Anda di halaman 1dari 16

Profesi Akuntan Publik - Case ENRON Corp.

Di dalam artikel yang berjudul ENRON: A FINANCIAL REPORTING FAILURE, dibahas mengenai kasus kebangkrutan Enron Corporation. Kebangkrutan Enron Corporation yang diawali dengan berbagai pengungkapan kejanggalan akuntansi membuat banyak orang ragu pada keandalan akuntansi dan standar pelaporan keuangan yang berlaku. Artikel ini mencoba memeriksa dua isu pelaporan keuangan Enron, yaitu: Konsolidasi entitas bertujuan khusus (SPEs) dan penerbitan saham untuk wesel tagih. Hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa kinerja keuangan Enron selama 10 tahun sebelum deklarasi kebangkrutan. Analisis ini menunjukkan peningkatan ukuran kinerja kunci dari tahun 1997-2000. Dengan menggunakan metrics yang dikembangkan oleh Beneish (1997) untuk mengukur kemungkinan manajemen laba, ditemukan tingginya probabilitas manipulasi laba dalam laporan keuangan Enron selama beberapa tahun sebelum kebangkrutannya. Penglihatan Pasar Mengenai Kinerja Keuangan Enron Awalnya manajemen Enron dianggap berbakat dan agresif dengan bisnis yang terdepan dan inovatif. Pasar melihat melihat laporan keuangan tahunan perusahaan yang melaporkan peningkatan pendapatan delapan kali lipat antara tahun 19972000.

Tabel tersebut menggambarkan bahwa pada empat tahun terakhir adalah suatu perkembangan dari enam tahun sebelumnya. Tabel tersebut juga menyorot empat indicator keuangan yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, yaitu: Laba sebelum pos luar biasa (IBE), Arus Kas dari Operasi (CFO), Pendapatan Komprehensif (CI), dan Arus Kas Bebas (FCF). Antara tahun 19911996, keempat indicator ini bergerak bersama-sama dan dalam kisaran yang sempit.

Namun tahun 1997, keempat indicator tersebut menyimpang dan meningkat dalam volatisitas. Potensi untuk Manajemen Laba Kasus Enron dianggap sebagai kasus manajemen laba. Manajemen laba yaitu manipulasi aktif dari hasil akuntansi untuk tujuan memberi kesan baik pada perubahan kinerja bisnis. Perilaku tersebut jelas salah, tetapi tidak ada sinyal untuk mengingatkan pasar mengenai potensi kecurangan ini. Pada tahun 1987, Komisi Treadway menyediakan pedoman yang spesifik untuk menilai risiko penipuan pelaporan keuangan. Komisi mencatat tiga pengaruh utama pada pelaporan keuangan: Tekanan Kinerja, Masalah Pengawasan, dan Perubahan Kondisi Struktural. Enron merupakan perusahaan yang menempatkan tekanan yang besar pada manajemen untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasi. Dalam pengawasannya, perusahaan mempekerjakan kepemilikan kompleks dan struktur keuangan untuk melaksanakan strategi bisnisnya yang akhirnya menyulitkan para analis, auditor, dan regulator untuk memonitor operasinya. Akhirnya, Enron dipengaruhi oleh banyak perubahan dalam lingkungan bisnis sehingga memengaruhi pelaporan. Akuntansi dan Aturan Pelaporan Keuangan Aturan Konsolidasi ARB 51 memberikan aturan umum untuk menggabungkan hasil keuangan dari entitas terkait. Yang menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi diperlukan untuk keadilan presentasi ketika salah satu perusahaan dalam grup tersebut langsung atau tidak langsung memiliki pengendalian pada perusahaan lain. Selain itu, ARB 51 juga mendefinisikan kepentingan keuangan pengendali sebagai hak mayoritas. Akuntansi Metode Ekuitas Ketika SPE tidak dikonsolidasikan dengan entitas lain, investasi dalam EBK dicatat dengan metode ekuitas di bawah APB 18. Berdasarkan metode ekuitas, investor mencatat investasi awal investee sebesar biaya perolehan. Maka nilai tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba atau rugi perusahaan setelah tanggal investasi. Penerbitan Saham untuk Wesel Dalam beberapa kasus, saham yang diterbitkan oleh perusahaan ke SPE merupakan pertukaran untuk wesel. Ini menyimpulkan bahwa wesel sebagai asset umumnya tidak tepat. Sebaliknya, wesel harus mengurangi agio saham pada bagian ekuitas dalam neraca. Sebab-sebab Bangkrutnya Enron Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan itu Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dengan trik-trik manipulasi yang tinggi dan tentu saja orang-orang ini merupakan orang bayaran dari mulai analis keuangan, para penasihat hukum, dan auditornya.

