biaya operasi KKKS. KKSD. untuk meningkatkan kompetensi akademis pekerja KKKS. 5.5. : 11 Mei 2005 4.2. Dilaksanakan Perguruan Tinggi baikdi dalam negeri maupun di luar negeri melalui program konsorsium atau non konsorsium termasuk Formal Academic Education Assistance. KKKS dalam mencalonkan peserta program tersebut dilakukan dengan secara langsung ke Ditjen. AKAMIGAS/STEM. 5.1. 5. AKAMIGAS/STEM. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOPMENT EXCHANGE KKKS melakukan seleksi dan evaluasi untuk menentukan TKI yang akan dikirimkan dalam program tersebut. 5.2. 5.8. 5.2.1. 5. Adalah program pengembangan kompetisi TKI melalui On The Job Training dan semua biaya TKI yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.3.PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal. 5. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. 4. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOVMENT EXCHANGE. 5.6. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing KKKS.1.7.2. Dilaksanakan di PPT Migas setelah memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa baru.6. PENDIDIKAN FORMAL. 5.indd Sec1:52 3/19/2009 3:51:04 PM . IN-HOUSE (IN-GRIYA). Migas dengan tembusan ke Subdinas PTN BPMIGAS.7.4. DPKK.1.1. V. 5. Program tersebut dapat ditawarkan kepada KKKS lain yang membutuhkan. Merupakan pendidikan berjenjang dari diploma 1 sampai diploma 3 yang dilaksanakan oleh PPT Migas Cepu.2. KKKS dapat mengirimkan pekerjaanya untuk mengikuti public course yang tidak diselenggarakan oleh KKSD. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).

6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 53 migas_17x25 cm_2009.5. Undang-Undang No. Undang-Undang No.2. 6. 6. 6. Annual Training Report Budget & Evaluation (Lampiran .1).7. 6.3. Peraturan Pemerintah No. Kontrak Kerja Sama (PSC).indd Sec1:53 3/19/2009 3:51:05 PM PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN .6. : 11 Mei 2005 VI.4. 6. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. LAMPIRAN 7. REFERENSI 6.1. Peraturan Pemerintah No.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 42/2002 tentang Badan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. VII. 1/1997. Work Program & Budget (WP& B). Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) Migas No.

Academical Program) . DPKK.2) 2 Staff (1) (2) (3) 1 FORMAL EDUCATION .Overseas 2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work) .Overseas 3 4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV.Domestic .PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal.Domestic (KKSD.Staff TRAINING EXPENSES Previous Budget Current Budget Next Year Budget % VAR.Overseas .Overseas .Domestic .Domestic .In House .indd Sec1:54 3/19/2009 3:51:05 PM . : 11 Mei 2005 > Attachment 1 ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION NNUAL TRAI REPORT BUDGET EVALU Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : EMPLOYEE CLASIFICATION PSC Employee Management Non .Domestic .Overseas JOB ASSIGNMENT .S1 degree (STEM. STUDENT (Intership Prog & COOP) TOTAL 54 migas_17x25 cm_2009.S3 degree .S2 degree . Student BPMIGAS (3 . Public Course) . No DESCRIPTION Govern / Univ.

3.q. KKKS berkewajiban memastikan bahwa pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah yang mendapatkan sponsorship dari KKKS wajib menandatangani surat perjanjian yang berisikan hak & kewajiban dalam mengikuti program pelatihan tersebut.3.3.4. 3. Dinas PTK & HI BPMIGAS. Membantu pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesionalismenya. Yang dimaksud dengan instansi pemerintah adalah instansi pemerintah yang mempunyai hubungan kerja dengan BPMIGAS/KKKS. KKKS mempelajari proposal yang masuk dari BPMIGAS mengkoordinasikannya dengan perusahaan induk masing-masing.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal. TUJUAN 2. 2. 1. III. 3. KKKS memberitahukan persetujuan atau penolakan pelaksanaan pelatihan tersebut ke BPMIGAS. 4.2. 1. II. 2. KKKS memastikan bahwa program pelatihan dan pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah berjalan dengan baik dan cost effective. Pelatihan dan Pendidikan ini dapat berupa pendidikan formal.3. Sponsorship untuk Pelatihan dan Pendidikan pegawai instansi pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. PENGATURAN/BATASAN 4.2.1.indd Sec1:55 3/19/2009 3:51:05 PM PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS .2. : 11 Mei 2005 I. Pelatihan dan Pendidikan dimaksud diberikan kepada pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah yang kegiatannya berhubungan dengan bidang industri minyak dan gas bumi (migas) sesuai dengan jabatan dan tugas pekerja. UMUM 1.1. Meningkatkan hubungan baik dengan KKKS dan induk perusahaannya. senantiasa akan dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS atau yang memberikan kontribusi kepada industri minyak dan gas di Indonesia. atau konferensi. Dana Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah akan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam WP&B. 1. 1. Permintaan pelatihan dan pendidikan untuk pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah harus melalui dan dikoordinir oleh BPMIGAS c. kursus. workshop. Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah atas beban KKKS adalah pemberian bantuan dana Pelatihan dan Pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri yang sifatnya tidak mengikat.1.5.1. IV. Meningkatkan kerja sama antara instansi pemerintah dengan KKKS. dan dapat 4. BPMIGAS berkewajiban untuk meminta laporan kegiatan pelatihan dan pendidikan kepada para peserta. 55 migas_17x25 cm_2009. seminar.2. KEWENANGAN 3.

dibuat oleh BPMIGAS c. Work Program & Budget (WP& B). Undang-undang No.q. Pelatihan dan Pendidikan di Dalam Negeri : • Kursus/seminar/workshop/konferensi. kebijakan dapat diberikan melalui evaluasi). Surat persetujuan hak & kewajiban mengikuti program pelatihan atas beban KKKS.1.indd Sec1:56 3/19/2009 3:51:06 PM .2. REFERENSI 6. paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan dan pendidikan di dalam negeri dan 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan dan pendidikan di luar negeri bila paspor dan visa telah dipunyai (apabila terdapat kepentingan mendesak. 5. 5. Pelatihan dan Pendidikan ke Luar Negeri • Kursus singkat (short Course) • Konferensi/seminar/workshop • Pendidikan formal.6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.5.4. • Kursus kolektif yang dikoordinir oleh Komite Kerjasama Diklat (KKSD) antara BPMIGAS KKKS. LAMPIRAN 7. 5. permohonan disampaikan oleh atasan kepada Dinas PTK & HI dan tembusan kepada KKKS yang di setujui sebagai sponsor. 6.6. 5. 5.2. : 11 Mei 2005 V. Tarif biaya perjalanan dinas berdasarkan ketentuan dalam pedoman penyediaan fasilitas perjalanan dinas yang di tetapkan oleh BPMIGAS. 6. Dinas PTK & HI BPMIGAS.2. Undang-undang No. Untuk pekerja BPMIGAS.4. selambat-lambatnya 2 minggu setelah pelatihan berakhir. Pejabat instansi pemerintah yang berwenang mengajukan permohonan pelatihan dan pendidikan untuk pegawai dilingkungannya dengan mengirimkan surat permohonan pelatihan dan pendidikan kepada BPMIGAS dan KKKS yang dimintai sebagai sponsor. VI.7.5. 6. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.1. Perhitungan biaya yang terkait dengan pelatihan dan pendidikan dimaksud. Peraturan Pemerintah No. 56 migas_17x25 cm_2009.4. Dinas PTK & HI berkoordinasi dengan KKKS meneliti dan memproses permintaan pelatihan dan pendidikan pegawai instansi pemerintah dimaksud disesuaikan dengan kebutuhan program pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS.1. • Pendidikan formal. 6.4.3. Kontrak Kerja Sama (PSC).PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. • Kursus In-House yang dilaksanakan KKKS. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dinas PTK & HI kemudian disampaikan kepada KKKS yang dimintai menjadi sponsor.3. 5. Setelah selesai mengikuti program pegawai instansi pemerintah tersebut wajib memberikan laporan kepada KKKS yang memberikan sponsorship dan tembusan kepada Ka. Peraturan Pemerintah No.1. VII. Pengajuan permohonan pelatihan dan pendidikan ke BPMIGAS oleh instansi pemerintah dimaksud harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 5. (Lampiran 1). sebagai berikut: 5.

. 3. Kembali tanggal : ………….FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal.………. N a m a : …………. KKKS Perihal : Laporan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri Dengan ini kami laporkan perjalanan dinas Luar Negeri dari . 1.…………………………………………. 2.…………………………………. Sebagai penyelesaian pertanggung jawaban atas perjalanan dinas Luar Negeri.. : ……………. 57 migas_17x25 cm_2009. tiket dll.……………………………………………. Manager.. Berangkat tanggal 6. Pertanggungjawaban keuangan (akomodasi.) 2. terlampir kami sampaikan : 1. : 11 Mei 2005 Attachment 1 > Kepada Yth.…………………………………………... (____________________) • Tembusan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS..indd Sec1:57 3/19/2009 3:51:06 PM PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS . Photocopy passport Demikian laporan kami. Jakarta.. : ………….. Jabatan : …………. No. SKPD Luar Negeri No.. 5. < z Kepala HR. Surat bukti pembayaran fiscal Luar Negeri 3.. atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih. Pekerja / Golongan : ……………. 4.…………………………………………….…………………………………………….

Praktek Kerja Lapangan (PKL) & Tugas Akhir. PETUNJUK/PELAKSANAAN 3.1. 1.1.1. Magang dan Cooperative Education (Co-op) merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan Tinggi lainnya dalam rangka membantu para mahasiswa/lulusan Perguruan Tinggi dan siswa untuk persyaratan akademis serta mendapatkan pengalaman bekerja. 58 migas_17x25 cm_2009. UMUM Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir.1. Adalah program kemitraan di bidang akademis antara perguruan tinggi dan dunia usaha/industri. Magang Adalah program bagi lulusan Perguruan Tinggi/Akademi untuk bekerja di perusahaan/ industri dengan jangka waktu tertentu (sesuai peraturan perundangan yang berlaku) dalam rangka mendapatkan pengalaman bekerja.1. 3. SISWA DAN PIHAK LAIN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. Bagian SDM KKKS meneruskan ke lini untuk mendapatkan tempat praktek kerja beserta bimbingannya. Surat permohonan Perguruan Tinggi dengan menggunakan Form TEA-1 diajukan ke Bagian SDM KKKS.2.6. Co-operative Academic Education (Co-op). 3.3. Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir. Mahasiswa/siswa dan pihak lain mengurus pemeriksaan klinik dan korespondensi surat menyurat dengan bagian SDM KKKS yang menerima. 3.1. Konfirmasi KKKS ke Perguruan Tinggi/Sekolah/Lembaga Pendidikan (jika ada tempat) untuk diberitahukan kepada mahasiswa/siswa dan pihak lain sebagai pelamar. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal.3.1. II. Mahasiswa/siswa dan pihak lain menyerahkan hasil pemeriksaan klinik dari Rumah Sakit.8.1. 1. siswa dan pihak lain yang memerlukan guna melaksanakan praktek kerja dan melakukan penelitian dalam rangka memenuhi persyaratan akademis dan pengalaman bekerja.1. Pelaksanaan praktek kerja ke lapangan operasi. 3. Diklat KKKS memberitahu mahasiswa/siswa/pihak lain lewat Perguruan Tinggi/Sekolah/ Lembaga Pendidikan tentang konfirmasi jadwal praktek kerja. 3. 3.4.7. 3. Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas calon sarjana S1 dengan cara diberikan kesempatan bekerja di perusahaan/industri guna mendapatkan pengalaman bekerja secara nyata.PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.5. Adalah program bagi mahasiswa/siswa dan pihak lain untuk praktek kerja lapangan dan melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir dengan waktu 1 s/d 2 bulan. Mahasiswa/siswa/pihak lain melapor ke KKKS untuk menandatangani perjanjian praktek lapangan dengan menggunakan formulir TEA-2. COOP. COOP. III.indd Sec1:58 3/19/2009 3:51:06 PM .1.2. Klinik/Puskesmas Pemerintah setempat (berikut pembacaan hasil rontgen) ke Diklat KKKS untuk dilegalisir Bagian Kesehatan KKKS. TUJUAN Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa. : 11 Mei 2005 I.1. 3. Berdasarkan surat sehat dari Bagian Kesehatan KKKS. 1.

KKKS membuat surat kesepakatan dengan Perguruan Tinggi. COOP. Kontrak Kerja Sama (PSC). 100. 59 migas_17x25 cm_2009.4. 4.2.3.3. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.5. Dilakukan evaluasi dan diberikan sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan programnya dengan baik.4.1.2. Pedoman Penyelenggaraan Program Co-operative Academic Education (Co-op) oleh BAPPENAS. Jangka waktu pelaksanaan magang maksimum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.3.3.3.3. Honor setiap Mahasiswa ditetapkan sendiri oleh KKKS yang bersangkutan.2.2. Dirjen.indd Sec1:59 3/19/2009 3:51:06 PM PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. 4.1. 4.3. V. Magang 3. 3. 4. 5. TEA (Technical Education Assistance) 2 (Lampiran 2). Bantuan keuangan Praktek Kerja Lapangan minimal sebesar Rp. Program Co-op Education 3.000. Peraturan Pemerintah No.4.2. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.2.per bulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat. Permohonan magang dapat ditujukan secara langsung kepada KKKS yang bersangkutan dengan berpedoman kepada tersedianya tempat magang maupun mentor. 3. TEA (Technical Education Assistance) 1 (Lampiran 1). KKKS melaksanakan seleksi sesuai persyaratan yang berlaku di KKKS masingmasing.9. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.. Peraturan Pemerintah No.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.6. 3. Bantuan keuangan untuk magang minimal Rp. REFERENSI 4. COOP.7. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. 3. Work Program & Budget (WP&B). Honor Peserta Co-op. 400. : 11 Mei 2005 3. Undang-undang No. Dikti Depdiknas. 3. IV. LAMPIRAN 5. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal.3.1. 3. 3.000.2.2. Sertifikat dikeluarkan oleh KKKS yang bersangkutan.8. 3. Undang-undang No. 4. SISWA DAN PIHAK LAIN .2. 4. 4. KKKS menerima calon Co-op yang telah diseleksi oleh Perguruan Tinggi.1.perbulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat. Konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) oleh Depdikbud-1994.

.................. SISWA DAN PIHAK LAIN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA....................PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.................................................. . agar dijelaskan prosentase yang sudah dicapai dari yang semestinya s/d akhir tahun akademi sekarang)........................................................ ...... COOP................................................. ...... ....................................... 60 migas_17x25 cm_2009............... ... .................................................................................................................................. ........................ : 11 Mei 2005 Lampiran 1 Form : TEA-1 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI KKKS ... ... ........ .. : ... Lahir di/Tanggal : ..... 6......................................... Tanggal masuk Universitas/ Akademi : ............................... c......... ................. ...... Nama : . ....................................: /TEA-1/KPS/20 ...... Alamat : .................................. .......................... ....... Keterangan mengenai Orangtua & Wali a......................................................................................................................... ................... 4........................................................ Jika pernah Kerja Praktek/Thesis Lapangan Instansi Perusahaan : ......................... b................. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal.......... ............... PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NO................................. A. Keterangan mengenai “tingkat” yang sudah dicapai saat ini (jika “sistem kredit”...... MAHASISWA 1. Pekerjaan/Instansi : ... ----------------------------------------------------------------------------------SEMUA PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA HARUS MELAMPIRKAN ISIAN LENGKAP DARI FORMULIR TEA-1 INI UNIVERSITAS FAKULTAS/JURUSAN ALAMAT/TELEPON : ........ .... ..................................... ... d................................................................ ................. Nama : ................. COOP................... Jabatan : .......... 7............................indd Sec1:60 3/19/2009 3:51:07 PM ........ ............................................. ......... 2........................................................... ................ : ............................ . 3... Alamat/Telepon : ..................................................... Waktu : ........................................................... 5........................

