Anda di halaman 1dari 44

ANATOMI SISTEM ENDOKRIN

SISTEM ENDOKRIN, adalah o Sistem yang terdiri dari KELENJAR ENDOKRIN o Yang menghasilkan HORMON o KELENJAR ENDOKRIN o Suatu ORGAN TERSENDIRI atau o Sekumpulan sel kelenjar yang jadi bagian ORGAN yang bukan kelenjar o TIDAK MEMPUNYAI Saluran pengeluaran (ductus excretorius) produksi Hormon dilepas ke cairan intersel darah FUNGSI SISTEM ENDOKRIN o Sistem Endokrin + Sistem Neural bersama-sama mengatur semua aktifitas organ/sistem tubuh lainnya, termasuk diantara keduanya. o Tujuannya HOMEOSTASIS

ORGAN SISTEM ENDOKRIN ( merupakan Organ TERSENDIRI ) 1. Glandula HYPOPHYSE 2. Glandula THYREOIDEA 3. Glandula PARATHYREOIDEA 4. Glandula SUPRARENALIS 5. PANCREAS 6. TESTIS/OVARIUM 7. EPIPHYSE (= Glandula Pinealis) 8. THYMUS GLANDULA HYPOPHYSE = Glandula Pituitaria Bentuk Ovoid/kacang, 12 x 8 mm, 500 mg LETAK o Intracranial ( dalam cavum cranii = rongga kepala ) Pada Fossa Hypophyse dibasis cranii (os sphenoidale) Diluar Duramater (pembungkus Cerebrum) o Dikelilingi pembuluh darah CIRCULUS WILLISI o Dibelakang bawah CHIASMA OPTICUM Gld. Hypophyse tergantung pada Hypothalamus Hanya ada SATU Gld. Hypophyse Terbagi 2 LOBUS Lobus ANTERIOR + Lobus POSTERIOR LOBUS ANTERIOR ( - Adenohypophyse) o Strukturnya murni sel kelenjar CELLULAR o Lebih kecil dari Lobus Posterior LOBUS POSTERIOR ( = Neurohypophyse ) o Lanjutan dari Hypothalamus o Karena itu Strukturnya NEURAL o Lebih besar dari LOBUS Anterior PRODUKSI HORMON o LOBUS ANTERIOR THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) Gld. Thyreoidea FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) Ovarium ADRENOCORTI COTROPIN HORMONE (ACTH) Gld. Suprarenalis SOMATOTROPIN HORMONE/STH (GROWTH HORMONE = GH) LUTEINIZING HORMONE (LH), pada wanita Ovarium INTERSTITIAL CELL STIMULATING HORMONE (ICSH), pd pria Testis PROLACTIN / LACTOGENIC HORMONE Mammae MELANOCYTE STIMULATING HORMONE (MSH) kulit o LOBUS POSTERIOR
2

OXYTOCIN VASOPRESSIN / ANTIDIURETIC HORMONE (ADH) Karena itu Glandula Hypophyse = MASTER GLAND VASCULARISASI 1. Arteri dari cab. a.carotis interna: a. hyphophyseus superior a. hyphophyseus inferior 2. Vena: (ke sinus cavernosus) v. hyphophyseus superior v. hyphophyseus inferior 3. Intrahyphophyseal terbtk: Anastomose Sistem Portal hyphophyse EPIPHYSE (=GLANDULA PINEALIS)

Bagian dari EPITHALAMUS (Struktur Syaraf) Terletak Intracranial, pada ujung posterior di linea mediana DIENCEPHALON Ada 1 (satu) FUNGSI : o INHIBISI (menghambat) Aktifitas hormon dari Hypothalamus, Gld. Hypophyse, Gld. Parathyreoidea, Pancreas, Testis / Ovarium o Pengaturan Pigmentasi o Fotosensitif

GLANDULA THYREOIDEA Terdiri dari : o 2 LOBUS LATERALIS DEXTER dan SINISTES Keduanya simetris Berbentuk CONUS o 1 ISTHMUS, menghubungkan kedua Lobus o Kadang-kadang ada LOBUS PYRAMIDALIS
3

Berat 500 gram, tinggi 5 cm Dibungkus oleh 2 pembungkus FASCIA o Superficial (paling luar) = False Capsule o Profunda (lapisan dalam) = TRUE Capsule Gld. Parathyreoidea, ikut terbungkus bersama gld. Thyreoidea oleh False Capsule LETAK o diventral : Bagian Caudal LARYNX (Cartilago Thyreoidea + Cricoidea) Bagian Cranial TRACHEA (s/d cincin cartilago trachealis VI) o ditutupi : Otot-otot Infrahyoid (m.sternohyoideus dan m. sternothyreoideus o medial (sisi dalam) : Larynx Trachea Oesphagus Carotid Sheath N. Recurrens laryngeus Melekat pada LARYNX ikut gerakan naik-turun LARYNX Produksi Hormon THYROXIN Terletak di bag. Anterior leher (Larynx-trachea) V C5-7 dan V Th1 Ujung cranial dpt mencapai LINEA OBLIQUA CART.THYREOIDEA Ujung caudal (cincin trachea 5-6) VASCULARISASI A.THYREOIDEA SUPERIOR (cab. A.carotis externa), mempercab.kan r.anterior (menuju ke isthmus) dan posterior, beranastomose dengan r.ascendens a.thyreoidea inferior A.THYREOIDEA INFERIOR (cab.truncus threocervicalis) mensuplai ke sebag.besar kelenjar A.THYREOIDEA IMA (cab. Truncus brachiocephalicus atau langsung dari arcus aortae) Aliran darah vena (V.THYREOIDEA SUP,MEDIA) bermuara kedlm v.jugularis interna dan v.thyreoidea inf bermuara ke v..brachiocephalica INNERVASI SYMPATHIS (mengikuti a.thyreoidea superior dan a.thyreoidea inferior) GANGLION CERVICALE SUPERIOR GANGLION CERVICALE MEDIUS

GLANDULA PARATHYREOIDEA Ada 4 buah, dorsal Lobus Lateralis Dexter + Sinister gld. Thyreoidea. Ukurannya 6 x 4 x 2 mm, 50 gr Dibungkus oleh False Capsule Gld. Thyreoidea Produksi Hormon Parathormon

