Anda di halaman 1dari 22

Tugas Makalah Periodonsia

KONTROL PLAK
PADA PASIEN PERIODONTAL
Disusun oleh:
Andradiani Aristy 00!"0"#0
Lulud Astika 00!"0"!$
De%arte&en Periodonsia
'akultas Kedokteran (igi )ni*ersitas Airlangga
Sura+aya
2
0"
1
3
,A, "
PENDA-)L)AN
1.1 Latar ,elakang
Plak bakteri merupakan suatu massa hasil pertumbuhan mikroba yang
melekat erat pada permukaan gigi dan gingiva bila seseorang mengabaikan
kebersihan rongga mulut dan merupakan etiologi utama yang menyebabkan
terjadinya penyakit periodontal dan karies gigi. Permulaan terjadinya kerusakan
biasanya timbul pada saat plak bakterial terbentuk pada mahkota gigi, meluas di
sekitarnya dan menerobos sulkus gingiva yang nantinya akan merusak gingiva di
sekitarnya. Bakteri yang terkandung dalam plak daerah sulkus gingiva
mempermudah kerusakan jaringan. Hampir semua penyakit periodontal
berhubungan dengan plak bakteri dan telah terbukti bahwa plak bakteri bersifat
toksik !ewman, 2""#$.
%ontrol plak adalah suatu pembersihan plak gigi se&ara teratur untuk
men&egah akumulasi plak pada permukaan gigi dan gingiva. %ontrol plak
merupakan prosedur yang dilakukan oleh pasien di rumah dengan tujuan untuk
menyingkirkan dan men&egah penumpukan plak dan deposit lunak materi alba
dan debris makanan$ dari permukaan gigi dan gingiva sekitarnya. Hal ini
merupakan tujuan utama dari kontrol plak. Pembersihan serta penghambatan
penumpukan plak dapat menghambat pembentukan kalkulus. 'elain itu, kontrol
plak dapat menstimulasi gingiva sehingga terjadi peningkatan tonus gingiva,
keratinisasi permukaan, vaskularisasi gingiva, serta sirkulasi gingiva. (nstruksi
kepada pasien untuk melakukan prosedur kontrol plak harus diberikan se&ara tepat
karena prosedur kontrol plak dilakukan sendiri oleh pasien di rumah !ewman,
2""#$.
%ontrol plak merupakan dasar pokok pen&egahan penyakit periodontal,
tanpa kontrol plak kesehatan gigi dan mulut tidak dapat di&apai, sehingga hal ini
penting dilakukan untuk men&egah terjadinya penyakit periodontal.

)
". Ru&usan Masalah
Bagaimana &ara melakukan prosedur kontrol plak pada pasien periodontal
dengan tepat*
".$ Tu/uan Penulisan
+ntuk mengetahui bagaimana melakukan prosedur kontrol plak pada pasien
periodontal.
".0 Man1aat Penulisan
,emperluas wawasan khusunya di bidang kedokteran gigi yang terkait
dengan penyakit periodontal dan pen&egahannya.
-
,A,
TIN2A)AN P)STAKA
." Taha%an Prosedur Instruksi Kontrol Plak
Pada terapi periodontal, kontrol plak memiliki dua tujuan penting, yaitu
untuk meminimalisir inflamasi gingiva dan untuk men&egah rekurensi atau
kelanjutan dari penyakit periodontal serta karies. Pembersihan plak se&ara
mekanis yang dilakukan pasien setiap hari, termasuk dengan penggunaan larutan
antimikroba se&ara tepat, merupakan &ara yang paling efektif untuk memperbaiki
kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang. Prosedur ini memerlukan
kekooperatifan pasien, edukasi dan instruksi yang tepat dari dokter gigi, diikuti
dengan dorongan dan tindakan. .okter gigi harus men&atat semua tindakan yang
dilakukan pasien sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. (nstruksi kontrol
plak dilakukan dalam tiga tahap, yaitu motivasi, penyuluhan, dan peragaan
!ewman, 2""#$.

1. /ahap ,otivasi
/ahap memotivasi pasien adalah tahap yang paling menentukan untuk
ter&apainya pelaksanaan kontrol plak yang adekuat. Pasien harus termotivasi
untuk melakukan kontrol plak yang adekuat. !amun demikian tahap ini adalah
tahap yang paling sukar karena untuk dapat termotivasi pasien harus berusaha
menerima dan memahami penyuluhan yang diberikan berkaitan dengan konsep0
konsep patogenesis, perawatan, dan pen&egahan penyakit periodontal. Pasien
diharapkan termotivasi apabila ia telah dapat memahami apa itu penyakit
periodontal, apa efek penyakit tersebut, bagaimana kerentanan dirinya terhadap
penyakit tersebut, dan apa yang dapat dilakukannya untuk men&apai dan
mempertahankan kesehatan periodonsiumnya.
