Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH FARMAKOLOGI

OBAT-OBAT EKSPEKTORAN

DISUSUN OLEH :
KELAS A
KELOMPOK 4

MUSFIRAH

NURUL ANISA

NUR FAUZIAH KASIM PUJI


KURNIAWATI RAHMAN
NUREVA RAMLI
AMALIA
NURFAEDAH KARIM
NOVIYANA M

RESKY
SERVIN

NURNANENGSIH

Obat-Obat Ekspektoran | 1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKESMAKASSAR


JURUSAN FARMASI
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya
kita masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa juga kita sanjung
sajikan selawat beriringkan salam kepada nabi kita yakni Nabi Muhammad SAW yang membawa
kita dari alam kebodohan hingga alam yang penuh pengetahuan yang seperti kita sarakan pada
saat ini.
Tak lupa kami ucapkan dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberi dukungan
dalam menyelesaikan makalah ini.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak
kekurangan.Oleh sebab itu Kami sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun
motivasi.Semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan temanteman.Amin.

Makassar,

Mei 2013

Penulis

Obat-Obat Ekspektoran | 2

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..........................................................................................................1
KATA PENGANTAR.........................................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................................4
B. Rumusan Masalah............................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Ekspektoran....................................................................................6
Obat-Obat Ekspektoran....................................................................................6
Farmakodinamika.............................................................................................8
Contoh Obat-Obat Ekspektoran........................................................................9

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.....................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................14

Obat-Obat Ekspektoran | 3

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Batuk sebenarnya adalah refleks normal tubuh kita akibat adanya rangsangan dari
selaput lendir di daerah tenggorok dan cabang tenggorok, yang bertujuan untuk
membersihkan saluran pernafasan dari zat-zat asing yang menganggu.Jadi, merupakan
suatu mekanisme perlindungan tubuh.Namun jika berlebihan memang jadi menjengkelkan.
Secara sederhana, batuk dibedakan menjadi dua jenis, batuk kering dan batuk
berdahak. Batuk kering biasanya bukan merupakan mekanisme pengeluaran zat asing, dan
mungkin merupakan bagian dari penyakit lain. Batuk seperti ini tidak berguna dan harus
dihentikan. Untuk ini ada obat-obat yang bekerja menekan rangsang batuk atau dikenal
dengan nama antitusif. Beberapa obat yang termasuk jenis ini dan sering digunakan adalah
dekstrometorfan, noskapin, dan kodein.
Sebaliknya, batuk berdahak adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat-zat
asing dari saluran nafas, temasuk dahak.Batuk ini sebaiknya tidak ditekan, supaya zat-zat
asing itu bisa dikeluarkan.Obat-obat yang bisa membantu pengeluaran dahak disebut
ekspektoran.Obat-obat ini biasanya juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi
pengeluaran dahak.Selain itu ada juga obat-obat yang bisa membantu mengencerkan dahak
sehingga mudah dikeluarkan yang disebut mukolitik.Contoh obat-obat ekspektoran adalah
amonium klorida, gliseril guaiakol, ipekak, dll.
Batuk yang disebabkan karena infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri, tetapi
batuk yang merupakan gejala infeksi pernafasan karena bakteri mungkin butuh waktu lebih
lama dan memerlukan tambahan obat antibiotika. Batuk jenis ini biasanya ditandai dengan
dahak yang banyak, kental dan berwarna kuning kehijauan.Kalau Anda mengalami batuk
demikian tentu perlu diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Dari segi lamanya, batuk dibedakan menjadi batuk akut (< 3 minggu), batuk
subakut (3-8 minggu), dan batuk kronis (> 8 minggu). Batuk akut dan subakut umumnya
relatif ringan dan bisa sembuh sendiri, walaupun seringkali perlu penanganan dengan obat
batuk dan obat lain untuk mengurangi gejala dan menghilangkan penyebabnya. Sedangkan
batuk kronis, perlu perhatian tersendiri karena batuk kronis biasanya adalah tanda atau
gejala adanya penyakit lain yang lebih berat. Banyak penyakit berat yang ditandai dengan
batuk kronis, misalnya asma, TBC, gangguan refluks lambung, penyakit paru obstruksi
Obat-Obat Ekspektoran | 4

kronis, sampai kanker paru-paru.Untuk itu, batuk kronis harus diperiksakan ke dokter
untuk memastikan penyebabnya dan diatasi sesuai dengan penyebabnya itu. Dalam
makalah ini akandibahas mengenai ekspektoransia, obat-obat ekspektoran, beserta contohcontoh obatnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan ekspektoran ?
2. Apa saja penggolongan obat-obat ekspektoran ?
3. Apa saja contoh obat-obatekspektoran ?