GLANDULA SUPRARENALIS Ada 2 gld. Suprarenalis Dexter < SINISTER LETAK : o Dalam cavum abdominis spatium Retroperitoneale o Diatas depan REN DEXTER & SINISTER o dibungkus (bersama Ren) oleh : Fascia Renalis Corpus Adiposum Perirenalis Ukuran 50 x 30 x 10 mm, 3 6 mg Terdiri bagian : o CORTEX (bagian luar) o MEDULLA (bagian dalam) Produksi Hormon : o Dari CORTEX MINERALOCORTICOID (= Aldosterone) GLUCOCORTICOID (= Cortisone/Cortisol) SEX HORMONE o Dari MEDULLA : ADRENALINE NORADRENALINE VASCULARISASI: o o o A.suprarenalis superior (cab.a.phrenica inf) A.suprarenalis media (cab.lgsg aorta abd) A.suprarenalis inf (cab.a.renalis)

Arteri tsb tidak masuk pd hilus suprarenalis ttp pd permukaan lainnya

PANCREAS

Ukuran panjang 14 18 cm, 70 gram Terletak melintang dari DUODENUM (pada sisi kanan) ke LIEN (sisi kiri) Dibelakang GASTER Dicavum abdominis spatium Retroperitoneale Terdiri dari : CAPUT, CORPUS dan CAUDA 1. CAPUT PANCREATIS: Regio epigastrium Terltk pd lengkungan huruf C duodenum (pars sup+desc+horizontal) s/d batas INCISURA PANCREATICA 2. CORPUS PANCREATIS: Regio epigastrium Mulai pd incisura pancreatica Diventral aorta abdominalis & ren sin,didorsal gaster s/d batas lig.lienorenale 3. CAUDA PANCREATIS: Regio hypochondrium sinistra Didlm lig.lienorenale, masuk hilus lienalis

Ada ductus excretorius = DUCTUS PANCREATICUS bermuara pada DUODENUM. Adl ductus excretorius dr bagian exocrine pancreas Berjln dr cauda ke corpus, belok ke caudal pd caput Bermuara bersama dgn DUCTUS CHOLEDOCHUS pd sisi medial duodenum pars desc. pd papilla Duodeni Major VATERI Pada muaranya terdpt otot sphincter yg disebut m.sphincter Oddi Kadang terdpt DUCTUS PANCREATICUS ACCESSORIUS (Santorini) yg terltk diatas ductus Wirsungi pd caput pancreas. Gabungan KEL. EKSOKRIN dan KEL. ENDOKRIN Bagian KEL. EKSOKRIN yang punya Ductus Pancreaticus

Bagian KEL. ENDOKRIN yaitu bagian PULAU-PULAU LANGERHANS dari Pancreas, terdiri sel : Sel Hormon GLUCAGON Sel Hormon INSULIN VASCULARISASI CAPUT PANCREAS: 1. A. Pancreatico duodenalis superior (cab.a.gastroduodenale) 2. A. Pancreatico duodenalis inferior (cab.a.mesenterica superior) CORPUS + CAUDA: Merupakan cab. A.Lienalis 1. A.pancreatico dorsalis/transversa 2. A.pancreatico magna 3. A.pancreatico caudalis VENA: umumnya ikut arteri 1. V.pancreatico duodenalis sup :bermuara ke v.porta 2. V.pancreatico duodenalis inf : bermuara ke v.mesenterica sup 3. V.pancreatico transversa/inf: bermuuara ke v.mesenterica inf. ALIRAN LYMPHE: 1. Terdpt nodul lymphaticus yg ikuti arteri pd pancreas yaitu: 2. nl. Pancreaticolienalis, nl.subpylorici, nl.pancreaticoduodenalis, nl.mesenterici.

TESTIS/ OVARIUM Anatomi TESTIS / OVARIUM telah dibicarakan pada SISTEM UROGENITALIA

FISIOLOGI ENDOKRIN

*Fungsi Regulasi *Bersama Sistem Saraf --- Neuroendokrin Sist. Endokrin ---- lambat ( metabolisme ) Sist. Saraf -------- Cepat Sist. Endokrin Hormon Sist. Saraf ----> Neurotransmitter Hormon adalah Substansi kimia yang disekresi oleh sel kelenjar Endokrin ke dalam Sirkulasi tubuh untuk fungsi kontrol aktifitas sel-sel tubuh. Fungsi Hormon Reproduksi Pertumbuhan dan perkembangan Homeostasis Pengaturan pengadaan energi Klasifikasi Hormon Steroid estrogen, progesteron, testosteron, cortisol, aldosteron Turunan asam amino tyrosin tiroksin, triiodotyronin, epinefrin dan norepinefrin Protein/peptida hormon hipofise ant dan post, insulin, glukagon, PTH dsb

Feedback Negatif Kelenjar endokrin secara alami mempunyai tendensi untuk over sekresi hormonnya Akibatnya, hormon akan banyak diproduksi untuk merangsang organ target secara berlebihan --- Toksit Sehingga diperlukan mekanisme regulasi untuk menekan overproduksi kelenjar endokrin tsb.

Reseptor *Hormon bergantung pada adanya Reseptor Fungsi reseptor : Membedakan hormon dan lainnya Mengatur sinyal hormonal menjadi respon seluler yang tepat Lokasi reseptor pada sel Membran sel (hormon protein) Sitoplasma (hormon steroid) Inti sel (hormon tiroid) Mekanisme Kerja Ikatan Hormon - Reseptor Perubahan permeabilitas membran Aktivasi enzim intraselluler Aktivasi secong Messenger Aktivasi gen-gen ( DNA) Terbentuk mRNA Translasi protein Fisiologis (Ribosom) Metabolisme, reproduksi, tumbuh-kembang.

10

Second Massengger c-AMP Ion Ca dan Calmodulin Inositol trifosfat diacylgliserol

Metabolisme Hormon Terutama pada Hati dan Ginjal Diekskresi: urin dan Feses. Kelainan Gangguan Reseptor Desensitisasi . Down-regulation homolog : reseptor insulin ( DM Type II ) Down-regulation heterolog. HIPOTHALAMUS & HIPOFISE

11

Hormon Hipothalamus Corticotropin Releasing Hormon (CRH) Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH) Thyrotropin Releasing Hormon (TRH) Growth Hormon Inhibiting Hormon (GHIH) Prolactin Releasing Factor (PRF) Prolactin Inhibitory Factor (PIF) MSH Releasing Factor (MSH-RF) MSH Inhibiting Factor (MSH-IF) Vasopresin ( ADH ) Oxitosin Hipofise Anterior Growth Hormon (GH) Adrenocorticotropin Hormon (ACTH) Thyroid Stimulating Hormon (TSH) Follicle Stimulating Hormon (FSH) Luteinizing Hormon (LH) Prolactin KELENJAR TIROID Tiroksin (T4) Triiodotyronin (T3) Calcitonin Sekresi tiroksin (T4) 90 % sekresi triiodotironin (T3) 10 % Diperifer T4 diubah menjadi T3 T3 empat kali lebih poten dari T4 Terdapat follikel-follikel tiroid yang berisi glikoprotein (thyroglobulin) Sumber Iodium Diet 500 g/hari - paling utama Deiodinasi 75 g/hari Sintesa H. tiroid 1. Iodide trapping / iodide pump. Dihambat oleh perklorat, tiosianat dan sianida 2. Oksidase ; oleh enzim peroksidase (H2O2) Iodide organik menjadi iodine Dihambat oleh PTU dan carbamizol 3. Organifikasi: Io + tyroglobulin menjadi monoiodotyrosin (MIT) dan diiodotyrosin (DIT) 4. Coupling :
12