Skandal ini semakin terlihat bahwa ternyata banyak pejabat tinggi gedung putih dan politisi di Senat Amerika Serikat pernah menerima kucuran dana politik dari perusahaan ini. Bahkan tercatat 35 pejabat penting pemerintahan George W. Bush merupakan pemegang saham Enron. Dalam daftar perusahaan penyumbang dana politik, Enron tercatat menempati peringkat ke-36, dan penyumbang peringkat ke-12 dalam penggalangan dana kampanye Bush. Akibat pertalian semacam itu, banyak orang curiga pemerintahan Bush dan para politisi telah dan akan memberikan perlakuan istimewa, baik dalam bisnis Enron selama ini maupun dalam proses penyelamatan perusahaan itu.[1] Disatu sisi, kesalahan perlakuan akuntansi Enron untuk posisi keuangan terlihat jelas, namun kesimpulan tentang kecukupan standar akuntansi yang ada kurang jelas. Dalam setiap kasus, Enron melanggar standar pelaporan keuangan dan peraturan pelaporan SEC yang ada. Setelah kebangkrutan Enron, banyak pendapat yang menyatakan bahwa akuntansi tidak cukup salah. Namun laporan keuangan Enron tidak sesuai dengan standar akuntansi yang ada, yang menunjukkan bahwa standar itu sendiri sebenarnya tidak salah. Fokus baru pada persyaratan pelaporan keuangan dapat membawa perubahan yang dibutuhkan dan perbaikan kualitas informasi keuangan yang diberikan kepada investor, seharusnya tidak disalahkan hanya karena kasus Enron. Kegagalan pelaporan keuangan Enron mencoba untuk membuat kesan yang salah tentang kesehatan keuangan. Namun analisis dalam artikel ini menunjukkan bahwa kesalahan pelaporan keuangan Enron menandakan adanya masalah pada kondisi keuangan Enron. Runtuhnya Enron memiliki implikasi untuk fungsi bisnis dan pasar modal melebihi standar pelaporan keuangan dan tanggung jawab akuntan. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pengawasan dewan direksi Enron, penasehat keuangan yang membantu perusahaan dalam penataan SPEsnya, bank-bank, dan pemberi pinjaman lain, broker, analis, dan penasehat investasi lainnya yang mengabaikan tanda-tanda peringatan terjadinya masalah dalam laporan keuangan Enron. Semua pihak secara aktif membantu manajemen Enron dalam upaya mendistorsi presentasi wajar kondisi keuangan perusahaan. Investigasi kongres terbaru menunjukkan bahwa Citigroup Inc, JP Morgan Chase&Co, dan regulator federal bersalah dalam memfasilitasi manipulasi keuangan Enron. Dengan demikian, solusi non-akuntansi juga diperlukan. Apakah kebijakan hukum dan perubahan peraturan diperlukan untuk menjamin pengawasan yang memadai dalam memantau kegiatan dan laporan bisnis canggih seperti Enron. Kegagalan Enron ini awalnya dikaitkan dengan akuntansi dan pelaporan keuangan, yang selanjutnya akan mengangkat isu-isu yang lebih luas dari tata kelola perusahaan dan peraturan yang mungkin akan menjadi bahan perdebatan dalam beberapa tahun mendatang. Dampak dari permasalahan ini, Enron pailit, kurangnya kepercayaan atas informasi keuangan, rusaknya citra profesi akuntan di Amerika, dan hilangnya ratusan juta dolar uang yang diinvestasikan di Enron serta hilangnya pekerjaan atas ribuan karyawan Enron. Skandal Enron tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen. Dampak Akibat Kasus Enron3 dan KAP Andersen, mempunyai implikasi terhadap pembaharuan tatanan kondisi maupun regulasi praktik bisnis di Amerika Serikat salah satunya menimbulkan SarbanesOxley Act mengalami perubahan-perubahan, yaitu Kantor Akuntan Publik membutuhkan persetujuan dari komite audit perusahaan sebelum melakukan audit. Setiap perusahaan memiliki komite audit ini karena definisinya diperluas, yaitu jika tidak ada, maka seluruh dewan komisaris menjadi komite audit. KAP harus segera

membuat laporan kepada komite audit yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan, alternatif perlakuan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan, pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. Akibat kasus tersebut kini kredibilitas akuntan publik menjadi jatuh terutama disebabkan oleh keterlibatan Arthur Andersen salah satu KAP terbesar di dunia di dalam skandal tersebut. Akuntan Publik tidak lagi dipandang sebagai profesi yang unik melainkan sebagai industri yang tidak lepas dari kepentingan bisnis yang sempit.[2] AKTIFITAS DAN STRUKTUR KANTOR AKUNTAN PUBLIK Aktifitas Kantor Akuntan Publik KAP menyediakan jasa audit, jasa atestasi, dan assurance lainnya. Jasa-jasa tambahan yang biasanya diberikan oleh KAP meliputi: 1. Jasa Akuntansi dan Pembukuan; 2. Jasa Perpajakan; dan 3. Jasa Konsultasi Manajemen. Selain itu, KAP juga terus mengembangkan produk dan jasa baru, termasuk perencanaan keuangan, penilaian usaha, akuntansi forensic, audit internal yg disubkontrakkan (outsourcing),serta jasa penasihat teknologi informasi. Struktur Kantor Akuntan Publik Tiga faktor utama yang memengaruhi strktur organisasi KAP adalah: 1. Kebutuhan Independensi dari Klien Independensi memungkinkan auditor tidak bias dalam menarik kesimpulan tentang laporan keuangan. 2. Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi Kompetensi memungkinkan auditor melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lain secara efisien dan efektif. 3. Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor Dalam satu dasawarsa, KAP mengalami peningkatan biaya yang berkaitan dengan tuntutan hukum. Beberapa struktur organisasi dapat memberikan tingkat perlindungan tertentu bagi setiap anggota KAP. GAAS, SAS, DAN QUALITY CONTROL GAAS GAAS (Generally Accepted Auditing Standards) merupakan 10 standar audit yang berlaku umum, yang disusun oleh IAPI dan dikembangkan oleh DSPAP. Kesepuluh standar itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: Standar umum Menekankan pada pentingnya kualitas pribadi yang dimiliki auditor. Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan teknis yang memadai sebagai seorang auditor. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang independen dalam semua hal yang berhubungan dengan audit. Auditor harus menerapkan kemahiran professional dalam melaksanakan audit dan menyusun laporan.

1. a. b. c.

2. Standar pekerjaan lapangan

Menyangkut pengumpulan bukti dan aktivitas lain selama pelaksanaan audit yang sebenarnya. a. Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan mengawasi semua asisten sebagaimana mestinya. b. Auditor harus memeroleh pemahaman yang cukup mengenai entitas serta lingkungannya, termasuk pengendalian internal, untuk menilai risiko salah saji yang signifikan dalam laporan keuangan karena kesalahan atau kecurangan, dan untuk merancang sifat, waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya. c. Auditor harus memeroleh cukup bukti audit yang tepat dengan melakukan prosedur audit agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat yang menyangkut laporan keuangan yang diaudit. 3. Standar pelaporan Mengharuskan auditor menyiapkan laporan mengenai laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapan informasi. Standar ini juga mensyaratkan bahwa laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan mengidentifikasi keadaan dimana GAAP tidak diterapkan secara konsisten dalam tahun berjalan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. a. Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). b. Auditor harus mengidentifikasi dalam laporan auditor mengenai keadaan dimana prinsip-prinsip tersebut tidak secara konsisten diikuti selama periode berjalan jika dikaitkan dengan periode sebelumnya. c. Jika auditor menetapkan bahwa pengungkapan yang informative belum memadai, maka auditor harus menyatakannya dalam laporan auditor. d. Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan, atau menyatakan bahwa suatu pendapat tidak bisa diberikan dalam laporan auditor. Jika tidak dapat menyatakan satu pendapat secara keseluruhan, maka auditor harus menyatakan alasan-alasan yang mendasarinya. Dalam semua kasus, jika nama seorang auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka auditor itu harus dengan jelas menunjukkan sifat pekerjaan auditor, serta tingkat tanggung jawab yang dipikul auditor. SAS SAS (Statement on Auditing Standards) merupakan laporan tentang standar pemeriksaan keuangan yang dikeluarkan oleh ASB (Auditing Standards Board), yaitu badan teknis senior dari AICPA yang ditunjuk untuk mengeluarkan pernyataan pada masalah audit yang berlaku untuk penyusunan dan penerbitan laporan audit untuk nonissuer. Aturan 201 dan 202 dari Kode Etik Profesional AICPA mengharuskan anggota AICPA yang melakukan audit dari nonissuer untuk memenuhi standar yang diumumkan oleh ASB. Auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup dari SAS untuk mengidentifikasi mereka yang cukup dari SAS untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat diaplikasikan untuk auditnya dan harus siap untuk membenarkan penyimpangan dari SAS tersebut. Quality Control Bagi sebuah KAP, pengendalian mutu terdiri atas metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak-pihak lain. Pengendalian mutu berkaitan erat dengan GAAS.

