Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENT LABORATORIUM

MIKROTOM

Nama

: RIRIN ARIANI

Kelompok

:A

Jurusan

: DIII ANALIS KESEHATAN

NIM

: P07134013 030
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
MATARAM 2014/2015

I.HARI / TANGGAL
II.TUJUAN

: Kamis, 30 Oktober 2014

:
-

Untuk mengetahui cara untuk menggunakan mikrotom dengan baik dan


benar.
Untuk mengetahui jenis-jenis mikrotom
Untuk megetahui cara pemotongan blok parafin yang mengandung preparat
dengan cara yang baik dan benar.

III.DASAR TEORI

Mikrotom ditemukan pertama kali pada abad pertengahan ke-19. Gunanya adalah
untuk mengiris bagian-bagian yang lebih tipis secara lebih akurat dan lebih dekat dari pada
pisau tangan. Agar terlihat jelas, sample terlebih dahulu diberi pengawet dan diwarnai
dengan tinta warna atau zat pewarna kemudian dicelupkan kedalam bongkahan lilin oleh
mikrotopi. Bongkahan sample tersebut di bawa ke mata pisau kemudian kembali kedepan
untuk membuat sayatan berikutnya. Cara kerja mikrotom menyerupai cara kerja mesin
pemotong halus. Mikrotom sangat mempercepat proses penyediaan contoh jaringan tubuh
pasien untuk pemeriksaan pantologi (Steve,1884).
Mikrotom adalah Instrumen Ilmiah yang memotong iris tipis sesuatu untuk
pemeriksaan mikroskopis. Alat untuk membuat bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan
mikroskopis. Alat mekanis yang digunakan untuk memotong spesimen biologi menjadi
bagian tipis transparan untuk pemeriksaan mikroskopis. Mikrotom menggunakan baja, kaca
atau berlian pisau tergantung pada spesimen yang sedang diiris dan ketebalan yang
diinginkan dari bagian yang dipotong.
Anonimus (2010) menyatakan bahwa : Mikrotom adalah mesin untuk mengiris
spesimen biologi menjadi bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa
mikrotom menggunakan pisau baja dan digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan
hewan atau tumbuhan dalam histology.
Mohammad (1993: 85) menyatakan bahwa : Mikrotom adalah alat untuk memotong
irisan tipis untuk pemeriksaan Mikroskopis. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja
dan digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam
histology.
Parjatmo (1993: 58) menyatakan bahwa: Mikrotom adalah suatu alat berpresisi
tinggi sehingga harus diperlakukan secara hati-hati. Alat ini digunakan untuk menyayat
jaringan sebelum ditempelkan ke atas permukaan slide.
Pujawati (2002: 75) menyatakan bahwa: Mikrotom adalah Instrumen Ilmiah yang
memotong iris tipis sesuatu untuk pemeriksaan mikroskopis. Alat untuk membuat bagian
yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskopis. Alat mekanis yang digunakan untuk
memotong spesimen biologi menjadi bagian tipis transparan untuk pemeriksaan
mikroskopis. Mikrotom menggunakan baja, kaca atau berlian pisau tergantung pada
spesimen yang sedang diiris dan ketebalan yang diinginkan dari bagian yang dipotong.
IV.ALAT DAN BAHAN :