……………………………………………………………………………………………….. Bidang Studi/Judul Skripsi : ……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. . . ………………………………………………………………………………………………. COOP. . . . . .. . . SISWA DAN PIHAK LAIN .. . .. . jelas. . . .. . . . . . . ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. .) 61 migas_17x25 cm_2009. . Jangka waktu : Kerja Praktek = 1 bulan/Thesis Lapangan = 2 bulan 2. . . . .. . .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. . COOP. Pernyataan ini mengandung arti bahwa Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Mahasiswa/i ataupun pihak lainnya.) (.. . . Dosen Pembimbing Tandatangan dan Cap Fakultas Mahasiswa Pemohon. . SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. . . .. 3. C. . . . . .... .indd Sec1:61 3/19/2009 3:51:07 PM PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. .. . . Perusahaan tidak akan menanggung segala resiko kecelakaan/kematian selama mahasiswa melakukan Praktek Lapangan. . ……………………………………………………………………………………………….. . . spesifik) (yang membuat thesis menyerahkan abstrak/outline) : ………………………………………………………………………………………………. D. . . . . . . : 11 Mei 2005 B. Ihtisar Permasalahan (singkat. Keterangan mengenai Kerja Praktek/Thesis Lapangan yang diinginkan (Diisi oleh Dosen Pembimbing Akademis) 1. ... .. Keterangan lainnya yang dianggap perlu ditambahkan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Pernyataan mengenai Tanggungan Resiko. (. .. . . .) Dekan Fakultas Tandatangan dan Cap Fakultas (. . ……………………………………………………………………………………………….

PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Lampiran 2 Form : TEA-2 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI KKKS/PSC : ……………………………………………. PERJANJIAN PRAKTEK LAPANGAN PRACTICAL WORK AGREEMENT
Perjanjian ini dibuat antara : Mahasiswa Perguruan Tinggi : .......................... .............................................................................. selanjutnya disebut “Praktikan” dan ..................... .............................................................................. Kontraktor Kontrak Kerja Sama, selanjutnya disebut “Perusahaan” Perjanjian ini dibuat dengan maksud untuk memberikan program praktek lapangan di industri minyak dan gas bumi kepada mahasiswa. Program ini diatur dengan syarat dan kondisi sebagai berikut : 1. Praktikan setuju untuk mematuhi dan tunduk kepada semua ketentuan dan peratutran yang berlaku selama menjalani program Praktek Lapangan. Program ini berlaku mulai tanggal : ........... ….dan berakhir pada tanggal ……………., kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan. Praktikan setuju untuk melaksanakan tugastugas Praktek Lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian Praktek Lapangan dilakukan oleh Perusahaan. Perusahaan akan berusaha memberikan kesempatan pengalaman kerja yang sesuai dengan minat Praktikan maupun kehendak Perguruan Tinggi akan tetapi pekerjaan sehari-hari lebih diutamakan, dengan demikian tidak selamanya dapat berpegang kepada program yang diinginkan. Perusahaan akan memberikan keuangan sebesar Rp. 100.000,Perusahaan akan memberikan berikut apabila tersedia : bantuan fasilitas This Agreement is made between : A Student of University : ...................................... .............................................................................. Here in after referred to as “Student Trainee” and ....................................................................... Production Sharing Contractor referred to as “Company” hereinafter

The Agreement is made for the purpose of providing a Practical Training program in oil and gas industry for University students. The following terms and conditions shall govern this program : 1. Practical student agree to abide by and comply all existing rules and regulations of the Company while undergoing the practical work. The Program will be effective on ..…............. and expire on …………., except stimulated otherwise by the Company. Practical Student agree to maintain a satisfactory level of performance in accordance with the prevailing regulation. Appraisal of performance shall be done by the Company. Company will make every effort to provide work experience opportunities within Practical Student interest as well as special requirements of the University. How ever, normal operational requirement shall take precedence, therefore it may not always be possible to adhere to the desired program. Company will grand a financial assistance a Rp. 100.000,Company will provide the following if available :

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5. 6.

5. 6.

62

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:62

3/19/2009 3:51:07 PM

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

a. Akomodasi dan Makan b. Pelayanan kesehatan dengan cumacuma sejauh yang dapat diberikan oleh fasilitas klinik Perusahaan. Tidak ada tunjangan-tunjangan lain yang akan diberikan selain yang disebut diatas. Praktikan dianggap bujangan (tidak kawin) tanpa memperdulikan tanggung jawab dan tanggungan pribadinya. Praktikan harus mengikuti jam-jam kerja yang berlaku dilapangan atau kantor tempat praktikan ditugaskan. Untuk jam-jam kerja khusus ditentukan oleh pengawas/ pembimbing langsung praktikan. Praktikan harus bersedia melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dan menerima syarat-syarat seperti yang diterapkan kepada karyawan lain di tempat atau dibidang pekerjaan apapun.

a. b.

Accommodation and Meals Free medical services to the extent available at Company’s Medical Clinic.

7.

7.

No benefits other than stated above will be extended. Practical student will be considered single (unmarried) regardless of this private responsibilities of commitments. Practical student agrees to follow the same working hours as applied to the field or in the office unit. Any other schedule will be strictly at the discretion of the practical student’s immediate supervisor. Practical student must be prepared to carry out work and assigned tasks as and accept conditions as applied to other employees in whatever job and/or location.

8.

8.

9.

9.

10. Pada akhir masa praktek lapangan hubungan antara Perusahaan dengan Praktikan putus tanpa adanya kewajiban dari Perusahaan untuk mepekerjakan Praktikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan studinya. 11. Praktikan wajib merahasiakan semua keterangan mengenai Perusahaan dan Praktikan sama sekali tidak akan membicarakan urusan Perusahaan dengan pihak lain selain dengan pengawas/ pembimbing Praktikan di Perusahaan. Perjanjian ini dapat diputuskan dengan segera apabila ketentuan ini dilanggar. 12. Perusahaan tidak menanggung resiko apapun selama Praktikan melakukan praktek lapangan. Dengan demikian Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Praktikan ataupun oleh Pihak lainnya. Jakarta, ………………………………………… Praktikan/Practical Student : Nama lengkap : ………………………………... Name in full Jabatan : …………………………………………. Position Tanda Tangan : ……………………………….. Signature

10. At the conclusion of this training period, the agreement will be terminated without any obligation for the Company to employ the Practical Student upon the completion of his/ her study. 11. Practical Student is required to keep confidential all information concerning the Company and he her will never discuss them with anyone except the practical student’s supervisor during the practical training. This agreement can be immediately terminated if this secrecy provision in violated. 12. Company is not at all obliget to bear any risks during the period of practical work. This agreement means that the Company is not liable againts any law suit in the future by practical student or any other party. Jakarta, …………………………………………… Pihak Perusahaan/For the Company : Nama Lengkap : …………………………………. Name in full Jabatan : …………………………………………. Position Tanda Tangan : …………………………………. Signature

63

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:63

3/19/2009 3:51:07 PM

PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN

BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM NEGERI

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL : BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

I.

UMUM Beasiswa dan Beawiyata dalam negeri dilaksanakan melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS atau melalui Community Development (comdev) dan Community Relation.

II.

TUJUAN 2.1. Membantu pembiayaan pendidikan dalam negeri bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan seleksi. 2.2. Meningkatkan citra BPMIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerjasama. 2.3. Membantu program Pemerintah dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

III.

KEWENANGAN Alokasi jumlah beasiswa dalam negeri dan beawiyata KKKS program konsorsium untuk setiap koordinator daerah operasi ditetapkan Dewan Konsorsium.

IV.

PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.1. Pemberian beasiswa dan beawiyata dalam negeri beban biaya operasi non konsorsium ditetapkan oleh KKKS dan Hupmas BPMIGAS. 4.2. Program pemberian beasiswa dan beawiyata yang dilakukan melalui program Community Development dan Community Relation oleh masing-masing KKKS (beban biaya operasi non konsorsium) ditetapkan KKKS dan Hupmas BPMIGAS dengan melaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS. 4.3. Program pemberian beasiswa dalam negeri yang dilakukan melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.

V.

PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA Pemberian beasiswa dalam negeri dan beawiyata berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.

VI.

REFERENSI 6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6.6. Work Program & Budget (WP&B).

64

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:64

3/19/2009 3:51:07 PM

KKKS dapat menentukan calon grantee dengan proses seleksi dan persyaratan yang ditetapkan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS diusulkan kepada cq. V. Program pemberian beasiswa luar negeri yang dilakukan melalui konsorsium pendidikan BPMIGAS-KKKS. 4. 3. Menyediakan tenaga-tenaga profesional pada industri Migas TKI yang bertaraf internasional. 3. Work Program & Budget (WP&B). III. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1.3.indd Sec1:65 3/19/2009 3:51:08 PM BEASISWA LUAR NEGERI .1. 3. Kontrak Kerja Sama (PSC). VI. Undang-undang No.4. 6. Berpartisipasi dalam pembinaan SDM Nasional dalam Industri Migas dengan menyediakan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir melalui pendidikan yang berkualitas.2.5. Program pemberian beasiswa luar negeri sesuai kebutuhan masing-masing KKKS dengan beban biaya operasi.6. 2.1. UMUM Beasiswa luar negeri dilakukan melalui program sesuai kebutuhan KKKS atau kebijakan BPMIGAS dengan beban biaya operasi atau melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGASKKKS. IV. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 65 migas_17x25 cm_2009. : 11 Mei 2005 I. KEWENANGAN 3. Ketua Harian Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS menyetujui grantee. Peraturan Pemerintah No. Program BSLN yang dilaksanakan KKKS masing-masing dengan beban biaya operasi ditetapkan KKKS masing-masing dan diusulkan kepada BPMIGAS. Alokasi jumlah BSLN yang menggunakan dana konsorsium ditetapkan oleh Dewan Konsorsium. REFERENSI 6. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. 6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. II. Undang-undang No.KKKS.2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : BEASISWA LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 6.1.3. Ketua Harian Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.4.2. 6. TUJUAN 2. 6. ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA Pemberian beasiswa luar negeri dilaksanakan berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan BPMIGAS . Peraturan Pemerintah No. dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.2.

3. 3.2. PP/PKB yang disusun KKKS tidak boleh bertentangan dan lebih rendah kualitas atau kuantitasnya dari ketentuan peraturan perundang-undangan.2.2. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut.2. III. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara (satu atau beberapa) Serikat Pekerja (SP) yang tercatat di instansi ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) dengan Manajemen Perusahaan yang memuat syaratsyarat kerja untuk mengatur dan melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak.3. 4.1.3.5.indd Sec1:66 3/19/2009 3:51:08 PM .1. KKKS menyusun kembali rancangan PP tersebut dengan memperhatikan masukan dan pertimbangan dari wakil-wakil pekerja secara bipartit.3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas PP/PKB yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan dan peraturan perundang-undangan. 4.2. II. 4. Setiap rencana PP/PKB yang disusun KKKS terlebih dahulu harus dibahas bersama dengan BPMIGAS untuk mendapat persetujuan sehingga terjamin terciptanya keseimbangan di lingkungan KKKS dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. perusahaan dan pekerja terlindungi. dengan disertai Surat Persetujuan dari BPMIGAS dikirimkan ke instansi ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) untuk disahkan. 4. Prosedur pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) : 4. 4. 1.1. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.1.4.2. Prosedur pembuatan Peraturan Perusahaan (PP) : 4. Rancangan PP dikirimkan ke Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersamasama.2. TUJUAN Untuk memberikan acuan bagi perusahaan KKKS dalam pembuatan PP/PKB sehingga kepentingan nasional. 1. Bila masih terdapat perubahan. Rancangan PKB dikirimkan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersama-sama dengan manajemen/wakil perusahaan KKKS. KEWENANGAN 3.1. Rancangan PP yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3 (tiga). 4.2. Peraturan Perusahaan (PP) adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib Perusahaan. : 11 Mei 2005 I. rancangan PP tersebut dibahas kembali bersama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS. 4.2. KKKS menyusun rancangan PP/PKB sesuai dengan strategi bisnis dan kemampuan finansial perusahaan dengan berdasar pada ketentuan normatif peraturan perundangundangan serta memperhatikan masukan/hasil diskusi dengan wakil-wakil pekerja dalam suatu mekanisme kerja sama bipartit dalam perusahaan.3.PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal. 66 migas_17x25 cm_2009. IV. UMUM 1. KKKS menyiapkan rancangan PKB dengan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan dan WP&B. KKKS menyiapkan rancangan PP dengan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan WP&B.

4. Bila masih terdapat perubahan.9. KKKS melakukan perundingan pembuatan PKB dengan (satu atau beberapa) SP secara bipartit sesuai dengan peraturan perundang-undangan.10. : 11 Mei 2005 4. 4.6.7. Bila telah mencapai kesepakatan.13. 4. maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS. untuk ditandatangani oleh wakil perusahaan dan wakil SP dengan disaksikan wakil BPMIGAS dan selanjutnya disampaikan kepada Depnakertrans. apabila ada SP di perusahaan yang sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan menghendaki perundingan pembuatan PKB. KKKS harus membahasnya bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang ada tetap berlaku sampai berakhir jangka waktunya. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) antara perusahaan yang mempunyai PKB dengan perusahaan yang belum mempunyai PKB. 1 (satu) ke Depnakertrans. maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang ada tersebut berlaku bagi perusahaan yang bergabung (merger) sampai dengan berakhir jangka waktunya. 4. 4. 4. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) dan masing-masing perusahaan mempunyai PKB. Bila ada rencana pembubaran SP atau pengalihan kepemilikan perusahaan.3.5. 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal. 4.4.5. maka KKKS harus (segera melaporkan ke BPMIGAS) dan melayani permintaan tersebut. 4. sedangkan PKB mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak. rancangan PKB tersebut dibahas kembali bersama oleh manajemen/wakil perusahaan KKKS dengan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS. 1 (satu) ke BPMIGAS dan 1 (satu) disimpan oleh KKKS untuk kemudian diberitahukan/dijelaskan isi PP/PKB tersebut serta diberikan copy naskahnya kepada para pekerja. 3 (tiga) Dokumen asli PP/PKB yang sudah disahkan/disepakati diberikan. maka rencana tersebut harus dibahas kembali dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk mendapat persetujuan dan kemudian diproses lebih lanjut oleh KKKS sesuai dengan prosedur pembuatan PP/PKB di atas.3. PP mulai berlaku setelah disyahkan oleh Depnakertrans.4.indd Sec1:67 3/19/2009 3:51:08 PM PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) . 4. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut.11. Dokumen perubahan atas PP/PKB yang telah disahkan/disepakati tetap harus diberitahukan/dijelaskan serta diberikan copy naskahnya oleh KKKS kepada para pekerjanya.3. Dalam hal terdapat rencana perubahan isi PP/PKB dalam kurun waktu masa berlakunya PP/PKB tersebut.8.3. Selama masa berlakunya PP. PKB yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3 (tiga).12. PP/PKB yang telah berakhir masa berlakunya tetap berlaku sampai disahkannya PP atau ditandatanganinya PKB yang baru. 4. 4. 67 migas_17x25 cm_2009. Perpanjangan berlakunya PP/PKB (tanpa perubahan) dapat di ajukan langsung kepada Depnakertrans dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.