Untuk memastikan bahwa standar audit yang berlaku umum diikuti dalam setiap audit, KAP mengikuti prosedur pengendalian mutu khusus yang membantu memenuhi standar-standar itu secara konsisten pada setiap penugasan. Oleh karena itu, pengendalian mutu ditetapkan untuk KAP secara keseluruhan, sedangkan GAAS dapat diterapkan pada setiap penugasan. IAPI belum menetapkan prosedur pengendalian mutu yang khusus bagi KAP. Prosedur pengendalian mutu dari sebuah kantor internasional dengan banyak klien multinasional yang kompleks akan berbeda dengan prosedur untuk kantor yang beranggotakan lima orang, yang mengkhususkan diri dalam audit-audit kecil dalam satu atau dua industry. Terdapat lima unsur pengendalian mutu yang harus dipertimbangkan KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedurnya: 1. Independensi, integritas, dan objektivitas. 2. Manajemen kepegawaian. 3. Penerimaan dan kelanjutan klien, serta penugasan. 4. Criteria penugasan. 5. Pemantauan. Standar Professional Akuntan Publik Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) adalah standar yang dikeluarkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yang merupakan pedoman perilaku dan ukuran kinerja minimal yang harus dipatuhi/dicapai oleh akuntan public dalam memberikan jasa profesinya. SPAP ini diperlukan untuk: 1. Mengatur perilaku akuntan public dalam menjalankan profesinya; 2. Memberikan kepastian dan jaminan hukum secara profesi, baik kepada pemakai jasa akuntan public, maupun bagi akuntan public sendiri; dan 3. Sebagai jawaban atas persyaratan yang dituntut public (masyarakat) atas kualifikasi dan jasa yang diberikan akuntan public. 1. 2. 3. 4. 5. Standar-standar yang tercakup dalam SPAP adalah: Standar Auditing Standar Atestasi Standar Jasa Akuntansi dan Review Standar Jasa Konsultasi Standar Pengendalian Mutu

KASUS ENRON
Latar Belakang

Enron adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 1930 sebagai Northern Natural Gas Company, sebuah konsorsium dari Northern American Power and Light Company, Lone Star Gas Company, dan United Lights and Railways Corporation. Kepemilikan konsorsium ini secara bertahap dibubarkan antara 1941 hingga 1947 melalui penawaran saham kepada publik. Pada 1979, Northern Natural Gas mengorganisir dirinya sebagai perusahaan induk, Internorth, yang menggantikan Northern Natural Gas di New York Stock Exchange. Enron sebelum tahun 2001 mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, serta komunikasi.

Pada 2 Desember 2001, Enron mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11 akibat kebangkrutan yang melanda perusahaan tersebut. Kebangkrutan ini disebabkan kegagalan pada proses bisnis dan manajemen (Eiteman, dkk, 2007). Juga akibat adanya penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreati.

Jeffrey Skilling menjelaskan kebangkrutan Enron disebabkan terganggunya proses bisnis akibat credit rating perusahaan menurun pada November 2001. Hal ini dikarenakan sebagai perusahaan trading, membutuhkan rating nilai investasi untuk melakukan perdagangan dengan perusahaan lain. Tidak ada nilai yang baik, maka tidak akan ada perdagangan.

Terjadinya penurunan nilai rating investasi perusahaan disebabkan hutangnya yang terlalu besar, yang sebelumnya tidak tercatat dalam neraca (off balance sheet) kemudian diklasifikasikan ulang sehingga tercatat dalam neraca (on balance sheet). Hutangnya tidak hanya sebesar $13 juta tetapi bertambah hingga sebesar $38 juta. Klasifikasi ulang dilakukan karena terdapat banyak special purpose entity (SPEs) dan kerjasama yang tidak tercatat dalam neraca yang memiliki banyak hutang. Sehingga terjadi ketidakcocokan saat dilakukan konsolidasi ulang yang kemudian menyebabkan nilai ekuitas perusahaan jatuh.

Pada kasus Enron ini, lembaga-lembaga eksternal juga ikut bertanggung jawab terjadinya kasus tersebut. Diantaranya;

1. Auditor Arthur Andersen (satu dari lima perusahaan akuntansi terbesar) adalah kantor akuntan Enron. Tugas dari Andersen adalah melakukan pemeriksaan dan memberikan kesaksian apakah laporan keuangan Enron memenuhi GAAP (generally accepted accounting practices). Andersen, disewa dan dibayar oleh Enron. Andersen juga menyediakan konsultasi untuk Enron, dimana hal ini melebihi wewenang dari akuntan publik umumnya. Selain itu Andersen mengalami konflik kepentingan akibat pembayaran yang begitu besar dari Enron, $5 juta untuk biaya audit dan $50 juta untuk biaya konsultasi.

2. Konsultan hukum Konsultan hukum Enron, khususnya Vinson & Elkins juga disewa oleh Enron. Konsultan hukum ini bertanggungjawab untuk menyediakan opini hukum atas strategi, struktur, dan legalitas umum atas semua yang dilakukan oleh Enron. Sama dengan Andersen, saat ditanyakan mengapa tidak ikut menghalangi ide dan aktivitas ilegal Enron, konsultan hukum ini menjelaskan bahwa Enron tidak memberikan informasi yang lengkap, khususnya tentang kepemilikan di SPEs.

