Anda di halaman 1dari 32

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Perusahaan PT.

TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang otomotif dengan produk yang diberi merek dagang Toyota. Di Indonesia PT.TMMIN memiliki tiga Plant yang berbeda lokasi, dua plant diantaranya yaitu terletak di daerah Sunter Jakarta Utara dan satu plant di daerah Karawang. 1971: Peresmian PT. Toyota Astra Motor (TAM) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) importir dan distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Kehadiran kendaraan-kendaraan Toyota di Indonesia sendiri jauh mendahului berdirinya PT.TAM pada tanggal 12 April 1971. Ceritanya terentang panjang ke belakang dimulai sejak tahun 1942. Pada saat itu, mobil-mobil Toyota dan Isuzu mulai produksi di pabrik GM (General Motor) di Tanjung Priok yang semula didirikan oleh perusahaan mobil Amerika Serikat. Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, pabrik perakitan itu diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan namanya diganti menjadi Gaya Motor yang merupakan pabrik perakitan umum dan kebanyakan merakit mereka mobil asal Amerika dan Eropa. Mobil-mobil Toyota sejak saat itu didatangkan secara langsung dari Jepang oleh beberapa importir mobil. Berkuasanya Orde Baru setelah peristiwa G30S PKI membuka halaman baru bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Pemerintah Orde Baru yang fokus kepada pembangunan ekonomi membuka kesempatan bagi modal asing untuk masuk ke Indonesia lewat UU Penanaman Modal Asing No.1 Tahun 1967. Toyota Jepang melihat ini sebagai peluang untuk menggarap potensi pasar mobil di Indonesia yang dinilai cukup besar karena jumlah penduduk dan kekayaan sumber alamnya. Untuk itu, Toyota Jepang mulai melakukan penjajakan untuk mendirikan perusahaan patungan (Joint Venture) yang dimungkinkan berdasarkan ketentuan UU Penanaman Modal Asing itu. Lewat jalan yang kadang tidak mulus bahkan terkesan berliku, sebuah perusahaan antara Toyota Jepang (yang waktu itu terdiri dari Toyota Motor Co.Ltd. dan Toyota Motor Sales Co.Ltd) dan PT. Astra International dan PT. Gaya Motor dipihak Indonesia akhirnya resmi berdiri tanggal 12 April 1971, walau persetujuan dari pemerintah Indonesia baru turun bulan Desember 1971. 1 Peraturan pemerintahan saat itu

mewajibkan mayoritas saham harus dimiliki pihak lokal, sehingga komposisi saham Toyota Astra Motor terdiri atas Astra sebanyak 51% dan Toyota Jepang 49%. Setelah TAM berdiri, TAM bertindak sebagai importir sekaligus selaku ATPM. Mula-mula mobil didatangkan dalam bentuk jadi atau Completely Build-Up (CBU). CBU kemudian dilarang, sehingga TAM mulai mendatangkannya dalam bentuk terurai atau Completely Knock-Down (CKD). Pada awalnya, karena ketentuan dari pemerintah, perakitan mobil Toyota tidak dilakukan di pabrik perakitan khusus Toyota, melainkan di pabrik perakitan Gaya Motor yang merupakan pabrik perakitan umum patungan antara pemerintah Indonesia dengan Astra International dan Multivest. Di Gaya Motor ini juga dirakit merk-merk mobil lain yang dipasarkan oleh Astra International. Kekhawatiran bahwa Gaya Motor tidak bisa memenuhi standar kualitas Toyota akibat meningkatnya penjualan, menimbulkan gagasan untuk mendirikan pabrik perakitan khusus untuk mobil-mobil Toyota. Sejalan dengan perubahan kebijakan pemerintah yang akhirnya mengizinkan perakitan mobil diluar empat pabrik perakitan umum yang disetujui pemerintah (termasuk di antaranya Gaya Motor), tanggal 21 Agustus 1973 didirikanlah PT. Multi Astra yang sahamnya dipegang oleh PT. Astra International PT. Multi Astra yang sahamnya dipegang oleh PT. Astra International dan PT. Multivest. Sejak September 1974, perakitan mobil Toyota dilakukan di PT. Multi Astra. 1976: Berdiri PT. Toyota Mobilindo sebagai pabrik komponen. Di era 1970-an, untuk menopang pembangunan Indonesia memerlukan sarana transportasi yang diharapkan bisa memulai roda perekonomian Indonesia lebih kencang lagi. saat itu, melainkan kendaraan niaga. Tapi sarana transportasi itu bukan jenis sedan, yang notebene mendominasi pasar mobil Indonesia Untuk itu pemerintah menelurkan konsep kendaraan Niaga Bermotor Sederhana (KNBS). Regulasi dibuat demi merangsang minat pelaku industri otomotif seperti pemberlakuan bea masuk nol untuk kategori niaga. Melihat peluang ini Toyota dan pelaku industri otomotif lainnya berlomba-lomba menghadiri KNBS. Untuk merealisasikan rencana itu, Toyota mendirikan PT. Toyota Mobilindo yang memproduksi komponen bodi untuk Kijang, kendaraan bermotor niaga sederhananya Toyota. 1977: Kijang pertama kali diluncurkan ke publik. Sebetulnya gagasan menghadiri kendaraan bermotor niaga sederhana itu sudah ada di benak Toyota jauh sebelumnya. Tahun 1971, umpamanya, Seisi Kato selaku Executive Vice President TMS sudah 2

