P. 1
Makalah Artikel Pengangguran Indonesia Eko Makro

Makalah Artikel Pengangguran Indonesia Eko Makro

|Views: 765|Likes:
Dipublikasikan oleh Biba Atjah

More info:

Published by: Biba Atjah on May 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2014

pdf

text

original

Makalah Artikel Pengangguran Indonesia

Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Meskipun banyak jenis pengangguran yang muncul dalam perekonomian Indonesia, namun secara umum pengangguran akan lebih banyak memberi dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi negara. Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang dihaparkan. Pengangguran juga akan menyebabakan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainya. Sebelum lebih jauh kita bicarakan pengangguran, kita lihat terlebih dahulu komposisi penduduk Indonesia. Dari seluruh penduduk Indonesia, kita bagi dalam penduduk usia kerja (PUK), yakni penduduk yang memiliki usia “pantas” kerja yakni, antara 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Meskipun pada kenyataanya, seperti negara berkembang lainya, penduduk dengan usia di bawah 10 tahunpun telah bekerja. Sedangkan secara umum penduduk di luar usia kerja tersebut dinamakan penduduk di luar usia kerja (PDUK), yakni para balita dan manula. Jenis-jenis pengangguran dapat dibagi berdasarkan penyebabnya dan cirinya. Adapun jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya adalah : • Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yamg lebih baik. • Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja. • Pengangguran Teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Seringkali

pengangguran ini terjadi karena kemampuan dan keahlian pekerja yang tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. • Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktural, hanya pada pengagguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh. Sedangkan jenis-jenis pengangguran berdasarkan cirinya adalah : • Pengangguran Terbuka Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga yang tidak memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu, dan oleh karenanya dinamakan pengangguran terbuka. • Pengagguran Tersembunyi Pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. Di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatanya dengan efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan inilah yang disebut pengangguran tersembunyi. • Pengangguran Musiman Pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.

kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi. .59 juta orang.1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 108.3 juta orang. hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Hingga Februari 2011.5 juta orang atau bertambah 3.8% dari total angkatan kerja. Jumlah ini menurun 470 ribu orang dibandingkan Februari 2010 yang sebanyak 8. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 119.84%) dan 240 ribu orang (4. jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2011 mencapai 6.12 persen).• Setengah Menganggur Di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat.9 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 116.9 juta orang dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 107. bertambah sekitar 2. Banyak dari mereka yang terpaksa bekerja setengah waktu atau dibawah jam kerja normal.2 juta orang atau bertambah 3. Setahun terakhir (Februari 2010-Februari 2011). Penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 111.4 juta orang. Sebagai akibatnya tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Jumlah ini turun dibandingkan Februari 2010 yang sebesar 7.4 juta orang. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 360 ribu orang (0. bertambah sekitar 3.12 juta orang.4 juta orang dibanding Februari 2010 sebesar 116 juta orang. Pekerja-pekerja seperti inilah yang dinamakan setengah menganggur.41%.

Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja pada Februari 2011. Perdagangan. Pendidikan dan keterampilan yang rendah c. Sulit menerapkan kepintarannya dalam dunia pekerjaan . Tidak adanya sistem penerimaan publik 3. di antaranya: a. Faktor rendahnya pendidikan dan keterampilan Faktor ini merupakan penyebab utama meningkatnya pengangguran di Indonesia. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja d. f. Faktor kemalasan 2. Teknologi yang semakin modern e. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran dari faktor pribadi : 1. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan. Banyaknya tenaga kerja wanita Beberapa hal yang menyebabkan pengangguran antara lain: a. Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan b. politik dan keamanan suatu negara Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mendapat pekerjaan. Faktor cacat atau umur 3. Penerapan rasionalisasi g. Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat c. Kurangnya informasi 2. Ketidakstabilan perekonomian. 1.Sektor Pertanian. Penduduk yang relatif banyak b. Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim h. Pengembangan sektor ekonomi d.