68 migas_17x25 cm_2009. Kontrak Kerja Sama (PSC).6. 6.4.1.2. Undang-undang No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.3. FORMULIR Surat Persetujuan dari BPMIGAS atas rancangan PP/PKB dan untuk diproses lebih lanjut. 6.PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal. Peraturan Pemerintah No. 6. Peraturan Pemerintah No. : 11 Mei 2005 V. Undang-undang No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.indd Sec1:68 3/19/2009 3:51:08 PM . VI. 48/2004 tentang Tatacara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Sama. Kepmenakertrans No. REFERENSI 6. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

3. kinerja keuangan perusahaan dan mencerminkan tingkat upah yang kompetitif sehingga mampu mendorong produktifitas SDM. 5.2. KEWENANGAN 3. Pembayaran “Severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di KKKS. BPMIGAS melakukan persetujuan dan pengawasan atas semua kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang disusun dan yang diterapkan oleh KKKS. Pengupahaan dan Kesejahteraan pekerja KKKS (TKI dan TKA) disusun berdasarkan pedoman remunerasi yang ditetapkan BPMIGAS. UMUM 1. : 11 Mei 2005 I. KKKS menyusun rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan dalam PP/ PKB untuk dibahas dengan BPMIGAS. 3. III. Rencana penetapan atau perubahan kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan tahunan diajukan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dievaluasi dan mendapatkan persetujuan BPMIGAS.1. II. 2.indd Sec1:69 3/19/2009 3:51:08 PM PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN .2. Untuk menjaga keseimbangan di bidang kebijakan dan sistem pengupahan/ kesejahteraan di lingkungan KKKS dan menjaga agar tidak menimbulkan permasalahan hubungan industrial.2. Penetapan kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di KKKS harus memperhatikan peraturan perundang-undangan.1. 4.1. Rencana tersebut setelah disetujui akan menjadi dasar rekomendasi penyusunan WP&B KKKS secara keseluruhan. V. 1. PENGATURAN/BATASAN 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN Mulai Berlaku Tanggal. Untuk mendorong tingkat upah yang kompetitif dan produktifitas pekerja sesuai dengan kinerja finansial perusahaan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B). Rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang diatur di luar PP/PKB tetap harus dibahas dengan BPMIGAS.1. Pemberian insentif kepada pekerja (TKI dan TKA) dalam rangka “Mempertahankan Pekerja” sebagai dampak dari “Transfer Interest KKKS” (akuisisi dan merjer) tidak dibebankan pada biaya operasi KKKS. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.1. TUJUAN 2.2. 4. semuanya harus disampaikan ke BPMIGAS untuk dimintakan persetujuan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan. 5. 69 migas_17x25 cm_2009.3. 4.2. KKKS menyusun kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan sesuai dengan WP&B dan yang telah disetujui oleh BPMIGAS.4. Bila ada yang diatur di luar PP/PKB. Insentif/bonus yang diberikan kepada pekerja KKKS (TKI dan TKA) dapat di bebankan sebagai biaya operasi apabila diberikan sesuai kinerja operasi KKKS dengan prinsip sama antara TKI dan TKA melalui persetujuan BPMIGAS. IV. Kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di lingkungan KKKS harus dicantumkan dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB).

Work Program & Budget (WP&B). VI. Peraturan Pemerintah No. 6.1. REFERENSI 6. Undang-undang No.6.4. 6. Dalam menyusun kebijakan kesejahteraan (employee benefits).4. 6. : 11 Mei 2005 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Undang-undang No. Kontrak Kerja Sama (PSC).13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 6.5.indd Sec1:70 3/19/2009 3:51:08 PM . 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 70 migas_17x25 cm_2009. 6.PENGUPAHAN DAN KESEJATERAAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN Mulai Berlaku Tanggal. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.3.2. KKKS wajib menyesuaikan program tersebut dengan terminologi yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menghindari timbulnya interpretasi yang dapat berdampak pada perselisihan ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No.

1.2.1. KKKS melakukan proses PHK/MAT yang bersifat individu sesuai Peraturan Perusahaan/ PP atau Perjanjian Kerja Bersama/PKB. KKKS harus melaporkan setiap pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS. Pemutusan Hubungan Kerja bukan karena kasus baik secara individu atau massal hanya dapat dilakukan apabila terjadi penutupan wilayah kerja atau sebagai upaya efisiensi yang harus dilakukan akibat penurunan kegiatan operasi yang sangat signifikan yang dapat menyebabkan penutupan wilayah kerja. 4. Untuk mengakhiri masalah hubungan industrial. : 11 Mei 2005 I. PENGATURAN/BATASAN 4.4.1. V. Mutual Agreement Termination (MAT) dilakukan dengan prinsip penawaran baik dari perusahaan atau pekerja dengan pengakhiran hubungan kerja atas kesepakatan bersama secara sukarela. namun tetap terjadi PHK maka KKKS memproses PHK berdasarkan Peraturan Perusahaan (PP)/ Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan peraturan perundangan. 2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) Mulai Berlaku Tanggal.2. KEWENANGAN 3.2.1. 3.2. 4.indd Sec1:71 3/19/2009 3:51:08 PM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) .1.1. IV. Individu yang pembayaran hak atas PHK/MAT melebihi ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB.3. KKKS melakukan proses PHK atau MAT terhadap pekerjanya sejak rencana awal hingga selesai. Untuk meminimalisasi dampak gejolak ketenagakerjaan dan biaya operasi yang timbul. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. II. Dalam hal segala upaya tersebut telah dilakukan. KKKS meneliti dan memproses kasus yang terjadi serta memutuskan sanksi yang akan dikenakan. KKKS dengan segala upaya harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 5. TUJUAN 2.1. Baik yang perlu ataupun yang tidak perlu memperoleh penetapan atas PHK/MAT tersebut dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial atau sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. BPMIGAS melakukan penolakan atau persetujuan terhadap PHK/MAT yang bersifat: Massal (lebih dari 10 orang).3. 2. Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dan manajemen KKKS. III. PHK Individu Karena Kasus.1. BPMIGAS akan memberikan tanggapan dalam batas waktu 14 hari kalender sejak menerima surat usulan PHK Individu yang diajukan oleh KKKS. Bila diperlukan KKKS dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum PHK Kasus dijatuhkan. UMUM 1. 4. 71 migas_17x25 cm_2009.

5. MAT Individu. Kontrak Kerja Sama (PSC). Rencana pelaksanaan MAT. 5. KKKS menyiapkan kepada BPMIGAS sebagai berikut: 5.4.4. Formula pembayaran hak pekerja karena PHK/MAT oleh KKKS memperhatikan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.2. 5. MAT Massal yang pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja melalui ketentuan normatif yang diatur dalam PP/PKB. maka harus dimintakan persetujuan dari BPMIGAS.5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.6.indd Sec1:72 3/19/2009 3:51:09 PM . 5.6. KKKS yang masih menggunakan istilah dan bentuk formula yang berbeda dengan peraturan perundang-undangan agar menegaskan dalam PP/PKB bahwa di dalam pembayaran hak pekerja tersebut telah terkandung unsur-unsur yang tercantum di dalam peraturan perundang-undangan.3. 5.3. 5. Tujuan MAT.5. PHK diluar kasus (individu atau massal).3. Work Program & Budget (WP&B).4. Undang-Undang No.1. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.3.2. 6. 5. Hal-hal lain yang memberatkan/meringankan. Dalam melakukan PHK perlu dipertimbangkan antara lain : PP/PKB. Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No. 6. KKKS memproses MAT menurut ketentuan yang diatur dalam PP/PKB dan Peraturan Perundangan yang berlaku.5. Latar belakang rencana MAT.2.5.3. 6. KKKS kemudian memproses PHK menurut ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.1.1. Diajukan kepada BPMIGAS setelah memiliki dasar yang sangat kuat. 5. 5.5. 5. 5.1. 5.5. BPMIGAS melakukan evaluasi dan dibahas oleh KKKS yang bersangkutan. 5. 72 migas_17x25 cm_2009.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) Mulai Berlaku Tanggal. 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No.1.7. Istilah dan Formula 5. : 11 Mei 2005 5. REFERENSI 6.3.2.2.3.1.3. KKKS agar menyesuaikan istilah dan bentuk formula pembayaran hak pekerja sebagai akibat PHK/MAT sesuai peraturan perundang-undangan. Perkiraan dampak MAT massal dilihat dari berbagai aspek.3. 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Latar belakang kasus/terjadinya pelanggaran oleh pekerja.3.2. Jika pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja (pesangon dll) melebihi ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB.2.2. Formula pesangon/paket kompensasi hak pekerja lainnya. 5. KKKS melaporkan pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS.1. VI. Anggaran pelaksanaan MAT massal. 6.4.3. 6.3. 5.

1. • Menyampaikan rekomendasi kepada Kepala Dinas PTK & HI. Memberikan rekomendasi persetujuan pengiriman pasien ke luar negeri. 73 migas_17x25 cm_2009.2.1. : 11 Mei 2005 I. 4. KEWENANGAN BPMIGAS menetapkan susunan.2. 4. II. 4.3. Tugas Dewan Medik 4. IV. Dewan bersidang atas permintaan Kepala Dinas PTK & HI sesuai keperluan ataupun kehendaknya maupun setelah menerima permohonan dari KKKS dan setidak-tidaknya dihadiri oleh 2/3 jumlah personil. lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Medik. Fungsi Dewan Medik 4. • Menghadiri sidang. • Mempersiapkan sidang-sidang. Memberikan bantuan pendapat pertimbangan penetapan ketidakcakapan seorang pekerja dalam memangku tugas dan jabatan atas permintaan suatu KKKS. mengemukakan pendapat dan usulan. Dalam menjalankan fungsinya.2. Sekretaris dan anggota.1. 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK Mulai Berlaku Tanggal. 4. • Menjabat sebagai ketua apabila berhalangan hadir. 4.2. Untuk tujuan itulah maka Dewan dibentuk dalam membantu menganalisa dan memberi rekomendasi menyangkut beberapa hal masalah bidang kedokteran dan kesehatan.1.2. Pertimbangan semacam ini diharapkan dapat lebih seimbang dan berwawasan lebih luas. Tugas Wakil Ketua. III. PETUNJUK/PELAKSANAAN Dewan Medik dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh personil lainnya terdiri dari Wakil ketua.1. Dewan Medik menyampaikan pendapat ataupun rekomendasinya menurut pandangan keahlian di bidang kedokteran dan bila perlu dapat meminta pertimbangan dokter ahli lain. Susunan personil dewan ditetapkan oleh Kepala Divisi Eksternal berjumlah sedikitnya 6 orang di mana setiap personil mempunyai hak mengajukan pendapat.4.1. • Mendokumentasikan dan mengadministrasikan kegiatan dewan. Tugas Sekretaris. Tugas Ketua. 4.3. • Menentukan arah dan memimpin personil dewan dalam melaksanakan fungsinya. UMUM Dalam rangka mengambil keputusan untuk suatu kebijakan menyangkut bidang medis dirasakan perlu adanya pertimbangan keahlian yang diberikan oleh suatu tim dari lingkungan KKKS. TUJUAN Memberikan persamaan pemahaman dalam pembentukan dan tata kerja Administratif Dewan Medik sehingga dapat berfungsi secara maksimal. • Merangkap anggota. Memberikan pendapat dan pertimbangan di bidang medis lainnya atas pemintaan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.2.1.indd Sec1:73 3/19/2009 3:51:09 PM KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK .

Work Program & Budget (WP&B).8. 6. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No.1.5.7. : 11 Mei 2005 4. 6. • Menghadiri sidang. Undang-Undang No. 6.2. V.2.indd Sec1:74 3/19/2009 3:51:09 PM .4. 6. REFERENSI 6. Tugas Anggota. • Mengemukakan pendapat dan usulan.KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK Mulai Berlaku Tanggal. Kontrak Kerja Sama (PSC). 74 migas_17x25 cm_2009. Undang-Undang No.3.6. 6. 6.4. 23/1992 tentang Kesehatan. Peraturan Pemerintah No. Per 03/Men/82 tentang Pelayanan Kesehatan Pekerja. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.

Berkas pemesanan obat yang sudah disetujui dikirim kembali kepada KKKS. III.2. Peraturan Pemerintah No. KEWENANGAN 3. UMUM Pembelian obat dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi keperluan perawatan dan pengobatan sebagai pelaksanaan salah satu program kesehatan kerja dan layanan kesehatan.1. 5. 3.1. Permenaker No. : 11 Mei 2005 I. Undang Undang No.2. 5.5. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.5. Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja Dan Hubungan Industrial untuk diteliti jenis dengan mengacu daftar standar dan harga obat.2. Undang Undang No. 5. Surat Pemesanan Obat dikirim ke BPMIGAS cq. 23/1992 tentang Kesehatan.9.7. menunjuk dan berkoordinasi dengan apoteker serta membagi beban jasa apoteker secara proporsional kepada KKKS yang memanfaatkan apoteker. REFERENSI 5. Pembelian obat golongan narkotika diproses dan dilakukan sendiri oleh KKKS dengan menggunakan resep dokter langsung ke apotik yang ditunjuk Perusahaan. 5.6.4. BPMIGAS menetapkan standar obat.3. V.6. 4. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Obat merupakan satu komoditi yang peredaran dan perdagangannya diatur secara khusus oleh Pemerintah.1. KKKS menetapkan obat yang diperlukan sendiri dengan mengacu pada daftar standar obat. 5.3. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal.7. 4. Bagi mereka yang belum memiliki tenaga apoteker sendiri. 4. 4. II. 5. 5. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. 75 migas_17x25 cm_2009. 5. Work Program & Budget (WP&B).4. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. 4. Setiap pemesanan obat harus disahkan oleh Apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan. IV. Kontrak Kerja Sama (PSC). TUJUAN Penetapan prosedur pembelian obat yang memenuhi azas kepatuhan terhadap peraturan dan harga yang bersaing sehingga diperoleh efisiensi biaya. disediakan apoteker oleh BPMIGAS yang dimanfaatkan bersama dengan Kontraktor Kerjasama yang lain. merencanakan dan melaksanakan pembelian obat.indd Sec1:75 3/19/2009 3:51:09 PM TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI . BPMIGAS menyampaikan informasi pembebanan biaya kepada setiap KKKS yang memanfaatkan Apoteker. 4. BPMIGAS selanjutnya mengirimkan berkas tersebut untuk dilakukan pengesahan oleh apoteker. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.8. Peraturan Pemerintah No.

indd Sec1:76 3/19/2009 3:51:09 PM . 4. 4. Riwayat dan status terakhir pasien juga dikirimkan kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bahan sidang. III. Undang Undang No. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. 5.2. REFERENSI 5. TUJUAN Menyamakan persepsi dan mengupayakan terjaminnya pelaksanaan layanan kesehatan yang optimal dengan mengutamakan jasa layanan kesehatan yang ada di dalam negeri. Dalam situasi gawat darurat yang perlu penanganan lebih lanjut karena mengancam jiwa pekerja. Persetujuan diberikan oleh Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS dengan membubuhkan tanda tangan pada formulir ARS ataupun melalui surat. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 4. KKKS dapat merujuk langsung ke luar negeri dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa dan akses kelayanan pengobatan tanpa meminta persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. KKKS mengajukan permohonan dengan mengirim Assistance Requisition Sheet (ARS) kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS yang selanjutnya meminta Dewan Medik untuk bersidang.1.3. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.6. IV. 3. 4. PETUNJUK/PELAKSANAAN Pada dasarnya dapat disediakan layanan berobat ke luar negeri sesuai dengan ketentuan masing-masing KKKS seperti yang tercantum dalam PP/PKB.5. KEWENANGAN 3. 5.5. BPMIGAS menyetujui atau menolak usulan rujukan tersebut setelah mempertimbangkan pikiran-pikiran yang disampaikan oleh tim yang ditunjuk untuk itu (Dewan Medik). : 11 Mei 2005 I. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.3.2. KKKS mengajukan pekerja atau keluarga yang akan dirujuk sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama masing-masing mengenai layanan kesehatan.TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal.2. Dewan Medik menyiapkan rekomendasi.1. Setiap pengiriman pasien ke luar negeri perlu mendapat persetujuan dari BPMIGAS. 5. 5. 4.4. Undang Undang No. Disadari bahwa kemajuan teknologi kedokteran telah demikian pesatnya dan hal ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk tujuan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya. II.4. 23/1992 tentang Kesehatan.1. 76 migas_17x25 cm_2009. 4. UMUM Rujukan ke luar negeri merupakan salah satu bentuk layanan pengobatan dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi karyawan dan keluarganya. KKKS harus melaporkan pengiriman tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 2x24 jam. Peraturan Pemerintah No. Undang Undang No. V. Secara bertahap para dokter menyusul menguasai teknologi tersebut dan mengembangkannya di Indonesia.

