1

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
PEDOMAN TATA KERJA
No. : 018 / PTK / X / 2008
REVISI I
TENTANG :
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
JAKARTA
migas_17x25 rev.indd 1 11/29/2008 10:08:04 AM
i
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
SURAT KEPUTUSAN
Nomor KEP- 0051/BP00000/2008/S8
TENTANG
REVISI PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
KEPALA BPMIGAS
Menimbang : a. Bahwa Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan dan
dikendalikan melalui Kontrak Kerja Sama
b. Bahwa pengendalian manajemen operasi Kontrak Kerja Sama barada
di tangan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
(BPMIGAS).
c. Bahwa dalam rangka mengikuti perkembangan kebutuhan pengelolaan
perlu untuk menyempurnakan Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang saat ini telah diberlakukan berdasarkan
Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal
11 Mei 2005.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi;
2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 tentang Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi;
5. Keputusan Presiden No. 20/P Tahun 2008 tanggal 16 April 2008 tentang
Pengangkatan Kepala BPMIGAS.
6. Production Sharing Contract (PSC).
7. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal
11 Mei 2005, tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Kontraktor Kontrak Kerja Sama;
8. Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 tentang Pedoman Pengelolaan
Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama (“Pedoman Tata Kerja
No. 18/2005”).
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : Memberlakukan Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 Revisi l tahun 2008
tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja
Sama ("PTK No. 18 Revisi I") sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini
untuk seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama di lingkungan Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi. Revisi l tersebut terdiri dari :
1. Menyempurnakan Pedoman Tata Kerja No. 18/2005 dengan mengubah sebagian
isinya sepanjang menyangkut pedoman mengenai Rekrutmen Tenaga Kerja
Indonesia, Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya, Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Di atas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja (RPTK), dan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA),
menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.
BB
S
U
R
A
T

K
E
P
U
T
U
S
A
N
migas_17x25 cm_2009.indd i 3/19/2009 3:50:47 PM
Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kontraktor Kotrak Kerja Sama, dipandang
ii
S
U
R
A
T

K
E
P
U
T
U
S
A
N BADAN PELAKSANA KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS BUMI
(BPMIGAS)
K
E
G
I
A
T
A
N
USA
H
A

H
U
L
U
M
I
N
Y
A
K
D
AN G
A
S

B
U
M
I
-2-
Surat Keputusan
No.: KEP- 0051 /BP00000/2008/S8
2. Menambahkan pedoman baru dalam Pedoman Tata Kerja No. 18/2005, yaitu
pedoman mengenai Total Remunerasi, Cross Posting, Rancangan Struktur
Organisasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Penanganan Unjuk Rasa dan
Mogok Kerja, dan Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri,
Sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.
KEDUA : Menugaskan kepada Kepala Divisi Eksternal sebagai penanggungjawab yang
secara berkesinambungan mengadakan penyempurnaan terhadap Pedoman
Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
KETIGA : Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam PTK
No. 18 Revisi I ini, akan ditetapkan kemudian dan akan menjadi satu kesatuan
dalam PTK No. 18 Revisi I ini.
Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 20 Oktober 2008
Kepala BPMIGAS
Ir. R Priyono

migas_17x25 cm_2009.indd ii 3/19/2009 3:50:47 PM
iii
K
A
T
A

P
E
N
G
A
N
T
A
R
KATA PENGANTAR
Buku Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) KKKS ini merupakan
penyempurnaan terhadap pedoman yang sudah ada sebelumnya, yang berisi
tata cara pengelolaan SDM KKKS, baik yang berkaitan dengan proses rencana
penggunaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja nasional serta hubungan
industrial dan kesejahteraan. Proses penyusunan pedoman ini melibatkan para
praktisi SDM KKKS melalui kelompok kerja I, II, III dan IV, sehingga diharapkan
sudah mengakomodasi sebagian besar kepentingan KKKS, tanpa mengurangi
fungsi pengawasan dari BPMIGAS.
Penyempurnaan pedoman yang dilakukan kali ini dilandasi oleh adanya
perubahan beberapa peraturan perundangan ketenagakerjaan dan semangat
untuk mengelola SDM KKKS yang berpihak kepada tenaga kerja nasional
berdasarkan kompetensi melalui pengawasan dan pengendalian SDM yang
obyektif, transparan, dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, para pengelola
SDM KKKS dituntut agar melakukan upaya nyata untuk mengelola SDM secara
profesional supaya program pengembangan tenaga kerja nasional dapat
terlaksana dengan baik guna mendukung proses operasi produksi perusahaan.
Melalui pedoman ini, terlihat jelas bahwa BPMIGAS memberikan kewenangan
kepada KKKS untuk melaksanakan kebijakan yang bersifat operasional,
sedangkan kebijakan yang bersifat strategis serta berdampak besar terhadap
kelangsungan operasi produksi dan hubungan industrial tetap memerlukan
persetujuan BPMIGAS.
Demikian agar buku pedoman ini menjadi acuan bersama dalam mengelola SDM
KKKS. Apabila ada penyimpangan atas pelaksanaan pengelolaan SDM KKKS,
maka buku pedoman ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan BPMIGAS
dalam menindaklanjuti temuan audit yang terkait dengan SDM dan setiap
penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya
tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd iii 3/19/2009 3:50:47 PM
iv
STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS
SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010
S
T
R
A
T
E
G
I

B
P
M
I
G
A
S

D
A
L
A
M

P
E
N
G
E
L
O
L
A
A
N


S
D
M

K
K
K
S

S
E
S
U
A
I

B
L
U
E
P
R
I
N
T

B
P
M
I
G
A
S

2
0
0
5
-
2
0
1
0
Melakukan Continous Improvement Initiatives dalam semua
proses untuk menurunkan biaya secara menyeluruh.
Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terpadu.
Mengendalikan penggunaan Sumber Daya Manusia KKKS secara
terstruktur dan terpola agar biaya TKI bisa mencapai 75% dari
total biaya personnel dengan tetap meperhatikan kaidah Cost-
Benefit.
Mengevaluasi kelemahan dalam Regulatory Framework
(ketentuan peraturan ketenagakerjaan) di Kegiatan Usaha Hulu
Migas serta mendorong Pemerintah untuk memperbaikinya.
Mendorong dan mempercepat penyediaan SDM Nasional yang
terlatih untuk mendukung Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
migas_17x25 cm_2009.indd iv 3/19/2009 3:50:47 PM
v
DAFTAR ISI
D
A
F
T
A
R

I
S
I
Surat Keputusan ................................................................................................................ i
Kata Pengantar .................................................................................................................... iii
Strategi BPMIGAS Dalam Pengelolaan SDM Sesuai Blueprint BPMIGAS 2005 – 2010 .... iv
Daftar Isi ............................................................................................................................. v
1. Manajemen Informasi Pekerja KKKS ............................................................................ 1
2. Rencana Kerja Dan Anggaran Ketenagakerjaan (RKA) ................................................ 5
3. Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) ................................................................ 16
4. Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) ............................................................ 29
5. Career Development Monitoring (CDM) ............................................................................... 37
6. Mentoring ............................................................................................................................... 41
7. Pengembangan Karir Internasional ....................................................................................... 43
8. Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya .................................................... 46
9. Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) .............................................................................. 48
10. Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan ................................................................. 51
11. Pelatihan Pendidikan Pekerja BPMIGAS Dan Pegawai Instansi Pemerintah
Atas Beban KKKS ........................................................................................................... 55
12. Program Praktek Kerja Mahasiswa, Coop, Siswa Dan Pihak Lain ................................. 58
13. Beasiswa Dan Beawiyata Dalam Negeri ........................................................................ 64
14. Beasiswa Luar Negeri ..................................................................................................... 65
15. Penyusunan Peraturan Perusahaan & Perjanjian Kerja Bersama (PP&PKB) ................ 66
16. Pengupahan Dan Kesejahteraan .................................................................................... 69
17. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) & Mutual Agreement Termination (MAT) ................ 71
18. Ketentuan Administratif Dewan Medik ............................................................................ 73
19. Tata Cara Administrasi Pengesahan Obat Oleh Apoteker ............................................. 75
20. Tata Cara Administrasi Rujukan Pasien Ke Luar Negeri ................................................ 76
21. Tata Cara Administrasi Pemeriksaan Kesehatan Pekerja .............................................. 79
22. Total Remunerasi ............................................................................................................ 81
23. Cross Posting Tenaga Kerja Indonesia ........................................................................... 101
24. Rancangan Struktur Organisasi KKKS .......................................................................... 105
25. Penanganan Unjuk Rasa Dan Mogok Kerja .................................................................. 107
26. Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri .................................................. 113
migas_17x25 cm_2009.indd v 3/19/2009 3:50:47 PM
vi
LAMPIRAN
L
A
M
P
I
R
A
N
1. MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
Lampiran 1. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS ............................................................................. 3
Lampiran 2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) ........................................................................ 4
2. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA)
Lampiran 1. Budgeted Total Personnel Expenses ..................................................................... 10
Lampiran 2. Compensation & Benefits Budget Evaluation ....................................................... 11
Lampiran 3. Operational Statistic For Manpower ...................................................................... 12
Lampiran 4. Operational Statistic For Expatriate Personnel Analysis ................................... 13
Lampiran 5. Budget Year Expenditure ....................................................................................... 14
Lampiran 6. Project Status Report ............................................................................................. 15
3. RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK)
Lampiran 1. Nota Penjelasan ..................................................................................................... 21
Lampiran 2. Identifikasi Pemohon ............................................................................................. 22
Lampiran 3. MD-1 Struktur Organisasi .................................................................................... 23
Lampiran 4. MD-2 Bagan Perencanaan Penggunaan & Penggantian TKA ........................... 24
Lampiran 5. Uraian Singkat Pekerjaan Dan Persyaratan Minimum Jabatan TKA ............ 25
Lampiran 6. Program Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Rangka
Penggantian TKA .......................................................................................... 26
Lampiran 7. MD-3 Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan TKA/TKI dan Rencana
Pengindonesiaan .......................................................................................... 27
Lampiran 8. MD-4 Program Pertukaran Pekerja Internasional ............................................ 28
4. IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA)
Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan
Pindah Jabatan ..................................................................................................... 32
Lampiran 2. Surat Permohonan Kepada Tiga Ditjen ................................................................ 34
Lampiran 3. Rekomendasi BPMIGAS Untuk Tamu Asing ...................................................... 35
Lampiran 4. Surat Permohonan IMTA Non Reguler ............................................................... 36
5. CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM)
Lampiran 1. Notulen Rapat CDM ................................................................................................. 40
6. PENGEMBANGAN KARIR INTERNATIONAL
Lampiran 1. Lihat masing-masing KKKS (Individual Development Plan)
7. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Lampiran 1. Annual Training Report Budget & Evaluation ......................................................... 54
8. PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH
ATAS BEBAN KKKS
Lampiran 1. Surat Persetujuan Hak-hak Kewajiban Mengikuti Program Pelatihan Atas Beban
KKKS ...................................................................................................................... 57
9. PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN
Lampiran 1. Technical Education Assistance (TEA) 1 .............................................................. 60
Lampiran 2. Technical Education Assistance (TEA) 2 .............................................................. 62
migas_17x25 cm_2009.indd vi 3/19/2009 3:50:47 PM
vii
10. TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI
Lampiran 1. Assistance Requistion Sheet (ARS) .................................................................... 78
11. TOTAL REMUNERASI
Lampiran 1. Komponen & Tariff Remunerasi TKI .............................................................. 85
Lampiran 2. Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies) ................................... 91
Lampiran 3. Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi ........... 99
12. CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA
Lampiran 1. Cross Posting Business Process .................................................................. 104
13. PENANGANAN UNJUK RASA DAN MOGOK KERJA
Lampiran 1. Alur Mogok Kerja ........................................................................................... 111
Lampiran 2. Bagan Komunikasi ....................................................................................... 112
migas_17x25 cm_2009.indd vii 3/19/2009 3:50:48 PM

1
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Manajemen Informasi Pekerja KKKS adalah pengelolaan data pekerja KKKS sebagai
dasar pengelolaan SDM yang diperlukan oleh manajemen BPMIGAS dan KKKS.
1.2. Manajemen Informasi Pekerja KKKS dilaksanakan dengan berbagai cara agar cepat
dan tepat dengan menggunakan sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang
dapat di akses melalui situs http://www.bpmigas.com.
1.3. Informasi pelaporan merupakan data-data pekerja yang diperlukan untuk menunjang
keputusan manajemen dalam pengawasan dan pengendalian SDM KKKS.
1.4. Untuk mengantisipasi perkembangan SDM yang demikian cepat dan kompleks, maka
diperlukan informasi/data pekerja yang cepat dan akurat.
II. TUJUAN
2.1. Memonitor pengelolaan SDM KKKS di lingkungan KKKS.
2.2. Untuk mendapatkan data yang bisa dipakai sebagai acuan dilingkungan KKKS dan bisa
dibuka setiap saat oleh pekerja (yang mempunyai akses kedalam sistem informasi data
ketenagakerjaan KKKS) dilingkungan KKKS.
2.3. Untuk menyediakan informasi dalam melaksanakan pengelolaan SDM KKKS.
III. KEWENANGAN
3.1. Setiap KKKS menentukan petugas yang melakukan pengisian data ke dalam sistem
informasi data ketenagakerjaan KKKS dan membuat laporan ketenagakerjaan yang
disetujui oleh pimpinan tertinggi HR.
3.2. Pekerja yang diberi tugas tersebut mempunyai akses untuk masuk ke dalam sistem
informasi data ketenagakerjaan KKKS di dalam situs http://www.bpmigas.com.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Untuk dapat menunjang keputusan manajemen dengan cepat dan tepat, informasi
yang diperoleh melalui sistem pelaporan tersebut dikirimkan kepada BPMIGAS dengan
menggunakan sarana :
Situs/Internet KKKS : http://www.bpmigas.com
Surat
Facsimili
E-mail
4.2. KKKS wajib melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang
telah dibuat BPMIGAS yang dapat diakses melalui situs : www.bpmigas.com pada
sistem informasi data ketenagakerjaan.
4.3. KKKS wajib melakukan pembaharuan data setiap saat sesuai kondisi aktual di
perusahaan.
4.4. Sepanjang KKKS belum melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan,
KKKS wajib melakukan pelaporan bulanan sesuai yang berlaku saat ini:
4.4.1. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS
Jumlah TKI, baik penuh/full posting (sesuai RPTK), maupun TPC (jangka
pendek, yang bersifat project/sementara).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:1 3/19/2009 3:50:48 PM
2
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Jumlah TKI yang terdiri dari :
- Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT) atau pekerja tetap.
- Pekerja Waktu Tertentu (PWT) atau pekerja kontrak (direct hire).
- Pekerja TPC, untuk jangka pendek yang bersifat project/sementara.
4.4.2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK)
• Penerimaan TKI/(B).
• Transfer/(T):
- Ta = Pindah Jabatan, Departemen, Lokasi/Area.
- Tb = Promosi (perubahan grade/golongan, jabatan).
- Tc = Internasionalisasi.
- Td = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional.
- Te = Job Assignment/Overseas On The Job Training.
- Tf = Change Job Title dan Perubahan Organisasi.
- Tg = Leave Without Payment.
• Pemutusan Hubungan Kerja/(P) :
- Pa = Pensiun Purnakarya.
- Pb = Pensiun Dini atas Permintaan Sendiri.
- Pc = Mengundurkan Diri.
- Pd = Mengundurkan Diri atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement
Termination = MAT).
- Pe = Meninggal Dunia.
- Pf = Alasan Kesehatan.
- Pg = Disebabkan Pelanggaran berat yang dilakukan pekerja.
- Ph = Penutupan Perusahaan.
4.5. KKKS menyusun Pelaporan selain tersebut diatas yang ditetapkan BPMIGAS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
VI. LAMPIRAN
6.1. Laporan Kekuatan Tenaga Kerja (KTK). (Lampiran 1).
6.2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK). (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:2 3/19/2009 3:50:48 PM

3
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

K
K
K
S
S
t
a
t
e
S
u
b
.
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
S
u
b

T
o
t
a
l
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
S
u
b

T
o
t
a
l
E
m
p
l
.
C
o
n
t
.
P
W
T
N
a
s
i
o
n
a
l
T
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a

A
s
i
n
g
I
K
S
S
u
b

K
o
n
t
r
a
k
t
o
r
S
u
b

T
o
t
a
l
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
G
r
a
n
d

T
o
t
a
l
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
L
A
P
O
R
A
N

K
E
K
U
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S

B
u
l
a
n










L
o
k
a
s
i
/
W
i
l
a
y
a
h

K
e
r
j
a
N
o
.

T
o
t
a
l
I
M
T
A
P
W
T
T
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϭ

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:3 3/19/2009 3:50:48 PM
4
M
A
N
A
J
E
M
E
N

I
N
F
O
R
M
A
S
I

P
E
K
E
R
J
A

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA
KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
L
A
P
O
R
A
N

M
U
T
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A


I
N
D
O
N
E
S
I
A
B
u
l
a
n

















T
m
t
.
C
o
d
e
K
e
t
.
L
o
k
a
s
i
D
e
p
t
.
J
a
b
a
t
a
n
G
o
l
.
L
o
k
a
s
i
D
e
p
t
.
J
a
b
a
t
a
n
G
o
l
.
C
a
t
a
t
a
n

:
B

=

B
a
r
u

(
P
e
n
e
r
i
m
a
a
n

P
e
k
e
r
j
a

B
a
r
u
)
P



=

P
H
K

(
p
e
m
u
t
u
s
a
n

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
)
T

=

T
r
a
n
s
f
e
r
P
a

=

P
e
n
s
i
u
n

P
u
r
n
a
k
a
r
y
a

P
b

=

P
e
n
s
i
u
n

D
i
n
i

A
t
a
s

P
e
r
m
i
n
t
a
a
n

S
e
n
d
i
r
i
T
a

=

P
i
n
d
a
h

J
a
b
a
t
a
n
,

D
e
p
a
r
t
e
m
e
n
,

L
o
k
a
s
i
/
A
r
e
a
P
c

=

M
e
n
g
u
n
d
u
r
k
a
n

D
i
r
i

T
b
=

P
r
o
m
o
s
i

(
p
e
r
u
b
a
h
a
n

g
r
a
d
e
/
g
o
l
o
n
g
a
n
/
j
a
b
a
t
a
n
)
P
d

=

M
e
n
g
u
n
d
u
r
k
a
n

D
i
r
i

A
t
a
s

K
e
s
e
p
a
k
a
t
a
n

B
e
r
s
a
m
a

T
c
=

I
n
t
e
r
n
a
s
i
o
n
a
l
i
s
a
s
i








(
M
u
t
u
a
l

A
g
r
e
e
m
e
n
t

T
e
r
m
i
n
a
t
i
o
n
)
T
d
=

S
w
a
p
p
i
n
g
/
P
e
r
t
u
k
a
r
a
n

P
e
k
e
r
j
a

I
n
t
e
r
n
a
s
i
o
n
a
l
P
e

=

M
e
n
i
n
g
g
a
l

D
u
n
i
a

T
e
=

J
o
b

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/
O
v
e
r
s
e
a
s

O
n

T
h
e

J
o
b

T
r
a
i
n
i
n
g
P
f


=

A
l
a
s
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
T
f
=

C
h
a
n
g
e

J
o
b

T
i
t
l
e

d
a
n

p
e
r
u
b
a
h
a
n

o
r
g
a
n
i
s
a
s
i
P
g

=

D
i
s
e
b
a
b
k
a
n

P
e
l
a
n
g
g
a
r
a
n

B
e
r
a
t

Y
a
n
g

D
i
l
a
k
u
k
a
n

P
e
k
e
r
j
a

T
g
=

L
e
a
v
e

W
i
t
h
o
u
t

P
a
y
m
e
n
t
P
h

=

P
e
n
u
t
u
p
a
n

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n

A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

2
N
o
.
N
a
m
a

K
K
K
S
N
a
m
a

N
o
p
e
g
L
a
m
a
B
a
r
u
J
a
b
a
t
a
n

d
a
n

K
e
d
u
d
u
k
a
n
K
a
t
e
g
o
r
i
S
N
S
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
Ϯ

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:4 3/19/2009 3:50:49 PM

5
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Rencana Kerja & Anggaran Tenaga Kerja adalah rencana kerja kegiatan pengelolaan
Tenaga Kerja yang dituangkan dalam bentuk rencana pengeluaran biaya di setiap KKKS
yang merupakan dasar penyusunan Work Program & Budget (WP&B).
1.2. Total Personnel Expenses adalah keseluruhan pengeluaran biaya tenaga kerja yang
terdiri dari pengupahan (Salary & Wages), Benefit dan belanja Iain-Iain untuk pekerja
(Personnel Expenses).
Total Personnel Expenses dipisahkan untuk 3 jenis kegiatan yaitu kelompok Exploration/
Development, Production dan Administration.
1.2.1. Kelompok Exploration/Development.
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Budgeted Exploration/Development Expenses dari Work Program and
Budget (Attachment to Schedule-4).
1.2.2. Kelompok Production
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Budgeted Production Expenses dari Work Program and Budget
(Attachment to Schedule-8).
1.2.3. Kelompok Administration
Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum
dalam Administrative Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to
Schedule-11).
1.3. Budgeted Total Personnel Expenses adalah rincian anggaran yang diisi data pengeluaran
biaya TKI & TKA sampai dengan akhir tahun dari Total Personnel Expenses, yang
mencakup Salary Wages & Benefits, serta Personnel Expenses yang dialokasikan pada
fungsi Exploration/Development Expenses, Production Expenses dan Administrative
Expenses.
1.4. Compensation and Benefits Budget Evaluation adalah rincian anggaran berdasarkan
komponen Salary Wages, Other/Employee Benefits dan kandungan biaya tenaga kerja
yang dimasukan dalam Technical Services, Outside Services, Materials, Insurance,
Environmenttal Control dan Sundries.
II. TUJUAN
2.1. Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan pengendalian pengelolaan SDM
Kontraktor Kontrak Kerja Sama dengan analisa dan evaluasi Strategis, berdasarkan
hubungan Kontrak Kerja Sama.
2.2. Untuk menjamin komitmen KKKS dalam pelaksanaan pengelolaan ketenagakerjaan.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun rancangan anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang
Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang
sesuai dengan strategi/kebutuhan bisnis dan kemampuan finansial perusahaan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:5 3/19/2009 3:50:50 PM
6
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas rancangan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) di
bidang ketenagakerjaan yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan
dan memberikan persetujuannya untuk dipedomani oleh KKKS pada pelaksanaan
rencana kerja di bidang ketenagakerjaan dalam tahun anggaran ke depan. Apabila
KKKS harus membuat kebijakan ketenagakerjaan di luar dari RKA yang telah disetujui
BPMIGAS, maka KKKS harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. KKKS menyusun anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang
Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan
datang. Hal ini dituangkan dalam formulir Budgeted Total Personnel Expenses,
Compensation & Benefits Budget Evaluation Annual dan Training Report
Budget& Evaluation (lihat pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan),
dilengkapi dengan : Budget Schedule No. 17 (Budget Year Expenditure),
Report Table 15 WP&B (Project Status Report), Report Table 11 WP&B
(Operational Statistics for Manpower) dan Report Table 12 WP&B (Operational
Statistics for Expatriates Personnel Analysis). Kemudian disampaikan kepada BPMIGAS
cq. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial sebelum rapat
WP&B dilaksanakan (Sebelum tanggal 30 September tahun berjalan).
4.2. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial melaksanakan
evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran yang diajukan tersebut dan dibahas dengan
KKKS terkait untuk rekomendasi kepada Tim WP&B.
4.3. Rencana Kerja dan Anggaran kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui,
menjadi bahan pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja KKKS pada periode tahunan
anggaran yang akan datang (sesuai dengan periode WP&B).
4.4. Dalam tahun anggaran yang sedang berjalan :
4.4.1. Apabila dalam pelaksanaan/realisasi rencana kerja terjadi kenaikan biaya yang
melebihi batasan anggaran yang telah di setujui, maka KKKS wajib meminta
persetujuan terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum dapat di masukkan
sebagai tambahan beban biaya operasi. Namun apabila penyebab kenaikan
biaya tersebut semata-mata karena kenaikan jumlah tenaga kerja Indonesia dan
jumlahnya tidak lebih dari 10% dari anggaran ketenagakerjaan yang telah di
setujui, maka KKKS dapat melaksanakan tanpa persetujuan BPMIGAS.
4.4.2. Apabila KKKS melaksanakan kebijakan Pengupahan Ketenagakerjaan,
(Compensation & Benefits) di luar dari rencana kerja, KKKS meminta persetujuan
terlebih dahulu dari BPMIGAS.
4.5. Apabila KKKS akan merevisi Anggaran bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui,
maka KKKS menyampaikan revisi tersebut kepada BPMIGAS cq. Kepala Dinas
Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial. Dengan mengajukan formulir
Lampiran 1, 2 yang telah diisi dan revisi Report Table 11 WP&B (Lampiran 3) dan Report
Table 12 WP&B (Lampiran 4).
4.6. Rencana Kerja dan Anggaran bidang Ketenagakerjaan merupakan dasar dalam
penggunaan Tenaga Kerja sehingga setiap pengajuan RPTK & Ijin Penggunaan
Tenaga Kerja khususnya TKA harus berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran
ketenagakerjaan yang telah disetujui.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:6 3/19/2009 3:50:50 PM

7
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.7. Kebijakan yang diambil KKKS dalam bidang Ketenagakerjaan yang tidak berdasarkan
pada Rencana Kerja & Anggaran bidang Ketenagakerjaan tanpa melalui persetujuan
BPMIGAS dan atau tidak berdasarkan pada kebijakan-kebijakan/keputusan-keputusan
BPMIGAS, tidak menjadi beban biaya operasi.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.6. Work Program & Budget (WP&B).
VI. LAMPIRAN
6.1. Budgeted Total Personnel Expenses (Lampiran 1).
6.2. Compensation & Benefits Budget Evaluation (Lampiran 2).
6.3. Operational Statistics for Manpower, Report Table 11 WP&B (Lampiran 3).
6.4. Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis, Report Table 12 WP&B
(Lampiran 4).
6.5. Budget year Expenditure, Budget Schedule 17 WP&B (Lampiran 5).
6.6. Project Status Report, Report Table 15 WP&B (Lampiran 6).
VII. PETUNJUK PENGISIAN
Lampiran 1 : BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES :
Line 1 : Exploration/Development Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Exploration/Development.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data Salary Wages/Benefits dimasukan kedalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja nasional ataupun expat.
• Personnel Expenses merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja
selain untuk Salary Wages/Benefit. Biaya ini digunakan untuk Employee
Relation, Training, Accommodations, Welfare/Medical dan Other yang
dianggarkan dalam kelompok Exploration/Dev. Data tersebut dicantumkan
di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service, Outside
Service, Materials, Insurance, Environment Control dan Sundries.
Di dalam Work Program & Budget, Personnel Expenses ini merupakan
bagian dari anggaran Administration (row 21) dibawah sub judul Exploration
Administration Expenditures (row 20) dari Attachment to Schedule-4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:7 3/19/2009 3:50:50 PM
8
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
• Manpower Budget diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja dikelompok
Exploration/Dev.
Line 2 : Production Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Production.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data salary Wages/benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat.
• Personnel Expenses
Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk
Salary & Benefit. Biaya ini sejalan dengan data untuk Employee Relation pada
row 40 dalam Attachment to Schedule-8 WP&B, ditambah dengan anggaran
untuk tenaga kerja lain. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai
yaitu : pada kolom Technical Service, Outside Service, Materials, Insurance,
Environment Control dan Sundries.
• Manpower Budget
Data tentang jumlah tenaga kerja diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja di
kelompok Production.
Line 3 : Administrative Expenses.
Data mengenai pekerja dari kelompok Administration.
• Employee Salary Wages/Benefits
Data salary Wages/Benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada
kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat.
• Personnel Expenses
Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain
untuk Salary Wages/Benefit. Biaya ini sejalan dengan data pada Personnel
Expenses (Row 24), Attachment to Schedule-11 dalam WP&B, ditambah
dengan anggaran untuk tenaga kerja lain (Outside Contract, Technical Services,
dsb.) dari kelompok Administration. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom
yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service, Outside Service, Materials,
Insurance, Environment Control dan Sundries.
• Manpower Budget: diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja yang dianggarkan
dalam kelompok Administrative.
Lampiran 2 : COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION.
Data yang dievaluasi adalah data dari setiap kelompok yaitu : Exploration &
Development, Production dan Administration, dengan mengisikan data realisasi
tahun sebelumnya, anggaran tahun berjalan dan rencana anggaran tahun yang
akan datang.
Data diisi sesuai dengan salary & benefit Total di seluruh wilayah kerja, data
outside services, material, insurance dan environmental control diisi jika memiliki
alokasi biaya tenaga kerja dalam jenis biaya tersebut.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:8 3/19/2009 3:50:50 PM

9
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 3 & 4 :
- OPERATIONAL STATISTICS FOR MANPOWER, REPORT TABLE-11
WP&B (Lampiran 3).
- OPERATIONAL STATISTICS FOR EXPATRIATES PERSONNEL
ANALYSIS, REPORT TABLE-12 WP&B (Lampiran 4).
Merupakan Proposed Budget, pada Report Table-11 WP&B (Lampiran
3) dan Report Table-12 WP&B (Lampiran 4).
Lampiran 5 : BUDGET YEAR EXPENDITURE, Budget Schedule-17 WP&B
(Lampiran 5)
Merupakan proposed budget pada Budget Schedule 17dari WP&B.
Lampiran 6 : PROJECT STATUS REPORT, REPORT TABLE-15 (Lampiran 6).
Adalah data anggaran Supervisi dan General & Adiministration pada
proyek sesuai AFE. Data ini diambil dari Report Table-15, Project Status
Report dari Procedure Manual of Production Sharing Contract. Pada
setiap AFE proyek (misalnya Seismic & Other Survey, G&G, Exploration
Drilling, Delineation Drilling, Development Drilling, dll) terdapat alokasi
anggaran Supervisi, General & Administration, yang merupakan
anggaran ketenagakerjaan proyek yang dicantumkan dalam Project
Status Report/closed out report AFE Project.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:9 3/19/2009 3:50:51 PM
10
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
L
A
M
P
I
R
A
N

-

1
O
p
e
r
a
t
o
r
:

C
o
n
t
r
a
c
t

A
r
e
a













:

P
r
o
p
o
s
e
d

B
u
d
g
e
t

Y
e
a
r
:
(
i
n

1
,
0
0
0

U
S
$
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
E
X
P
A
T
N
A
T
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
.
E
X
P
A
T
N
A
T
1
.
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n
/
D
e
v
.

E
x
p
e
n
s
e
s



a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s

(
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n
)
*
2
.
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

E
x
p
e
n
s
e
s
a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
*
*
3
.
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
v
e

E
x
p
e
n
s
e
s
a
.

E
m
p
lo
y
e
e

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
b
.

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
*
*
T
o
t
a
l

M
a
n
p
o
w
e
r
*


:

P
e
r
s
o
n
n
e
l

E
x
p
e
n
s
e
s
,

p
a
r
t

o
f

A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
io
n

E
x
p
e
n
s
e
s

i
n

E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

/
D
e
v
.

w
i
t
h
o
u
t

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
it
s
.



*
*

:

P
e
r
s
o
n
n
e
l
E
x
p
e
n
s
e
s

W
it
h
o
u
t

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
i
t

f
o
r

a
ll

e
m
p
lo
y
e
e

s
t
a
t
u
s
.
S
U
N
D
R
I
E
S
P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
T
E
C
H
.

S
E
R
V
.
O
U
T
S
I
D
E

S
E
R
V
.
M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
.
B
U
D
G
E
T
E
D

T
O
T
A
L

P
E
R
S
O
N
N
E
L

E
X
P
E
N
S
E
S
T
O
T
A
L

T

O

T

A

L
S
A
L
.
/
W
A
G
E
S
B
E
N
E
F
I
T
S
D
O
M
E
S
T
I
C
I
M
P
O
R
T
C
O
N
T
R
O
L
M
A
N
P
O
W
E
R

B
U
D
G
E
T

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:10 3/19/2009 3:50:51 PM

11
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Operator :
Contract Area :
LINE DESCRIPTION
EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL
1. SALARIES & WAGES
- Base Salary
- Housing Allw
- Transport Allw
- Regional Allw
- Leave day off
……………………..
Total Salaries & Wages
2. OTHER/EMPL. BENEFIT
- Field Allw
- Rotational Allw
- Shift Premium
- Meals & Trpt O/T Allw
- Incentives Comp Plan
- THRK Allw
……………………………
Total Other/Empl. Benefit
3. TECHNICAL SERVICES
- Salary
- other
Total Technical Services
4. OUTSIDE SERVICES
- Salary
- other
Total Outside Services
5 MATERIALS*
6 INSURANCE*
7 ENVIRONMENTAL CONTROL*
8 SUNDRIES*
(personnel expenses that not
covered by all items above)
* : For Personnel Expenses & Benefits
** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B
Attachment 2
COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION
** TOTAL
(1) (2) (3)
PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET
BUDGET FOR
NEXT YEAR
% VARIANCE
(3-2)
2
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

Operator :
Contract Area :
LINE DESCRIPTION
EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL EXPAT NATIONAL
1. SALARIES & WAGES
- Base Salary
- Housing Allw
- Transport Allw
- Regional Allw
- Leave day off
……………………..
Total Salaries & Wages
2. OTHER/EMPL. BENEFIT
- Field Allw
- Rotational Allw
- Shift Premium
- Meals & Trpt O/T Allw
- Incentives Comp Plan
- THRK Allw
……………………………
Total Other/Empl. Benefit
3. TECHNICAL SERVICES
- Salary
- other
Total Technical Services
4. OUTSIDE SERVICES
- Salary
- other
Total Outside Services
5 MATERIALS*
6 INSURANCE*
7 ENVIRONMENTAL CONTROL*
8 SUNDRIES*
(personnel expenses that not
covered by all items above)
* : For Personnel Expenses & Benefits
** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B
Attachment 2
COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION
** TOTAL
(1) (2) (3)
PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET
BUDGET FOR
NEXT YEAR
% VARIANCE
(3-2)
2
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
>ĂŵƉŝƌĂŶ Ϯ
(in 1,000 US$)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:11 3/19/2009 3:50:51 PM
12
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

OPERAT IONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

DESCRIPTION
1. TOTAL MANPOWER
2. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS
- Routine
- Project
3. NUMBER OF NATIONAL STAFF
4. NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF
5. NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS
- Exploration
- Other E & P
- Finec
- Administration & Other
6. TRAINING & COURSES
a. Category :
- S1 degree
- S2 degree
- S3 degree
- Other (AKAMIGAS)
- S2 Overseas
- In House
- Domestic
- Overseas
Practical Training for Univ. Student
b. Training Expenditures (K US$) :
Attachment 4
(Report Table 11 of WP&B)
Proposed
Next Year
Budget
Previous
Budget
WP&B Year To Date Q3
CURRENT YEAR
Original Revision Budget Actual
Attachment 3
(Report Table 11 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR MANPOWER

OPERAT IONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :

DESCRIPTION
1. TOTAL MANPOWER
2. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS
- Routine
- Project
3. NUMBER OF NATIONAL STAFF
4. NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF
5. NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS
- Exploration
- Other E & P
- Finec
- Administration & Other
6. TRAINING & COURSES
a. Category :
- S1 degree
- S2 degree
- S3 degree
- Other (AKAMIGAS)
- S2 Overseas
- In House
- Domestic
- Overseas
Practical Training for Univ. Student
b. Training Expenditures (K US$) :
Attachment 4
(Report Table 11 of WP&B)
Proposed
Next Year
Budget
Previous
Budget
WP&B Year To Date Q3
CURRENT YEAR
Original Revision Budget Actual
Attachment 3
(Report Table 11 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR MANPOWER
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϯ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϭŽĨtWΘͿ
C Ca at te eg go or ry y :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:12 3/19/2009 3:50:52 PM

13
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Previous Proposed
Budget Next Year
Budget
1. OPERATIONAL RESULT
a. Discoveries + Reassesment Res. Eq. bbl.
b. Production Equivalent bbl.
2. FINANCIAL RESULT
a. Exploration Expenditures
b. Development Expenditures
c. Production + Other Expenditures
d. Total Expenditures
3. NUMBER OF EXPATRIATES
a. Exploration
b. Other E&P
c. Finance + Administration
d. Total Expatriates
4. UNIT ANALYSIS
a. Expatriates Exploration
- Additional Reserve/personnel (1a:3a)
- Explo. Expenditures/personnel (2a:3a)
b. Other E&P
- Production/Personnel (1b:3b)
- Dev. Expenditures/personnel (2b:3b)
c. Finance + Administration
- Production/Personnel (1b:3c)
- Expenditures/personnel (2d:3d)
DESCRIPTION
Original Revision Budget Actual
Attachment 5
(Report Table 12 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS
CURRENT YEAR
W P & B Year to Date Q3
4. UNIT ANALYSIS
Attachment 4
(Report Table 12 of WP&B)
Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Previous Proposed
Budget Next Year
Budget
1. OPERATIONAL RESULT
a. Discoveries + Reassesment Res. Eq. bbl.
b. Production Equivalent bbl.
2. FINANCIAL RESULT
a. Exploration Expenditures
b. Development Expenditures
c. Production + Other Expenditures
d. Total Expenditures
3. NUMBER OF EXPATRIATES
a. Exploration
b. Other E&P
c. Finance + Administration
d. Total Expatriates
4. UNIT ANALYSIS
a. Expatriates Exploration
- Additional Reserve/personnel (1a:3a)
- Explo. Expenditures/personnel (2a:3a)
b. Other E&P
- Production/Personnel (1b:3b)
- Dev. Expenditures/personnel (2b:3b)
c. Finance + Administration
- Production/Personnel (1b:3c)
- Expenditures/personnel (2d:3d)
DESCRIPTION
Original Revision Budget Actual
Attachment 5
(Report Table 12 of WP&B)
OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS
CURRENT YEAR
W P & B Year to Date Q3
4. UNIT ANALYSIS
Attachment 4
(Report Table 12 of WP&B)
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϰ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϮŽĨtWΘͿ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:13 3/19/2009 3:50:53 PM
14
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

O
P
E
R
A
T
O
R



:
C
O
N
T
R
A
C
T

A
R
E
A



:
P
R
O
P
O
S
E
D

B
U
D
G
E
T

(
N
E
X
T

Y
E
A
R
)



:
E
x
p
r
e
s
s
e
d

i
n

T
h
o
u
s
a
n
d
s

o
f

D
o
l
l
a
r
s
2
)
3
)

C
O
N
T
R
A
C
T
/
4
)
5
)
6
)
7
)
8
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
E
M
P
L
O
Y
E
E

B
E
N
E
F
I
T
S
T
E
C
H
N
I
C
A
L
O
U
T
S
I
D
E

M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
E
N
T
A
L
S
U
N
D
R
I
E
S
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
S
E
R
V
I
C
E
S
S
E
R
V
I
C
E
S
C
O
N
T
R
O
L
1
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
2
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t

3
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

4
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

5
T
o
t
a
l

C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
6 7
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
8
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
9
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

1
0
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

1
1
T
o
t
a
l

N
o
n
-
C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
1
2
1
3
T
O
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

o
f

W
P
&
B

S
A
L
A
R
I
E
S
B
U
D
G
E
T

Y
E
A
R

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
1
)


P
E
R
S
O
N
A
L

C
O
S
T
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

5
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

O
F

W
P

&

B

O
P
E
R
A
T
O
R



:
C
O
N
T
R
A
C
T

A
R
E
A



:
P
R
O
P
O
S
E
D

B
U
D
G
E
T

(
N
E
X
T

Y
E
A
R
)



:
E
x
p
r
e
s
s
e
d

i
n

T
h
o
u
s
a
n
d
s

o
f

D
o
l
l
a
r
s
2
)
3
)

C
O
N
T
R
A
C
T
/
4
)
5
)
6
)
7
)
8
)
L
I
N
E
D
E
S
C
R
I
P
T
I
O
N
E
M
P
L
O
Y
E
E

B
E
N
E
F
I
T
S
T
E
C
H
N
I
C
A
L
O
U
T
S
I
D
E

M
A
T
E
R
I
A
L
S
I
N
S
U
R
A
N
C
E
E
N
V
I
R
O
N
M
E
N
T
A
L
S
U
N
D
R
I
E
S
T
O
T
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
E
X
P
A
T
N
A
T
I
O
N
A
L
S
E
R
V
I
C
E
S
S
E
R
V
I
C
E
S
C
O
N
T
R
O
L
1
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
2
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t

3
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

4
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

5
T
o
t
a
l

C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
6 7
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
8
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

a
n
d

D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
9
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

1
0
A
d
m
i
n
i
s
t
r
a
t
i
o
n

1
1
T
o
t
a
l

N
o
n
-
C
a
p
i
t
a
l

E
x
p
a
n
d
i
t
u
r
e
s
1
2
1
3
T
O
T
A
L

E
X
P
A
N
D
I
T
U
R
E
S
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

o
f

W
P
&
B

S
A
L
A
R
I
E
S
B
U
D
G
E
T

Y
E
A
R

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
1
)


P
E
R
S
O
N
A
L

C
O
S
T
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

5
B
U
D
G
E
T

S
C
H
E
D
U
L
E

1
7

O
F

W
P

&

B
L
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϱ
8
u
u
C
L
1

S
C
P
L
u
u
L
L

ϭ
ϳ

C
l

W
Þ
Θ
8
6 7 8 9 1
0
1
1
(
i
n

1
,
0
0
0

U
S
$
)

T
O
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
N
O
N
-
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
C
A
P
I
T
A
L

E
X
P
E
N
D
I
T
U
R
E
S
E
x
p
e
n
d
i
t
u
r
e
s
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:14 3/19/2009 3:50:53 PM

15
R
E
N
C
A
N
A

K
E
R
J
A

D
A
N

A
N
G
G
A
R
A
N

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

(
R
K
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
KETENAGAKERJAAN (RKA)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
OPERATOR
CONTRACT AREA
QUARTERENDED
Remaining Estimated Over/(Under)
Original Revised Prev. Yr This Qtr Total YTD Budget Actual Amount Budget
4 5 6 7 8 9 10 11 16
- Seismic &Other Survey
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- G&G
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Exploration Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Delineation Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Development Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Production Facilities
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Work Over
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Equipment
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Other
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
Grand Total
Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFEProyek, hanya baris supervisi dan G&A.
Attachment 7
Report Table 15 of WP&B
B P M I G A S
PRODUCTION SHARING CONTRACT
PROJECT STATUS REPORT
AFE byCatagories
Total Budget Actual Expenditures
Remarks
:
:
:
OPERATOR
CONTRACT AREA
QUARTERENDED
Remaining Estimated Over/(Under)
Original Revised Prev. Yr This Qtr Total YTD Budget Actual Amount Budget
4 5 6 7 8 9 10 11 16
- Seismic &Other Survey
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- G&G
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Exploration Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Delineation Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Development Drilling
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Production Facilities
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Work Over
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Equipment
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
- Other
* Supervisi
* General &Admin.
Subtotal
Grand Total
Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFEProyek, hanya baris supervisi dan G&A.
Attachment 7
Report Table 15 of WP&B
B P M I G A S
PRODUCTION SHARING CONTRACT
PROJECT STATUS REPORT
AFE byCatagories
Total Budget Actual Expenditures
Remarks
:
:
:
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϲ
;ZĞƉŽƌƚdĂďůĞϭϱŽĨtWΘͿ
12
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:15 3/19/2009 3:50:53 PM
16
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
I. UMUM
1.1. BPMIGAS berperan sebagai pengawas dan pengendali tenaga kerja di lingkungan
KKKS, berdasarkan kegiatan yang tertuang di dalam rencana kerja & anggaran KKKS.
1.2. RPTK KKKS (RPTK) adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS, yang
digunakan BPMIGAS di dalam melakukan pengendalian dan pengawasan penggunaan
dan penempatan tenaga kerja, melalui format MD-1 & MD-2, yang merupakan bagian
proses formalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Departemen Tenaga Kerja
& Transmigrasi (Depnakertrans), penyusunan struktur organisasi yang mencerminkan
kegiatan operasi KKKS, serta program-program pengembangan TKI (program suksesi
dan penugasan ke luar negeri).
1.3. RPTK terdiri dari:
1.3.1. RPTK Reguler dibuat untuk dasar penggunaan TKA yang melaksanakan kegiatan
rutin dan menduduki posisi permanen (established) dalam struktur organisasi
KKKS atau jangka waktu penggunaannya lebih dari 12 bulan.
1.3.2. RPTK Proyek merupakan bagian dari RPTK Reguler yang penggunaannya
berdasarkan kegiatan proyek yang tergambar di dalam rencana kerja dan
anggaran proyek di luar dari anggaran rutin personalia.
1.3.3. RPTK Non Reguler dibuat untuk TKA yang melaksanakan kegiatan operasional
yang bersifat sementara dan jangka waktu penggunaannya sampai dengan 12
bulan
1.3.4. RPTK Program Pertukaran Pekerja Internasional dibuat untuk menampung
program Job Swapping, TDE (Technical Development Exchange). RPTK
Co-Operative Academic education (Co-op)/praktek kerja dibuat untuk
menampung program pemagangan dari kantor pusat yang terkait dengan
kebijakan pemerintah.
1.4. Pada dasarnya, dalam melakukan pengisian posisi di RPTK harus mengutamakan
TKI.
1.5. RPTK KKKS dibuat berdasarkan WP&B, AFE, dan POD dengan memperhatikan
kepentingan operasional KKKS, pembinaan dan pengembangan TKI, dan alih
teknologi.
1.6. Penggunaan TKA merupakan bagian dari penerapan teknologi dan pengetahuan, serta
penempatan wakil perusahaan.
1.7. Setiap rencana penggunaan TKA harus diikuti dengan rencana pengembangan TKI.
1.8. Untuk setiap posisi TKA harus diikuti dengan program transfer teknologi, baik melalui
pendampingan dan/atau memberikan pelatihan.
1.9. Evaluasi dan monitoring penggunaan TKA akan dilakukan berdasarkan semua ketentuan
tersebut di atas.
1.10. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga adalah Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja yang digunakan sebagai dasar evaluasi penggunaan tenaga
kerja asing, yang secara substansi merupakan penggunaan tenaga kerja asing melalui
kontrak jasa keahlian tenaga kerja dengan pihak ke tiga.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:16 3/19/2009 3:50:54 PM

17
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
II. TUJUAN
Pada dasarnya RPTK diperlukan dengan tujuan:
2.1. Untuk menunjang kegiatan operasi migas KKKS sesuai dengan rencana kegiatan KKKS
yang tertuang di dalam WP&B, AFE, dan POD.
2.2. Sebagai bagian dari rencana strategi bisnis perusahaan dalam pengelolaan SDM.
2.3. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja agar efektif dan efisien.
2.4. Optimalisasi penggunaan TKA dalam rangka memberi kesempatan kerja, pembinaan
dan pengembangan TKI.
2.5. Sebagai dasar pengendalian dan pembebanan biaya.
2.6. Sebagai dasar dalam pengajuan permohonan IMTA.
2.7. Pada dasarnya RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak
ketiga diperlukan dengan tujuan:
2.7.1. Sebagai dasar pengendalian penggunaan biaya tenaga kerja asing.
2.7.2. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja asing agar efektif dan
efisien.
III. PENGATURAN/BATASAN
3.1. RPTK dapat dibuat untuk periode maksimum 5 tahun sesuai dengan Kepmenaker
No. Kep 173/MEN/2000 tentang Jangka Waktu RPTK pasal 3 ayat 2. Sepanjang KKKS
telah memiliki rencana kerja & anggaran sesuai periode tahun pengajuan RPTK.
3.2. Perubahan RPTK perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS apabila :
3.2.1. Terjadi perubahan struktur, nama jabatan, periode penggunaan atau penambahan
jabatan TKA.
3.2.2. Terjadi reorganisasi/restrukturisasi secara signifikan (3 layer dari atas) di
KKKS.
3.3.3. Terjadi perubahan mendasar pada rencana kegiatan yang tertuang dalam WP&B,
AFE, dan POD, atau pada komitmen Operasi.
3.3. Perubahan-perubahan selain ketiga butir di atas, harus dilaporkan ke BPMIGAS.
3.4. Waktu pengajuan RPTK KKKS :
3.4.1. Bagi KKKS yang mempekerjakan TKA, RPTK Reguler dapat diajukan selambat-
lambatnya 4 bulan sebelum habis masa berlakunya. Bagi KKKS yang tidak
mempekerjakan TKA, RPTK dapat diajukan selambat-lambatnya 1 bulan
sebelum habis masa berlakunya.
3.4.2. RPTK Non Reguler (berikut IMTA) dapat diajukan bersamaan dengan pengajuan
AFE/TSA. Selanjutnya, persetujuan BPMIGAS dapat diberikan dengan ketentuan
pembebanan biaya operasi akan tergantung kepada persetujuan AFE/TSA
tersebut.
3.5. RPTK tidak dipersyaratkan bagi Warga Negara Asing yang menggunakan Visa
Kunjungan untuk keperluan di bawah ini, dengan jangka waktu paling lama 60 hari:
3.5.1. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia.
3.5.2. Mengikuti pelatihan singkat.
3.5.3. Melakukan pembicaraan bisnis, seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta
pengawasan kualitas barang atau produksi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:17 3/19/2009 3:50:54 PM
18
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
3.5.4. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.
3.5.5. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi
yang berwenang.
3.5.6. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.
3.5.7. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di
Indonesia.
3.6. Dengan mempertimbangkan aspek legal, kontrak antara BPMIGAS dengan kontraktor,
RPTK dapat diajukan sesuai dengan kontrak KKKS atau dijadikan satu untuk beberapa
kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama, dengan prinsip, terdapat
kejelasan pembebanan biaya.
3.7. RPTK dari beberapa kontrak wilayah kerja KKKS yang dikelola oleh operator yang
sama, pada prinsipnya, diproses ke Depnakertrans dalam satu kesatuan. Apabila terjadi
perubahan program kerja KKKS, maka RPTK dapat direvisi untuk diajukan kepada
Depnakertrans.
3.8. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga, disusun
secara terpisah dengan RPTK KKKS, yang menggambarkan posisi-posisi tenaga kerja
asing untuk melaksanakan kegiatan yang akan dikontrakkan melalui kontrak jasa
keahlian tenaga kerja (profesional) dengan pihak ketiga.
3.9. Tenaga kerja asing yang memiliki status kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui
pihak ketiga, tidak dapat ditempatkan dalam posisi RPTK KKKS.
IV. KEWENANGAN
4.1. KKKS mengajukan permohonan RPTK ke BPMIGAS untuk dievaluasi berdasarkan
anggaran (POD, WP&B atau AFE) dan justifikasi khusus lainnya.
4.2. BPMIGAS melakukan evaluasi dan menyetujui RPTK KKKS dan melakukan koordinasi
dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK.
V. PETUNJUK PELAKSANAAN
5.1. KKKS menyampaikan dokumen RPTK dalam bentuk buku dan soft copy (lihat Lampiran)
kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam rapat konsultasi.
5.2. BPMIGAS melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi.
6.2. Undang-Undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan
Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6 Work Program & Budget (WP&B).
6.7. KEPMENAKERTRANS No. Kep-228/Men/2003 tanggal 31 Oktober 2003 tentang Tata
Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:18 3/19/2009 3:50:54 PM

19
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
6.8. KEPMENAKERTRANS No. Kep-20/Men/III/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
VII. LAMPIRAN
RPTK memuat rencana kebutuhan TKA dan TKI yang dituangkan dalam :
7.1. Nota Penjelasan – Lampiran 1.
Nota Penjelasan disampaikan dalam bentuk pengantar gambaran umum operasional
rencana kerja KKKS yang memuat:
7.1.1. Daerah operasi dan luas wilayah kerja. Kegiatan eksplorasi dengan menyebutkan
secara spesifik berupa kilometer data seismic yang dilakukan.
7.1.2. Tingkat produksi minyak dan gas yang akan diupayakan (bagi KKKS Produksi).
7.1.3. Drilling program/jumlah sumur yang akan dibor.
7.1.4. Teknologi yang digunakan.
7.1.5. Anggaran operasi dan kapital.
7.1.6. Rencana pengisian jabatan TKI yang masih lowong, Pengindonesiaan, swapping
dan internasionalisasi (untuk KKKS Produksi).
7.1.7. Community Development.
7.1.8. Environmental Issue.
7.1.9. Training Program.
Dalam rangka keperluan evaluasi kegiatan operasi, KKKS harus melampirkan formulir
isian data kegiatan Perusahaan 5 tahun terakhir (form nota penjelasan).
7.2. Identitas Pemohon (Lampiran I halaman 1 pada KepMen 228/Men/2003) – Lampiran 2.
Memuat daftar isian identitas Perusahaan dengan menyebutkan secara jelas nama,
alamat, lokasi kegiatan/produksi, jenis usaha, hasil usaha, status Badan Usaha dan
Instansi Pemberi Ijin Usaha.
7.3. MD-1: Struktur Organisasi, termasuk di dalamnya penggunaan sebutan jabatan dan
penempatan TKA maupun TKI yang jumlah maksimumnya berdasarkan manpower
forecast/budget pada WP&B – Lampiran 3.
MD-1 disusun berdasarkan analisa organisasi & analisa jabatan sesuai dengan
kebutuhan operasi yang diproyeksikan pada program kerja. Dalam penyusunan struktur
organisasi dan penempatan TKA harus memperhatikan :
7.3.1. Tersedianya jumlah tenaga kerja berdasarkan pengetahuan, keahlian dan
kemampuan dalam waktu dan tempat yang tepat.
7.3.2. Nama jabatan yang digunakan untuk TKA disesuaikan dengan nama jabatan
yang terdapat pada ketentuan yang berlaku dan penggunaannya disesuaikan
dengan lamanya waktu penggunaan yang ditetapkan pada ketentuan yang
berlaku.
7.3.3. Penempatan TKA hanya pada jabatan yang spesifikasi jabatannya belum
terpenuhi oleh kualitas TKI yang ada dan pengguna TKA dapat membuktikannya
bila hal ini diperlukan.
7.4. MD-2: Bagan Rencana Penggunaan dan Penggantian TKA (Lampiran sesuai Kepmen
228/Men/2003) – Lampiran 4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:19 3/19/2009 3:50:54 PM
20
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
MD-2, disusun dengan menetapkan nama TKA dan TKI pengganti/pendamping yang
tercantum dalam MD-1, dengan menyebutkan pendidikan, pengalaman kerja, jabatan
mulai digunakan dan batasan waktu penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Dalam MD-2 tercakup didalamnya data isian yang dibutuhkan pada lampiran 1 halaman
2 dan 3 pada Kepmen 228/Men/2003.
Lampiran MD-2 terdiri dari:
7.4.1. Lampiran 1 : Uraian jabatan dan persyaratan minimum jabatan TKA (lampiran I
halaman 4 pada Kepmen 228/Men/2003, yang memuat uraian singkat sebutan
dan persyaratan minimum jabatan TKA, yang menyebutkan nama jabatan,
uraian singkat pekerjaan/jabatan serta persyaratan minimum jabatan sebagai
dasar penempatan tenaga kerja – Lampiran 5.
7.4.2. Lampiran 2 : Program Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia dalam
rangka penggantian TKA (Lampiran I halaman 5 pada Kepmen 228/Men/2003) –
Lampiran 6 : Memuat Program Pendidikan dan Pelatihan TKI yang dipersiapkan
untuk menggantikan TKA. Semua TKI pendamping yang direncanakan
menggantikan TKA, harus diprogram untuk melaksanaan Pendidikan dan
Pelatihan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan.
1.5. MD-3 : Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan, Tenaga Kerja Asing/Tenaga Kerja
Indonesia dan Rencana Pengindonesiaan – Lampiran 7.
Berisi rekapitulasi jumlah formasi jabatan, jumlah TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan
serta Internasionalisasi/Swapping, dirinci menurut kelompok jabatan pada Departemen
yang bersangkutan.
1.6. MD-4 : Program Swapping – Lampiran 8. (hanya diperlukan dalam RPTK Pertukaran
Pekerja Internasionalisasi/Swapping).
Berisi Program Swapping yang memuat nama jabatan di Indonesia dan di Luar Negeri
yang direncanakan untuk swapping.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:20 3/19/2009 3:50:54 PM

21
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
1
.
J
E
N
I
S

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
:
K
K
K
S

/

J
O
B
2
.
L

O

K

A

S

I
:
O
f
f
s
h
o
r
e

/

O
n
s
h
o
r
e
3
.
K
A
T
E
G
O
R
I
:
E
k
s
p
l
o
r
a
s
i

&

p
r
o
d
u
k
s
i

/

P
r
o
d
u
k
s
i

/

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
4
.
M
U
L
A
I

B
E
R
O
P
E
R
A
S
I
:
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

P
r
o
d
u
k
s
i
N
O
I
T
E
M
(
N
-
3
)
(
N
-
2
)
(
N
-
1
)
T
a
h
u
n

s
a
a
t

i
n
i



(
N
)
(
N
+
1
)
(
N
+
2
)
(
N
+
3
)
(
N
+
4
)
1
.
E
K
S
P
L
O
R
A
S
I

/

E
X
P
L
O
R
A
T
I
O
N
L
u
a
s

W
i
l
a
y
a
h

(
K
m
2
)
A
r
e
a

(
s
q
.
k
m
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
e
n
g
e
b
o
r
a
n
N
u
m
b
e
r

o
f

e
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

w
e
l
l
s
J
u
m
l
a
h

K
K
K
S
/
B
l
o
k
N
u
m
b
e
r

o
f

P
S
C
/
B
l
o
c
k
s
2
.
P
R
O
D
U
K
S
I

/

P
R
O
D
U
C
T
I
O
N
M
i
n
y
a
k

&

K
o
n
d
e
n
s
a
t

(
B
O
P
D
)
O
i
l

&

C
o
n
d
e
n
s
a
t
e

(
B
O
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
r
o
d
u
k
s
i
N
u
m
b
e
r

o
f

p
r
o
d
u
c
t
i
o
n

w
e
l
l
s
3
.
P
E
N
A
M
B
A
H
A
N

C
A
D
A
N
G
A
N

/

A
D
D
I
T
I
O
N
A
L

R
E
S
E
R
V
E
S

(
M
M
S
T
B
O
E
)
J
u
m
l
a
h

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

C
a
d
a
n
g
a
n
A
d
d
i
t
i
o
n
a
l

r
e
s
e
r
v
e
s
4
.
T
E
K
N
O
L
O
G
I

/

T
E
C
H
N
O
L
O
G
Y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

R
e
c
o
v
e
r
y
R
e
c
o
v
e
r
y

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

D
r
i
l
l
i
n
g
D
r
i
l
l
i
n
g

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
r
u
N
e
w

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
5
.
A
N
G
G
A
R
A
N

(
J
u
t
a
)

/

B
U
D
G
E
T

(
M
i
l
l
i
o
n

U
S
$
)
O
p
e
r
a
s
i
O
p
e
r
a
t
i
o
n
K
a
p
i
t
a
l
C
a
p
i
t
a
l
A
n
g
g
a
r
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n
D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
/
T
r
a
i
n
i
n
g
6
.
S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

M
A
N
U
S
I
A

(
o
r
a
n
g
)

/

M
A
N

P
O
W
E
R

(
p
e
r
s
o
n
s
)
T
K
I
N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s
T
K
A
E
x
p
a
t
r
i
a
t
e
s
%

T
K
A

t
e
r
h
a
d
a
p

T
K
I
%

o
f

E
x
p
a
t

t
o

N
a
t
.
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
D
A
T
A

K
E
G
I
A
T
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
U
N
T
U
K

P
E
N
G
A
J
U
A
N

R
P
T
K
1
.
J
E
N
I
S

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
:
K
K
K
S

/

J
O
B
2
.
L

O

K

A

S

I
:
O
f
f
s
h
o
r
e

/

O
n
s
h
o
r
e
3
.
K
A
T
E
G
O
R
I
:
E
k
s
p
l
o
r
a
s
i

&

p
r
o
d
u
k
s
i

/

P
r
o
d
u
k
s
i

/

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
4
.
M
U
L
A
I

B
E
R
O
P
E
R
A
S
I
:
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

E
k
s
p
l
o
r
a
s
i
T
a
h
u
n

(
x
x
x
x
)

P
r
o
d
u
k
s
i
N
O
I
T
E
M
(
N
-
3
)
(
N
-
2
)
(
N
-
1
)
T
a
h
u
n

s
a
a
t

i
n
i



(
N
)
(
N
+
1
)
(
N
+
2
)
(
N
+
3
)
(
N
+
4
)
1
.
E
K
S
P
L
O
R
A
S
I

/

E
X
P
L
O
R
A
T
I
O
N
L
u
a
s

W
i
l
a
y
a
h

(
K
m
2
)
A
r
e
a

(
s
q
.
k
m
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
e
n
g
e
b
o
r
a
n
N
u
m
b
e
r

o
f

e
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n

w
e
l
l
s
J
u
m
l
a
h

K
K
K
S
/
B
l
o
k
N
u
m
b
e
r

o
f

P
S
C
/
B
l
o
c
k
s
2
.
P
R
O
D
U
K
S
I

/

P
R
O
D
U
C
T
I
O
N
M
i
n
y
a
k

&

K
o
n
d
e
n
s
a
t

(
B
O
P
D
)
O
i
l

&

C
o
n
d
e
n
s
a
t
e

(
B
O
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
G
a
s

(
K
B
O
E
P
D
)
J
u
m
l
a
h

S
u
m
u
r

P
r
o
d
u
k
s
i
N
u
m
b
e
r

o
f

p
r
o
d
u
c
t
i
o
n

w
e
l
l
s
3
.
P
E
N
A
M
B
A
H
A
N

C
A
D
A
N
G
A
N

/

A
D
D
I
T
I
O
N
A
L

R
E
S
E
R
V
E
S

(
M
M
S
T
B
O
E
)
J
u
m
l
a
h

P
e
n
a
m
b
a
h
a
n

C
a
d
a
n
g
a
n
A
d
d
i
t
i
o
n
a
l

r
e
s
e
r
v
e
s
4
.
T
E
K
N
O
L
O
G
I

/

T
E
C
H
N
O
L
O
G
Y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

R
e
c
o
v
e
r
y
R
e
c
o
v
e
r
y

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

D
r
i
l
l
i
n
g
D
r
i
l
l
i
n
g

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
r
u
N
e
w

T
e
c
h
n
o
l
o
g
y
5
.
A
N
G
G
A
R
A
N

(
J
u
t
a
)

/

B
U
D
G
E
T

(
M
i
l
l
i
o
n

U
S
$
)
O
p
e
r
a
s
i
O
p
e
r
a
t
i
o
n
K
a
p
i
t
a
l
C
a
p
i
t
a
l
A
n
g
g
a
r
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n
D
e
v
e
l
o
p
m
e
n
t
/
T
r
a
i
n
i
n
g
6
.
S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

M
A
N
U
S
I
A

(
o
r
a
n
g
)

/

M
A
N

P
O
W
E
R

(
p
e
r
s
o
n
s
)
T
K
I
N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s
T
K
A
E
x
p
a
t
r
i
a
t
e
s
%

T
K
A

t
e
r
h
a
d
a
p

T
K
I
%

o
f

E
x
p
a
t

t
o

N
a
t
.
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
D
A
T
A

K
E
G
I
A
T
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
U
N
T
U
K

P
E
N
G
A
J
U
A
N

R
P
T
K
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϭ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:21 3/19/2009 3:50:54 PM
22
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

Attachment 2
(Lampiran I hal. 1 Kepmen 228/2003)
R.P.T.K.A.
1. Nama Perusahaan/Proyek :
2. Alamat di Indonesia :
a. Kantor Pusat :
b. Kantor Cabang :
c. Nomor Telepon : Fax :
d. E-Mail (harus diisi) :
3. Nama Pimpinan :
4. Lokasi Kegiatan/Produksi *) :
5. Jenis Usaha/Hasil Usaha :
6. Nomor SIUP : Tanggal :
7. Status Badan Usaha : PMA/PMDN/PROYEK/LEMBAGA/YAYASAN/PERUSAHAAN SWASTA NASIONAL/ASING**)
8. Instansi Pemberi Ijin Usaha :
*) Lokasi sampai Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota)
**) Coret yang tidak perlu
DAFTAR ISIAN
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA DALAM RANGKA PENGGUNAAN
TENAGA KERJA ASING
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
>ĂŵƉŝƌĂŶ Ϯ
;>ĂŵƉŝƌĂŶ /ŚĂů͘ϭ<ĞƉŵĞŶ ϮϮϴͬϮϬϬϯͿ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:22 3/19/2009 3:50:58 PM

23
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

3

B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
N
a
m
a

B
a
g
i
a
n
/
S
e
k
s
i
5
6
7
2
3
4
J
O
B
1
E
E D A C B
C D
K
e
t
.
K
e
t
.
K
K
K
S

I
n
d
o
n
e
s
i
a
R
P
T
K

2
0
0
3

-

2
0
0
7
M
D
1

-

H
a
l
a
m
a
n

:

B
A
G
A
N

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I
8
J
O
B
A B
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϯ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:23 3/19/2009 3:50:58 PM
24
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008










































M
D

-

2
(
L
a
m
p
.

I

h
a
l

2

&
3

K
e
p
m
e
n

2
2
8
/
2
0
0
3
)
K
K
K
S
:
P
E
R
I
O
D
E










:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N
P
E
N
G
A
L
A
M
A
N
*
)

B
a
t
a
s
a
n

J
a
b
a
t
a
n

K
e
t
e
n
t
u
a
n

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h
T
a
n
g
g
a
l


:



A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

4
D
i
s
e
t
u
j
u
i

P
i
m
p
i
n
a
n

T
e
r
t
i
n
g
g
i

K
K
K
S
B
A
T
A
S
A
N
*
)

W
A
K
T
U
H
A
L
.
K
O
O
R
D
.
T
h
n


.
.
T
h
n


.
.
T
h
n


.
.
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
B
A
G
A
N

P
E
R
E
N
C
A
N
A
A
N

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

&

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N

T
K
A
M
D

-

1
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N
N
A
M
A

T
K
A
N
A
M
A

T
K
I

P
E
N
D
A
M
P
I
N
G
/

P
E
N
G
G
A
N
T
I
W
A
K
T
U

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

&

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N

T
K
A
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

&

P
E
N
G
A
L
A
M
A
N





K
E
R
J
A

T
K
I
J
A
B
A
T
A
N

M
U
L
A
I

D
I
G
U
N
A
K
A
N
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϰ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:24 3/19/2009 3:50:59 PM

25
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

Attachment 5
(Lampiran I hal. 4 Kepmen 228/2003)
PENDIDIKAN PENGALAMAN KERJA
1 2 3 4 5
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN DAN PERSYARATAN MINIMUM
JABATAN TENAGA KERJA ASING
PERSYARATAN MINIMUM
NO NAMA JABATAN URAIAN SINGKAT PEKERJAAN/JABATAN
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϱ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:25 3/19/2009 3:50:59 PM
26
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

6
(
L
a
m
p
i
r
a
n

I

h
a
l
.
5

K
e
p
M
e
n

2
2
8
/
2
0
0
3
)
J
E
N
I
S
L
A
M
A
N
Y
A
N
A
M
A
J
A
B
A
T
A
N

S
E
K
A
R
A
N
G
D
A
L
A
M

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
L
U
A
R

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

*
)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
*
)
J
a
k
a
r
t
a
,
K
a
l
a
u

D
i
k
l
a
t

d
i
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

d
i
l
u
a
r

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

h
a
r
a
p

s
e
b
u
t
k
a
n

L
e
m
b
a
g
a

D
i
k
l
a
t

d
a
n

a
l
a
m
a
t
n
y
a
.
K
E
T
E
R
A
N
G
A
N
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
Y
A
N
G

D
I
P
E
R
S
I
A
P
K
A
N

U
N
T
U
K

P
E
N
G
G
A
N
T
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G
1
0
P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
E
M
P
A
T
A
N

(
M
U
L
A
I

P
E
N
G
G
A
N
T
I
A
N
)
N
O
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

Y
A
N
G

D
I
D
U
D
U
K
I

T
K
A
P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N

Y
A
N
G

D
I
L
A
K
S
A
N
A
K
A
N
T
K
I

Y
A
N
G

A
K
A
N

D
I
L
A
T
I
H

S
E
B
A
G
A
I

P
E
N
G
G
A
N
T
I

T
K
A
P
i
m
p
i
n
a
n
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϲ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:26 3/19/2009 3:50:59 PM

27
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
L
A
M
P
I
R
A
N

7
K
K
K
S











:

.





















.
.
F
o
r
m
u
l
i
r


:

M
D

3
P
E
R
I
O
D
E




:























H
a
l
a
m
a
n

:

1
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i

M
a
n
p
o
w
e
r
F
o
r
m
a
s
i
M
a
n
p
o
w
e
r
K
e

1
K
e

2
K
e

3
1
.
P
r
o
d
u
c
t
i
o
n
-


A
P
O

P
r
o
d
u
c
t

O
p
e
r
a
t
i
o
n
s
-


C
o
m
.
/
P
l
a
n
n
i
n
g
/
J
I
-


D
r
i
l
l
i
n
g
-


L
a
n
d

T
e
a
m
-


O
p
e
r
a
t
i
o
n

T
e
c
h
n
i
c
a
l
-


S
H
E
S
u
b

T
o
t
a
l
2
.
E
x
p
l
o
r
a
t
i
o
n
3
.
G
a
s

M
a
r
k
e
t
i
n
g
4
.
U
p
s
t
r
e
a
m

B
u
s
s
i
n
e
s
s

S
e
r
v
i
c
e
s
-


A
u
d
i
t
-


C
o
n
t
r
o
l
l
e
r
s
-


F
a
s
i
l
i
t
i
e
s
-


G
l
o
b
a
l

I
n
f
o
r
m
a
t
i
o
n

S
y
s
t
e
m
-


P
r
o
c
u
r
e
m
e
n
t

S
e
r
v
i
c
e
s
-


J
a
k
a
r
t
a

S
e
c
u
r
i
t
y
-


T
a
x
-


T
r
e
a
s
u
r
y
S
u
b

T
o
t
a
l
5
.
L
a
w
6
.
M
e
d
i
c
i
n
e

&

O
c
c
u
p
a
t
i
o
n
a
l

7
.
P
u
b
l
i
c

A
f
a
i
r
s

8
.
H
u
m
a
n

R
e
s
o
u
r
c
e
s
J
u
m
l
a
h
T
e
n
a
g
a

K
e
r
j
a
R
e
n
c
a
n
a

P
e
n
g
i
n
d
o
n
e
s
i
a
a
n
T
i
a
p

T
a
h
u
n
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
R
E
K
A
P
I
T
U
L
A
S
I

J
U
M
L
A
H

F
O
R
M
A
S
I

J
A
B
A
T
A
N
,

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G
/
T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
o
.
K
e
l
o
m
p
o
k

J
a
b
a
t
a
n
D
A
N

R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
I
N
D
O
N
E
S
I
A
A
N
T
K
W
N
A
P
T
K
I
S
t
a
f
f
N
o
n

S
t
a
f
f
J
u
m
l
a
h
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:27 3/19/2009 3:51:00 PM
28
R
E
N
C
A
N
A

P
E
N
G
G
U
N
A
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

(
R
P
T
K
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA
(RPTK)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008

D
e
p
t
:
K
K
K
S
:
A
r
e
a
:
P
E
R
I
O
D
E
:
H
a
l
a
m
a
n
:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
T
H
N
T
H
N
T
H
N
N
A
M
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

D
A
N

N
E
G
A
R
A

T
U
J
U
A
N

S
W
A
P
P
I
N
G
T
H
N
H
A
L
K
O
O
R
D
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
M
D

-

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
R
T
U
K
A
R
A
N

P
E
K
E
R
J
A

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L

W
A
K
T
U

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

8
M
D

4
D
e
p
t
:
K
K
K
S
:
A
r
e
a
:
P
E
R
I
O
D
E
:
H
a
l
a
m
a
n
:
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
T
H
N
T
H
N
T
H
N
N
A
M
A

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

D
A
N

N
E
G
A
R
A

T
U
J
U
A
N

S
W
A
P
P
I
N
G
T
H
N
H
A
L
K
O
O
R
D
.
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

*
)
U
R
A
I
A
N

J
A
B
A
T
A
N
M
D

-

1
B
A
D
A
N

P
E
L
A
K
S
A
N
A

K
E
G
I
A
T
A
N

U
S
A
H
A

H
U
L
U

M
I
N
Y
A
K

D
A
N

G
A
S

B
U
M
I
P
R
O
G
R
A
M

P
E
R
T
U
K
A
R
A
N

P
E
K
E
R
J
A

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L

W
A
K
T
U

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

I
N
D
O
N
E
S
I
A
N
A
M
A

J
A
B
A
T
A
N

D
I

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
A
t
t
a
c
h
m
e
n
t

8
M
D

4
>
Ă
ŵ
Ɖ
ŝ
ƌ
Ă
Ŷ
ϴ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:28 3/19/2009 3:51:00 PM
29
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
I. UMUM
1.1. TKA KKKS yang bekerja di lingkungan operasional KKKS harus memperoleh
rekomendasi BPMIGAS untuk mendapatkan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing
(IMTA).
1.2. Definisi:
1.2.1. IMTA Baru – untuk pertama kali diberikan, berdasarkan Visa Tinggal Terbatas
(VTT).
1.2.2. IMTA Perpanjangan – yang diperpanjang masa berlakunya pada jabatan yang
sama, diberikan berdasarkan persetujuan dari instansi teknis terkait.
1.2.3. IMTA Pindah Jabatan – yang pindah dari jabatan lama ke jabatan baru.
1.2.4. IMTA Non Reguler – yang diberikan untuk melakukan pekerjaan yang bersifat
sementara (di bawah 1 tahun), di mana kegiatan TKA tidak termasuk di dalam
visa index 211.
1.2.5. IMTA Program Pengembangan – yang diberikan untuk mengisi posisi-posisi
yang terkait dengan program pengembangan, seperti Job Swapping, Technical
Development Exchange.
1.3. TKA yang memerlukan IMTA adalah TKA yang akan melaksanakan kegiatan operasi
KKKS, secara langsung maupun tidak langsung, di Indonesia.
1.4. TKA yang tidak memerlukan IMTA TKA yang menggunakan Visa Kunjungan untuk
melaksanakan kegiatan sebagai berikut :
1.4.1. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia.
1.4.2. Mengikuti pelatihan singkat.
1.4.3. Melakukan pembicaraan bisnis, seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta
pengawasan kualitas barang atau produksi.
1.4.4. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.
1.4.5. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi
yang berwenang.
1.4.6. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.
1.4.7. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di
Indonesia.
1.5. Dalam penggunaan TKA apabila ada pembebanan ke biaya operasi, harus mendapatkan
persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.
II. TUJUAN
1.1. Sebagai acuan untuk proses penggunaan dan perijinan TKA yang akan dipekerjakan
oleh KKKS berdasarkan perundangan yang berlaku.
1.2. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap realisasi penempatan TKA
berdasarkan persyaratan jabatan, kebutuhan operasi KKKS, dan kinerja TKA tersebut.
III. KEWENANGAN
3.1. Berdasarkan RPTK yang disetujui, BPMIGAS berwenang untuk menyetujui
atau menolak permohonan IMTA yang akan diproses ke instansi yang terkait dan
menentukan jangka waktu kerja TKA sesuai kebutuhan operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:29 3/19/2009 3:51:00 PM
30
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
3.2. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan
persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS, untuk diajukan kepada BPMIGAS.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan
persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS, untuk diajukan kepada BPMIGAS.
4.2. Apabila KKKS akan merekrut TKA dari KKKS lain harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
4.2.1. Sebelum melaksanakan rekrutmen, KKKS berkoordinasi dengan Dinas
PTK&HI BPMIGAS untuk mengevaluasi kinerja TKA tersebut selama bekerja di
perusahaan (KKKS) sebelumnya.
4.2.2. TKA tersebut direkrut setelah yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawab
di perusahaan (KKKS) sebelumnya dan minimal 6 bulan sudah tidak bekerja di
perusahaan (KKKS) lain.
4.3. Masa penggunaan TKA di KKKS berdasarkan keputusan dari BPMIGAS terhitung
mulai tanggal kedatangan TKA tersbut di Indonesia dengan prinsip BPMIGAS hanya
menyetujui satu pemegang jabatan untuk satu jabatan TKA.
4.4. IMTA digunakan sebagai formalitas penggunaan TKA sesuai dengan peraturan dan
perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.
4.5. Perubahan IMTA diperlukan apabila terjadi perubahan nama jabatan dan atau lokasi
kerja TKA.
4.6. Rekomendasi IMTA yang telah diterbitkan dapat ditinjau kembali apabila ada indikasi
TKA bermasalah atau terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
4.7. Waktu pengajuan untuk rekomendasi IMTA selambat-lambatnya 2 bulan sebelum IMTA
dibutuhkan, kecuali dengan pertimbangan khusus.
4.8. KKKS tidak dibenarkan mengajukan permohonan IMTA bagi TKA yang masih ada
hubungan kerja dengan KKKS/perusahaan lain di Indonesia.
4.9. Penggunaan TKA untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang
sama, menggunakan satu IMTA, dengan menyebutkan kejelasan di dalam ruang lingkup
pekerjaan sebagai dasar proses ke instansi terkait.
4.10. Batas usia TKA minimal 30 tahun (kecuali untuk TKA yang melaksanakan program
terkait dengan pengembangan TKI) dan maksimal 60 tahun.
4.11. Pengecualian terhadap butir 4.10. di atas, dapat dibahas secara khusus.
4.12. Dalam rangka penyegaran organisasi dan penyerapan teknologi baru, bagi TKA yang
telah bertugas di KKKS yang sama (termasuk yang mengalami perubahan kepemilikan)
di Indonesia selama 6 tahun, supaya diadakan penggantian dengan mengutamakan
penggunaan TKI.
4.13. Pengecualian terhadap butir 4.12. di atas, dapat dibahas secara khusus.
4.14. TKA harus memenuhi persyaratan kompetensi seperti tercantum dalam dokumen RPTK
yang disetujui untuk dapat dipekerjakan oleh KKKS.
4.15. Jika KKKS mempekerjakan TKA melebihi jangka waktu yang telah disetujui atau tanpa
persetujuan BPMIGAS, maka beban biaya atas kelebihan waktu kerja TKA tersebut
tidak menjadi beban biaya operasi KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:30 3/19/2009 3:51:01 PM
31
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
4.16. Periode kunjungan warga negara asing dalam rangka kunjungan kerja ditentukan oleh
rekomendasi BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan di Indonesia.
V. PETUNJUK PELAKSANAAN
5.1. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi IMTA beserta dokumen lainnya
seperti tercantum pada lampiran.
5.2. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi rencana kunjungan kerja warga
negara asing seperti tercantum pada lampiran.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas
Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RI Tahun
2003 No. 39, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4279).
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 Tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak
dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Permenakertrans No. PER. 02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008 tentang Tata Cara
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
6.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.7. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. IMTA
7.1.1. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah
Jabatan, yang berisi keterangan singkat atas TKA dan keterangan urgency untuk
mempekerjakan TKA – Lampiran 1.
7.1.2. Surat Permohonan kepada tiga Ditjen dari KKKS dan BPMIGAS – Lampiran 2.
7.2. Rekomendasi BPMIGAS untuk Tamu Asing – Lampiran 3.
7.3. Surat Permohonan IMTA Non Reguler yang berisi keterangan singkat atas TKA (Nama,
Jabatan, copy passport, copy AFE dan keterangan tujuan kunjungan beserta perkiraan
lama kunjungan) – Lampiran 4.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:31 3/19/2009 3:51:01 PM
32
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 1
No. ….. / ….. / Tahun…. Jakarta, …………………
Kepada Yth.
BPMIGAS
Gedung Patra Jasa Lt. 13 Wing 3
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34
Jakarta 12950
u.p. : Kepala Divisi Eksternal
Perihal : …….. (diisi sesuai keperluan) ……
Dengan hormat,
Sehubungan dengan kebutuhan operasional perusahaan, bersama ini kami mengajukan
permohonan ….. (diisi sesuai keperluan) …. untuk :
1. Jabatan/koordinat MD :
2. Uraian singkat jabatan :
3. Rencana Indonesianisasi :
4. Persyaratan jabatan
• Pendidikan :
• Pengalaman Kerja :
TKA yang diusulkan oleh ………(nama KKKS) ….. untuk menduduki jabatan tersebut :
1. Nama :
2. Tempat tanggal lahir :
3. Kewarganegaraan :
4. Pasport
• Nomor :
• Masa berlaku :
5. IMTA (diisi nomor dan masa berlaku IMTA sebelumnya)
• Nomor :
• Masa berlaku :
6. Pendidikan formal tertinggi
• Universitas/Akademi :
• Jurusan :
• Ijazah/tahun :
7. Pengalaman kerja :
8. Kompetensi yang dimiliki TKA :
9. Komitmen terhadap transfer teknologi (mentoring) :
10. Keterangan urgency :
11. Hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:32 3/19/2009 3:51:01 PM
33
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
TKI pendamping dari TKA yang bersangkutan adalah :
1. Nama :
2. Tempat tanggal lahir :
3. Pendidikan Formal Tertinggi
• Universitas/Akademi :
• Jurusan :
• Ijazah/tahun :
4. Mulai dinas di perusahaan :
5. Jabatan saat ini/koordinat MD :
6. Pengalaman kerja :
…………………………………………………………………………………………………
……….…………………………………………………………….……………………………
7. Kursus yang pernah diikuti (yang relevan dengan syarat jabatan di atas) :
…………………………………………………………………………………………………
……….…………………………………………………………….……………………………
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, mohon agar Bapak dapat memberikan persetujuan
atas …………….. (diisi sesuai keperluan) ………………..…….. dimaksud.
Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami
………(Nama KKKS) ……………..

(Nama Pejabat)
(Nama Jabatan Pemohon)
Catatan :
Untuk pimpinan tertinggi KKKS surat pengajuan ditujukan kepada Kepala BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:33 3/19/2009 3:51:01 PM
34
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 2
BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
( BPMIGAS )
KANTOR PUSAT
Gedung Patra Jasa Lt. 1, 2, 13, 14, 16, 21, 22
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 32 – 34, Jakarta 12950
I N D O N E S I A
PO BOX 4575 JKP 10045 Telp : 5290.0245-48 Fax : 5290.1261 http://www.bpmigas.com
Nomor : /BPD4000/2009/S8 Jakarta,
Lampiran : Seperti tersebut Yang Terhormat,
Perihal : Permohonan Ijin Kerja Baru / 1. Direktorat Jenderal MIGAS
Perpanjangan, Pindah Jabatan u.p. Direktur Pembinaan Program Migas
2. Direktorat Jenderal BINAPENTA
u.p. Direktur Penggendalian Penggunaan
Tenaga Kerja Asing
3. Direktorat Jenderal IMIGRASI
u.p. Direktur Dokumen Perjalanan Visa
dan Faskim
J a k a r t a
Bersama ini kami sampaikan surat No…tanggal .. bulan….. tahun, berikut lampiran-lampirannya perihal
permohonan : (ijin kerja baru/perpanjangan/perpanjangan dan pindah jabatan dan ITAS) :
Nama : (Nama TKA)
Jabatan/Slot No. : (Jabatan TKA) (Koordinat MD-1)
Tempat / Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
Kebangsaan : (Kebangsaan TKA)
Nomor Paspor : (Nomor Paspor TKA)
Perusahaan : (KKKS)
Pengikut : (Jumlah istri dan anak TKA yang ikut ke Indonesia)

Perusahaan tersebut di atas adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk kelangsungan operasi KKKS ..................,
BPMIGAS dapat menyetujui penggunaan TKA dimaksud. Selanjutnya, kami mengharapkan agar surat
permohonan tersebut di atas dapat diproses untuk mendapatkan ijin yang diperlukan
Atas kerjasama serta bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih.

A.n. Kepala Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal

(Nama Pejabat)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:34 3/19/2009 3:51:01 PM
35
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 3
No. Surat Tempat, Tanggal Surat
Kepada Yth.
Kepala Badan Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
u.p. Kepala Divisi Eksternal
Perihal: Permohonan Persetujuan Kunjungan Kerja Bagi Tamu Asing
Dengan Hormat,
Berdasarkan pengajuan WP&B/POD/AFE nomor .... tanggal ..... dengan ini kami mohon
persetujuan Bapak untuk rencana Kunjungan Kerja bagi Tamu Asing sebagai tersebut
dalam lampiran berikut :
1. Nama : (Nama TKA)
2. Kebangsaan : (diisi sesuai yang tertera dalam passport)
3. Tempat/Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
4. Nomor Passport : (Nomor Paspor TKA)
5. Lamanya Kunjungan : (diisi sesuai ketentuan)
6. Maksud Kunjungan : (diisi dan dijelaskan secara singkat)
Sebagai bahan pertimbangan, terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui / Menyetujui
A.n. Kepala Badan Pelaksana Hormat kami,
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:35 3/19/2009 3:51:01 PM
36
I
J
I
N

M
E
M
P
E
K
E
R
J
A
K
A
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
I
M
T
A
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA
ASING (IMTA)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
Lampiran 4
No. Surat Tempat, Tanggal Surat
Direktorat Jenderal MIGAS
u.p. Direktur Pembinaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi
Jl. H.R. Rasuna Said – Jakarta Selatan
Direktorat Jenderal BINAPENTA
u.p. Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Jl. Gatot Subroto – Jakarta Selatan
Perihal: Permohonan IMTA Non Reguler
Dengan Hormat,
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.: PER.02/MEN/III/2008
tanggal 28 Maret 2008, dengan ini kami mohon persetujuan Saudara untuk memberikan Ijin
Kerja Sementara bagi:
1. Nama : (Nama TKA)
2. Kebangsaan : (diisi sesuai yang tertera dalam passport)
3. Tempat/Tanggal Lahir : (Tempat & Tanggal Lahir TKA)
4. Nomor Passport : (Nomor Paspor TKA)
5. Jabatan : (Jabatan TKA)
6. Lamanya Kunjungan : (diisi sesuai ketentuan)
7. Biaya ditanggung oleh : (diisi sesuai pembebanan biaya)
8. Maksud Kunjungan : (diisi dan dijelaskan secara singkat)
Sebagai bahan pertimbangan, terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan.
Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui / Menyetujui
A.n. Kepala Badan Pelaksana Hormat kami,
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Kepala Divisi Eksternal
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:36 3/19/2009 3:51:02 PM

37
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Career Development Monitoring (CDM) adalah :
1.1.1. Monitoring berkala antara BPMIGAS dengan KKKS dalam rangka pembahasan
mengenai strategi pengelolaan pekerja KKKS.
1.1.2. Evaluasi kinerja pelaksanaan pengolaan pekerja KKKS, antara lain Rencana
Kerja & Anggaran, pendayagunaan dan pengembangan pekerja KKKS.
1.2 Pembahasan dalam CDM meliputi:
1.2.1. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan, untuk dianalisa efisiensi
dan efektivitas penggunaan biaya tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja
KKKS.
1.2.2. Pelaksanaan Rekrutmen, untuk dianalisa optimalisasi pendayagunaan tenaga
kerja sesuai kebutuhan operasi.
1.2.3. Performance Management, untuk dianalisa apakah dalam pelaksanaan dilakukan
dengan mekanisme terstruktur dan secara obyektif untuk seluruh pekerja baik
TKI maupun TKA.
1.2.4. Program Mentoring (lihat Pedoman SDM perihal Mentoring), untuk dianalisa
apakah transfer kompetensi berjalan dengan baik, khususnya dari TKA kepada
TKI.
1.2.5. Pendidikan dan Pelatihan TKI (lihat Pedoman SDM perihal Pendidikan dan
Pelatihan TKI). Untuk dianalisa apakah program–program dilaksanakan secara
efektif berdasarkan perencanaan yang sistematis dan berdasarkan Training
Need Analysis.
1.2.6. Penugasan TKI (Internasionalisasi), yaitu pengiriman dan penempatan TKI ke
luar negeri yang memiliki kompetensi standar internasional yang telah terseleksi
serta terpilih untuk ditempatkan pada suatu jabatan di perusahaan tersebut
atau perusahaan Induk/anak perusahaan di Luar Negeri dengan remunerasi
“global standard” dan biaya Program Penugasan TKI adalah menjadi beban
perusahaan pengguna TKI di Luar Negeri. Untuk dianalisa tingkat keberhasilan
dalam pengembangan kompetensi TKI.
1.2.7. Pertukaran Pekerja Internasional (lihat Pedoman SDM perihal Pengembangan
Karier Internasional), untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam mendorong
pengakuan internasional terhadap kompetensi TKI.
1.2.8. Pelaksanaan Career Development Meeting Internal KKKS, untuk dianalisa apakah
pengembangan kompetensi dan pengembangan karir pekerja dilaksanakan
secara obyektif.
1.2.9. Overseas On-The-Job-Training TKI/Job Assignment, untuk dianalisa kemampuan
dan keberhasilan dalam melaksanakan pengembangan kompetensi pekerja.
1.2.10. Pelaksanaan Suksesi, untuk dianalisa keberhasilan pengembangan karir dan
optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja.
1.2.11. Perpanjangan masa kerja atau mempekerjakan kembali TKI, sebagai indikator
kegagalan rencana suksesi dan pengembangan kompetensi.
II. TUJUAN
2.1. Untuk meningkatkan upaya pengelolaan SDM KKKS, produktifitas tenaga kerja, mampu
melakukan pengembangan TKI dan mendayagunakan TKI secara optimal.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:37 3/19/2009 3:51:02 PM
38
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
2.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan dan pengendalian bidang ketenagakerjaan
secara obyektif dan konsisten serta mampu mendorong KKKS untuk melaksanakan
pengembangan TKI secara profesional agar dapat meningkatkan kompetensi TKI dan
kemampuan nasional secara bersama.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melaksanakan pengelolaan SDM sesuai dengan rencana kerja KKKS dan
melaporkan kepada BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS memonitor, menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan CDM.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. CDM ini membahas perkembangan/kemajuan serta upaya-upaya KKKS selama periode
1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya dan rencana pengelolaan SDM tahun yang akan
datang.
4.2. CDM mengacu pada data WP&B, data ketenagakerjaan di BPMIGAS, kegiatan
operasional dengan BPMIGAS, data-data pelaporan KKKS, RPTK, realisasi
penggunaan TKA dan hasil monitoring BPMIGAS selama periode 1 (satu) tahun dari
CDM sebelumnya.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. CDM dilaksanakan melalui pertemuan berkala, secara terencana dan terpadu dengan
jadwal setiap akhir tahun dan pembahasan lanjutan jika diperlukan.
5.2. KKKS agar melaporkan secara tertulis yang akan dibahas di dalam rapat CDM sebagai
berikut :
5.2.1. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan.
5.2.2. Strategi Pembinaan dan Pengembangan TKI secara umum.
5.2.3. Realisasi dan Rencana Penerimaan Pekerja.
5.2.4. Performance Management yang diterapkan.
5.2.5. Mekanisme pencalonan pekerja dalam Pengembangan Karir.
5.2.6. Realisasi tahun berjalan dan rencana tahun yang akan datang dari :
- Mentoring.
- Pendidikan dan Pelatihan TKI.
- Penugasan TKI/lnternasionalisasi.
- Pertukaran Pekerja Internasional (Swapping/Technical Development
Exchange).
- Overseas On The Job Training/On The Job Training dalam negeri.
1.1.7. Realisasi Suksesi TKA oleh TKI pada tahun sebelumnya dan rencana tahun
yang akan datang.
1.1.8. Realisasi dan rencana perpanjangan masa kerja/mempekerjakan kembali
pekerja yang telah purnakarya.
1.1.9. Penundaan dan percepatan Suksesi TKA oleh TKI.
5.3. Hasil pembahasan (notulen rapat) ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari
BPMIGAS dan KKKS. Berdasarkan hasil pembahasan ini, disusun performance contract
KKKS dalam pengelolaan SDM.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:38 3/19/2009 3:51:02 PM

39
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Notulen rapat CDM (Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:39 3/19/2009 3:51:02 PM
40
C
A
R
E
E
R

D
E
V
E
L
O
P
M
E
N
T

M
O
N
I
T
O
R
I
N
G

(
C
D
M
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
(CDM)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
CAREER DEVELOPMENT MONITORING
KKKS :
Tempat / Waktu : BPMIGAS-Lt.-Wing - / 00.00
Tanggal : .........-........
HASIL PEMBAHASAN
BPMIGAS KKKS :
Pemimpin Rapat
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:40 3/19/2009 3:51:02 PM

41
M
E
N
T
O
R
I
N
G
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MENTORING
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Program Mentoring adalah proses pengembangan TKI melalui Teaching, Coaching dan
Counseling terhadap satu orang TKI atau lebih yang dituangkan dalam suatu program
yang resmi dan terstruktur.
1.2. KKKS wajib melaksanakan Program Mentoring.
1.3. Setiap TKA bertanggung jawab sebagai mentor terhadap TKI.
1.4. Mentee adalah TKI yang mendapat Teaching, Coaching dan Counseling untuk
mendapatkan alih teknologi/kompetensi dari mentor.
1.5. Mentor adalah setiap TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul untuk melaksanakan
Teaching, Coaching, dan Counseling dalam rangka alih teknologi/kompetensi kepada
Mentee.
II. TUJUAN
2.1. Meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis TKI.
2.2. Alih teknologi kompetensi dari TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul ke TKI
yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun “Program Mentoring” yang terstruktur sesuai dengan sistem dan
metode masing-masing.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Mentoring.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Setiap TKA dengan IMTA minimal 1 tahun wajib melaksanakan mentoring
terhadapTKI.
4.2. Hasil pelaksanaan Program Mentoring yang dilakukan TKA menjadi salah satu masukan
dalam memberikan perpanjangan ijin kerja yang bersangkutan.
4.3. Setiap TKI yang ditetapkan sebagai Mentee harus dimonitor dan memiliki perencanaan
karir yang jelas.
4.4. Program Mentoring menjadi tanggung jawab setiap manajer ke atas di KKKS sehingga
dapat dilaksanakan secara nyata.
4.5. Mentor tidak terbatas dilakukan oleh TKA tetapi perlu dilakukan untuk setiap TKI yang
menempati posisi manajer ke atas/memiliki kompetensi unggul.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS mempersiapkan “Program Mentoring” yang terstruktur terhadap setiap TKA yang
dipekerjakan di KKKS.
5.2. KKKS memilih dan menetapkan pasangan TKA dan TKI yang akan menjadi Mentor dan
Mentee sesuai dengan RPTK.
5.3. Mentee yang dipilih adalah TKI yang memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi
sesuai dengan kompetensi TKA yang menjadi mentornya.
5.4. Mentor dan Mentee menetapkan sasaran kompetensi yang akan ditransfer dituangkan
dalam formulir “Kontrak Mentoring” yang telah dibuat masing-masing KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:41 3/19/2009 3:51:02 PM
42
M
E
N
T
O
R
I
N
G
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
MENTORING
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.5. Kontrak Mentoring diketahui oleh atasan langsung dan/atau kepala departemen yang
bersangkutan, serta Departemen SDM.
5.6. Mentor dan Mentee bersama-sama mempersiapkan rencana dan melaksanakan
pengembangan Mentee.
5.7. Mentor dan Mentee menyusun hasil evaluasi pelaksanaan Mentoring dan membuat
laporan sesuai format yang dibuat masing-masing KKKS.
5.8. Evaluasi Program Mentoring dilakukan pada pertemuan Career Development Meeting
Internal KKKS dan Career Development Monitoring dengan BPMIGAS.
5.9. Laporan pelaksanaan Mentoring yang telah ditandatangani oleh fungsi SDM KKKS
dilampirkan pada saat permohonan perpanjangan IMTA.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
6.7. Kepmenakertrans 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja Asing.
6.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:42 3/19/2009 3:51:03 PM

43
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Pengembangan Karir Internasional terdiri dari:
1.1. Program Job Swapping (pertukaran pekerja internasional) adalah Program Pertukaran
TKI dengan TKA dalam rangka mendorong Kantor Pusat KKKS untuk memberikan
pengakuan kemampuan TKI, sehingga TKI tersebut dapat dipekerjakan di kantor pusat/
afiliasi di luar negeri dengan memberikan kesempatan TKA bekerja pada KKKS di
Indonesia.
1.2. Technical Development Exchange adalah program pengembangan TKI di luar negeri
melalui pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang
teknis bagi junior staff yang merupakan bagian dari program pengembangan kantor
pusat.
1.3. Job Assignment/Overseas On The Job Training adalah program pengembangan TKI
di luar negeri dalam rangka memenuhi competency requirement untuk pengembangan
karir TKI yang memiliki standar internasional.
1.4. Internasionalisasi adalah pengakuan kemampuan TKI untuk bekerja di kantor pusat/
afiliasi di luar negeri sesuai kompetensi yang dimiliki sebagai “Global Employee”.
II. TUJUAN
2.1. Memberikan kesempatan bagi TKI untuk mendapatkan pengalaman kerja Internasional
dan mempercepat pengembangan profesionalisme TKI dengan harapan menimbulkan
unsur kepercayaan dari Kantor Pusat KKKS dalam penempatan TKI pada jabatan-
jabatan strategis.
2.2. Untuk meningkatkan kompetensi teknis TKI sesuai dengan standar internasional.
2.3. Untuk menunjang program suksesi dari TKA kepada TKI.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS menyetujui jabatan TKA untuk program Job Swapping, dan Technical
Development Exchange.
3.2. BPMIGAS menyetujui TKI yang akan direncanakan untuk mengikuti program Job
Swapping, Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job
Training dan Internasionalisasi.
3.3. KKKS menentukan calon TKI untuk program Pertukaran Pekerja Internasional,
Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job Training dan
Internasionalisasi.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Job Swapping (Pertukaran Pekerja Internasional).
4.1.1. Semua biaya yang timbul merupakan beban perusahaan penerima.
4.1.2. Jabatan di luar negeri dalam rangka Pertukaran Pekerja Internasional adalah
setara dengan bobot kerja yang sama, biaya yang seimbang, serta dapat
dilaksanakan pada fungsi dan jabatan yang berbeda.
4.1.3. Pelaksanaan program Pertukaran Pekerja Internasional dilakukan dengan
jangka waktu yang relatif sama dan dimulai dengan waktu yang sama.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:43 3/19/2009 3:51:03 PM
44
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.1.4. Bagan perencanaan penggunaan TKA program pertukaran pekerja internasional
dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.
4.1.5. TKI yang telah menyelesaikan program Pertukaran Pekerja Internasional, apabila
kembali ke Indonesia minimal menduduki jabatan yang setara atau dipindahkan
pada jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya.
4.1.6. Jangka waktu program maksimal 2 Tahun.
4.2. Technical Development Exchange
4.2.1. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.2.2. TKA yang dikirimkan ke Indonesia (diluar biaya operasi KKKS) memiliki kemampuan
teknis untuk diterapkan dan melakukan shared knowledge kepada TKI.
4.2.3. Bagan perencanaan penggunaan TKA program Technical Development
Exchange dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.
4.2.4. TKI yang telah menyelesaikan program Technical Development Exchange, harus
mendapat pengembangan karir yang sesuai.
4.2.5. Jangka waktu program maksimum 2 Tahun.
4.3. Job Assignment/Overseas On the Job Training.
4.3.1. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.3.2. TKI yang telah menyelesaikan program Job Assignment/Overseas On The Job
Training, harus mendapat pengembangan karir yang sesuai.
4.3.3. Jangka waktu program maksimum 2 tahun.
4.4. Internasionalisasi
4.4.1. Semua biaya yang timbul dibebankan pada perusahaan penerima.
4.4.2. TKI yang menjalani Internasionalisasi mendapat pengakuan sebagai “Global
Employee” yang diarahkan dapat menduduki posisi strategis di KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS melakukan perencanaan, seleksi dan evaluasi posisi TKA dan calon TKI untuk
program pertukaran pekerja internasional dan Technical Development Exchange, serta
perencanaan, seleksi dan evaluasi TKI untuk program Job Assignment/Overseas On
The Job Training dan Internasionalisasi setiap tahun.
5.2. Calon yang lulus seleksi adalah TKI yang mempunyai potensi untuk dapat
mengembangkan karir dan atau menggantikan TKA di masa mendatang.
5.3. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Swapping, atau Technical
Development Exchange dengan melampirkan Bagan Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing (RPTK), data TKI, Individual Development Plan (IDP) TKI.
5.4. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Assignment/Overseas On The
Job Training atau Internasionalisasi dengan melampirkan data TKI dan Individual
Development Plan (IDP) TKI.
5.5. BPMIGAS mengevaluasi dan memberikan persetujuan pelaksanaan Pertukaran Pekerja
Internasional, Technical Development Exchange, Job Assignment/Overseas On The
Job Training dan Internasionalisasi.
5.6. KKKS melakukan evaluasi terhadap program Job Swapping, Technical Development
Exchange, Job Assignment/Overseas On The Job Training, Internasionalisasi dan
melaporkan kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam Career Development Monitoring.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:44 3/19/2009 3:51:03 PM

45
P
E
N
G
E
M
B
A
N
G
A
N

K
A
R
I
R

I
N
T
E
R
N
A
S
I
O
N
A
L
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
6.7. Kepmenakertrans No. 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
6.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/lll/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing.
VII. LAMPIRAN
7.1. Individual Development Plan (IDP) – (lihat masing-masing KKKS).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:45 3/19/2009 3:51:03 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI
ATAS USIA PURNAKARYA
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
46
P
E
R
P
A
N
J
A
N
G
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

D
I

A
T
A
S

U
S
I
A


P
U
R
N
A
K
A
R
Y
A
I. UMUM
1.1. Pada dasarnya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan/KKKS dilakukan
sampai dengan batas usia purnakarya pekerja (maksimum 56 tahun).
1.2. Hubungan kerja di atas usia 56 tahun merupakan kebijakan khusus yang diberikan atas
dasar kebutuhan operasional, kesulitan mencari pengganti karena kelangkaan SDM di
market/pasar untuk jabatan-jabatan tertentu, dan/atau adanya proyek-proyek vital yang
sedang berlangsung.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memenuhi kebutuhan KKKS terhadap tenaga kerja profesional dan
berpengalaman.
2.2. Memberikan batasan bagi KKKS agar dapat melaksanakan agenda suksesi
kepemimpinan dengan baik.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS dapat melaksanakan perpanjangan hubungan kerja sesuai pengaturan/batasan
dalam pedoman ini.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas perpanjangan hubungan kerja di KKKS dan
memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Tenaga Kerja Indonesia yang menduduki jabatan tertinggi, dapat diperpanjang langsung
oleh KKKS setiap tahun maksimal sampai dengan usia 60 tahun.
4.2. Selain dari poin 4.1 diatas KKKS dapat memperpanjang Tenaga Kerja Indonesia setiap
tahun sampai dengan usia 58 tahun dengan ketentuan sebagai berikut:
4.2.1. Para calon pengganti yang dipersiapkan tidak dimungkinkan karena :
- Belum memenuhi persyaratan jabatan berdasarkan assessment yang
obyektif.
- Pindah ke perusahaan lain.
- Mengundurkan diri.
- Sebab-sebab lain seperti sakit dan meninggal dunia.
4.2.2. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran
operasi perusahaan.
4.2.3. Pekerja tersebut tengah berperan dalam menangani suatu proyek penting atau
program-program penting yang mempunyai akses langsung terhadap kepentingan
operasi KKKS baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang.
4.3. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purnakarya (56 tahun) dapat
dipekerjakan kembali melalui perjanjian kerja waktu tertentu dengan ketentuan sifat
pekerjaan yang dilakukan memenuhi peraturan perundangan ketenagakerjaan yang
berlaku dan tidak dapat menempati posisi struktural/manajerial.
4.4. Semua rencana perpanjangan hubungan kerja/mempekerjakan kembali pekerja dalam
pedoman ini, dilaksanakan dengan ketentuan tidak menghambat kesempatan karier
pekerja lainnya dan rencana suksesi yang telah ditetapkan.
4.5. BPMIGAS dapat melakukan peninjauan atas rencana perpanjangan hubungan kerja
dan mempekerjakan kembali pekerja yang dilakukan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:46 3/19/2009 3:51:03 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI
ATAS USIA PURNAKARYA
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
47
P
E
R
P
A
N
J
A
N
G
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

D
I

A
T
A
S

U
S
I
A


P
U
R
N
A
K
A
R
Y
A
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Perpanjangan hubungan kerja bagi TKI yang menduduki pimpinan tertinggi sampai
dengan maksimal usia 60 tahun dan TKI lainnya sampai dengan usia maksimal 58 tahun
dilaporkan ke BPMIGAS setiap tahun perpanjangan, 1 (satu) bulan sebelum terhitung
mulai tanggal perpanjangan dilaksanakan, dengan menyebutkan:
5.1.1. Nama jabatan dan uraian pekerjaan.
5.1.2. Tanggal dan jangka waktu perpanjangan.
5.1.3. Calon pengganti yang dipersiapkan berikut data-data kualifikasi dan pengalaman
kerja.
5.1.4. Justifikasi perpanjangan.
5.2. Perpanjangan hubungan kerja pekerja KKKS dilakukan sesuai dengan peraturan
perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan Peraturan/Perjanjian Kerja Bersama.
5.3. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purna karya (56 tahun) dapat
dipekerjakan kembali oleh KKKS melalui perjanjian kerja waktu tertentu, sesuai dengan
peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dengan syarat :
5.3.1. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran
operasi perusahaan dan sangat sulit diperoleh di market/pasar tenaga kerja.
5.3.2. Diselesaikan dahulu hubungan kerjanya antara KKKS dengan pekerja dan
dilakukan pembayaran hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan yang
berlaku serta Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
5.3.3. Tidak menduduki posisi struktural/manajerial.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:47 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
48

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
I. UMUM
1.1. Penerimaan/rekrutmen pekerja di KKKS dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
operasional perusahaan.
1.2. Diutamakan diisi oleh calon yang telah direncanakan sesuai rencana suksesi dari dalam
perusahaan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pekerja yang potensial
mendapatkan pengembangan karir dan menduduki jabatan kunci di perusahaan.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjaga kelangsungan operasi perusahaan.
2.2. Untuk pendayagunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara optimal.
2.3. Untuk memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melakukan proses rekrutmen dan mutasi pekerja.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas program rekrutmen KKKS dan memberikan
persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Rekrutmen pekerja, baik dari dalam maupun dari luar KKKS atau mutasi pekerja untuk
jabatan Senior Manager, General Manager, Vice President, Senior Vice President,
President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level
dibawah pimpinan tertinggi, memerlukan persetujuan BPMIGAS.
4.2. Rekrutmen TKI Dari Luar Perusahaan.
4.2.1. Mantan pekerja KKKS yang telah memutuskan hubungan kerja dengan alasan
mengundurkan diri sukarela, purnakarya dipercepat, pemutusan hubungan kerja
(PHK) atas kesepakatan bersama (mutual agreement termination), yang telah
mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK sebesar ketentuan normatif
atau paket/insentif khusus, dapat diterima di KKKS/operator lainnya dan KKKS/
operator yang sama dengan ketentuan sebagai berikut:
4.2.1.1. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK
dengan ketentuan normatif, dapat diterima setelah 1 tahun keluar dari
KKKS/operator yang sama.
4.2.1.2. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK
dengan ketentuan diatas hak normatif dapat diterima setelah 2 tahun
keluar dari KKKS/operator yang sama.
4.2.2. Rekrutmen diatas usia purnakarya (56 tahun) untuk jabatan tertinggi dapat
dilakukan dengan ketentuan dipekerjakan sampai dengan batas usia maksimal
60 tahun, sedangkan untuk jabatan Senior Manager, General Manager, Vice
President, Senior Vice President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut
termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi dapat dilakukan sampai
dengan batas usia maksimal 58 tahun.
4.2.3. Rekrutmen di atas usia purnakarya (56 tahun) untuk pekerjaan yang dapat
dilakukan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dilakukan sesuai dengan
Peraturan Perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan peraturan
perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:48 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
49

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
4.2.4. Dalam rangka pendayagunaan TKI, KKKS dapat melakukan rekrutmen TKI
untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat proyek melalui perjanjian kerja
waktu tertentu atau kontrak jasa tenaga kerja dengan tariff sesuai kondisi market
regional dan berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku.
4.2.5. Pelaksanaan rekrutmen terhadap pekerja yang saat ini memiliki status hubungan
kerja di KKKS agar memperhatikan kaidah-kaidah:
4.2.5.1. Proses rekrutmen harus dilakukan secara terstruktur, profesional, wajar
dan etis sehingga menghindari pendekatan personal (poaching) dari
calon pengguna (line user) di perusahaan calon pemberi kerja secara
langsung kepada calon pekerja.
4.2.5.2. Selama proses rekrutmen, calon pemberi kerja harus melakukan
komunikasi dengan fungsi SDM/HR di KKKS tempat calon pekerja
tersebut aktif bekerja, untuk memastikan aktivitas kepindahan pekerja
tersebut tidak sampai menggangu kelancaran operasi di perusahaan
tempatnya bekerja, menjaga etika bisnis, dan dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku.
4.2.5.3. Paket total remunerasi yang akan ditawarkan agar memperhatikan
internal equity perusahaan dalam batas skala upah dan struktur
remunerasi yang saat ini berlaku sesuai ketentuan dalam Peraturan
Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.
4.2.5.4. Setiap pemberian tawaran insentif yang melebihi dari paket remunerasi
standar (seperti signing bonus, lumpsum cash untuk menutup hutang
perusahaan asalnya, benefit jabatan yang tidak diatur dalam Peraturan
Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama, kompensasi past service years
selama bekerja di perusahaan asal, dsb) tidak dapat di bebankan
sebagai biaya operasi KKKS.
4.2.6. Masa kerja mantan pekerja di perusahaan/KKKS yang telah mendapatkan
hak pekerja karena PHK sesuai masa kerja di perusahaan/KKKS sebelumnya
dan direkrut kembali oleh perusahaan/KKKS yang sama atau direkrut oleh
perusahaan/KKKS lain maka dihitung 0 (nol) tahun.
4.3. Rekrutmen TKI Dari Dalam Perusahaan.
4.3.1. KKKS melaksanakan perencanaan karir masing-masing pekerja (Individual
Development Plan) untuk pengembangan karir, mutasi dan persiapan rencana
suksesi.
4.3.2. Program-program pengembangan karir, mutasi dan suksesi yang dilaksanakan
oleh KKKS harus dilakukan dengan cara yang sistematis, terstruktur dan
berdasarkan prinsip profesionalisme.
4.3.3. Setiap TKI KKKS mendapat program pengembangan kompetensi dan
berdasarkan kompetensi yang dimiliki harus didayagunakan pada posisi yang
sesuai dengan prinsip persamaan perlakuan dengan TKA.
4.3.4. BPMIGAS akan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan karir TKI KKKS dan
mendorong adanya pendayagunaan TKI secara optimal.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:49 3/19/2009 3:51:04 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA
(TKI)
Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008
50

R
E
K
R
U
T
M
E
N

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Setiap KKKS yang akan merekrut kembali mantan pekerjanya untuk dipekerjakan
sebagai pekerja waktu tidak tertentu, harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS,
sesuai dengan pengaturan/batasan pedoman ini.
5.2. Pengajuan permohonan untuk merekrut kembali mantan pekerja harus diajukan dengan
melengkapi persyaratan berikut:
5.2.1. Menyampaikan justifikasi yang jelas tentang latar belakang rekrutmen
dilakukan.
5.2.2. Menyampaikan perencanaan suksesi untuk posisi terkait.
5.2.3. Membuat rencana mentoring berkala untuk transfer pengetahuan dan keahlian
kepada calon suksesor yang harus dilakukan oleh pekerja yang direkrut
tersebut.
5.3. Untuk mantan pekerja KKKS yang diterima di KKKS lainnya, maka KKKS penerima
dapat meminta referensi dari KKKS sebelumnya atau BPMIGAS.
5.4. Setiap KKKS yang akan merekrut pekerja Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri,
dapat melakukan proses rekrutmen secara normal sesuai dengan RPTK yang sudah
mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS
5.5. Pengajuan permohonan untuk memberikan insentif dan bantuan relokasi dapat diajukan
kepada BPMIGAS untuk mendapatkan persetujuan.
5.6. Memastikan bahwa paket remunerasi yang diberikan tidak mengganggu kesetaraan
internal (internal equity).
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:50 3/19/2009 3:51:04 PM

51
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pendidikan dan Latihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan kewajiban bagi setiap
KKKS untuk melaksanakannya.
1.2. Penyelanggaraan Diklat dilakukan secara efektif berdasarkan analisa kebutuhan.
II. TUJUAN
2.1. Dalam rangka menjamin KKKS untuk melaksanakan pendidikan dan latihan bagi Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) sesuai komitmen yang tertuang dalam Kontrak Kerja Sama.
2.2. Dalam rangka mendukung upaya pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
KKKS, agar dapat memiliki kemampuan dalam mencapai kompetensi dipekerjaan dan
didayagunakan secara optimal.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS memiliki kewenangan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kebutuhan
pendidikan dan pelatihan KKKS.
3.2. KKKS berwenang menyusun rencana pendidikan dan pelatihan tahunan untuk pekerja
KKKS sesuai dengan kebutuhannya dan WP&B.
3.3. KKKS dapat melaksanakan pendidikan & pelatihan di luar negeri sesuai dengan WP&B.
Untuk posisi yang ditinggalkan oleh TKI yang diajukan untuk pendidikan & pelatihan luar
negeri tidak boleh digantikan oleh TKA.
3.4. TKA tidak diperkenankan mengikuti program Diklat dengan beban KKKS, kecuali bersifat
kebijakan pemerintah Indonesia dan bila sangat diperlukan dapat melalui persetujuan
BPMIGAS.
3.5. BPMIGAS memiliki kewenangan untuk menganalisa semua rencana pendidikan dan
pelatihan KKKS serta memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. IN-HOUSE (IN-GRIYA).
Merupakan program diklat yang dirancang secara khusus dan dilaksanakan oleh KKKS
dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional.
4.2. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).
Merupakan program yang diselenggarakan oleh Pihak III baik di dalam negeri maupun
di luar negeri.
4.3. KOMITE KERJASAMA DIKLAT ANTAR KKKS BPMIGAS (KKSD).
Program diklat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bersama KKKS dan atau
BPMIGAS, dalam rangka pengembangan kemampuan professional dan manajerial
pekerja dilingkungan KKKS.
4.4. DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (DPKK).
Merupakan program diklat yang dilaksanakan oleh Ditjen. Migas yang diusulkan oleh
organisasi profesi (seperti IAGI, IATMI, KKSD dll), dengan menggunakan dana yang
berasal dari iuran wajib yang dikenakan pada KKKS yang mempekerjakan TKA.
4.5. PENDIDIKAN FORMAL
Adalah program pendidikan yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi baik di dalam
negeri maupun diluar negeri sesuai dengan kebutuhan pengembangan pekerja KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:51 3/19/2009 3:51:04 PM
52
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.6. AKAMIGAS/STEM.
Merupakan pendidikan berjenjang dari diploma 1 sampai diploma 3 yang dilaksanakan
oleh PPT Migas Cepu, untuk meningkatkan kompetensi akademis pekerja KKKS.
4.7. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOVMENT
EXCHANGE.
Adalah program pengembangan kompetisi TKI melalui On The Job Training dan semua
biaya TKI yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.
4.8. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ANNUAL TRAINING REPORT
BUDGET & EVALUATION
Adalah sistem pelaporan tahunan pelaksanaan realisasi dan rencana DIKLAT
(pengembangan) yang pengeluarannya dibebankan pada biaya operasi KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. IN-HOUSE (IN-GRIYA).
5.1.1. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing KKKS.
5.1.2. Program tersebut dapat ditawarkan kepada KKKS lain yang membutuhkan.
5.2. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).
5.2.1. KKKS dapat mengirimkan pekerjaanya untuk mengikuti public course yang tidak
diselenggarakan oleh KKSD.
5.2.2. Pengiriman peserta diarahkan kepada pembekalan kemampuan profesional.
5.3. KKSD.
Dapat dilakukan dengan pihak ke tiga dan dapat menunjuk salah satu KKKS sebagai
koordinator.
5.4. DPKK.
KKKS dalam mencalonkan peserta program tersebut dilakukan dengan secara langsung
ke Ditjen. Migas dengan tembusan ke Subdinas PTN BPMIGAS.
5.5. PENDIDIKAN FORMAL.
Dilaksanakan Perguruan Tinggi baikdi dalam negeri maupun di luar negeri melalui
program konsorsium atau non konsorsium termasuk Formal Academic Education
Assistance.
5.6. AKAMIGAS/STEM.
Dilaksanakan di PPT Migas setelah memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa
baru.
5.7. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOPMENT
EXCHANGE
KKKS melakukan seleksi dan evaluasi untuk menentukan TKI yang akan dikirimkan
dalam program tersebut.
5.8. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ ANNUAL TRAINING REPORT
BUDGET & EVALUATION
Disampaikan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bagian dari analisa
Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan dan disampaikan sebelum
tanggal 30 September setiap tahun (Lihat Pedoman Rencana Kerja Anggaran
Ketenagakerjaan).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:52 3/19/2009 3:51:04 PM

53
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP& B).
6.7. Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) Migas No. 1/1997.
VII. LAMPIRAN
7.1. Annual Training Report Budget & Evaluation (Lampiran - 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:53 3/19/2009 3:51:05 PM
54
P
E
N
Y
E
L
E
N
G
G
A
R
A
A
N

P
E
N
D
I
D
I
D
K
A
N

D
A
N

P
E
L
A
T
I
H
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Budget Budget Budget
(1) (2) (3)
1 FORMAL EDUCATION
- S1 degree (STEM, Academical Program)
- Domestic
- Overseas
- S2 degree
- Domestic
- Overseas
- S3 degree
- Domestic
- Overseas
2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work)
- In House
- Domestic (KKSD, DPKK, Public Course)
- Overseas
3 JOB ASSIGNMENT
- Domestic
- Overseas
4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV. STUDENT (Intership
Prog & COOP)
N
o
n

-

S
t
a
f
f
T O T A L
EMPLOYEE CLASIFICATION TRAINING EXPENSES
No DESCRIPTION
PSC Employee
BPMIGAS
M
a
n
a
g
e
m
e
n
t
S
t
a
f
f
% VAR. Govern / Univ.
Student
Previous Current Next Year
(3 - 2)
2
Attachment 1

Operator :
Contract Area :
Proposed Budget Year :
Budget Budget Budget
(1) (2) (3)
1 FORMAL EDUCATION
- S1 degree (STEM, Academical Program)
- Domestic
- Overseas
- S2 degree
- Domestic
- Overseas
- S3 degree
- Domestic
- Overseas
2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work)
- In House
- Domestic (KKSD, DPKK, Public Course)
- Overseas
3 JOB ASSIGNMENT
- Domestic
- Overseas
4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV. STUDENT (Intership
Prog & COOP)
N
o
n

-

S
t
a
f
f
T O T A L
EMPLOYEE CLASIFICATION TRAINING EXPENSES
No DESCRIPTION
PSC Employee
BPMIGAS
M
a
n
a
g
e
m
e
n
t
S
t
a
f
f
% VAR. Govern / Univ.
Student
Previous Current Next Year
(3 - 2)
2
Attachment 1 >ĂŵƉŝƌĂŶ ϭ


A ANNUA NNUAL TRA L TRAI INING RE NING REPORT BUDG PORT BUDGET & EVA ET & EVALU IO LU T N A
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:54 3/19/2009 3:51:05 PM

55
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah atas
beban KKKS adalah pemberian bantuan dana Pelatihan dan Pendidikan baik di dalam
maupun di luar negeri yang sifatnya tidak mengikat. Pelatihan dan Pendidikan ini dapat
berupa pendidikan formal, kursus, seminar, workshop, atau konferensi.
1.2. Pelatihan dan Pendidikan dimaksud diberikan kepada pekerja BPMIGAS dan pegawai
instansi pemerintah yang kegiatannya berhubungan dengan bidang industri minyak dan
gas bumi (migas) sesuai dengan jabatan dan tugas pekerja.
1.3. Dana Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah
akan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam WP&B.
1.4. Sponsorship untuk Pelatihan dan Pendidikan pegawai instansi pemerintah tidak dapat
berdiri sendiri, senantiasa akan dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan
pekerja BPMIGAS/KKKS atau yang memberikan kontribusi kepada industri minyak dan
gas di Indonesia.
1.5. Yang dimaksud dengan instansi pemerintah adalah instansi pemerintah yang mempunyai
hubungan kerja dengan BPMIGAS/KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Membantu pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah dalam meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan profesionalismenya.
2.2. Meningkatkan kerja sama antara instansi pemerintah dengan KKKS.
2.3. Meningkatkan hubungan baik dengan KKKS dan induk perusahaannya.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS memastikan bahwa program pelatihan dan pendidikan pekerja BPMIGAS dan
pegawai instansi pemerintah berjalan dengan baik dan cost effective.
3.2. KKKS berkewajiban memastikan bahwa pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi
pemerintah yang mendapatkan sponsorship dari KKKS wajib menandatangani
surat perjanjian yang berisikan hak & kewajiban dalam mengikuti program pelatihan
tersebut.
3.3. BPMIGAS berkewajiban untuk meminta laporan kegiatan pelatihan dan pendidikan
kepada para peserta.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Permintaan pelatihan dan pendidikan untuk pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi
pemerintah harus melalui dan dikoordinir oleh BPMIGAS c.q. Dinas PTK & HI
BPMIGAS.
4.2. KKKS mempelajari proposal yang masuk dari BPMIGAS dan dapat
mengkoordinasikannya dengan perusahaan induk masing-masing.
4.3. KKKS memberitahukan persetujuan atau penolakan pelaksanaan pelatihan tersebut ke
BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:55 3/19/2009 3:51:05 PM
56
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Pejabat instansi pemerintah yang berwenang mengajukan permohonan pelatihan dan
pendidikan untuk pegawai dilingkungannya dengan mengirimkan surat permohonan
pelatihan dan pendidikan kepada BPMIGAS dan KKKS yang dimintai sebagai
sponsor, paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan
dan pendidikan di dalam negeri dan 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum pelaksanaan
pelatihan dan pendidikan di luar negeri bila paspor dan visa telah dipunyai (apabila
terdapat kepentingan mendesak, kebijakan dapat diberikan melalui evaluasi).
5.2. Pengajuan permohonan pelatihan dan pendidikan ke BPMIGAS oleh instansi pemerintah
dimaksud harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
5.3. Untuk pekerja BPMIGAS, permohonan disampaikan oleh atasan kepada Dinas PTK &
HI dan tembusan kepada KKKS yang di setujui sebagai sponsor.
5.4. Dinas PTK & HI berkoordinasi dengan KKKS meneliti dan memproses permintaan
pelatihan dan pendidikan pegawai instansi pemerintah dimaksud disesuaikan dengan
kebutuhan program pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS, sebagai
berikut:
5.4.1. Pelatihan dan Pendidikan di Dalam Negeri :
• Kursus/seminar/workshop/konferensi.
• Kursus kolektif yang dikoordinir oleh Komite Kerjasama Diklat (KKSD) antara
BPMIGAS KKKS.
• Kursus In-House yang dilaksanakan KKKS.
• Pendidikan formal.
5.4.2. Pelatihan dan Pendidikan ke Luar Negeri
• Kursus singkat (short Course)
• Konferensi/seminar/workshop
• Pendidikan formal.
5.5. Perhitungan biaya yang terkait dengan pelatihan dan pendidikan dimaksud, dibuat oleh
BPMIGAS c.q. Dinas PTK & HI kemudian disampaikan kepada KKKS yang dimintai
menjadi sponsor.
5.6. Tarif biaya perjalanan dinas berdasarkan ketentuan dalam pedoman penyediaan fasilitas
perjalanan dinas yang di tetapkan oleh BPMIGAS.
5.7. Setelah selesai mengikuti program pegawai instansi pemerintah tersebut wajib
memberikan laporan kepada KKKS yang memberikan sponsorship dan tembusan
kepada Ka. Dinas PTK & HI BPMIGAS, selambat-lambatnya 2 minggu setelah pelatihan
berakhir.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP& B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Surat persetujuan hak & kewajiban mengikuti program pelatihan atas beban KKKS.
(Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:56 3/19/2009 3:51:06 PM

57
P
E
L
A
T
I
H
A
N

P
E
N
D
I
D
I
K
A
N

P
E
K
E
R
J
A


B
P
M
I
G
A
S


D
A
N

P
E
G
A
W
A
I

I
N
S
T
A
N
S
I

P
E
M
E
R
I
N
T
A
H

A
T
A
S

B
E
B
A
N

K
K
K
S
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA
BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI
PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Attachment 1


Kepada Yth.

Kepala HR. Manager, KKKS


Perihal : Laporan Pelaksanaan
Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri



Dengan ini kami laporkan perjalanan dinas Luar Negeri dari ;

1. N a m a : …………......………………………………………….

2. No. Pekerja / Golongan : ……………...………………………………………….

3. Jabatan : …………..…………………………………………….

4. SKPD Luar Negeri No. : …………..…………………………………………….

5. Berangkat tanggal : …………..…………………………………………….

6. Kembali tanggal : …………….……….………………………………….

Sebagai penyelesaian pertanggung jawaban atas perjalanan dinas Luar Negeri,
terlampir kami sampaikan :
1. Pertanggungjawaban keuangan (akomodasi, tiket dll.)
2. Surat bukti pembayaran fiscal Luar Negeri
3. Photocopy passport
Demikian laporan kami, atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.



Jakarta,


(____________________)

• Tembusan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.
<ĞƉĂĚĂzƚŚ͘
>ĂŵƉŝƌĂŶ ϭ
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:57 3/19/2009 3:51:06 PM
58
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir, Magang dan Cooperative Education (Co-op)
merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan
Tinggi lainnya dalam rangka membantu para mahasiswa/lulusan Perguruan Tinggi dan siswa
untuk persyaratan akademis serta mendapatkan pengalaman bekerja.
1.1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) & Tugas Akhir.
Adalah program bagi mahasiswa/siswa dan pihak lain untuk praktek kerja lapangan dan
melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir dengan waktu 1 s/d 2 bulan.
1.2. Magang
Adalah program bagi lulusan Perguruan Tinggi/Akademi untuk bekerja di perusahaan/
industri dengan jangka waktu tertentu (sesuai peraturan perundangan yang berlaku)
dalam rangka mendapatkan pengalaman bekerja.
1.3. Co-operative Academic Education (Co-op).
Adalah program kemitraan di bidang akademis antara perguruan tinggi dan dunia
usaha/industri. Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk
meningkatkan kualitas calon sarjana S1 dengan cara diberikan kesempatan bekerja di
perusahaan/industri guna mendapatkan pengalaman bekerja secara nyata.
II. TUJUAN
Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa, siswa dan pihak lain yang memerlukan guna
melaksanakan praktek kerja dan melakukan penelitian dalam rangka memenuhi persyaratan
akademis dan pengalaman bekerja.
III. PETUNJUK/PELAKSANAAN
3.1. Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir.
3.1.1. Surat permohonan Perguruan Tinggi dengan menggunakan Form TEA-1 diajukan
ke Bagian SDM KKKS.
3.1.2. Bagian SDM KKKS meneruskan ke lini untuk mendapatkan tempat praktek kerja
beserta bimbingannya.
3.1.3. Konfirmasi KKKS ke Perguruan Tinggi/Sekolah/Lembaga Pendidikan (jika ada
tempat) untuk diberitahukan kepada mahasiswa/siswa dan pihak lain sebagai
pelamar.
3.1.4. Mahasiswa/siswa dan pihak lain mengurus pemeriksaan klinik dan korespondensi
surat menyurat dengan bagian SDM KKKS yang menerima.
3.1.5. Mahasiswa/siswa dan pihak lain menyerahkan hasil pemeriksaan klinik dari
Rumah Sakit, Klinik/Puskesmas Pemerintah setempat (berikut pembacaan hasil
rontgen) ke Diklat KKKS untuk dilegalisir Bagian Kesehatan KKKS.
3.1.6. Berdasarkan surat sehat dari Bagian Kesehatan KKKS, Diklat KKKS
memberitahu mahasiswa/siswa/pihak lain lewat Perguruan Tinggi/Sekolah/
Lembaga Pendidikan tentang konfirmasi jadwal praktek kerja.
3.1.7. Mahasiswa/siswa/pihak lain melapor ke KKKS untuk menandatangani perjanjian
praktek lapangan dengan menggunakan formulir TEA-2.
3.1.8. Pelaksanaan praktek kerja ke lapangan operasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:58 3/19/2009 3:51:06 PM

59
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
3.1.9. Bantuan keuangan Praktek Kerja Lapangan minimal sebesar Rp. 100.000,-
perbulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi
setempat.
3.2. Magang
3.2.1. Permohonan magang dapat ditujukan secara langsung kepada KKKS yang
bersangkutan dengan berpedoman kepada tersedianya tempat magang maupun
mentor.
3.2.2. KKKS melaksanakan seleksi sesuai persyaratan yang berlaku di KKKS masing-
masing.
3.2.3. Jangka waktu pelaksanaan magang maksimum sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
3.2.4. Bantuan keuangan untuk magang minimal Rp. 400.000,- per bulan untuk setiap
peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat.
3.3. Program Co-op Education
3.3.1. KKKS menerima calon Co-op yang telah diseleksi oleh Perguruan Tinggi.
3.3.2. KKKS membuat surat kesepakatan dengan Perguruan Tinggi.
3.3.3. Dilakukan evaluasi dan diberikan sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan
programnya dengan baik. Sertifikat dikeluarkan oleh KKKS yang bersangkutan.
3.3.4. Honor Peserta Co-op.
Honor setiap Mahasiswa ditetapkan sendiri oleh KKKS yang bersangkutan.
IV. REFERENSI
4.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
4.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
4.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
4.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
4.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
4.6. Work Program & Budget (WP&B).
4.7. Pedoman Penyelenggaraan Program Co-operative Academic Education (Co-op) oleh
BAPPENAS, Dirjen. Dikti Depdiknas.
4.8. Konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
oleh Depdikbud-1994.
V. LAMPIRAN
5.1. TEA (Technical Education Assistance) 1 (Lampiran 1).
5.2. TEA (Technical Education Assistance) 2 (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:59 3/19/2009 3:51:06 PM
60
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
Form : TEA-1
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
KKKS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN
PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
NO.: /TEA-1/KPS/20 . . . .
-----------------------------------------------------------------------------------
SEMUA PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA
KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA
HARUS MELAMPIRKAN ISIAN LENGKAP DARI
FORMULIR TEA-1 INI
UNIVERSITAS : ........................................................................................
FAKULTAS/JURUSAN : ........................................................................................
ALAMAT/TELEPON : ........................................................................................
A. MAHASISWA
1. Nama : ........................................................................................
2. Lahir di/Tanggal : ........................................................................................
3. Alamat/Telepon : ........................................................................................
4. Tanggal masuk Universitas/
Akademi : ........................................................................................
5. Keterangan mengenai “tingkat” yang sudah dicapai saat ini (jika “sistem kredit”, agar
dijelaskan prosentase yang sudah dicapai dari yang semestinya s/d akhir tahun akademi
sekarang).
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
6. Keterangan mengenai Orangtua & Wali
a. Nama : .......................................................................................
b. Alamat : ........................................................................................
c. Pekerjaan/Instansi : ........................................................................................
d. Jabatan : ........................................................................................
7. Jika pernah Kerja Praktek/Thesis Lapangan
Instansi Perusahaan : ........................................................................................
Waktu : ........................................................................................
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:60 3/19/2009 3:51:07 PM

61
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
B. Keterangan mengenai Kerja Praktek/Thesis Lapangan yang diinginkan
(Diisi oleh Dosen Pembimbing Akademis)
1. Bidang Studi/Judul Skripsi : ………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
2. Ihtisar Permasalahan (singkat, jelas, spesifik)
(yang membuat thesis menyerahkan abstrak/outline) :
………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………...
3. Jangka waktu : Kerja Praktek = 1 bulan/Thesis Lapangan = 2 bulan
C. Keterangan lainnya yang dianggap perlu ditambahkan
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
D. Pernyataan mengenai Tanggungan Resiko.
Perusahaan tidak akan menanggung segala resiko kecelakaan/kematian selama
mahasiswa melakukan Praktek Lapangan. Pernyataan ini mengandung arti bahwa
Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Mahasiswa/i ataupun pihak
lainnya.
Dosen Pembimbing Mahasiswa Pemohon,
Tandatangan dan Cap Fakultas
(. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . .) (. . . . . . . . . . . . . . . . .. . . .)
Dekan Fakultas
Tandatangan dan Cap Fakultas
(. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .)
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:61 3/19/2009 3:51:07 PM
62
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 2
Form : TEA-2
BADAN PELAKSANA
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
KKKS/PSC : …………………………………………….
PERJANJIAN PRAKTEK LAPANGAN
PRACTICAL WORK AGREEMENT
Perjanjian ini dibuat antara :
Mahasiswa Perguruan Tinggi : ..........................
..............................................................................
selanjutnya disebut “Praktikan” dan .....................
..............................................................................
Kontraktor Kontrak Kerja Sama, selanjutnya
disebut “Perusahaan”
Perjanjian ini dibuat dengan maksud untuk
memberikan program praktek lapangan di industri
minyak dan gas bumi kepada mahasiswa.
Program ini diatur dengan syarat dan kondisi
sebagai berikut :
1. Praktikan setuju untuk mematuhi dan tunduk
kepada semua ketentuan dan peratutran
yang berlaku selama menjalani program
Praktek Lapangan.
2. Program ini berlaku mulai tanggal : ...........
….dan berakhir pada tanggal …………….,
kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan.
3. Praktikan setuju untuk melaksanakan tugas-
tugas Praktek Lapangan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Penilaian Praktek
Lapangan dilakukan oleh Perusahaan.
4. Perusahaan akan berusaha memberikan
kesempatan pengalaman kerja yang sesuai
dengan minat Praktikan maupun kehendak
Perguruan Tinggi akan tetapi pekerjaan
sehari-hari lebih diutamakan, dengan
demikian tidak selamanya dapat berpegang
kepada program yang diinginkan.
5. Perusahaan akan memberikan bantuan
keuangan sebesar Rp. 100.000,-
6. Perusahaan akan memberikan fasilitas
berikut apabila tersedia :
This Agreement is made between :
A Student of University : ......................................
..............................................................................
Here in after referred to as “Student Trainee”
and .......................................................................
Production Sharing Contractor hereinafter
referred to as “Company”
The Agreement is made for the purpose of
providing a Practical Training program in oil and
gas industry for University students.
The following terms and conditions shall govern
this program :
1. Practical student agree to abide by and
comply all existing rules and regulations of
the Company while undergoing the practical
work.
2. The Program will be effective on ..….............
and expire on …………., except stimulated
otherwise by the Company.
3. Practical Student agree to maintain a
satisfactory level of performance in accordance
with the prevailing regulation. Appraisal of
performance shall be done by the Company.
4. Company will make every effort to provide
work experience opportunities within
Practical Student interest as well as special
requirements of the University. How ever,
normal operational requirement shall take
precedence, therefore it may not always be
possible to adhere to the desired program.
5. Company will grand a financial assistance a
Rp. 100.000,-
6. Company will provide the following if
available :
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:62 3/19/2009 3:51:07 PM

63
P
R
O
G
R
A
M

P
R
A
K
T
E
K

K
E
R
J
A

M
A
H
A
S
I
S
W
A
,

C
O
O
P
,

S
I
S
W
A

D
A
N

P
I
H
A
K

L
A
I
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA
MAHASISWA, COOP, SISWA DAN
PIHAK LAIN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
a. Akomodasi dan Makan
b. Pelayanan kesehatan dengan cuma-
cuma sejauh yang dapat diberikan oleh
fasilitas klinik Perusahaan.
7. Tidak ada tunjangan-tunjangan lain yang
akan diberikan selain yang disebut diatas.
Praktikan dianggap bujangan (tidak kawin)
tanpa memperdulikan tanggung jawab dan
tanggungan pribadinya.
8. Praktikan harus mengikuti jam-jam kerja
yang berlaku dilapangan atau kantor
tempat praktikan ditugaskan. Untuk jam-jam
kerja khusus ditentukan oleh pengawas/
pembimbing langsung praktikan.
9. Praktikan harus bersedia melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
dan menerima syarat-syarat seperti yang
diterapkan kepada karyawan lain di tempat
atau dibidang pekerjaan apapun.
10. Pada akhir masa praktek lapangan hubungan
antara Perusahaan dengan Praktikan putus
tanpa adanya kewajiban dari Perusahaan
untuk mepekerjakan Praktikan setelah yang
bersangkutan menyelesaikan studinya.
11. Praktikan wajib merahasiakan semua
keterangan mengenai Perusahaan
dan Praktikan sama sekali tidak akan
membicarakan urusan Perusahaan dengan
pihak lain selain dengan pengawas/
pembimbing Praktikan di Perusahaan.
Perjanjian ini dapat diputuskan dengan
segera apabila ketentuan ini dilanggar.
12. Perusahaan tidak menanggung resiko
apapun selama Praktikan melakukan praktek
lapangan. Dengan demikian Perusahaan
tidak akan dituntut dikemudian hari oleh
Praktikan ataupun oleh Pihak lainnya.
Jakarta, …………………………………………
Praktikan/Practical Student :
Nama lengkap : ………………………………...
Name in full
Jabatan : ………………………………………….
Position
Tanda Tangan : ………………………………..
Signature
a. Accommodation and Meals
b. Free medical services to the extent
available at Company’s Medical Clinic.
7. No benefits other than stated above will
be extended. Practical student will be
considered single (unmarried) regardless of
this private responsibilities of commitments.
8. Practical student agrees to follow the same
working hours as applied to the field or in the
office unit. Any other schedule will be strictly
at the discretion of the practical student’s
immediate supervisor.
9. Practical student must be prepared to carry
out work and assigned tasks as and accept
conditions as applied to other employees in
whatever job and/or location.
10. At the conclusion of this training period, the
agreement will be terminated without any
obligation for the Company to employ the
Practical Student upon the completion of his/
her study.
11. Practical Student is required to keep
confidential all information concerning the
Company and he her will never discuss them
with anyone except the practical student’s
supervisor during the practical training. This
agreement can be immediately terminated if
this secrecy provision in violated.
12. Company is not at all obliget to bear any
risks during the period of practical work. This
agreement means that the Company is not
liable againts any law suit in the future by
practical student or any other party.
Jakarta, ……………………………………………
Pihak Perusahaan/For the Company :
Nama Lengkap : ………………………………….
Name in full
Jabatan : ………………………………………….
Position
Tanda Tangan : ………………………………….
Signature


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:63 3/19/2009 3:51:07 PM
64
I. UMUM
Beasiswa dan Beawiyata dalam negeri dilaksanakan melalui Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS-KKKS atau melalui Community Development (comdev) dan Community Relation.
II. TUJUAN
2.1. Membantu pembiayaan pendidikan dalam negeri bagi mahasiswa perguruan tinggi di
Indonesia berdasarkan seleksi.
2.2. Meningkatkan citra BPMIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerjasama.
2.3. Membantu program Pemerintah dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
III. KEWENANGAN
Alokasi jumlah beasiswa dalam negeri dan beawiyata KKKS program konsorsium untuk
setiap koordinator daerah operasi ditetapkan Dewan Konsorsium.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Pemberian beasiswa dan beawiyata dalam negeri beban biaya operasi non konsorsium
ditetapkan oleh KKKS dan Hupmas BPMIGAS.
4.2. Program pemberian beasiswa dan beawiyata yang dilakukan melalui program Community
Development dan Community Relation oleh masing-masing KKKS (beban biaya operasi
non konsorsium) ditetapkan KKKS dan Hupmas BPMIGAS dengan melaporkan kepada
Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.3. Program pemberian beasiswa dalam negeri yang dilakukan melalui Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS-KKKS.
V. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA
Pemberian beasiswa dalam negeri dan beawiyata berdasarkan pedoman Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM
NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
B
E
A
S
I
S
W
A

D
A
N

B
E
A
W
I
Y
A
T
A

D
A
L
A
M

N
E
G
E
R
I
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:64 3/19/2009 3:51:07 PM

65
B
E
A
S
I
S
W
A

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
BEASISWA LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Beasiswa luar negeri dilakukan melalui program sesuai kebutuhan KKKS atau kebijakan
BPMIGAS dengan beban biaya operasi atau melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-
KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Menyediakan tenaga-tenaga profesional pada industri Migas TKI yang bertaraf
internasional.
2.2. Berpartisipasi dalam pembinaan SDM Nasional dalam Industri Migas dengan
menyediakan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir
melalui pendidikan yang berkualitas.
III. KEWENANGAN
3.1. Alokasi jumlah BSLN yang menggunakan dana konsorsium ditetapkan oleh Dewan
Konsorsium.
3.2. Program BSLN yang dilaksanakan KKKS masing-masing dengan beban biaya operasi
ditetapkan KKKS masing-masing dan diusulkan kepada BPMIGAS.
3.3. KKKS dapat menentukan calon grantee dengan proses seleksi dan persyaratan yang
ditetapkan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS diusulkan kepada cq. Ketua Harian
Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
3.4. Ketua Harian Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS menyetujui grantee.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Program pemberian beasiswa luar negeri sesuai kebutuhan masing-masing KKKS
dengan beban biaya operasi, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Dewan Konsorsium
Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
4.2. Program pemberian beasiswa luar negeri yang dilakukan melalui konsorsium pendidikan
BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.
V. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA
Pemberian beasiswa luar negeri dilaksanakan berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan
BPMIGAS - KKKS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:65 3/19/2009 3:51:08 PM
66
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Peraturan Perusahaan (PP) adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh
Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib Perusahaan.
1.2. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan
antara (satu atau beberapa) Serikat Pekerja (SP) yang tercatat di instansi ketenagakerjaan
pemerintah (Depnakertans) dengan Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-
syarat kerja untuk mengatur dan melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak.
1.3. Setiap rencana PP/PKB yang disusun KKKS terlebih dahulu harus dibahas bersama
dengan BPMIGAS untuk mendapat persetujuan sehingga terjamin terciptanya
keseimbangan di lingkungan KKKS dan sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
II. TUJUAN
Untuk memberikan acuan bagi perusahaan KKKS dalam pembuatan PP/PKB sehingga
kepentingan nasional, perusahaan dan pekerja terlindungi.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun rancangan PP/PKB sesuai dengan strategi bisnis dan kemampuan
finansial perusahaan dengan berdasar pada ketentuan normatif peraturan perundang-
undangan serta memperhatikan masukan/hasil diskusi dengan wakil-wakil pekerja
dalam suatu mekanisme kerja sama bipartit dalam perusahaan.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas PP/PKB yang disusun oleh KKKS sesuai dengan
WP&B perusahaan dan peraturan perundang-undangan.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. PP/PKB yang disusun KKKS tidak boleh bertentangan dan lebih rendah kualitas atau
kuantitasnya dari ketentuan peraturan perundang-undangan.
4.2. Prosedur pembuatan Peraturan Perusahaan (PP) :
4.2.1. KKKS menyiapkan rancangan PP dengan berpedoman pada peraturan
perundangan-undangan yang berlaku dan WP&B.
4.2.2. Rancangan PP dikirimkan ke Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersama-
sama.
4.2.3. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut, KKKS menyusun kembali
rancangan PP tersebut dengan memperhatikan masukan dan pertimbangan dari
wakil-wakil pekerja secara bipartit.
4.2.4. Bila masih terdapat perubahan, rancangan PP tersebut dibahas kembali bersama
dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.2.5. Rancangan PP yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3
(tiga), dengan disertai Surat Persetujuan dari BPMIGAS dikirimkan ke instansi
ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) untuk disahkan.
4.3. Prosedur pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) :
4.3.1. KKKS menyiapkan rancangan PKB dengan berpedoman pada peraturan
perundangan-undangan dan WP&B.
4.3.2. Rancangan PKB dikirimkan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas
bersama-sama dengan manajemen/wakil perusahaan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:66 3/19/2009 3:51:08 PM

67
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.3.3. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut, KKKS melakukan perundingan
pembuatan PKB dengan (satu atau beberapa) SP secara bipartit sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
4.3.4. Bila masih terdapat perubahan, rancangan PKB tersebut dibahas kembali
bersama oleh manajemen/wakil perusahaan KKKS dengan Kepala Dinas PTK &
HI BPMIGAS.
4.3.5. Bila telah mencapai kesepakatan, PKB yang sudah disepakati dibuat dokumen
aslinya rangkap 3 (tiga), untuk ditandatangani oleh wakil perusahaan dan wakil
SP dengan disaksikan wakil BPMIGAS dan selanjutnya disampaikan kepada
Depnakertrans.
4.4. 3 (tiga) Dokumen asli PP/PKB yang sudah disahkan/disepakati diberikan; 1 (satu) ke
Depnakertrans; 1 (satu) ke BPMIGAS dan 1 (satu) disimpan oleh KKKS untuk kemudian
diberitahukan/dijelaskan isi PP/PKB tersebut serta diberikan copy naskahnya kepada
para pekerja.
4.5. Selama masa berlakunya PP, apabila ada SP di perusahaan yang sesuai
ketentuan peraturan perundangan-undangan menghendaki perundingan
pembuatan PKB, maka KKKS harus (segera melaporkan ke BPMIGAS) dan
melayani permintaan tersebut.
4.6. PP/PKB yang telah berakhir masa berlakunya tetap berlaku sampai disahkannya PP
atau ditandatanganinya PKB yang baru.
4.7. PP mulai berlaku setelah disyahkan oleh Depnakertrans, sedangkan PKB mulai berlaku
sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak.
4.8. Dalam hal terdapat rencana perubahan isi PP/PKB dalam kurun waktu masa berlakunya
PP/PKB tersebut, maka rencana tersebut harus dibahas kembali dengan Dinas PTK
& HI BPMIGAS untuk mendapat persetujuan dan kemudian diproses lebih lanjut oleh
KKKS sesuai dengan prosedur pembuatan PP/PKB di atas.
4.9. Dokumen perubahan atas PP/PKB yang telah disahkan/disepakati tetap harus
diberitahukan/dijelaskan serta diberikan copy naskahnya oleh KKKS kepada para
pekerjanya.
4.10. Perpanjangan berlakunya PP/PKB (tanpa perubahan) dapat di ajukan langsung kepada
Depnakertrans dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.11. Bila ada rencana pembubaran SP atau pengalihan kepemilikan perusahaan, KKKS
harus membahasnya bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang
ada tetap berlaku sampai berakhir jangka waktunya.
4.12. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) dan masing-masing perusahaan
mempunyai PKB, maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan
Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.13. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) antara perusahaan yang
mempunyai PKB dengan perusahaan yang belum mempunyai PKB, maka rencana
tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan
PKB yang ada tersebut berlaku bagi perusahaan yang bergabung (merger) sampai
dengan berakhir jangka waktunya.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:67 3/19/2009 3:51:08 PM
68
P
E
N
Y
U
S
U
N
A
N

P
E
R
A
T
U
R
A
N

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N

&

P
E
R
J
A
N
J
I
A
N

K
E
R
J
A

B
E
R
S
A
M
A

(
P
P

&

P
K
B
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENYUSUNAN PERATURAN
PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA
BERSAMA (PP & PKB)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
V. FORMULIR
Surat Persetujuan dari BPMIGAS atas rancangan PP/PKB dan untuk diproses lebih lanjut,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak
dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kepmenakertrans No. 48/2004 tentang Tatacara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan
Perusahan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Sama.
6.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:68 3/19/2009 3:51:08 PM

69
P
E
N
G
U
P
A
H
A
N

D
A
N

K
E
S
E
J
A
H
T
E
R
A
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Penetapan kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di KKKS harus
memperhatikan peraturan perundang-undangan, kinerja keuangan perusahaan dan
mencerminkan tingkat upah yang kompetitif sehingga mampu mendorong produktifitas
SDM.
1.2. Kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di lingkungan KKKS harus dicantumkan
dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB). Bila ada yang
diatur di luar PP/PKB, semuanya harus disampaikan ke BPMIGAS untuk dimintakan
persetujuan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjaga keseimbangan di bidang kebijakan dan sistem pengupahan/
kesejahteraan di lingkungan KKKS dan menjaga agar tidak menimbulkan permasalahan
hubungan industrial.
2.2. Untuk mendorong tingkat upah yang kompetitif dan produktifitas pekerja sesuai dengan
kinerja finansial perusahaan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B).
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan sesuai dengan
WP&B dan yang telah disetujui oleh BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan persetujuan dan pengawasan atas semua kebijakan dan sistem
pengupahan/kesejahteraan yang disusun dan yang diterapkan oleh KKKS.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Pengupahaan dan Kesejahteraan pekerja KKKS (TKI dan TKA) disusun berdasarkan
pedoman remunerasi yang ditetapkan BPMIGAS.
4.2. Insentif/bonus yang diberikan kepada pekerja KKKS (TKI dan TKA) dapat di bebankan
sebagai biaya operasi apabila diberikan sesuai kinerja operasi KKKS dengan prinsip
sama antara TKI dan TKA melalui persetujuan BPMIGAS.
4.3. Pembayaran “Severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika
dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di
KKKS.
4.4. Pemberian insentif kepada pekerja (TKI dan TKA) dalam rangka “Mempertahankan
Pekerja” sebagai dampak dari “Transfer Interest KKKS” (akuisisi dan merjer) tidak
dibebankan pada biaya operasi KKKS.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. KKKS menyusun rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan dalam PP/
PKB untuk dibahas dengan BPMIGAS.
5.2. Rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang diatur di luar PP/PKB
tetap harus dibahas dengan BPMIGAS.
5.3. Rencana penetapan atau perubahan kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan
tahunan diajukan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dievaluasi dan
mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Rencana tersebut setelah disetujui akan menjadi
dasar rekomendasi penyusunan WP&B KKKS secara keseluruhan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:69 3/19/2009 3:51:08 PM
70
5.4. Dalam menyusun kebijakan kesejahteraan (employee benefits), KKKS wajib
menyesuaikan program tersebut dengan terminologi yang diatur dalam ketentuan
peraturan perundang-undangan untuk menghindari timbulnya interpretasi yang dapat
berdampak pada perselisihan ketenagakerjaan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
P
E
N
G
U
P
A
H
A
N

D
A
N

K
E
S
E
J
A
T
E
R
A
A
N
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:70 3/19/2009 3:51:08 PM

71
P
E
M
U
T
U
S
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

(
P
H
K
)

&

M
U
T
U
A
L

A
G
R
E
E
M
E
N
T

T
E
R
M
I
N
A
T
I
O
N

(
M
A
T
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
& MUTUAL AGREEMENT TERMINATION
(MAT)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. KKKS dengan segala upaya harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK). Dalam hal segala upaya tersebut telah dilakukan, namun tetap
terjadi PHK maka KKKS memproses PHK berdasarkan Peraturan Perusahaan (PP)/
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan peraturan perundangan.
1.2. Mutual Agreement Termination (MAT) dilakukan dengan prinsip penawaran baik dari
perusahaan atau pekerja dengan pengakhiran hubungan kerja atas kesepakatan
bersama secara sukarela.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dan manajemen KKKS.
2.2. Untuk mengakhiri masalah hubungan industrial.
2.3. Untuk meminimalisasi dampak gejolak ketenagakerjaan dan biaya operasi yang
timbul.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS melakukan proses PHK/MAT yang bersifat individu sesuai Peraturan Perusahaan/
PP atau Perjanjian Kerja Bersama/PKB.
3.2. BPMIGAS melakukan penolakan atau persetujuan terhadap PHK/MAT yang bersifat:
Massal (lebih dari 10 orang).
Individu yang pembayaran hak atas PHK/MAT melebihi ketentuan normatif yang
diatur di dalam PP/PKB.
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. KKKS melakukan proses PHK atau MAT terhadap pekerjanya sejak rencana awal
hingga selesai. Baik yang perlu ataupun yang tidak perlu memperoleh penetapan atas
PHK/MAT tersebut dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial atau
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
4.2. KKKS harus melaporkan setiap pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS. Bila
diperlukan KKKS dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada BPMIGAS
sebelum PHK Kasus dijatuhkan.
4.3. BPMIGAS akan memberikan tanggapan dalam batas waktu 14 hari kalender sejak
menerima surat usulan PHK Individu yang diajukan oleh KKKS.
4.4. Pemutusan Hubungan Kerja bukan karena kasus baik secara individu atau massal hanya
dapat dilakukan apabila terjadi penutupan wilayah kerja atau sebagai upaya efisiensi
yang harus dilakukan akibat penurunan kegiatan operasi yang sangat signifikan yang
dapat menyebabkan penutupan wilayah kerja.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. PHK Individu Karena Kasus.
5.1.1. KKKS meneliti dan memproses kasus yang terjadi serta memutuskan sanksi
yang akan dikenakan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:71 3/19/2009 3:51:08 PM
72
P
E
M
U
T
U
S
A
N

H
U
B
U
N
G
A
N

K
E
R
J
A

(
P
H
K
)

&

M
U
T
U
A
L

A
G
R
E
E
M
E
N
T

T
E
R
M
I
N
A
T
I
O
N

(
M
A
T
)
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
& MUTUAL AGREEMENT TERMINATION
(MAT)
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.1.2. Dalam melakukan PHK perlu dipertimbangkan antara lain :
PP/PKB.
Latar belakang kasus/terjadinya pelanggaran oleh pekerja.
Hal-hal lain yang memberatkan/meringankan.
5.1.3. KKKS kemudian memproses PHK menurut ketentuan yang diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
5.1.4. KKKS melaporkan pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS.
5.2. MAT Individu.
5.2.1. KKKS memproses MAT menurut ketentuan yang diatur dalam PP/PKB dan
Peraturan Perundangan yang berlaku.
5.2.2. Jika pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja (pesangon dll) melebihi
ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB, maka harus dimintakan
persetujuan dari BPMIGAS.
5.3. MAT Massal yang pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja melalui ketentuan
normatif yang diatur dalam PP/PKB.
KKKS menyiapkan kepada BPMIGAS sebagai berikut:
5.3.1. Latar belakang rencana MAT.
5.3.2. Tujuan MAT.
5.3.3. Rencana pelaksanaan MAT.
5.3.4. Formula pesangon/paket kompensasi hak pekerja lainnya.
5.3.5. Anggaran pelaksanaan MAT massal.
5.3.6. Perkiraan dampak MAT massal dilihat dari berbagai aspek.
5.3.7. BPMIGAS melakukan evaluasi dan dibahas oleh KKKS yang bersangkutan.
5.4. PHK diluar kasus (individu atau massal).
Diajukan kepada BPMIGAS setelah memiliki dasar yang sangat kuat.
5.5. Istilah dan Formula
5.5.1. Formula pembayaran hak pekerja karena PHK/MAT oleh KKKS memperhatikan
ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
5.5.2. KKKS agar menyesuaikan istilah dan bentuk formula pembayaran hak pekerja
sebagai akibat PHK/MAT sesuai peraturan perundang-undangan.
5.5.3. KKKS yang masih menggunakan istilah dan bentuk formula yang berbeda
dengan peraturan perundang-undangan agar menegaskan dalam PP/PKB
bahwa di dalam pembayaran hak pekerja tersebut telah terkandung unsur-unsur
yang tercantum di dalam peraturan perundang-undangan.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-Undang No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:72 3/19/2009 3:51:09 PM

73
K
E
T
E
N
T
U
A
N

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
T
I
F

D
E
W
A
N

M
E
D
I
K
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN
MEDIK
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Dalam rangka mengambil keputusan untuk suatu kebijakan menyangkut bidang medis
dirasakan perlu adanya pertimbangan keahlian yang diberikan oleh suatu tim dari lingkungan
KKKS. Pertimbangan semacam ini diharapkan dapat lebih seimbang dan berwawasan lebih
luas. Untuk tujuan itulah maka Dewan dibentuk dalam membantu menganalisa dan memberi
rekomendasi menyangkut beberapa hal masalah bidang kedokteran dan kesehatan.
II. TUJUAN
Memberikan persamaan pemahaman dalam pembentukan dan tata kerja Administratif Dewan
Medik sehingga dapat berfungsi secara maksimal.
III. KEWENANGAN
BPMIGAS menetapkan susunan, lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Medik. Dalam
menjalankan fungsinya, Dewan Medik menyampaikan pendapat ataupun rekomendasinya
menurut pandangan keahlian di bidang kedokteran dan bila perlu dapat meminta pertimbangan
dokter ahli lain.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
Dewan Medik dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh personil lainnya terdiri dari Wakil
ketua, Sekretaris dan anggota.
Susunan personil dewan ditetapkan oleh Kepala Divisi Eksternal berjumlah sedikitnya 6
orang di mana setiap personil mempunyai hak mengajukan pendapat.
4.1. Fungsi Dewan Medik
4.1.1. Memberikan rekomendasi persetujuan pengiriman pasien ke luar negeri.
4.1.2. Memberikan bantuan pendapat pertimbangan penetapan ketidakcakapan
seorang pekerja dalam memangku tugas dan jabatan atas permintaan suatu
KKKS.
4.1.3. Memberikan pendapat dan pertimbangan di bidang medis lainnya atas pemintaan
Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.1.4. Dewan bersidang atas permintaan Kepala Dinas PTK & HI sesuai keperluan
ataupun kehendaknya maupun setelah menerima permohonan dari KKKS dan
setidak-tidaknya dihadiri oleh 2/3 jumlah personil.
4.2. Tugas Dewan Medik
4.2.1. Tugas Ketua.
• Menentukan arah dan memimpin personil dewan dalam melaksanakan
fungsinya.
• Menyampaikan rekomendasi kepada Kepala Dinas PTK & HI.
4.2.2. Tugas Wakil Ketua.
• Menghadiri sidang, mengemukakan pendapat dan usulan.
• Menjabat sebagai ketua apabila berhalangan hadir.
4.2.3. Tugas Sekretaris.
• Mendokumentasikan dan mengadministrasikan kegiatan dewan.
• Mempersiapkan sidang-sidang.
• Merangkap anggota.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:73 3/19/2009 3:51:09 PM
74
K
E
T
E
N
T
U
A
N

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
T
I
F

D
E
W
A
N

M
E
D
I
K
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN
MEDIK
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
4.2.4. Tugas Anggota.
• Menghadiri sidang.
• Mengemukakan pendapat dan usulan.
V. REFERENSI
6.1. Undang-Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
6.2. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.3. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per 03/Men/82 tentang Pelayanan Kesehatan
Pekerja.
6.7. Kontrak Kerja Sama (PSC).
6.8. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:74 3/19/2009 3:51:09 PM

75
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Pembelian obat dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi keperluan perawatan
dan pengobatan sebagai pelaksanaan salah satu program kesehatan kerja dan layanan
kesehatan. Obat merupakan satu komoditi yang peredaran dan perdagangannya diatur
secara khusus oleh Pemerintah.
II. TUJUAN
Penetapan prosedur pembelian obat yang memenuhi azas kepatuhan terhadap peraturan
dan harga yang bersaing sehingga diperoleh efisiensi biaya.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS menetapkan standar obat, menunjuk dan berkoordinasi dengan apoteker serta
membagi beban jasa apoteker secara proporsional kepada KKKS yang memanfaatkan
apoteker.
3.2. KKKS menetapkan obat yang diperlukan sendiri dengan mengacu pada daftar standar
obat, merencanakan dan melaksanakan pembelian obat.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Setiap pemesanan obat harus disahkan oleh Apoteker yang terdaftar di Departemen
Kesehatan.
4.2. Bagi mereka yang belum memiliki tenaga apoteker sendiri, disediakan apoteker oleh
BPMIGAS yang dimanfaatkan bersama dengan Kontraktor Kerjasama yang lain.
4.3. Surat Pemesanan Obat dikirim ke BPMIGAS cq. Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja
Dan Hubungan Industrial untuk diteliti jenis dengan mengacu daftar standar dan harga
obat.
4.4. BPMIGAS selanjutnya mengirimkan berkas tersebut untuk dilakukan pengesahan oleh
apoteker.
4.5. Berkas pemesanan obat yang sudah disetujui dikirim kembali kepada KKKS.
4.6. BPMIGAS menyampaikan informasi pembebanan biaya kepada setiap KKKS yang
memanfaatkan Apoteker.
4.7. Pembelian obat golongan narkotika diproses dan dilakukan sendiri oleh KKKS dengan
menggunakan resep dokter langsung ke apotik yang ditunjuk Perusahaan.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.6. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.7. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.8. Work Program & Budget (WP&B).
5.9. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:75 3/19/2009 3:51:09 PM
76
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
Rujukan ke luar negeri merupakan salah satu bentuk layanan pengobatan dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi karyawan dan keluarganya.
Disadari bahwa kemajuan teknologi kedokteran telah demikian pesatnya dan hal ini dapat
dimanfaatkan sebaik mungkin untuk tujuan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya.
Secara bertahap para dokter menyusul menguasai teknologi tersebut dan mengembangkannya
di Indonesia.
II. TUJUAN
Menyamakan persepsi dan mengupayakan terjaminnya pelaksanaan layanan kesehatan
yang optimal dengan mengutamakan jasa layanan kesehatan yang ada di dalam negeri.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS mengajukan pekerja atau keluarga yang akan dirujuk sesuai dengan yang diatur
dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama masing-masing mengenai
layanan kesehatan.
3.2. BPMIGAS menyetujui atau menolak usulan rujukan tersebut setelah mempertimbangkan
pikiran-pikiran yang disampaikan oleh tim yang ditunjuk untuk itu (Dewan Medik).
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
Pada dasarnya dapat disediakan layanan berobat ke luar negeri sesuai dengan ketentuan
masing-masing KKKS seperti yang tercantum dalam PP/PKB.
4.1. Setiap pengiriman pasien ke luar negeri perlu mendapat persetujuan dari BPMIGAS.
4.2. KKKS mengajukan permohonan dengan mengirim Assistance Requisition Sheet (ARS)
kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS yang selanjutnya meminta Dewan Medik
untuk bersidang.
4.3. Riwayat dan status terakhir pasien juga dikirimkan kepada Kepala Dinas PTK & HI
BPMIGAS sebagai bahan sidang.
4.4. Dewan Medik menyiapkan rekomendasi.
4.5. Persetujuan diberikan oleh Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS dengan membubuhkan
tanda tangan pada formulir ARS ataupun melalui surat.
4.6. Dalam situasi gawat darurat yang perlu penanganan lebih lanjut karena mengancam
jiwa pekerja, KKKS dapat merujuk langsung ke luar negeri dengan mempertimbangkan
keselamatan jiwa dan akses kelayanan pengobatan tanpa meminta persetujuan
BPMIGAS terlebih dahulu. KKKS harus melaporkan pengiriman tersebut dalam waktu
selambat-lambatnya 2x24 jam.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:76 3/19/2009 3:51:09 PM

77
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
5.6. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.7. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.8. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.9. Work Program & Budget (WP&B).
VI. LAMPIRAN
6.1. Assistance Requisition Sheet (ARS) Lampiran 1.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:77 3/19/2009 3:51:10 PM
78
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN
PASIEN KE LUAR NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
Lampiran 1
ASSISTANCE REQUEST SHEET
From : To : No. ARS/HPR/V/2004
Date :
Details of Assistance Required :
Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mengirim istri dari karyawan kami, Sdr/i
……(nama karyawan/i dan nama pasien)………
Adapun permohonan ini atas rekomendasi dari .....(nama dokter)…… untuk berobat ke
rumah sakit .....(nama rumah sakit yang dituju)…..
Perlu kami jelaskan bahwa pasien tersebut diatas di diagnosa menderita penyakit ……
(diagnosa penyakit)………… sejak tahun …………….. dan telah dirawat beberapa kali di
Rumah Sakit yang ada di Indonesia, tanpa ada tanda–tanda penyembuhan penyakitnya.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami sangat mengharapkan persetujuan dari
Bapak.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Requested : (Nama KKKS)
Signature : …………………
Name : ………………...
Function : ………………...
Charge To : ………………...
To Be Completed by BPMIGAS
Date of Completion or delivery Special Remark :
Signature : …………………………..
Name : …………………………..
Function : …………………………..
Charge To : …………………………..

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:78 3/19/2009 3:51:10 PM

79
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

P
E
M
E
R
I
K
S
A
A
N

K
E
S
E
H
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN
KESEHATAN PEKERJA
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
I. UMUM
1.1. Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu cara melakukan pengawasan derajat
kesehatan pekerja berkaitan dengan lingkungan kerjanya, dilakukan untuk memperoleh
dan menjaga tenaga kerja agar mempunyai derajat kesehatan yang tinggi, terlindung
dari bahaya kerja sehingga tidak membahayakan dirinya, rekan sekerja di sekitar dan
lingkungan.
1.2. Hasil pemeriksaan kesehatan mencerminkan pelaksanaan program kesehatan kerja
secara umum.
II. TUJUAN
2.1. Untuk menjamin KKKS melaksanakan program pemeriksaan kesehatan sebagai bagian
dari Program Kesehatan Kerja, fungsi BPMIGAS selaku pengawas dan koordinator
dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja adalah sesuai dengan ketentuan yang
tertuang dalam PP 42/2002.
2.2. Sebagai sarana dalam memperoleh dan mengumpulkan data di bidang kesehatan
kerja yang dapat digunakan sebagai evaluasi, menyusun standar serta perbaikan
pelaksanaan program.
2.3. Untuk memonitor tingkat kesehatan kerja di seluruh KKKS secara umum.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun dan menetapkan Program Pemeriksaan Kesehatan termasuk antara
lain jadwal dan jenis pemeriksaan serta sumber daya pemeriksa sesuai dengan anggaran
yang tersedia namun tetap memenuhi peraturan dan pedoman yang ditetapkan.
3.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan, meminta laporan maupun data untuk keperluan
evaluasi, penyusunan standar serta penetapan kebijakan.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Menyusun pedoman dan rencana kerja untuk pelaksanaan setiap jenis Pemeriksaan
Kesehatan yang dilaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.2. Secara berkala menyampaikan Laporan Kegiatan Pemeriksaan kesehatan sesuai
dengan formulir yang sudah ditetapkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.
4.3. Melakukan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala
di perusahaan kontraktor dengan cara bekerja sama dengan fungsi lain yang terkait.
4.4. Bentuk dan cara pelaporan ditetapkan terpisah yang dituangkan dalam pedoman teknis
mengenai pencatatan dan pelaporan.
4.5. Tata Cara Pemeriksaan Berkala dilakukan sebagai berikut :
4.5.1. Pemeriksaan kesehatan calon pekerja
• Dilakukan atas permintaan dari Bagian Sumber Daya Manusia.
• Keputusan memenuhi atau tidak memenuhi syarat kesehatan seorang
calon pekerja merupakan rekomendasi bagi Manajemen dalam menentukan
diterimanya calon tersebut untuk menjadi pekerja.
4.5.2. Pemeriksaan kesehatan berkala
• Dilakukan sekurang-kurangnya sekali setahun untuk semua pekerja.
• Hasil pemeriksaan dicatat, dirangkum dan dianalisa.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:79 3/19/2009 3:51:10 PM
80
T
A
T
A

C
A
R
A

A
D
M
I
N
I
S
T
R
A
S
I

P
E
M
E
R
I
K
S
A
A
N

K
E
S
E
H
A
T
A
N

P
E
K
E
R
J
A
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005
PERIHAL :
TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN
KESEHATAN PEKERJA
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005
• Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik beserta kesegaran jasmani,
pemeriksaan penunjang, serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu.
• Bila ditemukan kasus penyakit akibat kerja, wajib menyampaikan laporan
kepada Dinas Tenaga Kerja setempat dengan tembusan kepada Dinas PTK
& HI BPMIGAS.
4.5.3. Pemeriksaan Kesehatan Berkala Khusus
• Sasaran pemeriksaan kesehatan khusus ialah pekerja yang :
- Akan dan masih bekerja maupun setelah bekerja di tempat kerja khusus
yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya.
- Baru mengalami kecelakaan atau hampir terjadi kecelakaan atau
mengalami sakit yang dirawat dalam tempo lebih dari 2 minggu.
- Berumur di atas 40 tahun, tenaga kerja wanita atau tenaga kerja cacat
yang bekerja di tempat tertentu yang mengandung potensi merugikan
kesehatan dan keselamatannya.
- Mengajukan keluhan atau diduga mengidap gangguan kesehatan
berkaitan dengan pekerjaannya.
• Pemerikasaan Kesehatan ini juga dapat dilakukan sebagai hasil dari
pengamatan petugas pengawas keselamatan dan kesehatan kerja atau
penilaian dari Pusat Bina Hiperkes dan Keselamatan (Depnakertrans)
ataupun pendapat umum masyarakat.
V. REFERENSI
5.1. Undang Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.6. Permenaker No. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
5.7. Permenaker No. Per 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
5.8. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.9. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:80 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
81
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
I. UMUM
1.1. Kebijakan dan program remunerasi di KKKS mengacu pada filosofi dan strategi bisnis
dari masing-masing KKKS dengan ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia termasuk pedoman BPMIGAS dan prinsip-prinsip/
kaidah remunerasi serta best practices yang berlaku umum terutama di lingkungan
industri hulu migas.
1.2. Kebijakan dan program remunerasi KKKS harus dikelola dengan mengacu pada
prinsip cost effectiveness, cost efficiency, keseimbangan internal/eksternal, bersifat
accountable, auditable dan menganut azas good governance.
1.3. Kebijakan dan program remunerasi TKI KKKS diatur dalam Peraturan Perusahaan/
Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB) KKKS yang disusun sesuai Pedoman BPMIGAS.
Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya
di luar PP/PKB KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS. Persetujuan BPMIGAS
akan menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi Rencana Kerja & Anggaran (RKA)
Ketenagakerjaan KKKS dan persetujuan WP&B yang mengacu pada strategi bisnis,
kinerja dan kemampuan finansial KKKS, serta keseimbangan dan kewajaran tariff
market sesuai hasil market survey KKKS BPMIGAS.
1.4. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA atau pekerja KKKS secara global
mengacu pada:
1.4.1. Prinsip-prinsip remunerasi global untuk global employees berdasarkan standar
internasional dan praktek yang berlaku secara umum.
1.4.2. Sistem remunerasi yang telah ditetapkan kantor pusat KKKS (corporate/home
company), sebagai bagian dari global expatriate policy.
1.4.3. Hasil local market survey KKKS BPMIGAS berdasarkan kebijakan lokal masing-
masing KKKS.
1.4.4. Persetujuan RKA Ketenagakerjaan dan WP&B KKKS oleh BPMIGAS.
Kebijakan dan program remunerasi TKA/global employees yang mengacu pada
kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS setelah disetujui BPMIGAS
dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan
pencapaian kinerja di KKKS secara proporsional.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan acuan bagi KKKS dalam pengelolaan kebijakan dan program
remunerasi TKI dan TKA.
2.2. Untuk memberikan acuan penyusunan proposal RKA Ketenagakerjaan KKKS sebagai
bagian dari evaluasi persetujuan WP&B KKKS oleh BPMIGAS.
2.3. Untuk memberikan acuan bagi BPMIGAS/instansi terkait lainnya dalam menjalankan
fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan dan program remunerasi KKKS.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menetapkan kebijakan dan program remunerasi untuk pekerjanya dan menyusun
proposal anggarannya dalam format RKA Ketenagakerjaan ke BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi persetujuan RKA Ketenagakerjaan KKKS tersebut.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:81 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
82
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
3.3. BPMIGAS melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan RKA
Ketenagakerjaan KKKS sesuai persetujuan BPMIGAS tersebut.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKI:
4.1.1. KKKS menyusun kebijakan dan program total remunerasi sesuai dengan
strategi bisnis masing-masing KKKS yang sejalan dengan strategi BPMIGAS
dengan mengacu pada: peraturan perundang-undangan, pedoman BPMIGAS,
hasil survey remuneration market yang dilakukan secara regular serta prinsip-
prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas.
KKKS juga harus mengacu pada komponen total remunerasi TKI di Lampiran
1 Pedoman ini dengan mempertimbangkan kemampuan finansial dan kinerja
KKKS serta persetujuan WP&B dari BPMIGAS.
4.1.2. Kebijakan dan program remunerasi KKKS yang diatur dalam PP/PKB KKKS
dapat dimintakan persetujuan BPMIGAS melalui persetujuan PP/PKB KKKS
sesuai pedoman BPMIGAS. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui
kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus ada persetujuan
khusus BPMIGAS.
4.2. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA:
4.2.1. KKKS menyusun kebijakan/program remunerasi TKA dengan memperhatikan
kebijakan kantor pusat (jika ada), dan mengacu pada peraturan perundang-
undangan terkait, hasil local benefit market survey KKKS yang dilakukan secara
regular serta prinsip-prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum
di Industri Hulu Migas. KKKS juga harus memperhatikan komponen dan tariff
remunerasi TKA yang diatur dalam Lampiran 2 Pedoman ini sesuai kemampuan
finansial dan kinerja KKKS dan persetujuan BPMIGAS.
4.2.2. Remunerasi TKA/pekerja global yang mengacu pada kebijakan kantor pusat
hanya dapat diaplikasikan di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) setelah disetujui
BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan
operasional dan pencapaian kinerja di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) secara
proporsional.
4.2.3. Program remunerasi TKA/pekerja global yang disusun hanya berdasarkan
kebijakan global/kantor pusat KKKS atau yang hanya mengacu pada hasil
pencapaian kinerja global/kantor pusat tidak dapat dibebankan ke dalam
biaya operasi KKKS. Program remunerasi TKA yang dinyatakan tidak dapat
dibebankan sebagai biaya operasi KKKS contohnya seperti: kepemilikan saham
secara global, retensi TKA, insentif jangka panjang secara global, penggantian
kerugian penjualan rumah/kendaraan TKA dan sebagainya.
4.3. KKKS menyampaikan anggaran/pembiayaan program remunerasi TKI dan TKA tersebut
di atas kepada BPMIGAS melalui RKA Ketenagakerjaan tahunan (sesuai Pedoman
BPMIGAS) untuk mendapatkan persetujuan dan dijadikan sebagai dasar dalam evaluasi
personnel related cost dalam WP&B KKKS.
4.4. KKKS dalam pengajuan usulan baru/perubahan terhadap kebijakan dan program
remunerasi, khususnya TKI, ke BPMIGAS harus menyampaikan beberapa data analisa
remunerasi terkait antara lain seperti: filosofi/strategi remunerasi, kajian atas kebijakan
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:82 3/19/2009 3:51:10 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
83
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
kesetaraan remunerasi internal, posisi kompetitif praktek remunerasi KKKS dalam
market reference, total personnel related cost di WP&B/RKA Ketenagakerjaan dan
dampak keekonomiannya secara keseluruhan.
4.5. Untuk komponen total remunerasi TKI dan TKA yang dalam Lampiran 1 dan 2 Pedoman
ini diatur sebagai komponen yang dapat diberikan hanya pada kondisi dan situasi
tertentu, maka perlu dilakukan evaluasi pembahasan yang khusus untuk mendapatkan
persetujuan khusus BPMIGAS.
4.6. BPMIGAS dalam melakukan fungsi pengawasannya, melakukan evaluasi terhadap
kebijakan dan program remunerasi KKKS sesuai ketentuan Pedoman RKA
Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan strategi bisnis, kinerja dan kemampuan
finansial KKKS, serta keseimbangan internal dan eksternal sesuai hasil remuneration
market survey KKKS yang dilakukan secara regular. Untuk itu, KKKS harus melengkapi
formulir evaluasi hasil survey total remunerasi KKKS pada Lampiran 3 Pedoman ini
sebagai salah satu bahan evaluasi BPMIGAS.
4.7. Seluruh kebijakan dan program total remunerasi TKI dan TKA di KKKS harus disesuaikan
dengan ketentuan dalam Pedoman ini. Selama masa transisi, untuk keperluan
penyesuaian tersebut akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
4.7.1. Kebijakan dan program remunerasi yang diatur di dalam PP/PKB KKKS yang
telah disetujui BPMIGAS dapat terus dilaksanakan oleh KKKS.
4.7.2. Program remunerasi yang telah diberlakukan KKKS dan diatur melalui
kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus dilaporkan dan perlu
mendapatkan persetujuan BPMIGAS dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2
Pedoman ini dan sudah pernah disetujui oleh BPMIGAS sebelumnya, maka
program tersebut dapat terus dilaksanakan oleh KKKS dengan menyerahkan
dokumen pendukung atas persetujuan program tersebut.
b. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2
Pedoman ini namun penerapannya belum pernah ada persetujuan BPMIGAS
sebelumnya, maka keberlangsungan penerapan program tersebut dapat
diteruskan setelah mendapatkan persetujuan BPMIGAS.
c. Bila program remunerasi tersebut tidak diatur dalam Lampiran 1 atau
2 Pedoman ini, atau program remunerasi yang baru sama sekali harus
mendapatkan persetujuan BPMIGAS sebelum diterapkan.
4.8. Setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya
tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS.
4.9. Komponen-komponen dan Tariff Remunerasi pada Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini
akan dievaluasi secara periodik dan dapat disesuaikan oleh BPMIGAS sejalan dengan
perubahan kondisi market, regulasi terkait atau kebijakan BPMIGAS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.5. Work Program & Budget (WP&B).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:83 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
84
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
VI. LAMPIRAN
6.1. Lampiran 1 : Komponen & Tariff Remunerasi TKI.
6.2. Lampiran 2 : Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies).
6.3. Lampiran 3 : Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:84 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
85
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

1
.

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
d
a
l
a
h

s
e
g
a
l
a

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

t
u
n
a
i

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

a
t
a
s

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
l
a
k
u
k
a
n
.




1
.
1
.
U
p
a
h

P
o
k
o
k

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

a
t
a
s

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
l
a
k
u
k
a
n

o
l
e
h

p
e
k
e
r
j
a
.

D
a
s
a
r

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
a
l
a
m

s
u
a
t
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

y
a
n
g

d
a
p
a
t

d
i
l
a
k
u
k
a
n

m
e
l
a
l
u
i

m
e
k
a
n
i
s
m
e

e
v
a
l
u
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n
.

U
p
a
h

p
e
k
e
r
j
a

d
i
e
v
a
l
u
a
s
i

s
e
k
a
l
i

s
e
t
i
a
p

t
a
h
u
n

a
n
g
g
a
r
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

m
a
r
k
e
t

k
o
m
p
e
t
i
t
i
f

a
n
t
a
r

K
K
K
S
,

t
i
n
g
k
a
t

i
n
f
l
a
s
i

n
a
s
i
o
n
a
l
,

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l
/
k
i
n
e
r
j
a

p
r
o
d
u
k
s
i

K
K
K
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:




U
p
a
h

P
o
k
o
k

d
a
n

K
o
m
p
o
n
e
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
e
t
a
p

d
a
p
a
t

d
i
g
a
b
u
n
g

s
e
b
a
g
a
i

U
p
a
h

T
e
t
a
p

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

U
p
a
h

B
e
r
s
i
h

(
C
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.





P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

p
e
k
e
r
j
a

(
e
m
p
l
o
y
e
e

i
n
c
o
m
e

t
a
x
)

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
a
g
i
a
n

d
a
r
i

u
p
a
h

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

g
r
o
s
s

u
p

s
a
l
a
r
y
.

P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

p
e
k
e
r
j
a

m
e
r
u
p
a
k
a
n

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
e
k
e
r
j
a
,

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

s
e
b
a
g
a
i

w
a
j
i
b

p
u
n
g
u
t

p
a
j
a
k

a
k
a
n

m
e
m
o
t
o
n
g

u
p
a
h

s
e
b
e
s
a
r

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k
n
y
a

d
a
n

m
e
n
y
e
t
o
r
k
a
n
n
y
a

k
e

k
a
s

n
e
g
a
r
a
.

S
a
l
a
r
y



1
.
2
.
P
e
m
b
e
d
a
a
n

(
P
r
e
m
i
u
m
)

I
m
b
a
l
a
n

s
e
l
a
i
n

u
p
a
h

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
a
r
e
n
a

a
d
a
n
y
a

a
d
d
i
t
i
o
n
a
l

h
a
r
d
s
h
i
p

y
a
n
g

d
i
h
a
d
a
p
i

p
e
k
e
r
j
a
.




1
.
2
.
1
.

W
a
k
t
u

K
e
r
j
a


I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
a
r
e
n
a

k
e
l
e
b
i
h
a
n

w
a
k
t
u

k
e
r
j
a

a
t
a
u

s
e
l
a
m
a

b
e
k
e
r
j
a

d
i
j
a
d
w
a
l

y
a
n
g

t
i
d
a
k

n
o
r
m
a
l
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

O
v
e
r
t
i
m
e
,

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i
K
e
l
e
b
i
h
a
n

J
a
m

K
e
r
j
a
,

L
o
n
g

h
o
u
r

c
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
h
i
f
t
,

D
a
y
-
o
f
f

c
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
2
.
2
.

L
o
k
a
s
i

K
e
r
j
a

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

t
i
n
g
k
a
t

k
e
s
u
l
i
t
a
n

k
e
r
j
a

(
h
a
r
d
s
h
i
p
)

y
a
n
g

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

t
e
m
p
a
t

k
e
r
j
a

/

d
o
m
i
s
i
l
i

p
e
k
e
r
j
a
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

D
a
e
r
a
h
,

F
i
e
l
d

M
i
s
s
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

F
i
e
l
d

R
o
t
a
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

O
f
f
s
h
o
r
e
,

L
o
c
a
t
i
o
n

R
e
l
a
t
e
d

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

R
e
m
o
t
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

R
e
m
o
t
e

O
f
f
s
h
o
r
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

S
i
t
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

T
r
a
n
s
f
e
r

I
n
c
e
n
t
i
v
e
,

P
h
a
s
e

D
o
w
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
/
T
r
a
n
s
i
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

C
a
t
a
t
a
n
:

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

i
n
i

b
e
r
s
i
f
a
t

t
i
d
a
k

t
e
t
a
p
,

h
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

b
e
r
t
u
g
a
s

d
i

l
o
k
a
s
i

t
e
r
s
e
b
u
t

d
a
n

a
k
a
n

d
i
t
i
n
j
a
u

B
P
M
I
G
A
S
/
K
K
K
S

t
e
r
k
a
i
t

s
e
c
a
r
a

p
e
r
i
o
d
i
k

(
d
a
p
a
t

b
e
r
k
u
r
a
n
g
/
h
i
l
a
n
g

s
e
j
a
l
a
n

d
e
n
g
a
n

b
e
r
k
u
r
a
n
g
n
y
a

h
a
r
d
s
h
i
p

s
e
p
e
r
t
i

p
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

u
m
u
m

d
a
n

s
o
s
i
a
l

d
i

l
o
k
a
s
i

t
e
r
s
e
b
u
t
)
.




B
e
n
e
f
i
t




migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:85 3/19/2009 3:51:11 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
86
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


1
.
2
.
3
.
K
e
l
a
n
g
k
a
a
n

K
e
a
h
l
i
a
n


I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

u
n
t
u
k

p
e
k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

k
e
a
h
l
i
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u

y
a
n
g

s
u
l
i
t

d
i
p
e
r
o
l
e
h

d
i

p
a
s
a
r

t
e
n
a
g
a

k
e
r
j
a

d
a
n

s
a
n
g
a
t

d
i
b
u
t
u
h
k
a
n

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

R
e
t
e
n
t
i
o
n

P
l
a
n
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
r
o
f
e
s
i
.


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
r
i
a
n

b
e
n
e
f
i
t

i
n
i

h
a
n
y
a

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
n

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

B
i
a
y
a

p
r
o
g
r
a
m

s
i
g
n
i
n
g

b
o
n
u
s

u
n
t
u
k

m
e
r
e
k
r
u
t

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

K
K
K
S

l
a
i
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.

B
i
l
a

u
n
t
u
k

c
a
l
o
n

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

l
u
a
r

K
K
K
S
,

d
a
p
a
t

d
i
u
s
u
l
k
a
n

K
K
K
S

u
n
t
u
k

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
n
y
a
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
1
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

s
e
b
a
g
a
i

t
a
m
b
a
h
a
n

a
t
a
s

u
p
a
h

p
o
k
o
k

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.




1
.
1
.
1
.

T
H
R
K

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

h
a
r
i

r
a
y
a

k
e
a
g
a
m
a
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

p
e
r
a
w
a
t
a
n

r
u
m
a
h
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

i
n
i

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
e
m
p
a
t
i

f
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

(
t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e
-
b
e
n
e
f
i
t
s
)
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.


S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
3
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

t
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

i
n
i

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

(
t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e
-
b
e
n
e
f
i
t
s
)
.

C
a
t
a
t
a
n
:

D
a
l
a
m

h
a
l

k
o
m
p
o
n
e
n

t
u
n
j
a
n
g
a
n

t
e
t
a
p

s
u
d
a
h

m
a
s
u
k

d
a
l
a
m

u
p
a
h
,

m
a
k
a

d
a
p
a
t

d
i
g
u
n
a
k
a
n

s
i
s
t
e
m

u
p
a
h

b
e
r
s
i
h

(
c
l
e
a
n
w
a
g
e
)
.


S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
4
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

J
a
b
a
t
a
n

I
m
b
a
l
a
n

b
e
r
k
a
i
t
a
n

d
e
n
g
a
n

j
a
b
a
t
a
n

a
t
a
u

g
o
l
o
n
g
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u
.


C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

S
t
a
f
f
,

T
u
n
j
a
n
g
a
n

N
o
n

S
t
a
f
f
,

A
c
t
i
n
g

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
5
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
m
a
h
a
l
a
n

I
m
b
a
l
a
n

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

k
e
n
a
i
k
a
n

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p

d
i

s
u
a
t
u

l
o
k
a
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

C
o
n
t
o
h
:

T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
O
L
A

(
C
o
s
t

o
f

L
i
v
i
n
g

A
l
l
o
w
a
n
c
e
)
.

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.
6
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
u
t
i

I
m
b
a
l
a
n

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

b
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
i
k
m
a
t
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

t
a
h
u
n
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

V
a
c
a
t
i
o
n

A
l
l
o
w
a
n
c
e
.

S
a
l
a
r
y



1
.
3
.
1
.
T
H
R
K
1
.
3
.
2
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

P
e
r
a
w
a
t
a
n
R
u
m
a
h
1
.
3
.
3
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i
1
.
3
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n
1
.
3
.
4
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

J
a
b
a
t
a
n
1
.
3
.
5
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
m
a
h
a
l
a
n
1
.
3
.
6
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

C
u
t
i

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:86 3/19/2009 3:51:12 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
87
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


1
.
3
.
7
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

H
a
r
i
a
n

I
m
b
a
l
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
l
a
m
a

m
e
l
a
k
u
k
a
n

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n

d
i
n
a
s
,

s
a
a
t

i
n
t
e
r
i
m

l
e
a
v
e

a
t
a
u

s
a
a
t

t
i
n
g
g
a
l

s
e
m
e
n
t
a
r
a

d
i

a
k
o
m
o
d
a
s
i

s
e
m
e
n
t
a
r
a

s
a
a
t

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

a
t
a
u

s
a
a
t

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

D
a
i
l
y

A
l
l
o
w
a
n
c
e
,

P
e
r

D
i
e
m

A
l
l
o
w
a
n
c
e

S
a
l
a
r
y



1
.
1
.

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y

K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

y
a
n
g

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

k
i
n
e
r
j
a

p
e
k
e
r
j
a

b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

t
a
r
g
e
t

t
e
r
t
e
n
t
u
.

P
e
m
b
e
r
i
a
n

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

l
a
n
g
s
u
n
g

a
t
a
u

t
i
d
a
k

l
a
n
g
s
u
n
g

(
n
o
n
-
d
i
r
e
c
t

c
a
s
h
)

d
e
n
g
a
n

s
i
k
l
u
s

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u
.



1
.
1
.
1
.

I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a

(
P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)

A
d
a
l
a
h

b
e
n
t
u
k

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

d
a
s
a
r

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u
,

t
i
m

d
a
n
/
a
t
a
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

s
u
a
t
u

t
a
r
g
e
t

t
e
r
t
e
n
t
u

y
a
n
g

t
e
l
a
h

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n

s
e
b
e
l
u
m
n
y
a
.

I
n
s
e
n
t
i
f

j
u
g
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
a
l
a
m

r
a
n
g
k
a

m
e
n
d
o
r
o
n
g

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u
/
t
i
m

d
e
n
g
a
n

m
e
m
b
e
r
i
k
a
n

a
p
r
e
s
i
a
s
i

k
h
u
s
u
s


d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h
/
n
o
n
-
c
a
s
h

u
n
t
u
k

m
e
n
g
h
a
r
g
a
i

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

t
a
r
g
e
t

k
i
n
e
r
j
a

d
a
l
a
m

s
u
a
t
u

p
r
o
y
e
k

p
e
n
u
g
a
s
a
n

a
t
a
u

p
e
r
i
l
a
k
u

(
g
o
o
d
b
e
h
a
v
i
o
r
)

p
e
k
e
r
j
a

K
K
K
S

y
a
n
g

t
i
d
a
k

b
e
r
t
e
n
t
a
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

s
t
r
a
t
e
g
i

B
P
M
I
G
A
S
.

C
o
n
t
o
h
:

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y

P
r
o
g
r
a
m
,

I
n
d
i
v
i
d
u
a
l

C
o
m
p
e
n
s
a
t
i
o
n

P
r
o
g
r
a
m
,

I
n
d
i
v
i
d
u
a
l

P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

B
o
n
u
s
,

S
a
f
e
t
y

R
e
w
a
r
d
s

B
e
n
e
f
i
t


2
.

B
e
n
e
f
i
t
s



B
e
n
e
f
i
t
s

a
t
a
u

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

a
d
a
l
a
h

i
m
b
a
l
a
n

t
a
m
b
a
h
a
n

y
a
n
g

b
e
r
t
u
j
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
l
i
n
d
u
n
g
i

s
t
a
n
d
a
r

h
i
d
u
p

p
e
k
e
r
j
a

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a

a
t
a
s

r
e
s
i
k
o

y
a
n
g

d
i
h
a
d
a
p
i

d
a
l
a
m

m
e
n
j
a
l
a
n
k
a
n

t
u
g
a
s
.



2
.
1
.

N
o
r
m
a
t
i
f


(
M
a
n
d
a
t
o
r
y
)

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f

d
a
n

d
i
w
a
j
i
b
k
a
n

u
n
t
u
k

d
i
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

J
a
m
s
o
s
t
e
k
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
2
.

K
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

K
K
K
S

u
n
t
u
k

m
e
m
b
a
n
t
u

p
e
m
e
n
u
h
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

j
a
s
m
a
n
i
/

r
o
h
a
n
i

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
i

d
a
l
a
m

m
a
u
p
u
n

d
i

l
u
a
r

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
,

y
a
n
g

s
e
c
a
r
a

l
a
n
g
s
u
n
g

a
t
a
u

t
i
d
a
k

l
a
n
g
s
u
n
g

d
a
p
a
t

m
e
m
p
e
r
t
i
n
g
g
i

p
r
o
d
u
k
t
i
v
i
t
a
s

k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

l
i
n
g
k
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a

y
a
n
g

a
m
a
n

d
a
n

s
e
h
a
t
.



2
.
2
.
1
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
s
e
h
a
t
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
s
e
h
a
t
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

A
s
u
r
a
n
s
i

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

F
a
s
i
l
i
t
a
s

R
S

a
t
a
u

K
l
i
n
i
k

P
e
n
g
o
b
a
t
a
n
/
P
e
r
a
w
a
t
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

T
r
a
v
e
l

I
n
s
u
r
a
n
c
e

u
n
t
u
k

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n

d
i
n
a
s

k
e

l
u
a
r

n
e
g
e
r
i
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
2
.
2
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

t
e
m
p
a
t

t
i
n
g
g
a
l

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

k
o
m
p
l
e
k
s

r
u
m
a
h

d
i
n
a
s

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

l
a
i
n
n
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

R
u
m
a
h

D
i
n
a
s

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n
,

H
o
u
s
i
n
g

O
w
n
e
r
s
h
i
p

P
l
a
n

(
H
O
P
)
,

R
u
m
a
h
/

A
p
a
r
t
m
e
n
t

S
e
w
a
.

B
e
n
e
f
i
t



1
.
4
.

V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y
1
.
4
.
1
.
I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a
(
P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:87 3/19/2009 3:51:13 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
88
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R



C
a
t
a
t
a
n
:




H
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
I

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l

d
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

K
K
K
S
/
k
a
n
t
o
r

k
o
r
p
o
r
a
t

d
a
n

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

p
i
u
t
a
n
g

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
i
n
g
g
a

t
i
d
a
k

m
e
m
p
e
n
g
a
r
u
h
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S
.

H
O
P

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

B
a
n
k

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

m
e
n
i
m
b
u
l
k
a
n

d
a
m
p
a
k

b
i
a
y
a

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S

(
b
i
a
y
a

p
e
r
b
a
n
k
a
n

t
i
d
a
k

m
e
n
j
a
d
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.



F
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

b
a
g
i

T
K
I

l
e
v
e
l

e
k
s
e
k
u
t
i
f

h
a
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.




2
.
2
.
3
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
n
d
a
r
a
a
n

D
i
n
a
s

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

k
e
n
d
a
r
a
a
n

p
e
k
e
r
j
a
,

b
a
i
k

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

f
a
s
i
l
i
t
a
s

m
o
b
i
l

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l
/
m
o
b
i
l

d
i
n
a
s

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

l
a
i
n
n
y
a
,

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l

&

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i
n
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

K
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

C
a
t
a
t
a
n
:




P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

b
i
a
y
a

s
e
w
a

m
o
b
i
l

d
i
n
a
s

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

k
e
p
e
r
l
u
a
n

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l
/
d
i
n
a
s

d
a
n

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

b
a
g
i

T
K
I

l
e
v
e
l

m
a
n
a
j
e
r
i
a
l

(
s
e
o
r
a
n
g

T
K
I

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

l
e
b
i
h

d
a
r
i

1

u
n
i
t

m
o
b
i
l
)

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:


B
e
n
e
f
i
t




M
a
n
a
g
e
r
i
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e


(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

2
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

3
.
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

3
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n




2
.
2
.
4
.

K
e
p
e
m
i
l
i
k
a
n

K
e
n
d
a
r
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

m
e
n
y
a
n
g
k
u
t

k
e
p
e
m
i
l
i
k
a
n

k
e
n
d
a
r
a
a
n

p
e
k
e
r
j
a

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
y
a
r
a
t
a
n

t
e
r
t
e
n
t
u

u
n
t
u
k

t
u
j
u
a
n

t
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i

d
i
n
a
s
.

C
o
n
t
o
h
:

C
a
r

O
w
n
e
r
s
h
i
p

P
l
a
n

(
C
O
P
)


C
a
t
a
t
a
n
:

P
r
o
g
r
a
m

C
O
P

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
e
n
e
f
i
t


y
a
n
g

m
e
m
e
r
l
u
k
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

C
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

s
e
k
a
l
i

k
e
p
a
d
a

T
K
I

k
h
u
s
u
s

l
e
v
e
l

m
a
n
a
j
e
r
i
a
l
.

C
O
P

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l

d
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

i
n
t
e
r
n
a
l

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

K
K
K
S
/

k
a
n
t
o
r

k
o
r
p
o
r
a
t

d
a
n

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

p
i
u
t
a
n
g

k
e
p
a
d
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
i
n
g
g
a

t
i
d
a
k

m
e
m
p
e
n
g
a
r
u
h
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S
.

C
O
P

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
a
n
a
a
n

d
a
r
i

B
a
n
k

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

m
e
n
i
m
b
u
l
k
a
n

d
a
m
p
a
k

b
i
a
y
a

d
a
l
a
m

W
P
&
B

K
K
K
S

(
b
i
a
y
a

p
e
r
b
a
n
k
a
n

t
i
d
a
k

m
e
n
j
a
d
i

b
e
b
a
n

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.


B
e
n
e
f
i
t



L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

B
e
n
e


t
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:88 3/19/2009 3:51:14 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
89
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


2
.
2
.


P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

/

F
u
n
d
i
n
g











P
e
s
a
n
g
o
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

t
e
r
k
a
i
t

P
H
K

a
t
a
u

u
s
i
a

p
e
n
s
i
u
n

y
a
n
g

d
a
n
a
n
y
a

d
i
h
i
m
p
u
n

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

a
k
t
i
f

d
a
n

m
a
n
f
a
a
t
n
y
a

d
i
a
m
b
i
l

s
e
t
e
l
a
h

p
e
k
e
r
j
a

P
H
K

m
e
m
a
s
u
k
i

m
a
s
a

p
e
n
s
i
u
n
.



2
.
3
.
1
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

M
a
n
f
a
a
t

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

B
e
n
e
f
i
t
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

m
a
n
f
a
a
t

p
a
s
t
i

b
a
i
k

y
a
n
g

d
i
b
a
y
a
r
k
a
n

p
a
d
a

s
a
a
t

p
e
k
e
r
j
a

m
e
m
a
s
u
k
i

u
s
i
a

p
e
n
s
i
u
n

(
p
a
y

a
s

y
o
u

g
o
)

a
t
a
u

y
a
n
g

d
i
-
a
c
c
r
u
e

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
s
a
n
g
o
n

(
s
e
v
e
r
a
n
c
e

f
u
n
d
i
n
g
)


C
o
n
t
o
h
:

P
A
P
,

P
e
s
a
n
g
o
n
,

E
n
d
o
w
m
e
n
t
,

D
P
P
K
,


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n

Y
a
y
a
s
a
n

o
l
e
h

K
K
K
S

u
n
t
u
k

m
e
n
g
u
r
u
s
i

d
a
n
a

p
e
n
s
i
u
n

t
i
d
a
k

d
i
p
e
r
b
o
l
e
h
k
a
n
.

F
u
n
d
i
n
g

p
e
s
a
n
g
o
n
/
P
A
P
/
d
a
n
a

p
e
n
s
i
u
n

K
K
K
S

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t



2
.
3
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

I
u
r
a
n

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

C
o
n
t
r
i
b
u
t
i
o
n
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

k
o
n
t
r
i
b
u
s
i

t
e
t
a
p

m
e
r
u
p
a
k
a
n

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

m
e
t
o
d
e

p
e
m
u
p
u
k
a
n

d
a
n
a

m
e
l
a
l
u
i

p
r
e
m
i

d
a
n

h
a
s
i
l

i
n
v
e
s
t
a
s
i
n
y
a
.

B
e
s
a
r
a
n

m
a
n
f
a
a
t

p
e
n
s
i
u
n

a
k
a
n

t
e
r
g
a
n
t
u
n
g

s
e
p
e
n
u
h
n
y
a

d
a
r
i

h
a
s
i
l

p
e
m
u
p
u
k
a
n

d
a
n
a

t
e
r
s
e
b
u
t
.

C
o
n
t
o
h
:

D
P
L
K
,

S
a
v
i
n
g

P
l
a
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n

D
P
L
K
/
p
e
n
c
a
d
a
n
g
a
n

d
a
n
a

s
a
v
i
n
g

p
l
a
n

K
K
K
S

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S
.

B
e
n
e
f
i
t



2
.
3
.
3
.

P
r
o
g
r
a
m

K
e
s
e
h
a
t
a
n

P
e
n
s
i
u
n

P
r
o
g
r
a
m

k
e
s
e
h
a
t
a
n

y
a
n
g

m
a
n
f
a
a
t
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
a
m
b
i
l

s
e
t
e
l
a
h

p
e
k
e
r
j
a

m
e
m
a
s
u
k
i

m
a
s
a

p
u
r
n
a

k
a
r
y
a
.

C
o
n
t
o
h
:

D
a
k
e
s
p
e
n
.

C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
n
t
u
k
a
n
n
y
a

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t



2
.
4
.

H
a
r
i

T
i
d
a
k

K
e
r
j
a

Y
a
n
g

D
i
b
a
y
a
r

W
a
k
t
u

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

u
n
t
u
k

t
i
d
a
k

b
e
k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

i
m
b
a
l
a
n
.

C
o
n
t
o
h
:

H
a
r
i
-
h
a
r
i

c
u
t
i
/
s
a
k
i
t

d
a
n

s
e
b
a
g
a
i
n
y
a

s
e
b
a
g
a
i
m
a
n
a

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

d
a
l
a
m

p
e
r
a
t
u
r
a
n

n
o
r
m
a
t
i
f

a
t
a
u

d
a
l
a
m

P
P
/
P
K
B

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S


B
e
n
e
f
i
t



2
.
5
.
A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a
/
K
e
c
e
l
a
k
a
a
n

P
r
o
g
r
a
m

A
s
u
r
a
n
s
i

y
a
n
g

m
e
l
i
n
d
u
n
g
i

p
e
k
e
r
j
a

d
a
r
i

r
i
s
i
k
o

k
e
h
i
l
a
n
g
a
n

j
i
w
a

d
a
n

k
e
c
e
l
a
k
a
a
n

s
e
l
a
m
a

m
e
n
j
a
d
i

p
e
k
e
r
j
a

d
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
.


C
o
n
t
o
h
:

A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a

d
a
n

K
e
c
e
l
a
k
a
a
n
,

p
e
n
g
h
a
p
u
s
a
n

s
i
s
a

h
u
t
a
n
g

b
i
l
a

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
i
n
g
g
a
l

d
u
n
i
a

a
t
a
u

c
a
c
a
t

t
e
t
a
p

k
a
r
e
n
a

k
e
c
e
l
a
k
a
a
n

k
e
r
j
a
.

B
e
n
e
f
i
t


3
.

K
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
n
t
a
r
a

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
a
n

k
e
h
i
d
u
p
a
n

p
r
i
b
a
d
i

(
W
o
r
k
-
L
i
f
e

B
a
l
a
n
c
e
)

B
a
n
t
u
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

d
a
n

k
e
m
u
d
a
h
a
n

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

m
e
m
b
a
n
t
u

p
e
k
e
r
j
a

m
e
n
c
a
p
a
i

k
e
s
u
k
s
e
s
a
n

d
a
n

k
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
n
t
a
r
a

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
e
n
g
a
n

k
e
h
i
d
u
p
a
n

p
r
i
b
a
d
i
n
y
a
.




3
.
1
.

F
l
e
k
s
i
b
i
l
i
t
a
s

p
e
n
g
a
t
u
r
a
n

t
e
m
p
a
t

&

w
a
k
t
u

k
e
r
j
a

P
e
n
g
a
t
u
r
a
n

w
a
k
t
u

d
a
n

t
e
m
p
a
t

k
e
r
j
a

o
l
e
h

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

u
n
t
u
k

m
e
m
p
e
r
m
u
d
a
h

p
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

m
e
n
y
e
l
e
s
a
i
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n
n
y
a
.

B
e
n
e
f
i
t


C
o
n
t
o
h
:

F
l
e
x
i

T
i
m
e
,

9
/
8
0

(
J
u
m
a
t

l
i
b
u
r

s
e
t
i
a
p

d
u
a

m
i
n
g
g
u

s
e
k
a
l
i
)

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:89 3/19/2009 3:51:15 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
90
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

1
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

(
T
K
I
)

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


3
.
2
.
K
e
g
i
a
t
a
n

K
e
a
g
a
m
a
a
n
,

O
l
a
h
r
a
g
a

&

S
e
n
i

B
u
d
a
y
a

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
f
a
s
i
l
i
t
a
s
i

p
e
k
e
r
j
a

a
g
a
r

t
e
r
c
a
p
a
i

t
i
n
g
k
a
t

k
e
s
e
h
a
t
a
n

f
i
s
i
k

d
a
n

m
e
n
t
a
l

y
a
n
g

d
i
p
e
r
l
u
k
a
n

m
e
m
o
t
i
v
a
s
i

k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

l
i
n
g
k
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a

y
a
n
g

a
m
a
n

d
a
n

s
e
h
a
t
.

C
o
n
t
o
h
:




P
e
r
i
n
g
a
t
a
n

h
a
r
i

r
a
y
a

k
e
a
g
a
m
a
a
n
,

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

O
N
H




K
e
g
i
a
t
a
n

e
m
p
l
o
y
e
e

r
e
l
a
t
i
o
n
s

s
e
p
e
r
t
i

a
c
a
r
a

k
e
s
e
n
i
a
n
/
b
u
d
a
y
a

u
n
t
u
k

m
e
m
e
n
u
h
i

w
o
r
k

l
i
f
e

b
a
l
a
n
c
e
:

s
i
l
a
t
u
r
a
h
m
i

p
e
k
e
r
j
a

&

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
,




K
e
g
i
a
t
a
n

o
l
a
h
r
a
g
a
,

p
e
m
e
l
i
h
a
r
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n
,



K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

k
l
u
b

o
l
a
h
r
a
g
a
,



M
e
m
b
e
r
s
h
i
p

c
l
u
b

e
x
e
c
u
t
i
v
e

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
n
e
f
i
t

u
n
t
u
k

p
i
m
p
i
n
a
n

K
K
K
S

(
P
r
e
s
i
d
e
n
t
/
D
i
r
e
k
t
u
r
/
G
M

d
a
n

V
P
/
M
a
n
a
g
e
r

a
t
a
u

y
a
n
g

1

t
i
n
g
k
a
t

d
i

b
a
w
a
h

p
i
m
p
i
n
a
n

t
e
r
t
i
n
g
g
i
)

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

t
a
r
i
f

b
i
a
y
a

p
e
r
t
a
h
u
n

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:




T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

G
M
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)

M
a
x
.

U
S
$

2
.
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n



D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
M
a
n
a
g
e
r
)
M
a
x
.

U
S
$

1
.
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

B
e
n
e
f
i
t



3
.
3
.
P
e
n
d
i
d
i
k
a
n

A
n
a
k

P
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

K
o
n
d
i
s
i

K
h
u
s
u
s

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a

p
e
k
e
r
j
a

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

a
n
a
k

p
e
k
e
r
j
a

d
a
l
a
m

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

C
o
n
t
o
h
:

O
r
p
h
a
n
a
g
e

S
c
h
o
l
a
r
s
h
i
p
s
,

A
u
t
h
i
s
m
,

S
p
e
e
c
h
T
h
e
r
a
p
h
y
.

B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r


4
.

P
r
o
g
r
a
m

d
a
n
/
a
t
a
u

B
a
n
t
u
a
n

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

d
a
n

P
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

K
a
r
i
r

P
r
o
g
r
a
m

d
a
n
/
a
t
a
u

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a

(
t
e
r
m
a
s
u
k

y
a
n
g

a
t
a
s


i
n
i
s
i
a
t
i
f

s
e
n
d
i
r
i
)

u
n
t
u
k

m
e
n
i
n
g
k
a
t
k
a
n

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i
/
p
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

d
i
r
i

p
e
k
e
r
j
a

y
a
n
g

b
e
r
s
a
n
g
k
u
t
a
n
.



4
.
1
.
P
e
n
d
i
d
i
k
a
n
/
P
e
l
a
t
i
h
a
n

(
L
e
a
r
n
i
n
g

O
p
p
o
r
t
u
n
i
t
y
)

P
r
o
g
r
a
m

p
e
l
a
t
i
h
a
n
/
p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
e
m
p
u
h

j
e
n
j
a
n
g

l
e
b
i
h

t
i
n
g
g
i

C
o
n
t
o
h
:

E
d
u
c
a
t
i
o
n

A
s
s
i
s
t
a
n
t

P
r
o
g
r
a
m
,

T
r
a
i
n
i
n
g

A
b
r
o
a
d
.



B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r



4
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

L
a
i
n

P
r
o
g
r
a
m

u
n
t
u
k

p
e
r
c
e
p
a
t
a
n

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i
/
p
e
n
i
n
g
k
a
t
a
n

k
a
r
i
r

p
e
k
e
r
j
a
.

C
o
n
t
o
h
:

C
o
a
c
h
i
n
g
/

M
e
n
t
o
r
i
n
g
,

I
n
t
e
r
n
a
t
i
o
n
a
l

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
,

S
e
c
o
n
d
m
e
n
t
/

T
r
a
n
s
f
e
r
/

R
e
l
o
c
a
t
i
o
n
.

B
e
n
e
f
i
t
/
O
t
h
e
r




migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:90 3/19/2009 3:51:16 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
91
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

1
.

U
p
a
h





U
p
a
h

S
u
a
t
u

b
e
n
t
u
k

i
m
b
a
l
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

c
a
s
h

a
t
a
s

p
e
k
e
r
j
a
a
n

y
a
n
g

d
i
l
a
k
u
k
a
n

o
l
e
h

T
K
A
.

D
a
s
a
r

p
e
m
b
e
r
i
a
n

d
i
k
a
i
t
k
a
n

d
e
n
g
a
n

n
i
l
a
i

p
e
k
e
r
j
a
a
n

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

m
a
r
k
e
t

k
o
m
p
e
t
i
t
i
f

d
a
n

k
e
m
a
m
p
u
a
n

f
i
n
a
n
s
i
a
l
/
k
i
n
e
r
j
a

p
r
o
d
u
k
s
i

K
K
K
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:





A
n
g
g
a
r
a
n

S
a
l
a
r
y

&

B
e
n
e
f
i
t

T
K
A

h
a
r
u
s

m
e
n
g
a
c
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

W
P
&
B

d
a
r
i

B
P
M
I
G
A
S




P
a
j
a
k

a
t
a
s

p
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

T
K
A

(
e
m
p
l
o
y
e
e

i
n
c
o
m
e

t
a
x
)

m
e
r
u
p
a
k
a
n

b
a
g
i
a
n

d
a
r
i

u
p
a
h

T
K
A

d
a
l
a
m

s
i
s
t
e
m

g
r
o
s
s

u
p

s
a
l
a
r
y
.

P
e
n
y
e
t
a
r
a
a
n

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k

T
K
A

(
T
a
x


E
q
u
a
l
i
z
a
t
i
o
n
/

H
y
p
o
t
e
t
i
c
a
l

T
a
x
)

d
i
l
a
k
u
k
a
n

u
n
t
u
k

m
e
n
j
a
m
i
n

p
r
i
n
s
i
p

t
i
d
a
k

m
e
r
u
g
i
k
a
n

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

k
e
l
u
a
r

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
s

r
e
g
u
l
a
s
i

p
e
r
p
a
j
a
k
a
n

d
i

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y
.

P
e
r
u
s
a
h
a
a
n

s
e
b
a
g
a
i

w
a
j
i
b

p
u
n
g
u
t

p
a
j
a
k

a
k
a
n

m
e
m
o
t
o
n
g

U
p
a
h

T
K
A

s
e
b
e
s
a
r

k
e
w
a
j
i
b
a
n

p
a
j
a
k
n
y
a

d
a
n

m
e
n
y
e
t
o
r
k
a
n
n
y
a

k
e

k
a
s

n
e
g
a
r
a
.

S
a
l
a
r
y

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n




2
.
1
.

S
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
b
e
d
a
a
n

l
o
k
a
s
i

k
e
r
j
a

(
n
e
g
a
r
a
)



2
.
1
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

E
k
s
p
a
t
r
i
a
s
i

(
A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/

E
x
p
a
t
r
i
a
t
i
o
n

P
r
e
m
i
u
m
)

j
a
n
g
k
a

p
e
n
d
e
k
/
p
a
n
j
a
n
g

s
e
b
a
g
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s
:



P
e
n
u
g
a
s
a
n

k
e

l
o
k
a
s
i

k
e
r
j
a

d
e
n
g
a
n

k
o
n
d
i
s
i

k
e
r
j
a

y
a
n
g

s
u
l
i
t

a
t
a
u

s
i
t
u
a
s
i

t
i
d
a
k

a
m
a
n
.




K
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

p
e
r
b
e
d
a
a
n

s
t
a
n
d
a
r

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p

a
n
t
a
r
a

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

y
a
n
g

b
i
a
y
a

h
i
d
u
p
n
y
a

l
e
b
i
h

t
i
n
g
g
i
.



C
a
t
a
t
a
n

:


1
.


B
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

(
p
r
o
s
e
n
t
a
s
e

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
r
i

u
p
a
h

T
K
A
)

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n

B
P
M
I
G
A
S
.


2
.


P
e
m
b
e
r
i
a
n


k
o
m
p
e
n
s
a
s
i


h
a
n
y
a


p
a
d
a


k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u

d
a
n

p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n







k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

s
e
r
t
a

d
a
p
a
t

d
i
t
i
n
j
a
u

k
e
m
b
a
l
i

s
e
c
a
r
a

p
e
r
i
o
d
i
k
.

3
.


M
e
n
g
e
n
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i


y
a
n
g

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

C
O
L
A
,

G
o
o
d
s

&

S
e
r
v
i
c
e
s
,

C
o
s
t

o
f






L
i
v
i
n
g

&

S
e
r
v
i
c
e
s
,

b
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

a
d
a
l
a
h

0
%
-
2
0
%

x

u
p
a
h

T
K
A
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


2
.
2
.

S
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

j
a
d
w
a
l

k
e
r
j
a


2
.
2
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

K
e
r
j
a

R
o
t
a
s
i
(
R
o
t
a
t
o
r

P
r
e
m
i
u
m
)

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

a
t
a
s

k
e
r
j
a

r
o
t
a
s
i
.


C
a
t
a
t
a
n
:

P
e
m
b
e
r
i
a
n

k
o
m
p
e
n
s
a
s
i

h
a
n
y
a

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

t
e
r
t
e
n
t
u
.

D
a
p
a
t

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

k
o
m
p
o
n
e
n

A
s
s
i
g
n
m
e
n
t
/
E
x
p
a
t
r
i
a
t
i
o
n

P
r
e
m
i
u
m

(
d
a
l
a
m

u
p
a
h

c
l
e
a
n
w
a
g
e
)

s
e
h
i
n
g
g
a

R
o
t
a
t
o
r

P
r
e
m
i
u
m

t
i
d
a
k

d
i
b
e
r
i
k
a
n

l
a
g
i

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



T
u
n
j
a
n
g
a
n

b
a
g
i

T
K
A

y
a
n
g

b
e
r
t
u
g
a
s

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
m
e
l
a
k
u
k
a
n

e
k
s
p
a
t
r
i
a
s
i
)

u
n
t
u
k

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:91 3/19/2009 3:51:17 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
92
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R

3
.

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n

B
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

K
i
n
e
r
j
a

(
V
a
r
i
a
b
l
e

P
a
y
)



3
.
1
.



I
n
s
e
n
t
i
f

K
i
n
e
r
j
a

(
V
a
r
i
a
b
l
e

C
a
s
h

I
n
c
e
n
t
i
v
e
)

P
r
o
g
r
a
m

i
n
s
e
n
t
i
f

b
e
r
u
p
a

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

c
a
s
h

y
a
n
g

b
e
s
a
r
n
y
a

b
e
r
v
a
r
i
a
s
i

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

k
i
n
e
r
j
a

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
a
n

i
n
d
i
v
i
d
u

b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n

t
a
r
g
e
t

y
a
n
g

s
u
d
a
h

d
i
t
e
t
a
p
k
a
n

s
e
b
e
l
u
m
n
y
a

y
a
n
g

s
e
j
a
l
a
n

d
e
n
g
a
n

t
a
r
g
e
t
/
s
t
r
a
t
e
g
i

B
P
M
I
G
A
S
.

C
a
t
a
t
a
n
:




H
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

b
i
l
a

m
e
n
g
g
u
n
a
k
a
n

a
c
u
a
n

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

k
i
n
e
r
j
a

i
n
d
i
v
i
d
u

T
K
A
,

t
i
m

a
t
a
u

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

d
i

w
i
l
a
y
a
h

k
e
r
j
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

P
e
m
b
a
g
i
a
n

p
r
o
f
i
t
/

i
n
s
e
n
t
i
f

a
t
a
s

p
e
n
c
a
p
a
i
a
n

k
i
n
e
r
j
a

k
o
r
p
o
r
a
t
/
b
i
s
n
i
s

d
i

l
u
a
r

w
i
l
a
y
a
h

I
n
d
o
n
e
s
i
a

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.



P
r
o
g
r
a
m

i
n
s
e
n
t
i
f

h
a
n
y
a

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

p
a
d
a

k
o
n
d
i
s
i

k
h
u
s
u
s

d
e
n
g
a
n

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

4
.

B
a
n
t
u
a
n

&

F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
s
e
j
a
h
t
e
r
a
a
n

(
B
e
n
e
f
i
t

&

P
e
r
q
u
i
s
i
t
e
)



4
.
1
.


B
e
n
e
f
i
t

y
a
n
g

d
i
w
a
j
i
b
k
a
n

o
l
e
h

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h

(
H
o
m
e

a
n
d
/
o
r

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y
)



4
.
1
.
1
.


J
a
m
i
n
a
n

S
o
s
i
a
l

d
a
n
/

a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

J
a
m
i
n
a
n

s
o
s
i
a
l

d
a
n
/
a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

y
a
n
g

d
i
h
a
r
u
s
k
a
n

s
e
c
a
r
a

n
o
r
m
a
t
i
f

o
l
e
h

p
e
m
e
r
i
n
t
a
h

d
i

h
o
m
e
/
h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
2
.


P
r
o
t
e
k
s
i

K
e
s
e
h
a
t
a
n
,

K
e
m
a
t
i
a
n
,

C
a
c
a
t

T
e
t
a
p



4
.
2
.
1
.


A
s
u
r
a
n
s
i

a
t
a
u

J
a
m
i
n
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n


J
a
m
i
n
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

d
a
n

r
a
w
a
t

i
n
a
p

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

a
t
a
u

p
r
e
m
i

a
t
a
s

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
s
e
h
a
t
a
n

r
a
w
a
t

j
a
l
a
n

d
a
n

r
a
w
a
t

i
n
a
p
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n

h
a
n
y
a

d
i
b
e
r
i
k
a
n

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

p
r
e
m
i

a
s
u
r
a
n
s
i

C
a
t
a
t
a
n

:




R
u
j
u
k
a
n

p
a
s
i
e
n

T
K
A

u
n
t
u
k

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n

k
e

l
u
a
r

n
e
g
e
r
i

m
e
n
g
a
c
u

k
e

P
e
d
o
m
a
n

B
P
M
I
G
A
S

(
P
e
d
o
m
a
n

R
u
j
u
k
a
n

P
a
s
i
e
n

k
e

L
u
a
r

N
e
g
e
r
i
)
.




B
e
s
a
r
a
n

m
a
k
s
i
m
u
m

U
S
$

3
,
5
0
0

/
o
r
a
n
g

/
t
a
h
u
n

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:92 3/19/2009 3:51:18 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



93
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
2
.
2
.

A
s
u
r
a
n
s
i

J
i
w
a
,

K
e
m
a
t
i
a
n
,

C
a
c
a
t

(
D
e
a
t
h
,

D
i
s
a
b
i
l
i
t
y

I
n
s
u
r
a
n
c
e
)

P
r
e
m
i

p
e
r
l
i
n
d
u
n
g
a
n

a
s
u
r
a
n
s
i

j
i
w
a
,

k
e
m
a
t
i
a
n

d
a
n

c
a
c
a
t

t
e
t
a
p

a
t
a
u

p
r
o
g
r
a
m

p
r
o
t
e
k
s
i

k
h
u
s
u
s

l
a
i
n
n
y
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n
:



d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

d
a
l
a
m

b
e
n
t
u
k

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n

p
r
e
m
i

a
s
u
r
a
n
s
i

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

s
e
t
a
h
u
n

s
e
k
a
l
i

d
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

s
a
j
a



p
e
r
l
u

p
e
r
s
e
t
u
j
u
a
n

k
h
u
s
u
s

B
P
M
I
G
A
S

d
e
n
g
a
n

p
e
m
b
a
t
a
s
a
n

b
e
s
a
r

s
a
n
t
u
n
a
n

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

(
p
e
r

o
r
a
n
g

&

p
e
r

t
a
h
u
n
)

s
e
b
a
g
a
i

b
e
r
i
k
u
t
:



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/


S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

1
,
2
5
0

M
a
x
.

U
S
$

1
,
5
0
0

M
a
x
.

U
S
$

1
,
7
5
0

M
a
x
.

U
S
$

2
,
0
0
0




4
.
2
.
3
.

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

K
e
s
e
h
a
t
a
n

(
M
e
d
i
c
a
l

C
h
e
c
k
u
p
)

P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

b
a
g
i

T
K
A

s
e
b
e
l
u
m

d
i
m
u
l
a
i
n
y
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
a
n

p
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

k
e
s
e
h
a
t
a
n

s
e
c
a
r
a

b
e
r
k
a
l
a

b
a
g
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

&

H
o
s
t







C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.

P
e
n
s
i
u
n



4
.
3
.
1
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

M
a
n
f
a
a
t

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

B
e
n
e
f
i
t
)

K
o
n
t
r
i
b
u
s
i

p
e
n
s
i
u
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

m
a
n
f
a
a
t

p
a
s
t
i


p
r
o
p
o
r
s
i
o
n
a
l

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.
2
.

P
r
o
g
r
a
m

P
e
n
s
i
u
n

I
u
r
a
n

P
a
s
t
i

(
D
e
f
i
n
e
d

C
o
n
t
r
i
b
u
t
i
o
n
/
S
a
v
i
n
g
)

K
o
n
t
r
i
b
u
s
i

p
e
n
s
i
u
n

u
n
t
u
k

p
r
o
g
r
a
m

p
e
n
s
i
u
n

i
u
r
a
n

p
a
s
t
i

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

i
u
r
a
n

t
e
r
s
e
b
u
t

d
i

l
a
k
u
k
a
n

s
e
l
a
m
a

y
a
n
g

b
e
r
s
a
n
g
k
u
t
a
n

b
e
k
e
r
j
a

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
m
e
n
e
r
u
s
k
a
n

k
e
b
i
j
a
k
a
n

h
o
m
e
)
.

T
i
d
a
k

d
i
p
e
r
k
e
n
a
n
k
a
n

m
e
m
b
u
a
t

p
r
o
g
r
a
m

y
a
n
g

b
a
r
u
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
3
.
3
.


P
e
s
a
n
g
o
n

(
S
e
v
e
r
a
n
c
e

P
a
y
m
e
n
t

)

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n


s
e
v
e
r
a
n
c
e


b
a
g
i

T
K
A

y
a
n
g

d
i
p
u
t
u
s
k
a
n

h
u
b
u
n
g
a
n

k
e
r
j
a
n
y
a

d
i

K
K
K
S

j
i
k
a

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

p
a
d
a

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
c
a
r
a

p
r
o
r
a
t
a

s
e
s
u
a
i

m
a
s
a

k
e
r
j
a

d
i

K
K
K
S

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

&

H
o
u
s
e
C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:93 3/21/2009 9:39:39 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
94
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
4
.

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

p
e
n
y
e
s
u
a
i
a
n
/
a
d
a
p
t
a
s
i

b
u
d
a
y
a

d
a
n

b
a
h
a
s
a


4
.
4
.
1
.

P
e
l
a
j
a
r
a
n

B
a
h
a
s
a
/

B
u
d
a
y
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a

(
C
u
l
t
u
r
a
l

T
r
a
i
n
i
n
g
)

B
a
n
t
u
a
n

p
r
o
f
e
s
i
o
n
a
l

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

u
n
t
u
k

b
e
l
a
j
a
r

b
a
h
a
s
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
,

m
e
m
a
h
a
m
i

t
r
a
d
i
s
i

d
a
n

k
e
b
i
a
s
a
a
n

s
e
h
a
r
i
-
h
a
r
i

b
u
d
a
y
a

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.


D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

&

s
e
w
a
j
a
r
n
y
a

(
a
c
t
u
a
l

&

r
e
a
s
o
n
a
b
l
e

m
e
m
b
e
r
s
h
i
p

&

t
u
i
t
i
o
n

f
e
e
s
)

b
a
g
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
.

C
a
t
a
t
a
n

:

U
n
t
u
k

p
e
l
a
j
a
r
a
n

k
e
b
u
d
a
y
a
a
n

n
o
n
-
I
n
d
o
n
e
s
i
a

m
e
n
j
a
d
i

t
a
n
g
g
u
n
g
a
n

p
r
i
b
a
d
i

T
K
A

d
a
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

P
o
l
i
c
y

&
H
o
s
t

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t


4
.
5
.

B
e
n
e
f
i
t

u
n
t
u
k

K
e
l
u
a
r
g
a



4
.
5
.
1
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

(
S
p
o
u
s
e

A
l
l
o
w
a
n
c
e
)

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

y
a
n
g

m
e
n
d
a
m
p
i
n
g
i

T
K
A

s
a
a
t

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a

d
a
l
a
m

k
o
n
d
i
s
i

I
s
t
r
i
/
S
u
a
m
i

m
e
n
i
n
g
g
a
l
k
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n

d
i

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

d
e
n
g
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

U
S

$

0

-
1
0
,
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
5
.
2
.

B
a
n
t
u
a
n

S
e
k
o
l
a
h

A
n
a
k


(
C
h
i
l
d
r
e
n

E
d
u
c
a
t
i
o
n
)

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
d
i
d
i
k
a
n

a
t
a
u

f
a
s
i
l
i
t
a
s

s
e
k
o
l
a
h

b
a
g
i

a
n
a
k

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

a
c
t
u
a
l

&

r
e
a
s
o
n
a
b
l
e

j
o
i
n
i
n
g

&

a
n
n
u
a
l

t
u
i
t
i
o
n

f
e
e
s

n
a
m
u
n

t
i
d
a
k

l
e
b
i
h

d
a
r
i

U
S
$

5
,
0
0
0

p
e
r

a
n
a
k

p
e
r

b
u
l
a
n

d
e
n
g
a
n

u
s
i
a

m
a
k
s
i
m
u
m

1
8

t
a
h
u
n

(
a
t
a
u

G
r
a
d
e

1
2
)
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

P
o
l
i
c
y

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y


4
.
5
.
3
.

B
a
n
t
u
a
n

P
i
s
a
h

K
e
l
u
a
r
g
a

(
F
a
m
i
l
y

V
i
s
i
t
)

B
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

t
i
k
e
t

p
e
s
a
w
a
t

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a

(
i
s
t
r
i
/
s
u
a
m
i
/
a
n
a
k
)

y
a
n
g

d
i
t
i
n
g
g
a
l
k
a
n

d
i

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

m
a
k
s
i
m
a
l

2

k
a
l
i

d
a
l
a
m

s
e
t
a
h
u
n

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

T
K
A

t
i
d
a
k

p
u
l
a
n
g

(
t
i
d
a
k

m
e
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

c
u
t
i
/
d
i

l
u
a
r

k
e
d
i
n
a
s
a
n
)

s
e
s
u
a
i

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

m
a
s
i
n
g
-
m
a
s
i
n
g

K
K
K
S
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.


B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.

B
a
n
t
u
a
n

u
n
t
u
k

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

(
m
o
v
i
n
g
/
r
e
l
o
c
a
t
i
o
n

a
s
s
i
s
t
a
n
c
e
)


4
.
6
.
1
.

B
a
n
t
u
a
n

B
i
a
y
a

P
i
n
d
a
h

F
a
s
i
l
i
t
a
s
/
b
a
n
t
u
a
n

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

T
K
A

y
a
n
g

d
i
t
u
g
a
s
k
a
n

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

a
t
a
u

p
u
l
a
n
g
/
r
e
p
a
t
r
i
a
s
i

(
a
c
c
o
m
o
d
a
t
i
o
n

&

t
r
a
v
e
l

c
o
s
t

f
o
r

m
o
b
/
d
e
m
o
b
)

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.
2
.

T
u
n
j
a
n
g
a
n

B
i
a
y
a

R
e
l
o
k
a
s
i

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

s
a
t
u

k
a
l
i

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

m
e
n
u
t
u
p

b
i
a
y
a
-
b
i
a
y
a

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

d
i
t
e
r
i
m
a
n
y
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
6
.
3
.

B
a
n
t
u
a
n

P
e
n
g
i
r
i
m
a
n











B
a
r
a
n
g

B
a
n
t
u
a
n

p
e
n
g
i
r
i
m
a
n

p
e
r
l
e
n
g
k
a
p
a
n

r
u
m
a
h

t
a
n
g
g
a

d
a
n

b
a
r
a
n
g

p
r
i
b
a
d
i

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

a
i
r
f
r
e
i
g
h
t
/
s
e
a
f
r
e
i
g
h
t

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

y
a
n
g

w
a
j
a
r
,

t
e
r
m
a
s
u
k

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
r
u
s
a
k
a
n
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

C
a
t
a
t
a
n

:

D
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

s
a
a
t

T
K
A

p
e
r
t
a
m
a

k
a
l
i

t
u
g
a
s

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:94 3/19/2009 3:51:19 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



95
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
6
.
4
.

B
i
a
y
a

T
r
a
n
s
i
s
i

P
e
m
b
a
y
a
r
a
n

b
i
a
y
a

y
a
n
g

t
i
m
b
u
l

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
n
u
g
a
s
a
n

d
a
n

r
e
p
a
t
r
i
a
s
i

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
,

a
k
o
m
o
d
a
s
i
,

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

t
r
a
n
s
i
s
i

(
p
r
e
-
a
s
s
i
g
n
m
e
n
t

a
t
a
u

r
e
p
a
t
r
i
a
s
i
)
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
7
.

B
a
n
t
u
a
n

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n

&

P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

T
K
A


4
.
7
.
1
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

P
e
r
u
m
a
h
a
n
,

P
e
r
a
b
o
t
a
n
,

U
t
i
l
i
t
e
s

d
a
n











P
e
r
a
w
a
t
a
n

R
u
m
a
h

F
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

d
a
n

p
e
r
a
b
o
t
a
n

r
u
m
a
h

t
a
n
g
g
a

s
t
a
n
d
a
r

a
t
a
u

b
a
n
t
u
a
n

b
i
a
y
a

p
e
n
y
e
w
a
a
n

r
u
m
a
h

T
K
A

(
f
u
l
l

f
u
r
n
i
s
h
e
d
)
,

b
i
a
y
a

u
t
i
l
i
t
i
e
s

d
a
n

p
e
r
a
w
a
t
a
n

r
u
m
a
h

s
e
l
a
m
a

m
a
s
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n
.


C
a
t
a
t
a
n
:




A
p
a
b
i
l
a

T
K
A

m
e
n
e
m
p
a
t
i

f
a
s
i
l
i
t
a
s

p
e
r
u
m
a
h
a
n

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n
,

u
p
a
h
n
y
a

a
k
a
n

d
i
p
o
t
o
n
g

(
h
o
u
s
i
n
g

d
e
d
u
c
t
i
o
n

&

u
t
i
l
i
t
e
s

d
e
d
u
c
t
i
o
n
)

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f


y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

K
K
K
S
.




D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

a
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.



D
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

n
e
t
t

a
l
l
o
w
a
n
c
e

y
a
n
g

b
i
a
y
a
n
y
a

s
u
d
a
h

m
e
n
c
a
k
u
p
:




s
e
w
a

p
e
r
u
m
a
h
a
n
/
a
p
a
r
t
e
m
e
n

(
t
e
r
m
a
s
u
k

f
u
r
n
i
t
u
r

s
t
a
n
d
a
r

d
a
n

a
s
u
r
a
n
s
i

k
e
b
a
k
a
r
a
n

s
t
a
n
d
a
r
)
,



s
t
a
n
d
a
r
d

u
t
i
l
i
t
i
e
s

(
l
i
s
t
r
i
k
,

g
a
s
,

a
i
r
,


t
e
l
e
p
o
n
,

k
e
b
e
r
s
i
h
a
n

&

k
e
a
m
a
n
a
n
)



s
t
a
n
d
a
r
d

h
o
u
s
i
n
g

m
a
i
n
t
e
n
a
n
c
e



B
i
l
a

a
d
a

b
i
a
y
a

l
a
i
n

s
e
p
e
r
t
i
:

b
i
a
y
a

i
n
t
e
r
n
e
t
,

t
e
l
e
v
i
s
i

k
a
b
e
l
,

b
i
a
y
a

j
a
s
a

k
o
n
s
u
l
t
a
n
/
p
e
r
a
n
t
a
r
a

p
e
n
y
e
w
a
a
n

r
u
m
a
h
,

b
i
a
y
a

p
e
n
a
m
b
a
h
a
n

f
a
s
i
l
i
t
a
s

d
i
l
u
a
r

s
t
a
n
d
a
r

(
r
e
n
o
v
a
s
i
,

t
a
m
b
a
h

d
a
y
a

l
i
s
t
r
i
k
,

t
a
m
a
n
,

k
o
l
a
m

r
e
n
a
n
g
,

g
e
n
s
e
t
,

d
s
b
.
)

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

s
e
b
a
g
a
i

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/

S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)





M
a
x
.

U
S
$

3
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

4
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

5
,
5
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n

M
a
x
.

U
S
$

6
,
0
0
0

p
e
r

b
u
l
a
n





H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
B
e
n
e


t
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:95 3/21/2009 9:39:49 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



96
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
8
.

T
r
a
n
s
p
o
r
t
a
s
i



4
.
8
.
1
.
K
e
n
d
a
r
a
a
n

m
o
b
i
l

d
i
n
a
s


F
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
n
d
a
r
a
a
n

d
i
n
a
s

T
K
A

d
a
p
a
t

d
i
b
e
r
i
k
a
n

m
a
k
s
i
m
a
l

1

k
e
n
d
a
r
a
a
n

(
s
u
d
a
h

t
e
r
m
a
s
u
k

u
n
t
u
k

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
)

s
e
l
a
m
a

b
e
r
t
u
g
a
s

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a
.

F
a
s
i
l
i
t
a
s

m
o
b
i
l

r
e
n
t
a
l

d
a
r
i

p
e
r
u
s
a
h
a
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l

&

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i
n
y
a

d
e
n
g
a
n

a
c
u
a
n

t
o
t
a
l

b
i
a
y
a

s
e
w
a

b
u
l
a
n
a
n

s
e
b
e
s
a
r
:



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/






S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)



M
a
x
.

U
S
$

2
.
0
0
0

M
a
x
.

U
S
$

2
.
5
0
0

M
a
x
.

U
S
$

3
.
0
0
0

M
a
x
.

U
S
$

3
.
5
0
0




4
.
9
.
H
a
r
i

I
s
t
i
r
a
h
a
t

d
a
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n
n
y
a


4
.
9
.
1
.

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
u

u
n
t
u
k

c
u
t
i

b
e
r
l
i
b
u
r

(
a
n
n
u
a
l

l
e
a
v
e
)

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

y
a
n
g

i
k
u
t

k
e

I
n
d
o
n
e
s
i
a

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

a
t
a
u

c
u
t
i

b
e
r
l
i
b
u
r

d
e
n
g
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m

u
n
t
u
k

c
u
t
i

t
a
h
u
n
a
n

d
e
n
g
a
n

b
a
t
a
s
a
n
:




M
a
k
s
i
m
a
l

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n
n
y
a
.



H
a
r
i
-
h
a
r
i

c
u
t
i

y
a
n
g

t
i
d
a
k

d
i
a
m
b
i
l

a
k
a
n

h
a
n
g
u
s

d
a
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
a
k
u
m
u
l
a
s
i


(
n
o

c
a
r
r
y

o
v
e
r
)

&

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
u
a
n
g
k
a
n

(
n
o

c
a
s
h

o
u
t
)



D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
e
r
u
p
a

d
i
r
e
c
t

r
o
u
t
e

-


r
e
t
u
r
n

t
i
c
k
e
t
s

a
t
a
u

u
a
n
g

p
e
n
g
g
a
n
t
i
a
n

t
i
k
e
t

p
e
s
a
w
a
t

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

d
e
n
g
a
n

k
e
l
a
s

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

d
i

K
K
K
S
.




H
a
r
i

c
u
t
i

d
i
s
e
s
u
a
i
k
a
n

d
e
n
g
a
n

p
e
r
a
t
u
r
a
n

y
a
n
g

b
e
r
l
a
k
u

d
i

K
K
K
S
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
9
.
2
.

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

u
n
t
u
k












k
o
n
d
i
s
i

d
a
r
u
r
a
t

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

p
e
r
g
i

k
e

t
e
m
p
a
t

y
a
n
g

a
m
a
n

s
e
l
a
m
a

s
i
t
u
a
s
i

b
e
r
b
a
h
a
y
a
,

t
i
d
a
k

a
m
a
n

m
a
u
p
u
n

t
e
r
j
a
d
i

k
o
n
f
l
i
k
,


d
e
n
g
a
n

t
e
r
m
a
s
u
k

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
9
.
3

.
H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

d
a
l
a
m

h
a
l

a
d
a

m
u
s
i
b
a
h

(
c
o
m
p
a
s
s
i
o
-
n
a
t
e

l
e
a
v
e
)

H
a
r
i

i
s
t
i
r
a
h
a
t

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

u
n
t
u
k

p
u
l
a
n
g

k
e

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
a
a
t

a
d
a

k
e
l
u
a
r
g
a

y
a
n
g

t
e
r
k
e
n
a

m
u
s
i
b
a
h

(
e
m
e
r
g
e
n
c
y

l
e
a
v
e
,

s
i
c
k

l
e
a
v
e
,

o
r
a
n
g

t
u
a
/
k
e
l
u
a
r
g
a

T
K
A

m
e
n
i
n
g
g
a
l

a
t
a
u

s
a
k
i
t

k
e
r
a
s
,

p
a
t
e
r
n
i
t
y

l
e
a
v
e
,

d
s
b
.
)
,


t
e
r
m
a
s
u
k

d
e
n
g
a
n

b
i
a
y
a

p
e
r
j
a
l
a
n
a
n
n
y
a
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

h
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m
.


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:96 3/21/2009 9:39:57 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008



97
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
1
0
.

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

A
s
o
s
i
a
s
i

P
r
o
f
e
s
i

d
a
n

O
l
a
h

R
a
g
a


4
.
1
0
.
1
.

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

A
s
o
s
i
a
s
i













P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

T
K
A

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

p
o
s
i
s
i
/
j
a
b
a
t
a
n

s
e
s
u
a
i

k
o
m
p
e
t
e
n
s
i

p
r
o
f
e
s
i
n
y
a

d
e
n
g
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

T
K
A

t
e
r
s
e
b
u
t

m
e
l
a
k
u
k
a
n

s
h
a
r
i
n
g

k
n
o
w
l
e
d
g
e

k
e
p
a
d
a

T
K
I
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n

d
a
n

h
a
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

(
b
i
a
y
a

k
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

s
u
a
m
i
/
i
s
t
r
i
/
a
n
a
k

T
K
A

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
b
e
b
a
n
k
a
n

k
e

d
a
l
a
m

b
i
a
y
a

o
p
e
r
a
s
i

K
K
K
S
)
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
0
.
2
.


K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n


O
l
a
h

R
a
g
a

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n

o
l
a
h

r
a
g
a

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

(
s
e
l
a
m
a

b
e
l
u
m

d
i
p
e
r
h
i
t
u
n
g
k
a
n

d
a
l
a
m

C
&
S
/
C
O
L
A

d
a
n

t
i
d
a
k

b
o
l
e
h

d
o
u
b
l
e

b
e
n
e
f
i
t
)

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

h
a
n
y
a

1

k
a
l
i

p
e
r

t
a
h
u
n
.

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.



P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l
/

S
r
.

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)




M
a
x
.

U
S
$

1
,
2
5
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

1
,
5
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

1
,
7
5
0

p
e
r

t
a
h
u
n

M
a
x
.

U
S
$

2
,
0
0
0

p
e
r

t
a
h
u
n




4
.
1
1
.

B
a
n
t
u
a
n

p
e
n
g
u
r
u
s
a
n

i
j
i
n

k
e
r
j
a

d
a
n

k
e
p
e
r
l
u
a
n

I
m
i
g
r
a
s
i


4
.
1
1
.
1
.


B
a
n
t
u
a
n

I
m
i
g
r
a
s
i

d
a
n

V
i
s
a

B
a
n
t
u
a
n

a
d
m
i
n
i
s
t
r
a
s
i

d
a
n

h
u
k
u
m

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
l
a
m

h
a
l

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

i
j
i
n

k
e
r
j
a
,

s
e
r
t
a

k
e
p
e
r
l
u
a
n

i
m
i
g
r
a
s
i

l
a
i
n
n
y
a

u
n
t
u
k

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a
.

D
i
b
e
r
i
k
a
n

b
a
n
t
u
a
n

s
e
b
e
s
a
r

b
i
a
y
a

p
e
r
i
j
i
n
a
n

s
e
s
u
n
g
g
u
h
n
y
a

y
a
n
g

w
a
j
a
r

m
e
n
c
a
k
u
p

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a
n
y
a

(
a
n
a
k

d
a
n

i
s
t
r
i
/
s
u
a
m
i
)

C
a
t
a
t
a
n

:

D
i
t
e
r
a
p
k
a
n

h
o
s
t

c
o
u
n
t
r
y

s
y
s
t
e
m
,

s
e
h
i
n
g
g
a

T
K
A

m
e
m
b
a
y
a
r

p
a
j
a
k

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

d
i

I
n
d
o
n
e
s
i
a


B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

&

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
2
.

L
a
i
n
-
l
a
i
n

s
e
h
u
b
u
n
g
a
n

d
e
n
g
a
n

k
e
p
e
r
l
u
a
n

o
p
e
r
a
s
i
o
n
a
l


4
.
1
2
.
1
.
T
u
n
j
a
n
g
a
n

h
a
r
i
a
n

T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
i
k
a
n

k
e
p
a
d
a

T
K
A

d
a
n

k
e
l
u
a
r
g
a

s
e
l
a
m
a

i
n
t
e
r
i
m

l
e
a
v
e

a
t
a
u

s
a
a
t

t
i
n
g
g
a
l

s
e
m
e
n
t
a
r
a

d
i

h
o
t
e
l

(
p
a
d
a

s
a
a
t

p
e
m
i
n
d
a
h
a
n

-

s
e
b
e
l
u
m

m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n

t
e
m
p
a
t

t
i
n
g
g
a
l

p
e
r
m
a
n
e
n
)

s
e
l
a
m
a

m
a
k
s
i
m
a
l

3

b
u
l
a
n

(
f
i
x
e
d

a
m
o
u
n
t
)

s
e
s
u
a
i

t
a
r
i
f

H
o
m
e

c
o
u
n
t
r
y
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y



B
e
n
e


t
H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y
P
o
l
i
c
y
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:97 3/21/2009 9:40:06 AM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
98
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

2
.

K
O
M
P
O
N
E
N

&

T
A
R
I
F

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

A
S
I
N
G

(
T
K
A
)



L
O
C
A
L

P
O
L
I
C
I
E
S

N
O
.

K
O
M
P
O
N
E
N

D
E
F
I
N
I
S
I

W
P
&
B

R
K
A

K
E
T
E
R
A
N
G
A
N

S
A
L
/
B
E
N
/
O
T
H
E
R


4
.
1
2
.
2
.


T
u
n
j
a
n
g
a
n

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n


T
u
n
j
a
n
g
a
n

y
a
n
g

b
e
r
i
k
a
n

s
a
a
t

m
e
n
j
a
l
a
n
i

p
e
n
g
o
b
a
t
a
n

s
e
s
u
a
i

k
e
t
e
n
t
u
a
n

y
a
n
g

d
i
b
e
r
l
a
k
u
k
a
n

u
n
t
u
k

T
K
I
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y


4
.
1
2
.
3
.


F
a
s
i
l
i
t
a
s

K
e
r
j
a

(
H
P
,

L
a
p
t
o
p
,

C
o
p
o
r
a
t
e

C
a
r
d

F
a
s
i
l
i
t
a
s

k
e
r
j
a

b
a
g
i

T
K
A

s
e
l
a
m
a

p
e
n
u
g
a
s
a
n

/

t
e
r
k
a
i
t

d
e
n
g
a
n

p
e
k
e
r
j
a
a
n
/

k
e
d
i
n
a
s
a
n
.

D
a
p
a
t

d
i
t
e
r
a
p
k
a
n

k
e
t
e
n
t
u
a
n

H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

S
y
s
t
e
m

d
e
n
g
a
n

H
o
s
t

C
o
u
n
t
r
y

A
r
r
a
n
g
e
m
e
n
t
.

B
e
n
e
f
i
t


H
o
m
e

C
o
u
n
t
r
y

P
o
l
i
c
y

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:98 3/19/2009 3:51:22 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
99
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

3
.

E
V
A
L
U
A
S
I

R
K
A

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

T
E
R
H
A
D
A
P

H
A
S
I
L

S
U
R
V
E
Y

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

3
.

A

.

N
a
t
i
o
n
a
l

E
m
p
l
o
y
e
e
s

P
l
a
n
n
i
n
g

R
a
t
e

(
C
o
n
t
o
h

F
o
r
m
u
l
i
r
)

R
E
M
U
N
E
R
A
T
I
O
N

I
T
E
M
S

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

D
e
n
g
a
n

H
a
k

L
e
m
b
u
r

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

T
a
n
p
a

H
a
k

L
e
m
b
u
r

L
e
v
e
l

P
e
k
e
r
j
a

M
a
n
a
j
e
r
i
a
l

L
e
v
e
l

P
i
m
p
i
n
a
n

E
k
s
e
k
u
t
i
f

J
u
m
l
a
h

T
o
t
a
l

H
e
a
d
c
o
u
n
t

S
A
L
A
R
Y
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)

1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s


M
a
r
k
e
t

B
e
n
c
h
m
a
r
k

R
a
n
g
e
*

T
U
N
J
A
N
G
A
N

L
A
P
A
N
G
A
N

B
E
N
E
F
I
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)


T
o
t
a
l

B
e
n
e
f
i
t
s


T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s

T
o
t
a
l

C
o
s
t

(
S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s
)

x

H
e
a
d
c
o
u
n
t

O
T
H
E
R

P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)

D
i

l
u
a
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

c
o
s
t

d
a
l
a
m

W
P
&
B

(
S
u
n
d
r
i
e
s
)

1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

O
t
h
e
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

G
r
a
n
d

T
o
t
a
l

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

*

b
e
s
a
r
a
n

t
a
r
i
f

a
c
u
a
n

d
a
p
a
t

b
e
r
u
b
a
h

s
e
s
u
a
i

h
a
s
i
l

m
a
r
k
e
t

s
u
r
v
e
y

t
a
h
u
n
a
n
.


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:99 3/19/2009 3:51:23 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
TOTAL REMUNERASI
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
100
T
O
T
A
L

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I
L
A
M
P
I
R
A
N

3
.

E
V
A
L
U
A
S
I

R
K
A

K
E
T
E
N
A
G
A
K
E
R
J
A
A
N

T
E
R
H
A
D
A
P

H
A
S
I
L

S
U
R
V
E
Y

R
E
M
U
N
E
R
A
S
I

3
.
B
.

E
x
p
a
t
r
i
a
t
e

E
m
p
l
o
y
e
e
s

P
l
a
n
n
i
n
g

R
a
t
e

(
C
o
n
t
o
h

F
o
r
m
u
l
i
r
)

R
E
M
U
N
E
R
A
T
I
O
N

I
T
E
M
S

P
r
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l

(
S
p
e
c
i
a
l
i
s
t
)

M
a
n
a
g
e
r
i
a
l

(
M
g
r
/
S
r
.
M
g
r
)

D
i
r
e
c
t

R
e
p
o
r
t


T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
V
P
/
S
r
.
V
P
)

T
o
p

E
x
e
c
u
t
i
v
e

(
C
o
u
n
t
r
y

M
g
r
/

P
r
e
s
i
d
e
n
t
)

T
o
t
a
l


H
e
a
d
c
o
u
n
t






S
A
L
A
R
Y
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)






1
.













2
.













3
.













4
.













5
.













T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s







B
E
N
E
F
I
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)






T
o
t
a
l

B
e
n
e
f
i
t
s






T
o
t
a
l

S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s






T
o
t
a
l

C
o
s
t

(
S
a
l
a
r
i
e
s

+

B
e
n
e
f
i
t
s
)

x

H
e
a
d
c
o
u
n
t






O
T
H
E
R

P
E
R
S
O
N
N
E
L

C
O
S
T
-

i
n

U
S
D

(
a
n
n
u
a
l
i
z
e
d
)




1
.








2
.








3
.








4
.








5
.








T
o
t
a
l

O
t
h
e
r

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t

G
r
a
n
d

T
o
t
a
l

P
e
r
s
o
n
n
e
l

C
o
s
t


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:100 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
101
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
I. UMUM
1.1. Dalam rangka mengoptimalkan dan pengembangan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia
di lingkungan KKKS, maka sebagai salah satu solusi untuk menjawab kelangkaan
tenaga kerja dalam bidang usaha hulu migas di Indonesia dilakukan melalui program
Cross Posting.
1.2. Program Cross Posting dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja KKKS bahwa
BPMIGAS berkewajiban membantu menyediakan personil yang berasal dari sumber-
sumber dalam kontrol BPMIGAS apabila personil tersebut tidak tersedia maka BPMIGAS
akan mengadakan dari sumber-sumber lainnya.
1.3. Pengertian:
1.3.1 Cross-Posting (CP) di lingkungan KKKS adalah menempatkan pekerja dari
satu KKKS ke KKKS lainya dan dari KKKS ke BPMIGAS atau sebaliknya dalam
jangka waktu tertentu.
1.3.2 Unit Asal adalah KKKS atau BPMIGAS yang mengirimkan pekerjanya untuk
dapat diperbantukan ke KKKS lain atau BPMIGAS.
1.3.3 Unit Penerima adalah KKKS atau BPMIGAS yang menerima Pekerja Perbantuan
dari KKKS lain atau BPMIGAS.
1.3.4 Pekerja Perbantuan adalah pekerja dari Unit Asal yang diperbantukan ke Unit
Penerima.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terhadap pelaksanaan operasional dari Unit
Penerima dengan mengisi kekosongan posisi-posisi tenaga profesional sesuai dengan
bidangnya.
2.2. Untuk menjaga keseimbangan operasi KKKS/BPMIGAS melalui penyediaan dan
perbantuan tenaga kerja.
2.3. Untuk dapat mempercepat pengembangan kompetensi dan penguasaan teknologi
migas oleh tenaga kerja nasional dengan mendayagunakan Tenaga Kerja Indonesia
secara optimal dalam rangka pengembangan wilayah operasi.
2.4. Untuk dapat memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial dan
mengakomodasi kebutuhan KKKS/BPMIGAS terhadap kebutuhan tenaga kerja
di bidang usaha hulu migas baik tenaga kerja yang berpengalaman maupun belum
berpengalaman.
III. KEWENANGAN
3.1. BPMIGAS memberikan masukan untuk memastikan program dapat berjalan dengan
baik.
3.2. Peserta CP (unit asal maupun unit penerima) melakukan evaluasi dan memutuskan
kesepakatan pelaksanaan perbantuan pekerja.
3.3. Unit Penerima dan Unit Asal bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap
pelaksanaan CP, untuk kemudian dilaporkan kepada BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:101 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
102
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
IV. PENGATURAN/BATASAN
4.1. Unit Penerima dapat melakukan rotasi dan mutasi Pekerja Perbantuan didalam Unit
Penerima dan wajib menginformasikan kepada unit Asal.
4.2. Unit Penerima memiliki hak untuk mengembalikan Pekerja Perbantuan atas dasar
kesepakatan dengan Unit Asal dan kemudian disampaikan kepada BPMIGAS.
4.3. Pekerja yang akan diperbantukan minimum telah memiliki pengalaman kerja di Unit
Asal dengan penilaian kinerja minimal di atas skala tengah pada penilaian kinerja unit
Penerima.
4.4. Pekerja Perbantuan tunduk kepada perjanjian kerahasiaan dan tata tertib/tata kerja di
Unit Penerima.
4.5. Unit Penerima wajib memberikan pelatihan dan pengembangan kepada Pekerja
Perbantuan sesuai dengan program rencana pengembangan Pekerja Perbantuan.
4.6. Program Cross Posting ini berlaku dengan jangka waktu penugasan yang didasarkan
pada kebutuhan proyek minimum 1 (satu) tahun dan maksimum 3 (tiga) tahun, dan
dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.
4.7. Pekerja yang diperbantukan dalam mekanisme CP harus kembali ke Unit Asal setelah
masa CP berakhir.
V. PETUNJUK/PELAKSANAAN
5.1. Pertukaran pekerja antar Unit Asal dan Unit Penerima diatur sebagai berikut:
5.1.1. Peserta CP berkoordinasi dengan KKKS atau BPMIGAS untuk mendapatkan
informasi mengenai kebutuhan/peluang CP.
5.1.2. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan pekerjanya untuk dapat diikutsertakan
dalam program CP dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk dicarikan
unit penerima.
5.1.3. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan posisi yang dapat diisi oleh calon
pekerja perbantuan dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk di carikan
calon pekerja perbantuan.
5.1.4. Rencana CP untuk unit asal disampaikan kepada BPMIGAS dengan
mencantumkan:
a. Nama, kualifikasi dan posisi pekerja.
b. Tujuan dan manfaat CP.
c. Jangka waktu CP.
d. Administrasi remunerasi.
e. Program kerja untuk pekerja perbantuan.
5.1.5. Rencana CP untuk unit penerima disampaikan kepada BPMIGAS dengan
mencantumkan:
a. Kualifikasi posisi yang diperlukan.
b. Tujuan dan manfaat CP.
c. Jangka waktu CP.
d. Administrasi remunerasi.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:102 3/19/2009 3:51:24 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
103
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A
5.1.6. Remunerasi Pekerja Perbantuan diatur sebagai berikut:
a. Prinsipnya upah pekerja perbantuan mengikuti sistim pengupahan pada
Unit Asal, apabila upah Pekerja Perbantuan lebih rendah dibanding dengan
standar Unit Penerima, maka selisihnya akan dibebankan kepada Unit
Penerima dalam bentuk tunjangan penugasan. Tunjangan ini tidak berlaku
atau batal apabila Pekerja Perbantuan dikembalikan ke unit Asal.
b. Apabila upah Pekerja Perbantuan lebih tinggi atau sama dengan dengan
standar Unit Penerima, maka tidak perlu dilaksanakan penyesuaian.
c. Penilaian kinerja Pekerja Perbantuan mengikuti sistem di Unit Penerima,
selanjutnya dilakukan konversi kedalam sistem penilaian kinerja Unit Asal
sebagai dasar administrasi upah (merit increase).
d. Benefit jangka panjang, mengikuti perhitungan Unit Asal dengan pembebanan
pada Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak.
e. Fasilitas kedinasan mengikuti pemberian Unit Penerima kecuali ditetapkan
lain oleh kedua belah pihak.
5.1.7. Masa kerja selama menjalani CP tetap diperhitungkan sebagai hubungan
kerja di Unit Asal kecuali disepakati lain oleh kedua belah pihak (misal: selama
penugasan di Unit Penerima hak ”severance pay” di berikan di Unit Penerima
maka masa kerjanya di Unit Asal tidak memperhitungkan periode penugasan di
Unit Penerima).
5.1.8. Pekerja Perbantuan yang sedang menjalani program pembinaan CP harus
tunduk dan taat kepada peraturan/ketentuan pekerja di Unit Penerima.
5.1.9. Program mentoring untuk Pekerja Perbantuan diserahkan sepenuhnya kepada
Unit Penerima.
5.1.10. Unit Asal dapat meminta kembali pekerja perbantuan apabila disepakati kedua
belah pihak.
5.1.11. Unit Penerima wajib memberikan laporan tahunan kepada BPMIGAS sehubungan
pelaksanaan CP, untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut oleh BPMIGAS.
VI. REFERENSI
6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
6.5. Kontrak Kerja Sama pasal 5.3.3 (PSC).
6.6. Work Program & Budget (WP&B).
VII. LAMPIRAN
7.1. Cross Posting Bisnis Process (Lampiran 1).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:103 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
CROSS POSTING TENAGA KERJA
INDONESIA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
104
C
R
O
S
S

P
O
S
T
I
N
G

T
E
N
A
G
A

K
E
R
J
A

I
N
D
O
N
E
S
I
A

Lampiran 1
Pihak
1 Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan KKKS
2 Hasil identifikasi diserahkan kepada BPMIGAS. KKKS & BPMIGAS
3 Pembahasan kebutuhan dan ketersediaan TK KKKS & BPMIGAS
- penyelarasan kebutuhan dan ketersediaan (job matching) TK
- penetapan rencana program (kerja atau pengembangan )
- kesepakatan tri-partit (unit pengirim, unit penerima & BPMIGAS)
4 Penunjukan pekerja perbantuan oleh komite melalui HR KKKS KKKS
- penandatangan perjanjian (kerahasiaan, syarat & ketentuan, dll)
oleh pekerja perbantuan
5 Implementasi CP KKKS
- Pekerja perbantuan membuat laporan berkala
- Evaluasi kinerja pertengahan program dan/atau akhir program
6 Pelaporan program
- Unit penerima mengajukan laporan tahunan kepada BPMIGAS
-
Cross Posting Business Process
Proses
KKKS, Unit Asal dan BPMIGAS melakukan evaluasi atas pelaksanaan
keseluruhan program CP
KKKS, Unit Asal &
BPMIGAS


migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:104 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
KKKS

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
105
R
A
N
C
A
N
G
A
N

S
T
R
U
K
T
U
R

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I

K
K
K
S
I. UMUM
1.1. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS adalah referensi bagi KKKS dalam
penyusunan struktur organisasi di kegiatan usaha hulu migas, dan merupakan alat
untuk melaksanakan evaluasi atas pengajuan struktur organisasi dan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja KKKS yang diajukan kepada BPMIGAS dalam bentuk
Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK).
1.2. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS mencakup kaidah-kaidah umum
perancangan struktur organisasi dan parameter yang menggambarkan kepentingan
BPMIGAS dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Hal ini diperlukan agar
KKKS dapat menyusun struktur organisasi secara profesional dan obyektif berdasarkan
aktivitas, efektivitas biaya dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja, serta mampu
mengakomodasi pengembangan karir Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
II. TUJUAN
2.1. Memberikan arahan dan acuan kepada KKKS untuk merancang/menyusun struktur
organisasi dan perencanaan tenaga kerja yang akan diajukan KKKS kepada
BPMIGAS.
2.2. Memberikan acuan kepada KKKS untuk menganalisa bentuk struktur organisasi yang
tepat sesuai dengan besaran organisasi KKKS dan komitmen operasi yang terdapat di
dalam POD dan WP&B untuk mencapai peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi
dan penggunaan tenaga kerja.
2.3. Meningkatkan efektivitas pengembangan TKI & efisiensi penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA) di KKKS.
2.4. Menentukan jumlah TKA sesuai dengan kebutuhan bisnis yang diperlukan dalam
organisasi, mengacu pada kategorisasi KKKS.
2.5. Memberikan acuan kepada KKKS dalam penentuan jabatan dan formasi yang terangkum
di dalam RPTK yang akan diajukan kepada BPMIGAS.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun struktur organisasi berdasarkan POD, WP&B, Bisnis Proses dan
sesuai kebutuhan operasi, yang kemudian diajukan dalam bentuk permohonan bentuk
struktur organisasi yang tertuang dalam RPTK untuk dievaluasi dan disetujui oleh
BPMIGAS. Apabila KKKS melakukan perubahan terhadap struktur organisasi 3 layer
pada top management level, antara lain: President, Sr. Vice President, Vice President,
General Manager, Sr Manager, atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut, harus
meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Perubahan yang terjadi pada
layer selanjutnya (sampai pada tingkat operasional) hanya perlu diinformasikan kepada
BPMIGAS.
3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas usulan struktur organisasi KKKS yang terangkum
di dalam RPTK sesuai dengan POD, WP&B dan Bisnis Proses serta pedoman
pengembangan organisasi (terlampir) dan memberikan persetujuan terhadap RPTK
tersebut serta menyampaikan kepada instansi terkait jika diperlukan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:105 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
KKKS

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
106
R
A
N
C
A
N
G
A
N

S
T
R
U
K
T
U
R

O
R
G
A
N
I
S
A
S
I

K
K
K
S
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
Dalam melaksanakan perancangan organisasi KKKS harus memperhatikan aspek-aspek
penting sebagai berikut :
4.1. Aspek Legalitas dalam penyusunan struktur organisasi, KKKS harus memperhatikan
aspek legalitas hubungan kontrak dengan BPMIGAS, sehingga struktur organisasi
yang ada menggambarkan suatu bisnis entity yang secara legal melakukan kerja sama
dengan BPMIGAS dalam kerangka kontrak kerja sama.
4.2. Aspek pola penyusunan struktur organisasi di lingkungan KKKS yang tertuang dalam
”Referensi Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS”.
V. REFERENSI.
5.1. Undang – undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.2. Undang – undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.6. Work Program & Budget (WP&B).
5.7. Kepmenakertrans No. Kep-228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
5.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin
Mempekerjakan Tanaga Kerja Asing.
5.9. Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:106 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
107
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
I. UMUM
1.1. Minyak dan Gas Bumi adalah sumber daya alam strategis yang dikuasai oleh negara
dan merupakan komoditi andalan dalam penerimaan devisa negara. Industri Hulu Migas
adalah industri yang padat modal dan padat teknologi yang perlu didukung dengan
pengelolaan sumber daya manusia yang profesional yang mampu menjamin kelancaran
pengoperasian industri tersebut dengan optimal, aman dan sesuai persyaratan ketentuan
peraturan terkait.
1.2. Jaminan kelancaran operasi industri Migas sangat bergantung dari situasi dan kondisi
kerja yang kondusif harmonis antara KKKS, BPMIGAS, Serikat Pekerja (SP) serta
lingkungan sosial–ekonomi wilayah sekitar.
1.3. Aktifitas menyampaikan aspirasi pekerja melalui media unjuk rasa dan mogok kerja
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, merupakan hak pekerja yang perlu
diatur pelaksanaannya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran
operasi industri Migas.
1.4. Pedoman ini merupakan sistem penanganan yang komprehensif dan sinergi antara
tuntutan keamanan operasi dan kepentingan pekerja, negara serta KKKS.
II. TUJUAN
2.1. Untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan acuan oleh KKKS dalam menghadapi
Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.
2.2. Pedoman ini sebagai acuan dalam melaksanakan koordinasi antara Tim SDM KKKS
dengan BPMIGAS dan/atau instansi lain yang terkait dalam menghadapi Unjuk Rasa
dan Mogok Kerja.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS menyusun strategi dan langkah-langkah dalam menangani rencana Unjuk Rasa
& Mogok Kerja di lingkungan operasinya.
3.2. KKKS melaporkan kepada BPMIGAS setiap aktivitas yang terjadi berkaitan dengan
rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja.
3.3. BPMIGAS melakukan pengendalian & pengawasan atas pelaksanaan kebijakan KKKS
dalam menangani Unjuk Rasa & Mogok Kerja.
3.4. KKKS dan BPMIGAS melakukan koordinasi terhadap instansi terkait, antara lain :
Disnaker, Aparat Keamanan (Pamobvitnas), Pemda.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS
4.1.1. Tahap Persiapan
Segera setelah perusahaan mengetahui adanya indikasi kuat tentang rencana
Unjuk Rasa & Mogok Kerja, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh
KKKS adalah sebagai berikut:
a. Melakukan koordinasi internal & eksternal dan melakukan persiapan-
persiapan dalam menghadapi rencana Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:107 3/19/2009 3:51:25 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
108
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
b. Dalam hal perwakilan Pekerja telah mengeluarkan pernyataan sikapnya/
tuntutannya kepada perusahaan melalui media massa atau kepada instansi
pemerintah terkait, perusahaan dapat menyiapkan jawaban kepada
perwakilan Pekerja maupun paket informasi klarifikasi/hak jawab (standby
statement) kepada media massa (press release) atau kepada instansi
pemerintah terkait. Bila diperlukan, perusahaan dapat koordinasi dengan
BPMIGAS dalam menyiapkan surat jawaban tersebut.
c. Membentuk Gugus Tugas (task force) yang terdiri dari fungsi SDM, Sekuriti,
Hukum, Humas, Operasi Lapangan dan fungsi terkait lainnya di KKKS
sebagai Tim Perunding/Negosiator maupun untuk menyiapkan laporan,
menghadapi tuntutan demonstran/pemogok, memproses perselisihan
di PHI/PN, maupun menyiapkan upaya-upaya mitigasi selanjutnya. Bila
diperlukan, perusahaan dapat koordinasi dengan fungsi-fungsi terkait di
BPMIGAS termasuk didalamnya.
d. Menyusun strategi apabila tidak terjadi kesepakatan dalam perundingan
dengan Perwakilan Pekerja.
e. Mengumumkan kepada pekerja atas rencana unjuk rasa/mogok kerja dan
menghimbau seluruh pekerja untuk tetap bekerja seperti biasa.
f. Melakukan upaya penyelesaian perselisihan melalui perundingan agar
tidak terjadi mogok. Perusahaan dapat meminta bantuan BPMIGAS dalam
proses perundingan sebelum melakukan mediasi ke Disnaker.
g. Apabila perundingan mengalami dead-lock, KKKS perlu menyusun strategi
penyelesaian perselisihan yang baru dengan memperhatikan keamanan
dan kelancaran proses produksi KKKS.
h. Melakukan koordinasi dengan Disnaker/instansi terkait lainnya guna
memastikan apakah rencana unjuk rasa/mogok kerja tersebut sah atau
tidak secara hukum. KKKS melakukan langkah-langkah penanganan dan
pengamanan serta persiapan tindakan akibat hukumnya.
i. Menyusun mitigasi produksi dengan koordinasi fungsi-fungsi terkait di
BPMIGAS/Instansi Pemerintah lainnya (bila perlu membentuk tim khusus
untuk menjamin kelancaran/keamanan proses produksi).
4.1.2. Tahap Pelaksanaan Unjuk Rasa & Mogok Kerja
a. KKKS berusaha maksimal agar operasional & proses produksi tetap
berjalan, antara lain dengan:
• Mengamankan alat produksi dan asset perusahaan dengan
mengerahkan petugas pengamanan internal perusahaan maupun
koordinasi dengan aparat keamanan eksternal.
• Melokalisir demonstran & pemogok sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu kegiatan operasional dan proses produksi.
• Bila diperlukan, mengaktifkan tim khusus yang telah disiapkan.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:108 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
109
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
b. KKKS menghadapi demonstran & pemogok:
• Menunjukkan sikap tidak bermusuhan, sehingga emosi dapat saling
terkendali dan tidak menjurus ke anarkis.
• Memanggil wakil demonstran & pemogok untuk berunding kembali
guna menyelesaikan perselisihan/meminta pekerja bekerja kembali.
• Bila unjuk rasa dan/atau mogok kerja tidak sah atau mengganggu
ketertiban atau bersifat anarkis maka Perusahaan dapat meminta
aparat keamanan untuk mengambil tindakan penertiban serta
pengamanan.
• Pekerja yang melakukan mogok kerja tidak sah akan dinyatakan
sebagai mangkir. Perusahaan mengeluarkan surat panggilan
sebanyak 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 hari kepada
Pekerja untuk kembali bekerja.
• Dalam hal Disnaker telah melakukan melakukan upaya penyelesaian
masalah yang menyebabkan terjadinya pemogokan dan telah
dilimpahkan kepada lembaga PHI, maka Perusahaan melakukan
perundingan dengan SP/perwakilan Pekerja untuk menghentikan
mogok kerja.
4.1.3. Tindak Lanjut Pasca Unjuk Rasa & Mogok Kerja
a. KKKS mencatat kronologi insiden unjuk rasa & mogok kerja, dan
melaporkannya kepada pihak-pihak terkait (internal & eksternal).
b. Dalam hal aksi unjuk rasa & mogok kerja menimbulkan gangguan pada
kegiatan operasional atau menyebabkan terhentinya proses produksi atau
bahkan hingga menimbulkan kerugian materil/jatuh korban luka/meninggal
dunia, maka KKKS harus menghitung total kerugian yang diakibatkan dan
mengidentifikasi semua pihak-pihak yang bertanggung jawab maupun yang
dirugikan dirugikan untuk kepentingan laporan, pembuktian dalam proses
hukum dan upaya-upaya mitigasi selanjutnya.
c. KKKS melakukan koordinasi dengan SP untuk mengurangi dampak negatif
mogok kerja agar suasana pekerjaan, baik untuk pekerja yang mendukung
ataupun yang tidak mendukung unjuk rasa & mogok kerja.
d. KKKS menyusun laporan/mendokumentasikan secara lengkap seluruh
proses unjuk rasa & mogok kerja.
4.2. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja perusahaan jasa penunjang
(PJP)
4.2.1. Pada prinsipnya, proses penanganan unjuk rasa & mogok kerja oleh pekerja
PJP di butir ini sama dengan prosedur penangan pada butir 4.1 di atas, namun
peran KKKS di atas diupayakan sepenuhnya dilaksanakan secara langsung oleh
PJP sebagai konsekuensi adanya hubungan kerja langsung antara PJP dengan
pekerjanya.
4.2.2. PJP bertanggung jawab untuk menyusun strategi dan langkah-langkah di
lapangan dalam menangani unjuk rasa & mogok kerja pekerjanya.
4.2.3. Fungsi pengawasan dan pengendalian berada pada KKKS dengan tetap
melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan BPMIGAS maupun instansi
pemerintah lainnya.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:109 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
110
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
4.2.4. Jika diperlukan, KKKS dapat melarang pekerja PJP yang melakukan unjuk rasa
& mogok kerja berada di lokasi perusahaan KKKS.
4.2.5. Untuk mengamankan alat produksi dan asset KKKS, menjaga kepentingan
operasional KKKS & kelangsungan proses produksi, bila diperlukan KKKS dapat
mengadakan pekerja pengganti.
4.3. Unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat
4.3.1 Pedoman ini disusun khusus untuk unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan
oleh pekerja KKKS dan pekerja PJP.
4.3.2 Penanganan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dikoordinasikan dengan
fungsi Hubungan Pemerintah & Masyarakat (HUPMAS) BPMIGAS, KKKS dan
fungsi-fungsi terkait.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka
Umum.
5.2. Undang-Undang No. 39/1999 tentang HAM (Pasal 25 Hak untuk Mogok).
5.3. Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Undang-Undang No. 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
5.5. KEPPRES No. 63/2004 tentang Objek Vital Nasional.
5.6. Kepmen No. 232/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Yang Tidak Sah.
VI. LAMPIRAN
6.1. Alur Mogok Kerja (Lampiran 1).
6.2. Bagan Komunikasi (Lampiran 2).
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:110 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
111
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A
Lampiran 1

Alur Mogok Kerja














































Pengusaha
SP/B dan atau
pekerja
Perselisihan
Perundingan untuk
penyelesaian
Perundingan gagal
Setuju (perselisihan diselesaikan)
SP/B dan atau pekerja
merencanakan Mogok Kerja
Tidak diijinkan Mogok Kerja karena
menyangkut kepentingan umum/
mengganggu keamanan
SP/B memberikan surat
pemberitahuan Mogok Kerja
kepada Perusahaan &
Lembaga Pemerintah paling
tidak 7 hari sebelum mogok
kerja
Instansi pemerintah membantu para pihak untuk
menyelesaikan perselisihan (MEDIASI)
Mediasi Gagal Setuju (perselisihan diselesaikan)
SP/B dan atau pekerja
memutuskan memulai,
menunda atau mengakhiri
Mogok Kerja
Instansi Pemerintah
menyerahkan kepada
Lembaga Penyelesian
Perselisihan Industrial
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:111 3/19/2009 3:51:26 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK
KERJA

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
112
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N

U
N
J
U
K

R
A
S
A

&

M
O
G
O
K

K
E
R
J
A

KOMUNIKASI

INTERNAL

Team Manajemen

Team HR (Hubungan
Industrial dan C&B)

Team Hukum

Team Komunikasi

EKSTERNAL

BPMIGAS

DISNAKER

PAMOBVIT

MEDIA MASA

Team Keamanan

Team Produksi & Safety

Team Perunding/
Negosiator


Lampiran 2

Bagan Komunikasi





























migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:112 3/19/2009 3:51:28 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN
KE LUAR NEGERI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
113
B
A
H
A
N

P
E
R
T
I
M
B
A
N
G
A
N

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
I. UMUM
Rujukan pasien ke luar negeri merupakan salah bentuk pelayanan yang diberikan kepada
pekerja dan keluarganya di lingkungan KKKS BPMIGAS dalam usaha mencapai derajat tingkat
kesehatan paripurna. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
dirasakan sangat cepat dan tingkat penyerapan perkembangan tersebut dirasakan kurang
merata di pusat kesehatan di Indonesia.
II. TUJUAN
Mempunyai kesamaan cara pandang dalam menetapkan standar rujukan pasien keluar negeri
dalam usaha mengupayakan pelayanan kesehatan yang terbaik sesudah memperoleh jasa
pelayanan kesehatan yang ada di dalam negeri.
III. KEWENANGAN
3.1. KKKS mengusulkan pekerja dan/atau keluarganya yang dirujuk ke luar negeri.
3.2. Badan Pertimbangan Kesehatan (Medical Board) BPMIGAS akan berdiskusi untuk
menyetujui atau menolak usulan rujukan ke luar negeri tersebut.
IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN
4.1. Rujukan pengobatan ke luar negeri bagi pekerja/keluarga KKKS harus mendapat
persetujuan dari BPMIGAS melalui Badan Pertimbangan Kesehatan.
4.2. KKKS yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat menyediakan fasilitas
pengobatan dan perawatan kesehatan TKA melalui kerjasama dengan primary health
care provider yang ada di Indonesia.
4.3. Dalam membuat keputusannya, Badan Pertimbangan Kesehatan mengacu pada alasan
profesi medis dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
4.3.1. Ketersediaan di Indonesia
• Sarana dan fasilitas kesehatan
• Obat-obatan
• Donor organ
4.3.2. Kompetensi & Pengalaman:
• Teknologi medis baru tidak tersedia/belum memadai di Indonesia
• Angka kegagalan terapi atau morbiditas tinggi
• Tingkat kesulitan kasus yang tinggi
• Jumlah kasus yang ditangani belum banyak
4.4. Riwayat Pengobatan sebelumnya:
4.4.1 Setelah terapi maksimal di Indonesia, masih terdapat ketidakjelasan diagnosa
atau terapi dan tindaklanjutnya.
4.4.2 Tidak ada perbaikan keadaan setelah terapi maksimal di Indonesia.
4.4.3 Follow up/kontrol kasus dari pengobatan di luar negeri sebelumnya yang telah
disetujui oleh BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:113 3/19/2009 3:51:28 PM
FUNGSI :
PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA
& HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008
PERIHAL :
BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN
KE LUAR NEGERI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008
114
B
A
H
A
N

P
E
R
T
I
M
B
A
N
G
A
N

R
U
J
U
K
A
N

P
A
S
I
E
N

K
E

L
U
A
R

N
E
G
E
R
I
4.5. Kasus Emergensi yang perlu dilakukan tindakan evakuasi ke luar negeri dengan
mempertimbangkan keselamatan jiwa dan fasilitas kesehatan yang memadai, cukup
dilaporkan kepada BPMIGAS maksimal 3x24 jam pasca kejadian dengan memperhatikan
peraturan/pedoman BPMIGAS.
4.6. Khusus untuk pengobatan TKA KKKS dan keluarganya ke luar negeri harus ada
referensi dari primary health care provider dan persetujuan Dokter Perusahaan (Chief
Medical Officer) atau fungsi Human Resources masing-masing KKKS. Apabila tidak
dilakukan, maka biaya yang dikeluarkan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi
KKKS.
4.7. Untuk pengobatan pekerja KKKS dan keluarganya ke luar negeri yang tidak memenuhi
ketentuan tersebut di atas, maka seluruh biaya yang timbul tidak dapat dibebankan
dalam biaya operasi KKKS.
V. REFERENSI
5.1. Undang-Undang No. 23/1992 tentang Kesehatan.
5.2. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
5.3. Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
5.4. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi.
5.5. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi.
5.6. Kontrak Kerja Sama (PSC).
5.7. Work Program & Budget (WP&B) KKKS-BPMIGAS.
migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:114 3/19/2009 3:51:28 PM
1
migas_17x25 cm_2009.indd 1 3/19/2009 4:20:48 PM

SURAT KEPUTUSAN Nomor KEP- 0051/BP00000/2008/S8 TENTANG REVISI PEDOMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA KEPALA BPMIGAS
Menimbang : a. b. Bahwa Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan dan dikendalikan melalui Kontrak Kerja Sama Bahwa pengendalian manajemen operasi Kontrak Kerja Sama barada di tangan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS). Bahwa dalam rangka mengikuti perkembangan kebutuhan pengelolaan Sumber Daya Manusia di Lingkungan Kontraktor Kotrak Kerja Sama, dipandang perlu untuk menyempurnakan Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang saat ini telah diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal 11 Mei 2005.

c.

Mengingat

:

1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi; 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi; 5. Keputusan Presiden No. 20/P Tahun 2008 tanggal 16 April 2008 tentang Pengangkatan Kepala BPMIGAS. 6. Production Sharing Contract (PSC). 7. Surat Keputusan Kepala BPMIGAS No. Kpts 15/BP00000/2005-S8 tanggal 11 Mei 2005, tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama; 8. Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama (“Pedoman Tata Kerja No. 18/2005”).

MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Memberlakukan Pedoman Tata Kerja No. 018/PTK/V/2005 Revisi l tahun 2008 tentang Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama ("PTK No. 18 Revisi I") sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini untuk seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama di lingkungan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Revisi l tersebut terdiri dari : 1. Menyempurnakan Pedoman Tata Kerja No. 18/2005 dengan mengubah sebagian isinya sepanjang menyangkut pedoman mengenai Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia, Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Di atas Usia Purnakarya, Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK), dan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.

migas_17x25 cm_2009.indd i

3/19/2009 3:50:47 PM

SURAT KEPUTUSAN

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI B (BPMIGAS)

i

SURAT KEPUTUSAN

BADAN PELAKSANA KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

-2Surat Keputusan No.: KEP- 0051 /BP00000/2008/S8

2.

Menambahkan pedoman baru dalam Pedoman Tata Kerja No. 18/2005, yaitu pedoman mengenai Total Remunerasi, Cross Posting, Rancangan Struktur Organisasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Penanganan Unjuk Rasa dan Mogok Kerja, dan Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri, Sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini.

KEDUA

:

Menugaskan kepada Kepala Divisi Eksternal sebagai penanggungjawab yang secara berkesinambungan mengadakan penyempurnaan terhadap Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam PTK No. 18 Revisi I ini, akan ditetapkan kemudian dan akan menjadi satu kesatuan dalam PTK No. 18 Revisi I ini. Surat Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.

KETIGA

:

Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 20 Oktober 2008 Kepala BPMIGAS
GI

A

N USAHA TA

H

UL

KE

U
DAN GAS

MI
AK

U

ii

migas_17x25 cm_2009.indd ii

B

MI

N

Ir. R Priyono

Y

3/19/2009 3:50:47 PM

para pengelola SDM KKKS dituntut agar melakukan upaya nyata untuk mengelola SDM secara profesional supaya program pengembangan tenaga kerja nasional dapat terlaksana dengan baik guna mendukung proses operasi produksi perusahaan. baik yang berkaitan dengan proses rencana penggunaan tenaga kerja. II. terlihat jelas bahwa BPMIGAS memberikan kewenangan kepada KKKS untuk melaksanakan kebijakan yang bersifat operasional. migas_17x25 cm_2009. Proses penyusunan pedoman ini melibatkan para praktisi SDM KKKS melalui kelompok kerja I.indd iii 3/19/2009 3:50:47 PM KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR iii .Buku Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) KKKS ini merupakan penyempurnaan terhadap pedoman yang sudah ada sebelumnya. Demikian agar buku pedoman ini menjadi acuan bersama dalam mengelola SDM KKKS. sedangkan kebijakan yang bersifat strategis serta berdampak besar terhadap kelangsungan operasi produksi dan hubungan industrial tetap memerlukan persetujuan BPMIGAS. maka buku pedoman ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan BPMIGAS dalam menindaklanjuti temuan audit yang terkait dengan SDM dan setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS. Apabila ada penyimpangan atas pelaksanaan pengelolaan SDM KKKS. tanpa mengurangi fungsi pengawasan dari BPMIGAS. pengembangan tenaga kerja nasional serta hubungan industrial dan kesejahteraan. sehingga diharapkan sudah mengakomodasi sebagian besar kepentingan KKKS. dan bertanggungjawab. Oleh karena itu. Penyempurnaan pedoman yang dilakukan kali ini dilandasi oleh adanya perubahan beberapa peraturan perundangan ketenagakerjaan dan semangat untuk mengelola SDM KKKS yang berpihak kepada tenaga kerja nasional berdasarkan kompetensi melalui pengawasan dan pengendalian SDM yang obyektif. Melalui pedoman ini. transparan. III dan IV. yang berisi tata cara pengelolaan SDM KKKS.

indd iv 3/19/2009 3:50:47 PM . Mendorong dan mempercepat penyediaan SDM Nasional yang terlatih untuk mendukung Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010 STRATEGI BPMIGAS DALAM PENGELOLAAN SDM KKKS SESUAI BLUEPRINT BPMIGAS 2005-2010 Melakukan Continous Improvement Initiatives dalam semua proses untuk menurunkan biaya secara menyeluruh. iv migas_17x25 cm_2009. Mengendalikan penggunaan Sumber Daya Manusia KKKS secara terstruktur dan terpola agar biaya TKI bisa mencapai 75% dari total biaya personnel dengan tetap meperhatikan kaidah CostBenefit. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terpadu. Mengevaluasi kelemahan dalam Regulatory Framework (ketentuan peraturan ketenagakerjaan) di Kegiatan Usaha Hulu Migas serta mendorong Pemerintah untuk memperbaikinya.

................................................................................ v 1........ i Kata Pengantar ............ Penyusunan Peraturan Perusahaan & Perjanjian Kerja Bersama (PP&PKB)............................. 101 24...... 37 6........................................................................... iv Daftar Isi ....................................................................................... Bahan Pertimbangan Rujukan Pasien Ke Luar Negeri .................... 66 16... Tata Cara Administrasi Pemeriksaan Kesehatan Pekerja .... 58 13.. 64 14.................................................... Cross Posting Tenaga Kerja Indonesia ............. Rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia (TKI)................indd v 3/19/2009 3:50:47 PM DAFTAR ISI DAFTAR ISI v ........... 107 26........................................................................ 41 7............... Program Praktek Kerja Mahasiswa......................... Beasiswa Luar Negeri ............................ 29 5.................................. 1 2....................... Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) .......................... iii Strategi BPMIGAS Dalam Pengelolaan SDM Sesuai Blueprint BPMIGAS 2005 – 2010 .............................................................................. 55 12................................. Ketentuan Administratif Dewan Medik ...... 79 22................................ 81 23......................................... Coop...................................................................... Total Remunerasi ........................... Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) ....................................................................................................................................................... 76 21............................................. Manajemen Informasi Pekerja KKKS .......... Beasiswa Dan Beawiyata Dalam Negeri ........................................ Tata Cara Administrasi Rujukan Pasien Ke Luar Negeri ...................................................................................... Perpanjangan Hubungan Kerja Diatas Usia Purnakarya ......................... 51 11....................................... Penanganan Unjuk Rasa Dan Mogok Kerja ....................................... 71 18.......................................................................................................................................... Rencana Kerja Dan Anggaran Ketenagakerjaan (RKA) .... 48 10...................................... Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) & Mutual Agreement Termination (MAT) .... Career Development Monitoring (CDM) .......... 43 8................ 75 20........ Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan ...................................................................................................................................................... Pengupahan Dan Kesejahteraan........................ 5 3............................................. 113 migas_17x25 cm_2009.... Pengembangan Karir Internasional ................................. Mentoring ...... 69 17........... 73 19............................................ 46 9........................................................................................ 16 4........ Pelatihan Pendidikan Pekerja BPMIGAS Dan Pegawai Instansi Pemerintah Atas Beban KKKS .... Tata Cara Administrasi Pengesahan Obat Oleh Apoteker ................... 65 15.. 105 25......................................... Rancangan Struktur Organisasi KKKS ............................ Siswa Dan Pihak Lain .....Surat Keputusan ...............................................

.............................................................. Compensation & Benefits Budget Evaluation ....................... 4........................................................................ Lihat masing-masing KKKS (Individual Development Plan) PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Lampiran 1...... Lampiran 3.............................................. Technical Education Assistance (TEA) 1 ... 32 34 35 36 5............................................................... Rekomendasi BPMIGAS Untuk Tamu Asing ................ Annual Training Report Budget & Evaluation ................................. Notulen Rapat CDM .. MD-3 Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan ..................................................................................... Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah Jabatan ............. MD-4 Program Pertukaran Pekerja Internasional . Lampiran 7.. IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Lampiran 1........................................indd vi 3/19/2009 3:50:47 PM ....... Laporan Kekuatan Pekerja KKKS ....................... 40 PENGEMBANGAN KARIR INTERNATIONAL Lampiran 1................. 10 11 12 13 14 15 21 22 23 24 25 26 27 28 2............................. 62 9...........................................LAMPIRAN LAMPIRAN 1... Surat Permohonan Kepada Tiga Ditjen ...... 60 Lampiran 2...................... Lampiran 2. 4 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Lampiran 1...... 6................................................................................................. Lampiran 2........................... RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Lampiran 1................................................... Lampiran 4................ 8.......... Lampiran 5..................................... Technical Education Assistance (TEA) 2 ...................... Operational Statistic For Expatriate Personnel Analysis ........................................... 54 PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Lampiran 1..................... MD-2 Bagan Perencanaan Penggunaan & Penggantian TKA ......................................... Project Status Report . Budget Year Expenditure ................................................................................................................... vi migas_17x25 cm_2009............................................. Lampiran 6..... Surat Persetujuan Hak-hak Kewajiban Mengikuti Program Pelatihan Atas Beban KKKS ...................... Surat Permohonan IMTA Non Reguler ......................................... 7......................... Budgeted Total Personnel Expenses ..................................................... MD-1 Struktur Organisasi ............................... Lampiran 4............... CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Lampiran 1........................................................... Lampiran 5................ Uraian Singkat Pekerjaan Dan Persyaratan Minimum Jabatan TKA ....................... 3 Lampiran 2.............................. Lampiran 2...................... Program Pendidikan & Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Rangka Penggantian TKA ...... 3............................. Identifikasi Pemohon ..... Operational Statistic For Manpower ... Nota Penjelasan ............................................................................................................... SISWA DAN PIHAK LAIN Lampiran 1..................................................... MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA Lampiran 1................................... Lampiran 3........................ Lampiran 3.. COOP... Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) . Lampiran 4. 57 PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA................................... Lampiran 6............ Lampiran 8....

........indd vii 3/19/2009 3:50:48 PM ................................10. 85 Lampiran 2.. Bagan Komunikasi ................ TOTAL REMUNERASI Lampiran 1.... 91 Lampiran 3...................................................... 104 13................ Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi ........... Alur Mogok Kerja .... TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Lampiran 1.......... 111 Lampiran 2..... Cross Posting Business Process ..... CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Lampiran 1......... 112 vii migas_17x25 cm_2009. Komponen & Tariff Remunerasi TKI ....................................................... Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies) .................................... PENANGANAN UNJUK RASA DAN MOGOK KERJA Lampiran 1.......................................... Assistance Requistion Sheet (ARS) ................... 99 12........................................................................ 78 11...............................

KKKS wajib melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang telah dibuat BPMIGAS yang dapat diakses melalui situs : www.2. maupun TPC (jangka pendek. 1. yang bersifat project/sementara). 1.com. KKKS wajib melakukan pelaporan bulanan sesuai yang berlaku saat ini: 4.bpmigas. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.bpmigas. baik penuh/full posting (sesuai RPTK). migas_17x25 cm_2009. II. Untuk mendapatkan data yang bisa dipakai sebagai acuan dilingkungan KKKS dan bisa dibuka setiap saat oleh pekerja (yang mempunyai akses kedalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS) dilingkungan KKKS. KKKS wajib melakukan pembaharuan data setiap saat sesuai kondisi aktual di perusahaan.1.com pada sistem informasi data ketenagakerjaan.indd Sec1:1 3/19/2009 3:50:48 PM MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS 1 .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Mulai Berlaku Tanggal. Informasi pelaporan merupakan data-data pekerja yang diperlukan untuk menunjang keputusan manajemen dalam pengawasan dan pengendalian SDM KKKS.bpmigas. Pekerja yang diberi tugas tersebut mempunyai akses untuk masuk ke dalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS di dalam situs http://www.1. III. 3. KEWENANGAN 3. IV. informasi yang diperoleh melalui sistem pelaporan tersebut dikirimkan kepada BPMIGAS dengan menggunakan sarana : Situs/Internet KKKS : http://www.4.1.4. Untuk menyediakan informasi dalam melaksanakan pengelolaan SDM KKKS. Untuk dapat menunjang keputusan manajemen dengan cepat dan tepat. Manajemen Informasi Pekerja KKKS dilaksanakan dengan berbagai cara agar cepat dan tepat dengan menggunakan sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS yang dapat di akses melalui situs http://www. maka diperlukan informasi/data pekerja yang cepat dan akurat. 2. 4.2. Memonitor pengelolaan SDM KKKS di lingkungan KKKS.4.com Surat Facsimili E-mail 4.3. 2. 4. Laporan Kekuatan Pekerja KKKS Jumlah TKI.1. 1. Setiap KKKS menentukan petugas yang melakukan pengisian data ke dalam sistem informasi data ketenagakerjaan KKKS dan membuat laporan ketenagakerjaan yang disetujui oleh pimpinan tertinggi HR.3. UMUM 1. Manajemen Informasi Pekerja KKKS adalah pengelolaan data pekerja KKKS sebagai dasar pengelolaan SDM yang diperlukan oleh manajemen BPMIGAS dan KKKS. Untuk mengantisipasi perkembangan SDM yang demikian cepat dan kompleks.2. : 11 Mei 2005 I.1. Sepanjang KKKS belum melakukan pengisian sistem informasi data ketenagakerjaan. TUJUAN 2.bpmigas.3.2.com.

untuk jangka pendek yang bersifat project/sementara. Peraturan Pemerintah No. jabatan). . 5.2. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK). . . (Lampiran 1). (Lampiran 2). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.5. .1. Undang-Undang No.Pa = Pensiun Purnakarya.Tg = Leave Without Payment. Departemen. Peraturan Pemerintah No. . 6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.Pd = Mengundurkan Diri atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement Termination = MAT).MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Mulai Berlaku Tanggal. . Laporan Kekuatan Tenaga Kerja (KTK).2.Tc = Internasionalisasi. • Transfer/(T): .Pc = Mengundurkan Diri. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. KKKS menyusun Pelaporan selain tersebut diatas yang ditetapkan BPMIGAS.2. V.indd Sec1:2 3/19/2009 3:50:48 PM . Kontrak Kerja Sama (PSC).Pg = Disebabkan Pelanggaran berat yang dilakukan pekerja. 5.Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT) atau pekerja tetap. .Tb = Promosi (perubahan grade/golongan.5.3. 4. LAMPIRAN 6. .Pe = Meninggal Dunia. 5.Ta = Pindah Jabatan. REFERENSI 5.Tf = Change Job Title dan Perubahan Organisasi. .Pekerja TPC. : 11 Mei 2005 Jumlah TKI yang terdiri dari : . 2 migas_17x25 cm_2009.Pf = Alasan Kesehatan. . Lokasi/Area.4. Laporan Mutasi Tenaga Kerja (MTK) • Penerimaan TKI/(B). 4. 5.Pekerja Waktu Tertentu (PWT) atau pekerja kontrak (direct hire). . 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.Ph = Penutupan Perusahaan.Te = Job Assignment/Overseas On The Job Training.Pb = Pensiun Dini atas Permintaan Sendiri. . . • Pemutusan Hubungan Kerja/(P) : . .4. Undang-Undang No.Td = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional.1. . VI.

Sub Kontraktor Sub Total Tenaga Kerja Asing No. Lokasi/Wilayah Kerja 3/19/2009 3:50:48 PM MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Staff PWTT Non Staff Sub Total Mulai Berlaku Tanggal.indd Sec1:3 LAPORAN KEKUATAN PEKERJA KKKS Bulan ……………………… > Attachment 1 KKKS Nasional Staff PWT Non Staff Sub Total Total IMTA IKS Grand Total Keterangan State Empl.migas_17x25 cm_2009. Sub. Cont. : 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS 3 .

: 11 Mei 2005 PERIHAL : MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS B = Baru (Penerimaan Pekerja Baru) T = Transfer Ta Tb Tc Td Te Tf Tg = Pindah Jabatan.4 MANAJEMEN INFORMASI PEKERJA KKKS > Attachment 2 migas_17x25 cm_2009. Code Ket. Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL No. Nama KKKS Nama Nopeg Jabatan dan Kedudukan Lama Baru Dept. Lokasi/Area = Promosi (perubahan grade/golongan/jabatan) = Internasionalisasi = Swapping/Pertukaran Pekerja Internasional = Job Assignment/Overseas On The Job Training = Change Job Title dan perubahan organisasi = Leave Without Payment P = PHK (pemutusan hubungan kerja) Pa = Pensiun Purnakarya Pb = Pensiun Dini Atas Permintaan Sendiri Pc = Mengundurkan Diri Pd = Mengundurkan Diri Atas Kesepakatan Bersama (Mutual Agreement Termination) Pe = Meninggal Dunia Pf = Alasan Kesehatan Pg = Disebabkan Pelanggaran Berat Yang Dilakukan Pekerja Ph = Penutupan Perusahaan 3/19/2009 3:50:49 PM . NS Tmt. Departemen.indd Sec1:4 LAPORAN MUTASI TENAGA KERJA INDONESIA Bulan ………………………………………… Kategori S Lokasi Gol. Lokasi Dept. Jabatan Catatan : Mulai Berlaku Tanggal. Jabatan Gol.

Environmenttal Control dan Sundries.2. 1. Benefit dan belanja Iain-Iain untuk pekerja (Personnel Expenses). UMUM 1. III.1.2. Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan pengendalian pengelolaan SDM Kontraktor Kontrak Kerja Sama dengan analisa dan evaluasi Strategis. Compensation and Benefits Budget Evaluation adalah rincian anggaran berdasarkan komponen Salary Wages. 2.3. Budgeted Total Personnel Expenses adalah rincian anggaran yang diisi data pengeluaran biaya TKI & TKA sampai dengan akhir tahun dari Total Personnel Expenses. 1. 1. Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Budgeted Exploration/Development Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-4). Untuk menjamin komitmen KKKS dalam pelaksanaan pengelolaan ketenagakerjaan.2.1. Kelompok Production Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Budgeted Production Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-8). KEWENANGAN 3. KKKS menyusun rancangan anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang sesuai dengan strategi/kebutuhan bisnis dan kemampuan finansial perusahaan.2.3. berdasarkan hubungan Kontrak Kerja Sama. Materials. Production dan Administration.2.1.1. 1.4. II. Kelompok Administration Data Total Personnel Expenses ini hendaknya sejalan dengan yang tercantum dalam Administrative Expenses dari Work Program and Budget (Attachment to Schedule-11). Other/Employee Benefits dan kandungan biaya tenaga kerja yang dimasukan dalam Technical Services. Outside Services. serta Personnel Expenses yang dialokasikan pada fungsi Exploration/Development Expenses. yang mencakup Salary Wages & Benefits. Total Personnel Expenses dipisahkan untuk 3 jenis kegiatan yaitu kelompok Exploration/ Development.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. 1. TUJUAN 2. 1. Total Personnel Expenses adalah keseluruhan pengeluaran biaya tenaga kerja yang terdiri dari pengupahan (Salary & Wages).indd Sec1:5 3/19/2009 3:50:50 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 5 . : 11 Mei 2005 I.2. migas_17x25 cm_2009. Rencana Kerja & Anggaran Tenaga Kerja adalah rencana kerja kegiatan pengelolaan Tenaga Kerja yang dituangkan dalam bentuk rencana pengeluaran biaya di setiap KKKS yang merupakan dasar penyusunan Work Program & Budget (WP&B). Production Expenses dan Administrative Expenses. Insurance. Kelompok Exploration/Development.

4. 17 (Budget Year Expenditure). Report Table 11 WP&B (Operational Statistics for Manpower) dan Report Table 12 WP&B (Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis). KKKS meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Namun apabila penyebab kenaikan biaya tersebut semata-mata karena kenaikan jumlah tenaga kerja Indonesia dan jumlahnya tidak lebih dari 10% dari anggaran ketenagakerjaan yang telah di setujui. (Compensation & Benefits) di luar dari rencana kerja. maka KKKS dapat melaksanakan tanpa persetujuan BPMIGAS. menjadi bahan pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja KKKS pada periode tahunan anggaran yang akan datang (sesuai dengan periode WP&B).1. IV. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial. Kemudian disampaikan kepada BPMIGAS cq. Dengan mengajukan formulir Lampiran 1. Dalam tahun anggaran yang sedang berjalan : 4. 4. 4. Hal ini dituangkan dalam formulir Budgeted Total Personnel Expenses. Rencana Kerja dan Anggaran kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui. maka KKKS menyampaikan revisi tersebut kepada BPMIGAS cq.2. maka KKKS wajib meminta persetujuan terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum dapat di masukkan sebagai tambahan beban biaya operasi.4. Apabila KKKS akan merevisi Anggaran bidang Ketenagakerjaan yang telah disetujui.2. maka KKKS harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.2. 4.indd Sec1:6 3/19/2009 3:50:50 PM . 2 yang telah diisi dan revisi Report Table 11 WP&B (Lampiran 3) dan Report Table 12 WP&B (Lampiran 4). : 11 Mei 2005 3. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial sebelum rapat WP&B dilaksanakan (Sebelum tanggal 30 September tahun berjalan). Kepala Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja & Hubungan Industrial melaksanakan evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran yang diajukan tersebut dan dibahas dengan KKKS terkait untuk rekomendasi kepada Tim WP&B. 4. Apabila KKKS harus membuat kebijakan ketenagakerjaan di luar dari RKA yang telah disetujui BPMIGAS. Apabila dalam pelaksanaan/realisasi rencana kerja terjadi kenaikan biaya yang melebihi batasan anggaran yang telah di setujui.5.6. 6 migas_17x25 cm_2009. dilengkapi dengan : Budget Schedule No. Compensation & Benefits Budget Evaluation Annual dan Training Report Budget& Evaluation (lihat pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan).4. KKKS menyusun anggaran berdasarkan rencana kerja kegiatan bidang Ketenagakerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang akan datang. Report Table 15 WP&B (Project Status Report). 4.3. 4. Apabila KKKS melaksanakan kebijakan Pengupahan Ketenagakerjaan. BPMIGAS melakukan evaluasi atas rancangan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) di bidang ketenagakerjaan yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan dan memberikan persetujuannya untuk dipedomani oleh KKKS pada pelaksanaan rencana kerja di bidang ketenagakerjaan dalam tahun anggaran ke depan.1.RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Rencana Kerja dan Anggaran bidang Ketenagakerjaan merupakan dasar dalam penggunaan Tenaga Kerja sehingga setiap pengajuan RPTK & Ijin Penggunaan Tenaga Kerja khususnya TKA harus berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran ketenagakerjaan yang telah disetujui.

1. Environment Control dan Sundries. 5. Report Table 12 WP&B (Lampiran 4). • migas_17x25 cm_2009. Personnel Expenses ini merupakan bagian dari anggaran Administration (row 21) dibawah sub judul Exploration Administration Expenditures (row 20) dari Attachment to Schedule-4. Outside Service. Report Table 15 WP&B (Lampiran 6). Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service. 6. Undang-Undang No. Work Program & Budget (WP&B).indd Sec1:7 3/19/2009 3:50:50 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 7 . 6. Kontrak Kerja Sama (PSC). Insurance.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Compensation & Benefits Budget Evaluation (Lampiran 2). 5.6. LAMPIRAN 6.6. : 11 Mei 2005 4.2. Training.3. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. 5.4. Di dalam Work Program & Budget.5. Operational Statistics for Manpower. Undang-Undang No. • Employee Salary Wages/Benefits Data Salary Wages/Benefits dimasukan kedalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja nasional ataupun expat.3. 6. VII.5. Peraturan Pemerintah No. Budgeted Total Personnel Expenses (Lampiran 1). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. V. VI. Report Table 11 WP&B (Lampiran 3). PETUNJUK PENGISIAN Lampiran 1 : BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES : Line 1 : Exploration/Development Expenses. 6. tidak menjadi beban biaya operasi. Biaya ini digunakan untuk Employee Relation. Welfare/Medical dan Other yang dianggarkan dalam kelompok Exploration/Dev. REFERENSI 5.4. Kebijakan yang diambil KKKS dalam bidang Ketenagakerjaan yang tidak berdasarkan pada Rencana Kerja & Anggaran bidang Ketenagakerjaan tanpa melalui persetujuan BPMIGAS dan atau tidak berdasarkan pada kebijakan-kebijakan/keputusan-keputusan BPMIGAS. 5. Operational Statistics for Expatriates Personnel Analysis. Data mengenai pekerja dari kelompok Exploration/Development.7. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.2. Materials. Budget year Expenditure. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. Budget Schedule 17 WP&B (Lampiran 5). Project Status Report. Accommodations. Peraturan Pemerintah No.1. Personnel Expenses merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary Wages/Benefit.

Lampiran 2 : COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION. insurance dan environmental control diisi jika memiliki alokasi biaya tenaga kerja dalam jenis biaya tersebut. • Employee Salary Wages/Benefits Data salary Wages/Benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat. Environment Control dan Sundries. Environment Control dan Sundries. ditambah dengan anggaran untuk tenaga kerja lain (Outside Contract. ditambah dengan anggaran untuk tenaga kerja lain. Production dan Administration. Materials. • Manpower Budget: diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja yang dianggarkan dalam kelompok Administrative. Biaya ini sejalan dengan data pada Personnel Expenses (Row 24). Line 2 : Production Expenses. Data yang dievaluasi adalah data dari setiap kelompok yaitu : Exploration & Development. • Employee Salary Wages/Benefits Data salary Wages/benefits dimasukan ke dalam kolom yang sesuai yaitu pada kolom Salary Wages/Benefits baik bagi pekerja Nasional ataupun Expat. Outside Service. Outside Service.) dari kelompok Administration. data outside services. Line 3 : Administrative Expenses. Technical Services. dengan mengisikan data realisasi tahun sebelumnya. anggaran tahun berjalan dan rencana anggaran tahun yang akan datang. Data mengenai pekerja dari kelompok Administration. Insurance. Biaya ini sejalan dengan data untuk Employee Relation pada row 40 dalam Attachment to Schedule-8 WP&B. 8 migas_17x25 cm_2009. dsb. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service. : 11 Mei 2005 • Manpower Budget diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja dikelompok Exploration/Dev. Data tersebut dicantumkan di dalam kolom yang sesuai yaitu : pada kolom Technical Service. Data diisi sesuai dengan salary & benefit Total di seluruh wilayah kerja. Attachment to Schedule-11 dalam WP&B. Data mengenai pekerja dari kelompok Production. • Personnel Expenses Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary & Benefit. Materials. material.RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.indd Sec1:8 3/19/2009 3:50:50 PM . • Personnel Expenses Anggaran ini merupakan biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja selain untuk Salary Wages/Benefit. Insurance. • Manpower Budget Data tentang jumlah tenaga kerja diisi sesuai rencana jumlah tenaga kerja di kelompok Production.

yang merupakan anggaran ketenagakerjaan proyek yang dicantumkan dalam Project Status Report/closed out report AFE Project. Project Status Report dari Procedure Manual of Production Sharing Contract. Lampiran 5 : BUDGET YEAR EXPENDITURE. Budget Schedule-17 WP&B (Lampiran 5) Merupakan proposed budget pada Budget Schedule 17dari WP&B. REPORT TABLE-12 WP&B (Lampiran 4). Lampiran 6 : PROJECT STATUS REPORT. dll) terdapat alokasi anggaran Supervisi. G&G. OPERATIONAL STATISTICS FOR EXPATRIATES PERSONNEL ANALYSIS. pada Report Table-11 WP&B (Lampiran 3) dan Report Table-12 WP&B (Lampiran 4). Exploration Drilling. REPORT TABLE-11 WP&B (Lampiran 3). Data ini diambil dari Report Table-15.indd Sec1:9 3/19/2009 3:50:51 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 9 . REPORT TABLE-15 (Lampiran 6). migas_17x25 cm_2009.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. General & Administration. : 11 Mei 2005 Lampiran 3 & 4 : OPERATIONAL STATISTICS FOR MANPOWER. Development Drilling. Adalah data anggaran Supervisi dan General & Adiministration pada proyek sesuai AFE. Pada setiap AFE proyek (misalnya Seismic & Other Survey. Delineation Drilling. Merupakan Proposed Budget.

Exploration/Dev. Employee Salary & Benefits b. Administrative Expenses a. Expenses a. EXPAT NAT. without Salary & Benefits. Personnel Expenses (Administration)* 2. ** : Personnel Expenses Without Salary & Benefit for all employee status. EXPAT NAT. : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 3/19/2009 3:50:51 PM . Employee Salary & Benefits b. Personnel Expenses** Total Manpower TOTAL * : Personnel Expenses. EXPAT NAT. INSURANCE MATERIALS DOMESTIC IMPORT ENVIRONM. EXPAT NAT. OUTSIDE SERV.indd Sec1:10 BUDGETED TOTAL PERSONNEL EXPENSES LAMPIRAN . EXPAT NAT.1 : : Operator Contract Area Proposed Budget Year : (in 1. EXPAT EXPAT NAT EXPAT NAT. Mulai Berlaku Tanggal. EXPAT NAT FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1.000 US$) PERSONNEL COST SAL. part of Administration Expenses in Exploration /Dev. Production Expenses a. SERV. Employee Salary & Benefits b. CONTROL SUNDRIES TOTAL TOTAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 LINE DESCRIPTION MANPOWER BUDGET EXPAT NATIONAL EXPAT NAT. Personnel Expenses** 3./WAGES BENEFITS TECH.10 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) migas_17x25 cm_2009.

Rotational Allw .Meals & Trpt O/T Allw .Housing Allw .other Total Outside Services MATERIALS* INSURANCE* ENVIRONMENTAL CONTROL* SUNDRIES* (personnel expenses that not covered by all items above) 5 6 7 8 ** TOTAL * : For Personnel Expenses & Benefits ** : Diisi sesuai Budget Schedule 17 WP&B migas_17x25 cm_2009.THRK Allw …………………………… Total Other/Empl.indd Sec1:11 3/19/2009 3:50:51 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 11 . TECHNICAL SERVICES .Shift Premium . OUTSIDE SERVICES . OTHER/EMPL.other Total Technical Services 4. BENEFIT .Leave day off …………………….Incentives Comp Plan .Field Allw .Regional Allw . SALARIES & WAGES .Salary . : 11 Mei 2005 > COMPENSATION & BENEFITS BUDGET EVALUATION Operator Operator Contract Contract Area LINE Attachment 2 : : (in 1.Transport Allw .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.Base Salary .000 Budget Year ProposedUS$) : : : PREVIOUS BUDGET CURRENT BUDGET BUDGET FOR NEXT YEAR % VARIANCE DESCRIPTION (1) EXPAT NATIONAL EXPAT (2) NATIONAL (3) EXPAT NATIONAL EXPAT (3-2) 2 NATIONAL 1.. Benefit 3.Salary . Total Salaries & Wages 2.

NUMBER OF NATIONAL NON-STAFF 5.Overseas Practical Training for Univ.S3 degree .Routine .Project 3.indd Sec1:12 3/19/2009 3:50:52 PM .S2 Overseas Category : . : 11 Mei 2005 > Z Attachment 3 d (Report Table 11 tW  (Report Table 11 of WP&B) of WP&B) Attachment 4 OPERAT STATISTIC FOR MANPOWER OPERATIONALIONAL ST AT IST IC FOR MANPOWER Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : DESCRIPTION Previous Budget WP&B CURRENT YEAR Year To Date Q3 Budget Actual Original Revision Proposed Next Year Budget 1. Training Expenditures (K US$) : 12 migas_17x25 cm_2009. TRAINING & COURSES a.Finec . Student b. NUMBER OF EXPATRIATE POSISITIONS .Domestic . NUMBER OF INDONESIANIZED POSITIONS . NUMBER OF NATIONAL STAFF 4. Category : .Exploration .In House .Other (AKAMIGAS) .Administration & Other 6.RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. TOTAL MANPOWER 2.S2 degree .S1 degree .Other E & P .

Finance + Administration d.Additional Reserve/personnel (1a:3a) . OPERATIONAL RESULT a. UNIT ANALYSIS 4. Expatriates Exploration .Production/Personnel (1b:3b) . 2. b. Exploration b. : 11 Mei 2005 > Z Attachment 4 Attachment 5 (Report Table 12 W P&B) (Report Table 12 ofof WP&B) d tW  OPERATIONAL STATISTIC FOR EXPATRIATE PERSONNEL ANALYSIS Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : CURRENT YEAR WP&B Year to Date Q3 Original Revision Budget Actual DESCRIPTION Previous Budget Proposed Next Year Budget 1. bbl.Production/Personnel (1b:3c) . FINANCIAL RESULT a. Finance + Administration . Expenditures/personnel (2b:3b) c. Development Expenditures c. Other E&P c. Exploration Expenditures b. NUMBER OF EXPATRIATES a. Total Expatriates 4. Total Expenditures 3. Other E&P . Eq. Expenditures/personnel (2a:3a) b. Discoveries + Reassesment Res.Expenditures/personnel (2d:3d) 13 migas_17x25 cm_2009.Explo.Dev. UNIT ANALYSIS a. Production + Other Expenditures d. Production Equivalent bbl.indd Sec1:13 3/19/2009 3:50:53 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal.

000 US$) Expressed in Thousands of Dollars 1) PERSONAL COST 2) TECHNICAL SERVICES SERVICES CONTROL OUTSIDE 3) CONTRACT/ 4) 5) 6) 7) EMPLOYEE BENEFITS EXPAT NATIONAL 8) TOTAL LINE DESCRIPTION SALARIES MATERIALS INSURANCE ENVIRONMENTAL SUNDRIES Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL EXPAT NATIONAL CAPITAL EXPENDITURES CAPITAL EXPANDITURES Exploration and Development Production Administration Total Capital Expanditures 1 2 3 4 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 NON-CAPITAL EXPANDITURES NON-CAPITAL EXPENDITURES Exploration and Development Production Administration Expenditures Total Non-Capital Expanditures Mulai Berlaku Tanggal.indd Sec1:14 > Attachment 5 Attachment 6 BUDGET SCHEDULE of WP&B BUDGET SCHEDULE 1717tW & h'd ^.h> K&OF WP  B BUDGET YEAR EXPENDITURE OPERATOR CONTRACT AREA PROPOSED BUDGET (NEXT YEAR) : : : (in 1.14 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) migas_17x25 cm_2009. : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) 12 11 13 EXPENDITURES TOTAL EXPANDITURES 3/19/2009 3:50:53 PM .

Subtotal .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) Mulai Berlaku Tanggal. Subtotal Grand Total Note : Data kumulatif diambil dari masing-masing AFE Proyek. Subtotal .Delineation Drilling * Supervisi * General & Admin.Equipment * Supervisi * General & Admin. Subtotal .indd Sec1:15 3/19/2009 3:50:53 PM RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KETENAGAKERJAAN (RKA) .G&G * Supervisi * General & Admin. 15 migas_17x25 cm_2009.Work Over * Supervisi * General & Admin. Subtotal . : 11 Mei 2005 > Z B P M I GAS PRODUCTION SHARING CONTRACT PROJECT STATUS REPORT OPERATOR CONTRACT AREA QUARTER ENDED d Attachment 7 tW  Report Table 15 of WP&B : : : Total Budget Actual Expenditures Prev. Subtotal . Yr 6 Remaining Budget 9 8 Estimated Actual Amount 10 Over/(Under) Budget 11 AFE by Catagories Original 4 Revised 5 This Qtr 7 Total YTD Remarks 16 12 .Seismic & Other Survey * Supervisi * General & Admin. Subtotal . Subtotal .Exploration Drilling * Supervisi * General & Admin. Subtotal .Production Facilities * Supervisi * General & Admin.Development Drilling * Supervisi * General & Admin.Other * Supervisi * General & Admin. hanya baris supervisi dan G&A.

9. melalui format MD-1 & MD-2. Penggunaan TKA merupakan bagian dari penerapan teknologi dan pengetahuan. RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja yang digunakan sebagai dasar evaluasi penggunaan tenaga kerja asing. AFE.4.3. Evaluasi dan monitoring penggunaan TKA akan dilakukan berdasarkan semua ketentuan tersebut di atas.3. BPMIGAS berperan sebagai pengawas dan pengendali tenaga kerja di lingkungan KKKS. 1. Pada dasarnya. dan POD dengan memperhatikan kepentingan operasional KKKS. Setiap rencana penggunaan TKA harus diikuti dengan rencana pengembangan TKI. 1. 1. yang digunakan BPMIGAS di dalam melakukan pengendalian dan pengawasan penggunaan dan penempatan tenaga kerja. dan alih teknologi. RPTK KKKS dibuat berdasarkan WP&B. berdasarkan kegiatan yang tertuang di dalam rencana kerja & anggaran KKKS. serta program-program pengembangan TKI (program suksesi dan penugasan ke luar negeri). 1. 1.6. serta penempatan wakil perusahaan.3.8. RPTK Non Reguler dibuat untuk TKA yang melaksanakan kegiatan operasional yang bersifat sementara dan jangka waktu penggunaannya sampai dengan 12 bulan 1. yang secara substansi merupakan penggunaan tenaga kerja asing melalui kontrak jasa keahlian tenaga kerja dengan pihak ke tiga. : 20 Oktober 2008 I. RPTK Co-Operative Academic education (Co-op)/praktek kerja dibuat untuk menampung program pemagangan dari kantor pusat yang terkait dengan kebijakan pemerintah.10. 16 migas_17x25 cm_2009. TDE (Technical Development Exchange). RPTK Reguler dibuat untuk dasar penggunaan TKA yang melaksanakan kegiatan rutin dan menduduki posisi permanen (established) dalam struktur organisasi KKKS atau jangka waktu penggunaannya lebih dari 12 bulan. pembinaan dan pengembangan TKI.3. 1. baik melalui pendampingan dan/atau memberikan pelatihan. RPTK KKKS (RPTK) adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS. 1. 1.7.3.1.1. 1.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. 1. RPTK Proyek merupakan bagian dari RPTK Reguler yang penggunaannya berdasarkan kegiatan proyek yang tergambar di dalam rencana kerja dan anggaran proyek di luar dari anggaran rutin personalia.5. Untuk setiap posisi TKA harus diikuti dengan program transfer teknologi.2. RPTK Program Pertukaran Pekerja Internasional dibuat untuk menampung program Job Swapping. yang merupakan bagian proses formalitas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi (Depnakertrans). UMUM 1.2. 1.4.3. dalam melakukan pengisian posisi di RPTK harus mengutamakan TKI. RPTK terdiri dari: 1. penyusunan struktur organisasi yang mencerminkan kegiatan operasi KKKS.indd Sec1:16 3/19/2009 3:50:54 PM .

4.7. Bagi KKKS yang mempekerjakan TKA.2. 3.1.2.5. Sebagai dasar dalam pengajuan permohonan IMTA. Terjadi perubahan mendasar pada rencana kegiatan yang tertuang dalam WP&B. Sebagai dasar pengendalian penggunaan biaya tenaga kerja asing.indd Sec1:17 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) . dan POD. persetujuan BPMIGAS dapat diberikan dengan ketentuan pembebanan biaya operasi akan tergantung kepada persetujuan AFE/TSA tersebut.7.2. RPTK tidak dipersyaratkan bagi Warga Negara Asing yang menggunakan Visa Kunjungan untuk keperluan di bawah ini. Kep 173/MEN/2000 tentang Jangka Waktu RPTK pasal 3 ayat 2. atau pada komitmen Operasi.1.3. Optimalisasi penggunaan TKA dalam rangka memberi kesempatan kerja. 2.1. PENGATURAN/BATASAN 3.6. 17 migas_17x25 cm_2009. Terjadi reorganisasi/restrukturisasi secara signifikan (3 layer dari atas) di KKKS.1. Mengikuti pelatihan singkat. 3. Selanjutnya. RPTK dapat dibuat untuk periode maksimum 5 tahun sesuai dengan Kepmenaker No. Bagi KKKS yang tidak mempekerjakan TKA. dengan jangka waktu paling lama 60 hari: 3. Waktu pengajuan RPTK KKKS : 3. Sepanjang KKKS telah memiliki rencana kerja & anggaran sesuai periode tahun pengajuan RPTK.3.2. III.3. dan POD.1. 3.2. Pada dasarnya RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga diperlukan dengan tujuan: 2. 3.2.2. seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta pengawasan kualitas barang atau produksi. RPTK Reguler dapat diajukan selambatlambatnya 4 bulan sebelum habis masa berlakunya. 2.1. 2.3. periode penggunaan atau penambahan jabatan TKA. AFE.5. Sebagai dasar pengendalian dan pembebanan biaya. 2. 2. 3.5. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia. TUJUAN Pada dasarnya RPTK diperlukan dengan tujuan: 2.5. Melakukan pembicaraan bisnis. Perubahan RPTK perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS apabila : 3.4. 3. Sebagai bagian dari rencana strategi bisnis perusahaan dalam pengelolaan SDM.5. nama jabatan. 2. Terjadi perubahan struktur. RPTK dapat diajukan selambat-lambatnya 1 bulan sebelum habis masa berlakunya. 3.4. harus dilaporkan ke BPMIGAS. RPTK Non Reguler (berikut IMTA) dapat diajukan bersamaan dengan pengajuan AFE/TSA.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. 3. pembinaan dan pengembangan TKI. AFE. Untuk menunjang kegiatan operasi migas KKKS sesuai dengan rencana kegiatan KKKS yang tertuang di dalam WP&B.3. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja agar efektif dan efisien. Sebagai alat pengawasan atas penggunaan tenaga kerja asing agar efektif dan efisien. Perubahan-perubahan selain ketiga butir di atas.4.7.2. 3. 2. : 20 Oktober 2008 II.

3. KEWENANGAN 4.indd Sec1:18 3/19/2009 3:50:54 PM . RPTKA (MD1) kontrak jasa keahlian tenaga kerja asing melalui pihak ketiga. 6. Undang-Undang No. maka RPTK dapat direvisi untuk diajukan kepada Depnakertrans. Kep-228/Men/2003 tanggal 31 Oktober 2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 18 migas_17x25 cm_2009. 3. RPTK dapat diajukan sesuai dengan kontrak KKKS atau dijadikan satu untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama. Peraturan Pemerintah No.5. 5.7. KEPMENAKERTRANS No.2.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan. WP&B atau AFE) dan justifikasi khusus lainnya.2. diproses ke Depnakertrans dalam satu kesatuan. tidak dapat ditempatkan dalam posisi RPTK KKKS. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Undang-Undang No.2.3. RPTK dari beberapa kontrak wilayah kerja KKKS yang dikelola oleh operator yang sama. PETUNJUK PELAKSANAAN 5. yang menggambarkan posisi-posisi tenaga kerja asing untuk melaksanakan kegiatan yang akan dikontrakkan melalui kontrak jasa keahlian tenaga kerja (profesional) dengan pihak ketiga.9. : 20 Oktober 2008 3. 3. 6. Kontrak Kerja Sama (PSC). kontrak antara BPMIGAS dengan kontraktor. V. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di Indonesia. terdapat kejelasan pembebanan biaya. 6.1. dengan prinsip.5.5. REFERENSI 6. 6.4.5. 4.1. VI. 3.5. Peraturan Pemerintah No.6 Work Program & Budget (WP&B). Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi yang berwenang.4. BPMIGAS melakukan evaluasi dan menyetujui RPTK KKKS dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. pada prinsipnya. 3. 3. 6.6. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.7. 3. 6. Dengan mempertimbangkan aspek legal. BPMIGAS melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk persetujuan RPTK. 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.8. KKKS mengajukan permohonan RPTK ke BPMIGAS untuk dievaluasi berdasarkan anggaran (POD.7. Apabila terjadi perubahan program kerja KKKS. IV.6.5. KKKS menyampaikan dokumen RPTK dalam bentuk buku dan soft copy (lihat Lampiran) kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam rapat konsultasi.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal.1. Tenaga kerja asing yang memiliki status kontrak jasa keahlian tenaga kerja melalui pihak ketiga. disusun secara terpisah dengan RPTK KKKS. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil.

9.1.3. keahlian dan kemampuan dalam waktu dan tempat yang tepat.1.2.2.1. Environmental Issue. 7.2. Community Development.1.1. swapping dan internasionalisasi (untuk KKKS Produksi). Identitas Pemohon (Lampiran I halaman 1 pada KepMen 228/Men/2003) – Lampiran 2.7.3. MD-1: Struktur Organisasi. LAMPIRAN RPTK memuat rencana kebutuhan TKA dan TKI yang dituangkan dalam : 7. Daerah operasi dan luas wilayah kerja. 7. Anggaran operasi dan kapital. Memuat daftar isian identitas Perusahaan dengan menyebutkan secara jelas nama.3. Penempatan TKA hanya pada jabatan yang spesifikasi jabatannya belum terpenuhi oleh kualitas TKI yang ada dan pengguna TKA dapat membuktikannya bila hal ini diperlukan. Dalam penyusunan struktur organisasi dan penempatan TKA harus memperhatikan : 7.8. 7. 7. lokasi kegiatan/produksi. 7. Nama jabatan yang digunakan untuk TKA disesuaikan dengan nama jabatan yang terdapat pada ketentuan yang berlaku dan penggunaannya disesuaikan dengan lamanya waktu penggunaan yang ditetapkan pada ketentuan yang berlaku. Kegiatan eksplorasi dengan menyebutkan secara spesifik berupa kilometer data seismic yang dilakukan.1.4. Nota Penjelasan disampaikan dalam bentuk pengantar gambaran umum operasional rencana kerja KKKS yang memuat: 7.3. : 20 Oktober 2008 6. MD-1 disusun berdasarkan analisa organisasi & analisa jabatan sesuai dengan kebutuhan operasi yang diproyeksikan pada program kerja. MD-2: Bagan Rencana Penggunaan dan Penggantian TKA (Lampiran sesuai Kepmen 228/Men/2003) – Lampiran 4. 7. 7. Tersedianya jumlah tenaga kerja berdasarkan pengetahuan. Drilling program/jumlah sumur yang akan dibor. 19 migas_17x25 cm_2009. alamat. VII. 7. KKKS harus melampirkan formulir isian data kegiatan Perusahaan 5 tahun terakhir (form nota penjelasan).1.1.1. 7. 7.1.1. Tingkat produksi minyak dan gas yang akan diupayakan (bagi KKKS Produksi). Kep-20/Men/III/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. Dalam rangka keperluan evaluasi kegiatan operasi. hasil usaha.3. Teknologi yang digunakan. 7.1. termasuk di dalamnya penggunaan sebutan jabatan dan penempatan TKA maupun TKI yang jumlah maksimumnya berdasarkan manpower forecast/budget pada WP&B – Lampiran 3. KEPMENAKERTRANS No.5. jenis usaha.indd Sec1:19 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) . Nota Penjelasan – Lampiran 1.6.3. 7.8. 7.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. Rencana pengisian jabatan TKI yang masih lowong. Training Program. status Badan Usaha dan Instansi Pemberi Ijin Usaha. Pengindonesiaan.4.

20 migas_17x25 cm_2009. Lampiran MD-2 terdiri dari: 7. dengan menyebutkan pendidikan. : 20 Oktober 2008 MD-2. jumlah TKA/TKI dan Rencana Pengindonesiaan serta Internasionalisasi/Swapping. Lampiran 2 : Program Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia dalam rangka penggantian TKA (Lampiran I halaman 5 pada Kepmen 228/Men/2003) – Lampiran 6 : Memuat Program Pendidikan dan Pelatihan TKI yang dipersiapkan untuk menggantikan TKA. Semua TKI pendamping yang direncanakan menggantikan TKA.2.indd Sec1:20 3/19/2009 3:50:54 PM . uraian singkat pekerjaan/jabatan serta persyaratan minimum jabatan sebagai dasar penempatan tenaga kerja – Lampiran 5. 1. 7. Berisi Program Swapping yang memuat nama jabatan di Indonesia dan di Luar Negeri yang direncanakan untuk swapping. Dalam MD-2 tercakup didalamnya data isian yang dibutuhkan pada lampiran 1 halaman 2 dan 3 pada Kepmen 228/Men/2003.1. Lampiran 1 : Uraian jabatan dan persyaratan minimum jabatan TKA (lampiran I halaman 4 pada Kepmen 228/Men/2003. harus diprogram untuk melaksanaan Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan.4. 1.4. Berisi rekapitulasi jumlah formasi jabatan. yang menyebutkan nama jabatan.5. yang memuat uraian singkat sebutan dan persyaratan minimum jabatan TKA. dirinci menurut kelompok jabatan pada Departemen yang bersangkutan. MD-4 : Program Swapping – Lampiran 8.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. (hanya diperlukan dalam RPTK Pertukaran Pekerja Internasionalisasi/Swapping).6. Tenaga Kerja Asing/Tenaga Kerja Indonesia dan Rencana Pengindonesiaan – Lampiran 7. MD-3 : Rekapitulasi Jumlah Formasi Jabatan. pengalaman kerja. jabatan mulai digunakan dan batasan waktu penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. disusun dengan menetapkan nama TKA dan TKI pengganti/pendamping yang tercantum dalam MD-1.

JENIS PERUSAHAAN : KKKS / JOB 2.indd Sec1:21 Tahun (xxxx) Produksi (N-2) (N-1) Tahun saat ini (N) (N+1) (N+2) (N+3) (N+4) 1. ANGGARAN (Juta) / BUDGET (Million US$) Operasi Operation Kapital Capital Anggaran Pengembangan Development/Training Revisi Ke I Tanggal. MULAI BEROPERASI : Tahun (xxxx) Eksplorasi NO ITEM (N-3) 1. KATEGORI : Eksplorasi & produksi / Produksi / Eksplorasi 4. PRODUKSI / PRODUCTION Minyak & Kondensat (BOPD) Oil & Condensate (BOPD) Gas (KBOEPD) Gas (KBOEPD) Jumlah Sumur Produksi Number of production wells FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 3.Attachment 1 > BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI DATA KEGIATAN PERUSAHAAN UNTUK PENGAJUAN RPTK migas_17x25 cm_2009. PENAMBAHAN CADANGAN / ADDITIONAL RESERVES (MMSTBOE) Jumlah Penambahan Cadangan Additional reserves 4. TEKNOLOGI / TECHNOLOGY Teknologi Recovery Recovery Technology Teknologi Drilling Drilling Technology Teknologi Baru New Technology 5. SUMBER DAYA MANUSIA (orang) / MAN POWER (persons) TKI National Employees TKA Expatriates % TKA terhadap TKI % of Expat to Nat. LOKASI : Offshore / Onshore 3. : 20 Oktober 2008 21 3/19/2009 3:50:54 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 6. . EKSPLORASI / EXPLORATION Luas Wilayah (Km2) Area (sq.km) Jumlah Sumur Pengeboran Number of exploration wells Jumlah KKKS/Blok Number of PSC/Blocks Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 2.

: PMA/PMDN/PROYEK/LEMBAGA/YAYASAN/PERUSAHAAN SWASTA NASIONAL/ASING**) : *) Lokasi sampai Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota) **) Coret yang tidak perlu 22 migas_17x25 cm_2009. E-Mail (harus diisi) Nama Pimpinan Lokasi Kegiatan/Produksi *) Jenis Usaha/Hasil Usaha Nomor SIUP Status Badan Usaha Instansi Pemberi Ijin Usaha : : : : : : : : : : Tanggal : Fax : 3. Kantor Pusat b. 5. 2.T.RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. 6. : 20 Oktober 2008 > > / Attachment 2 < (Lampiran I hal. Nama Perusahaan/Proyek Alamat di Indonesia a.indd Sec1:22 3/19/2009 3:50:58 PM . 1. Kantor Cabang c.P. 8.A. 7. 4.K. Nomor Telepon d. 1 Kepmen 228/2003) BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI DAFTAR ISIAN RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA DALAM RANGKA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING R.

A B C D E .Halaman : BAGAN ORGANISASI > 8 Ket.indd Sec1:23 3/19/2009 3:50:58 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Attachment 3 JOB MD1 .2007 JOB 1 2 3 4 5 6 7 Ket.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. A B C D E 23 migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI Nama Bagian/Seksi KKKS Indonesia RPTK 2003 .

indd Sec1:24 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI BAGAN PERENCANAAN PENGGUNAAN & PENGGANTIAN TKA KKKS PERIODE : : MD . I hal 2 &3 Kepmen 228/2003) migas_17x25 cm_2009. NAMA JABATAN NAMA TKA NAMA TKI PENDAMPING/ PENGGANTI WAKTU PENGGUNAAN & PENGGANTIAN TKA Thn……..2 (Lamp. : 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Tanggal : 3/19/2009 3:50:59 PM . 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 BATASAN*) WAKTU *) Batasan Jabatan Ketentuan Pemerintah Disetujui Pimpinan Tertinggi KKKS Revisi Ke I Tanggal. KOORD. Thn…….1 PENDIDIKAN & PENGALAMAN KERJA TKI PENDIDIKAN PENGALAMAN JABATAN MULAI DIGUNAKAN Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL HAL.24 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) > Attachment 4 MD . Thn……...

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Revisi Ke I Tanggal. : 20 Oktober 2008 > Attachment 5 (Lampiran I hal. 4 Kepmen 228/2003) BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI URAIAN SINGKAT PEKERJAAN DAN PERSYARATAN MINIMUM JABATAN TENAGA KERJA ASING NO 1 NAMA JABATAN 2 URAIAN SINGKAT PEKERJAAN/JABATAN 3 PERSYARATAN MINIMUM PENDIDIKAN 4 PENGALAMAN KERJA 5 25 migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:25 3/19/2009 3:50:59 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) .

Jakarta. : 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 3/19/2009 3:50:59 PM . LAMANYA 4 5 6 7 8 9 NAMA JABATAN SEKARANG 10 DALAM PERUSAHAAN LUAR PERUSAHAAN *) NAMA JABATAN YANG DIDUDUKI TKA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN YANG DILAKSANAKAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN RENCANA PENEMPATAN (MULAI PENGGANTIAN) KETERANGAN TKI YANG AKAN DILATIH SEBAGAI PENGGANTI TKA JENIS Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 1 2 3 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL *) Kalau Diklat dilaksanakan diluar perusahaan harap sebutkan Lembaga Diklat dan alamatnya.indd Sec1:26 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA INDONESIA YANG DIPERSIAPKAN UNTUK PENGGANTI TENAGA KERJA ASING NO.5 KepMen 228/2003) migas_17x25 cm_2009.26 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) >Attachment 6 (Lampiran I hal. Pimpinan Revisi Ke I Tanggal.

migas_17x25 cm_2009./Planning/JI . Exploration 3. Public Afairs 8.Jakarta Security .Procurement Services . Human Resources 27 3/19/2009 3:51:00 PM RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Jumlah .Controllers . Law 6.Audit . Medicine & Occupational Revisi Ke I Tanggal. TENAGA KERJA ASING/TENAGA KERJA INDONESIA DAN RENCANA PENGINDONESIAAN LAMPIRAN 7 Formulir : MD 3 : .Drilling . Halaman : 1 TKI Staff Formasi Manpower Formasi Manpower Formasi Manpower Ke 1 Ke 2 Ke 3 KKKS PERIODE TKWNAP Non Staff Manpower : ………………………………………………………… Jumlah Tenaga Kerja Rencana Pengindonesiaan Tiap Tahun No. Gas Marketing 4.Treasury Sub Total 5. : 20 Oktober 2008 7.SHE Sub Total FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 2. Upstream Bussiness Services .Tax .indd Sec1:27 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI REKAPITULASI JUMLAH FORMASI JABATAN.Land Team .Operation Technical .Global Information System . Kelompok Jabatan Formasi Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 1.Fasilities .APO Product Operations . Production ..……………………………………………………….Com.

indd Sec1:28 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM PERTUKARAN PEKERJA INTERNASIONAL KKKS PERIODE NAMA JABATAN DI LUAR NEGERI NAMA JABATAN *) URAIAN JABATAN : : Dept Area Halaman : : : MD . : 20 Oktober 2008 PERIHAL : RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) 3/19/2009 3:51:00 PM .28 RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK) Attachment 8 MD 4 > migas_17x25 cm_2009. NAMA JABATAN *) URAIAN JABATAN WAKTU PELAKSANAAN NAMA PERUSAHAAN DAN NEGARA TUJUAN THN THN THN THN SWAPPING 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Revisi Ke I Tanggal.1 NAMA JABATAN DI INDONESIA Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL HAL KOORD.

4. 1.4. Mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilannya di Indonesia. Berdasarkan RPTK yang disetujui. harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. UMUM 1. 1. Sebagai acuan untuk proses penggunaan dan perijinan TKA yang akan dipekerjakan oleh KKKS berdasarkan perundangan yang berlaku. seperti Job Swapping.2. di Indonesia.1. Technical Development Exchange. Mengikuti pelatihan singkat. 1. Kerjasama antara pemerintah negara lain dengan Negara Indonesia.7.5.2. TKA yang tidak memerlukan IMTA TKA yang menggunakan Visa Kunjungan untuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut : 1.2. Memberikan ceramah atau mengikuti seminar yang tidak bersifat komersil. 1. 1. TUJUAN 1.3.2. IMTA Pindah Jabatan – yang pindah dari jabatan lama ke jabatan baru. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap realisasi penempatan TKA berdasarkan persyaratan jabatan. 1.4. 1. KEWENANGAN 3. III. 1.5. berdasarkan Visa Tinggal Terbatas (VTT).4. 29 migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:29 3/19/2009 3:51:00 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) .1. seperti transaksi jual beli barang dan jasa serta pengawasan kualitas barang atau produksi. 1.2. IMTA Non Reguler – yang diberikan untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sementara (di bawah 1 tahun).1. Melakukan pembicaraan bisnis.4. Dalam penggunaan TKA apabila ada pembebanan ke biaya operasi.4. kebutuhan operasi KKKS. IMTA Perpanjangan – yang diperpanjang masa berlakunya pada jabatan yang sama.1.1.2. II.3. : 20 Oktober 2008 I.5. 1. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat ijin dari instansi yang berwenang. diberikan berdasarkan persetujuan dari instansi teknis terkait.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. IMTA Program Pengembangan – yang diberikan untuk mengisi posisi-posisi yang terkait dengan program pengembangan.4. 1. 1. TKA yang memerlukan IMTA adalah TKA yang akan melaksanakan kegiatan operasi KKKS.6. dan kinerja TKA tersebut. IMTA Baru – untuk pertama kali diberikan. TKA KKKS yang bekerja di lingkungan operasional KKKS harus memperoleh rekomendasi BPMIGAS untuk mendapatkan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). 1. secara langsung maupun tidak langsung.4. 1.4. Mengikuti pameran Internasional yang tidak bersifat komersial.4.2.2. BPMIGAS berwenang untuk menyetujui atau menolak permohonan IMTA yang akan diproses ke instansi yang terkait dan menentukan jangka waktu kerja TKA sesuai kebutuhan operasi KKKS. di mana kegiatan TKA tidak termasuk di dalam visa index 211. Definisi: 1.3. 1.2.

13. dapat dibahas secara khusus.12. Perubahan IMTA diperlukan apabila terjadi perubahan nama jabatan dan atau lokasi kerja TKA. IMTA digunakan sebagai formalitas penggunaan TKA sesuai dengan peraturan dan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku. 4. untuk diajukan kepada BPMIGAS. 4. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS. 30 migas_17x25 cm_2009. di atas. Rekomendasi IMTA yang telah diterbitkan dapat ditinjau kembali apabila ada indikasi TKA bermasalah atau terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. KKKS berwenang melakukan proses evaluasi terhadap kompetensi TKA sesuai dengan persyaratan jabatan dan kebutuhan operasi KKKS. TKA harus memenuhi persyaratan kompetensi seperti tercantum dalam dokumen RPTK yang disetujui untuk dapat dipekerjakan oleh KKKS. kecuali dengan pertimbangan khusus. Pengecualian terhadap butir 4. dapat dibahas secara khusus.10.2.10. 4.8. 4. TKA tersebut direkrut setelah yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawab di perusahaan (KKKS) sebelumnya dan minimal 6 bulan sudah tidak bekerja di perusahaan (KKKS) lain. 4.5. Penggunaan TKA untuk beberapa kontrak kerja sama yang dikelola oleh operator yang sama. 4. 4. 4.1.7.IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. 4. bagi TKA yang telah bertugas di KKKS yang sama (termasuk yang mengalami perubahan kepemilikan) di Indonesia selama 6 tahun. 4. Jika KKKS mempekerjakan TKA melebihi jangka waktu yang telah disetujui atau tanpa persetujuan BPMIGAS. supaya diadakan penggantian dengan mengutamakan penggunaan TKI. Waktu pengajuan untuk rekomendasi IMTA selambat-lambatnya 2 bulan sebelum IMTA dibutuhkan.indd Sec1:30 3/19/2009 3:51:01 PM . 4.6. KKKS tidak dibenarkan mengajukan permohonan IMTA bagi TKA yang masih ada hubungan kerja dengan KKKS/perusahaan lain di Indonesia. Pengecualian terhadap butir 4. KKKS berkoordinasi dengan Dinas PTK&HI BPMIGAS untuk mengevaluasi kinerja TKA tersebut selama bekerja di perusahaan (KKKS) sebelumnya. PENGATURAN/BATASAN 4.2. 4. Dalam rangka penyegaran organisasi dan penyerapan teknologi baru. 4. IV.12. untuk diajukan kepada BPMIGAS.2. 4. Batas usia TKA minimal 30 tahun (kecuali untuk TKA yang melaksanakan program terkait dengan pengembangan TKI) dan maksimal 60 tahun.14.2.15. maka beban biaya atas kelebihan waktu kerja TKA tersebut tidak menjadi beban biaya operasi KKKS.9.4. Apabila KKKS akan merekrut TKA dari KKKS lain harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 4. di atas. : 20 Oktober 2008 3. Masa penggunaan TKA di KKKS berdasarkan keputusan dari BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan TKA tersbut di Indonesia dengan prinsip BPMIGAS hanya menyetujui satu pemegang jabatan untuk satu jabatan TKA.3. Sebelum melaksanakan rekrutmen.2.1. menggunakan satu IMTA.11. dengan menyebutkan kejelasan di dalam ruang lingkup pekerjaan sebagai dasar proses ke instansi terkait. 4.

2.indd Sec1:31 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) . 13/2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RI Tahun 2003 No. Tambahan Lembaran Negara RI No. 5. Undang-Undang No. copy AFE dan keterangan tujuan kunjungan beserta perkiraan lama kunjungan) – Lampiran 4. Peraturan Pemerintah No.2. 7.2. PER. LAMPIRAN 7. 7. Peraturan Pemerintah No.2.6. 4279). 22/2001 tanggal 23 Nopember 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 6.1. V. 31 migas_17x25 cm_2009. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. Jabatan.3. 6. Permenakertrans No. 6. Surat Permohonan Ijin Kerja Baru/Perpanjangan/Perpanjangan dan Pindah Jabatan. Surat Permohonan IMTA Non Reguler yang berisi keterangan singkat atas TKA (Nama. yang berisi keterangan singkat atas TKA dan keterangan urgency untuk mempekerjakan TKA – Lampiran 1.1. Periode kunjungan warga negara asing dalam rangka kunjungan kerja ditentukan oleh rekomendasi BPMIGAS terhitung mulai tanggal kedatangan di Indonesia.7. Surat Permohonan kepada tiga Ditjen dari KKKS dan BPMIGAS – Lampiran 2. 6. 6. 02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. VII. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi rencana kunjungan kerja warga negara asing seperti tercantum pada lampiran.5. 6. Undang-Undang No. KKKS mengajukan surat permohonan rekomendasi IMTA beserta dokumen lainnya seperti tercantum pada lampiran. 7. REFERENSI 6. 42/2002 Tentang Badan Pekasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. Rekomendasi BPMIGAS untuk Tamu Asing – Lampiran 3. : 20 Oktober 2008 4. VI. copy passport.1. IMTA 7.16. PETUNJUK PELAKSANAAN 5. Work Program & Budget (WP&B).4. Kontrak Kerja Sama (PSC).1.3. 39.1.

IMTA (diisi nomor dan masa berlaku IMTA sebelumnya) 32 migas_17x25 cm_2009. ………………… TKA yang diusulkan oleh ………(nama KKKS) ….. Jabatan/koordinat MD Uraian singkat jabatan Rencana Indonesianisasi Persyaratan jabatan • Pendidikan • Pengalaman Kerja : : : : : Jakarta. / …. Keterangan urgency 11. Hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya : : : : : : : : : : : : : : : 5. untuk menduduki jabatan tersebut : 1.IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. bersama ini kami mengajukan permohonan …. : Kepala Divisi Eksternal Perihal : ……. Kewarganegaraan 4. 13 Wing 3 Jl. (diisi sesuai keperluan) …. Kepada Yth. Kompetensi yang dimiliki TKA 9. / Tahun….. 3. untuk : 1. Pasport • Nomor • Masa berlaku • Nomor • Masa berlaku 6. 2... 4.p. ….. : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 No.indd Sec1:32 3/19/2009 3:51:01 PM . Pengalaman kerja 8. 32-34 Jakarta 12950 u. Tempat tanggal lahir 3. Nama 2. (diisi sesuai keperluan) …… Dengan hormat. Gatot Subroto Kav. Jend. Pendidikan formal tertinggi • Universitas/Akademi • Jurusan • Ijazah/tahun 7. Komitmen terhadap transfer teknologi (mentoring) 10. Sehubungan dengan kebutuhan operasional perusahaan. BPMIGAS Gedung Patra Jasa Lt.

(diisi sesuai keperluan) ……………….FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal.…………………………… Kursus yang pernah diikuti (yang relevan dengan syarat jabatan di atas) : ………………………………………………………………………………………………… ………. dimaksud.……. (Nama Pejabat) (Nama Jabatan Pemohon) Catatan : Untuk pimpinan tertinggi KKKS surat pengajuan ditujukan kepada Kepala BPMIGAS. 7.. : 20 Oktober 2008 TKI pendamping dari TKA yang bersangkutan adalah : 1. kami ucapkan terima kasih.. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan. 6.……………………………………………………………. 5.……………………………………………………………. mohon agar Bapak dapat memberikan persetujuan atas ……………. 33 migas_17x25 cm_2009. Nama : Tempat tanggal lahir : Pendidikan Formal Tertinggi • Universitas/Akademi : • Jurusan : • Ijazah/tahun : Mulai dinas di perusahaan : Jabatan saat ini/koordinat MD : Pengalaman kerja : ………………………………………………………………………………………………… ………. 2..…………………………… 4.indd Sec1:33 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) .. Hormat kami ………(Nama KKKS) ……………. 3. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.

Direktur Penggendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing 3. Yang Terhormat.. 13...... 21.. Direktorat Jenderal IMIGRASI u.IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. A. Pindah Jabatan Perusahaan tersebut di atas adalah Kontraktor Kontrak Kerja Sama. bulan…. Direktorat Jenderal MIGAS u. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk kelangsungan operasi KKKS . Direktorat Jenderal BINAPENTA u... Direktur Pembinaan Program Migas 2.p. 1. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal (Nama Pejabat) 34 migas_17x25 cm_2009. 14. 16. Selanjutnya.p. 2.n. tahun.0245-48 /BPD4000/2009/S8 Fax : 5290.com : Seperti tersebut : Permohonan Ijin Kerja Baru / Perpanjangan.. : 20 Oktober 2008 Lampiran 2 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI ( BPMIGAS ) KANTOR PUSAT Gedung Patra Jasa Lt.indd Sec1:34 3/19/2009 3:51:01 PM . BPMIGAS dapat menyetujui penggunaan TKA dimaksud..bpmigas. Jakarta 12950 INDONESIA PO BOX 4575 JKP 10045 Nomor Lampiran Perihal : Telp : 5290.p.. Direktur Dokumen Perjalanan Visa dan Faskim Jakarta Bersama ini kami sampaikan surat No…tanggal .... 22 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav.. kami mengharapkan agar surat permohonan tersebut di atas dapat diproses untuk mendapatkan ijin yang diperlukan Atas kerjasama serta bantuan Saudara.1261 Jakarta... 32 – 34.. berikut lampiran-lampirannya perihal permohonan : (ijin kerja baru/perpanjangan/perpanjangan dan pindah jabatan dan ITAS) : Nama Jabatan/Slot No. Tempat / Tanggal Lahir Kebangsaan Nomor Paspor Perusahaan Pengikut : : : : : : : (Nama TKA) (Jabatan TKA) (Koordinat MD-1) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Kebangsaan TKA) (Nomor Paspor TKA) (KKKS) (Jumlah istri dan anak TKA yang ikut ke Indonesia) http://www.. kami ucapkan terima kasih. 1.

Surat Kepada Yth.... Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal Hormat kami...n. Maksud Kunjungan : : : : : : (Nama TKA) (diisi sesuai yang tertera dalam passport) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Nomor Paspor TKA) (diisi sesuai ketentuan) (diisi dan dijelaskan secara singkat) Sebagai bahan pertimbangan. Nama 2. Kebangsaan 3. Nomor Passport 5.p. Kepala Divisi Eksternal Tempat. : 20 Oktober 2008 Lampiran 3 No. dengan ini kami mohon persetujuan Bapak untuk rencana Kunjungan Kerja bagi Tamu Asing sebagai tersebut dalam lampiran berikut : 1. Mengetahui / Menyetujui A.. tanggal . Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi u. Tempat/Tanggal Lahir 4.. Lamanya Kunjungan 6.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. kami ucapkan terima kasih.indd Sec1:35 3/19/2009 3:51:01 PM IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) . terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan. Tanggal Surat Perihal: Permohonan Persetujuan Kunjungan Kerja Bagi Tamu Asing Dengan Hormat. 35 migas_17x25 cm_2009. Berdasarkan pengajuan WP&B/POD/AFE nomor . Atas perhatian dan kerjasama Bapak.

Biaya ditanggung oleh 8. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. terlampir kami sampaikan copy dokumen yang diperlukan. Tanggal Surat Perihal: Permohonan IMTA Non Reguler Dengan Hormat.R. Nomor Passport 5. Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Jl. Jabatan 6. Tempat/Tanggal Lahir 4.indd Sec1:36 3/19/2009 3:51:02 PM . Surat Direktorat Jenderal MIGAS u. Kebangsaan 3. Rasuna Said – Jakarta Selatan Direktorat Jenderal BINAPENTA u. Direktur Pembinaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi Jl. Maksud Kunjungan : : : : : : : : (Nama TKA) (diisi sesuai yang tertera dalam passport) (Tempat & Tanggal Lahir TKA) (Nomor Paspor TKA) (Jabatan TKA) (diisi sesuai ketentuan) (diisi sesuai pembebanan biaya) (diisi dan dijelaskan secara singkat) Sebagai bahan pertimbangan. Mengetahui / Menyetujui A.p.IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) Revisi Ke I Tanggal. Gatot Subroto – Jakarta Selatan Tempat.02/MEN/III/2008 tanggal 28 Maret 2008. Nama 2.n.p. 36 migas_17x25 cm_2009. H. : 20 Oktober 2008 Lampiran 4 No. kami ucapkan terima kasih. Lamanya Kunjungan 7. Atas perhatian dan kerja sama Saudara. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kepala Divisi Eksternal Hormat kami.: PER. dengan ini kami mohon persetujuan Saudara untuk memberikan Ijin Kerja Sementara bagi: 1.

Perpanjangan masa kerja atau mempekerjakan kembali TKI. untuk dianalisa apakah transfer kompetensi berjalan dengan baik. Untuk dianalisa apakah program–program dilaksanakan secara efektif berdasarkan perencanaan yang sistematis dan berdasarkan Training Need Analysis. Pelaksanaan Rekrutmen.2.10. 37 migas_17x25 cm_2009. TUJUAN 2. 1. Penugasan TKI (Internasionalisasi). antara lain Rencana Kerja & Anggaran. Evaluasi kinerja pelaksanaan pengolaan pekerja KKKS. 1. Untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam pengembangan kompetensi TKI.2. Career Development Monitoring (CDM) adalah : 1.1. yaitu pengiriman dan penempatan TKI ke luar negeri yang memiliki kompetensi standar internasional yang telah terseleksi serta terpilih untuk ditempatkan pada suatu jabatan di perusahaan tersebut atau perusahaan Induk/anak perusahaan di Luar Negeri dengan remunerasi “global standard” dan biaya Program Penugasan TKI adalah menjadi beban perusahaan pengguna TKI di Luar Negeri.2.1. Monitoring berkala antara BPMIGAS dengan KKKS dalam rangka pembahasan mengenai strategi pengelolaan pekerja KKKS.2. : 11 Mei 2005 I. Pendidikan dan Pelatihan TKI (lihat Pedoman SDM perihal Pendidikan dan Pelatihan TKI).2.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal. Program Mentoring (lihat Pedoman SDM perihal Mentoring).2. untuk dianalisa tingkat keberhasilan dalam mendorong pengakuan internasional terhadap kompetensi TKI. II. 1. Pelaksanaan Career Development Meeting Internal KKKS. 1. Overseas On-The-Job-Training TKI/Job Assignment.1. UMUM 1. 1.2.9.3.7. 1.5. 1. 1.1. 1. 1. untuk dianalisa keberhasilan pengembangan karir dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja. untuk dianalisa apakah pengembangan kompetensi dan pengembangan karir pekerja dilaksanakan secara obyektif.11.2. untuk dianalisa efisiensi dan efektivitas penggunaan biaya tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja KKKS. untuk dianalisa optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja sesuai kebutuhan operasi.8. Untuk meningkatkan upaya pengelolaan SDM KKKS.1. untuk dianalisa kemampuan dan keberhasilan dalam melaksanakan pengembangan kompetensi pekerja. 1. 1. mampu melakukan pengembangan TKI dan mendayagunakan TKI secara optimal. Pelaksanaan Suksesi.2. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan.2.2. khususnya dari TKA kepada TKI.6. sebagai indikator kegagalan rencana suksesi dan pengembangan kompetensi.4. Performance Management. untuk dianalisa apakah dalam pelaksanaan dilakukan dengan mekanisme terstruktur dan secara obyektif untuk seluruh pekerja baik TKI maupun TKA. pendayagunaan dan pengembangan pekerja KKKS.2. Pertukaran Pekerja Internasional (lihat Pedoman SDM perihal Pengembangan Karier Internasional).2 Pembahasan dalam CDM meliputi: 1. produktifitas tenaga kerja.1.2.indd Sec1:37 3/19/2009 3:51:02 PM CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) .

2.Overseas On The Job Training/On The Job Training dalam negeri. Realisasi dan rencana perpanjangan masa kerja/mempekerjakan kembali pekerja yang telah purnakarya. . 4.8.2.2. . PENGATURAN/BATASAN 4. 5.2. data ketenagakerjaan di BPMIGAS. BPMIGAS memonitor. Rencana Kerja & Anggaran Bidang Ketenagakerjaan. IV.1. Realisasi tahun berjalan dan rencana tahun yang akan datang dari : . Hasil pembahasan (notulen rapat) ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari BPMIGAS dan KKKS. CDM ini membahas perkembangan/kemajuan serta upaya-upaya KKKS selama periode 1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya dan rencana pengelolaan SDM tahun yang akan datang.3. menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan CDM.9. Realisasi dan Rencana Penerimaan Pekerja.Pertukaran Pekerja Internasional (Swapping/Technical Development Exchange).2. 5.6. III.4.2. Performance Management yang diterapkan. 38 migas_17x25 cm_2009.2. . Strategi Pembinaan dan Pengembangan TKI secara umum. KEWENANGAN 3.Mentoring. 1.1.Penugasan TKI/lnternasionalisasi. data-data pelaporan KKKS.indd Sec1:38 3/19/2009 3:51:02 PM . KKKS melaksanakan pengelolaan SDM sesuai dengan rencana kerja KKKS dan melaporkan kepada BPMIGAS.Pendidikan dan Pelatihan TKI.1. 1. 5.5. CDM dilaksanakan melalui pertemuan berkala.CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal. Berdasarkan hasil pembahasan ini. Mekanisme pencalonan pekerja dalam Pengembangan Karir. V. 3. RPTK. 5. Realisasi Suksesi TKA oleh TKI pada tahun sebelumnya dan rencana tahun yang akan datang. BPMIGAS melaksanakan pengawasan dan pengendalian bidang ketenagakerjaan secara obyektif dan konsisten serta mampu mendorong KKKS untuk melaksanakan pengembangan TKI secara profesional agar dapat meningkatkan kompetensi TKI dan kemampuan nasional secara bersama.2.1. : 11 Mei 2005 2.1. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.2.3. disusun performance contract KKKS dalam pengelolaan SDM. 5. KKKS agar melaporkan secara tertulis yang akan dibahas di dalam rapat CDM sebagai berikut : 5. Penundaan dan percepatan Suksesi TKA oleh TKI.7. secara terencana dan terpadu dengan jadwal setiap akhir tahun dan pembahasan lanjutan jika diperlukan.1.2. 5. realisasi penggunaan TKA dan hasil monitoring BPMIGAS selama periode 1 (satu) tahun dari CDM sebelumnya. 5. .2.1. kegiatan operasional dengan BPMIGAS. CDM mengacu pada data WP&B. 1.

5. : 11 Mei 2005 V. Undang-Undang No. REFERENSI 6.indd Sec1:39 3/19/2009 3:51:02 PM CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) . 6.3. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6.4.2. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.1. VII. Notulen rapat CDM (Lampiran 1). Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 39 migas_17x25 cm_2009. 6. LAMPIRAN 7.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal. Work Program & Budget (WP&B). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. 6. 6.6. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

HASIL PEMBAHASAN BPMIGAS Pemimpin Rapat KKKS : 40 migas_17x25 cm_2009.-Wing .......CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : CAREER DEVELOPMENT MONITORING (CDM) Mulai Berlaku Tanggal./ 00.00 : .. : 11 Mei 2005 Lampiran 1 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI CAREER DEVELOPMENT MONITORING KKKS Tempat / Waktu Tanggal : : BPMIGAS-Lt...indd Sec1:40 3/19/2009 3:51:02 PM ....-....

5.3. 4. Mentor adalah setiap TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul untuk melaksanakan Teaching.indd Sec1:41 3/19/2009 3:51:02 PM MENTORING .2. Coaching dan Counseling untuk mendapatkan alih teknologi/kompetensi dari mentor.1. II.4. V. 4. 1.3. Mentee adalah TKI yang mendapat Teaching.5. IV. 5. Mentee yang dipilih adalah TKI yang memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan kompetensi TKA yang menjadi mentornya.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MENTORING Mulai Berlaku Tanggal. Mentor dan Mentee menetapkan sasaran kompetensi yang akan ditransfer dituangkan dalam formulir “Kontrak Mentoring” yang telah dibuat masing-masing KKKS. Setiap TKI yang ditetapkan sebagai Mentee harus dimonitor dan memiliki perencanaan karir yang jelas.2. : 11 Mei 2005 I. 1. KKKS menyusun “Program Mentoring” yang terstruktur sesuai dengan sistem dan metode masing-masing.1. 1. 4. Coaching dan Counseling terhadap satu orang TKI atau lebih yang dituangkan dalam suatu program yang resmi dan terstruktur.2. 2. KKKS mempersiapkan “Program Mentoring” yang terstruktur terhadap setiap TKA yang dipekerjakan di KKKS. Setiap TKA bertanggung jawab sebagai mentor terhadap TKI. 41 migas_17x25 cm_2009.1.2.1.5. Program Mentoring menjadi tanggung jawab setiap manajer ke atas di KKKS sehingga dapat dilaksanakan secara nyata. BPMIGAS melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Mentoring. KKKS memilih dan menetapkan pasangan TKA dan TKI yang akan menjadi Mentor dan Mentee sesuai dengan RPTK. 1. UMUM 1. 3. KEWENANGAN 3.4. 4.4. Alih teknologi kompetensi dari TKA dan TKI yang memiliki kompetensi unggul ke TKI yang memiliki potensi untuk dikembangkan. III.1. Mentor tidak terbatas dilakukan oleh TKA tetapi perlu dilakukan untuk setiap TKI yang menempati posisi manajer ke atas/memiliki kompetensi unggul. Hasil pelaksanaan Program Mentoring yang dilakukan TKA menjadi salah satu masukan dalam memberikan perpanjangan ijin kerja yang bersangkutan. Meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis TKI. 5. Setiap TKA dengan IMTA minimal 1 tahun wajib melaksanakan mentoring terhadapTKI.3. KKKS wajib melaksanakan Program Mentoring. TUJUAN 2. Program Mentoring adalah proses pengembangan TKI melalui Teaching.2. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. dan Counseling dalam rangka alih teknologi/kompetensi kepada Mentee. PENGATURAN/BATASAN 4. Coaching.

6.5. 5.3. Peraturan Pemerintah No. Work Program & Budget (WP&B). 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.8. VI. REFERENSI 6.4. Kepmenakertrans No.7. Mentor dan Mentee bersama-sama mempersiapkan rencana dan melaksanakan pengembangan Mentee. Kepmenakertrans 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing.13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 42/2002 tentang Badan Pekasana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. 6. 5.indd Sec1:42 3/19/2009 3:51:03 PM . 6. Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No. Mentor dan Mentee menyusun hasil evaluasi pelaksanaan Mentoring dan membuat laporan sesuai format yang dibuat masing-masing KKKS. 5. Kontrak Kerja Sama (PSC).6. Undang-Undang No. serta Departemen SDM. : 11 Mei 2005 5. 6. Kontrak Mentoring diketahui oleh atasan langsung dan/atau kepala departemen yang bersangkutan. 6. 42 migas_17x25 cm_2009. Laporan pelaksanaan Mentoring yang telah ditandatangani oleh fungsi SDM KKKS dilampirkan pada saat permohonan perpanjangan IMTA. 6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.9.1. 6. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. Evaluasi Program Mentoring dilakukan pada pertemuan Career Development Meeting Internal KKKS dan Career Development Monitoring dengan BPMIGAS.7.5.8.MENTORING FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : MENTORING Mulai Berlaku Tanggal.2.

sehingga TKI tersebut dapat dipekerjakan di kantor pusat/ afiliasi di luar negeri dengan memberikan kesempatan TKA bekerja pada KKKS di Indonesia. 4.3. Program Job Swapping (pertukaran pekerja internasional) adalah Program Pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka mendorong Kantor Pusat KKKS untuk memberikan pengakuan kemampuan TKI. biaya yang seimbang. Semua biaya yang timbul merupakan beban perusahaan penerima. Job Assignment/Overseas On The Job Training adalah program pengembangan TKI di luar negeri dalam rangka memenuhi competency requirement untuk pengembangan karir TKI yang memiliki standar internasional. 2.1. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi.3.2.1.3.1.1. 2.1. PENGATURAN/BATASAN 4.1. 43 migas_17x25 cm_2009. dan Technical Development Exchange.2.2.2. 1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal. Untuk menunjang program suksesi dari TKA kepada TKI. IV.1. 4.3. II. KKKS menentukan calon TKI untuk program Pertukaran Pekerja Internasional. III.4. : 11 Mei 2005 I. BPMIGAS menyetujui jabatan TKA untuk program Job Swapping. TUJUAN 2. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi. Technical Development Exchange adalah program pengembangan TKI di luar negeri melalui pertukaran TKI dengan TKA dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang teknis bagi junior staff yang merupakan bagian dari program pengembangan kantor pusat. Jabatan di luar negeri dalam rangka Pertukaran Pekerja Internasional adalah setara dengan bobot kerja yang sama. Pelaksanaan program Pertukaran Pekerja Internasional dilakukan dengan jangka waktu yang relatif sama dan dimulai dengan waktu yang sama. 3. UMUM Pengembangan Karir Internasional terdiri dari: 1. serta dapat dilaksanakan pada fungsi dan jabatan yang berbeda. Untuk meningkatkan kompetensi teknis TKI sesuai dengan standar internasional. KEWENANGAN 3. Internasionalisasi adalah pengakuan kemampuan TKI untuk bekerja di kantor pusat/ afiliasi di luar negeri sesuai kompetensi yang dimiliki sebagai “Global Employee”. Technical Development Exchange. Job Swapping (Pertukaran Pekerja Internasional). 3.indd Sec1:43 3/19/2009 3:51:03 PM PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL . BPMIGAS menyetujui TKI yang akan direncanakan untuk mengikuti program Job Swapping.1. 4. 1. Technical Development Exchange. 1. Memberikan kesempatan bagi TKI untuk mendapatkan pengalaman kerja Internasional dan mempercepat pengembangan profesionalisme TKI dengan harapan menimbulkan unsur kepercayaan dari Kantor Pusat KKKS dalam penempatan TKI pada jabatanjabatan strategis.

seleksi dan evaluasi posisi TKA dan calon TKI untuk program pertukaran pekerja internasional dan Technical Development Exchange. Technical Development Exchange. 5. 4. Technical Development Exchange. 4. Internasionalisasi 4. TKI yang telah menyelesaikan program Technical Development Exchange.2. 5.1. 4.indd Sec1:44 3/19/2009 3:51:03 PM . Bagan perencanaan penggunaan TKA program Technical Development Exchange dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler.5. Internasionalisasi dan melaporkan kepada BPMIGAS untuk dibahas dalam Career Development Monitoring. 4.2.4. 4. V.3.3.2. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS.4. Technical Development Exchange 4.3. TKI yang telah menyelesaikan program Job Assignment/Overseas On The Job Training. TKI yang menjalani Internasionalisasi mendapat pengakuan sebagai “Global Employee” yang diarahkan dapat menduduki posisi strategis di KKKS.4. 4.4.1.1. harus mendapat pengembangan karir yang sesuai. 5. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. Semua biaya yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS. TKA yang dikirimkan ke Indonesia (diluar biaya operasi KKKS) memiliki kemampuan teknis untuk diterapkan dan melakukan shared knowledge kepada TKI. 4.3.4.2.PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal.3.2. atau Technical Development Exchange dengan melampirkan Bagan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK). Calon yang lulus seleksi adalah TKI yang mempunyai potensi untuk dapat mengembangkan karir dan atau menggantikan TKA di masa mendatang. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Swapping. Jangka waktu program maksimum 2 tahun.5. data TKI.2.1. Bagan perencanaan penggunaan TKA program pertukaran pekerja internasional dibuat secara terpisah dengan program penggunaan TKA reguler. 4.1.1. BPMIGAS mengevaluasi dan memberikan persetujuan pelaksanaan Pertukaran Pekerja Internasional. : 11 Mei 2005 4. Job Assignment/Overseas On The Job Training.6. Job Assignment/Overseas On the Job Training. KKKS melakukan perencanaan. 4.1.2. Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi. Jangka waktu program maksimum 2 Tahun.2.3. 4.2. 5.2. 4. 4.4. 4. TKI yang telah menyelesaikan program Pertukaran Pekerja Internasional. seleksi dan evaluasi TKI untuk program Job Assignment/Overseas On The Job Training dan Internasionalisasi setiap tahun.6.5. harus mendapat pengembangan karir yang sesuai. Individual Development Plan (IDP) TKI. KKKS mengirimkan permohonan pelaksanaan Job Assignment/Overseas On The Job Training atau Internasionalisasi dengan melampirkan data TKI dan Individual Development Plan (IDP) TKI. Jangka waktu program maksimal 2 Tahun. 44 migas_17x25 cm_2009. apabila kembali ke Indonesia minimal menduduki jabatan yang setara atau dipindahkan pada jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya.3. serta perencanaan. 5. Semua biaya yang timbul dibebankan pada perusahaan penerima. KKKS melakukan evaluasi terhadap program Job Swapping.

Kontrak Kerja Sama (PSC). Undang-Undang No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Undang-Undang No. 6.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL Mulai Berlaku Tanggal.indd Sec1:45 3/19/2009 3:51:03 PM PENGEMBANGAN KARIR INTERNASIONAL . 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No.7. Individual Development Plan (IDP) – (lihat masing-masing KKKS). 6. 45 migas_17x25 cm_2009.2. Work Program & Budget (WP&B). 6. Kep-20/Men/lll/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. : 11 Mei 2005 VI.6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. REFERENSI 6. LAMPIRAN 7. Kepmenakertrans No. 6.5.1. 6. VII. 6. 228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing.4.1.3. Kepmenakertrans No.8. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No. 6.

4. UMUM 1. PENGATURAN/BATASAN 4. 4. dapat diperpanjang langsung oleh KKKS setiap tahun maksimal sampai dengan usia 60 tahun. Untuk memenuhi berpengalaman. Memberikan batasan bagi KKKS agar dapat melaksanakan agenda suksesi kepemimpinan dengan baik.2. KEWENANGAN 3. II. 4. Pekerja tersebut tengah berperan dalam menangani suatu proyek penting atau program-program penting yang mempunyai akses langsung terhadap kepentingan operasi KKKS baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang.3.2. Semua rencana perpanjangan hubungan kerja/mempekerjakan kembali pekerja dalam pedoman ini. 4. Hubungan kerja di atas usia 56 tahun merupakan kebijakan khusus yang diberikan atas dasar kebutuhan operasional. 1. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran operasi perusahaan. dan/atau adanya proyek-proyek vital yang sedang berlangsung.2. : 20 Oktober 2008 I. 4. kebutuhan KKKS terhadap tenaga kerja profesional dan 2.2. 46 migas_17x25 cm_2009.PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA Revisi Ke I Tanggal. Selain dari poin 4. 3.1. IV.2. Pada dasarnya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan/KKKS dilakukan sampai dengan batas usia purnakarya pekerja (maksimum 56 tahun). Para calon pengganti yang dipersiapkan tidak dimungkinkan karena : Belum memenuhi persyaratan jabatan berdasarkan assessment yang obyektif.3.2.5. BPMIGAS melakukan evaluasi atas perpanjangan hubungan kerja di KKKS dan memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. 4. KKKS dapat melaksanakan perpanjangan hubungan kerja sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purnakarya (56 tahun) dapat dipekerjakan kembali melalui perjanjian kerja waktu tertentu dengan ketentuan sifat pekerjaan yang dilakukan memenuhi peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan tidak dapat menempati posisi struktural/manajerial. TUJUAN 2. III.1.indd Sec1:46 3/19/2009 3:51:03 PM . kesulitan mencari pengganti karena kelangkaan SDM di market/pasar untuk jabatan-jabatan tertentu. Pindah ke perusahaan lain.4. BPMIGAS dapat melakukan peninjauan atas rencana perpanjangan hubungan kerja dan mempekerjakan kembali pekerja yang dilakukan KKKS.1 diatas KKKS dapat memperpanjang Tenaga Kerja Indonesia setiap tahun sampai dengan usia 58 tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 4. Sebab-sebab lain seperti sakit dan meninggal dunia. Tenaga Kerja Indonesia yang menduduki jabatan tertinggi.1.2. dilaksanakan dengan ketentuan tidak menghambat kesempatan karier pekerja lainnya dan rencana suksesi yang telah ditetapkan.1. Mengundurkan diri.2.1.

5. 6. Work Program & Budget (WP&B). Tidak menduduki posisi struktural/manajerial. REFERENSI 6. Justifikasi perpanjangan. 5. : 20 Oktober 2008 V.1. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang No.3. 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No. Kualifikasi yang dimiliki pekerja tersebut sangat dibutuhkan bagi kelancaran operasi perusahaan dan sangat sulit diperoleh di market/pasar tenaga kerja. Perpanjangan hubungan kerja pekerja KKKS dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan Peraturan/Perjanjian Kerja Bersama. Diselesaikan dahulu hubungan kerjanya antara KKKS dengan pekerja dan dilakukan pembayaran hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku serta Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. dengan menyebutkan: 5.2. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6.4.1.2. Tanggal dan jangka waktu perpanjangan. Nama jabatan dan uraian pekerjaan. Tenaga Kerja Indonesia yang telah memasuki usia purna karya (56 tahun) dapat dipekerjakan kembali oleh KKKS melalui perjanjian kerja waktu tertentu. 5. 6. 5. 5.3.1.1. 5.3.1.1. 6.3. sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dengan syarat : 5.3.4.2.1. Calon pengganti yang dipersiapkan berikut data-data kualifikasi dan pengalaman kerja. 47 migas_17x25 cm_2009. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA Revisi Ke I Tanggal. VI.3.indd Sec1:47 3/19/2009 3:51:04 PM PERPANJANGAN HUBUNGAN KERJA DI ATAS USIA PURNAKARYA . 6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.6.2. Perpanjangan hubungan kerja bagi TKI yang menduduki pimpinan tertinggi sampai dengan maksimal usia 60 tahun dan TKI lainnya sampai dengan usia maksimal 58 tahun dilaporkan ke BPMIGAS setiap tahun perpanjangan.5. Peraturan Pemerintah No. 1 (satu) bulan sebelum terhitung mulai tanggal perpanjangan dilaksanakan.1.3.

2.2.1. Vice President. Untuk pendayagunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara optimal. Penerimaan/rekrutmen pekerja di KKKS dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. KKKS melakukan proses rekrutmen dan mutasi pekerja. sedangkan untuk jabatan Senior Manager.1.2. Rekrutmen TKI Dari Luar Perusahaan.2. Rekrutmen pekerja.2. yang telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK sebesar ketentuan normatif atau paket/insentif khusus. 4. General Manager.1.1. baik dari dalam maupun dari luar KKKS atau mutasi pekerja untuk jabatan Senior Manager. dapat diterima di KKKS/operator lainnya dan KKKS/ operator yang sama dengan ketentuan sebagai berikut: 4.REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal. Senior Vice President. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK dengan ketentuan normatif. Mantan pekerja KKKS yang telah memutuskan hubungan kerja dengan alasan mengundurkan diri sukarela.1. President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi. dapat diterima setelah 1 tahun keluar dari KKKS/operator yang sama. Apabila telah mendapatkan pembayaran hak pekerja karena PHK dengan ketentuan diatas hak normatif dapat diterima setelah 2 tahun keluar dari KKKS/operator yang sama.1. UMUM 1. TUJUAN 2.3. 4.2.3. 4. Untuk menjaga kelangsungan operasi perusahaan. Untuk memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial. II. Diutamakan diisi oleh calon yang telah direncanakan sesuai rencana suksesi dari dalam perusahaan. General Manager. 1. Senior Vice President atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut termasuk jabatan satu level dibawah pimpinan tertinggi dapat dilakukan sampai dengan batas usia maksimal 58 tahun. purnakarya dipercepat. III. PENGATURAN/BATASAN 4. IV. BPMIGAS melakukan evaluasi atas program rekrutmen KKKS dan memberikan persetujuan sesuai pengaturan/batasan dalam pedoman ini. 48 migas_17x25 cm_2009.2. 3. 2.indd Sec1:48 3/19/2009 3:51:04 PM . : 20 Oktober 2008 I.2. Rekrutmen di atas usia purnakarya (56 tahun) untuk pekerjaan yang dapat dilakukan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dilakukan sesuai dengan Peraturan Perundangan ketenagakerjaan yang berlaku dan peraturan perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama. KEWENANGAN 3. memerlukan persetujuan BPMIGAS. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pekerja yang potensial mendapatkan pengembangan karir dan menduduki jabatan kunci di perusahaan. 2.2.1. Vice President.2. 4.1. pemutusan hubungan kerja (PHK) atas kesepakatan bersama (mutual agreement termination).2. Rekrutmen diatas usia purnakarya (56 tahun) untuk jabatan tertinggi dapat dilakukan dengan ketentuan dipekerjakan sampai dengan batas usia maksimal 60 tahun. 4.

2.2. 4.3.2. Pelaksanaan rekrutmen terhadap pekerja yang saat ini memiliki status hubungan kerja di KKKS agar memperhatikan kaidah-kaidah: 4.1. Masa kerja mantan pekerja di perusahaan/KKKS yang telah mendapatkan hak pekerja karena PHK sesuai masa kerja di perusahaan/KKKS sebelumnya dan direkrut kembali oleh perusahaan/KKKS yang sama atau direkrut oleh perusahaan/KKKS lain maka dihitung 0 (nol) tahun. profesional. menjaga etika bisnis.3.3.4.3.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal.6. 4. 4.5. 4. 4.3. BPMIGAS akan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan karir TKI KKKS dan mendorong adanya pendayagunaan TKI secara optimal. Proses rekrutmen harus dilakukan secara terstruktur. benefit jabatan yang tidak diatur dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama. : 20 Oktober 2008 4. kompensasi past service years selama bekerja di perusahaan asal. mutasi dan persiapan rencana suksesi. wajar dan etis sehingga menghindari pendekatan personal (poaching) dari calon pengguna (line user) di perusahaan calon pemberi kerja secara langsung kepada calon pekerja. lumpsum cash untuk menutup hutang perusahaan asalnya.2.3. 4. mutasi dan suksesi yang dilaksanakan oleh KKKS harus dilakukan dengan cara yang sistematis. KKKS melaksanakan perencanaan karir masing-masing pekerja (Individual Development Plan) untuk pengembangan karir.2.2. Setiap pemberian tawaran insentif yang melebihi dari paket remunerasi standar (seperti signing bonus.2. 49 migas_17x25 cm_2009. calon pemberi kerja harus melakukan komunikasi dengan fungsi SDM/HR di KKKS tempat calon pekerja tersebut aktif bekerja. 4. Paket total remunerasi yang akan ditawarkan agar memperhatikan internal equity perusahaan dalam batas skala upah dan struktur remunerasi yang saat ini berlaku sesuai ketentuan dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.5.1.4. Program-program pengembangan karir. terstruktur dan berdasarkan prinsip profesionalisme. KKKS dapat melakukan rekrutmen TKI untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat proyek melalui perjanjian kerja waktu tertentu atau kontrak jasa tenaga kerja dengan tariff sesuai kondisi market regional dan berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku.indd Sec1:49 3/19/2009 3:51:04 PM REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) . dsb) tidak dapat di bebankan sebagai biaya operasi KKKS. untuk memastikan aktivitas kepindahan pekerja tersebut tidak sampai menggangu kelancaran operasi di perusahaan tempatnya bekerja.5.5. 4.4. Rekrutmen TKI Dari Dalam Perusahaan.2.5. dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku. 4.2. Selama proses rekrutmen. Setiap TKI KKKS mendapat program pengembangan kompetensi dan berdasarkan kompetensi yang dimiliki harus didayagunakan pada posisi yang sesuai dengan prinsip persamaan perlakuan dengan TKA. 4. Dalam rangka pendayagunaan TKI.3.

5. Peraturan Pemerintah No. Setiap KKKS yang akan merekrut kembali mantan pekerjanya untuk dipekerjakan sebagai pekerja waktu tidak tertentu. maka KKKS penerima dapat meminta referensi dari KKKS sebelumnya atau BPMIGAS. : 20 Oktober 2008 V. 6. Menyampaikan perencanaan suksesi untuk posisi terkait.2. 6. Untuk mantan pekerja KKKS yang diterima di KKKS lainnya. 5. 50 migas_17x25 cm_2009. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.4. VI. Peraturan Pemerintah No. Pengajuan permohonan untuk merekrut kembali mantan pekerja harus diajukan dengan melengkapi persyaratan berikut: 5.1. Work Program & Budget (WP&B). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Setiap KKKS yang akan merekrut pekerja Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri.1.REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : REKRUTMEN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) Revisi Ke I Tanggal. Undang-undang No. 6. 6. 5. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang No. Kontrak Kerja Sama (PSC).2.5.2. 5.2.3.3.2. 5. 6.3.2. sesuai dengan pengaturan/batasan pedoman ini.6.1. 5.5. Memastikan bahwa paket remunerasi yang diberikan tidak mengganggu kesetaraan internal (internal equity).4. Menyampaikan justifikasi yang jelas tentang latar belakang rekrutmen dilakukan. harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.indd Sec1:50 3/19/2009 3:51:04 PM . dapat melakukan proses rekrutmen secara normal sesuai dengan RPTK yang sudah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS 5. REFERENSI 6.6. Pengajuan permohonan untuk memberikan insentif dan bantuan relokasi dapat diajukan kepada BPMIGAS untuk mendapatkan persetujuan. Membuat rencana mentoring berkala untuk transfer pengetahuan dan keahlian kepada calon suksesor yang harus dilakukan oleh pekerja yang direkrut tersebut.

III. 2. KEWENANGAN 3. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM).2. 3. 3. dalam rangka pengembangan kemampuan professional dan manajerial pekerja dilingkungan KKKS.5. Program diklat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bersama KKKS dan atau BPMIGAS.4. UMUM 1.3. 3. 3. KKKS dapat melaksanakan pendidikan & pelatihan di luar negeri sesuai dengan WP&B. Dalam rangka menjamin KKKS untuk melaksanakan pendidikan dan latihan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sesuai komitmen yang tertuang dalam Kontrak Kerja Sama.indd Sec1:51 3/19/2009 3:51:04 PM PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN . IATMI. Migas yang diusulkan oleh organisasi profesi (seperti IAGI. Merupakan program diklat yang dirancang secara khusus dan dilaksanakan oleh KKKS dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional.1.5. IV.3. Penyelanggaraan Diklat dilakukan secara efektif berdasarkan analisa kebutuhan.2. PENDIDIKAN FORMAL Adalah program pendidikan yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi baik di dalam negeri maupun diluar negeri sesuai dengan kebutuhan pengembangan pekerja KKKS. 4. Untuk posisi yang ditinggalkan oleh TKI yang diajukan untuk pendidikan & pelatihan luar negeri tidak boleh digantikan oleh TKA.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal. BPMIGAS memiliki kewenangan untuk menganalisa semua rencana pendidikan dan pelatihan KKKS serta memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan. KKKS berwenang menyusun rencana pendidikan dan pelatihan tahunan untuk pekerja KKKS sesuai dengan kebutuhannya dan WP&B. 4. Pendidikan dan Latihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan kewajiban bagi setiap KKKS untuk melaksanakannya. TUJUAN 2.1. DANA PENGEMBANGAN KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (DPKK). 51 migas_17x25 cm_2009.2. : 11 Mei 2005 I. 4.2.4. IN-HOUSE (IN-GRIYA). Merupakan program diklat yang dilaksanakan oleh Ditjen. KKSD dll). PENGATURAN/BATASAN 4.1. KOMITE KERJASAMA DIKLAT ANTAR KKKS BPMIGAS (KKSD). KKKS memiliki kewenangan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan KKKS. TKA tidak diperkenankan mengikuti program Diklat dengan beban KKKS. Merupakan program yang diselenggarakan oleh Pihak III baik di dalam negeri maupun di luar negeri.1. II. dengan menggunakan dana yang berasal dari iuran wajib yang dikenakan pada KKKS yang mempekerjakan TKA. kecuali bersifat kebijakan pemerintah Indonesia dan bila sangat diperlukan dapat melalui persetujuan BPMIGAS. agar dapat memiliki kemampuan dalam mencapai kompetensi dipekerjaan dan didayagunakan secara optimal. 4. 1. Dalam rangka mendukung upaya pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) KKKS.

7.2. 5. KKKS dalam mencalonkan peserta program tersebut dilakukan dengan secara langsung ke Ditjen. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION Adalah sistem pelaporan tahunan pelaksanaan realisasi dan rencana DIKLAT (pengembangan) yang pengeluarannya dibebankan pada biaya operasi KKKS. 5. 4. Adalah program pengembangan kompetisi TKI melalui On The Job Training dan semua biaya TKI yang timbul dapat dibebankan pada biaya operasi KKKS. PUBLIC COURSE (KURSUS UMUM). : 11 Mei 2005 4.1. DPKK.6. AKAMIGAS/STEM.5. Dilaksanakan di PPT Migas setelah memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa baru. KKKS dapat mengirimkan pekerjaanya untuk mengikuti public course yang tidak diselenggarakan oleh KKSD. 5. 5. 4.1. 5. AKAMIGAS/STEM.8. Dilaksanakan Perguruan Tinggi baikdi dalam negeri maupun di luar negeri melalui program konsorsium atau non konsorsium termasuk Formal Academic Education Assistance. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOPMENT EXCHANGE KKKS melakukan seleksi dan evaluasi untuk menentukan TKI yang akan dikirimkan dalam program tersebut.2. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing KKKS. V. IN-HOUSE (IN-GRIYA).8.PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal.2.2. PENDIDIKAN FORMAL. JOB ASSIGNMENT/OVERSEAS ON THE JOB TRAINING/TECHNICAL DEVELOVMENT EXCHANGE.4. Program tersebut dapat ditawarkan kepada KKKS lain yang membutuhkan. untuk meningkatkan kompetensi akademis pekerja KKKS. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. 5. KKSD. Merupakan pendidikan berjenjang dari diploma 1 sampai diploma 3 yang dilaksanakan oleh PPT Migas Cepu. 5.indd Sec1:52 3/19/2009 3:51:04 PM . 5. 5.3. Dapat dilakukan dengan pihak ke tiga dan dapat menunjuk salah satu KKKS sebagai koordinator.1.2. 52 migas_17x25 cm_2009. 5.1. LAPORAN TAHUNAN DIKLAT (PENGEMBANGAN)/ ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION Disampaikan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bagian dari analisa Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Ketenagakerjaan dan disampaikan sebelum tanggal 30 September setiap tahun (Lihat Pedoman Rencana Kerja Anggaran Ketenagakerjaan). 5. Pengiriman peserta diarahkan kepada pembekalan kemampuan profesional.6. Migas dengan tembusan ke Subdinas PTN BPMIGAS.7.1.

53 migas_17x25 cm_2009. REFERENSI 6. Annual Training Report Budget & Evaluation (Lampiran . Undang-Undang No.2. Kontrak Kerja Sama (PSC).7. 6.1. 6. 6. : 11 Mei 2005 VI. 6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Work Program & Budget (WP& B). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. VII. 6. Peraturan Pemerintah No. LAMPIRAN 7. 42/2002 tentang Badan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1). Peraturan Pemerintah No. Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) Migas No. 6.indd Sec1:53 3/19/2009 3:51:05 PM PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN . 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1.5.6. Undang-Undang No.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal.3. 1/1997.4.

STUDENT (Intership Prog & COOP) TOTAL 54 migas_17x25 cm_2009.Domestic . No DESCRIPTION Govern / Univ.Overseas .2) 2 Staff (1) (2) (3) 1 FORMAL EDUCATION . : 11 Mei 2005 > Attachment 1 ANNUAL TRAINING REPORT BUDGET & EVALUATION NNUAL TRAI REPORT BUDGET EVALU Operator Contract Area Proposed Budget Year : : : EMPLOYEE CLASIFICATION PSC Employee Management Non .Staff TRAINING EXPENSES Previous Budget Current Budget Next Year Budget % VAR.Overseas JOB ASSIGNMENT .Domestic .S1 degree (STEM.indd Sec1:54 3/19/2009 3:51:05 PM .Overseas 3 4 PRACTICAL TRAINING FOR UNIV. Public Course) .Overseas . Student BPMIGAS (3 . Academical Program) .PENYELENGGARAAN PENDIDIDKAN DAN PELATIHAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Mulai Berlaku Tanggal.Domestic .Overseas 2 COURSES/SEMINAR/WORKSHOP (Course Work) .S3 degree .In House .Domestic (KKSD.S2 degree .Domestic . DPKK.

q. Sponsorship untuk Pelatihan dan Pendidikan pegawai instansi pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. III.2. atau konferensi. KEWENANGAN 3.1. 1. PENGATURAN/BATASAN 4. Meningkatkan hubungan baik dengan KKKS dan induk perusahaannya. kursus. Dinas PTK & HI BPMIGAS.5.1. Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah atas beban KKKS adalah pemberian bantuan dana Pelatihan dan Pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri yang sifatnya tidak mengikat. KKKS memastikan bahwa program pelatihan dan pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah berjalan dengan baik dan cost effective. seminar. dan dapat 4. 1. TUJUAN 2.2. Yang dimaksud dengan instansi pemerintah adalah instansi pemerintah yang mempunyai hubungan kerja dengan BPMIGAS/KKKS. : 11 Mei 2005 I.2. 1. Permintaan pelatihan dan pendidikan untuk pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah harus melalui dan dikoordinir oleh BPMIGAS c. UMUM 1. Dana Pelatihan dan Pendidikan pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah akan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam WP&B. 1. Membantu pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesionalismenya. 2. IV.4.2. KKKS berkewajiban memastikan bahwa pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah yang mendapatkan sponsorship dari KKKS wajib menandatangani surat perjanjian yang berisikan hak & kewajiban dalam mengikuti program pelatihan tersebut. KKKS mempelajari proposal yang masuk dari BPMIGAS mengkoordinasikannya dengan perusahaan induk masing-masing. Meningkatkan kerja sama antara instansi pemerintah dengan KKKS.1.3.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal. workshop. II. 55 migas_17x25 cm_2009. 2. Pelatihan dan Pendidikan ini dapat berupa pendidikan formal. KKKS memberitahukan persetujuan atau penolakan pelaksanaan pelatihan tersebut ke BPMIGAS. 4.3. Pelatihan dan Pendidikan dimaksud diberikan kepada pekerja BPMIGAS dan pegawai instansi pemerintah yang kegiatannya berhubungan dengan bidang industri minyak dan gas bumi (migas) sesuai dengan jabatan dan tugas pekerja. 3.3. senantiasa akan dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS atau yang memberikan kontribusi kepada industri minyak dan gas di Indonesia.1.indd Sec1:55 3/19/2009 3:51:05 PM PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS . BPMIGAS berkewajiban untuk meminta laporan kegiatan pelatihan dan pendidikan kepada para peserta.3. 3.

sebagai berikut: 5.2. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No.4.2. Undang-undang No.4. Tarif biaya perjalanan dinas berdasarkan ketentuan dalam pedoman penyediaan fasilitas perjalanan dinas yang di tetapkan oleh BPMIGAS. Setelah selesai mengikuti program pegawai instansi pemerintah tersebut wajib memberikan laporan kepada KKKS yang memberikan sponsorship dan tembusan kepada Ka. Dinas PTK & HI berkoordinasi dengan KKKS meneliti dan memproses permintaan pelatihan dan pendidikan pegawai instansi pemerintah dimaksud disesuaikan dengan kebutuhan program pembinaan dan pengembangan pekerja BPMIGAS/KKKS. Surat persetujuan hak & kewajiban mengikuti program pelatihan atas beban KKKS. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pejabat instansi pemerintah yang berwenang mengajukan permohonan pelatihan dan pendidikan untuk pegawai dilingkungannya dengan mengirimkan surat permohonan pelatihan dan pendidikan kepada BPMIGAS dan KKKS yang dimintai sebagai sponsor.indd Sec1:56 3/19/2009 3:51:06 PM . Undang-undang No. 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.6. 5. 6. selambat-lambatnya 2 minggu setelah pelatihan berakhir.1. Dinas PTK & HI kemudian disampaikan kepada KKKS yang dimintai menjadi sponsor.6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. LAMPIRAN 7. kebijakan dapat diberikan melalui evaluasi). Peraturan Pemerintah No.5. 6. Untuk pekerja BPMIGAS.3. 5.1. 5. REFERENSI 6. Perhitungan biaya yang terkait dengan pelatihan dan pendidikan dimaksud. 6. Pelatihan dan Pendidikan di Dalam Negeri : • Kursus/seminar/workshop/konferensi. 56 migas_17x25 cm_2009. : 11 Mei 2005 V. 5. Dinas PTK & HI BPMIGAS. Pengajuan permohonan pelatihan dan pendidikan ke BPMIGAS oleh instansi pemerintah dimaksud harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 6.2. dibuat oleh BPMIGAS c.1. paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan dan pendidikan di dalam negeri dan 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum pelaksanaan pelatihan dan pendidikan di luar negeri bila paspor dan visa telah dipunyai (apabila terdapat kepentingan mendesak.1. (Lampiran 1). permohonan disampaikan oleh atasan kepada Dinas PTK & HI dan tembusan kepada KKKS yang di setujui sebagai sponsor. Pelatihan dan Pendidikan ke Luar Negeri • Kursus singkat (short Course) • Konferensi/seminar/workshop • Pendidikan formal.PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal. VI.7. Work Program & Budget (WP& B).5. • Kursus kolektif yang dikoordinir oleh Komite Kerjasama Diklat (KKSD) antara BPMIGAS KKKS. • Kursus In-House yang dilaksanakan KKKS.4. Kontrak Kerja Sama (PSC).3.q.4. 6. 5. • Pendidikan formal. 5. VII. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.

2..……………………………………………. KKKS Perihal : Laporan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri Dengan ini kami laporkan perjalanan dinas Luar Negeri dari .indd Sec1:57 3/19/2009 3:51:06 PM PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PELATIHAN PENDIDIKAN PEKERJA BPMIGAS DAN PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH ATAS BEBAN KKKS Mulai Berlaku Tanggal. < z Kepala HR.. SKPD Luar Negeri No.……………………………………………. Kembali tanggal : …………. terlampir kami sampaikan : 1.……………………………………………. atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.…………………………………. : …………. Manager. 4..………. N a m a : ………….. No.…………………………………………. Jakarta. 3. Jabatan : …………. Sebagai penyelesaian pertanggung jawaban atas perjalanan dinas Luar Negeri. 5. : 11 Mei 2005 Attachment 1 > Kepada Yth. tiket dll.. 1. Pertanggungjawaban keuangan (akomodasi.. : ……………. Pekerja / Golongan : ……………. Photocopy passport Demikian laporan kami... (____________________) • Tembusan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS. Berangkat tanggal 6.…………………………………………..) 2. 57 migas_17x25 cm_2009. Surat bukti pembayaran fiscal Luar Negeri 3..

Adalah program kemitraan di bidang akademis antara perguruan tinggi dan dunia usaha/industri. Pelaksanaan praktek kerja ke lapangan operasi. III.4.1. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. Mahasiswa/siswa/pihak lain melapor ke KKKS untuk menandatangani perjanjian praktek lapangan dengan menggunakan formulir TEA-2. COOP. Mahasiswa/siswa dan pihak lain menyerahkan hasil pemeriksaan klinik dari Rumah Sakit. Magang dan Cooperative Education (Co-op) merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan Tinggi lainnya dalam rangka membantu para mahasiswa/lulusan Perguruan Tinggi dan siswa untuk persyaratan akademis serta mendapatkan pengalaman bekerja.5.1.1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) & Tugas Akhir.3. 3. Mahasiswa/siswa dan pihak lain mengurus pemeriksaan klinik dan korespondensi surat menyurat dengan bagian SDM KKKS yang menerima. siswa dan pihak lain yang memerlukan guna melaksanakan praktek kerja dan melakukan penelitian dalam rangka memenuhi persyaratan akademis dan pengalaman bekerja. 3. 1.2. Bagian SDM KKKS meneruskan ke lini untuk mendapatkan tempat praktek kerja beserta bimbingannya. Berdasarkan surat sehat dari Bagian Kesehatan KKKS.6. Surat permohonan Perguruan Tinggi dengan menggunakan Form TEA-1 diajukan ke Bagian SDM KKKS. 3. Adalah program bagi mahasiswa/siswa dan pihak lain untuk praktek kerja lapangan dan melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir dengan waktu 1 s/d 2 bulan. 3. PETUNJUK/PELAKSANAAN 3.1.2. 1. Co-operative Academic Education (Co-op). 3.1.1. 3. Klinik/Puskesmas Pemerintah setempat (berikut pembacaan hasil rontgen) ke Diklat KKKS untuk dilegalisir Bagian Kesehatan KKKS. UMUM Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir. Konfirmasi KKKS ke Perguruan Tinggi/Sekolah/Lembaga Pendidikan (jika ada tempat) untuk diberitahukan kepada mahasiswa/siswa dan pihak lain sebagai pelamar. 58 migas_17x25 cm_2009. : 11 Mei 2005 I.1.8. Program Praktek Kerja Lapangan/Tugas Akhir. Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas calon sarjana S1 dengan cara diberikan kesempatan bekerja di perusahaan/industri guna mendapatkan pengalaman bekerja secara nyata. Diklat KKKS memberitahu mahasiswa/siswa/pihak lain lewat Perguruan Tinggi/Sekolah/ Lembaga Pendidikan tentang konfirmasi jadwal praktek kerja. 3.7.1. COOP.indd Sec1:58 3/19/2009 3:51:06 PM . SISWA DAN PIHAK LAIN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. 1.3.1.1. TUJUAN Untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa. Magang Adalah program bagi lulusan Perguruan Tinggi/Akademi untuk bekerja di perusahaan/ industri dengan jangka waktu tertentu (sesuai peraturan perundangan yang berlaku) dalam rangka mendapatkan pengalaman bekerja.PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.1. 3. II.

1. 4. 4. Peraturan Pemerintah No.4. Magang 3.3. Permohonan magang dapat ditujukan secara langsung kepada KKKS yang bersangkutan dengan berpedoman kepada tersedianya tempat magang maupun mentor. Bantuan keuangan untuk magang minimal Rp. Sertifikat dikeluarkan oleh KKKS yang bersangkutan. 3.1. Dirjen.000. Work Program & Budget (WP&B). Undang-undang No. IV. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Undang-undang No.3.000. 3.1. TEA (Technical Education Assistance) 2 (Lampiran 2). Honor Peserta Co-op. Pedoman Penyelenggaraan Program Co-operative Academic Education (Co-op) oleh BAPPENAS.4. Kontrak Kerja Sama (PSC).3.perbulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat.8.2. COOP.3.4.3.2.9. REFERENSI 4. 3. Peraturan Pemerintah No. LAMPIRAN 5. V. 3. TEA (Technical Education Assistance) 1 (Lampiran 1). KKKS melaksanakan seleksi sesuai persyaratan yang berlaku di KKKS masingmasing.indd Sec1:59 3/19/2009 3:51:06 PM PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. : 11 Mei 2005 3. Program Co-op Education 3.6.3.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 4. 3.2. 59 migas_17x25 cm_2009. 3.. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.per bulan untuk setiap peserta sesuai dengan kemampuan KKKS dan kondisi setempat. Dikti Depdiknas. 4.3.1.2. 100. 4.2. 400. 4. Bantuan keuangan Praktek Kerja Lapangan minimal sebesar Rp.2. Jangka waktu pelaksanaan magang maksimum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dilakukan evaluasi dan diberikan sertifikat bagi yang berhasil menyelesaikan programnya dengan baik.1. COOP. 3. SISWA DAN PIHAK LAIN . KKKS membuat surat kesepakatan dengan Perguruan Tinggi. 5. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal.2. 3.5.3.7.2. Konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) oleh Depdikbud-1994. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 4. KKKS menerima calon Co-op yang telah diseleksi oleh Perguruan Tinggi.2. Honor setiap Mahasiswa ditetapkan sendiri oleh KKKS yang bersangkutan.

..................... ..... Jika pernah Kerja Praktek/Thesis Lapangan Instansi Perusahaan : .............. . SISWA DAN PIHAK LAIN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA................................................... 60 migas_17x25 cm_2009.... Tanggal masuk Universitas/ Akademi : ........... ........... ............ ........................ Nama : ........................ 2............................................................................ ........ 5.............. A.......................................................... .............................. ............................ ........ .. ....indd Sec1:60 3/19/2009 3:51:07 PM ... ...................................................... ............. 3................................................................................ .......... Keterangan mengenai Orangtua & Wali a......................................................... Pekerjaan/Instansi : .................................... 7................. ........................................ ----------------------------------------------------------------------------------SEMUA PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA HARUS MELAMPIRKAN ISIAN LENGKAP DARI FORMULIR TEA-1 INI UNIVERSITAS FAKULTAS/JURUSAN ALAMAT/TELEPON : ........... ................................................................................................................................................... 6...PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA.. b................ .... d...................................................................................................................................... SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal....... Alamat/Telepon : . ......................... Keterangan mengenai “tingkat” yang sudah dicapai saat ini (jika “sistem kredit”................................................... ...... Nama : .......................: /TEA-1/KPS/20 .... agar dijelaskan prosentase yang sudah dicapai dari yang semestinya s/d akhir tahun akademi sekarang)......... ....................... : .................. c............. ................................ MAHASISWA 1....... ....................... Lahir di/Tanggal : .......................... COOP. 4.. Waktu : .......... Alamat : ....... .... : ...... Jabatan : ......... ..................... PERMOHONAN PRAKTEK LAPANGAN PADA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NO.................... COOP........................................................... ........................... : 11 Mei 2005 Lampiran 1 Form : TEA-1 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI KKKS .......

. . .) (. . . . . .. .) Dekan Fakultas Tandatangan dan Cap Fakultas (. . . COOP.. . ………………………………………………………………………………………………. .. . Jangka waktu : Kerja Praktek = 1 bulan/Thesis Lapangan = 2 bulan 2. . . ... Ihtisar Permasalahan (singkat... ………………………………………………………………………………………………. . . . . . Perusahaan tidak akan menanggung segala resiko kecelakaan/kematian selama mahasiswa melakukan Praktek Lapangan.indd Sec1:61 3/19/2009 3:51:07 PM PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. Bidang Studi/Judul Skripsi : ……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. . ………………………………………………………………………………………………. . . . . . . . . .. . C.. . ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. Keterangan lainnya yang dianggap perlu ditambahkan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Pernyataan mengenai Tanggungan Resiko. . . .) 61 migas_17x25 cm_2009. . .. . . Dosen Pembimbing Tandatangan dan Cap Fakultas Mahasiswa Pemohon.. (. . . . .. . . . . . . ………………………………………………………………………………………………. . COOP. : 11 Mei 2005 B. 3.. SISWA DAN PIHAK LAIN . jelas.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA. Pernyataan ini mengandung arti bahwa Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Mahasiswa/i ataupun pihak lainnya. Keterangan mengenai Kerja Praktek/Thesis Lapangan yang diinginkan (Diisi oleh Dosen Pembimbing Akademis) 1. . D. .. SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. . . . .. . . spesifik) (yang membuat thesis menyerahkan abstrak/outline) : ………………………………………………………………………………………………. . ..

PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

Lampiran 2 Form : TEA-2 BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI KKKS/PSC : ……………………………………………. PERJANJIAN PRAKTEK LAPANGAN PRACTICAL WORK AGREEMENT
Perjanjian ini dibuat antara : Mahasiswa Perguruan Tinggi : .......................... .............................................................................. selanjutnya disebut “Praktikan” dan ..................... .............................................................................. Kontraktor Kontrak Kerja Sama, selanjutnya disebut “Perusahaan” Perjanjian ini dibuat dengan maksud untuk memberikan program praktek lapangan di industri minyak dan gas bumi kepada mahasiswa. Program ini diatur dengan syarat dan kondisi sebagai berikut : 1. Praktikan setuju untuk mematuhi dan tunduk kepada semua ketentuan dan peratutran yang berlaku selama menjalani program Praktek Lapangan. Program ini berlaku mulai tanggal : ........... ….dan berakhir pada tanggal ……………., kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan. Praktikan setuju untuk melaksanakan tugastugas Praktek Lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian Praktek Lapangan dilakukan oleh Perusahaan. Perusahaan akan berusaha memberikan kesempatan pengalaman kerja yang sesuai dengan minat Praktikan maupun kehendak Perguruan Tinggi akan tetapi pekerjaan sehari-hari lebih diutamakan, dengan demikian tidak selamanya dapat berpegang kepada program yang diinginkan. Perusahaan akan memberikan keuangan sebesar Rp. 100.000,Perusahaan akan memberikan berikut apabila tersedia : bantuan fasilitas This Agreement is made between : A Student of University : ...................................... .............................................................................. Here in after referred to as “Student Trainee” and ....................................................................... Production Sharing Contractor referred to as “Company” hereinafter

The Agreement is made for the purpose of providing a Practical Training program in oil and gas industry for University students. The following terms and conditions shall govern this program : 1. Practical student agree to abide by and comply all existing rules and regulations of the Company while undergoing the practical work. The Program will be effective on ..…............. and expire on …………., except stimulated otherwise by the Company. Practical Student agree to maintain a satisfactory level of performance in accordance with the prevailing regulation. Appraisal of performance shall be done by the Company. Company will make every effort to provide work experience opportunities within Practical Student interest as well as special requirements of the University. How ever, normal operational requirement shall take precedence, therefore it may not always be possible to adhere to the desired program. Company will grand a financial assistance a Rp. 100.000,Company will provide the following if available :

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5. 6.

5. 6.

62

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:62

3/19/2009 3:51:07 PM

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL :
PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

a. Akomodasi dan Makan b. Pelayanan kesehatan dengan cumacuma sejauh yang dapat diberikan oleh fasilitas klinik Perusahaan. Tidak ada tunjangan-tunjangan lain yang akan diberikan selain yang disebut diatas. Praktikan dianggap bujangan (tidak kawin) tanpa memperdulikan tanggung jawab dan tanggungan pribadinya. Praktikan harus mengikuti jam-jam kerja yang berlaku dilapangan atau kantor tempat praktikan ditugaskan. Untuk jam-jam kerja khusus ditentukan oleh pengawas/ pembimbing langsung praktikan. Praktikan harus bersedia melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dan menerima syarat-syarat seperti yang diterapkan kepada karyawan lain di tempat atau dibidang pekerjaan apapun.

a. b.

Accommodation and Meals Free medical services to the extent available at Company’s Medical Clinic.

7.

7.

No benefits other than stated above will be extended. Practical student will be considered single (unmarried) regardless of this private responsibilities of commitments. Practical student agrees to follow the same working hours as applied to the field or in the office unit. Any other schedule will be strictly at the discretion of the practical student’s immediate supervisor. Practical student must be prepared to carry out work and assigned tasks as and accept conditions as applied to other employees in whatever job and/or location.

8.

8.

9.

9.

10. Pada akhir masa praktek lapangan hubungan antara Perusahaan dengan Praktikan putus tanpa adanya kewajiban dari Perusahaan untuk mepekerjakan Praktikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan studinya. 11. Praktikan wajib merahasiakan semua keterangan mengenai Perusahaan dan Praktikan sama sekali tidak akan membicarakan urusan Perusahaan dengan pihak lain selain dengan pengawas/ pembimbing Praktikan di Perusahaan. Perjanjian ini dapat diputuskan dengan segera apabila ketentuan ini dilanggar. 12. Perusahaan tidak menanggung resiko apapun selama Praktikan melakukan praktek lapangan. Dengan demikian Perusahaan tidak akan dituntut dikemudian hari oleh Praktikan ataupun oleh Pihak lainnya. Jakarta, ………………………………………… Praktikan/Practical Student : Nama lengkap : ………………………………... Name in full Jabatan : …………………………………………. Position Tanda Tangan : ……………………………….. Signature

10. At the conclusion of this training period, the agreement will be terminated without any obligation for the Company to employ the Practical Student upon the completion of his/ her study. 11. Practical Student is required to keep confidential all information concerning the Company and he her will never discuss them with anyone except the practical student’s supervisor during the practical training. This agreement can be immediately terminated if this secrecy provision in violated. 12. Company is not at all obliget to bear any risks during the period of practical work. This agreement means that the Company is not liable againts any law suit in the future by practical student or any other party. Jakarta, …………………………………………… Pihak Perusahaan/For the Company : Nama Lengkap : …………………………………. Name in full Jabatan : …………………………………………. Position Tanda Tangan : …………………………………. Signature

63

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:63

3/19/2009 3:51:07 PM

PROGRAM PRAKTEK KERJA MAHASISWA, COOP, SISWA DAN PIHAK LAIN

BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM NEGERI

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005

PERIHAL : BEASISWA DAN BEAWIYATA DALAM NEGERI
Mulai Berlaku Tanggal. : 11 Mei 2005

I.

UMUM Beasiswa dan Beawiyata dalam negeri dilaksanakan melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS atau melalui Community Development (comdev) dan Community Relation.

II.

TUJUAN 2.1. Membantu pembiayaan pendidikan dalam negeri bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan seleksi. 2.2. Meningkatkan citra BPMIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerjasama. 2.3. Membantu program Pemerintah dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

III.

KEWENANGAN Alokasi jumlah beasiswa dalam negeri dan beawiyata KKKS program konsorsium untuk setiap koordinator daerah operasi ditetapkan Dewan Konsorsium.

IV.

PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.1. Pemberian beasiswa dan beawiyata dalam negeri beban biaya operasi non konsorsium ditetapkan oleh KKKS dan Hupmas BPMIGAS. 4.2. Program pemberian beasiswa dan beawiyata yang dilakukan melalui program Community Development dan Community Relation oleh masing-masing KKKS (beban biaya operasi non konsorsium) ditetapkan KKKS dan Hupmas BPMIGAS dengan melaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS. 4.3. Program pemberian beasiswa dalam negeri yang dilakukan melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS, ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.

V.

PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA Pemberian beasiswa dalam negeri dan beawiyata berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.

VI.

REFERENSI 6.1. Undang-undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 6.2. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 6.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.5. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6.6. Work Program & Budget (WP&B).

64

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:64

3/19/2009 3:51:07 PM

1. Work Program & Budget (WP&B). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.2. V.indd Sec1:65 3/19/2009 3:51:08 PM BEASISWA LUAR NEGERI . PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.5. Alokasi jumlah BSLN yang menggunakan dana konsorsium ditetapkan oleh Dewan Konsorsium. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No. PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN BEASISWA Pemberian beasiswa luar negeri dilaksanakan berdasarkan pedoman Konsorsium Pendidikan BPMIGAS . KKKS dapat menentukan calon grantee dengan proses seleksi dan persyaratan yang ditetapkan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS diusulkan kepada cq. 2. Undang-undang No.2. 3. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.4. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6. Program BSLN yang dilaksanakan KKKS masing-masing dengan beban biaya operasi ditetapkan KKKS masing-masing dan diusulkan kepada BPMIGAS. Undang-undang No.3. 6.3.1. 6.6.KKKS. VI. III. Peraturan Pemerintah No. Berpartisipasi dalam pembinaan SDM Nasional dalam Industri Migas dengan menyediakan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir melalui pendidikan yang berkualitas. IV. Program pemberian beasiswa luar negeri yang dilakukan melalui konsorsium pendidikan BPMIGAS-KKKS. 4. Ketua Harian Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Ketua Harian Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS menyetujui grantee. Program pemberian beasiswa luar negeri sesuai kebutuhan masing-masing KKKS dengan beban biaya operasi. 6. 3.2.1. 3.1. TUJUAN 2. KEWENANGAN 3. Menyediakan tenaga-tenaga profesional pada industri Migas TKI yang bertaraf internasional. UMUM Beasiswa luar negeri dilakukan melalui program sesuai kebutuhan KKKS atau kebijakan BPMIGAS dengan beban biaya operasi atau melalui Konsorsium Pendidikan BPMIGASKKKS.2. ditetapkan oleh Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS.4. : 11 Mei 2005 I. REFERENSI 6.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : BEASISWA LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal. II. dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Dewan Konsorsium Pendidikan BPMIGAS-KKKS. 65 migas_17x25 cm_2009. 6.

Prosedur pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) : 4.3.1. 4. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara (satu atau beberapa) Serikat Pekerja (SP) yang tercatat di instansi ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) dengan Manajemen Perusahaan yang memuat syaratsyarat kerja untuk mengatur dan melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak. 4.2. KKKS menyiapkan rancangan PP dengan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan WP&B. KKKS menyusun rancangan PP/PKB sesuai dengan strategi bisnis dan kemampuan finansial perusahaan dengan berdasar pada ketentuan normatif peraturan perundangundangan serta memperhatikan masukan/hasil diskusi dengan wakil-wakil pekerja dalam suatu mekanisme kerja sama bipartit dalam perusahaan. 4.2. Prosedur pembuatan Peraturan Perusahaan (PP) : 4.2.2. 66 migas_17x25 cm_2009. dengan disertai Surat Persetujuan dari BPMIGAS dikirimkan ke instansi ketenagakerjaan pemerintah (Depnakertans) untuk disahkan. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.indd Sec1:66 3/19/2009 3:51:08 PM . KKKS menyiapkan rancangan PKB dengan berpedoman pada peraturan perundangan-undangan dan WP&B.3. Rancangan PP dikirimkan ke Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersamasama.2.3. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut. Rancangan PKB dikirimkan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dibahas bersama-sama dengan manajemen/wakil perusahaan KKKS. perusahaan dan pekerja terlindungi.2. Peraturan Perusahaan (PP) adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Manajemen Perusahaan yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib Perusahaan.2. Bila masih terdapat perubahan. 4. UMUM 1. III. BPMIGAS melakukan evaluasi atas PP/PKB yang disusun oleh KKKS sesuai dengan WP&B perusahaan dan peraturan perundang-undangan. 4. KKKS menyusun kembali rancangan PP tersebut dengan memperhatikan masukan dan pertimbangan dari wakil-wakil pekerja secara bipartit.5.PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal.2.2. IV. PP/PKB yang disusun KKKS tidak boleh bertentangan dan lebih rendah kualitas atau kuantitasnya dari ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. KEWENANGAN 3. TUJUAN Untuk memberikan acuan bagi perusahaan KKKS dalam pembuatan PP/PKB sehingga kepentingan nasional. Rancangan PP yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3 (tiga).4. II.3. 1. Setiap rencana PP/PKB yang disusun KKKS terlebih dahulu harus dibahas bersama dengan BPMIGAS untuk mendapat persetujuan sehingga terjamin terciptanya keseimbangan di lingkungan KKKS dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 4. 1. rancangan PP tersebut dibahas kembali bersama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS.1. : 11 Mei 2005 I.1.2.1.3.1. 4.

KKKS melakukan perundingan pembuatan PKB dengan (satu atau beberapa) SP secara bipartit sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 4.6. 4.3.9. 1 (satu) ke Depnakertrans. 4. 4.4. untuk ditandatangani oleh wakil perusahaan dan wakil SP dengan disaksikan wakil BPMIGAS dan selanjutnya disampaikan kepada Depnakertrans.13.10. Bila masih terdapat perubahan. 67 migas_17x25 cm_2009. Dalam hal terdapat rencana perubahan isi PP/PKB dalam kurun waktu masa berlakunya PP/PKB tersebut. PP mulai berlaku setelah disyahkan oleh Depnakertrans. apabila ada SP di perusahaan yang sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan menghendaki perundingan pembuatan PKB. 1 (satu) ke BPMIGAS dan 1 (satu) disimpan oleh KKKS untuk kemudian diberitahukan/dijelaskan isi PP/PKB tersebut serta diberikan copy naskahnya kepada para pekerja. Bila telah mencapai kesepakatan.11. rancangan PKB tersebut dibahas kembali bersama oleh manajemen/wakil perusahaan KKKS dengan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS.indd Sec1:67 3/19/2009 3:51:08 PM PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) . 4. maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang ada tersebut berlaku bagi perusahaan yang bergabung (merger) sampai dengan berakhir jangka waktunya. sedangkan PKB mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak. 4.5. PP/PKB yang telah berakhir masa berlakunya tetap berlaku sampai disahkannya PP atau ditandatanganinya PKB yang baru. Selama masa berlakunya PP. 4. Bila ada rencana pembubaran SP atau pengalihan kepemilikan perusahaan. 4. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) dan masing-masing perusahaan mempunyai PKB.3. PKB yang sudah disepakati dibuat dokumen aslinya rangkap 3 (tiga). maka rencana tersebut harus dibahas kembali dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk mendapat persetujuan dan kemudian diproses lebih lanjut oleh KKKS sesuai dengan prosedur pembuatan PP/PKB di atas. Berpedoman kepada hasil pembahasan tersebut.4. maka KKKS harus (segera melaporkan ke BPMIGAS) dan melayani permintaan tersebut. : 11 Mei 2005 4.8. Dokumen perubahan atas PP/PKB yang telah disahkan/disepakati tetap harus diberitahukan/dijelaskan serta diberikan copy naskahnya oleh KKKS kepada para pekerjanya.12.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal.3. Bila ada rencana penggabungan perusahaan (merger) antara perusahaan yang mempunyai PKB dengan perusahaan yang belum mempunyai PKB. 4.7. KKKS harus membahasnya bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS dan PKB yang ada tetap berlaku sampai berakhir jangka waktunya. 4. Perpanjangan berlakunya PP/PKB (tanpa perubahan) dapat di ajukan langsung kepada Depnakertrans dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.3.5. maka rencana tersebut juga harus dibahas bersama-sama dengan Dinas PTK & HI BPMIGAS. 4. 3 (tiga) Dokumen asli PP/PKB yang sudah disahkan/disepakati diberikan. 4.

VI. : 11 Mei 2005 V. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. 6.4. 68 migas_17x25 cm_2009. Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah No.PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENYUSUNAN PERATURAN PERUSAHAAN & PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PP & PKB) Mulai Berlaku Tanggal.1. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.6.5. 6. Kepmenakertrans No. Kontrak Kerja Sama (PSC). REFERENSI 6. Peraturan Pemerintah No.indd Sec1:68 3/19/2009 3:51:08 PM . 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6. FORMULIR Surat Persetujuan dari BPMIGAS atas rancangan PP/PKB dan untuk diproses lebih lanjut. Undang-undang No. 6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.3.2. 48/2004 tentang Tatacara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Sama.

1. PENGATURAN/BATASAN 4.3. Untuk mendorong tingkat upah yang kompetitif dan produktifitas pekerja sesuai dengan kinerja finansial perusahaan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B).2. semuanya harus disampaikan ke BPMIGAS untuk dimintakan persetujuan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan. IV. Rencana tersebut setelah disetujui akan menjadi dasar rekomendasi penyusunan WP&B KKKS secara keseluruhan. KKKS menyusun rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan dalam PP/ PKB untuk dibahas dengan BPMIGAS. KKKS menyusun kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan sesuai dengan WP&B dan yang telah disetujui oleh BPMIGAS.4. Pembayaran “Severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di KKKS. Pengupahaan dan Kesejahteraan pekerja KKKS (TKI dan TKA) disusun berdasarkan pedoman remunerasi yang ditetapkan BPMIGAS. 5. 3. BPMIGAS melakukan persetujuan dan pengawasan atas semua kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang disusun dan yang diterapkan oleh KKKS. III. 2. : 11 Mei 2005 I. 5. 4. Rencana kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan yang diatur di luar PP/PKB tetap harus dibahas dengan BPMIGAS. Pemberian insentif kepada pekerja (TKI dan TKA) dalam rangka “Mempertahankan Pekerja” sebagai dampak dari “Transfer Interest KKKS” (akuisisi dan merjer) tidak dibebankan pada biaya operasi KKKS.3. 4. UMUM 1. Untuk menjaga keseimbangan di bidang kebijakan dan sistem pengupahan/ kesejahteraan di lingkungan KKKS dan menjaga agar tidak menimbulkan permasalahan hubungan industrial.1.indd Sec1:69 3/19/2009 3:51:08 PM PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN . PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.1.1. KEWENANGAN 3. kinerja keuangan perusahaan dan mencerminkan tingkat upah yang kompetitif sehingga mampu mendorong produktifitas SDM. 1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN Mulai Berlaku Tanggal. Penetapan kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di KKKS harus memperhatikan peraturan perundang-undangan. 69 migas_17x25 cm_2009.2. II. Bila ada yang diatur di luar PP/PKB. TUJUAN 2. Insentif/bonus yang diberikan kepada pekerja KKKS (TKI dan TKA) dapat di bebankan sebagai biaya operasi apabila diberikan sesuai kinerja operasi KKKS dengan prinsip sama antara TKI dan TKA melalui persetujuan BPMIGAS. Rencana penetapan atau perubahan kebijakan dan sistem pengupahan/kesejahteraan tahunan diajukan ke Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS untuk dievaluasi dan mendapatkan persetujuan BPMIGAS.1. Kebijakan dan sistim pengupahan/kesejahteraan di lingkungan KKKS harus dicantumkan dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB).2.2. V.2. 4.

3. 6. 6. Peraturan Pemerintah No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan.2. 6. Kontrak Kerja Sama (PSC). 6. 70 migas_17x25 cm_2009. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No.6. VI. 6.4.5. Work Program & Budget (WP&B).PENGUPAHAN DAN KESEJATERAAN FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN Mulai Berlaku Tanggal. KKKS wajib menyesuaikan program tersebut dengan terminologi yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menghindari timbulnya interpretasi yang dapat berdampak pada perselisihan ketenagakerjaan. Undang-undang No.indd Sec1:70 3/19/2009 3:51:08 PM .4. Undang-undang No. REFERENSI 6. : 11 Mei 2005 5. Dalam menyusun kebijakan kesejahteraan (employee benefits). 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

1. PENGATURAN/BATASAN 4. Pemutusan Hubungan Kerja bukan karena kasus baik secara individu atau massal hanya dapat dilakukan apabila terjadi penutupan wilayah kerja atau sebagai upaya efisiensi yang harus dilakukan akibat penurunan kegiatan operasi yang sangat signifikan yang dapat menyebabkan penutupan wilayah kerja.2. Dalam hal segala upaya tersebut telah dilakukan.1. Bila diperlukan KKKS dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada BPMIGAS sebelum PHK Kasus dijatuhkan. KKKS dengan segala upaya harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).1. 2. V. BPMIGAS akan memberikan tanggapan dalam batas waktu 14 hari kalender sejak menerima surat usulan PHK Individu yang diajukan oleh KKKS. TUJUAN 2. II. Mutual Agreement Termination (MAT) dilakukan dengan prinsip penawaran baik dari perusahaan atau pekerja dengan pengakhiran hubungan kerja atas kesepakatan bersama secara sukarela. KKKS melakukan proses PHK atau MAT terhadap pekerjanya sejak rencana awal hingga selesai. KKKS melakukan proses PHK/MAT yang bersifat individu sesuai Peraturan Perusahaan/ PP atau Perjanjian Kerja Bersama/PKB.3. : 11 Mei 2005 I. UMUM 1.2.3.1. Individu yang pembayaran hak atas PHK/MAT melebihi ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB. KKKS harus melaporkan setiap pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS.2. PHK Individu Karena Kasus. namun tetap terjadi PHK maka KKKS memproses PHK berdasarkan Peraturan Perusahaan (PP)/ Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan peraturan perundangan. KKKS meneliti dan memproses kasus yang terjadi serta memutuskan sanksi yang akan dikenakan. Untuk meminimalisasi dampak gejolak ketenagakerjaan dan biaya operasi yang timbul. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5.4. IV. BPMIGAS melakukan penolakan atau persetujuan terhadap PHK/MAT yang bersifat: Massal (lebih dari 10 orang). KEWENANGAN 3. 2. Baik yang perlu ataupun yang tidak perlu memperoleh penetapan atas PHK/MAT tersebut dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial atau sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. 5. 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) Mulai Berlaku Tanggal. 1. 4. 71 migas_17x25 cm_2009. 4. Untuk mengakhiri masalah hubungan industrial.1. 3.indd Sec1:71 3/19/2009 3:51:08 PM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) . III.1. Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dan manajemen KKKS.2.1.

Istilah dan Formula 5. 5. VI. 6. KKKS menyiapkan kepada BPMIGAS sebagai berikut: 5. Formula pesangon/paket kompensasi hak pekerja lainnya.2.1. KKKS kemudian memproses PHK menurut ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah No. Dalam melakukan PHK perlu dipertimbangkan antara lain : PP/PKB. Hal-hal lain yang memberatkan/meringankan.2. 6.2.2. Jika pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja (pesangon dll) melebihi ketentuan normatif yang diatur di dalam PP/PKB. 5. MAT Massal yang pembayaran hak atas Pengakhiran Hubungan Kerja melalui ketentuan normatif yang diatur dalam PP/PKB.6.1. REFERENSI 6. Anggaran pelaksanaan MAT massal. Kontrak Kerja Sama (PSC).5.3. 6. 5.indd Sec1:72 3/19/2009 3:51:09 PM . 13/2003 tentang ketenagakerjaan. PHK diluar kasus (individu atau massal). KKKS memproses MAT menurut ketentuan yang diatur dalam PP/PKB dan Peraturan Perundangan yang berlaku. Undang-Undang No.3. Rencana pelaksanaan MAT.5. 6. maka harus dimintakan persetujuan dari BPMIGAS.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) & MUTUAL AGREEMENT TERMINATION (MAT) Mulai Berlaku Tanggal.3. 72 migas_17x25 cm_2009. Perkiraan dampak MAT massal dilihat dari berbagai aspek.1. : 11 Mei 2005 5.1.1. 5. KKKS agar menyesuaikan istilah dan bentuk formula pembayaran hak pekerja sebagai akibat PHK/MAT sesuai peraturan perundang-undangan. KKKS yang masih menggunakan istilah dan bentuk formula yang berbeda dengan peraturan perundang-undangan agar menegaskan dalam PP/PKB bahwa di dalam pembayaran hak pekerja tersebut telah terkandung unsur-unsur yang tercantum di dalam peraturan perundang-undangan. 5.3. 5. Latar belakang kasus/terjadinya pelanggaran oleh pekerja.4. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.3.2.5. 5.3. Tujuan MAT. Diajukan kepada BPMIGAS setelah memiliki dasar yang sangat kuat. Peraturan Pemerintah No.3. 5.7.5. BPMIGAS melakukan evaluasi dan dibahas oleh KKKS yang bersangkutan.4.1. 5. 5.2. KKKS melaporkan pelaksanaan PHK Kasus kepada BPMIGAS. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.3. 5. MAT Individu.5.5.3. Undang-Undang No. Formula pembayaran hak pekerja karena PHK/MAT oleh KKKS memperhatikan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Latar belakang rencana MAT. 5. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. 5.6.3. 5.2.4.3.4. 6. 5.2. Work Program & Budget (WP&B).3. 5.

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK Mulai Berlaku Tanggal.1. Untuk tujuan itulah maka Dewan dibentuk dalam membantu menganalisa dan memberi rekomendasi menyangkut beberapa hal masalah bidang kedokteran dan kesehatan. Susunan personil dewan ditetapkan oleh Kepala Divisi Eksternal berjumlah sedikitnya 6 orang di mana setiap personil mempunyai hak mengajukan pendapat. Tugas Sekretaris. : 11 Mei 2005 I. PETUNJUK/PELAKSANAAN Dewan Medik dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh personil lainnya terdiri dari Wakil ketua. Dalam menjalankan fungsinya. • Mempersiapkan sidang-sidang. 4. • Menjabat sebagai ketua apabila berhalangan hadir. 4.1. Memberikan rekomendasi persetujuan pengiriman pasien ke luar negeri. 4.1. Tugas Wakil Ketua.2.indd Sec1:73 3/19/2009 3:51:09 PM KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK . Tugas Ketua. TUJUAN Memberikan persamaan pemahaman dalam pembentukan dan tata kerja Administratif Dewan Medik sehingga dapat berfungsi secara maksimal.3.1. KEWENANGAN BPMIGAS menetapkan susunan. 4. Memberikan bantuan pendapat pertimbangan penetapan ketidakcakapan seorang pekerja dalam memangku tugas dan jabatan atas permintaan suatu KKKS.2. Memberikan pendapat dan pertimbangan di bidang medis lainnya atas pemintaan Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS. Sekretaris dan anggota. 4. mengemukakan pendapat dan usulan.2.4.1. III. IV. Pertimbangan semacam ini diharapkan dapat lebih seimbang dan berwawasan lebih luas. UMUM Dalam rangka mengambil keputusan untuk suatu kebijakan menyangkut bidang medis dirasakan perlu adanya pertimbangan keahlian yang diberikan oleh suatu tim dari lingkungan KKKS. 4. lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Medik.2.3. • Menghadiri sidang. Fungsi Dewan Medik 4. Tugas Dewan Medik 4. • Merangkap anggota. 73 migas_17x25 cm_2009.1.2. • Menyampaikan rekomendasi kepada Kepala Dinas PTK & HI.2. 4. • Menentukan arah dan memimpin personil dewan dalam melaksanakan fungsinya. Dewan bersidang atas permintaan Kepala Dinas PTK & HI sesuai keperluan ataupun kehendaknya maupun setelah menerima permohonan dari KKKS dan setidak-tidaknya dihadiri oleh 2/3 jumlah personil. II. Dewan Medik menyampaikan pendapat ataupun rekomendasinya menurut pandangan keahlian di bidang kedokteran dan bila perlu dapat meminta pertimbangan dokter ahli lain.1. • Mendokumentasikan dan mengadministrasikan kegiatan dewan.

2. 23/1992 tentang Kesehatan.7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.3. 6. Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No.4. Undang-Undang No. 6. 6.4. • Mengemukakan pendapat dan usulan.1.indd Sec1:74 3/19/2009 3:51:09 PM . 6. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 6.5. 74 migas_17x25 cm_2009. V. : 11 Mei 2005 4. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Per 03/Men/82 tentang Pelayanan Kesehatan Pekerja.2. Work Program & Budget (WP&B). Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : KETENTUAN ADMINISTRATIF DEWAN MEDIK Mulai Berlaku Tanggal. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 6. REFERENSI 6. Tugas Anggota. • Menghadiri sidang.6. 6.8. Kontrak Kerja Sama (PSC).

Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.6. III.9. Peraturan Pemerintah No. Undang Undang No. : 11 Mei 2005 I. Undang Undang No. KKKS menetapkan obat yang diperlukan sendiri dengan mengacu pada daftar standar obat.2. II. Pembelian obat golongan narkotika diproses dan dilakukan sendiri oleh KKKS dengan menggunakan resep dokter langsung ke apotik yang ditunjuk Perusahaan. V. 4. 5.3.7. UMUM Pembelian obat dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi keperluan perawatan dan pengobatan sebagai pelaksanaan salah satu program kesehatan kerja dan layanan kesehatan. Kontrak Kerja Sama (PSC). Peraturan Pemerintah No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. disediakan apoteker oleh BPMIGAS yang dimanfaatkan bersama dengan Kontraktor Kerjasama yang lain. Obat merupakan satu komoditi yang peredaran dan perdagangannya diatur secara khusus oleh Pemerintah.2. BPMIGAS menyampaikan informasi pembebanan biaya kepada setiap KKKS yang memanfaatkan Apoteker. 5. Berkas pemesanan obat yang sudah disetujui dikirim kembali kepada KKKS. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. 75 migas_17x25 cm_2009. Bagi mereka yang belum memiliki tenaga apoteker sendiri. 5.6.4.1. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.4. Undang Undang No. Work Program & Budget (WP&B).3. BPMIGAS menetapkan standar obat. TUJUAN Penetapan prosedur pembelian obat yang memenuhi azas kepatuhan terhadap peraturan dan harga yang bersaing sehingga diperoleh efisiensi biaya. 5. 4. 5.2. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. BPMIGAS selanjutnya mengirimkan berkas tersebut untuk dilakukan pengesahan oleh apoteker.7. 5. 4. 23/1992 tentang Kesehatan. KEWENANGAN 3. 5. 5.1. REFERENSI 5. 3. IV.5. merencanakan dan melaksanakan pembelian obat. Permenaker No. menunjuk dan berkoordinasi dengan apoteker serta membagi beban jasa apoteker secara proporsional kepada KKKS yang memanfaatkan apoteker.indd Sec1:75 3/19/2009 3:51:09 PM TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI . 4. 4.5. Setiap pemesanan obat harus disahkan oleh Apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan. 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal. Dinas Pendayagunaan Tenaga Kerja Dan Hubungan Industrial untuk diteliti jenis dengan mengacu daftar standar dan harga obat.1.8. Surat Pemesanan Obat dikirim ke BPMIGAS cq.

5. II. Dalam situasi gawat darurat yang perlu penanganan lebih lanjut karena mengancam jiwa pekerja. : 11 Mei 2005 I.indd Sec1:76 3/19/2009 3:51:09 PM . REFERENSI 5.3. 4. Undang Undang No. 4. 4. Riwayat dan status terakhir pasien juga dikirimkan kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS sebagai bahan sidang. 23/1992 tentang Kesehatan.1. III.4.3. Undang Undang No. TUJUAN Menyamakan persepsi dan mengupayakan terjaminnya pelaksanaan layanan kesehatan yang optimal dengan mengutamakan jasa layanan kesehatan yang ada di dalam negeri. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. KKKS mengajukan pekerja atau keluarga yang akan dirujuk sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama masing-masing mengenai layanan kesehatan.2. IV. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 3. Dewan Medik menyiapkan rekomendasi. Undang Undang No. 4. 5.2. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. KEWENANGAN 3.TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal. Peraturan Pemerintah No.1. UMUM Rujukan ke luar negeri merupakan salah satu bentuk layanan pengobatan dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi karyawan dan keluarganya. PETUNJUK/PELAKSANAAN Pada dasarnya dapat disediakan layanan berobat ke luar negeri sesuai dengan ketentuan masing-masing KKKS seperti yang tercantum dalam PP/PKB. 5. 4.1. 76 migas_17x25 cm_2009.2. KKKS harus melaporkan pengiriman tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 2x24 jam. BPMIGAS menyetujui atau menolak usulan rujukan tersebut setelah mempertimbangkan pikiran-pikiran yang disampaikan oleh tim yang ditunjuk untuk itu (Dewan Medik). Persetujuan diberikan oleh Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS dengan membubuhkan tanda tangan pada formulir ARS ataupun melalui surat. V. 5. KKKS dapat merujuk langsung ke luar negeri dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa dan akses kelayanan pengobatan tanpa meminta persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. Disadari bahwa kemajuan teknologi kedokteran telah demikian pesatnya dan hal ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk tujuan pelayanan kesehatan pekerja dan keluarganya.5. KKKS mengajukan permohonan dengan mengirim Assistance Requisition Sheet (ARS) kepada Kepala Dinas PTK & HI BPMIGAS yang selanjutnya meminta Dewan Medik untuk bersidang. 4.6. Secara bertahap para dokter menyusul menguasai teknologi tersebut dan mengembangkannya di Indonesia. Setiap pengiriman pasien ke luar negeri perlu mendapat persetujuan dari BPMIGAS.4.

Permenaker No.6. Kontrak Kerja Sama (PSC). LAMPIRAN 6.7. Work Program & Budget (WP&B). Assistance Requisition Sheet (ARS) Lampiran 1.8. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. : 11 Mei 2005 5.1.indd Sec1:77 3/19/2009 3:51:10 PM TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI . VI. 5. 5. 5.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal.9. Peraturan Pemerintah No. 77 migas_17x25 cm_2009.

78 migas_17x25 cm_2009.. Sdr/i ……(nama karyawan/i dan nama pasien)……… Adapun permohonan ini atas rekomendasi dari .. : ………………. : ………………………….... tanpa ada tanda–tanda penyembuhan penyakitnya.. Requested Signature Name Function Charge To To Be Completed by BPMIGAS Date of Completion or delivery Signature Name Function Charge To : …………………………..... dan telah dirawat beberapa kali di Rumah Sakit yang ada di Indonesia. ARS/HPR/V/2004 Date : Details of Assistance Required : Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mengirim istri dari karyawan kami. : ……………….TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Mulai Berlaku Tanggal....indd Sec1:78 3/19/2009 3:51:10 PM . kami sangat mengharapkan persetujuan dari Bapak. : …………………………... : …………………………. Perlu kami jelaskan bahwa pasien tersebut diatas di diagnosa menderita penyakit …… (diagnosa penyakit)………… sejak tahun …………….... Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Special Remark : : (Nama KKKS) : ………………… : ………………. Sehubungan dengan hal tersebut diatas...(nama rumah sakit yang dituju)….(nama dokter)…… untuk berobat ke rumah sakit . : 11 Mei 2005 Lampiran 1 ASSISTANCE REQUEST SHEET From : To : No.

3. menyusun standar serta perbaikan pelaksanaan program. KEWENANGAN 3. Hasil pemeriksaan kesehatan mencerminkan pelaksanaan program kesehatan kerja secara umum.5. 3. Bentuk dan cara pelaporan ditetapkan terpisah yang dituangkan dalam pedoman teknis mengenai pencatatan dan pelaporan. Pemeriksaan kesehatan calon pekerja • Dilakukan atas permintaan dari Bagian Sumber Daya Manusia. • Hasil pemeriksaan dicatat. 4.1. dirangkum dan dianalisa. rekan sekerja di sekitar dan lingkungan. TUJUAN 2.5. meminta laporan maupun data untuk keperluan evaluasi. Secara berkala menyampaikan Laporan Kegiatan Pemeriksaan kesehatan sesuai dengan formulir yang sudah ditetapkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS. IV.2. : 11 Mei 2005 I. 4. III.2. BPMIGAS melaksanakan pengawasan. Sebagai sarana dalam memperoleh dan mengumpulkan data di bidang kesehatan kerja yang dapat digunakan sebagai evaluasi. KKKS menyusun dan menetapkan Program Pemeriksaan Kesehatan termasuk antara lain jadwal dan jenis pemeriksaan serta sumber daya pemeriksa sesuai dengan anggaran yang tersedia namun tetap memenuhi peraturan dan pedoman yang ditetapkan. II.indd Sec1:79 3/19/2009 3:51:10 PM TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA . penyusunan standar serta penetapan kebijakan.1. 1. Untuk menjamin KKKS melaksanakan program pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari Program Kesehatan Kerja.2.1. 4. Menyusun pedoman dan rencana kerja untuk pelaksanaan setiap jenis Pemeriksaan Kesehatan yang dilaporkan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.3.1.5. • Keputusan memenuhi atau tidak memenuhi syarat kesehatan seorang calon pekerja merupakan rekomendasi bagi Manajemen dalam menentukan diterimanya calon tersebut untuk menjadi pekerja. Untuk memonitor tingkat kesehatan kerja di seluruh KKKS secara umum. Pemeriksaan kesehatan berkala • Dilakukan sekurang-kurangnya sekali setahun untuk semua pekerja.4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA Mulai Berlaku Tanggal. Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu cara melakukan pengawasan derajat kesehatan pekerja berkaitan dengan lingkungan kerjanya. dilakukan untuk memperoleh dan menjaga tenaga kerja agar mempunyai derajat kesehatan yang tinggi. 2. terlindung dari bahaya kerja sehingga tidak membahayakan dirinya. Melakukan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala di perusahaan kontraktor dengan cara bekerja sama dengan fungsi lain yang terkait.2.2. 2. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. UMUM 1. Tata Cara Pemeriksaan Berkala dilakukan sebagai berikut : 4. 79 migas_17x25 cm_2009. fungsi BPMIGAS selaku pengawas dan koordinator dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja adalah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam PP 42/2002. 4. 4.1.

Work Program & Budget (WP&B). 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Berumur di atas 40 tahun. 5. Permenaker No.3.1. 5. Per 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. 5. Peraturan Pemerintah No. 23/1992 tentang Kesehatan. REFERENSI 5.5.indd Sec1:80 3/19/2009 3:51:10 PM .6. Per 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. 5. : 11 Mei 2005 • Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik beserta kesegaran jasmani.5.2. Pemeriksaan Kesehatan Berkala Khusus • Sasaran pemeriksaan kesehatan khusus ialah pekerja yang : Akan dan masih bekerja maupun setelah bekerja di tempat kerja khusus yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya.8. • Bila ditemukan kasus penyakit akibat kerja. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.4. Undang Undang No. 5. tenaga kerja wanita atau tenaga kerja cacat yang bekerja di tempat tertentu yang mengandung potensi merugikan kesehatan dan keselamatannya. 5.TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 11 Mei 2005 PERIHAL : TATA CARA ADMINISTRASI PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA Mulai Berlaku Tanggal. Mengajukan keluhan atau diduga mengidap gangguan kesehatan berkaitan dengan pekerjaannya. Undang Undang No. serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu. V. Permenaker No. Undang Undang No.3. pemeriksaan penunjang. 5.9. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 80 migas_17x25 cm_2009. - • Pemerikasaan Kesehatan ini juga dapat dilakukan sebagai hasil dari pengamatan petugas pengawas keselamatan dan kesehatan kerja atau penilaian dari Pusat Bina Hiperkes dan Keselamatan (Depnakertrans) ataupun pendapat umum masyarakat. 4. Undang-Undang 1/1970 mengenai Keselamatan Kerja. 5. Baru mengalami kecelakaan atau hampir terjadi kecelakaan atau mengalami sakit yang dirawat dalam tempo lebih dari 2 minggu.7. Kontrak Kerja Sama (PSC). wajib menyampaikan laporan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat dengan tembusan kepada Dinas PTK & HI BPMIGAS.

3. Sistem remunerasi yang telah ditetapkan kantor pusat KKKS (corporate/home company). sebagai bagian dari global expatriate policy.4. 1.3.3. cost efficiency. serta keseimbangan dan kewajaran tariff market sesuai hasil market survey KKKS BPMIGAS. KEWENANGAN 3. 1.4. 1.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.1. Kebijakan dan program remunerasi TKI KKKS diatur dalam Peraturan Perusahaan/ Perjanjian Kerja Bersama (PP/PKB) KKKS yang disusun sesuai Pedoman BPMIGAS.3. Persetujuan RKA Ketenagakerjaan dan WP&B KKKS oleh BPMIGAS. 1. keseimbangan internal/eksternal. Kebijakan dan program remunerasi KKKS harus dikelola dengan mengacu pada prinsip cost effectiveness.indd Sec1:81 3/19/2009 3:51:10 PM TOTAL REMUNERASI . Untuk memberikan acuan bagi KKKS dalam pengelolaan kebijakan dan program remunerasi TKI dan TKA.1. 2.2.4. 81 migas_17x25 cm_2009. 1. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS.4. BPMIGAS melakukan evaluasi persetujuan RKA Ketenagakerjaan KKKS tersebut. kinerja dan kemampuan finansial KKKS. Hasil local market survey KKKS BPMIGAS berdasarkan kebijakan lokal masingmasing KKKS. : 20 Oktober 2008 I.2. Kebijakan dan program remunerasi TKA/global employees yang mengacu pada kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS setelah disetujui BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja di KKKS secara proporsional.1. Untuk memberikan acuan penyusunan proposal RKA Ketenagakerjaan KKKS sebagai bagian dari evaluasi persetujuan WP&B KKKS oleh BPMIGAS. TUJUAN 2. KKKS menetapkan kebijakan dan program remunerasi untuk pekerjanya dan menyusun proposal anggarannya dalam format RKA Ketenagakerjaan ke BPMIGAS. bersifat accountable. 2.4. II.2. UMUM 1. auditable dan menganut azas good governance. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA atau pekerja KKKS secara global mengacu pada: 1. Prinsip-prinsip remunerasi global untuk global employees berdasarkan standar internasional dan praktek yang berlaku secara umum. Kebijakan dan program remunerasi di KKKS mengacu pada filosofi dan strategi bisnis dari masing-masing KKKS dengan ketentuan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia termasuk pedoman BPMIGAS dan prinsip-prinsip/ kaidah remunerasi serta best practices yang berlaku umum terutama di lingkungan industri hulu migas. 1.4. Persetujuan BPMIGAS akan menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi Rencana Kerja & Anggaran (RKA) Ketenagakerjaan KKKS dan persetujuan WP&B yang mengacu pada strategi bisnis. Untuk memberikan acuan bagi BPMIGAS/instansi terkait lainnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan dan program remunerasi KKKS.2. III.1.

KKKS juga harus mengacu pada komponen total remunerasi TKI di Lampiran 1 Pedoman ini dengan mempertimbangkan kemampuan finansial dan kinerja KKKS serta persetujuan WP&B dari BPMIGAS. KKKS juga harus memperhatikan komponen dan tariff remunerasi TKA yang diatur dalam Lampiran 2 Pedoman ini sesuai kemampuan finansial dan kinerja KKKS dan persetujuan BPMIGAS.4.3. Untuk program remunerasi KKKS yang diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus ada persetujuan khusus BPMIGAS. hasil local benefit market survey KKKS yang dilakukan secara regular serta prinsip-prinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas.TOTAL REMUNERASI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Kebijakan dan program remunerasi KKKS yang diatur dalam PP/PKB KKKS dapat dimintakan persetujuan BPMIGAS melalui persetujuan PP/PKB KKKS sesuai pedoman BPMIGAS.1. : 20 Oktober 2008 3.2. insentif jangka panjang secara global. KKKS menyusun kebijakan/program remunerasi TKA dengan memperhatikan kebijakan kantor pusat (jika ada). pedoman BPMIGAS.3. 4. KKKS menyampaikan anggaran/pembiayaan program remunerasi TKI dan TKA tersebut di atas kepada BPMIGAS melalui RKA Ketenagakerjaan tahunan (sesuai Pedoman BPMIGAS) untuk mendapatkan persetujuan dan dijadikan sebagai dasar dalam evaluasi personnel related cost dalam WP&B KKKS. 4. 4. khususnya TKI. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKA: 4. KKKS dalam pengajuan usulan baru/perubahan terhadap kebijakan dan program remunerasi.2.1. ke BPMIGAS harus menyampaikan beberapa data analisa remunerasi terkait antara lain seperti: filosofi/strategi remunerasi.2.indd Sec1:82 3/19/2009 3:51:10 PM . penggantian kerugian penjualan rumah/kendaraan TKA dan sebagainya. retensi TKA.3. 4. KKKS menyusun kebijakan dan program total remunerasi sesuai dengan strategi bisnis masing-masing KKKS yang sejalan dengan strategi BPMIGAS dengan mengacu pada: peraturan perundang-undangan. 4. Program remunerasi TKA/pekerja global yang disusun hanya berdasarkan kebijakan global/kantor pusat KKKS atau yang hanya mengacu pada hasil pencapaian kinerja global/kantor pusat tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS. Program remunerasi TKA yang dinyatakan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS contohnya seperti: kepemilikan saham secara global.1. Penyusunan kebijakan dan program remunerasi TKI: 4. IV.2. dan mengacu pada peraturan perundangundangan terkait.1. 4.1. kajian atas kebijakan 82 migas_17x25 cm_2009. hasil survey remuneration market yang dilakukan secara regular serta prinsipprinsip dan kaidah sistem remunerasi yang berlaku umum di Industri Hulu Migas.2.2. Remunerasi TKA/pekerja global yang mengacu pada kebijakan kantor pusat hanya dapat diaplikasikan di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) setelah disetujui BPMIGAS dengan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan pencapaian kinerja di KKKS (di wilayah kerja Indonesia) secara proporsional. BPMIGAS melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan RKA Ketenagakerjaan KKKS sesuai persetujuan BPMIGAS tersebut.

Undang-Undang No. regulasi terkait atau kebijakan BPMIGAS.2.7. serta keseimbangan internal dan eksternal sesuai hasil remuneration market survey KKKS yang dilakukan secara regular.5. 4. melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan program remunerasi KKKS sesuai ketentuan Pedoman RKA Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan strategi bisnis. Undang-Undang Ketenagakerjaan No. total personnel related cost di WP&B/RKA Ketenagakerjaan dan dampak keekonomiannya secara keseluruhan. 5. maka perlu dilakukan evaluasi pembahasan yang khusus untuk mendapatkan persetujuan khusus BPMIGAS. c.1. Untuk itu.7. 4. 4.7.8. 5. Bila program remunerasi tersebut tidak diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini. Setiap penyimpangan dari ketentuan Pedoman ini dapat berakibat pembiayaannya tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS. kinerja dan kemampuan finansial KKKS. : 20 Oktober 2008 kesetaraan remunerasi internal. Kebijakan dan program remunerasi yang diatur di dalam PP/PKB KKKS yang telah disetujui BPMIGAS dapat terus dilaksanakan oleh KKKS. Kontrak Kerja Sama (PSC). 5. Program remunerasi yang telah diberlakukan KKKS dan diatur melalui kebijakan manajemen lainnya di luar PP/PKB KKKS harus dilaporkan dan perlu mendapatkan persetujuan BPMIGAS dengan ketentuan sebagai berikut: a. untuk keperluan penyesuaian tersebut akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut: 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Untuk komponen total remunerasi TKI dan TKA yang dalam Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini diatur sebagai komponen yang dapat diberikan hanya pada kondisi dan situasi tertentu.4. Komponen-komponen dan Tariff Remunerasi pada Lampiran 1 dan 2 Pedoman ini akan dievaluasi secara periodik dan dapat disesuaikan oleh BPMIGAS sejalan dengan perubahan kondisi market. 4.2. 4. V. b. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. maka keberlangsungan penerapan program tersebut dapat diteruskan setelah mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini dan sudah pernah disetujui oleh BPMIGAS sebelumnya. posisi kompetitif praktek remunerasi KKKS dalam market reference. REFERENSI 5. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.indd Sec1:83 3/19/2009 3:51:11 PM TOTAL REMUNERASI . KKKS harus melengkapi formulir evaluasi hasil survey total remunerasi KKKS pada Lampiran 3 Pedoman ini sebagai salah satu bahan evaluasi BPMIGAS.5.3. Work Program & Budget (WP&B). 83 migas_17x25 cm_2009. Bila program remunerasi tersebut sudah diatur dalam Lampiran 1 atau 2 Pedoman ini namun penerapannya belum pernah ada persetujuan BPMIGAS sebelumnya. atau program remunerasi yang baru sama sekali harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS sebelum diterapkan.1. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. maka program tersebut dapat terus dilaksanakan oleh KKKS dengan menyerahkan dokumen pendukung atas persetujuan program tersebut.6. 5. Seluruh kebijakan dan program total remunerasi TKI dan TKA di KKKS harus disesuaikan dengan ketentuan dalam Pedoman ini. 4.9. Peraturan Pemerintah No. BPMIGAS dalam melakukan fungsi pengawasannya. Selama masa transisi.

3. 6.1.TOTAL REMUNERASI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.indd Sec1:84 3/19/2009 3:51:11 PM . Lampiran 2 : Komponen & Tariff Remunerasi TKA (Local Policies). 84 migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 VI. LAMPIRAN 6. Lampiran 1 : Komponen & Tariff Remunerasi TKI. 6. Lampiran 3 : Evaluasi RKA Ketenagakerjaan terhadap Hasil Survey Remunerasi.2.

Remote Allowance.LAMPIRAN 1. Field Mission Allowance. Waktu Kerja Imbalan yang diberikan karena kelebihan waktu kerja atau selama bekerja dijadwal yang tidak normal. Upah pekerja dievaluasi sekali setiap tahun anggaran sesuai dengan kondisi market kompetitif antar KKKS. Kompensasi Kompensasi adalah segala bentuk pemberian dalam bentuk tunai kepada pekerja atas nilai pekerjaan yang telah dilakukan. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. Benefit 1.1.2. 1. Catatan: • Upah Pokok dan Komponen Tunjangan Tetap dapat digabung sebagai Upah Tetap dalam sistem Upah Bersih (Cleanwage).2. Field Rotation Allowance. tingkat inflasi nasional. kemampuan finansial/kinerja produksi KKKS. Contoh: Tunjangan Daerah. Benefit 85 3/19/2009 3:51:11 PM TOTAL REMUNERASI . KOMPONEN 1.2. Long hour compensation. hanya diberikan saat pekerja bertugas di lokasi tersebut dan akan ditinjau BPMIGAS/KKKS terkait secara periodik (dapat berkurang/hilang sejalan dengan berkurangnya hardship seperti peningkatan fasilitas umum dan sosial di lokasi tersebut).indd Sec1:85 NO. Remote Offshore Allowance. Contoh: Tunjangan Overtime. Day-off compensation. Salary Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Location Related Allowance. Transfer Incentive. Pajak atas penghasilan pekerja merupakan kewajiban pekerja. Dasar pemberian dikaitkan dengan nilai pekerjaan dalam suatu perusahaan yang dapat dilakukan melalui mekanisme evaluasi pekerjaan.1. Kompensasi Kelebihan Jam Kerja. • Pajak atas penghasilan pekerja (employee income tax) merupakan bagian dari upah dalam sistem gross up salary. Tunjangan Shift. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. Tunjangan Offshore. Lokasi Kerja Imbalan yang diberikan sehubungan dengan tingkat kesulitan kerja (hardship) yang dikaitkan dengan tempat kerja / domisili pekerja. Site Allowance. Phase Down Allowance/Transition Allowance.2. : 20 Oktober 2008 1. Pembedaan (Premium) Imbalan selain upah yang diberikan karena adanya additional hardship yang dihadapi pekerja. Upah Pokok Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh pekerja. Catatan: Kompensasi ini bersifat tidak tetap. perusahaan sebagai wajib pungut pajak akan memotong upah sebesar kewajiban pajaknya dan menyetorkannya ke kas negara.

Kelangkaan Keahlian Imbalan yang diberikan untuk pekerja dengan keahlian tertentu yang sulit diperoleh di pasar tenaga kerja dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 1. Tunjangan Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash sebagai tambahan atas upah pokok yang diberikan perusahaan.Tunjangan Kemahalan 1.1. THRK Imbalan yang berkaitan dengan hari raya keagamaan yang diberikan sesuai dengan ketentuan normatif. Acting Allowance. Tunjangan ini tidak dapat diberikan bila pekerja mendapatkan fasilitas kendaraan dinas dari perusahaan (tidak boleh double-benefits).3.1.Tunjangan Perawatan 1. Salary 3/19/2009 3:51:12 PM .1. Salary Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah.3. Contoh: Tunjangan COLA (Cost of Living Allowance).4. Biaya program signing bonus untuk merekrut pekerja dari KKKS lain tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS. Contoh: Tunjangan Staff.6.indd Sec1:86 1.Tunjangan Transportasi 1. Tunjangan Kemahalan Imbalan terkait dengan kenaikan biaya hidup di suatu lokasi tertentu. Tunjangan ini tidak dapat diberikan bila pekerja menempati fasilitas perumahan dari perusahaan (tidak boleh double-benefits). Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah.1. maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage). Catatan: Dalam hal komponen tunjangan tetap sudah masuk dalam upah.2. 1. Contoh: Retention Plan.2. Salary Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1.3.Tunjangan Cuti 1. Tunjangan Jabatan Imbalan berkaitan dengan jabatan atau golongan tertentu.4. Catatan: Pemberian benefit ini hanya pada kondisi tertentu dan perlu persetujuan khusus BPMIGAS. maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage). Contoh: Vacation Allowance.1. Salary Berlaku Tanggal. Tunjangan Non Staff.6.3.3.Tunjangan 1.5.1.1.3. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) NO.2. dapat diusulkan KKKS untuk dibebankan ke dalam biaya operasinya. Tunjangan Transportasi Imbalan berkaitan dengan bantuan biaya transportasi pekerja. Tunjangan Profesi.86 TOTAL REMUNERASI DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit WP&B RKA KETERANGAN LAMPIRAN 1. Tunjangan Cuti Imbalan terkait dengan bantuan untuk menikmati istirahat tahunan.5.1.Tunjangan Jabatan 1. Salary 1.3.3. Bila untuk calon pekerja dari luar KKKS. maka dapat digunakan sistem upah bersih (cleanwage). Tunjangan Perawatan Rumah Rumah Imbalan berkaitan dengan bantuan perawatan rumah. Salary 1.THRK 1.3.1.3. : 20 Oktober 2008 1. KOMPONEN migas_17x25 cm_2009. 1.

Asuransi Kesehatan.1.indd Sec1:87 1.1. Insentif Kinerja 1. Insentif juga dapat diberikan dalam rangka mendorong kinerja individu/tim dengan memberikan apresiasi khusus dalam bentuk cash/non-cash untuk menghargai pencapaian target kinerja dalam suatu proyek penugasan atau perilaku (good behavior) pekerja KKKS yang tidak bertentangan dengan strategi BPMIGAS. Fasilitas Kesehatan Program kesejahteraan dalam bentuk fasilitas kesehatan.Insentif Kinerja (Performance Incentive) (Performance Incentive) Adalah bentuk kompensasi atas dasar kinerja individu. Benefit 2. Contoh: Pemeriksaan Kesehatan. Normatif (Mandatory) Program kesejahteraan sesuai ketentuan normatif dan diwajibkan untuk dilaksanakan oleh perusahaan. Variable Pay Kompensasi yang dikaitkan dengan kinerja pekerja berdasarkan pencapaian target tertentu. Individual Performance Bonus. Contoh: Daily Allowance. saat interim leave atau saat tinggal sementara di akomodasi sementara saat pemindahan atau saat pengobatan.LAMPIRAN 1.4. Housing Ownership Plan (HOP). baik dalam bentuk fasilitas kompleks rumah dinas atau bantuan lainnya.2. Benefit Berlaku Tanggal. Benefit 87 3/19/2009 3:51:13 PM TOTAL REMUNERASI . Rumah/ Apartment Sewa.7. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 2. Travel Insurance untuk perjalanan dinas ke luar negeri. tim dan/atau perusahaan dengan pencapaian suatu target tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.4. yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Per Diem Allowance 1.1.2. 2.1.1. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja. Fasilitas RS atau Klinik Pengobatan/Perawatan Kesehatan. Safety Rewards 2.2. Benefits Benefits atau kesejahteraan adalah imbalan tambahan yang bertujuan untuk melindungi standar hidup pekerja dan keluarga atas resiko yang dihadapi dalam menjalankan tugas. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER Salary WP&B RKA KETERANGAN NO. Contoh: Variable Pay Program. Fasilitas Perumahan Program kesejahteraan menyangkut tempat tinggal pekerja. Kesejahteraan Program KKKS untuk membantu pemenuhan kebutuhan jasmani/ rohani pekerja. Variable Pay 1. Individual Compensation Program. Benefit Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 1.3.2. KOMPONEN migas_17x25 cm_2009. Pemberian dapat diberikan langsung atau tidak langsung (nondirect cash) dengan siklus pembayaran tertentu. : 20 Oktober 2008 2. Contoh: Jamsostek.1. Contoh: Rumah Dinas Perusahaan. Tunjangan Harian Imbalan yang diberikan kepada pekerja selama melakukan perjalanan dinas.

88
TOTAL REMUNERASI
DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI)

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:88

NO.

KOMPONEN

Catatan: • HOP diberikan kepada TKI sesuai dengan kemampuan finansial dan peraturan internal di masing-masing KKKS dengan pendanaan dari KKKS/kantor korporat dan diperhitungkan sebagai piutang kepada pekerja sehingga tidak mempengaruhi beban biaya operasi dalam WP&B KKKS. HOP dengan pendanaan dari Bank tidak boleh menimbulkan dampak biaya dalam WP&B KKKS (biaya perbankan tidak menjadi beban biaya operasi KKKS). • Fasilitas perumahan bagi TKI level eksekutif hanya dapat diberikan dengan persetujuan khusus BPMIGAS. Benefit

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

2.2.3. Fasilitas Kendaraan Dinas

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

Program kesejahteraan menyangkut kendaraan pekerja, baik dalam bentuk fasilitas mobil operasional/mobil dinas atau bantuan lainnya, termasuk biaya operasional & administrasinya. Contoh: Kendaraan dinas perusahaan Catatan: • Pembebanan biaya sewa mobil dinas perusahaan hanya untuk keperluan operasional/dinas dan diberikan hanya bagi TKI level manajerial (seorang TKI tidak boleh lebih dari 1 unit mobil) sesuai dengan peraturan internal di masingmasing KKKS dengan batasan sebagai berikut:
Benefit

Managerial (Mgr/Sr.Mgr) Max. US$ 2.500 per tahun per tahun per tahun Max. US$ 3.000 Max. US$ 3.500

Direct Report Top Executive (VP/Sr.VP) Top Executive (Country Mgr/ President)

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

2.2.4. Kepemilikan Kendaraan

Program kesejahteraan menyangkut kepemilikan kendaraan pekerja yang diberikan dengan persyaratan tertentu untuk tujuan transportasi dinas. Contoh: Car Ownership Plan (COP) Catatan: Program COP merupakan benefit yang memerlukan persetujuan khusus BPMIGAS. COP diberikan hanya sekali kepada TKI khusus level manajerial. COP diberikan sesuai dengan kemampuan finansial dan peraturan internal di masingmasing KKKS dengan pendanaan dari KKKS/ kantor korporat dan diperhitungkan sebagai piutang kepada pekerja sehingga tidak mempengaruhi beban biaya operasi dalam WP&B KKKS. COP dengan pendanaan dari Bank tidak boleh menimbulkan dampak biaya dalam WP&B KKKS (biaya perbankan tidak menjadi beban biaya operasi KKKS).

Benefit

3/19/2009 3:51:14 PM

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN

NO.

KOMPONEN

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:89

2.2. Program Pensiun / Funding Pesangon

Program kesejahteraan terkait PHK atau usia pensiun yang dananya dihimpun saat pekerja aktif dan manfaatnya diambil setelah pekerja PHK memasuki masa pensiun. Benefit

2.3.1. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit)

Program pensiun manfaat pasti baik yang dibayarkan pada saat pekerja memasuki usia pensiun (pay as you go) atau yang di-accrue oleh perusahaan untuk program pesangon (severance funding) Contoh: PAP, Pesangon, Endowment, DPPK, Catatan: Pembentukan Yayasan oleh KKKS untuk mengurusi dana pensiun tidak diperbolehkan. Funding pesangon/PAP/dana pensiun KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS Benefit

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

2.3.2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution)

Program pensiun kontribusi tetap merupakan program pensiun yang diberikan dengan metode pemupukan dana melalui premi dan hasil investasinya. Besaran manfaat pensiun akan tergantung sepenuhnya dari hasil pemupukan dana tersebut. Contoh: DPLK, Saving Plan. Catatan: Pembentukan DPLK/pencadangan dana saving plan KKKS perlu persetujuan khusus BPMIGAS. Benefit

2.3.3. Program Kesehatan Pensiun

Program kesehatan yang manfaatnya dapat diambil setelah pekerja memasuki masa purna karya. Contoh: Dakespen. Catatan: Pembentukannya perlu persetujuan khusus BPMIGAS

2.4. Hari Tidak Kerja Yang Dibayar

Waktu yang diberikan untuk tidak bekerja dengan imbalan. Contoh: Hari-hari cuti/sakit dan sebagainya sebagaimana ditentukan dalam peraturan normatif atau dalam PP/PKB masing-masing KKKS 

Benefit

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

2.5.Asuransi Jiwa/Kecelakaan

Program Asuransi yang melindungi pekerja dari risiko kehilangan jiwa dan kecelakaan selama menjadi pekerja di perusahaan. Contoh: Asuransi Jiwa dan Kecelakaan, penghapusan sisa hutang bila pekerja meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan kerja.

Benefit

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

3.

Keseimbangan antara pekerjaan Bantuan fasilitas dan kemudahan dari perusahaan untuk membantu pekerja dan kehidupan pribadi (Work-Life mencapai kesuksesan dan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan Balance) pribadinya. Benefit

3.1. Fleksibilitas pengaturan tempat & waktu kerja

Pengaturan waktu dan tempat kerja oleh perusahaan untuk mempermudah pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh: Flexi Time, 9/80 (Jumat libur setiap dua minggu sekali)

89

3/19/2009 3:51:15 PM

TOTAL REMUNERASI

90
TOTAL REMUNERASI

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:90

LAMPIRAN 1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit WP&B RKA KETERANGAN

NO.

KOMPONEN

Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL

3.2.Kegiatan Keagamaan, Olahraga & Seni Budaya

Bantuan untuk menfasilitasi pekerja agar tercapai tingkat kesehatan fisik dan mental yang diperlukan memotivasi kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Contoh: • Peringatan hari raya keagamaan, bantuan biaya ONH • Kegiatan employee relations seperti acara kesenian/budaya untuk memenuhi work life balance: silaturahmi pekerja & keluarganya, • Kegiatan olahraga, pemeliharaan kesehatan, • Keanggotaan klub olahraga, • Membership club executive diberikan sebagai benefit untuk pimpinan KKKS (President/Direktur/GM dan VP/Manager atau yang 1 tingkat di bawah pimpinan tertinggi) dengan batasan tarif biaya pertahun sebagai berikut: • Top Executive (Country Mgr/ GM/ President) Max. US$ 2.000 per tahun Max. US$ 1.500 per tahun • Direct Report Top Executive (VP/Manager) Benefit/Other

3.3.Pendidikan Anak Pekerja dalam Kondisi Khusus

Bantuan untuk keluarga pekerja sehubungan dengan pendidikan anak pekerja dalam kondisi tertentu. Contoh: Orphanage Scholarships, Authism, Speech Theraphy.

4.

Program dan/atau Bantuan Pengembangan dan Peningkatan Karir

Program dan/atau Bantuan biaya pendidikan pekerja (termasuk yang atas inisiatif sendiri) untuk meningkatkan kompetensi/pengembangan diri pekerja yang bersangkutan. Benefit/Other

PERIHAL : TOTAL REMUNERASI

4.1. Pendidikan/Pelatihan (Learning Opportunity)

Program pelatihan/pendidikan untuk menempuh jenjang lebih tinggi Contoh: Education Assistant Program, Training Abroad.

Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

4.2. Program Pengembangan Lain

Program untuk percepatan kompetensi/peningkatan karir pekerja. Contoh: Coaching/ Mentoring, International Assignment, Secondment/ Transfer/ Relocation.

Benefit/Other

3/19/2009 3:51:16 PM

KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. Catatan: Pemberian kompensasi hanya pada kondisi tertentu.1. 2.1. KOMPONEN 1. Pemberian kompensasi hanya pada kondisi tertentu dan perlu persetujuan khusus BPMIGAS serta dapat ditinjau kembali secara periodik. Dapat diperhitungkan ke dalam komponen Assignment/Expatriation Premium (dalam upah cleanwage) sehingga Rotator Premium tidak diberikan lagi 91 3/19/2009 3:51:17 PM TOTAL REMUNERASI . Catatan: • Anggaran Salary & Benefit TKA harus mengacu persetujuan WP&B dari BPMIGAS • Pajak atas penghasilan TKA (employee income tax) merupakan bagian dari upah TKA dalam sistem gross up salary. Catatan : 1.2.indd Sec1:91 NO. Perusahaan sebagai wajib pungut pajak akan memotong Upah TKA sebesar kewajiban pajaknya dan menyetorkannya ke kas negara. Besaran tarif (prosentase tertentu dari upah TKA) ditentukan BPMIGAS.2.1. 2. besaran tarif acuan adalah 0%-20% x upah TKA. Salary Home Country Policy Upah Upah Suatu bentuk imbalan dalam bentuk cash atas pekerjaan yang dilakukan oleh TKA. 3. Goods & Services. Dasar pemberian dikaitkan dengan nilai pekerjaan sesuai dengan kondisi market kompetitif dan kemampuan finansial/kinerja produksi KKKS. Tunjangan Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 2. Tunjangan Ekspatriasi (Assignment/ Expatriation Premium) Tunjangan bagi TKA yang bertugas ke Indonesia (melakukan ekspatriasi) untuk jangka pendek/panjang sebagai kompensasi atas: • Penugasan ke lokasi kerja dengan kondisi kerja yang sulit atau situasi tidak aman. Sehubungan dengan perbedaan lokasi kerja (negara) Benefit Home Country Policy 2. PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 2. Tunjangan Kerja Rotasi (Rotator Premium) Tunjangan yang diberikan sebagai kompensasi atas kerja rotasi. Cost of Living & Services.LAMPIRAN 2. Mengenai kompensasi yang terkait dengan COLA. • Kompensasi atas perbedaan standar biaya hidup antara home country dengan host country yang biaya hidupnya lebih tinggi. : 20 Oktober 2008 2. Penyetaraan kewajiban pajak TKA (Tax Equalization/ Hypotetical Tax) dilakukan untuk menjamin prinsip tidak merugikan TKA yang ditugaskan keluar home country atas regulasi perpajakan di host country.1. Sehubungan dengan jadwal kerja Benefit Home & Host Country Policy Berlaku Tanggal.

Insentif Kinerja (Variable Cash Incentive) Program insentif berupa pembayaran cash yang besarnya bervariasi sesuai dengan kinerja perusahaan dan individu berdasarkan target yang sudah ditetapkan sebelumnya yang sejalan dengan target/strategi BPMIGAS. Catatan: • Hanya diberikan bila menggunakan acuan pencapaian kinerja individu TKA. • Besaran maksimum US$ 3. Dapat diterapkan ketentuan host country system dengan batasan hanya diberikan dalam bentuk pembayaran premi asuransi Catatan : • Rujukan pasien TKA untuk pengobatan ke luar negeri mengacu ke Pedoman BPMIGAS (Pedoman Rujukan Pasien ke Luar Negeri). Benefit Home & Host Country Policy Pembayaran Berdasarkan Kinerja (Variable Pay) Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 3. Proteksi Kesehatan. 4. : 20 Oktober 2008 4.1. KOMPONEN 3. tim atau perusahaan di wilayah kerja Indonesia. Bantuan & Fasilitas Kesejahteraan (Benefit & Perquisite) 4.2.2. Benefit yang diwajibkan oleh Pemerintah (Home and/or Host Country) Benefit Home & Host Country Policy 4. Pembagian profit/ insentif atas pencapaian kinerja korporat/bisnis di luar wilayah Indonesia tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS. Kematian.1. Cacat Tetap Benefit Home & Host Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. • Program insentif hanya dapat diberikan pada kondisi khusus dengan persetujuan khusus BPMIGAS FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO.1. Jaminan Sosial dan/ atau Jaminan Kesehatan Jaminan sosial dan/atau Jaminan Kesehatan yang diharuskan secara normatif oleh pemerintah di home/host country.1.1.92 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009.500 /orang /tahun 3/19/2009 3:51:18 PM .indd Sec1:92 LAMPIRAN 2. Asuransi atau Jaminan Kesehatan Jaminan kesehatan dan rawat inap untuk TKA dan keluarganya selama masa penugasan atau premi atas asuransi kesehatan rawat jalan dan rawat inap.

000 Managerial/ Sr.3. Dapat diterapkan ketentuan host country system dengan batasan: • diberikan hanya dalam bentuk pembayaran premi asuransi di Indonesia setahun sekali dan hanya untuk TKA saja • perlu persetujuan khusus BPMIGAS dengan pembatasan besar santunan sesuai tarif acuan (per orang & per tahun) sebagai berikut: Benefit Home & House Country Policy Professional (Specialist) Max. Pemeriksaan Kesehatan (Medical Checkup) Pemeriksaan kesehatan bagi TKA sebelum dimulainya penugasan di Indonesia dan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi TKA dan keluarganya selama penugasan di Indonesia. Asuransi Jiwa. Cacat (Death. kematian dan cacat tetap atau program proteksi khusus lainnya selama penugasan.3. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit) Kontribusi pensiun untuk program pensiun manfaat pasti proporsional selama penugasan di Indonesia PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4.3.migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:93 LAMPIRAN 2. Kematian. KOMPONEN 4. Professional (Mgr/Sr.2. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO.1.500 Benefit Max.2. US$ 2.3. Tidak diperkenankan membuat program yang baru. Pensiun Benefit Home Country Policy 4. Pesangon (Severance Payment ) Pembayaran “severance” bagi TKA yang diputuskan hubungan kerjanya di KKKS jika dibebankan pada biaya operasi diperhitungkan secara prorata sesuai masa kerja di KKKS Benefit Home Country Policy .3.3. : 20 Oktober 2008 4. US$ 1.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr. US$ 1.2.750 Max. Disability Insurance) Premi perlindungan asuransi jiwa. US$ 1.2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution/Saving) Kontribusi pensiun untuk program pensiun iuran pasti selama penugasan di Indonesia dengan ketentuan iuran tersebut di lakukan selama yang bersangkutan bekerja di Indonesia (meneruskan kebijakan home).250 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 Max. Home & Host Country Policy 4. Benefit Home Country Policy 93 3/21/2009 9:39:39 AM TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.

termasuk asuransi kerusakan.1.1.5. Bantuan Pisah Keluarga (Family Visit) Bantuan biaya tiket pesawat untuk keluarga (istri/suami/anak) yang ditinggalkan di home country maksimal 2 kali dalam setahun dengan ketentuan TKA tidak pulang (tidak melaksanakan cuti/di luar kedinasan) sesuai dengan peraturan yang berlaku di masing-masing KKKS.4.6. memahami tradisi dan kebiasaan sehari-hari budaya Indonesia. Tunjangan Biaya Relokasi Tunjangan yang diberikan satu kali kepada TKA untuk menutup biaya-biaya sehubungan dengan diterimanya penugasan di Indonesia Berlaku Tanggal. Catatan : Diberikan hanya 1 kali saat TKA pertama kali tugas ke Indonesia Benefit Home Country Policy 3/19/2009 3:51:19 PM .3. : 20 Oktober 2008 4. Diberikan bantuan sebesar actual & reasonable joining & annual tuition fees namun tidak lebih dari US$ 5.1. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:94 NO. Bantuan Pengiriman Barang Bantuan pengiriman perlengkapan rumah tangga dan barang pribadi TKA dan keluarganya sebesar biaya airfreight/seafreight sesungguhnya yang wajar.2. Bantuan Biaya Pindah Fasilitas/bantuan pemindahan TKA yang ditugaskan ke Indonesia atau pulang/repatriasi (accomodation & travel cost for mob/demob) 4.5. Benefit Home Country Policy 4. Benefit untuk Keluarga Benefit Home Country Policy 4. Dapat diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement. Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement. Catatan : Untuk pelajaran kebudayaan non-Indonesia menjadi tanggungan pribadi TKA dan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS.5. Bantuan Sekolah Anak (Children Education) Policy Bantuan biaya pendidikan atau fasilitas sekolah bagi anak TKA yang ditugaskan di Indonesia.2.5.6.000 per anak per bulan dengan usia maksimum 18 tahun (atau Grade 12).3. Bantuan untuk penyesuaian/adaptasi budaya dan bahasa Benefit Home Policy &Host Arrangement 4. Benefit Home Country 4. Bantuan untuk pemindahan (moving/relocation assistance) Benefit Home Country Policy Benefit Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4. KOMPONEN 4. Pelajaran Bahasa/ Budaya Indonesia (Cultural Training) Bantuan profesional untuk TKA dan keluarganya untuk belajar bahasa Indonesia. Diberikan bantuan sebesar biaya sesungguhnya & sewajarnya (actual & reasonable membership & tuition fees) bagi TKA dan keluarganya. Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement.6. Tunjangan Istri/Suami (Spouse Allowance) Tunjangan yang diberikan kepada Istri/Suami yang mendampingi TKA saat penugasan di Indonesia dalam kondisi Istri/Suami meninggalkan pekerjaan di home country dengan tarif acuan US $ 0 -10. 4.6. Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4.000 per tahun.4.94 TOTAL REMUNERASI DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN LAMPIRAN 2.

Biaya Transisi Benefit Home Country Policy Pembayaran biaya yang timbul sehubungan dengan penugasan dan repatriasi termasuk biaya perjalanan. selama masa transisi (pre-assignment atau repatriasi). Catatan: • Apabila TKA menempati fasilitas perumahan perusahaan.indd Sec1:95 LAMPIRAN 2.500 per bulan Max. dsb. biaya penambahan fasilitas diluar standar (renovasi.7. US$ 3. biaya jasa konsultan/perantara penyewaan rumah. KOMPONEN 4. US$ 5. akomodasi. : 20 Oktober 2008 Max.500 per bulan Managerial/ Sr.6. Bantuan Fasilitas Perumahan & Perawatan Rumah TKA Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. • Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement.000 per bulan PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Benefit Home Country Policy 95 3/21/2009 9:39:49 AM TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. US$ 4. US$ 6.migas_17x25 cm_2009.) tidak dapat diperhitungkan sebagai biaya operasi KKKS Professional (Specialist) Max.500 per bulan . Diterapkan ketentuan home country system dengan host country arrangement.4. genset. − standard utilities (listrik.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Max. kolam renang. biaya utilities dan perawatan rumah selama masa penugasan. • Dapat diberikan nett allowance yang biayanya sudah mencakup: − sewa perumahan/apartemen (termasuk furnitur standar dan asuransi kebakaran standar). KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN NO. telepon. Professional (Mgr/Sr. Perabotan.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr. televisi kabel. 4. Fasilitas Perumahan.1. tambah daya listrik. gas. taman. air. kebersihan & keamanan) − standard housing maintenance • Bila ada biaya lain seperti: biaya internet. Utilites dan Perawatan Rumah Fasilitas perumahan dan perabotan rumah tangga standar atau bantuan biaya penyewaan rumah TKA (full furnished).7. upahnya akan dipotong (housing deduction & utilites deduction) sesuai tarif yang berlaku di KKKS.

Dapat diterapkan ketentuan home country system untuk cuti tahunan dengan batasan: • Maksimal 1 kali per tahunnya.). sick leave.1. US$ 3.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr.Kendaraan mobil dinas Fasilitas kendaraan dinas TKA dapat diberikan maksimal 1 kendaraan (sudah termasuk untuk keluarganya) selama bertugas di Indonesia. Professional (Mgr/Sr.3 . tidak aman maupun terjadi konflik. dsb. Hari istirahat untuk kondisi darurat Hari istirahat yang diberikan kepada TKA untuk pergi ke tempat yang aman selama situasi berbahaya.000 Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. termasuk dengan biaya perjalanannya. Fasilitas mobil rental dari perusahaan termasuk biaya operasional & administrasinya dengan acuan total biaya sewa bulanan sebesar: Benefit Professional (Specialist) Max. US$ 2.96 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009.return tickets atau uang penggantian tiket pesawat TKA dan keluarganya dengan kelas sesuai ketentuan di KKKS. paternity leave.9. • Hari cuti disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di KKKS.500 Managerial/ Sr. Benefit Home Country Policy Berlaku Tanggal.500 Max.Hari istirahat dalam hal ada musibah (compassionate leave) Hari istirahat yang diberikan kepada TKA untuk pulang ke home country saat ada keluarga yang terkena musibah (emergency leave. Diterapkan home country system.indd Sec1:96 NO. Transportasi 4. dengan termasuk biaya perjalanannya.Hari Istirahat dan Tunjangannya 4. : 20 Oktober 2008 4.9. • Hari-hari cuti yang tidak diambil akan hangus dan tidak dapat diakumulasi (no carry over) & tidak dapat diuangkan (no cash out) • Diberikan berupa direct route . Benefit Home Country Policy 3/21/2009 9:39:57 AM . US$ 3.000 Max. Benefit Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI 4. US$ 2.8.1. Hari istirahat untuk pulang ke home country atau untuk cuti berlibur (annual leave) Hari istirahat yang diberikan kepada TKA dan keluarganya yang ikut ke Indonesia selama penugasan untuk pulang ke home country atau cuti berlibur dengan termasuk biaya perjalanannya. orang tua/keluarga TKA meninggal atau sakit keras.9.9. SAL/BEN/OTHER KOMPONEN DEFINISI WP&B RKA KETERANGAN 4.2.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Home Country Policy Max.8.

250 per tahun 4.indd Sec1:97 NO. Diterapkan Home Country System dengan Host Country Arrangement. sehingga TKA membayar pajak sesuai ketentuan di Indonesia Benefit Home Country Policy & Host Country Policy 4. US$ 1.1.12. US$ 1. US$ 1. Diberikan hanya 1 kali per tahun dan hanya untuk TKA (biaya keanggotaan suami/istri/anak TKA tidak dapat dibebankan ke dalam biaya operasi KKKS).10. US$ 2. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER WP&B RKA KETERANGAN migas_17x25 cm_2009. KOMPONEN 4. Keanggotaan Olah Raga Keanggotaan olah raga untuk TKA dan keluarganya (selama belum diperhitungkan dalam C&S/COLA dan tidak boleh double benefit) yang diberikan hanya 1 kali per tahun. Professional (Specialist) Max.Tunjangan harian Berlaku Tanggal.LAMPIRAN 2.750 per tahun Max. : 20 Oktober 2008 Tunjangan yang diberikan kepada TKA dan keluarga selama interim leave atau saat tinggal sementara di hotel (pada saat pemindahan . Bantuan pengurusan ijin kerja dan keperluan Imigrasi 4. Bantuan Imigrasi dan Visa PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Bantuan administrasi dan hukum untuk TKA dalam hal mendapatkan ijin kerja.2.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Home Country Policy Max.000 per tahun Managerial/ Sr. 4. Diberikan bantuan sebesar biaya perijinan sesungguhnya yang wajar mencakup TKA dan keluarganya (anak dan istri/suami) Catatan : Diterapkan host country system. Professional (Mgr/Sr.Mgr) Benefit Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Direct Report Top Executive (VP/Sr.11. Benefit Home Country Policy 97 3/21/2009 9:40:06 AM TOTAL REMUNERASI . Keanggotaan Asosiasi Professional Benefit Home Country Policy Keanggotaan TKA terkait dengan posisi/jabatan sesuai kompetensi profesinya dengan ketentuan TKA tersebut melakukan sharing knowledge kepada TKI. Lain-lain sehubungan dengan keperluan operasional 4.10.10. Dapat diterapkan ketentuan Home Country System dengan Host Country Arrangement.11. Keanggotaan Asosiasi Profesi dan Olah Raga 4.12.500 per tahun Max.1.sebelum mendapatkan tempat tinggal permanen) selama maksimal 3 bulan (fixed amount) sesuai tarif Home country. serta keperluan imigrasi lainnya untuk TKA dan keluarganya.1.

indd Sec1:98 LAMPIRAN 2.12.98 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. Laptop. KOMPONEN 4.3. Coporate Card Benefit Fasilitas kerja bagi TKA selama penugasan / terkait dengan pekerjaan/ kedinasan. Dapat diterapkan ketentuan Home Country System dengan Host Country Arrangement. Fasilitas Kerja (HP. Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL 4. KOMPONEN & TARIF REMUNERASI TENAGA KERJA ASING (TKA) – LOCAL POLICIES DEFINISI SAL/BEN/OTHER Benefit Host Country Policy WP&B RKA KETERANGAN NO. Home Country Policy PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.2. Tunjangan pengobatan Tunjangan yang berikan saat menjalani pengobatan sesuai ketentuan yang diberlakukan untuk TKI.12. : 20 Oktober 2008 3/19/2009 3:51:22 PM .

……………… 3.in USD (annualized) 1.migas_17x25 cm_2009. ……………… 2. ……………… 2. ……………… 3.in USD (annualized) PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal.indd Sec1:99 LAMPIRAN 3. ……………… 4. 99 3/19/2009 3:51:23 PM TOTAL REMUNERASI . ……………… 5. ……………… FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Total Salaries Market Benchmark Range* TUNJANGAN LAPANGAN BENEFIT. : 20 Oktober 2008 Total Benefits Total Salaries + Benefits Total Cost (Salaries + Benefits) x Headcount OTHER PERSONNEL COST. ……………… Total Other Personnel Cost Grand Total Personnel Cost * besaran tarif acuan dapat berubah sesuai hasil market survey tahunan. A . ……………… 4. National Employees Planning Rate (Contoh Formulir) Level Pekerja Dengan Hak Lembur Level Pekerja Manajerial Level Pimpinan Eksekutif Jumlah Total Headcount Level Pekerja Tanpa Hak Lembur REMUNERATION ITEMS Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 SALARY. ……………… 5.in USD (annualized) Di luar Personnel cost dalam WP&B (Sundries) 1. EVALUASI RKA KETENAGAKERJAAN TERHADAP HASIL SURVEY REMUNERASI 3.

Expatriate Employees Planning Rate (Contoh Formulir) REMUNERATION ITEMS SALARY.in USD (annualized) Total Benefits Total Salaries + Benefits Total Cost (Salaries + Benefits) x Headcount OTHER PERSONNEL COST. ……………… 2.B.Mgr) Direct Report Top Executive (VP/Sr. : 20 Oktober 2008 3/19/2009 3:51:24 PM .in USD (annualized) 1.VP) Top Executive (Country Mgr/ President) Total Salaries LAMPIRAN 3. ……………… 3. ……………… Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL BENEFIT. ……………… 5.indd Sec1:100 Professional (Specialist) Total Headcount Managerial (Mgr/Sr.in USD (annualized) 1. EVALUASI RKA KETENAGAKERJAAN TERHADAP HASIL SURVEY REMUNERASI 3. ……………… 2.100 TOTAL REMUNERASI migas_17x25 cm_2009. ……………… 3. ……………… 5. ……………… 4. ……………… Total Other Personnel Cost Grand Total Personnel Cost PERIHAL : TOTAL REMUNERASI Berlaku Tanggal. ……………… 4.

3. 3. Untuk dapat mempercepat pengembangan kompetensi dan penguasaan teknologi migas oleh tenaga kerja nasional dengan mendayagunakan Tenaga Kerja Indonesia secara optimal dalam rangka pengembangan wilayah operasi.3.2.4 Pekerja Perbantuan adalah pekerja dari Unit Asal yang diperbantukan ke Unit Penerima. 1. TUJUAN 2.1.1. Untuk dapat memberi kesempatan pengembangan karir bagi pekerja potensial dan mengakomodasi kebutuhan KKKS/BPMIGAS terhadap kebutuhan tenaga kerja di bidang usaha hulu migas baik tenaga kerja yang berpengalaman maupun belum berpengalaman. 1.indd Sec1:101 3/19/2009 3:51:24 PM CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA . Untuk menjaga keseimbangan operasi KKKS/BPMIGAS melalui penyediaan dan perbantuan tenaga kerja.3. 3. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terhadap pelaksanaan operasional dari Unit Penerima dengan mengisi kekosongan posisi-posisi tenaga profesional sesuai dengan bidangnya. : 20 Oktober 2008 I. 1. Dalam rangka mengoptimalkan dan pengembangan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia di lingkungan KKKS.2. Program Cross Posting dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja KKKS bahwa BPMIGAS berkewajiban membantu menyediakan personil yang berasal dari sumbersumber dalam kontrol BPMIGAS apabila personil tersebut tidak tersedia maka BPMIGAS akan mengadakan dari sumber-sumber lainnya. II. Unit Penerima dan Unit Asal bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan CP.1 Cross-Posting (CP) di lingkungan KKKS adalah menempatkan pekerja dari satu KKKS ke KKKS lainya dan dari KKKS ke BPMIGAS atau sebaliknya dalam jangka waktu tertentu.3. BPMIGAS memberikan masukan untuk memastikan program dapat berjalan dengan baik.3. KEWENANGAN 3. Pengertian: 1.1. 1. 2. 101 migas_17x25 cm_2009.3. maka sebagai salah satu solusi untuk menjawab kelangkaan tenaga kerja dalam bidang usaha hulu migas di Indonesia dilakukan melalui program Cross Posting. 2.2. 1. III.3.2 Unit Asal adalah KKKS atau BPMIGAS yang mengirimkan pekerjanya untuk dapat diperbantukan ke KKKS lain atau BPMIGAS.3 Unit Penerima adalah KKKS atau BPMIGAS yang menerima Pekerja Perbantuan dari KKKS lain atau BPMIGAS.4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal. UMUM 1. 2. Peserta CP (unit asal maupun unit penerima) melakukan evaluasi dan memutuskan kesepakatan pelaksanaan perbantuan pekerja. untuk kemudian dilaporkan kepada BPMIGAS.

Program Cross Posting ini berlaku dengan jangka waktu penugasan yang didasarkan pada kebutuhan proyek minimum 1 (satu) tahun dan maksimum 3 (tiga) tahun. Administrasi remunerasi. 5. dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak. 4. Nama. 102 migas_17x25 cm_2009. PETUNJUK/PELAKSANAAN 5. 5.3. b. Jangka waktu CP.5.1.1.1. Jangka waktu CP. Program kerja untuk pekerja perbantuan.1.CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal. Tujuan dan manfaat CP. Unit Penerima memiliki hak untuk mengembalikan Pekerja Perbantuan atas dasar kesepakatan dengan Unit Asal dan kemudian disampaikan kepada BPMIGAS. b.4.1. PENGATURAN/BATASAN 4. 5. : 20 Oktober 2008 IV. 4.4. Unit Penerima dapat melakukan rotasi dan mutasi Pekerja Perbantuan didalam Unit Penerima dan wajib menginformasikan kepada unit Asal. Pekerja Perbantuan tunduk kepada perjanjian kerahasiaan dan tata tertib/tata kerja di Unit Penerima. Pekerja yang akan diperbantukan minimum telah memiliki pengalaman kerja di Unit Asal dengan penilaian kinerja minimal di atas skala tengah pada penilaian kinerja unit Penerima. Rencana CP untuk unit penerima disampaikan kepada BPMIGAS dengan mencantumkan: a.7. Unit Penerima wajib memberikan pelatihan dan pengembangan kepada Pekerja Perbantuan sesuai dengan program rencana pengembangan Pekerja Perbantuan. Rencana CP untuk unit asal disampaikan kepada BPMIGAS dengan mencantumkan: a. 4. c. Pekerja yang diperbantukan dalam mekanisme CP harus kembali ke Unit Asal setelah masa CP berakhir. 4.1. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan posisi yang dapat diisi oleh calon pekerja perbantuan dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk di carikan calon pekerja perbantuan.5.2. Tujuan dan manfaat CP.1. 4. c. Setiap KKKS/BPMIGAS dapat mengajukan pekerjanya untuk dapat diikutsertakan dalam program CP dengan menyampaikan kepada BPMIGAS untuk dicarikan unit penerima. Peserta CP berkoordinasi dengan KKKS atau BPMIGAS untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan/peluang CP. e.1.indd Sec1:102 3/19/2009 3:51:24 PM . Pertukaran pekerja antar Unit Asal dan Unit Penerima diatur sebagai berikut: 5.6. Kualifikasi posisi yang diperlukan. Administrasi remunerasi. d.2. kualifikasi dan posisi pekerja. 4. 5.3. d. V.

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal. Fasilitas kedinasan mengikuti pemberian Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak.9. Undang-undang No.3. b. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.7.1. Masa kerja selama menjalani CP tetap diperhitungkan sebagai hubungan kerja di Unit Asal kecuali disepakati lain oleh kedua belah pihak (misal: selama penugasan di Unit Penerima hak ”severance pay” di berikan di Unit Penerima maka masa kerjanya di Unit Asal tidak memperhitungkan periode penugasan di Unit Penerima). Unit Asal dapat meminta kembali pekerja perbantuan apabila disepakati kedua belah pihak. : 20 Oktober 2008 5.1. maka selisihnya akan dibebankan kepada Unit Penerima dalam bentuk tunjangan penugasan. mengikuti perhitungan Unit Asal dengan pembebanan pada Unit Penerima kecuali ditetapkan lain oleh kedua belah pihak.3 (PSC). Unit Penerima wajib memberikan laporan tahunan kepada BPMIGAS sehubungan pelaksanaan CP. 5. Tunjangan ini tidak berlaku atau batal apabila Pekerja Perbantuan dikembalikan ke unit Asal. Program mentoring untuk Pekerja Perbantuan diserahkan sepenuhnya kepada Unit Penerima. VI. Peraturan Pemerintah No.2.10.5. e.6. Pekerja Perbantuan yang sedang menjalani program pembinaan CP harus tunduk dan taat kepada peraturan/ketentuan pekerja di Unit Penerima. 6.1. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.1. 6. Apabila upah Pekerja Perbantuan lebih tinggi atau sama dengan dengan standar Unit Penerima. Work Program & Budget (WP&B).1.indd Sec1:103 3/19/2009 3:51:25 PM CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA . 5.1. d. LAMPIRAN 7. VII. 6.1. Peraturan Pemerintah No. 6. REFERENSI 6. Undang-undang No. Remunerasi Pekerja Perbantuan diatur sebagai berikut: a. 5.3. c.6. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 5. selanjutnya dilakukan konversi kedalam sistem penilaian kinerja Unit Asal sebagai dasar administrasi upah (merit increase). Penilaian kinerja Pekerja Perbantuan mengikuti sistem di Unit Penerima. Cross Posting Bisnis Process (Lampiran 1). apabila upah Pekerja Perbantuan lebih rendah dibanding dengan standar Unit Penerima. Kontrak Kerja Sama pasal 5. maka tidak perlu dilaksanakan penyesuaian.1. 5.4.8. 103 migas_17x25 cm_2009.11. untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut oleh BPMIGAS. 6. Benefit jangka panjang. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Prinsipnya upah pekerja perbantuan mengikuti sistim pengupahan pada Unit Asal.

CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : CROSS POSTING TENAGA KERJA INDONESIA Berlaku Tanggal.kesepakatan tri-partit (unit pengirim. Unit Asal & BPMIGAS 104 migas_17x25 cm_2009. KKKS & BPMIGAS 3 Pembahasan kebutuhan dan ketersediaan TK .Pekerja perbantuan membuat laporan berkala .Unit penerima mengajukan laporan tahunan kepada BPMIGAS . dll) oleh pekerja perbantuan KKKS 5 Implementasi CP . syarat & ketentuan. : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 Cross Posting Business Process Proses 1 Identifikasi kebutuhan dan ketersediaan Pihak KKKS 2 Hasil identifikasi diserahkan kepada BPMIGAS.Evaluasi kinerja pertengahan program dan/atau akhir program KKKS 6 Pelaporan program .penandatangan perjanjian (kerahasiaan.penyelarasan kebutuhan dan ketersediaan (job matching) TK . Unit Asal dan BPMIGAS melakukan evaluasi atas pelaksanaan keseluruhan program CP KKKS.penetapan rencana program (kerja atau pengembangan ) . unit penerima & BPMIGAS) KKKS & BPMIGAS 4 Penunjukan pekerja perbantuan oleh komite melalui HR KKKS .KKKS.indd Sec1:104 3/19/2009 3:51:25 PM .

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

I.

UMUM 1.1. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS adalah referensi bagi KKKS dalam penyusunan struktur organisasi di kegiatan usaha hulu migas, dan merupakan alat untuk melaksanakan evaluasi atas pengajuan struktur organisasi dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja KKKS yang diajukan kepada BPMIGAS dalam bentuk Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK). 1.2. Pedoman Rancangan Struktur Organisasi KKKS mencakup kaidah-kaidah umum perancangan struktur organisasi dan parameter yang menggambarkan kepentingan BPMIGAS dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Hal ini diperlukan agar KKKS dapat menyusun struktur organisasi secara profesional dan obyektif berdasarkan aktivitas, efektivitas biaya dan optimalisasi pendayagunaan tenaga kerja, serta mampu mengakomodasi pengembangan karir Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

II.

TUJUAN

2.1. Memberikan arahan dan acuan kepada KKKS untuk merancang/menyusun struktur
organisasi dan perencanaan tenaga kerja yang akan diajukan KKKS kepada BPMIGAS.

2.2. Memberikan acuan kepada KKKS untuk menganalisa bentuk struktur organisasi yang
tepat sesuai dengan besaran organisasi KKKS dan komitmen operasi yang terdapat di dalam POD dan WP&B untuk mencapai peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi dan penggunaan tenaga kerja.

2.3. Meningkatkan efektivitas pengembangan TKI & efisiensi penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA) di KKKS.

2.4. Menentukan jumlah TKA sesuai dengan kebutuhan bisnis yang diperlukan dalam
organisasi, mengacu pada kategorisasi KKKS.

2.5. Memberikan acuan kepada KKKS dalam penentuan jabatan dan formasi yang terangkum
di dalam RPTK yang akan diajukan kepada BPMIGAS.

III.

KEWENANGAN

3.1. KKKS menyusun struktur organisasi berdasarkan POD, WP&B, Bisnis Proses dan
sesuai kebutuhan operasi, yang kemudian diajukan dalam bentuk permohonan bentuk struktur organisasi yang tertuang dalam RPTK untuk dievaluasi dan disetujui oleh BPMIGAS. Apabila KKKS melakukan perubahan terhadap struktur organisasi 3 layer pada top management level, antara lain: President, Sr. Vice President, Vice President, General Manager, Sr Manager, atau setingkat dengan jabatan-jabatan tersebut, harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Perubahan yang terjadi pada layer selanjutnya (sampai pada tingkat operasional) hanya perlu diinformasikan kepada BPMIGAS.

3.2. BPMIGAS melakukan evaluasi atas usulan struktur organisasi KKKS yang terangkum
di dalam RPTK sesuai dengan POD, WP&B dan Bisnis Proses serta pedoman pengembangan organisasi (terlampir) dan memberikan persetujuan terhadap RPTK tersebut serta menyampaikan kepada instansi terkait jika diperlukan.

105

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:105

3/19/2009 3:51:25 PM

RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS

RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI KKKS
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

IV. PETUNJUK/PELAKSANAAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
Dalam melaksanakan perancangan organisasi KKKS harus memperhatikan aspek-aspek penting sebagai berikut :

4.1. Aspek Legalitas dalam penyusunan struktur organisasi, KKKS harus memperhatikan
aspek legalitas hubungan kontrak dengan BPMIGAS, sehingga struktur organisasi yang ada menggambarkan suatu bisnis entity yang secara legal melakukan kerja sama dengan BPMIGAS dalam kerangka kontrak kerja sama.

4.2. Aspek pola penyusunan struktur organisasi di lingkungan KKKS yang tertuang dalam
”Referensi Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS”.

V.

REFERENSI. 5.1. Undang – undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 5.2. Undang – undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5.3. Peraturan Pemerintah No. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5.4. Peraturan Pemerintah No. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 5.5. Kontrak Kerja Sama (PSC). 5.6. Work Program & Budget (WP&B). 5.7. Kepmenakertrans No. Kep-228/Men/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 5.8. Kepmenakertrans No. Kep-20/Men/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tanaga Kerja Asing. 5.9. Penyusunan Struktur Organisasi di Lingkungan KKKS.

106

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:106

3/19/2009 3:51:25 PM

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL
Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008

PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA
Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008

I.

UMUM 1.1. Minyak dan Gas Bumi adalah sumber daya alam strategis yang dikuasai oleh negara dan merupakan komoditi andalan dalam penerimaan devisa negara. Industri Hulu Migas adalah industri yang padat modal dan padat teknologi yang perlu didukung dengan pengelolaan sumber daya manusia yang profesional yang mampu menjamin kelancaran pengoperasian industri tersebut dengan optimal, aman dan sesuai persyaratan ketentuan peraturan terkait. 1.2. Jaminan kelancaran operasi industri Migas sangat bergantung dari situasi dan kondisi kerja yang kondusif harmonis antara KKKS, BPMIGAS, Serikat Pekerja (SP) serta lingkungan sosial–ekonomi wilayah sekitar. 1.3. Aktifitas menyampaikan aspirasi pekerja melalui media unjuk rasa dan mogok kerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, merupakan hak pekerja yang perlu diatur pelaksanaannya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran operasi industri Migas. 1.4. Pedoman ini merupakan sistem penanganan yang komprehensif dan sinergi antara tuntutan keamanan operasi dan kepentingan pekerja, negara serta KKKS.

II.

TUJUAN 2.1. Untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan acuan oleh KKKS dalam menghadapi Unjuk Rasa dan Mogok Kerja. 2.2. Pedoman ini sebagai acuan dalam melaksanakan koordinasi antara Tim SDM KKKS dengan BPMIGAS dan/atau instansi lain yang terkait dalam menghadapi Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.

III.

KEWENANGAN 3.1. KKKS menyusun strategi dan langkah-langkah dalam menangani rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja di lingkungan operasinya. 3.2. KKKS melaporkan kepada BPMIGAS setiap aktivitas yang terjadi berkaitan dengan rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja. 3.3. BPMIGAS melakukan pengendalian & pengawasan atas pelaksanaan kebijakan KKKS dalam menangani Unjuk Rasa & Mogok Kerja. 3.4. KKKS dan BPMIGAS melakukan koordinasi terhadap instansi terkait, antara lain : Disnaker, Aparat Keamanan (Pamobvitnas), Pemda.

IV.

PETUNJUK/PELAKSANAAN 4.1. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS 4.1.1. Tahap Persiapan Segera setelah perusahaan mengetahui adanya indikasi kuat tentang rencana Unjuk Rasa & Mogok Kerja, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh KKKS adalah sebagai berikut: a. Melakukan koordinasi internal & eksternal dan melakukan persiapanpersiapan dalam menghadapi rencana Unjuk Rasa dan Mogok Kerja.

107

migas_17x25 cm_2009.indd Sec1:107

3/19/2009 3:51:25 PM

PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA

f. perusahaan dapat koordinasi dengan fungsi-fungsi terkait di BPMIGAS termasuk didalamnya. Mengumumkan kepada pekerja atas rencana unjuk rasa/mogok kerja dan menghimbau seluruh pekerja untuk tetap bekerja seperti biasa. maupun menyiapkan upaya-upaya mitigasi selanjutnya. menghadapi tuntutan demonstran/pemogok. perusahaan dapat menyiapkan jawaban kepada perwakilan Pekerja maupun paket informasi klarifikasi/hak jawab (standby statement) kepada media massa (press release) atau kepada instansi pemerintah terkait. Melakukan upaya penyelesaian perselisihan melalui perundingan agar tidak terjadi mogok. : 20 Oktober 2008 b. memproses perselisihan di PHI/PN. Bila diperlukan.PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal.1. h. Dalam hal perwakilan Pekerja telah mengeluarkan pernyataan sikapnya/ tuntutannya kepada perusahaan melalui media massa atau kepada instansi pemerintah terkait. Sekuriti. perusahaan dapat koordinasi dengan BPMIGAS dalam menyiapkan surat jawaban tersebut. g. mengaktifkan tim khusus yang telah disiapkan. Melokalisir demonstran & pemogok sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional dan proses produksi. KKKS berusaha maksimal agar operasional & proses produksi tetap berjalan. Humas. Menyusun mitigasi produksi dengan koordinasi fungsi-fungsi terkait di BPMIGAS/Instansi Pemerintah lainnya (bila perlu membentuk tim khusus untuk menjamin kelancaran/keamanan proses produksi). KKKS perlu menyusun strategi penyelesaian perselisihan yang baru dengan memperhatikan keamanan dan kelancaran proses produksi KKKS.indd Sec1:108 3/19/2009 3:51:26 PM . Menyusun strategi apabila tidak terjadi kesepakatan dalam perundingan dengan Perwakilan Pekerja. Hukum. Membentuk Gugus Tugas (task force) yang terdiri dari fungsi SDM. i. Melakukan koordinasi dengan Disnaker/instansi terkait lainnya guna memastikan apakah rencana unjuk rasa/mogok kerja tersebut sah atau tidak secara hukum. Bila diperlukan. Bila diperlukan.2. antara lain dengan: • Mengamankan alat produksi dan asset perusahaan dengan mengerahkan petugas pengamanan internal perusahaan maupun koordinasi dengan aparat keamanan eksternal. Tahap Pelaksanaan Unjuk Rasa & Mogok Kerja a. Operasi Lapangan dan fungsi terkait lainnya di KKKS sebagai Tim Perunding/Negosiator maupun untuk menyiapkan laporan. • • 108 migas_17x25 cm_2009. 4. KKKS melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan serta persiapan tindakan akibat hukumnya. d. Perusahaan dapat meminta bantuan BPMIGAS dalam proses perundingan sebelum melakukan mediasi ke Disnaker. Apabila perundingan mengalami dead-lock. e. c.

Memanggil wakil demonstran & pemogok untuk berunding kembali guna menyelesaikan perselisihan/meminta pekerja bekerja kembali. KKKS melakukan koordinasi dengan SP untuk mengurangi dampak negatif mogok kerja agar suasana pekerjaan. b. Fungsi pengawasan dan pengendalian berada pada KKKS dengan tetap melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan BPMIGAS maupun instansi pemerintah lainnya. KKKS menyusun laporan/mendokumentasikan secara lengkap seluruh proses unjuk rasa & mogok kerja.2. 4.1.indd Sec1:109 3/19/2009 3:51:26 PM PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA . Dalam hal Disnaker telah melakukan melakukan upaya penyelesaian masalah yang menyebabkan terjadinya pemogokan dan telah dilimpahkan kepada lembaga PHI. maka KKKS harus menghitung total kerugian yang diakibatkan dan mengidentifikasi semua pihak-pihak yang bertanggung jawab maupun yang dirugikan dirugikan untuk kepentingan laporan. 4.2. namun peran KKKS di atas diupayakan sepenuhnya dilaksanakan secara langsung oleh PJP sebagai konsekuensi adanya hubungan kerja langsung antara PJP dengan pekerjanya. dan melaporkannya kepada pihak-pihak terkait (internal & eksternal). maka Perusahaan melakukan perundingan dengan SP/perwakilan Pekerja untuk menghentikan mogok kerja. c. Pada prinsipnya. baik untuk pekerja yang mendukung ataupun yang tidak mendukung unjuk rasa & mogok kerja. : 20 Oktober 2008 b.1 di atas.2. d. Perusahaan mengeluarkan surat panggilan sebanyak 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 hari kepada Pekerja untuk kembali bekerja. Bila unjuk rasa dan/atau mogok kerja tidak sah atau mengganggu ketertiban atau bersifat anarkis maka Perusahaan dapat meminta aparat keamanan untuk mengambil tindakan penertiban serta pengamanan. Tindak Lanjut Pasca Unjuk Rasa & Mogok Kerja a. pembuktian dalam proses hukum dan upaya-upaya mitigasi selanjutnya. proses penanganan unjuk rasa & mogok kerja oleh pekerja PJP di butir ini sama dengan prosedur penangan pada butir 4. 109 migas_17x25 cm_2009.3.2.1. 4. Dalam hal aksi unjuk rasa & mogok kerja menimbulkan gangguan pada kegiatan operasional atau menyebabkan terhentinya proses produksi atau bahkan hingga menimbulkan kerugian materil/jatuh korban luka/meninggal dunia. sehingga emosi dapat saling terkendali dan tidak menjurus ke anarkis. KKKS menghadapi demonstran & pemogok: • • • Menunjukkan sikap tidak bermusuhan.2. KKKS mencatat kronologi insiden unjuk rasa & mogok kerja.3. Pekerja yang melakukan mogok kerja tidak sah akan dinyatakan sebagai mangkir. Unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja perusahaan jasa penunjang (PJP) 4.FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. • • 4. PJP bertanggung jawab untuk menyusun strategi dan langkah-langkah di lapangan dalam menangani unjuk rasa & mogok kerja pekerjanya.

5.2. KKKS dapat melarang pekerja PJP yang melakukan unjuk rasa & mogok kerja berada di lokasi perusahaan KKKS.1. 4. REFERENSI 5. Undang-Undang No.5. bila diperlukan KKKS dapat mengadakan pekerja pengganti. V. Kepmen No. LAMPIRAN 6. menjaga kepentingan operasional KKKS & kelangsungan proses produksi. : 20 Oktober 2008 4. 4.1 Pedoman ini disusun khusus untuk unjuk rasa & mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja KKKS dan pekerja PJP.3. KEPPRES No. 5.1. Bagan Komunikasi (Lampiran 2). Jika diperlukan. KKKS dan fungsi-fungsi terkait. 110 migas_17x25 cm_2009. 232/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Yang Tidak Sah.2 Penanganan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dikoordinasikan dengan fungsi Hubungan Pemerintah & Masyarakat (HUPMAS) BPMIGAS.indd Sec1:110 3/19/2009 3:51:26 PM . Undang-Undang No. Unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat 4. 5.2.5. 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. 4.3.4.6. VI.2.4. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-Undang No. 5.3.2. 39/1999 tentang HAM (Pasal 25 Hak untuk Mogok). Untuk mengamankan alat produksi dan asset KKKS. 63/2004 tentang Objek Vital Nasional. 6. 5.3. Alur Mogok Kerja (Lampiran 1). 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. Undang-Undang No.

FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. menunda atau mengakhiri Mogok Kerja Instansi Pemerintah menyerahkan kepada Lembaga Penyelesian Perselisihan Industrial 111 migas_17x25 cm_2009. : 20 Oktober 2008 Lampiran 1 Alur Mogok Kerja Perselisihan Pengusaha SP/B dan atau pekerja Perundingan untuk penyelesaian Setuju (perselisihan diselesaikan) Perundingan gagal SP/B dan atau pekerja merencanakan Mogok Kerja Tidak diijinkan Mogok Kerja karena menyangkut kepentingan umum/ mengganggu keamanan SP/B memberikan surat pemberitahuan Mogok Kerja kepada Perusahaan & Lembaga Pemerintah paling tidak 7 hari sebelum mogok kerja Instansi pemerintah membantu para pihak untuk menyelesaikan perselisihan (MEDIASI) Mediasi Gagal Setuju (perselisihan diselesaikan) SP/B dan atau pekerja memutuskan memulai.indd Sec1:111 3/19/2009 3:51:26 PM PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA .

indd Sec1:112 3/19/2009 3:51:28 PM .PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : PENANGANAN UNJUK RASA & MOGOK KERJA Berlaku Tanggal. : 20 Oktober 2008 Lampiran 2 Bagan Komunikasi K O M U N IK A S I IN T E R N A L EK STERN AL T eam M an ajem en B P M IG A S T eam H R (H u b u n g an In d u strial d an C & B ) D IS N A K E R T eam H u k u m P A M O B V IT T eam K o m u n ik asi M E D IA M A S A T eam K eam an an T eam P ro d u k si & S afety T eam P eru n d in g / N eg o siato r 112 migas_17x25 cm_2009.

KKKS mengusulkan pekerja dan/atau keluarganya yang dirujuk ke luar negeri.2. 113 migas_17x25 cm_2009. 3. Kompetensi & Pengalaman: • Teknologi medis baru tidak tersedia/belum memadai di Indonesia • Angka kegagalan terapi atau morbiditas tinggi • Tingkat kesulitan kasus yang tinggi • Jumlah kasus yang ditangani belum banyak 4. Badan Pertimbangan Kesehatan (Medical Board) BPMIGAS akan berdiskusi untuk menyetujui atau menolak usulan rujukan ke luar negeri tersebut.3.indd Sec1:113 3/19/2009 3:51:28 PM BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI .FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Berlaku Tanggal.1.4.1. KEWENANGAN 3.4. IV. UMUM Rujukan pasien ke luar negeri merupakan salah bentuk pelayanan yang diberikan kepada pekerja dan keluarganya di lingkungan KKKS BPMIGAS dalam usaha mencapai derajat tingkat kesehatan paripurna. KKKS yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat menyediakan fasilitas pengobatan dan perawatan kesehatan TKA melalui kerjasama dengan primary health care provider yang ada di Indonesia. II.2 Tidak ada perbaikan keadaan setelah terapi maksimal di Indonesia.3.1. III. Riwayat Pengobatan sebelumnya: 4. 4. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dirasakan sangat cepat dan tingkat penyerapan perkembangan tersebut dirasakan kurang merata di pusat kesehatan di Indonesia.2. TUJUAN Mempunyai kesamaan cara pandang dalam menetapkan standar rujukan pasien keluar negeri dalam usaha mengupayakan pelayanan kesehatan yang terbaik sesudah memperoleh jasa pelayanan kesehatan yang ada di dalam negeri.2. Ketersediaan di Indonesia • Sarana dan fasilitas kesehatan • Obat-obatan • Donor organ 4. Badan Pertimbangan Kesehatan mengacu pada alasan profesi medis dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 4.1 Setelah terapi maksimal di Indonesia.3 Follow up/kontrol kasus dari pengobatan di luar negeri sebelumnya yang telah disetujui oleh BPMIGAS. 4. 4. 4.4. Rujukan pengobatan ke luar negeri bagi pekerja/keluarga KKKS harus mendapat persetujuan dari BPMIGAS melalui Badan Pertimbangan Kesehatan.3.4. masih terdapat ketidakjelasan diagnosa atau terapi dan tindaklanjutnya. PETUNJUK/PELAKSANAAN 4. Dalam membuat keputusannya. : 20 Oktober 2008 I.

Undang-Undang No. 5. 5. Apabila tidak dilakukan. Untuk pengobatan pekerja KKKS dan keluarganya ke luar negeri yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas. cukup dilaporkan kepada BPMIGAS maksimal 3x24 jam pasca kejadian dengan memperhatikan peraturan/pedoman BPMIGAS. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.5.2. 5. 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. 42/2002 tentang Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Peraturan Pemerintah No. 23/1992 tentang Kesehatan.1. 5. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. 5.4. maka biaya yang dikeluarkan tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi KKKS.BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI FUNGSI : PENDAYAGUNAAN TENAGA KERJA & HUBUNGAN INDUSTRIAL Ditetapkan Tanggal : 20 Oktober 2008 PERIHAL : BAHAN PERTIMBANGAN RUJUKAN PASIEN KE LUAR NEGERI Berlaku Tanggal.3. V. 5.6. Undang-Undang No. : 20 Oktober 2008 4.7. Work Program & Budget (WP&B) KKKS-BPMIGAS. REFERENSI 5.5. 114 migas_17x25 cm_2009.7. maka seluruh biaya yang timbul tidak dapat dibebankan dalam biaya operasi KKKS. Peraturan Pemerintah No.6. Kasus Emergensi yang perlu dilakukan tindakan evakuasi ke luar negeri dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa dan fasilitas kesehatan yang memadai. Khusus untuk pengobatan TKA KKKS dan keluarganya ke luar negeri harus ada referensi dari primary health care provider dan persetujuan Dokter Perusahaan (Chief Medical Officer) atau fungsi Human Resources masing-masing KKKS.indd Sec1:114 3/19/2009 3:51:28 PM . Kontrak Kerja Sama (PSC). 4. 4. Undang-Undang No.

1 migas_17x25 cm_2009.indd 1 3/19/2009 4:20:48 PM .