Hipofise Posterior Tempat menyimpan : *Antidiuretik hormon *Oxytosin

MIT + DIT T3 DIT + DIT T4 Dihambat oleh PTU dan methimazole Efek Fisiologis Hormon Tiroid Metabolisme Pertumbuhan dan perkembangan Efek kardiovaskuler mematikan Hemopoetik Pernapasan Aktivitas saluran cerna SSP Suhu tubuh Pemeriksaan Klinis Tiroid Hipertiroid: - TSH - TRH -T3 -T4

Hipotiroid: TSH TRH -T3 T4

KELENJAR PANKREAS Fungsi Eksokrin enzim pencernaan Fungsi Endokrin metabolisme KH, Lemak, Protein. Pulau langerhans Sel A Sel B Sel D Sel F (20 %) glukagon (80 %) insulin (3-5%) somatostatin pancreatic polipeptida

Insulin 1922 Banting & Best BM 5850, 2 rantai asam amino Diatur oleh gen pada kromosom 11 lengan pendek Umumnya dalam bentuk bebas Half life 3-5 menit Katabolisme oleh insulinase di ginjal hati dan plasenta.

13

Sekresi Insulin N 40-50 u/hr. Tahap-tahap : 8 10 mnt post fagia 30 45 mnt puncak 90-120 mnt menurun Stimulasi insulin Fisiologis glukosa asam amino CCK, gastrin, sekretin, GIP , parasimpatis Farmakologis (ADO) teofilin , sulfonilurea Inhibisi insulin Fisiologis somatostatin, GH, Kortisol simpatis, progesteron, estrogen Farmakologis diazoxide , difenilhidantoin , Prostaglandin Reseptor Insulin Permukaan membran sel Protein yang terdiri dari: - a ( binding site ) - B ( regulatory site ) * dibentuk pada kromosom 19. Gangguan Reseptor Insulin Down Regulation pemberian Insulin lama Up Regulation konsentrasi Insulin rendah

Reseptor Glukosa GLUT 1 terutama pd sawar darah otak GLUT 2 sel B pangkreas GLUT 3 terutama pd sel saraf GLUT 4 sel otot rangka , jar. lemak. GLUT 5 Sel usus halus. (dalam detik) sel menjadi permeabel thd glukosa juga asam amino, K+, PO4(dalam menit) aktivasi enzim intraselluler (dalam jam-hari) translasi RNA messenger untuk pembentukan protein
14

Efek Insulin Pd Sel

Efek insulin Terhadap Karbohidrat Menghambat glikogenolisis Meningkatkan pemasukan glukosa Meningkatkan glikogenesis Insulin thd lemak Meningkatkan pemasukan glukosa menjadi trigleserida Mencegah hidrolisis trigleserida menjadi glukosa Insulin terhadap protein Meningkatkan pengangkutan asam amino ke dalam sel Meningkatkan translasi RNA messengger untuk menghasilkan protein Menghambat katabolisme protein Menekan glukoneogenesis Efek glucagon Meningkatkan glikogenolisis di hati Meningkatkan glukoneogenesis di hati Mengaktifkan lipase sel lemak Efek somatostatin Menekan sekresi insulin dan glukagon Menurunkan gerakan lambung, duodenum dan kandung empedu KELENJAR ADRENAL Hormon yang dihasilkan Korteks zona glomerulosa (15%) aldosterone zona fascikulata (75%) cortisol zona retikularis (10%) androgen adrenal Medulla sel khromafin menghasilkan katekolamin Efek kortiso Terhadap metabolisme meningkatkan glukoneogenesis di hati mengurangi penggunaan glukosa oleh sel lipolisis pada jar. Adiposa Terhadap kardiovaskuler meningkatkan curah jantung ,meningkatkan tonus pemb. Darah perifer kortisol Terhadap imunologi : anti inflamasi Terhadap SSP kelebihan : nafsu makan meningkat, libido menurun, insomnia kekurangan (addison): apatis, depresi,nafsu makan menurun
15

Efek katekolamin Terhadap kardiovaskuler frekwensi dan kekuatan jantung meningkat 1 vasokonstriksi pemb. Darah 1 vasodilatasi pemb. Darah otot rangka & hati 2 Terhadap otot polos kontraksi uterus 1 & relaksasi uterus 2 relaksasi otot sal cerna & kandung kemih relaksasi otot trakhea Metabolisme glikogenolisis meningkat dan lipolisis HORMON PENGATUR MINERAL TUBUH 40 % berikatan dengan protein plasma 10 % berikatan dengan sitrat dan fosfat 50 % bebas Kadar normal dalam darah 9-10 mg/dl Ion Posphat HPO42- dan H2PO4 Kadar normal 3-4 mg/dl Vitamin D3 (Calsitriol) Sumber dari makanan dan mineral Diaktifkan di Ginjal. Kolekalsiferol 25 hidroksikolekalsiferol 1,25 dihidroksikolekalsiferol protein pengikat kalsium, ATPase yang dirangsang kalsium dan fosfatase alkali absorbsi kalsium di epitel filli usus meningkat Paratiroid hormone Dihasilkan oleh Kel. Paratiroid Absorbsi kalsium dan fosfat dari tulang Mengurangi eskresi kalsium oleh ginjal Calsitonin Dihasilkan oleh sel-sel parafolikuler Tiroid. Berfungsi untuk reabsorpsi ion Calsium ke dalam tulang penting untuk anak dalam masa pertumbuhan . Tidak terlalu berpengaruh pada orang dewasa.