1. Blok parafin/blok preparat


2. Mikrotom
V.CARA KERJA

Proses Pemotongan Blok Preparat


Sebelum melakukan pemotongan serangkaian persiapan yang harus dilakukan adalah :
a. Persiapan pisau mikrotom Pisau mikrotom harus diasah sebelum dipakai agar
jaringan dapat dipotong dengan baik dan tidak koyak sehingga didapatkan jaringan yang
baik. Pisau mikrotom kemudian diletakan pada tempatnya di mikrotom dengan sudut
tertentu. Rekatkan blok parafin pada holder dengan menggunakan spatula atau scalpel.
Letakkan tempat duduk blok parafin beserta blok preparat pada tempatnya pada
mikrotom.
b. Persiapan Kaca Objek Kaca objek yang akan direkatkan preparat harus telah dicoated
(disalut) dengan zat perekat seperti albumin (putih telur), gelatin atau tespa 3. Persiapan
Waterbath atau wadah berisi air hangat dengan temperatur 37-400C 4. Persiapan
sengkelit atau kuas.
Tehnik pemotongan parafin yang mengandung preparat adalah sebagai
berikut:
a. Rekatkan blok parafin yang mengandung preparat pada tempat duduknya di
mikrotom. Tempat duduk blok parafin beserta blok parafinnya kemudian diletakkan
pada pemegangnya (holder) pada mikrotom dan dikunci dengan kuat.
b. Letak pisau mikrotom pada tempatnya dan atur sudut kemiringannya. Biasanya
sudut kemiringan berkisar 20-30 derajat.
c. Atur ketebalan potongan yang diinginkan, biasanya dipakai ketebalan antara 5-7
mikrometer.
d. gerakkan blok preparat ke arah pisau sedekat mungkin dan potonglah blok preparat
secara teratur dan ritmis. Buang pita-pita parafin yang awal tanpa jaringan hingga
kita mendapatkan potongan yang mengandung preparat jaringan.
e. Pita parafin yang mengandung jaringan lalu dipindahkan secara hati-hati
menggunakan sengkelit atau kuas kedalam waterbath yang temperaturnya diatur 3740C dan biarkan beberapa saat hingga poita parafin tersebut mengembang.
f. Setelah pita parafin terkembang dengan baik, tempelkan pita parafin tersebut pada
kaca objek yang telah dicoated dengan cara memasukkan kaca objek itu kedalam
waterbath dan menggerakkannya ke arah pita parafin. Dengan menggunakan
sengkelit atau kuas pita parafin ditempelkan pada kaca objek. Setelah melekat kaca
objek digerakkan keluar dari waterbath dengan hati-hati agar pita parafin tidak
melipat.
g. Letakkan kaca objek yang berisi pita parafin di atas hotplate dengan temperatur 4045C, biarkan selama beberapa jam. Cara lainnya adalah dengan melewatkan kaca
objek di atas api sehingga pita parafin melekat erat di atas kaca objek.
h. Setelah air kering dan pita parafin telah melekat dengan kuat, simpan kaca objek
berisi potongan parafin dan jaringan sampai saatnya untuk diwarnai.
VI.PEMBAHASAN :
Pada awal kemunculan mikroskop cahaya , bagian dari tanaman dan hewan
yang secara manual disayat dengan menggunakan pisau cukur. Timbul suatu masalah
dimana hasil sayatan yang dihasilkan sering mendapatkan sayatan yang beragam

ketebalannya sehingga mengganggu penglihatan di bawah mikroskop. Maka hasil yang


didapat juga kurang akurat. Selanjutnya masalah ini dapat dipecahkan dengan
kehadirannya mikrotom sebagai alat berpresisi tinggi yang dapat menyayat jaringan dengan
ketebalan yang diatur sesuai dengan keinginan. Perkembangan terbaru selanjutnya
adalah mikrotom laser , yang memotong dengan laser femtosecond dusamping pisau
mekanis. Metode ini adalah kontak-bebas dan tidak memerlukan teknik persiapan sampel
teknik. Mikrotom laser memiliki kemampuan untuk mengiris hampir setiap jaringan di tubuh
hewan aslinya. Tergantung pada materi yang sedang diproses, ketebalan irisan dari 10
sampai 100 m.
Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat
tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan
digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histologi.
komponen mikrotom yang paling berperan dalam produksi sayatan yang sempurna
adalah pisau yang digunakan untuk menyayat. Oleh karena itu untuk dapat berkerja optimal
maka terdapat tipe dan struktur pisau mikrotom pabrikan yang sama dengan pabrikan
mikrotom. Tiga tipe pisau mikrotom, yaitu:
1) Pisau Plane-adge (siple wedge razor), biasanya digunakan untuk senyatan beku dan
blok paraffin.
2) Pisau bikonkaf (flat or half-groud razor), digunakan untuk senyatan blok celoidin dan
plastik.
3) Pisau bikonkaf (hollow-groud razor), digunakan untuk menyayat blok paraffin.
Untuk mempelajari sifat- sifat sel dan membedakan sel- sel yang mengalami
perlakuan atau tidak mengalami perlakuan dalam percobaan tertentu maka sangat
diperlukan penelitian yang lebih spesifik untuk tujuan diagnose, pewarnaan biologis, dan
prosedur pewarnaan di dalam hubungannya dengan cahaya mikroskopis yang telah menjadi
alat utama dalam pengamatan kondisi histologis organ yang diamati yang tentunya telah
diambil dan dibuat dalam bentuk preparat histologi.
Secara umum, suatu mikrotom memilki bagian-bagian terpenting sebagai
berikut:
1. Skala pengatur ketebalan sayatan biasanya terdapat di bagian kanan atas badan
mikrotom, skala ini dapat digeser ke kiri dan ke kanan sesuai dengan ketebalan sayatan
yang diinginkan.
2. Pisau mikrotom, merupaka komponen yang bisa menentukan kualitas sayatan.
3. Pegangan blok jaringan, merupakan komponen yang menghubungkan mikrotom dengan
blok jaringan yang hendak disayat.
4. Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan mata pisau.
Jenis Mikrotom
Jenis mikrotom yang paling umum digunakan adalah:
1. Mikrotom putar (rotary microtome)
Disebut juga mikrotom spencer,jenis mikrotom ini paling umum digunakan di laboratorium
,tersedia baik untuk sayatan paraffin maupun teknik kriostat.khusus untuk keperluan
pembuatan sayatan dengan teknik kriostat,mikritom ini dibuat tahan karat.
2. Mikrotom geser (sliding microtome)
Tersedia baik untuk sayatan nitrroselulose atau palstik.jenis ini bukan selalu
merupakan alat yang paling praktis,lamnat dan mahal tetapi juga sering tidak bisa
menhasilkan sayatan yang bagus untuk jaringan keras dan besar,sepeti mata,tulang dan
kartilago.

