Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

PENGUKURAN DASAR PADA BENDA PADAT

Disusun Oleh :
1. Asep Koharudin
(065113339)
2. Jimas Barep P. P
(065113349)
3. Fendy Irwansyah
(065113327)
Kelompok Kelas J
Tanggal Praktikum :
16 Oktober 2013
Asisten Dosen :
1. Anggun A Sulis S.si
2.
Entus
3.
Mentari

LABORATORIUM FISIKA
PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mempelajari dan menggunakan alat-alat ukur
2. Menentukan volume dan massa jenis zat padat
3. Menggunakan teori ketidakpastian

Maka dari itu mahasiswa diharapkan dapat menentukan volume dan massa jenis beberapa zat
padat. Hingga pada akhirnya dengan dilakukannya percobaan inihasil perhitungan yang
dilakukan dapat diperbandingkan dengan teori-teori yang terkait dengan percobaan yang
dilakukan, apakah percobaan yang dilakukan dapat dipastikan sesuai atau bahkan jauh
melenceng dari teori yang ada.
1.2

DASAR TEORI

Besaran dan Satuan


Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran
(besar) dan satuan. Sedangkan satuan adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai pembanding
dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) merupakan satuan hasil konferensi para ilmuwan di
Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Berdasarkan satuannya besaran dibedakan
menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
1.
Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang
lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu
berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok bersifat bebas, artinya tidak bergantung
pada besaran pokok yang lain.
Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya.
Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua
besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan
dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi.

Berdasarkan table bahwa dapat diketahui dimensi tertentu dari suatu benda, misalkan untuk
mengetahui Volume zat padat jika bentuknya beraturan, maka akan memiliki panjang, lebar,
tinggi, diameter dan sebagainya.
PENGUKURAN CARA STATIS
Untuk mengukur volume zat padat yang teratur bentuknya (kontinu) dapat pula dilakukan secara
tidak langsung dengan mengukur perubah (variabel) yang membangunnya.
Volume balok dapat juga dilakukan dengan cara mengukur panjang lebar dan tinggi dari balok
itu sehingga :
Vbalok = p x l x t
Dengan;
p = panjang balok
l = lebar balok
t = tinggi balok
Sedangkan volume silinder pejal dapat juga dilakukan dengan mengukur diameter dan panjang
silinder itu sehingga:
Vsilinder = d2 .p
Dengan;
d = diameter silinder
p = panjang silinder
Dalam menentukan massa jenis suatu benda pada percobaan ini, akan menerapkan Hukum
Archimmides :
setiap benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mendapat gaya ke
atas sebesar beratfluida yang dipindahkan oleh benda itu.

Melalui pemahaman ini kita akan membandingkan harga massa jenis yang dihitung secara
konfensional (hitung massa dan volume) dan dengan menerapkan hukum Archimides.

PENGUKURAN CARA DINAMIS


Untuk mengukur benda dengan cara dinamis, maka benda harus dicari dahulu masa di udara dan
masa di air dengan menggunakan neraca teknis.
Massa jenis (rapat massa) suatu zat adalah massa tiap satuan volume atau dapat dirumuskan:
V = Mu Ma
Dengan ;
Mu = Massa udara
Ma = Massa air

Dengan ;
= massa jenis (g/cm3)
M = massa zat (g)
V = volume zat (cm3)
Jika massa dan volume dapat diketahui dengan cara menimbang zat itu dengan timbangan atau
neraca teknis sehingga besaran massa dapat diukur langsung dengan alat ukurnya. Untuk
mengukur langsung volume zat padat dapat dilakukan dengan memasukkan zat padat itu ke
dalam gelas ukur yang berisi zat cair. Apabila zat itu tenggelam seluruhnya maka perubahan
penunjukan volume itu dari zat padat tersebut.
Tetapi untuk mengukur volume zat padat besarannya tidak selalu dapat diukur langsung seperti
itu karena terdapat zat padat yang massa jenisnya lebih kecil dari zat cair sehingga kalau zat
padat tersebut dimasukkan ke dalam zat cair akan mengapung atau melayang ( tidak tenggelam
seluruhnya).