.ari pasien diharapkan adanya perubahan kebiasaan dalam hal &ara0&ara
pembersihan mulut sesuai dengan metode yang diajarkan. +ntuk itu pasien harus
berkemauan keras dan mampu menguasai keterampilan penggunaan alat0alat
pembersih. Pasien harus menyesuaikan pandangan dan nilai0nilai yang dianutnya
3
#
mengenai pembersihan mulut. Pasien harus tergugah bahwa prosedur kontrol plak
yang dilakukannya bukanlah untuk menyenangkan hati dokter gigi, tetapi untuk
ter&apainya kesehatan periodonsium pasien sendiri. Hal ini membutuhkan
komitmen dari pasien untuk mengubah kebiasaan sehari0hari dan kunjungan rutin.
2. /ahap Penyuluhan dan Penilaian
.alam memberikan penyuluhan kepada pasien, ada beberapa hal yang perlu
dijelaskan sebagai berikut1
a. Masalah %eriodontal yang diala&i %asien. Pasien jarang menyadari
bahwa pada dirinya telah terjadi suatu masalah periodontal. +ntuk itu
perlu dilakukan pewarnaan plak agar pasien menyadari bahwa pada
mulutnya terdapat faktor yang dapat menyebabkan penyakit periodontal.
'elain itu, dilakukan probing untuk menunjukkan adanya perdarahan
gingiva dan terdapat poket yang dalam. Hal ini akan menyadarkan pasien
bahwa pada mulutnya memang sedang berkembang suatu keadaan
patologis sehingga pasien termotivasi untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan mulut mereka, serta kondisi periodontal pasien di&atat se&ara
berkala. 'istem penilaian terhadap pasien periodontal dilakukan dengan
mengevaluasi plaque control record dan bleeding points index. 'kor plak
sangat membantu sebagai indikator kepatuhan pasien dan keberhasilan
prosedur kontrol plak yang dilakukan setiap hari. 'kor perdarahan
membantu dalam memprediksi keberhasilan mengendalikan peradangan
dan mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit.
b. Peranan %enyikatan gigi +agi kesehatan /aringan %eriodontal.
+mumnya pasien hanya mengetahui peranan penyikatan gigi bagi
pen&egahan terjadinya karies gigi, maka dokter gigi harus menjelaskan
peranan menyikat gigi untuk men&egah timbulnya penyakit periodontal
maupun peranannya dalam menunjang prosedur perawatan periodontal.
Pasien harus menyadari bahwa penyikatan gigi merupakan prosedur
pen&egahan dan perawatan terpenting yang dilakukan oleh pasien sendiri.
&. Peranan %e&+ersihan kalkulus dan %e&olesan gigi se3ara +erkala.
Pasien perlu diberi penjelasan bahwa pembersihan kalkulus scalling$ dan
2
pemolesan gigi merupakan prosedur penting dalam pen&egahan dan
perawatan penyakit periodontal, namun baru ada manfaatnya apabila
ditunjang oleh prosedur kontrol plak sehari0harinya oleh pasien di rumah.
Pemeliharaan kesehatan jaringan periodontal dan pengembalian kesehatan
jaringan periodontal yang sudah terinflamasi akan ter&apai apabila
scalling dan pemolesan gigi dikombinasi dengan pelaksanaan kontrol plak
yang adekuat oleh pasien.
3. /ahap Peragaan
3ara0&ara pembersihan mulut tidak &ukup bila hanya berupa peragaan kepada
pasien, melainkan harus disertai latihan oleh pasien sendiri. 'etelah peragaan pada
model mengenai teknik berbagai &ara pembersihan diberikan, pasien harus
berlatih se&ara langsung di bawah pengawasan dokter gigi. 'etiap kesalahan yang
dilakukan oleh pasien harus dikoreksi.
Pada setiap sesi, pasien diminta untuk mengemukakan pengalamannya
dengan teknik0teknik pembersihan yang diajarkan. 'elain itu, pada setiap sesi,
pasien harus memperagakan pada mulutnya &ara0&ara pembersihan yang telah
diajarkan. .engan demikian dapat dievaluasi apakah pasien telah mahir dalam
melakukan teknik0teknik pembersihan yang telah diajarkan sebelumnya.
