Anda di halaman 1dari 7

TEORI

A. Teori Otoritarian

TEORI PERS

Menganggap negara merupakan ekspresi tertinggi dari organisasi kelompok manusia, mengungguli masyarakat dan individu. Menurut Mc. Quail, prinsip-prinsip dasar pelaksanaan pers otoritarian : 1. Media selamanya (akhirnya)harus tunduk kepada penguasa yang ada. 2. Penyensoran dapat dibenarkan. 3. Kecaman terhadap penguasa atau penyimpangan dari kebijakan resmi tidak dapat diterima. 4. Wartawan tidak mempunyai kebebasan di dalam organisasinya.

B. Teori Libertarian
Berpendapat bahwa pers harus memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk membantu manusia mencari dan menemukan kebenaran yang hakiki tersebut. Teori ini memandang sensor merupakan tindakan yang inkonstitusional terhadap kemerdekaan pers. Karena pers mempunyai tugas : 1. Melayani kebutuhan kehidupan ekonomi (iklan) 2. Melayani kebutuhan kehidupan politik 3. Mencari keuntungan (demi kelangsungan hidupnya) 4. Menjaga hak warga negara 5. Memberi hiburan. Krisna Harahap, menyebutkan ciri-ciri pers Libertarian : 1. Publikasi bebas dari setiap penyensoran pendahuluan, 2. Penerbitan & pendistribusian terbuka bagi setiap orang tanpa memerlukan izin atau lisensi, 3. Kecaman terhadap pemerintah, pejabat atau partai politik tidak dapat dipidana,

4. Tidak ada kewajiban mempublikasikan segala hal, 5. Publikasi kesalahan dilindungi sama halnya dengan publikasi

kebenaran dalam hal-hal yang berkaitan dengan opini dan keyakinan, 6. Tidak ada batasan hukum terhadap upaya pengumpu-lan informasi untuk kepentingan publikasi, 7. Wartawan mereka. mempunyai otonomi profesional dalam organisasi

C. Teori Tanggung Jawab Sosial


Bahwa kebebasan pers harus disertai tanggung jawab kepada masyarakat. Kebebasan pers itu perlu dibatasi oleh dasar moral, etika & hati nurani insan pers. Menurut Komisi Kemerdekaan Pers, bahwa kemerdekaan pers itu harus diartikan : 1. Bahwa kebebasan tersebut tidaklah berarti bebas untuk melanggar kepentingan-kepentingan individu lain. 2. Bahwa negara. 3. Bahwa pelanggaran terhadap kemerdekaan pers membawa kebebasan harus memperhatikan segi-segi keamanan

konsekuensi/ tanggung jawab terhadap ukuran yang berlaku. Prinsip utama teori Tanggung Jawab Sosial, sebagai berikut : 1. Media mempunyai kewajiban tertentu kepada masyarakat. 2. Menetapkan standar yang tinggi atau professional tentang

keinformasian, kebenaran, obyektivitas, keseimbangan, dsb. 3. Dapat mengatur diri sendiri dalam kerangka hukum dan lembaga yang ada.

4. Menghindari segala sesuatu yang mungkin menimbulkan kejahatan, yang akan mengakibatkan ketidaktertiban terhadap minoritas etnik atau agama. 5. Bersifat pluralis dan mencerminkan kebhinekaan. 6. Memberi kesempatan yang sama untuk mengemukakan berbagai sudut pandang dan hak untuk menjawab. 7. Masyarakat memiliki hak mengharapkan standar prestasi yang tinggi dan intervensi dapat dibenarkan untuk mengamankan kepentingan umum. atau penghinaan

D. Teori Pers Komunis


Pers merupakan alat pemerintah (partai yg berkuasa) dan bagian integral dari negara, sehingga pers harus tunduk kepada pemerintah. Berfungsi sebagai alat untuk melakukan indoktrinasi massa . Ciri-ciri Teori Pers Komunis : 1. Media berada di bawah pengendalian kelas peker-ja, karenanya ia melayani kepentingan kelas tsb. 2. Media tidak dimiliki secara pribadi. 3. Masyarakat berhak melakukan sensor & tindakan hukum lainnya untuk mencegah atau menghukum setelah terjadinya peristiwa publikasi anti masyarakat.

SISTEM PERS BEBERAPA NEGARA


A. Sistem Pers Negara Barat
Representasi sistem pers barat ini dapat diwakili oleh sistem pers Amerika Serikat dan Eropa. Pada umunya baik Amerika maupun Eropa menganut falsafah Liberalisme , yang menjadi landasan sistem sosial, sistem politik dan sistem pemerintahan mereka.

Di Amerika Serikat, pers mempunyai kebebasan untuk bergerak. Kebebasan pers diyakini sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dimiliki oleh setiap individu sehingga terjadi persaingan di antara pers dengan pemerintah, terutama dalam hal mengembangkan diri dan ke pemimpinan. Dalam sistem liberal, pers tidak berorientasi pada politik pemerintah, artinya pers bukan merupakan terompet pemerintah seperti di negara-negara sosialis. Komisi Kebebasan pers (1942-1947) atau dikenal pula sebagai Komisi Hutchins (w:Robert Hutchins) sebagai pencetus teori tanggung jawab sosial merupakan sebuah komisi untuk menyelidiki fungsi yang tepat bagi pers dalam demokrasi modern di Amerika serikat dan memberikan lima prasyarat yang dituntut masyarakat modern dari pers, yaitu: 1. Pers harus menyajikan dalam pemberitaan yang benar,