16

HISTOLOGI Dr.Syamsu Rijal


Kelenjar Endokrin adalah Kelenjer buntu / kelenjer sekresi interna. Sekretnya disebut hormon & disekresikan ke dalam pembuluh darah, yg memungkinkan kelenjer ini mempengaruhi sel-sel lain dalam PEMBAGIAN KELENJAR ENDOKRIN : A. Kelenjer endokrin murni : * Hypofise * Kelenjar tiroid * Kel. Paratiroid * Kel. Adrenal * Kel.pineal B. Kelenjer endokrin tidak murni: * Pankreas * Testis * Ovarium * Ginjal * Mucosa sistem pencernaan c. Kelenjar endokrin sementara * Placenta HYPOFISE ATAU KELENJER PITUITARI Makroskopis hypofise yaitu : Bagian anterior :disebut adenohypofise berwarna kemerah-merahan dengan konsistensi lunak. Bagian posterior : disebut pars nervosa berwarna keputih-putihan dengan konsistensi keras. Tangkai hypofise : disebut tangkai neural yaitu bagian yg menghubungkan hypofise dgn otak & pd bagian ats berhubungan dgn hypothalamus, berbentuk cerobong disebut juga infundibulum Pars Tubelaris : merupakan bagian adenohypofise. Ini termasuk tangkai hypofise. Pars intermedius : bagian dari adenohypofise yg berbentuk bingkai tipis & melekat pd bagian depan pas nervosa
17

tubuh organisme

Yang termasuk Adenohypofise : ^ Pars tuberalis ^ Pars distalis ^ Pars intermedia Yang termasuk Neurohypofise : ^ Pars nervosa ^ Tangkai Neural

HISTOGENESIS HYPOFISE Embriologi adenohypofise & neurohypofise berbeda. Adenohypofise berkembang dari kantong rathke yaitu divertikulum ektodermal yang menonjol dari atap stomadeum (atap bakal rongga mulut). Sedangkan neurohypofise berkembang dari divertikel neuroektoderal yang menonjol dari diensefalon membentuk infundibulum, kedua divertikel ini dengan cepat berhubungan satu dengan lainnya dan hubungan kantong rathke dengan atap bakal rongga mulut hilang. Sebaliknya infundibulum tetap berhubungan dengan diencefalon dimana bagian atasnya membentuk tangkai neural dan bagian bawahnya inferior membentuk pars nervosa yang mengandung sel-sel neuroepitethel yang akan mengalami proliferasi dengan hebat dan berdffrensiasi menjadi sel pituisit. Dari diencefalon serat saraf berkembang dan berjalan turun ke bawah ke dalam tangkai neural dan masuk ke pars nervosa Bagian kantong rathke yg berhubungan dengan pars nervosa hy berkembang sedikit menjadi pars intermedia. Sedangkan dinding depan (anteroir) akan berkembang dengan cepat dan membentuk pars distalis,pars intermedia.Pada manusia pada perkembangannya banyak sel-sel akan bermigrasi ke pars distalis dan sebagian ke pars nervosa sehingga pada orang dewasa pars itermedia menyusut & hanya 2% dari hipofise. Pars tuberalis berasal dari pertumbuhan jaringan dari pars distalis & mengelilingi tangkai neural pada sisi anteroir dan lateral. Sisa kantong dapat dilihat pada anakanak berupa vesikel berisi koloid yg terdapat pada perbatasan antara adenohupofise dan neurohypofise. PARS DISTALIS HYPOFISE = Lobus anterior & merupakan 75% dari seluruh hypofise. Pada pars distalis sedikit jaringan ikat dan tersusun seperti jala-jala yang terdiri dari serat vaskuler halus yg berfungsi untuk menyokong sel-sel kelenjar dan dinding sinusoid.
18

MIKROSKOPIS PARS DISTALIS Dengan pewarnaan HE dapat dilihat 2 jenis sel, yaitu : ~Sel kromofil : Sel yang berwarna * Sel kromofil asidofilik yaitu ; sel kromofil yg bersifat eosinofil yaitu granula sitoplasmanya terwarna dengan eosin * Sel kromofil basofilik, yaitu ; sel kromofil yang bersifat basofil dimana granula sitoplasmanya terwarna kuat dengan haematoksilin. ~ Sel kromofob : merupakan sel-sel yg tidak berwarna ~ Sel kromofil asidofilik : - Jumlah 40% dari kromofil sel - Besarnya 9 -19 mikron - batas sel jelas - Inti letak eksentriks,ovoid - 1 2 anak inti - Sitoplasma : Granula halus, tdk sama besar, warna merah (asidofil) RE banyak App. Golgi banyak Mitokondria banyak ~ Sel kromofil basofilik : - Jumlah10% dari kromofil sel - batas sel jelas - Besarnya 9 -25 mikron - Inti letak eksentriks,ovoid, ada kromatin kasar

Sitoplasma : Granula lebih banyak dari sel (asidofil), tdk sama besar berwarna biru App. Golgi lebih banyak Mitokondria banyak ~ Sel kromofob : - Afinitas terhdp zat warna kurang - Jumlah 50% dari sel pars distalis - batas sel tidak jelas - Sel btk bulat sampai lonjong - Sel > kecil dari sel kromofil - Sitoplasma : Granula sedikit tdk berwarna RE sedikit App. Golgi tdk ada Mitokondria sedikit berwarna biru
19

App. Golgi lebih banyak Mitokondria banyak Disamping sel-sel tsb terdpt juga sel folikuler yg berbtk bintang sbg sel makropag. Sel acidofilik kromofil ada dua jenis : 1. Sel somatotrop : Dilihat dgn pwrn orange green, & PAS (-). 2. Sel mammotrop : Jls dgn pwrn azocarmine, orange green Pas (-). Sel basofilik kromofil ada tiga jenis : 1. Sel tirotrop : TSH, Reaksi PAS (-) 2. Gonadotrop : FSH, LH 3. Kortikotrop : ACTH, beta lipoprotein (Beta LPH) PARS INTERMEDIA Mikroskopis : -Sel btk polygonal -Inti bulat,ekssentris -Cytoplasma :basofil -Reaksi PAS (+) -Menghasilkan MSH NEURO HYPOFISIS Terdiri dari 2 bagian : 1. Tangkai Neural (infundibulum) 2. Pars Nervosa Neurohypofisis terdiri dari sel pituisit dan serat tak bermyelin. Pada infundibulum & pars nervosa tdpt klp massa yg tak beraturan, tersebar biru ungu dgn pewarnaan trikron & massa ini di sebut badan Herring. Sel-sel Pituisit tersebar diantara serat saraf dgn btk yg tak teratur dgn byk cabang, digolongkan pd sel neuroglia & berfungsi ps sel penyokong utk seratserat saraf. Mikroskopis : - Sel btk tdk teratur - inti bulat,oval dgn jala kromatin halus - Byk tonjola yg berarkhir pd pembuluh darah - Cytoplasma : - Granula pigmen byk - mengandung lipodrop - tdk mengandung
20