(nstruksi pertama yang diberikan pada saat kunjungan yaitu pemberian sikat
gigi baru, pembersih interdental, dan disclosing agent. Pasien perlu ditunjukkan
bahwa dalam rongga mulutnya terdapat plak dengan menggunakan disclosing
agent karena plak tidak terlihat. 'etelah itu, peragaan &ara menyikat gigi yang
benar harus diperagakan oleh dokter gigi dan ditirukan oleh pasien langsung pada
mulutnya sampai benar. .okter gigi juga harus memberikan instruksi serta
memperagakan penggunaan dental floss dan alat bantu pembersihan interdental
lainnya sesuai dengan kebutuhan pasien.
. Metode Kontrol Plak Se3ara Mekanik
,etode kontrol plak se&ara mekanik merupakan suatu metode
pembersihan dental plak dan pen&egahan akumulasi plak pada gigi dan
permukaan gingival se&ara rutin dengan memanfaatkan daya gesekan dari suatu
4
alat. 'e&ara umum metode kontrol plak se&ara mekanik dapat dilakukan dengan
dua alat utama, yaitu sikat gigi dan dental floss.
.." Sikat gigi
'ikat gigi pertama kali dipatenkan pada tahun 14-2 di 5merika. Pada
umumnya sikat gigi memiliki desain dan ukuran yang beragam, seperti dalam hal
panjang, kekerasan, dan susunan bulu sikat gigi. Banyak sekali di&iptakan variasi
dalam peletakan bulu sikat, panjang bulu sikat, dan kekerasan bulu sikat oleh
berbagai industri sikat gigi, yang diharapkan dapat memberikan keunggulan
tertentu dalam pembersihan plak se&ara keseluruhan pada permukaan gigi. !amun
dari studi klinis yang dilakukan, didapatkan bahwa suatu desain sikat gigi
memiliki kemampuan pembersihan yang sama. +ntuk memaksimalkan
pembersihan plak, biasanya penggunaan sikat gigi dikombinasikan dengan bahan
abrasif kimiawi, seperti pasta gigi. !ewman, 2""#$
.."." Sikat gigi kon*ensional
6ang dimaksud dengan sikat gigi konvensional adalah suatu sikat gigi
yang penggunaannya tidak menggunakan bantuan sumber tenaga elektrik. 'ikat
gigi jenis ini lebih lama dikenal dan lebih banyak digunakan daripada sikat gigi
elektrik. Penggunaan sikat gigi konvensional sebaiknya dilakukan penggantian
se&ara periodi& setiap 7 3 bulan sekali, tujuannya untuk memelihara keefektifan
pembersihan sikat. !ewman, 2""#$
8ambar 2.1 Beberapa bentuk sikat gigi konvensional
9
". Desain sikat gigi kon*ensional
.esain sikat gigi konvensional pada umumnya memiliki bentuk kepala
sikat menyerupai huruf + yang tujuannya agar dapat men&apai area bukal,
lingual,dan permukaan oklusal:insisal saat dilakukan pembersihan plak
!ewman, 2""#$
/erdapat dua jenis bahan bulu sikat gigi, yaitu bahan alami dan buatan
sintetis$. 6ang termasuk dalam bulu sikat gigi alami adalah bulu babi dan
siwak. Penggunaan bulu babi sebagai bahan bulu sikat gigi kurang
menguntungkan karena bulu tersebut mudah berjumbai, pe&ah, dan kehilangan
elastisitas lebih &epat dibandingkan dengan bulu sikat gigi sintetis. 'edangkan
bulu sikat sintetis salah satunya adalah bulu sikat yang dibuat dari bahan
nilon. Bahan nilon dinilai lebih menguntungkan karena selain ukurannya yang
homogen, tidak mudah patah, tidah mudah kehilangan keelastisan, juga
&enderung tidak menimbulkan trauma pada gingival maupun permukaan akar,
tentunya dengan teknik pemakaian yang benar.
