Anda di halaman 1dari 6

COLON IN LOOP

Colon in loop, adalah pemeriksaan radiografi dari usus besar (colon) dengan
menggunakan bahan kontras yang dimasukkan per anal. Pemeriksaan ini termasuk barium
enema.dan memerlukan persiapan pasien.
Tujuan pemeriksaan colon in loop adalah untuk menggambarkan usus besar yang berisi
kontras media, sehingga dapat memperlihatkan anatomi dan kelainan-kelainan yang terjadi baik
pada mucosanya maupun yang terdapat pada lumen khusus.

Anatomi Kolon

Kolon merupakan bagian paling distal dari tractus digestivus. Panjangnya sekitar 1,5 2
m. Diameter sekitar 6,5 cm pada daerah caecum.
Terbagi atas :
Colon Ascendens
Colon Transversum
Colon Descendens
Colon Sigmoid
Secara embriologis, kolon berkembang sebagian dari midgut (kolon ascendens sampai
proksimal kolon transversum) dan sebagian dari hindgut (kolon transversum distal sampai kolon
sigmoid). Pada foto polos abdomen, kolon terlihat terisi dengan udara dan feses. Kolon
diidentifikasi dengan haustra (sakulasi irreguler incomplete).
Terdapat 3 flexura:
Flexura Hepatica : Di bawah hati, peralihan dari colon ascendens ke colon
transversum.
Flexura Linealis : Di bawah pancreas, peralihan dari colon transversum ke colon
descendens.
Flexura Sigmoidea : Peralihan dari colon descendens ke colon sigmoid.
Juga terdapat diverticulum pada caecum yang disebut appendiks.

Indikasi Pemeriksaan colon in loop
Colitis : Peradangan / Imflamasi pada mucosa colon.
Polyp,lesi,tumor,carcinoma.
Diverticulitis.
Megacolon.
Invaginasi yaitu masuknya lumen usus bagian proximal ke dalam lumen usus bagian
lebih distal yang diameternya lebih besar, pemeriksaan ini dilakukan pada pasien anak-
anak, sifatnya sebagai tindakan terapi.
Kontraindikasi Pemeriksaan colon in loop
Perforasi
Obstruksi
Keadaan Umum pasien buruk
Metode Pemeriksaan
Metoda Kontras Tunggal
Metoda Kontras ganda
Satu tahap
Dua Tahap
Kontras Media:
Kontras media positif Barium Sulfat dengan viscositas 1:8, Kontras media negative (Udara).
Metoda satu tahap : Pemasukan kontras media negative dilakukan setelah pemasukan
kontras media poitif tanpa evakuasi terlebih dahulu.
Metoda dua tahap : Pemasukan kontras media negative dilakukan setelah pemasukan
kontras media positif setelah evacuasi terlebih dahulu.

Radiographic Positioning
PA / AP
RAO
LAO
LPO / RPO
LATERAL RECTUM
RLD
LLD
PA POST EVACUATION
AP AXIAL / AP AXIAL OBLIQUE ( LPO ) ( BUTTERFLY )
PA AXIAL / PA AXIAL OBLIQUE ( RAO ) ( BUTTERFLY )

10 Posisi Menurut "Miller"
Posisi AP untuk melihat fleksura lienalis dan hepatica
Posisi lateral untuk melihat rectum
Posisi AP dg penyudutan 15 25 derajat chepalad untuk melihat rectum
RPO dg penyudutan 15 25 untuk melihat fleksura lienalis
Right Lateral untuk melihat rectum
Prone untuk melihat fleksura lienalis dan fleksura hepatica
PA dengan penyudutan 15 25 derajat untuk melihat rectum
LPO dengan sudut 15 25 derajat untuk melihat fleksura hepatica
AP dengan oblique 2 3 derajat untuk melihat daerah ileosaekal
AP dg sinar horizontal untuk melihat fleksura lienalis dan hepatica.






Gambaran Radiologi Colon in Loop


colon in loop PA

colon in loop RAO

colon in loop LAO

lateral

LPO

RAO