Anda di halaman 1dari 3

Hiperglikemia

Hiperglikemia merupakan suatu keadaan yang mana jumlah glukosa yang


berlebihan beredar dalam darah. Hiperglikemia juga disebut gula darah tinggi.
Asal kata: Yunani hyperglycemia (hyper = kelebihan, glic = gula, emia =
yang berhubungan dengan darah)
Umumnya terjadi ketika kadar glukosa darah lebih dari 11,1 mmol/L (200
mg/dL), namun gejalanya akan tampak jika kadar glukosa darah mencapai 15 20
mmol/L (~250 300 mg/dL)

<70 mg/dL 80 110 mg/dL
(4-6 mmol/L)
>110 mg/dL 126 mg/dL (7
mmol/L)
Hipoglikemia Normal
(umum = 80
mg/dL)
Hiperglikemia
(>8 mmol/L =
akut)
Diabetes

Orang dewasa yang puasa harus memiliki kadar gula darah tidak lebih dari 126
mg/dL.

Akibat
- Kerusakan pembuluh darah dan organ yang dipasoknya
- Komplikasi diabetes
Hiperglikemia kronis
- Kerusakan ginjal
- Kerusakan neurologis (saraf)
- Kerusakan kardiovaskuler (pernapasan)
- Kerusakan retina
- Kerusakan alat gerak bawah (tungkai dan kaki)
Hiperglikemia jangka lama
- Neuropati diabetik
Hiperglikemia akut
- Diuresis osmotik (memproduksi lebih banyak urin), terlihat pada penderita
diabetes yang tergantung pada jumlah insulin yang tidak dikontrol

Tanda dan Gejala
Hiperglikemia sementara terkadang tidak berbahaya dan tanpa gejala.
- Polifagia = sering lapar, terutama tingkat lapar yang berat
- Polidipsia = sering haus, terutama tingkat haus yang berat
- Poliuria = penambahan jumlah urinasi (urin), tetapi bukan frekuensi urinasi
Tiga gejala di atas merupakan gejala umum hiperglikemia
- Glukosuria
- Pandangan kabur
- Kelelahan (seing mengantuk)
- Kehilangan berat badan
- Penyembuhan yang lambat
- Mulut kering
- Kulit kering atau gatal
- Rasa geli pada kaki atau tumit
- Impoten
- Infeksi berulang, terutama infeksi telinga bagian luar
- Detak jantung tidak berirama
- Sering pingsan
- Koma
- Serangan jantung

Sering lapar tanpa gejala lain mungkin merupakan tanda hipoglikemia.

Ketoasidosis diabetik
- Ketoasidosis
- Hiperventilasi Kussmaul: nafas berat tapi cepat
- Pusing atau penurunan kesadaran
- Dehidrasi akibat glukosuria (pembuangan glukosa melalui urin) dan
diuresis osmostik
- Lapar dan/atau haus akut
- Bau nafas seperti buah
- Penurunan fungsi kognitif, disertai penambahan rasa sedih dan gelisah

Penyebab
Diabetes mellitus
Hiperglikemia kronis yang tetap terjadi walaupun dalam keadaan puasa
kemungkinan disebabkan oleh diabetes mellitus, dimana hiperglikemia
kronis merupakan sifat penentu penyakit diabetes mellitus. Hiperglikemia
yang sering terjadi dalam waktu sebentar kemungkinan menunjukkan
gejala pradiabetes. Hiperglikemia akut mungkin menunjukkan diabetes
yang semakin parah atau penyakit lainnya.
Jenis diabetes mellitus
o Tipe 1 = rendahnya kadar insulin
o Tipe 2 = resistensi terhadap insulin
Penyebab utama hiperglikemia oleh diabetes mellitus = kegagalan insulin
dalam merubah gula darah menjadi glikogen
Obat
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan hiperglikemia, seperti:
kortikosteroid, oktreotida, epinephrine, niasin, pentamidin
Penyakit kritis
Beberapa penderita penyakit stres akut seperti stroke dan serangan jantung
mengalami hiperglikemia, tanpa adanya mengalami penyakit diabetes.
(atau sebaliknya, stoke atau serangan jantung dapat diakibatkan oleh
hiperglikemia dan diabetes yang tidak terdeteksi). Hiperglikemia yang
disebabkan oleh stres memiliki resiko kematian yang cukup besar setelah
stroke dan serangan jantung.
Beberapa keadaan yang juga dapat menyebabkan hiperglikemia tanpa
adanya diabetes
o Gangguan kelenjar tiroid, adrenal, dan pituitari.
o Beberapa penyakit pada pankreas
o Infeksi tertentu
o Penyakit intrakranial, seperti encephalitis, tumor otak (dekat
kelenjar pituitari), pendarahan otak, dan meningitis.
Kebanyakan makan atau kurang berolahraga
Stres dari penyakit seperti demam dan flu


Akibat
Ketoasidosis = keadaan yangmana tubuh tidak dapat menggunakan
glukosa sehingga memecah lemak untuk energi dan menghasilkan badan
keton
Gejala
o Nafas pendek
o Nafas berbau buah
o Nausea dan muntah
o Mulut sangat kering
Hiperglikemia kronis melukai jantung tanpa adanya riwayat penyakit
jantung atau diabetes serta sering dikaitkan dengan serangan jantung dan
kematian tanpa adanya penyakit jantung koroner atau riwayat gagal
jantung.

Penyembuhan
Penghilangan penyebab dasar, seperti diabetes. Hiperglikemia akut dapat
disembuhkan dengan pemberian insulin. Hiperglikemia parah dapat disembuhkan
dengan terapi hipoglisemik oral dan pengaturan gaya hidup