BAB II
ALAT DAN BAHAN
Seperti yang kita ketahui proses ukur mengukur sudah di lakukan sejakdahulu,
mualidarikegiatanpengukuranbendasampai proses pengukuranwaktu. Mengukur merupakan
yaitu proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran tertentu yang telah
diketahui atau ditetapkan sebagai acuan. Pada pengukuran yang berbeda kita mungkin
membutuhkan alat/instrumen yang berbeda pula.
Misalnya, saat mengukur panjang jalan Anda menggunakan meteran, tetapi saat menimbang
berat badan Anda menggunakan neraca. Berikut akan Anda pelajari instrumen pengukur
panjang, massa, dan waktu.
Alat Pengukuran yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah
Jangka Sorong
Jangka sorong terdiri atas dua bagian, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Skala panjang yang
terdapat pada rahang tetap merupakan skala utama, sedangkan skala pendek yang terdapat pada
rahang geser merupakan skala nonius atau vernier. Nama vernier diambilkan dari nama penemu
jangka sorong, yaitu Pierre Vernier, seorang ahli teknik berkebangsaan Prancis.
Skala utama pada jangka sorong memiliki skala dalam cm dan mm. Sedangkan skala nonius
pada jangka sorong memiliki panjang 9 mm dan di bagi dalam 10 skala, sehingga beda satu
skala nonius dengan satu skala pada skala utama adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.
a.

Jadi, skala terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong tepat
digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman tabung, dan panjang
benda sampai nilai 10 cm.
Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup sering digunakan untuk mengukur tebal bendabenda tipis dan mengukur
diameter benda-benda bulat yang kecil seperti tebal kertas dan diameter kawat. Mikrometer
sekrup terdiri atas dua bagian, yaitu poros tetap dan poros ulir. Skala panjang yang terdapat pada
poros tetap merupakan skala utama, sedangkan skala panjang yang terdapat pada poros ulir
merupakan skala nonius.
b.

Skala utama mikrometer sekrup mempunyai skala dalam mm, sedangkan skala noniusnya
terbagi dalam 50 bagian. Satu bagian pada skala nonius mempunyai nilai 1/50 0,5 mm atau
0,01 mm.

Jadi, mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian paling tinggi dari kedua alat yang telah
disebutkan sebelumnya, yaitu 0,01 mm.

Neraca Teknis
Massa benda menyatakan banyaknya zat yang terdapat dalam suatu benda. Massa tiap benda
selalu sama dimana pun benda tersebut berada. Satuan SI untuk massa adalah kilogram (kg).
Alat untuk mengukur massa disebut neraca. Ada beberapa jenis neraca, antara lain, neraca
ohauss, neraca lengan, neraca langkan, neraca pasar, neraca tekan, neraca badan, dan neraca
elektronik. Setiap neraca memiliki spesifikasi penggunaan yang berbeda-beda. Jenis neraca yang
umum ada adalah neraca tiga lengan dan empat lengan.
c.

Pada neraca tiga lengan, lengan paling depan memuat angka satuan dan sepersepuluhan, lengan
tengah memuat angka puluhan, dan lengan paling belakang memuat angka ratusan.

Keterangan Gambar:
a. Benang/ tali
b. Benda yang diukur
c. Gelas Beker
d. Air

BAB III
METODE PERCOBAAN

Percobaan I (Mencari Volume dan Massa Balok)


Kubus yang diukur adalah balok Alumunium. Teknik yang digunakan adalah dengan mengukur
rusuk-rusuk kubus tersebut menggunakan jangka sorong dan milimeter sekrup. Masing-masing
pengukuran rusuk tiap kubus diulang 3 kali. Sedangkan untuk pengukuran massa, percobaan
yang dilakukan hanya 1 kali.
Percobaan II (Mencari Volume dan Massa Besi Silinder)
Silinder yang diukur adalah silinder besi. Teknik yang digunakan adalah dengan mengukur
tinggi menggunakan jangka sorong dan diameter menggunakan micrometer skrup. Masingmasing pengukuran tinggi dan diameter dilakukan 3 kali. Sedangkan pengukuran massa,
dilakukan percobaan sebanyak satu kali saja.
Percobaan III (Mencari Volume dan Massa sebuah kunci)
Kunci yang digunakan adalah sebuah kunci pintu, dapat diprediksikan sebelumnya bahwa kunci
terbuat dari bahan campuran alumunium dan timah. Pengukuran volume dilakukan dengan
menggunakan bejana gelas dan cairan. Dan untuk mengetahui massa dilakukan dengan
menggunakan neraca.

BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
4.1 Data Pengamatan
Berdasarkan pengamatan dan percobaan yang telah dilakukan pada hari Rabu 16 Oktober 2013,
maka didapatkan dilaporkan hasilnya sebagai berikut :
Keadaanruangan
Sebelumpercobaan
Sesudahpercobaan

T(oC)
28oC
28oC

P(cm)Hg
75,55
75,55

C(%)
61%
62%

Tabel pengamatancara statis :


Balok Massa = 58,1 gr(Almunium)

No

P (cm)

1
2
3

2,95
2,95
2,94
2,95
Ketelitian balok statis :
(1-|

Almunium = 2,7gr/cm3

L (cm)

T (cm)

V (cm)

1,38
1,38
1,31
1,36

0,81
0,81
0,81
0,81

3,30
3,30
3,12
3,24

3,39
3,39
3,50
3,42

(gr/cm3)

|) x 100%

(1-0,266) x 100%
0,734 x 100% = 73,4%

Silinder Massa = 63,5 gr(Besi)

No

d (cm)

1
2
3

1,621
1,626
1,631
1,626
Ketelitian silinder :
(1-|

|) x 100%

(1-0,05) x 100%
0,95 x 100% = 95%

besi = 7,9 gr/cm3

r (cm)

t(cm)

v (cm)

(gr/cm3)

0,81
0,81
0,81
0,81

4,04
4,04
4,04
4,04

8,34
8,38
8,44
8,38

7,6
7,5
7,5
7,5

Tabel Pengamatan caradinamis

No
1
2

Benda
Kunci
Balok

M.udara
13,3
11,2

M.air
11,3
8,1

V
2,0
5,7

6,65
3,61

BAB V
PEMBAHASAN
Berdasarkan Percobaan pertama yang dilakukan pada balok alumuniun didapatkan data ukuran
Panjang, lebar dan tinggi, serta massa benda.
Sehingga dapat diperhitungkan sebagai berikut :
Diketahui, Tabel Perhitungan dan massa benda = 11,2gram
Volume

pxlxt

Massa Jenis = massa / volume

Percobaan 1 =
=

2,95 x 1,38x 0,81


3,30 cm3

= 11,2 / 3,30
= 3,39 gr/cm3

Percobaan 2 =
=

2,95 x 1,38 x 0,81


3,30 cm3

= 11,2 / 3,30
= 3,39 gr/cm3

Percobaan 3 =
=

2,94 x 1,31 x 0,81


3,12 cm3

= 11,2 / 3,12
= 3,50 gr/cm3

Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata data sebesar 3,42 gr/cm3


Sehingga nilai ketelitian dapat diperhitungkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
ketelitian =

x 100%

x 100 %

0,01 x 100 %

= 0,73 x 100 %
= 73 %
Percobaan dan perhitungan mendekati kepada data standar massa jenis Alumunium yaitu sebesar
73%

Berdasarkan Percobaan kedua yang dilakukan pada besi silinder didapatkan data ukuran
Panjang, diameter, serta massa benda.Type equation here.
Sehingga dapat diperhitungkan sebagai berikut :
Diketahui, Tabel Perhitungan dan massa benda adalah 63,5 gram
Volume
= d2 .p
Percobaan 1 = x 3,14 x (1,621)2 x 7,5
= 15,47 cm3

Massa Jenis
=
= 7,61

massa/volume
63,5 / 8,34

Percobaan 2 = x 3,14 x (1,626)2 x 7,5


= 15,56 cm3

=
= 7,5

63,5 / 8,38

Percobaan 3 = x 3,14 x (1,631)2 x 7,5


= 15,66 cm3

=
7,5

63,5 / 8,14

Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata data sebesar 7,53 g/cm3


Sehingga nilai ketelitian dapat diperhitungkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
ketelitian =

x 100%

x 100 %

0,046 x 100 %

= 0,95x 100 %
= 95 %
Percobaan dan perhitungan mendekati kepada data standar massa jenis besi yaitu sebesar 95%.