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Ekspektoran
Obat-Obat Ekspektoran | 5

Ekspektoran ialah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran
napas (ekspektorasi). Ekspektoransia adalah senyawa yang mempermudah atau
mempercepat pembuangan secret bronkus dari bronkus dan trakea. Ekspektoransia sendiri
dibagi atas, sekretolitika, mukolitika dan sekretomotorika. Pembedaan yang jelas antara
ketiga kelompok ini tak mungkin dilakukan karena perbedaannya yang kecil. Sekretolitika
meninggikan sekresi bronkus dan dengan demikian mengencerkan lendir. Ini terjadi secara
reflektorik dengan stimulus serabut aferen parasimpatikus dan atau dengan bekerja
langsung pada sel pembentuk lendir. Mukolitika mengubah sifat fisikimia secret, terutama
viskositasnya diturunkan. Sekretomotorika menyebabkan getaran secret dan batuk untuk
mengeluarkan secret dan batuk untuk mengeluarkan secret tersebut.
Penggunaan ekspektoran didasarkan pengalaman empiris. Belum ada data yang
membuktikan efektivitas ekspektoran dengan dosis yang umum digunakan.Mekanisme
kerjanya diduga berdasarkan stimulasi mukosa lambung dan selanjutnya secara refleks
merangsang sekresi kelenjar saluran napas lewat N. vagus, sehingga menurunkan viskositas
dan mempermudah pengeluaran dahak.
Ekspektoran mengencerkan flegma di tenggorokan dan saluran bronkus sehingga
meringankan iritasi yang menyebabkan batuk.Ekspektoran yang biasanya digunakan dalam
sediaan batuk adalah guaifenesin.
B. Obat-Obat Ekspektoran
Simplisia yang mengandung saponin (misalnya Radix Primulae, Radix Polygalae),
simlisia/ senyawa yang merangsang muntah (misalnya Radix Ipecacuanhae, emetin) dan
guaiakol kemungkinan bekerja murni secara refloktoris. Sedangkan ammonium klorida
dankalium iodide bekerja baik secara reflektoris maupun secara langsung. Minyak atsiri
(misalnya oleum anisi, eucalypti, Menthae, Thymi, Terebinthinae) langsung menstimulasi
sekresi bronkus. Jika minyak atsiri diberikan secara oral, setelah absorpsi sebagian akan
dikeluarkan melalui paru- paru. Pendapat tentang arti terapeutik sekretolitika bervariasi.
Khasiat kalium iodide tidaklah diragukan akan tetapi pemakaiannya untuk waktu yang
lama dibatasi (bahaya keracunan iod).
Penggunaan minyak atsiri pada bayi dan anak- anak menimbulkan masalah karena
khasiatnya yang tidak pasti dan kemungkinan timbulnya keadaan yang lebih buruk yaitu
laringospasmus atau stimulasi sentral. Berikut beberapa penjelasan mengenai obat- obat
ekspektoran :
Obat-Obat Ekspektoran | 6

