Anda di halaman 1dari 86

tubuh memanjang pipih dorsoventral tanpa segmen / ruas.

Bagian tubuh

Anterior (bagian depan,kepala

Posterior (bag belakang, ekor

Dorsal (punggung)

Ventral

Lateral (sampinng tubuh)

Tubuh simetri bilateral dan terdiri dari 3 lapisan.


Membentuk epidermis dan kutikula

Ektoderma

Lunak dan bersilia untuk membantu alat gerak

Dilengkapi alat untk melekatkan diri pada inang dan kait Lapisan tubuh mesoderma Membentuk alat reproduksi, jaringan otot, jaringan ikat

endoderma

Membentuk gastrodermis sbg saluran pencernaan

SISTEM PENCERNAAN
Berupa rongga gastrovaskuler di tengah tubuh.

Mulut - faring kerongkongan usus seluruh tubuh - pembuangan sisa


makanan mulut. Disebut sistem pencernaan satu lubang. Atau tidak memiliki saluran pencernaan.

SISTEM EKSKRESI
Tersusun dari sel api atau bulu getar (solenosit) Untuk memelihara keseimbangan osmosis antara hewan dgn lingkungannya

SISTEM SARAF
Dua ganglia otak dengan saraf tepi dan membentuk sistem saraf
tangga tali

SISTEM REPRODUKSI Hermaprodit Generatif : perkawinan silang dan fertilisasi internal Vegetatif : regenerasi

SISTEM PENGINDERAAN
Seluruh cacing pipih memiliki indra meraba berupa oseli dan sel kemoresptor di seluruh tubuhnya. Indra tambahan berupa aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), dan reoreseptor (organ untuk mengetahui arah aliran sungai.

TURBELLARIA (CACING BERAMBUT GETAR) TREMATODA (CACING ISAP) PLATYHELMINTHES CESTODA

(CACING PITA)

MONOGENEA

Memiliki silia sebagai alat bantu bergerak

Bernafas secara difusi pada permukaan

Merupakan cacing pipih yang hidup secara seluruh tubuhnya bebas Habitat di air tawar (kolam, danau atau sungai yang bersih) Pemakan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati Bernafas melalui difusi pada permukaan tubuhnya Hermaprodit Panjang tubuh bervariasi antara 5-50 mm Tidak memiliki darah Tubuh berwarna gelap, cokelat, dan abuabu Reproduksi melalui : Seksual dan aseksual (fragmentasi) contoh: Planaria, Acoela, Microstonum dan Bipalium

1. Mulut tempat masuknya makanan, terletak


di bagian ventral. Pada mulut, terdapat saluran yang dapat dijulurkan yang disebut faring untuk menyedot makanan. 2. Saluran pencernaan mencerna makanan

3. Bintik Mata alat indera digunakan untuk


mendeteksi cahaya (planaria menyukai gelap)

4. Aurikel organ penciuman

5. Protonephridia yaitu saluran yang


menghubungkan pori-pori dengan sel api sebagai organ eskresi

Terdiri dari mulut, faring dan usus. Tidak punya anus. faring dapat dijulurkan dan berhubungan dengan usus (rongga gastrovaskuler). Beberapa planaria mempunyai usus yang bercabang 3, satu ke arah anterior dan 2 ke arah posterior.

Tiap cabang usus bersatu kembali di faring.

Makanan masuk melalui mulut

Hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang usus. Sisa makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut lagi

Sistem pengeluaran cacing pipih dikenal


sebagai protonefridia. Sel api dikelilingi oleh ruang kecil menuju lempeng berflagela. Gerakan flagela mengalirkan cairan

melalui pembuluh menuju saluran pengumpul yang akhirnya

keluar pori pengeluaran. Sisa metabolisme sebagian besar dibuang secara difusi melalui dinding tubuh.

Sistem reproduksi
Planaria berkembang biak secara seksual yaitu dengan

menghasilkan sel telur dan sel spermatozoid (hemafrodit).

Planaria umumnya melakukan perkawinan silang. Planaria mempunyai daya regenerasi yang amat tinggi. Bila tubuh planaria dipotong-potong, maka dari tiap potongan ini akan tumbuh individu baru A. Terpotong alami B. Dibelah 2 C. Dibelah 3 Reproduksi aseksual disebut fragmentasi

Bergerak tidak menggunakan silia

vertebrata, ternak , ikan , manusia.

Tubuhnya dilapisi lapisan kutikula Contoh: Fasciola hepatica (cacing

Memiliki alat pengisap yang


dilengkapi dengan kait-kait untuk melekatkan diri pada inangnya. Bersifat hermaprodit. Hidup parasit baik pada hewan

hati), Clonorchis sinersis,


Schistosoma (cacing darah), Paragonimus Westermani (cacing paru-paru), Fasciolopsis buski

maupun pada manusia.