77 migas_17x25 cm_2009. Kontrak Kerja Sama (PSC). Peraturan Pemerintah No.8.1.indd Sec1:77 3/19/2009 3:51:10 PM TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal. 5.6. 5.9. Permenaker No. VI.7. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. Work Program & Budget (WP&B). Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. LAMPIRAN 6. : 11 Mei 2005 5. Assistance Requisition Sheet (ARS) Lampiran 1.

(nama dokter)…… untuk berobat ke rumah sakit ... Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.. kami sangat mengharapkan persetujuan dari Bapak. 78 migas_17x25 cm_2009. Sdr/i ……(nama karyawan/i dan nama pasien)……… Adapun permohonan ini atas rekomendasi dari . tanpa ada tanda–tanda penyembuhan penyakitnya... dan telah dirawat beberapa kali di Rumah Sakit yang ada di Indonesia.TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal.... Sehubungan dengan hal tersebut diatas. Special Remark : : (Nama KKKS) : ………………… : ………………. : …………………………. Requested Signature Name Function Charge To To Be Completed by BPMIGAS Date of Completion or delivery Signature Name Function Charge To : ………………………….. : …………………………. Perlu kami jelaskan bahwa pasien tersebut diatas di diagnosa menderita penyakit …… (diagnosa penyakit)………… sejak tahun …………….. : …………………………....indd Sec1:78 3/19/2009 3:51:10 PM ... : ……………….(nama rumah sakit yang dituju)…... : ……………….. ARS/HPR/V/2004 Date : Details of Assistance Required : Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mengirim istri dari karyawan kami.. : 11 Mei 2005 Lampiran 1 ASSISTANCE REQUEST SHEET From : To : No..

IV.1.1. 4. : 11 Mei 2005 I. Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu cara melakukan pengawasan derajat kesehatan pekerja berkaitan dengan lingkungan kerjanya. rekan sekerja di sekitar dan lingkungan. 4. 1. 3. KEWENANGAN 3. 4. dirangkum dan dianalisa. III.2.2.indd Sec1:79 3/19/2009 3:51:10 PM TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA .3. UMUM 1. Menyusun pedoman dan rencana kerja untuk pelaksanaan setiap jenis Pemeriksaan Kesehatan yang dilaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS. BPMIGAS melaksanakan pengawasan.5. Sebagai sarana dalam memperoleh dan mengumpulkan data di bidang kesehatan kerja yang dapat digunakan sebagai evaluasi. 4. KKKS menyusun dan menetapkan Program Pemeriksaan Kesehatan termasuk antara lain jadwal dan jenis pemeriksaan serta sumber daya pemeriksa sesuai dengan anggaran yang tersedia namun tetap memenuhi peraturan dan pedoman yang ditetapkan.5.1. Melakukan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala di perusahaan kontraktor dengan cara bekerja sama dengan fungsi lain yang terkait.5.2. Bentuk dan cara pelaporan ditetapkan terpisah yang dituangkan dalam pedoman teknis mengenai pencatatan dan pelaporan. II. Untuk memonitor tingkat kesehatan kerja di seluruh KKKS secara umum. Secara berkala menyampaikan Laporan Kegiatan Pemeriksaan kesehatan sesuai dengan formulir yang sudah ditetapkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.2.1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA Mulai Berlaku Tanggal. terlindung dari bahaya kerja sehingga tidak membahayakan dirinya. Hasil pemeriksaan kesehatan mencerminkan pelaksanaan program kesehatan kerja secara umum. menyusun standar serta perbaikan pelaksanaan program. Tata Cara Pemeriksaan Berkala dilakukan sebagai berikut : 4. 2. 2.4. • Hasil pemeriksaan dicatat. Pemeriksaan kesehatan berkala • Dilakukan sekurang-kurangnya sekali setahun untuk semua pekerja.3. 79 migas_17x25 cm_2009. fungsi BPMIGAS selaku pengawas dan koordinator dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja adalah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam PP 42/2002. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. dilakukan untuk memperoleh dan menjaga tenaga kerja agar mempunyai derajat kesehatan yang tinggi. meminta laporan maupun data untuk keperluan evaluasi. Pemeriksaan kesehatan calon pekerja • Dilakukan atas permintaan dari Bagian Sumber Daya Manusia. • Keputusan memenuhi atau tidak memenuhi syarat kesehatan seorang calon pekerja merupakan rekomendasi bagi Manajemen dalam menentukan diterimanya calon tersebut untuk menjadi pekerja. TUJUAN 2. 4. Untuk menjamin KKKS melaksanakan program pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari Program Kesehatan Kerja.2.1. penyusunan standar serta penetapan kebijakan.

1. V. • Bila ditemukan kasus penyakit akibat kerja. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5. 5. 4.9. wajib menyampaikan laporan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.8. 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 5.5. Permenaker No. Per 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.2. Work Program & Budget (WP&B). Peraturan Pemerintah No.TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA Mulai Berlaku Tanggal.3.5.4. Pemeriksaan Kesehatan Berkala Khusus • Sasaran pemeriksaan kesehatan khusus ialah pekerja yang : Akan dan masih bekerja maupun setelah bekerja di tempat kerja khusus yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya. Undang Undang No. 5. 5. Undang Undang No. serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu. Baru mengalami kecelakaan atau hampir terjadi kecelakaan atau mengalami sakit yang dirawat dalam tempo lebih dari 2 minggu.6. 80 migas_17x25 cm_2009. tenaga kerja wanita atau tenaga kerja cacat yang bekerja di tempat tertentu yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya. 23/1992 tentang Kesehatan.3. REFERENSI 5. Berumur di atas 40 tahun. : 11 Mei 2005 • Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik beserta kesegaran jasmani. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.7. 5. Mengajukan keluhan atau diduga mengidap gangguan kesehatan berkaitan dengan pekerjaannya.indd Sec1:80 3/19/2009 3:51:10 PM . Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. - • Pemerikasaan Kesehatan ini juga dapat dilakukan sebagai hasil dari pengamatan petugas pengawas keselamatan dan kesehatan kerja atau penilaian dari Pusat Bina Hiperkes dan Keselamatan (Depnakertrans) ataupun pendapat umum masyarakat. 5. Undang Undang No. pemeriksaan penunjang. Kontrak Kerja Sama (PSC). Permenaker No.

indd Sec1:81 3/19/2009 3:51:10 PM TOTAL REMUNERASI . III. 1.3. 81 migas_17x25 cm_2009. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA atau pekerja KKKS secara global mengacu pada: 1. bersifat accountable. Sistem remunerasi yang telah ditetapkan kantor pusat KKKS (corporate/home company). keseimbangan internal/eksternal. 2. Untuk memberikan acuan bagi KKKS dalam pengelolaan kebijakan dan program remunerasi TKI dan TKA. 2. Kebijakan dan program remunerasi TKA/global employees yang mengacu pada kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS setelah disetujui BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja di KKKS secara proporsional.4.1.4. 1.2. 1. UMUM 1. Prinsip-prinsip remunerasi global untuk global employees berdasarkan standar internasional dan praktek yang berlaku secara umum. sebagai bagian dari global expatriate policy. Untuk memberikan acuan penyusunan proposal RKA Ketenagakerjaan KKKS sebagai bagian dari evaluasi persetujuan WP&B KKKS oleh BPMIGAS. Hasil local market survey KKKS BPMIGAS berdasarkan kebijakan lokal masingmasing KKKS.4. auditable dan menganut azas good governance. cost efficiency. Kebijakan dan program remunerasi TKI KKKS diatur dalam Peraturan Perusahaan/ Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB) KKKS yang disusun sesuai Pedoman BPMIGAS. Persetujuan BPMIGAS akan menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi Rencana Kerja & Anggaran (RKA) Ketenagakerjaan KKKS dan persetujuan WP&B yang mengacu pada strategi bisnis.1.1. : 20 Oktober 2008 I. II. 3. 1. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS. TUJUAN 2.3.1.4.2. Persetujuan RKA Ketenagakerjaan dan WP&B KKKS oleh BPMIGAS. Untuk memberikan acuan bagi BPMIGAS/instansi terkait lainnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan dan program remunerasi KKKS. 1. BPMIGAS melakukan evaluasi persetujuan RKA Ketenagakerjaan KKKS tersebut. kinerja dan kemampuan finansial KKKS.4.4. 1.3. KEWENANGAN 3. KKKS menetapkan kebijakan dan program remunerasi untuk pekerjanya dan menyusun proposal anggarannya dalam format RKA Ketenagakerjaan ke BPMIGAS.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Kebijakan dan program remunerasi di KKKS mengacu pada filosofi dan strategi bisnis dari masing-masing KKKS dengan ketentuan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia termasuk pedoman BPMIGAS dan prinsip-prinsip/ kaidah remunerasi serta best practices yang berlaku umum terutama di lingkungan industri hulu migas.2.2. Kebijakan dan program remunerasi KKKS harus dikelola dengan mengacu pada prinsip cost effectiveness. serta keseimbangan dan kewajaran tariff market sesuai hasil market survey KKKS BPMIGAS.

Remunerasi TKA/pekerja global yang mengacu pada kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) setelah disetujui BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) secara proporsional. Kebijakan dan program remunerasi KKKS yang diatur dalam PP/PKB KKKS dapat dimintakan persetujuan BPMIGAS melalui persetujuan PP/PKB KKKS sesuai pedoman BPMIGAS.1.1. 4. KKKS juga harus memperhatikan komponen dan tariff remunerasi TKA yang diatur dalam Lampiran 2 Pedoman ini sesuai kemampuan finansial dan kinerja KKKS dan persetujuan BPMIGAS. BPMIGAS melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan RKA Ketenagakerjaan KKKS sesuai persetujuan BPMIGAS tersebut. 4.2. KKKS juga harus mengacu pada komponen total remunerasi TKI di Lampiran 1 Pedoman ini dengan mempertimbangkan kemampuan finansial dan kinerja KKKS serta persetujuan WP&B dari BPMIGAS.2.2. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA: 4.2.3.TOTAL REMUNERASI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.indd Sec1:82 3/19/2009 3:51:10 PM . KKKS dalam pengajuan usulan baru/perubahan terhadap kebijakan dan program remunerasi.3. dan mengacu pada peraturan perundangundangan terkait. IV. 4. Program remunerasi TKA/pekerja global yang disusun hanya berdasarkan kebijakan global/kantor pusat KKKS atau yang hanya mengacu pada hasil pencapaian kinerja global/kantor pusat tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS. hasil local benefit market survey KKKS yang dilakukan secara regular serta prinsip-prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas.2. 4. insentif jangka panjang secara global. retensi TKA.4. KKKS menyusun kebijakan/program remunerasi TKA dengan memperhatikan kebijakan kantor pusat (jika ada). KKKS menyampaikan anggaran/pembiayaan program remunerasi TKI dan TKA tersebut di atas kepada BPMIGAS melalui RKA Ketenagakerjaan tahunan (sesuai Pedoman BPMIGAS) untuk mendapatkan persetujuan dan dijadikan sebagai dasar dalam evaluasi personnel related cost dalam WP&B KKKS. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKI: 4. 4.1. KKKS menyusun kebijakan dan program total remunerasi sesuai dengan strategi bisnis masing-masing KKKS yang sejalan dengan strategi BPMIGAS dengan mengacu pada: peraturan perundang-undangan.1. kajian atas kebijakan 82 migas_17x25 cm_2009. hasil survey remuneration market yang dilakukan secara regular serta prinsipprinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas. 4. Program remunerasi TKA yang dinyatakan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS contohnya seperti: kepemilikan saham secara global.1.2. pedoman BPMIGAS. ke BPMIGAS harus menyampaikan beberapa data analisa remunerasi terkait antara lain seperti: filosofi/strategi remunerasi. : 20 Oktober 2008 3. penggantian kerugian penjualan rumah/kendaraan TKA dan sebagainya. khususnya TKI. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus ada persetujuan khusus BPMIGAS. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.3.

c. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini namun penerapannya belum pernah ada persetujuan BPMIGAS sebelumnya. 5. Untuk itu. total personnel related cost di WP&B/RKA Ketenagakerjaan dan dampak keekonomiannya secara keseluruhan. kinerja dan kemampuan finansial KKKS.7. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. Untuk komponen total remunerasi TKI dan TKA yang dalam Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini diatur sebagai komponen yang dapat diberikan hanya pada kondisi dan situasi tertentu. posisi kompetitif praktek remunerasi KKKS dalam market reference.5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 4.1. Undang-Undang No. Work Program & Budget (WP&B).2. Komponen-komponen dan Tariff Remunerasi pada Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini akan dievaluasi secara periodik dan dapat disesuaikan oleh BPMIGAS sejalan dengan perubahan kondisi market. serta keseimbangan internal dan eksternal sesuai hasil remuneration market survey KKKS yang dilakukan secara regular. maka program tersebut dapat terus dilaksanakan oleh KKKS dengan menyerahkan dokumen pendukung atas persetujuan program tersebut. 5. 4.1. maka keberlangsungan penerapan program tersebut dapat diteruskan setelah mendapatkan persetujuan BPMIGAS.4. 4.8. Setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS.7. : 20 Oktober 2008 kesetaraan remunerasi internal. Bila program remunerasi tersebut tidak diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini. Selama masa transisi. maka perlu dilakukan evaluasi pembahasan yang khusus untuk mendapatkan persetujuan khusus BPMIGAS.5. melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan program remunerasi KKKS sesuai ketentuan Pedoman RKA Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan strategi bisnis. 5.6. Seluruh kebijakan dan program total remunerasi TKI dan TKA di KKKS harus disesuaikan dengan ketentuan dalam Pedoman ini. untuk keperluan penyesuaian tersebut akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut: 4. Kebijakan dan program remunerasi yang diatur di dalam PP/PKB KKKS yang telah disetujui BPMIGAS dapat terus dilaksanakan oleh KKKS. Kontrak Kerja Sama (PSC).3. REFERENSI 5. BPMIGAS dalam melakukan fungsi pengawasannya.9. 4.indd Sec1:83 3/19/2009 3:51:11 PM TOTAL REMUNERASI . Peraturan Pemerintah No. atau program remunerasi yang baru sama sekali harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS sebelum diterapkan. 4. KKKS harus melengkapi formulir evaluasi hasil survey total remunerasi KKKS pada Lampiran 3 Pedoman ini sebagai salah satu bahan evaluasi BPMIGAS. 83 migas_17x25 cm_2009.2. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5.7. b. V.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Program remunerasi yang telah diberlakukan KKKS dan diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus dilaporkan dan perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS dengan ketentuan sebagai berikut: a. 4. regulasi terkait atau kebijakan BPMIGAS. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini dan sudah pernah disetujui oleh BPMIGAS sebelumnya. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

2.TOTAL REMUNERASI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Lampiran 2 : Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies).1. 6.3. 6. 84 migas_17x25 cm_2009. LAMPIRAN 6.indd Sec1:84 3/19/2009 3:51:11 PM . Lampiran 1 : Komponen & Tariff Remunerasi TKI. : 20 Oktober 2008 VI. Lampiran 3 : Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi.