1. Kalium Iodida
Iodida menstimulasi sekresi mucus di cabang tenggorok dan mencairkannya,
tetapi sebagai obat (hampir) tidak efektif. Namun obat ini banyak digunakan dalam
sediaan batuk, khususnya pada asma, meskipun risiko akan efek samping besar sekali.
Kalium iodida terutama digunakan untuk profilaksis dan terapi struma (gondok) dan
hipertirosis, serta untuk obat tetes mata (larutan 1%) pada lensa mata keruh (katarak).
Efek sampingnya kuat dan berupa gangguan tiroid, struma, urticarial dan iodakne, juga hiperkaliemia (pada fungsi ginjal buruk).
Dosis: pada batuk oral 3 dd 0,5 1 g, maksimal 6 g sehari. Bagi pasien yang
tidak boleh diberikan kalium, obat ini dapat diganti dengan natrium iodida dengan
khasiat yang sama.
2. Amonium Klorida
Berdaya deuretis lemah yang menyebabkan acidosis, yakni kelebihan asam
dalam darah.Keasaman darah merangsang pusat pernapasan, sehingga frekuensi
napas meningkat dan getar bulu-getar (cilia) di saluran napas distimulasi.Sekresi
dahak juga meningkat.Maka senyawa ini banyak digunakan dalam sediaan sirop
batuk, misalnya Obat Batuk Hitam.
Efek sampingnya hanya bisa terjadi pada dosis tinggi dan berupa acidosis
(khusus pada anak-anak dan pada pasien ginjal) dan gangguan lambung (mual,
muntah), berhubung sifatnya yang merangsang mukosa.
Dosis: oral 3-4 dd 100-150 mg, maksimal 3 g seharinya.
3. Guaifenesin (gliserilguaiakolat)
Adalah derivat-guaiakol yang banyak digunakan sebagai ekspektorans dalam
pelbagai jenis sediaan batuk populer.Pada dosis tinggi bekerja merelaksasi otot,
seperti mefenesin.
Efek sampingnya kadang kala berupa iritasi lambung (mual, muntah) yang
dapat dikurangi bila diminum dengan segelas air.
Dosis: oral 4-6 dd 100-200 mg
4. Minyak Terbang
Minyak terbang/atsiri, seperti minyak kayu putih, minyak permen dan minyak
adas (Oleum foeniculi) berkhasiat menstimulasi sekresi dahak, bekerja spasmolitis
(melawan kejang), antiradang dan juga bersifat bakteriostatis lemah.Berdasarkan
sifat-sifat ini, minyak terbang banyak digunakan dalam sirop batuk atau juga sebagai
obat inhalasi uap (obat sedot), yaitu k.l. 10 tetes dimasukkan ke dalam 1 liter air
panas dan dihisap uapnya.Terbukti bahwa inhalasi demikian juga sangat efektif untuk

Obat-Obat Ekspektoran | 7

meringankan selesma akibat infeksi virus yang ternyata dapat diinaktifkan oleh suhu
di atas 400C.
5. Ipecacuanhae radix
Akar tambahan dari tumbuhan Pyschotria ipecacuanha (Rubiaceae)ini
mengandung dua alkaloida, yakni emetin dan sefaetin. Zat-zat ini bersifat emetis
(menimbulkan muntah), spasmolitis terhadap kejang-kejang saluran napas dan
menstimulasi sekresi bronchi secara reflektoris.Penggunaan utamanya adalah sebagai
emetikum efektif pada peristiwa keracunan, terutama pada anak-anak. Sebagai
ekspektorans hanya digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat batuk lain,
misalnya dalam pulvis/tablet Doveri, yakni campuran dengan serbuk candu dan Ipeca
juga berfungsi mencegah penyalahgunaannya.
Efek sampingnya pada dosis biasa berupa reaksi hipersensitasi dan muntahmuntah pada dosis yang lebih tinggi.
Dosis: oral 3 dd 50 mg.
C. Farmakodinamik
Mekanisme Kerja:
- Penurunan viskositas dahak bronkial
- Mempengaruhi aktivitas siliar
- Perangsangan produksi surfaktan
Tujuan-tujuan ini dapat dicapai dengan obat-obat dan metode yang berbeda.
1) Air, larutan NaCl 0,7 2%, larutan NaHCO3 2 5%
Efek ekspektoran tercapai dengan jalan inhalasi (larutan hipertonis dan isotonis).
Pengenceran secret bronkial secara langsung atau osmotik.
Bahaya bronkospasmus pada orang yang peka, pasien asma
2) Minyak atsiri, simplisia yang mengandung saponin
Pada batuk: minyak atsiri yang berkhasiat yang mengandung adas wangi, Adas,

Eukaliptus, Menthae piperitae, Salvia dan Timi.


Cara kerja: ekspektorasi dengan stimulasi sekresi langsung dan efek rangsangan
nonspesifik terhadap mukosa, sebagian antiseptik, mengendorkan kejang; anestetik

local.
Smplisia yang mengandung saponin: akar Senegal, bunga Primula veris, kayu

manis.
Efek: merangsang mukosa gastrointestinal, sehingga melalui refleks vagal terjadi

stimulasi kelenjar lendir di bronki.