3. Regulator Enron sebagai perusahaan yang melakukan perdagangan di pasar energi diawasi oleh Federal Energy Regulatory Commission (FERC), akan tetapi FERC tidak melakukan pengawasan secara mendalam. Hal ini dikarenakan Enron melakukan aktivitasnya dalam perdagangan listrik tidak di satu negara, yaitu antar negara.

4. Pasar ekuitas Sebagai perusahaan publik, Enron diharuskan mengikuti peraturan dari SEC. Akan tetapi dalam pengawasannya SEC, tidak melakukan investigasi secara mendalam atau melakukan konfirmasi ulang terhadap Enron. SEC hanya mengandalkan pada testimoni yang dibuat oleh lembaga lain seperti auditor perusahaan (Arthur Andersen). Sedangkan NYSE mengharuskan Enron memenuhi peraturan perdagangan di NYSE. Berbeda dengan SEC, NYSE tidak hanya melakukan verifikasi firsthand.

5. Pasar hutang Enron, seperti perusahaan lainnya menginginkan dan membutuhkan sebuah nilai rating. Sehingga Enron membayar Standard & Poors serta Moodys untuk memberikan nilai rating. Rating ini dibutuhkan untuk sekuritas hutang perusahaan yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar. Yang menjadi masalah, perusahaan rating tersebut hanya melakukan analisis sebatas pada data yang diberikan kepada mereka oleh Enron, operasional dan aktivitas keuangan Enron. Terjadi perdebatan apakah perusahaan rating harus memeriksa total hutang perusahaan atau tidak. Khususnya yang berkaitan dengan SPEs. Meningkatnya defisit dalam arus kas perusahaan menyebabkan timbulnya masalah manajemen keuangan yang mendasar pada Enron. Pertumbuhan perusahaan membutuhkan adanya modal eksternal. Tambahan modal dapat diperoleh dari hutang baru dan ekuitas baru. Ken Lay dan Jeff Skilling, enggan untuk menerbitkan jumlah besar dari ekuitas baru. Karena akan mendilusi laba dan jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham. Pilihan menggunakan utang juga terbatas, dengan tingkat utang yang tinggi menyebabkan rating Enron hanya sebesar BBB, tingkat rating yang rendah oleh lembaga pemberi rating (Eiteman, dkk, 2007). Andrew Fastow bersama dengan asistennya membuat SPEs, alat yang digunakan dalam jasa keuangan. SPEs memiliki dua tujuan penting, pertama; menjual aset-aset yang bermasalah ke rekanan. Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca, mengurangi tekanan akibat utang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi. Hal ini dapat mendatangkan dana tambahan untuk

membiayai kesempatan investasi baru. Kedua; memperoleh pendapatan untuk memenuhi laba yang disyaratkan oleh Wall Street. SPEs dibiayai dari tiga sumber; (1) ekuitas dalam bentuk saham tresuri, (2) ekuitas dalam bentuk minimum 3% dari aset yang berasal dari pihak ketiga yang tidak berhubungan, (3) jumlah yang besar dari utang bank. Modal ini berada pada sisi kanan neraca SPEs, akan tetapi pada sisi kiri modal digunakan untuk membeli aset dari Enron. Hal ini menyebabkan harga saham SPEs berkaitan dengan harga saham Enron. Saat saham SPEs naik, maka saham Enron ter-apresiasi. Sedangkan saat harga saham SPEs turun, maka harga saham Enron ter-depresiasi (Eiteman, dkk, 2007). Menurunnya harga saham Enron hingga $47 per lembar saham pada bulan Juli 2001, menyebabkan investor curiga. Hal ini menyebabkan Sherron Watkins, wakil presiden Enron mencoba memperingatkan Kenneth Lay dengan membawa 6 lembar surat yang menjelaskan proses akuntan yang tidak wajar sehubungan dengan SPEs dan memperingatkan akan kecurangan proses akuntan. Akan tetapi peringatan Sherron Watkins tidak dihiraukan oleh Ken Lay, sehingga terjadilah tsunami di Enron. Harga sahamnya jatuh hingga tersisa $1 per lembar saham yang menyebabkan Enron bangkrut. Pada Bulan Februari 2002, Sherron Watkins dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan skandal Enron, tentang aktivitas akuntansi perusahaan. Kemudian Sherron Watkins menjelaskan semua permasalahan tersebut, dan menyebabkan dirinya dijuluki sebagai courageous whistleblower. Pertanyaan : Penyebab utama kegagalan Enron?

Masalah yang berasal dari BOD yang bersinergi dengan Andy Fastow membentuk SPEs. SPEs ini digunakan sebagai perusahaan pengalihan utang Enron dan aset Enron yang bermasalah. Tujuan SPE yaitu; Menjual aset Enron yang bermasalah untuk mendapatkan dana investasi baru Menjual investasi yang bermasalah ke rekanan dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan sesuai dengan target dari Wall Street Eksternal Auditor: Arthur Andersen bersikap tidak independen dalam mengaudit laporan keuangan Enron Untuk mencegah masalah pada Enron :

Auditor: melakukan audit sesuai dengan kode etik profesi akuntan dan GAAP. Audit forensik Audit investigatif Legal counsel: seharusnya melakukan investasi secara detail dan menyeluruh pada manajemen, khususnya yang menyangkut aspek legalitas pada kepemilikan dari SPEs. Regulator: bertanggungjawab mengawasi perusahaan secara mendalam, penerbitan peraturan dan UU khususnya dalam GCG Equity market: seharusnya tidak langsung percaya pada nama besar/ reputasi besar KAP Arthur Andersen tetapi juga melakukan analisis laporan keuangan intensif dan investigasi secara mendalam tidak hanya berdasar pada hasil audit. Debt market: memberi rating perusahaan sesuai dengan hasil investigasi yang mendalam Bank and Bankers: bersikap independen dalam memberikan pinjaman kepada perusahaan dan menganalisis hubungan kepemilikan antar perusahaan Menyelesaikan masalah yang terjadi :