mencetuskan ide BUV (Basic Utility Vechicle). Setelah melakukan studi kelayakan dan sejumlah penelitian serta pengembangan, lahirlah prototype Toyota Kijang yang kemudian dipamerkan di area Jakarta Fair 1975, sebelumnya akhirnya diluncurkan untuk publik pada tanggal 9 Juni 1977. 1982: Pabrik mesin PT. Toyota Engine Indonesia mulai beroperasi. Keharusan untuk meningkatnya kandungan lokal pada kendaraan komersil berkembang. Tidak hanya cat, ban dan accu yang harus menggunakan buatan lokal, di tahun ini mesin, sistem penggerak, dan rem pun menjadi target pemerintah untuk meningkatkan lokalisasi kendaraan produksi dalam negeri. Seusai dengan harapan pemerintah, didirikanlah PT. Toyota Engine Indonesia untuk merakit mesin. 1987: Ekspor perdana Kijang ke beberapa Negara Asia-Pasifik. PT. Toyota Astra Motor mulai mengekspor Kijang ke pasar mancanegara. Saat itu tujuan pertama adalah Brunei dan Papua Nugini dengan total ekspor 499 unit. Tidak hanya dalam bentuk CBU, kijang juga diekspor dalam bentuk CKD ke Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, dan Taiwan. 1989: Merger empat perusahaan Toyota di Indonesia: PT. TAM, PT. Multi Astra, PT. Toyota Mobilindo, dan PT. Toyota Engine Indonesia. Toyota berkomitmen menjadi pemimpin industri otomotif sejak awal kehadirannya. Demi meningkatkan efesiensi, keempat unit usaha Toyota merger menjadi PT. Toyota Astra Motor di tahun 1989. 2000: Pabrik mobil modern Karawang diresmikan. Untuk memenuhi perkembangan dan kebutuhan pasar, pabrik terintegrasi di Karawang dengan sistem robotic di atas lahan seluas 100 ha, di samping pabrik Sunter yang telah ada sebelumnya. Di pabrik inilah perakitan kendaraan dilakukan melalui proses stamping, welding, painting, dan assembling. Saat itu, lebih dari 5000 orang karyawan terlibat di dalam proses produksi untuk menghasilkan produk berkualitas global yang mampu bersaing di pasar Internasional. 2003: TAM berubah menjadi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan didirikan TAM sebagai distributor. Era globalisasi membuka peluang bagi produsen mobil dunia untuk mengisi pasar-pasar di setiap Negara. Jika Toyota di Indonesia tidak mempersiapkan diri, dia akan dihadapkan pada dua kemungkinan. 3

Pertama, menipisnya peluang Toyota Indonesia untuk mengekspor produknya. Kedua, sulitnya bersaing di dalam negeri akibat membanjirnya impor mobil setelah pemerintah membuka keran impor melalui deregulasi tahun 1999. Inilah yang mendorong pemisahan PT. Toyota Astra Motor menjadi PT. TMMIN dan PT. TAM pada tahun 2003. Pemisahan ini dimaksudkan agar kedua perusahaan bisa membuat dan berkonsentrasi pada kegiatan manufacturing dan ekspor, sementara TAM fokus pada penjualan di pasar domestik. 2004: Peluncuran Kijang Innova dan Toyota Avanza sebagai kendaraan berkualitas global. Tahun 2004 ditandai dengan dipercayainya Toyota Indonesia sebagai basis produksi global untuk kendaraan tipe Multi-Purpose Vehicle (MPV). Di bulan Maret, Toyota bersama Daihatsu dan Astra International meluncurkan kendaraan hasil kolaborasi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Bulan November, Toyota Indonesia meluncurkan Kijang Innova sebagai dari proyek global Toyota Innovative MPV. Baik Avanza maupun Kijang berhasil merebut hati konsumen Indonesia dan pasar ekspor. 2008: Peresmian New Toyota Spare Parts Center. Tanggal 4 September 2008, PT. TAM meresmikan New Toyota Spare Parts Center terbesar di Indonesia yang terletak di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat. Di lahan seluas 10ha inilah New Toyota Spare Parts Center menerapkan standar World Class Operation, pusat suku cadang baru ini akan memperkuat dan meningkatkan efesiensi pelayanan Toyota bagi konsumen dalam negeri melalui 193 cabang dan 166 bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia. Kehadiran New Toyota Spare Parts Center akan semakin memudahkan pelayanan kepada konsumen, selain karena distribusi berbagai kebutuhan suku cadang akan terlayani lebih cepat dan lebih akurat.

Tabel 3.1 Sejarah Singkat PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia TAHUN 1971 1973 1976 1677 1982 1982 1987 1989 1995 1996 2000 2003 AGENDA PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi didirikan sebagai importir dan distributor kendaraan Toyota di Indonesia Didirikan pabrik perakitan PT Multi Astra Mendirikan PT Toyota Mobilindo, pabrik perakitan komponen kendaraan niaga Peluncuran kendaraan kijang generasi pertama Peresmian Parts Center Pabrik Mesin PT Toyota Engine Indonesia mulai beroperasi Ekspor perdana kijang ke beberapa negara Asia-Pasifik Peluncuran kijang ke 200.000 dan Produksi Toyota ke-500.0000 Kijang Lintas Nusa, Banda Aceh-Larantuka sekitar 6000Km, memperingati "Indonesia Emas" (50 tahun merdeka) Peluncuran unit produksi Toyota ke-1.000.000 Peresmian pabrik mobil modern di Karawang TAM berubah menjadi PT. Toyota Manufacturing

Motor

Manufacturing Indonesia [TMMIN] dan didirikan TAM sebagai distributor, produksi kijang ke 1.000.000 unit Peluncuran Toyota Avanza sebagai kendaraan hasil kolaborasi TAMTMMIN dan PT. Astra Daihatsu Motor Pencapaian target produksi tahunan PT.TMMIN ke-100.00 unit pada pertengahan bulan Desember

2004 2010

III.2

Visi dan Misi Perusahaan III.2.1 Visi Perusahaan Dengan komitmen untuk terus mengutamakan kepuasan pelanggan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan PT Toyota Astra Motor senantiasa terus-menerus menciptakan inovasi terbaiknya. Hal ini selaras dengan visi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan PT Toyota Astra Motor yaitu Menjadi yang terdepan di antara operasi manufaktur Toyota di Asean dan dunia, serta menjadi pemimpin dalam aliansi Toyota Grup (Daihatsu dan Hino) di Indonesia. III.2.2 Misi Perusahaan