1. Tunjangan Shift. kemampuan finansial/kinerja produksi KKKS. Kompensasi Kompensasi adalah segala bentuk pemberian dalam bentuk tunai kepada pekerja atas nilai pekerjaan yang telah dilakukan.indd Sec1:85 NO.2. Remote Allowance. Kompensasi Kelebihan Jam Kerja. Field Mission Allowance. Site Allowance. Transfer Incentive. hanya diberikan saat pekerja bertugas di lokasi tersebut dan akan ditinjau BPMIGAS/KKKS terkait secara periodik (dapat berkurang/hilang sejalan dengan berkurangnya hardship seperti peningkatan fasilitas umum dan sosial di lokasi tersebut). Upah Pokok Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh pekerja.2. : 20 Oktober 2008 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. Waktu Kerja Imbalan yang diberikan karena kelebihan waktu kerja atau selama bekerja dijadwal yang tidak normal. Salary Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Contoh: Tunjangan Daerah. Remote Offshore Allowance. Benefit 85 3/19/2009 3:51:11 PM TOTAL REMUNERASI . Benefit 1. • Pajak atas penghasilan pekerja (employee income tax) merupakan bagian dari upah dalam sistem gross up salary. perusahaan sebagai wajib pungut pajak akan memotong upah sebesar kewajiban pajaknya dan menyetorkannya ke kas negara. KOMPONEN 1. Day-off compensation. Pajak atas penghasilan pekerja merupakan kewajiban pekerja. tingkat inflasi nasional. Catatan: Kompensasi ini bersifat tidak tetap.2. Lokasi Kerja Imbalan yang diberikan sehubungan dengan tingkat kesulitan kerja (hardship) yang dikaitkan dengan tempat kerja / domisili pekerja. 1.LAMPIRAN 1. Dasar pemberian dikaitkan dengan nilai pekerjaan dalam suatu perusahaan yang dapat dilakukan melalui mekanisme evaluasi pekerjaan.1. Field Rotation Allowance.2. Location Related Allowance. Contoh: Tunjangan Overtime. Long hour compensation. Catatan: • Upah Pokok dan Komponen Tunjangan Tetap dapat digabung sebagai Upah Tetap dalam sistem Upah Bersih (Cleanwage). PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Upah pekerja dievaluasi sekali setiap tahun anggaran sesuai dengan kondisi market kompetitif antar KKKS. Phase Down Allowance/Transition Allowance. Pembedaan (Premium) Imbalan selain upah yang diberikan karena adanya additional hardship yang dihadapi pekerja. Tunjangan Offshore.

3.1. Tunjangan Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash sebagai tambahan atas upah pokok yang diberikan perusahaan. Acting Allowance.3. Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah. Contoh: Tunjangan COLA (Cost of Living Allowance). Contoh: Tunjangan Staff.Tunjangan Jabatan 1. 1.3. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) NO. Contoh: Vacation Allowance. maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage). maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage).1.1.3. Tunjangan ini tidak dapat diberikan bila pekerja menempati fasilitas perumahan dari perusahaan (tidak boleh double-benefits).Tunjangan Kemahalan 1.5.Tunjangan 1.3. Salary Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Tunjangan Perawatan Rumah Rumah Imbalan berkaitan dengan bantuan perawatan rumah.1.Kelangkaan Keahlian Imbalan yang diberikan untuk pekerja dengan keahlian tertentu yang sulit diperoleh di pasar tenaga kerja dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan.3.1.Tunjangan Cuti 1.6. Tunjangan Non Staff.6. Salary 3/19/2009 3:51:12 PM . Contoh: Retention Plan. maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage). Tunjangan Jabatan Imbalan berkaitan dengan jabatan atau golongan tertentu.2. 1. Tunjangan Cuti Imbalan terkait dengan bantuan untuk menikmati istirahat tahunan.1. Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah.3. KOMPONEN migas_17x25 cm_2009.4. Salary 1.2.Tunjangan Transportasi 1. dapat diusulkan KKKS untuk dibebankan ke dalam biaya operasinya. Tunjangan ini tidak dapat diberikan bila pekerja mendapatkan fasilitas kendaraan dinas dari perusahaan (tidak boleh double-benefits).86 TOTAL REMUNERASI DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit WP&B RKA KETERANGAN LAMPIRAN 1.indd Sec1:86 1.1.5.2.1. Salary Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah. Salary 1. THRK Imbalan yang berkaitan dengan hari raya keagamaan yang diberikan sesuai dengan ketentuan normatif.3. Tunjangan Kemahalan Imbalan terkait dengan kenaikan biaya hidup di suatu lokasi tertentu. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 1.THRK 1. Bila untuk calon pekerja dari luar KKKS.3.4. Tunjangan Profesi.3. Salary Berlaku Tanggal.1.Tunjangan Perawatan 1. Catatan: Pemberian benefit ini hanya pada kondisi tertentu dan perlu persetujuan khusus BPMIGAS. Tunjangan Transportasi Imbalan berkaitan dengan bantuan biaya transportasi pekerja. : 20 Oktober 2008 1. Biaya program signing bonus untuk merekrut pekerja dari KKKS lain tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS.

: 20 Oktober 2008 2. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja. Fasilitas Perumahan Program kesejahteraan menyangkut tempat tinggal pekerja. baik dalam bentuk fasilitas kompleks rumah dinas atau bantuan lainnya.1.2. Housing Ownership Plan (HOP).indd Sec1:87 1. tim dan/atau perusahaan dengan pencapaian suatu target tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Insentif juga dapat diberikan dalam rangka mendorong kinerja individu/tim dengan memberikan apresiasi khusus dalam bentuk cash/non-cash untuk menghargai pencapaian target kinerja dalam suatu proyek penugasan atau perilaku (good behavior) pekerja KKKS yang tidak bertentangan dengan strategi BPMIGAS.7. Normatif (Mandatory) Program kesejahteraan sesuai ketentuan normatif dan diwajibkan untuk dilaksanakan oleh perusahaan. Contoh: Rumah Dinas Perusahaan. Contoh: Daily Allowance.3. Tunjangan Harian Imbalan yang diberikan kepada pekerja selama melakukan perjalanan dinas.1.4. Fasilitas Kesehatan Program kesejahteraan dalam bentuk fasilitas kesehatan. Rumah/ Apartment Sewa. Variable Pay 1. saat interim leave atau saat tinggal sementara di akomodasi sementara saat pemindahan atau saat pengobatan. Asuransi Kesehatan.1. Contoh: Variable Pay Program.4. Variable Pay Kompensasi yang dikaitkan dengan kinerja pekerja berdasarkan pencapaian target tertentu.2. Fasilitas RS atau Klinik Pengobatan/Perawatan Kesehatan. Benefit 87 3/19/2009 3:51:13 PM TOTAL REMUNERASI . PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 2. Contoh: Jamsostek. 2. Contoh: Pemeriksaan Kesehatan. yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Individual Compensation Program. Benefits Benefits atau kesejahteraan adalah imbalan tambahan yang bertujuan untuk melindungi standar hidup pekerja dan keluarga atas resiko yang dihadapi dalam menjalankan tugas.2. Kesejahteraan Program KKKS untuk membantu pemenuhan kebutuhan jasmani/ rohani pekerja.1. Per Diem Allowance 1. Safety Rewards 2. Insentif Kinerja 1.Insentif Kinerja (Performance Incentive) (Performance Incentive) Adalah bentuk kompensasi atas dasar kinerja individu.LAMPIRAN 1.2. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER Salary WP&B RKA KETERANGAN NO.1. Benefit 2. KOMPONEN migas_17x25 cm_2009. Travel Insurance untuk perjalanan dinas ke luar negeri. Pemberian dapat diberikan langsung atau tidak langsung (nondirect cash) dengan siklus pembayaran tertentu. Benefit Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Individual Performance Bonus.1. Benefit Berlaku Tanggal.

88
TOTAL REMUNERASI
DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI)

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:88

NO.

KOMPONEN

Catatan: • HOP diberikan kepada TKI sesuai dengan kemampuan finansial dan peraturan internal di masing-masing KKKS dengan pendanaan dari KKKS/kantor korporat dan diperhitungkan sebagai piutang kepada pekerja sehingga tidak mempengaruhi beban biaya operasi dalam WP&B KKKS. HOP dengan pendanaan dari Bank tidak boleh menimbulkan dampak biaya dalam WP&B KKKS (biaya perbankan tidak menjadi beban biaya operasi KKKS). • Fasilitas perumahan bagi TKI level eksekutif hanya dapat diberikan dengan persetujuan khusus BPMIGAS. Benefit

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

2.2.3. Fasilitas Kendaraan Dinas

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

Program kesejahteraan menyangkut kendaraan pekerja, baik dalam bentuk fasilitas mobil operasional/mobil dinas atau bantuan lainnya, termasuk biaya operasional & administrasinya. Contoh: Kendaraan dinas perusahaan Catatan: • Pembebanan biaya sewa mobil dinas perusahaan hanya untuk keperluan operasional/dinas dan diberikan hanya bagi TKI level manajerial (seorang TKI tidak boleh lebih dari 1 unit mobil) sesuai dengan peraturan internal di masingmasing KKKS dengan batasan sebagai berikut:
Benefit

Managerial (Mgr/Sr.Mgr) Max. US$ 2.500 per tahun per tahun per tahun Max. US$ 3.000 Max. US$ 3.500

Direct Report Top Executive (VP/Sr.VP) Top Executive (Country Mgr/ President)

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

2.2.4. Kepemilikan Kendaraan

Program kesejahteraan menyangkut kepemilikan kendaraan pekerja yang diberikan dengan persyaratan tertentu untuk tujuan transportasi dinas. Contoh: Car Ownership Plan (COP) Catatan: Program COP merupakan benefit yang memerlukan persetujuan khusus BPMIGAS. COP diberikan hanya sekali kepada TKI khusus level manajerial. COP diberikan sesuai dengan kemampuan finansial dan peraturan internal di masingmasing KKKS dengan pendanaan dari KKKS/ kantor korporat dan diperhitungkan sebagai piutang kepada pekerja sehingga tidak mempengaruhi beban biaya operasi dalam WP&B KKKS. COP dengan pendanaan dari Bank tidak boleh menimbulkan dampak biaya dalam WP&B KKKS (biaya perbankan tidak menjadi beban biaya operasi KKKS).

Benefit

3/19/2009 3:51:14 PM

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN

NO.

KOMPONEN

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:89

2.2. Program Pensiun / Funding Pesangon

Program kesejahteraan terkait PHK atau usia pensiun yang dananya dihimpun saat pekerja aktif dan manfaatnya diambil setelah pekerja PHK memasuki masa pensiun. Benefit

2.3.1. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit)

Program pensiun manfaat pasti baik yang dibayarkan pada saat pekerja memasuki usia pensiun (pay as you go) atau yang di-accrue oleh perusahaan untuk program pesangon (severance funding) Contoh: PAP, Pesangon, Endowment, DPPK, Catatan: Pembentukan Yayasan oleh KKKS untuk mengurusi dana pensiun tidak diperbolehkan. Funding pesangon/PAP/dana pensiun KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS Benefit

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

2.3.2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution)

Program pensiun kontribusi tetap merupakan program pensiun yang diberikan dengan metode pemupukan dana melalui premi dan hasil investasinya. Besaran manfaat pensiun akan tergantung sepenuhnya dari hasil pemupukan dana tersebut. Contoh: DPLK, Saving Plan. Catatan: Pembentukan DPLK/pencadangan dana saving plan KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS. Benefit

2.3.3. Program Kesehatan Pensiun

Program kesehatan yang manfaatnya dapat diambil setelah pekerja memasuki masa purna karya. Contoh: Dakespen. Catatan: Pembentukannya perlu persetujuan khusus BPMIGAS

2.4. Hari Tidak Kerja Yang Dibayar

Waktu yang diberikan untuk tidak bekerja dengan imbalan. Contoh: Hari-hari cuti/sakit dan sebagainya sebagaimana ditentukan dalam peraturan normatif atau dalam PP/PKB masing-masing KKKS 

Benefit

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

2.5.Asuransi Jiwa/Kecelakaan

Program Asuransi yang melindungi pekerja dari risiko kehilangan jiwa dan kecelakaan selama menjadi pekerja di perusahaan. Contoh: Asuransi Jiwa dan Kecelakaan, penghapusan sisa hutang bila pekerja meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan kerja.

Benefit

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

3.

Keseimbangan antara pekerjaan Bantuan fasilitas dan kemudahan dari perusahaan untuk membantu pekerja dan kehidupan pribadi (Work-Life mencapai kesuksesan dan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan Balance) pribadinya. Benefit

3.1. Fleksibilitas pengaturan tempat & waktu kerja

Pengaturan waktu dan tempat kerja oleh perusahaan untuk mempermudah pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh: Flexi Time, 9/80 (Jumat libur setiap dua minggu sekali)

89

3/19/2009 3:51:15 PM

TOTAL REMUNERASI

90
TOTAL REMUNERASI

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:90

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit WP&B RKA KETERANGAN

NO.

KOMPONEN

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

3.2.Kegiatan Keagamaan, Olahraga & Seni Budaya

Bantuan untuk menfasilitasi pekerja agar tercapai tingkat kesehatan fisik dan mental yang diperlukan memotivasi kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Contoh: • Peringatan hari raya keagamaan, bantuan biaya ONH • Kegiatan employee relations seperti acara kesenian/budaya untuk memenuhi work life balance: silaturahmi pekerja & keluarganya, • Kegiatan olahraga, pemeliharaan kesehatan, • Keanggotaan klub olahraga, • Membership club executive diberikan sebagai benefit untuk pimpinan KKKS (President/Direktur/GM dan VP/Manager atau yang 1 tingkat di bawah pimpinan tertinggi) dengan batasan tarif biaya pertahun sebagai berikut: • Top Executive (Country Mgr/ GM/ President) Max. US$ 2.000 per tahun Max. US$ 1.500 per tahun • Direct Report Top Executive (VP/Manager) Benefit/Other

3.3.Pendidikan Anak Pekerja dalam Kondisi Khusus

Bantuan untuk keluarga pekerja sehubungan dengan pendidikan anak pekerja dalam kondisi tertentu. Contoh: Orphanage Scholarships, Authism, Speech Theraphy.

4.

Program dan/atau Bantuan Pengembangan dan Peningkatan Karir

Program dan/atau Bantuan biaya pendidikan pekerja (termasuk yang atas inisiatif sendiri) untuk meningkatkan kompetensi/pengembangan diri pekerja yang bersangkutan. Benefit/Other

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

4.1. Pendidikan/Pelatihan (Learning Opportunity)

Program pelatihan/pendidikan untuk menempuh jenjang lebih tinggi Contoh: Education Assistant Program, Training Abroad.

