Anda di halaman 1dari 69

AMALGAM

Priska A. Manik (1012020)


Eries S. Sanjaya (1012007) Effi Sihaloho (1012033) Marcia (1012037)
Rizki Ramadhan (1012045) Maria Clara (10120) Ivanie (1012019) Tirza Demiza (1012031) Niko (1012042) Kiki Hakiki (1012047)

Deviana (1012017)
Teguh Setiawan (1012021)

KELOMPOK 3

DEFINISI , INDIKASI , KOMPOSISI DAN FUNGSI MASING 2 KOMPONEN AMALGAM

DEFINISI DENTAL AMALGAM


Dental Amalgam terdiri dari mercury , silver , copper dan tin ; yg dpt juga mengandung palladium , zinc & elemen lain u/ memudahkan & u/ mekan performa klinis.

Indikasi Amalgam
Restorasi direk gigi permanen posterior Restorasi yg sedang besar , tidak mementingkan estetis , harus dpt menahan daya oklusi yg berat , tdk dpt disolasi dgn baik , restorasi yang meluas ke perm. akar Restorasi Fondasi dan inti ( core) u/ pemasangan crown

Komposisi Amalgam
Komposisi Bubuk
Ag (67-74%)
Cu (0-6%)

Komposisi Liquid

Sn (25-28%) Zn (0-2%)

Mercury ( Hg) 0-3%

Indium
Palladium

FUNGSI DARI MASING2 KOMPOSISI

Ag :
Sn : Zn :

Menkan Ketahanan terhadap korosi dan tarnish

Mempermudah amalgamasi( mdh bereaksi dgn Hg) Mencegah masuknya O2 pada proses peleburan ( fusi ) alloy Mekan kekerasan dan kekuatan Membantu pencampuran logam lain seperti timah , perak dan tembaga menjadi satu bahan yang solid

Cu :
Hg :

Low copper alloys


Amalgam alloy campuran dr cairan mercury dengan alloy pencampurannya disebut triturasi. Merkuri berdifus ke dlm fase pd partikel alloy & mulai bereaksi dgn perak & timah mbntk silver mercury dan tin mercury compound silver mercury Ag2Hg3 dikenal 1 Tin mercury Sn7-8Hg dikenal sbg 2

Pada saat kristal fasa 1 & 2 mulai terbentuk amalgam relatif lunak dan mudah diukir, bila smakin trbentuk kristal 1 & 2 amalgam mjd lbh kuat & keras & tdk dpt dikondensasi / diukir lg.
Rumus reaksi: (Ag3Sn) + Hg 1 (Ag2Hg3) + 2 (Sn7-8Hg)+ unreacted (Ag3Sn)

2. High copper alloys

Perbedaan high copper dgn low copper bkn hny presentasi copper pd amalgam tp jg efek yg dimiliki high copper pd reaksi amalgam High Cu mengandung silver copper eutetic Cu3Sn () yg dpt mengeliminasi 2, yg merupakan fasa yg plg lemah dan mudah korosi terlebih sifat fisik dan sifat mekanis rendah dan penggunaan klinis yg jangka wktunya lbh pendek dibanding high copper amalgam.

Reaksi awal merkuri pd admixed High copper alloy: (Ag3Sn) + Ag-Cu(eutetic) + Hg 1(Ag2Hg3) + (Sn7-8Hg) + unreacted (Ag3Sn) + unreacted Ag-Cu(eutetic)

Reaksi selanjutnya, slow state reaction : 2 (Sn7-8Hg) + Ag-Cu(eutetic) (Cu6Sn5) + (Ag2Hg3) + unreacted Ag-Cu(eutetic)

Reaksi merkuri dalam Unicompositional alloy


Dalam high-cooper unicompositional alloys, alloy partikel mengandung mengandung (Ag Sn) dan (Cu Sn) mirip dengan low-cooper lathe-cut alloy, tapi jumlah fase (Cu Sn) jauh lebih besar u/ mengakomodasi addition copper. Paduan ini biasanya berbentuk spherical partikel, dimana (Cu Sn) fase terdispersi halus selama fase (Ag Sn) .