Guna mewujudkan misi tersebut, maka PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan PT Toyota Astra Motor mencanangkan misi untuk: 1) Menjadi pemimpin dalam industri otomotif Indonesia 2) Selalu mengutamakan kepuasan pelanggan 3) Selalu memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial 4) Meningkatkan kesejahteraan melalui pembinaan kepercayaan dengan karyawan, dealer, dan pemasok 5) Memelihara kelangsungan lingkungan hidup dan keselamatan kerja 6) Menjunjung tinggi kemampuan individu tanpa mengesampingkan kerja sama tim III.3 Profil Perusahaan

Gambar 3.1 Head Office, Sunter I

PT TOYOTA ASTRA MOTOR

PT

TOYOTA

MOTOR

MANUFACTURING INDONESIA Kantor Pusat Kantor Pusat Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta 14330 Telp. (021) 651 5551 (hunting) Fax. ( 021) 651 5360 Didirikan Didirikan 15 Juli 2003 Modal Disetor Modal Disetor Rp 400.000.000.000 Pemegang Saham Pemegang saham PT Astra International Tbk. (51%) Toyota Motor Corporation (49%) Fasilitas Produksi Jaringan Dealer Toyota 5 Dealer utama: PT Astra International, PT New Ratna Motor, PT Agung Automall, PT Hasjrat Abadi, NV Hadji Kalla Trd.Co. Kawasan Sunter: Casting Plant, Stamping Plant, Machining Plant, Packing Plant Karawang Plant: Stamping Plant, Welding Plant, Painting Plant, Assembly Plant Toyota Motor Corporation (95%) PT Astra International Tbk. (5%) Rp 19.500.000.000 12 April 1971 Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta 14330 Telp. (021) 651 5551 (hunting) Fax. ( 021) 651 5360

III.3.1 Karawang Plant

Gambar 3.2 Lay Out Karawang Plant

Karawang Plant adalah salah satu pabrikan otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang berlokasi di KIIC, Teluk jambe, Karawang. Karawang plant didirikan pada tanggal 29 Mei 1996, dengan investasi awal mencapai Rp 462,2 milyar. Karawang plant mulai beroperasi pada tahun 1998, akan tetapi pembentukan secara formalnya baru dilakukan pada tahun 2000. Pada saat ini, kapasitas produksi Karawang Plant mencapai 100.000 unit per tahun. Karawang Plant dibangun dengan konsep perusahaan otomotif kelas dunia. Berdiri dengan bagunan seluas 300.000m2 di atas area seluas 1.000.000m2, Karawang Plant dikombinasikan dengan teknologi tinggi dengan kecakapan manusia, selaras dengan perhatian utama Toyota dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan serta pemeliharaan lingkungan. Karawang Plant difokuskan untuk memproduksi Kijang Innova, baik domestik maupun pasar internasional. CBU Kijang Innova diekspor ke berbagai negara di Timur Tengah (Arab Saudi, Oman, Kuwait, United Arab Emirates, Bahrain, Qatar, Yordania, Siria,

dan Lebanon), Negara Asia-Pasifik (Fiji, Solomon, Brunei Darussalam, dan Thailand). Sementara itu, CKD Kijang Innova diekspor ke malaysia, Filipina, dan Vietnam. Fasilitas-fasilitas di Karawang Plant: 1. Fasilitas Produksi a. Stamping Shop b. Welding Shop c. Painting Shop d. Assembling Shop 2. Fasilitas Pendukung a. Area Pengujian b. Fasilitas Karyawan 3. Sistem Manajemen Lingkungan a. Waste Water treatment b. Hutan Toyota A. Stamping Shop

Gambar 3.3 Stamping Shop Stamping Shop dibangun di area seluas 10.000m2, dimana di area ini dilakukan sebuah proses pembentukkan lempengan besi menjadi bagian-bagian pendukung kerangka mobil. Lempengan besi tersebut dicetak menjadi bagian-bagian kerangka kendaraan, seperti skeleton, gasoline tank, dan komponen kerangka sub-assembly (cabin, deck, dan chassis blueprint) Terdapat 2 line produksi, line A dengan kapasitas 2.400 ton dan 450 stroke/jam. Sedangkan line C memiliki kapasitas 700 ton dengan 620 stroke/jam. Selain itu, sebuah sistem robotik digunakan disetiap perpindahan mesin pencetak kerangka mobil guna

menjaga keselamatan dan produktifitas kerja. Stamping Shop juga dilengkapi dengan Sheet Feeder Machine. Macam-macam mesin yang terdapat di Stamping Shop: 1. Fukui Mesin Press 2. Aisaku Sheet Feeder 3. Motoman Yaskawa Robot Loader B. Welding Shop

Gambar 3.4 Welding Shop Welding Shop berdiri di atas lahan seluas 23.000m2. Di sini, bagian-bagian mobil dari stamping shop dilas menjadi sebuah kerangka kendaraan yang utuh. Presisi dan tingkat akurasi yang tinggi dijamin melalui pemanfaatan line pengelasan kerangka utama mobil, mesin koordinasi pengukuran, dan kerangka mobil dengan slat konveyor. Selain itu, kualitas permukaan luar kendaraan pun dijamin melalui penggunaan 34 welding robot (MB 16, UB 6, dan Fr 12) dan GBL (Global Body Line)

10

C. Painting Shop

Gambar 3.5 Painting Shop Sebuah kerangka mobil dari welding shop masuk ke painting shop untuk selanjutnya dilakukan proses anti-korosif (electro deep coating), proses pelapisan, dan proses pengecatan. Berlokasi di area seluas 17.600m2, painting shop dilengkapi dengan 6 Primer Robotic dan 14 fasilitas Top Coat (8 base dan 6 clear) untuk mendapatkan kualitas terbaik. Di sini, 20 robot menjamin keselamatan serta keramahan lingkungan. D. Assembling Shop