3. Mikrotom klinis beku (freezing microtome)


Jenis mikrotom ini banyak digunakan di laboratorium klinis untuuk keperluan
diagnosis yang bersifat segera.mikrotom ini sangat murah dan dibutuhkan untuk berbagai
proses yang ditujujukan untuk mendiagnosis komponen sel tertentu seperti lemak dan
enzim.
4. Mikrotom sayatan ultra tipis (ultra-thin microtome)
Mikrotom ini biasa digunakan untuk menghasilkan sayatan dengan ketebalan 1m
(untuk mikroskop elektron),hanya untuk teknik khusus dan sangat jarang ditemukan idalam
laboratorium dalam praktikum mahasiswa.
5. Mikrotom base sledge
Hanya digunakan untuk teknik teknik tertentu saja dan sangat jarang ditemukan di
laboratorium praktikum mahasiswa,biasa digunakan untuk menyayat jaringan dengan
ukuran yang sangat besar seperti otak.
6. Mikrotom faust
Instrument ini berukuran kecil sehingga biasa dtiempelkan diatas meja
praktikum.ketipisan maksimum sayatan yang dihsilkan maksimum 25m.
7. Mikrotom smith dan Farquhar
Instrument ini sering digunakan untuk menyayat jaringan segar (yang tidak difiksasi
atau dibekukan) dengan tingkat kerusakan struktur halus dan kehilangan aktivitas enzimatik
yang sangat minimal.kisaran ketebalan sayatan yang dapat dihasilkan adalah 5 -230 m
dan dengan kecepatan antara 50 sampai 200 sayatan permenit.
Penggunaan Mikrotom
Beberapa penggunaan mikrotom :
1.
Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau
dibenamkan ke dalam parafin. Bagian-bagian setebal 3 20 mm biasanya diiris dengan
pisau baja.
2.
Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti
Araldine , bagian-bagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom setebal 2
100 nm.
Perawatan Mikrotom
Mikrotom sebaiknya ditutup dengan plastik, atau dimasukkan ke kotaknya jika tidak
sedang digunakan. Jangan memindahkan mikrotom dengan cara memegang bagian yang
dapat bergerak, karena dapat menggangu akurasinya. Sebelum dan sesudah digunakan,
sebaiknya mikrotom dibersihkan dari serpihan parafin dengan cara melap dengan kain lap
yang telah dibasahi dengan xilol. Mikrotom harus selalu diminyaki untuk mencegah keausan
dan kemacetan.
Perawatan Pisau Mikrotom
1. Pisau dibersihkan dengan kertas atau kain pembersih lensa yang dibasahi xilol
kemudian dilap dengan bahan pembersih yang sama.
2. Pisau harus ditajamkan sesering mungkin. Ada dua tekhnik dalam hal menajamkan
pisau mikrotom, yaitu mengikir (honing) dan mengasah (stropping). Mengikir lebih
diarahkan kepada menghilangkan gerigi atau sompelan kasar dan dalam yang terdapat
pada mata pisau. Sedangkan tahap mengasah diarahkan untuk menghilangkan gerigi
yang lebih halus pada mata pisau sehingga pisau memiliki kemampuan mengiris yang
lebih baik dan sempurna.

VII.KESIMPULAN:
Mikrotom adalah Instrumen Ilmiah yang memotong iris tipis sesuatu untuk
pemeriksaan mikroskopis.
Jenis-jenis mikrotom antara lain:mikrotom putar,mikrotom geser,mikrotom klinis
beku,mikrotom sayatan ultratipis,mikrotom base sledge,mikrotom faust,mikrotom
smith dan farquhar.
Cara pemotongan blok parafin yang mengandung preparat harus dilakukan dengan
hati-hati dan teliti agar mendapatkan sayatan yang bagus dan bersih.

VII.LAMPIRAN

Mataram,24 November 2014


Mahasiswa

Dosen Pembimbing

( RIRIN ARIANI )

( Nurul Inayati,S.Si ,M.Sc )