Bila merkuri cair dicampur dengan campuran ini, akan berdifusi ke permukaan partikel-partikel ini dan (Ag Hg ) serta (Cu Sn ) terbentuk.
Reaksi terjadi dalam sebuah cincin di sekitar partikel terdiri dari dan . Reaksi dapat diringkas sebagai berikut:

Tidak ada bukti definitif bahwa fase pernah terbentuk, bahkan sementara. Dengan analisis waktu microprobe elektr on dapat digunakan,reaksi akan mencapai keseimbangan, dan produkproduk reaksi akhir dan akan dapat terbentuk.

Mikrostruktur amalgam
Dalam aplikasi gigi jumlah merkuri cair yg digunakan u/ menggabungkan campuran partikel kurang dari yg dibutuhkan u/ menyelesaikan reaksi.

set massa amalgam terdiri dr partikel yg tidak bereaksi dikelilingi o/matriks produk-produk reaksi.

Reaksi ini terutama reaksi permukaan, & ikatan matriks partikel tidak bereaksi bersama-sama.

Difusi awal dan reaksi merkuri dgn alloy , relatif cepat, dan perubahan massa cepat dari konsistensi plastik untuk massa keras.

Penyelesaian reaksi dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, yang tercermin dengan perubahan dalam sifat mekanik dari waktu ke waktu ini.

Selah reaksi solid-state pada high-cooper admixed & unicomposition alloys, mikrostruktur menunjukkan tidak ada fasa

Bdasarkan Kandungan Tembaga


Low Copper Alloy
Tembaga < 6%

High Copper Alloy


Tembaga > 6% Di klasifikasikan menjadi : Admixed alloy powder Single Composition alloys

Bdasarkan Bentuk Partikel Alloy

Lathe cut alloys

Spherical alloys

Spherical alloys mengunakan merkuri << dibandingkan lathe-cut alloys karena spherical alloy powder particles memiliki area permukaan yg lebih kecil dr lathe-cut alloy particles. Amalgam dgn kandungan merkuri memiliki sifat yg lebih baik

Delayed Expansion

Delayed expansion umumnya disebabkan o/ tek. internal dr gas hidrogen yg merupakan salah satu produk korosi & juga gabungan antara zinc yg terkandung dr amalgam dgn incoporated moisture.

Jika restorasi tdk dihilangkan trjdi kontaminasi akhirnya trjd protusi dr restorasi. Restorasi amalgam yg berlebih restorasi keluar dr cavitas, krn margin amalgam yg brittle tdk ada pendukung mudah fraktur marginal defect. Kebocoran tepi pd restorasi mnybabkan diskolorasi pd marginal , dgn korosi & pitting yg disebabkan o/ trbentuknya konsentrasi sel.

Pitting & korosi berkurangnya kekuatan restorasi amalgam jika terus menerus amalgam berlubang-lubang (pitted) & mudah hancur (crumble)jika terkena stress.

Corrosion
Korosi adalah penghancuran logam dan lingkungannya secara progesif o/ reaksi kimia. Korosi dapat menyebabkan meningkatnya porositas, mengurangi integritas marginal, kehilangan kekuatannya dan melepaskan partikel-partikel berbahan logam ke dalam lingkungan rongga mulut.

Adanya timah, perak dan tembaga dalam jumlah sedikit dapat memberikan resistensi yang baik terhadap korosi. Pada low-Cu amalgam, fase yang mudah terjadi korosi adalah Sn7-8Hg. Meskipun merupakan bagian kecil dari amalgam (11% - 13%) tapi fase ini dapat menyebabkan peningkatan persentasi korosi pada saat didalam lingkungan mulut. Korosi ini dihasilkan oleh timah-oksiklorida yang berasal dari timah dalam 2 dan melepaskan mercury.

Sn7-8Hg + 1/202 + H2O Cl- Sn4 (OH)6 Cl3 + Hg.

Karena korosi melepaskan mercury maka dari itu korosi menyebabkan porositas dan kekuatannya lemah. Pada High-Cu admixed dan unikompositional alloy tidak terdapat 2 pada final set.
Cu6Sn5 + 1/2O2 + H2O + Cl- CuCl2.3Cu(OH)2 +SnO dimana CuCl2 merupakan produk korosi, 3Cu(OH)2 saliva sintetik yang berguna untuk menghambat proses korosi dan juga melindungi amalgam dari korosi.

REAKSI KARENA KONTAMINASI MOISTURASI


Kontaminasi moisturasi terjadi pada saat pencampuran dan condensasi yang dapat menyebabkan ekspansi yang berlebih. Adanya moisturasi pada permukaan dapat menyebabkan kerusakan yang parah, karena moisturasi pada saliva berpotensi sebagai sumber kontaminasi.

Cavitas gigi harus dikeringkan dan amalgam harus dihindari dari saliva.
Saliva dengan Zinc yang terkandung dalam amalgam dapat menjadi sumber terjadinya delayed expansion dan menurunkan kualitas restorasi. Ekspansi terjadi akibat dekomposisi moisturasi.

Dekomposisi moisturasi ini dapat diatasi dengan menggunakan non-zinc alloys.

MANIPULASI AMALGAM

1. Perbandingan alloy/Hg
Perbandingan alloy/hg = 5/7 atau 5/8
Hg yang berlebih memudahkan triturasi (pencampuran), memberikan permukaan yang halus dan bersifat plastis.

Teknik minimal Hg alloy/Hg 1:1


teknik apapun yang digunakan : kelebihan Hg pd permukaan hrs di buang. Pada pengerasan akhir, diharapkan kandungan Hg < 50%

2. Triturasi
Yaitu pencampuran dan pengadukan alloy amalgam dan mercury

Teknik : 1. manual mortar & pestle 2. mekanik amalgamator

Mortar/lumpang & pestle/alu dibuat dari bahan glass. Bagian dalam mortar dan ujung pestle selalu dibuat kasardigosok dengan pasta carborundum ( cara ini jarang digunakan)

Pengadukan mekanik :

Tersedia dalam bentuk kapsul (bubuk alloy+Hg) Amalgamator digerakkan dengan listrik Lamanya triturasi secara mekanik tergantung :Tipe alloy, kecepatan pengadukan. High copper alloy memerlukan pengendalian triturasi yang tepat. Pada beberapa produk ada yang memerlukan enersi pengadukan yang lebih besar untuk melepaskan lapisan oksida pada partikel Cu.

Kecepatan amalgamator pada low, medium dan high speed sekitar 3200-3400, 3700-3800, 4000-4400 siklus per menit.

Namun, amalgamator ditetapkan pada kecepatan 3300 cpm sebenarnya bisa beroperasi pada 3000 cpm dengan penurunan tegangan 120-100 volt.

3. Kondensasi

proses memasukan amalgam ke dalam kavitas gigi yang telah dipreparasi menggunakan stopper amalgam atau pistol amalgam sehingga tercapai kepadatan maksimal dari amalgam.

Saat kondensasi dilakukan penekanan u/ memadatkan amalgam.

Besar tekanan ideal 66,7 N

Amalgam dgn logam paduan berbentuk sferis lebih mudah memadat dibanding berbentuk lathe-cut. Kondensasi dilakukan segera setelah tirturasi, amalgam harus masih dalam keadaan plastis

Kondensasi yang terlambat akan berakibat :

Adaptasi kurang baik

Kelebihan air raksa sulit dibuang

Ikatan antar bagian berkurang

Me kekuatan

4. Carving, Finishing, Polishing

- Kavitas diisi penuh bagian atas amalgam yg berlebih dibuang amalgam dibentuk & diukir dengan burnisher sampai sesuai dengan bentuk anatominya.

- Amalgam yg dibentuk dari partikel alloy yang besar


sulit diukir karena kepingan alloy yg besar sering tertarik oleh instrumen dari permukaan.

- Pengukiran yg lebih mudah digunakan partikel alloy


spheris.

- Finishing melibatkan memperbaiki ketidakteraturan


marginal, membentuk kontur anatomi, dan merapikan kekasaran permukaan restorasi.

- Pemolesan dilakukan untuk mendapatkan kilau, mengkilap


pada permukaan amalgam. - Restorasi amalgam dianggap belum sempurna hingga

dilakukan pemolesan.
- Pemolesan dilakukan paling cepat 24 jam setelah penambalan (setelah tambalan cukup kuat) u/ Amalgam Konvensional.

- Untuk Amalgam Cu (High Copper Amalgam) Pemolesan dilakukan lebih cepat karena amalgam dengan Cu cepat mendapatkan kekuatannya. - Pemolesan menggunakan : * Batu poles memoles kasar * Karet poles merah memoles halus

* Karet poles hijau mengkilapkan


- Pemolesan sempurna tambalan warna merah mengkilap.

TUJUAN MEMOLES

1. U/ menghindari sisa2 makanan yg terselip di struktur gigi 2. Mempertahankan kesehatan jar. Periodontal (mencegah infeksi gingiva) 3. Mencegah kerusakan restorasi yg berulang 4. Mencegah terjadinya masalah oklusi 5. U/ estetik 6. Menghindari terjadinya tarnish dan korosi.

MERKURI

Bentuk Merkuri
CAIR mudah menguap pd T kamar

UAP sangat toksik

GAB. INTERMETALIK pd amalgam yg telah mengeras dpt terekspirasi pasien GAB. ORGANOMETALIK sgt toksik, dpt menyerang syaraf, metil Hg terbentuk dgn adanya Streptococcus

Merkuri Hygiene
1 Jangan dibiarkan terbuka di udara terbuka Hindari kontak Hg dengan kulit Kelebihan Hg jangan dibuang sembarangan

Macam-Macam Kegagalan Amalgam


1. Kebocoran Tepi

Kebocoran tepi amalgam berbanding terbalik dgn waktu, karena adanya penutupan o/ pecahan produk dr korosi.

Kebocoran tepi biasanya dpt d ketahui, jk terlihat celah diantara tambalan dgn dinding kavitas.

Alloy high-copper kebocoranya lebih tinggi

PENYEBAB KEBOCORAN TEPI


Restorasi yg kurang baik Adanya email yg tdk memiliki pendukung

Tambalan yg sdh keropos/tdk baik

2. Kegagalan Tepi Alloy kaya akan Cu, jadi kegagalannya lebih kecil daripada alloy konvensional

PENYEBAB KEGAGALAN TEPI


Kesalahan teknik
Terdapat hubungan antara kehancuran marginal dan sifat korosi

Flow yang terlalu tinggi

3. Perubahan Dimensi Ekspansi Kontraksi

Ekspansi biasanya disebabkan oleh Alloy : Hg yang tinggi. Trituasi yang singkat. Ukuran partikel yang besar. Tekanan kondensasi yang rendah dan kontaminasi air

4. Creep
Low copper lebih mudah terkena creep dibandingkan high copper

Pada tempratur yang mendekati titik lebur kandungan 2 pada low copper lebih mudah mengalami daya alir

5. Tarnish dan Korosi


Tarnish terjadi jika amalgam berkontak dengan sulfur yang akan mrmbrntuk lap.sulfida asam warna kehitaman

Ada juga yang mengatakan tarnish dan korosi disebabkan kondisi lingkungan yang kurang baik. Lalu korosi juga dapat disebabkan oleh perbedaan sifat elektromagnetik dari campuran 2 logam yang dijadikan tambalan. Korosi terjadi pada komposisi low copper yang heterogen.

High copper amalgam korosi min, karena tdk memiliki fasa 2 & tidak terbentuknya Hg sbg produk korosi

Cara u/menghindari Tarnish dan korosi:

Pemolesan harus maksimal. X berkontakan dengan rest.logam laibn arus galvanis.

Compressive strength
Amalgam memiliki compressive strength yg baik namun lemah terhadap tension dan shear. Semakin tinggi tingkat loading, kekuatan tekan semakin tinggi

Tensile strength
Kekuatan tarik dari berbagai amalgam setelah 15 menit dan 7 hari tercantum dalam Tabel 11-3. Tensile strength pd high cooper unicomposional alloys lebih tinggi dibanding alloy lain Tensile strength awal yg tinggi dr paduan high-copper unicompositional penting, karena mereka tahan patah.

Transverse strength
Faktor utama yang berhubungan dengan nilainilai tinggi deformasi adalah
1. 2. 3. tingkat lambat aplikasi beban, merayap tinggi dari amalgam tertentu, suhu yang lebih tinggi dari pengujian.

Dengan demikian, peleburan tembaga tinggi dengan creep rendah harus didukung oleh basis dengan modulus tinggi untuk meminimalkan deformasi dan kegagalan transversal

Creep
Makin tinggi daya alir makin tinggi tinggi derajat kerusakan tepi ADAS No.1: amalgam harus mempunyai creep dibawah 3%

Untuk amalgam dg kandungan tembaga tinggi, creep tidak dapat dijadikan patokan dalam menentukan kerusakan tepi (creep <0,4%) Amalgam dengan kandungan tembaga rendah daya alirnya nerkisar antara 0,8%-8%

PERUBAHAN DIMENSI
Amalgam dapat memuai atau menyusut tergantung manipulasinya.

Kontraksi yang kuat microleakage (kebocoran mikro), karies sekunder.

Ekspansi yang berlebihan tekanan pada pulpa dan sensitivitas postoperative.

Perubahan dimensional tergantung seberapa banyak amalgam tertekan selama setting. Jika amalgam low copper atau high copper yg kandungan zinc terkontaminasi o/ air ekpansi yang besar. Ekpansi ini biasanya dimulai sesudah 3 - 5 hari dapat berlanjut hingga berbulan-bulan.

dan bila mencapai nilai > 400 m (4%), ekspansi ini disebut delayed expansion atau secondary expansion

Ekspansi
Penyebab ekspansi tinggi ,co/: triturasi & kondensasi yg tdk cukup, terkontaminasinya amalgam yg mengandung zinc. Delayed expansion terjadi o/ tekanan dr dalam yg dikeluarkan o/ gas hydrogen yg merupakan produk korosi antara zinc dalam amalgam dgn kontaminasi air.

Kondensasi yang besar terjadi pada hari 4-5 setelah kondensasi,

Delayed expansion sering menyebabkan nyeri yang parah Ketika ekspansi besar terjadi, diperkirakan tamabalan akan mendesak ke dinding kavitas sehingga menekan kamar pulpa, Nyeri seperti ini dialami 10 sampai 12 hari setelah penempatan tambalan Bila tidak dilepas, tambalan amalgam akan mengembang dan menonjol keluar

Kontraksi

Kurang triturasi berakibat berkurangnya kekuatan dan ekspansi selama pengerasan, selain itu kontraksi yang lemah terjadi bila amalgam ditriturasi dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA
Anusavice, KJ. Philips Science of Dental Materials. 11th ed. Philadelphia: WB Saunders,2003. Power JM & Sakaguchi RL. Craigs Restorative Dental Materials. 12th ed. St.Louise: Mosby, 2006.