11

Gambar 3.6 Assembling Shop Dengan area seluas 37.500 m2, Assembling Shop merupakan sebuah tempat dimana sebuah kerangka mobil yang utuh dirakit menjadi sebuah kendaraan yang lengkap. Pada proses ini, dilakukan perakitan komponen-komponen, mulai dari mesin kendaraan sampai dengan stir/roda kendaraan. Assembly Shop dilengkapi dengan line perakitan utama, dengan fasilitas sistem perakitan tanpa pintu dan menjamin kualitas serta produktifitas yang tinggi. Assembling Shop juga dilengkapi dengan fasilitas final test untuk menilai setiap 1 unit kendaraan agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan. Fasilitas-faslitas pada Assembling Shop: 1. Interior Assembling 2. Wheel Alignment E. Test Course

Gambar Course

3.7 Test

Setelah dari assembling shop, setiap unit mobil harus dites performanya, mulai dari keandalan mesin hingga dinamisme badan mobil. Pengecekkan ini dilakukan di area Test Course di lahan seluas 45.630 m2, dan dari pengecekkan inilah sebuah kendaraan dengan kualitas internasional diluncurkan ke pasaran. Fasilitas-faslitas pada test Course: 12

1. Sirkuit tes dengan panjang 1Km, termasuk simulasi manuver

F. Common Yard

Gambar 3.8 Common Yard Common Yard adalah fasilitas logistik yang digunakan bersama oleh PT TMMIN, TAM, dan Dealer resmi, sebagai sebuah pusat pengiriman, baik untuk pengiriman domestik maupun ekspor. Tempat ini juga menjadi sebuah pusat persedian bagi dealer yang didukung oleh DIO Shop untuk pengaturan aksesoris dan Spec Up dengan konsep line produksi. Karawang Command Yard menerapkan Global Logistic Safety Management dan Fresh Factory Quality guna menjamin kondisi kendaraan tetap baru dengan sarana alat angkut menuju pemilik barunya.

13

G. Sistem Manajemen Lingkungan

Gambar 3.9 Pengolahan Limbah PT Toyota Motor manufacturing Indonesia memiliki perhatian yang tinggi pada lingkungan di sekitar pabrik. Hal ini ditunjukan dengan diterapkannya Sistem Manajemen Lingkungan ditiap aktifitas, termasuk memenuhi peraturan dan zero complaint, meminimalisir dampak lingkungan, meningkatkan etos lingkungan melalui proses produksi dan pengembangan masyarakat sekitar. Salah satu bukti nyata untuk mencapai zero complaint yaitu dengan dibangunnya sistem pengolahan limbah modern dengan proses kimia dan biologi sehingga air hasil pengolahan limbah dapat digunakan kembali. Luas area pengolahan limbah adalah 1.200 m2 dengan kapasitas 1.200 m3/hari. Barubaru ini, digunakan sebuah proses khusus yang disebut air flotation dan anticontact 14

aeration untuk mengurangi endapan.

Kenyataannya, sistem pengolahan limbah

berfungsi untuk memelihara lingkungan dari limbah berbahaya. Hal ini membuat Karawang Plant memperoleh sertifikat ISO 14001 untuk kategori sistem manajemen lingkungan pada Juni 2000. Fasilitas-faslitas pada Area Pengolahan Limbah: 1. Untuk melasanakan peraturan dan zero complaint a. Pengolahan limbah: 1) Pengolahan secara kimia: neutralization, coagulation, flocculation, dan air flotation 2) Pengolahan secara biologi: acticontact dan aeration 3) Re-use water treatment b. Boiler Chimney Emission 2. Meminimalisir resiko kerusakan lingkungan a. Secondary Cont. Chemical Tank b. Install Scrubber Incenerator 3. Meningkatkan etos lingkungan melalui proses produksi a. b. Baby Compressor untuk menyuplai udara pada proses non-produksi Ecomonize Diesel Fuel untuk proses pembersihan alkali

4. Pengembangan masyarakat lokal sekitar Plant H. Hutan Toyota

15

Gambar 3.10 Hutan Toyota Hutan Toyota adalah fasilitas yang sangat luar biasa di Karawang plant. Terdapat 36 jenis tumbuhan dan terletak di area pabrik. Hutan Toyota menunjukkan keseriusan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam hal lingkungan. Luas hutan Toyota mencapai 180.000 m2. Dan dibagi ke dalam 6 bagian, yaitu akasia (60.000m2), jati (10.000m2), eboni (10.000m2), mahoni (10.000m2) pinus (10.000m2), dan tanaman obat-obatan (10.000m2). Tumbuhan pada area obat-obatan merupakan sumbangan dari perkumpulan bisnis PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. I. Fasilitas Karyawan

Gambar 3.11 Fasilitas Karyawan

16

Growing Together adalah sebuah prinsip yang dengan teguh dipegang dan diimplementasikan oleh PT Toyota Motor manufacturing Indonesia dalam mengatur sumber daya manusianya. Dan untuk alasan itulah Karawang Plant mendirikan Employee Center Building yang di dalamnya terdapat klinik kesehatan, masjid, food court, fasilitas olah raga, koperasi, area parkir, dan ATM. I.1 Tenaga Kerja Hingga saat ini PT.TMMIN Karawang plant memiliki 2.680 karyawan yang tersebar di beberapa bagian divisi stamping shop, welding shop, painting shop dan assembling shop dengan posisi yang disesuaikan bidang keahliannya masingmasing. Latar belakang pendidikan karyawan rata-rata adalah lulusan SMA, SMK/STM, D3 dan Strata/Sarjana. Secara umum status karyawan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: a. Karyawan Tetap Pekerja yang bekerja di perusahaan yang telah bekerja lebih dari 2 tahun maka akan diangkat menjadi karyawan tetap, dengan masa kerja kontrak sampai usia 55 tahun, upah bulanan dihitung berdasarkan upah pokok bulanan, upah lembur dan tunjangan dari perusahaan. Pada akhir tahun jika perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih maka karyawan akan mendapatkan bonus akhir tahun. b. Karyawan Kontrak