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

4.2. Program Pengembangan Lain

Program untuk percepatan kompetensi/peningkatan karir pekerja. Contoh: Coaching/ Mentoring, International Assignment, Secondment/ Transfer/ Relocation.

Benefit/Other

3/19/2009 3:51:16 PM

2. 2.1. Cost of Living & Services. Besaran tarif (prosentase tertentu dari upah TKA) ditentukan BPMIGAS. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. Mengenai kompensasi yang terkait dengan COLA. Perusahaan sebagai wajib pungut pajak akan memotong Upah TKA sebesar kewajiban pajaknya dan menyetorkannya ke kas negara. Sehubungan dengan jadwal kerja Benefit Home & Host Country Policy Berlaku Tanggal. besaran tarif acuan adalah 0%-20% x upah TKA. Sehubungan dengan perbedaan lokasi kerja (negara) Benefit Home Country Policy 2. Tunjangan Ekspatriasi (Assignment/ Expatriation Premium) Tunjangan bagi TKA yang bertugas ke Indonesia (melakukan ekspatriasi) untuk jangka pendek/panjang sebagai kompensasi atas: • Penugasan ke lokasi kerja dengan kondisi kerja yang sulit atau situasi tidak aman. : 20 Oktober 2008 2. • Kompensasi atas perbedaan standar biaya hidup antara home country dengan host country yang biaya hidupnya lebih tinggi. Dasar pemberian dikaitkan dengan nilai pekerjaan sesuai dengan kondisi market kompetitif dan kemampuan finansial/kinerja produksi KKKS.indd Sec1:91 NO. Catatan : 1. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 2.1.2.LAMPIRAN 2. KOMPONEN 1.2.1. Catatan: Pemberian kompensasi hanya pada kondisi tertentu. Tunjangan Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 2. Dapat diperhitungkan ke dalam komponen Assignment/Expatriation Premium (dalam upah cleanwage) sehingga Rotator Premium tidak diberikan lagi 91 3/19/2009 3:51:17 PM TOTAL REMUNERASI . Catatan: • Anggaran Salary & Benefit TKA harus mengacu persetujuan WP&B dari BPMIGAS • Pajak atas penghasilan TKA (employee income tax) merupakan bagian dari upah TKA dalam sistem gross up salary. Salary Home Country Policy Upah Upah Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash atas pekerjaan yang dilakukan oleh TKA. Goods & Services. 3. Penyetaraan kewajiban pajak TKA (Tax Equalization/ Hypotetical Tax) dilakukan untuk menjamin prinsip tidak merugikan TKA yang ditugaskan keluar home country atas regulasi perpajakan di host country. Tunjangan Kerja Rotasi (Rotator Premium) Tunjangan yang diberikan sebagai kompensasi atas kerja rotasi.1. Pemberian kompensasi hanya pada kondisi tertentu dan perlu persetujuan khusus BPMIGAS serta dapat ditinjau kembali secara periodik.

• Program insentif hanya dapat diberikan pada kondisi khusus dengan persetujuan khusus BPMIGAS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. Insentif Kinerja (Variable Cash Incentive) Program insentif berupa pembayaran cash yang besarnya bervariasi sesuai dengan kinerja perusahaan dan individu berdasarkan target yang sudah ditetapkan sebelumnya yang sejalan dengan target/strategi BPMIGAS.1. : 20 Oktober 2008 4. Dapat diterapkan ketentuan host country system dengan batasan hanya diberikan dalam bentuk pembayaran premi asuransi Catatan : • Rujukan pasien TKA untuk pengobatan ke luar negeri mengacu ke Pedoman BPMIGAS (Pedoman Rujukan Pasien ke Luar Negeri).1.indd Sec1:92 LAMPIRAN 2.1. Pembagian profit/ insentif atas pencapaian kinerja korporat/bisnis di luar wilayah Indonesia tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS. Bantuan & Fasilitas Kesejahteraan (Benefit & Perquisite) 4. KOMPONEN 3. Asuransi atau Jaminan Kesehatan Jaminan kesehatan dan rawat inap untuk TKA dan keluarganya selama masa penugasan atau premi atas asuransi kesehatan rawat jalan dan rawat inap. 4. Kematian. tim atau perusahaan di wilayah kerja Indonesia.92 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. • Besaran maksimum US$ 3. Proteksi Kesehatan. Benefit yang diwajibkan oleh Pemerintah (Home and/or Host Country) Benefit Home & Host Country Policy 4. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO. Catatan: • Hanya diberikan bila menggunakan acuan pencapaian kinerja individu TKA.2. Jaminan Sosial dan/ atau Jaminan Kesehatan Jaminan sosial dan/atau Jaminan Kesehatan yang diharuskan secara normatif oleh pemerintah di home/host country. Cacat Tetap Benefit Home & Host Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.1. Benefit Home & Host Country Policy Pembayaran Berdasarkan Kinerja (Variable Pay) Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 3.500 /orang /tahun 3/19/2009 3:51:18 PM .2.1.

Pesangon (Severance Payment ) Pembayaran “severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di KKKS Benefit Home Country Policy .2. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO.2. US$ 1.750 Max. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution/Saving) Kontribusi pensiun untuk program pensiun iuran pasti selama penugasan di Indonesia dengan ketentuan iuran tersebut di lakukan selama yang bersangkutan bekerja di Indonesia (meneruskan kebijakan home).000 Managerial/ Sr. : 20 Oktober 2008 4. Kematian. kematian dan cacat tetap atau program proteksi khusus lainnya selama penugasan.3.indd Sec1:93 LAMPIRAN 2.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr. Pensiun Benefit Home Country Policy 4.2. US$ 1.3.2. Home & Host Country Policy 4. Tidak diperkenankan membuat program yang baru. US$ 1. Benefit Home Country Policy 93 3/21/2009 9:39:39 AM TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. KOMPONEN 4. Professional (Mgr/Sr.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 Max.3. Asuransi Jiwa.3. Pemeriksaan Kesehatan (Medical Checkup) Pemeriksaan kesehatan bagi TKA sebelum dimulainya penugasan di Indonesia dan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi TKA dan keluarganya selama penugasan di Indonesia. Dapat diterapkan ketentuan host country system dengan batasan: • diberikan hanya dalam bentuk pembayaran premi asuransi di Indonesia setahun sekali dan hanya untuk TKA saja • perlu persetujuan khusus BPMIGAS dengan pembatasan besar santunan sesuai tarif acuan (per orang & per tahun) sebagai berikut: Benefit Home & House Country Policy Professional (Specialist) Max. US$ 2.1.500 Benefit Max.3.3. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit) Kontribusi pensiun untuk program pensiun manfaat pasti proporsional selama penugasan di Indonesia PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4. Disability Insurance) Premi perlindungan asuransi jiwa.250 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4.migas_17x25 cm_2009. Cacat (Death.

5.6. Bantuan untuk penyesuaian/adaptasi budaya dan bahasa Benefit Home Policy &Host Arrangement 4. Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement. Tunjangan Istri/Suami (Spouse Allowance) Tunjangan yang diberikan kepada Istri/Suami yang mendampingi TKA saat penugasan di Indonesia dalam kondisi Istri/Suami meninggalkan pekerjaan di home country dengan tarif acuan US $ 0 -10. KOMPONEN 4.2. Bantuan Biaya Pindah Fasilitas/bantuan pemindahan TKA yang ditugaskan ke Indonesia atau pulang/repatriasi (accomodation & travel cost for mob/demob) 4. Tunjangan Biaya Relokasi Tunjangan yang diberikan satu kali kepada TKA untuk menutup biaya-biaya sehubungan dengan diterimanya penugasan di Indonesia Berlaku Tanggal. Pelajaran Bahasa/ Budaya Indonesia (Cultural Training) Bantuan profesional untuk TKA dan keluarganya untuk belajar bahasa Indonesia. memahami tradisi dan kebiasaan sehari-hari budaya Indonesia.3.5. Catatan : Diberikan hanya 1 kali saat TKA pertama kali tugas ke Indonesia Benefit Home Country Policy 3/19/2009 3:51:19 PM .6.4.4. Diberikan bantuan sebesar actual & reasonable joining & annual tuition fees namun tidak lebih dari US$ 5. Benefit untuk Keluarga Benefit Home Country Policy 4.1. Bantuan Sekolah Anak (Children Education) Policy Bantuan biaya pendidikan atau fasilitas sekolah bagi anak TKA yang ditugaskan di Indonesia. termasuk asuransi kerusakan.000 per tahun.5.2. Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement.3.6. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES migas_17x25 cm_2009. Diberikan bantuan sebesar biaya sesungguhnya & sewajarnya (actual & reasonable membership & tuition fees) bagi TKA dan keluarganya. Catatan : Untuk pelajaran kebudayaan non-Indonesia menjadi tanggungan pribadi TKA dan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS. Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. 4. : 20 Oktober 2008 4. Bantuan Pisah Keluarga (Family Visit) Bantuan biaya tiket pesawat untuk keluarga (istri/suami/anak) yang ditinggalkan di home country maksimal 2 kali dalam setahun dengan ketentuan TKA tidak pulang (tidak melaksanakan cuti/di luar kedinasan) sesuai dengan peraturan yang berlaku di masing-masing KKKS. Dapat diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement.5. Benefit Home Country 4.1.indd Sec1:94 NO.1.94 TOTAL REMUNERASI DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN LAMPIRAN 2. Bantuan Pengiriman Barang Bantuan pengiriman perlengkapan rumah tangga dan barang pribadi TKA dan keluarganya sebesar biaya airfreight/seafreight sesungguhnya yang wajar.6.000 per anak per bulan dengan usia maksimum 18 tahun (atau Grade 12). Bantuan untuk pemindahan (moving/relocation assistance) Benefit Home Country Policy Benefit Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4. Benefit Home Country Policy 4.

air. US$ 6.migas_17x25 cm_2009. dsb. Utilites dan Perawatan Rumah Fasilitas perumahan dan perabotan rumah tangga standar atau bantuan biaya penyewaan rumah TKA (full furnished). − standard utilities (listrik.500 per bulan . taman. US$ 3. tambah daya listrik. genset. US$ 4. biaya utilities dan perawatan rumah selama masa penugasan.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr.000 per bulan PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Benefit Home Country Policy 95 3/21/2009 9:39:49 AM TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. • Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement. • Dapat diberikan nett allowance yang biayanya sudah mencakup: − sewa perumahan/apartemen (termasuk furnitur standar dan asuransi kebakaran standar).7. telepon. biaya jasa konsultan/perantara penyewaan rumah. KOMPONEN 4.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Max.) tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS Professional (Specialist) Max. kebersihan & keamanan) − standard housing maintenance • Bila ada biaya lain seperti: biaya internet. kolam renang. upahnya akan dipotong (housing deduction & utilites deduction) sesuai tarif yang berlaku di KKKS. Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement. biaya penambahan fasilitas diluar standar (renovasi.500 per bulan Managerial/ Sr. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO. Fasilitas Perumahan.500 per bulan Max.1. US$ 5. 4. Professional (Mgr/Sr. gas.6. akomodasi.4. Catatan: • Apabila TKA menempati fasilitas perumahan perusahaan.7. selama masa transisi (pre-assignment atau repatriasi). Biaya Transisi Benefit Home Country Policy Pembayaran biaya yang timbul sehubungan dengan penugasan dan repatriasi termasuk biaya perjalanan. televisi kabel. Perabotan. Bantuan Fasilitas Perumahan & Perawatan Rumah TKA Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. : 20 Oktober 2008 Max.indd Sec1:95 LAMPIRAN 2.

VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Home Country Policy Max. US$ 2. Hari istirahat untuk kondisi darurat Hari istirahat yang diberikan kepada TKA untuk pergi ke tempat yang aman selama situasi berbahaya. Benefit Home Country Policy 3/21/2009 9:39:57 AM . tidak aman maupun terjadi konflik. • Hari cuti disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di KKKS. sick leave.Kendaraan mobil dinas Fasilitas kendaraan dinas TKA dapat diberikan maksimal 1 kendaraan (sudah termasuk untuk keluarganya) selama bertugas di Indonesia. dengan termasuk biaya perjalanannya. US$ 2.Hari istirahat dalam hal ada musibah (compassionate leave) Hari istirahat yang diberikan kepada TKA untuk pulang ke home country saat ada keluarga yang terkena musibah (emergency leave.Hari Istirahat dan Tunjangannya 4.3 . SAL/BEN/OTHER KOMPONEN DEFINISI WP&B RKA KETERANGAN 4.8. US$ 3.500 Max.9. : 20 Oktober 2008 4.9. Dapat diterapkan ketentuan home country system untuk cuti tahunan dengan batasan: • Maksimal 1 kali per tahunnya. dsb.9. termasuk dengan biaya perjalanannya.96 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. Hari istirahat untuk pulang ke home country atau untuk cuti berlibur (annual leave) Hari istirahat yang diberikan kepada TKA dan keluarganya yang ikut ke Indonesia selama penugasan untuk pulang ke home country atau cuti berlibur dengan termasuk biaya perjalanannya.). Transportasi 4. US$ 3.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr.2.8. Benefit Home Country Policy Berlaku Tanggal. Benefit Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4.1. Fasilitas mobil rental dari perusahaan termasuk biaya operasional & administrasinya dengan acuan total biaya sewa bulanan sebesar: Benefit Professional (Specialist) Max.9. Professional (Mgr/Sr.indd Sec1:96 NO.1.return tickets atau uang penggantian tiket pesawat TKA dan keluarganya dengan kelas sesuai ketentuan di KKKS.500 Managerial/ Sr.000 Max.000 Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. • Hari-hari cuti yang tidak diambil akan hangus dan tidak dapat diakumulasi (no carry over) & tidak dapat diuangkan (no cash out) • Diberikan berupa direct route . Diterapkan home country system. paternity leave. orang tua/keluarga TKA meninggal atau sakit keras.

indd Sec1:97 NO. sehingga TKA membayar pajak sesuai ketentuan di Indonesia Benefit Home Country Policy & Host Country Policy 4.000 per tahun Managerial/ Sr.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Home Country Policy Max.10. Diberikan bantuan sebesar biaya perijinan sesungguhnya yang wajar mencakup TKA dan keluarganya (anak dan istri/suami) Catatan : Diterapkan host country system. Bantuan Imigrasi dan Visa PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Bantuan administrasi dan hukum untuk TKA dalam hal mendapatkan ijin kerja. Diberikan hanya 1 kali per tahun dan hanya untuk TKA (biaya keanggotaan suami/istri/anak TKA tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS).Mgr) Benefit Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Direct Report Top Executive (VP/Sr.10.10.750 per tahun Max. serta keperluan imigrasi lainnya untuk TKA dan keluarganya. Benefit Home Country Policy 97 3/21/2009 9:40:06 AM TOTAL REMUNERASI .1.1. Keanggotaan Asosiasi Profesi dan Olah Raga 4. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. Dapat diterapkan ketentuan Home Country System dengan Host Country Arrangement. Professional (Mgr/Sr. : 20 Oktober 2008 Tunjangan yang diberikan kepada TKA dan keluarga selama interim leave atau saat tinggal sementara di hotel (pada saat pemindahan .11. Keanggotaan Asosiasi Professional Benefit Home Country Policy Keanggotaan TKA terkait dengan posisi/jabatan sesuai kompetensi profesinya dengan ketentuan TKA tersebut melakukan sharing knowledge kepada TKI.500 per tahun Max. US$ 2.12.250 per tahun 4. Keanggotaan Olah Raga Keanggotaan olah raga untuk TKA dan keluarganya (selama belum diperhitungkan dalam C&S/COLA dan tidak boleh double benefit) yang diberikan hanya 1 kali per tahun.11.2.sebelum mendapatkan tempat tinggal permanen) selama maksimal 3 bulan (fixed amount) sesuai tarif Home country. US$ 1. US$ 1. Diterapkan Home Country System dengan Host Country Arrangement. KOMPONEN 4. 4.1.12. Professional (Specialist) Max.Tunjangan harian Berlaku Tanggal. Lain-lain sehubungan dengan keperluan operasional 4. Bantuan pengurusan ijin kerja dan keperluan Imigrasi 4.LAMPIRAN 2. US$ 1.