'ikat gigi dengan bulu sikat berbahan nilon merupakan produk bulu
sikat yang paling banyak dijumpai di pasaran yang umumnya dalam satu sikat
gigi terdapat 30) baris susunan bulu sikat nilon. %euntungan penggunaan
bahan nilon salah satunya adalah dapat diproduksinya bulu sikat dengan
diameter dengan tingkat kekerasan tertentu untuk keperluan dan target pasaran
tertentu. 'e&ara umum, bulu sikat dibagi menjadi 3 berdasarkan tingkat
kekerasannya, yaitu bulu sikat hard ; "."1) in&hi < ".) mm$, medium ;
"."12 in&hi < ".3 mm$, dan soft ; ".""2 in&hi < ".2 mm$ !ewman, 2""#$
. Metode &enyikat gigi
'e&ara umum, metode menyikat gigi dibedakan berdasarkan pola
gerakan yang diperagakan saat membersihkan plak, yaitu 1$ roll metode roll,
teknik modifikasi 'tillman$, 2$ vibratory teknik 'tillman, 3harter, Bass$, 3$
circular teknik =ones$, )$ vertical teknik >eonard$, -$ horizontal teknik
'&rub$. Berikut ini akan diuraikan mengenai beberapa teknik menyikat gigi1
!ewman, 2""#$
1"
a$ ,etode ?oll
>etakkan kepala sikat sejajar dengan bidang oklusal
Bulu sikat men&akup 3 gigi paling distal dengan posisi menempel pada
gigi dan gingival dengan kemiringan )-o ke arah apikal.
>akukan gerakan memutar pada bidang oklusal gigi, sebanyak 4 kali
putaran di tiap region.
+ntuk gigi anterior pada sisi lingual maupun fasial, sikat gigi
digerakkan sejajar dengan sumbu panjang gigi.
+ntuk area oklusal, sikat gigi digerakkan maju mundur
,etode tersebut di atas dapat diaplikasikan pada rahang atas maupun
rahang bawah.
b$ /eknik ,odifikasi 'tillman
5tur peletakan ujung bulu0bulu sikat sebagian pada servikal gigi, dan
sebagian lainnya pada gingival.
Bulu sikat diarahkan miring ke apikal terhadap sumbu panjang gigi.
Beri tekanan lateral pada margin gingival, dengan 2" kali stroke
pendek maju dan mundur, sekaligus men&akup arah koronal di
sepanjang attached gingival dan permukaan gigi.
+ntuk membersihkan gigi insisif pada sisi lingual, handle sikat
dipegang se&ara vertikal.
+ntuk membersihkan area oklusal dari gigi0gigi molar dan premolar,
sikat diposisikan tegak lurus bidang oklusal, dimasukkan ke dalam
grooves, interproksimal, dan embrasur gigi tersebut.
/eknik ini diperuntukkan bagi penderita dengan resesi gingival dan
area akar gigi yang terbuka.
&$ /eknik Bass
/empelkan bulu sikat pada margin gingival dengan kemiringan )-
o
terhadap sumbu panjang gigi
%emudian masukkan ujung0ujung bulu sikat tersebut ke dalam sulkus
dan area interproksimal gigi
11
5rea yang dijangkau bulu sikat pada tiap posisi sekitar 3 gigi dan
dimulai dari gigi yang terletak paling distal
>akukan vibrasi halus dan pendek disertai gerakan maju mundur
Pada tiap posisi penyikatan diberikan stroke sebanyak 2" kali
Pembersihan terpusat pada area 1:3 servikal mahkota klinis, sulkus
gingival, dan area interproksimal gigi
+ntuk gigi anterior, gerakan penyikatan dilakukan pada area servikal
dengan gerakan yang sama dengan area posterior
+ntuk area oklusal gigi, berikan tekanan yang kuat dan dalam pada pit
dan fissure, dengan stroke pendek dan gerakan maju mundur.
/eknik Bass merupakan teknik yang paling banyak direkomendasikan
karena teknik ini menekankan pada peletakan sulkuler dari bulu sikat
8ambar 2.2 5plikasi teknik Bass dilihat dari aspek labial.
d$ /eknik 3harter
>etakkan bulu sikat gigi menghadap rahang dengan kemiringan )-
o
terhadap sumbu panjang gigi
'edangkan sisi samping dari bulu sikat terletak pada gingival.
>akukan vibrasi maju dan mundur, tujuannya untuk memijat gingival.
+ntuk area oklusal, bulu sikat diletakkan pada pit dan fissure,
kemudian berikan stroke pendek maju dan mundur
/eknik ini merupakan teknik untuk membersihkan plak lunak dan
pemijatan gingival.
