Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH DASAR SISTEM PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Masalah mutu lulusan pendidikan merupakan salah satu masalah yang sering menjadi sorotan dalam usaha pengembangan pendidikan, di samping masalah perluasan kesempatan belajar, efektifitas dan efisiensi serta relevansi lulusan dengan dunia kerja. Dalam usaha memecahkan masalah mutu lulusan, telah banyak usahausaha yang dilakukan, misalnya perbaikan kurikulum, pengadaan buku dan media pendidikan, serta peningkatan kemampuan tenaga guru dan dosen melalui penataran, pelatihan, dan pendidikan lanjut. Namun kegiatan-kegiatan tersebut belum dilaksanakan secara terintegrasi dan terpadu satu sama lain, sehingga dirasa seakanakan tidak menggunakan pendekatan sistem dalam perancangannya. Begitu pula dalam pengembangan bahan-bahan acuan perkuliahan dan ajaran yang kurang memperhatikan konsep-konsep pendekatan sistem atau rancangan pembelajaran. Atas dasar itu para calon guru, guru, instruktur, atau pengelola pendidikan harus memahami dan mendalami konsep-konsep pendekatan sistem dalam rancangan pembelajaran sesuai dengan level atau tingkatan yang diharapkan. Dengan memahami konsep-konsep tersebut, diharapkan para calon pengajar, guru, instruktur, dan pengelola pendidikan dapat menggunakan pendekatan sistem dalam merancang pembelajaran yang akan dilakukannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, sehingga usaha peningkatan mutu lulusan bisa tercapai.

PEMBAHASAN A. Pengertian Sistem Sistem merupakan suatu konsep abstrak yang memiliki artian sangat luas. Oemar Hamalik (2001:1) mendefinisikan sistem sebagai seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Selain itu,

Rina Widyaningsih (5J)

09310228

sistem juga didefinisikan sebagai suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir (Tatang M. Amirin dalam Irfan, 2010). Sebagai ilustrasi, dosen, mahasiswa, karyawan, dan rektor merupakan sistem dari IKIP PGRI SEMARANG. Akan tetapi dalam artian yang luas IKIP PGRI SEMARANG merupakan suatu subsistem dalam Perguruan Tinggi Swasta di Semarang . Sedangkan, dalam artian yang lebih luas lagi Perguruan Tinggi Swasata di Semarang (termasuk IKIP PGRI SEMARANG di dalamnya) merupakan subsistem dari Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Berdasarkan ilustrasi ini, suatu sistem pada hakikatnya adalah system of interest, yang mengandung makna bahwa sistem itu tergantung dari batasan-batasan yang ditentukan. Jadi, jika kita berbicara tentang suatu sistem maka kita harus memberikan batasan dari system tersebut secara jelas. B. Sistem Pengajaran Pendekatan sistem pengajaran mengandung dua aspek, yakni aspek filosofis dan aspek proses. Aspek filosofis adalah pandangan hidup yang mendasari sikap perancang sistem yang terarah pada kenyataan, intinya sistem filosofis ini merupakan kumpulan dari sejumlah komponen, yang saling berinteraksi dan saling bergantungan satu sama lain. Sedangkan, aspek proses adalah suatu proses dan suatu perangkat konseptual. Sistem pengajaran adalah kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Unsur manusiawi dalam sistem pembelajaran adalah siswa, guru/pengajar, pustakawan, laboran, tenaga administrasi serta orang-orang yang mendukung terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Unsur material adalah berbagai bahan pelajaran yang dapat disajikan sebagai sumber belajar, misalnya buku-buku, film, slide, foto, CD, dan lain sebagainya. Unsur fasilitas dan perlengkapan adalah segala sesuatu yang dapat mendukung terhadap jalannya proses pembelajaran, misalnya ruang kelas, penerangan, perlengkapan komputer, audio

Rina Widyaningsih (5J)

09310228

visual, dan lain sebagainya. Unsur prosedur adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran misalnya strategi dan metode pembelajaran, jadwal pembelajaran, pelaksanaan evaluasi, dan lain sebagainya. Berdasarkan rumusan di atas terdapat tiga ciri khas dalam sistem pengajaran yaitu rencana, kesalingketergantungan, dan tujuan. Tujuan utama dalam system pengajaran adalah siswa yang belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah adalah mengorganisasi orang, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur agar siswa belajar secara efektif dan efisien. C. Masalah-Masalah Pengajaran dan Pemecahannya Suatu masalah timbul karena orang merasa tidak puas terhadap apa yang telah atau sedang terjadi. Oleh karena itu, masalah perlu diselesaikan atau dipecahkan segera. Pemecahan masalah sebaiknya menggunakan pendekatan sistem. Adapun prosedur pemecahan masalah dengan pendekatan sistem dimulai dari perumusan masalah, analitis, seleksi dan sintesis untuk menemukan pemecahan yang optimal, implementasi yang terkendalikan, kemudian evaluasi dan revisi bila diperlukan. Masalah-masalah dalam sistem pengajaran bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu : a. Arah tujuan pembelajaran tidak dipahami oleh siswa. b. Evaluasi prosedur evaluasi tidak dikenal oleh siswa. c. Isi dan urutan isi pelajaran tidak jelas dan urutannya tidak logis d. Metode kurang mendorong dan tak memajukan belajar e. Hambatan sumber-sumber seperti keterampilan guru, kemampuan siswa, dan sumber-sumber sekolah tidak dikenal. D. Strategi Dasar Merancang Sistem Pengajaran Strategi merancang sistem pengajaran adalah suatu rencana untuk mengerjakan prosedur merancang sistem secara efektif dan efisien. Dalam

Rina Widyaningsih (5J)

09310228

merencanakan desain suatu sistem, ada tiga tahap yang perlu dilakukan yakni, menganalisis tuntutan-tuntutan system, mendesain system, dan mengevaluasi dampak sistem.

PENUTUP Sistem adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Dalam membicarakan sistem harus ada batasan yang jelas karena sistem memiliki artian yang sangat luas. Dalam merencanakan pembelajaran guru hendakanya menggunakan

pendekatan sistem agar usaha peningkatan mutu lulusan bisa tercapai. Hal ini dikarenakan, melalui pendekatan sistem arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas, pendekatan sistem menuntun guru pada kegiatan yang sistematis, pendekatan sistem dapat merancang pengajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumberdaya yang tersedia, dan pendekatan sistem dapat memberikan umpan balik.

DAFTAR PUSTAKA El-Faraby, Andi. 2010. Konsep Dasar Sistem Pembelajaran. http://andinurdiansah.blogspot.com/2010/10/konsep-dasar-sistempembelajaran.html, diunduh pada tanggal 16 September 2011 pukul 13.30 WIB. Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Aksara. Irfan, Mochammad. 2010. Perencanaan Sistem Pengajaran. http://mochammadirfan99.blogspot.com/2010/10/makalah-perencanaan-sistempengajaran.html?zx=7e51b1520654e83, diunduh pada tanggal 16 September 2011 pukul 13.25 WIB. Sanjaya, Wina. 2011. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Rina Widyaningsih (5J)

09310228