komprehensif dan cerdas, pers dituntut untuk selalu akurat, dan tidak berbohong. fakta harus disajikan sebagai fakta, dan pendapat harus dikemukakan sebagai murni merupakan sebagai pendapat. komisi membedakan kriteria kebenaran menurut ukuran masyarakat dibagi dalam masyarakat sederhana dan masyarakat modern. dalam ukuran masyarakat sederhana, kebenaran akan dicari dengan cara membandingkan pemberitaan dalam pers dengan informasi dari sumber-sumber lain, sementara dalam masyarakat modern, isi pemberitaan pers dianggap merupakan sumber informasi yang dominan, sehingga pers lebih dituntut untuk menyajikan

pemberitaan yang benar. sebagai contoh disebutkan bahwa pers harus bisa membedakan secara jelas mana yang merupakan peristiwa politik, dan mana yang merupakan pendapat politisi. 2. Pers harus berperan sebagai forum pertukaran pendapat, komentar dan kritik. Media dituntut untuk membangun relasi interaktif dengan publik dalam pengertian media menyodorkan suatu masalah kepada

khalayak untuk dibahas bersama, meskipun tidak ada aturan hukum yang mewajibkan pers menjalankan fungsi ini. komisi dalam pertemuan dengan tokoh pers, w:Henry Luce penerbit majalah Time and Life misalnya mendefinikan tanggung jawab sosial pers sebagai keharusan memastikan bahwa pers adalah wakil masyarakat secara keseluruhan, bukan kelompok tertentu saja 3. Pers harus menyajikan gambaran yang khas dari setiap kelompok masyarakat dan pers harus memahami kondisi semua kelompok dimasyarakat tanpa terjebak pada stereotype. Kemampuan ini akan menghindari terjadinya konflik sosial dan pers harus mampu menjadi penafsir terhadap karakteristik suatu masyarakat dan memahaminya seperti aspirasi, kelemahan, dan prasangka. Komisi ini terpengaruh dengan idelogi sosialis yang berkembang pada masa-masa perang dunia kedua yang yang membedakan dengan terdahulu dalam teori libertarian. 4. Pers harus selalu menyajikan dan menjelaskan tujuan dan nilai-nilai kemasyarakatan.Pendapat bahwa hal Ini tidak berarti pers harus mendramatisir pemberitaannya, melainkan berusaha mengaitkan suatu peristiwa dengan hakikat makna keberadaan masyarakat pada hal-hal yang harus diraih karena dianggap bahwa pers merupakan instrumen pendidik masyarakat sehingga pers harus memikul

tanggung jawab sebagai pendidik dalam memaparkan segala sesuatu dengan mengaitkannya kepada tujuan dasar

kemasyarakatan. 5. Pers harus membuka akses ke berbagai sumber informasi.

Masyarakat industri modern membutuhkan jauh lebih banyak ketimbang dimasa sebelumnya. Alasan yang dikemukakan adalah dengan tersebarnya informasi akan memudahkan pemerintah menjalankan tugasnya. Lewat informasinya sebenarnya media membantu pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan yang
5

terjadi

dalam

masyarakat.Teori

tanggung

jawab

sosial

ini

merupakan

kontruksi

transformatif

terhadap pemikiran

aliran

libertarian yang terdulu dikenal dalam masyarakat pers di Amerika terutama dalam dua hal, yakni:  teori libertarian menganggap akses bebas ke informasi akan tercipta dengan sendirinya. Namun, akses itu harus diupayakan. Akses itu tidak akan ada jika khalayak bersikap pasif terhadap informasi terbatas yang disodorkan kepadanya,  teori libertarian menganggap media adalah urusan individu, bukan urusan masyarakat, bahkan menyatakan bahwa individu boleh berbeda kepentingan terhadap media, dan hal itu akan membuahkan hasil positif berupa gagasan atau ide yang lebih baik.

B. Sistem Pers Komunis


Pers di negara Komunis dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah; tidak ada hak kepemilikan oleh perorangan atau swasta. Pers digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan kekuasaan pemerintah dan partai untuk kegiatan propaganda dan agitasi. Contohnya di Rusia ada lembaga kontrol/sensor yang diberi nama Glavit. Tugasnya : mengawasi bahan-bahan pers yang akan

dipublikasikan dan tugas-tugas untuk mengamankan politik ideologis dan keamanan. Menurut F. Rachmadi, fungsi pers komunis : 1. Pers sebagai alat propaganda, agitator, dan organisator kolektif. 2. Pers merupakan tempat pendidikan kader-kader komu-nis di kalangan masa.

3. Pers bertugas sebagai lembaga yang memobilisasi dan berorganisir masa untuk pembangunan ekonomi. 4. Pers menerapkan dan menyiarkan semua dekrit, keputusan, intruksi yang di keluarkan oleh Komite Sentral Partai maupun oleh Pemerintah Rusia serta bahan publikasi lain dari pemerintah. 5. Pers berfungsi sebagai alat untuk melakukan kontrol dan kritik.

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SISTEM PERS


PERS BARAT PERS KOMUNIS

Mengagung - agungkan kebebasan pers yang seluas-luasnya.

Sistem pers komunis di dasari oleh ajaran Marxisme.

Hubungan pers dengan masyarakat sama-sama saling membutuhkan.

Pers berada di tangan partai komunis dan menjadi organ propaganda.

Pers tidak melalui tahap penyensoran terlebih dahulu.

Pers dalam praktiknya harus memalui penyensoran terlebih dahulu.