Hidup di dalam hati, usus, paruparu, ginjal, dan pembuluh darah

Clonorchis

Genital pore Uterus Yolk glands Ovary Seminal receptacle Testes

Cacing ini hidup di dalam hati ternak seperti domba, kambing, dan binatang

Saluran pencernaan cacing hati dimulai dari mulut yang terletak di ujung

memamah biak lainnya. Cacing hati


mempunyai dua buah alat hisap, yaitu satu mengelilingi mulut dan satunya

anterior, yang dikelilingi oleh alat


pengisap yang disebut saker. Dari mulut terus ke dalam tubuh, saluran ini

dibelakang mulut di daerah ventral.

membentuk suatu faskines. Bercabang


menjadi dua tabung usus. Dan masingmasing tabung usus tersebut bercabangcabang lagi menuju ke jaringan-jaringan.

1.

Telur dilepaskan bersamaan dengan

embrio yang akan berkembang menjadi

kotoran dari penderita


2. Telur akan berkembang menjadi larva mirasidium dan masuk ke inang 6.

Sercaria
Sercaria yang dihasilkan akan berpindah menempel pada tumbuhan air

perantara 1, biasanya adalah siput


3. Di tubuh siput, larva myrasidium akan 7. bermetamorfosis menjadi sporosit

membentuk kista metasercaria


Tumbuhan yang mengandung kista di makan oleh domba, maka kista akan

4.

Sporosit ini mengandung banyak


kantung embrio, yang akan tumbuh menjadi Redia

berkembang menjadi cacing hati


dewasa.

5.

Redia akan tumbuh dan mengandung

Zygot Larva Myrasidium Sporosit Redia Sercaria Metacercaria Cacing Dewasa

TREMATODA

CLONORCHIS SINENSIS
Merupakan cacing hati yang parasit pada hati manusia. Perbadaannya dengan Fasciola Hepatica adalah fasciola memilih tumbuhan air untuk meletakkan metaserkaria , maka Clonorchis memilih ikan air tawar. Cacing ini dapat merusak sel-sel hati dan dapat menyebabkan kematian.

1.

Telur dilepaskan bersamaan dengan 5. kotoran dari penderita

Redia akan tumbuh dan mengandung embrio yang akan berkembang menjadi Sercaria Sercaria yang dihasilkan akan berpindah inang ke inang perantara

2.

Telur akan berkembang menjadi larva mirasidium dan masuk ke inang 6. perantara 1, biasanya adalah siput

3.

Di tubuh siput, larva myrasidium


akan bermetamorfosis menjadi sporosit 7.

2, biasanya ikan
Pada tubuh ikan, metaserkaria akan membentuk kista.

4.

Sporosit ini mengandung banyak


kantung embrio, yang akan tumbuh menjadi Redia

8.

Ikan yang terinfeksi di makan oleh


manusia, maka kista akan berkembang menjadi cacing ati dewasa.

Zygot Larva Myrasidium Sporokis Redia Sercaria Metacercaria Cacing Dewasa

Schistosoma

Clonorchis sinensis

1. Tubuhnya pipih panjang seperti pita,

keseimbangan Statotista.

beruas-ruas biasa disebut proglotid, 7. Kulit dilapisi kitin sehingga tak 2. Bagian tubuh : kepala, leher dan posterior tercerna oleh enzim di usus inangnya

3. Hidupnya parasit pada manusia dan 8. Sistem saraf tidak berkembang

hewan

9. Memiliki basil isap (sucker)

4. Tidak memiliki alat pencernaan dan 10. Tanie Saginata (c. pita sapi.), Tanie mulut solium, Diphylidium Caninum,

5. Sistem saraf dan ekskresinya


merupakan satu kesatuan 6. Beberapa ada yang mempunyai alat

Diphylidium Latum, Echinococcus


Granulosus, Dibothriocephalus Latus, Himenolepis Nana

Taenia saginata

Taenia solium

Skoleks pada Taenia Proglotid pada Taenia

Dalam tubuh manusia, proglotid terlepas bersama feses

Proglotid tertelan babi / sapi

Selubung telur dalam proglotid larut dan keluar larva heksakan

Manusia memakan babi / sapi yang dimasak tidak sempurna

Tumbuh menjadi sistiserkus

Heksakan ikut aliran darah dan singgah di jaringan

Sistiserkus tumbuh dan berkembang menjadi cacing pita dewasa dalam tubuh manusia

Daur teulang lagi

Dari tubuh manusia proglotid cacing terlepas dan keluar bersama tinja.