Hal inilah yang paling besar pengaruhnya dalam dunia kerja sekarang ini. kurangnya informasi dapat menjadi faktor yang paling berpengaruh. . hal ini diakibatkan keadaan lingkungan tempat tinggal yang tidak memungkinkan untuk terus meng update informasi tentang lowongan pekerjaan.

sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002.8 juta orang.7 juta. dan lain-lain. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. B.33 juta . Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. sebesar 9. Pada sisi lain.87 juta orang. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. Selain itu terdapat sebanyak 2. yang disebabkan antara lain. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. pada tahun 2002 berjumlah 28.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. 45.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless).BAB I PENDAHULUAN A. upah rendah. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. yang mengakibatkan produktivitas rendah. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. peraturan yang menghambat inventasi. hambatan dalam proses ekspor impor. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.13 juta penganggur terbuka.

Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20.97 juta orang.96 pesen menjadi 5. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. Pada tahun 2002. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Sekitar 44. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Selanjutnya 63. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28.5 persen pada tahun 2009.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. .65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah.6 juta orang. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Sasaran Sasaran yang diharapkan. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota.65 juta orang menjadi 108. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.orang hanya berpendidikan SD kebawah.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.

persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran. sekitar 45 persen . Di luar pengertian tersebut. gap tersebut semakin membengkak tajam. 11 Pebruari 2004). suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan.7 persen berarti terdapat 4. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik Selain masalah upah.03 TH. Namun tingkat pengangguran 5. pengangguran 5. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . Dengan jumlah angkatan kerja 92. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja. Pasca krisis moneter. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment). yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. pembinaan Hubungan Industrial.XXIV-Juni 2004 C. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5. Konsep lainnya adalah under employment.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment).5 juta orang penganggur.7 persen. 29 Juni 2004. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans.7 juta. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur.peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja.

pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. Pertama.57 persen pada 1982 menjadi 5. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. periode 1982-1998. Keempat. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. atau meningkat hampir 120 persen. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. Ketiga. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan). Akan tetapi. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja.02 persen pada 1998. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional. pada 1998. Kedua. yang melonjak dari 0. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi. Kedua. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Beberapa Sebab Secara kualitatif. lapangan kerja . yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja. Pertama.tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh.

Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. Seharusnya. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi.masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. kurikulum SMTA Umum sekarang . Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. Periode 1980-98. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). Dengan demikian. selain tempat terbatas. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal.

terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. Secara fungsional. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah. Selain itu. Masalahnya. Apa yang terjadi sekarang adalah. dari 254. Akan tetapi. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. Depnaker April 1998. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match.032 lowongan kerja terdaftar. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. dosen. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja.mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. .

Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan.4 persen. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Kedua. Sejak itu. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian.1 persen.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Didominasi oleh penganggur usia muda. Tiap Tahun. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. pendidikan dan ekonomi.BAB II MASALAH A. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. jasa dan industri. dari 4. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. perdagangan. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. Selain usia muda. B. Pertama. dapat ditekan menjadi 1.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. tapi juga harus ditangani dari hulu.18 juta menjadi 11. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja.35 juta. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik. Ketiga. .7 persen pada periode 2005-2009. Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk.

yaitu pertama. pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.730 juta). Ketenagakerjaan dan . data pekerja dan pengangguran menunjukkan.779 juta). untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. perdagangan. pada 2001: usia kerja (144. pada 1997. Kedua.5 juta pertahun.647 juta). baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.807 juta). penduduk yang kerja (91.13 juta) dan 2003 (11.7 persen pada periode 2005-2009. penduduk yang kerja (90. setengah penganggur terpaksa (28.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4.1 persen. penganggur terbuka (9. setengah penganggur sukarela (24. angkatan kerja (98.18 juta. Selanjutnya.4 persen. setiap tahun pasti ada sisa. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. jasa dan industri.005 juta). Sehingga. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen. ditekan menjadi 1.6 juta tenaga kerja.005 juta). Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu. 2000 (5. terutama di sektor pertanian. persoalan terus datang. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. tentunya hanya akan menyerap 1. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. 2001 (8.132 juta). pada 1999 (6.812 juta).869 juta).010 juta). Bayangkan. Sebenarnya. setengah penganggur terpaksa (6.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2.81 juta). tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. angkatan kerja (100. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2.35 juta). Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan. penganggur terbuka (8.Padahal.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. Sejak 2000. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal. 2002 (9.422 juta). Sementara itu. Ketiga. hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja. Jika pertumbuhan ekonomi ada. pada 2002: usia kerja (148.033 juta).03 juta). Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. setengah penganggur sukarela .

