Anda di halaman 1dari 6

Riza Novalia L 120820120001

THE RISK EXPOSURE CALCULATOR PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk GROWTH Pressure for Performance Rate of Expansion Inexperience of Employees Score: 3 CULTURE Reward for Entrepreneurial Executive Resistance to Level Risk Taking Score: 3 INFORMATION MANAGEMENT Transaction and Velocity Score : 3 Complexity Gaps in Diagnostic Degree Decentralized SCORE 9 Bad News Score: 2 of Internal SCORE 8 Score: 3 Score: 4 Key SCORE 10

Competition Score: 3

Performances Measure Score: 4

Decision Making Score: 2 TOTAL SCORE

27

Total Score : 27

The Caution Zone

Keterangan: Skor untuk Pressure for Performance di angka 3 karena tekanan untuk pegawai yang bekerja di kantor tidak terlalu tinggi, dangkan untuk pegawai yang berada di maskapai jadwal penerbangan yang tidak tentu telah disepakati sebelumnya oleh pramugari maupun pilot sehingga kadengan adanya kesepakatan tersebut menjadi hal yang tidak bermasalah. Garuda Indonesia Garuda Indonesia memiliki Strategic Business Unit (SBU), sebuah unit usaha mandiri yang berada di dalam lingkup perusahaan yang berorientasi pada optimasi sumberdaya untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Unit ini memberikan hasil produksi

dan layanan jasa kepada pelanggan baik di dalam maupun di luar perusahaan. Garuda Indonesia memiliki 3 SBU yang bertanggungjawab kepada Direksi, yaitu Garuda Sentra Medika (GSM), Garuda Cargo dan Citilink (Low Cost Carrier). Garuda Indonesia memiliki 4 anak perusahaan yaitu PT Aerowisata, PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia dan PT Aero Systems Indonesia. Semua unit bisnis dan anak perusahaan garuda memiliki ruang lingkup yang tidak jauh dari core bisnisnya. Untuk itu skor Rate of Expansion yaitu 3. Karyawan Garuda Indonesia diberikan pelatihan di GITC yang merupakan pusat pendidikan dan pelatihan bagi karyawan Garuda Indonesia, baik itu karyawan darat maupun karyawan udara (seperti pilot dan pramugari). Pendidikan dan pelatihan yang diadakan di GITC sudah memenuhi standar internasional. Hal ini dibuktikan dengan sudah didapatkannya standar internasional ISO 9001. Untuk tetap menjaga standar internasional tersebut, Garuda Indonesia Training Center juga bekerja sama dengan badan dan lembaga nasional maupun internasional serta perusahaan perusahaan pembuat pesawat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan guna penyempurnaan kemampuan dan keahlian dari karyawan Garuda Indonesia. Selain itu untuk menjadi karyawan Garuda calon pelamar telah melewati beberapa tahapan seleksi yang cukup ketat. Maka dari itu Inexperience of Key Employees di garuda berada di angka 4. Reward for Entrepreneurial Risk Taking diberi skor 3 karena sejauh tulisan yang diketahui oleh penulis Garuda bukanlah sebuah perusahaan yang berani mengambil resiko seperti tipe-tipe BUMN lainnya yang selalu ditopang pemerintah. Setelah Go Publik Garuda menambahkan resiko perusahaan dengan harapan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Garuda juga memberikan 1% sahamnya untuk karyawan, adanya statement tersebut penulis menduga bahwa Garuda mulai membentuk budaya kompetensi dalam perusahaan. Dalam menanggapi berita yang kurang baik sejauh ini penulis beranggapan bahwa manajemen garuda kurang responsive terhadap isu-isu tertentu, seperti kasus mogoknya serikat kerja pilot Garuda yang sulit menemukan jalan keluar dan beberapa isu lainnya. Untuk Executive Resistance to Bad News penulis member skor 2. Kompetisi di dalam internal perusahaan tidak terjadi dengan baik, karena karyawan sudah dipenuhi hak-haknya sehingga mereka merasa nyaman dengan posisi tertentu. Hanya saja

isu menganai persaingan pramugari tetaplah ada. Dengan adanya hasil tesebut maka Level of Internal Competition memiliki skor 3 Transaction Complexity and Velocity diberi skor 3 karena semua bentuk transaksi garuda sudah tersistem dan terekam dalam database. Menuju Quantum Leap 2015 adapun inovasi yang dilakukan Garuda akan berfokus dalam konteks e-Business dengan penekanan pada e-ticketing & e-procurement. Kinerja Garuda mulai meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan laporan tahunan yang didalamnya juga terdapat laporan keuangan yang mana keuntungan Garuda meningkat dari tahun 2011 ke 2012. Dari informasi tersebut juga dapat diketahui semua transaksi dan aktifitas bisnis Garuda, hal tersebut juga mampu menurunkan gap dalam mengukur kinerja perusahaan. Untuk itu Gaps in Diagnostic Performances Measure diberi skor 4. Pengambilan Keputusan Strategis didalam Manajemen Garuda masih mengacu kepada putusan Board of Director sehingga Degree Decentralized Decision Making diberi skor 2.