12
..". Sikat gigi elektrik
'ikat gigi elektrik mulai dikenal sejak tahun 1939. Prinsip penggunaan
sikat gigi elektrik adalah memanfaatkan energy akustik dengan frekuensi rendah
se&ara dinamik, sehingga mempermudah pembersihan plak melalui ujung0ujung
bulu sikat yang digerakkan. 8etaran yang dihasilkan oleh sikat gigi elektrik dapat
mempengaruhi perlekatan bakteri pada permukaan oral dan mempengaruhi
viabilitas bakteri. /ekanan hidrodinamik yang dihasilkan oleh sikat gigi elektrik
dapat membersihkan plak pada jarak yang berdekatan dengan ujung bulu sikat,
sehingga meningkatkan pembersihan plak terutama pada area interproksimal gigi
!ewman, 2""#$
Penggunaan sikat gigi elektrik biasanya diperuntukkan bagi1 1$ anak0anak
dan remaja, 2$ anak0anak dengan keterbatasan fisik maupun mental, 3$ pasien
rawat inap, termasuk orang0orang tua yang membutuhkan bantuan orang lain
untuk membersihkan gigi, )$ pasien pengguna peranti ortodontik &ekat
!ewman, 2""#$
8ambar 2.3 5plikasi sikat gigi elektrik
". Desain sikat gigi
.esain sikat gigi elektrik yang paling banyak dijumpai memiliki kepala
sikat berbentuk bulat dengan gagang sikat yang ramping yang tersambung
dengan motor penggerak. Bulu sikat yang digunakan berbahan nilon, dengan
variasi kekerasan bulu sikat diameter bulu sikat$ yang sama pada sikat gigi
13
konvensional. Penggunaan sikat gigi elektrik dapat bertahan hingga -0# bulan
!ewman, 2""#$.
. Metode &enyikat gigi
.engan bervariasinya gerakan yang dihasilkan oleh sikat gigi elektrik,
tidak dibutuhkan tehnik spesifik dalam penggunaannya. Pengguna sikat gigi
elektrik hanya perlu untuk mengkonsentrasikan penempatan kepala sikat
disepanjang perbatasan permukaan gigi dengan margin gingival dan
menggerakkan se&ara otomatis menyeluruh pada permukaan gigi !ewman,
2""#$.
..".$ Sikat gigi interdental
'ikat gigi interdental merupakan suatu sikat gigi yang diperuntukkan
spesifik untuk membersihkan plak pada area interproksimal gigi berdesakan
ataupun gigi0gigi dengan ruang interdental yang besar.
8ambar 2.) Beberapa ma&am sikat gigi interdental
". Desain sikat gigi
'ikat gigi interdental berbentuk cone atau sikat silindris yang bulu
sikatnya menjulang pada satu handle saja.
. Metode &enyikat gigi
Penggunaan sikat gigi interdental tidak memiliki teknik tertentu. Bulu
sikat interdental dimasukkan melalui &elah interproksimal gigi dan digerakkan
maju mundur dengan stroke pendek linguo0fasial. !ewman, 2""#$
1)
.. Dental 1loss
.ental floss merupakan suatu alat yang direkomendasikan untuk
membersihkan plak pada permukaan proksimal gigi. .ental floss yang beredar di
pasaran terbuat dari multifilament nilon, baik yang dililit atau tanpa lilit, terikat
atau tak terikat, berlapis lilin atau tidak, dan nilon tebal atau yang tipis. !amun
dari studi klinis didapatkan bahwan variasi dari tipe nilon dari dental floss
memiliki kemampuan pembersihan plak yang sama. Pemilihan dental floss
tergantung pada kekuatan kontak dengan gigi, kekerasan permukaan proksimal
gigi, dan keterampilan penggunaan oleh penderita. !ewman, 2""#$
8ambar 2.- /eknik pemegangan dental floss
/eknik penggunaan dental floss meliputi1 1$ 5mbil salah satu dental floss
kemudian rentangkan dengan ibu jari dan jari telunjuk, 2$ ,asukkan dental floss
dengan menelusuri permukaan gigi pada bagian proksimal sampai dengan area
marginal se&ara perlahan0lahan, 3$ +langi kembali gerakan tersebut, kemudian
pindahkan menuju distal dari gigi depannya. )$ apabila dental floss rusak atau
kotor, ganti dengan dental floss yang baru. !ewman, 2""#$
.$ Metode Kontrol Plak 4Ki&ia5i6
'ampai saat ini, kontrol plak masih mengandalkan pada pembersihan
se&ara mekanis. ,eskipun telah dikembangkan bahan0bahan kimia yang bersifat
anti plak. Hasil0hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol plak se&ara kimiawi
hanyalah sebagai penunjang dan bukan sebagai pengganti kontrol plak se&ara
mekanis.
1-
,etode kontrol plak se&ara kimiawi adalah dengan memakai bahan kumur
atau pasta gigi pada umumnya mengandung senyawa aktif anti bakteri untuk
men&egah terjadinya plak misalnya pada pasien periodontal dengan letak gigi
yang berjejal.