Pekerja di perusahaan dengan sistem kontrak selama 2 tahun, pekerja ini tidak mendapatkan tunjangan dari perusahaan kecuali bonus akhir tahun. I.2 Jam Kerja Jam kerja yang di berlakukan pada PT.TMMIN Karawang Plant sesuai dengan ketentuan dari pemerintah yaitu, 9 jam untuk shift pagi dimulai dari pukul 07.15 s.d pukul 16.00 dan 8 jam untuk shift malam dimulai dari jam 20.30 s.d 04.30 dengan masing-masing 1 jam untuk waktu istirahat. Jika waktu yang telah ditentukan tidak dapat memenuhi target produksi maka akan dilakukan overtime (lembur) dengan perpanjangan lembur maksimal 4 jam dalam sehari kerja untuk tiap shift. Jika lembur dengan perpanjangan shift masih tidak mencukupi maka diadakan lembur dengan penambahan hari kerja yaitu hari sabtu dan minggu. 17

Berikut dibawah ini merupakan jam kerja di PT.TMMIN Karawang plant.

3.2 Tabel Jam Kerja Karyawan di PT.TMMIN Kegiatan Kerja Break 1 Kerja Istirahat Kerja Break 2 Kerja Senin s.d Kamis Pabrik Office 07.00-09.30 07.00-09.30 09.30-09.40 09.30-09.40 09.40-11.45 09.40-11.45 11.45-12.30 11.45-12.30 12.30-14.30 12.30-14.30 14.30-14.40 14.30-14.40 14.40-16.00 14.40-16.00 Jum'at Pabrik 07.00-09.30 09.30-09.40 09.40-11.45 11.45-13.00 13.00-14.30 14.30-14.40 14.40-16.30 Office 07.00-09.30 09.30-09.40 09.40-11.45 11.45-13.00 13.00-14.30 14.30-14.40 14.40-16.30

I.3 Sistem Penggajian Karyawan Upah pokok karyawan ditentukan berdasarkan kelas/golongannya. Pada perusahaan PT.TMMIN ini berlaku sistem penggolongan karyawan berdasarkan atas kelas, sehingga gaji karyawan disesuaikan dengan tingkat kelasnya. Gaji pokok diberikan setiap bulannya pada tanggal 25. Begitupun terhadap karyawan kontrak akan tetapi tidak mendapatkan tunjangan dari perusahaan. I.4 Kesejahteraan dan Keselamatan Karyawan Guna meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan para karyawan, PT. TMMIN menyediakan fasilitas antara lain berupa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Koperasi pekerja, Poliklinik untuk karyawan, Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK), Tempat ibadah, Pemberian bonus, Pemberian seragam/ pakaian kerja dan sepatu, Kantin 18

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

Pemberian tunjangan dinas perjalanan dalam dan luar negeri, Pemberian tunjangan pendidikan dalam dan luar negeri, Penggantian biaya perawatan rumah sakit, Penggantian biaya persalinan, Penggantian biaya kacamata, Sumbangan pernikahan, Sumbangan kedukaan, Sumbangan tunjangan keluarga bagi pekerja yang sudah menikah dan Kegiatan kumpul keluarga (family day) tiap tahun Kegiatan rekreasi bagi karyawan dan keluarga, Kegiatan olahraga bagi karyawan dan keluarga, Asuransi kecelakaan di luar jam kerja, dsb.

atau telah memiliki anak,

Disamping itu perusahaan sangat memperhatikan keselamatan kerja karyawan. Hal ini terlihat dengan diberikannya perlengkapan keselamatan kerja pada tiap karyawan, terutama karyawan bagian produksi. Perlengkapan tersebut antara lain adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Masker Sarung tangan Safety glass Arm protector Leg protector Ear plug Ear muff Apron Safety shoes Topi/Helmet

III.3.2 Struktur Perusahaan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dibagi menjadi beberapa departemen dan seksi-seksi yang mempunyai fungsi dan tugas masingmasing sesuai dengan bidangnya. Adapun uraian fungsi dan tugas yang ada di PT.TMMIN adalah sebagai berikut: 19

1. BOC, tugasnya antara lain : a. b. c. Memimpin perusahaan dan mengambil keputusan strategis bagi Mengawasi dan meminta pertanggungjawaban kerja dari Menetapkan garis-garis kebijaksanaan perusahaan dan meninjau kebijaksanaan tersebut secara berkala sesuai dengan kelangsungan perusahaan. direktur-direktur bawahannya. kembali

perkembangan perusahaan. 2. BOD (Bord of Director), tugasnya antara lain: a. b. Mengawasi dan mengatasi segala masalah perusahaan yang Mengawasi laporan-laporan periodik dari para manager. bersifat umum.

3. Manager Marketing, tugasnya antara lain : a. b. c. Merencanakan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari Menentukan cara pembayaran dan pemberian potongan penjualan, promosi, dan distribusi barang. penjualan kepada pelanggan. Menyusun rencana kegiatan pemasaran dan penjualan, serta strategis pemasaran untuk mempengaruhi pemasaran, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. d. Membuat laporan pertanggungjawaban kepada direktur.

Bagian Promosi, tugasnya adalah : a. b. Merencanakan dan mengkoordinir seluruh kegiatan yang Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan promosi yang telah berhubungan dengan promosi barang. dilakukan, sehingga dapat dilakukan perbaikan jika promosi yang dilakukan kurang menarik. c. Melakukan survey ke daerah-daerah yang memungkinkan untuk memperluas pemasaran barang.

20

4. Manager Plant/ Pabrik, tugasnya antara lain : a. b. Merencanakan dan mengkoordinir seluruh kegiatan yang Membuat laporan pertanggungjawaban kepada direktur. berhubungan dengan pabrik.

