Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN KANDIDIASIS VULVOVAGINAL Saat ini banyak antimikotik yang efektif terhadap kandida, baik untuk pemakaian secara

topikal dan sistemik. Kecenderungan saat ini adalah pemakaianrejimen antimikotik oral maupun topikal jangka pendek dengan dosis tinggi. Antimikotik untuk pemakaian lokal/topikal tersedia dalam berbagai bentuk sediaan misalnya krim, lotion, tablet vagina dan supositoria. Tidak ada inidikasikhusus dalam pemilihan bentuk obat topikal. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengobatan KVV/KVVR adalaheliminasi faktor predisposisi sebagai penyebab KVV/KVVR, pemilihan regimenantijamur yang tepat hingga keluhan menghilang dan pemeriksaan mikroskopik dan kultur negatif, serta untuk KVVR sebaiknya selalu dilakukan kultur dan ujisensitivitas antijamur. Penatalaksanaan KVV dilakukan berdasarkan klasifikasiya yaitu KVVtanpa komplikasi dan KVV dengan komplikasi . Untuk KVV tanpa komplikasi dipilih pengobatan topikal. Derivat azole dinyatakan lebih efektif daripadanistatin, namun hargannya jauh lebih mahal. Pengobatan dengan golongan azoledapat menghilangkan gejala dan kultur negatif pada 80-90% kasus. Nama Obat Ketokonazole Itrakonazole Flukonazole Klotrimazole Formulasi 200 mg oral tablet 100 mg oral kapsul 150 mg oral tablet 50 mg oral tablet 1% krim intravagina 2% krim intravagina 100 mg tab vag 500 mg tab vag 2% krim 200 mg tab vag 100000 U tab vag 50 mg tab vag 100 mg cap Dosis 2x1 tab, 5 hari 2x1 cap, 2 hari 2x2 cap, 1 hari selang 8 jam Dosis tunggal 1x1 tab, 7 hari 5 g, 7-14 hari 5 g, 3 hari 2x1 tab vag, 3 hari 1 tab vag, 1 hari 5 g, 1-7 hari 1 tab vag, 1-7 hari 1x1 tab, 12-14 hari 1x1 tab, 7-12 hari 1x1 tab, 7-12 hari

Mikonaole Nistatin Amphoterisin B+ Tetrasiklin

KVV dengan komplikasi seperti infeksi rekuren, KVV berat, KVV dengan penyebab Candida nonalbicans, KVV pada penderita imunokompromis, KVV pada wanita hamil, dan KVV pada penderita HIV. Untuk infeksi rekuren perludilakukan biakan jamur untuk mencari spesies penyebab. Dapat diberikan flukonazole 150 mg selama 3 hari atau topikal golongan azole selama 7-14 hari. Untuk pengobatan dosis pemeliharaan diberikan tablet ketokonazole 100 mg/hari,kapsul flukonazole 100-150 mg/minggu atau itrakonazole 400 mg/bulan atau 100mg/hari atau topikal tablet vagina klotrimazole 500 mg. Pengobatan dosis pemeliharaan ini diberikan selama 6 bulan. KVV berat ditanda dengan vulvaeritem, edema, ekskoriasi dan fisura. Terapi dapat diberikan flukonazole 150 mgdengan 2 dosis selang waktu pemberian

72 jam atau obat topikal golongan azoleselama 7-14 hari. Pada KVV dengan penyebab Candida nonalbicans, dengan pemberian obat golongan azole tetap dianjurkan selama 7-14 hari, kecuali flukonazole karena banyak Candida non-albicans yang resisten. Jika terjadikekambuhan dapat diberikan asam borak 600 mg dalam kapsul gelatin sekalisehari selama 2 minggu. Jika masih terjadi kekambuhan dianjurkan pemberiannistatin tablet vagina 100000 U per hari sebagai pengobatan dosis pemeliharaan.KVV pada penderita imunokompromis diberikan obat antijamur konvensionalselama 7-14 hari. KVV pada wanita hamil, dianjurkan pengobatan dengan preparat azole topikal, yakni mikonazole krim 2%, 5 g intravagina selama 7 hariatau 100 mg tabet vagina tiap malam selama 7 hari atau mikonazol 200 mg tabletvagina selama 3 hari. Dan juga klotrimazole krim 1 % sebanyak 5 g tiap malamselama 7-14 hari atau 200 mg tablet vagina tiap malam selama 3 hari atau 500 mgtablet vagina selama 1 hari. Pengobatan KVV simtomatis pada wanita denganHIV positif sama dengan pada wanita dengan HIV negatif. KVV tanpa komplikasidapat diterapi dengan flukonazole 150 mg dosis tunggal jangka pendek, atautopikal azole jangka pendek. Terapi pada KVV komplikata, sebaiknya diberikan obat sistemik oral atau topikal salam jangka lama dan dilanjutkan terapi dosis pemeliharaan dengan flukonazole dosis mingguan untuk kasus KVVR atauketokonazole dosis 100 mg/hari selama 6 bulan. Pengobatan untuk penderitakandidiasis asimtomatik masih kontroversi. Pada wanita dengan HIV negatif tidak dianjurkan pemberian terapi antijamur. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pengobatan KVVyang dianjurkan adalah klotrimazole 200 mg intravagina setiap hari selama 3 hariatau klotrimazole 500 mg intravagina dalam dosis tunggal atau flukoazole 150mg/oral dalam dosis tunggal atau itrakonazole 200 mg/oral 2 kali sehari dosistunggal atau nistatin 100000 IU intravagina setiap hari selama 14 hari.

KOMPLIKASI Kandidiasis berulang dan berat Batasan infeksi yang disebut sebagai kandidiasis berulang atau berat adalah bila terjaid serngan lebih dari 4 kali dalam satu tahun. Pertimbangkan pemberian terapi : a. Terapi topikal seperti diatas selama 7 14 hari b. Fluconazole 150 mg p.o setiap 3 hari (3 dosis) Untuk kasus berat yang seringkali berulang, diperlukan pencegahan sekunder (fluconazole 150 mg tiap minggu atau clotrimaxole supositoria vaginal 500 mg tiap minggu) Kandida Non-albicans a. Non-fluconazole azole (posaconazole, voriconazole) selama10-14 hari b. Kapsul gelatin intravaginal Boric acid 600 mg satukali sehari selama 2 minggu untuk kasus yang refrakter

PENCEGAHAN

Mencuci alat kelamin eksternal sehari-hari dengan kain lap segar atau kapas yang direndam di air. Menghapus daerah vulva dan perirectal dari depan ke belakang setelah pergi ke toilet. Tidak menggunakan tisu basah pada vulva jaringan karena dapat meningkatkan iritasi. Menghindari penggunaan sabun ber-parfum, mandi gelembung, produk kesehatan vagina atau kehigienisan vagina, dan bedak pada daerah vagina Tidak menggunakan douche Menggunakan pakaian dalam katun dan menghindari pakaian ketat, sempit, terutama stocking Tidak menggunakan antibiotika atau steroid yang berlebihan Mengganti kontrasepsi pil atau AKDR dengan kontrasepsi lain yang sesuai

Daill SF, Makes WIB, Zubier F. Infeksi Menular Seksual. Edisi keempat.Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011. http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/10/kandidiasis-vulvovaginal.html