THE RISK EXPOSURE CALCULATOR PT Astra International Tbk GROWTH Pressure for Performance Rate of Expansion Inexperience of Employees Score: 5 CULTURE Reward for Entrepreneurial Executive Resistance to Level Risk Taking Score: 4 INFORMATION MANAGEMENT Transaction and Velocity Score : 4 Complexity Gaps in Diagnostic Degree Decentralized SCORE 12 Bad News Score: 3 of Internal SCORE 11 Score: 5 Score: 4 Key SCORE 13

Competition Score: 4

Performances Measure Score: 4

Decision Making Score: 4 TOTAL SCORE

36

Total Score : 35

The Danger Zone

Keterangan: Dalam job specification yang diutarakan oleh Astra rata-rata jabatan telah diberikan ketentuan bagi calon pelamar yaitu berupa kesediaan bekerja dalam tekanan. Melihat fenomena tersebut dapat disimpulkan bahwa tekanan kerja di dalam perusahaan sangatlah tinggi. Karyawan Astra bekerja berdasarkan target yang harus dipenuhi. Berdasarkan alasan tersebut maka Pressure for Performance diberi skor 5. Rate of Expansion diberi skor 5 karena Astra memiliki unit bisnis yang berbeda dari core bisnisnya. Saat ini Astra bergerak dalam enam bidang usaha yaitu: Otomotif ; Jasa Keuangan ; Alat Berat, Pertambangan dan Energi ; Agribisnis ; Teknologi Informasi ; Infrastruktur dan Logistik. Sesuai dengan visinya yaitu menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang

berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi. Semua karyawan yang bekerja di Astra telah melewati beberapa tahapan seleksi yang ketat, hampir seluruh karyawan Astra memiliki keterampilan yang sesuai dengan jabatannya. Astra percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang dimiliki, unutk itu Astra membantu dengan memberikan pelatihan dan pengembangan bagi karyawannya. Maka Inexperience of Key Employees diberi skor 4. Reward for Entrepreneurial Risk Taking diberi skor 4 karena Astra membuat ketetapan remunerasi di setiap level dalam organisasi Perusahaan bertujuan memberi penghargaan sesuai dengan posisi terkait dan mendorong pada kinerja yang baik. Astra cukup responsive dalam menaggapi isu-isu negative. Komplain dari pelanggan ditangani dengan baik karena Astra komitmen menjaga nama baik perusahaan dan memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder yang terlibat. Executive Resistance to Bad News diberi skor 3. Level of Internal Competition diberi skor 4. Budaya persaingan dalam perusahaan terlihat sangat tinggi, hal tersebut didukung dengan adanya penghargaan-penghargaan yang diberikan. Banyaknya bidang usaha yang dikelola oleh astra membuat Informasi yang ditransfer menjadi lebih komplek, meskipun saat ini sudah berbasis teknologi namun besarnya usaha yang digeluti disinyalir menjadi sebab kompleknya transaksi dan percepatan transi yang dicapai lebih lambat. Maka dari itu Transaction Complexity and Velocity diberi skor 4. Dalam pengukuran kinerja Astra masing-masing unit bisnis diberi tugas untuk mengelola bisnis yang digeluti. Astra juga sangat terbuka dalam memberikan informasi kepada public terkait aktifitas bisnisnya yang tertuang dalam laporan tahunan dan laopran keuangan konsolidasi untuk dapat digunakan bagi pencari informasi. Laba yang dihasilkan oleh Astra tiap tahun meningkat dan hal tersebut juga membuktikan bahwa Astra telah sukses dalam menangani Gaps in Diagnostic Performances Measure. Skor untuk criteria tersebut adalah 4. Perbedaan unit bisnis yang digeluti oleh Astra mempengaruhi pengambilan keputusan strategis yang diambil oleh perusahaan. Astra memberikan hak penuh terhadap

pengambilan keputusan strategis kepada masing-masing unit usaha yang digeluti. Degree Decentralized Decision Making diberi skor4.