12. Coporate Card Benefit Fasilitas kerja bagi TKA selama penugasan / terkait dengan pekerjaan/ kedinasan.3. KOMPONEN 4. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit Host Country Policy WP&B RKA KETERANGAN NO. Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Fasilitas Kerja (HP. Laptop.2. Tunjangan pengobatan Tunjangan yang berikan saat menjalani pengobatan sesuai ketentuan yang diberlakukan untuk TKI.12. Dapat diterapkan ketentuan Home Country System dengan Host Country Arrangement. : 20 Oktober 2008 3/19/2009 3:51:22 PM .indd Sec1:98 LAMPIRAN 2.98 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4.

……………… 5. ……………… 3. ……………… 5. ……………… 3. ……………… FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Total Salaries Market Benchmark Range* TUNJANGAN LAPANGAN BENEFIT. ……………… 2.indd Sec1:99 LAMPIRAN 3.migas_17x25 cm_2009. ……………… 4.in USD (annualized) Di luar Personnel cost dalam WP&B (Sundries) 1. A .in USD (annualized) 1. National Employees Planning Rate (Contoh Formulir) Level Pekerja Dengan Hak Lembur Level Pekerja Manajerial Level Pimpinan Eksekutif Jumlah Total Headcount Level Pekerja Tanpa Hak Lembur REMUNERATION ITEMS Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 SALARY. EVALUASI RKA KETENAGAKERJAAN TERHADAP HASIL SURVEY REMUNERASI 3. ……………… 4.in USD (annualized) PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. ……………… 2. 99 3/19/2009 3:51:23 PM TOTAL REMUNERASI . ……………… Total Other Personnel Cost Grand Total Personnel Cost * besaran tarif acuan dapat berubah sesuai hasil market survey tahunan. : 20 Oktober 2008 Total Benefits Total Salaries + Benefits Total Cost (Salaries + Benefits) x Headcount OTHER PERSONNEL COST.

……………… Total Other Personnel Cost Grand Total Personnel Cost PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.B.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Total Salaries LAMPIRAN 3. ……………… 2. ……………… 5. ……………… 5. ……………… Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL BENEFIT. ……………… 3. Expatriate Employees Planning Rate (Contoh Formulir) REMUNERATION ITEMS SALARY.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr. ……………… 2. EVALUASI RKA KETENAGAKERJAAN TERHADAP HASIL SURVEY REMUNERASI 3.in USD (annualized) Total Benefits Total Salaries + Benefits Total Cost (Salaries + Benefits) x Headcount OTHER PERSONNEL COST.100 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. ……………… 4.in USD (annualized) 1. ……………… 3. ……………… 4.in USD (annualized) 1.indd Sec1:100 Professional (Specialist) Total Headcount Managerial (Mgr/Sr. : 20 Oktober 2008 3/19/2009 3:51:24 PM .

1. Peserta CP (unit asal maupun unit penerima) melakukan evaluasi dan memutuskan kesepakatan pelaksanaan perbantuan pekerja. Untuk dapat memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial dan mengakomodasi kebutuhan KKKS/BPMIGAS terhadap kebutuhan tenaga kerja di bidang usaha hulu migas baik tenaga kerja yang berpengalaman maupun belum berpengalaman.3. UMUM 1.2. III. maka sebagai salah satu solusi untuk menjawab kelangkaan tenaga kerja dalam bidang usaha hulu migas di Indonesia dilakukan melalui program Cross Posting. 1.3. untuk kemudian dilaporkan kepada BPMIGAS. Untuk dapat mempercepat pengembangan kompetensi dan penguasaan teknologi migas oleh tenaga kerja nasional dengan mendayagunakan Tenaga Kerja Indonesia secara optimal dalam rangka pengembangan wilayah operasi. 3.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal.3.3. 1.1 Cross-Posting (CP) di lingkungan KKKS adalah menempatkan pekerja dari satu KKKS ke KKKS lainya dan dari KKKS ke BPMIGAS atau sebaliknya dalam jangka waktu tertentu.3 Unit Penerima adalah KKKS atau BPMIGAS yang menerima Pekerja Perbantuan dari KKKS lain atau BPMIGAS.1. Pengertian: 1.3.4. 2. Program Cross Posting dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja KKKS bahwa BPMIGAS berkewajiban membantu menyediakan personil yang berasal dari sumbersumber dalam kontrol BPMIGAS apabila personil tersebut tidak tersedia maka BPMIGAS akan mengadakan dari sumber-sumber lainnya.2. Dalam rangka mengoptimalkan dan pengembangan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia di lingkungan KKKS. BPMIGAS memberikan masukan untuk memastikan program dapat berjalan dengan baik. 2. 1. KEWENANGAN 3.4 Pekerja Perbantuan adalah pekerja dari Unit Asal yang diperbantukan ke Unit Penerima. TUJUAN 2. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terhadap pelaksanaan operasional dari Unit Penerima dengan mengisi kekosongan posisi-posisi tenaga profesional sesuai dengan bidangnya. 1.2 Unit Asal adalah KKKS atau BPMIGAS yang mengirimkan pekerjanya untuk dapat diperbantukan ke KKKS lain atau BPMIGAS.3. 3.indd Sec1:101 3/19/2009 3:51:24 PM CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA . 2. Unit Penerima dan Unit Asal bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan CP.2. 1. Untuk menjaga keseimbangan operasi KKKS/BPMIGAS melalui penyediaan dan perbantuan tenaga kerja. : 20 Oktober 2008 I.1.3. II. 101 migas_17x25 cm_2009.

Pekerja Perbantuan tunduk kepada perjanjian kerahasiaan dan tata tertib/tata kerja di Unit Penerima.indd Sec1:102 3/19/2009 3:51:24 PM .1.1. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan posisi yang dapat diisi oleh calon pekerja perbantuan dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk di carikan calon pekerja perbantuan. Tujuan dan manfaat CP.7. Tujuan dan manfaat CP.2. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan pekerjanya untuk dapat diikutsertakan dalam program CP dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk dicarikan unit penerima. b. b. Rencana CP untuk unit penerima disampaikan kepada BPMIGAS dengan mencantumkan: a. 5.3.1. d.6. 5. Peserta CP berkoordinasi dengan KKKS atau BPMIGAS untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan/peluang CP.1. 4. c. Administrasi remunerasi. Pekerja yang diperbantukan dalam mekanisme CP harus kembali ke Unit Asal setelah masa CP berakhir.4. Unit Penerima dapat melakukan rotasi dan mutasi Pekerja Perbantuan didalam Unit Penerima dan wajib menginformasikan kepada unit Asal. : 20 Oktober 2008 IV.1. Jangka waktu CP. Unit Penerima memiliki hak untuk mengembalikan Pekerja Perbantuan atas dasar kesepakatan dengan Unit Asal dan kemudian disampaikan kepada BPMIGAS. kualifikasi dan posisi pekerja. 4. Kualifikasi posisi yang diperlukan. 5.5. Nama. Rencana CP untuk unit asal disampaikan kepada BPMIGAS dengan mencantumkan: a. Jangka waktu CP. c. Administrasi remunerasi.5. 4. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. Program Cross Posting ini berlaku dengan jangka waktu penugasan yang didasarkan pada kebutuhan proyek minimum 1 (satu) tahun dan maksimum 3 (tiga) tahun. d.3. e.2.CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal. 5. Program kerja untuk pekerja perbantuan.1. Unit Penerima wajib memberikan pelatihan dan pengembangan kepada Pekerja Perbantuan sesuai dengan program rencana pengembangan Pekerja Perbantuan. 4. dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.1. V. 4. Pekerja yang akan diperbantukan minimum telah memiliki pengalaman kerja di Unit Asal dengan penilaian kinerja minimal di atas skala tengah pada penilaian kinerja unit Penerima. PENGATURAN/BATASAN 4. Pertukaran pekerja antar Unit Asal dan Unit Penerima diatur sebagai berikut: 5.4. 102 migas_17x25 cm_2009.1. 4.

Program mentoring untuk Pekerja Perbantuan diserahkan sepenuhnya kepada Unit Penerima. Peraturan Pemerintah No. 6.1. Penilaian kinerja Pekerja Perbantuan mengikuti sistem di Unit Penerima.1.6.1. Unit Penerima wajib memberikan laporan tahunan kepada BPMIGAS sehubungan pelaksanaan CP. Work Program & Budget (WP&B).1.1. d. apabila upah Pekerja Perbantuan lebih rendah dibanding dengan standar Unit Penerima. 6. Remunerasi Pekerja Perbantuan diatur sebagai berikut: a.4.2. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. maka selisihnya akan dibebankan kepada Unit Penerima dalam bentuk tunjangan penugasan. : 20 Oktober 2008 5. Cross Posting Bisnis Process (Lampiran 1). untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut oleh BPMIGAS. 5. REFERENSI 6. 6.3.6.7.indd Sec1:103 3/19/2009 3:51:25 PM CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA . e. VII. 6. VI. Fasilitas kedinasan mengikuti pemberian Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal. b. 103 migas_17x25 cm_2009. 5. Masa kerja selama menjalani CP tetap diperhitungkan sebagai hubungan kerja di Unit Asal kecuali disepakati lain oleh kedua belah pihak (misal: selama penugasan di Unit Penerima hak ”severance pay” di berikan di Unit Penerima maka masa kerjanya di Unit Asal tidak memperhitungkan periode penugasan di Unit Penerima). Prinsipnya upah pekerja perbantuan mengikuti sistim pengupahan pada Unit Asal. Kontrak Kerja Sama pasal 5. Pekerja Perbantuan yang sedang menjalani program pembinaan CP harus tunduk dan taat kepada peraturan/ketentuan pekerja di Unit Penerima. Tunjangan ini tidak berlaku atau batal apabila Pekerja Perbantuan dikembalikan ke unit Asal. 5. 5.5. Benefit jangka panjang.11. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.3. Peraturan Pemerintah No. mengikuti perhitungan Unit Asal dengan pembebanan pada Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak. maka tidak perlu dilaksanakan penyesuaian. selanjutnya dilakukan konversi kedalam sistem penilaian kinerja Unit Asal sebagai dasar administrasi upah (merit increase). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Apabila upah Pekerja Perbantuan lebih tinggi atau sama dengan dengan standar Unit Penerima.1. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Undang-undang No. c.1. Unit Asal dapat meminta kembali pekerja perbantuan apabila disepakati kedua belah pihak.3 (PSC).8. 5. LAMPIRAN 7.1.9.10. Undang-undang No. 6.

Unit Asal & BPMIGAS 104 migas_17x25 cm_2009. KKKS & BPMIGAS 3 Pembahasan kebutuhan dan ketersediaan TK .CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal.penandatangan perjanjian (kerahasiaan.penetapan rencana program (kerja atau pengembangan ) .penyelarasan kebutuhan dan ketersediaan (job matching) TK .KKKS. unit penerima & BPMIGAS) KKKS & BPMIGAS 4 Penunjukan pekerja perbantuan oleh komite melalui HR KKKS .Evaluasi kinerja pertengahan program dan/atau akhir program KKKS 6 Pelaporan program . syarat & ketentuan. dll) oleh pekerja perbantuan KKKS 5 Implementasi CP .indd Sec1:104 3/19/2009 3:51:25 PM .Unit penerima mengajukan laporan tahunan kepada BPMIGAS .kesepakatan tri-partit (unit pengirim.Pekerja perbantuan membuat laporan berkala . : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 Cross Posting Business Process Proses 1 Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan Pihak KKKS 2 Hasil identifikasi diserahkan kepada BPMIGAS. Unit Asal dan BPMIGAS melakukan evaluasi atas pelaksanaan keseluruhan program CP KKKS.

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

I.

UMUM 1.1. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS adalah referensi bagi KKKS dalam penyusunan struktur organisasi di kegiatan usaha hulu migas, dan merupakan alat untuk melaksanakan evaluasi atas pengajuan struktur organisasi dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS yang diajukan kepada BPMIGAS dalam bentuk Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK). 1.2. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS mencakup kaidah-kaidah umum perancangan struktur organisasi dan parameter yang menggambarkan kepentingan BPMIGAS dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Hal ini diperlukan agar KKKS dapat menyusun struktur organisasi secara profesional dan obyektif berdasarkan aktivitas, efektivitas biaya dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja, serta mampu mengakomodasi pengembangan karir Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

II.

TUJUAN

2.1. Memberikan arahan dan acuan kepada KKKS untuk merancang/menyusun struktur
organisasi dan perencanaan tenaga kerja yang akan diajukan KKKS kepada BPMIGAS.

2.2. Memberikan acuan kepada KKKS untuk menganalisa bentuk struktur organisasi yang
tepat sesuai dengan besaran organisasi KKKS dan komitmen operasi yang terdapat di dalam POD dan WP&B untuk mencapai peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi dan penggunaan tenaga kerja.

2.3. Meningkatkan efektivitas pengembangan TKI & efisiensi penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA) di KKKS.

2.4. Menentukan jumlah TKA sesuai dengan kebutuhan bisnis yang diperlukan dalam
organisasi, mengacu pada kategorisasi KKKS.

2.5. Memberikan acuan kepada KKKS dalam penentuan jabatan dan formasi yang terangkum
di dalam RPTK yang akan diajukan kepada BPMIGAS.

III.

KEWENANGAN

3.1. KKKS menyusun struktur organisasi berdasarkan POD, WP&B, Bisnis Proses dan
sesuai kebutuhan operasi, yang kemudian diajukan dalam bentuk permohonan bentuk struktur organisasi yang tertuang dalam RPTK untuk dievaluasi dan disetujui oleh BPMIGAS. Apabila KKKS melakukan perubahan terhadap struktur organisasi 3 layer pada top management level, antara lain: President, Sr. Vice President, Vice President, General Manager, Sr Manager, atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut, harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Perubahan yang terjadi pada layer selanjutnya (sampai pada tingkat operasional) hanya perlu diinformasikan kepada BPMIGAS.

3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas usulan struktur organisasi KKKS yang terangkum
di dalam RPTK sesuai dengan POD, WP&B dan Bisnis Proses serta pedoman pengembangan organisasi (terlampir) dan memberikan persetujuan terhadap RPTK tersebut serta menyampaikan kepada instansi terkait jika diperlukan.

105

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:105

3/19/2009 3:51:25 PM

RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS

RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
Dalam melaksanakan perancangan organisasi KKKS harus memperhatikan aspek-aspek penting sebagai berikut :

4.1. Aspek Legalitas dalam penyusunan struktur organisasi, KKKS harus memperhatikan
aspek legalitas hubungan kontrak dengan BPMIGAS, sehingga struktur organisasi yang ada menggambarkan suatu bisnis entity yang secara legal melakukan kerja sama dengan BPMIGAS dalam kerangka kontrak kerja sama.

