Anda di halaman 1dari 3

Nyeri Pinggang

Pendahuluan
Nyeri pinggang merupakan masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan di negara
maju dan merupakan masalah kesehatan yang paling sering ditemukan di layanan kesehatan
primer. Nyeri pinggang biasanya digambarkan sebagai nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan
yang terlokalisir di batas bawah kosta dan di atas lipatan gluteus inferior, dengan atau tanpa rasa
nyeri yang menjalar ke kaki (sciatica).
Diagnosis dan Klasifikasi
Berdasarkan Patofisiologi:
 Nyeri Pinggang Spesifik (Specific low back pain): gejala yang disebabkan oleh mekanisme
patofisiologi yang spesifik, seperti hernia nuclei pulposi (HNP), infeksi, osteoporosis,
rheumatoid arthritis, fraktur, atau tumor. Dalam praktek klinis, adanya bendera merah (red flag)
merupakan indikasi adanya proses patologi yang mendasari, termasuk masalah akar saraf.
 Nyeri Pinggang Non Spesifik (Non-specific low back pain): gejala tanpa penyebab spesifik
yang jelas. Sekitar 90% nyeri pinggang masuk dalam kategori ini. Diagnosisnya berdasarkan
eklusi dari patologi spesifik.
Diagnosis Triase:
 non-specific low back pain
 radicular syndrome
 specific pathology
Berdasarkan Durasi (Waktu):
 Nyeri Pinggang Akut: bila menetap kurang dari 6 minggu.
 Nyeri Pinggang Sub-akut: antara 6 minggu sampai 3 bulan.
 Nyeri Pinggang Kronis: bila lebih dari 3 bulan.
Red flags:
 Onset usia <20 atau >55 tahun
 Nyeri non-mekanik (tidak berhubungan dengan waktu atau aktivitas)
 Nyeri thorax
 Riwayat karsinoma, penggunaan steroid, HIV
 Merasa kurang sehat
 Penurunan berat badan
 Gejala neurologis yang luas
 Deformitas struktur tulang belakang
Indikasi masalah pada akar saraf:
 Nyeri kaki yang unilateral > nyeri pinggang
 Nyeri menjalar ke kaki atau jari kaki
 Mati rasa dan kesemutan yang sesuai dengan peta dermatom
 Reflek kaki yang menurun
 Positive straight leg raising test (akar saraf L4-S1)
 Positive femoral stretch test (akar saraf L2-L4)
 Nyeri kaki diperberat dengan batuk, bersin, atau Valsalva manoeuvre
Faktor Prognostik (yellow flags):
 Faktor yang berhubungan dengan pekerjaan
 Stres psikososial
 Mood yang depresif
 Beratnya nyeri dan pengaruh ke fungsional
 Episode nyeri pinggang sebelumnya
 Laporan gejala yang ekstrim
 Harapan pasien
Imaging
Penggunaan imaging hanya ditujukan pada nyeri pinggang dengan red flags. Computed
tomography (CT) sebanding denganmagnetic resonance imaging (MRI) untuk mendiagnosis
herniasi diskus lumbalis dan stenosis. MRI lebih akurat untuk kasus-kasus infeksi dan
keganasan.
Faktor Risiko
 Individu
 Kejadian: Usia; aktivitas fisik; kelemahan otot abdomen dan pinggang; merokok
 Kronisitas: Obesitas; tingkat pendidikan yang rendah; disabilitas dan nyeri yang berat
 Psikososial
 Kejadian: Stress; cemas; mood atau emosi yang negatif; fungsi kognitif yang jelek; pain
behaviour
 Kronisitas: Distress; mood yang depresif; somatisasi
 Okupasional
 Kejadian: Mengangkat material secara manual; membungkuk dan memutar; getaran seluruh
tubuh; tidak puas pada pekerjaan; tugas yang monoton; dukungan sosial dan hubungan kerja
yang jelek
 Kronisitas: Tidak puas pada pekerjaan; tidak tersedianya tugas yang ringan ketika kembali
bekerja; pekerjaan yang memerlukan aktivitas mengangkat selama 3/4 hari
Penatalaksanaan
Nyeri Pinggang Akut
 Bermanfaat: Saran untuk tetap aktif, non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs)
 Ada pengaruh: Muscle relaxants
 Mungkin bermanfaat: Manipulasi spinal, behaviour therapy, program penatalaksanaan
multidisiplin (untuk nyeri pinggang sub-akut)
 Tidak diketahui: Analgesics, acupuncture, back schools, epidural steroid injections, lumbar
supports, massage, multidisciplinary treatment (for acute low back pain), transcutaneous
electrical nerve stimulation, traction, temperature treatments, electromyographical biofeedback
 Mungkin kurang bermanfaat: Specific back exercises
 Tidak efektif atau berbahaya: bed rest
Nyeri Pinggang Kronis
 Bermanfaat: Exercise therapy, Intensive multidisciplinary treatment programmes
 Ada pengaruh: Muscle relaxants
 Mungkin bermanfaat: Analgesics, acupuncture, antidepressants, back schools, behaviour
therapy, NSAIDs, spinal manipulation
 Tidak diketahui: Epidural steroid injections, EMG biofeedback, lumbar supports, massage,
transcutaneous electrical nerve stimulation, traction, local injections
 Tidak efektif atau berbahaya: Facet joint injections
Daftar Pustaka
 Koes BW, van Tulder MW, Thomas S. Clinical review: Diagnosis and treatment of low back pain.
BMJ 2006;332:1430–4.