Telur jatuh di perairan menetas menjadi larva onkosfer

Larva termakan Copepoda, di dalam usus proserkoid

Pleroserkoid mengikuti aliran darah dan singgah di jaringan tubuh ikan

proserkoid menembus usus ikan tumbuh menjadi pleroserkoid

Copepoda dimakan ikan

Manusia makan ikan yang mengandung pleroserkoid dan tidak dimasak sempurna

Larva tumbuh dewasa dalam usus manusia. Daur terulang lagi

Umumnya parasit

Tidak memiliki rongga tubuh


Sistem pencernaan sederhana yaitu lubang mulut, usus dan anus Contoh : Neobenedenia Pada tahap awal hidupnya memiliki sebuah organ mirip kait pada posterior disebut prohaptor (untuk makan) dan opisthaptor (untuk menempel)

Dapat ditemukan dikulit, sirip dan insang ikan.


Biasanya hermaprodit

CIRI - CIRI CONTOH Habitat larva dewasa

TURBELLARIA TREMATODA Planaria Bebas di air tawar Bebas di air tawar Fasciola hepatica Dalam siput Kantong empedu biribiri dan manusia

CESTODA

MONOGENEA

Taenia solium Neobenedenia Daging babi manusia mamalia Udang dan ikan

Permukaan tubuh

Tertutup Tidak ada Tertutup epidermis dan epidermis dan kutikula, silia silia tidak ada epidermis dan silia Tidak ada

Tidak ada epidermis dan silia

Alat isap

Ada 2 dimulut Ada 4 skoleks Ada 2 dan kepala

CIRI-CIRI

TURBELLARIA TREMATODA

CESTODA

MONOGENE A

SEGMENTASI
SISTEM PENCERNAA

Tidak ada
Mulut, probosis, usus bercabang 3

Tidak ada

Ada

Tidak ada
Mulut, faring dan usus

Mulut, Tidak ada kerongkongan pendek, usus bercabang 2

SISTEM EKSKRESI BENTUK TUBUH


SIMETRI TUBUH RESPIRASI

Sel api

Sel api

Sel api

Sel api

Pipih, pendek Pipih, pendek Pipih, pendek Pipih, pendek


Bilateral Osmosis Bilateral Osmosis Bilateral Osmosis Bilateral Osmosis

Acing Gelang (Ascaris lumbricoides) Cacing Tambang (Ancylostoma)

Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis)

Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti)

Cacing Otot (Trichinella spiralis)


CACING CAMBUK TRICHURIASIS

Irisan melintang pada tubuh Ascaris Lumbricoides

Ancylostoma duodenale (cacing tambang)

a) Ancylostoma duodenale merupakan jenis cacing tambang yang banyak dijumpai di benua Afrika dan Asia. b) Panjang tubuhnya antara 1-1,5 cm. c) Pada bagian anteriornya terdapat mulut disertai kait yang berguna untuk meletakkan diri pada usus inangnya. d) Hidup parasit pada usus halus manusia. Cacing ini menghisap darah inangnya dan menghasilkan zat antikoagulasi yang mencegah pembekuan darah sehingga penderita penyakit ini mengalami anemia. e) Penyakit yang ditimbulkannya disebut Ancylostomiasis. f) Cacing betina dapat menghasilkan 20 ribu butir telur perhari.

DAUR HIDUP CACING TAMBANG

Telur keluar bersama feses dan akan menetas larva rabditiform. larva ini selanjutnya akan berubah menjadi filariform yang mampu menembus kulit. Infeksi melalui kulit oleh larva filariform disebut infeksi aktif. Larva yang masuk melalui kulit, selanjutnya akan mengikuti aliran darah, terus masuk ke hati, ke jantung, paru-paru, trachea, faring lalu kerongkongan dan akhirnya di usus. Di dalam usus itu cacing mnetap dan dewasa. Infeksi pasif yaitu telur cacing tambang yang keluar bersama feses masuk kembali ke dalam saluran pencernaan bersama-sama makanan atau minuman yang tidak higenis.

DAUR HIDUP CACING KREMI

Pada saat akan bertelur, cacing betina menuju ke anus, dan bergerakgerak, sehingga menyebabkan penderita cacing merasa gatal dan menggaruk-garuk anusnya. Ketika menggaruk tersebut, telur cacing menempel pada kuku atau celah kuku. Dan apabila waktu makan, tangannya belum tercuci bersih, maka telur-telur tadi akan masuk dan menginfeksi lagi.

4) Wuchereria brancofifti (cacing Filaria)

TRICHINELLA SPIRALIS

Cacing ini menyebabkan penyakit trikinosis. Penyebarannya melalui pengonsumsian daging yang tidak higienis dan mengandung larva cacing. Larva tinggal di dalam usus halus dan bertelur. Telur menetas menjadi larva dan masuk ke dalam otot lurik untuk membuat kista

CACING CAMBUK TRICHURIASIS

4.

PERANAN NEMATHELMINTHES BAGI KEHIDUPAN

Nemathelminthes yang hidup bebas tidak mempunyai arti penting bagi kehidupan. Akan tetapi, nemathelminthes yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan merusak tanaman pertanian. Banyak jenis Nemathelminthes yang dapat hidup dalam keadaan kering, dingin dan lingkungan yang buruk. Cacing yang merusak tanaman gandum (Heteredo radicola) mampu hidup setelah mengalami kekeringan selama 28 tahun.

Pengertian

Annelida (dalam bahasa latin, annulus= cincin) atau cacing gelang a d a l a h ke l o m p o k c a c i n g d e n g a n tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana

Tubuhnya simetris bilateral dan lapisi oleh kutikula. Ruas tubuhnya tidak hanya berada di bagian luar, tetapi juga di sebelah dalam. Setiap ruas memiliki alat reproduksi, alat ekresi, otot, dan pem buluh darah. Antara ruas yang satu dengan yang lainnya berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yang terkoordinasi. Segmentasi yang demikian disebut metameri. Lapisan penyusun tubuh anelida terdiri atas tiga lapis atau triploblastik, yaitu terdiri dari endoderma, mesoderma, dan eksoderma. Mesoderma berkembang menjadi semacam kantong yang berisi cairan. Diding luar kantong ini melekat pada ektoderma yang disebut lapisan somatik, sedangkan dinding dalamnya melekat pada endoderm dan disebut lapisan splanknik

ANATOMI TUBUH ANNELIDA

Ciri-ciri Anelida b. c. d. e. Hidupnya di air laut, air tawar, dan darat atau sebagai parasit pada organisme lain. Sifat hermafrodit walaupun pada beberapa jenis diantaranya terjadi reproduksi secara aseksual. Sebagian besar anggotanya menghasilkan larva yang bersilia yang disebut larva trokofor. Sifatnya metameri, yaitu setiap ruas tubuhnya mempunyai alat pencernaan, alat saraf, alat ekskresi, alat pembiakan, otot, dan pembuluh darah sendiri. Alat pencernaan makanannya sudah lengkap, yaitu terdiri atas mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus dan anus. Alat peredaran darahnya terdiri atas jantung pembuluh atau jantung semu dan pembuluh darah. Alat ekskresinya berupa nefridia. Sistem respirasinya dilakukan melalui kulit atau dengan insang. Sistem sarafnya terdiri atas ganglion otak dan tali saraf yang tersusun sebagai tangga tali.

f. g. h. i. j.

STRUKTUR BAGIAN TUBUH BAGIAN DALAM

Polychaeta (cacing berambut banyak)

Klasifikasi

Olygochaeta (cacing berambut sedikit)

Hirudinea (lintah)

Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly=banyak, chaetae=rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak. Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal=parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.

Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah. Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing wawo).

Struktur tubuh polychaeta

Kelas Oligochaeata (cacing berambut sedikit)

Cacing ini memakan

organisme hidup yang ada di


dalam tanah dengan cara menggali tanah.

Kemampuannya yang dapat


menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan untuk

bahan kosmetik, obat, dan


campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

Contoh Oligochaeata
a) Lumbricus terrestris (cacing tanah) Cacing ini berguna untuk menyuburkan tanah

karena menamba aerosi dan penghancuran


bahan-bahan organik. b) Moniligaster thoutenil

Cacing ini mempunyai panjang tubuh 1 meter.


c) d) e) Perichaeata musica Pheretima Tubifex (cacing air tawar), untuk indikator pencemaran air.

Keterangan: a) Struktur tubuh cacing tanah (Lumbricus terestris) b) potongan melintang tubuh, dan c) bagian sistem pencernaan didekat kepala

Terdiri dari tiga bagian yaitu:


mulut klitelum

anus

Contoh Hirudinea

a)

Haemadipsa zeylanica (pacet), hidup di darat dan


menempel pada daun-daun di hutan tropis.

b) Hirudo medicinalis, yaitu lintah yang hidup di air tawar. c) Hirudinaria javanica, yaitu lintah yang hidup di pulau jawa. d) Dinobdella ferox, yaitu lintah yang terdapat di India. e) Limnatis nilofica, yaitu lintah yang terdapat di timur tengah.

STRUKTUR HIRUDINEA

Pada umunya anelida tidak merugikan manusia, bahkan menguntungkan. Akan tetapi, ada beberapa anggota annelida yang merugikan. a. Annelida yang menguntungkan bagi kehidupan sebagai berikut. 1) Beberapa jenis Annelida enak dimakan dan merupakan sumber protein hewani, misalnya cacing palolo dan cacing wawo. 2) Cacing tanah membantu menguraikan sampah dan dijadikan tanah gembur sehingga tanah menjadi tubuh. b. Annelida yang merugikan bagi kehidupan antara lain pacet dan lintah karena keduanya menghisap darah manusia dan hewan.