4.2. Aspek pola penyusunan struktur organisasi di lingkungan KKKS yang tertuang dalam
”Referensi Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS”.

V.

REFERENSI. 5.1. Undang – undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 5.2. Undang – undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC). 5.6. Work Program & Budget (WP&B). 5.7. Kepmenakertrans No. Kep-228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 5.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tanaga Kerja Asing. 5.9. Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS.

106

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:106

3/19/2009 3:51:25 PM

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

I.

UMUM 1.1. Minyak dan Gas Bumi adalah sumber daya alam strategis yang dikuasai oleh negara dan merupakan komoditi andalan dalam penerimaan devisa negara. Industri Hulu Migas adalah industri yang padat modal dan padat teknologi yang perlu didukung dengan pengelolaan sumber daya manusia yang profesional yang mampu menjamin kelancaran pengoperasian industri tersebut dengan optimal, aman dan sesuai persyaratan ketentuan peraturan terkait. 1.2. Jaminan kelancaran operasi industri Migas sangat bergantung dari situasi dan kondisi kerja yang kondusif harmonis antara KKKS, BPMIGAS, Serikat Pekerja (SP) serta lingkungan sosial–ekonomi wilayah sekitar. 1.3. Aktifitas menyampaikan aspirasi pekerja melalui media unjuk rasa dan mogok kerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, merupakan hak pekerja yang perlu diatur pelaksanaannya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran operasi industri Migas. 1.4. Pedoman ini merupakan sistem penanganan yang komprehensif dan sinergi antara tuntutan keamanan operasi dan kepentingan pekerja, negara serta KKKS.

II.

TUJUAN 2.1. Untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan acuan oleh KKKS dalam menghadapi Unjuk Rasa dan Mogok Kerja. 2.2. Pedoman ini sebagai acuan dalam melaksanakan koordinasi antara Tim SDM KKKS dengan BPMIGAS dan/atau instansi lain yang terkait dalam menghadapi Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.

III.

KEWENANGAN 3.1. KKKS menyusun strategi dan langkah-langkah dalam menangani rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja di lingkungan operasinya. 3.2. KKKS melaporkan kepada BPMIGAS setiap aktivitas yang terjadi berkaitan dengan rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja. 3.3. BPMIGAS melakukan pengendalian & pengawasan atas pelaksanaan kebijakan KKKS dalam menangani Unjuk Rasa & Mogok Kerja. 3.4. KKKS dan BPMIGAS melakukan koordinasi terhadap instansi terkait, antara lain : Disnaker, Aparat Keamanan (Pamobvitnas), Pemda.

IV.

PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.1. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS 4.1.1. Tahap Persiapan Segera setelah perusahaan mengetahui adanya indikasi kuat tentang rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh KKKS adalah sebagai berikut: a. Melakukan koordinasi internal & eksternal dan melakukan persiapanpersiapan dalam menghadapi rencana Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.

107

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:107

3/19/2009 3:51:25 PM

PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA

maupun menyiapkan upaya-upaya mitigasi selanjutnya. Operasi Lapangan dan fungsi terkait lainnya di KKKS sebagai Tim Perunding/Negosiator maupun untuk menyiapkan laporan. Perusahaan dapat meminta bantuan BPMIGAS dalam proses perundingan sebelum melakukan mediasi ke Disnaker. i.indd Sec1:108 3/19/2009 3:51:26 PM . Membentuk Gugus Tugas (task force) yang terdiri dari fungsi SDM. Tahap Pelaksanaan Unjuk Rasa & Mogok Kerja a. perusahaan dapat koordinasi dengan BPMIGAS dalam menyiapkan surat jawaban tersebut. Hukum. Bila diperlukan. KKKS perlu menyusun strategi penyelesaian perselisihan yang baru dengan memperhatikan keamanan dan kelancaran proses produksi KKKS. : 20 Oktober 2008 b. Menyusun strategi apabila tidak terjadi kesepakatan dalam perundingan dengan Perwakilan Pekerja.1. c. Sekuriti. Mengumumkan kepada pekerja atas rencana unjuk rasa/mogok kerja dan menghimbau seluruh pekerja untuk tetap bekerja seperti biasa. KKKS melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan serta persiapan tindakan akibat hukumnya.PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. Bila diperlukan. antara lain dengan: • Mengamankan alat produksi dan asset perusahaan dengan mengerahkan petugas pengamanan internal perusahaan maupun koordinasi dengan aparat keamanan eksternal. g. Melakukan koordinasi dengan Disnaker/instansi terkait lainnya guna memastikan apakah rencana unjuk rasa/mogok kerja tersebut sah atau tidak secara hukum. e.2. • • 108 migas_17x25 cm_2009. memproses perselisihan di PHI/PN. mengaktifkan tim khusus yang telah disiapkan. Bila diperlukan. Melokalisir demonstran & pemogok sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional dan proses produksi. Menyusun mitigasi produksi dengan koordinasi fungsi-fungsi terkait di BPMIGAS/Instansi Pemerintah lainnya (bila perlu membentuk tim khusus untuk menjamin kelancaran/keamanan proses produksi). d. Humas. h. f. perusahaan dapat koordinasi dengan fungsi-fungsi terkait di BPMIGAS termasuk didalamnya. menghadapi tuntutan demonstran/pemogok. KKKS berusaha maksimal agar operasional & proses produksi tetap berjalan. 4. Melakukan upaya penyelesaian perselisihan melalui perundingan agar tidak terjadi mogok. Apabila perundingan mengalami dead-lock. perusahaan dapat menyiapkan jawaban kepada perwakilan Pekerja maupun paket informasi klarifikasi/hak jawab (standby statement) kepada media massa (press release) atau kepada instansi pemerintah terkait. Dalam hal perwakilan Pekerja telah mengeluarkan pernyataan sikapnya/ tuntutannya kepada perusahaan melalui media massa atau kepada instansi pemerintah terkait.

pembuktian dalam proses hukum dan upaya-upaya mitigasi selanjutnya.1 di atas. KKKS melakukan koordinasi dengan SP untuk mengurangi dampak negatif mogok kerja agar suasana pekerjaan. • • 4. maka KKKS harus menghitung total kerugian yang diakibatkan dan mengidentifikasi semua pihak-pihak yang bertanggung jawab maupun yang dirugikan dirugikan untuk kepentingan laporan. : 20 Oktober 2008 b. PJP bertanggung jawab untuk menyusun strategi dan langkah-langkah di lapangan dalam menangani unjuk rasa & mogok kerja pekerjanya.2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal.3.indd Sec1:109 3/19/2009 3:51:26 PM PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA . b. KKKS menghadapi demonstran & pemogok: • • • Menunjukkan sikap tidak bermusuhan. d.2. namun peran KKKS di atas diupayakan sepenuhnya dilaksanakan secara langsung oleh PJP sebagai konsekuensi adanya hubungan kerja langsung antara PJP dengan pekerjanya. Memanggil wakil demonstran & pemogok untuk berunding kembali guna menyelesaikan perselisihan/meminta pekerja bekerja kembali.2. Pekerja yang melakukan mogok kerja tidak sah akan dinyatakan sebagai mangkir. Perusahaan mengeluarkan surat panggilan sebanyak 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 hari kepada Pekerja untuk kembali bekerja. KKKS mencatat kronologi insiden unjuk rasa & mogok kerja. c. 4.1. 4.1. Dalam hal Disnaker telah melakukan melakukan upaya penyelesaian masalah yang menyebabkan terjadinya pemogokan dan telah dilimpahkan kepada lembaga PHI. 4. Tindak Lanjut Pasca Unjuk Rasa & Mogok Kerja a.2.3. sehingga emosi dapat saling terkendali dan tidak menjurus ke anarkis. baik untuk pekerja yang mendukung ataupun yang tidak mendukung unjuk rasa & mogok kerja. KKKS menyusun laporan/mendokumentasikan secara lengkap seluruh proses unjuk rasa & mogok kerja. dan melaporkannya kepada pihak-pihak terkait (internal & eksternal). Pada prinsipnya. 109 migas_17x25 cm_2009. Bila unjuk rasa dan/atau mogok kerja tidak sah atau mengganggu ketertiban atau bersifat anarkis maka Perusahaan dapat meminta aparat keamanan untuk mengambil tindakan penertiban serta pengamanan. Dalam hal aksi unjuk rasa & mogok kerja menimbulkan gangguan pada kegiatan operasional atau menyebabkan terhentinya proses produksi atau bahkan hingga menimbulkan kerugian materil/jatuh korban luka/meninggal dunia. proses penanganan unjuk rasa & mogok kerja oleh pekerja PJP di butir ini sama dengan prosedur penangan pada butir 4. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja perusahaan jasa penunjang (PJP) 4. maka Perusahaan melakukan perundingan dengan SP/perwakilan Pekerja untuk menghentikan mogok kerja.2. Fungsi pengawasan dan pengendalian berada pada KKKS dengan tetap melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan BPMIGAS maupun instansi pemerintah lainnya.

Kepmen No. Undang-Undang No. KKKS dapat melarang pekerja PJP yang melakukan unjuk rasa & mogok kerja berada di lokasi perusahaan KKKS. : 20 Oktober 2008 4. KKKS dan fungsi-fungsi terkait. VI.2 Penanganan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dikoordinasikan dengan fungsi Hubungan Pemerintah & Masyarakat (HUPMAS) BPMIGAS. 39/1999 tentang HAM (Pasal 25 Hak untuk Mogok). V. Undang-Undang No. 4. menjaga kepentingan operasional KKKS & kelangsungan proses produksi. 5.3. 232/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Yang Tidak Sah.2.1.5. 5. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-Undang No. Alur Mogok Kerja (Lampiran 1).1 Pedoman ini disusun khusus untuk unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS dan pekerja PJP. 110 migas_17x25 cm_2009. Untuk mengamankan alat produksi dan asset KKKS. Unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat 4. 6. bila diperlukan KKKS dapat mengadakan pekerja pengganti. 5.5. Bagan Komunikasi (Lampiran 2).1. LAMPIRAN 6.2.4.3. 4. 63/2004 tentang Objek Vital Nasional. 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.6. Undang-Undang No.2.3.2. REFERENSI 5. 5. Jika diperlukan.4.PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal.3.indd Sec1:110 3/19/2009 3:51:26 PM . KEPPRES No. 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. 4. 5.

indd Sec1:111 3/19/2009 3:51:26 PM PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. menunda atau mengakhiri Mogok Kerja Instansi Pemerintah menyerahkan kepada Lembaga Penyelesian Perselisihan Industrial 111 migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 Alur Mogok Kerja Perselisihan Pengusaha SP/B dan atau pekerja Perundingan untuk penyelesaian Setuju (perselisihan diselesaikan) Perundingan gagal SP/B dan atau pekerja merencanakan Mogok Kerja Tidak diijinkan Mogok Kerja karena menyangkut kepentingan umum/ mengganggu keamanan SP/B memberikan surat pemberitahuan Mogok Kerja kepada Perusahaan & Lembaga Pemerintah paling tidak 7 hari sebelum mogok kerja Instansi pemerintah membantu para pihak untuk menyelesaikan perselisihan (MEDIASI) Mediasi Gagal Setuju (perselisihan diselesaikan) SP/B dan atau pekerja memutuskan memulai.

: 20 Oktober 2008 Lampiran 2 Bagan Komunikasi K O M U N IK A S I IN T E R N A L EK STERN AL T eam M an ajem en B P M IG A S T eam H R (H u b u n g an In d u strial d an C & B ) D IS N A K E R T eam H u k u m P A M O B V IT T eam K o m u n ik asi M E D IA M A S A T eam K eam an an T eam P ro d u k si & S afety T eam P eru n d in g / N eg o siato r 112 migas_17x25 cm_2009.PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal.indd Sec1:112 3/19/2009 3:51:28 PM .

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Berlaku Tanggal.2 Tidak ada perbaikan keadaan setelah terapi maksimal di Indonesia. Dalam membuat keputusannya.2. : 20 Oktober 2008 I.3.3.3 Follow up/kontrol kasus dari pengobatan di luar negeri sebelumnya yang telah disetujui oleh BPMIGAS.2. Kompetensi & Pengalaman: • Teknologi medis baru tidak tersedia/belum memadai di Indonesia • Angka kegagalan terapi atau morbiditas tinggi • Tingkat kesulitan kasus yang tinggi • Jumlah kasus yang ditangani belum banyak 4. Ketersediaan di Indonesia • Sarana dan fasilitas kesehatan • Obat-obatan • Donor organ 4.indd Sec1:113 3/19/2009 3:51:28 PM BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI .4.4.1.1. II. Badan Pertimbangan Kesehatan (Medical Board) BPMIGAS akan berdiskusi untuk menyetujui atau menolak usulan rujukan ke luar negeri tersebut. Riwayat Pengobatan sebelumnya: 4. III. KKKS yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat menyediakan fasilitas pengobatan dan perawatan kesehatan TKA melalui kerjasama dengan primary health care provider yang ada di Indonesia.3. KKKS mengusulkan pekerja dan/atau keluarganya yang dirujuk ke luar negeri. 3. 4. TUJUAN Mempunyai kesamaan cara pandang dalam menetapkan standar rujukan pasien keluar negeri dalam usaha mengupayakan pelayanan kesehatan yang terbaik sesudah memperoleh jasa pelayanan kesehatan yang ada di dalam negeri. 4. Badan Pertimbangan Kesehatan mengacu pada alasan profesi medis dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 4.4. Rujukan pengobatan ke luar negeri bagi pekerja/keluarga KKKS harus mendapat persetujuan dari BPMIGAS melalui Badan Pertimbangan Kesehatan. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dirasakan sangat cepat dan tingkat penyerapan perkembangan tersebut dirasakan kurang merata di pusat kesehatan di Indonesia.2. UMUM Rujukan pasien ke luar negeri merupakan salah bentuk pelayanan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya di lingkungan KKKS BPMIGAS dalam usaha mencapai derajat tingkat kesehatan paripurna. masih terdapat ketidakjelasan diagnosa atau terapi dan tindaklanjutnya. IV.1 Setelah terapi maksimal di Indonesia. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. 4.1.4. 4. 113 migas_17x25 cm_2009. KEWENANGAN 3.

7.2. V. Kasus Emergensi yang perlu dilakukan tindakan evakuasi ke luar negeri dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa dan fasilitas kesehatan yang memadai. Peraturan Pemerintah No. maka seluruh biaya yang timbul tidak dapat dibebankan dalam biaya operasi KKKS.6. maka biaya yang dikeluarkan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS. Kontrak Kerja Sama (PSC).5. Undang-Undang No. : 20 Oktober 2008 4. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. cukup dilaporkan kepada BPMIGAS maksimal 3x24 jam pasca kejadian dengan memperhatikan peraturan/pedoman BPMIGAS. 114 migas_17x25 cm_2009. Undang-Undang No.5. 5. 5. 5. Undang-Undang No.4. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No.7. REFERENSI 5. Khusus untuk pengobatan TKA KKKS dan keluarganya ke luar negeri harus ada referensi dari primary health care provider dan persetujuan Dokter Perusahaan (Chief Medical Officer) atau fungsi Human Resources masing-masing KKKS.3. Work Program & Budget (WP&B) KKKS-BPMIGAS. Untuk pengobatan pekerja KKKS dan keluarganya ke luar negeri yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas.indd Sec1:114 3/19/2009 3:51:28 PM .6. 4.1. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. 23/1992 tentang Kesehatan.BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Berlaku Tanggal. Apabila tidak dilakukan. 4.

indd 1 3/19/2009 4:20:48 PM .1 migas_17x25 cm_2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful