Anda di halaman 1dari 16

PERCOBAAN 9 DECODER BCD TO SEVEN SEGMENT

Nama Praktikan Rekan Kerja

: Ikhsan Satria Nugraha : 1. Dinda Yandita 2. Fanny Puspitasari

Kel/Kelas Pelaksanaan Praktikum Penyerahan Laporan

:1

/ TT-2B

: 17 April 2013 : 23 April - 2013

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2013
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Page 1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 2

1. Tujuan . 3
2. Dasar Teori... 3 2.1 Seven Segment.. 3 2.2 Decoder BCD to Seven Segment.. 3 2.3 IC 7483 (4-Bit Binary Full Adder With Fast Carry) 4 3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN 5 4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN. 5 5. DATA HASIL PERCOBAAN.. 7 6. PERTANYAAN DAN TUGAS................................................................................ 9 7. ANALISA DATA.. 12 8. KESIMPULAN.. 13 Daftar Pustaka... 14 Lampiran

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 2

PERCOBAAN 9 Decoder BCD to 7 Segment


1. TUJUAN Memahami prinsip kerja dari seven segment Commont Anoda dan Common Chatoda. Mempelajari prinsip kerja IC 7447 dan 7448 sebagai decoder BCD to seven segment. 2. DASAR TEORI 2.1. Seven Segment Seven segment biasanya digunakan untuk menampilkan data decimal : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Konfigurasi yang ada untuk seven segment adalah common anoda dan common chatode.

Gambar 2.1. Seven Segment Common Anoda dan Common Cathoda

2.2. Decoder BCD to Seven Segment Decoder mangambil kode-kode input BCD 4-bit dan menghasilkan 7 output ( a, b, c, d, e, f, dan g ), sehingga kode decimal dapat ditampilkan ( Tabel 2.1).

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 3

IC yang umumnya dipergunakan adalah 7447 untuk seven segment common anoda dan IC 7448 untuk seven segment common chatoda.

Tabel 2.1. Tabel kebenaran decoder BCD to seven segment INPUT OUTPUT D C B A a b c d e f 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1

G 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1

2.3. IC 7483 (4-Bit Binary Full Adder With Fast Carry) IC 7483 (4-Bit Binary Full Adder With Fast Carry) merupakan Rangkaian Full Adder 4 bit dengan internal carry look ahead. IC 7483 mempunyai 2 input bilangan biner 4 bit (A4A3A2A1 dan B4B3B2B1) dan sebuah Carry Input (Co), output menghasilkan Sum 4 bit (4321) serta sebuah Carry Output (C4) dari penjumlahan Most Significant Bit (MSB). IC 7483 ditunjukkan pada gambar 2.2
1 A4 3 A3 8 A2 A1 10 B4 16 4 B3 7 B2 B1 11 C0 13

U1 74LS83D

S4 S3 S2 S1 15 2 6 9

Gambar 2.2. IC 7483 (4-Bit Binary Full Adder With Fast Carry) POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Page 4

14

C4

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN No. 1. Alat-alat dan komponen Seven Segment Common Anoda (CA) Seven Segment Common Chatoda (CC) IC 7447 (BCD to 7-Segment Decoder/Driver ) IC 7448 (BCD to 7-Segment Decoder/Driver ) 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Power Supply DC Multimeter Logic Probe Resistor 220 LED Protoboard Kabel-kabel penghubung Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 7 7 1 secukupnya

4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN Langkah-langkah dalam melakukan percobaan adalah sebagai berikut : 4.1. Identifikasi kaki seven segment common anoda dan common chatoda 1. Atur tegangan power supply sebesar 5 Volt. 2. Buat rangkaian seperti gambar 4.1. 3. Atur input A ke ground. 4. Hubungkan terminal Y ke salah satu kaki seven segment, amati dan catat kondisi segment ! 5. Ulangi langkah 4 untuk kaki seven segment lain. 6. Ubah input A ke Vcc.

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 5

Gambar 4.1. Seven Segment Common Anoda (CA) 7. Ulangi langkah 4 dan 5. 8. Ulangi langkah 4 s.d 7 untuk seven segment yang lain. 9. Buat rangkaian decoder to seven segment mempergunakan IC 7447 dan IC 7448 seperti gambar 4.2. dan gambar 4.3.
U4
7 1 2 6 3 5 4 A B C D ~LT ~RBI ~BI/RBO OA OB OC OD OE OF OG 13 12 11 10 9 15 14
H G F E D C B A

7447N

Gambar 4.2. IC 7447 BCD to Seven Segment


U5
A B C D ~LT ~RBI ~BI/RBO OA OB OC OD OE OF OG
H G F E D C B A

7 1 2 6 3 5 4

7448N

Gambar 4.3. IC 7448 BCD to Seven Segment 10. Berikan input enable LT, BI/RBO dan RBI serta input DCBA sesuai table 6.1. dan table 6.2. 11. Amati dan catat kondisi segment a, b, c, d, e, f, g, serta tampilan seven segment lengkap pada table 6.1 dan 6.2.

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

CA

13 12 11 10 9 15 14

12 13 14 15 16 17 18

U1

CK

5 6 7 8 9 10 11

U2

Page 6

5. DATA HASIL PERCOBAAN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 7

6. PERTANYAAN DAN TUGAS


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Page 8

1. Bandingkan perbedaan seven segment common anoda dan common chatoda ! 2. Buatlah rangkaian decoder BCD to seven segment berdasarkan table kebenaran 2.1. dengan mempergunakan gerbang logika ! 3. Bandingkan perbedaan antara IC 7447 dan IC 7448 ! 4. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini !

JAWABAN 1. Perbedaan Seven Segment Common Anoda dan Common Cathoda : Pada Common Anoda, pin/kaki common dihubungkan ke Vcc sehingga rangkaiannya menjadi hidup/nyala. Pada Common Katoda, pin/kaki common dihubungkan ke Ground sehingga rangkaiannya menjadi hidup/nyala.
-

Common Anoda adalah penggabungan kaki-kaki anoda dari komponenkomponen. Artinya, mereka membutuhkan Arus positif untuk dapat menjalankan fungsinya (dalam hal pulsa, saat LOW ). Sehingga komponen dengan common anoda dapat dijalankan dengan tegangan 3-5 volt. Common anoda merupakan pin yang terhubung dengan LED dalam seven segment. Common anoda diberi tegangan Vcc dan seven segment dengan common anoda akan aktif pada saat diberi logika rendah (0) atau sering disebut aktif low. Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai pin aktifasi yang menetukan nyala LED.semua kaki anoda

Sedangkan, Common Katoda adalah penggabungan kaki-kaki katoda dari komponen-komponen. Artinya, mereka membutuhkan Arus negatif untuk dapat menjalankan fungsinya (dalam hal sinyal, membuat menjadi HIGH). Sehingga komponen dengan common katoda dapat dijalankan dengan tegangan 0-2,5 volt. Sedangkan common katoda merupakan pin yang

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 9

terhubung dengan semua kaki katoda LED dalam seven segment. Common katoda akan digroundkan sehingga seven segment dengan common katoda akan aktif apabila diberi logika tinggi (1) atau disebut aktif high. Kaki anoda dengan label a sampai h sebgai pin aktifasi yang menentukan nyala LED

2.

3. Perbedaan antara IC 7447 dan IC 7448 : IC 7447 menghasilkan output low sehingga pada umumnya output dari IC 7447 dihubungkan ke seven segmen common anoda yang memiliki input low. IC 7448 menghasilkan output high sehinnga pada umumnya output dari IC 7448
Page 10

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

dihubungkan ke seven segmen common katoda yang memiliki input high. Common Anoda adalah penggabungan kaki-kaki anoda dari komponenkomponen. Artinya, mereka membutuhkan Arus positif untuk dapat menjalankan fungsinya (dalam hal pulsa, saat LOW ). Sehingga komponen dengan common anoda dapat dijalankan dengan tegangan 3-5 volt. Common anoda merupakan pin yang terhubung dengan LED dalam seven segment. Common anoda diberi tegangan Vcc dan seven segment dengan common anoda akan aktif pada saat diberi logika rendah (0) atau sering disebut aktif low. Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai pin aktifasi yang menetukan nyala LED.semua kaki anoda.

7. ANALISA DATA
Pada identifikasi kaki pada seven segmen baik pada common anoda ataupun common katoda, kaki-kaki untuk segmen A-G ternyata sama, perbedaannya
Page 11

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

pada common anoda, common dihubungkan ke Vcc sedangkan pada common katoda, common dihubungkan ke Ground. Pada tabel 6.1 yang menggunakan IC 7447 akan menghasilkan output low dan dihubungkan ke seven segmen common anoda, jika semua input diberikan logic 0 maka output yang dihasilkan semuanya pada keadaan logic 0 kecuali output G dan akan ditampilkan angka 0 di seven segmen, namun jika semua input diberi logic 1, maka output yang dihasilkan semuanya pada keadaan logic 1 dan tidak akan ada tampilan di seven segmen . Pada tabel 6.2 yang menggunakan IC 7448 akan menghasilkan output high dan dihubungkan ke seven segmen common katoda, jika semua input diberikan logic 0 maka output yang dihasilkan semuanya pada keadaan logic 1 kecuali output G dan akan ditampilkan angka 0 di seven segmen, namun jika semua input diberi logic 1, maka output yang dihasilkan semuanya pada keadaan logic 0 dan tidak akan ada tampilan di seven segmen. Untuk mengoperasikan rangkaian Adder/Subtractor sebagai

Adder(Penjumlahan), Carry Input (Co) diberi logik 0, sedangkan bila dioperasikan sebagai Subtractor(Pengurangan) Carry Input diberi logik 1. Carry Output (C4) disini sepertinya sebagai indikator apabila rangkaian dioperasikan. Jika dioperasikan sebagai Adder, C4 mati, sedangkan bila dioperasikan sebagai Subtractor, C4 menyala. Fungsi IC 7486 (EX-OR) disini tidak mengubah nilai input A.

Dalam mengoperasikan rangkaian ini, Input B harus memiliki nilai input yang lebih besar atau sama dengan Input A. Dan pada project praktikum ini, rangkaian tidak menggunakan Extra-Bit (A4 dan B4) karena hanya memakai sebuah seven segment Common Anoda.

8. KESIMPULAN Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan: Identifikasi kaki seven segmen common anoda dan common catoda sebagai berikut:
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Page 12

Kaki a terdapat pada kaki kedua dari kanan atas Kaki b terdapat pada pojok kanan atas Kaki c terdapat pada kaki kedua dari kanan bawah Kaki d terdapat pada kaki kedua dari kiri bawah Kaki e terdapat pada pojok kiri bawah Kaki f terdapat pada kaki kedua kiri atas Kaki g terdapat pada pjok kiri atas Kaki common terdapat pada kaki ketiga baik atas atau bawah

LT, RBI, dan BI berfungsi sebagai enable. Jika BI (blank input) diberi logik 0 maka ouput tidak akan nyala pada kedua IC, tetapi pada IC 7447 outputnya high (logik 1) sedangkan pada IC 7448 outputnya low(logik 0).

Seven Segment digunakan untuk menampilkan data desimal dari 0-9. Rangkaian Adder/Subtractor memiliki Carry Input (Co) dan Carry Output (C4). Carry Input sebagai pengatur Adder dan Subtractor, sedangkan Carry Output sebagai indikator dari Carry Input yang dipilih,

Daftar Pustaka
Nixon, Benny. Laboraturium Digital 1 (Rangkaian Kombinatorial) Jakarta : Politeknik Negeri Jakarta, 2008

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 13

Lampiran

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 14

Saat Input B bernilai 7 dan Input A bernilai 2

(ADDER)

(SUBSTRACTOR)

Saat Input B bernilai 6 dan Input A bernilai 1

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 15

(ADDER)

(SUBSTRACTOR)

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Page 16