.$." Pasta (igi
Pasta gigi digunakan untuk membantu dalam membersihkan dan memoles
permukaan gigi, serta memberikan kesehatan untuk gigi dan gingiva. Pasta gigi
pada umumnya mengandung bahan anti plak dan anti desensitisasi, 'elain itu,
pasta gigi juga mengandung bahan pembersih, bahan abrasif kalsium karbonat,
kalsium fosfat, sodium bikarbonat, sodium klorida, sodium oksida, silikat$,
detergen sodium, sodium laurel sulfat, sodium sarkosilat$, bahan lain 1 humektan
gliserin, sorbitol$, air, bahan pengental kaboksimetillulosa, alginat, amilosa$,
bahan perasa dan pewarna !ewman, 2""#$.
.alam beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
kombinasi triklosan dengan sitrat seng lebih efektif dalam menghambat
pembentukan plak dan gingivitis dibandingkan dengan kombinasi lainnya.
/riklosan mempunyai efek penghambat yang sedang terutama terhadap bakteri
anaerob negative, sedangkan sitrat seng tidak begitu efektif. !amun kombinasi
antara triklosan dengan sitrat seng memberikan efek anti bakteri yang lebih kuat,
diduga karena triklosan akan memperkuat efek dari sitrat seng dengan jalan
mengurangi absorbsi !ewman, 2""#$.
Pasta gigi yang digunakan untuk desensitisasi berupa pasta gigi dengan
kerja menyumbat tubulus dentin dengan kandungan stronsium klorida
sensodyne$, natrium monofluorofosfat &olgate$, dan formaldehid thermodent$,
pasta gigi dengan kerja mengurangi eksitabilitas saraf yang mengandung kalium
nitrat dengue$, dan pasta gigi dengan aksi ganda yang mengandung kalium nitrat
dan natrium monofluorofosfat sensodyne0f$ !ewman, 2""2$.
Pasta gigi dapat meningkatkan keefektifan penyikatan tetapi dapat
menyebabkan kemungkinan abrasi minimum pada permukaan gigi karena pasta
gigi juga mengandung bahan abrasif seperti silicon oxides, aluminium oxides, dan
granular polyvinyl chlorides. Pasta gigi harus &ukup abrasive sebagai pembersih
1#
dan pemoles, aman, serta tahan terhadap permukaan gigi dan tambalan halus.
Pasta gigi yang mengandung fluoride dan anti mikroba memberikan manfaat
dalam mengontrol karies dan gingivitis !ewman, 2""#$.
.$. Irigasi Oral
5lat irigasi oral berfungsi untuk membersihkan debris dan bakteri yang
melekat. 5lat irigasi oral yang digunakan oleh pasien periodontal di rumah dapat
berupa semprotan tekanan tinggi atau stabil. 5lat irigasi oral ini lebih efektif
untuk pembersihan daerah interdental daripada sikat gigi dan obat kumur.
Penggunaan alat irigasi oral akan lebih efektif bila digunakan kombinasi dengan
alat atau bahan yang lain, misalnya bahan antiseptik seperti &hlorhe@idine
!ewman, 2""#$.
5lat irigasi oral untuk supragingiva yang paling sering digunakan yaitu
convensional plastic tips dengan lipatan 9"
"
pada tip, dilekatkan pada pompa yang
mengeluarkan titik0titik air yang berdenyut dengan ke&epatan yang diatur dengan
dial. Pasien diinstruksikan untuk mengarahkan semprotan air melewati proksimal
papilla, ditahan selama 1"01- detik, kemudian mengikuti sepanjang margin
gingiva sampai pada daerah proksimal berikutnya se&ara berulang. (rigator
sebaiknya digunakan dari permukaan bukal dan lingual. Pasien dengan radang
pada gingiva biasanya dimulai dengan tekanan yang rendah dahulu kemudian
tekanan ditingkatkan sampai medium senyaman pasien utnuk meningkatkan
kesehatan jaringan periodontal. Beberapa pasien senang menggunakan peralatan
ini pada setting tekanan yang paling tinggi dan tidak ada laporan yang merugikan
tentang hal ini, sehingga aman digunakan. (rigasi supragingiva dengan
menggunakan &airan antiseptik, &hlorhe@idine, dalam waktu # bulan menunjukkan
hasil signifikan yaitu menurunnya inflamasi gingival !ewman, 2""#$.
12
8ambar 2.# (rigasi supragingiva
+ntuk mengirigasikan bahan anti plak berupa &airan ke daerah subgingiva
digunakan alat irigasi mulai alat yang sederhana berupa alat suntik biasa yang
jarumnya dibengkokkan dan ujungnya ditumpulkan, sampai alat untuk irigasi
khusus yang diproduksi pabrik. +mumnya pasien periodontal menggunakan soft
rubber tip untuk prosedur kontrol plak di rumah karena alat ini dapat dimasukkan
ke dalam poket periodontal, sehingga tekanan dan aliran air tidak terlalu keras.