3) Emetin
Pada dosis rendah (0,5-2 mg), sebagai emetik 20-30 mg) melalui reflex vagal
bekerja sebagai ekspektoran.
Obat-Obat Ekspektoran | 8

4) Amoniumklorida (NH4Cl), Kalium iodida (KI)


Penimbunan ion-ion di sel-sel yang memproduksi lendir di selaput lendir bronkial

dan stimulasi sekresi langsung.


Efek samping tidak boleh diabaikan:
- NH4Cl: muntah, haus, nyeri kepala, linglung; dosis lebih tinggi; asidosis

dengan hiperventilasi, pemakaian jangka panjang.


- KI: gangguan pada kelenjar tiroid
5) Guaifenesin, Guaiakol
Merangsang selaput lendir lambung, sehingga sekresi bronkial naik melalui refleks

parasimpatik.
Efek samping: sedasi, gangguan GI, muntah.
Guaifenesin, eterbgliserin dan guaiakolat, masih terdapat dalam banyak sediaan
kombinasi, namun efektivitas klinisnya memang masih diragukan.

D. Contoh Obat-Obat Ekspektoran


1. ALLERIN
Zat Aktif : Gliserilguaiakolat 50 mg, Na-sitrat 180 mg, difenhidramin HCl 12,5 mg,
pseudoefedrin 15mg/5 ml.
Indikasi : Untuk meringankan batuk berdahak dan pilek.
2. BRONCHICUM
Zat Aktif
:Tingtur cimicifugae 0,2 ml, tingtur Grindellae 1 ml, tingtur Pimpinelae
0,2 ml, tingtur Primullae, tingtur Quebracho 0,7 ml, tingtur timus 1 ml, Efedrin HCl
0,15 g, minyak eukaliptus 0,01 ml, saponin 0,04 g/100 ml.
Indikasi
: Melegakan dan melancarkan saluran nafas; mencairkan gumpalan
dahak dan lendir; mempermudah pembuangan dahak; menghilangkan gangguan dan
iritasi pada selaput lendir.
3. BUFABAT
Zat Aktif
: Gliserilguaiakolat 100 mg
Indikasi
: Meredakan batuk berdahak
4. COHISTAN Ekspektoran
Zat Aktif
: Gliserilguaiakolat 50 mg, klorfeniramini maleat 1 mg/5ml.
Indikasi
: Batuk pilek, batuk alergi, flu, faringitis, laryngitis, bronchitis, dan
lain-lain.
Efek Samping
: Mengantuk.
5. COMTUSI
Zat Aktif
: Oksomemazin 1,65 mg, gliserilguaiakolat 33,3 mg/kap
Indikasi
: Batuk produktif dan non produktif; batuk disebabkan karena alergi.
Efek Samping
: Mengantuk, lemas, hipotensi, inkoordinasi, kemerahan kulit.
6. DEFAN

Obat-Obat Ekspektoran | 9

Zat Aktif

: Klorfeniramin maleat 1 mg, fenilpropanolamin HCl 8 mg,

gliserilguaiakolat 50 mg.
Indikasi
: Batuk berdahak disertai dengan bersin, hidung tersumbat, pilek, dan
batuk karena alergi.
7. EXCOSIN
Zat Aktif
: Parasetamol 120 mg, ammonium klorida 100 mg, efedrin HCl 5 mg,
klorfeniramin maleat 2 mg, glycerrhizae succus 150 mg, minyak mentol q.s./5 ml.
Indikasi
: Mengatasi batuk disertai demam; mengeluarkan dahak, melegakan
pernapasan dan hidung tersumbat.
8. FIMETON
Zat Aktif
: CTM 1 mg, gliserilguaiakolat 50 mg, efedrin HCl 5 mg, ammonium
kloridum 85 mg, mentol 0,75 mg, oleum eucalypti 0,35 mg.
Indikasi
: Mengatasi batuk dan pilek, dapat melegakan tenggorokan.
9. GRAXINE
Zat Aktif
: Bromheksin HCl 8 mg, gliserilguaiakolat 100 mg
Indikasi
: Mukolitik dan ekspektoran.
Efek samping : Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, rasa penuh diperut, sakit
kepala, vertigo, berkeringat banyak dan ruam kulit.
10. HUFALLERZINE EXPECTORANT
Zat Aktif
: Prometazin HCl 5 mg, glyceril guaiakolat 50 mg, tict. Ipecacuanhae
0,045%/5ml.
Indikasi
: Sebagai antihistamin dan ekspektoran, cocok untuk batuk yang
disebabkan alergi.
11. ITRABAT
Zat Aktif
: Gliserilguaiakolat 88 mg, ammonium klorida 180 mg, klorfeniramin
maleat 1 mg, succus liquiritae 100mg.
Indikasi
: Meringankan batuk disertai dahak karena alergi.
Efek Samping
: Mengantuk, mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, dosis
berlebihan kemungkinan menimbulkan asidosis.
12. MEZINEX
Zat Aktif
: Prometazin HCl 5 mg, ekstrak ipeka 3 mg, gliserilguaiakolat 45 mg,
etanol 0,04%.
Indikasi
: Meredakan batuk berdahak atau batuk disebabkan alergi.
13. MULTIKOL
Zat Aktif
: Succus glikeriza 83 mg, ammonium klorida 100 mg, efedrin HCl 5
mg, ekstrak timi 0,2 mg, mentol 2,5 mg.
Indikasi
: Batuk kering, batuk sesak, batuk pilek dan batuk karena merokok.
14. NIRITON

Obat-Obat Ekspektoran | 10

Zat Aktif

: Efedrin HCl 3 mg, ammonium klorida 60 mg, ammonium bromide 60

mg, Na-sitrat 100 mg, klorfeniramin maleat 2 mg, ekstrak timus encer 0,2 ml, oleum
mentol pip. q.s. alcohol 5% tiap 4 ml sirup.
Indikasi
: Batuk disebabkan influenza, masuk angin, bronchitis, radang saluran
napas, alergi dan meredakan sesak nafas disebabkan asma.
15. OBH
Zat Aktif
: Amonium klorida 100 mg, Succus liquiritae 160 mg, gliserilguaiakolat
50 mg, difenhidramin HCl 3,5 mg, bromhexin HCl 2 mg/5 ml sirup.
Indikasi
: Untuk batuk berdahak disertai alergi.
Efek Samping: Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, mulut
kering, sedasi, mual, pusing, sakit kepala, vertigo, keluar keringat banyak, aritmia,
palpitasi, retensi urin, ruam kulit.
16. PHENERGAN
Zat Aktif
: Prometazin 5 mg, guaiakolat ester 45 mg, ekstrak ipeka 3 mg/5 ml.
Indikasi
: Batuk, bronchitis, batuk rejan, tuberculosis, batuk karena alergi.
17. SILEX
Zat Aktif
: Guaifenesin37,5 mg, ekstrak thyme 250 mg, ekstrak primulae 50 mg,
ekstrak althaea 175 mg, ekstrak droserae 25 mg, ekstrak serphulli 175 mg, eucalyptus
oil 0,5 mg, anise oil 1,25 mg/5ml.
Indikasi
: Batuk karena bronchitis, flu, faringitis, batuk rejan, batuk pada
perokok.
18. UNI BABYS Cough
Zat Aktif
: Parasetamol 120 mg, gliserilguaiakolat 25 mg, CTM 1 mg, oleum
anisi 0,005 ml/5ml.
Indikasi
: Batuk berdahak, batuk panas, batuk pilek, batuk pilek, demam,
influenza.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Ekspektoran ialah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran napas
(ekspektorasi).
2. Obat-obat ekspektoran adalah Kalium Iodida, Ammonium klorida, Guaifenesin,
Minyak Terbang, Ipecancuhae radix.
Obat-Obat Ekspektoran | 11

3. Contoh obat-obat ekspektoran, yaitu: Allerin, Bronchicum, Bronchitin, Bufabat,


Cohistan, Comtusi, Defan, Elsiron, Emkanadryl, Excosin, Fimeton, Flucadex, Gigadryl,
Graxine, Guamin, Hufallerzine Expectorant, Itrabat, Mezinex, Multikol, Niriton, OBH,
Phenergan, Silex, Uni Babys Cough, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2010. Informasi Spesialite Obat Indonesia. PT. Isfi Penerbitan: Jakarta.
Harkness, Richard. 1984. Interaksi Obat. Penerbit ITB: Bandung.
Hoan Tjay, Tan., Rahardi, Kirana.2007.Obat-Obat Penting Edisi Keenam.PT Elex Media
Komputindo: Jakarta.
Gan Gunawan, Sulistia. 2009. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.
Mutschler, Ernst. 1985. Dinamika Obat. Penerbit ITB : Bandung.
Obat-Obat Ekspektoran | 12