Bagian Produksi, tugasnya adalah : a. b. c. baik. 5. Manager PPIC (Planning Production Inventory Control), tugasnya antara lain: a. Merencanakan dan mengkoordinir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi baik persediaan dan perencanaan produksi. b. c. Melakukan analisa dan penyelesaian masalah yang berkaitan Membuat laporan pertanggungjawaban kepada direktur. dengan persediaan dan perencanaan produksi. Merencanakan dan mengkoordinir seluruh kegiatan yang Menghasilkan produksi rantai yang berkualitas. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan produksi yang telah berhubungan dengan produksi barang.

dilakukan, sehingga dapat dilakukan perbaikan jika produksi kurang

Bagian PPC (Planning Production Control ), tugasnya adalah: a. b. c. d. e. Mengendalikan dan mengawasi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi barang. Membuat revisi atau perubahan rencana produksi. Mendistribusikan rencana produksi ke bagian Joint Assembling, Membuat rencana produksi berdasarkan rencana delivery, Menghitung kesanggupan delivery ke customer berdasarkan produksi Assembling, Heat Treatment, dan Part

Packaging, Heat Treatment, dan Part Manufacturing. laporan produksi, dan surat jalan. kapasitas

Manufacturing.

21

f.

Menghitung forecast produksi berdasarkan kapasitas produksi

dengan memperhitungkan stock, hari kerja yang tersedia, man power, dan persediaan. Bagian IPC (Inventory Planning Control), tugasnya adalah: a. Membuat perhitungan kebutuhan order bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses, dan barang jadi baik inplant maupun outplant. b. c. d. e. Secara periodik mengontrol stock secara aktual maupun Membuat laporan pemakaian persediaan secara mingguan, Menghitung dan mengontrol persediaan untuk mendukung Membuat permintaan pembelian persediaan. administrasi. bulanan, dan tahunan. proses produksi.

6. Manager Akuntansi dan Administrasi, tugasnya antara lain : a. b. c. d. Mengawasi kegiatan pencatatan akuntansi perusahaan oleh staf Mengurus semua hal yang berkaiatan dengan laporan pajak. Mempertanggungjawabkan laporan keuangan perusahaan accounting.

sebagai alat pengawasan bagi pemimpin perusahaan. Menyusun laporan keuangan bulanan dan tahunan untuk kepentingan intern maupun ekstern. Bagian Akuntansi, tugas adalah : a. Melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pencatatan transaksi, seperti: jurnal pembelian, jurnal penjualan, buku besar, dan buku bank. b. c. Melakukan stock opname ke gudang dan hasilnya diserahkan ke Membantu manager akuntansi dalam penyiapan data yang manager akuntansi. dibutuhkan dalam penyusunan laporan keuangan.

22

Bagian Finance, tugasnya adalah: a. b. c. Membuat tagihan kepada para pelanggan untuk piutang-piutang Manyetor semua penerimaan kas maupun surat-surat berharga Melakukan pembayaran dan penerimaan uang sesuai jumlah yang telah jatuh tempo. dari hasil tagihan kepada bagian akuntansi secara periodik. yang tertera dalam bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran. Bagian Gudang, tugasnya adalah: a. b. c. d. Mengawasi tata kerja dan pelaksanaan penyimpanan serta Bertanggungjawab atas barang-barang yang akan dikeluarkan Memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Membuat laporan bulanan berdasarkan akumulasi kartu penempatan barang-barang di gudang. untuk proses produksi. penerimaan, penyimpanan barang, dan pengeluaran barang. persediaan gudang mengenai penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan sisa atas barang. Bagian Pembelian, tugasnya adalah: a. Membuat order pembelian barang (purchase order) berdasarkan permintaan pembelian barang yang diterimanya dari bagian IPC (Inventory Planning Control). b. c. Membuat pemesanan kembali (back order) untuk penerimaan Melakukan negosiasi kepada supplier mengenai harga dan d. Membuat kontrak pembelian. 7. Manager HRD dan General Affairs, tugasnya antara lain: a. Bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan mengenai semua kegiatan di bidang kepegawaian dan administrasi umum. barang-barang yang kurang jumlahnya dari pemesanan. metode pembayaran.

23

b.

Melaksanakan pencatatan data dan keterangan mengenai semua yang mencakup penerimaan, seleksi, pemeriksaan,

pegawai c.

pengangkutan, pemindahan, cuti serta absensi. Membuat laporan pertanggungjawaban kepada direktur.

Bagian HRD, tugasnya adalah: a. b. c. a. b. Membuat dan menyusun siklus penggajian pegawai. Menyelenggarakan perekrutan pegawai baru. Mengelola administrasi dan kesejahteraan pegawai. Membuat laporan pertanggungjawaban kepada direktur. Bertanggung jawab atas semua kegiatan dibidang improvement

8. Manager Production Improvement, tugasnya antara lain:

baik dari segi tata letak fasilitas, perbaikan waktu proses produksi, dan kegiatan yang membutuhkan improvement.

Gambar 3.11 Struktur Organisasi Perusahaan III.4 Fasilitas dan Sistem Produksi Terpuji Menjadikan fasilitasnya sebagai yang terbaik dengan tujuan unutk menghasilkan produk unggulan adalah filosofi utama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Investasi dalam skala besar yang menyeimbangkan pemanfaatan teknologi modern