Soft rubber tip sebaiknya dimasukkan ke dalam poket periodontal dan area furkasi
sedalam 3 mm jika memungkinkan, dan setiap poket harus dibersihkan selama
beberapa detik.
(rigasi subgingiva tidak saja dilakukan oleh dokter gigi di klinik tetapi
juga bisa dilakukan pasien sehari0hari di rumah. .asar pemikiran bagi irigasi
subgingiva adalah bahwa &ara berkumur0kumur, sikat gigi, dan penggunaan
dental floss tidak efektif men&apai subgingiva. Pada kasus0kasus periodontitis
justru mikroorganisme subgingiva yang harus disingkirkan dalam rangka
mengontrol inflamasi yang terjadi masih terus dilakukan penelitian. Pasien dengan
premedikasi antibiotik untuk prosedur ini sebaiknya tidak menggunakan alat
irigasi subgingiva.
8ambar 2.2 Soft rubber tip untuk irigasi subgingiva
.$.$ O+at Ku&ur
14
Abat kumur yang telah mendapat rekomendasi dari 5meri&an .ental
5sso&iation yaitu &ampuran fenol minyak eukaliptol dan golongan &hlorhe@idine
dari golongan bisguanida !ewman, 2""#$.
3hlorhe@idine merupakan derivat bisBuanid dan yang umumnya
digunakan dalam bentuk glukonatnya. 3hlorhe@idine memiliki anti bakteri dengan
spektrum luas, efektif terhadap gram positif dan gram negatif, walaupun
efektifitasnya lebih rendah. 3hlorhe@idine sangat efektif mengurangi radang
gingiva dan akumulasi plak. Cfek anti plak &hlorhe@idine tidak hanya
bakteriostatik tetapi juga mempunyai daya lekat yang lama pada permukaan gigi
sehingga memungkinkan efek bakterisid. .engan demikian akumulasi plak dapat
di&egah , sehingga mengurangi terjadinya gingivitis =auDa, 2"12$.
Berbagai per&obaan klinis menggunakan obat kumur mengandung
&hlorhe@idine telah banyak dilakukan dan ternyata berpengaruh terhadap
gingivitis dan periodontitis. Pembentukan plak dapat di&egah dengan berkumur
larutan &hlorhe@idine ",2E dan tidak tampak tanda0tanda radang gingiva setelah
beberapa minggu walaupun tanpa membersihkan mulut se&ara mekanis.
3hlorhe@idine mengikat kelompok asam anonik dari glikoprotein saliva sehingga
pembentukan pelikel akuid terhambat. Hal ini menghambat kolonisasi bakteri
plak. 3hlorhe@idine mengikat plasma polisakarida yang menyelubungi bakteri
atau langsung berikatan dengan dinding sel bakteri. (katan dengan polisakarida
akan menghambat adsorbs bakteri ke permukaan gigi. 'ebaliknya ikatan
&hlorhe@idine langsung dengan sel bakteri menyebabkan perubahan struktur
permukaan yang pada akhirnya menyebabkan pe&ahnya membran sitoplasma
bakteri, serta mengendapkan faktor0faktor aglutinasi asam dalam saliva dan
menggantikan kalsium yang berperan merekatkan bakteri membentuk massa plak
=auDa, 2"12$.
,eskipun &hlorhe@idine dinilai efektif sebagai bahan anti plak, tetapi
bahan ini mempunyai kelemahan berupa pembentukan stain pada permukaan gigi
maupun mukosa. Aleh sebab itu, penggunaannya hanya diindikasikan untuk
jangka pendek sampai 2 minggu$ !ewman, 2""#$.
Abat kumur yang mengandung &ampuran fenol0minyak essensial
mengandung bahan aktif berupa timol dan eukaliptol. ,ekanisme kerja timol
19
adalah menghan&urkan dan mengendapkan dinding sel bakteri. ,inyak eukaliptol
bekerja dengan jalan menghambat perlekatan bakteri ke permukaan gigi
!ewman, 2""#$.
.0 E*aluasi kontrol %lak
'alah satu kegiatan penting dalam keberhasilan kontrol plak seseorang
adalah dilakukannya evaluasi kontrol plak oleh dokter gigi maupun periodontis.
