Anda di halaman 1dari 4

Klasifikasi Hujan ===HUJAN BERDASARKAN PROSESNYA=== Hujan Orografik Terjadi di daerah pegunungan (hujan pegunungan) Udara yg mengandung uap

air bergerak naik ke atas pegunungan. Akibat penurunan suhu, udara terkondensasi dan turunlah hujan pd lereng yg berhadapan dg arah datangnya angin. Daerah lereng lain tempat turunnya hujan yang miskin uap air dan kering disebut daerah bayangan hujan (shadow rain) Hujan Frontal Terjadi jika massa udara yg panas naik di atas suatu tepi frontal yang dingin (udara dingin). Ketika udara naik temperatur mjd dingin shg tjd kondensasi dan jatuh mjd hujan frontal Biasanya terjadi di daerah sedang Udara dingin berasal dari kutub dan udara panas berasal dari khatulistiwa Laju hujan yg tjd adlh sedang dan seringkali berlangsung lama Hujan Konveksi Kebanyakan terjadi di daerah tropis Disebut juga hujan zenithal Uap air di daerah ekuator naik secara vertikal akibat pemanasan air laut terus-menerus. Akhirnya uap air tersebut berkondensasi dan menurunkan hujan konveksi Hujan ini biasanya turun pada sore hari stlh mendapat pemanasan maksimum (pemanasan maksimum umumnya pukul 12.00-14.00) Hujan Konvergen Hujan yang diakibatkan oleh adanya arus konvergensi udara atau pengumpulan awan oleh angin (faktor angin cukup berpengaruh) Arus Konvergensi: arus udara yang bergerak akibat adanya tekanan udara yang sangat rendah di suatu tempat sehingga massa udara basah akan bergerak dengan cepat dan menimbulkan hujan disertai dengan angin ===HUJAN BERDASARKAN BENTUKNYA=== Hujan Air Berupa air yg jatuh dlm bentuk tetesan yg dikondensasikan dr uap air di atmosfer Kebanyakan di Indonesia Biasa disebut dg rain krn berbentuk cair Diameter butir: 0,5 4 mm Hujan Salju Merupakan jumlah salju basah yg jatuh dlm suatu periode terbatas Salju: kristal-kristal kecil air yg membeku dalam butiran kecil yg scr lgsg dibentuk dr uap air di udara bila suhunya pada saat kondensasi < 0C (0C: titik beku air) Proses terbentuknya: antar butir air saling bertumbukan tetapi tidak menyatu (hanya menempel) shg

jika hujan jatuh tdk teratur bentuknya. Diameter butir < 0,5 mm Bisa tjd pd suhu 6C Hujan Es Adanya panas mengakibatkan uap air terangkat ke atas. Smkn ke atas butiran air smkn besar. Uap air tsb berkondensasi dan akhirnya jatuh mjd hujan es Biasa tjd di daerah sedang Sebetulnya peluang tjd di daerah tropis jg kuat, ttp krn di daerah tropis utk membeku awan harus naik setinggi 5000 m, maka akibat ketinggian tsb es yg jatuh ke bawah sudah tdk berbentuk es lagi ttp berbentuk cair. Diameter butir > 4 mm ===BERDASARKAN MODELNYA=== Hujan Homogen Dari awal sampai akhir terjadinya hujan deras dan kemudian berhenti Hujan Advanced Di awal hujan yang terjadi deras kemudian semakin berkurang derasnya dan berhenti Hujan Intermediate Hujan yang terjadi semakin meningkat sampai pada titik tertentu (pertengahan) dan kemudian menurun derasnya sampai akhirnya berhenti Hujan Delay Di awal hujan yang terjadi sedikit dan semakin deras di belakang

Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar. Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalangumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan. Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan. Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal. Hujan muson, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1851913-macam-macam-hujan-berdasarkanproses/#ixzz1bCZbSf5r

Hujan Hujan merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer kepermukaan bumi . Klasifikasi hujan : A. berdasarkan ukuran butirnya, hujan dibedakan atas : a. hujan gerimis/drizzle, diameter butirnya < 0.5 mm. b. hujan salju/ snow, terdiri dari Kristal-kristal es yang temperature udaranya berada dibawah titik beku (0C). c. hujan batu es, curahan batu es yang turun didalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya dibawah titik beku (0C). d. hujan deras/ rain, curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku yang diameternya 7 mm. B. berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas : a. hujan frontal hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Massa udara panas/ lembab bertemu dengan massa udara dingin/ padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan. b. Hujan zenithal/ ekuatorial/konveksi/naik tropis Hujan ini terjadi karena udara naik disebab kan adanya pemanasan tinggi.terdapat di daerah tropis antara 23,5LU sampai 23,5LS. Oleh karena itu di sebut hujan naik tropis. c. Hujan orografis/ hujan naik gunung Terjadi karena udara yang mengan dung uap air di paksa oleh angi menaiki lereng pegunungan yang semakin keatas semakin dingin sehingga terjadi kondensasi ,terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan.hujan yang jatuh pada lereng yang di laluinya disebut hujan orografis,sedangkan Lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering disebut daerah bayangan hujan.