24

dengan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk berkualitas telah ditanamkan di pabrik-pabrik PT TMMIN di Kawasan Sunter dan Karawang. PT TMMIN menjunjung tinggi keselamatan seluruh karyawan. Sertifikat SMK3 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pabrik Sunter I dan Karawang merupakan bukti dari keseriusan kami. Fasilitas modern PT TMMIN didukung oleh aplikasi Toyota Way (Kaizen atau Continuous Improvement dan pengembangan sumber daya manusia) dalam sistem produksi yang dikenal dengan nama Toyota Production System (TPS) yang telah teruji keandalannya. Melalui TPS, pengembangan sumber daya manusia di pabrik-pabrik kami diutamakan bagi semua level karyawan. Penerapan TPS juga dilakukan melalui program-program dalam Toyota Manufacturers Club (TM Club) untuk para pemasok dalam negeri, yang saat ini telah mencapai jumlah lebih dari 100 dan mampu membantu mereka mencapai tingkat kualitas dan biaya yang kompetitif. Keberhasilan kombinasi antara fasilitas modern dan sistem produksi handal di TMMIN mendapat pengakuan internasional dengan diraihnya berbagai penghargaan internasional untuk sistem manajemen kualitas (ISO 9000) oleh pabrik-pabrik PT TMMIN di Sunter dan Karawang. III.5 Teknologi Tinggi, Lingkungan Terlindungi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia selalu menggunakan teknologi tinggi untuk menjamin kualitas produknya tanpa mengesampingkan pentingnya memelihara kelestarian lingkungan. Teknologi mesin VVT-I (Variable Valve Timing-intelligent) membuat produk Toyota lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas buang tanpa mengurangi optimalisasi hasil pembakaran dan efisiensi termal. Berbagai penghargaan internasional berupa ISO 14001 untuk kepedulian lingkungan hidup diperoleh pabrik-pabrik Toyota di Sunter I, Sunter II, dan Karawang. Hal lain yang juga merupakan bukti bahwa PT TMMIN benar-benar menerapkan teknologi canggih berwawasan lingkungan adalah dengan adanya instalasi pengolahan air limbah berteknologi canggih seluas 3.500 m2 di pabrik Sunter I. Hutan Toyota merupakan salah satu wujud lain dari komitmen Toyota terhadap lingkungan hidup. Hutan Toyota di pabrik Karawang merupakan proyek perhutanan seluas 16 hektar, yang di dalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan langka yang dengan cepat akan punah dari alam bebas. Di sana dan dibeberapa proyek kerja sama lain, PT TMMIN menanam 36 jenis tumbuhan, termasuk pohon Jati, Eboni, dan Mahoni, juga tanaman obat-obatan. Hutan 25

Toyota merupakan aktifitas kami terhadap ekologi, karena menjaga keanekaragaman hayati merupakan tujuan pelestarian lingkungan hidup yang sangat penting. III.6 Sukses Panjang Kijang Sebagai Mobil Keluarga Terbaik Semua orang kenal Kijang. Kendaraan keluarga ini telah menjadi fenomena di Indonesia. Dari waktu ke waktu, kehadirannya telah menyatu di hati setiap keluarga Indonesia sehingga menjadikan popularitas Kijang terus meningkat hingga kini. Tak heran jika di akhir tahun 2003, produksi dan penjualan Kijang berhasil mencapai satu juta unit dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), yang semakin mengukuhkan reputasi Kijang sebagai mobil keluarga terbaik. Kijang Generasi I (1977-1980) Ketika pertama kali diluncurkan sebagai kendaraan niaga pada 9 Juni 1977, Kijang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Gambar 3.12 Kijang Generasi I Kijang Generasi II (1981-1986) Animo masyarakat semakin tinggi ketika Kijang Generasi II diperkenalkan pada tahun 1981. Bahkan menjamurnya industri karoseri, turut Gambar 3.13 Kijang Generasi II mengubah Kijang dari kendaraan niaga menjadi kendaraan keluarga. luas.

Kijang Generasi III ( 1986-1996) Popularitas Kijang semakin meroket dengan diluncurkannya Super Kijang (1986-1996) Kijang Grand (1992-1996) yang berteknologi Toyota Origina Body, menjadikan kualitas struktur Gambar 3.14 Kijang Generasi III bodinya setara sedan dan benar-benar bebas dempul. Pada generasi inilah, tepatnya pada tahun 1995, produksi Kijang mencapai 500.000 26

unit dan diperkenalkan Kijang dengan kapasitas mesin 1800 cc. Tidak hanya itu, pada tahun yang sama dilaksanakan Kijang Lintas Nusa dari Banda Aceh menuju Larantuka dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Kijang Generasi IV (1997-2004) Dengan kandungan lokal yang telah mencapai 60%, Kijang Generasi IV mengalami perubahan model yang revolusioner, dikenal sebagai Kijang Kapsul. Kijang generasi ini tidak menyisakan Gambar 3.15 Kijang Generasi IV sedikitpun garis desain model sebelumnya, dengan pilihan mesin bensin dan diesel, serta varian mewah krista dan transmisi otomatis. Di awal tahun 2000, mesin Kijang 1800 cc dilengkapi dengan kecanggihan EFI (Electronic Fuel Injection). Diikuti dengan kehadiran Kijang 2000 cc EFI, varian baru yang lebih mewah, canggih dan bertenaga besar. Kijang Generasi V ( 2004-sekarang) Toyota Indonesia dengan bangga meluncurkan Kijang Innova, revolusi total Kijang. yang tetap melanjutkan Gambar 3.16 Kijang Generasi V III.6.1 Berjaya di Nusantara kehebatan Penampilan

dengan desain revolusioner yang stylish dan fiturfitur yang makin canggih untuk memberikan pengalaman berkendara yang tak terbandingkan.

27

Dengan komitmen untuk menjadi yang terbaik di bidangnya, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia terus meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi tuntutan konsumen lokal maupun standar internasional. Terbukti mulai tahun 1987 hingga sekarang, TAM berhasil mempertahankan triple crown, peringkat teratas dalam penjualan di kategori sedan, kendaraan niaga, dan gabungan keduanya. Jika pada tahun 1981 total produksi Toyota masih sebanyak 200.000 unit, maka pada tahun 1989 meroket hingga mencapai 500.000 unit, dan pada tahun 1996 berhasil menembus 1.000.000 unit. Hal ini mencerminkan kendaraan Toyota berhasil menjadi raja di hati konsumen Indonesia. Keberhasilan tersebut tidak dapat dipisahkan dari dukungan dealer resmi yang tersebar di seluruh nusantara, sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan kendaraan produksi Toyota. Lokasi Dealer Utama Toyota 1. Auto 2000: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan Barat 2. New Ratna: DI Yogyakarta dan Jawa Tengah 3. Agung Automall: Bangka Belitung, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Bali 4. Hadji Kalla: Sulawesi Selatan, Sulawesi tengah, dan Sulawesi Tenggara 5. Hasjrat Abadi: Sulawesi tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua

28

Gambar 3.17 Wilayah Dealer Utama Toyota

III.6.2 Merambah Mancanegara Sebagai upaya menjadi leader dalam era perdagangan bebas, berbagi ekspor ke mancanegara terus dilakukan baik dalam bentuk CBU, CKD, mesin, maupun alat-alat produksi. Kegiatan ekspor kami dimulai pada tahun 1987 dengan tujuan utama negara-negara Asia-Pasifik, bahkan ke negara asal Toyota, Jepang. Pada tahun 2004, Toyota Indonesia melakukan ekspor Toyota Avanza, produk hasil kolaborasi antara Toyota dan Daihatsu di Indonesia, baik dalam bentuk CBU maupun CKD ke negara ASEAN. Ekspor CBU Toyota Avanza merupakan ekspor CBU terbesar Toyota Indonesia dibandingkan ekspor CBU lainnya dan dilanjutkan dengan ekspor CBU Kijang dalam jumlah yang lebih besar. Adalah suatu kebanggan bahwa kualitas produk Toyota Indonesia berhasil memenuhi tuntutan konsumen lokal maupun standar internasional. III.7 Kepuasan Pelanggan, Keberhasilan Pelayanan Bagi PT Toyota Astra Motor, kepuasan pelanggan adalah segalanya dan mutlak harus selalu ditingkatkan. Upaya memuaskan pelanggan ini dimulai dengan memeriksa kelengkapan kendaraan hingga dokumen secara detil melalui VDQI (Vehicle Delivery Quality Improvement) sebelum diantar kepada pelanggan TAM. Setelah pelanggan membeli Toyota, tidak berarti putus hubungan. Dilandasi dengan konsep customer first kami selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan terus-menerus melakukan peningkatan pelayanan. Kami menyadari bahwa upaya mencapai customer satisfaction melalui pelayanan terbaik dimulai dari dalam. Untuk itu, berbagai pelatihan guna meningkatkan keahlian teknisi dilakukan, termasuk pelatihan para karyawan dealer Toyota melalui TSM (Toyota Customer Service Marketing). Berbagai pelatihan ini dilakukan di pusat pelatihan berfasilitas lengkap yang didirikan di Sunter pada tahun 1991 dan didukung instruktur berstandar internasional Toyota. Kualitas internasional teknisi PT TMMIN terbukti dengan

29

keberhasilan mereka berkali-kali meraih juara pertama dalam kontes teknisi tingkat internasional. Fasilitas pelayanan purnajual seperti pusat suku cadang terbesar di Indonesia, yang sejak tahun 1982 telah dikelola dengan sistem komputerisasi dan dihubungkan langsung dengan Pusat Suku Cadang Toyota di Jepang, menjamin ketersediaan suku cadang bagi pelanggan Toyota. Lebih dari 100 bengkel resmi Toyota tersebar di seluruh nusantara dan dilengkapi dengan perangkat servis modern. Toyota bahkan mulai mengembangkan layanan servis dalam 1 jam (Express Maitenance) karena menyadari betapa berharganya waktu di era teknologi informasi ini. Tyota Hotline selalu siap dengan informasi terkini. Selain itu, layanan Toyota Home Service dan bengkel keliling Dyna yang sewaktu-waktu siap dipanggil di saat darurat tanpa pemilik mobil perlu datang ke mobil, lebih memperlihatkan komitmen Toyota untuk memanjakan pelanggan. III.8 Mengasah Kemampuan, Mengutamakan Kesejahteraan Sejak awal, PT TMMIN beranggapan bahwa sumber daya manusia merupakan modal utama keberhasilan usaha. Demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kami mengirim karyawan untuk mengikuti berbagai workshop dan pelatihan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan karyawan, seperti olah raga, rohani, kesehatan, hingga kopersi disediakan. sebagai one stop service center bagi karyawan PT TMMIN disana. Karyawan PT TMMIN adalah aset perusahaan yang sangat penting. Oleh karena itu, PT TMMIN selalu berusaha untuk menjaga kesehatan karyawan dengan menyediakan fasilitas klinik di setiap lokasi kantor atau pabrik, serta fasilitas pemeriksaan kesehatan tahunan (medical checkup) bagi semua level karyawan. Untuk menjalin keakraban sesama karyawan, setiap tahun diadakan family day yang melibatkan seluruh jajaran dari direksi hingga staf Gambar 3.16 Program Pelatihan dan Employee Center Di lokasi pabrik Karawang, PT TMMIN menyediakan Employee Center seluas 900m2 yang berfungsi

30

III.9

Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial

Gambar 3.17 Konser Amal Toyota Classic Sebagai bagian dari masyarakat, PT Toyota Astra Motor dan PT bisnis, Toyota juga Motor selain terus dengan Gambar 3.18 Program Pendidikan Manufacturing mengembangkan sosialnya. Salah Indonesia

meningkatkan peran dan tanggung jawab satunya,

mendirikan Yayasan Toyota & Astra pada tahun 1974 sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bantuan pendidikan (terutama pemberian beasiswa), penelitian dan pengembangan iptek, hingga peatihan otomotif bagi wiraswasta. 31

Sebagai bagian dari masyarakat, PT TAM dan PT TMMIN berusaha untuk membina hubungan baik yang harmonis dan berkesinambungan dengan komunitas sekitar perusahaan melalui program community development. Berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti pembagian sembako, pembentukan kegiatan keamanan swadaya, perbaikan fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus), perbaikan parit dan jalan, pembagian truk sampah, pest control, hingga renovasi tempat ibadah menjadi perhatian penting bagi perusahaan. Secara berkala juga diadakan program Toyota Classics sejak tahun 1990 yang mendatangkan kelompok orkestra terkemuka dunia sebagai upaya untuk lebih mendekatkan hubungan sosial melalui apresiasi seni sekaligus sebagai konser amal yang memberikan donasi untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penyediaan alat peraga pendidikan bagi anak-anak penyandang cacat, bantuan pendidikan untuk anakanak korban bencana alam, serta kegiatan manusia lainnya.

32