Cvaluasi kontrol plak tersebut bertujuan untuk melihat keberhasilan klinisi dalam
memberikan motivasi, edukasi, dan instruksi yang tepat dan diterapkan se&ara
rutin oleh penderita, bukan untuk menghilangkan plak saja tetapi lebih kepada
tindakan pen&egahan terhadap suatu kelainan periodontal. !ewman, 2""#$
.0." Penggunaan dis3losing agent
Penggunaan dis&losing agent dapat digunakan sebagai evaluasi klinis
terhadap kebersihan gigi penderita. .is&losing agent merupakan suatu larutan
yang diaplikasikan pada permukaan gigi dan dapat memberikan pewarnaan
terhadap deposit bakteri pada permukaan gigi yang diulasi larutan tersebut.
!ewman, 2""#$
.0. S3oring syste&
'&orring system merupakan suatu sistem penilaian se&ara periodi& yang
dilakukan oleh dokter gigi atau periodontis untuk memberikan gambaran terhadap
peningkatan keberhasilan suatu perawatan periodontal ataupun untuk melihat
besar faktor resiko dari suatu kambuhan kelainan periodontal. (ndeks yang
digunakan dokter gigi atau periodontis dalam memberikan s&orring pada
kesehatan periodontal penderita meliputi plaBue &ontrol re&ord dan bleeding point
inde@.
". Pla7ue 8ontrol Re3ord
.ikenal juga sebagai (ndeks AF>eary, merupakan suatu tindakan
evaluasi kontrol plak dengan menggunakan larutan dis&losing atau tablet, dan
memeriksa tiap permukaan gigi ke&uali permukaan oklusal$ untuk melihat
2"
keberadaan plak yang ter&at di dentogingival jun&tion. Plak yang ter&at, di&atat
pada sebuah kotak yang yang dibagi menjadi ) bagian yang mewakili sisi
permukaan gigi.
+ntuk penghitungannya, terlebih dahulu dihitung jumlah total
keseluruhan gigi yang terdapat plak, kemudian nomor indeksnya
dikalkulasikan untuk men&ari presentasi dari permukaan plak dengan jumlah
seluruh permukaan, kemudian dikalikan 1"". !ewman, 2""#$
. ,leeding Point Inde9
Bleeding point indeks merupakan suatu evaluasi perdarahan gingival
disekitar masing0masing gigi penderita. /eknik pemeriksaan Bleeding point
inde@, meliputi1 1$ ?etraksi pipi penderita, kemudian tempatkan periodontal
probe 1 mm ke dalam sulkus atau poket pada aspek distal dari gigi yang paling
posterior di setiap kuadran, 2$ 8erakkan probe perlahan di sepanjang sulkus
hingga ke area mesial interproksimal dari aspek fasial, 3$ >akukan tahap yang
sama pada gigi0gigi lain di tiap kuadran, )$ /unggu 3" detik, kemudian &atat
perdarahan yang terjadi pada sisi distal, fasial, dan mesial, -$ >akukan probing
dari aspek lingual dan palatal !ewman, 2""#$.
Prosentase dari jumlah permukaan perdarahan dikalkulasi dengan
membagi jumlah permukaan yang mengalami perdarahan dengan jumlah total
permukaan gigi ) sisi tiap gigi$, kemudian dikalikan 1"" untuk
mengkonversikan hasil tersebut ke dalam bentuk persen !ewman 2""#$
21
,A, $
PEN)T)P
$." Kesi&%ulan
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa kontrol
plak pada pasien periodontal dapat men&egah akumulasi plak pada permukaan
gigi dan gingiva. %ontrol plak merupakan prosedur yang dilakukan oleh pasien di
rumah dengan tujuan untuk menyingkirkan dan men&egah penumpukan plak dan
deposit lunak materi alba dan debris makanan$ dari permukaan gigi dan gingiva
sekitarnya. .
$. Saran
.iharapkan penulis selanjutnya dapat menjelaskan lebih detail mengenai
kontrol plak pada pasien periodontal agar wawasan bagi pemba&a menjadi
semakin luas.
19
22
DA'TAR P)STAKA
=auDa, ?. 2"12. Obat Kumur. 5vailable at
http1::www.s&rib.&om:do&:2)44)149:obat0kumur. 5&&essed on 3 =ebruary
2"12.
!ewman, ,8., /akei, HH., 3aranDa, =5. 2""2. 3arranDaFs G 3lini&al
Periodontology. 9
th
edition. Philadelpia1 H.B. 'aunders 3ompany.
!ewman, ,8., /akei, HH., 3aranDa, =5., %lokkevold, P?. 2""#. 3arranDaFs G
3lini&al Periodontology. 1"
th
edition. Philadelpia1 H.B. 'aunders 3ompany.