Berdasarkan Percobaan ketiga yang dilakukan pada bendakunci dan tabung didapatkan data
ukuran volume, massa udara dan massa air.
Sehingga dapat diperhitungkan sebagai berikut :
Vkunci = Mu Ma
= 13,3 11,3
= 2,0 gram

kunci

=
=
=
3

Vbalok = Mu Ma
=11,2 8,1
= 5,7 gram

balok

=
=
=
=

BAB VI
KESIMPULAN
Mengukur itu sangat penting untuk dilakukan. Mengukur dapat dikatakan sebagai usaha untuk
mendefinisikan karakteristik suatu permasalahan secara kuantitatif. Dan jika dikaitkan dengan
proses penelitian atau sekedar pembuktian suatu hipotesis maka pengukuran menjadi jalan untuk
mencari data-data yang mendukungnya.
Pengukuran harus dilakukan dengan kecermatan yang tinggi dan dilakukan dengan alat yang
sesuai agar hasil pengukuran meminimalisirkan kesalahan.
Hasil Pengukuran harus dituangkan dalam bentuk tabel dengan baik agar tidak perlu dilakukan
pengukuran ulang yang mengaibatkan lamanya proses perhitungan data kembali.
Percobaan pada balok Alumunium menghasilkan ketelitian hampir mencapai 100 % atau sebesar
99% dan besi silinder sebesar 97%. Namun pada pengukuran secara langsung pada kunci
didapatkan data sebesar 6,61 gram/cm3dimana masa jenis kunci lebih kecil dari massa jenis
standar untuk Alumunium dan besi. Dapat diperkirakan bahwa kunci terbuat dari bahan
campuran logam yang memiliki massa jenis lebih rendah dari besi dan Alumunium.

DAFTAR PUSTAKA
Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar, Laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Pakuan

Tipler, Paul N. 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga
_______. 2013. Prinsip Achimedes dan berat semu benda. Diakses dari
http://www.onfisika.com/2013/02/prinsip-archimedes-dan-berat-semu-benda.htmlpada tanggal
14 April 2013
www.fisika.ui.ac.id/kurikulum.html?id=172
id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Satuan_Internasional
www.rumus-fisika.com

LAMPIRAN
1.1

Data Pengamatan

Keadaanruangan
Sebelumpercobaan
Sesudahpercobaan

T(oC)
28oC
28oC

P(cm)Hg
75,55
75,55

C(%)
61%
62%

No

P (cm)

L (cm)

T (cm)

V (cm)

1
2
3

2,95
2,95
2,94
2,95

1,38
1,38
1,31
1,37

0,81
0,81
0,81
0,81

3,30
3,30
3,12
3,24

3,39
3,39
3,50
3,42

No

d (cm)

r (cm)

t(cm)

v (cm)

(gr/cm3)

1
2
3

1,621
1,626
1,631
1,626

0,81
0,81
0,81
0,81

4,04
4,04
4,04
4,04

8,34
8,38
8,44
8,38

7,6
7,5
7,5
7,5

No
1
2

Benda
Kunci
Balok

M.udara
13,3
11,2

M.air
11,3
8,1

V
2,0
5,7

6,65
3,61

(gr/cm3)

1.2

TUGAS AKHIR

1. Berikanlah keterangan mengapa tebal benda tidak diukur dengan jangka sorong,
melainkan dengan micrometer sekrup ?
2. Apakah massa tali tipis dapat diabaikan dalam tingkat ketelitian 1% ?
3. Tentukan volume benda-benda padat dengan kedua cara !
4. Dari kedua cara diatas, manakah menurut pengamatan paling teliti ?
5. Tentukan massa jenis benda-benda tersebut ?
6. Dari langkah 5, tentunkan jenis benda-benda tersebut?
7. Tentukan volume benda benda tersebut pada suhu C langkah 6?
8. Sebutkan salah satu cara lain untuk menetukan volume benda padat ?
JAWAB
1. Karena untuk ketelitian mikrometer sekrup 0,01 mm dan jangka sorong 0,1 mm.
ketebalan itu sangat butuh ketelitian yang lebih tinggi supaya hasilnya lebih akurat, kita
bisa saja menggunakan jangka sorong akan tetapi hasilnya kurang akurat.
2. Massa tali tipis tidak dapat diabaikan dalam tingkat ketelitian 1%, karena sama saja akan
merubah nial ketelitian suatu massa tali tipis tersebut.
3. Volume benda padat dapat ditentukan dengan 2 cara.
a. Cara Statis