175). tenaga kerja PHK (110.160). Jumlah putusan (91). Selesaikan masalah? Tunggu dulu.Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95).906).980).933). Jumlah Putusan (80). Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174).098). tenaga kerja yang terlibat (109. Tenaga Kerja PHK (114.145). jumlah putusan (1. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). tenaga kerja yang terlibat (769.445).445). kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12.845) 2002: Kasus pemogokan (220). Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.142) 2003: Kasus pemogokan (146). Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2. Ditjen Binawas .393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans. jumlah putusan (95). sisa perkara (6. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2. jumlah putusan (2.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2. sisa perkara (4. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101).632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2.790) Sumber: Depnakertrans.175). jumlah putusan (1. sisa perkara (2. tenaga kerja yang terlibat (61.

5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. itu tidak ada masalah. jumlah putusan (117. Tentunya. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. Bagi pengusaha.Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. jumlah putusan (98. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. Tidak ada korelasi. adalah hak buruh yang bisa dipahami. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. 62. sisa perkara (205. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4.565). impor. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional.7 juta. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan.933).145). jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. Tidak heran saat ini..357).867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. jelas menguntungkan pasar bebas itu. sisa perkara (223. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. jelas makin hari makin terjadi PHK. Belum di industri lainnya. Ditambah lagi. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? . apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. Pertanyaannya. memang harus ada berbagai jaminan. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. banyak industri berubah jadi trading. itu dulu deh.

ada jaminan kesehatan dan lainnya. Bahkan. Laos dan Kamboja. bekerja di perusahaan. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun . tapi juga memperhatikan kepentingan publik. produktifitas tidak naik. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. tapi kembalikan ke buruh. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. Di sisi lain. compete tidak? Jika upah buruh naik. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. Karena investor akan melihat. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. Kemungkinan. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. ada di sektor formal. Soal buruh dan pengusaha. Celakanya. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius.Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. upah minimumnya. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. akan diikuti juga perusahaan lainnya. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. Sisanya. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. Jelas.

Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. pengawasan dan lainlain. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik . Fakta tetap mengatakan. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. Artinya. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan.perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. jumlah pengangguran terus bertambah. seperti yang kita alami sekarang ini. Ketidakstabilan peta politik dan keamanan. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. mencakup berbagai aspek penting. Untuk itu seluruh komponen bangsa. Konsolidasi ini. pembiayaan. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. Dengan cara ini. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. koordinasi pelaksanaan. Bila hal ini benar-benar terjadi. Jelas. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. mau tidak mau. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. listrik dan layanan publik lainnya dong. Tapi pemerintah jangan menaikkan harga barang. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. Bahkan. bersama-sama mengatasi masalah ini.

Kemudian diikuti sektor kelautan. Untuk itu. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. perencana. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. departemen pertanian dan kelautan misalnya. tenaga kerja terdidik. Selain itu. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. Umumnya negara berkembang. harus bersama-sama. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. Seperti pertanian. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. dinamisator masyarakat desa. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. sampai dengan 40 persen. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. kecil-menengah. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. supaya juga bisa membuat tolak ukur. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di . Untuk 2002 saja. seperti kelurahan dan desa. maupun pola-pola pemberian kredit bank.perhatian. Tapi Depnakertrans mengaku. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. pemerintah dan masyarakat sendiri. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Yang di dorong itu pencari kerjanya. Karena desa memerlukan ahli. Data-data menunjukkan. sebagai usaha mandiri. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. motivator.