granula sekretorik KELENJAR TIROID Histogenesis : Kelenjear ini mulai berkembang pada usia kehamilan mgg IV dari kehidupan fetal berasal dari kantong insang III, dan dinding dorsal farings dimana pada mulanya tumbuh berupa tonjolan medial ke arah bawah sebanyak dua buah dgn cepat menjadi saluran disbt : duktus tireoglosus. Saluran ini ermuara pada foramen sekum lidah, ujung bawah saluran ini akan membelah dua membentuk lobus, kemudian akan terletak dan berhubungan dengan trakea sekitar minggu VII kehamilan. Duktus tireoglosus akan menghilang tetapi bagian terbawahnya akan tetap ada sebagai lobus piramidalis. Struktur histologis kelenjar tiroid Terdiri atas kista-kista bulat yg disebut folikel yg berupa ruangan dibatasi oleh selaput epithel yg kontinyu. Diantara follikel (ruang interfolikuler) terdapat sedikit jaringan ikat mengandung fibroblast, serat kolagen, & kapiler fipr fenestrata. Besarnya bervariasi dari 50 m sampai 1mm. Dikelilingi oleh membrana basalis yg tipis & jar. Ikat intertisiel yg membentuk jala-jala retikulm, sekitar membrana basalis. Koloid adalah hasil sekresi dari sel-sel follikel dgn HE berwarna merah muda. Koloid mengandung tiroglobulin yg komponen utamamnya glikoprotein. Tiroglobulin ini berisi tiroksin dan triidotironin. Berbentuk kubis, but tinggi sel berbeda-beda sesuai dengan keaktifan kelenjar. Keadaan istirahat--- - sel kubis rendah,koloid byk Keadaan aktif ---- sel kubis sampai kolumnair & koloid kurang. Diantara folikel berbeda. Sifat sel follikel : + batas sel jls + inti agak bulat, pucat koloid. + sitoplasma basofilik,apical sel byk tetesan terwarna spt + App. Golgi diatas ini + RE kasar berkembang baik. + Granula sekretori ada 3 jenis : 1. Vesikel kecil (graula subapikal) 2. Vesikel lebih besar (tetesan koloid)
21

yg

SEL FOLLIKULER

3. Vesikel sangat padat (lisosom primer) Mikrovilli pada permukaan sel. Sei ini terdapat pd basal dari epithel folikel dan diatas membrana basalis dan tdk pernah dekat lumen. Jumlahnya sedikit, biasanya 3 4 sel. Lebih besar dari sel folikel Pucat dengan HE Bentuk sel lonjong, inti lonjong, besar, pucat. App. Golgi, RE kasar berkembang baik. Vesikel bulat, membran padat elektron dan diameter 20 mm berisi kalsitonin dan katekolamin. Terdapat desmosom antara sel C berdekatan. Tedapat sel APUD Terlihat jelas dengan impreknasi perak. Mikroskopis : SEL PARAFOLIKULER = SEL C

Dengan EM :

KELENJAR PARATIROID HISTOGENESIS Berasal dari bagian superior kantong insang IV akan membentuk bagian superior kelenjar dan bagian inferior kantong insang III akan membentuk bagian inferior kelenjar. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dari kantong insang III akan menjadi bakal timus yang bergerak ke arah distal. MIKROSKOPIS : Kelenjar paratiroid dikelilingi oleh kapsula yang terdiri dari jaringan ikat tipis dan kapsula ini timbul septa-septa halus yang berjalan ke sebelah dalam kelenjar tetapi tak membagi kelenjar dlm lobulus. Sel parenkim tersusun dalam deretan dan saling beranastomosis dan dikelilingi oleh septa yang dibentuk oleh jaringan ikat yang halus.Masing-masing sel kelenjar dikelilingi oleh jala-jala penyokong yang dibentukoleh serat retikuler, sedangkan jala-jala kapiler hanya terihat masuk ke dalam parenkim kelenjar. Dikenal dua macam sel parenkim : 1. Chief sel = sel utama 2. Sel oksifil CHIEF SEL ; -Lebih bk dari sel oksifil -inti bulat, ltk ditengah
22

-sitoplasma : -asidofilik lemah Sel yang istirahat : -Sedikit RE yg kasar -APP. Golgi kecil -Vesikel membran padat sedikit -byk butiran glikogen Sel yg aktif : -RE kasar byk -APP. Golgi bertambah byk -Granula sekretorius byk -Butir glikogen sedikit.

-granula sekresi sedikit

-dgn EM dibedakan sel aktif dan istirahat.

Sel chief menghasilkan hormon yg disebut parathiroidhormon (PTH) yg terdapat dlm granula sekretorius. SEL OKSIFIL -Lebih sedikit dan lebih besar dari sel utama -sering tdk ditemukan pd anak kecil -bertambah umur, mk sel oksifil bertambah -Terdapat tunggal atau kelompok kecil -Besar sel oksifil 2x sel utama -Sitoplasma : * Acidofil kuat * Mitochondria byk * Organel lain sedikit * Tidak dijumpai granula sekretorius -Sel oksifil dihubungkan oleh desmosom dengan sel utama Disamping kedua sel tadi terdapat juga sel peralihan (transisional sel) Mikroskopis kel. Paratirod pd usia lanjut : Sel lemak bertambah Sel Utama berkurang Sel oksifil bertambah Mast sel bertambah Jaringan kat bertambah

KELENJAR ADRENAL = SUPRARENAL HISTOGENESIS Korteks dan medula mempunyai asal embrional yg berbeda.Korteks berasal dari mesodermal dan mulai berkembang pada miggu ke-6 kehamilan.Medulla berasal dari neuroektodermal : yaitu dari krista neuralis yg berpindah kesebelah medial
23

primordium adrenal dan keadaan ini mulai berkembang pada minggu ke-7 kehamilan. MIKROSKOPIS 1). Kapsula Adrenal Kelenjar adrenal dikelilingi oleh kapsula berupa jar.ikat padat kolagen yang tebal dan serat elastis yg msk ke parenkim korteks adrenal membentuk trabekula.Di dlm trabekula berjalan pembuluh darah dan saraf ke medulla. Sel-sel parenkim baik korteks maupun medulla dikelilingi oleh jala-jala yg dibtk oleh serat retikuler yg berfungsi mengikat sel satu dengan lainnya,menyokong pembuluh darah dan serat saraf. 2). Korteks adrenal Dibagi dalam 3 zona yg konsentriks dari permukaan ke arah medulla,yaitu : 1. Z. Glomerulosa 2. Z. Fasikulata 3. Z. Retikularis

ZONA GLOMERULOSA
-15% dari ketebalan korteks adrenal -sel parenkim berupa bentuk bolat kecil -berkelompok bulat,lebih kecil dari sel lapisan lain -inti bulat basofil -Sitoplasma : * Eosinofil * tetesan lipid kecil & sedikit -EM :* RE halus * Timbunan RE kasar

ZONA FASICULATA
-Lapisan tengah dari korteks -75% dari ketebalan korteks -Sel parenkim : * Lebih besar dr kedua lapisan korteks * tersusun radier * Bentuk sel polyhedral -EM : * Inti di tengah pucat * RE halus/kasar berkembang baik * App. Golgi berkembang baik * Sejumlah tetesan lemak * Mitochondria berbentuk tubulus panjang dan berkelok-kelok

ZONA RETIKULARIS
-Lapisan korteks yg terletak dekat kosteks -10% dari ketebalan korteks
24

-Sel parenkim : * Bulat, lebih kecil dari sel fasiculata * Inti relatif besar dan pucat sehingga disebut selpucat (light sel), sdgkan sel yg mengkerut disebut sel gelap (dark Sel) MEDULLA ADRENAL -Antara korteks dan medulla adrenal tdk punya yg jelas. -medulla terdiri dr sel-sel yg dipisahkan oleh kapiler drh dan venula. -Mik. sedgkan : sel-sel kolumnair dengan ujung apikal berbtsan dengan kapiler, permukaan basal berbtsan dgn venule. - Granula halus dgn Reaksi kromafin (+). Karena granula megandung -EM : -RE kasar -App. Golgi berkembang baik -pd medulla idpt sel kromafin dan sel ganglion simpatis. PANKREAS Kelenjar terltk reproperitoneal Kel. Ini tdk mempunyai kapsula yg jelas Terdiri atas lobulus-lobulus Merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin Bagian eksokrin terdiri sel-sel asinus yg menghasilkan getah pankreas Bagian endokrin terdiri sell-sel pulau langerhans & menghasilkan insulin dan glukagon. Bagian Eksokrin Pankreas Terdiri dari lobus-lobus yg dibatasi septa-septa jaringan ikat. Tiap lobus dibagi lagi menjadi lobulus oleh jar. Ikat. Asinus merupakan kelenjar tubulo asinus kompleks Asinus bulat atau oval Sel endokrin pankreas berkelompok dlm kelompok kecil yaitu : pulau Langerhans MIKROSKOPIS : Dibatasi oleh jar. Ikat retikuler tipis. Pankreas terdiri dari : katekolamin yaitu epinefrine & nonepineprine

-Sitoplasma : - bersifat lemah

Bagian Endokrin Pankreas

Sel Alfa (sel A) :


Jumlah 15% - 20% dari seluruh sel pulau langerhans Granula berwarna merah tua dengan pewarnaan trikron Inti bentuk tdk teratur
25

EM : - Granula sebesar 300 nm isi glukagon - Tidak larut dl alkohol Menghasilkan hormon glukagon Jumlah 70-75% dari seluruh sel pulau Langerhans Granula berwarna orange dengan pewarnaan trikron Terletak paa sentral pulau langerhans Inti besar dan bulat EM : - Granula lebih kecil dari sel A - Bentuknya bervariasi - Larut dlm alkohol

Sel Beta (sel B ):

Sel Delta (Sel D)


Jumlah 5 10% dr seluruh sel pulau langerhans Granula berwarna biru dengan pewarnaan trikron Terletak pada perifer pulau langerhans EM : Granulalebih besar dari granula sel lain Jumah ketiganya 5% dari seluruh sel pulau langerhans Sel C tidak jelas produk yg dihasilkan Sel EC menghasilkan serotonim Sel PP menghasilkan polipeptida pankreas.

Sel C, Sel EC, dan Sel PP

PINEAL BODY Disebut juga epifisis serebri, atau korpus pineal.Terletak pd ujung posterior ventrikel III di atas atap diensefalon. HISTOGENESIS Pineal mulai bertumbuh pada umur kehamilan 2 bulan dan mulai dari tonjolan sebelah dorsal bagian kaudal diensefalon. STRUKTUR HISTOLOGI : Parenkim terdiri atas 2 jenis sel : 1. Sel Pinealosit = Chief Cell - 95% dari seluruh parenkim badan pineal - sel bentuk kubis - inti sel : - bulat pada tepi lobulus - oval pd bagian tengah lobulus 2. Astrosit

26

Tersebar diantara pinealosit dan sebagian membentuk kapsul pd bagian dlm jar. Ikat piamater. Diantara sel-sl ditemukan sejumlah darah dan sedikit serat-serat kolagen dan serat saraf.

27

BIOCEMISTRY STRUVTURE OF HORMONE,METABOLIC PATHWAY,LIPID METABOLISM & CARBOHYDRATEE METABOLISM Prof.dr.Rosdiana Natsir,Ph.D

28

Carbohydrate metabolism and synthesis a simple sugars are characterized by the reducing group = C=O. RC=O II ( CHOH )n I CH2OH -----> a reducing sugar. Sugar derivates : Maltose ----> on starch ; lactose ---> disaccharide of milk ; sucrose ---> from sugar cane or beet ( nonreducing sugar ). Glyconic acids ----> from oxidation of glucose or ascorbic acids. Polyols ----> polyhydric alcohols such as mannitol; sorbitol ( from fructose ); galactitol ( from galactose ) Sorbitol and galactitol is excess in many tissues such as peripheral nerves; cerebrospinal; seminal fluids ---> important in diabetes . Hexoses : such as d-glucose; d- fructose; d-galactose. > d-glucose + d-fructose ----> d-glucose 1-P --->---> glycogen. > d-galactose ----> d-glucose ( blood circulation ) Galactose ----> for the biosynthesis of cell membranes; cerebrosides; glycoproteins. Glycolysis : Aerobic glycolysis and anaerobic glycolysis. Hexose monophosphate shunt/pentose phosphate pathway./HMP-shunt.
glucose ATP Hexokinase ADP glucose-6-phosphate Phosphoglucose Isomerase fructose-6-phosphate ATP Phosphofructokinase ADP fructose-1,6-bisphosphate Aldolase glyceraldehyde-3-phosphate + dihydroxyacetone-phosphate Triosephosphate Isomerase Glycolysis continued Glycolysis
glyceraldehyde-3-phosphate NAD+ + Pi Glyceraldehyde-3-phosphate Dehydrogenase NADH + H+ 1,3-bisphosphoglycerate ADP Phosphoglycerate Kinase ATP 3-phosphoglycerate Phosphoglycerate Mutase 2-phosphoglycerate Enolase H2O phosphoenolpyruvate ADP Pyruvate Kinase ATP pyruvate

Glycolysis continued. Recall that there are 2 GAP per glucose.


29

Glycolysis pathway is regulated by control of 3 enzymes that catalyze spontaneous reactions: Hexokinase, Phosphofructokinase & Pyruvate Kinase. Aerobic glycolysis : degradative pathway of d-glucose to pyruvate and then decarboxylated to acetyl coA which enter the citric acid cycle ---> then it is oxidized to CO2 + H2O. ==> form 24 ATP of 1 mol glucose. Anaerobic glycolysis ----> if inadequate for complete oxidation ( supply of O2 is less ).--> pyruvate is reduced to form lactate ( such as stress; extreme exercise ). ==> form 2 lactate and 2 ATP of 1 mol glucose. Final stage of glycolysis ----> oxidation of 3-phospho-D-glyceral- dehyde and 2,3bisphospho d-glycerate to pyruvate. ---> convert from 1,3-bisphospho D-glycerate in erythrocyte ===> a molecule that plays an important role in the transport of O2 of Hb.

30

Fermentation: Anaerobic organisms lack a respiratory chain.

Glyceraldehyde-3-phosphate Dehydrogenase
H
1C

O NAD + Pi

OPO32 + H+ O NADH 1C

They must reoxidize NADH produced in H C OH H C OH 2 2 Glycolysis through some other reaction, 2 2 CH OPO 2 3 3 3CH2OPO3 + because NAD is needed for the glyceraldehyde1,3-bisphosphoGlyceraldehyde-3-phosphate Dehydrogenase 3-phosphate glycerate reaction. Usually NADH is reoxidized as pyruvate is converted to a more reduced compound. The complete pathway, including Glycolysis and the reoxidation of NADH, is called fermentation. E.g., Lactate Dehydrogenase catalyzes reduction of the keto in pyruvate to a hydroxyl, yielding lactate, as NADH is oxidized to NAD+. Lactate, in addition to being an end-product of fermentation, serves as a mobile form of nutrient energy, & possibly as a signal molecule in mammalian organisms. Cell membranes contain carrier proteins that

Lactate Dehydrogenase
O C C O O NADH + H
+

NAD

O C HC

O OH

CH3

CH3

pyruvate

lactate

facilitate transport of lactate. Skeletal muscles ferment glucose to lactate Lactate Dehydrogenase during exercise, when the exertion is brief O O O O + + and intense. NADH + H NAD C C Lactate released to the blood may be taken HC OH C O up by other tissues, or by skeletal muscle CH3 CH3 after exercise, and converted via Lactate pyruvate lactate Dehydrogenase back to pyruvate, which may be oxidized in Krebs Cycle or (in liver) converted to back to glucose via gluconeogenesis Skeletal muscles ferment glucose to lactate during exercise, when the exertion is brief and intense. Lactate released to the blood may be taken up by other tissues, or by skeletal muscle after exercise, and converted via Lactate Dehydrogenase back to pyruvate, which may be oxidized in Krebs Cycle or (in liver) converted to back to glucose via gluconeogenesis

31

O C C

O O

Pyruvate Decarboxylase
CO2 H C CH3 O

Alcohol Dehydrogenase
NADH + H+ NAD+ H H C OH

CH3

CH3

pyruvate

acetaldehyde

ethanol

Some anaerobic organisms metabolize pyruvate to ethanol, which is excreted as a waste product. NADH is converted to NAD+ in the reaction catalyzed by Alcohol Dehydrogenase.

Pentose Phosphate Pathway


Function NADPH production Reducing power carrier Synthetic pathways Role as cellular antioxidants Ribose synthesis Nucleic acids and nucleotides

Characteristics: Tissue Distribution Demand for NADPH Biosynthetic pathways FA synthesis (liver, adipose, mammary) Cholesterol synthesis (liver) Steroid hormone synthesis (adrenal, ovaries, testes) Detoxification (Cytochrome P-450 System) liver Reduced glutathione as an antioxidant (RBC) Generation of superoxide (neutrophils)

32

Characteristics: Oxidative and Non-oxidative Phases Oxidative phases Reactions producing NADPH Irreversible Non-oxidataive phases Produces ribose-5-P Reversible reactions feed to glycolysis

NADPH producing reactions Glucose-6-P dehydrogenase 6-P-gluconate dehydrogenase

The Pentose Phosphate Pathway: Non-oxidative phases

33

Regulation Glucose-6-P dehydrogenase First step Rate limiting Allosteric Regulation Feedback inhibited by NADPH Inducible enzyme Induced by insulin Role of NADPH in the RBC Production of superoxide Hb-Fe2+-O2 -> Hb-Fe3+ + O2-. Spontaneous rxn, 1% per hour -. O2 + 2H2O -> 2H2O2 Both O2-. & H2O2 can produce reactive free radical species, damage cell membranes, and cause hemolysis Detoxification of Superoxide Anion and Hydrogen Peroxide Antioxidant enzymes Superoxide dismutase Glutathione peroxidase Glutathione reductase

34

G6PDH Deficiency and Hemolytic Anemia Most common genetic enzymopathy 400 hundred variants of G6PDH deficiency Mediterranean, Asian, African descent 400 million people affected worldwide 50% of Kurdish men 10-14% of African-American men with G6PD deficiency Genetics Recessive sex-linked mutation X-chromosome Rare in females (two X-chromosomes) Homozygous mutation: high hemolysis and anemia Heterozygous mutation: Normally asymptomatic unless exposed to drugs (primaquine, anti-malarial drug) or compounds (fava bean) that produce superoxide or hydrogen peroxide Exposure to anti-malarial drugs (Primaquine) results in increased cellular production of superoxide and hydrogen peroxide (Primaquine sensitivity) Other chemicals known to increase oxidant stress Sulfonamides (antibiotic) Asprin and NSAIDs Quinadine and quinine Napthlane (mothballs) Fava beans (vicine & isouramil) Grown worldwide Important in Middle East High in protein Frost resistant perennial Genetically modified fava bean being developed Low in vicine and isouramil Favism HMP shunt ----> is the oxidation of glucose 6-P to form ribose 5-P or fructose 6-P ==> important role in nucleotide synthesis and NADPH. If the ( NADPH ) in liver is high, the enzyme of glucose 6-phosphate dehydrogenase ( G6PD ) become elevated in the liver and erythrocyte. Function of G6PD : to form glutathione (as a antioxidant and energy of the RBC ) ---> cause anemia hemolytic when it is deficient. Glutathione made from glycine, glutamine and cysteine.

35

Carbohydrate synthesis : Inadequate amounts of d-glucose in the diet or from glycogen storage ---> then the body responds by synthesizing glucose from non-CH is called gluconeogenesis. source of gluconeogenesis are mainly from : glycerol;amino acids; glucagon hormone. Amino Acid breakdown Glucose Amino Acids Pyruvate Amino Acids Acetyl CoA Amino Acids TCA Cycle Glucose for Energy enzymes break apart glucose yielding energy inadequate supply of carbohydrates ketone bodies (fat fragments) are an alternate energy source during starvation excess ketones can lead to ketosis: imbalance of acids in body minimum of 50 100 grams of carbs/day are needed to avoid ketosis

If Blood glucose If Blood glucose ephinephrine.

