Anda di halaman 1dari 8

Chapter 3

ANTIDIURETIC HORMONE (ADH)


(ARGININE VASOPRESSIN = AVP)

Eric Mayo Dagradi dr MKes


Laboratorium Ilmu Faal
Fak. Kedokteran UHT

REGULASI SEKRESI ADH


Bila ECF hipertonik (dehidrasi)

Air Keluar dari dari supraoptic nuclei (sebagai osmoreceptor)


Berkerut dan terangsang (excited)
Rangsangan diteruskan pada hipofisis posterior
ADH dilepaskan

Meningkatkan permeabilitas tubulus distalis, collecting


tubule, dan collecting duct thd air
Reabsorpsi air meningkat secara pasif krn hipertoniknya cairan
ekstraseluler (ECF)diluar tubuli ginjal
Produksi urine berkurang

Jadi ADH menghemat air dan mengatur


tekanan osmotik cairan tubuh.
95% dari total osmotic
pressure pada ECF dtentukan
oleh konsentrasi ion Na.
Jadi ADH mengatur konsentrasi ion Na
pada ECF.

PRESSOR EFFECT

ADH pada konsentrasi sedang dan


tinggi punya pressor effect (Karena itu
ADH disebut juga sebagai vasopressin)
Perdarahan hebat (> 25%)
ADH
meningkat 25-50%

PRESSOR EFFECT
Tekanan darah yang rendah

Tekanan di atrium rendah


Baroreceptor
Strech reseptor
di atrium relaksasi

Sinus caroticus
Aorta
Sekitar Pulmonal

Sekresi ADH meningkat

FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI


SEKRESI ADH

ADH meningkat pada trauma, rasa sakit,


cemas dan obat-obatan (mis: morphine,
nicotine, tranquilizer)
ADH menurun pada pemberian alkohol
Small changes above the normal plasma
osmotic
pressure ( 285 mosm/kg)
stimulate release of
vasopressin

Alkohol menyebabkan:

Sekresi ADH turun


diuresis
Dilatasi afferent arteriole
GFR naik
diuresis

DIABETES INSIPIDUS

Sekresi ADH rendah


diuresis (bisa
sampai 15 liter sehari).
IDIOPATHIC ADH SYNDROME:
ADH meningkat