Menerbitkan peraturan yang jelas untk mengatur transparansi pengungkapan transaksi keuangan antar perusahaan (regulator) Tuntutan hukum terhadap manajemen Enron yang bertanggung-jawab atas terjadinya permasalahan ini Dibubarkannya firma KAP Arthur Andersen Jasa audit KAP dipisah dengan jasa konsultan perusahaan untuk independensi KAP Banyak kasus auditor mengaudit laporan keuangan perusahaan tidak bekerja dibawah pengawasan komite audit (KA) dan tidak bebas dari pengaruh manajemen senior perusahaan sehingga perlu KA dari eksternal seperti akademisi dan praktisi akuntansi. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Enron

Kasus ENRON (2001)


28/11/2010 in Materi Kejatuhan Enron Dalam terbitannya bulan April 2001, majalah Fortune menyebut Enron, yang menjadi perusahaan terbesar ke tujuh di Amerika Serikat, sebagai perusahaan paling inovatif di Amerika. Enam bulan kemudian, pada tanggal 2 Desember 2001, Enron membukukan kebangkrutannya, suatu hasil yang telah disebut sebagai kecurangan akuntansi terbesar dalam abad ke 20. Duabelas ribu karyawan tidak hanya kehilangan pekerjaan tetapi juga seluruh tunjangan hidup dan pensiunnya, yang telah diinvestasikan ke saham Enron. Pemilik saham Enron lainnya-termasuk ribuan warga Amerika biasa yang memiliki dana pensiun yang juga diinvestasikan di saham Enron-kehilangan sekitar 70 milyar dollar AS ketika nilai saham mereka jatuh sampai menjadi nol. Dalam Enron sendiri, Sherron Watkins, Wakil Presiden Enron, melihat kisah horor dimana perusahaan yang ia telah berusaha untuk menyelamatkannya dengan memperingatkan rekannya mengenai apa yang sedang terjadi, meskipun demikian kejatuhan tetap terjadi. Kenneth Lay, seorang pengamat ekonomi dan mantan wakil menteri pada Departemen Interior Amerika Serikat, membangun Enron di tahun 1985 dengan melakukan penggabungan dua perusahaan gas alam yang memiliki sistem pipanisasi terpadu, ketika bergabung bersama, membentuk untuk pertama kalinya sistem nasional yang dapat mendistribusikan gas alam ke pabrik-pabrik seluruh negeri. Lay mengembangkan perusahaannya dengan mendapatkan pinjaman untuk membeli perusahaan lain, dan di tahun 1987 hutang yang dimiliki Enron sudah sebesar 75% dari nilai pasar sahamnya, yang berakibat menciptakan masalah yang berlarut-larut dalam perusahaan. Di tahun 1989, Lay mengangkat seorang profesional muda bergelar MBA lulusan Harvard bernama Jeffrey Skilling untuk menjadi pimpinan di Departemen Keuangan Enron. Pemerintah AS saat itu telah tidak mengatur bisnis energi dengan mencabut banyak regulasi yang membuat harga energi tetap. Dengan mencabut peraturan itu, harga gas mulai berfluktuasi secara lebar, membuat pasar gas alam menjadi sangat berisiko baik bagi pembeli maupun penjual. Produsen gas skala kecil, terutama, mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk eksplorasi dan pengeboran karena pasar yang berisiko membuat penyandang dana lari. Skilling datang dengan gagasan yang inovatif dengan menjadikan Enron sebagai makelar antara pembeli dan penjual yang akan mengurangi risiko yang timbul akibat deregulasi dijalankan. Enron akan menandatangani kontrak dengan penjual untuk membeli gas mereka sebanyak jumlah yang telah ditentukan di masa yang akan datang pada harga yang pasti yang telah ditentukan juga dan kemudian menandatangani kontrak dengan pembeli untuk menjual gas selama waktu tersebut pada harga yang sama, ditambah keuntungan untuk Enron. Karena kontrak jangka panjang ini membuat harga tetap untuk beberapa tahun, mereka menghilangkan risiko baik untuk pembeli dan

penjual, sehingga kedua kelompok mulai bertransaksi dengan Enron dan Enron segera menjadi perusahaan terdepan dalam bisnis perdagangan energi yang menguntungkan. Skilling membentuk sebuah tim dagang yang berisi kebanyakan dari lulusan MBA yang bisa ia pekerjakan dengan keras sehingga setiap tahunnya ia memecat karyawan di 10% performa terbawah dan memberikan penghargaan pada karyawan dengan performa terbaik. Skilling sekarang memutuskan untuk membuat Enron memasuki pasar komoditas lain dengan gagasan perdagangan yang sama, dan alhasil karyawan Enron yang bersemangat kemudian membeli dan menjual dengan kontrak jangka panjang untuk listrik, batu bara, bubur kertas, aluminium, baja, kimia, kayu, air, broadband, dan plastik bersamaan dengan total 1,800 jenis barang yang berbeda. Kontrak dalam komoditas ini juga mengurangi risiko dengan menetapkan harga komoditas yang berlaku di manapun untuk 1 sampai 12 tahun mendatang. Tahun 1990, Skilling merekrut Andrew Fastow, seorang ahli keuangan, untuk membantu menjalankan bisnis perdagangan ini, dan keduanya telah datang dengan gagasan yang pandai dalam melaporkan nilai dari kontrak jangka panjang yang mereka beli atau jual. Mereka membujuk Komisi Bursa Saham dan Surat Berharga (SEC) AS untuk membolehkan mereka memakai metode menilai pada harga pasar (mark to market) untuk diberlakukan pada kontrak mereka. Dalam metode mark to market, nilai dari suatu aset dinilai (dilaporkan) dalam laporan keuangan perusahaan sebagai nilai pasar saat ini dari aset tersebut, yaitu, sejumlah nilai yang akan didapat bila aset secara teoritis akan dijual pada pasar terbuka. Untuk menghitung nilai pasar dari suatu kontrak, karyawan Enron akan meramal harga akan datang dari komoditas yang diperjualbelikan (seperti gas, listrik, batu bara, dan lain-lain) sepanjang kontrak berlaku. Memakai peramalan ini, mereka kemudian akan menambahkan arus kas masa datang secara teoritis kontrak tersebut, menerapkan tingkat diskonto, dan menghitung nilai saat ini bersih (net present value=NPV) dari kontrak tersebut. NPV ini yang kemudian dilaporkan sebagai nilai sebenarnya dari kontrak. Jika NPV lebih tinggi dari yang Enron bayarkan, lalu selisihnya dapat dilaporkan sebagai sebuah laba pada laporan keuangan Enron. Karyawan Enron ditekan untuk meramalkan arus kas masa datang yang tinggi dan tingkat diskonto yang rendah pada kontrak mereka, membuat Enron melaporkan nilai aset (kontrak) dan laba yang tinggi pada investor. Tahun 1996, Skilling diangkat menjadi Presiden Direktur Enron, dan Fastow menjadi Direktur Keuangan. Awalnya, Enron menghadapi suatu masalah. Untuk memasuki beberapa pasar yang ia perdagangkan, ia harus meminjam sejumlah uang yang sangat besar untuk membeli infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengangkut, menyimpan, dan mengirimkan komoditas yang diperdagangkan. Tetapi bila Enron mengambil hutang yang besar, menambah hutang yang sudah tinggi sebelumnya, pembeli dan penjual akan enggan untuk menandatangani perjanjian dengan perusahaan karena tingkat hutang yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan perusahaan akan bangkrut. Tingkat hutang yang tinggi juga akan menurunkan peringkat investasi dan mungkin juga akan membuat bank menarik pinjamannya kembali. Untuk mengatasi masalah ini, Enron harus menemukan cara untuk tetap mendapatkan pinjaman hutang tanpa harus melaporkan hutangnya dalam laporan keuangannya. Andrew Fastow menemukan suatu cara yang pintar untuk menyelesaikan masalah seputar hutang tersebut dan sekaligus membersihkan banyak kontrak yang dinilai terlalu tinggi pada pembukuan Enron di saat yang sama tetap menghasilkan pendapatan tambahan. Membayar mahal (beberapa juta dolar AS) untuk konsultasi yang diberikan oleh divisi konsultasi keuangan Arthur Andersen (AA), Fastow, bersama konsultan AA, menyiapkan sebuah perseroan terbatas yang disebut entitas tujuan khusus (Special Purpose Entities). Aturan akuntansi membolehkan suatu perusahaan mengeluarkan pencatatan entitas tujuan khusus dari laporan keuangannya bila ada pihak independen