--> elevated insulin. ---> elevated glucagon and

Glycogen Metabolism, Storage and Mobilization of Glucose Glycogen Functions Liver Buffer for regulating blood glucose levels Muscle Store of glucose as a fuel for exercise high intensity exercise dependent on anaerobic glycolysis
36

Glucose-6-phosphatase glucose-6-P glucose Gluconeogenesis Glycolysis pyruvate fatty acids acetyl CoA oxaloacetate Krebs Cycle citrate ketone bodies

The source of pyruvate and oxaloacetate for gluconeogenesis during fasting or carbohydrate starvation is mainly amino acid catabolism. Some amino acids are catabolized to pyruvate, oxaloacetate, or precursors of these. Muscle proteins may break down to supply amino acids. These are transported to liver where they are deaminated and converted to gluconeogenesis inputs. Glycerol, derived from hydrolysis of triacylglycerols in fat cells, is also a significant input to gluconeogenesis. Summary of Gluconeogenesis Pathway: Gluconeogenesis enzyme names in red. Glycolysis enzyme names in blue.
glyceraldehyde-3-phosphate NAD+ + Pi Glyceraldehyde-3-phosphate Dehydrogenase NADH + H+ 1,3-bisphosphoglycerate ADP Phosphoglycerate Kinase ATP 3-phosphoglycerate Phosphoglycerate Mutase 2-phosphoglycerate Enolase H2O phosphoenolpyruvate CO2 + GDP PEP Carboxykinase GTP oxaloacetate Pyruvate Carboxylase Gluconeogenesis

Pi + ADP HCO3 + ATP pyruvate

37

The Big Picture of glucose homeostasis

Glycerol and Fatty Acid breakdown Triglycerides are broken into: Glycerol and Fatty Acids (lipolysis). Glucose Glycerol Pyruvate Fatty acids Acetyl CoA TCA Cycle

38

Fatty Acid Metabolism Introduction Fatty acids play several important roles: Building blocks for phospholipids and glycolipids Target proteins to membranes High energy source of fuel Fatty acid derivatives are used as hormones and intracellular messengers
In the intestinal mucosal cells, the fatty acids and monoacylglycerides are resynthesized into triacylglycerides and packaged into chylomicrons.

Utilization of Fatty Acids as Fuel Three stages of processing : Triglycerols are degraded to fatty acids and glycerol in the adipose tissue and transported to other tissues. Fatty acids are activated and transported into the mitochondria. Fatty acids are broken down into two-carbon acetylCoA units and fed into the citric acid cycle.

Lipid Metabolism classifications and functions lipid Fatty acids functions Metabolic fuel; building block for others lipids. Fatty acids storage and transport; metabolic intermediates ( CAC ). Membrane structures; membrane signal transduction.

acylglycerols

phospholipids

39

sphingolipids

Membrane structure; surface antigens.

Ketone bodies

Metabolic fuels.

Fatty acids oxidation : Major metabolic fuel for human. Catabolized to form CO2 and H2O and 40% for ATP and heat. B-oxidation FA ----> form acetyl CoA pyruvate glucose. Also acetyl CoA to form citrate ----> to acetyl CoA and Oxaloacetate by citrate lyase. ( reversible reaction ). TAG ( triacylglycerol ) or triglyceride synthesized from monoglyceride and glycerol 3-phosphate. TAG accumulations in adipocytes from blood plasma ( plasma lipoproteins: VLDL and chylomicrons ) and this TAG is derived from glucose. Transport of glucose into adipocyte is stimulated by insulin.

Ketone Bodies Processing overview Ketogenesis and utilization TAG: triacylglycerol HSL: hormone sensitive lipase FA: fatty acid Ile: isoleucine Leu: leucine; prominent source Lys: lysine Phe: phenylalanine Trp: tryptophan Tyr: tyrosine AT: aminotransferase aKA: a-ketoacid FA are bound to serum albumin and are transported through capillaries

40

Abbreviation : Acetyl CoA: acetyl coenzyme A Ile: isoleucine AACoAT: acetoacetyl coenzyme A thiolase AACoA: acetoacetyl coenzyme A Lys: lysine Trp: tryptophan HMGCoAS: 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A synthase HMGCoA: 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A Leu: leucine AA: acetoacetate Tyr: tyrosine Phe: phenylalanine 3HBDH: 3-hydroxybutyrate dehydrogenase 3HB: 3-hydroxybutyrate 3KACoAT: 3-ketoacyl coenzyme A transferase Inborn errors in HMGCoA synthase and HMGCoA lyase (increased [HMGCoA) Alcoholic ketoacidosis can result from abrupt halt in EtOH consumption leading to high 3HB:AA ratio (NADH is required). Clinical assay only looks for AA, so underestimates ketone bodies.

Ketone bodies : Synthesized and released by the liver when FA is the main metabolic substrate. 3 metabolic products : acetoacetate; -hydroxybutyrate; acetone ---> called ketone bodies. ---> they are produced when excessive amounts of FA are being mobilized and oxidized because glucose is low ( such as during prolonged aerobic exercise; in starvation; in diabetic ). ketone bodies oxidation ---> into blood plasma --> --> conc.normal : 7 mmol/L ----> if > 7 mmol/L : ketosis and ketonuria From diet and acetyl CoA. In blood plasma as a LDL ----> if elevated, cholesterol-rich lipid deposits in arterial wall ---> endothelial injury ---> plaque atherosclerosis----> thrombosis ---> with lack of O2 form tissue ischemia. Major sterol of human body ---> component of cell membrane; sex hormones; bile acids. Protein hormones : GH; prolactin; human chorionic somatomammotropin;renin. Glycoprotein hormones : FSH; LH; HCG;TSH. Polypeptide hormones : PTH;calcitonin;insulin;glucagon;Insulin like GFI-II; adrenocorticotropic hormone ( ACTH ). Oligopeptide hormones : ADH; oxytocin; TRH; GnRH.
41

---> further reactions is ----> ketone body oxidation. to the brain ; heart; skeletal muscle ------> used as an energy. Cholesterol :

Others structure of hormone :

Eicosanoid Hormones

Lipoproteins are Responsible for Transport and Mobilization of Fat Chylomicrons are formed from fat absorption VLDL secreted by liver have analogous (but not identical) structure i.e. phospholipid shell with apolipoproteins (and varying amounts of cholesterol) and TAG core Function differs chylomicrons from meals, VLDL between meals Fat is low density, protein is high As these pass extrahepatic tissue, fat is extracted as needed Chylomicron remnants (CR) and HDL (remnants of VLDL)

42

43

44