561 orang meliputi : . Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.Padat karya produktif 44. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. pendorong dan pemberi wacana-wacana. .317 orang. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis. Pemdalah yang mengurusi semuanya. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada.A.734 orang. Pemda hanya mengharapkan PAD. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. 2003 telah dilaksanakan : 1. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .280 orang.Terapan teknologi tepat guna 4. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. Praktek dan rill di lapangan. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a.mintakan ke Pemda. Pengembangan Kesempatan Kerja. 4. . Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja .Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. penempatan dan produktivitas tenaga kerja. . fasilitator. Tapi tidak pernah ada. b. 2. dalam T. Masalahnya. Perluasan lapangan kerja bagi 120. Dengan otonomi daerah. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. seperti data penganggur. dimana. .855 orang. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan. 3.Penciptaan wirausaha baru 2.

2.951 orang meliputi : .. eletronik dan lainnya itu. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.898 orang.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2.Pelatihan Teknisi :1. 4. .225 orang.200 orang. penempatan. 7. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4.790 orang 5. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti. Tampaknya.Pelatihan institusional : 14. . terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu.Pelatihan kewirausahaan : 2.Pelatihan MTU : 20.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang.Pelatihan Magang : 1. Untuk itu.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Apalagi. “SDM kita belum mampu bersaing. . jika bicara soal ketenagakerjaan. . hingga SDM bisa bekerja secara produktif. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans.276 orang. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia.800 orang. . . Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif.088 orang. Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21. Saat itu. . kita upayakan agar dengan standar kompetisi. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. 6. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1. 3.589 orang.764 orang. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.485 orang. Apalagi. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia.

Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. Selanjutnya. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. . Tahun 2004 Pengangguran Berkurang.3 persen. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. Ini berarti. Padahal. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. sektor informal bisa di persiapkan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Sehingga pada 2006. pusat hanya pembuat kebijakan. di tingkatkan sektor formal. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. C.Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya. pasar luar negeri. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. tahun 1996.0 persen. penjabarannya ada di daerah. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. pusat dan daerah terputus. terkait dengan semangat otonomi daerah. Sekitar 2005.8-5. tetapi harus memanfaatkan ekspor. TKI saja masih dalam posisi menengah. Untuk tingkat pengangguran. Sejak otonomi daerah.

seperti proyek sejuta rumah. obligasi korporasi. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. Dalam kenyataannya. pembangunan sistem irigasi. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. Sekarang. BAB III PEMBAHASAN A. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. Oleh karena itu. Alasannya. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. proyek 700 km jalan tol. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. Diharapkan. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya.investasi harus digalakkan. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah . sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. Untuk tahun 2004. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM.

pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata.penganggur yang besar. sumber utama kemiskinan. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. pendamping. menjadi beban keluarga dan masyarakat. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. B. sumber utama kemiskinan. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan . Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. Dalam pembangunan Nasional. menjadi beban keluarga dan masyarakat. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.

Oleh karena itu. Menurut para deklarator tersebut. bahwa untuk itu. Zulkarnaen Karim. dalam . T. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. J. merekaadalah Gubernur Riau H.P. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam deklarasi itu ditegaskan. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. pengusaha. Rusli Zainal. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. DR. Palgunadi. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. UPN Veteran Jakarta. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. menandatangani deklarasi tersebut. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. perwakilan pengusaha. Sitanggang. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. maupun dunia pendidikan. pemerintah kabupaten/kota. Bambang Ismawan.M.ABAC. menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. Setyawan. Bina Swadaya. LSM.kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah. dunia usaha. perwakilan perguruan tinggi. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi.

Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. keadaan angkatan kerja.". Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran.penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup.. meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. Selanjutnya Menakertrans menyatakan.. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". bahwa secara konstitusional. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". dan juga pembahasan dengan . serta sasaran yang akan dicapai. produktif dan remuneratif. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu.. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. Konsepsi. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. Hal ini berarti. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. dan keadaan kesempatan kerja..

Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. jasa dan sebagainya setiap hari.beberapa Departemen dan Bappenas. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". minyak. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Bekerja berarti memiliki produksi. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Sebagai solusi pengangguran. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. politik dan kemiskinan. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. pakaian. energi listrik. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Karena itu. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai . Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. gula. sepatu. C. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. komprehensif. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Selain itu. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII.

berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. tulus. sepenuh hati. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. profesional dan bertanggung jawab. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). ada juga kebijakan mikro (khusus). fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Pertama. jujur matang. Kebijakan ini dapat . Kepribadian yang matang. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. tingkat suku bunga. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia.berikut. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Dengan demikian. Perlu diyakini oleh setiap orang. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Kebijakan Mikro Selain itu. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal.

Kelima. pengendalian banjir. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. seperti sampah. Itu semua perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan membangun lembaga itu. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Keempat. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Secara teknis dan rinci. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Ketiga. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. dan lingkungan yang tidak sehat. . Sampah. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. misalnya. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus.

justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.Keenam. Akibatnya. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. antara lain sumber daya manusianya (brainware). perangkat lunak (software). PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Kesembilan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. perbankan. Kedelapan. Karena itu. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. manajemen dan keuangan. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. perangkat keras (hardware). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Ketujuh. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. gedung. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengembangan lembaga itu mencakup. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Di samping itu. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. penurunan produktivitas. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu .

atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. keterampilannya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. antara lain . Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Kesepuluh. dan sebagainya. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.

. pengendalian banjir. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. ada juga kebijakan mikro (khusus). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). segera mengembangkan potensi kelautan kita. Selain itu. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kedua. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Kesembilan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. seperti sampah.kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Keempat. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Pertama. Keenam. Kedelapan. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketiga. Kelima. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. dan lingkungan yang tidak sehat. tingkat suku bunga. Ketujuh. Kesepuluh.

Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Depnakertrans. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Media Indonesia. Elwin Tobing. 1995.03 TH. Tiap Tahun. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. 11 Pebruari 2004. DAFTAR PUSTAKA --------------. 2004 Statistik Tahunan Indonesia. Terimakasih. Pengangguran Terus Bertambah. Jakarta Daulat Sinuraya. 2004 Levi Silalahi . Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Kompas. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Suara Pembaruan Daily. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia.B. Jakarta. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama.Tempo Interaktif.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. 2004 Majalah Nakertrans Edisi . Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. 1985. 1998 . 29 Juni 2004. Angka Pengangguran Indonesia Naik.

menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim keluar negeri. manajemen dan keuangan.Ketujuh. segera harus disempurnakan kurikulum dan .keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan UsahaMilik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Lembaga itu dapat di b a w a h l e m b a g a jaminan sosial penganggur atau bekerja sama t e r g a n t u n g kondisinya. Di samping itu. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan ( TrainingCenter ) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangatbanyak peluang di negara lain.Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil ( skilled ).Keenam. antaral a i n s u m b e r d a y a manusianya ( brainware ). perangkat keras ( hardware ). perlu dibuat peraturan tersendiritentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional.L e m b a g a i t u dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dandikembangkan secara profesional s e h i n g g a d a p a t m e m b i m b i n g d a n menyalurkan para pencari kerja.K e d e l a p a n . perbankan. gedung.perangkat lunak ( software ). Pengembangan lembaga itu mencakup.Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Hal itu dapat dilakukandan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

atau orang yang barum a s u k k e p a s a r k e r j a .s i s t e m pendidikan nasional (Sisdiknas). Sisdiknas perlu reorientasi supayadapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. PHI dewasa ini sangat banyakberperan terhadap penutupan perusahaan. .Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakanlapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. d a n s e b a g a i n y a .Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itup e r l u d i c e g a h d e n g a n b e r b a g a i c a r a t e r u t a m a p e n y e m p u r n a a n b e r b a g a i kebijakan. N e g a r a Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategisyang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensialsebagai negara maritim. bukan hanyatidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baiksupaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secaraoptimal untuk memerangi pengangguran. justru sebaliknya bermuara padaPHK yang berarti menambah jumlah penganggur. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial(PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya. penurunanpermintaan produksi industri tertentu dan seterusnya.umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Kesepuluh. penurunan produktivitas. s e g e r a m e n g e m b a n g k a n p o t e n s i k e l a u t a n k i t a . Kesembilan. Karena itu. keterampilannya. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->