yang memiliki kendali atas entitas tujuan khusus tersebut, dan bila pihak independen ini memiliki paling tidak 3 persen dari seluruh saham entitas tujuan khusus. Untuk memenuhi syarat tersebut, Fastow menunjuk dirinya sendiri dan karyawan Enron lainnya untuk menjadi para pimpinan di entitas ini. Individu-individu ini kemudian menginvestasikan dengan cukup uang mereka sendiri di entitas ini untuk memenuhi peraturan 3 persen, dan Fastow mentransfer cukup saham Enron ke dalam entitas untuk membuat 97% lainnya. Entitas ini kemudian meminjam sangat banyak uang, memakai saham Enron mereka sebagai jaminan. Uang yang dipinjam kemudian dibayarkan kepada Enron untuk membeli kontrak yang dinilai terlalu tinggi pada pembukuan Enron dan investasi gagal lainnya, dan Enron dapat mencatat uang itu sebagai pendapatan, bukan hutang. Entitas ini juga setuju untuk mengambil alih hutang berjalan Enron yang sangat besar dan sebaliknya, Enron mentransfer lebih banyak sahamnya ke entitas yang dibentuk itu. Fastow memberi entitas tersebut nama yang tak lazim seperti Chewco, Jedi, Talon, Condor, dan Raptor, dan ia dan orang-orang Enron lainnya menggaji diri mereka sendiri jutaan dolar AS sebagai gaji dan pendapatan dari kepemilikan saham 3% mereka di entitas. Hasil akhirnya adalah entitas khusus tersebut dibiarkan memiliki hutang, dijamin oleh saham Enron, dan juga memegang kontrak yang dinilai terlalu tinggi dan investasi gagal lainnya sebagai aset. Karena hutang dan aset yang dibeli dari Enron oleh entitas tujuan khusus tidak harus dilaporkan pada laporan keuangan Enron, pemegang saham percaya bahwa hutang yang dimiliki Enron tidak meningkat, bahwa perusahaan mendapatkan laba yang tinggi dari penjualan kontrak dan aset lain kepada entitas ini, dan bahkan pendapatan meningkat setiap tahunnya. Sebagai auditor perusahaan dan akuntan luar, divisi audit Arthur Andersen memberikan penilaian bahwa laporan keuangan perusahaan telah menyajikan akuntansi yang akurat. Sherron Watkins, seorang yang jujur, bicara terbuka, dan apa adanya yang mulai bekerja di Enron sejak 1993 dan saat itu sebagai wakil presiden di bawah Fastow, mulai curiga pada praktek akuntansi yang diperkenalkan Fastow. Sepanjang harga saham Enron cukup tinggi, nilainya akan mencukupi untuk menutup saldo hutang yang dipegang oleh entitas khusus dan hutang tersebut tetap di luar pembukuan Enron. Tetapi dia mengetahui bahwa jika harga saham jatuh , ini akan memicu aturan yang akan memaksa perusahaan untuk membubarkan entitas khusus dan membawa hutang dan aset yang dinilai terlalu tinggi kembali pada laporan keuangan Enron. Sayangnya, di semester ke dua tahun 2001, saham Enron mulai jatuh dari tingkat 80 dolar AS per saham, sebagian hasil dari artikel di majalah Fortune edisi 5 Maret 2001 yang membantah bahwa laporan keuangan Enron hampir tidak dapat ditembus dan bahwa harga saham Enron terlampau tinggi. Karena harga sahamnya jatuh, akuntan Enron berjuang untuk menghimpun hutang dan aset pada entitas khusus sehingga dapat menghindari pencatatan hal tersebut di laporan keuangan perusahaan. Sherron Watkins ngeri melihat baik risiko yang meningkat akibat jatuhnya harga saham maupun usaha Fastow untuk menyembunyikannya. Di bulan Juli 2001, karena para investor mulai lebih curiga dan harga saham perusahaan jatuh sampai 47 dolar AS per saham, Skilling tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur dengan alasan pribadi. Sekarang semakin yakin bahwa perusahaan mengarah ke dalam bencana, Sherron Watkins pada tanggal 22 Agustus secara pribadi menemui Ken Lay departemen legal dan memegang sebuah surat enam halaman yang menggambarkan pelanggaran akuntansi berhubungan dengan entitas tujuan khusus dan memperingatkan mereka pada apa yang ia sebut sebagai kecurangan akuntansi terburuk yang pernah saya lihat. Saya gugup luar biasa, ia tulis, bahwa kita akan meledak dalam sebuah gelombang skandal akuntansi. Lay dan pengacaranya, bagaimanapun, memutuskan tidak ada yang salah meskipun entitas tujuan khusus mungkin harus dibongkar akhirnya jika saham Enron berlanjut jatuh. Di

depan umum, Lay mengumumkan kepada para karyawan dan investor bahwa pertumbuhan perusahaan di masa datang telah menjadi lebih tidak pasti dan mendesak mereka dan investor lain untuk melanjutkan investasi di saham Enron. Namun, Lay dan pimpinan lainnya secara diam-diam mulai menjual banyak saham mereka di Enron. Watkins menghubungi juga seorang temannya di Arthur Andersen yang membicarakan perhatiannya pada pimpinan auditor yang mengaudit Enron. Namun, tak ada hasilnya. Saat Watkins dari dalam terus melanjutkan mencoba membuat perusahaan bertindak, harga saham Enron terus jatuh. Tanggal 16 Oktober 2001, Enron mengumumkan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mengambil alih hutang dan aset pada entitas, memaksanya untuk menanggung 544 juta dolar AS dengan labanya saat ini dan mengurangi nilai ekuitas sebesar 1,2 milyar dolar AS, tepat seperti yang Sherron Watkins telah peringatkan terjadi. Satu minggu kemudian, tanggal 22 Oktober, SEC mengumumkan nahwa mereka sedang menyelidiki entitas tujuan khusus yang dimiliki Enron. Sehari kemudian Fastow dipecat. Tanggal 8 November 2001, perusahaan mengumumkan bahwa mereka dipaksa untuk menyajikan kembali seluruh laporan keuangannya dari tahun 1997 karena dipaksa untuk menggabungkan entitas tujuan khususnya ke dalam laporan keuangan perusahaan. Penyajian kembali dibuat untuk mengurangi ekuitas pemegang saham sebesar 1,2 milyar dolar AS dan untuk menambah hutang perusahaan sebesar 2,6 milyar dolar AS. Bulan November 2001, harga saham jatuh sampai 1 dolar AS per saham, dan perusahaan jatuh ke dalam kebangkrutan. Tanggal 22 Februari 2002, Sherron Watkins menghadap anggota kongres dan di hadapan umum mengutarakan apapun yang ia tahu tentang praktek akuntansi perusahaan. Disebut sebagai peniup peluit yang berani oleh surat kabar, dia mencatat bahwa Andrew Fastow telah mencoba memecatnya dan merampas komputernya ketika ia tahu bahwa dia mencoba memperingatkan atasannya tentang masalah yang akan terjadi. Sementara itu, karyawan Arthur Andersen, dalam usahanya menutupi peran mereka dalam membentuk entitas khusus dan kemudian menyatakan opini atas laporan keuangan perusahaan, ditangkap sedang menghancurkan dokumen-dokumen tentang keterlibatan Andersen dengan Enron. Bulan Juni 2001, kantor akuntan tersebut dinyatakan bersalah telah menghalangi proses pengadilan karena menghancurkan dokumen dan dipaksa untuk menghentikan operasinya sebagai kantor akuntan, secara efektif menghancurkan karir ribuan karyawannya. Pertanyaan: 1. Apa saja masalah sistemik, korporasi, dan individu yang timbul dalam kasus ini? 2. Jika nilai saham Enron tidak jatuh, entitas tujuan khusus mungkin dapat melanjutkan operasinya sampai kapanpun. Misalkan saham Enron tidak jatuh, dan umpamakan bahwa praktek akuntansinya mengikuti peraturan prinsip akuntansi yang diterima umum (umpamakan praktik akuntansi Enron diperbolehkan oleh peraturan akuntansi diterima umum). Dalam kasus ini, dalam pandangan anda, adakah kesalahan yang Enron lakukan? Terangkan. 3. Siapa, menurut penilaian anda, secara moral bertanggung jawab atas kejatuhan Enron? Jawaban:

Isu-isu yang timbul dalam kasus ini: Masalah sistemik Pertama dalam kasus ini adalah ketika pemerintah AS mencabut peraturan-peraturan yang menjaga harga gas alam tetap stabil. Ketika harga komoditas stabil, risiko usaha dapat ditekan dan membuat perusahaan tidak ingin berspekulasi. Namun, kenyataannya lain, pemerintah justru mencabut aturan itu dan membiarkan harga gas dan komoditas lain mulai berfluktuasi secara lebar, membuat pasar gas alam menjadi sangat berisiko baik bagi pembeli maupun penjual. Produsen gas skala kecil, terutama, mengalami kesulitan mendapatkan dana untuk eksplorasi dan pengeboran karena pasar yang berisiko membuat penyandang dana lari. Masalah sistemik lain adalah aturan akuntansi membolehkan suatu perusahaan mengeluarkan pencatatan entitas tujuan khusus dari laporan keuangannya bila ada pihak independen yang memiliki kendali atas entitas tujuan khusus tersebut, dan bila pihak independen ini memiliki paling tidak 3 persen dari seluruh saham entitas tujuan khusus. Hal ini seharusnya tetap dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan induk supaya para pemangku kepentingan mengetahui secara benar kondisi keuangan yang dialami perusahaan. Dalam kasus Enron hal ini tidak berlaku.