Balok almunium
Vbalok = p . l . t
= (2,95) . (1,37) . (0,81)
= 3,273 cm3
b. Cara Dinamis
Pengukuran dilakukan dengan cara mencelupkan benda ke dalam air
Vbalok besi = Mudara - Mair
= 35,8 31,1
= 4,7 cm3
Vkunci
= Mudara Mair
= 18,92 16,90
= 2,02 cm3
4. Cara Statis, karenapengukurandengancarainimemilikiperhitungandandilakukan
denganalat bantu yang memilikiketelitian yang signifikan.

5. Massa jenis.
Pada percobaan pengukuran balok alumunium menggunakan cara statis yaitu cara dari
perhitungan massa yang didapat dibagi dengan volume yang didapat dari percobaan (3,42
gr/cm3).
Dengan rumus : = massa/volume
Diketahui : massa benda = 11,2 gram

V = 3,27gr/cm3

= 11,2/3,30
= 3,42 gr/cm3
Pada percobaan pengukuran silinder besi menggunakan cara statis yaitu cara dari
perhitungan massa yang didapat dibagi dengan volume yang didapat dari percobaan ( 8,38 cm 3).
Dengan rumus : = massa/volume
Diketahui : massa benda 63,5 gr
Volume benda 8,38 cm3
Maka massa jenis nya adalah :
= 63,5/8,38
= 7,57gr/cm3

Perhitungan kunci dengan mengikuti alur dari perhitungan system dinamis, maka akan didapat
hasil volume dengan mencari selisih antara ketika kunci ditimbang di udara dengan kunci ketika
di timbang di dalam air, lalu masukan kedalam rumus massa jenis.
Diketahui : massa udara = 13,3 gr
Volume

= 2,0 cm3

Maka Massa jenisnya adalah :


= 13,3/2,0
= 6,65 gr/cm3

6.

Dari hasil pengamatan percobaan maka akan didapatkan nilai ketelitianya, sesuai data
pengamatan maka kami simpulkan :

a.

Dari hasil perhitungan volume dan massa jenis balok , kami dapat menentukan tingkat ketelitian
pengukuran dengan literatur almunium 2,7 gr/cm3 adalah :
= (1-|

|) x 100%

(1-0,266) x 100%
0,734 x 100% = 73,4%
nilai ketelitiannya tidak mendekati nilai alumunium dalam literature, Maka dengan hasil
ketelitian = 73,4 % dapat dipastikan benda terbuat dari bahan campuran alumunium
b. Dari hasil perhitungan volume dan massa jenis silinder, kami dapat menentukan tingkat
ketelitian pengukuran dengan literatur besi 7,9 gr/cm3 adalah :
=(1-|

|) x 100%

(1-0,05) x 100%
0,95 x 100% = 95%
nilai ketelitiannya mencapai 95% mendekati dengan literature besi, Maka dapat disimpulkan
benda tesebut 95% terbuat dari besi
7.

Dikarenakan perubahan suhu tidak mengalami kenaikan dan penurunan, maka perhitungan
pengukuran benda tidak berpengaruh apapun terhadap jalannya percobaan (lihat di tabel
percobaan)

8. Selain cara statis yaitu dengan cara mengukur volume benda dengan rumus bangun ruang, ada
pula cara dinamis, yaitu pencarian data volume suatu benda dengan cara mencari selisih berat
benda ketika diukur di udara dengan yang diukur didalam air. Cara ini memiliki syarat yaitu
bentuk benda tidak beraturan, contohnya terdapat pada kunci.

4.2 Perhitungan

BALOK

(balok)

Panjang (balok)

SILINDER

Lebar (balok)

d
Tinggi (balok)

R
Volume (balok)