Masalah di tingkat korporasi Masalah yang pertama adalah hutang Enron yang sudah cukup tinggi, sampai 75% dari nilai pasar sahamnya, sebelum ada kasus yang bisa disebut kecurangan akuntansi terbesar dalam sejarah. Seperti di dalam artikel telah diterangkan bahwa semakin tinggi tingkat hutang maka semakin besar kemungkinan perusahaan itu bangkrut, juga semakin rendah peringkat investasinya. Masalah kedua ialah pada saat karyawan Enron ditekan untuk membuat ramalan arus kas masa datang yang sangat tinggi (cenderung fiktif) dan tingkat diskonto yang rendah pada kontrak mereka, sehingga membuat Enron melaporkan nilai aset (kontrak) dan laba yang tinggi pada investor. Padahal kenyataannya Enron menilai terlampau tinggi nilai ramalan arus kas masa depannya, hal ini bertujuan untuk mengelabui investor supaya selalu menanamkan modalnya di saham Enron. Dengan begitu, harga saham Enron akan naik dan nilai pasarnya meningkat sehingga dapat menutupi nilai hutangnya. Masalah ketiga, Enron harus meminjam sejumlah uang yang sangat besar untuk membeli infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengangkut, menyimpan, dan mengirimkan komoditas yang diperdagangkan. Namun Enron tidak bisa begitu saja mencari pinjaman tambahan lagi dari pihak bank karena akan menjadi tambahan hutang yang besar di laporan keuangannya dan itu tidak baik bagi Enron karena akan menurunkan peringkat investasinya. Oleh karena itu Enron membentuk anak perusahaan dengan tujuan khusus, yaitu digunakan untuk mencari pinjaman dari bank seolah-olah bukan Enron yang meminjam tetapi anak perusahaannya. Jadi laporan keuangan Enron tetap bersih. Masalah lainnya adalah keterlibatan Arthur Andersen dalam merekayasa laporan keuangan Enron. Andersen yang seharusnya hanya bertindak sebagai auditor dari Enron, telah melacurkan diri untuk terlibat dalam operasional akuntansi sehari -hari seperti layaknya akuntan luar, hal ini telah melanggar independensi dan obyektivitas yang harus dimiliki oleh auditor yang melakukan pemeriksaan pada suatu perusahaan.

Masalah di tingkat individu

Ken Lay adalah pendiri Enron namun kemudian ia membangunnya dengan banyak hutang. Lalu pada saat Enron sudah berada di jurang kehancuran, ia masih saja menyatakan tidak ada yang salah dalam perusahaannya, tetapi secara diam -diam mulai menjual saham yang ia miliki ke pasar. Sungguh perbuatan yang licik dan curang, dimana menggunakan pengetahuannya untuk menangguk keuntungan atau menghindar dari kejatuhan secara sendiri saja tanpa mempedulikan pihak lain. Individu kedua adalah Jeffrey Skilling, perannya adalah membuat Enron menjadi perusahaan perdagangan yang sangat ekspansif namun mengesampingkan ramburambu aturan yang berlaku baik itu aturan dari SEC maupun juga prinsip akuntansi yang berlaku umum. Ia bersama Fastow juga merayu pihak SEC untuk menerima metode akuntansi yang menguntungkan Enron. Praktek-praktek pendekatan kepada pejabat seperti ini sangat diharamkan dalam bisnis modern karena hanya menguntungkan segelintir pihak namun merugikan sebagian besar pelaku pasar. Selanjutnya adalah Andrew Fastow, inilah pelaku utama kecurangan ini yaitu dengan penuh manipulasi membentuk entitas khusus yang hanya dipakai untuk menampung hutang Enron sedemikian rupa sehingga laporan keuangan Enron bersih dari hutang dan mencatatkan laba yang tinggi. Bersama orang Enron lainnya, ia memperkaya dirinya sendiri dari gaji yang tinggi dan pendapatan dari saham di entitas khusus sampai jutaan dolar AS. Ia pun juga berusaha memecat Sherron Watkins, si peniup peluit kasus ini, dan juga berusaha merampas komputernya untuk menghilangkan bukti-bukti. Beberapa orang dari Arthur Andersen juga terlibat dalam kecurangan terbesar ini karena juga ikut memanipulasi pembentukan entitas khusus dan memberikan opini yang menyatakan laporan keuangan Enron telah dilaporkan dengan akurat dan wajar. Mereka juga berusaha lari dari tanggung jawab dengan berusaha menghancurkan dokumendokumen yang merupakan bukti keterlibatannya. Untunglah mereka segera ditangkap juga. Meskipun nilai saham Enron tidak jatuh sehingga entitas tujuan khusus mungkin dapat melanjutkan operasinya, juga prinsip akuntansi yang diterima umum membolehkan praktik akuntansi Enron, menurut pandangan kami tetap saja Enron melakukan kesalahan yaitu: 1. Hutang Enron yang sudah tinggi sebelum kasus ini muncul. Semakin tinggi tingkat hutang maka semakin besar kemungkinan perusahaan itu bangkrut, juga semakin rendah peringkat investasinya. 2. Enron menekan karyawannya untuk memanipulai ramalan arus kas masa datang dengan sangat tinggi (cenderung fiktif) dan tingkat diskonto yang rendah pada kontrak mereka, sehingga membuat Enron melaporkan nilai aset (kontrak) dan laba yang tinggi pada investor, padahal kenyataannya tidak demikian. Hal ini bertujuan untuk mengelabui investor supaya selalu menanamkan modalnya di saham Enron. Dengan begitu, harga saham Enron akan naik dan nilai pasarnya meningkat sehingga dapat menutupi nilai hutangnya. 3. Enron melakukan praktek-praktek yang rakus, licik, dan menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan setinggi-tingginya. Jelas praktek tersebut melanggar etika walaupun belum tentu melanggar hukum yang berlaku. Menurut penilaian kami, secara moral yang bertanggung jawab atas kejatuhan Enron adalah:

1. Pemerintah AS, dalam hal ini SEC, yang sangat tidak menjaga kepentingan investor untuk mendapatkan iklim investasi yang sehat dan aman. Malah pejabat SEC terlibat dalam mempermudah Enron untuk mempraktekan kecurangannya dengan membiarkan Enron menggoreng laporan keuangannya. 2. Para pemimpin Enron, baik Kenneth Lay, Jeffrey Skilling, apalagi Andrew Fastow, dan juga beberapa karyawan Enron lainnya yang secara sadar dan sengaja terlibat dalam manipulasi nilai aset dan laba perusahaan yang membuat investor tertarik menanamkan modalnya padahal mereka baru saja membakar banyak uangnya. 3. Arthur Andersen, sebagai auditor seharusnya mereka memeriksa dengan obyektivitas dan independensi yang tinggi, namun karena terbujuk oleh uang mereka malah terlibat dalam manipulasi laporan keuangan Enron yang pada akhirnya merugikan banyak pihak sampai milyaran dolar AS. Sungguh luar biasa kecurangan ini sampai-sampai disebut sebagai kecurangan akuntansi terbesar dalam abad ke 20.